Evaluasi Kinerja 2016 dan Prediksi Kinerja Investasi 2017

January 2nd, 2017 13 comments

Success business in new year

Secara umum, meski seluruh jenis reksa dana membukukan kinerja yang positif, tahun 2016 juga bisa dikatakan sebagai tahun yang penuh dengan gejolak ekonomi dan politik. Untuk 3 bulan terakhir di tahun 2016, gejolak dari sisi politik memang lebih terasa baik dari Pemilihan Presiden di Amerika Serikat maupun kampanye Pilkada Jakarta yang sudah serasa seperti Pemilihan Presiden. Bagaimana dengan tahun 2017 ? Apakah reksa dana masih akan memberikan kinerja yang positif seperti tahun 2016? Apa saja sentimen positif dan potensi risiko yang akan dihadapi ?

Sebelum membahas lebih jauh, berikut ini adalah hasil evaluasi terhadap kinerja berbagai instrumen investasi pada tahun 2016  Read more…

Selamat Tahun Baru 2017

December 31st, 2016 No comments

New Year lighting background

Melalui Kesempatan ini, Saya dan Keluarga Ingin Mengucapkan

 

Selamat Tahun Baru 2017

 

Semoga Damai, Rukun, dan Toleran Selalu

 

Semoga Pemerintah Berlaku Lurus dan Amanah 

 

Semoga Hukum dan Keadilan Ditegakkan

 

Semoga Anda Semua Diberikan Kesehatan Yang Prima

 

Semoga Hasil Investasi Bisa Berlipat Ganda

 

Semoga Semua Makhluk Berbahagia

Categories: Lain-lain Tags:

Selamat Hari Natal

December 25th, 2016 No comments

Selamat Hari Natal

Categories: Lain-lain Tags:

Panduan Menghitung Yield dan Harga Wajar Obligasi Melalui Microsoft Excel

December 11th, 2016 1 comment

Laptop showing a spreadsheet and a paper

Dalam investasi obligasi, dikenal dengan istilah Yield to Maturity (YTM). Secara sederhana, YTM adalah tingkat keuntungan tahunan yang diperoleh investor obligasi dari kupon yang dibagikan ditambahkan dengan selisih harga apabila memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo. Rumus untuk menghitung besaran YTM obligasi bisa ditemui dengan mudah di berbagai buku tentang investasi dan manajemen keuangan, namun permasalahannya rumus tersebut mengasumsikan kita berinvestasi pada tanggal perdana atau tanggal pembagian kupon.

Apabila pembelian dilakukan di antara tengah-tengah pembagian kupon, menurut saya perlu dilakukan penyesuaian terhadap rumus yang digunakan. Sayangnya sampai saat ini saya belum menemukan buku yang membahas tentang hal tersebut sehingga adalah lebih praktis untuk menghitung YTM obligasi menggunakan rumus yang tersedia dalam program Microsoft Excel. Selain menghitung YTM, Microsoft Excel juga dapat membantu penggunanya untuk menghitung harga obligasi berdasarkan tingkat keuntungan yang diharapkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghitung YTM dan Harga Obligasi menggunakan Excel. Read more…

Seberapa Jauh US Dollar Akan Menguat Terhadap Rupiah ?

November 23rd, 2016 1 comment

Balance Concept

Donald Trump resmi akan mulai menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) sekitar bulan Januari 2017 nanti. Meski demikian, spekulasi tentang kebijakan ekonomi yang akan diambilnya sudah membuat seluruh dunia mulai bertanya-tanya dan menyiapkan diri.

Salah satu pertanyaan dan sekaligus kekhawatiran adalah seberapa jauh US Dollar akan menguat terhadap Rupiah? Apakah penguatan ini disebabkan karena Donald Trump atau sebab lainnya ? Berapa perkiraan nilai wajar USD terhadap IDR yang wajar berdasarkan fundamental untuk tahun 2017?

Sebagaimana diketahui Rp yang selama ini adem di 13.000an, per tanggal 22 November 2016 berdasarkan Kurs BI mencapai Rp 13.424 per 1 USD.

Data Kurs Tengah BI

Sumber : Bank Indonesia

Sebelumnya, mata uang Rupiah diperkirakan akan terus menguat jika melihat data fundamental seperti transaksi dagang yang surplus, pertumbuhan ekonomi yang positif dan inflasi yang rendah. Belum lagi ada dana repatriasi sekitar Rp 140an Triliun yang akan masuk secara bertahap hingga akhir tahun 2016 ini. Dengan dasar di atas, seharusnya baik secara fundamental maupun sentimen, seharusnya semua hal positif untuk penguatan Rupiah. Mengapa yang terjadi sekarang malah sebaliknya? Read more…

Investasi Reksa Dana Paska Pemilihan Presiden AS

November 14th, 2016 3 comments

American press Donald Trump new USA president

Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 pada pemilihan yang dilakukan pada 8 November 2016 yang lalu memang diluar dugaan. Namun suka atau tidak, semua harus menerima bahwa beliau yang terpilih sebagai Presiden AS. Dalam sudut pandang investasi, yang menjadi fokus adalah mencoba menebak dan memahami kebijakan yang akan diambil pada masa mendatang.

Mengapa disebut menebak? Sebab beliau baru resmi menjabat pada bulan Januari 2017 nanti. Janji-janji yang diucapkan selama masa kampanye masih bisa berubah. Sebagai contoh, sebelumnya pernah disebutkan akan menghapus program perlindungan kesehatan di AS yang dikenal dengan Obamacare. Setelah dilakukan pertemuan dengan Barrack Obama, disebutkan bahwa program tersebut tidak dihapus tapi dipertahankan dengan penyesuaian.

Dari sisi sistem tata negara, suatu kebijakan baru harus didasari dengan Undang-Undang dan itu membutuhkan persetujuan dengan legislatif. Jika ada kebijakan yang dianggap terlalu berlebihan, belum tentu disetujui oleh legislatif. Untuk membuat atau membatalkan undang-undang yang lama pun tentu juga membutuhkan waktu.

Sebagai informasi, kemenangan Donald Trump ini juga disertai kemenangan Republik di kursi legislatif. Dengan kata lain, jika kebijakannya rasional, seharusnya proses pembuatan Undang-Undang akan relatif tidak menemui kendala. Hal ini berbeda dengan era Obama dimana meski menjabat sebagai Presiden, legislatif justru dikuasai partai oposisi sehingga proses menjalankannya pemerintahan banyak mendapat kendala.

Legislatif

Sumber : MSN Politics

Perubahan rezim memang akan membawa ketidakpastian dan rasa tidak nyaman karena keluar dari status quo, namun tidak berarti perubahan harus negatif. Bisa saja perubahannya malah bersifat positif, seperti karena mau meningkatkan ekonomi, pembangunan infrastruktur ditingkatkan. Yang perlu dilakukan adalah mencoba memhami kira-kira seperti apa kebijakan berkaitan dengan ekonomi yang akan dilakukan ke depannya.

Berdasarkan referensi yang ada di berbagai situs keuangan, perkirakan kebijakan ekonomi yang akan diambil adalah sebagai berikut Read more…

Sekolah Investor Ready – 26 November 2016

November 4th, 2016 1 comment

Flyer Investor Ready - Update

Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) kembali mengadakan program Sekolah Investor Reksa Dana APRDI (Investor Ready) pada hari Sabtu, tanggal 26 November 2016 pukul 09.00-16.00 WIB di Jakarta

Bagi yang ingin belajar reksa dana langsung dari ahli dan sumbernya, dapat langsung mendaftarkan diri dengan menghubungi :

Email : Investor.Ready@APRDI.or.id

WhatsApps : 0812 8730 1087

Website : https://investoready-aprdi.org/

Apa Dampak Pilpres AS dan Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap IHSG ?

November 2nd, 2016 2 comments

Wall Street and Election

Akhir-akhir ini pergerakan bursa saham dan obligasi agak stagnan bahkan cenderung turun. Walaupun pada akhir tahun ada yang namanya Window Dressing (kecenderungan IHSG meningkat di akhir tahun), namun sepertinya perhatian investor lebih tertuju pada isu-isu di US seperti Pemilihan Presiden yang akan diselenggarakan pada 8 November 2016 dan suku bunga The Fed yang (rencananya) akan dinaikkan pada bulan Desember tahun ini.

Beredar juga Whatapps yang dikalangan nasabah yang memelintir wawancara sebuah media asing dengan Jim Rogers, dimana topiknya hanya pada denda yang menimpa salah satu bank di Jerman menjadi isu gagal bayar. Padahal dalam wawancara tersebut, tidak disinggung sama sekali gagal bayar dan bahkan angka yang di dalam WA juga sangat berbeda dengan angka dalam wawancara. Bisa jadi tren mengedit berita resmi menjadi berita hoax yang heboh yang terjadi di Indonesia juga dipelajari oleh luar negeri. Ditambah dengan rencana demo besar tanggal 4 November nanti, sedikit banyak membuat investor menjadi lebih wait and see.

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang dampak Pilpres AS dan (rencana) kenaikan suku bunga The Fed, sebenarnya ada statistik return bulanan IHSG yang cukup menarik untuk kita cermati. Berikut statistiknya selama hampir 16 tahun terakhir.

Statistik Return Bulanan IHSG

Sumber : www.infovesta.com, diolah

Dari statistik di atas, terlihat bulan Desember adalah bulan yang tidak pernah rugi selama 15 tahun terakhir dari 2001 sampai dengan 2015. Tingkat returnnya bervariasi antara 0.42% hingga 12.12% dalam 1 bulan. Untuk investor yang menunggu IHSG dibawah harga fundamental, sebagaimana yang sering saya kemukakan untuk tahun 2016 antara 5300 – 5500, kalau misalkan tidak dapat-dapat juga dan percaya dengan statistik ini, bisa mencoba untuk masuk selambat-lambatnya akhir November. Namun dalam perjalanan, jika ternyata sempat dibawah 5300, bisa menjadi pertimbangan untuk menambah investasinya di saham.

Kembali ke topik utama, bagaimana dampak kedua isu tersebut terhadap Indonesia, khususnya terhadap IHSG ? Read more…

%d bloggers like this: