Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. January 20th, 2016 at 17:49 | #1

    Selamat sore pak Rudi., Saya mau tanya pak, reksadana saham apa yang baik dengan bank Kustodiannya CIMB Niaga atau mandiri., terimakasih pak., :)

  2. Rudiyanto
    January 20th, 2016 at 21:34 | #2

    @Edwin
    Salam Pak Edwin,

    Boleh tahu mengapa anda memilih reksa dana berdasarkan bank kustodiannya?

  3. Christo Okulian
    January 21st, 2016 at 08:41 | #3

    Salam Pak Rudiyanto, Salam teman2 lain.

    saya mau tanya dan belajar tentang produk reksadana yang dikeluarkan salah satu bank swasta M**bank . nama reksa dana tersebut reksadana terproteksi CDF dimana salah satu instrumentnya adalah obligasi.

    ada beberapa pertanyaan pak, namun bilamana Pak Rudi sudah buat artikelnya saya mhn diberikan linknya.

    1. kalau reksadana saham saya mengerti dan korelasi naik turunnya berkaitan dengan ihsg atau saham tertentu yang mereka pegang. namun kalau reksadana terproteksi CDF insrument obligasi ini acuan besarnya apa ya pak ?pastinya bukan ihsg kan pak ?

    2. bilamana dalam reksadana saham fund manager bisa memiliki kebebasan mengganti sahamnya, namun kalau di reksadana terproteksi CDF insrument obligasi ini bila dia pegang obligasi swasta atau ori, obligasi tersebut kan memiliki jatuh tempo apakah berarti mereka akan berpindah obligasi sebelum jatuh tempo atau mereka bisa pindah ke instrument lain seperti saham ?

    3. saya ingin tahu secara pribadi pendapat bapak tentang reksadana terproteksi CDF insrument obligasi. saya berpikirc ini cocok untuk bulanan mama saya karena produk ini ada kupon bulanan yang sudah Nett dalam persentase yang lumayan tinggi per annum. bilamana Pak Rudi ada ide atau masukan mohon pak. tks

    bilamana teman2 lain mau bantu jawab, silahkan tks

  4. Siti supriyati
    January 22nd, 2016 at 09:15 | #4

    Selamat pagi bapak. Saya seorang mahasiswa semester 6 di PTN jawa tengah. Setelah saya mengikuti seminar tentang reksadana dan baca2 artikel tentang reksadana, saya jadi tertarik untuk berinvestasi, namun saya tidak mengerti bagaimana memulainya. Ditambah lagi dasar pendidikan saya bukan berasal dari ekonomi, jadi bisa dibilang saya masih buta tentang reksadana ini. Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan untuk memulai reksadana dengan modal hanya 100,000? Serta dimana dan bagaimana cara memulai reksadana ini. Terimakasih atas perhatian bapak.

  5. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 09:37 | #5

    @Christo Okulian
    Salam Pak Christo,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1 dan 2. Mengenai jenis reksa dana terproteksi ada 2 referensi artikel yang bisa anda baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/03/25/mengenal-lebih-dalam-klasifikasi-reksa-dana-indonesia/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/02/08/apakah-reksa-dana-terproteksi-melindungi-modal-pokok-nasabahnya/

    3. Mengenai reksa dana penawaran reksa dana terproteksi, menurut saya paling baik didiskusikan dengan agen penjual di bank tempat anda membeli produk tersebut. Sebab saya yakin tenaga pemasar mereka yang berpengalaman dan mengerti tentang konsep financial planning akan bisa memberikan rekomendasi yang komprehensif.

    Semoga bermanfaat

  6. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 09:42 | #6

    @Siti supriyati
    Salam Ibu Siti,

    Senang sekali ada calon investor reksa dana yang baru. Mengenai bagaimana untuk memulai investasi dengan modal Rp 100.000, cara yang paling gampang adalah datang langsung ke Agen Penjual Reksa Dana yang terdapat di kota anda lengkap dengan dokumen KTP dan Buku Tabungan (apabila anda ingin melakukan investasi berkala). Nanti akan dibantu sama petugasnya.

    Jika anda tertarik dengan reksa dana Panin Asset Management, anda bisa mengunjungi
    Panin Sekuritas Cabang Semarang
    Jl. S. Parman No. 41
    Semarang 50231 – Indonesia
    Tel.: (62-24) 850 2300
    Fax: (62-24) 850 4971
    E-mail: semarang@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  7. January 22nd, 2016 at 10:42 | #7

    Salam Pak Rudi., Karena saya cuman punya tabungan itu., biar jika transfernya g kena biaya transfer lagi Pak., soalnya investasi saya per bulan juga kecil dibawah 500K.,

  8. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 10:47 | #8

    @Edwin
    Salam Pak Edwin,

    Mengenai biaya transfer sebenarnya juga tidak relevan lagi karena meski reksa dana menggunakan bank (misalkan) A sebagai kustodian, tapi rekening penampung reksa dananya bisa di bank lain.

    Sebagai contoh, untuk reksa dana Panin Dana Maksima di tempat saya bekerja, kustodi yang digunakan adalah Deutsche Bank namun nasabah bisa transfer ke rekening penampung di BCA dan CIMB Niaga (via top up online). Untuk autodebet bisa, ke 5 bank yaitu BCA, BRI, Mandiri, Panin dan CIMB Niaga.

    Terima kasih

  9. January 22nd, 2016 at 10:53 | #9

    @Pak Rudi
    bukannya bank kustodian itu istilah lain dari bank penampung., maaf baru belajar pak., Jadi Reksadana panin di Jakarta dimana pak, biar saya bisa tanya2 langsung ke sana pak.,

  10. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 10:59 | #10

    @Edwin
    Bukan pak, bank kustodian itu yang ikat kontrak dengan Manajer Investasi dan menjalankan fungsi sebagai kustodian. Kalau Bank Penampung ya rekening aja, bisa dimana saja.

    Untuk cabang Panin AM anda bisa kontak ke http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx

    Semoga bermanfaat

  11. January 22nd, 2016 at 11:21 | #11

    Ok pak Rudi., terima kasih., :)

  12. January 30th, 2016 at 23:04 | #12

    Ketika saya masuk login, untuk melihat laporan keuangan reksa saham dari panin yaitu panin dana maksima, panin dana syariah saham, panin dana prima. Saya klik muncul informasi berupa jika ingin melihat laporan keuangan yang lengkap dapat menghubungi manajer investasi. Mohon bapak Rudiyanto memberikan informasi laporan keuangan tersebut untuk saya gunakan dalam penelitian tugas akhir saya. Terima kasih

  13. January 31st, 2016 at 22:29 | #13

    Dear Pak Rudiyanto,
    Saya mau minta maaf dengan pernyataan kata-kata saya yang kemarin yang tidak sopan dan bersifat memaksa seharusnya untuk hal seperti itu tidak perlu saya tuliskan dalam forum diskusi bapak. Mohon maaf dan Terima Kasih.

  14. Rudiyanto
    February 1st, 2016 at 10:45 | #14

    @Frederic Chopin
    Selamat Pagi Pak Frederic,

    Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah berpartisipasi pada acara Cerdas Mengelola Keuangan 2016 yang diselenggarakan di Medan 30 Januari yang lalu.

    Kedua, saya juga mohon maaf karena sepertinya informasi yang saya sampaikan terkait laporan keuangan reksa dana tidak sesuai ketika anda melakukan cek ke website langsung. Sepertinya ada pengembangan sistem, sehingga fitur yang dulunya ada untuk sementara belum bisa ditampilkan. Untuk itu, anda bisa mengirimkan email ke cs@panin-am.co.id untuk meminta laporan keuangan reksa dana tersebut.

    Demikian, terima kasih atas perhatiannya.

  15. February 2nd, 2016 at 10:26 | #15

    Salam Sukses Pak Rudiyanto,
    Terima kasih dengan diselenggarakan acara Cerdas Mengelola Keuangan 2016. Acara tersebut sangat bagus untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam mengelola keuangan dan belajar tentang reksa dana dan memberikan gambaran peluncuran produk baru dari Panin yaitu Panin Dana Pendapatan Tetap. Semoga semua orang yang mengikuti acara tersebut berinvestasi di reksa dana Panin dan memperoleh manfaat dari hasil pengelolaan PT. Panin Asset Management.

  16. Ido
    February 2nd, 2016 at 12:27 | #16

    Selamat siang Pak,kalo menurut pak Rudi,saham apa yang bagus untuk 5-10 thn kedepan ya?trims

  17. Rudiyanto
    February 2nd, 2016 at 13:35 | #17

    @Ido
    Selamat Siang Pak Ido,

    Daripada tahu saham apa yang bagus untuk 5 – 10 tahun ke depan dan belum tentu juga tepat karena kondisi kinerja perusahaan bisa berubah dari waktu ke waktu, lebih baik mencari tahu bagaimana untuk berinvestasi ke saham yang bagus untuk 5 – 10 tahun ke depan. Sebagai gambaran, untuk investasi saham salah satunya dapat dilakukan secara metode analisa fundamental.

    Referensinya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/12/06/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-3-value-investing/

    Semoga bermanfaat

  18. Annisa
    February 6th, 2016 at 20:17 | #18

    Selamat malam pak Rudiyanto, setelah saya amati, Kenapa kebanyakan penelitian terkait Reksa Dana itu menggunakan 2 proxy untuk menghitung Beta? yaitu proxy IHSG dan proxy LQ45.

  19. Rudiyanto
    February 6th, 2016 at 22:02 | #19

    @Annisa
    Salam Ibu Annisa,

    Hal ini disebabkan karena reksa dana saham berinvestasi pada saham. IHSG dan LQ-45 dianggap melambangkan kinerja saham dan saham yang likuid secara keseluruhan (Market).

    Semoga bermanfaat.

  20. February 10th, 2016 at 16:19 | #20

    Salam Sukses Pak Rudiyanto,
    Saya mau nanya cara mengetahui return reksa dana saham, apa ada di dalam laporan keuangan atau kita harus menghitungnya sendiri. Terus untuk mengetahui kinerja reksa dana saham dengan menggunakan metode Sharpe dari suatu reksa dana itu gimana cara untuk menghitungnya atau ada tools yang bisa digunakan untuk mengetahui kinerja reksa dana saham dengan menggunakan metode Sharpe. Terima kasih.

  21. Rudiyanto
    February 10th, 2016 at 16:48 | #21

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Untuk mengetahui return reksa dana, bisa dihitung dari harga atau NAB/Up reksa dana. Bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/01/01/mengenal-lebih-dalam-return-dan-risiko-investasi-2/

    Untuk Sharpe Ratio juga menghitungnya dari NAB/Up reksa dana. Bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Sebetulnya tool untuk evaluasi reksa dana sudah banyak tersedia karena ada di buku-buku manajemen keuangan dan investasi di kampus anda.

    Kalau anda membutuhkan contoh excel perhitungan, terus terang ada di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Semoga bermanfaat

  22. February 17th, 2016 at 08:32 | #22

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Setiap perusahaan go public memiliki kode emiten seperti Bank Central Asia Tbk kode emitennya adalah BBCA, sedangkan reksa dana saham juga memiliki kode reksa dana seperti Panin Dana Prima dengan kode GR002PRIMASH. Boleh tau asal mula adanya kode reksa dana tersebut apakah ditentukan oleh Bapepam atau dari PT. Panin Asset Management. Kode tersebut saya temukan di website http://aria.bapepam.go.id/reksadana. Bagaimana dengan reksa dana saham yang tidak memiliki kode reksa dana dimana saya bisa menemukan kode reksa dana tersebut.
    Diwebsite http://www.bareksa.com juga terdapat kode misalnya dari Panin Dana Prima dengan kode ACCEKDP. Kode tersebut dibuat oleh website Bareksa atau PT. Panin Asset Management. Apakah kode reksa dana memiliki arti dan fungsinya ?

    Sekian dari pertanyaan saya, terima kasih.

  23. Rudiyanto
    February 19th, 2016 at 14:04 | #23

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Mengenai kode efek, sampai sekarang untuk reksa dana memang belum ada ketentuan yang baku. Akibatnya untuk mempermudah pencatatan di database dan sistem digunakan kode. Yang menetapkan kode itu tergantung lembaga yang membuatnya. Sejauh ini ada ISIN Kode yang digunakan KSEI, Kode OJK / BAPEPAM yang bisa dilihat di website OJK, ada versi kode menurut Bloomberg, Bareksa, mungkin nanti Infovesta dan Morningstar juga akan membuat kode sendiri.

    Yang membuat dan menentukan kode ya perusahaan pembuatnya sendiri. Dari semua itu yang paling penting adalah memiliki kode di OJK. Sebab sebagai Otoritas tertinggi, produk reksa dana yang tidak terdaftar disana berarti ilegal.

    Semoga bermanfaat

  24. February 29th, 2016 at 23:00 | #24

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Boleh tolong berikan satu contoh cara menghitung sharpe ratio dari Panin Dana Maksima. Cara mendapatkan data untuk perhitungan mendapatkan nilai dari sharpe ratio. Boleh diberitahukan sumber mendapatkan data seperti return reksa dana, risk free dan standar deviasi/risiko reksa dana. Adakah tools yang bisa digunakan untuk mengevaluasi suatu kinerja reksa dana seperti sharpe ratio. Mohon bantuannya dan Terima kasih.

  25. Rudiyanto
    March 4th, 2016 at 00:04 | #25

    @Frederic Chopin
    Selamat malam pak Frederic,

    Untuk perhitungan tersebut teorinya bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Kalau mau contoh perhitungan detailnya anda bisa baca buku manajemen keuangan / investasi yang ada di perkuliahan anda.

    Di buku pertama saya, juga dipaket jadi 1 jika anda mau beli. Bisa di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Terima kasih

  26. March 5th, 2016 at 17:28 | #26

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk buku Pak Rudiyanto barusan saya beli. Saya akan mempelajari buku tersebut sebaik-baiknya. Saya sangat ingin berterima kasih Pak Rudiyanto telah menulis dan menerbitkan buku Sukses Finansial dengan Reksa Dana dan fit.focus.finish. Buku tersebut sangat membantu penelitian tugas akhir saya. Terima kasih banyak Pak Rudiyanto.

    • Rudiyanto
      March 6th, 2016 at 14:08 | #27

      Selamat siang Frederic,

      Terima kasih juga, semoga tugas akhir anda bisa selesai dgn hasil yg gemilang.

  27. Febri
    March 16th, 2016 at 20:35 | #28

    Dear Mas Rudi,
    Mas Rudi, saya mau tanya, apakah bisa saya meminta kepada bank kustodian untuk tidak mengirimkan surat pembelian, penjualan ataupun perkembangan RD setiap bulan? karena hanya menjadi tatakan gorengan saja. Ataukah saya harus bertanya kepada pihak mana? Saya membeli produk RD lewat IPOT.

    Terima kasih

  28. Rudiyanto
    March 16th, 2016 at 21:24 | #29

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Pertanyaan ini bisa ditanyakan sama IPOT langsung pak. Memang sistem di masing2 tempat itu berbeda. Kalau di Panin AM, per awal tahun ini semuanya sudah e-statement. Jadi kalau email anda terdaftar dan valid, harusnya semua surat sudah diterima secara elektronik.

    Semoga bermanfaat

  29. March 21st, 2016 at 16:56 | #30

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Di tahun 2016 ini PT. Panin Asset Management udah meluncurkan produk reksa dana baru yaitu Panin Dana Pendapatan Berkala dan pada tanggal 1 April 2016 akan ada peluncuran perdana produk reksa dana baru yaitu Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh. Bagaimana cara untuk mengetahui jumlah reksa dana pada suatu tahun supaya bisa mengukur jumlah tiap reksa dana setiap tahun. Terima kasih.

  30. Rudiyanto
    March 21st, 2016 at 17:12 | #31

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Untuk mengetahui hal tersebut, anda bisa mengecek tahun terbitnya reksa dana.
    Pertanyaannya, untuk apa mengukur jumlah reksa dana setiap tahun ya?

  31. March 22nd, 2016 at 10:24 | #32

    Betul pak, supaya saya bisa mengetahui perkembangan jumlah reksa dana yang ada. Misalnya di tahun 2007 jumlah reksa dana yang ada sebanyak 473 dan di tahun 2008 jumlah reksa dana yang ada sebanyak 603. Itu pak yang saya maksudkan karena saya tidak tau reksa dana apa yang bertambah dalam suatu tahun. Bagaimana cara saya mengecek perkembangan industri reksa dana periode 2013-2014 atau di tahun 2016. Terima kasih.

  32. Rudiyanto
    March 22nd, 2016 at 21:35 | #33

    @Frederic Chopin
    Kalau cara yang praktis adalah langganan http://www.infovesta.com. Lebih praktis lagi kamu bekerja di perusahaan yang berlangganan dan kamu bekerja di posisi yang punya akses terhadap data tersebut.

    Kalau cara yang butuh usaha adalah coba kamu ubek2 website OJK. Dalam waktu kurang dari 1 menit, saya sudah bisa menemukan jumlah reksa dana yang aktif dari tahun 1996-2016.

    Semoga berhasil

  33. diego
    March 23rd, 2016 at 12:52 | #34

    pagi pa…pa saya mau tanya variable apa saja ya yg mempengaruhi NAB per unit reksadana saham? saya saat ini merupakan mahasiswa akhir dan variabel y saya adalah return reksadana saham. tk pa

  34. diego
    March 23rd, 2016 at 13:01 | #35

    kebetulan saya juga nasabah dari panin asset management pa. mohon bantuannya pa. tks

  35. March 23rd, 2016 at 23:09 | #36

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk mendapatkan seluruh prospektus pembaharuan reksa dana saham. Apakah bisa didapatkan melalui OJK, Bapepam, Infovesta atau sumber lainnya ? Mohon bantuannya dan Terima kasih.

  36. Rudiyanto
    March 28th, 2016 at 20:22 | #37

    @diego
    Selamat Malam Pak Diego,

    Menurut saya yang mempengaruhi return reksa dana saham ya return dari portofolio investasinya. Bisa saham, bisa juga obligasi. Untuk detailnya bisa berdiskusi dengan dosen pembimbing anda.

    Terima kasih

  37. Rudiyanto
    March 28th, 2016 at 20:25 | #38

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Pertanyaan saya adalah apakah anda sudah mencoba?

  38. March 29th, 2016 at 11:24 | #39

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Saya udah mencoba di aria.bapepam.go.id/reksadana. Disana banyak tidak tersedia prospektus dan laporan keuangan yang saya butuhkan. Saya juga udah mencoba masing-masing website reksa dana ada yang menyediakan prospektus tidak beserta dengan laporan keuangan yang lengkap, ada yang menyediakan prospektus saja, ada yang menyediakan prospektus beserta laporan keuangan yang lengkap tapi periodenya bukan 2013-2014. Saya mendapatkan informasi bahwa semua itu bisa didapatkan di Bapepam. Bagaimana cara saya untuk mendapatkan prospektus beserta laporan keuangan yang lengkap periode 2013-2014 ? Mohon bantuannya dan Terima Kasih.

    • Rudiyanto
      March 29th, 2016 at 11:26 | #40

      Selamat siang Pak Frederic,

      Kalau begitu bisa ditanyakan ke sumber informasi yg menyatakan bahwa semua data tsb bisa diperoleh di Bapepam, semoga bermanfaat

  39. March 29th, 2016 at 15:04 | #41

    Okay, terima kasih Pak Rudiyanto.

  40. March 31st, 2016 at 09:16 | #42

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    PT. Panin Asset Management akan segera meluncurkan produk baru yaitu Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh, reksa dana ini berbasis sektoral. Jenis reksa dana ini termasuk jenis reksa dana apa, apakah termasuk reksa dana DIRE. Apa yang dibeli dari reksa dana ini serta strategi pengelolaan seperti apa yang akan dikembangkan dari jenis reksa dana ini. Terima kasih dan Semoga produk reksa dana baru ini bisa berkembang seperti reksa dana yang ada di Singapura.

  41. Fauziah
    April 4th, 2016 at 15:19 | #43

    Selamat siang pak, pak saya punya pertanyaan begini. Misalnya obligasi Sony memiliki imbal hasil saat ini 9% dan imbal hasil jatuh tempo 10%. Apakah obligasi terjual diatas/dibawah nilai nominalnya? Mohon penjelasannya ya pak,terimakasih

  42. Rudiyanto
    April 4th, 2016 at 17:02 | #44

    @Frederic Chopin
    Selamat Sore Pak Frederic,

    Terima kasih perhatiannya terhadap produk Panin AM. Sebagai informasi Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh masuk dalam kategori reksa dana saham. Sama seperti reksa dana saham pada umumnya, kebijakan investasinya adalah minimal 80% pada instrumen saham dan sisanya sebesar 20% pada instrumen pasar uang.

    Detailnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/03/23/panin-dana-infrastruktur-bertumbuh/

    Dana Investasi Real Estat atau Real Estate Investment Trust merupakan jenis reksa dana yang berinvestasi di sektor properti riil langsung dan sudah memberikan imbal hasil sewa. Terus terang, tingkat kesulitan untuk produk ini cukup tinggi baik dari sisi pengelolaan ataupun ketersediaan produk. Apabila tidak berafilasi dengan group properti, tampaknya penerbitan produk seperti ini akan cukup sulit.

    Informasi mengenai DIRE bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/real-estate-investment-trust/

    Semoga bermanfaat

  43. Rudiyanto
    April 4th, 2016 at 17:15 | #45
  44. April 4th, 2016 at 21:11 | #46

    Okay, terima kasih atas informasi dari pertanyaan yang saya kirim beberapa hari yang lalu. Saya ingin tahu cara mengecek NAB reksa dana saham di tahun 2013 dan di tahun 2014 untuk mengetahui perkembangan NAB di tahun tersebut. Menurut bapak bagaimana cara yang harus lakukan untuk mengetahui perkembangan tersebut. Terima kasih.

  45. Rudiyanto
    April 5th, 2016 at 17:11 | #47

    @Frederic Chopin
    Selamat sore,

    Untuk mencari data reksa dana silakan baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/02/03/panduan-mencari-data-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  46. April 5th, 2016 at 22:53 | #48

    Untuk reksa dana BNP PARIBAS MAXI SAHAM dengan kode 0082214 NAB & UP terhenti di bulan Agustus 2014. Reksa dana tersebut masih termasuk kategori aktif di website OJK. Kenapa bisa terhenti NAB & UP reksa dana tersebut. Terima kasih.

  47. Rudiyanto
    April 6th, 2016 at 09:02 | #49

    @Frederic Chopin
    Bisa ditanyakan ke OJK atau BNP Paribas Investment Partners.

    Semoga bermanfaat

  48. April 6th, 2016 at 15:40 | #50

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Saya mau nanya bagaimana cara Manajer Investasi meningkatkan kinerja reksa dana, dilihat dari sudut pandang calon investor biasanya calon investor sebelum berinvest di reksa dana apa yang mereka lihat supaya tertarik berinvest reksa dana. Terima kasih.

  49. Rudiyanto
    April 7th, 2016 at 10:53 | #51

    @Frederic Chopin
    Selamat siang Pak Frederic,

    Mengenai pertanyaan tersebut, anda bisa membaca http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/12/23/060800626/Bagaimana.Cara.Manajer.Investasi.Mengelola.Reksa.Dana.

    Semoga bermanfaat

  50. April 7th, 2016 at 16:06 | #52

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk mengevaluasi suatu kinerja reksa dana saya menggunakan Sharpe sebagai pengukuran suatu kinerja reksa dana. Dalam menghitung Sharpe Ratio di tahun 2014 berarti data yang saya butuhkan adalah NAB & UP di tahun 2013 dan NAB & UP dari Januari 2014 – Desember 2014. Jadi kalo ada NAB & UP di tahun 2014 yang mulainya bukan dari bulan Januari 2014. Berarti gak bisa kan, karena untuk menghitung Sharpe Ratio harus data NAB & UP 1 tahun. Begitu kan Pak Rudiyanto. Terima kasih.

  51. Rudiyanto
    April 7th, 2016 at 16:52 | #53

    @Frederic Chopin
    Selamat Sore,

    Bisa dikonsultasikan dengan dosen pembimbang anda.

    Semoga bermanfaat

  52. tubagus fahmi
    April 14th, 2016 at 10:58 | #54

    selamat pagi pak rudiyanto, saya mau bertanya terkait perhitungan yield pada investasi di reksadan dan obligasi..terima kasih

  53. Rudiyanto
  54. riki
    April 19th, 2016 at 03:04 | #56

    Salam sukses Pak Rudi,
    saya konsumen baru reksadana schroder 90 plus yg beli lewat agen bank mandiri sejak 2 bulan yg lalu dan tidak online, sehingga cukup merepotkan ketika top up karena harus antri di bank. Saya selalu mengikuti pergerakan NAB lewat invovesta.com dan berniat top up setiap harga turun. Kebetulan saya punya rekening di commbank dan bisa beli reksadana online.
    Pertanyaan saya:
    bisakah saya top up scroder 90 plus online lewat commbank sementara saya masih terdaftar schroder 90 plus di bank mandiri? Ataukah harus daftar baru schroder 90plus di commbank? Bolehkah beli schroder 90 plus lewat dua agen bank yang berbeda? Apakah salah satu agen harus saya tutup transaksi schroder 90 plusnya? Terimakasih.

  55. Rudiyanto
    April 19th, 2016 at 16:05 | #57

    @riki
    Salam Pak Riki,

    Setahu saya mau beli reksa dana yang sama di agen penjual yang berbeda seharusnya tidak dilarang. Tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya anda bisa bertanya ke PT. Schroder Invesment Management Indonesia, Commonwealth Bank atau Bank Mandiri. Saya yakin tenaga pemasar mereka akan menjelaskannya dengan baik kepada anda.

    Semoga bermanfaat

  56. Viki
    April 26th, 2016 at 11:47 | #58

    Selamat Siang pak Rudi,
    Apabila sesorang ingin menjual atau mencairkan obligasi yang dimilikinya sebelum jatuh tempo masa obligasi berakhir, apa yang harus dipertimbangkan dan dilakukan untuk menjual obligasinya tersebut?

  57. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:29 | #59

    @Viki
    Selamat Siang Ibu Viki,

    Mungkin yang harus dipikirkan adalah setelah dicairkan terus uang itu diapakan.

    Semoga bermanfaat

  58. Rizki Aditama
    May 5th, 2016 at 07:36 | #60

    selamat siang pak rudiyanto

    saya rizki aditama 25 tahun .. saya berada di sydney
    saya slalu membaca blog bapak dan membeli buku bapak di scoop. dan itu membuka pemikiran saya tentang investasi .
    saya ingin memulai investasi reksa dana bulan ini, melalui panin aset management …
    saya salut dengan marketingnya benar2 ramah ..
    tapi saya masih kebingungan memilih antara RD maksima (NAB 66.000), RD unggulan(NAB 5.500) atau RD apa yg terbaik untuk :
    15-20 tahun kedepan ,kebutuhan untuk dana pensiun . karena saya lihat semua juga performanya baik ..

    mohon bimbinganya

    regard
    rizki

  59. Rudiyanto
    May 5th, 2016 at 16:40 | #61

    @Rizki Aditama
    Selamat Sore Pak Rizky,
    Terima kasih sekali atas dukungannya, jauh-jauh dari Sidney pula. Tapi ini memang bisa terjadi karena ada bantuan teknologi.

    Terima kasih juga karena mempercayakan dana anda kepada Panin Asset Management. Pemilihan reksa dana sebenarnya bukan pada harga tinggi atau rendah, baru atau lama, tapi lebih kepada tujuan dengan jenis reksa dananya.

    Sebagai gambaran untuk tujuan keuangan :
    < 1 tahun – RD Pasar Uang (Panin Dana Likuid)
    1 – 3 tahun – RD Pendapatan Tetap (Panin Dana Utama Plus 2 dan Panin Dana Pendapatan Berkala)
    3 – 5 tahun – RD Campuran (Panin Dana USD, Panin Dana Prioritas, Panin Dana Unggulan, Panin Dana Syariah Berimbang, Panin Dana Unggulan dan Panin Dana Bersama Plus)
    5 tahun – RD Saham (Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Panin Dana Ultima, Panin Dana Syariah Saham dan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh)

    Jadi secara jenis adalah reksa dana saham. Kalau dari sekian banyak saham sebenarnya cukup mudah, gunakan prinsip 1 tujuan keuangan 1 reksa dana.

    Sebagai referensi anda juga bisa membaca :
    https://reksadanauntukpemula.com/2016/01/17/memilih-reksa-dana-sesuai-tujuan-investasi/
    Semoga bermanfaat

  60. Yu Kitri
    May 15th, 2016 at 00:59 | #62

    Hi Bpk Rudiyanto,

    Mohon rekomendasi investasi reksadana keluaran Panin-AM yg hrgnya masih murah NAB Rp 1rb-2rb untuk investasi jangka panjang dengan imbal hasil >=18%/tahun yang masuk morning star ?
    Atau misalnya tidak ada yg NAB murah apa tidak apa2 utk invest reksadana yg nilai NABnya sudah terlanjur tinggi seperti Panin Dana Maksima ?

    Perkiraan investasi untuk 25-35 tahun, tujuannya utk dana pensiun. Dengan gaya hidup pengeluaran Rp 3,5jt/bulan (kurs mata uang sekarang).

    Mohon rekomendasi perhitungan juga pak, sebaiknya menabung rutin tiap bulan atau tiap 3 bulan, kalo bulanan kira2 bisa antara Rp 100rb-200rban, kalo 3 bulanan antar Rp 300rb-600rban ?

    Mohon sarannya Bpk Rudiyanto,
    Terima kasih banyak.

  61. Rudiyanto
    May 15th, 2016 at 14:16 | #63

    @Yu Kitri
    Selamat siang ibu Yu Kitri,

    Pertanyaan anda sudah pernah ditanyakan di blog reksadanauntukpemula.com dan sudah saya jawab. Referensinya di https://reksadanauntukpemula.com/pertanyaan-dan-diskusi/comment-page-1/#comment-97

    Sebenarnya tidak perlu bertanya sampai berkali-kali karena saya selalu mengusahkan semua pertanyaan direspon. Hanya saja untuk waktunya tidak bisa cepat karena disesuaikan beban pekerjaan. Jadi diharapkan kesabarannya.

    Untuk pertanyaan tambahan mengenai biaya pensiun dengan pengeluaran 3,5 juta per bulan, saya menduga mungkin anda masih menggunakan patokan gaya hidup anda sekarang. Hal tersebut tidak salah, tapi seharusnya bisa 2 kali lipat dari angka tersebut karena patokannya adalah hidup berkeluarga. Untuk perhitungan, saya sudah pernah berikan rule of thumbnya, anda bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  62. Yu Kitri
    May 15th, 2016 at 18:23 | #64

    Hi Bpk. Rudiyanto,

    Mohon maaf pak sekali pak, saya tidak bermaksud utk dua kali bertanya utk cepat-cepat direspon, tapi sy bertanya lagi disini karena pertanyaan saya ada yang kurang + salah tulis (500rb, hrsnya 600rb) dan saya tidak tahu cara menghapus atau mengeditnya pak.

    Terima kasih banyak atas jawabannya ya pak.

  63. Rudiyanto
    May 17th, 2016 at 11:28 | #65

    @Yu Kitri
    Selamat Siang Ibu Yu Kitri,

    Ok bu tidak apa2. Terima kasih juga sudah bertanya disini. Semoga bermanfaat bagi anda dalam menyusun rencana investasi dan semoga tujuan keuangannya bisa tercapai.

    Terima kasih

  64. Gi hon
    May 23rd, 2016 at 15:40 | #66

    Selamat sore Pak Rudiyanto,

    Ada hal yang ingin saya tanyakan, apakah ada email pak ?
    Terima kasih :)

  65. Rahma
    May 25th, 2016 at 23:34 | #67

    Salam kenal Pak Rudi,
    saya mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhir mengenai portofolio saham. Dalam tugas akhir sy, sy membentuk portofolio saham berdasarkan 1.return, 2.risiko, 3.jumlah dana yg diinvestasikan dan 4.limit investasi suatu sekuritas(diversifikasi). Jika dibentuk urutan prioritas, Bagaimana urutan prioritas yg baik menurut pak rudi berdasarkan parameter yg sy gunakan? Apakah bapak mempunyai rekomendasi referensi/artikel mengenai hal tersebut? Mohon bimbinganya, Trimakasih

  66. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 00:35 | #68

    @Gi hon
    Selamat Malam Pak Gi Hon,

    Mohon maaf saya tidak melayani konsultasi pribadi, semua pertanyaan bisa diajukan via blog ini.

    Terima kasih

  67. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 00:41 | #69

    @Rahma
    Selamat malam Ibu Rahma,

    Mengenai urutan prioritas, seharusnya ditanyakan dengan dosen pembimbing anda atau disurvey ke investor dan hasil survey tersebut digunakan sebagai justifikasinya.

    Mengenai tulisan yang berkaitan dengan pembentukan portofolio ada di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/05/bagaimana-cara-manajer-investasi-melakukan-aset-alokasi/

    Semoga bermanfaat

  68. Gi hon
    May 30th, 2016 at 08:30 | #70

    @Rudiyanto
    Jika ingin menjadi agen penjual reksadana panin, bagaimana caranya pak?
    terima kasih.

  69. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 18:36 | #71

    @Gi hon
    Selamat Sore Pak Gi Hon,

    Cara yang lebih mudah adalah bekerja sebagai tenaga pemasar di Panin Asset Management cabang Jakarta atau Surabaya atau bekerja di Agen Penjual Panin AM yaitu Panin Sekuritas.

    Cara yang lebih sulit adalah anda mendirikan perusahaan agen penjual reksa dana yang telah mendapat izin dari OJK. Selanjutnya anda mengajukan pengajuan kerjasama ke Panin AM (yang bisa disetujui, bisa juga tidak). Apabila disetujui, maka barulah anda bisa memasarkan produk Panin AM.

    Semoga bermanfaat

  70. latifah
    May 30th, 2016 at 19:38 | #72

    saya sedang mengerjakan tugas tesis, untuk mengukur kinerja yang dlihat adalah NAB nya kan ya bapak? kalau saya membutuh kan data NAB per manajer investasi gimana caranya? REKSADANA SYARIAH yan saya butuhkan.
    kalau di Link OJK yang ada hanya NAB TOTAL
    terimakasih.

  71. Rudiyanto
  72. Robiatul adawiyah
    June 4th, 2016 at 23:51 | #74

    Malem pak.. saya mau bertanya bisa kan bapak jelaskan pengertian risk free, beta, return pasar, return portofolio, metode sharp, jensen dan treynor berserta rumusannya.. terimakasih

  73. Rudiyanto
    June 5th, 2016 at 00:55 | #75
  74. James Handaja
    June 8th, 2016 at 10:48 | #76

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Saya mau bertanya mengenai ETF, ambil contoh ETF LQ-45. Jika dalam satu hari ada banyak investor yang berduyun-duyun membeli ETF ini, mungkinkah harganya naik melebihi kenaikan underlying-nya (indeks LQ-45)?

    Atau apakah market maker akan mengendalikan unit kreasi yang dibuat, sehingga selisihnya dengan indeks LQ-45 tidak terlalu besar?

    Terima kasih untuk penjelasannya.

  75. Rudiyanto
    June 13th, 2016 at 01:43 | #77

    @James Handaja
    Selamat malam Pak James,

    Mengenai hal tersebut bisa jadi kalau pembeliannya dilakukan di pasar sekunder. Tapi tentu investor yang beli tidak bodoh juga kalau misalkan harganya sudah di atas harga LQ-45 yang jadi acuan, tentu mereka tidak akan membelinya atau menunggu harganya kembali wajar.

    Market maker tugasnya lebih menjaga likuiditas, bukan harga. Mereka akan pasa bid dan offer pada harga yang menurut mereka wajar sehingga selalu ada pembelian dan penjualan, tapi tidak untuk menstabilkan harga.

    Tapi perlu saya infokan kalau saya tidak perlu melihat praktek ETF secara langsung, ada baiknya ditanyakan kepada manajer investasi pengelola ETF atau perusahaan sekuritas yang menjadi market maker.

    Terima kasih

  76. Frederic Chopin
    June 15th, 2016 at 10:02 | #78

    Selamat Pagi Pak Rudiyanto,
    Saya sedang membuat proposal bisnis dengan PT. Panin Asset Management sebagai perusahaan untuk data yang diperlukan bagaimana cara saya mendapatkannya. Berikut format dalam pembuatan proposal bisnis tersebut. Mohon bantuannya dan terima kasih banyak.
    Format
    I. Latar belakang perusahaan
    A. Sejarah berdiri perusahaan (tahun berdiri, cabang, unit usaha)
    B. Struktur organisasi (bagan struktur, tugas dan tanggung jawab)
    II. Analisa pasar dan pemasaran
    A. Produk yang dihasilkan
    B. Gambaran pasar (konsumen, pesaing)
    C. Target atau segmen pasar yang dituju
    D. Perkembangan penjualan
    III. Rencana pengembangan usaha
    A. Bentuk pengembangan usaha (pabrik baru, produk baru, unit usaha baru)
    B. Prospek pengembangan usaha (biaya, pendapatan, kualitas)
    C. Rencana kebutuhan investasi (penggunaan dana)
    D. Rencana kebutuhan pinjaman
    IV. Dampak
    A. Dampak terhadap masyarakat sekitar
    B. Dampak terhadap lingkungan

  77. Pramudya Wijadja
    June 16th, 2016 at 22:28 | #79

    Selamat Malam bapak Rudiyanto,
    saya sangat menikmati tulisan bapak terutama materi tentang reksa dana.
    Namun pertanyaan saya, sebenarnya tidak begitu mendekati topik tsb (mohon maaf kalau out of topic). Saya sebenarnya ingin tahu lebih banyak tentang pekerjaan bapak di tempat sekarang (di area business development dan operation).

    Mengikuti cerita di profil bapak, bapak sebelumnya di infovesta dan setelah sekian lama, banyak pengetahuan bapak dapatkan selama berada di infovesta. Nah, karena sekarang bapak sudah 2-3 tahun di Panin AM, pada kesehariannya bapak lebih banyak mengurusi apa pak?

    Mungkin kalau pak Rudiyanto sedang senggang, bisa share cerita tsb di satu page lain, tentang keseharian bapak seperti tanggung jawab & tugas-tugas bapak, kedekatan bapak dengan investor, dan tantangan di bagian business dev. Sejujurnya, saya senang membaca profil keseharian “man behind the desk” sehingga bisa membayangkan tanggung jawab tugas dari fund manager dan pihak yang berkaitan. Terima kasih pak.

    Sukses selalu.

  78. Rudiyanto
    June 18th, 2016 at 23:26 | #80

    @Frederic Chopin
    Selamat malam Pak Frederic,

    Mohon maaf, saya agak bingung, mengapa untuk proposal yang mau kamu ajukan ke sebuah perusahaan, malahan kamu yang minta data ke perusahaan tersebut?

  79. Rudiyanto
    June 18th, 2016 at 23:39 | #81

    @Pramudya Wijadja
    Selamat Malam Pak Pramudya,

    Terima kasih atas apresiasinya.

    Kalau saat ini, saya lebih bertanggung jawab untuk kegiatan operasi, pengembangan bisnis dan pemasaran ritel (perorangan). Kalau deskripsi pekerjaan di Manajer Investasi secara umum anda bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Untuk pengembangan bisnis, itu divisi yang sifatnya agak “tidak jelas”. Karena bertujuan utk mengembangkan bisnis, terkadang harus terlibat dengan semua divisi. Kadang bisa menjadi analis kadang bisa jadi marketing, kadang bisa jadi orang IT, kadang bisa jadi CS, kadang juga bisa jadi orang operation, kadang harus ngurusin sosial media, kadang harus investigasi keluhan nasabah, dan kadang juga harus berhubungan dengan orang pemerintahan seperti OJK. Pokoknya bagaimana caranya supaya bisnis perusahaan berkembang.

    Jadi kalau bicara deskripsi pekerjaan, terus terang saya juga tidak begitu jelas. Biasanya lebih banyak saya tentukan sendiri kecuali untuk beberapa hal di operation yang sifatnya rutin. Tapi biasanya juga bisa didelegasikan.

    Kalau berbicara behind the desk juga kurang tepat, saya lebih sering berada di luar kantor dibandingkan orang marketing.

    Untuk detail pekerjaan di MI, anda bisa baca link di atas.

    Semoga bermanfaat.

  80. sri lestari
    July 20th, 2016 at 08:31 | #82

    selamat pagi pak
    maaf mengganggu waktu nya pak,

    saya sedang mencari buku tentang perbedaan reksadana syariah dan reksadana konvensional,,,,,,, bisakah bapak membantu saya?

    terimakasih pak

  81. Rudiyanto
    July 23rd, 2016 at 23:34 | #83
  82. Johannes angkawijaya
    October 16th, 2016 at 20:05 | #84

    Hai pak Rudi ? Saya ad baca wallstreet mojo mengenai cfa dgn cmt (cfanya analisa teknikal saham, forex and future). Hanya bertanya pendapat menurut Bapak mana lebih bagus cfa atau cmt ?

  83. Rudiyanto
    October 19th, 2016 at 01:10 | #85

    @Johannes angkawijaya
    Salam Pak Johannes,

    Saya tidak begitu familiar dengan CMT. Jadi tidak bisa komentar bagus atau tidak.
    Punya CFA juga tidak jaminan bagus, tapi paling tidak menjadi keunggulan dibandingkan orang lain yang tidak punya.

    Terima kasih

  84. Joy
    November 16th, 2016 at 06:20 | #86

    Hello pak rudy.,saya ingin bertanya kepada bapak..saya ingin mendirikan sebuah perusahaan investasi atau mungkin sebuah capital management..sekiranya apa saran yang bisa bapak berikan?
    saya berumur 26 tahun dan sedang melakukan pekerjaan analisis sekuritas dan akan mendirikan sebuah perusahaan jika tidak ada halangan, tetapi saya masih belum mengerti apa yang sekiranya dibutuhkan untuk mendirikan sebuah perusahaan investasi atau capital management..mohon kiranya diberikan sedikit masukan dari bapak yang sudah berpengalaman mengelola dana bersama.
    Thank You.!

  85. Rudiyanto
    November 23rd, 2016 at 17:58 | #87

    @Joy
    Salam Pak Joy,

    Saya salut dengan semangat anda untuk berwiraswasta. Tapi untuk pasar modal, memang dibutuhkan modal tidak kecil. Saat ini masih belum memungkinkan bagi pelaku usaha di Indonesia untuk membuat perusahaan manajer investasi yang resmi dengan skala UMKM.

    Untuk lebih detailnya, anda bisa mengecek ke website OJK tentang kewajiban yang harus dipenuhi seperti
    https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwidgIuP3L7QAhVJNo8KHaafDBAQFggZMAA&url=http%3A%2F%2Faria.bapepam.go.id%2Freksadana%2Ffiles%2Fregulasi%2FV.A.3%2520Perizinan%2520Perusahaan%2520Efek%2520Yang%2520Melakukan%2520Kegiatan%2520Usaha%2520Sebagai%2520Manajer%2520Investasi.pdf&usg=AFQjCNFt9MSrWEAzlRIDQ0f6pC2dg8Ew1Q&sig2=Dt63SgFmS-DZX8pCsJ0Lqw&bvm=bv.139782543,d.c2I dan
    http://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/regulasi/peraturan-ojk/Pages/8peraturan-otoritas-jasa-keuangan-tentang-pedoman-pelaksanaan-fungsi-fungsi-manajer-investasi.aspx

    Semoga bermanfaat

  86. Joy
    November 24th, 2016 at 21:45 | #88

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak@Rudiyanto

  87. Joy
    November 24th, 2016 at 21:46 | #89

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak.@Rudiyanto

  88. alifia miladiya
    December 21st, 2016 at 11:22 | #90

    selamat siang pak rudi saya mau tanya?

    Menurut anda, kapan Indonesia mampu melunasi utang-utangnya tersebut? Jelaskan dengan forcasting yang ditail!

  89. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 22:14 | #91

    @alifia miladiya
    Salam Ibu Alifia,

    Sepengetahuan saya hampir seluruh pemerintahan negara di dunia memiliki hutang termasuk negara kaya minyak seperti Arab Saudi. Tugas dari pemerintahan adalah untuk mengadministrasikan keadilan sosial. Dalam pemahaman saya, keadilan sosial bukan bantuan sosial, tapi tugas yang lebih mendasar seperti pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat, memastikan seluruh masyarakat berkesempatan untuk menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak baik dengan cara membangun sekolah dan rumah sakit ataupun memberikan subsidi seperti program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat, membuat regulasi peraturan untuk menjaga agar kegiatan bisnis bisa berkompetensi secara wajar, dan menyelenggarakan keamanan dan pertahanan negara. Jangan lupakan juga gaji untuk membayar penyelenggaranya mulai dari PNS, Polisi, TNI, Hakim, Kepala Daerah dan Negara hingga Anggota DPR dan DPRD.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, pemerintah tentu butuh sumber pendanaan yang bisa berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak seperti ekspor minyak dan gas. Di kebanyakan negara, seringkali pendapatan yang diterima negara lebih kecil daripada pengeluarannya sehingga terjadi kondisi defisit. Untuk menutupi defisit tersebut, cara yang bisa dilakukan adalah menaikkan pajak, melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk bisa diekspor, atau jika tidak cukup juga ya dengan berutang.

    Bisa saja pemerintah memilih untuk tidak berutang, tapi konsekuensinya, akan mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam mengadministrasikan keadilan sosial. Sebab berbeda dengan perusahaan yang mencari untung, dimana antara gaji yang dibayarkan akan dihitung berapa pendapatan yang didapat, untuk gaji untuk penyelenggara negara tidak demikian. Sebab tidak semua penyelenggara negara berorientasi mencari keuntungan.

    Saat ini hampir 70% pendapatan negara berasal dari pajak baik yang dibayarkan oleh perusahaan ataupun perorangan. Ironisnya dari jumlah penduduk Indonesia, berdasarkan pemberitaan media baru sekitar 11% yang punya NPWP atau sekitar 27 juta orang. Itupun yang lapor SPT hanya 10 juta orang dan bayar kekurangan SPT hanya 100rb orang. http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160218092753-78-111720/hanya-11-persen-penduduk-yang-memiliki-npwp/

    Jadi kondisi ini terus berlanjut, maka hutang Indonesia tidak akan pernah lunas. Kapan bisa lunas? jika seluruh penduduk usia kerja yang memiliki penghasilan membayar pajak sesuai ketentuan. Pada saat itu, niscaya perusahaan sudah tidak membutuhkan pendanaan dari hutang lagi.

    Demikian forecasting saya, semoga bermanfaat.

  90. Daniel Erwin Kwee
    January 5th, 2017 at 11:39 | #92

    Selamat siang Pak Rudi,

    Mohon bimbingannya. Saya memiliki anak berusia 2 tahun dan kebetulan mendapatkan angpau dari neneknya di US sebesar USD 500. Saya berkeinginan untuk menaruh uang tersebut di reksadana untuk keperluan pendidikannya di jangka menengah sampai jangka panjang.

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Sebaiknya dirupiahkan dahulu baru kemudian dimasukkan ke reksadana atau dibiarkan dalam Reksadana USD?

    2. Kira2 reksadana jenis apa (baik dalam rupiah/usd) yang cocok untuk tujuan saya?

    3. Kira2 produk reksadana dari manajer investasi mana yang bapak sarankan untuk tujuan saya? Saya akan terima pendapat bapak sebagai perbandingan dalam saya mencari lainnya.

    4. Apakah lebih baik membeli reksadana yang masih tergolong baru/belum lama launching (mumpung harga per unitnya masih rendah) atau tetap beli reksadana yang sudah tergolong dahulu biarpun harga per unitnya tinggi tp performa bagus?

    Terima kasih & salam,
    Daniel

  91. Rudiyanto
    January 6th, 2017 at 18:23 | #93

    @Daniel Erwin Kwee
    Salam Pak Daniel,

    Senang sekali mengetahui anda mempercayai reksa dana sebagai bagian dari perencanaan jangka keuangan anda. Sehubungan dengan pertanyaan anda :

    1. Tergantung nanti sekolahnya mau kemana pak. Kalau uang sekolahnya bayar pakai USD, maka bisa di reksa dana USD dan sebaliknya kalau uang sekolahnya bayar pakai Rp maka di reksa dana Rp.

    2. Jenis yang cocok sebenarnya disesuaikan dengan masa investasi. Misalkan antara 1 – 3 tahun reksa dana pendapatan tetap, 3 – 5 tahun reksa dana campuran dan > 5 tahun reksa dana saham.

    Apabila anda memiliki tujuan keuangan yang membutuhkan USD dan disiapkan dengan Rp atau sebaliknya, nanti pas mau dipakai anda masih harus pusing dengan risiko kursnya

    3. Untuk jenis yang cocok apabila di atas 5 tahun adalah reksa dana saham. Kalau untuk nama, pertanyaan ini sebenarnya tidak tepat ditanyakan ke saya karena sebagai orang yang mencari nafkah di Panin Asset Management, tentu saya akan mengutamakan produk dari perusahaan ini.

    Memang harus diakui bahwa secara performa, mungkin produk di tempat saya bekerja sekarang bukan yang nomor 1, tapi yang namanya peringkat berubah dari waktu ke waktu. Kadang ada produk yang kinerjanya bagus kemudian tidak bagus di tahun selanjutnya dan sebaliknya.

    Namun saya pastikan semua orang yang bekerja di perusahaan ini selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada nasabahnya, tidak hanya dari sisi performa tapi juga layanan. Perbaikan dan peningkatan kinerja juga kami lakukan dari waktu ke waktu.

    Apabila anda ingin mengetahui pilihan reksa dana yang ada, saran saya bisa cek ke http://www.infovesta.com. Di situ tersedia data reksa dana seluruh Indonesia.

    4. Untuk pertanyaan ini bisa baca di http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/17/091345626/Reksa.Dana.Murah.dan.Mahal.Mana.yang.Lebih.Baik.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan dan semoga bermanfaat dalam perencanaan keuangan anda. Terima kasih

  92. Daniel Erwin Kwee
    January 6th, 2017 at 18:57 | #94

    Terima kasih Pak Rudi utk penjelasannya.

    Barusan saya membaca salah satu prospektus reksadana usd sesuai saran bapak melihat di infovesta.com, bahwa reksadana tidak dijamin pemerintah dan bank indonesia.

    Apakah hanya reksadana usd saja yg tidak dijamin atau reksadana idr jg tdk dijamin?

    Kalau bank ad LPS sbagai penjamin, nah klo reksadana siapa pak klo boleh tahu?

    Terima kasih & salam

  93. Galang
    February 1st, 2017 at 11:53 | #96

    Selamat siang Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya soal prosedur pembelian bond khususnya government bond (SUN) di pasar sekunder.

    Setahu saya, salah satu cara untuk membeli bond adalah mendatangi salah satu bank yang menyediakan jasa broker dan membuka rekening tersendiri utk keperluan pembelian bond. Saya asumsikan di situ diperlukan investasi dana minimal di rekening sebelum dikonfirmasi oleh dealer bank.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ada proses yang dibolehkan, legal, untuk menemui pemilik bond secara langsung dan menawarkan pembelian bond-nya, langsung dalam negosiasi? Yang saya ingin ketahui apakah ada cara di mana saya bisa menghubungi pemilik bond langsung untuk bernegosiasi.

    Atau caranya harus selalu melalui perantara seperti bank dan perusahaan manajer investasi? Jika melalui manajer investasi, seperti apa prosedur umumnya?

    Terima kasih

  94. Rudiyanto
    February 1st, 2017 at 15:54 | #97

    @Galang
    Salam Pak Galang,

    Untuk pembelian obligasi pemerintah, memang hanya bisa dilakukan melalui agen penjual seperti bank dan sekuritas yang terdaftar.

    Anda memang bisa menghubungi pemilik obligasi pemerintah secara pribadi dan bernegosiasi. Namun untuk proses transaksinya tetap harus melalui bank dan perusahaan sekuritas.

    Untuk Manajer Investasi, izinya hanya berbentuk pengelolaan dana. Jadi anda bisa membeli reksa dana yang ada isi obligasi pemerintahnya. Namun kalau mau beli obligasinya langsung tidak bisa.

    Untuk prosedurnya, saran saya anda bisa coba menghubungi :

    Panin Sekuritas Kantor Pusat
    Gedung Bursa Efek Indonesia , Tower II Suite 1705
    Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan 12190, Indonesia
    Tel.: (62-21) 515 3055 – (62-21) 2977 3600
    Fax: (62-21) 515 3061
    E-mail: info@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  95. Ananda
    February 13th, 2017 at 21:39 | #98

    Pak rudiyanto saya ingin bertanya .
    Saya memiliki obligasi bank bdn tahun 88 peninggalan kakek saya dan masa berlakunya 30 tahun (valid sampai 2018 )
    Saya sudah berkonsultasi dengan pengacara . Namun pihak bank mandiri mengelak dan mengatakan mungkin itu palsu dikarenakan uang dalam obligasi cukup besar .
    Karena ayahanda pak rudiyanto sudah pernah mengurusi obligasi bank bdn . saya ingin menanyakan , apakah ayahanda bapak mengalami kesulitan yang sama ?
    Terimakasih

  96. Rudiyanto
  97. rofano
    February 20th, 2017 at 10:49 | #100

    Pak Rudiyanto

    tahun lalu saya tertarik dengan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh , oktober 2016 saya investkan dana saya di produk Panin Dana Infrastuktur Bertumbuh hanya dari pantauan saya tiap bulan mengapa dana saya tidak bertumbuh di produk ini ? cendrung warna merah dan turun terus

    Boleh tolong dijelaskan kenapa seperti ini Pak?
    asumsi saya dengan pemerintahan Jokowi banyak bangun dan perbaiki infrastruktur harapan saya produk ini melejit naik bertambah dan warna hijau terus namun yang terjadi justru sebaliknya erah terus

    saya akan liat sampai 6 bulan ( artinya akhir maret ) jika masih merah dan turun terus apakah layak tetap dipertahankan Pak ?

    mohon advise nya

  98. Rudiyanto
    February 21st, 2017 at 00:22 | #101

    @rofano
    Selamat malam pak Rofano,

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya kepada Panin Asset Management.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda mengenai kinerja reksa dana, perkenankan saya jelas sedikit mengenai cara kerja reksa dana.

    Setiap reksa dana saham memiliki karakteristik pengelolaan tersendiri seperti Panin Dana Maksima yang memilih saham dengan pendekatan value investing, Panin Dana Prima yang lebih aktif dalam bertransaksi dan berpindah sektor dan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh yang fokus pada sektor berkaitan dengan infrastruktur.

    Namun apapun gaya pengelolaannya, reksa dana saham baru bisa naik jika harga saham yang dibelinya ikut naik. Bedanya, misalkan saham secara umum, dalam hal ini IHSG naik (misalkan) 10%, dengan gaya masing-masing ada yang bisa dapat di atas 10%, ada juga yang ternyata pilihan saham atau strategi jual belinya kurang tepat sehingga dapatnya dibawah 10%.

    Harga saham sendiri bisa naik atau turun tergantung pada fundamental dan sentimen. Dari sisi fundamental misalkan jika saat ini banyak pembangunan dan perbaikan infrastruktur, maka perusahaan yang mendapat proyek tersebut dan perusahaan terkait seperti bank yang meminjamkan dananya akan mengalami kenaikan omset dan laba bersih.

    Dari sisi sentimen, meskipun fundamental perusahaan bagus, namun karena ada gejolak seperti Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden AS yang di luar dugaan banyak orang, Pilkada dalam negeri yang sepanas Pilpres, menyebabkan investor lokal dan luar negeri menjadi kurang nyaman.

    Kombinasi dari kedua faktor tersebut yang menyebabkan perubahan pada harga saham sehari-hari.

    Berikut ini adalah grafik perbandingan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh dan IHSG periode Oktober 2016 – Februari 2017. (Klik Link) http://wp.me/a3VhLk-1JG atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2017/02/Screen-Shot-2017-02-20-at-11.50.09-PM.png

    Sejak Oktober 2016, faktor ketidakpastian politik ternyata lebih mendominasi dibandingkan kinerja fundamental. Alhasil kinerja IHSG pada periode tersebut juga masih negatif, begitu pula kinerja reksa dana.

    Dalam kondisi IHSG negatif, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan tingkat return yang positif.

    Untuk itu, tanpa bermaksud membela, saya sangat memahami bahwa yang penting bagi investor seperti pak Rofano adalah keuntungan. Namun dalam kondisi IHSG secara umum yang turun, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan keuntungan. Yang bisa dia lakukan adalah menjaga agar tingkat penurunannya tidak sedalam IHSG. Syukur2 jika bisa agak positif.

    Untuk menjawab pertanyaan bapak apakah sebaiknya tetap dipertahankan atau tidak, yang bisa saya sarankan :

    1. Jika memang IHSG sedang turun, sebaik apapun kinerja reksa dana tetap akan ikut turun. Walaupun sebagai investor kita tidak suka dengan yang namanya penurunan, namun hal ini adalah risiko yang memang harus kita hadapi.

    Investasi saham pada dasarnya adalah investasi jangka panjang, untuk itu perlu diberikan waktu yang cukup agar kinerja bisa berkembang dengan baik. Berapa lama? Idealnya di atas 5 tahun.

    2. Apabila kita tidak merasa nyaman dengan risiko tersebut, dalam artian kita mengharapkan 6 bulan harus untung, apapun kondisinya, mungkin reksa dana saham bukan jenis yang sesuai. Bisa memilih reksa dana yang lebih konservatif seperti campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

    3. Apabila kita bisa menerima risiko tersebut, maka keputusan untuk mempertahankan atau tidak suatu reksa dana adalah membandingkan kinerja reksa dana dengan indeks yang sebanding. Misalkan untuk reksa dana saham kita bandingkan dengan IHSG. Jika IHSG +10, reksa dana kita bisa +10 atau bahkan lebih, maka ada baiknya dipertahankan.

    Namun jika IHSG +10, ternyata kinerja reksa dana kita kurang dari itu, tinggal seberapa lama kita mau memberikan kesempatan kepada manajer investasi. Misalkan ternyata dalam 6 bulan atau 1 tahun ke depan, masih tetap kalah maka ada baiknya kita alihkan ke reksa dana lain yang menurut kita lebih baik.

    Kalah dengan IHSG tidak berarti harus return negatif atau merah seperti istilah anda. Bisa juga IHSG naik 20%, reksa dana kita hanya naik 10%. Walaupun untung 10%, tetap dianggap tidak baik karena kalah dengan reksa dana sejenis. Hanya saja, kita perlu memberikan waktu yang cukup. Menurut saya minimal 1-2 tahun, tapi saya serahkan kepada masing-masing orang.

    Untuk melihat kinerja reksa dana Panin AM dibandingkan indeks bisa dilihat di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx (anda bisa melihat kinerja periode yang diinginkan)

    4. Alternatifnya, anda bisa mengurangi risiko dengan cara melakukan timing pasar. Artinya anda masuk ketika IHSG secara valuasi murah. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan harga yang relatif lebih rendah. Atau jika kesulitan untuk mencari kapan waktu yang tepat, bisa dilakukan dengan investasi secara berkala setiap bulan.

    Pada akhirnya mau melihat sampai akhir Maret, akhir tahun, atau berapapun periode ke depan, sepenuhnya adalah hak anda sebagai seorang investor reksa dana. Jikalau ternyata sampai pada periode tersebut ternyata kinerja reksa dana masih belum memuaskan bagi anda, adalah hak pak Rofano juga untuk mencairkan.

    Saya mohon maaf apabila ternyata pada periode investasi anda, kinerjanya belum terlalu memuaskan. Semoga di periode ke depan, kinerja IHSG bisa membaik dan diikuti oleh kinerja reksa dana.

    Demikian saran dari saya, semoga bermanfaat

  99. rofano
    February 22nd, 2017 at 13:21 | #102

    Dear Pak Rudi

    terima kasih untuk penjelasannya , saya akan keep Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh karena tujuan saya menabung untuk jangka panjang dan saya optimis Indonesia pasti jadi lebih baik dengan usaha pemerintahan Jokowi .

  100. Rudiyanto
    March 3rd, 2017 at 13:11 | #103

    @rofano
    Salam Pak Rofano,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Semoga bisa terbalas dengan kinerja yang memuaskan di periode mendatang.

Comment pages
1 3 4 5 6 2579

 


%d bloggers like this: