Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. Christo okulian
    February 9th, 2015 at 13:33 | #1

    @Rudiyanto
    300-500 juta pak Rudi

  2. Rudiyanto
    February 9th, 2015 at 17:16 | #2

    @Christo okulian
    Sore Pak Christo,

    Mohon maaf, bukan bermaksud merendahkan. Tapi untuk bisa berinvestasi di obligasi korporasi menurut saya mungkin butuh 3 – 5 M. Sebab satuannya adalah minimal Rp 1 M, dan terus terang jika nilai transaksinya kecil, sulit untuk mencari pihak yang mau menjualnya.

    Sebelumnya kamu mesti membuka rekening di perusahaan sekuritas yang melayani jual beli obligasi. Secara izin, semua sekuritas memilikinya, tapi hanya sedikit yang melayani hal tersebut. Dan biasanya nasabah mereka adalah investor institusi dengan nilai investasi puluhan milliar hingga triliunan.

    Saran saya anda bisa berinvestasi di obligasi korporat secara tidak langsung melalui Reksa Dana Terproteksi. Caranya anda menjadi nasabah prioritas di bank tertentu dan minta marketing officernya untuk memberikan informasi ke anda apabila ada penawaran reksa dana terproteksi. Dalam penawaran tersebut akan dijelaskan secara lengkap profil keuntungan dan risikonya.

    Terima kasih

  3. christo okulian
    February 9th, 2015 at 17:22 | #3

    @Rudiyanto
    Terima kasih Pak Rudi atas gambarannya dan sarannya. saya akan pertimbangkan sarannya.

  4. Ruly
    March 10th, 2015 at 07:43 | #4

    Selamat pagi pak rudi

    saya ingin bertanya mengenai kekuatan hukum bukti transaksi surat elektronik yang didapatkan di website IpotFund…
    apakah surat tersebut cukup kuat untuk membuktikan kepemilikan saya terhadap UP yang disimpan pada bank kustodian atau tidak?
    masalahnya pada surat elektronik tidak ada tanda yang menunjukkan dokumen tsb apakah asli atau hasil editan…
    pada peraturan OJK pun tidak mencantumkan mengenai surat elektronik ini dan menyerahkan cara penerbitan surat konfirmasi ke pihak bank kustodian…
    mengenai surat fisik saya sudah memintanya pada pihak ipotfund untuk membantu saya namun katanya ada beberapa bank yang tidak menerbitkan surat fisik namun setahu saya bank kustodian saya yaitu HSBC, Standard Chartered, dan Deutsche Bank AG masih memberikan surat konfirmasi

  5. Rudiyanto
    March 11th, 2015 at 22:27 | #5

    @Ruly
    Selamat Malam Pak Ruly,

    Karena saya bukan pakar hukum, maka rasanya saya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yang pasti, jika ada perbedaan antara data di agen penjual / manajer investasi dengan bank kustodian, maka yang sah adalah dari bank kustodian.

    Pada zaman sekarang ini, format elektronik adalah keniscayaan. Dan sebetulnya untuk bukti kepemilikan, sebagai contoh untuk di Panin Asset Management, anda tidak perlu bawa surat apapun. Cukup bawa KTP dan lakukan klarifikasi data saja, maka setiap saat bisa print out kepemilikan dan historis transaksi anda. Bisa juga anda lihat di website. Jadi surat itu, kalaupun hilang juga tidak masalah. Bisa diprint kapan saja. Anggap saja seperti tabungan zaman sekarang yang sudah ada rekening onlinenya. Saya rasa di Ipotfund, cara kerjanya juga kurang lebih demikian.

    Mengenai hasil editan atau tidak, pada prinsipnya pembelian reksa dana dilakukan langsung dengan menyetor ke rekening atas nama reksa dana. Untuk penjualan, juga langsung ditransfer ke investor kecuali jika melalui agen penjual. Namun untuk surat konfirmasi, baik dibeli melalui agen penjual atau langsung, harus dikirimkan oleh bank kustodian langsung kepada nasabah. Jadi jika memang di edit, akan terlihat dari surat yang anda terima.

    Untuk detailnya silakan langsung ditanya ke Ipotfund. Tentu mereka punya jawaban yang lebih baik.

    Semoga bermanfaat.

  6. danielasihombing
    March 16th, 2015 at 14:53 | #6

    selamat sore pak rudi, saya mau tanya kalau reksadana syariah dan reksadana konvensional yang idealnya itu seperti apa ya pak
    ? makasuh sebelumnya pak :)

  7. Rudiyanto
  8. aji s
    March 20th, 2015 at 11:31 | #8

    Selamat Pagi Pak Rudiyanto,
    Perkenalkan nama saya Aji, 25tahun. Saya ingin tanya tentang investasi komoditi (trading komoditi). Banyak artikel sedang membahas tentang kemungkinan rebound harga minyak yang saat ini sedang jatuh. Saya sangat ingin sekali ikut invest, tetapi masih banyak bingung/ragu yang ingin saya tanyakan, mohon bantuannya Pak:
    1. Apakah ada landasan tentang halalnya trading komoditi ini (misal fatwa MUI, dll)?
    2. Untuk trading komoditi, apakah menggunakan pialang/broker atau manajemen investasi ya Pak?
    3. Lembaga apa yang menjamin legalitas dan keseriusan para pialang ataupun manajemen investasi? Supaya saya tidak ragu untuk menitipkan uang saya Pak…

    Demikian Pak, mohon pencerahanya. Semoga Pak Rudiyanti selalu diberi kesuksesan. Terima kasih.

    Salam,
    Aji

  9. Rudiyanto
    March 21st, 2015 at 00:47 | #9

    @aji s
    Salam Pak Aji,

    Dalam pandangan saya, yang namanya investasi komoditi adalah spekulasi dan bukan investasi. Mengapa ?
    1. Investasi ini selalu menggunakan pinjaman. Mereka menyebutnya Margin / Leverage
    2. Karena adanya margin tersebut, investor tidak dapat melakukan buy and hold. Setiap hari mereka harus menutup posisinya. Padahal prinsip investasi kan bisa buy and hold jangka panjang.
    3. Karena menggunakan sistem margin, biaya bunga yang apabila anda tidak menutup posisi setiap hari akan sangat besar.
    4. Karena menggunakan sistem margin pula, ketika mengalami kerugian, investor bisa kehilangan seluruh modal awalnya dalam hitungan hari. Sehingga sangat high risk.

    Jadi terkait pertanyaan anda:
    1. Silakan cek, apakah menggunakan hutang seperti itu diperbolehkan? Setahu saya, di Online Trading Saham Syariah, fitur pinjaman itu ditiadakan karena dianggap haram. Jadi hanya karena investasinya di komoditas seperti emas, minyak, kopi dan lainnnya, tidak serta merta menjadi metode tersebut sesuai kaidah syariah. Untuk lebih tepatnya silakan tanya ke organisasi yang bersangkutan.

    2. Menggunakan broker di perusahaan futures. Broker di perusahaan futures berbeda dengan broker di perusahaan saham. Dan jika anda sudah memutuskan mau berspekulasi, menurut saya lebih baik anda lakukan sendiri daripada dilakukan orang lain.

    3. Perusahaan futures tidak terdaftar dalam perusahaan yang di awasi OJK.

    Saran saya, kalau masih ragu dan tidak mengerti dengan detail cara kerja perusahaan futures seperti ini, lebih baik tidak perlu berinvestasi. Mungkin sebaiknya modal tersebut bisa dipakai buat kuliah S-2 atau membuka usaha sendiri.

    Semoga bermanfaat.

  10. Rio
    March 28th, 2015 at 11:56 | #10

    Selamat paagi pak rudiyanto
    perkenalkan saya Rio, mahasiswa statistika, dan saya mengambil peminatan statistika keuangan.
    saya tertarik dengan obligasi sebagai bahan tugas akhir saya, dan saya menemukan satu topik yang tepat yaitu “valuasi kupon obligasi dengan opsi majemuk call on call” dimana dalam tulisan ini mengikuti karya ilmiah Robert Geske.
    dari segi metode perhitungan sudah saya mengerti, namun dari segi interpretasinya saya kurang mengerti sehingga saya sulit membuat tujuan dan pembahasan hasil perhitungan.
    hasil yang didapatkan dari perhitungan ini adalah nilai ekuitas dan liabilitas
    mohon pak rudiyanto bisa membantu saya untuk menyelesaikan masalah ini
    terima kasih banyak
    Tuhan berkati

    salam,
    rio

  11. Rudiyanto
    March 30th, 2015 at 16:37 | #11

    @Rio
    Salam Rio,

    Sebagai informasi pasar obligasi di Indonesia belum begitu berkembang jika dibandingkan dengan pasar obligasi. Apalagi pasar derivatif yang ada opsi-opsi tersebut.

    Jadi saya terus terang tidak begitu mengerti topik yang anda maksud, saran saya anda bisa baca karya ilmiah itu lebih mendalam sehingga memahami maksudnya. Siapa tahu penulis juga meninggalkan email sehingga kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dia.

    Semoga bermanfaat dan skripsi anda bisa lulus dengan nilai yang gemilang.

  12. rio
    March 30th, 2015 at 17:28 | #12

    oh begitu ya pak, memang ssih pak, untuk metode ini memang jarang sekali digunakan di Indonesia, bahkan tidak ada jurnal ataupun buku penunjang bebahasa Indonesia, seluruhnya bahasa Inggris, hanya teori dasar saja yang bahasa Indonesia :)
    Terima kasih banyak ya pak atas infonya
    Bantu doa juga ya pak hehehe
    God bless :)

  13. mika
    April 7th, 2015 at 20:27 | #13

    Selamat malam bapak saya mika .. mau tanya pak apakah perbedaan antara sukuk sama reksadana … saya masih bingung pak… mohon penjelasannya ya pak .. makasih sebelumnya

  14. Rio
    April 8th, 2015 at 11:43 | #14

    Selamat pagi pak Rudiyanto
    saya mau bertanya, arti ekuitas dan liabilitas itu apa ya pak?
    jika kondisinya lebih besar harga liabilitas daripada ekuitas apa yang terjadi pada perusahaan tersebut ya?
    mohon pencerahannya pak.
    jika ada referensi buku untuk ekuitas dan liabilitas mungkin bisa di share juga pak.
    terima kasih pak
    God bless

  15. jOe LiOn
    April 11th, 2015 at 17:23 | #15

    Salam pak Rudiyanto,
    Saya baru sadar dan melek perencanaan keuangan pribadi maupun keluarga. Pemikiran bapak melalui tulisan-tulisan bapak sangat bermanfaat dan banyak mengedukasi saya secara pribadi. Hal yang ingin saya tanyakan pak, bagaimana penggunaan dan penerapan konsep Present Value dan Future Value dalam kehidupan financial pribadi maupun keluarga?

    Kalau bapak berkenan dan punya waktu, tolong dibuatkan artikel khusus untuk topik ini dan contoh penerapannya.

    Terima kasih banyak pak.
    Sukses dan sehat selalu untuk pak Rudiyanto.

  16. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:07 | #16

    @mika
    Salam Ibu Mika,

    Silakan lihat video tentang pasar modal yang ada dalam link ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/sikapi-uang-dengan-bijak/

    Semoga bermanfaat.

  17. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:11 | #17

    @Rio
    Salam Rio,

    Apabila anda adalah mahasiswa, maka arti dari ekuitas dan liabilitas tersebut bisa dibaca pada buku akuntansi dasar. Setelah mendapatkan arti dari istilah tersebut, saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang terjadi dengan perusahaan apabila Liabilitas lebih besar daripada Ekuitas.

    Selamat mencari, semoga berhasil.

  18. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 02:20 | #18

    @jOe LiOn
    Salam Joe,

    Penerapan konsep time value of money dalam perencanaan keuangan bisa dilihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Silakan dibaca dan selamat dicoba.
    Terima kasih

  19. Alison
    April 13th, 2015 at 14:19 | #19

    Siang Pak Rudi, mohon informasinya peraturan (PP/KepMen/PER OJK) yang menyatakan bahwa penerbitan obligasi bagi Perseroan Terbuka ataupun Persero (BUMN) harus terlebih dahulu melalui proses due diligence.

    Terima kasih Pak atas bantuannya.

  20. Rudiyanto
    April 15th, 2015 at 23:32 | #20
  21. fauzi rahman
    April 18th, 2015 at 18:44 | #21

    selamat malam pak rudi , buku untuk belajar analisis fundamental untuk pemula seperti saya sebaiknya karangan siapa ?? mohon masukannya

  22. Rudiyanto
    April 21st, 2015 at 13:17 | #22

    @fauzi rahman
    Selamat Siang Pak Fauzi,

    Anda bisa baca buku Manajemen Keuangan dan Manajemen Investasi yang digunakan pada kuliah manajemen. Jika tidak, anda juga bisa baca buku yang tersedia di Gramedia.

    Beberapa artikel disini juga membahas kinerja fundamental perusahaan seperti :
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/11/01/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/11/13/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-2/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/12/06/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-3-value-investing/

    Semoga bermanfaat

  23. James Handaja
    April 29th, 2015 at 22:00 | #23

    Selamat malam Pak Rudiyanto,

    Saya ada beberapa pertanyaan mengenai RD pendapatan tetap dan pasar uang.

    Pertama, kalau pergerakan harga saham ditentukan oleh berbagai macam faktor (katakanlah, kinerja emiten, kondisi makroekonomi, sentimen positif/negatif atas suatu berita/peristiwa), apakah harga obligasi juga ditentukan oleh faktor yang sama?

    Kedua, jika harga obligasi dalam portfolio suatu RDPT menurun, apakah berdampak ke NAB/UP-nya yang juga ikut turun, meskipun obligasi itu ditahan hingga jatuh tempo?

    Ketiga, jika harga obligasi dalam portfolio RDPT dapat berubah-ubah, mengapa (sepertinya) hal ini tidak terjadi pada RDPU (yang berinvestasi di obligasi yg jatuh tempo dalam setahun atau kurang)? Apakah karena pengelolaan-nya menggunakan strategi buy and hold to maturity? Atau adakah yang membedakan obligasi jangka pendek?

    Keempat, apakah reksadana pasar uang dapat memberikan pinjaman jangka pendek (katakanlah, 1 hari) ke bank? Setahu saya, jika ada bank yang kalah kliring, maka bank tersebut harus meminjam uang sebesar jumlah kalahnya, untuk menjaga likuiditas.

    Maaf atas pertanyaan yang bertubi-tubi, terima kasih untuk jawaban Pak Rudiyanto.

  24. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 00:27 | #24

    @James Handaja
    Salamat Malam Pak James,

    Terkait pertanyaan anda,

    1. Faktor utama yang menentukan harga obligasi adalah ekspektasi suku bunga dan inflasi. Faktor-faktor lain ada, tapi tidak sebesar itu. Untuk obligasi korporasi, faktor likuiditas juga berpengaruh. Artinya jika permintaan dan penawaran jarang, kalau mau jual tidak jarang susah dicari pembelinya sehingga harus menjual di harga diskon.

    2. Reksa dana pendapatan tetap tidak mengenal pencatatan Hold to Maturity (dipegang hingga jatuh tempo) tapi menggunakan Available for Sale. Dengan pencatatan tersebut, berarti obligasi diasumsikan bisa dijual sewaktu-waktu, sehingga meski dipegang hingga jatuh tempo tetap harus dicatat di harga pasar. Naik turunnya harga otomatis pengaruh ke NAB/Up reksa dana.

    3. Obligasi jangka pendek, kalaupun berflukutasi sangat kecil. Hal ini karena obligasi tersebut sudah mau jatuh tempo sehingga ditransaksikan tidak jauh dari harga nominalnya. Kalaupun ada kemungkinan obligasi tersebut harganya turun drastis, biasanya disebabkan karena obligasi tersebut perusahaan mau bangkrut atau Manajer Investasi tersebut dalam tekanan redemption yang besar sementara tidak ada yang mau beli sehingga terpaksa dijual sangat murah. Kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil karena biasanya masing-masing Manajer Investasi sudah mengantisipasi risiko tersebut.

    4. Yang namanya reksa dana dapat “meminjam” dari bank “hanya” untuk keperluan pembayaran redemption. Namun itupun ada ketentuan persentasenya. Akan tetapi reksa dana dilarang memberikan pinjaman. Untuk detailnya anda bisa baca prospektus reksa dana.

    Semoga bermanfaat.

  25. James Handaja
    May 8th, 2015 at 09:50 | #25

    @Rudiyanto

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Wah, terima kasih banyak, sudah mau tidur larut malam demi menjawab pertanyaan saya.

    Ngomong-ngomong, barusan saya lihat dari infovesta.com, bahwa NAB/UP Panin Dana Likuid turun 0.12% dalam 1 hari. Apakah itu akibat dari redemption besar-besaran oleh salah satu investor institusi, yang lalu menyebabkan firesale?

  26. Rudiyanto
    May 8th, 2015 at 17:24 | #26

    @James Handaja
    Selamat Sore James,

    Menurut saya terlalu berlebihan jika disebut sebagai firesale.
    Penurunan harga obligasi merupakan sesuatu yang wajar dan saya tidak melihat turun 0.12% sebagai penurunan yang signifikan.

    Terima kasih.

  27. cahyo
    May 10th, 2015 at 05:37 | #27

    Selamat malam Pak Rudiyanto.
    Saya baru saja baca prospektus sebuah reksadana yang menyatakan bahwa “Unit Penyertaan Reksa Dana masing-masing ditawarkan pada harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp. 1000,- per Unit Penyertaan pada hari pertama penawaran. Untuk selanjutnya, harga masing-masing Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa yang bersangkutan”.
    Yang ingin saya tanyakan :
    Saya juga baru melihat di Infovesta, sekarang NAB/UP reksa dana yang saya baca prospektusnya tadi 28,274.96. Seandainya saya ikut investasi ke reksa dana tersebut dengan pembelian awal sebesar Rp. 2000,000,-.
    Berapakah Unit penyertaan yang saya peroleh?
    Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

  28. anisa
    May 21st, 2015 at 11:08 | #28

    dear pak cahyo,,,,
    sambil menunggu jawaban dari pak rudi, pak cahyo bisa mencoba belajar di artikel berikut
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/10/05/apakah-nab-harga-reksa-dana/

    jabat erat

  29. Yaris
    May 21st, 2015 at 18:29 | #29

    Selamat sore Pak Rudianto. saya masih baru akan mengalokasikan dananya di RD panin. mohon arahanya mana yang lebih baik antara invest 1juta perbulan di satu instrumen saja, atau invest 250.000 perbulan di 4 instrumen RD yang berbeda. mana hasil yang lebih baik untuk jangka panjang 5-10 tahun. Terimakasih

  30. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:08 | #30

    @cahyo
    Selamat Siang Pak Cahyo,

    Secara sederhana unit penyertaan diperoleh dari nilai investasi setelah dikurangi biaya dibagi dengan harga reksa dana. Cuman harga yang kamu lihat pada berbagai informasi adalah harga kemarin. Harga hari ini baru dipublikasikan keesokan harinya.

    Untuk mengetahui harga besok anda bisa membaca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/04/bagaimana-cara-memprediksi-harga-reksa-dana/

    Atau untuk detail cara transaksi, anda juga bisa menghubungi agen penjual yang menjual reksa dana dengan NAB/Up 28ribuan tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  31. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:16 | #31

    @Yaris
    Salam Pak Yaris,

    Untuk pertanyaan ini anda bisa baca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Semoga bermanfaat.

  32. Astri
    May 29th, 2015 at 08:35 | #32

    Selamat pagi Pak,

    Saya Astri dari SBM ITB yang sedang menjalani Tugas Akhir. Topik tugas akhir saya perihal social media sentiment analysis untuk memprediksi stock market. Hal yang masih saya bingungkan adalah metode-motode sentiment analysis apa saya yang dapat saya gunakan selain metode klasifikasi (mengingat metode klasifikasi seperti decision tree, naive bayes dan lain-lainnya susah bagi S1). Apakah ada metode sentiment analysis yg lebih mudah diaplikasika dalam skripsi mahasiswa S1?
    Terimakasih Pak, saya sangat menunggu respon Bapak.
    Selamat pagi,

  33. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:10 | #33

    @Astri
    Selamat Pagi Ibu Astri,

    Kalau menurut saya, justru kalau susah itu ada tantangannya dan akan menjadi nilai tambah bagi anda ketika melamar pekerjaan. Apalagi kalau anda berhasil membuat skripsi yang belum pernah dibuat orang lain sebelumnya.

    Silakan terus mencoba, semoga bermanfaat.

  34. June 10th, 2015 at 08:48 | #34

    Asalamualaikum Bapak Rudiyanto, saya Lia Daru Calista, mahasiswa semester 8 Universitas Ahmad Dahlan, sedang melakukan penelitian mengenai “Faktor Kultur Organisasi, Manajemen, Strategik, Akuisisi, Auditor dan Pemerintahan terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi, Studi pada Perusahaan Publik di Indonesia”.

    Ingin menanyakan mengenai hal-hal yang masih menjadi kesulitan kepada Bapak karena saya rasa sudah berkompeten di bidang ini. boleh minta waktunya bapak?
    Daftar pertanyaan:
    1. Bagaimana cara mengetahui perusahaan yang listing di BEI berturut-turut dari tahun 2009-2014?
    2. Setelah BAPEPAM diganti OJK, bagaimana cara mendapat data daftar sanksi perusahaan-perusahaan yang melakukan kecurangan akuntansi?
    3. Mengenai Teori Kecuranga Akuntansi, saya ingin menanyakan mengenai widows dressing, income smoothing, apa saja jenis-jenis kecurangan akuntansi?
    terimakasih atas perhatian dan waktunya Bapak Rudiyanto.

  35. Rudiyanto
    June 12th, 2015 at 15:29 | #35

    @Lia Daru Calista
    Selamat Sore Ibu Calista,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Silakan cek di website IDX
    2. Setahu saya waktu namanya masih BAPEPAM saja data tersebut tidak ada, sekarang juga tidak ada. Kenapa tidak fokus pada pendapat akuntan tentang laporan keuangan?
    3. Saya tidak tahu apakah windows dressing itu kecurangan akuntansi atau tidak. Setahu saya yang curang itu, misalkan penjualan 100, kamu catat 120, itu curang. Tapi kalau misalkan di bulan lebaran semua orang belanja dan harga barang naik apakah itu curang? Window Dressing itu fenomena kenaikan harga saham di bulan Desember karena orang ramai beli di bulan tersebut. Itu analoginya. Saya tidak ahli tentang akuntansi jadi tidak tahu kecurangan akuntansi lainnya.

    Semoga bermanfaat

  36. Budi
    June 13th, 2015 at 04:30 | #36

    Selamat pagi pak rudy, semoga selalu dalam keadaan sehat…

    Mau sedikit sharing sekaligus bertanya khususnya kepada pak rudy, umumnya bagi semua pembaca fordis ini.
    Saya seorang bapak yang baru saja mempunyai anak dan skrg berusia 4 bulan. Saat ini saya sudah mulai berfikir untuk dana pendidikan anak kelak yang pastinya akan berlipat jumlahnya dibandingkan dengan hari ini. Saat ini yang sudah saya lakukan adalah:

    1. Mulai membentuk kecukupan dana darurat yang saya simpan pada instrumen RD Pasar Uang yang tiap bulan akan top up meskipun blm terlalu besar

    2. Membuka RD Saham untuk investasi jangka panjang (lebih dr 10 tahun) untuk dana pendidikan anak

    Yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Apakah dg instrumen portofolio seperti itu sdh tepat sebagai permulaan? lalu bagaimanakah selanjutnya yg hrs saya lakukan?

    2. Seberapa penting dan efektifnya ikut asuransi pendidikan jika dibandingkan dg investasi pada RD Saham jangka panjang untuk dana pendidikan?

    3. Saat ini saya maupun istri blm ikut asuransi kesehatan apapun (kecuali BPJS yang memang otomatis dicover dr kantor karena saya dan istri adalah PNS. Seberapa penting saya harus ikut asuransi kesehatan tambahan?

    Demikian pertanyaan saya paj rudy, semoga pak rudy berkenan untuk menjawab dan memberi pencerahan.
    Terimakasih…

  37. Fithri
    June 15th, 2015 at 15:02 | #37

    @Rudiyanto
    Selamat Sore Pak Rudi,

    Sebelumnya saya pernah berinvetasi di saham. Dana saya masih kecil, namun saya ingin berinvestasi di obligasi.
    Apa saran Bapak? Mohon berikan masukan pada saya, mengenai investasi yang paling cocok untuk saya.

    Terima kasih.

    Salam,
    Fithri

  38. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 22:19 | #38

    @Budi
    Selamat malam Pak Budi,

    Semoga anda dan keluarga selalu berada dalam keadaan sehat juga.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Dengan konsep reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan, menurut saya sudah sesuai. Dana darurat dengan reksa dana pasar uang, pendidikan anak 10 tahun lagi dengan reksa dana saham

    2. Apabila anda membandingkan hasil dari investasi reksa dana saham dan asuransi pendidikan jangka panjang, maka sudah pasti hasil dari reksa dana saham akan lebih tinggi.

    Untuk detailnya anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/06/04/my-experience-with-unit-link-2/

    Akan tetapi jika anda ingin melindungi dari risiko meninggal dunia, maka saran saya anda bisa mengambil asuransi jiwa. Untuk referensinya anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/

    3. Silakan baca 2 referensi artikel di atas

    Semoga bermanfaat, terima kasih

  39. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:24 | #39

    @Fithri
    Selamat Malam Ibu Fithri,

    Pertanyaannya, apakah anda sudah menemukan tempat untuk melakukan investasi obligasi tersebut?

  40. aris
    June 25th, 2015 at 19:49 | #40

    Selamat malam Bp. Rudi

    Bbrp waktu yg lalu saya pada pesan buku Sukses Finansial dengan Reksa Dana.
    Menarik membaca hal 12-13 di mana bapak bandingkan return RD dgn produk investasi lainnya.
    Pertanyaan saya, bagaimana bapak menghitung hasil return properti?
    saya sudah berusaha hitung dengan cara yg sama dengan ketika bpk mengilustrasikan inflasi dan tentunya dengan % RPPI. tetapi hasilnya berbeda pak, tidak = Rp3.045.721.
    apakah bapak bisa bantu saya? tks.

  41. Rudiyanto
    July 6th, 2015 at 02:01 | #41

    @aris
    Selamat Malam Pak Aris,

    Pengamatan yang bagus, memang ada kesalahan ketik dari saya. Seharusnya pada halaman tersebut bukan merupakan return 10 tahun tapi 11 atau 12 tahun. Coba anda hitung dengan metode bunga berbunga dan periode lebih panjang, seharusnya anda akan menemukan hasil yang sama.

    Terima kasih atas koreksinya.

  42. putri
    July 6th, 2015 at 12:33 | #42

    ass
    bpk saya mau nanya cara menghitung market timing ablity and stock selection skill itu bgaimana perhitungan manual nya.. trims

  43. Rudiyanto
    July 6th, 2015 at 12:55 | #43

    @putri
    Selamat Siang Ibu Putri,

    Bisa baca paper atau buku yang membahas metode tersebut.
    Semoga bermanfaat.

  44. Muhammad Taufiq
    July 14th, 2015 at 19:36 | #44

    Selamat Malam Pak Rudi..

    Perkenalkan nama saya Taufiq, Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan sukses karena Bapak sudah menerbitkan buku yang luar biasa menarik dan menggelitik saya untuk melakukan investasi khususnya Reksa Dana. Meskipun saya telat mengetahui dan membeli bukunya, maklum kebiasaan malas buat baca buku he he he tapi dari buku ini saya jadi tertarik untuk baca buku khususnya tentang investasi. Saat ini saya berniat dan berkeinginan untuk berinvestasi di Reksa Dana tapi ada beberapa hal yang masih menjadi ganjalan untu memulai niat saya melakukannya, terutama dalam pemilihan jenis reksa dana itu sendiri, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.

    Terima kasih Pak

  45. Rudiyanto
    July 16th, 2015 at 23:25 | #45

    @Muhammad Taufiq
    Selamat Malam Pak Taufiq,

    Terima kasih sudah membeli dan membaca buku saya. Jika anda ingin memperdalam pengetahuan anda tentang reksa dana bisa membeli buku kedua saya yang berjudul Fit Focus Finish.

    Mengenai pemilihan reksa dana, ada referensi artikel yang bisa anda baca yaitu : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat.

  46. Muhammad Taufiq
    July 18th, 2015 at 15:31 | #46

    Terima kasih sebelumnya Pak atas nasihat dan masukannya..

    Untuk Buku kedua sudah masuk Daftar RAPP (Rencana Anggaran dan Pendapatan Pribadi) bulan ini.. Hehehehe suka-suka bikin singkatan Pak

  47. Rudiyanto
    July 19th, 2015 at 13:52 | #47

    @Muhammad Taufiq
    Selamat siang Pak Taufiq,

    Semoga sukses dengan rencana keuangannya.

  48. Otniel
    July 27th, 2015 at 14:57 | #48

    selamat sore pak, dimana kita mengantarkan formulir pendaftaran untuk reksadana di pontianak, soalnya saya cari cabang PAM tidak ada di pontianak. ?
    Mohon sarannya juga untuk pendaftar baru, bagaimana caranya??, dmana saja kita bisa mendaftar(melalui agen/langsung MI) ??
    kalau melalui agen, apa saja bank yang bekerja sama dengan PAM??

  49. Rudiyanto
    July 27th, 2015 at 15:07 | #49

    @Otniel
    Selamat Sore Pak Otniel,

    Untuk pontianak bisa mendaftar di Panin Sekuritas. Berikut alamat lengkapnya

    Pontianak
    Gedung Bank Panin – Sidas
    Jl Sidas No 3, Lantai 3
    Pontianak 78121 – Indonesia
    Tel.: (62-561) 748 888
    Fax: (62-561) 767 300
    E-mail: pontianak@pans.co.id

    Untuk lebih detailnya anda bisa menghubungi nomor telepon di atas untuk dijelaskan secara lengkap dari awal sampai akhir. Semoga bermanfaat.

  50. Otniel
    July 27th, 2015 at 16:16 | #50

    Terima Kasih banyak atas infonya pak…. Sukses …..

  51. Muhammad Taufiq
    July 27th, 2015 at 23:51 | #51

    Selamat Malam Pak Rudiyanto.. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan sukses dalam beraktifitas..

    Saya ingin menanyakan beberapa hal Pak terkait Produk RD dari Panin :

    1. Untuk pembelian RD Panin daerah Manado dimana ya Pak alamatnya ?
    2. Perbedaan antara Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, Kalau saya lihat keduanya merupakan jenis Reksa Dana Saham ya Pak ?? (Mohon maaf kalau salah persepsi) karena tujuan Investasi saya untuk jangka waktu antara 5-8 Tahun kedepan, kira-kira mana yang recomended menurut Bapak ?
    3. Jika dalam perjalanan investasi saya misalnya ada hal yang tak diinginkan (misalnya : meninggal dunia atau sumber pendapatan saya tidak ada sehingga saya tidak bisa melanjutkan investasi sesuai dengan jangka waktu saya) bagaimana hasil investasi saya ?

    Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.

  52. Rudiyanto
    July 29th, 2015 at 17:10 | #52

    @Muhammad Taufiq
    Selamat Sore Pak Taufiq,

    Terima kasih atas doa dan juga kepercayaan kepada Panin Asset Management.

    Berkaitan dengan pertanyaan anda :
    1. Untuk saat ini di Manado belum ada cabang, namun anda bisa membelinya secara online. Caranya anda isi formulir via online di sini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx, kemudian formulir di tanda tangani dan dikirimkan ke
    Stock Exchange Building
    Tower I Lt. 3 Suite 306
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
    Tel : (62-21) 296-54-222 (direct Customer Service)
    (62-21) 296-54-200 (Hunting)
    Fax : (62-21) 515-0601
    (62-21) 515-0187
    Email : cs@panin-am.co.id

    Untuk lebih detailnya, anda bisa menghubungi alamat email di atas utk bertanya lebih lanjut

    2. Untuk mengetahui perbedaan reksa dana saham yang dikelola oleh Panin AM anda bisa membaca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/
    Rekomendasinya adalah 1 reksa dana 1 tujuan keuangan. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    3. Apabila pemilik dana meninggal, dana investasi tetap utuh. Hanya keluarga atau ahli waris yang bisa mencairkan reksa dana tersebut sesuai harga pasar dengan melengkapi dokumentasi yang diperlukan.

    Dalam konteks apabila anda mengikuti investasi berkala atau autodebet, namun di tengah perjalanan berhenti, maka tidak akan ada penalti ataupun sanksi yang dikenakan. Hal inilah yang membedakan antara reksa dana dengan asuransi.

    Dalam reksa dana, tidak ada istilah lapse. Ketika investor berhenti membayar karena alasan apapun, maka yang terjadi adalah dana investasi yang sudah ada tetap dikelola. Dana tersebut bisa dicairkan kapan saja dan kapan saja.

    Karena prinsipnya adalah anda menitipkan uang untuk dikelola, itu kayak kamu janji mau nitipkan Rp 6juta per tahun atau Rp 500rb per bulan, tapi baru jalan 5 kali atau Rp 2.5 juta trus berhenti. Sebagai pengelola, ya udah. Yang Rp 2.5 juta saja dikelola. Sisanya tidak menjadi kewajiban.

    Kurang lebih seperti itu, semoga menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih

  53. Ido
    August 3rd, 2015 at 21:26 | #53

    Makasih pak sebelumnya atas artikel bapak yang membuat saya terinspirasi,saya investasi di sebuah unitlink Pak disebuah bang dengan premi 500 rbu/bulan.Saya sedang memasuki tahun ke-2 dengan perbandingan asuransi dan investasi 80% : 20 % pada tahun 1,setelah saya pikir2 pak saya mulai tidak tertarik dengan unitlink tersebut karena keuntungan investasinya yg kecil (walaupun saya mengerti kondisi pasar dan setelah baca artikel bapak tentang unitlink) pertanyaan saya apakah rekomendasi bapak terkait umur saya yang masih 20 thn dengan premi 500 rb/bulan.uang yg telah terkumpul dari bentuk investasinya bru 4 juta pak,padahal dalam setahun saya seharusnya uang tersebut 6 jt(dengan bentuk investasi 50% saham Dynamic 50% saham attractive)
    1.apakah saya menlanjutkan investasi di unitlink atau pindah ke reksadana pada kondisi sekarang?
    2.Apakah sebaiknya saya mengubah salah satu investasi ke bentuk pasar uang atau pendapatan tetap,pak?

  54. Rudiyanto
    August 6th, 2015 at 16:38 | #54

    @Ido
    Salam pak Ido,

    Terkait pertanyaan anda :
    1. Kembali lagi, anda beli unit link tujuannya apa? Untuk investasi atau proteksi? Kalau misalkan anda tutup apakah anda sudah terlindungi dari risiko ?
    Referensi
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

    2. Tujuannya apa? Investasi harus punya tujuannya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  55. yoga
    August 8th, 2015 at 01:43 | #55

    Selamat siang Pak Rudi, prkenalkan saya Yoga , umur 26 th, salah satu nasabah panin rds ultima yg masih awam di dunia investasi RD saham. saya ingin bertanya, bagaimana caranya mengecek saldo unit yg dikeluarkan langsung oleh bank kustodian, selama ini saya hanya mengetahui jml saldo/unit yg diterbitkan oleh pihak panin sekuritas saja,itupun melalui media online bukan dr pemberitahuan resmi, apakah ada pemberitahuan secara surat menyurat ,? maklum Pak saat ini posisi saya bkrja di negri paman sam jd jarang ada di rumah sesuai alamat pos.
    Terimakasih Pak..

  56. Rudiyanto
    August 9th, 2015 at 14:46 | #56

    @yoga
    Salam Pak Yoga,

    Sebelumnya terima kasih telah menjadi nasabah Panin Asset Management.

    Setelah melakukan transaksi, umumnya bank kustodian akan mengirimkan surat konfirmasi ke nasabah. Akan tetapi secara operation, sebenarnya juga terjadi pertukaran data antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian.

    Jadi data transaksi tersebut tercantum dalam sistem Manajer Investasi dan bisa diakses juga melalui agen penjual seperti Panin Sekuritas yang anda maksud. Pada dasarnya kedua data tersebut adalah sama, artinya yang dikeluarkan oleh Bank Kustodi dan yang bisa di cek di situs online resmi Manajer Investasi itu sama.

    Secara peraturan, Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual memang tidak diperbolehkan untuk menerbitkan surat konfirmasi, jadi biasanya ada disclaimer yang menyebutkan bahwa jika ada perbedaan maka mengacu ke perhitungan bank kustodian dan yang resmi adalah dari bank kustodian.

    Nah, kendala dari bank kustodi adalah ternyata jika nasabahnya banyak pengiriman surat terkadang bermasalah. Mulai dari yang terlambat hingga tidak pernah sampai. Terutama untuk alamat di daerah. Masalah lagi adalah mereka tidak menyediakan situs online yang bisa dicek oleh nasabah reksa dana dan secara operasional mereka tidak berhubungan dengan nasabah, akan tetapi diwakilkan oleh Manajer Investasi atau Agen Penjual.

    Solusinya adalah pengiriman surat secara elektronik. Cara ini telah Panin AM rencanakan untuk dijalankan pada bulan Agustus 2015 ini. Tadinya mulai Juli 2015, tapi ada beberapa kendala teknis sehingga diundur. Tapi jika sudah terlaksana, surat konfirmasi pada reksa dana yang menggunakan kustodi BCA akan terkirim secara elektronik ke email. Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan surat tidak sampai.

    Namun demikian, investor tetap bisa mengecek saldo di situs yang disediakan oleh Manajer Investasi yang hasilnya sama dengan bank kustodian.

    Demikian semoga bisa menjawab pertanyaan anda, semoga bermanfaat.

  57. Munif
    August 16th, 2015 at 14:33 | #57

    Selamat siang pak Rudi, perkenalkan saya munif, 24 th, saya berencana membuka reksadana, tetapi dengan kondisi ekonomi saat ini dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah, apakah ada pengaruh terhadap nilai pembelian di awal dan apakah sebaiknya saya menunda untuk membuka reksadana?
    Terimakasih

  58. Rudiyanto
    August 19th, 2015 at 10:46 | #58

    @Munif
    Selamat Siang Pak Munif,

    Senang mendengar anda berminat untuk melakukan investasi reksa dana. Apapun kondisi ekonominya, ketentuan pembukaan reksa dana sudah ditetapkan dalam prospektus. Misalkan jika dinyatakan minimum pembelian adalah Rp 100.000, mau kondisi seperti apapun ya tetap Rp 100.000.

    Jika anda benar-benar serius ingin berinvestasi di reksa dana untuk mencapai salah satu tujuan keuangan, maka langkah yang pertama adalah memiliki tujuan yang jelas. Untuk lebih detailnya silakan baca :
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Sepanjang pilihan reksa dana sudah sesuai dengan tujuan, risiko investasi akan lebih minimal http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat

  59. marzuki
    September 21st, 2015 at 22:33 | #59

    salam,.
    saya marzuki dr banjarmasin
    sebelumnya saya akan menceritakann sedikit apa yang saya alami.

    dalam 2 minggu ini saya gabung dg grup para pengusaha dan investor dr dalam & luar negeri.
    setelah itu, saya update status, yg isinya saya memerlukan dana sebesar bla bla bla Dollar, untuk proyek perumahan sebanyak 75 unit T.45m2.

    tidak berselang lama, kira2 4-5 hari saya mendapat email dr investor luar negeri, bahwa dia bersedia mendanai proyek saya dengan melampirkan business plan dan cover latter.
    saya pun mengirimkan business plan dan cover latter yg sdh saya siapkan kpd investor tsb.

    setelah 3 hari, saya mendapatkan balasan email dr dia, bahwa proposal saya disetujui.

    namun, dia ingin lebih diuraikan lagi dalam email, jenis dana investasi yg cocok untuk proposal saya.
    dan juga syarat dan kondisi untuk di negosiasikan agar tercapai kesepakatan kedua belah pihak.

    yang jd pertanyaan saya,
    jenis dana investasi yg ccok untuk proposal saya apa?
    serta syarat dan kondisi yg bagaimana agar saya dan investor bisa tercapai kesepakatan?

    mohon saran dan bantuan.
    saya sangat baru di dunia property.

    terima kasih

  60. edwin
    September 24th, 2015 at 09:40 | #60

    Selamat pagi Bpk. Rudi.

    Saya mau bertanya, saya ingin investasi reksadana dengan 3 produk reksadana yang berbeda dengan 3 manajer investasi yang berbeda, apakah diperbolehkan investasi seperti itu dan apakah baik berinvestasi seperti itu?

    Terima Kasih

  61. Rudiyanto
    September 25th, 2015 at 00:34 | #61

    @edwin
    Salam Pak Edwin,

    Namanya itu uang anda, mau diapakan rasanya tidak akan yang bilang tidak boleh. Saya cuma akan melarang jika anda berminat mengembangkannya di produk investasi bodong, tapi tentunya itu untuk kebaikan anda.

    Mengenai investasi pada berbagai produk reksa dana anda bisa membaca artikel ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Semoga bermanfaat.

  62. Rudiyanto
    September 25th, 2015 at 00:59 | #62

    @marzuki
    Selamat Malam Pak Marzuki,

    Terus terang saya tidak terlalu paham tentang dunia properti, apalagi proyek pembangunan seperti yang anda lakukan. Saran saya anda bisa mengikuti pelatihan-pelatihan entreprenur yang saat ini sudah banyak diselenggarakan. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Rumah Perubahan yang diselenggarakan oleh Profesor Rhenald Khasali.
    http://rumahperubahan.com/index.php

    Saya cuma mau mengingatkan saja, bahwa saat ini kondisi perekonomian sedang kurang kondusif baik di dalam maupun di luar negeri. Terkadang kita memang senang bahwa proyek kita diterima dan berpotensi mendapat pendanaan dari investor di luar negeri, tapi jangan sampai kita tertipu karena sekarang juga banyak orang jahat.

    Sebaiknya anda pastikan bahwa pihak yang menghubungi anda tersebut benar-benar investor, apakah dengan bertemu langsung atau mengecek legalitasnya. Sebab kok saya rasa cerita anda terlalu muluk2 ya, cuma modal update status saja bisa dapat pendanaan yang saya yakin jumlahnya bisa mencapai miliaran.

    Padahal namanya orang berbisnis, kalau mau keluar uang sampai miliaran pasti tidak akan cuma modal sosial media dan email saja tanpa ada pertemuan langsung dan sebagainya.

    Anyway, semoga usaha anda bisa berhasil.

  63. Indro Sulistio
    September 27th, 2015 at 16:04 | #63

    Hallo Pak Rudi, seperti yang saya tanya kan di linkedin, saya mau invetasi dana saya, bagaimana cara saya membeli/ saya mengolah dana saya dalam reksa dana? karena saya ingin mengelola keuangan saya.

    Terima kasih pak.

  64. Rudiyanto
    September 28th, 2015 at 11:14 | #64

    @Indro Sulistio
    Salam Pak Indro Sulistio,

    Terima kasih sudah bertanya melalui forum ini. Untuk membeli reksa dana, caranya sangat mudah. Bawa dokumen seperti KTP, NPWP dan buku tabungan (jika anda ingin melakukan investasi berkala) ke Manajer Investasi pilihan anda.

    Jika anda berinvestasi melalui agen penjual seperti bank, pastikan anda sudah membuka tabungan pada bank tersebut.

    Dalam konteks berinvestasi ada 3 hal yang penting yaitu :
    1. Pastikan anda sudah sehat secara keuangan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/
    2. Buat rencana investasi yang komprehensif
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/21/perencanaan-investasi-dengan-reksa-dana-do-it-yourself/
    3. Memahami bahwa investasi reksa dana itu mengandung risiko
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    Semoga bermanfaat

  65. Indro Sulistio
    September 28th, 2015 at 17:28 | #65

    Apakah ada kenalan agen yang dapat membantu saya pak? apakah saham dengan reksadana sama pak?

  66. Rudiyanto
    September 29th, 2015 at 11:00 | #66

    @Indro Sulistio
    Salam Pak Indro,

    Boleh tahu lokasi anda ada dimana ?
    Dan benar, saham itu berbeda dengan reksa dana. Yang satu kamu pilih perusahaan sendiri, yang satu lagi kamu titipkan ke orang lain untuk dikelola.

    Semoga bermanfaat

  67. munifudin
    September 30th, 2015 at 15:27 | #67

    Selamat siang Pak Rudiyanto,
    Perkenalkan saya munif dari jakarta, beberapa waktu yang lalu saya berniat membuka reksadana di “bank kuning”, pada saat pembuatan rekening untuk reksadana saya diminta untuk tanda tangan akan tetapi tanda tangan saya berbeda dengan KTP, sudah mencoba untuk menyamakan tapi menurut CS msih belum sama persis. Menurut pak Rudi apakah sebaiknya saya mengganti tanda tangan terlebih dahulu ataukah saya tetap membuka reksadana dengan meniru tanda tangan di KTP saya, mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu teknis.
    Terimakasih

  68. Indro Sulistio
    September 30th, 2015 at 19:00 | #68

    Lokasi saya di jakarta pusat pak, di kemayoran.. menurut bapak lebih mensarankan saya ambil yang mana pak? saham atau reksana dana? saat ini saya sulit untuk mencari org yang dapat memberitaukan saya tentang itu.
    Terima kasih pak dan mohon sharingnya.

  69. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:29 | #69

    @munifudin
    Salam Pak Munifudin,

    Persoalan tanda tangan beda dengan KTP tidak hanya terjadi di bank tempat anda bertransaksi tapi saya rasa juga terjadi di semua bank dan penyedia jasa keuangan di Indonesia. Tujuannya bukan untuk mempersulit, tapi demi keamanan. Sebab anda tentu tidak mau dana anda bisa ditarik orang lain karena tanda tangannya dipalsukan bukan?

    Kalau menurut saya ya, solusinya anda sering2 latihan sama tanda tangannya sama. Repotnya hanya di awal kok, sebab jika transaksinya sudah menggunakan fasilitas online, ATM, internet banking, maka sudah tidak perlu tanda tangan lagi.

    Semoga bermanfaat

  70. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:34 | #70

    @Indro Sulistio
    Salam pak Indro,

    Apabila anda tertarik dengan reksa dana Panin Asset Management, saran saya anda bisa menghubungi cabang yang dekat dengan rumah atau tempat kerja anda.

    Untuk Jakarta, pilihannya bisa di
    Menara Cakrawala
    (Skyline Building) Lt.4
    Jl. MH. Thamrin No. 9
    Jakarta Pusat 10340
    Tel: (62-21) 319-03999 (Hunting)
    Fax: (62-21) 319-03899
    Email: cakrawala@panin-am.co.id

    Puri Kencana, Kembangan
    Rukan Grand Puri Niaga
    Jl. Puri Kencana Blok K6 No. 2I, 5H dan 5I, Kembangan Selatan
    Jakarta Barat 11610
    Telp : (62-21) 29672455 (Hunting)
    Fax : (62-21) 29672464 (Temporary)
    Email : branch.puri@panin-am.co.id

    Pluit Village
    Ruko No. 66 Jl. Pluit Permai Raya,
    Jakarta Utara 14450
    Telp: (62-21) 66670287
    Telp: (62-21) 66670289
    Fax : (62-21) 6683803
    Email : branch.pluit@panin-am.co.id

    Gading Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lt. 5 Unit 0505
    Jl. Boulevard Klp Gading Blok LA 3 No. 01,
    Jakarta Utara 14240
    Telp : (62-21) 29385769
    Telp : (62-21) 29385767
    Fax : (62-21) 29385747
    Email : branch.gading@panin-am.co.id

    Pondok Indah
    Rukan Plaza 5 Pondok Indah, B-09
    Jl. Marga guna Raya ,Gandaria Utara
    Jakarta Selatan, 12140
    Telp : (62-21) 7225696
    Fax : (62-21) 7225697
    Email : branch.pondokindah@panin-am.co.id

    Apabila anda ingin berdiskusi mengenai jenis investasi apa yang paling cocok, pilihannya ada 2. Anda bisa berdiskusi dengan tenaga pemasar yang memiliki kualifikasi perencanaan keuangan. Hanya saja sedikit banyak akan kurang independen karena mereka akan cenderung menawarkan produknya sendiri. Alternatifnya anda bisa datang ke Perencanaan Keuangan Independen, tapi biasanya ada biaya yang harus dibayarkan. Anggap saja seperti biaya konsultasi ke dokter.

    Demikian, semoga bermanfaat

  71. frederic
    October 16th, 2015 at 12:31 | #71

    Halo Pak Rudiyanto
    perkenalkan nama saya frederic , saya sedangkan mengerjakan skripsi tentang reksadana saham . Untuk pengambilan data seperti expense ratio , turnover ratio , ukuran reksadana , usia reksadana , cash flow , total aset , perputaran portofolio . Itu semua bisa didapatkan gak ? Untuk laporan tahunan dari 2013 – 2014 dan 2015 yang akan datang apakah saya bisa mendapatkan data tersebut . Apakah saya harus mendapatkan laporan tahunan melalui website masing-masing reksadana saham . Adakah wadah yang menampung semua laporan tahunan , prospektus , fund fact sheet , prospektus pembaharuan atau sejenisnya yang bisa saya dapatkan datanya untuk penelitian saya . Mohon bantuannya & Terima kasih banyak .

  72. Rudiyanto
    October 16th, 2015 at 17:50 | #72

    @frederic
    Selamat Sore Frederic,

    Salah satu seni dari mengerjakan skripsi adalah proses mencari datanya. Semakin susah data dicari maka semakin berharga skripsi tersebut. Anda bisa coba menghubungi masing-masing perusahaan atau website perusahaannya. Kalau yang jadi satu, setahu saya ada di infovesta.com dan bloomberg.com tapi harus berlangganan. Selain itu tidak ada pula jaminan semua data yang kamu minta ada.

    Kalau sudah mentok kemana2, bisa coba hubungi situs di atas. Kalau terlalu mahal harga langganannya, saran saya mending kamu cari dulu data apa saja yang tersedia baru dibuat skripsinya. Jadi tidak memaksakan diri mencari data yang memang tidak tersedia untuk publik.

    Semoga bermanfaat.

  73. Aji K
    October 19th, 2015 at 22:31 | #73

    selamat siang pak Rudi,saya mulai invest di Rd sekitar februari 2015, di RD saham, dikarenakan memang tujuan invest saya adalah untuk jangka panjang. saya berencana untuk invest RD pasar uang , untuk “memutar” dana dalam tempo kurang dari satu tahun. Misalnya, ketika NAB/Up sedang tinggi, haruskah saya redeem semua yang saya miliki? atau cukup sebagian saja ? Bagaimana tips-nya melakukan subscript & redeem untuk RD Pasar uang ? mungkinkan jarak subscrip & redeem dalam waktu yang dekat ? misalnya satu bulan, atau dua bulan ? berapa sebaiknya return (%) untuk melakukan redeem di RD Pasar Uang ? Setahu saya, RD Pasar Uang sebagian besar mengenakan biaya untuk subscrip dan redeem, apakah untuk investasi RD ini sebisa mungkin dicari biaya (subscript & redeem) yang seminimal mungkin ? atau ada pertimbangan lainnya ?

    Terimakasih atas penjelasannya, mohon maaf jika ada kesalahan.
    Salam. aji K.

  74. Rudiyanto
    October 19th, 2015 at 22:54 | #74

    @Aji K
    Selamat Malam Pak Aji,

    Investasi di reksa dana pasar uang adalah investasi yang ditujukan untuk tujuan investasi yang waktu pencapaiannya kurang dari 1 tahun. Mengapa demikian? Karena reksa dana pasar uang cenderung tidak ada fluktuasi harga dan hasilnya mendekati tingkat bunga deposito nasabah prioritas perbankan. Sepengetahuan saya, peraturan OJK mengharuskan reksa dana pasar uang bebas dari biaya beli dan biaya jual, jadi kemungkinan anda mendapatkan informasi yang salah tentang reksa dana pasar uang.

    Kalau dalam konteks anda mau jual beli cepat dan mengharapkan keuntungan dari situ, menurut saya reksa dana pasar uang, bahkan reksa dana saham sekalipun bukan pilihan yang tepat. Saran saya anda bisa bertransaksi saham langsung.

    Dengan bertransaksi saham di perusahaan sekuritas, umumnya setiap hari mereka akan memberikan analisa teknikal yang intinya memberikan saran pada harga berapa anda harus beli dan pada harga berapa anda harus jual. Rasa-rasanya ini lebih cocok untuk anda.

    Semoga bermanfaat.

  75. Aji K
    October 20th, 2015 at 21:58 | #75

    Selamat malam pak Rudi,
    Mohon maaf sebelumnya. Saya memilih investasi di reksadana dikarenakan investasi di sektor ini bisa dimulai dengan dana yang kecil. Setiap bulan saya bisa menyisihkan sekitar IDR 500K sampai 1000K, jadi saya memilih RD sebagai pilihan investasi. Dari beberapa artikel yang saya baca, untuk memulai investasi di saham, diperlukan dana yang cukup besar (sekitar 25 juta rupiah), maka dari itu saya memilih RD sebagai pilihan investasi. Disamping RD saham yang sudah/sedang saya jalankan, saya berencana untuk investasi di RD Pasar Uang. Prinsip saya, meskipun return sedikit, tapi dengan UP yang besar, hasil akhirnya juga akan besar (walaupun tidak sebesar jika bermain saham langsung).
    Mohon maaf juga jika saya salah mengenai biaya jual dan biaya beli di RD PU (mungkin saya dapatkan ketika membaca artikel di internet).
    Bagaimana pendapat pak Rudi, jika saya berinvestasi di RD PU? Bagaimana dengan cara pembelian Up-nya, lebih baik membeli secara bertahap ketika NAB/UP sedang rendah (misalnya IDR 1 juta) kemudian memonitor lagi perkembangannya (siapa tahu NAB/UP bisa lebih rendah lagi di kemudian hari) atau langsung membeli sekaligus dalam jumlah banyak (misalnya IDR 5 juta) ?
    Terimakasih atas penjelasannya.

  76. Rudiyanto
    October 23rd, 2015 at 12:10 | #76

    @Aji K
    Selamat Siang Pak Aji,

    Cara untuk membeli reksa dana yang terbaik adalah dibuat perencanaan dulu, baru dari rencana tersebut kita bisa menentukan jenis reksa dana apa yang cocok dan apakah sebaiknya investasi dilakukan secara berkala atau sekaligus. Untuk detailnya bisa anda baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/
    dan
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat

  77. Ilin
    November 5th, 2015 at 23:12 | #77

    Selamat malam, Pak Rudiyanto,

    Untuk Biaya Penjualan Kembali, dikutip dari website Panin Asset Management PDM:
    1% Untuk penjualan kembali 0 – 1 tahun
    0,5% Untuk penjualan kembali > 1 – 2 tahun
    0% Untuk penjualan kembali > 2 tahun

    1) Apakah ada kesalahan cetak?

    2) Apakah >1-2 tahun tidak sama dengan >2?

    3) Contoh (reksadana PDM) dijual kembali setelah 18 bulan dikenakan biaya penjualan kembali berapa?

    4) Apabila dijual kembali pada saat persis 2 tahun apakah dikenakan 0% atau 0.5%?

    Terima Kasih atas penjelasannya.

  78. Ilin
    November 6th, 2015 at 00:08 | #78

    Yth Pak Rudiyanto,

    Saya berharap bisa dijelaskan mengapa tidak seperti prospektus MI lain (contohnya Schroders), prospektus Panin Asset Management (PDM) tidak mencantumkan complete breakdown ke mana saja dana kelolaan di investasikan untuk periode (dua tahun) sebelumnya telah dialokasikan.

    Fund fact sheet bulanan yang hanya mencantumkan sepuluh alokasi saham terbesar bisa dimengerti untuk menghindari portfolio Panin Asset Management (PAM) dicontek MI lain dan fund fact sheet yang sifatnya merupakan rangkuman singkat. Namun ini tidak menjelaskan tidak adanya data komplit saham/instrumen investasi untuk dua tahun sebelumnya di prospektus yang sifatnya lebih detail dan menyeluruh mengingat strategi akan sudah berubah mengikuti update terbaru tahun yang sedang berjalan sehingga reasoning agar tidak dicontek tidak lagi merupakan faktor dalam konteks ini.

    Apakah transparansi ini perbedaan SOP MI Internasional yang tidak applicable untuk MI Nasional seperti PAM?

    PAM dimonitor oleh OJK sehingga calon investor seharusnya tidak perlu was-was dana yang dipercayakan ke PAM di alokasikan ke bisnis yang illegal ataupun unethical. Namun, kalau faktanya demikian, boleh bantu saya agar saya bisa memahami dan menerima kebijakan PAM untuk tidak terbuka?

    Memang kinerja PDM tertinggi untuk jangka panjang dan ini bottom line yang biasanya matter the most at the end of the day untuk para investor. Namun, apakah investor mempunyai hak untuk mengetahui secara menyeluruh dana yang di titipkan di alokasikan ke mana saja dan margin/profit yang diraih selama ini dihasilkan dari mana secara spesifik (as oppose to secara global sesuai yang tertera di fund fact sheet dan prospektus PDM: Saham minimum 50%, maksimum 95% sisanya di instrumen pasar uang; prosentase per sektor)

    Terus terang saya berminat untuk berinvestasi melalui PDM namun masih dibuat kurang ‘sreg’ (yakin) karena faktor di atas. Saya berharap semoga penjelasan yang akan saya peroleh dari Bpk Rudiyanto bisa meluruskan doubt yang masih mengganjal tentang PAM. Untuk perhatian dan jawabannya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

  79. Rudiyanto
    November 7th, 2015 at 23:07 | #79

    @Ilin
    Selamat Malam Ibu Ilin,

    Mengenai percetakan, terima kasih untuk koreksinya. Yang benar adalah
    1% Untuk penjualan kembali 0 – 1 tahun
    0,5% Untuk penjualan kembali 1 – 2 tahun (tidak ada tanda >)
    0% Untuk penjualan kembali > 2 tahun

    Nanti akan saya sampaikan ke bagian terkait untuk dikoreksi

    Mengacu pada ilustrasi anda, jika belinya 18 bulan yang lalu berarti masuk kategori 1 – 2 tahun sehingga jika ditarik sesuai prospektus akan terkena biaya 0.5%.

    Kalau dijual persis 2 tahun, tetap kena 0.5%, sebaiknya 2 tahun dilebihkan 1 hari supaya lebih amannya.

    Sesuai dengan sifat produknya, reksa dana saham termasuk Panin Dana Maksima yang anda sebutkan di atas adalah produk yang dibuat untuk investor dengan tujuan keuangan > 5 tahun. Tujuan pengenaan fee bukanlah untuk mencari keuntungan, tapi lebih agar investor bisa fokus pada investasi jangka panjang.

    Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat.

  80. Rudiyanto
    November 7th, 2015 at 23:33 | #80

    @Ilin
    Selamat Malam Ibu Ilin,

    Terkait pertanyaan anda mengenai isi portofolio secara detail, tanggapan saya sebagai berikut :
    1. Fund Fact Sheet adalah dokumen yang disyaratkan bagi Manajer Investasi untuk melaporkan perkembangan hasil investasi kepada investor. Namun tidak ada ketentuan format prospektus harus seperti apa. Jadi sebenarnya terserah ke kebijakan masing-masing Manajer Investasi, apakah mereka mau mencantumkan 5, 10, semua, atau hanya sektor portofolionya.

    2. Setiap tahun, Manajer Investasi wajib menerbitkan Prospektus Pembaharuan dan melampirkan laporan keuangan reksa dana dalam prospektus tersebut. Namun, sama seperti fund fact sheet, tidak ada ketentuan harus data seperti apa yang dipublikasikan. Jadi tidak ada kewajiban juga bagi Manajer Investasi untuk mencantumkan keseluruhan portofolionya.

    Jadi karena ketentuannya tidak ada, maka tidak ada standar yang baku. Adalah hak masing-masing Manajer Investasi untuk menentukan format penyajian laporan keuangannya. Apabila dalam hal ini ada perbedaan, maka itu adalah perbedaan kebijakan di masing-masing Manajer Investasi.

    Mengenai transparansi, sepengetahuan saya untuk Fund Fact Sheet reksa dana Panin AM adalah salah satu yang paling transparan karena mencantumkan 10 besar portofolio dan sektor serta di udpate setiap bulan. Tidak semua Manajer Investasi mencantumkan selengkap informasi di Panin AM. Namun apabila definisi transparan anda adalah laporan keuangan 2 tahun yang lalu, maka itu hak anda. Sama seperti halnya Panin AM memiliki hak untuk menentukan format tampilan, kami juga menghormat hak anda dalam menggunakan indikator dalam menilai Manajer Investasi.

    Jadi berdasarkan keterangan di atas, maka saya agak keberatan kalau Panin AM disebut tidak terbuka. Sebab saya tidak akan mengatakan MI lain yang (misalkan) hanya menyajikan 5 besar portofolio sebagai MI yang tidak terbuka karena saya tahu itu hak mereka.

    Kemudian, terkait cara anda untuk mengetahui darimana suatu reksa dana menghasilkan keuntungan dari data seluruh portofolio menurut saya juga tidak tepat. Pertama, laporan keuangan hanya mencatat posisi portofolio per 31 Desember setiap tahun. Dalam prakteknya, posisi portofolio bisa berubah dalam basis bulanan atau bahkan harian. Kemudian Manajer Investasi juga bisa melakukan trading sehingga hanya mengandalkan isi portofolio pada akhir tahun, belum tentu bisa membacanya. Ketiga, kinerja reksa dana tidak bisa dipalsukan sebab dihitung oleh Bank Kustodian menggunakan ketentuan harga wajar yang ketentuannya sudah diatur dalam prospektus. Jadi tidak mungkin MI melakukan mark up terhadap kinerjanya. Dalam konteks, misalkan investor mencurigai kinerja suatu reksa dana bahwa itu tidak riil, hal tersebut tidak mungkin terjadi. Keempat, bank kustodian juga berperan sebagai pengawas, jadi kalau ada investasi yang di luar ketentuan prospektus seperti yang anda sebut unethical atau ilegal tersebut, maka dia sudah ditegur oleh bank kustodian dan dilaporkan ke OJK. Sanksi yang paling berat bisa berupa pencabutan izin usaha. Sebagai salah satu Manajer Investasi top 10 di Indonesia, saya percaya Panin Asset Management tidak akan melakukan risiko tersebut. Terakhir, mengetahui semua hal tersebut dengan detail juga bukan hak investor. Berdasarkan pertimbangannya, Manajer Investasi bisa saja men disclose keseluruhan informasi tersebut kepada investor, tapi bisa juga tidak, sebab sekali lagi ini bukan hak investor.

    Saya memahami bahwa setiap orang memiliki indikator tersendiri yang dijadikan sebagai acuan untuk percaya atau tidak percaya kepada Manajer Investasi. Sebab itu jumlah uang yang dikumpulkannya dengan susah payah, tentu tidak mungkin dia letakkan di tempat yang dia tidak nyaman sebelumnya. Sebagai perusahaan yang sedang berekspansi secara aktif di Indonesia, Panin Asset Management tentu berupaya memenuhi seluruh indikator tersebut agar mendapat kepercayaan dari masyarakat.

    Di satu sisi, sebagai investor juga harus memahami bahwa setiap perusahaan memiliki kebijakannya sendiri. Terkadang tidak semua permintaan dapat dipenuhi karena kebijakan perusahaan. Jadi jika memang tidak ada titik temu, ya tidak apa2. Mungkin Panin Asset Management belum berjodoh dengan anda. Semoga sukses dengan investasi anda di Manajer Investasi yang lain.

    Demikian tanggapan saya semoga bermanfaat.

  81. matthew
    November 10th, 2015 at 11:45 | #81

    Dear Pak Rudy,

    Saya ingin tanya mengenai aspek pajak reksadana nih.. terus terang agak mengganjal karena susah sekali mencari referensi peraturan yang menjelaskan bahwa “atas capital gain/keuntungan yang diperoleh oleh investor tidak dikenai pajak supaya menghindari pajak berganda”.

    Apakah Pak Rudy memiliki referensinya? karena selama ini saya selalu menemukan peraturan pajak yang mengatur mengenai perpajakan atas wajib pajak resadananya saja.

    Terima kasih.

  82. D.Ayu
    November 13th, 2015 at 10:28 | #82

    Salam pak Rudiyanto. Saya D.Ayu mahasiswi UIN JKT. Saya sedang melakukan penelitian mengenai Reksadana Saham Syariah di Indonesia. Hasil penelitian saya menemukan bahwa BI rate tidak berpengaruh terhadap Reksadana Saham Syariah. Namun pada umumnya di literature review yang sudah saya baca dikatakan berpengaruh positif.
    Menurut bapak bagaimana ya teori kenapa BI rate tidak berpengaruh terhadap Reksadana Saham Syariah tersebut? Terimakasih banyak sebelumnya

  83. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 09:37 | #83

    @matthew
    Salam Pak Matthew,

    Kalau untuk hal tersebut anda bisa mengecek pada
    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

    http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=13430

    Pasal 4 Poin 3 (i). Dimana pendapatan yang berasal dari Kontrak Investasi Kolektif (Reksa Dana), bukan Objek Pajak.

    Semoga bermanfaat.

  84. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 10:01 | #84

    @D.Ayu
    Salam Ibu Ayu,

    Jika anda sudah yakin bahwa perhitungan dan data anda benar, maka anda bisa buktikan bahwa literatur yang selama ini tersedia ternyata memberikan kesimpulan yang kurang tepat.

    Semoga bermanfaat.

  85. December 10th, 2015 at 06:54 | #85

    Bila kami ingin berinvestasi di produk Reksa Dana Schroders Indonesia, apa yang harus kami lakukan?

  86. Rudiyanto
    December 10th, 2015 at 23:16 | #86

    @fannytiara
    Bisa menghubungi Agen Penjualnya Ibu Fanny. Informasi tentang Agen Penjual bisa ditanyakan langsung ke pihak Schroder langsung.

    Semoga bermanfaat

  87. Febri
    December 19th, 2015 at 16:34 | #87

    Selamat sore, saya Febri. Saya ingin bertanya mengenai grafik risk vs return. Ada 2 sumber yang mengatakan, semakin lama dihold, risknya turun tetapi returnnya juga menurun. Saya gagal paham dengan teori ini. Bukankah tidak ada hubungannya waktu dan return? Hubungan semakin tinggi risk lalu returnnya juga tinggi apa ya?

  88. Rudiyanto
    December 21st, 2015 at 21:11 | #88

    @Febri
    Salam Pak Febri,

    Mengenai hal tersebut, berikut referensi artikelnya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    Silakan bertanya jika masih ada yang dipahami.

    Terima kasih

  89. Hans
    December 24th, 2015 at 13:37 | #89

    Siang Pak Rudi,
    Saya punya pertanyaan terkait mengelola investasi dengan lebih dari satu orang di dalam satu rekening, bagaimana cara pencatatan yang baik terkait transaksi jual beli lebih dari satu jenis saham dan penyimpanan penarikan oleh salah satu dari investor?

    Terima kasih

  90. Rudiyanto
    December 24th, 2015 at 13:47 | #90

    @Hans
    Selamat Siang Pak Hans,

    Kalau untuk hal ini, biasanya manajer investasi menggunakan jasa bank kustodian. Artinya ada perhitungan si A dapat NAB / Up berapa dan si B dapat berapa. Ketika penarikan, ya disesuaikan dengan harga NAB per Up saat penarikan dilakukan. Kemudian untuk jual beli sudah tidak menjadi permasalahan lagi karena untuk pengelolaan menggunakan sistem NAB per Up seperti halnya reksa dana.

    Perlu saya ingatkan bahwa jika anda mengelola dana lebih dari 50 investor, maka sebaiknya anda mendirikan perusahaan investasi karena mengumpulkan dana lebih dari 50 orang adalah ilegal jika mendapat persetujuan dari OJK.

    Terima kasih

  91. Mariman
    December 28th, 2015 at 18:32 | #91

    Dear Pak Rudiyanto,
    Tempo hari Saya ada call anda mengenai IHSG mau koreksi(turun) di sekitar berapa ? atau IHSG sekarang sudah mau naik ?
    mohon di jawab . Thank you . Have a nice day .

    Best Regards,

  92. Rudiyanto
    December 29th, 2015 at 11:53 | #92

    @Mariman
    Selamat Siang Pak Mariman,

    Saya tidak melayani konsultasi secara pribadi, jadi pertanyaan via email ataupun telepon pasti akan saya arahkan kesini.

    Kemudian mengenai apakah IHSG sekarang mau naik atau turun di sekitar berapa, mohon maaf saya tidak tahu jawabannya. Lebih baik investasi pada saham dilakukan secara disiplin dan jangka panjang.

    Semoga bermanfaat

  93. December 30th, 2015 at 11:47 | #93

    selamat siang Pak Rudiyanto,

    saya mau menayakan kenapa hasil dari evaluasi kinerja reksa dana dengan menggunakan metode Sharpe begitu berbeda (signifikan) dengan hasil metode Treynor.Seperti hasil perhitungan yang telah saya lakukan terhadap Reksa dana Panin Dana Prima di tahun 2012 hasil metode Sharpe menunjukan 0,59434 sedangkan hasil Terynor diperiode yang sama menunjukan 0,08758.
    Hal apa sajakah yang menyebabkan hasilnya begitu berbeda ?

    Salam, trims.

  94. Febri
    December 30th, 2015 at 12:46 | #94

    Selamat siang Pak Rudi,

    Saya mau tanya, saya beberapa kali melihat di berbagai literatur yang “sampling” sebagai contoh. Ada beberapa yang “mencoret” salah satu reksa dana pasar uang (M*ga D*n* Kas), karena memiliki outlier (tiba-tiba naik). Apa efek dari outlier? Seberapa berbahayanya jika ada outlier dalam reksa dana PU, karena asumsi RD PU adalah grafik mulus?

    Terima kasih

  95. niko
    January 2nd, 2016 at 13:37 | #95

    selamat siang pak, saya ingin bertanya bagaimana prospek reksadana pada tahun 2016? mengingatkan kinerja pada tahun 2015 tidak begitu bagus. berdasarkan pengalaman bapak selama ini, reksadana apa yang kinerjanya stabil selama 10 tahun terakhir ini? terima kasih pak atas perhatiannya.

  96. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 20:56 | #96

    @Muhammad Yusri
    Selamat Malam Pak Muhammad Yusri,

    Dalam membandingkan kinerja reksa dana, yang dilihat bukan angkanya tapi peringkatnya. Untuk detailnya silakan anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Pada excel yang saya lampirkan bersama dengan pembelian buku pertama juga ada studi kasus untuk perhitungan tersebut http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Semoga bermanfaat

  97. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 21:02 | #97

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa Reksa Dana Pasar Uang harus mulus. Dulunya malah reksa dana pasar uang selalu 1000, sehingga jika terjadi kerugian, maka kerugian dibebankan pada pengurangan unit penyertaan milik nasabah.

    Namun cara perhitungan di atas sangat kompleks, sehingga kalau saya tidak salah, sejak tahun 2013 perhitungan reksa dana pasar uang sudah sama seperti reksa dana lain yang harganya bisa naik dan turun. Sejak berlakunya ketentuan tersebut, pergerakan reksa dana pasar uang juga tidak mulus2 amat. Ada juga yang mengalami kerugian dalam 1-2 harinya.

    Jadi mengenai Mega Dana Kas yang dikeluarkan dari perhitungan analisis, silakan ditanyakan langsung dengan pihak yang melakukan analisa.

    Semoga bermanfaat

  98. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 21:03 | #98

    @niko
    Selamat Malam Pak Niko,

    Mengenai prospek investasi anda bisa membaca artikel terbaru saya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/01/02/persiapan-menjadi-investor-reksa-dana-2016/

    Mengenai kinerja 10 tahun terakhir, anda bisa melihat di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx dan pilih return tahunan

    Semoga bermanfaat

  99. Febri
    January 10th, 2016 at 10:15 | #99

    Selamat pagi Pak Rudi,
    saya mau tanya apakah berita ini mempengaruhi kinerja reksa dana keloaan MNC?
    http://poskotanews.com/2016/01/08/tersangka-segera-ditetapkan-kejagung-panggil-hary-tanusoedibyo/

    Terima kasih

  100. Rudiyanto
    January 11th, 2016 at 00:10 | #100

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Menurut saya pertanyaan tersebut lebih berkompeten jika dijawab oleh pihak MNC langsung.
    Silakan ditanyakan dengan pihak yang terkait.

Comment pages

 


%d bloggers like this: