Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. Rudiyanto
    August 19th, 2013 at 16:51 | #1

    @alex
    Salam Alex,

    Penurunan ini disebabkan karena inflasi yang di luar dugaan. Inflasi di luar dugaan ini karena timing kenaikan BBM yang terlambat. Namun nasi sudah menjadi bubur.

    Oleh karena itu, saran saya sebaiknya fokus pada tujuan investasi kamu pada awalnya, misalkan kamu ingin berinvestasi selama 2-3 tahun, ya ditunggu sampai waktu tersebut. Sebab momen kenaikan harga obligasi baru akan terjadi ketika inflasi sudah mulai mereda dan suku bunga bank turun.

    Pindah ke saham memang bisa membuat naik lebih cepat, tapi itu dengan catatan harganya naik. Bisa saja setelah kamu alihkan malah harga saham turun seperti yang terjadi hari ini di mana saham turun hingga 5%.

    Anda bisa juga averaging down atau mencoba berinvestasi di saham karena valuasi saham sudah agak murah. Semoga bermanfaat.

  2. Muha
    August 20th, 2013 at 09:28 | #2

    Salam Pak Rudiyanto,

    Kemarin Orang tua saya ditawari dari salah satu koperasi yang sdh berdiri sejak th 2008, yaitu Investasi dengan program simpanan berjangka. Dengan suku bunga 25% pertahun atau 2% perbulan. saya cek via online koperasi tersebut sudah punya legalitas; seperti Badan Hukum, izin dari Dinas koperasi Ukm dan perindustrian perdagangan, Izin Nasional unit simpan pinjam, SIUP,TDP,NPWP,HO semua ada…ketika saya tanya tentang kok berani koperasi bisa dan berani membayar 2% perbulan atau 25% pertahun? perwakilan koperasi menjawab; ” koperasi mengalokasikan dana dari nasabah untuk progam pinjaman kepada pelaku ukm/umkm dengan bunga 10-20% dengan sistem harian/mingguan..apakah investasi dengan program tersebut baik untuk orang tua, dan apakah koperasi tersebut bisa dikatan koperasi yang legal dengan program investasinya…dan Mohon ditambahi untuk resiko ketika bergabung menjadi nasabah koperasi tersebut…Terimakasih

  3. wahyu
    August 21st, 2013 at 04:17 | #3

    Pak Rudi, data sebagian besar saham pada tanggal 19 agustus kemarin menunjukkan sedikit koreksi. apakah menurut bapak ini adalah saat yang tepat untuk top up reksadana ? dan analisa bapak kapan titik terendahnya akan tercapai ? terimakasih

  4. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:36 | #4

    @Muha
    Salam Muha,

    Untuk legalitas sebaiknya bisa ditanyakan ke OJK di call center 021 500 655 atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/06/17/bagaimana-mengecek-legalitas-reksa-dana/

    Untuk koperasi sendiri sebetulnya saya tidak terlalu mengerti, sebab sepengetahuan saya, sistem koperasi itu bagi hasil. Artinya dia ambil dana dari anggota, kemudian dipinjamkan dengan bunga tertentu, hasilnya dipotong biaya operasional selanjutnya dibagi lagi kepada anggota sesuai proporsi keuntungannya.

    Koperasi sendiri juga sebetulnya masih bersifat sosial karena dari anggota untuk anggota. Jadi kalaupun dipinjamkan ke anggota, pasti dengan bunga yang bersahabat. Namanya juga koperasi.

    Tapi koperasi yang anda sebut, sudah seperti bank, karena dana diambil dari anggota kemudian dipinjamkan ke orang lain (saya tidak tahu anggota atau tidak) tapi kalau anggota sudah pasti tidak 10-20% per hari / per minggu karena itu sudah tidak sosial lagi. Memang harus diakui, meski bunganya tinggi, karena tidak bankable, masih banyak orang yang bersedia meminjam.

    Bank juga meminjamkan ke orang dengan bunga 30 – 40% per tahun untuk kartu kredit. Tapi pertanyaannya apakah bank memberikan bunga hingga 25% per tahun?

    Demikian pak Muha tanggapan saya, terus terang saya bukan ahli koperasi sehingga tidak tahu soal legalitasnya. Mengenai model bisnisnya, memang sangat menguntungkan tapi menurut saya agak kurang sosial.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  5. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:36 | #5

    @wahyu
    Salam Pak Wahyu,

    Sudah saya jawab di posting terbaru, silakan di baca, terima kasih

  6. Windu
    September 9th, 2013 at 09:29 | #6

    Dear Pak Rudi,

    Terima Kasih atas sarannya,

    Kira-kira jika saya harus berinvestasi 3 juta perbulannya, instrumen investasi apa yang bapak sarankan?
    Dan investasi jangkan panjang untuk persiapan pensiun kira-kira yang paling tepat apa ya pak?

    Terima Kasih,

  7. Rudiyanto
    September 9th, 2013 at 09:38 | #7

    @Windu
    Salam Windu,

    Kalau anda tanya sama yang jualan reksa dana, jawabannya pasti di reksa dana.
    Kalau anda tanya sama financial planner, maka saran saya investasikanlah di sesuatu yang anda pahami. Sepanjang anda yakin bisa menghasilkan 20% per tahun, maka sudah cukup. Berbisnis sendiri juga termasuk berinvestasi. Yang penting menghindari investasi bodong.

    Semoga bermanfaat.

  8. Louice
    September 10th, 2013 at 11:04 | #8

    Pak. tolong tanya, dalam persamaan kinerja reksa dana:
    LnY=a+b1LnX1+b2LnX2+…
    mengapa dlm persamaan tersebut harus di Ln. kan?
    makasih pak..

  9. Rudiyanto
    September 11th, 2013 at 12:32 | #9

    @Louice
    Salam Louice,

    Sudah tanya sama yang buat rumus itu? atau sudah mencoba membaca buku teori dimana rumus tersebut ada? Coba baca juga di buku statistik atau buku forecasting yang membahas tentang penggunaan Ln. Semoga bermanfaat.

  10. Juli
    September 17th, 2013 at 08:18 | #10

    Alow pak

    Apakah bank diperbolehkan untuk membeli reksadana ?

    Pernah ada agen asuransi yg menunjukkan fund fact sheet unit link nya yg katanya dikelola oleh salah satu manajer investasi asing. Apakah perhitungan nab unit link dan nab reksadana sama perhitungannya? dan bagaimana mekanisme pengelolaan dana nsbh via unit link?

    thanks

  11. Rudiyanto
    September 18th, 2013 at 01:10 | #11

    @Juli
    Alow juga Juli,

    Setahu saya ada bank yang membeli reksa dana. Jadi seharusnya Bank diperbolehkan.

    Unit Link pada dasarnya sama dengan reksa dana. Bedanya reksa dana hanya berinvestasi di saham, obligasi dan pasar uang, unit link isinya bisa saham, obligasi, pasar uang dan reksa dana. Ada unit link yang dikelola sendiri sehingga sama seperti halnya reksa dana, ada juga unit link yang isinya reksa dana saja. Ada juga yang campuran dari reksa dana dan portofolio investasi langsung.

    Dalam kasus unit link yang isinya reksa dana, cara menghitung harganya sama saja dengan cara perhitungan NAB/Up reksa dana. Hanya isinya saja yang berbeda. Mekanisme pengelolaannya juga sama. Ada perusahaan asuransi yang rajin dan punya dukungan riset tangguh sehingga mengelola sendiri. Ada juga perusahaan asuransi yang lebih praktis dengan meng -outsource pekerjaan pengelolaan ke Manajer Investasi dengan berinvestasi di reksa dana dan hanya fokus pada penjualan saja.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  12. Effendi
    September 28th, 2013 at 12:18 | #12

    dear pak Rudi,

    Saya sedang menyusun tulisan mengenai derajat diversifikasi. Menurut pak Rudi model pengukuran apa yang paling tepat untuk melihat derajat diversifikasi pada reksadana, dan apakah data yang diperlukan utk bisa didapatkan?

    Terima kasih sebelumnya utk masukan yang diberikan.

    • Rudiyanto
      September 28th, 2013 at 12:55 | #13

      Salam Effendi,

      Boleh dijabarkan seperti apa skripsi yang mau anda susun tersebut?

  13. Hasan Halim
    September 30th, 2013 at 15:00 | #14

    Dear Pak Rudi,

    Saya melihat Trimegah KAS (TKAS) pada tanggal 27 September 2013 mengalami kelonjakan yang sangat signifikan yaitu +92,97%. Kenapa hal ini bisa terjadi menurut Pak Rudi? Setahu saya untuk Reksadana Pasar Uang biasanya hanya berjalan di kisaran 4.5% pa.

    Kalau mau dibilang sangat disayangkan saya tidak masuk Trimegah KAS (TKAS) karena pada awal September saya sudah meminta form dari broker Trimegah untuk masuk TKAS tetapi saya tidak tanda tangani dan tidak saya kirim balik. Padahal jika saya tanda tangani dan kirim balik, tunggu hanya 20 hari saja saya sudah gain +92%, sangat disayangkan.

  14. Hasan Halim
    September 30th, 2013 at 15:35 | #15

    @Hasan Halim
    http://www.trimegah-am.com

    Produk 26 Sep 2013 27 Sep 2013 %
    DMKP 7,440.9555 7,449.0431 0.11
    TKAP 2,756.9109 2,757.6839 0.03
    TSYAS 1,374.6800 1,375.6300 0.07
    TKOM2 1,653.0300 1,653.2700 0.01
    TSYAB 1,976.7000 1,976.4200 -0.01
    TDAT2 1,604.3207 1,604.4525 0.01
    RTDS 2,004.3636 2,004.5284 0.01
    TKAS 1,038.7736 2,004.5284 92.97
    TCOP 1,171.9200 1,177.1800 0.45
    TPTUSD 1.0157 1.0133 -0.24
    TREF 1,171.5417 1,172.1717 0.05
    TPRIM6 1,201.9300 1,200.7100 -0.10
    TRRI 985.5800 984.5700 -0.10
    TRSF 1,025.2200 1,018.2600 -0.68
    TPRIM7 1,013.1600 1,013.5700 0.04
    TRIP 985.5800 1,026.4600 4.15
    TLES2 975.7600 969.2600 -0.67
    TALP 917.7900 918.8700 0.12
    TPRIMV 1,023.2900 1,023.5100 0.02
    TRAMASA 914.8500 915.0000 0.02

  15. Dedi Wahyudi
    September 30th, 2013 at 16:22 | #16

    Salam sejahtera pak Rudi,
    tanggal 30 agustus lalu saya membeli reksadana panin dana prima di kantor panin aset management yg di kelapa gading tapi sampai hari ini saya belum mendapat surat konfirmasinya dan user name dan pasword untuk login di website panin AM yg katanya akan di kirim melalui email juga saya belum terima, bisa kah pak Rudi membantu? Terima kasih pak dan jika pertanyaan saya ini tidak tepat di tulis di sini silakan di hapus saja. Satu lagi pak, selamat atas buku barunya, saya sudah beli langsung di gramedia.

  16. rezky reza pratama
    September 30th, 2013 at 17:29 | #17

    salam pak rudi,

    saya coba melihat prediksi pergerakan pasar modal pada 2014 yang akan berhadapan dengan pemilu 2014 sesuai tulisan bapak (PEMILU, Pilpres 2014 dan Pasar Modal Indonesia). tapi apakah ada potensi lain terjadi diluar pemilu 2014 dimana rupiah yang belum stabil, rencana bank sentral AS yaitu The Fed mengurangi program stimulusnya karena ekonomi AS membaik dan rencana revisi UU pasar modal. dari beberapa indikator tersebut bagaimana pandangan pak rudi untuk pasar modal indonesia di 2014?

  17. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:01 | #18

    @Hasan Halim
    Salam Pak Hasan,

    Kemungkinan ada kesalahan dalam penginputan data. Coba dibandingkan dengan http://www.infovesta.com. Semoga bermanfaat.

  18. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:02 | #19

    @Dedi Wahyudi
    Yth Pak Dedi Wahyudi,

    Sebelumnya saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya sudah sampaikan keluhan anda kepada marketing yang menangani anda langsung yaitu Ibu Evi dan Customer Service. Mudah2an bisa ditangani secepatnya.

    Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

  19. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:05 | #20

    @rezky reza pratama
    Salam Rezky,

    Selalu ada berita buruk yang berpotensi mengancam kestabilan perekonomian dunia. Sebab boom dan bust adalah satu kesatuan dari siklus yang tidak terpisahkan. Untuk itu, dalam berinvestasi dibutuhkan KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN bahwa perusahaan2 yang kita beli tersebut masih tetap eksis dan memberikan keuntungan meskipun the Fed mau mengurangi stimulus, pasar modal mau merevisi UU dan lain2 serta KESABARAN bahwa pada akhirnya perusahaan yang menguntungkan tersebut akan tercermin pada harga sahamnya.

    Untuk 2014, mungkin nanti baru saya buat menjelang itu. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

  20. Rosa
    October 2nd, 2013 at 15:30 | #21

    Selamat sore dan salam kenal Pak Rudi,
    Sy rosa.. Saya adlh mahasiswa tgkat akhir dan sdang dlm proses penyusunan skripsi, tp sy masih bingung unk menentukan judul penelitian. Menurut bpk, permasalahan apakah di sekitar dunia pasar modal yg layak unk diteliti dan akan memberikan manfaat unk perkembangan dunia pasar modal? Sblmnya sy sdh mengajukan judul yg mengukur efektivitas rasio2 dlm analisis fundamental thdp return prshaan tertentu, tp kemudian sy ragu krn sy lihat sdh lmyan banyak penelitian sejenis, walaupun variabel dan alat ukurnya beda.. Sy mulai berpikir bahwa ini akan kurang berkontribusi unk bidang yg saya teliti.. Bagaimana menurut Bpk? Apakah dr pengalaman bpk di dunia pasar modal, kiranya ada suatu permasalahan yg layak unk diteliti??
    Terima ksh sblmnya pak….

Comment pages
1 2 3 4 5 6 28 2579


%d bloggers like this: