Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. Robert
    May 10th, 2019 at 21:14 | #1

    Selamat malam pak.

    Saya investor reksadana pemula. Blogs bapak membantu sekali buat saya untuk belajar.
    Bahkan saya jadi ingin mengambil thesis dengan tema reksadana.

    Agar menyakinkan, saya butuh informasi tentang peran dan manfaat reksadana bagi kemajuan negara Indonesia sebagai latar belakang thesis. Saya pernah mendengar bahwa salah satu ciri negara maju adalah besarnya jumlah masyarakat yang menjadi investor di pasar modal. Tapi tidak spesifik menjelaskan peran reksadana.

    Apa bapak bisa memberi pencerahan untuk saya?

    Buku atau link apa yang bisa saya baca untuk mendalami hal tersebut? Atau kalau saya boleh wawancarai bapak sebagai narasumber thesis Pak?

    Sebelumnya terima kasih banyak atas bantuannya.

    Salam,

    Robert

    gn-gift_guide_variable_c

  2. Robert
    May 10th, 2019 at 21:15 | #2

    @Robert
    Mohon indahkan image nya pak. Tidak sengaja ter klik. Mohon maaf

  3. Rudiyanto
  4. Rudiyanto
    May 14th, 2019 at 13:54 | #4

    @Robert
    Selamat siang pak Robert,

    Untuk topik tersebut saran saya kamu bisa mencari data-data perbandingan seperti negara maju ciri-cirinya apa dan jumlah investornya. Tapi saya tidak tahu apakah akan sejalan atau tidak.

    Mohon maaf saya tidak begitu menguasai topik ini, jadi mewawancarai saya juga rasanya percuma.

    Semoga bermanfaat

  5. nini
    June 15th, 2019 at 11:55 | #5

    selamat siang pak,
    saya mau bertanya kalau untuk menghitung return saham, mengambil harga sahamnya dimana ya? saya ambil harga saham dari yahoo finance tp hasil minus semua rata2 return sahamnya

    terima kasih.

  6. Rudiyanto
    June 18th, 2019 at 15:00 | #6

    @nini
    Selamat Sore Nini,

    Ambil datanya ya di Yahoo Finance. Terus kalau datanya minus, masalahnya apa ?

  7. Jerry
    June 19th, 2019 at 18:01 | #7

    Selamat Malam Pak..

    Saya ada contoh sederhana pak.. Kalau untuk menghitung tingkat kestabilan pertumbuhan laba atau Growth Predictability nya berdasarkan contoh tersebut bagaimana ya? Ada yg bilang sih pakai MS.Excel dgn Formula LOGEST & INDEX tapi saya belum paham.. Mohon bimbingannya

    predictability

  8. Rudiyanto
    June 25th, 2019 at 11:30 | #8

    @Jerry
    Selamat siang Pak Jerry,

    Saya juga tidak begitu mengerti tentang konsep kestabilan pertumbahan laba.
    Bisa coba dibaca lagi buku / teori yang menjadi acuan pernyataan tersebut.

    Terima kasih

  9. mega
    October 9th, 2019 at 20:45 | #9

    pak saya mau nanya kalau mau lihat reksa dana saham konvensional dengan tahun berdiiri serta NAB NYA dimana ya pak saya gak menemukan buat data skripsi saya :(

  10. Rudiyanto
    October 11th, 2019 at 15:35 | #10

    @mega
    Salam bu Mega,

    Saat ini data NAB reksa dana secara historis hanya tersedia di website yang berbayar seperti Infovesta, Bloomberg, Bareksa, Pasar Dana dan sebagainya.

    Kalau belum ada anggaran untuk berlangganan, saran saya bisa mengganti tujuan penelitian anda.

    Semoga bermanfaat

  11. Maria ulfa
    December 4th, 2019 at 11:16 | #11

    Siang pak, saya mahasiswa saya ingin bertanya bagaimana cara melihat suku bung dari imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun?

    Terimakasih pak

    • Rudiyanto
      December 6th, 2019 at 11:30 | #12

      Selamat siang Ibu Maria,

      Bisa di situs penyedia data seperti Infovesta, Bloomberg, dan IBPA. Untuk melihat data historis perlu berlangganan

      Terima kasih

  12. December 8th, 2019 at 17:20 | #13

    Sore pak.
    Bagaimana caara mengetahui saham mana yang bagus dan mengutung kan.??

  13. okta
    December 13th, 2019 at 11:47 | #14

    Siang Pak Rudi, izin bertanya pak, dengan penerapan PSAK 71, 72 dan 73 apakah memiliki dampak langsung terhadap NAB/UP Reksadana pak?

    Terimkasih Pak Rudi

    • Rudiyanto
      December 13th, 2019 at 11:55 | #15

      Siang bu Okta,

      Bisa spesifik apa yg ada di psak tersebut?

  14. Adji
    December 17th, 2019 at 14:50 | #16

    Salam sukses Pak Rudiyanto.

    Saya investor pemula di RD Pendapatan Tetap sudah kurang lebih 3 bulan.
    Metode investasi yang saya pakai DCA.
    Saya menabung RD harian bukan bulanan, walau hanya jumlah kecil.
    Hari ini investasi saya minus padahal di data FFS 3 bulan kondisinya untung > 1%.
    Pertanyaan :
    1. Apakah DCA lebih cocok untuk RD saham saja? atau Pendapatan Tetap/Campuran bisa?
    2. Dari article Pak Rudiyanto, DCA kurang pas untuk RD (lebih baik LS). Adakah strategi lain yang bisa pemula pakai selain DCA ataupun LS?
    3. Seandainya, saya menabung harian dari awal bulan di RD Pasar Uang dan di akhir bulan langsung saya switching ke RD Saham (agar jumlahnya bisa besar), apakah cukup berpengaruh?

    Terima kasih.

  15. Rudiyanto
    December 17th, 2019 at 15:41 | #17

    @Adji
    Selamat sore pak Adji,

    Senang sekali bertambah 1 orang lagi investor di reksa dana ini.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Belum tentu, karena reksa dana saham juga bisa rugi walaupun dilakukan DCA. Tergantung anda cek saldonya tanggal berapa, dilakukan sudah berapa lama, dan kinerja dari reksa dana tersebut. Semua jenis reksa dana bisa dilakukan DCA, termasuk reksa dana pasra uang

    2. Artikel yang mana ya? Mungkin bisa dikasih Linknya. Kalau saran saya, malahan dengan kondisi pasar yang tidak pasti dan penuh dengan gejolak, DCA lebih bagus. Bahkan kalau bisa jangan di 1 jenis tapi 2 atau 3 jenis yang berbeda untuk meminimalkan risiko/

    3. Setahu saya minimal investasi di reksa dana saham itu sudah cukup murah. Di Panin AM sekarang Rp 100.000. Jadi rasanya tidak perlu harus ditabung di reksa dana pasar uang cukup lama kecuali anda memang sedang mencari timing untuk berinvestasi.

    Kalau dikumpulkan sekaligus besar dan masuk ke reksa dana saham, risikonya adalah ketika pas anda masuk harganya tinggi, kerugian yang anda alami lebih besar. Tapi kalau anda yakin dengan timing anda silakan juga.

    Pada dasarnya tidak ada cara yang benar atau salah. Dan keberhasilan investasi reksa dana juga tergantung dari kinerja reksa dana dan kondisi ekonomi. Jika kita sudah disiplin, tapi pas ketemu ketika kinerja reksa dana kurang baik yang disebabkan kondisi ekonomi yang memang sedang melambat, cara apapun, tetap hasilnya bisa negatif.

    Jadi kedisiplinan untuk berinvestasi jangka panjang dan diversifikasi risiko itu yang mungkin akan membuat hasil investasi lebih tidak terlalu fluktuatif.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih

  16. agus yudiawan
    December 22nd, 2019 at 08:17 | #18

    pagi pak. jika berkenan tolong tulis artikel tentang alpha stock yaa heheh

  17. Rudiyanto
    December 23rd, 2019 at 11:04 | #19

    @agus yudiawan
    Selamat siang pak Agus,

    Kalau ada ketemu referensi yang sesuai ya. Tapi tidak janji, terima kasih

  18. hasta nugraha
    February 7th, 2020 at 18:07 | #20

    Selamat sore pak Rudiyanto
    Mau bertanya bagaimana menganalisai Perusahaan Asset Management secara garis besar apakah baik atau biasa saja atau berisiko?
    Adakah faktor2 keuangan yang bisa menggambarkan itu khususnya terkait dengan AUM dan MKBD
    Terimakasih banyak sebelumnya

    Hasta Nugraha
    Bank BTN

  19. Rudiyanto
    February 11th, 2020 at 16:00 | #21

    @hasta nugraha
    Selamat sore pak Hasta,

    MKBD itu lebih tepat ke perusahaan sekuritas karena mereka salah satu kegiatan usahanya adalah memberikan pinjaman dalam bentuk margin. Untuk itu permodalan mereka diukur. Semakin besar tentu semakin baik.

    Dalam konteks Manajer Investasi menjadi kurang relavan karena tidak ada bisnis margin seperti halnya sekuritas.

    AUM bisa menunjukkan kemampuan manajer investasi dalam menghimpun dana. Semakin besar, tentu menunjukkan manajer investasi ini mampu dipercaya oleh investor dan agen penjualnya.

    Secara bisnis, dengan dana kelolaan yang besar, tentu keberlangsungan perusahaan tersebut lebih baik dibandingkan manajer investasi dengan dana kelolaan yang lebih kecil.

    Namun seiring dengan banyaknya kasus belakangan ini, AUM besar memang bagus, tapi mesti dilihat dulu bagaimana cara mereka membesarkan AUMnya.

    Apabila kebanyakan di reksa dana terproteksi, umumnya memiliki margin yang rendah. Jadi sekalipun besar, belum tentu keuntungan yang dihasilkan sebanding dengan reksa dana non terproteksi. Namun pada prinsipnya kalau margin tipis, ya jual saja sebesar besarnya.

    Reksa dana terproteksi memiliki risiko yang berbeda dengan reksa dana lainnya. Karena investasi hanya di 1 perusahaan, maka ketika terjadi gagal bayar, secara teori memang manajer investasi tidak menanggung, tapi secara reputasi akan menjadi sangat bermasalah bagi perusahaan apalagi jika terproteksi tersebut dimiliki masyarakat luas.

    Jadi manajer investasi yang dana kelolaannya besar di reksa dana terproteksi, harus dilihat lagi isi-isi aset dasarnya. Apakah mereka mengambil obligasi yang berisiko tinggi atau tidak. Dari sudut pandang manajemen risiko.

    Yang sangat-sangat berisiko adalah apabila besarnya dana kelolaan didapat dari reksa dana konvensional non terproteksi, kemudian manajer investasi menjanjikan fixed return sebagaimana yang diberitakan belakangan ini. Menjanjikan fixed return saja sudah melanggar aturan, belum lagi risiko bisnis apabila janji tersebut tidak dapat ditunaikan sehingga berpotensi mendapatkan gugatan dari nasabah.

    Analisa perusahaan aset manajemen itu memang kuantitatif dan kualitatif. Faktor kuantitatif seperti performa produk dan besarnya AUM bisa menjadi pertimbangan. Sementara faktor kualitatif adalah di tata kelolanya. Apakah manajemen transparan? Apakah ikut dalam saham2 bermasalah? Dalam memilih mitra seperti sekuritas dan bank kustodian apakah dilakukan secara profesional? Dan sebagainya

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih

  20. March 12th, 2020 at 03:43 | #22

    Usul saya, Bagaimana cara membuat orang tertarik menjadi investor pasar modal? Atau bagaimana cara meningkatkan jumlah investor pasar modal 10 x lipat dalam 5 tahun.

    Pertanyaan yang bagus Menarik juga

Comment pages
1 27 28 29 2579


%d bloggers like this: