Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. Rudiyanto
    July 23rd, 2016 at 23:34 | #1
  2. Johannes angkawijaya
    October 16th, 2016 at 20:05 | #2

    Hai pak Rudi ? Saya ad baca wallstreet mojo mengenai cfa dgn cmt (cfanya analisa teknikal saham, forex and future). Hanya bertanya pendapat menurut Bapak mana lebih bagus cfa atau cmt ?

  3. Rudiyanto
    October 19th, 2016 at 01:10 | #3

    @Johannes angkawijaya
    Salam Pak Johannes,

    Saya tidak begitu familiar dengan CMT. Jadi tidak bisa komentar bagus atau tidak.
    Punya CFA juga tidak jaminan bagus, tapi paling tidak menjadi keunggulan dibandingkan orang lain yang tidak punya.

    Terima kasih

  4. Joy
    November 16th, 2016 at 06:20 | #4

    Hello pak rudy.,saya ingin bertanya kepada bapak..saya ingin mendirikan sebuah perusahaan investasi atau mungkin sebuah capital management..sekiranya apa saran yang bisa bapak berikan?
    saya berumur 26 tahun dan sedang melakukan pekerjaan analisis sekuritas dan akan mendirikan sebuah perusahaan jika tidak ada halangan, tetapi saya masih belum mengerti apa yang sekiranya dibutuhkan untuk mendirikan sebuah perusahaan investasi atau capital management..mohon kiranya diberikan sedikit masukan dari bapak yang sudah berpengalaman mengelola dana bersama.
    Thank You.!

  5. Rudiyanto
    November 23rd, 2016 at 17:58 | #5

    @Joy
    Salam Pak Joy,

    Saya salut dengan semangat anda untuk berwiraswasta. Tapi untuk pasar modal, memang dibutuhkan modal tidak kecil. Saat ini masih belum memungkinkan bagi pelaku usaha di Indonesia untuk membuat perusahaan manajer investasi yang resmi dengan skala UMKM.

    Untuk lebih detailnya, anda bisa mengecek ke website OJK tentang kewajiban yang harus dipenuhi seperti
    https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwidgIuP3L7QAhVJNo8KHaafDBAQFggZMAA&url=http%3A%2F%2Faria.bapepam.go.id%2Freksadana%2Ffiles%2Fregulasi%2FV.A.3%2520Perizinan%2520Perusahaan%2520Efek%2520Yang%2520Melakukan%2520Kegiatan%2520Usaha%2520Sebagai%2520Manajer%2520Investasi.pdf&usg=AFQjCNFt9MSrWEAzlRIDQ0f6pC2dg8Ew1Q&sig2=Dt63SgFmS-DZX8pCsJ0Lqw&bvm=bv.139782543,d.c2I dan
    http://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/regulasi/peraturan-ojk/Pages/8peraturan-otoritas-jasa-keuangan-tentang-pedoman-pelaksanaan-fungsi-fungsi-manajer-investasi.aspx

    Semoga bermanfaat

  6. Joy
    November 24th, 2016 at 21:45 | #6

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak@Rudiyanto

  7. Joy
    November 24th, 2016 at 21:46 | #7

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak.@Rudiyanto

  8. alifia miladiya
    December 21st, 2016 at 11:22 | #8

    selamat siang pak rudi saya mau tanya?

    Menurut anda, kapan Indonesia mampu melunasi utang-utangnya tersebut? Jelaskan dengan forcasting yang ditail!

  9. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 22:14 | #9

    @alifia miladiya
    Salam Ibu Alifia,

    Sepengetahuan saya hampir seluruh pemerintahan negara di dunia memiliki hutang termasuk negara kaya minyak seperti Arab Saudi. Tugas dari pemerintahan adalah untuk mengadministrasikan keadilan sosial. Dalam pemahaman saya, keadilan sosial bukan bantuan sosial, tapi tugas yang lebih mendasar seperti pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat, memastikan seluruh masyarakat berkesempatan untuk menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak baik dengan cara membangun sekolah dan rumah sakit ataupun memberikan subsidi seperti program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat, membuat regulasi peraturan untuk menjaga agar kegiatan bisnis bisa berkompetensi secara wajar, dan menyelenggarakan keamanan dan pertahanan negara. Jangan lupakan juga gaji untuk membayar penyelenggaranya mulai dari PNS, Polisi, TNI, Hakim, Kepala Daerah dan Negara hingga Anggota DPR dan DPRD.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, pemerintah tentu butuh sumber pendanaan yang bisa berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak seperti ekspor minyak dan gas. Di kebanyakan negara, seringkali pendapatan yang diterima negara lebih kecil daripada pengeluarannya sehingga terjadi kondisi defisit. Untuk menutupi defisit tersebut, cara yang bisa dilakukan adalah menaikkan pajak, melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk bisa diekspor, atau jika tidak cukup juga ya dengan berutang.

    Bisa saja pemerintah memilih untuk tidak berutang, tapi konsekuensinya, akan mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam mengadministrasikan keadilan sosial. Sebab berbeda dengan perusahaan yang mencari untung, dimana antara gaji yang dibayarkan akan dihitung berapa pendapatan yang didapat, untuk gaji untuk penyelenggara negara tidak demikian. Sebab tidak semua penyelenggara negara berorientasi mencari keuntungan.

    Saat ini hampir 70% pendapatan negara berasal dari pajak baik yang dibayarkan oleh perusahaan ataupun perorangan. Ironisnya dari jumlah penduduk Indonesia, berdasarkan pemberitaan media baru sekitar 11% yang punya NPWP atau sekitar 27 juta orang. Itupun yang lapor SPT hanya 10 juta orang dan bayar kekurangan SPT hanya 100rb orang. http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160218092753-78-111720/hanya-11-persen-penduduk-yang-memiliki-npwp/

    Jadi kondisi ini terus berlanjut, maka hutang Indonesia tidak akan pernah lunas. Kapan bisa lunas? jika seluruh penduduk usia kerja yang memiliki penghasilan membayar pajak sesuai ketentuan. Pada saat itu, niscaya perusahaan sudah tidak membutuhkan pendanaan dari hutang lagi.

    Demikian forecasting saya, semoga bermanfaat.

  10. Daniel Erwin Kwee
    January 5th, 2017 at 11:39 | #10

    Selamat siang Pak Rudi,

    Mohon bimbingannya. Saya memiliki anak berusia 2 tahun dan kebetulan mendapatkan angpau dari neneknya di US sebesar USD 500. Saya berkeinginan untuk menaruh uang tersebut di reksadana untuk keperluan pendidikannya di jangka menengah sampai jangka panjang.

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Sebaiknya dirupiahkan dahulu baru kemudian dimasukkan ke reksadana atau dibiarkan dalam Reksadana USD?

    2. Kira2 reksadana jenis apa (baik dalam rupiah/usd) yang cocok untuk tujuan saya?

    3. Kira2 produk reksadana dari manajer investasi mana yang bapak sarankan untuk tujuan saya? Saya akan terima pendapat bapak sebagai perbandingan dalam saya mencari lainnya.

    4. Apakah lebih baik membeli reksadana yang masih tergolong baru/belum lama launching (mumpung harga per unitnya masih rendah) atau tetap beli reksadana yang sudah tergolong dahulu biarpun harga per unitnya tinggi tp performa bagus?

    Terima kasih & salam,
    Daniel

  11. Rudiyanto
    January 6th, 2017 at 18:23 | #11

    @Daniel Erwin Kwee
    Salam Pak Daniel,

    Senang sekali mengetahui anda mempercayai reksa dana sebagai bagian dari perencanaan jangka keuangan anda. Sehubungan dengan pertanyaan anda :

    1. Tergantung nanti sekolahnya mau kemana pak. Kalau uang sekolahnya bayar pakai USD, maka bisa di reksa dana USD dan sebaliknya kalau uang sekolahnya bayar pakai Rp maka di reksa dana Rp.

    2. Jenis yang cocok sebenarnya disesuaikan dengan masa investasi. Misalkan antara 1 – 3 tahun reksa dana pendapatan tetap, 3 – 5 tahun reksa dana campuran dan > 5 tahun reksa dana saham.

    Apabila anda memiliki tujuan keuangan yang membutuhkan USD dan disiapkan dengan Rp atau sebaliknya, nanti pas mau dipakai anda masih harus pusing dengan risiko kursnya

    3. Untuk jenis yang cocok apabila di atas 5 tahun adalah reksa dana saham. Kalau untuk nama, pertanyaan ini sebenarnya tidak tepat ditanyakan ke saya karena sebagai orang yang mencari nafkah di Panin Asset Management, tentu saya akan mengutamakan produk dari perusahaan ini.

    Memang harus diakui bahwa secara performa, mungkin produk di tempat saya bekerja sekarang bukan yang nomor 1, tapi yang namanya peringkat berubah dari waktu ke waktu. Kadang ada produk yang kinerjanya bagus kemudian tidak bagus di tahun selanjutnya dan sebaliknya.

    Namun saya pastikan semua orang yang bekerja di perusahaan ini selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada nasabahnya, tidak hanya dari sisi performa tapi juga layanan. Perbaikan dan peningkatan kinerja juga kami lakukan dari waktu ke waktu.

    Apabila anda ingin mengetahui pilihan reksa dana yang ada, saran saya bisa cek ke http://www.infovesta.com. Di situ tersedia data reksa dana seluruh Indonesia.

    4. Untuk pertanyaan ini bisa baca di http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/17/091345626/Reksa.Dana.Murah.dan.Mahal.Mana.yang.Lebih.Baik.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan dan semoga bermanfaat dalam perencanaan keuangan anda. Terima kasih

  12. Daniel Erwin Kwee
    January 6th, 2017 at 18:57 | #12

    Terima kasih Pak Rudi utk penjelasannya.

    Barusan saya membaca salah satu prospektus reksadana usd sesuai saran bapak melihat di infovesta.com, bahwa reksadana tidak dijamin pemerintah dan bank indonesia.

    Apakah hanya reksadana usd saja yg tidak dijamin atau reksadana idr jg tdk dijamin?

    Kalau bank ad LPS sbagai penjamin, nah klo reksadana siapa pak klo boleh tahu?

    Terima kasih & salam

  13. Galang
    February 1st, 2017 at 11:53 | #14

    Selamat siang Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya soal prosedur pembelian bond khususnya government bond (SUN) di pasar sekunder.

    Setahu saya, salah satu cara untuk membeli bond adalah mendatangi salah satu bank yang menyediakan jasa broker dan membuka rekening tersendiri utk keperluan pembelian bond. Saya asumsikan di situ diperlukan investasi dana minimal di rekening sebelum dikonfirmasi oleh dealer bank.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ada proses yang dibolehkan, legal, untuk menemui pemilik bond secara langsung dan menawarkan pembelian bond-nya, langsung dalam negosiasi? Yang saya ingin ketahui apakah ada cara di mana saya bisa menghubungi pemilik bond langsung untuk bernegosiasi.

    Atau caranya harus selalu melalui perantara seperti bank dan perusahaan manajer investasi? Jika melalui manajer investasi, seperti apa prosedur umumnya?

    Terima kasih

  14. Rudiyanto
    February 1st, 2017 at 15:54 | #15

    @Galang
    Salam Pak Galang,

    Untuk pembelian obligasi pemerintah, memang hanya bisa dilakukan melalui agen penjual seperti bank dan sekuritas yang terdaftar.

    Anda memang bisa menghubungi pemilik obligasi pemerintah secara pribadi dan bernegosiasi. Namun untuk proses transaksinya tetap harus melalui bank dan perusahaan sekuritas.

    Untuk Manajer Investasi, izinya hanya berbentuk pengelolaan dana. Jadi anda bisa membeli reksa dana yang ada isi obligasi pemerintahnya. Namun kalau mau beli obligasinya langsung tidak bisa.

    Untuk prosedurnya, saran saya anda bisa coba menghubungi :

    Panin Sekuritas Kantor Pusat
    Gedung Bursa Efek Indonesia , Tower II Suite 1705
    Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan 12190, Indonesia
    Tel.: (62-21) 515 3055 – (62-21) 2977 3600
    Fax: (62-21) 515 3061
    E-mail: info@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  15. Ananda
    February 13th, 2017 at 21:39 | #16

    Pak rudiyanto saya ingin bertanya .
    Saya memiliki obligasi bank bdn tahun 88 peninggalan kakek saya dan masa berlakunya 30 tahun (valid sampai 2018 )
    Saya sudah berkonsultasi dengan pengacara . Namun pihak bank mandiri mengelak dan mengatakan mungkin itu palsu dikarenakan uang dalam obligasi cukup besar .
    Karena ayahanda pak rudiyanto sudah pernah mengurusi obligasi bank bdn . saya ingin menanyakan , apakah ayahanda bapak mengalami kesulitan yang sama ?
    Terimakasih

  16. Rudiyanto
  17. rofano
    February 20th, 2017 at 10:49 | #18

    Pak Rudiyanto

    tahun lalu saya tertarik dengan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh , oktober 2016 saya investkan dana saya di produk Panin Dana Infrastuktur Bertumbuh hanya dari pantauan saya tiap bulan mengapa dana saya tidak bertumbuh di produk ini ? cendrung warna merah dan turun terus

    Boleh tolong dijelaskan kenapa seperti ini Pak?
    asumsi saya dengan pemerintahan Jokowi banyak bangun dan perbaiki infrastruktur harapan saya produk ini melejit naik bertambah dan warna hijau terus namun yang terjadi justru sebaliknya erah terus

    saya akan liat sampai 6 bulan ( artinya akhir maret ) jika masih merah dan turun terus apakah layak tetap dipertahankan Pak ?

    mohon advise nya

  18. Rudiyanto
    February 21st, 2017 at 00:22 | #19

    @rofano
    Selamat malam pak Rofano,

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya kepada Panin Asset Management.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda mengenai kinerja reksa dana, perkenankan saya jelas sedikit mengenai cara kerja reksa dana.

    Setiap reksa dana saham memiliki karakteristik pengelolaan tersendiri seperti Panin Dana Maksima yang memilih saham dengan pendekatan value investing, Panin Dana Prima yang lebih aktif dalam bertransaksi dan berpindah sektor dan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh yang fokus pada sektor berkaitan dengan infrastruktur.

    Namun apapun gaya pengelolaannya, reksa dana saham baru bisa naik jika harga saham yang dibelinya ikut naik. Bedanya, misalkan saham secara umum, dalam hal ini IHSG naik (misalkan) 10%, dengan gaya masing-masing ada yang bisa dapat di atas 10%, ada juga yang ternyata pilihan saham atau strategi jual belinya kurang tepat sehingga dapatnya dibawah 10%.

    Harga saham sendiri bisa naik atau turun tergantung pada fundamental dan sentimen. Dari sisi fundamental misalkan jika saat ini banyak pembangunan dan perbaikan infrastruktur, maka perusahaan yang mendapat proyek tersebut dan perusahaan terkait seperti bank yang meminjamkan dananya akan mengalami kenaikan omset dan laba bersih.

    Dari sisi sentimen, meskipun fundamental perusahaan bagus, namun karena ada gejolak seperti Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden AS yang di luar dugaan banyak orang, Pilkada dalam negeri yang sepanas Pilpres, menyebabkan investor lokal dan luar negeri menjadi kurang nyaman.

    Kombinasi dari kedua faktor tersebut yang menyebabkan perubahan pada harga saham sehari-hari.

    Berikut ini adalah grafik perbandingan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh dan IHSG periode Oktober 2016 – Februari 2017. (Klik Link) http://wp.me/a3VhLk-1JG atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2017/02/Screen-Shot-2017-02-20-at-11.50.09-PM.png

    Sejak Oktober 2016, faktor ketidakpastian politik ternyata lebih mendominasi dibandingkan kinerja fundamental. Alhasil kinerja IHSG pada periode tersebut juga masih negatif, begitu pula kinerja reksa dana.

    Dalam kondisi IHSG negatif, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan tingkat return yang positif.

    Untuk itu, tanpa bermaksud membela, saya sangat memahami bahwa yang penting bagi investor seperti pak Rofano adalah keuntungan. Namun dalam kondisi IHSG secara umum yang turun, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan keuntungan. Yang bisa dia lakukan adalah menjaga agar tingkat penurunannya tidak sedalam IHSG. Syukur2 jika bisa agak positif.

    Untuk menjawab pertanyaan bapak apakah sebaiknya tetap dipertahankan atau tidak, yang bisa saya sarankan :

    1. Jika memang IHSG sedang turun, sebaik apapun kinerja reksa dana tetap akan ikut turun. Walaupun sebagai investor kita tidak suka dengan yang namanya penurunan, namun hal ini adalah risiko yang memang harus kita hadapi.

    Investasi saham pada dasarnya adalah investasi jangka panjang, untuk itu perlu diberikan waktu yang cukup agar kinerja bisa berkembang dengan baik. Berapa lama? Idealnya di atas 5 tahun.

    2. Apabila kita tidak merasa nyaman dengan risiko tersebut, dalam artian kita mengharapkan 6 bulan harus untung, apapun kondisinya, mungkin reksa dana saham bukan jenis yang sesuai. Bisa memilih reksa dana yang lebih konservatif seperti campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

    3. Apabila kita bisa menerima risiko tersebut, maka keputusan untuk mempertahankan atau tidak suatu reksa dana adalah membandingkan kinerja reksa dana dengan indeks yang sebanding. Misalkan untuk reksa dana saham kita bandingkan dengan IHSG. Jika IHSG +10, reksa dana kita bisa +10 atau bahkan lebih, maka ada baiknya dipertahankan.

    Namun jika IHSG +10, ternyata kinerja reksa dana kita kurang dari itu, tinggal seberapa lama kita mau memberikan kesempatan kepada manajer investasi. Misalkan ternyata dalam 6 bulan atau 1 tahun ke depan, masih tetap kalah maka ada baiknya kita alihkan ke reksa dana lain yang menurut kita lebih baik.

    Kalah dengan IHSG tidak berarti harus return negatif atau merah seperti istilah anda. Bisa juga IHSG naik 20%, reksa dana kita hanya naik 10%. Walaupun untung 10%, tetap dianggap tidak baik karena kalah dengan reksa dana sejenis. Hanya saja, kita perlu memberikan waktu yang cukup. Menurut saya minimal 1-2 tahun, tapi saya serahkan kepada masing-masing orang.

    Untuk melihat kinerja reksa dana Panin AM dibandingkan indeks bisa dilihat di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx (anda bisa melihat kinerja periode yang diinginkan)

    4. Alternatifnya, anda bisa mengurangi risiko dengan cara melakukan timing pasar. Artinya anda masuk ketika IHSG secara valuasi murah. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan harga yang relatif lebih rendah. Atau jika kesulitan untuk mencari kapan waktu yang tepat, bisa dilakukan dengan investasi secara berkala setiap bulan.

    Pada akhirnya mau melihat sampai akhir Maret, akhir tahun, atau berapapun periode ke depan, sepenuhnya adalah hak anda sebagai seorang investor reksa dana. Jikalau ternyata sampai pada periode tersebut ternyata kinerja reksa dana masih belum memuaskan bagi anda, adalah hak pak Rofano juga untuk mencairkan.

    Saya mohon maaf apabila ternyata pada periode investasi anda, kinerjanya belum terlalu memuaskan. Semoga di periode ke depan, kinerja IHSG bisa membaik dan diikuti oleh kinerja reksa dana.

    Demikian saran dari saya, semoga bermanfaat

  19. rofano
    February 22nd, 2017 at 13:21 | #20

    Dear Pak Rudi

    terima kasih untuk penjelasannya , saya akan keep Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh karena tujuan saya menabung untuk jangka panjang dan saya optimis Indonesia pasti jadi lebih baik dengan usaha pemerintahan Jokowi .

  20. Rudiyanto
    March 3rd, 2017 at 13:11 | #21

    @rofano
    Salam Pak Rofano,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Semoga bisa terbalas dengan kinerja yang memuaskan di periode mendatang.

Comment pages
1 23 24 25 26 27 28 2579


%d bloggers like this: