Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. erric
    February 11th, 2013 at 14:06 | #1

    selamat siang pak rudiyanto, saya ingin bertanya dimana saya bisa mendapatkan laporan keuangan reksadana utk tahun 2000 – 2011, apakah tersedia atau tidak terima kasih

  2. Rudiyanto
    February 13th, 2013 at 08:37 | #2

    @erric
    Salam Eric,

    Itu sudah seperti Mission Imposible. Kalau laporan keuangan 1 tahun terakhir masih bisa, tapi kalau sudah 10 tahun kayaknya udah susah.

    Laporan keuangan bisa diakses di website masing2 MI. Kalau untuk Panin Asset Management bisa di http://www.panin-am.co.id/ViewForms.aspx?id=prospectus

  3. February 14th, 2013 at 22:15 | #3

    Halo Pak Rudi,

    perkenalkan saya William, baru pulang selesai kuliah Master di Amerika. Di sana saya mulai belajar tentang peluang mutual funds dan baru di Indonesia melihat sudah ada produk investasi ekivalennya yaitu reksa dana. Ada satu yang saya agak bingung ketika melihat fund performance dari bank HSBC:
    https://www.hsbc.co.id/1/2/miscellaneous_en_US/others/hsbc-premier-promo/fund-flash

    Secara umum, performance fund yang US Dollars terlihat lebih rendah daripada fund yang dananya di Rupiah. Ini terlihat jelas terutama sekali di bagian equity. Apakah ini berarti sebaiknya kita tidak usah menanam investasi kita di produk reksadana yang US Dollar? Ataukah investasi yang di Rupiah memang kenyataannya lebih baik returnnya selama ini? Mohon penjelasan Pak Rudi akan untung ruginya investasi reksa dana yang berada di Rupiah dan US Dollar jika melihat di fund flash dari HSBC di atas. Terima kasih atas penjelasannya.

  4. Rudiyanto
    February 14th, 2013 at 22:44 | #4

    @William Mamudi
    Malam William,

    Senang sekali, ada satu lagi putra-putri terbaik yang mengenyam pendidikan di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk membangun negeri ini. Mudah2an, pengalaman dan pengetahuan anda di sana bisa bermanfaat negeri ini.

    Terkait pertanyaan anda, terutama yang Equity Fund, apakah boleh saya simpulkan bahwa yang anda soroti hanya satu reksa dana yang berbasis USD yaitu Manulife Greater Indonesia Fund? Jika benar, kalau boleh tahu berdasarkan return periode berapa lama anda menyimpulkan bahwa kinerja yang USD lebih rendah dari Rupiah? apakah dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau YTD?

    Kemudian, baik buruk itu relatif. Misalkan hasil investasi 6 bulan terakhir adalah 5.46%. Memang jika dibandingkan dengan reksa dana yang sejenis kelihatannya agak rendah. Namun yang harus anda lihat itu adalah bahwa hasil investasinya bukan dalam Rupiah namun dalam bentuk USD. Apakah return 5.46% dalam USD itu tinggi? buat yang tahu deposito USD hanya memberikan bunga seupil, bisa dikatakan angka ini relatif tinggi.

    Kemudian, katakan anda membeli reksa dana Rupiah yang return 6 bulannya paling tinggi berdasarkan fund flash tersebut, yaitu BNP Paribas Pesonah Amanah yang returnnya 11.53%. Anggaplah 6 bulan yang lalu anda punya uang 10.000 USD dan ketika itu USD (misalnya) Rp 9500 per 1 USD. Berarti anda membeli reksa dana tersebut senilai Rp 95 juta dan kemudian untung 11.53% berarti uang anda menjadi Rp 105,95 juta. Kemudian anda mau menguangkan kembali ke USD, eh pas mau diuangkan Rupiah lagi loyo seperti sekarang sehingga dapatnya Rp 10.000 per 1 USD. Alhasil, Rp 105,95 juta yang anda punya hanya menjadi 10.595 USD. Dari modal anda yang 10.000 menjadi 10.595 anda hanya untung 5.95%. Bandingkan dengan 5.46% di atas, apakah masih bisa disebut rendah?

    Ketika melihat reksa dana dalam kacamata USD dan Rupiah, kita tidak bisa hanya melihat % keuntungan saja namun juga memperhatikan risiko nilai tukar. Buat orang Indonesia yang memegang Rupiah dan mengakui keuntungan dalam bentuk Rupiah memang lebih menguntungkan dalam bentuk reksa dana Rupiah, namun buat investor asing misalnya dari USA, maka perbedaan kurs tersebut merupakan hal penting yang wajib diperhatikan karena mereka mengukur keuntungan dari USD yang dikeluarkan vs USD yang diterima. Untungnya buat mereka, ketika membeli USD maka hasilnya juga dalam USD, sehingga dia tidak perlu khawatir sulit menukarkan uangnya kembali lagi.

    Demikian masukan dari saya. Ingat, saya tidak mengatakan bahwa reksa dana di atas bagus atau tidak bagus, saya hanya memberikan gambaran bahwa hasil keuntungan reksa dana dalam Rupiah dan USD tidak bisa dibandingkan head to head begitu saja. Semoga bermanfaat

  5. William Mamudi
    February 15th, 2013 at 00:06 | #5

    @Rudiyanto
    Ah, ya memang Amerika banyak peluang investasi mutual funds kalau ingin serius dipelajari. Saya banyak belajar tentang itu di sela2 waktu kuliah karena saya tidak ingin terbawa2 gaya hidup konsumtif ala Amerika. Saya perhatikan orang Amerika umumnya tidak begitu melek finansial dan lebih suka hidup konsumtif dengan mengandalkan kredit dan hutang walaupun tidak akan pernah lunas dibayar sampai tua(!). Dulu bank saya di Amerika (PNC) yang menjelaskan peluang investasi dengan mutual funds:
    http://pncfunds.com/Funds_Performance/Performance_Summary/Show_All/default.fs

    , tetapi tidak saya ambil karena hukum pajak di Amerika lumayan rumit untuk pelajar internasional dan bikin pusing. Saya agak menyesal juga, karena Mutual Funds yang equity di Amerika memberikan return yang cukup besar beberapa tahun terakhir ini, bisa sampai double digit.

    Ya2, saya fokus ke reksa dana untuk Manulife Greater Indonesia Fund. Saya perhatikan performanya dari 1 bulan (-2.38%), 3 bulan (0.99%), 6 bulan (5.46%), 1 tahun (2.95%) atau YTD (2.95%) bisa dibilang memang relatif tidak ada yang sebesar reksadana dalam rupiah untuk equity. Tapi sekarang saya jadi tertarik setelah melihat performance reksadana US Dollar di Balanced dan Fixed Income karena mereka ini justru performance-nya lebih baik dari pada yang equity untuk US Dollars. Untuk Batavia USD Balanced Asia, Schroeder USD Bond Fund, BNP Paribas Prima USD, dan BNP Paribas Prima Asia USD semuanya memberikan return yang lebih tinggi daripada Manulife Greater Indonesia Fund. Apakah ini karena investor dengan US Dollar lebih suka bermain aman di Fixed Income daripada Equity? Menarik juga, karena biasanya kita berharap equity yang akan memberikan return lebih besar untuk jangka panjang.

    Saya lupa kalau nilai tukar dollar-rupiah harus diperhitungkan juga, tentunya 5.95% versus 5.46% dari contoh Pak Rudi memberikan sudut pandang baru akan kalkulasinya. Walaupun bisa jadi beberapa investor (domestik maupun asing) tetap mengincar keuntungan yang lebih tinggi walaupun hanya berbeda beberapa ratus dollar saja.

  6. William Mamudi
    February 22nd, 2013 at 15:30 | #6

    @Rudiyanto

    Pak, pas saya baca2 artikel tentang strategi investasi di investopedia, saya tertarik dengan strategi ‘Dogs of the Dow’ yang terdengar sangat sederhana sekali:
    http://www.investopedia.com/university/stockpicking/stockpicking8.asp#axzz2LUL6QiLX

    Menurut Bapak apakah strategi ini bisa diterapkan di dunia investasi Indonesia (misal mengacu pada IHSG, atau apa yang menurut Pak RUdi lebih pas selain IHSG di Indonesia), dan apa saja kelebihan dan kekurangannya jika diterapkan pada IHSG? Mungkin Pak Rudi bisa membuat artikel tentang ini jika taktik ‘Dogs of the Dow’ (atau jadinya ‘Dogs of IHSG’ dong kalau mengacunya pada IHSG dan bukan Dow Jones, hehehehe…) ini diadaptasikan untuk investasi di IHSG beserta tabel perbandingan Average Returnnya dari tahun 80′an sampai sekarang? Terima kasih atas penjelasannya.

  7. Rudiyanto
    February 23rd, 2013 at 11:28 | #7

    @William Mamudi
    Salam William,

    Kalau bisa pertanyaan yang sama, apalagi yang ada linknya jangan ditanyakan sekaligus di berbagai artikel. Sebab oleh antivirus di blog ini dianggap sebagai SPAM.

    Artikel yang agak2 menjawab pertanyaan tersebut sudah pernah saya bahas di strategi income investing. Anda bisa coba2 baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/26/dividendinvesting/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/06/20/strategi-investasi-income-investing-2-mengenal-dividend-yield/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/06/28/strategi-income-investing-3-mencari-saham-dengan-dividend-yield-setara-deposito/

    Coba anda pelajari dahulu. Dan sebetulnya kalau investasinya adalah reksa dana, biarlah Manajer Investasi yang memikirkan strategi investasinya. Kita tinggal duduk manis melihat hasil saja.

  8. William Mamudi
    February 25th, 2013 at 19:22 | #8

    @Rudiyanto
    Halo Pak Rudi,

    wah maaf agak merepotkan Pak. Soalnya dulu Pak Rudi pernah bilang kalau blog ini ada sedikit gangguan karena sedang migrasi sistemnya oleh pengelola website kontan, jadi seringkali komentar yang diupload tidak bisa muncul dan Pak Rudi sendiri yang pesan agar kita terus mencoba sampai komentar yang ditulis bisa muncul. Saya sendiri bingung kenapa komentar saya tidak muncul2, dan ternyata Pak Rudi bisa terima semuanya. Saya sendiri tidak bermaksud spam, tapi ya susah juga kalau komentar yang kita tulis menghilang begitu saja setelah kita ‘submit comment’.

  9. Rudiyanto
    February 26th, 2013 at 08:39 | #9

    @William Mamudi
    Salam William,

    Ganggan memang pernah terjadi dulu, namun tidak sering. Pada saat terjadi gangguan, saya memang meminta untuk mencoba kembali, namun setelah itu, bagusnya sudah tidak ada gangguan lagi.

    Memang sistem komentar disini menggunakan moderasi, karena kalau tidak, setiap hari bisa ada ribuan komentar spam. Karena sudah kebanyakan spam, akhirnya saya minta tolong kepada pihak Kontan untuk memasang antivirus di blog ini, untunglah setelah itu, saya tidak perlu memoderasi ribuan komentar2 spam lagi. Namun efeknya, komentar yang bukan spam, harus ada approval secara manual baru bisa ditampilkan. Namun saya selalu mengusahakan mengecek pada waktu istirahat sehingga komentar yang disubmit tidak harus menunggu terlalu lama.

    Terima kasih

  10. selvi
    March 2nd, 2013 at 19:29 | #10

    salam kenal,pak….

    saya temannya voni :)

    saya masih pemula soal reksadana,ada beli bbrp produk tp msh jmlh kecil. mohon masukkan, produk apa yg return nya bgs??
    apa akan berpengaruh dgn pajak tahunan saya jika saya beli dlm jmlh besar? –>saya pun belum mengerti soal pajak tahunan:(

    makasih sebelomnya:)

  11. Rudiyanto
    March 4th, 2013 at 09:40 | #11

    @selvi
    Salam Kenal juga Selvi,

    Untuk produk apa yang returnnya bagus, kamu bisa melihatnya di website infovesta.com. Semua hasil investasi yang kamu peroleh dari reksa dana itu bukan objek pajak. Reksa dana dala laporan pajak tahunan dilaporkan sebagai aset, sama seperti kamu punya kendaraan, rumah, atau perhiasan. Dan aset, itu tidak dikenakan pajak penghasilan.

    Semoga bermanfaat.

  12. kurniawan
    March 6th, 2013 at 08:00 | #12

    Pak Rudy,

    Saya baca di kontan , ada RDPT yg bebasiskan proyek (note:mungkin maksudnya memberikan hutang untuk pelaksanaan proyek) dgn imbal hasil 25% per tahun.

    Batavia Prosperindo akan rilis RDPT
    http://investasi.kontan.co.id/news/batavia-prosperindo-akan-rilis-rdpt/2013/03/05

    Bukankah ini berarti RDPT berbasikan proyek lebih beresiko daripada RDS ?
    Karna menurut saya RDPT seharusnya berisi obligasi korporat dengan peringkat tinggi bukan obligasi untuk pendanaan proyek baru .

    Bagaimana pendapat pak rudy ?

  13. Rudiyanto
    March 7th, 2013 at 18:15 | #13

    @kurniawan
    Pak Kurniawan,

    Reksa Dana Penyertaan Terbatas itu berbeda dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap karena tidak harus berinvestasi pada Obligasi. RD Penyertaan Terbatas, berinvestasi pada Proyek. Proyek itu bentuknya bisa saham, bisa pula hutang (obligasi).

    Risiko daripada Proyek berbeda dengan Risiko Reksa Dana Saham, karena reksa dana saham lebih mayoritas pada risiko fluktuasi harga, sementara proyek lebih kepada keberhasilan bisa selesai tidaknya proyek tersebut dan cashflow yang bisa dihasilkan. Kalau saya menyebutnya Risiko Kredit. Lebih berisiko atau tidak sangat sulit dikatakan karena saya tidak tahu risiko apa yang anda maksud.

    Kalau Risiko Fluktuasi harga jelas RDS, namun kalau risiko Kredit, lebih tinggi RD Penyertaan Terbatas karena proyek yang ada bukan perusahaan dengan kinerja fundamental bertahun-tahun yang bisa dianalisa seperti emiten saham.

    Semoga bermanfaat.

  14. Yasin Fadil
    March 15th, 2013 at 08:20 | #14

    Salam Pak Rudi,

    Saya ingin tanya, bagaimana prosedur untuk mengundang bapak sebagai pembicara di Seminar Pasar Modal?

    Terima Kasih.

  15. Rudiyanto
    March 15th, 2013 at 10:47 | #15

    @Yasin Fadil
    Salam Pak Yasin Fadil,

    Kalau boleh, dikirim ke email saya di rudiyanto.zh@gmail.com
    Mengenai informasi seminar yang akan anda lakukan. Seperti dari mana? Universitas, umum atau perusahaan? Perkiraan jumlah peserta? dan informasi2 lainnya.

    Terima kasih.

  16. Gratia Atanka Barus
    March 16th, 2013 at 22:46 | #16

    selamat malam bapak, saya mau nanya untuk kinerja reksa dana dengan metode sharpe dan treynor mana yang lebih baik pak? dan apa kekurangan dan kelebihan tiap metode pak? terima kasih :)

  17. Rudiyanto
    March 18th, 2013 at 00:37 | #17

    @Gratia Atanka Barus
    Dear Gratia,

    Silakan baca2 link di artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/?s=sharpe

    Semoga bermanfaat.

  18. Gratia Atanka Barus
    March 23rd, 2013 at 19:52 | #18

    selamat malam bapak saya sedang dalam proses revisi skripsi. saya akan mengajukan 3 hipotesis penelitian :
    H1: Reksa dana saham memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasarnya dengan menggunakan metode Sharpe
    H2: Reksa dana saham memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasarnya dengan menggunakan metode Treynor.
    H3: Terdapat perbedaan tingkat peringkat kinerja hasil penelitian antara metode Sharpe dengan metode Treynor
    apakah bapak bisa membantu teori apa dan bagaimana dalam hipotesis tersebut? saya binggung sekali pak apa dasar teori hipotesis2 tersebut,mohon bantuannya ya pak

  19. Rudiyanto
    March 25th, 2013 at 13:15 | #19

    @Gratia Atanka Barus
    Salam Gratia,

    Sudah coba membaca buku investasi di kampus yang membahas tentang ketiga metode tersebut? Seingat saya di pembahasan teori tentang perbedaan peringkat berdasarkan masing-masing metode sudah pernah dibahas juga. Tapi topik pembahasannya memang lebih ditujukan kondisi digunakannya metode tersebut daripada perbedaan peringkatnya.

    Semoga bermanfaat.

  20. Setiawan
    April 8th, 2013 at 13:46 | #20

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya, surat konfirmasi transaksi pembelian/penjualan reksadana dan laporan akun bulanan reksadana yang dikirim ke alamat nasabah, apa dikirim langsung oleh bank kustodian atau dikirim melalui manajer investasi? Soalnya saya menerima surat konfirmasi transaksi/laporan akun bulanan, ada yang kop suratnya bank kustodian. Ada yang kop suratnya manajer investasi untuk produk reksadana yang lain. Jika surat konfirmasi transaksi/laporan akun bulanan pengirimannya melalui manajer investasi, cukup mengkhawatirkan akan terjadinya penyelewengan. Demikian pertanyaan dari saya Pak. Terima kasih.

Comment pages
1 2 3 27 2579

 


%d bloggers like this: