Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. erric
    February 11th, 2013 at 14:06 | #1

    selamat siang pak rudiyanto, saya ingin bertanya dimana saya bisa mendapatkan laporan keuangan reksadana utk tahun 2000 – 2011, apakah tersedia atau tidak terima kasih

  2. Rudiyanto
    February 13th, 2013 at 08:37 | #2

    @erric
    Salam Eric,

    Itu sudah seperti Mission Imposible. Kalau laporan keuangan 1 tahun terakhir masih bisa, tapi kalau sudah 10 tahun kayaknya udah susah.

    Laporan keuangan bisa diakses di website masing2 MI. Kalau untuk Panin Asset Management bisa di http://www.panin-am.co.id/ViewForms.aspx?id=prospectus

  3. February 14th, 2013 at 22:15 | #3

    Halo Pak Rudi,

    perkenalkan saya William, baru pulang selesai kuliah Master di Amerika. Di sana saya mulai belajar tentang peluang mutual funds dan baru di Indonesia melihat sudah ada produk investasi ekivalennya yaitu reksa dana. Ada satu yang saya agak bingung ketika melihat fund performance dari bank HSBC:
    https://www.hsbc.co.id/1/2/miscellaneous_en_US/others/hsbc-premier-promo/fund-flash

    Secara umum, performance fund yang US Dollars terlihat lebih rendah daripada fund yang dananya di Rupiah. Ini terlihat jelas terutama sekali di bagian equity. Apakah ini berarti sebaiknya kita tidak usah menanam investasi kita di produk reksadana yang US Dollar? Ataukah investasi yang di Rupiah memang kenyataannya lebih baik returnnya selama ini? Mohon penjelasan Pak Rudi akan untung ruginya investasi reksa dana yang berada di Rupiah dan US Dollar jika melihat di fund flash dari HSBC di atas. Terima kasih atas penjelasannya.

  4. Rudiyanto
    February 14th, 2013 at 22:44 | #4

    @William Mamudi
    Malam William,

    Senang sekali, ada satu lagi putra-putri terbaik yang mengenyam pendidikan di luar negeri dan kembali ke Indonesia untuk membangun negeri ini. Mudah2an, pengalaman dan pengetahuan anda di sana bisa bermanfaat negeri ini.

    Terkait pertanyaan anda, terutama yang Equity Fund, apakah boleh saya simpulkan bahwa yang anda soroti hanya satu reksa dana yang berbasis USD yaitu Manulife Greater Indonesia Fund? Jika benar, kalau boleh tahu berdasarkan return periode berapa lama anda menyimpulkan bahwa kinerja yang USD lebih rendah dari Rupiah? apakah dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau YTD?

    Kemudian, baik buruk itu relatif. Misalkan hasil investasi 6 bulan terakhir adalah 5.46%. Memang jika dibandingkan dengan reksa dana yang sejenis kelihatannya agak rendah. Namun yang harus anda lihat itu adalah bahwa hasil investasinya bukan dalam Rupiah namun dalam bentuk USD. Apakah return 5.46% dalam USD itu tinggi? buat yang tahu deposito USD hanya memberikan bunga seupil, bisa dikatakan angka ini relatif tinggi.

    Kemudian, katakan anda membeli reksa dana Rupiah yang return 6 bulannya paling tinggi berdasarkan fund flash tersebut, yaitu BNP Paribas Pesonah Amanah yang returnnya 11.53%. Anggaplah 6 bulan yang lalu anda punya uang 10.000 USD dan ketika itu USD (misalnya) Rp 9500 per 1 USD. Berarti anda membeli reksa dana tersebut senilai Rp 95 juta dan kemudian untung 11.53% berarti uang anda menjadi Rp 105,95 juta. Kemudian anda mau menguangkan kembali ke USD, eh pas mau diuangkan Rupiah lagi loyo seperti sekarang sehingga dapatnya Rp 10.000 per 1 USD. Alhasil, Rp 105,95 juta yang anda punya hanya menjadi 10.595 USD. Dari modal anda yang 10.000 menjadi 10.595 anda hanya untung 5.95%. Bandingkan dengan 5.46% di atas, apakah masih bisa disebut rendah?

    Ketika melihat reksa dana dalam kacamata USD dan Rupiah, kita tidak bisa hanya melihat % keuntungan saja namun juga memperhatikan risiko nilai tukar. Buat orang Indonesia yang memegang Rupiah dan mengakui keuntungan dalam bentuk Rupiah memang lebih menguntungkan dalam bentuk reksa dana Rupiah, namun buat investor asing misalnya dari USA, maka perbedaan kurs tersebut merupakan hal penting yang wajib diperhatikan karena mereka mengukur keuntungan dari USD yang dikeluarkan vs USD yang diterima. Untungnya buat mereka, ketika membeli USD maka hasilnya juga dalam USD, sehingga dia tidak perlu khawatir sulit menukarkan uangnya kembali lagi.

    Demikian masukan dari saya. Ingat, saya tidak mengatakan bahwa reksa dana di atas bagus atau tidak bagus, saya hanya memberikan gambaran bahwa hasil keuntungan reksa dana dalam Rupiah dan USD tidak bisa dibandingkan head to head begitu saja. Semoga bermanfaat

  5. William Mamudi
    February 15th, 2013 at 00:06 | #5

    @Rudiyanto
    Ah, ya memang Amerika banyak peluang investasi mutual funds kalau ingin serius dipelajari. Saya banyak belajar tentang itu di sela2 waktu kuliah karena saya tidak ingin terbawa2 gaya hidup konsumtif ala Amerika. Saya perhatikan orang Amerika umumnya tidak begitu melek finansial dan lebih suka hidup konsumtif dengan mengandalkan kredit dan hutang walaupun tidak akan pernah lunas dibayar sampai tua(!). Dulu bank saya di Amerika (PNC) yang menjelaskan peluang investasi dengan mutual funds:
    http://pncfunds.com/Funds_Performance/Performance_Summary/Show_All/default.fs

    , tetapi tidak saya ambil karena hukum pajak di Amerika lumayan rumit untuk pelajar internasional dan bikin pusing. Saya agak menyesal juga, karena Mutual Funds yang equity di Amerika memberikan return yang cukup besar beberapa tahun terakhir ini, bisa sampai double digit.

    Ya2, saya fokus ke reksa dana untuk Manulife Greater Indonesia Fund. Saya perhatikan performanya dari 1 bulan (-2.38%), 3 bulan (0.99%), 6 bulan (5.46%), 1 tahun (2.95%) atau YTD (2.95%) bisa dibilang memang relatif tidak ada yang sebesar reksadana dalam rupiah untuk equity. Tapi sekarang saya jadi tertarik setelah melihat performance reksadana US Dollar di Balanced dan Fixed Income karena mereka ini justru performance-nya lebih baik dari pada yang equity untuk US Dollars. Untuk Batavia USD Balanced Asia, Schroeder USD Bond Fund, BNP Paribas Prima USD, dan BNP Paribas Prima Asia USD semuanya memberikan return yang lebih tinggi daripada Manulife Greater Indonesia Fund. Apakah ini karena investor dengan US Dollar lebih suka bermain aman di Fixed Income daripada Equity? Menarik juga, karena biasanya kita berharap equity yang akan memberikan return lebih besar untuk jangka panjang.

    Saya lupa kalau nilai tukar dollar-rupiah harus diperhitungkan juga, tentunya 5.95% versus 5.46% dari contoh Pak Rudi memberikan sudut pandang baru akan kalkulasinya. Walaupun bisa jadi beberapa investor (domestik maupun asing) tetap mengincar keuntungan yang lebih tinggi walaupun hanya berbeda beberapa ratus dollar saja.

  6. William Mamudi
    February 22nd, 2013 at 15:30 | #6

    @Rudiyanto

    Pak, pas saya baca2 artikel tentang strategi investasi di investopedia, saya tertarik dengan strategi ‘Dogs of the Dow’ yang terdengar sangat sederhana sekali:
    http://www.investopedia.com/university/stockpicking/stockpicking8.asp#axzz2LUL6QiLX

    Menurut Bapak apakah strategi ini bisa diterapkan di dunia investasi Indonesia (misal mengacu pada IHSG, atau apa yang menurut Pak RUdi lebih pas selain IHSG di Indonesia), dan apa saja kelebihan dan kekurangannya jika diterapkan pada IHSG? Mungkin Pak Rudi bisa membuat artikel tentang ini jika taktik ‘Dogs of the Dow’ (atau jadinya ‘Dogs of IHSG’ dong kalau mengacunya pada IHSG dan bukan Dow Jones, hehehehe…) ini diadaptasikan untuk investasi di IHSG beserta tabel perbandingan Average Returnnya dari tahun 80′an sampai sekarang? Terima kasih atas penjelasannya.

  7. Rudiyanto
    February 23rd, 2013 at 11:28 | #7

    @William Mamudi
    Salam William,

    Kalau bisa pertanyaan yang sama, apalagi yang ada linknya jangan ditanyakan sekaligus di berbagai artikel. Sebab oleh antivirus di blog ini dianggap sebagai SPAM.

    Artikel yang agak2 menjawab pertanyaan tersebut sudah pernah saya bahas di strategi income investing. Anda bisa coba2 baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/26/dividendinvesting/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/06/20/strategi-investasi-income-investing-2-mengenal-dividend-yield/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/06/28/strategi-income-investing-3-mencari-saham-dengan-dividend-yield-setara-deposito/

    Coba anda pelajari dahulu. Dan sebetulnya kalau investasinya adalah reksa dana, biarlah Manajer Investasi yang memikirkan strategi investasinya. Kita tinggal duduk manis melihat hasil saja.

  8. William Mamudi
    February 25th, 2013 at 19:22 | #8

    @Rudiyanto
    Halo Pak Rudi,

    wah maaf agak merepotkan Pak. Soalnya dulu Pak Rudi pernah bilang kalau blog ini ada sedikit gangguan karena sedang migrasi sistemnya oleh pengelola website kontan, jadi seringkali komentar yang diupload tidak bisa muncul dan Pak Rudi sendiri yang pesan agar kita terus mencoba sampai komentar yang ditulis bisa muncul. Saya sendiri bingung kenapa komentar saya tidak muncul2, dan ternyata Pak Rudi bisa terima semuanya. Saya sendiri tidak bermaksud spam, tapi ya susah juga kalau komentar yang kita tulis menghilang begitu saja setelah kita ‘submit comment’.

  9. Rudiyanto
    February 26th, 2013 at 08:39 | #9

    @William Mamudi
    Salam William,

    Ganggan memang pernah terjadi dulu, namun tidak sering. Pada saat terjadi gangguan, saya memang meminta untuk mencoba kembali, namun setelah itu, bagusnya sudah tidak ada gangguan lagi.

    Memang sistem komentar disini menggunakan moderasi, karena kalau tidak, setiap hari bisa ada ribuan komentar spam. Karena sudah kebanyakan spam, akhirnya saya minta tolong kepada pihak Kontan untuk memasang antivirus di blog ini, untunglah setelah itu, saya tidak perlu memoderasi ribuan komentar2 spam lagi. Namun efeknya, komentar yang bukan spam, harus ada approval secara manual baru bisa ditampilkan. Namun saya selalu mengusahakan mengecek pada waktu istirahat sehingga komentar yang disubmit tidak harus menunggu terlalu lama.

    Terima kasih

  10. selvi
    March 2nd, 2013 at 19:29 | #10

    salam kenal,pak….

    saya temannya voni :)

    saya masih pemula soal reksadana,ada beli bbrp produk tp msh jmlh kecil. mohon masukkan, produk apa yg return nya bgs??
    apa akan berpengaruh dgn pajak tahunan saya jika saya beli dlm jmlh besar? –>saya pun belum mengerti soal pajak tahunan:(

    makasih sebelomnya:)

  11. Rudiyanto
    March 4th, 2013 at 09:40 | #11

    @selvi
    Salam Kenal juga Selvi,

    Untuk produk apa yang returnnya bagus, kamu bisa melihatnya di website infovesta.com. Semua hasil investasi yang kamu peroleh dari reksa dana itu bukan objek pajak. Reksa dana dala laporan pajak tahunan dilaporkan sebagai aset, sama seperti kamu punya kendaraan, rumah, atau perhiasan. Dan aset, itu tidak dikenakan pajak penghasilan.

    Semoga bermanfaat.

  12. kurniawan
    March 6th, 2013 at 08:00 | #12

    Pak Rudy,

    Saya baca di kontan , ada RDPT yg bebasiskan proyek (note:mungkin maksudnya memberikan hutang untuk pelaksanaan proyek) dgn imbal hasil 25% per tahun.

    Batavia Prosperindo akan rilis RDPT
    http://investasi.kontan.co.id/news/batavia-prosperindo-akan-rilis-rdpt/2013/03/05

    Bukankah ini berarti RDPT berbasikan proyek lebih beresiko daripada RDS ?
    Karna menurut saya RDPT seharusnya berisi obligasi korporat dengan peringkat tinggi bukan obligasi untuk pendanaan proyek baru .

    Bagaimana pendapat pak rudy ?

  13. Rudiyanto
    March 7th, 2013 at 18:15 | #13

    @kurniawan
    Pak Kurniawan,

    Reksa Dana Penyertaan Terbatas itu berbeda dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap karena tidak harus berinvestasi pada Obligasi. RD Penyertaan Terbatas, berinvestasi pada Proyek. Proyek itu bentuknya bisa saham, bisa pula hutang (obligasi).

    Risiko daripada Proyek berbeda dengan Risiko Reksa Dana Saham, karena reksa dana saham lebih mayoritas pada risiko fluktuasi harga, sementara proyek lebih kepada keberhasilan bisa selesai tidaknya proyek tersebut dan cashflow yang bisa dihasilkan. Kalau saya menyebutnya Risiko Kredit. Lebih berisiko atau tidak sangat sulit dikatakan karena saya tidak tahu risiko apa yang anda maksud.

    Kalau Risiko Fluktuasi harga jelas RDS, namun kalau risiko Kredit, lebih tinggi RD Penyertaan Terbatas karena proyek yang ada bukan perusahaan dengan kinerja fundamental bertahun-tahun yang bisa dianalisa seperti emiten saham.

    Semoga bermanfaat.

  14. Yasin Fadil
    March 15th, 2013 at 08:20 | #14

    Salam Pak Rudi,

    Saya ingin tanya, bagaimana prosedur untuk mengundang bapak sebagai pembicara di Seminar Pasar Modal?

    Terima Kasih.

  15. Rudiyanto
    March 15th, 2013 at 10:47 | #15

    @Yasin Fadil
    Salam Pak Yasin Fadil,

    Kalau boleh, dikirim ke email saya di rudiyanto.zh@gmail.com
    Mengenai informasi seminar yang akan anda lakukan. Seperti dari mana? Universitas, umum atau perusahaan? Perkiraan jumlah peserta? dan informasi2 lainnya.

    Terima kasih.

  16. Gratia Atanka Barus
    March 16th, 2013 at 22:46 | #16

    selamat malam bapak, saya mau nanya untuk kinerja reksa dana dengan metode sharpe dan treynor mana yang lebih baik pak? dan apa kekurangan dan kelebihan tiap metode pak? terima kasih :)

  17. Rudiyanto
    March 18th, 2013 at 00:37 | #17

    @Gratia Atanka Barus
    Dear Gratia,

    Silakan baca2 link di artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/?s=sharpe

    Semoga bermanfaat.

  18. Gratia Atanka Barus
    March 23rd, 2013 at 19:52 | #18

    selamat malam bapak saya sedang dalam proses revisi skripsi. saya akan mengajukan 3 hipotesis penelitian :
    H1: Reksa dana saham memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasarnya dengan menggunakan metode Sharpe
    H2: Reksa dana saham memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasarnya dengan menggunakan metode Treynor.
    H3: Terdapat perbedaan tingkat peringkat kinerja hasil penelitian antara metode Sharpe dengan metode Treynor
    apakah bapak bisa membantu teori apa dan bagaimana dalam hipotesis tersebut? saya binggung sekali pak apa dasar teori hipotesis2 tersebut,mohon bantuannya ya pak

  19. Rudiyanto
    March 25th, 2013 at 13:15 | #19

    @Gratia Atanka Barus
    Salam Gratia,

    Sudah coba membaca buku investasi di kampus yang membahas tentang ketiga metode tersebut? Seingat saya di pembahasan teori tentang perbedaan peringkat berdasarkan masing-masing metode sudah pernah dibahas juga. Tapi topik pembahasannya memang lebih ditujukan kondisi digunakannya metode tersebut daripada perbedaan peringkatnya.

    Semoga bermanfaat.

  20. Setiawan
    April 8th, 2013 at 13:46 | #20

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya, surat konfirmasi transaksi pembelian/penjualan reksadana dan laporan akun bulanan reksadana yang dikirim ke alamat nasabah, apa dikirim langsung oleh bank kustodian atau dikirim melalui manajer investasi? Soalnya saya menerima surat konfirmasi transaksi/laporan akun bulanan, ada yang kop suratnya bank kustodian. Ada yang kop suratnya manajer investasi untuk produk reksadana yang lain. Jika surat konfirmasi transaksi/laporan akun bulanan pengirimannya melalui manajer investasi, cukup mengkhawatirkan akan terjadinya penyelewengan. Demikian pertanyaan dari saya Pak. Terima kasih.

  21. Rudiyanto
    April 8th, 2013 at 17:45 | #21

    @Setiawan
    Yth Pak Setiawan,

    Secara peraturan, yang berhak mengirimkan surat konfirmasi transaksi dan laporan bulanan akun reksa dana adalah Bank Kustodian.

    Meski demikian, dalam aturan tersebut tidak di atur seperti apa format surat konfirmasinya. Jadi bisa saja, surat konfirmasi dibuat dalam format yang diinginkan oleh Manajer Investasi sehingga terdapat kop suratnya. Bagi surat konfirmasi yang tidak ada kop surat dari Manajer Investasi, bisa saja MI yang bersangkutan tidak mensyaratkan seperti apa bentuk surat tersebut sehingga Bank Kustodian menggunakan format dia sendiri.

    Sebelumnya pengiriman surat konfirmasi dilakukan dengan cara Bank Kustodian mengirim ke MI kemudian MI mengirimkan ke Nasabah. Namun belakangan peraturan tersebut diubah, sehingga pengiriman surat dilakukan langsung oleh Bank Kustodian kepada nasabah. Memang secara prosedur lebih aman dari tindakan penyelewengan, namun pada prakteknya ada juga Bank Kustodian yang tidak siap sehingga ada investor yang mengeluhkan lama atau tidak diterima sama sekali surat konfirmasi.

    Hal ini menjadi PR bersama bagi pelaku pasar dan regulator untuk mencarikan solusi yang lebih baik. Andai saja, surat konfirmasi bisa dikirimkan secara elektronik melalui email seperti di bank tentu akan lebih baik lagi. Tapi kita lihat saja perkembangan di masa yang akan datang.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  22. Setiawan
    April 9th, 2013 at 13:23 | #22

    Terima kasih atas jawabannya Pak Rudi.

  23. moko
    April 23rd, 2013 at 14:32 | #23

    selamat siang pak rudiyanto.
    maaf salah tempat kemarin.

    saya ampir 6 bulan ini jadi investor reksadana saham. saat ini ihsg berada di sekitar 5000 dan PER kira2 19,4 (menurut bloomberg). tampaknya ihsg susah naik walopun sentimen global positif.

    apakah ini menunjukkan ihsg sudah “terlalu mahal” sehingga sensitif terhadap berita negatif ?

    berapa kira2 PER max sebelum terjadi koreksi besar ?

    bila federal reserve menghentikan program quantitatif easing dan saham2 amerika turun apa pula efeknya thd ihsg ?

    terima kasih sebelumnya.

  24. Rudiyanto
    April 24th, 2013 at 11:04 | #24

    @moko
    Selamat siang Moko,

    Pertama-tama, investasi saham memang ditujukan untuk tujuan jangka panjang (diatas 1 tahun) dan akan jauh lebih baik lagi jika anda punya tujuan investasi yang spesifik (misalnya untung berapa %). Sebab jika sudah punya konsen anda bukan IHSG sudah tinggi atau bukan akan tetapi tujuan anda sudah tercapai atau belum.

    Yang namanya “tampaknya2″ itu, selalu berubah setiap saat. Tahun lalu IHSG 4200 dibilang tampaknya sudah susah naik. Kemudian IHSG 4500 sudah dibilang tampaknya sudah mahal juga. Kemudian tahun berubah, yang tampaknya mahal sekarang sudah jadi murah? Tidak percaya? coba kalau sekarang IHSG 4500, pasti investor yang masuk akan berbondong2, terutama yang ketinggalan kereta.

    Kemudian, saya belum pernah melakukan penelitian terhadap PE Ratio Bloomberg, yang pernah dengan PE Ratio yang tersedia di website infovesta.com jadi saya tidak tahu apakah angka yang disebutkan di atas sudah “terlalu mahal” atau tidak. Definisi mahal dan murah juga relatif, salah satu artikel yang pernah saya bahas ada di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/08/06/apa-yang-sebaiknya-dilakukan-investor-saat-ini-agustus-2011/

    Kemudian PE Ratio juga punya kelemahan karena tidak memperhitungkan faktor pertumbuhan laba bersih perusahaan. Misalkan anda investasi pada PE Ratio maksimal di 2008 dimana IHSG sempat 2800, meskipun jatuh ke 1300, namun kalau horizon investasi anda 5 tahun, dimana baru anda tarik di 2013, IHSG sudah 5000 bukan?

    Quantitative Easing sendiri, pada hakikatnya merupakan kebijakan “gawat darurat” untuk menanggapi suatu situasi krisis. Ibarat, BBM mau naik, rakyat diberikan Bantuan Langsung Tunai. Kalau Quantitative Easing dihapus, bukankah itu berarti hal yang baik karena kondisi ekonomi bagus, rakyat makmur jadi tidak perlu diberikan BLT lagi.

    Orang2 yang mengharapkan saham akan terus naik karena QE, tidak bedanya dengan orang yang melihat kondisi ekonomi akan terus memburuk. Jadi kalau QE terus-terusan malah tidak bagus. Pada kenyataannya pun, ekonomi sudah mulai masuk masa pemulihan.

    Kira2 begitu logika saya, semoga bermanfaat dan menjawab pertanyaan anda.

  25. May 14th, 2013 at 10:32 | #25

    Selamat Pagi, Pak Rudy.
    Walaupun blog ini membahas tentang reksadana, jika boleh, saya ingin bertanya sedikit tentang saham.

    Ketika ada saham baru IPO, misalnya: “Perusahaan distributor motor PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPM)” mengeluarkan saham sejumlah 1 milyar saham, dengan harga Rp. 1500 per lembar. total dana yang diterima perusahaan = Rp 1,5 triliun. (Dalam hal ini ada tiga pelaku yang terlihat secara langsung yaitu perusahaan, sekuritas, dan investor) http://investasi.kontan.co.id/news/harga-ipo-mitra-pinasthika-di-rp-1.500/2013/05/14

    Karena saya bukan orang ekonomi, saya ingin bertanya secara umum dan minta wawasannya :

    1. Ketika proses IPO selesai, maka perusahaan akan mendapatkan dana sejumlah nilai dari hasil penjualan saham dari investor melalui sekuritas yang ditunjuk sebelumnya. Apakah setelah perusahaan menerima dana dan sahamnya masuk ke bursa/pasar saham, perusahaan akan melimpahkan sepenuhnya terhadap perkembangan saham2nya yang ada di bursa kepada sekuritas tsb selamanya (dalam bahasa saya sendiri, perusahaan lepas tanggung jawab / tidak peduli dengan naik-turunnya harga saham di bursa, jual-belinya, laku dan tidaknya di bursa, karena itu sudah tanggung jawab sekuritas dan juga perusahaan sudah mendapat dana sejumlah Rp. 1,5 triliun ketika IPO)?

    2. Apakah dana yang sudah diterima perusahaan ketika IPO yaitu sejumlah Rp. 1,5 triliun itu akan bisa berubah lagi (bertambah atau berkurang) dikarenakan perubahan dari naik turunnya harga sesuai harga sahamnya di bursa?

    3. Dalam pembagian dana dividen, apakah perusahaan membagikan dana dividennya kepada investor melalui sekuritas? Dan bagaimana “investor publik” tahu bahwa deviden sudah diterima atau belum?

    4. Pak, dalam kepemilikan saham perusahaan, kan ada yang 56%, 20%, 1% dll. Bagaimana caranya investor “menengah” yang biasanya punya saham sekitar 1-5% dalam menjual saham yang sudah dimiliki? Apakah juga melalui bursa atau apa melalui cara khusus berbeda dengan kita?

    5. Pak, walaupun saya sudah inves di reksadana, tapi saya juga ingin coba invest di saham langsung (trading OL, walau kecil-kecilan). Sementara, menurut pandangan saya, kalau kita investasi kecil-kecilan di saham, kalau kita tidak sering melalukan trading, percuma juga ya pak, walaupun untuk jangka panjang. Karena kalau saham kita biarkan saja, jumlah saham kita tidak akan pernah bisa bertambah, misalnya saat ini membeli 2 lot, jika tidak digunakan trading selama ya tetap 2 lot. Ini berbeda sekali kalau investasi di reksadana, kelebihan dari reksadana, walaupun kita tidak melakukan jual-beli, dan dana investasi tetap kita biarkan saja, jumlah UPnya bisa bertambah setiap bulan, dan juga harga UPnya terus naik (data dari reksadana saya sendiri). Kalau menurut Bapak bagaimana?

    6. Pak, untuk website kontan.co.id, kenapa ya tidak ada RSS feednya, yang fungsinya untuk memasang text berita secara terupdate di situs/blog lain itu lho, padahal itu sangat bermanfaat sekali ?

    Sebenarnya masih ada banyak lagi pertanyaan dan wawasan yang ingin saya tanyakan. Tapi sementara, ini dulu aja.
    Sebelumnya terimakasih atas wawasannya.

  26. Rudiyanto
    May 14th, 2013 at 13:30 | #26

    @HERMAWAN
    Yth Pak Hermawan,

    Terima kasih atas pertanyaan dan partisipasi yang aktif dalam blog ini. Saya apresiasi sekali dengan sikap anda yang mau belajar banyak hal baru, namun menurut saya semua pelajaran itu baru ada gunanya jika bisa dipraktekkan. Sebab kalau tidak bisa saja kita dikatakan hanya berteori, untuk itu, untuk beberapa pertanyaan anda, saran saya anda bisa mengetahuinya dengan mencoba langsung.

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Tugas perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi sudah selesai ketika saham tersebut IPO. Sebagai perusahaan yang mengemisikan IPO saham suatu perusahaan, maka, maka tentu ketika publik memutuskan untuk berinvestasi, track record dari sekuritas tersebut menjadi pertimbangan. Apabila saham2 yang dia IPOkan sebelumnya harganya selalu jatuh di bawah harga IPO, apakah ada publik yang mau mempercayai dia lagi? Begitu pula dengan emiten, buat emiten, memang duitnya sudah dia dapat, tapi harus diingat juga, orang yang membeli saham dia kan jadi pemegang saham. Dan tugas dari manajemen adalah memaksimalkan kepentingan pemegang saham. Di Indonesia mungkin masih tidak seperti di US, dimana direktur diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham. Di Indonesia, memang juga demikian, namun meskipun sudah IPO, tidak jarang pendiri awal masih memiliki pengaruh yang kuat pada manejemen sehingga intervensi publik pada kebijakan perusahaan masih tidak kuat. Biasanya, saham milik keluarga pendiri masih > 50%. Kalau di luar negeri, saham yang dimiliki pendiri biasanya jauh lebih kecil.

    Ada plus minusnya, seperti facebook, yang meskipun sudah IPO, pendirinya masih tetap mau memegang peranan manajemen. Sementara di Apple, kalau anda baca sejarahnya, si Steve Jobs saja pernah diberhentikan, meskipun pada akhirnya diangkat kembali.

    2. Tidak
    3. Coba beli saham dan tunggu pas pembagian dividennya. Tidak mahal, saham Astra 1 lot cuman sekitar 3,5 juta.
    4. Ada yang namanya pasar reguler, pasar tunai dan pasar negosiasi (kalau saya tidak salah), tanyakanlah ke broker tempat anda bertransaksi.

    5. Misalkan anda beli reksa dana 1 juta dapat 1000 unit, terus kalau anda diamkan selama 2 bulan, apakah akan naik jadi 1200 unit? Kalau benar demikian, maka ajaib sekali reksa dana yang kamu beli. Saya malah khawatir itu produk bodong. Sebab hanya reksa dana pasar uang yang demikian, dan sejak 2013, sudah tidak berlaku lagi.

    6. Tanyakanlah kepada Kontan.

    Saran saya, berhenti bertanya tapi langsung coba praktek. Kebanyakan bertanya tapi tidak dipraktekkan cuman jadi pendekar jago teori saja. Dan untuk mencoba hal di atas sebetulnya tidak mahal juga.

    Terima kasih

  27. HERMAWAN
    May 15th, 2013 at 01:33 | #27

    Revisi pertanyaan yang no. 5:

    Maksud saya, yang bertambah naik NAV dan Balance (nilai rupiahnya). Kalau UPnya tetap. (maaf Pak, salah pasang istilah).

    Saat ini saya punya 3 jenis RD yang berbeda. Di salah satu RD saya memang UPnya ada yang naik terus setiap bulan, tapi itu ternyata disebabkan karena jenis RD saya itu ada yang autoinvest (autodebet dari rekening tabungan).
    Dan dari semua RD tersebut, beberapa bulan ini kenaikan NAV dan Balance-nya lumayan bagus. Yang pasti bukan RD bodong.

    Mengenai beli saham, memang itu keinginan saya. Rencananya sih untuk jangka panjang, tapi karena dana kecil, pilih yang online trading aja dan konfirmasinya di sekuritas terdekat. Dan sesekali saja untuk melalukan trading jangka pendek. Makanya, sebelum masuk saya perlu bekal sebagian wawasan untuk menganalisa resiko-resiko apa yang mungkin bisa terjadi.

    Enggak juga. Tapi, terima kasih jika dianggap cukup aktif di blog Bapak. Karena saya suka artikel/analisa/tulisan yang Pak Rudi tulis, sangat menarik. Selain itu, dalam penggunaan kalimat/tata bahasanya pun sangat bagus dan mudah dipahami pembaca, ini bila saya bandingkan dengan blog-blog lain yang sejenis. Kalau boleh saya bilang, blog ini bukan sekedar blog pribadi, tapi lebih dari itu, dapat bersaing dengan situs-situs berita resmi.

  28. Rudiyanto
    May 15th, 2013 at 09:24 | #28

    @HERMAWAN
    Pagi Pak Hermawan,

    Terima kasih untuk klarifikasinya. Kalau sistemnya UP tetap dan harga bisa naik, saham juga demikian. Tidak jarang malah, ada saham yang kenaikannya jauh lebih tinggi daripada reksa dana saham dengan performa terbaik sekalipun dan sebaliknya. Jadi buat yang sudah merasa jago dan bisa mendapatkan keuntungan di pasar modal, berinvestasi sendiri juga merupakan salah satu opsi.

    Saya sendiri juga yakin bahwa saya tidak sepenuhnya 100% benar, kadang2 setelah ditulis, kemudian setelah membaca buku, diskusi dengan teman lain atau mempraktekkannya saya baru sadar ternyata apa yang pernah saya kemukakan ternyata ada yang kurang tepat. Jadi saya percaya lapangan adalah tempat belajar terbaik. Ada istilah Chinese “Daripada membaca puluhan ribu buku, lebih baik menempuh perjalanan puluhan ribu mil”

    Semoga bermanfaat, salam sejahtera dan selamat pagi.

  29. chkp rassa
    May 16th, 2013 at 14:04 | #29

    Dear Bung Rudiyanto,

    Melalui FD ini ada hal yang mengganngu benak sya terkait dengan return produk RD yang mengalami penurunan dalam jangka 1 hari, 1bln, bahkan 1 tahun. Data Infovesta menyajikan return RD dalam warna merah dan NABnya dibawah 1000.

    Pertanyaan sya;
    1. Bagaimanakah kinerja sebuah produk RD ke depannya? sebagai produk yang dijual RD ini akan mengalami sedikit permasalahan untuk dipasarkan ke investor. Jika demikian halnya yang terjadi bagaimana nasib produk ini selanjuatnya?
    2. Langkah apa yang akan diambil oleh MI bila dalam menjual produknya mengalami penurunan NAB dibawah 1000, secara persepsi investor RD ini kurang menarik dan prospeknya kurang menjanjikan? Apakah masih layak RD tsb dipasarkan, namun kalau tidak, apakah ada jurus lain untuk menyelamatkan, sehingga dapat memberikan perasaan tenang pada investor?

    Demikian pertanyaan sya Bung Rudi, mohon penjelasannya bila ada contoh kasus seperti yang sya singgung di atas, sehingga investor dapat antisipatif dan mengambil langkah yang relatif bisa memberikan perasaan tenang dalam investasi.
    Terima kasih atas perhatiannya.

    Salam,
    chkp rassa.

    • Rudiyanto
      May 16th, 2013 at 18:13 | #30

      Yth rassa, boleh tahu nama reksa dana yg dimaksud apa?

  30. chkp rassa
    May 17th, 2013 at 06:58 | #31

    @Rudiyanto
    Selamat pagi Bung Rudiyanto,

    Terkait dengan pertanyaan sya, baiklah saya sebutkan saja contoh kasus produk RD yang dimaksud, yaitu RDS Danareksa Mawar Komoditas 10, dan Mandiri Komoditas Syariah PLus (sumber Infovesta, 15 Mei 2013, dan hari ini). Dengan memberikan detail produk yang sya sebutkan, semoga dapat memperjelas apa yang masih mengganggu dalam benak saya karena bagaimanapun dalam investasi perlu kehati-hatian bila menemui hal serupa.

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Salam,
    chkp rassa.

  31. Rudiyanto
    May 18th, 2013 at 18:32 | #32

    @chkp rassa
    Baik Rassa, terima kasih untuk informasinya. Terus terang untuk kasus return reksa dana negatif dan NAB/Up di bawah 1000 itu bisa terjadi di reksa dana apa saja. Kalau anda baca prospektus, ini disebut dengan Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan. Para praktisi keuangan menyebutnya risiko pasar (Market Risk).

    Dan sesuai dengan prinsip investasi, bahwa masa lalu tidak bisa menjadi cerminan kinerja tersebut akan berulang di masa yang akan datang. Jika bisa disebutkan pada reksa dana yang kinerjanya bagus, tentu bisa juga berlaku di reksa dana yang kinerjanya kurang bagus.

    Jadi jika anda bertanya bagaimana kinerja produk tersebut ke depannya, saya tidak tahu. Kemudian apakah produk tersebut bisa mengalami kesulitan jika dipasarkan ke investor, tergantung sama pihak yang jualan. Kalau memang jago sekali, saya percaya masih bisa mendapatkan dana kelolaan.

    Kalau anda bertanya langkah apa yang akan dilakukan oleh Manajer Investasi bersangkutan, saya tidak tahu. Tapi kalau saya yang jadi MInya maka langkah awal adalah memperbaiki kinerja. Jika karena kinerja produk kurang laku, maka ketika kinerjanya baik, maka produk diharapkan bisa lebih diterima oleh investor.

    Untuk para investor yang terlanjur menanamkan dananya, maka sebaiknya diadakan komunikasi. Karena reksa dana adalah bisnis kepercayaan, maka kepercayaan itu perlu dipulihkan. Salah satu langkahnya adalah menjelaskan mengapa penurunan tersebut bisa terjadi.

    Alasan disampaikan dengan jujur, apa adanya tanpa embel2 untuk menyalahkan orang / pihak lain, kemudian menjelaskan kebijakan, strategi dan langkah selanjutnya untuk memperbaiki kondisi yang sudah terlanjur terjadi. Cara ngecap yang tidak saya sarankan adalah mengatakan bahwa investasi reksa dana saham adalah jangka panjang minimal 5 tahun.

    Terkadang ada pihak yang bisa menerima hal di atas, ada pula yang tidak. Akan tetapi paling tidak hal ini bisa disampaikan dengan baik agar kepercayaan investor bisa tetap ada.

    Namun perlu diketahui bahwa reksa dana yang berfokus pada sektor tertentu memang ibarat pisau bermata dua. Ketika sektor tersebut baik, maka bisa saja kinerja reksa dana tersebut jauh di atas rata-rata dan sebaliknya kinerja sektor tersebut kurang baik, kinerja reksa dana tersebut bisa anjlok. Sebagai investor, ketika pertama kali berinvestasi pada jenis reksa dana ini sudah tentu harus menyadari risikonya.

    Dalam hal sektor komoditas, dalam periode 1-2 tahun terakhir sektor ini memang agak tertekan akibat lemahnya harga komoditas, berkurangnya permintaan akibat perlambatan ekonomi global dan pada akhirnya berpengaruh pada kinerja sektor saham komoditas secara umum. Akibatnya harga saham di sektor ini juga tertekan.

    Jika anda atau Manajer Investasi bahwa sektor ini akan kembali berjaya, maka tidak ada masalah untuk terus berinvestasi pada sektor ini.

    Ketika seorang investor perorangan memilih reksa dana sektoral, secara tidak langsung prinsip reksa dana yang mempercayakan kepada profesional sudah agak dilanggar. Sebab investor sendiri sudah melakukan co-managed karena ikut menentukan sektor apa yang menurut dia akan bagus ke depannya.

    Kalau benar2 dipercayakan, biarlah Manajer Investasi menentukan sektor apa yang bagus dan melakukan perubahan ketika kondisi ikut berubah. Jadi ketika prediksi meleset, ya itu memang risiko yang harus ditanggung oleh investor. (Tanpa bermaksud menyalahkan investor).

    Pada akhirnya ketenangan investor didapat dari seberapa dia mengetahui hal yang dia lakukan. Dalam bahasa saya Justifikasi. Ketika Warren Buffet membeli suatu saham dan harga saham tersebut turun, apakah dia panik? Saya tidak tahu, tapi saya yakin sekali dia tidak panik. Sebab sebelum membeli dia sudah mengetahui bisnis tersebut luar dalam.

    Kesimpulannya rasa tenang itu didapat sebelum berinvestasi, bukan sesudahnya.

    Semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  32. chkp rassa
    May 19th, 2013 at 07:53 | #33

    @Rudiyanto
    Penjelasan yang sangat berharga dan membantu pada kita sebagai investor khususnya dalam instrumen RD. Dengan FD ini kita bisa sharing pengalaman dan berbagi pengetahuan bila menjumpai hal-hal yang sifatnya dapat mempengaruhi arah tujuan berinvestasi. Disinilah betapa pentingnya dan begitu berharganya sebuah diskusi dalam memberikan solusi terbaik bagi seorang investor.

    Barang kali tidak banyak masyarakat awam termasuk saya mengetahui secara detail bagaimana mengenali dan memahami karakter RD yang akan menjadi tujuan investasi. Atas penjelasan Anda yang gamblang dan sangat obyektif telah membuka mata dan mencerahkan pikiran saya bahwa apapun keadaan yang menghadang di depan dalam berinvestasi adalah risiko yang harus diambil dan mencari solusi terbaik agar dapat mencapai hasil investasi yang diharapkan. Terus terang sebelum follow di blog Anda pengetahuan saya tentang RD nol sama sekali dan masih buta dalam hal bagaimana investasi RD.

    Tak berlebihan bila dalam FD ini menjadi sebuah media yang menjembatani para investor yang ingin menimba banyak pengetahuan dalam menentukan RD yang akan dipilih sbagai instrumen investasinya.
    Terima kasih banyak Bung Rudiyanto atas penjelasan dan waktu dalam sharing di FD yang berharga ini, dan sukses selalu.

    Salam,
    chkp rassa.

  33. didi
    May 24th, 2013 at 16:11 | #34

    Surat Konfirmasi pembelian dan Laporan bulanan dari RD yang saya beli selalu dikirimkan oleh MI. dan ini selalu terlambat, pernah tidak dikirm selama 2-3 bulan. Setelah di komplen baru kemudian dikirimkan.
    Denagnkasus seperti ini apakah saya harus mengganti MI ?

    Tolong pencerahannya Pak
    Terimakasih/didi

  34. adi
    May 24th, 2013 at 22:28 | #35

    selamat malam pak rudi ,

    pak minta tolong dibahas maksudnya saham dengan “sektor defensif” itu apa sih pak

    terima kasih

  35. Rudiyanto
    May 25th, 2013 at 13:54 | #36

    @didi
    Yth Pak Didi,

    Surat konfirmasi merupakan bagian dari Service atas transaksi reksa dana. Service utama dari reksa dana adalah kinerja, sementara surat konfirmasi, layanan pelanggan, kehandalan pemasar dalam menjelaskan dan memberikan rekomendasi adalah service tambahan.

    Ada yang menitikberatkan pada service utama, ada pula yang beranggapan service tambahan merupakan titik berat. Kinerja memang satu hal, tapi service juga penting.

    Surat konfirmasi yang tidak terkirim memang masalah, tapi apakah anda diberikan fasilitas untuk mengecek seperti fasilitas online? Apakah pada saat menelepon bagian layanan pelanggan, informasi pembelian dan saldo anda sesuai dengan transaksi yang terakhir? Kalau sudah sesuai harusnya tidak apa2. Tinggal anda rajin2 komplain saja. Namun jika buat anda service itu penting dan tidak ada perubahan yang berarti dari pihak Manajer Investasi atau Bank Agen Penjual, maka ada hak anda untuk memilih Manajer Investasi atau Bank Agen Penjual yang lain.

    Demikian pak Didi, semoga bermanfaat.

  36. Rudiyanto
    May 25th, 2013 at 14:01 | #37

    @adi
    Selamat Sore Adi,

    Biasanya yang dimaksud dengan defensif itu ada beberapa istilah. Ada yang menggunakan saham dengan nilai Beta < 1. Artikel tentang beta bisa anda cari http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/04/17/mengenal-kelemahan-konsep-beta-dalam-investasi/

    Namun menurut saya, definisi yang lebih tepat untuk sektor defensif adalah sektor yang bidang usahanya tetap akan bertahan, sekalipun terjadi krisis. Biasanya sektor yang disebut defensif adalah sektor konsumsi, dengan logika, mau krisis atau tidak orang tetap perlu makan dan mandi. Sehingga laba perusahaan tetap dapat dipertahankan.

    Kadang2 saham sektor yang defensif tersebut akan menghasilan beta di bawah 1 namun tidak selalu dan tidak semua sahamnya demikian.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  37. Anas Malik
    May 26th, 2013 at 13:50 | #38

    Selamat pagi Pak Rudi,

    Ada beerapa hal yg saya mohon bantuannya:
    1. Bagaimana menghitung rerata geometri pake kalkulator biasa (non scientific)? Pangkat 1/n saya googling di internet belum ketemu..
    2. Apakah menghitung variance harus pake rerata aritmatik? Karena saya liat di buku yg saya punya, pembahasannya begitu. Walaupun pertanyaan sebelumnya menanyakan juga rerata geometrik..

    Saya sedang belajar lagi utk persiapan ujian ulang WMI (6 Juli mendatang). Terima kasih bantuaannya.

  38. Rudiyanto
    May 26th, 2013 at 17:30 | #39

    @Anas Malik
    Salam Anas,

    1. Memang tidak bisa
    2. Sesuai buku pak

    Semoga beruntung

  39. Anas Malik
    May 27th, 2013 at 08:57 | #40

    Begitu ya..
    Ada saran atau tips/trik dalam pengerjaan ujian WMI agar bisa lulus?
    Terima kasih

    • Rudiyanto
      May 27th, 2013 at 10:02 | #41

      Jangan nyontek

  40. adit
    May 27th, 2013 at 21:14 | #42

    selamat malam pa rudi,
    saya tinggal di bandung, sy berniat membeli reksadana panin dana maksima, panin dana prima sama panin dana bersama plus, masing – masing rp2000000 jika transaksi seperti itu apakah bisa di bandung?? sy sudah tanya ke panin sekuritas di jl juanda no 2a bandung katanya minimal investasi 25 juta. kalau sy beli lewat panin sekuritas itu termasuk pembelian langsung ke manajer investasi atau dianggap pembelian melalui agen penjual?? setahu sy jika melalui agen penjual beli minimal memang boleh tidak sesuai prospektus, kalau lewat manajer investasi langsung, mk sesuai prospektus. jadi bagaimana menurut pa rudi?? kalau cabang panin aset management di bandung kan tidak ada?? jadi kalau begitu sy tidak bisa beli reksadana sesuai prospektus (minimal 250000)?? atau memang beli minmal 25 juta bukan 250rb seperti di prospektus??? tolong koreksi jika sy salah, mohon penjelasannya. terimakasih.

  41. Rudiyanto
    May 28th, 2013 at 13:39 | #43

    @adit
    Selamat Siang Adit,

    Sebagai informasi, Cabang langsung dari Panin Asset Management hanya ada di Jakarta, tepatnya di Cabang Cakrawala (Skyline) di Sarinah, Cabang PLuit, Puri, Pondok Indah dan Kelapa Gading dan Surabaya. Selain Cabang Cakrawala, yang anda lihat adalah cabang Panin Sekuritas, ketika anda datang ke cabang tersebut anda harus naik ke lantai 3 atau meminta mereka turun ke lantai 1 karena di lantai 1 dan 2 biasanya adalah Cabang dari Panin Sekuritas.

    Mereka memang juga menawarkan reksa dana tapi fokusnya lebih ke transaksi saham. Sementara buat anda yang butuh layanan yang lebih fokus pada reksa dana sebaiknya menghubungi orang Panin Asset Management.

    Di luar cabang tersebut, Panin Asset Management bekerjasama dengan Panin Sekuritas. Meskipun Panin Sekuritas adalah induk dari Panin Asset Management, dalam hal penjualan reksa dana status mereka adalah Agen Penjual.

    Sama seperti reksa dana, misalkan dari Manajer Investasi yang dijual melalui bank, dimana Bank berperan sebagai Agen Penjual, Panin Sekuritas juga berperan sebagai Agen Penjual.

    Ketentuan penjualan yang dilakukan via Agen Penjual memang diserahkan kembali ke masing-masing agen penjual. Sama seperti halnya ketika kita datang ke bank agen penjual yang berbeda terkadang kita akan menerima ketentuan yang berbeda karena masing-masing bank memiliki kebijakan sendiri. Tapi terkadang bisa juga sama.

    Untuk pembelian reksa dana, ketentuan yang berlaku adalah minimal Rp 250.000 sama seperti prospektus. Akan tetapi jika ada yang menetapkan lebih tinggi, maka itu adalah kebijakan dari masing-masing Agen Penjualnya. Saya tidak menyalahkan mereka karena terkadang, untuk nilai investasi yang kecil, juga agak sulit bagi para penjual karena mereka juga ada minimum nilai target yang ditentukan oleh atasan.

    Saya sudah menghubungi kepala cabang di Bandung dan menyampaikan hal tersebut, coba kamu hubungi lagi, atau apabila kamu sudah meninggalkan nomor telepon bisa menunggu dihubungi kembali. Siapa tahu, ada solusi yang bisa diberikan.

    Demikian, semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  42. Henry
    May 28th, 2013 at 15:08 | #44

    Selamat siang Pak Adit

    Perkenalkan saya Henry, kepala cabang Panin Sekuritas di Bandung.
    Seperti yang dijelaskan oleh pak Rudiyanto, cabang kami adalah agen penjual untuk produk reksadana Panin Asset Management (PAM). Jadi pak Adit bisa membeli reksadana PAM melalui cabang kami di Bandung.

    Sebelumnya mohon maaf untuk ketidaknyamanan pak Adit ketika akan membeli reksadana kami. Dalam menjual produk reksadana, kami mengikuti ketentuan sesuai dengan yang tercantum dalam prospektus. Termasuk untuk minimal transaksi di reksadana, akan sama dengan yang diterapkan oleh kantor Pusat PAM.

    Kami mohon maaf jika ada kesalahan informasi yang disampaikan oleh agen penjual kami yang mengatakan minimal transaksi adalah Rp 25 juta. Kalau tidak keberatan, pak Adit bisa menghubungi kami di 022 7321434 atau 022 4268127 untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Atau pak Adit juga bisa memberikan nomor telpon sehingga kita bisa menghubungi bapak.

    Terima kasih

  43. adit
    May 28th, 2013 at 20:15 | #45

    @Henry
    terima kasih kepada pa rudyanto sama pa henry atas penjelasannya.

  44. Teguh Wijayanto
    May 31st, 2013 at 17:25 | #46

    Salam Pak Rudi..
    Menyambung pertanyaan saya sebelumnya tentang portofolio yang optimal di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/05/25/feedback-berapakah-level-entry-ihsg-yang-anda-tunggu/#comment-128662

    1.Yang saya maksud optimal adalah hasil terbaik/ maksimal/ return tertinggi yang bisa diraih secara total dari portfolio yang dibentuk..

    2. Tujuan Investasi saya kira-kira 7-15 tahun kedepan…Saya melihat di http://www.infovesta.com , beberapa RD Saham Syariah memberikan return lebih dari 90% selama 3 tahun…Saya bingung apakah harus membeli beberapa reksadana itu sekaligus atau satu/dua RD sudah cukup…& Jika harus membeli lebih dari satu berapa porsinya..?
    Mohon pencerahannya Pak Rudi…Terima Kasih..

  45. Rudiyanto
    May 31st, 2013 at 18:27 | #47

    @Teguh Wijayanto
    Yth Pak Teguh,

    Terkait pertanyaan anda,
    1. Kalau return paling tinggi cukup beli satu reksa dana yang returnnya paling tinggi saja. Kalau beli dua, misalkan yang satu memberikan 10%, yang satu 20%, bukankah rata-rata anda jadi 15%. Kalau mau paling maksimal, beli saja yang returnnya 20%. Yang harus diperhatikan adalah kinerja masa lalu tidak menjadi jaminan akan terulang di masa mendatang. Kebanyakan orang membeli lebih dari satu reksa dana, menurut saya karena memang sifat dasar manusia yang suka membagi aset-asetnya ke dalam beberapa tempat. Terutama bagi mereka yang memiliki aset berkecukupan. Secara psikologis, membagi aset ke beberapa tempat membuat orang merasa nyaman. Tapi apakah bisa memperoleh return maksimal, ya tidak. Jawaban saya sesuai di atas, kalau memang mau cari maksimal ya harus di satu aset saja dengan asumsi returnnya nanti paling tinggi.

    2. Sudah membaca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/ atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/12/11/mempersiapkan-pendidikan-anak-luar-negeri-sudah-siap/ ?

  46. atut
    July 16th, 2013 at 21:46 | #48

    Pak Rudiyanto, saya ingin tanya.

    Apakah ada reksadana saham yang pencairannya bisa langsung tanpa menunggu misalnya T+5?
    Soalnya jika ada tempo pencairan T+5, kita sangat susah untuk menentukan target NAB berapa yang kita akan keluar. Misalnya hari ini kita melihat IHSG -2.21% pada poin 4.401, kita mau cairkan reksadana saham kita dengan NAB yang berpatokan pada penutupan IHSG hari ini, itu tidak akan bisa, jika kita cairkan hari ini pasti mengikuti NAB besok yang belum kita ketahui pergerakan IHSG besok bagaimana.

    Jadi, pertanyaan saya apakah ada reksadana saham yang bisa dicairkan tanpa harus menunggu T+5?
    Kalau ada, reksadana saham dari sekuritas apa?

    Demikian juga reksadana obligasi, apakah ada yang tanpa menunggu pencairan T+2?
    Kalau ada, reksadana obligasi dari sekuritas apa?

  47. Rudiyanto
    July 17th, 2013 at 09:41 | #49

    @atut
    Dear Atut,

    Sebelum menjawab pertanyaan anda, boleh tahu apakah anda sudah pernah membeli reksa dana dan melakukan redemption?

  48. atut
    July 17th, 2013 at 12:35 | #50

    @Rudiyanto

    Sudah Pak Rudi, sudah ada 8 tahun saya membeli reksadana, namun untuk saat ini saya sudah redempt semua reksadana saya untuk sementara. Berhubung saya melihat pasar ada kemungkinan masuk ke zona bahaya.

    Jadi saya lagi persiapan apabila pasar ini sudah aman (kira-kira 2 tahun depan), saya akan mengincar dan membeli reksadana yang tidak kena tempo redemption T+X, tentu juga dari sekuritas yang ternama kalau ada.

  49. Rudiyanto
    July 17th, 2013 at 13:38 | #51

    @atut
    Kalau boleh tahu juga, apakah pada saat anda melakukan redemption, harga yang anda dapatkan itu adalah harga pada tanggal perintah transaksi dijalankan tapi terima duitnya bisa T+2 atau lebih, atau harga yang anda dapatkan tersebut itu harga yang t+2 dan terima duitnya lebih lama lagi?

  50. atut
    July 17th, 2013 at 14:17 | #52

    T+2 adalah harga yang saya dapatkan dari perintah transaksi. Artinya transaksi hari ini, kemudian terima duit nya T+2. Apakah ada yang bisa instant terima duit nya?

    Seperti deposito, dulu saya mencari alternatif investasi yang rate bunganya sama seperti deposito tapi redeem nya bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu jatuh tempo dan tanpa kena penalti. Sekarang sudah ada tabungan dengan rate bunga deposito yang bisa cair kapan saja.

    Karena saya sedang cari alternatif investasi yang cocok dengan kriteria dibawah ini:
    1. bisa dicairkan dalam waktu tersingkat
    2. bank/sekuritas ternama
    3. bunga tinggi
    4. kenaikan/bunga yang stabil
    5. aman

    Apakah ada instrumen investasi yang lain?
    Apakah ada investasi yang bunganya seperti obligasi korporate 9% tetapi bisa dicairkan kapan saja tanpa harus menunggu T+2?

  51. Rudiyanto
    July 17th, 2013 at 15:52 | #53

    @atut
    Kalau begitu, sudah jelas, berarti permasalahan anda adalah pada periode penerimaan dana.
    Sebagai informasi, proses T+2 itu dilakukan karena ada proses konfirmasi transaksi berhasil dan internal di masing-masing perusahaan yang tidak mungkin selesai dalam H+0.

    Dari kriteria yang anda sebutkan tersebut, berdasarkan pengetahuan saya, hanya deposito yang cocok dengan permintaan anda. Untuk obligasi korporasi, proses penjualan sama seperti reksa dana yaitu harus dijual dulu, bedanya bisa saja tidak ada yang beli, sementara kalau di reksa dana, Manajer Investasi harus membeli berapapun reksa dana yang anda jual.

    Pertanyaan saya, mengapa anda membutuhkan likuiditas yang sedemikian tingginya? apakah anda menggunakan dana operasional usaha untuk investasi? jika benar demikian, rasa-rasanya kurang cocok karena dana untuk investasi seharusnya dana menganggur / dana yang tidak mengganggu operasional sehari-hari.

    Apabila untuk market timing, maka juga tidak cocok dilakukan di reksa dana, karena sebaiknya market timing dilakukan di transaksi saham langsung saja.

    Jadi mungkin deposito yang bisa dicairkan sewaktu2 paling cocok untuk anda, tinggal berapa besar bunga yang anda minta. Tapi biasanya bank yang bersedia deposito breakable dengan bunga tinggi biasanya juga meminta nasabah menempatkan dalam jangka waktu tertentu.

    Semoga bermanfaat.

  52. atut
    July 17th, 2013 at 16:08 | #54

    Wah jawaban Pak Rudi benar2 bermanfaat, thanks banyak Pak Rudi sudah mau dengan sangat sabar menjawab saya.

    Sebelumnya saya memang suka di reksadana dengan menempatkan dana nganggur saya, tetapi belakangan ini kondisi market sangat tidak menentu, jadi saya redeem semua reksadana saya untuk bisa ditempatkan di instrumen yang likuiditas tinggi dengan bunga yang termasuk tinggi juga. Untuk berjaga-jaga apabila ada kesempatan yang bagus bisa saya langsung masuk ke sana.

    Contohnya saat ini saya redeem reksadana obligasi saya yang sedang anjlok dan saya masukin ke tabungan yang bunganya setara dengan deposito. Jadi saya tidak perlu menunggu tanggal jatuh tempo untuk redeem dan tidak kena penalti. Sebagian saya juga masuk ke USD, berhubung USD juga mempunyai likuiditas tinggi, nantinya saya bisa switch ke silver jika nanti GOLD memang turun ke 800. Sampai saatnya market sudah membaik, saya akan masuk kembali ke reksadana.

    Tetapi itu hanya pendapat saya. Jadi saat ini saya membutuhkan instrumen investasi yang likuiditas tinggi dengan bunga yang termasuk tinggi. Berarti tindakan saya sudah pas dengan jawaban Pak Rudi yaitu di sejenis deposito.

    Terima kasih, Pak Rudi.

  53. atut
    July 17th, 2013 at 20:33 | #55

    Pak Rudi, saya ingin tanya lagi. Apakah RD Pasar Uang bunganya selalu lebih tinggi dari Deposito?

  54. Rudiyanto
    July 18th, 2013 at 08:38 | #56

    @atut
    Tergantung juga. Kalau anda nasabah prioritas, biasanya bunga yang didapat sudah kurang lebih sama dengan reksa dana. Pada dasarnya banyak penempatan reksa dana pasar uang juga di deposito. Kemudian, jika berbasis obligasi, harganya bisa naik turun. Jadi kombinasinya bisa menyebabkan hasilnya di atas deposito tapi bisa juga di bawah.

    Semoga bermanfaat.

  55. atut
    July 18th, 2013 at 09:34 | #57

    I see, thank you Pak Rudi. Saya sudah mendapatkan pengetahuan baru dari Pak Rudi.

  56. Nadia Ratna
    July 31st, 2013 at 12:01 | #58

    Selamat siang,

    Perkenalkan nama saya Nadia Ratna, mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Saat ini saya sedang mengerjakan skripsi dengan topik konsumen produk Reksa Dana. Melalui e-mail ini saya bermaksud untuk memohon bantuan menyebarkan kuesioner online. Link kuesioner dapat ditemukan di http://bit.ly/surveyreksadana .

    Dua responden yang beruntung akan mendapat hadiah buku “33 Strategi Reksa Dana” dan “Menyambut Pagi di Bromo, Melepas Penat di Raja Ampat”.

    Kiranya sekian yang dapat saya sampaikan. Bantuan Anda akan sangat bermanfaat bagi penyelesaian skripsi saya.

    Terima kasih banyak.

    Salam

  57. Rudiyanto
    July 31st, 2013 at 13:44 | #59

    @Nadia Ratna
    Udah saya bantu tweet ya..

    Ngomong2 ketika skripsinya sudah jadi, apakah Nadia berkenan jika saya mengundang kamu ke Panin Asset Management untuk mempresentasikan hasil tersebut?

  58. Windu
    August 14th, 2013 at 17:24 | #60

    Dear Pak Rudi,

    Mohon bantuannya, saya ingin menata kembali keuangan saya.
    Saya seoarang karyawan swasta dengan THP 12 Juta, usia 28 tahun, sudah menikah (belum memiliki anak) dan belum memiliki rumah.
    Pengeluaran rutin saya perbulannya adalah :
    Pengeluaran rumah tangga : 5 Juta
    Biaya adik kuliah : 1.2 Juta rupiah
    Internet, Telpon dan Tv Kabel : 1 Juta
    Tagihan CC : 1 juta
    Asuransi : 500 rb

    Tabungan saya pada saat ini 50 Juta rupiah dengan utang 8 juta (Credit Card).

    Mohon advicenya bagaimana kira2 agar saya bisa memiliki rumah sendiri dalam waktu 7 tahun ke depan, dan tetap bisa berinvestasi untuk mempersiapkan masa tua saya :)

    Mohon masukannya pak :)

  59. alex
    August 16th, 2013 at 11:47 | #61

    Salam Pak Rudi,

    Menurut bapak, bagaimana prospek untuk RDPT obligasi mengingat saat ini rd yg saya punya jg sedang turun sekitar 10-12 % dari pertama kali beli. Mohon pendapat Bapak sebagai pertimbangan untuk saya alihkan atau hold. Thanks

  60. Rudiyanto
    August 19th, 2013 at 16:48 | #62

    @Windu
    Salam Windu,

    Terus terang saya kagum, ternyata anak muda sekarang gajinya besar2. Tapi itu baguslah, artinya perkembangan kelas menengah yang selalu kita baca di koran benar2 terjadi pada hidup kita sehari-hari.

    Untuk menjawab pertanyaan anda tentunya harus dihitung terlebih dahulu berapa harga rumah 7 tahun ke depan dan berapa dana yang anda butuhkan untuk bisa pensiun.

    Katakanlah 7 tahun lagi anda mau memiliki 500 juta agar bisa membeli rumah seharga Rp 2 M dengan cara KPR. Maka dengan asumsi return 20%, anda perlu berinvestasi setiap bulan setidaknya 3 juta. Setelah itu, anda perlu membuat perencanaan bagaimana membayar KPR rumah tersebut setiap bulannya.

    Untuk pensiun katakanlah anda membutuhkan dana Rp 10 M di usia 55 atau 27 tahun dari sekarang, maka anda harus berinvestasi setidaknya Rp 1,2 juta per bulan.

    Saran saya kamu lunasi tagihan kartu kredit dan nanti kalau mau menikah jangan buat pesta yang terlalu mahal. Sisihkan sedikit juga untuk zakat.

    Semoga bermanfaat.
    Sebelumnya mohon maaf, saya mendapat teguran dari Pemimpin Redaksi langsung yaitu istri saya. Tegurannya saya tidak membaca dengan detail. Saya mohon maaf, untuk kalimat “kalau mau menikah jangan buat pesta yang terlalu mahal” waktu baca pertanyaan anda, saya bacanya akan mau menikah dalam waktu dekat. Saya mohon maaf atas kesalahan tersebut. Semoga rencana dana yang saya sebutkan buat pesta itu bisa menambah DP Rumah, he he.

  61. Rudiyanto
    August 19th, 2013 at 16:51 | #63

    @alex
    Salam Alex,

    Penurunan ini disebabkan karena inflasi yang di luar dugaan. Inflasi di luar dugaan ini karena timing kenaikan BBM yang terlambat. Namun nasi sudah menjadi bubur.

    Oleh karena itu, saran saya sebaiknya fokus pada tujuan investasi kamu pada awalnya, misalkan kamu ingin berinvestasi selama 2-3 tahun, ya ditunggu sampai waktu tersebut. Sebab momen kenaikan harga obligasi baru akan terjadi ketika inflasi sudah mulai mereda dan suku bunga bank turun.

    Pindah ke saham memang bisa membuat naik lebih cepat, tapi itu dengan catatan harganya naik. Bisa saja setelah kamu alihkan malah harga saham turun seperti yang terjadi hari ini di mana saham turun hingga 5%.

    Anda bisa juga averaging down atau mencoba berinvestasi di saham karena valuasi saham sudah agak murah. Semoga bermanfaat.

  62. Muha
    August 20th, 2013 at 09:28 | #64

    Salam Pak Rudiyanto,

    Kemarin Orang tua saya ditawari dari salah satu koperasi yang sdh berdiri sejak th 2008, yaitu Investasi dengan program simpanan berjangka. Dengan suku bunga 25% pertahun atau 2% perbulan. saya cek via online koperasi tersebut sudah punya legalitas; seperti Badan Hukum, izin dari Dinas koperasi Ukm dan perindustrian perdagangan, Izin Nasional unit simpan pinjam, SIUP,TDP,NPWP,HO semua ada…ketika saya tanya tentang kok berani koperasi bisa dan berani membayar 2% perbulan atau 25% pertahun? perwakilan koperasi menjawab; ” koperasi mengalokasikan dana dari nasabah untuk progam pinjaman kepada pelaku ukm/umkm dengan bunga 10-20% dengan sistem harian/mingguan..apakah investasi dengan program tersebut baik untuk orang tua, dan apakah koperasi tersebut bisa dikatan koperasi yang legal dengan program investasinya…dan Mohon ditambahi untuk resiko ketika bergabung menjadi nasabah koperasi tersebut…Terimakasih

  63. wahyu
    August 21st, 2013 at 04:17 | #65

    Pak Rudi, data sebagian besar saham pada tanggal 19 agustus kemarin menunjukkan sedikit koreksi. apakah menurut bapak ini adalah saat yang tepat untuk top up reksadana ? dan analisa bapak kapan titik terendahnya akan tercapai ? terimakasih

  64. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:36 | #66

    @Muha
    Salam Muha,

    Untuk legalitas sebaiknya bisa ditanyakan ke OJK di call center 021 500 655 atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/06/17/bagaimana-mengecek-legalitas-reksa-dana/

    Untuk koperasi sendiri sebetulnya saya tidak terlalu mengerti, sebab sepengetahuan saya, sistem koperasi itu bagi hasil. Artinya dia ambil dana dari anggota, kemudian dipinjamkan dengan bunga tertentu, hasilnya dipotong biaya operasional selanjutnya dibagi lagi kepada anggota sesuai proporsi keuntungannya.

    Koperasi sendiri juga sebetulnya masih bersifat sosial karena dari anggota untuk anggota. Jadi kalaupun dipinjamkan ke anggota, pasti dengan bunga yang bersahabat. Namanya juga koperasi.

    Tapi koperasi yang anda sebut, sudah seperti bank, karena dana diambil dari anggota kemudian dipinjamkan ke orang lain (saya tidak tahu anggota atau tidak) tapi kalau anggota sudah pasti tidak 10-20% per hari / per minggu karena itu sudah tidak sosial lagi. Memang harus diakui, meski bunganya tinggi, karena tidak bankable, masih banyak orang yang bersedia meminjam.

    Bank juga meminjamkan ke orang dengan bunga 30 – 40% per tahun untuk kartu kredit. Tapi pertanyaannya apakah bank memberikan bunga hingga 25% per tahun?

    Demikian pak Muha tanggapan saya, terus terang saya bukan ahli koperasi sehingga tidak tahu soal legalitasnya. Mengenai model bisnisnya, memang sangat menguntungkan tapi menurut saya agak kurang sosial.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  65. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:36 | #67

    @wahyu
    Salam Pak Wahyu,

    Sudah saya jawab di posting terbaru, silakan di baca, terima kasih

  66. Windu
    September 9th, 2013 at 09:29 | #68

    Dear Pak Rudi,

    Terima Kasih atas sarannya,

    Kira-kira jika saya harus berinvestasi 3 juta perbulannya, instrumen investasi apa yang bapak sarankan?
    Dan investasi jangkan panjang untuk persiapan pensiun kira-kira yang paling tepat apa ya pak?

    Terima Kasih,

  67. Rudiyanto
    September 9th, 2013 at 09:38 | #69

    @Windu
    Salam Windu,

    Kalau anda tanya sama yang jualan reksa dana, jawabannya pasti di reksa dana.
    Kalau anda tanya sama financial planner, maka saran saya investasikanlah di sesuatu yang anda pahami. Sepanjang anda yakin bisa menghasilkan 20% per tahun, maka sudah cukup. Berbisnis sendiri juga termasuk berinvestasi. Yang penting menghindari investasi bodong.

    Semoga bermanfaat.

  68. Louice
    September 10th, 2013 at 11:04 | #70

    Pak. tolong tanya, dalam persamaan kinerja reksa dana:
    LnY=a+b1LnX1+b2LnX2+…
    mengapa dlm persamaan tersebut harus di Ln. kan?
    makasih pak..

  69. Rudiyanto
    September 11th, 2013 at 12:32 | #71

    @Louice
    Salam Louice,

    Sudah tanya sama yang buat rumus itu? atau sudah mencoba membaca buku teori dimana rumus tersebut ada? Coba baca juga di buku statistik atau buku forecasting yang membahas tentang penggunaan Ln. Semoga bermanfaat.

  70. Juli
    September 17th, 2013 at 08:18 | #72

    Alow pak

    Apakah bank diperbolehkan untuk membeli reksadana ?

    Pernah ada agen asuransi yg menunjukkan fund fact sheet unit link nya yg katanya dikelola oleh salah satu manajer investasi asing. Apakah perhitungan nab unit link dan nab reksadana sama perhitungannya? dan bagaimana mekanisme pengelolaan dana nsbh via unit link?

    thanks

  71. Rudiyanto
    September 18th, 2013 at 01:10 | #73

    @Juli
    Alow juga Juli,

    Setahu saya ada bank yang membeli reksa dana. Jadi seharusnya Bank diperbolehkan.

    Unit Link pada dasarnya sama dengan reksa dana. Bedanya reksa dana hanya berinvestasi di saham, obligasi dan pasar uang, unit link isinya bisa saham, obligasi, pasar uang dan reksa dana. Ada unit link yang dikelola sendiri sehingga sama seperti halnya reksa dana, ada juga unit link yang isinya reksa dana saja. Ada juga yang campuran dari reksa dana dan portofolio investasi langsung.

    Dalam kasus unit link yang isinya reksa dana, cara menghitung harganya sama saja dengan cara perhitungan NAB/Up reksa dana. Hanya isinya saja yang berbeda. Mekanisme pengelolaannya juga sama. Ada perusahaan asuransi yang rajin dan punya dukungan riset tangguh sehingga mengelola sendiri. Ada juga perusahaan asuransi yang lebih praktis dengan meng -outsource pekerjaan pengelolaan ke Manajer Investasi dengan berinvestasi di reksa dana dan hanya fokus pada penjualan saja.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  72. Effendi
    September 28th, 2013 at 12:18 | #74

    dear pak Rudi,

    Saya sedang menyusun tulisan mengenai derajat diversifikasi. Menurut pak Rudi model pengukuran apa yang paling tepat untuk melihat derajat diversifikasi pada reksadana, dan apakah data yang diperlukan utk bisa didapatkan?

    Terima kasih sebelumnya utk masukan yang diberikan.

    • Rudiyanto
      September 28th, 2013 at 12:55 | #75

      Salam Effendi,

      Boleh dijabarkan seperti apa skripsi yang mau anda susun tersebut?

  73. Hasan Halim
    September 30th, 2013 at 15:00 | #76

    Dear Pak Rudi,

    Saya melihat Trimegah KAS (TKAS) pada tanggal 27 September 2013 mengalami kelonjakan yang sangat signifikan yaitu +92,97%. Kenapa hal ini bisa terjadi menurut Pak Rudi? Setahu saya untuk Reksadana Pasar Uang biasanya hanya berjalan di kisaran 4.5% pa.

    Kalau mau dibilang sangat disayangkan saya tidak masuk Trimegah KAS (TKAS) karena pada awal September saya sudah meminta form dari broker Trimegah untuk masuk TKAS tetapi saya tidak tanda tangani dan tidak saya kirim balik. Padahal jika saya tanda tangani dan kirim balik, tunggu hanya 20 hari saja saya sudah gain +92%, sangat disayangkan.

  74. Hasan Halim
    September 30th, 2013 at 15:35 | #77

    @Hasan Halim
    http://www.trimegah-am.com

    Produk 26 Sep 2013 27 Sep 2013 %
    DMKP 7,440.9555 7,449.0431 0.11
    TKAP 2,756.9109 2,757.6839 0.03
    TSYAS 1,374.6800 1,375.6300 0.07
    TKOM2 1,653.0300 1,653.2700 0.01
    TSYAB 1,976.7000 1,976.4200 -0.01
    TDAT2 1,604.3207 1,604.4525 0.01
    RTDS 2,004.3636 2,004.5284 0.01
    TKAS 1,038.7736 2,004.5284 92.97
    TCOP 1,171.9200 1,177.1800 0.45
    TPTUSD 1.0157 1.0133 -0.24
    TREF 1,171.5417 1,172.1717 0.05
    TPRIM6 1,201.9300 1,200.7100 -0.10
    TRRI 985.5800 984.5700 -0.10
    TRSF 1,025.2200 1,018.2600 -0.68
    TPRIM7 1,013.1600 1,013.5700 0.04
    TRIP 985.5800 1,026.4600 4.15
    TLES2 975.7600 969.2600 -0.67
    TALP 917.7900 918.8700 0.12
    TPRIMV 1,023.2900 1,023.5100 0.02
    TRAMASA 914.8500 915.0000 0.02

  75. Dedi Wahyudi
    September 30th, 2013 at 16:22 | #78

    Salam sejahtera pak Rudi,
    tanggal 30 agustus lalu saya membeli reksadana panin dana prima di kantor panin aset management yg di kelapa gading tapi sampai hari ini saya belum mendapat surat konfirmasinya dan user name dan pasword untuk login di website panin AM yg katanya akan di kirim melalui email juga saya belum terima, bisa kah pak Rudi membantu? Terima kasih pak dan jika pertanyaan saya ini tidak tepat di tulis di sini silakan di hapus saja. Satu lagi pak, selamat atas buku barunya, saya sudah beli langsung di gramedia.

  76. rezky reza pratama
    September 30th, 2013 at 17:29 | #79

    salam pak rudi,

    saya coba melihat prediksi pergerakan pasar modal pada 2014 yang akan berhadapan dengan pemilu 2014 sesuai tulisan bapak (PEMILU, Pilpres 2014 dan Pasar Modal Indonesia). tapi apakah ada potensi lain terjadi diluar pemilu 2014 dimana rupiah yang belum stabil, rencana bank sentral AS yaitu The Fed mengurangi program stimulusnya karena ekonomi AS membaik dan rencana revisi UU pasar modal. dari beberapa indikator tersebut bagaimana pandangan pak rudi untuk pasar modal indonesia di 2014?

  77. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:01 | #80

    @Hasan Halim
    Salam Pak Hasan,

    Kemungkinan ada kesalahan dalam penginputan data. Coba dibandingkan dengan http://www.infovesta.com. Semoga bermanfaat.

  78. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:02 | #81

    @Dedi Wahyudi
    Yth Pak Dedi Wahyudi,

    Sebelumnya saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya sudah sampaikan keluhan anda kepada marketing yang menangani anda langsung yaitu Ibu Evi dan Customer Service. Mudah2an bisa ditangani secepatnya.

    Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

  79. Rudiyanto
    October 1st, 2013 at 11:05 | #82

    @rezky reza pratama
    Salam Rezky,

    Selalu ada berita buruk yang berpotensi mengancam kestabilan perekonomian dunia. Sebab boom dan bust adalah satu kesatuan dari siklus yang tidak terpisahkan. Untuk itu, dalam berinvestasi dibutuhkan KEPERCAYAAN dan KEYAKINAN bahwa perusahaan2 yang kita beli tersebut masih tetap eksis dan memberikan keuntungan meskipun the Fed mau mengurangi stimulus, pasar modal mau merevisi UU dan lain2 serta KESABARAN bahwa pada akhirnya perusahaan yang menguntungkan tersebut akan tercermin pada harga sahamnya.

    Untuk 2014, mungkin nanti baru saya buat menjelang itu. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

  80. Rosa
    October 2nd, 2013 at 15:30 | #83

    Selamat sore dan salam kenal Pak Rudi,
    Sy rosa.. Saya adlh mahasiswa tgkat akhir dan sdang dlm proses penyusunan skripsi, tp sy masih bingung unk menentukan judul penelitian. Menurut bpk, permasalahan apakah di sekitar dunia pasar modal yg layak unk diteliti dan akan memberikan manfaat unk perkembangan dunia pasar modal? Sblmnya sy sdh mengajukan judul yg mengukur efektivitas rasio2 dlm analisis fundamental thdp return prshaan tertentu, tp kemudian sy ragu krn sy lihat sdh lmyan banyak penelitian sejenis, walaupun variabel dan alat ukurnya beda.. Sy mulai berpikir bahwa ini akan kurang berkontribusi unk bidang yg saya teliti.. Bagaimana menurut Bpk? Apakah dr pengalaman bpk di dunia pasar modal, kiranya ada suatu permasalahan yg layak unk diteliti??
    Terima ksh sblmnya pak….

  81. Rudiyanto
    October 3rd, 2013 at 14:14 | #84

    @Rosa
    Salam Rosa,

    Usul saya, Bagaimana cara membuat orang tertarik menjadi investor pasar modal? Atau bagaimana cara meningkatkan jumlah investor pasar modal 10 x lipat dalam 5 tahun.

    Semoga bermanfaat

  82. Rosa
    October 3rd, 2013 at 14:51 | #85

    @Rudiyanto
    Terima ksh banyak sebelumnya atas sarannya pak..
    Akan sy cari coba referensinya dulu.. :)

  83. Hasan Halim
    October 6th, 2013 at 19:01 | #86

    Selamat malam Pak Rudi,

    Sebelumnya mohon maaf jika pertanyaan saya tidak relevan dengan topik pembahasan di forum ini.

    Seperti yang kita ketahui bahwa investasi perak tidak kalah menariknya dengan emas. Di mana saat emas naik 20%, perak berpotensial naik hingga 35%. Namun sayangnya market perak di Indonesia masih belum terbuka padahal di luar negeri perak sudah diperjual belikan selayaknya emas.

    Apakah Pak Rudi tahu di mana di Indonesia saya bisa mendapatkan perak batangan merek internasional atau impor? Sudah lama (5 tahun) saya mencari perusahaan di Indonesia yang menjual perak batangan impor tetapi tidak ada satupun. Belakangan ini ada perusahaan baru di Jakarta, PT. Straits Bullion, yang menjual precious metals impor merek PAMP tetap saya sangat kecewa bahwa yang dijual hanya emas, tidak ada perak. Saya sudah desperate mencari informasi di mana saya dapat membeli perak batangan merek internasional di Indonesia untuk investasi.

    Apakah mungkin Pak Rudi mengetahuinya dan boleh memberikan saya informasi tersebut?

    Sekali lagi, mohon maaf jika pertanyaan saya tidak relevan dengan Pak Rudi. Terima kasih.

    Salam,
    Hasan Halim

  84. Dedi wahyudi
    October 7th, 2013 at 16:28 | #87

    Terima kasih Pak Rudi atas bantuannya, mohon maaf sudah merepotkan.

  85. Rudiyanto
    October 8th, 2013 at 11:07 | #88

    @Hasan Halim
    Salam Pak Hasan,

    Terus terang saya bukan ahli soal investasi komoditas seperti emas dan perak yang anda sebutkan. Dan saya yakin kalau anda sudah cari 5 tahun saja masih belum dapat, apalagi saya yang mungkin akan habiskan waktu sekitar 5 menit untuk cari di google.

    Dan mungkin masukan saya, jika untuk membelinya saja sudah sedemikian susah, apakah anda tidak membayangkan hal yang sama ketika anda menjualnya? Jika investasi sedemikian tidak likuidnya, apakah hal ini memang sesuatu yang kamu cari?

    Demikian pak Hasan, semoga masukan saya bermanfaat.

  86. Hasan Halim
    October 8th, 2013 at 16:14 | #89

    @Rudiyanto

    Betul juga Pak Rudi, ini menjadi dilemma juga bagi saya. Investasi perak di Indonesia memang tidak liquid, saat ingin menjualnya sangat susah mencari pembelinya. Tetapi bagaimana jika investasi perak ini bisa memberikan gain 3000% dalam 10 tahun? Tentu kita tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Kalaupun tidak 10 tahun, katakan 15 tahun untuk gain 3000% juga merupakan gain yang fantastis.

    • Rudiyanto
      October 8th, 2013 at 17:17 | #90

      Salam Pak Hasan,

      Gain 3000% itu kan kalau kita beli Rp 1000 dan jual di Rp 31.000. Kalau misalnya tidak dijual ya namanya bukan gain pak, tapi unrealized gain.
      Kalau di reksa dana, dalam 15 tahun ada yang gain sampai 6500% apakah ini juga cukup fantastis bagi anda?

      Tapi sekali lagi, saya selalu menyarankan orang untuk investasi di tempat yang dia mengerti, jadi jika perak adalah passion anda silakan terus mencari pak.

  87. Hasan Halim
    October 8th, 2013 at 22:07 | #91

    @Rudiyanto

    Wah Pak Rudi, saya pertama kali mendengar nih reksa dana yang 6500% dalam 15 tahun? Kalau boleh tahu Pak Rudi, itu reksa dana apa, sekuritas apa dan periode dari tahun berapa sampai tahun berapa?

    Wah, 6500%, itu benar-benar super fantastis bagi saya. Bayangkan jika beli 100 juta, jadi 6,5 milyar dalam 15 tahun.

  88. Rudiyanto
    October 9th, 2013 at 13:54 | #92

    @Hasan Halim
    Salam Pak Hasan,

    Di http://www.infovesta.com adalah data harga dan return reksa dana di seluruh Indonesia. Pada tabel reksa dana, kamu bisa lihat berapa harga dan return masing2 reksa dana berdasarkan jenisnya.

    Semua reksa dana yang konvensional dimulai selalu dari harga Rp 1000. Jadi jika ada reksa dana yang harganya Rp 11.000 berarti dia sudah untung 10.000 atau 1000%. Silakan di cek saja pak.

    Semoga bermanfaat

  89. Hasan Halim
    October 9th, 2013 at 16:10 | #93

    @Rudiyanto

    Wah Pak Rudi, tidak sangka rupanya Panin Dana Maksima sudah 62.000an, gila banget. Apakah bisa split atau ada rencana split? Apakah akan berlanjut terus atau stop kemudian luncurin produk reksadana saham yang lain tapi serupa dengan Panin Dana Maksima?

  90. Teguh Wijayanto
    October 9th, 2013 at 23:13 | #94

    Salam Pak Rudi…

    Pak saya baru saja membeli buku “Sukses Finansial Dengan Reksadana ” milik Bapak…

    saya sudah baca halaman 205 dst, yang mau saya tanyakan adalah : data indeks reksadana saham mulai tahun 2006-2010 itu data asli yang memang benar-benar terjadi atau data fiktif yang hanya untuk simulasi saja Pak…??
    Karena jika data itu benar mau saya pakai utk bahan skripsi saya Pak…

    Terima Kasih…

  91. Rudiyanto
    October 10th, 2013 at 13:33 | #95

    @Hasan Halim
    Salam Pak Hasan,

    Pertanyaannya saya untuk apa reksa dana di split?

  92. Rudiyanto
    October 10th, 2013 at 13:34 | #96

    @Teguh Wijayanto
    Salam Pak Teguh,

    Terima kasih untuk dukungannya.
    Data indeks reksa dana adalah data asli yang diambil dari http://www.infovesta.com.
    Harap ditulis sumber yang benar ketika menggunakannya.

  93. Teguh Wijayanto
    October 10th, 2013 at 15:25 | #97

    Yth Pak Rudi…
    Untuk Indeks Reksa Dana tiap bulan di buku Bapak itu dihitungnya secara rata-rata selama satu bulan atau bagaimana Pak..

    Misal utk bulan Nov 2010 (tgl 1 – 30 Nov 2010) saya ambil data dari http://www.infovesta.com/ , indeks reksadana saham adalah :
    6607.7763 ; 6575.0085 ; 6518.8196 ; 6580.9413 ; 6646.8924 ; 6730.4824 dst

    Jika dijumlah = 139179.986 lalu dibagi jumlah data 21 hasilnya 6627.618

    Tapi di buku Bapak data indeks reksadana saham bulan Nov 2010 = 6354.73

    Mohon Pencerahannya Pak Rudi…Terima Kasih Banyak…

  94. Rudiyanto
    October 10th, 2013 at 15:46 | #98

    @Teguh Wijayanto
    Yth Pak Teguh,

    Indeks yang saya pakai adalah indeks pada akhir bulan november. Jadi bukan di rata-ratakan. Untuk informasi lebih lanjut silakan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/03/07/mengenal-benchmark-reksa-dana-yang-apple-to-apple/ Atau ditanyakan langsung dengan infovesta karena saya sudah tidak bekerja di situ.

    Semoga bermanfaat.

  95. Hasan Halim
    October 12th, 2013 at 08:34 | #99

    Dear Pak Rudi,

    Apakah ada reksadana yang investasinya ke semua jenis efek:
    - efek ekuitas
    - efek utang
    - efek pasar uang
    - efek pendapatan tetap
    - efek obligasi
    - efek deposito
    - efek lain-lain yang tidak disebutkan diatas

    Besarnya persentasi pada efek tertentu adalah tergantung padandangan dan cara Manager Investasi alokasi berdasarkan situasi dan kondisi ekonomi pada saat itu.

    Contoh misalnya begini:
    - Pada minggu pertama, saham semua pada turun, Manager Investasi mengalokasi dengan porsi efek ekuitas 5%, deposito 10%, pasar uang 10%, obligasi 10%, pendapatan tetap 65%
    - Pada minggu kedua, saham kelihatan mulai membaik, Manager Investasi mengalokasi dengan porsi efek ekuitas 30%, pendapatan tetap 50%, efek lain-lain 20%
    - Pada minggu ketiga, saham mulai bullish, Manager Investasi mengalokasi dengan porsi efek ekuitas 70%, pendapatan tetap 10%, efek pasar uang 5%, efek obligasi 5%, efek lain-lain 10%
    - Pada minggu keempat, saham menunjukkan bullish, Manager Investasi mengalokasi dengan porsi ekuitas 95%, pendapatan tetap 5%

    Jadi porsi alokasi efek nya sangat fleksibel tergantung situasi dan kondisi ekonomi. Apakah ada reksadana yang begitu?

  96. Rudiyanto
    October 12th, 2013 at 11:49 | #100

    @Hasan Halim
    Dear Pak Hasan,

    Pertanyaan saya, kalau konteks pertanyaan anda adalah reksa dana dengan tindakan di atas akan menghasilkan kinerja yang baik mengapa anda tidak melihat dari besaran return yang dihasilkan setiap tahunnya?

    Sebab bisa saja semua orang mengklaim seperti di atas, sehingga logikanya pada saat saham turun dia tidak rugi, atau bahkan untung dan ketika saham naik, kenaikannya yang paling tinggi. Tapi tentu hasil yang menentukan apakah benar demikian atau tidak. Dan jika memang pernah terjadi apakah konsisten setiap tahunnya.

    Sebagai informasi instrumen investasi reksa dana adalah saham, obligasi dan deposito. Semua jenis reksa dana konvensional yaitu saham, pendapatan tetap dan campuran diperbolehkan berinvestasi di ketiga instrumen tersebut, yang berbeda hanya batasan maksimal dan minimalnya.

    Semoga bermanfaat

  97. redha
    October 19th, 2013 at 13:21 | #101

    saya tertarik ikut, panin saham syariah .. kemn saya harus mencari Manajer Investasi
    PT Panin Asset Management untuk mendapatkn formulir dan mendaftar di daerah banjarmasin – banjarbaru. tks

  98. Rudiyanto
    October 20th, 2013 at 23:44 | #102

    @redha
    Malam Redha,

    Terima kasih atas kepercayaan anda, namun sangat disayangkan pada saat ini kami masih belum memiliki cabang pada kota tersebut.

    Mungkin anda bisa menghubungi agen penjual kami di Pontianak dengan informasi sebagai berikut:
    Pontianak
    Komp.Villa Gama Blok D No.26
    Jl. Budi Karya
    Pontianak 78121 – Indonesia
    Tel.: (62-561) 748 888
    Fax: (62-561) 767 300
    E-mail: pontianak@pans.co.id

    Semoga beruntung.

  99. Antung Febby
    October 21st, 2013 at 20:26 | #103

    Pak rudy saya ingin membeli reksadana (secara berkala)
    adapun tujuan investasi saya adalah jangka panjang (untuk dana pensiun) saya pengusaha saat ini usia 28 tahun.
    untuk kesehatan keuangan saya sudah monitoring masih aman, tidak ada hutang konsumtif dan sudah ada asuransi untuk keluarga kecil saya.
    saya bingung memilih apakah membeli PDM (yg mnrt saya NAB nya sudah tinggi) atau pilih Panin Dana Prima (meskipun sama2 rd saham tetapi NAB masih di 5rb an)
    rencana investasi saya adalah 2jt perbulan dengan niat akan top up setiap akhir tahun jika ada laba usaha lebih.
    menurut pak rudi mana yg lebih cocok saya pilih apakah PDM atau PDP,
    apakah lebih baik saya membeli reksadana yg sudah punya ctatan kinerja yang oke meskipun NAB nya sudah tinggi? kalau dari kacamata saya yang awam ini maka saya akan memilih rd yang nab nya masih cukup murah karena peluang untuk meningkat nya tinggi (itu mnrt saya)
    jangka investasi saya adalah lebih dari lebih dari 20 tahun.
    semoga pak rudy berkenan menjawab pertanyaan saya.. dan semoga kebaikan pak rudy berbagi ilmu melalui blog ini mendapatkan balasan yang terbaik dari Nya. terima kasih

  100. Fikar
    October 22nd, 2013 at 09:30 | #104

    Salam,

    Baru saja saya membaca artikel di Kontan yang bertajuk “Aturan Ases Dasar di RDPT Di perketat”
    (http://investasi.kontan.co.id/news/aturan-aset-dasar-rdpt-diperketat)

    Ada beberapa hal yang kurang saya fahami, terkait berita tersebut.
    1. Jenis – jenis reksadana yang selama ini saya fahami terdiri dari Reksadana Pasar uang, Pendapatan Tetap, terproteksi, Campuran, dan Saham. Meskipun saya pernah baca ada tapi tidak terlalu faham untuk reksadana Index, Berdominasi Dolar dan ETF. Untuk Reksadana.Penyertaan Terbatas (RDPT) masuk dalam kategori Reksadana yang mana, atau RDPT ini memang merupakan salah satu jenis reksadana seperti yang saya sebut diatas ?

    2. “Beleid tentang reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif……. “(alenea ke dua) — bukankah semua RD saat ini bentuknya adalah KIK ? Kalau begitu apakah maksudnya semua RD hanya boleh di putar di sektor Riil?

    3. “RDPT hanya boleh ditawarkan ke pada pemodal profesional…..”(alenea ke-5) — kenapa masyarakat biasa tidak boleh memiliki RDPT?

    4. Saat kita membeli suatu produk RD, unit penyertaan yang diperoleh adalah sebesar nilai investasi dibagi NAB, kalau NAB awal ditetapkan sebesar 5 milayar untuk RDPT berdenominasi mata uang asing, apakah hal ini berlaku untuk semua jenis RD juga?

    5. Kalau sekiranya yang dimaksud dengan RDPT itu adalah semua jenis RD yang sudah ada saat ini, apakah mereka yang saat ini memegang RD tertentu harus keluar (redempt)?

    Terima kasih atas penjelasan bapak

  101. Teguh Wijayanto
    October 22nd, 2013 at 19:20 | #105

    Yth Pak Rudi…
    Pak saya mau tanya…Panin Dana Maksima apakah termasuk RD SAHAM ? saya baca di website http://www.panin-am.co.id/PaninDanaMaksimaPerf.aspx , kebijakan investasi : Efek Saham 50% – 95 % dengan target 70%. Bukankah RD Saham harus min 80 asetnya adalah saham ?, Saya baca di sekian Prospektus Reksa dana baru kali ini saya tahu ada yang min 50 % pada saham untuk jenis RD Saham…

    Terima Kasih Pak Rudi…

  102. kurniawan
    October 24th, 2013 at 11:34 | #106

    Salam Pak Rudiyanto,
    Saya ditawari sebagai agen penjual Reksadana Panin dari senior agen Panin Asset. Saya ingin tanya bbrp hal berikut:
    1. sbg agen penjual (free lance) apakah cukup kompetitif, dimana bank juga sebagai agen yg dpt menjual berbagai produk reksadana
    2. informasinya, pendapatan agen hanya dr komisi dari fee in (maks 2%); apakah lazimnya agen(juga bank) menjual dg fee in kurang 2% sehingga kompetisi tidak sehat
    3. apakah customer dpt membeli tanpa melalui agen utk mengurangi biaya, sehingga peran agen menjadi berkurang
    Saya urgent membutuhkan info ini utk memutuskan bergabung sebagai free lance agent. Terima kasih infonya Kurniawan

  103. Rudiyanto
    October 26th, 2013 at 17:48 | #107

    @Antung Febby
    Yth Pak Antung Febby,

    Sebelumnya saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Panin Asset Management.

    Terkait pertanyaan anda tentang apa perbedaan dari Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, saya akan membahasnya dalam satu artikel lengkap di kesempatan yang lain.

    Yang jelas, perbedaan antara kedua reksa dana tersebut terletak pada strategi investasi yang dijalankan dan bukan pada perbedaan harganya. Secara singkat, Panin Dana Maksima menjalankan 100% value investing, sementara Panin Dana Prima kurang lebih 80% Value Investing dan 20% Growth Investing.

    Terkait mana yang lebih baik, maka kembali ke masing-masing investor, apakah dia hanya percaya pada value investing atau percaya bahwa strategi baru efektif jika dikombinasikan dengan growth juga. Dan juga apakah kondisi ke depan, yang akan terjadi mendukung strategi yang growth atau value. Selengkapnya akan saya bahas pada artikel tersebut. Dan tidak ada hubungannya antara harga reksa dana dengan kinerjanya. Anda bisa baca ulasannya di sini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/02/26/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-3/

    Sambil menunggu, anda mungkin bisa memantau pergerakan harian antara Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, coba anda lihat perubahannya pada saat market naik dan turun. Setelah sreg baru anda putuskan lebih cocok yang mana.

    Demikian pak Febby, semoga bisa menjawab sementara pertanyaan anda. Untuk selanjutnya, anda bisa menunggu artikel tentang pembahasan kedua reksa dana tersebut. Namun saya belum bisa janjikan kapan karena memang sudah ada beberapa artikel yang dalam antrian untuk saya publikasikan.

    Semoga Sehat dan Sukses Selalu.

  104. Rudiyanto
    October 26th, 2013 at 18:13 | #108

    @Fikar
    Salam Fikar,

    Senang sekali generasi sekarang, orang lebih sigap dengan informasi dan perkembangan terbaru tentang investasi dan bukan hanya menunggu saja. Semoga semua investor juga

    Terkait pertanyaan anda :
    1. Reksa Dana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap dan Pasar Uang adalah jenis reksa dana yang konvensional (umum) sementara jenis reksa dana yang tidak konvensional adalah seperti yang anda sebutkan di atas. Lebih lengkapnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/03/25/mengenal-lebih-dalam-klasifikasi-reksa-dana-indonesia/

    2. Semua reksa dana yang ada sekarang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Baik yang konvensional maupun tidak. Peraturan yang dibahas di Kontan tersebut spesifik hanya ke Reksa Dana Penyertaan Terbatas saja, dan bukan semua reksa dana lainnya. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Lagipula tidak disebutkan satu kalimatpun dalam draft peraturan yang menyebutkan reksa dana harus berinvestasi di sektor riil.

    3. Karena investasi reksa dana penyertaan terbatas yang ke bisa ke sektor riil, sehingga dibutuhkan partisipasi dari investor yang juga dianggap mampu menganalisa risiko dan return dari sektor riil tersebut. Kemudian karena investasinya sudah ke sektor riil yang membutuhkan dana besar, maka investor yang bisa berinvestasi itu tentunya harus memiliki modal besar. Definisi dari investor profesional dalam hal ini adalah memiliki dana minimal Rp 5 M dan mampu melakukan analisa terhadap risiko dan return reksa dana penyertaan terbatas. Semua masyarakat yang memenuhi kriteria di atas dapat melakukannya. Kemampuan melakukan analisa juga tidak harus ada sertifikatnya. Kalau orang sudah punya 5 M untuk diinvestasikan, tentu orang tidak bukan orang sembarangan juga.

    4. Mata uang asing yang diperbolehkan dalam denominasi reksa dana adalah hanya USD dan Euro. Kalau dalam mata uang asing, harusnya nilai NAB/Up menyesuaikan juga.

    5. Pertanyaan tersebut tidak relevan karena sudah terjawab di no 2.

    Semoga bermanfaat.

  105. Rudiyanto
    October 26th, 2013 at 18:31 | #109

    @Teguh Wijayanto
    Salam Pak Teguh Wijayanto,

    Memang prospektus Panin Dana Maksima agak unik. Namun setelah saya crosscheck dengan pihak kantor, memang benar prospektusnya berisi demikian.

    Hal ini disebabkan karena reksa dana ini merupakan salah satu dari reksa dana generasi pertama yang diterbitkan pada awal terbentuknya industri reksa dana di Indonesia. Pada masa tersebut, memang belum ada peraturan yang mengatur komposisi reksa dana seperti pada masa sekarang ini. Sehingga kebijakan investasi reksa dana ini agak unik.

    Namun jika anda perhatikan fund fact sheet dari bulan ke bulan, reksa dana Panin Dana Maksima memiliki komposisi yang sama seperti reksa dana saham lain pada umumnya yaitu investasi saham di atas 80%. Dan rasanya sepanjang saya bekerja disini, saya tidak pernah melihat komposisi sahamnya mencapai 70%. Dan untuk saya pribadi, yang lebih penting adalah kinerjanya, sepanjang konsisten, maka bagaimana reksa dana itu dikelola saya serahkan kepada ahlinya.

    Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

  106. Rudiyanto
    October 26th, 2013 at 18:35 | #110

    @kurniawan
    Yth Pak Kurniawan,

    Boleh tahu, kamu mendapat informasi ini dari agen cabang apa?

  107. Haryo
    November 3rd, 2013 at 13:58 | #111

    Dear Bapak Rudiyanto

    Bapak apakah ada rencana untuk menyelanggarakan seminar di kota Medan?
    Jikalau ada, boleh saya minta jadwal nya. Saya tertarik untuk mengikutin seminar yang Bapak beri.

    Terima Kasih

  108. Rudiyanto
    November 4th, 2013 at 10:18 | #112

    @Haryo
    Pagi Pak Haryo,

    Untuk acara di Kota Medan sebetulnya sudah terselenggara beberapa kali dengan saya ataupun oleh tim Panin Sekuritas Medan. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menjadi nasabah Panin Sekuritas Medan untuk mendapatkan informasi terupdate apabila ada seminar berkaitan dengan reksa dana. Contact Personnya sebagai berikut:
    Medan – Diponegoro
    Wisma BII Lt. 4 Suite 404
    Jl. Diponegoro No. 18
    Medan 20152 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 451 9267
    Fax: (62-61) 451 9206
    E-mail: medan@pans.co.id

    Medan – Iskandar Muda
    Jl. Iskandar Muda No. 99
    Medan 20112 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 453 0123
    Fax: (62-61) 452 3934
    E-mail: medan3@pans.co.id

    Medan – Pemuda
    Gedung Panin Bank Lt. 5
    Jl. Pemuda No. 16-22
    Medan 20151 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 457 6996
    Fax: (62-61) 453 1097
    E-mail: medan2@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  109. November 9th, 2013 at 12:09 | #113

    bapa saya baru baca buku bapa…sangat tertari dengan panin dana maksima,
    untuk pemula saya harus mempunyai tabungan bank panin/ menjadi nasabah bank panin?
    bisakah pembayaran melalui bank mandiri?
    semoga IHSH tebakan 4-7th di 10rb tercapai ya pa amiin :)

    semoga dalam waktu dekat bapa ada talk show d bandung yah pa, trims

  110. Rudiyanto
    November 9th, 2013 at 12:58 | #114

    @Asti
    Terima kasih Asti untuk kepercayaannya.
    Untuk menjadi nasabah reksa dana, anda harus memiliki tabungan di bank atas nama anda sendiri. Namun tidak harus Bank Panin atau Bank yang menjadi kustodian reksa dana. Bank apapun bisa. Demikian pula dengan cara transfer / pembayarannya.

    Untuk informasi lebih lanjut saran saya kamu bisa menghubungi cabang Agen Penjual Panin Sekuritas Bandung di:
    Bandung
    Gedung BPR Citradana Rahayu Lt. 3
    Jl. Sunda No. 2A
    Bandung 40262 – Indonesia
    Tel.: (62-22) 732 1434
    Fax: (62-22) 732 1435
    E-mail: bandung@pans.co.id

    Bandung
    Galeri Dago
    Jl. Diponegoro No. 2
    Bandung 40115 – Indonesia
    Tel.: (62-022) 4268127 / 4268129
    Fax: (62-022) 4268128
    E-mail: bandungdago@pans.co.id

    Untuk talkshow silakan ditunggu saja. Kalau memang sudah ada jadwal akan saya informasikan. Seingat saya Bandung tahun ini sudah ada beberapa kali ada event.

    Semoga bermanfaat.

  111. Hasan Halim
    November 13th, 2013 at 12:51 | #115

    Pak Rudi,

    Saya masih belum yakin, apakah reksadana obligasi yield nya akan selalu lebih tinggi daripada BI rate? Sekarang BI rate sudah 7.5%, apakah obligasi pasti akan lebih tinggi daripada 7.5%?

    Kalau obligasi tidak selalu diatas BI rate dan apalagi di saat ini, BI rate 7.5%, bukankah lebih baik kita memilih deposito dibanding reksadana obligasi?

  112. Hasan Halim
    November 14th, 2013 at 08:10 | #116

    Pak Rudi,

    Saya tertarik dengan Panin Dana Prima, tetapi saya keberatan dengan entry fee 2% dan redemption fee yang 1% walaupun sudah >2 tahun. Sementara sudah banyak sekuritas lain yang menawarkan entry fee 0% dan redemption fee 0% setelah >1 tahun.

    Kenapa Panin masih mengenakan fee yang besar? Apakah dengan mengenakan fee yang besar, Panin dapat menjamin kualitas dan performance kepada nasabahnya? Atau alasannya lain? Jika lain, apa alasannya? Boleh penjelasan nya kepada saya?

  113. Rudiyanto
    November 14th, 2013 at 12:23 | #117

    @Hasan Halim
    Yth Pak Hasan Halim,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management.

    Terkait pengenaan fee, Panin Asset Management senantiasa memberikan yang terbaik kepada nasabah tidak hanya dari sisi kinerja reksa dana akan tetapi juga pelayanan.

    Dari sisi kinerja, terbukti produk Panin Asset Management telah mendapat penghargaan dan pengakuan dari berbagai media nasional dan internasional. Meski demikian, memang tidak ada jaminan bahwa kinerja masa lalu akan terulang di masa mendatang.

    Dari sisi pelayanan, Kami membuat sistem online yang memungkinkan anda untuk melakukan pengecekan saldo, historis transaksi bahkan melakukan transaksi top up secara online tanpa harus menanda tangani dokumen apapun. Kemudian kami juga secara aktif mendidik staf penjual kami dengan layanan, pengetahuan, dan pemahaman investasi terbaru, serta aktif melakukan kegiatan sosialisasi ke berbagai daerah.

    Memang sulit, untuk mengatakan apakah bahwa kinerja dan layanan kami merupakan yang terbaik karena baik atau tidak hanya nasabah sendiri yang dapat merasakannya.

    Untuk itu, jika anda merasa fee tersebut tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan itu berarti bahwa anda masih belum berjodoh dengan produk reksa dana tersebut. Tentu saja dalam dunia yang semakin kompetitif ini, anda punya hak untuk memilih produk lain yang menurut anda memiliki kualitas dan harga yang sebanding.

    Mengenai ketentuan entry fee apakah anda sudah mengetahui bahwa anda bisa mendapatkan diskon fee 50% yaitu hanya menjadi 1% saja dengan cara melakukan autodebet?
    Demikian penjelasan saya, semoga dapat menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  114. dayat
    November 18th, 2013 at 18:38 | #118

    selamat malam pak. setelah membaca buku bapak, saya jadi tertarik untuk investasi di reksa dana. saya berinvestasi dengan tujuan untuk biaya sekolah anak 6 tahun lagi. kira kira produk apa yang tepat untuk investasi tersebut, dan mulai kapan sebaiknya investasi tersebut dilakukan.
    terima kasih

  115. anan
    November 19th, 2013 at 14:16 | #119

    Dear Pak Rudi,

    Saya sudah membeli dan membaca buku sukses finansial bersama reksadana. Terima kasih telah “mencerahkan” saya tentang reksadana. Awalnya saya belum melek finansial, apalagi investasi.

    Di buku itu ada topik switching saham >< obligasi. Saya pun pernah membaca bahwa dalam portofolio investasi, jika di dalamnya terdapat saham, obligasi itu berfungsi sebagai pengaman.

    Saya ingin tanya Pak, sebenarnya korelasi saham/rds dengan obligasi/sukuk/rdpt itu gimana ya ? Apakah sebanding atau berbanding terbalik atau tidak ada hubungan sama sekali ?

    Kalau dirinci pertanyaannya :
    1. Faktor2 apa saja sih yang menyebabkan naik turunnya saham/rds ? Bagaimana korelasinya ?
    2. Faktor2 apa saja sih yang menyebabkan naik turunnya obligasi/rdpt ? Bagaimana korelasinya ?
    3. Bagaimana hubungan naik turunnya saham dengan obligasi ? Apakah ketika saham naik/turun juga akan menyebabkan obligasi naik/turun atau tidak ada hubungannya sama sekali ? Apakah fluktuasi harga saham punya pengaruh terhadap obligasi ?

    Maksud pertanyaan saya adalah ketika IHSG seding bearish, apa yang sebaiknya dilakukan ? Apakah switch ke rdpt atau keluar pasar (simpen cash/deposito) atau hold saja tanpa top up ?

    Mohon dibantu ya. Maaf merepotkan

    Terima kasih
    #pertanyaan newbie

  116. anan
    November 19th, 2013 at 14:24 | #120

    Dear Pak Rudi,

    Mau tanya lagi,
    MI itu kerjaan sehari-harinya ngapain ya ?
    Apakah dana investor di-trading-kan tiap hari ? atau di-investasi-kan long term (sekali-kali aja masuk pasar) ?

    Kapan biasanya/ketentuannya MI mengubah portofolio investasinya ? Apakah bulanan/tahunan, ataukah sesuai market trend aja ? Apakah kita bisa tahu portofolio investasi detil dan strategi investasi MI ?

    Terima kasih banyak :-)

  117. jepry
    November 21st, 2013 at 08:56 | #121

    Selamat pagi pak,
    saya sudah baca buku bapak Sukses Finansial dengan Reksa Dana. terima kasih untuk bukunya yang sangat bermanfaaat. kebetulan saya sedang mencari bahan ta saya mengenai reksadana. pertanyaannya adalah bagaimana cara mencari data reksadana konvensional dan syariah yang aktif sejak 2010.

    terima kasih :)

  118. Rudiyanto
    November 21st, 2013 at 12:20 | #122

    @dayat
    Salam Pak Dayat,

    Terima kasih atas dukungannya. Terkait rencana pendidikan anda, mungkin anda bisa membaca link ini sebagai referensi, http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/12/11/mempersiapkan-pendidikan-anak-luar-negeri-sudah-siap/

    Semoga bermanfaat.

  119. Rudiyanto
  120. Rudiyanto
    November 21st, 2013 at 12:29 | #124

    @anan
    Mengenai pekerjaan MI sehari-hari, berhubung saya bukan MI, maka saya tidak tahu.
    Mengenai cara kerja, strategi dan lain2, maka itu kembali ke kebijakan dan strategi investasi masing-masing Manajer Investasi. Strategi investasi biasanya dijelaskan oleh para pemasar dalam melakukan pemasaran, sementara portofolio investasi bisa dilihat dalam fund fact sheet.

    Semoga bermanfaat.

  121. Rudiyanto
    November 21st, 2013 at 13:30 | #125

    @jepry
    Salam Jepry,

    Anda bisa mencari di website bapepam atau di infovesta (berlangganan).

    Semoga berhasil.

  122. Paul Tannus
    November 26th, 2013 at 13:40 | #126

    Dear Pak Rudi,

    saya mau tanya apa bedanya reksadana dengan unit link yang ditawarkan oleh asuransi pada umumnya?

    thanks

  123. Nohan Pradipta
    November 26th, 2013 at 19:39 | #127

    Salam kenal Pak Rudiyanto,

    Saya sering membaca artikel buatan Bapak, dan banyak yang bermanfaat, misalnya yang terakhir mengenai Analisa Laporan Keuangan. Artikel2 Bapak sangat menambah pengetahuan saya.

    Saya sendiri sangat tertarik untuk berkarir maupun menjadi investor independen di pasar modal, khususnya di Indonesia. Saya sekarang sedang studi S2 Business Management di Nanjing, China. Tesis saya adalah analisa fundamental emiten-emiten di BEI, meski hanya menggunakan metode Financial Ratio saja. Jumlah emiten yang saya analisa berjumlah 287 perusahaan, yakni emiten yg terdaftar di BEI per 6 Juni 2013, dan yang mencantumkan laporan keuangan di website masing2 emiten, bukan harus men-download dari website BEI, sebenarnya jumlah total emiten pd saat itu berjumlah 466 perusahaan, 179 perusahaan lainnya sebenarnya saya bisa download laporan keuangannya dr website BEI, tapi saya batasi hanya 287 saja, mengingat terbatasnya waktu. Rasio keuangan yg saya gunakan ada sebanyak 22 rasio.

    Artikel yang belakangan ini baru ditulis Bapak, selain cukup ada kaitan dgn Tesis saya tersebut, juga menambah wawasan saya secara pribadi, khususnya dalam membaca Cash Flow Statement.

    Sebenarnya selain proyek Tesis saya di atas, saya juga suka melakukan riset fundamental sendiri. Seperti terakhir kali, saya melakukan riset perusahaan2 yang masih sangat undervalued dan cukup bagus berdasarkan laporan statistik BEI kuartal III tahun 2013, dan saya menemukan sekitar 21 perusahaan. Riset independen ini di luar kepentingan Tesis, dan untuk kepentingan investasi saya sendiri. Sebab, setelah saya lulus nanti, saya berniat akan masuk pertama kalinya ke instrumen saham secara langsung. Saat ini saya hanya memegang portfolio berupa reksa dana dan emas. Saat ini, umur saya 23 tahun.

    Saya akan lulus studi S2 pertengahan tahun depan (sekitar Juli 2014). Saya sangat tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal, khususnya Investment Banking dan Fund Management. Bahkan saya juga sempat cari2 lowongan dan tertarik pada lowongan Junior Analyst di Panin Asset Management http://panin-am.co.id/ViewJobDetail.aspx?id=2 . Akan tetapi saya kadang masih bingung. Pertanyaan pertama saya, menurut Bapak, lebih baik mana Investment Banking atau Fund Management? Lalu di Indonesia, Investment Bank apa ya yg bagus untuk tempat berkarir?

    Selain tertarik berkarir di bidang pasar modal, saya juga tertarik untuk menggali ilmu lebih dalam di bidang pasar modal. Oleh krn itu, setelah saya lulus S2 nanti, saya tertarik untuk mengambil program sertifikasi CFA. Yang saya mau tanyakan, utk di Indonesia, test center tempat yang mengadakan ujian CFA ada dimana saja ya? Saya sudah sempat baca2 di website cfainstitute.org Akan tetapi, di website tsb, hanya ditulis Jakarta, tanpa disebut institusi lokal mana saja yang memfasilitasi ujian CFA tsb. Saya sudah tanya Binus Business School, akan tetapi mereka hanya menyelenggarakan kelas preparation-nya saja.

    Lalu pertanyaan terakhir, setelah saya lulus S2 ini, lebih baik mana apakah langsung mengambil CFA, atau WMI, atau WPPE? Saya inginnya sih bisa menimba ilmu lebih dalam di pasar modal, sambil bekerja di bidang pasar modal. Jadi sambil kerja, juga sambil belajar lebih dalam di bidang tsb.

    Terima kasih banyak Pak. Mohon maaf kalau pertanyaan saya seperti curhatan atau minta bimbingan. Mohon petunjuk dari Bapak.

    Warm Regards,
    Nohan Pradipta

  124. Rudiyanto
    December 1st, 2013 at 23:13 | #128

    @Paul Tannus
    Salam Pak Paul Tannus,

    Anda bisa membaca artikel ini, http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/07/24/unit-link-vs-investment-link/ Semoga dapat menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih.

  125. Rudiyanto
    December 1st, 2013 at 23:38 | #129

    @Nohan Pradipta
    Salam Nolan Pradipta,

    Senang sekali mendengar putri-putri terbaik Indonesia mau kembali berkarir di Indonesia. Biasanya sebelum tamat saja, mereka sudah dikontrak perusahaan besar di luar negeri. Saat ini sudah ada angin positif di negara ini meski masih belum sempurna.

    Sudah semakin banyak bermunculan orang-orang dan lembaga yang benar-benar bekerja untuk kemajuan seperti bapak Dahlan Iskan, Jokowi, Ahok, Ibu Tri Rismaharini, KPK dll. Namun usaha dari mereka saja tidak cukup, butuh bantuan dari lulusan-lulusan terbaik seperti anda dan rakyat untuk benar-benar membangun negara ini dengan modal kemampuan dan kerja keras dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Kalau dilihat, sudah banyak juga perusahaan lokal yang sanggup dan berani menggunakan lulusan luar negeri dengan sistem remunerasi yang tidak kalah. Selain itu, potensi pangsa pasar yang masih besar masih menawarkan kesempatan kepada semua orang untuk menunjukkan kemampuannya. Jadi, sepanjang bekerja keras, keputusan anda berkarir di Indonesia saya jamin tidak akan salah.

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Silakan anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/08/19/mengenal-profesi-pasar-modal/ Coba saja memasukkan lamaran yang sungguh2 dan bagus ke perusahaan2 yang menjadi tujuan anda. Untuk nama perusahaannya saya terus terang tidak memiliki info, anda juga bisa mencoba menggunakan jasa head hunter untuk “memasarkan” diri anda ke kalangan yang tepat.
    2. CFA itu adalah gelar yang diperoleh dengan cara lulus ujian dan memenuhi syarat untuk menjadi penyandang gelar. Institusi (CFA Institute) yang anda hubungi adalah tempat yang menyelenggarakan ujian dan hanya mereka yang berhak menyelenggarakan. Jadi memang tidak difasilitas di tempat lain. Untuk preparation, sebetulnya kalau pede, anda bisa belajar sendiri tanpa harus mengikuti kursus.
    3. Punya ketiganya juga bagus. Karena ketiganya bisa diperoleh dengan cara lulus ujian. Hanya saja perlu diketahui bahwa izin tersebut baru berlaku jika kamu bekerja di perusahaan yang memang menggunakan izin tersebut. Sebagai contoh jika kamu lulus WMI, namun tidak bekerja di perusahaan Manajer Investasi. Maka izin tersebut bisa hangus dalam kurun waktu tertentu. Kalau tidak salah 2 tahun.

    Semoga bermanfaat.

  126. Ilham
    December 3rd, 2013 at 15:01 | #130

    Pak Rudi, saya mau tanya, kira-kira buku rekomendasi untuk belajar ekonomi makro yang lengkap dan mudah dipahami apa ya ? Trima kasih sebelumnya

  127. iman
    December 4th, 2013 at 15:11 | #131

    Pak Rudi, buku yang Bapak terbitkan sangat bermanfaat sekali untuk saya secara pribadi dan terus terang di Indo msh jarang buku mengenai reksadana. Pak Rudi, boleh share informasi untuk outlook di 2014, sektor mana saja yang prospektif ? Dan boleh share RD Equity mana saja yang layak dilirik, tentunya selain produk Panin ya Pak :)

    Terima kasih banyak.

  128. Nohan Pradipta
    December 4th, 2013 at 21:03 | #132

    Terima kasih Pak Rudi atas jawabannya. Saya janji akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.

  129. Rudiyanto
    December 6th, 2013 at 15:49 | #133

    @Ilham
    Salam Ilham,

    Anda bisa coba datang ke Toko Buku Gramedia dan coba lihat buku tentang Makro dan Mikro Ekonomi. Kalau yang lengkap banyak, tapi soal mudah dipahami atau tidak itu tergantung seberapa lama waktu dan usaha anda untuk memahami buku tersebut.

    Semoga bermanfaat

  130. Rudiyanto
    December 6th, 2013 at 15:53 | #134

    @iman
    Salam Iman,

    Terima kasih atas dukungannya. Untuk Outlook dan Sektor, anda bisa mengikuti seminar outlook yang banyak diselenggarakan menjelang akhir tahun ini. Saya yakin juga banyak koran yang akan membahasnya baik di edisi khusus ataupun edisi harian.

    Mengenai sektor, terus terang saya bukan ahli saham, sehingga saya mengikuti sektor sesuai investasi di Panin Asset Management. Mengenai reksa dana saham yang lain, seperti pendapat saya sebelumnya, bahwa setiap reksa dana memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Dan saya yakin hanya para penjual / manajer investasi masing-masing yang memahami produknya. Sehingga pertanyaan ini lebih baik ditanyakan kepada masing-masing perusahaan.

    Anda juga bisa melihat kinerja reksa dana di http://www.infovesta.com.

    Semoga bermanfaat.

  131. Nohan Pradipta
    December 17th, 2013 at 08:53 | #135

    Selamat siang Pak Rudi, saya sudah baca artikel Bapak yg ttg metode analisis saham dari buku Rule #1. Saya cuma mau tanya, ada rekomendasi buku lain gak ya selain buku Rule #1 tsb? Siapa tau Bapak punya referensi buku lain yg sama bagusnya. Krn akan sangat membantu saya dalam mengerjakan Tesis, sebagai referensi Tesis saya.

    Terima kasih banyak Pak.

  132. Rudiyanto
    December 18th, 2013 at 02:47 | #136

    @Nohan Pradipta
    Rajin2 mengunjungi toko buku saja. Kalau ada mampir di Singapore, bisa ke toko buku Kinokuniya biasanya disana banyak buku yang bagus.

    Semoga bermanfaat.

  133. Hasan Halim
    December 18th, 2013 at 08:05 | #137

    Selamat pagi Pak Rudi,

    Saya dari Medan dan melihat di iklan harian analisa bahwa Bapak ada membawa acara seminar market outlook 2014. Saya sangat ingin ikut tapi sayangnya dikenakan biaya ticket. Apakah biaya ticket bisa digratiskan khusus untuk saya? Hahaha

    Salam,
    Hasan

  134. Rudiyanto
    December 18th, 2013 at 10:07 | #138

    @Hasan Halim
    Selamat Pagi juga Pak Hasan,

    Terkait hal tersebut silakan anda tanyakan ke Panin Sekuritas Cabang Medan saja pak. Sebab pengelolaan acara semuanya dilakukan dari sana.

    Semoga bermanfaat.

  135. andre
    December 18th, 2013 at 23:20 | #139

    salam pak…

    saya seorang mahasiswa s1 pak dan sedang dalam penyusunan skripsi, saya ingin bertanya pak mengenai salah satu variabel dalam penelitian saya yakni siklus bisnis perusahaan. saya meneliti pengaruhnya terhadap total return saham dan saya menemukan bahwa hasilnya tidak berpengaruh signifikan. saya bingung mencari jwaban logis apa yang bisa menjelaskan fenomena ini pak.
    bagaimana menurut bapak pengaruh siklus bisnis ini terhadap total return saham perusahaan ? dan justifikasi apa ya pak kira2 yang bisa saya gunakan untuk membenarkan hasil penelitian saya (yg tidak signifikan) ini ?
    terimakasih, mohon bantuannya pak, sangat dibutuhkan…

    salam…

  136. Rudiyanto
    December 19th, 2013 at 09:25 | #140

    @andre
    Salam Andre,

    Tujuan dari penelitian bukan untuk mencari yang signifikan saja bukan? Kalau memang hasilnya tidak signifikan ya ditulis saja apa adanya.

    Kemudian untuk siklus bisnis itu, kamu gunakan indikator apa ya?

  137. Nohan Pradipta
    December 19th, 2013 at 13:02 | #141

    @Rudiyanto

    Ok terima kasih Pak. Saya sudah beli buku yg Rule #1 tsb. seharga 120 RMB. Baru mau saya baca-baca.. hehe..

    Mungkin berikutnya tertarik juga sama buku2 yg judulnya:

    “One Up On Wall Street” – Peter Lynch
    “Learn to Earn” – Peter Lynch
    “Intelligent Investor” – Benjamin Graham

  138. andre
    December 19th, 2013 at 17:25 | #142

    @Rudiyanto
    trims pak sudah dijawab..
    saya gunakan indikator RETE (retained earnings to total equity) pak, dengan asumsi semakin tinggi RETE maka perusahaan semakin matur. referensi saya penelitian DeAngelo

    saya bingung penjelasan apa ya pak yang terkait RETE atau siklus bisnis ini yang bisa menjelaskan keadaan yang sebenarnya pak.
    lalu pak saya ingin tanya juga, apakah harga saham di bursa efek benar2 menggambarkan siklus bisnis si perusahaan ?
    mohon bantuannya pak
    salam….

  139. Nohan Pradipta
    December 19th, 2013 at 23:07 | #143

    @andre

    numpang comment kalau boleh.. retained earnings itu laba yg diinvestasikan kembali ya? setau saya malah perusahaan yg sudah mature, akan lebih besar rasio dividen nya daripada retained earning nya..

    klo harga saham, bisa macem2 faktornya, bahkan salah satunya adalah emosi investor
    ( http://kolom.kontan.co.id/news/187/Overreaction-investor-saham ),
    lalu perubahan fundamental juga akan mempengaruhi harga saham menurut teori EMH (Efficient-market hypothesis), dan lain-lain..

  140. Rudiyanto
    December 20th, 2013 at 10:44 | #144

    @andre
    Dear Andre,

    Untuk Laba ditahan itu kamu gunakan yang mana ya? Saldo Laba ditahan di Neraca atau Laba yang ditahan di bagian Rugi laba?

  141. andre
    December 20th, 2013 at 17:35 | #145

    @Rudiyanto
    laba ditahan neraca pak…

  142. Rudiyanto
    December 21st, 2013 at 09:48 | #146

    @andre
    Coba bayangkan kalau misalnya kamu yang punya perusahaan. Tahun pertama kamu buka usaha, siklus ekonomi bagus kamu untung 100 juta, 50 juta kamu jadikan laba ditahan. Tahun kedua siklus ekonomi kurang bagus, kamu cuman untung 25 juta, tapi semuanya kamu tabung untuk ekspansi tahun berikutnya.
    Saldo laba di tahan tahun pertama 50 juta, tahun kedua 75 juta. Apakah hal tersebut bisa mencerminkan siklus bisnis?

  143. Hasan Halim
    December 21st, 2013 at 09:59 | #147

    Saya tidak yakin, apakah IDX/IHSG akan terus naik (uptrend) dalam jangka panjang (10 tahun kedepan, 2014 – 2023)?

    Karena saya melihat beberapa index seperti China, Thailand, Japan, dll. Kebanyakan index tidak uptrend seperti grafik IDX/IHSG. Uptrend IDX/IHSG ini baru terjadi sejak tahun 2002 sampai dengan tahun ini.

    Jadi, apakah 10 tahun kedepan, 2014 – 2023, IDX/IHSG akan terus uptrend juga? Jangan-jangan 10 tahun kedepan IDX/IHSG bergerak sideways antara 3500-5000 seperti index beberapa negara lain. Apabila iya, maka invest di Reksadana Saham akan menjadi sia-sia, lebih bagus deposito.

  144. Rudiyanto
    December 21st, 2013 at 11:05 | #148

    @Hasan Halim
    Dalam investasi ataupun melakukan apa saja dalam hidup ini, dibutuhkan keyakinan.
    Jika memang keyakinan anda bahwa IHSG akan sideway selama 10 tahun, maka berinvestasi di deposito adalah hal yang sangat tepat.

  145. Hasan Halim
    December 21st, 2013 at 11:51 | #149

    Thanks Pak Rudi, kalau begitu, bolehkah saya mendengar keyakinan Pak Rudi untuk IHSG 10 tahun kedepan tahun 2023, IHSG kira-kira akan berada di kisaran berapa?

  146. Rudiyanto
  147. December 27th, 2013 at 00:43 | #151

    Pak Rudi thx’s banyak untuk pelajaran-pelajaran dari artikelnya.

  148. Rizky
    January 9th, 2014 at 11:05 | #152

    selamat siang pak rudi

    M-square itu adalah metode dari pengembangan dari metode sharpe yaitu namanya dikenal dengan Modligiani measure atau M2 sedangkan T-square yaitu metode dari pengembangan treynor measure ,saya sudah membacanya dibuku Bodie,kane and marcus yg judul bukunya “Investment” pak.

    saya masih bingung dengan penelitian saya ini pak karena dibuku tidak dijelaskan apa kelebihan dari M-square dan T-square masing masing metode tersebut pak ? yang saya bingung nya lagi kriteria dari metode tersebut kalau return reksa dana nya positif berarti kinerjanya baik sedangkan jika negatif kinerjanya buruk nah kalau dari penelitian yg saya lakukan menggunakan rumusnya tersebut hasil return nya negatif semua M2 dan T2 nya saya pake metode tersebut apakah ini emang efek reksa dana pasar uang pak yg bekinerja buruk atau kah saya yg salah perhitungannya ?

    adapun rumus M2 sbg berikut :
    M2=Rp*-Rm

    Rp*=w.Rp+(1-w)rf
    w= bobot menggunakan standar deviasi
    (1-w)=bobot risky portofolionya
    rf= return bebas risiko
    Rm= return pasar/ market

    adapun rumus T2 sbg berikut :
    T2=Rp*-Rm

    Rp*=w.Rp+(1-w)rf
    w= bobot menggunakan beta
    (1-w)=bobot risky portofolionya
    rf= return bebas risiko
    Rm= return pasar/ market

    terima kasih pak rudi

  149. Rudiyanto
    January 9th, 2014 at 12:01 | #153

    @Rizky
    Utk Return Pasar yang digunakan apa? apakah mencerminkan “pasar”nya reksa dana pasar uang?

  150. Rizky
    January 9th, 2014 at 18:28 | #154

    selamat malam pak rudi

    untuk return pasar nya saya menggunakan return deposito pertahun dan menggunakan suku bunga bebas resikonya SBI dengan tenor tertentu pak.

    terima kasih pak

  151. Gabby
    January 12th, 2014 at 02:29 | #155

    Dear Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya apakah ada topik penelitian lain untuk reksa dana saham terbuka (open end fund), selain topik evaluasi kinerja (dengan RAR, CAPM, dsb) dan persistensi kinerja reksa dana saham? Topik penelitian apa lagi yang bisa dikaitkan dengan kinerja reksa dana saham dan data untuk analisis penelitiannya tersedia dan dapat diakses oleh publik?

    Semoga Bapak berkenan memberikan masukan. Terimakasih, Pak Rudi.

  152. Rudiyanto
    January 13th, 2014 at 09:34 | #156

    @Rizky
    Salam Rizky,

    Komentar saya, adalah data return daripada SBI dan Deposito itu harus disesuaikan dengan pajak lagi karena hasil yang diterima bersih oleh investor tidak sebesar angka yang ditunjukkan. Dan jika memang setelah hal tersebut sudah kamu lakukan dan tidak ada yang salah dalam proses perhitungannya, berarti kesimpulannya memang kinerja reksa dana pasar uang tidak lebih baik daripada deposito.

    Semoga bermanfaat.

  153. Rudiyanto
    January 13th, 2014 at 09:37 | #157

    @Gabby
    Salam Gabby,

    Topik2 yang kamu kemukakan di atas, menurut saya adalah topik dari mahasiswa “malas” mencari terobosan baru karena cuma mau menggunakan teori yang perhitungannya gampang tinggal datanya di update.

    Kalau topik2 yang ada tantangan dan mungkin juga bermanfaat bagi industri adalah misalnya seperti survey, kenapa masyarakat Indonesia tidak mau berinvestasi di reksa dana, dan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan minat investasi masyarakat.

    Datanya sudah pasti tersedia dipublik, data = orang yang bisa disurvey. Tidak usah pusing2 cari data dan lain2. Kalau analisa menggunakan risk and return menurut saya sudah sangat umum dan pada akhirnya mahasiswa hanya mencari yang versi “mudah” karena tinggal copy paste materi lama dengan data yang lebih baru.

    Semoga bermanfaat.

  154. January 21st, 2014 at 13:24 | #158

    Dear pak rudy

    artikel dan pembahasan bapak ini betul mencerahkan dan menjawab banyak pertanyaan saya mengenai reksadana. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan pak

    1. pernah saya mendapat pelatihan CFP dari perusahaan tempat saya bekerja, pengajar pada saat itu mengatakan bahwa manajer investasi hanya dapat melakukan transaksi beli saja, dan menjual pada saat ada nasabah melakukan withdrawal, apakah benar seperti itu pak? saya mencoba mencari artikel yang membahas tentang pernyataan ini tetapi belum menemukan

    2. kalau benar, berarti pembentukan NAB berdasarkan pada pembelian saham, penerimaan deviden dan biaya saja ya pak?

    terima kasih banyak sebelumnya pak rudy

  155. Rudiyanto
    January 21st, 2014 at 15:45 | #159

    @dicka christama
    Salam Dicka Christama,

    Terima kasih sebelumnya. Terkait pertanyaan anda
    1. Manajer Investasi bisa melakukan jual beli tergantung pada transaksi nasabah seperti kata kamu di atas dan juga kalau saham yang dia beli / mau beli dianggap sudah terlalu mahal atau terlalu murah. Sebenarnya ini bukan teori atau apa, tapi logika saja. Karena mandatnya adalah mengelola dana nasabah, maka ketika ada dana segar masuk atau ketika nasabah menarik, dia harus melakukan sesuatu dengan uang tersebut.
    2. Kalau tentang itu, silakan baca artikel lama http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/ atau bisa mencarinya di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Terima kasih.

  156. Rian Arga Putra
    January 21st, 2014 at 19:04 | #160

    Selamat sore pak Rudiyanto, saya Rian yang berkonsultasi via twitter dengan bapak sebelumnya. Saya sedang dalam penelitian tentang reksa dana saham “Pengaruh Kompensasi Manajemen Investasi, Ukuran Reksadana, dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksada Saham”. Tetapi saya mengalami kesulitan dalam menemukan perhitungan (operasionalisasi variabel) untuk menentukan jumlah Kompensasi Manajemen Investasi. Namun dari dimensi yang saya dapatkan, disana dijelaskan bahwa Kompensasi Manajemen Investasi : Merupakan biaya-biaya yang harus dibayarkan oleh investor terhadap manajer investasi. Saya masih bingung apakah harus menggunakan perhitungan Biaya Pembelian, Biaya Penjualan, dan Biaya Pengalihan? Atau harus menggunakan tarif yang telah ditetapkan masing-masing reksa dana saham yang sudah terteta pada masing-masing Prospektusnya (biasanya 0% -4%)?
    Mohon bantuan untuk solusi dari Penelitian ini pak Rudiyanto :)

  157. Rudiyanto
    January 21st, 2014 at 22:06 | #161

    @Rian Arga Putra
    Selamat Malam Rian,

    Apakah kamu sudah baca tentang http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/08/01/seluk-beluk-biaya-reksa-dana/ ? Dalam artikel tersebut dijelaskan biaya yang dibayarkan oleh Investor, Reksa Dana dan Manajer Investasi?

  158. Rian Arga Putra
    January 22nd, 2014 at 16:17 | #162

    Sudah pak, saya sudah membaca artikel tersebut sebelumnya dan sangat membantu dalam penulisan skripsi saya pada saat ini.

    Namun saya masih belum mengerti apakah kompensasi terhadap manajer investasi tersebut dibayarkan oleh investor melalui pembelian yang telah dilakukan investor tersebut dan dimasukkan ke dalam NAB Reksa Dana Saham yang bersangkutan? Setelah didapat NAB-nya, baru kita bisa menghitung persentasi kompensasi yang didapat manajer investasi (biasanya dalam prospektus 0%-4% dari NAB)?

    Maaf sebelumnya pak terlalu banyak pertanyaan, karena saya masih baru belajar tentang reksa dana ketika menulis penelitian ini :)
    @Rudiyanto

  159. Rudiyanto
    January 23rd, 2014 at 09:36 | #163

    @Rian Arga Putra
    Baik Rian, sebagai referensi kamu, kira2 prosesnya seperti ini
    1. Fee Subscription, Redemption dan Switching. Ketika investor berinvestasi reksa dana katakan Rp 1.020.000 dimana Rp 20.000 adalah fee, prosedurnya hanya Rp 1 juta yang dimasukkan ke reksa dana dan 20.000 diambil oleh bank kustodian kemudian dibayarkan ke Manajer Investasi. Manajer Investasi kemudian akan sharing lagi fee tersebut dengan agen penjual sesuai kesepakatan. Namun mekanisme ini bisa agak lain kalau dijualnya via bank. Fee ini agak sulit ditentukan karena selalu ditulis maks ..% jadi bisa sama, lebih kecil atau bahkan nol.
    2. Untuk Management Fee, adalah ketika dana anda mengendap di reksa dana, katakan reksa dana tersebut punya management fee 2%, maka perhitungannya adalah 2% / 365 x nilai aset reksa dana (yang merupakan akumulasi dari hasil investasi dan data nasabah yang dinilai dengan harga pasar). Selanjutnya biaya ini akan mengurangi nilai aktiva reksa dana. Makanya kalau publikasi harga reksa dana disebut Nilai Aktiva Bersih per Unit. Maksudnya bersih itu sudah dikurangi segala biaya dan kewajiban salah satunya biaya manajer investasi. Fee ini dibayarkan ke Manajer Investasi atau Manajer Investasi dan Agen Penjual sesuai kesepakatan. Kalau fee ini semakin tidak bisa dihitung lagi karena bisanya hanya diambil dari laporan keuangan reksa dana.

    Semoga bermanfaat.

  160. Rian Arga Putra
    February 4th, 2014 at 22:44 | #164

    Selamat malam pak Rudiyanto.

    Bagaimana keadaan bapak, sehat2?
    Syukurlah sekarang skripsi saya sudah di acc sampai bab III pak.
    Sekarang untuk bab IV, saya harus mencari data NAB bulanan beberapa perusahaan Reksa Dana Saham.
    Kira-kira link yang validnya dimana bisa saya temukan ya pak? :)

  161. fieba andalas
    February 5th, 2014 at 00:10 | #165

    selamat malm pak..
    ada yang masih mengganjal dihati saya pak sebelum saya mau berinvestasi direksadana..
    didalam kalkulator penghitungan finansial kalau kita seandainya berinvestasi reksadana saham selama 20 tahun keatas maka akan menghasilkan return yang bagus.contoh:klo seandainya saya berinvestasi dengan cara lump sum sebesar 50 juta direksadana saham dan dana akan ditarik 20 tahun kemudian, dipenghitungan kalkulator finansial dengan mengambil ekspektasi imbal hasil pertahun 18% maka dana saya berkembang menjadi Rp.1,369,651,730.
    yang menjadi ganjalan saya apakah berarti UP yang pertamakali kita beli tersebut selalu bertambah atau perkurang dengan sendirinya setiap satu tahun tanpa kita redemption/ subcription..mengingat fluktuasinya harga NAB bervariasi dalam setiap tahunnya (seandainya rata-rata naik 18%/ tahun).

  162. Rudiyanto
    February 5th, 2014 at 11:26 | #166

    @Rian Arga Putra
    Salam Rian,

    Saya sehat2 saja, terima kasih atas perhatiannya. Untuk datanya silakan anda coba browsing di website OJK atau BAPEPAM. Mencari data juga bagian dari skripsi dan proses pembelajaran.

    Semoga sukses dengan skripsinya.

  163. Rudiyanto
    February 5th, 2014 at 11:29 | #167

    @fieba andalas
    Selamat Siang Fieba,

    Terkait pertanyaan anda, jika terjadi kenaikan, maka yang naik adalah harga reksa dana dan bukan unit penyertaan. Jadi misalkan anda beli di harga Rp 1000, setelah 20 tahun, sesuai perhitungan anda, naik menjadi 200ribuan. Unit yang anda punya ya tetap.

    Beberapa referensi artikel yang bisa anda baca seperti
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  164. Rian Arga Putra
    February 5th, 2014 at 13:21 | #168

    Selamat siang pak Rudianto.

    Saya sudah menemukan data NAB masing-masing reksa dana saham yang saya butuhkan.
    Cuma disitu hanya ditampilkan nilai NAB per hari-nya saja pak. Apakah cara untuk mendapatkan NAB bulanan reksa dana tersebut harus dengan cara:
    total NAB bulan ke-n / jumlah NAB harian pada bulan ke-n?

  165. Rudiyanto
    February 5th, 2014 at 13:23 | #169

    @Rian Arga Putra
    Definisi NAB Bulanan itu apa ya?

  166. Rian Arga Putra
    February 5th, 2014 at 22:09 | #170

    @Rudiyanto

    Maaf pak, maksudnya NAV bulanan dan ternyata dapat diakses langsung dari Bapepam :)

    O ya pak, Rian udah baca artikel pak Rudi : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/09/mengenal-laporan-keuangan-reksa-dana/ tentang “PROSPEKTUS PEMBAHARUAN”, dimana disana dijelaskan apa itu Perputaran Portofolio (Portfolio Turnover).
    Untuk menghitung jumlah perputaran portofolio per-bulan dari sebuah reksa dana saham bagaimana ya pak?

  167. Rian Arga Putra
    February 5th, 2014 at 22:27 | #171

    O ya pak, tambahan dari data yang tersedia dari Pak Rudi di http://pusatdata.kontan.co.id/reksadana/ disana Rian dapat mengakses setiap produk reksa dana saham untuk melihat daily return masing-masing reksa dana saham.

    Yg ingin Rian tanyakan, apakah Daily Return = Perputaran Portofolio Harian?
    Kalau sama, bagaimana cara menghitung Perputaran Portofolio bulanan-nya ya Pak? :)

  168. fieba andalas
    February 6th, 2014 at 02:45 | #172

    ada pertanyaan lagi pak..apakah agen penjual (bank yang ditunjuk MI)mematok jumlah investasi seandainya kita menggunakan strategi lump sum tersebut..klo seandainya iya berapa besaran minimum dan maksimumnya…sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  169. Rudiyanto
    February 6th, 2014 at 08:37 | #173

    @Rian Arga Putra
    Salam Rian,

    Definisi portofolio turnover bisa kamu baca lebih detail lagi di artikel yang bersangkutan begitu pula dengan rumus perhitungannya. Pada dasarnya angka ini dihitung oleh auditor dan membutuhkan data detail transaksi reksa dana hingga harian. Data ini tidak dipublikasikan, jadi memang tidak bisa dihitung dengan mengandalkan semua data publik yang bisa kamu kumpulkan.

    Mengenai return, kamu bisa coba baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/12/29/mengenal-macam-macam-return-dalam-investasi-1/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/01/01/mengenal-lebih-dalam-return-dan-risiko-investasi-2/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/02/06/mengenal-lebih-dalam-risk-and-return-investasi-3/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/03/31/mengenal-lebih-dalam-risk-and-return-investasi-4-quantified-risk/

    Semoga bermanfaat.

  170. Rudiyanto
    February 6th, 2014 at 08:40 | #174

    @fieba andalas
    Salam Fieba,

    Besaran minimum investasi sudah tercantum dalam prospektus. Jadi anda harus membeli prospektus reksa dana yang ingin anda beli. Terkadang memang ada Agen Penjual yang menetapkan angka yang lebih tinggi daripada angka di prospektus. Hal ini menurut saya memang tidak bisa disalahkan karena ada skala ekonomis yang harus dipertahankan.

    Sementara untuk besaran maksimum tidak disebutkan. Mau 50 juta atau 5 triliun, Manajer Investasi dan Agen Penjual biasanya sudah siap.

  171. Endra
    February 8th, 2014 at 09:47 | #175

    Salam Pak Rudi.

    Tulisan pak Rudi sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan saya.
    Saya ada beberapa pertanyaan tentang Reksa dana:

    1. Apakah di indonesia ada pemeringkatan untuk MI seperti Stewardship di Morningstar?
    2. RD Pasar uang:
    – Instrumen investasi apa yang dipakai pada RD tersebut?
    – Apakah instrumen tersebut diatur dengan regulasi oleh Bapepam/OJK?
    – Apakah perorangan juga bisa berinvestasi langsung pada instrumen tersebut seperti halnya berinvestasi langsung di saham?

    Terima kasih.

  172. Rudiyanto
    February 11th, 2014 at 14:26 | #176

    @Endra
    Salam Endra,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Utk penilaian berdasarkan stewardship diperlukan data kualitatif dan juga mungkin agak sensitif karena terkait internal manajemen perusahaan. Penilaian seperti ini agak sulit untuk dilakukan, tapi bukan tidak mungkin. Kalaupun nantinya sudah ada, rasanya juga tidak gratis. Tapi yang jelas, saat ini belum ada yang melakukan hal tersebut.

    2. Untuk reksa dana pasar uang
    - Investasi di Instrumen pasar uang (Jatuh tempo kurang dari 1 tahun), antara lain Deposito dan Obligasi yang mau jatuh tempo
    - Deposito = Bank, Obligasi = Pasar Modal. Semua itu di atur OJK
    - Tentu bisa. Datang saja ke Manajer Investasi yang punya produk pasar uang ini.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  173. Yoanita Rianti
    February 20th, 2014 at 19:18 | #177

    Pak Rudiyanto, saya sangat tertarik dengan isi artikel mengenai Roy Safety First Ratio. Kalau boleh, saya ingin tahu referensi buku (baik bahasa Indonesia atau Asing) yang membahas lebih detail mengenai Roy Ratio. Sulit sekali mencari informasi yang panjang dan benar men-detail di google. Terimakasih banyak sebelumnya.

  174. yoanita rianti
    February 21st, 2014 at 01:21 | #178

    pak rudiyanto, saya ingin bertanya kira-kira buku referensi mengenai roy safety first ratio bisa didapat dimana ya? saya ingin tahu lebih detil mengenai ratio satu ini. saya sedang menyusun skripsi yang mengangkat judul mengenai safety first ratio ini. trimakasih.

  175. Rudiyanto
    February 21st, 2014 at 09:03 | #179

    @yoanita rianti
    Dear Yoanita,

    Coba cari di buku untuk persiapan ujian CFA.

  176. desari
    February 23rd, 2014 at 22:51 | #180

    malam pak rudiyanto, saya sedang menghitung beta saham.. apakah benar beta suatu saham harus dihitung minimal 36 bulan pak?misalnya saya mau menghitung beta saham asii periode 2009, maka saya harus mengetahui return asii dan pasar selama 36bulan? trimakasih pak

  177. Rudiyanto
    February 23rd, 2014 at 23:22 | #181

    @desari
    Malam Desari,

    Coba cek di buku statistik kamu, berapa idealnya jumlah data yang dibutuhkan agar hasil pengukuran dianggap lebih valid?

    Semoga bermanfaat.

  178. charles
    March 3rd, 2014 at 12:37 | #182

    Pagi pak rudiyanto, saya mau bertanya perihal diversifikasi nh pak.
    Pengertian diversifikasi bagi saya itu kan membagi uang kita ke berbagai investasi sehingga tidak di satu bidang saja.
    Nah, saya sedikit bingung pak, pertanyaan saya:
    1. Saya ingin fokus investasi di reksadana saja sebagai investor pasif, apakah itu tidak aman sesuai dengan pendapat org tentang diversifikasi?
    2. Dan direksadana pun saya hanya ingin fokus investasi di reksadana saham karena profile saya risk taker dan time horizon saya jangka panjang, apakah itu aman??
    3. Dan direksadana saham pun akan ada bermacam2 pilihan, apakah saya harus fokus pada 1 atau 2 reksadana saham saja, atau harus mendiversifikasi ke beberapa reksadana saham?? Kalau saran bapak, butuh berapa jenis reksadana saham yg perlu saya invest agar teori diversifikasi bs sy gunakan??

    Terimakasih pak, mohon pertanyaan saya dijawab.

  179. Rudiyanto
    March 4th, 2014 at 02:29 | #183

    @charles
    Pagi Charles,

    Kalau menurut saya, anda perlu lebih mendefinsikan lagi Diversifikasi tersebut. Memang benar, itu adalah membagi uang ke berbagai investasi sehingga tidak satu bidang, tapi untuk apa?

    Apakah untuk mengurangi risiko dalam artian kalau yang satu turun yang lainnya naik? Kalau hal ini rasanya agak susah karena sebagai besar reksa dana yang sejenis di Indonesia bergerak dengan arah yang sama. Jadi kalau satu naik lainnya juga naik dan sebaliknya. Bedanya hanya di besaran persentase saja, ada yang lebih kecil dan ada yang lebih besar.

    Apakah untuk mendapatkan “peace of mind” Sebab secara natural, orang memang merasa nyaman kalau asetnya tersebar di beberapa tempat. Urusan di beberapa tempat hasilnya kurang optimal itu, tidak jadi soal karena dia sudah dapat Peace of Mind.

    Atau ada tujuan lain yang ingin kamu dapatkan dari diversifikasi tersebut?

    Terkait pertanyaan no 2, definisi aman itu apa?

    Kalau pertanyaan nomor 3, menurut saya 1 tujuan keuangan 1 reksa dana, bukan untuk diversifikasi tapi lebih kepada kemudahan pemantauan.

    Semoga bermanfaat.

  180. rima
    March 6th, 2014 at 10:37 | #184

    pagi pak,

    maaf nih nanya-nanya terus, lagi bingung nih soal reksa dana. yang mau saya tanyakan adalah:
    1. apakah tepat bila saya mulai investasi dalam bentuk reksa dana sekarang? karena kan sudah dekat pemilu dan katanya kalau mau pemilu harga NAB reksa dana jadi tinggi.
    2. untuk reksa dana berikut ini mana yang bisa saya miliki sebagai seorang pendatang baru : a. reksa dana panin dana prima atau panin dana maksima atau trim kapital untuk reksa dana saham; b. reksa dana panin dana unggulan atau reksa dana danamas untuk reksa dana campuran; c. reksa dana investasi pasar uang untuk reksa dana pasar uang (sementara baru ini yang terpikirkan)
    3. apakah lebih baik saya auto debet atau manual untuk top up nya?

    rencananya saya mau beli 3 jenis reksa dana dengan masing-masing setoran awalnya 2 jt. dan saya masih ada tanggungan auto debet di rek pendidikan dan rek pensiun. saya juga tidak mematok jangka waktunya, investasi yang tidak ada tujuannya (bisa untuk pendidikan anak, pensiun, liburan atau yang lainnya)

    terima kasih pak

  181. Rudiyanto
    March 6th, 2014 at 11:23 | #185

    @rima
    Salam Rima,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Masalah diinvestasi itu bukan kapan waktu yang tepat, tapi apakah kondisi keuanganmu sudah sehat atau belum dan tujuan kamu apa. Untuk detailnya bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/
    Kalau kamu pakai “Katanya” nanti pada saat PEMILU dibilang harganya sudah tinggi, bisa jadi setelah PEMILU “Katanya” lagi nanti akan terus turun. Jadi tidak akan pernah ada waktu yang tepat untuk investasi.
    Berbicara soal waktu adalah BERAPA LAMA kamu akan investasi bukan soal KAPAN.
    Mengenai lama waktu investasi di saham yang ideal bisa di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/26/berapa-lama-periode-investasi-berkala-yang-ideal/ – Untuk Autodebet dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/ untuk Sekaligus di depan

    2. Pemilihan reksa dana bukan soal pendatang baru atau lama, tapi soal ada berapa tujuan investasi, Kepercayaan (Trust) dan ketenangan hati (Peace of Mind).
    Menurut saya 1 tujuan investasi sebaiknya 1 reksa dana, pemilihan bisa ke produk yang kamu percaya tergantung dari kinerja dan servisnya, dan jika kamu merasa lebih nyaman dengan memiliki beberapa produk (in case apa2 terjadi pada produk yang satunya lagi entah itu faktor kinerja atau lainnya) maka membeli lebih dari 1 tidak masalah. Sepanjang kamu memiliki fasilitas untuk memantau perkembangan beberapa produk tersebut.

    3. Kalau enggak mau repot2 mending autodebet saja. Bisa dapat diskon fee 50% jika menggunakan autodebet di Panin AM.

    Demikian, semoga bermanfaat.

  182. March 18th, 2014 at 02:15 | #186

    Dimana bisa mengetahui penawaran utk online? makasih sblmnya.

  183. rofiqka
    March 21st, 2014 at 15:22 | #187

    hai pak rudi ,
    saya ingin bertanya tntg nilai penerbitan obligasi syariah ,itu seperti apa ya cara menghitungnya , saya baca itu menggunakan sukuk equity ratio , mksdnya sukuk equity ratio itu seperti apa prosesnya ,.mohon jawabannya ..terimakasih

  184. Rudiyanto
    March 28th, 2014 at 00:57 | #188

    @Irfan
    Penawaran online apa ya?

  185. Rudiyanto
    March 28th, 2014 at 00:59 | #189

    @rofiqka
    Hai Rofiqka,

    Yang dihitung apa ya? Kemudian istilah Sukuk Equity Ratio itu kamu dengar dari siapa atau buku apa?

  186. windar
    April 6th, 2014 at 11:00 | #190

    Selamat siang pak, saya nasabah Panin-am yang baru beli reksadana bulan Februari 2014, saat ini menggunakan fasilitas auto debet tiap awal bulan. yang mau saya tanyakan, kenapa sampai sekarang bulan April saya belum terima notifikasi pembelian & dokumen lainnya yang katanya akan dikrimkan ke alamat rumah?? Apakah ada laporan bulanan yang didirimkan ke alamat? “saya membeli reksadana hanya melalui online/email dengan marketing an. Jerry Hutagalung”.. Apakah aman dana reksadana saya pak?

  187. Martin
    April 7th, 2014 at 12:40 | #191

    Dear Pak Rudi,

    Dilihat lihat fotonya sepertinya familiar, siapa ya…ternyata setelah diingat-ingat Pak Rudi dulu mantan dosen saya di Untar.

    Mantap Pak, saya selalu pantengin terus blok ini hehe..

  188. Rudiyanto
    April 7th, 2014 at 12:46 | #192

    @windar
    Selamat Siang Pak Windar,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Terkait surat konfirmasi yang belum diterima, sesuai dengan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan, kewajiban untuk mengirimkan surat konfirmasi memang dilakukan oleh Bank Kustodian dan bukan oleh Manajer Investasi. Kami akan membantu mengecek ke Bank Kustodian yang bersangkutan.

    Namun memang harus diakui pengiriman surat konfirmasi dari bank kustodian terkadang bermasalah dan kami cukup kerepotan karena hal tersebut. Untuk itu, anda bisa mengecek saldo via website http://www.panin-am.co.id. Apakah anda sudah melakukan pengajuan log in? Jika belum anda bisa menghubungi Customer Service Panin Asset Management via telp 021 29654222 atau email di cs@panin-am.co.id. Keluhan anda juga bisa disampaikan ke Customer Service agar secara resmi masuk dalam pencatatan perusahaan.

    Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

    Terima kasih.

  189. jerry hagai
    April 14th, 2014 at 10:59 | #193

    Selamat pagi bapak widar (darmawan widyantoro), saya dengan jerry hagai yang handle bapak saat pembelian reksadana panin asset management. Memang sesuai prosedur pihak yang mengirim surat konfirmasi dan laporan bulanan adalah bank kustodian. Namun saya sudah mengecek kepada kustodian melalui customer service dan laporannya adalah surat konfirmasi bapak :
    Status : sudah diterima
    Oleh : a.n dedi (prt)
    Tanggal : 8 maret 2014

    Untuk keperluan selanjutnya bapak bisa menghubungi ke nomer handphone saya seperti yang tertera di signature email saya. Atau ke customer service panin asset management.
    Terima kasih.

  190. Slamet Mulyadi
    April 28th, 2014 at 10:39 | #194

    Dear Pak Rudi,

    Mohon pencerahannya, sy sebagai new customer, apakah nomor CIF dari Panin dan dari bank kustodian memang berbeda? Fyi CIF sy di panin 34xxx dan di kustodian 33xxx. Terimakasih

    Salam,
    Slamet Mulyadi

  191. Rudiyanto
    April 28th, 2014 at 14:36 | #195

    @Slamet Mulyadi
    Salam Pak Slamet,

    Sebagai informasi CIF adalah singkatan daripada Customer Information File. CIF adalah kode unik untuk masing-masing nasabah di suatu institusi keuangan, termasuk Panin Asset Management sendiri.

    Permasalahan yang terjadi, kami menggunakan 2 bank kustodian yaitu Deustche Bank dan BCA untuk produk kami. Dan karena penyimpanan data di kedua bank tersebut formatnya tidak sama persis, maka masing-masing bank kustodian menerbitkan CIF sendiri untuk kepentingan pencatatannya. Contoh, jika anda punya Panin Dana Maksima dan Panin Dana Bersama Plus yang bank kustodiannya berbeda, maka anda akan memiliki 2 nomor CIF di kustodian yang berbeda.

    Di internal, kami juga melakukan pencatatan. Untuk itu kami juga memiliki CIF sendiri. Dan karena kegiatan menangani nasabah dilakukan oleh Panin Asset Management, maka ketika anda berhubungan dengan Panin Asset Management anda bisa menggunakan CIF nomor Panin tersebut termasuk pengajuan user id dan lainnya.

    Namun jika seandainya yang anda ingat adalah nomor kustodian, juga tidak masalah, kami akan melakukan beberapa verifikasi untuk memastikan data anda benar.

    Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih

  192. Slamet Mulyadi
    April 28th, 2014 at 15:11 | #196

    Oke Pak Rudi.. Terimakasih atas pencerahannya..

    Salam,
    Slamet Mulyadi

  193. Agus Priyo
    May 7th, 2014 at 16:14 | #197

    Selamat siang Bapak
    Saya senang dengan dunia investasi baik berupa bacaan maupun praktek langsung ( khususnya RD ). Kesenangan saya ini ternyata ditiru oleh anak saya. Dia senang juga dalam dunia investasi dan kebetulan saat ini dia sedang menyelesaikan tugas akhirnya di UKSW Salatiga Fak Ekonomi Akuntansi. Anak saya pingin belajar lebih banyak dalam dunia investasi kalau dapat bisa menjadi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) atau Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) atau Wakil Manajer Investasi (WMI) atau yang lainnya. Di lembaga manakah sebaiknya anak saya mengikuti pendidikan tersebut ( di Jakarta ) karena dia sendiri tidak tahu harus kemana demikian juga saya sebagai orang tuanya. Demikian pertanyaan saya, terimakasih atas petunjuknya.

  194. Rudiyanto
    May 8th, 2014 at 14:20 | #198

    @Agus Priyo
    Salam Pak Agus,

    Untuk belajar mendapat sertifikasi tersebut anda bisa coba cek di http://www.ticmi.net/
    Semoga bahagia dan sehat selalu.

  195. Agus Priyo
    May 9th, 2014 at 12:03 | #199

    Terimakasih informasinya pak
    Dari bacaan di TICMI, benar tidak kesimpulan saya ini bahwa “pemegang WPPE” itu dalam tugas kesehariannya lebih berhubungan dengan calon nasabah ( semacam salesman ) ?
    Jika bersedia, mohon dijelaskan tentang tugas kesehariannya baik WPPE, WMI, WAPERD
    Jika dari sisi jenjang karier, WPPE itu apakah yang paling bawah, atau bagaimana ?
    terimakasih, semoga saya berdiskusi dengan anak saya.

  196. Rudiyanto
    May 9th, 2014 at 12:09 | #200

    @Agus Priyo
    Salam Pak Agus,

    Anda bisa baca2 tentang http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/08/19/mengenal-profesi-pasar-modal/

    Semoga bermanfaat.

  197. Yanti
    May 16th, 2014 at 23:24 | #201

    Dear pak Rudy,

    Jika saya ada dana rutin untk rd sebesar 4 juta/ bulan untk 10 th. Apakah sebaiknya saya ambil rd panin dana maksima yg kinerja sdh terbukti baik tp harganya tinggi, atau panin dana ultima yg baru akan launching tp harga juga baru rp. 1000. Tolong masukannya ya pak. Terimakasih

  198. May 17th, 2014 at 14:44 | #202

    Dear Pak Rudy,

    Sebelumnya terima kasih karena sudah banyak masukan lewat akun twitter Bapak.

    Sudah lebih dari satu tahun ini saya berusaha belajar investasi (untuk jangka menengah dan panjang). Banyak buku investing/trading yang saya baca, dan rasanya passive investing dengan buy and hold merupakan strategy yang cocok dengan tujuan investasi saya. Setelah membaca banyak buku tentang index investing (A Random Walk Down Wall Street, The Little Book of Common Investing, Four Pillars of Investing, The Elements of Investing, etc) – saya percaya dengan investasi pada broad index, dengan dollar cost averaging, diversification and rebalancing.

    Saya berusaha menyusun asset alocation untuk sebisa mungkin consists of 1) indonesia broad index fund (saham) 2) broad global index fund 3) indonesia broad bond index.. Saya juga ada ETFs, tapi karena sangat tidak liquid, saya sering dapet slippage yang lumayan lebar..

    Pertanyaan yang ingin saya diskusikan:

    1. Apa ada reksadana di indonesia yang bisa cover 1) indonesia broad bond index dan 2) global index?

    2. Karena index investing masih belum populer di indonesia, kemungkin masih sulit untuk mencari investment vehicle untuk asset allocation seperti yang saya sebutkan di atas. Apakah bapak ada saran bagi penganut index investing di indonesia?

    3. Apakah prospek index investing di Indonesia akan berkembang dalam waktu dekat ini?

    Saat ini saya nasabah Panin Dana Prima and Bersama Plus, untuk capture index saham, dan membeli sukuk/obligaso untuk rebalancing porsi bond di portfolio saya.

    Terima kasih atas bantuan bapak.
    Azerobart

  199. Rudiyanto
    May 19th, 2014 at 01:21 | #203

    @Yanti
    Salam Yanti,

    Kalau menurut saya, bukan ke reksa dana apa yang menjadi pilihan, tapi pertama-tama adalah tujuannya apa dulu. Kalau belum jelas, anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Kemudian kalau tujuannya sudah jelas, biasanya saya suka menyarankan 1 reksa dana 1 tujuan investasi. Dan saya yakin orang memiliki beberapa tujuan keuangan, jadi bisa membeli beberapa reksa dana sekaligus dan juga memudahkan pemantauan.

    Terkait pilihan Panin Dana Ultima atau Panin Dana Maksima, menurut saya kembali ke apakah anda nyaman atau tidak dengan strategi dan pengelolaan investasi kedua reksa dana tersebut. Untuk detailnya, anda bisa datang ke acara talkshow yang akan diselenggarakan Sabtu minggu depan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/14/launching-panin-dana-ultima-dan-talkshow/

    Jika sedang berhalangan, bisa anda tanyaka ke tenaga marketing di Panin Asset Management atau agen penjual Panin Sekuritas. Terima kasih.

  200. Rudiyanto
    May 19th, 2014 at 01:58 | #204

    @azerobart
    Selamat Pagi Azerobart,

    Terima kasih juga karena sudah menjadi follower di twitter saya.

    Terkait pertanyaan dan cara investasi anda, sebetulnya saya kurang begitu sreg. Karena saya sendiri adalah penganut 1 tujuan keuangan 1 reksa dana. Yang anda lakukan biasanya adalah investor yang (menurut saya) tidak memiliki tujuan keuangan yang spesifik. Tujuan anda mungkin hanya membangun suatu portofolio yang dianggap paling optimal / efisien dengan alokasi tertentu dan membiarkan dia terus menerus berkembang.

    Cara di atas tidak salah, dan memang dipraktekkan oleh berbagai investor kelas dunia seperti buku-buku yang anda baca tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa orang-orang tersebut umumnya kalau bukan fund manager (Manajer Investasi), mereka adalah orang-orang sangat kaya yang sudah tidak butuh duit lagi karena seluruh tujuan keuangannya sudah tercapai.

    Yang menjadi tujuan dari kelompok tersebut adalah bagaimana uangnya terus berkembang. Jika anda sudah masuk ke kelompok seperti ini, tidak masalah kalau mau anda terapkan. Tapi kalau beli rumah baru sanggup bayar DP saja, atau masih belum punya cukup uang untuk pensiun sekarang, yang merupakan ciri2 dari mayoritas penduduk Indonesia termasuk saya sendiri, rasa-rasanya strategi di atas bukan strategi yang paling tepat.

    Yang menurut saya tepat bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Namun demikian, saya akan coba menjawab pertanyaan anda:
    1. Produk reksa dana indeks / ETF obligasi yang kamu tanya tersebut sebenarnya sama seperti yang saya sebut di Twitter yaitu ABF IBI Bond Fund yang dikelola Bahana TCW Asset Management. Jika ETF ini tidak likuid, bisa jadi memang digunakan sebagai benchmark untuk penyusunan indeks saja sehingga transaksi di bursa tidak likuid. Tapi jika kamu mencoba beli langsung ke Bahana TCWnya siapa tahu kamu beruntung.

    Alternatif di atas, sebenarnya kamu juga bisa membeli reksa dana pendapatan tetap yang komposisinya obligasi pemerintah. Ada banyak Manajer Investasi yang menawarkan produk ini dari lokal sampai asing. Namun untuk obligasi korporasi biasanya agak kurang karena obligasi ini kurang likuid.

    Perlu kamu ketahui juga bahwa kinerja obligasi terkadang bisa fluktuatif. Tahun 2013 contohnya, kerugian di obligasi pemerintah lebih dalam daripada kerugian di reksa dana saham. Untuk global index, rasanya tidak bisa kamu peroleh di Indonesia. Namun jika kamu memiliki akses ke private banking di singapura produk ini harusnya tersedia. Kebijakan investasi di Indonesia untuk instrumen luar negeri adalah cuman 15% saja sehingga produk global tidak tersedia.

    2. Saya sendiri bukan penganut index investing karena menurut saya dengan pemilihan yang tepat, Manajer Investasi di Indonesia masih bisa memberikan tingkat return di atas IHSG meski tidak banyak. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/16/apakah-ada-reksa-dana-saham-yang-konsisten-mengalahkan-ihsg/

    Meski demikian, ada Manajer Investasi yang sepaham dengan kamu yaitu Indo Premier Investment Management dimana mereka sangat aktif menerbitkan produk reksa dana indeks dan ETF. Jadi seharusnya investment vehicle sudah tersedia tinggal masalah likuid atau tidak saja yang kamu keluhkan di atas.

    3. Terkait prospek index investing, menurut saya apa yang kamu baca di buku-buku tersebut bahwa ternyata mayoritas dari Manajer Investasi di AS kalah dengan Index itu memang benar. Dan kalaupun menang, selisihnya tidak besar mungkin hanya sekitar 1-5% annualized return dalam kurun waktu 10 tahun. Akan tetapi hal tersebut, ketika diterapkan di Indonesia, menurut saya harus ada beberapa penyesuaian lagi.

    Pertama, dalam buku literatur mereka selalu menggunakan angka annualized return misalkan S&P 5% dan reksa dana 7% dalam 10 tahun. Sehingga meskipun kelihatan reksa dana mengalahkan market, namun selisihnya “hanya” 2% per tahun. Biaya reksa dana yang nilainya sekian persen itu dipermasalahkan. Angka annualized return itu masih asing di Indonesia, yang kita kenal itu total return. Angka 5% dan 7% dalam 10 tahun itu sama dengan sekitar 62% dan 96%. Kalau orang Indonesia baca 62% dan 96%, rasa-rasanya dia tidak akan keberatan dengan tingkat return tersebut.

    Kedua, tingkat bunga deposito (Fed Fund Rate) di luar negeri sangat rendah. Lihat saja KPR yang bunganya hanya 1 digit. Sementara di Indonesia, tingkat bunga depositonya bisa 3 – 4 kali lipat bunga di AS. Jadi kalau bunga deposito AS 2%, S&Pnya memberikan return 8%, sudah dianggap hebat sekali. Sementara di Indonesia dengan bunga deposito 6%-8%, IHSGnya bisa saja sampai 15-20%. Katakanlah return IHSG 15% per tahun. Jika dibandingkan dengan S&P yang 8% per tahun, dalam 10 tahun itu sama dengan total return 115% vs 404%. Apakah investor akan mempermasalahkan biaya manajer investasi yang 1 – 3% tersebut? rasa-rasanya tidak.

    Biaya reksa dana itu akan menjadi persoalan di industri reksa dana di Indonesia apabila Indonesia sudah sedemikian amannya sehingga bunga deposito serendah bunga deposito di Singapura yang mungkin sekitar 2-3%. Pada saat itu, tentu tingkat return di saham juga akan menyesuaikan. Jika tingkat deposito masih tinggi seperti sekarang, rasa-rasanya belum akan jadi permasalahan.

    Seperti halnya di Amerika yang membutuhkan beberapa dekade dimana persepsi investor yang tadinya active investing menjadi index investing, rasa-rasanya diperlukan waktu yang sama juga di Indonesia. Namun sekali lagi dengan catatan, pasar sudah sedemikian efisien dan kondisi sudah sedemikian aman sehingga tingkat return saham akan semakin rendah dari waktu ke waktu. Jika tidak, rasa-rasanya masih sulit.

    Yang saya lihat sekarang adalah perubahan strategi investasi. Dimana jika dulu reksa dana ditradingkan seperti saham, mulai ada pemikiran reksa dana itu di hold jangka panjang. Banyak nasabah yang sudah mengerti dan menyadari bahwa tindakan mengejar reksa dana dengan return tertinggi atau mentransaksi reksa dananya hanya akan menguntungkan agen penjual saja.

    Demikian, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

  201. Vivi
    May 20th, 2014 at 17:04 | #205

    Dear Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya, apakah Bapak tahu sumber data gratis untuk mengakses data turnover ratio dan expense ratio reksa dana saham?

    Saya sudah ke OJK dan mengakses dari website OJK juga, tapi tidak ada. Di Datastream, Bloomberg, dan Kontan pun tidak ada. Mungkin Bapak tahu sumber data lain.

    Terimakasih.

  202. Rudiyanto
    May 21st, 2014 at 00:44 | #206

    @Vivi
    Salam Vivi,

    Kalau boleh tahu anda membutuhkan informasi tersebut untuk apa?
    Data tersebut biasanya terdapat dalam laporan keuangan reksa dana. Jadi kalau mau, kamu harus mengumpulkan laporan keuangan reksa dana yang biasanya ditampilkan bersama prospektus pembaharuan.

    Effort untuk mengumpulkan data tersebut tidak kecil, dan saya ragu ada yang mau memberikannya secara gratis. Saran saya kamu bisa tanyakan juga ke sumber data yang tidak gratis seperti Infovesta dan layanan bloomberg yang berbayar. Siapa tahu anda beruntung.

    Terima kasih.

  203. Vivi
    May 21st, 2014 at 02:21 | #207

    Terimakasih Pak Rudi.

    Saya membutuhkan data expense dan turnover ratio untuk skripsi saya, Pak. Saya sudah berusaha mencari laporan keuangan reksa dana saham yang menjadi sampel penelitian saya via Google, tapi memang sulit sekali dan masih banyak data kedua rasio tersebut yang belum saya dapatkan.

    Saya akan mencoba saran Bapak. Sekali lagi, terimakasih atas jawabannya Pak. Semoga Pak Rudi sukses selalu.

    @Rudiyanto

    • Rudiyanto
      May 21st, 2014 at 10:56 | #208

      Salam Vivi,

      Kalau menurut saya kamu bisa keliling ke MI dan agen penjual satu persatu utk mengumpulkan data laporan keuangan reksa dana. Saya yakin anda akan banyak belajar dalam proses tersebut. Terima kasih

  204. Muliadi
    June 5th, 2014 at 12:07 | #209

    Selamat Siang Pak Rudy,

    Saya sedang melakukan penelitian untuk tesis S2 MM Untar.
    Saya ingin bertanya :
    a. Bagaimana cara membedakan Manajer Investasi Asing dan Lokal di Indonesia? Apakah bisa dari mayoritas kepemilikan saham dari MI tsb?
    b. Bagaimana cara memperoleh data ada atau tidaknya investor asing yang membeli produk reksadana saham di Indonesia? Jika ada, berapa besarnya persentase investor asing dan lokal yang membeli produk reksadana tsb?
    Misalnya : Reksadana saham Panin dana Prima, apakah ada investor asing yang membeli? dan berapa persentase kepemilikan asing dan lokal pada produk reksadana tersebut?

    Terima Kasih

    Muliadi

  205. Rudiyanto
    June 5th, 2014 at 12:45 | #210

    @Muliadi
    Siang Muliadi,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    A. Sudah pernah mengecek data Manajer Investasi di OJK?
    B. Data nasabah merupakan kerahasiaan yang hanya bisa dikeluarkan jika memenuhi syarat tertentu seperti adanya permintaan dari OJK, Pengadilan, keperluan Audit dan lain2. Jika untuk tujuan penelitian, Manajer Investasi tidak diperbolehkan memberikan data tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  206. Muliadi
    June 5th, 2014 at 15:43 | #211

    @Rudiyanto
    Pada data MI di OJK, tidak tersedia data MI mana saja yang merupakan MI asing ataupun lokal. http://aria.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=manajer-investasi
    Tetapi tersedia kepemilikan saham dari MI di Indonesia.
    Apakah dengan mayoritas kepemilikan saham bisa menjadi penentu bahwa MI tsb asing ataupun lokal?

    Terima Kasih Pak Rudi.

    • Rudiyanto
      June 5th, 2014 at 17:05 | #212

      Kalau hal tersebut kembali ke definisi perusahaan asing dan lokal yg kamu pergunakan. Semoga menjawab, terima kasih

  207. Muliadi
    June 25th, 2014 at 15:22 | #213

    Dear Pak Rudiyanto,

    Mohon diberikan penjelasan cara mengukur The Black Litterman model dengan cara sederhana? Untuk membandingkan penerapannya pada MI yang ada di Indonesia.

    Terima kasih Pak.

    • Rudiyanto
      June 26th, 2014 at 00:55 | #214

      Salam Muliadi,

      Coba kamu cari di Google dengan kata kunci tersebut. Kalau tidak salah ada artikel yg cukup komprehensif di website Morningstar. Semoga bermanfaat.

  208. Agung
    June 26th, 2014 at 13:21 | #215

    Dear Pak Rudiyanto

    Saya memiliki 2 reksadana dari panin asset management yaitu panin dana unggulan dan panin dana ultima. Yang saya ingin tanyakan bagaimana kinerja kedua reksadana tersebut, apakah lebih baik memiliki panin dana unggulan atau panin dana ultima.

    Terimakasih

  209. Rudiyanto
    June 26th, 2014 at 17:07 | #216

    @Agung
    Salam Pak Agung,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Untuk kinerja kedua reksa dana tersebut anda bisa pantau perkembagan harga hariannya di website http://www.panin-am.co.id. Atau anda juga bisa mengajukan user log in untuk melihat perkembangan dana anda setiap harinya.

    Sehubungan dengan lebih baik memiliki yang mana, menurut saya selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Untuk reksa dana campuran – Panin Dana Unggulan, cocoknya untuk investasi dalam jangka waktu 3 – 5 tahun, sementara reksa dana saham – Panin Dana Ultima, cocoknya untuk investasi di atas 5 tahun.

    Jika mau lebih komprehensif, bisa dibuatkan juga rencana keuangan. Lebih detailnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Terima kasih.

  210. July 3rd, 2014 at 06:53 | #217

    Reksadana Indeks – Actively or passively managed?

    Selamat Pagi Pak,

    Ingin beriskusi dengan bapak mengenai indexing lagi Pak :)

    Kira kira dari mana saya tahu apakah reksadana indeks tertentu di-manage secara aktif atau pasif pak?

    Saya coba baca baca brosur, fact sheet dan propektus, tapi masih belom dapat clue..

    Thanks pak
    Azerobart

  211. Rudiyanto
    July 3rd, 2014 at 09:59 | #218

    @Azerobart
    Salam Azerobart,

    Kalau reksa dana indeks itu tentunya dikelola secara pasif. Sebab haram bagi reksa dana indeks untuk berbeda dengan indeks acuannya sekalipun perbedaan itu karena return reksa dana indeks lebih besar.

    Kalau returnnya berbeda dengan indeks acuan dan itu selisihnya cukup besar dan dalam jangka waktu lama, maka itu tidak ada bedanya dengan reksa dana konvensional.

    Semoga bermanfaat.

  212. Henhen
    July 10th, 2014 at 02:13 | #219

    Met malam Pak Rudi.
    Di Juni 2013 Saya membeli RD Panin
    - Dana Maksima NAB 72.462,96
    - Dana Prima NAB 3.461,18
    - IHSG saat itu 4.760,75
    Tanggal 8 Juli 2014 IHSG 5024,71 dan Nilai NAB kedua RD itu adalah 68.895,03 & 3.321,22
    Pertanyaan saya:
    1. Kenapa RD ini kenaikannya tidak sejalan dengan kenaikan IHSG?
    2. Apakah RD yang sering mendapatkan penghargaan ini kinerjanya sudah tidak bagus?
    3. Apa yg harus saya lakukan terhadap RD ini, disimpan saja, diambil/ditarik saja seluruhnya atau di top up

    Makasih Pak Rudi

  213. Agung
    July 11th, 2014 at 13:57 | #220

    Salam Profit
    Pak Rudiyanto minta tolong di share ke saya saham2 apa saja yang ada di panin dana ultima, atau minta dikirimkan ke alamat email saya di gede.agung84@ymail.com
    Terimakasih

  214. yen
    July 14th, 2014 at 00:10 | #221

    Salam kenal Pak Rudi,

    Pertama2, terimakasih sekali pak atas ilmu2 yang telah bp berikan melalui website ini. sangat berguna sekali untuk saya yang masih awam dan baru mulai berinvestasi. saya ada pertanyaan pak.. saat ini saya memiliki dana tidak terpakai di deposito dan reksadana saham dengan komposisi deposito:rd saham 80%:20%. dana ini rencananya akan saya gunakan untuk membeli rumah 10 tahun lagi. melihat bunga deposito yang rendah dan tujuan investasi saya yang masih lama, apa sebaiknya semua dana saya letakkan di reksadana saham pak? dari 20% dana tersebut saya letakkan di dua produk reksadana saham dari 2 MI berbeda. apa meletakkan semua dana investasi yg sy miliki di beberapa produk rd yg berjenis sama yakni saham dapat disebut diversifikasi pak? mohon advise nya ya Pak.

    terimakasih,111

  215. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 14:03 | #222

    @Henhen
    Salam Henhen,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Kinerja reksa dana di desain untuk mengalahkan IHSG. Caranya supaya bisa mengalahkan IHSG, maka mereka akan menyusun portofolio yang komposisinya berbeda dengan IHSG dengan harapan kenaikannya bisa melampaui IHSG. Masalahnya terkadang portofolio yang disusun, terkadang bisa benar, terkadang bisa salah. Untuk tahun 2014, strategi yang direncanakan ternyata tidak benar2 sesuai dengan yang diharapkan sehingga kinerjanya kalah dibandingkan IHSG. Untuk detail kenapa bisa kalah anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/#comment-194075 komentar no 10.

    2. Untuk pertanyaan no 2 ini, ada 2 artikel yang bisa anda baca yaitu http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/16/apakah-ada-reksa-dana-saham-yang-konsisten-mengalahkan-ihsg/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/22/buy-and-hold-vs-market-timing-studi-kasus-mengejar-return-no-1/

    3. Keputusan untuk melakukan penarikan atau top up sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi. Apabila hasil investasinya memang sudah mencapai target anda ya silakan ditarik. Jika belum, sebaiknya tidak. Perihal anda tidak puas dengan kinerja tersebut, alasannya sudah saya jelaskan di atas. Apabila anda tidak bisa menerima, maka apa boleh buat, silakan masuk produk investasi lain yang menurut anda lebih baik. Namun jika anda bisa menerimanya, maka bisa ditunggu sampai tujuan anda tercapai baru diputuskan untuk diapakan.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  216. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 16:55 | #223

    @Agung
    Salam Agung,

    Informasi tersebut bisa diperoleh di Fund Fact Sheet reksa dana. Anda bisa mendapatkan informasi tersebut jika anda sudah menjadi nasabah dan melakukan log in di website http://www.panin-am.co.id.

    Terima kasih.

  217. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 17:09 | #224

    @yen
    Salam Yen,

    Sehubungan dengan tujuan pembelian rumah anda, boleh tahu harga rumah yang ingin anda beli itu berapa? berapa estimasi kenaikan harganya setelah 10 tahun?

    Kemudian sehubungan dengan diversifikasi, anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  218. yen
    July 14th, 2014 at 17:35 | #225

    Selamat sore Pak Rudi,

    Terimakasih Pak atas response dari Bp. Harga rumah yang ingin dibeli 2 M dengan menggunakan simulasi di salah satu website, dan dengan asumsi tingkat inflasi sebesar 10%, saya peroleh angka per bulan yang harus saya sisihkan untuk investasi dan sudah mulai saya top up setiap bulan dari gaji. Namun, dengan pertimbangan kebutuhan dana untuk beli rumah yang masih lama, apakah bijak jika seluruh dana menganggur saya diletakkan di reksadana saham, Pak? Saat ini saya memiliki reksadana saham agresif dari 2 MI salah satunya Panin Asset Management. Saya berencana menambah 2 produk reksadana saham lagi dari 2 MI lain yang saya lihat kinerjanya cukup baik, Pak. Sebagai informasi tambahan Pak, saat ini saya dalam kondisi tidak ada hutang maupun tanggungan dan telah memiliki perlindungan asuransi baik kesehatan maupun jiwa. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih sekali atas saran Bp.

    warm regards,

  219. Rudiyanto
    July 15th, 2014 at 09:25 | #226

    @yen
    Pagi Yen,

    Mohon maaf sebelumnya saya kurang begitu mengerti kondisi anda.
    Saya melakukan simulasi di Kalkulator Kebutuhan Investasi Berkala http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx sbb:
    Nilai Rp 2 M, Periode 10 tahun, Inflasi 10%, Hasil Investasi 20%.
    Nilai kebutuhan per bulan adalah sekitar Rp 15 juta.

    Apakah maksudnya kamu sudah melakukan top up berkala setiap bulan dengan nilai Rp 15 juta?

    Kemudian anda memiliki sejumlah dana menganggur yang berdasarkan statement anda sebelumnya kira2 nilianya 80 : 20 dibandingkan nilai investasi RD saham anda. Katakanlah anda sudah investasi selama 4 bulan, jadi anda punya reksa dana senilai 60 juta. Berarti di deposito anda ada sekitar Rp 300 juta?

    Jadi apakah benar bahwa pertanyaan anda uang Rp 300 juta tersebut mau diapakan?

    Kalau menurut saya, apabila kamu sudah bisa menyisihkan Rp 15 juta per bulan sesuai tujuan investasi, maka uang kamu yang dideposito tersebut tidak perlu dipindahkan. Bisa kamu anggarkan untuk dana darurat atau kebutuhan keuangan lainnya.

    Mengenai pilihan reksa dana untuk investasi, menurut saya memiliki sampai 5 reksa dana untuk 1 tujuan itu masih ok ok saja karena sudah saya buktikan dalam riset http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/ Akan tetapi yang tidak ok itu memindah2kan reksa dana setiap tahun karena mengejar return. Untuk referensinya silakan lihat ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/22/buy-and-hold-vs-market-timing-studi-kasus-mengejar-return-no-1/

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  220. lala
    July 22nd, 2014 at 10:17 | #227

    Pg pa rudi, sy mo tny apa panin sudah bisa membeli rd online via virtual account bca tanpa perlu tatap muka, krn sy domisili di luar kota n repot jg klo hrs ke jkt dulu, krn di panin daerah sy belum jual rd nya, sementara sy tertarik investasi di rd krn tulisan2 bpk byk memberi inspirasi . Tq

  221. Rudiyanto
    July 23rd, 2014 at 09:09 | #228

    @lala
    Selamat Pagi Lala,

    Anda bisa coba hubungi cs@panin-am.co.id, siapa tahu ada solusi yang bisa ditawarkan. Terima kasih.

  222. azwin
    August 7th, 2014 at 14:43 | #229

    mas rudi saya mau nanya… kalo saya membeli reksadana misal 120jt hari ini (trus nggak diapa-apain) dan saya jual tepat 10 tahun kemudian dari sekarang hasilnya akan lebih menguntungkan yang mana apabila saya membeli reksadana secara berkala yaitu 1jt perbulan mulai dari sekarang hingga 10 tahun kedepan (sama-sama 120jt) tentunya dengan asumsi return yang sama…

    terimakasih sebelumnya mas rudi..

  223. Hendra
    August 7th, 2014 at 15:20 | #230

    Selamat Sore Pak Rudi, saya adalah nasabah Reksadana Panin Dana Prima dari kota Medan. sebentar lagi saya akan membuat penelitian untuk tugas akhir di kampus saya dan saya memilih Produk Reksadana Panin sebagai rencana judul tugas akhir saya.
    saya ingin bertanya, apakah saya bisa memperoleh total jumlah nasabah reksadana Panin? karena jika judul tugas akhir saya di setujui maka kemungkinan besar saya akan menggunakan total jumlah nasabah reksadana tentunya hanya dalam bentuk angka (data sekunder). jika saya di ijinkan untuk mendapatkan data tersebut, syarat apa saja yang harus saya lengkapi agar saya memperoleh untuk kepentingan penelitian tugas akhir saya.
    atas kerja samanya saya ucapkan banyak terima kasih.

  224. Rudiyanto
    August 7th, 2014 at 18:23 | #231

    @azwin
    Salam Azwin,

    Kebetulan saya sedang menyiapkan satu artikel yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan nanti.

  225. Rudiyanto
    August 7th, 2014 at 18:26 | #232

    @Hendra
    Salam Hendra,

    Terima kasih telah menjadi nasabah Panin Asset Management. Untuk total jumlah nasabah di Panin Asset Management per Agustus ini mungkin sekitar 39.000an. Naik sekitar 6500an dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk tugas skripsi anda.

  226. azwin
    August 7th, 2014 at 20:50 | #233

    kalo dari itung-itungan saya kemarin sih lebih untung yang beli reksadana 120jt sekaligus terus diamkan aja selama waktu yang ditentukan.. tapi mudah-mudahan saya salah, soalnya saya pengen beli reksadana dengan return tertinggi tapi nggak punya modal, hehe tentu saya lebih tertarik dengan yang berkala dong..

    okesip pak, saya tunggu artikelnya ya pak..

    terimakasih sebelumnya…

  227. Jonas
    August 11th, 2014 at 17:54 | #234

    @azwin

    Saya coba beri input ke bapak dengan segala keterbatasan pengetahuan saya. Menurut saya apabila anda membandingkan investasi langsung 120 juta saat ini dengan 1 juta per bulan selama 10 tahun (120x mencicil) itu namanya bukan apple to apple, pak. Dilihat dari segi present value of money saja sudah jelas 120juta di saat sekarang nilainya jauh lebih besar daripada 120juta yang dicicil selama 10 tahun maka dari itu sudah jelas investasi 120 juta sekaligus akan memberi imbal hasil yang lebih besar daripada yang dicicil (dengan asumsi pertumbuhan investasi normal) mungkin artikel pak Rudi bisa memberikan penjelasan yang lebih mendetail.

    • Rudiyanto
      August 12th, 2014 at 11:43 | #235

      Betul sekali pak Jonas. Saya setuju dengan anda. Terima kasih untuk masukannya.

  228. azwin
    August 12th, 2014 at 03:55 | #236

    @jonas

    hehehe.. iya betul pak jonas, saya baru ngeh sekarang… :)

    mau nanya juga nih untuk para suhu.. kalo mau beli saham lewat PAM bisa nggak ya??
    trus saham itu bagusnya ditanam atau di trading…?? kira-kira jasa konsultasi yang bagus untuk urusan saham di mana??

    terimakasih sebelumnya..

  229. Amal
    August 12th, 2014 at 12:52 | #237

    Selamat siang Pak Rudiyanto,
    saat ini saya sedang menyusun tesis tentang kinerja reksadana dengan model market timing ability dengan menggunakan model henriksson-merton dan treynor-mazuy. yang jadi permasalahan saya masih kebingungan bagaimana cara menghitungnya/meregresikannya.
    melalui media ini bisakah pak rudiyanto memberikan contoh bagaimana menghitung kedua model tersebut dengan menggunakan SPSS/Excel.

    terima kasih,

  230. Rudiyanto
    August 12th, 2014 at 13:32 | #238

    @Amal
    Selamat siang juga,

    Menurut saya perhitungan metode tersebut pada dasarnya tidak terlalu sulit karena merupakan regresi dengan 3 variabel. Yang diperlukan adalah membaca penjelasan dari ketiga variabel tersebut dengan teliti dan mencari di buku statistik bagaimana melakukan regresi dengan dengan 3 variabel.

    Terima kasih.

  231. Wawan
    August 14th, 2014 at 13:35 | #239

    Selamat siang Pak Rudi,
    menyambung pertanyaan saya di postingan bapak yang laennya……mau tanya sedikit
    Kalo saya amati, perkembangan NAv untuk produk yang baru dengan kenaikan produk RD yang sudah lama kok beda kenapa y ? kalo produk baru perkembangan paling Rp10,- tp produk lama bisa sampe Rp100,-
    Apa sih penyebabnya ?

    makasih n maaf kalo perntanyaannya masih dasar sekali

  232. Hanny Handoko
    August 15th, 2014 at 08:59 | #240

    Pagi pak Rudy, saya salah satu penggemar blog blog bapak, dan salah satu nasabah panin sekuritas juga.. mohon info, beberapa waktu lalu sebelum lebaran saya redeem sebagian uang di reksadana saham. Nah sekarang saya mau inject lagi untuk dana prima dan dana ultima, tidak terlalu besar sih.. tapi saya butuh info kapan monent yang tepat untuk injectnya. Mohon infonya ya pak, dan saat ini jg saya rutin autodebet untuk dana prima dan bersama plus, apakah itu salah pak? Mohon tanggapannya ya pak. Yang penting sih saya butuh kira kira kapan saya bisa inject dana di reksa saham lagi. Terima kasih sebelumnya.. Hanny Handoko jakarta barat

  233. Rudiyanto
    August 18th, 2014 at 13:38 | #241

    @Wawan
    Siang Pak Wawan,

    Untuk pertanyaan tersebut anda bisa membaca terlebih dahulu artikel ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Silakan tanyakan lagi apabila masih belum jelas.

  234. Rudiyanto
    August 18th, 2014 at 13:40 | #242

    @Hanny Handoko
    Selamat Siang Hanny,

    Terima kasih atas apresiasinya. Untuk “kapan” waktu yang tepat saya tidak tahu. Yang saya tahu adalah “berapa lama waktu yang tepat”. Sepanjang anda investasi untuk jangka waktu minimal 7 tahun, kapanpun anda masuk itu sudah tepat.

    Untuk investasi secara autodebet itu salah kalau belum dibuatkan rencana keuangannya. Kalau belum silakan baca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Terima kasih.

  235. arifanto
    August 29th, 2014 at 22:55 | #243

    selamat malam pak Rudy, saya seorang pendatang baru di reksadana pak, mau nanya gini saya seorang pegawai swasta pak, dengan gaji kecil. saya sudah terpikir tentang perencanaan keuangan masa depan dan sebulan saya ikut RDPU Rp.5 juta dari sebuah MI, saya berencana nambah investasi gitu, yang saya mau tanyakan apa lebih baik saya nambah reksadana yang sudah saya ikuti atau lebih baik saya ikut RDPU tapi dari MI yang berbeda begitu pak? juga saya mau tanya pak kalo liat data NAB RDPT sekarang ini dari situs majalah ekonomi ternama kok hampir semuanya terus menerus minus ya pak lha prospek kedepanya gimana tu pak? kira2 waktu yang tepat buat ikut kapan pak?

  236. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 17:47 | #244

    @arifanto
    Selamat Siang Pak Arifanto,

    Kalau sanggup ikut reksa dana Rp 5 juta per bulan, itu gajinya tidak kecil pak. Kalau soal mau ikut dari MI yang berbeda atau sama, menurut saya kamu perlu membuat rencana keuangan dulu. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Kalau kinerja reksa dana yang kamu punya secara konsisten tidak sesuai yang diharapkan, kamu bisa pindah ke yang lain. Atau bisa juga anda punya jatuh cinta pada dua reksa dana dari MI yang berbeda. Daripada bingung beli saja dua-duanya.

    Kalau reksa dana pendapatan tetap turun karena dalam sejak 2013, terjadi kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Selain itu inflasi juga terancam tinggi karena rencana kenaikan harga BBM. Secara historis apabila ada kenaikan inflasi dan suku bunga, kinerja reksa dana pendapatan tetap memang akan negatif. Harganya akan kembali naik ketika inflasi dan suku bunga berada dalam tren menurun.

    Waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah ketika kamu memiliki tujuan keuangan, dan kamu sadar bahwa dengan menabung saja itu tidak cukup.

    Semoga bermanfaat.

  237. tjandra
    September 22nd, 2014 at 11:49 | #245

    Salam sejahtera Pak Rudi…
    Pak, kalau boleh diusulkan bagaimana kalau dalam postingan juga dibahas tentang investasi di saham secara langsung. Misalnya bagaimana kinerja dari saham tertentu di masa yang akan datang. Karena sebagai seorang yg terjun langsung di pasar saham, informasi yang bapak sampaikan akan sangat bermanfaat bagi kita pelaku di pasar modal. Terima kasih pak

  238. Andre
    September 22nd, 2014 at 13:10 | #246

    Pak Rudyanto,

    Mohon tanya di mana bisa melihat harga indon 42 on daily basis, thanks.

  239. Rudiyanto
    September 23rd, 2014 at 16:18 | #247

    @tjandra
    Salam Sejahtera pak Tjandra,

    Pembahasan tentang saham sebetulnya juga dibahas dalam blog ini meskipun mungkin tidak sebanyak reksa dana.

    Anda bisa coba cari di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/saham/ atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Namun saya tidak membahas satu atau dua saham secara spesifik karena saya yakin riset dari analisis sekuritas sekarang sudah sangat lengkap dan canggih. Anda hanya perlu menjadi nasabah di perusahaan sekuritas untuk mendapatkan informasi tersebut.

    Terima kasih.

  240. Rudiyanto
    September 23rd, 2014 at 16:36 | #248

    @Andre
    Salam Andre,

    Boleh tahu ini untuk keperluan apa?

  241. Andre
    September 24th, 2014 at 10:44 | #249

    @Rudiyanto
    Pak Rudyanto,

    Kebetulan saya punya dan ada maksud untuk mencairkannya karena katanya Amerika segera akan menaikkan suku bunganya sehingga kemungkinan harga indon42 akan tertekan.

    Bagaimana pandangan Pak Rudy? Apakah sekarang saat yang tepat untuk cut loss atau tunggu pelantikan presiden? Thanks .

  242. Rudiyanto
    September 25th, 2014 at 23:39 | #250

    @Andre
    Salam pak Andre,

    Memang salah satu kendala dari investasi obligasi di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap harga. Saran saya anda harus mereview kembali tujuan awal anda berinvestasi di obligasi itu adalah Hold to Maturity (pegang hingga jatuh tempo) atau ditradingkan.

    Jika tujuan anda adalah HTM, maka tidak perlu mengkhawatirkan bunga mau naik atau turun. Jika tujuan anda adalah melakukan trading, obligasi ini baru akan jatuh tempo tahun 2042. Dalam rentang waktu tersebut, saya yakin siklus naik turunnya suku bunga the Fed akan terjadi berkali2. Apakah anda sudah memikirkan hal tersebut?

    Menurut saya tujuan investasi anda mesti jelas dulu, bukan masalah tunggu pelantikan Presiden atau apa.

    Semoga bermanfaat.

  243. Andre
    September 26th, 2014 at 11:36 | #251

    @Rudiyanto
    Iya, jadi setiap kali saya mesti tanya bank-nya untuk harga indon, agak merepotkan.

    Thanks inputnya Pak. maunya hold to maturity but then ragu ragu sendiri karena jangka waktunya yang sangaatt panjang, 28 tahun lagi sementara obligasi-obligasi usd baru dengan jangka waktu yang jauh lebih pendek terus dikeluarkan dan bunganya juga k.l sama.

    Uangnya memang tidak terpakai tetapi seringkali tergoda dengan suku bunga idr yang tinggi, hehhe.

    Thanks sarannya Pak. Salam hormat.

  244. Rudiyanto
    September 26th, 2014 at 14:11 | #252

    @Andre
    Ok pak. Kalau tujuan investasinya sudah jelas, yaitu Hold to Maturity, maka kita harus fokus pada strategi tersebut.

    Semoga berhasil dengan investasinya.

  245. September 26th, 2014 at 19:50 | #253

    Salam Pak Rudi,

    Jujur saja, artikel-artikel pak rudi mengenai bahasan investasi khususnya produk reksadana sangat membantu saya dalam menentukan investasi mana yang tepat dan pastinya sesuai dengan kondisi keuangan saya.

    Sekali lagi terima kasih Pak :)

    Oya kalau sempat main2 ke tempat saya Pak Rudi, barangkali Pak Rudi bisa memberikan ilmunya juga disini, http://www.forumreksadana.com

    Best Regards,

  246. Johnnywinata
    October 24th, 2014 at 09:00 | #254

    Pagi. Saya lagi mencari data historical IHSG tentang PER dan PBV nya. Kalau bisa beserta dengan Indeks Regional. Apa ada yang punya data seperti yang saya inginkan? Mohon bantuannya. Thanks

  247. Rudiyanto
    October 24th, 2014 at 12:59 | #255

    @Johnnywinata
    Siang Johnny,

    Informasinya bisa didapatkan dengan berlangganan situs berbayar seperti Bloomberg.

    Terima kasih

  248. Chandra
    October 25th, 2014 at 16:35 | #256

    Dear Pak Rudi,

    Saya penasaran dengan data Top Holdings tiap reksadana di bloomberg. Apakah data ini real time diperoleh bloomberg dari BEI atau dimasukkan manual oleh MI per waktu tertentu? Data bloomberg begitu detail sampai ada berapa lembar saham dan total valuenya. Datanya kadang muncul tapi kadang not available.
    Yang saya cermati, datanya ada yang tidak sama dengan fund fact sheet beberapa bulan berturut-turut. Apakah ini berarti fund fact sheet MI tidak transparan (mungkin biar kelihatan big cap semua yang ditulis di ffs).
    Yang aneh, ada reksadana yg di ffs nya tidak mencantumkan top holding saham (hanya sectornya saja), mungkin biar tidak dicontek oleh pesaingnya, padahal di bloomberg bisa dilihat top holdingnya.

  249. Rudiyanto
    October 28th, 2014 at 00:01 | #257

    @Chandra
    Malam Pak Chandra,

    Apakah anda sudah memperhatikan periode data portofolio di Bloomberg?
    Coba dilihat apakah itu data sekarang atau beberapa bulan atau bahkan tahun yang lalu.

    Kemudian secara peraturan, memang tidak kewajiban bagi para MI untuk mempublikasikan kepada umum. Yang diwajibkan itu untuk nasabah.

    Tidak ada ketentuan yang baku juga seperti apa penyajian FFS, sehingga jika ada yang mencantumkan persentase top holding dan lainnya, itu adalah inisiatif dari masing-masing Manajer Investasi.

    Semoga bermanfaat.

  250. Reza
    November 3rd, 2014 at 15:50 | #258

    Dear Mr Rudi,

    Ada bbrp hal yg ingin saya tanyakan megenai reksadana:
    1. apakah dalam investasi reksdana bisa menghasilkan tiap bulan? jika ia bagaimana caranya?
    2. bagaimana strategi investasi reksadana yang dirasakan paling efektif, resiko terkendali hasil yang memuaskan?
    terimakasih

  251. Rudiyanto
    November 6th, 2014 at 14:38 | #259

    @Reza
    Dear Reza,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Untuk reksa dana konvensional (saham, campuran, obligasi dan pasar uang) tidak bisa karena umumnya jenis reksa dana ini tidak membagikan dividen. Cara untuk mendapatkan keuntungan setiap bulan adalah anda mentransaksikan, tapi tidak ada jaminan pasti berhasil karena harga berfluktuasi setiap harinya.

    2. Strategi yang paling efektif adalah buat tujuan, eksekusi secara displin dan pantau secara berkala. Bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Semoga bermanfaat

  252. Charles
    November 10th, 2014 at 12:06 | #260

    Siang Pak Rudiyanto,

    Pak saya mau nanya tentang virtual account reksadana panin.

    Kemarin saya disms tentang virtual account utk PDM dan PDP saya.

    Saya juga sudah baca di website tentang cara transfernya.

    Tapi, saya masih sedikit bingung nh pak, tlg bantu dijawab.

    1. Setelah transfer ke virtual account melalui klikbca, apakah perlu mengirim bukti transfer atau mengisi topup form di website seperti yang dulu lagi??

    2. Untuk transfer ke virtual account ini, harus menggunakan bank BCA ya pak?? Bisa menggunakan bank lain seperti intenet banking mandiri?? Karena setelah saya coba tadi tidak bisa.

    Terimakasih.

  253. Rudiyanto
    November 10th, 2014 at 18:10 | #261

    @Charles
    Sore Pak Charles,

    Terima kasih telah menjadi nasabah Panin Asset Management.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Tidak perlu pak. Kalau sudah selesai transfer done. Tidak perlu ngapa2in lagi karena diproses by sistem.

    2. Kalau itu agak susah jawabnya karena tidak konsisten. Ada yang coba dan berhasil, tapi saya sendiri coba dan gagal. Oleh karena itu kita sarankan hanya menggunakan internet banking dari BCA saja.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  254. November 13th, 2014 at 16:06 | #262

    Halo Pak Rudiyanto, saya baru beli buku Anda suksek finansial dengan reksa dana, terus langsung take action. Pas sampai bab 7, saya langsung take action untuk mengecek legalitas produk reksadana.
    Saya kebetulan berada jauh dari kota, jadi reksadana yang saya ikut adalah yang online. Saya pernah nanya ke bank panin di kota saya, mereka tidak menyediakan reksa dana, melainkan saya harus ke kantor mereka yang ada di kota lain. jadi, Saya daftar di danareksa online dan Ipotfund.
    Pertanyaan saya, pas baca bab 7 itu, saya cek di website bapepam, namanya adalah PT INFO PREMIER INVESTMENT MANAGEMENT. anehnya pada setiap email yang saya terima, form pendaftaran dll, untuk IPotfund tersebut namanya adalah PT INDO PREMIER SECURITIES. Barusan saya coba cek di website-nya, kok pada sudut kiri atas browser saya (menggunakan Firefox) nama yang keluar adalah PT INFO PREMIER CAPITAL.

    Masalah kedua, saya sebagai investor dibuatkan (dan menggunakan) rekening BCA, pas saya cek di website bapepam IPOTFund tidak menggunakan bank BCA sebagai bank kustodian.

    Saya tidak menuduh macam-macam, hanya untuk jaga-jaga dan hati-hati dalam berinvestasi. Apalagi saya yang serba online.

    Saya jadi bingung, lihat namanya saja macam-macam. Apa perlu saya tarik (jual) saja semua reksadana saya yang ada saat ini, sebelum jadi bumerang dikemudian hari.

    Mohon pencerahannya. Terimakasih

  255. Rudiyanto
    November 13th, 2014 at 17:30 | #263

    @verolina
    Halo juga Ibu Verolina,

    Terima kasih sudah membeli buku saya.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda mengenai legalitas investasi, perlu saya jelaskan beberapa hal:
    1. Buku itu dibuat pada tahun 2013, dimana Ipotfund masih belum ada.

    2. Berdasarkan peraturan yang ada saat ini (per 13 November 2014), perusahaan yang diperbolehkan untuk memasarkan reksa dana atau kerennya disebut Agen Penjual Reksa Dana adalah :
    - Manajer Investasi (atau dikenal dengan penjualan langsung, seperti halnya di Panin AM atau Danareksa)
    - Agen Penjual Bank (misalkan anda beli di Commbank, BNI, dll)
    - Agen Penjual Non Bank (saat ini yang diperbolehkan hanya perusahaan sekuritas, kalau di Panin AM, APERD Non Bank adalah Panin Sekuritas)

    Pada saat industri reksa dana belum berkembang, yang namanya Sekuritas dan Asset Management (Manajer Investasi) itu jadi satu perusahaan. Baru beberapa tahun yang lalu dihimbau untuk melakukan spin off, dimana yang fokus pada transaksi saham jadi Sekuritas dan yang fokus pada pengelolaan jadi Manajer Investasi. Kalau di Panin, jadi Panin Sekuritas dan Panin Asset Management.

    Karena sebelumnya bergabung jadi satu, maka ketika spin off, proses penjualan reksa dana masih sering dibantu oleh perusahaan sekuritasnya. Dan khusus untuk sekuritas, memang waktu itu tidak ada ketentuan harus didaftarkan di OJK sebagai Agen Penjual karena asumsi menjual produk dari group yang sama.

    Belakangan ini, bermunculan perusahaan Sekuritas yang berniat menjual produk dari Manajer Investasi yang berbeda. Khusus untuk perusahaan yang ini mereka diminta melakukan pendaftaran. Makanya ketika kamu cek http://aria.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=aperd hanya ada Indo Premier dan Trimegah. Berarti kedua perusahaan ini sudah atau akan menjual produk dari Manajer Investasi lain.

    3. Media online, seperti Danareksa Online atau di website Panin AM kamu juga bisa mengisi formulir secara online adalah “media saja”. Dimana untuk bisa membeli reksa dana, kamu harus memenuhi ketentuan in good fund (dana sudah ditransfer) dan in complete application (formulir lengkap). Media online yang kamu sebut adalah tempat dimana in complete application itu dilakukan dari yang dulunya berbentuk kertas menjadi bisa disampaikan secara elektronik.

    4. Dalam hal untuk memudahkan transaksi reksa dana untuk nasabah, Manajer Investasi bisa membuat rekening penampung di bank yang bukan bank kustodiannya. Kalau di Panin AM, bank ini disebut Paying Agent atau bank pembayar. Misalkan saja untuk membeli Panin Dana Maksima, rekening kustodiannya adalah di Deutsche Bank (Coba sebutkan apakah ada kenalan anda yang punya rekening di bank tersebut??) Tentu akan lebih mudah kalau dibuka rekening penampung di Bank BCA, sehingga pada saat investor beli dari rekening dia di Bank BCA tidak kena biaya transfer antar bank. Ada sebagian investor yang beranggapan lebih cepat dan pasti jika transfer langsung ke rekening kustodian dan bukannya ke bank penampung. Tapi hal ini salah. Mau ke rekening penampung atau rekening kustodian sama saja. Malahan menurut saya, BCA lebih bagus karena bank itu terkenal sebagai bank transaksi sehingga sistemnya untuk pengecekan transaksi lebih baik dibandingkan bank lainnya.

    5. Berdasarkan pemahaman saya (perlu kamu crosscheck ke pihak Indo Premier), yang menjual reksa dana secara online via ipotfund adalah Indo Premier Securities. Menggunakan fasilitas akun BCA adalah hal yang lumrah sama seperti halnya menggunakan bank pembayar. Jadi kalau kamu tanya saya, apakah Ipotfund legal, itu sudah bisa dipastikan bahwa itu legal. Perihal informasi yang muncul bernama Indo Premier Capital itu mungkin pada saat didaftarkan menggunakan nama tersebut, tidak terlalu masalah menurut saya.

    Jadi kalau anda ingin menarik dana anda karena urusan legalitas rasanya tidak perlu khawatir. Tapi kalau anda mau mencoba produk yang lain (seperti Panin AM), silakan2 saja he he…

    Yang perlu dipahami adalah bahwa saya bukan OJK, sehingga tidak bisa menyatakan legalitas suatu perusahaan. Jadi untuk lebih pastinya bisa tanya ke OJK.

    Terima kasih

  256. November 15th, 2014 at 08:25 | #264

    Halo Pak Rudiyanto,
    Saya ingin sedikit bertanya lagi, setelah membaca buku Anda. Dalam buku tersebut sering juga dibahas mengenai IHSG, yang ingin saya tanyakan: “Dalam bahasa/penjelasan sederhana, bagaimana hubunga antara IHSG dan Reksa Dana Saham?”

    Apakah apabila IHSG naik terus berarti RD Saham juga bagus, atau bagaimana? Mohon penjelasannya? Terus bagaimana kita dapat membandingkan nilai IHSG dengan RD? Apa kita lihat berapa NAB/UP hari ini dibandingkan dengan IHSG, atau bagaimana?
    Maaf saya sedikit awam.

    Itu saja Pak Rudiyanto. Terimakasih

  257. haren
    November 16th, 2014 at 00:30 | #265

    hallo pak rudiyanto,
    saya pernah mencoba menghitung risiko menggunakan rumus value at risk, nilai risiko yang didapat itu bernilai negatif…
    nah, saya bingung dalam memaknai dan kenapa bisa mendapatkan hasil demikian…
    mohon penjelasannya dong pak…
    makasih..

  258. Dyan
    November 16th, 2014 at 20:24 | #266

    hallo pak rudiyanto,
    Saya mau tanya bagaimana prosedur pembelian reksadana di panin asset management ? Apakah harus ke cabang panin asset management
    Terima kasih

  259. Rudiyanto
    November 16th, 2014 at 21:02 | #267

    @verolina
    Halo Ibu Verolina,

    Terima kasih telah membeli buku saya. Sehubungan dengan pertanyaan anda, reksa dana saham berinvestasi pada saham-saham di Indonesia. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indeks yang mencerminkan perubahan harga dari seluruh saham yang ada di Indonesia.

    Umumnya kalau IHSG naik maka harga reksa dana saham juga naik dan sebaliknya. Namun karena masing2 reksa dana saham memiliki komposisi dan saham yang berbeda, terkadang tingkat kenaikannya bisa lebih besar atau kecil dan terkadang bisa juga bertolak belakang.

    Mengenai cara kerja reksa dana dan perhitungan NAB/Upnya dapat dari mana anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Untuk membandingkan kinerja reksa dana anda bisa cek di website seperti http://www.infovesta.com

    Semoga bermanfaat.

  260. Rudiyanto
    November 16th, 2014 at 21:06 | #268

    @haren
    Halo Pak Haren,

    Seharusnya sebelum menghitung angka tersebut, anda sudah mendapatkan definisi apa itu Value At Risk dulu. Dengan demikian kamu tidak akan kebingungan dengan hasllnya.

    Semoga berhasil dengan pencarian definisi Value at Risknya.

  261. Rudiyanto
    November 16th, 2014 at 21:12 | #269

    @Dyan
    Malam Pak Dyan,

    Dalam pembelian reksa dana, tidak hanya di Panin Asset Management memang diharapkan ada tatap muka dengan agen penjualnya. Mungkin sebagian dari calon investor merasa hal ini merepotkan. Namun perlu dipahami bahwa reksa dana itu bukan Shampoo atau Sabun yang orang sudah ketahui cara kerja, manfaat dan risikonya dengan baik. Untuk itu pertemuan dengan agen penjual bisa dimanfaatkan sebagai ajang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap dan lebih baik.

    Selain itu, untuk beberapa Manajer Investasi, di Panin AM contohnya, ada fasilitas untuk membuat perencanaan keuangan. Anda bisa meminta dibuatkan perencanaan keuangan sehingga investasi reksa dana anda lebih terarah.

    Apabila waktunya tidak memungkinkan, anda bisa mencoba menghubungi cabang terdekat di
    KANTOR PUSAT
    PT. Panin Asset Management
    Stock Exchange Building
    Tower I Lt. 3 Suite 306
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190

    Tel : (62-21) 296-54-222 (direct Customer Service)
    (62-21) 296-54-200 (Hunting)
    Fax : (62-21) 515-0601
    (62-21) 515-0187
    Email : cs@panin-am.co.id
    KANTOR CABANG
    Cabang Utama
    Menara Cakrawala
    (Skyline Building) Lt.4
    Jl. MH. Thamrin No. 9
    Jakarta Pusat 10340
    Tel: (62-21) 319-03999 (Hunting)
    Fax: (62-21) 319-03899
    Email: cakrawala@panin-am.co.id

    Surabaya Branch
    Graha Bumi Surabaya Lt.3
    Jl. Basuki Rakhmat 106 – 128
    Surabaya 60271
    Telp : (62-31) 531-5488
    Fax : (62-31) 531-6488
    Email : surabaya@panin-am.co.id

    Kantor Cabang Representatif

    Puri Kencana, Kembangan
    Rukan Grand Puri Niaga
    Jl. Puri Kencana Blok K6 No. 2I, 5H dan 5I, Kembangan Selatan
    Jakarta Barat 11610
    Telp : (62-21) 29672455 (Hunting)
    Fax : (62-21) 29672464 (Temporary)
    Email : branch.puri@panin-am.co.id

    Pluit Village
    Ruko No. 66 Jl. Pluit Permai Raya,
    Jakarta Utara 14450
    Telp: (62-21) 66670287
    Telp: (62-21) 66670289
    Fax : (62-21) 6683803
    Email : branch.pluit@panin-am.co.id

    Gading Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lt. 5 Unit 0505
    Jl. Boulevard Klp Gading Blok LA 3 No. 01,
    Jakarta Utara 14240
    Telp : (62-21) 29385769
    Telp : (62-21) 29385767
    Fax : (62-21) 29385747
    Email : branch.gading@panin-am.co.id

    Pondok Indah
    Rukan Plaza 5 Pondok Indah, B-09
    Jl. Marga guna Raya ,Gandaria Utara
    Jakarta Selatan, 12140
    Telp : (62-21) 7225696
    Fax : (62-21) 7225697
    Email : branch.pondokindah@panin-am.co.id

    Untuk yang diluar Jakarta dan Surabaya, bisa menghubungi cabang Panin Sekuritas sebagai agen penjual di http://www.pans.co.id/?page=Hubungi_Kami

    Semoga bermanfaat.

  262. November 29th, 2014 at 09:54 | #270

    Pak Rudiyanto saya mau tanya:
    Misalnya, saya punya dana katakanlah 1jt. Mana pilihan yang lebih baik saya lakukan:
    Apakah menginvestasikan uang saya senilai 1jt langsung pada sebuah RD? Lalu saya biarkan ngendap, misalnya 5 th.

    Atau pilihan kedua, saya juga punya uang 1jt, tapi saya invest-nya sebanyak 100rb tiap bulan selama 10 bulan. Setelah 10 bulan, saya biarkan mengendap juga selama 5 th.

    Metode mana yang lebih dan kenapa?
    Mohon penjelasannya. Terimakasih

  263. November 30th, 2014 at 13:36 | #271

    Satu lagi Pak Rudi. Saya punya pertanyaan gini, kan dalam reksadana ada yang namanya Diversifikasi, katanya kita jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Kalau dalam konsep reksadana, model diversifikasi mana yang bagus:
    Misalnya, saya punya dana 300rb
    OPSI 1:
    Apakah sebaiknya saya sebar @ 100rb untuk RD saham, RD campuran, dan RD pasar uang.

    OPSI 2:
    Atau dana yang 300rb tersebut saya gunakan untuk @ 100rb pada RD Saham 1, RD Saham 2, dan RD Saham 3.

    RD Saham, bisa diganti RD lainnya, misalnya 3 buah RD Campuran.

    Nah, mana yang bagus?

  264. Rudiyanto
    December 1st, 2014 at 17:34 | #272

    @verolina
    Salam Ibu Verolina,

    Jawaban untuk kedua pertanyaan anda hanya 1, apakah anda sudah punya tujuan keuangan? Jika belum silakan baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

  265. alfin
    December 3rd, 2014 at 22:28 | #273

    Pak rudiyanto, saya ingin bertanya sebentar mengenai kriteria dalam memilih investasi.
    menurut salah satu buku investasi yang saya temui disitu ada 4 faktor penting dalam memilih instrumen investasi. lalu menurut saya salah satu faktor yang tak kalah pentingnya yaitu pengetahuan mengenai investasi.

    1. modal
    2. resiko
    3. return / tingkat pengembalian
    4. arus dana
    5. pengetahuan

    pertanyaan sebagai berikut :

    menurut opini bapak, seberapa nilai dari bobot kriteria diatas ?
    nilai 1=cukup penting
    nilai 2=penting
    nilai 3=sangat penting

    apakah seperti dibawah ini?
    kriteria 1-modal – nilai 3
    kriteria 2-resiko – nilai 3
    kriteria 3-return/ tingkat pengembalian – nilai 3
    kriteria 4-arus dana – nilai 2
    kriteria 5-pengetahuan – nilai 1

    ataukah ada yang berbeda dengan pemikiran bapak?

    saya perlu bobot dari kriteria ini untuk menyelesaikan skripsi saya dan saya perlu bantuan pakar investasi seperti bapak yang telah lama berkecimpungan di dunia investasi untuk memberikan opini yang tepat. terima kasih.

  266. Rudiyanto
    December 4th, 2014 at 17:42 | #274

    @alfin
    Selamat Sore Alfin,

    Kalau menurut saya faktor yang paling penting adalah tingkat kepercayaan kepada instrumen investasi. Karena dengan berinvestasi, seseorang mempercayakan uang yang dikumpulkan secara susah payah selama karirnya, uang kuliah anaknya, uang pensiun keluarganya dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Tidak mungkin hal tersebut dilakukan kalau seseorang tidak percaya.

    Ke lima kriteria yang disebutkan di atas adalah faktor yang membangun kepercayaan, tapi bobotnya mana yang lebih penting atau tidak sebaiknya kamu putuskan sendiri dengan justifikasi seandainya kamu yang jadi investornya mana yang paling penting. Dengan demikian ketika dipertanyakan, lebih mudah bagi kamu untuk menjustifikasikannya dibandingkan jika hanya mengutip dari orang lain.

    Misalkan jika menurut kamu faktor keuntungan adalah faktor paling penting, apakah pada prakteknya kamu akan memilih produk investasi hanya berdasarkan keuntungan semata? Jika tidak kenapa dan jika iya kenapa. Ini harus benar-benar dibayangkan uang kamu yang ditempatkan disitu biar feelingnya dapat. Dan apabila ternyata berdasarkan feeling, ada faktor ke enam, siapa tahu kamu bisa membuat buku sendiri berdasarkan faktor ke enam tersebut.

    Semoga bermanfaat dan semoga skripsinya berhasil.

  267. Zeni Hidayat
    December 6th, 2014 at 09:25 | #275

    Selamat Pagi pak rudi…
    saya mau bertanya, sebagai pemula untuk pembelian RD sebaiknya langsung ke Bank Kustodian atau melalui supermarket RD Online (misal IPOTFUND)??

    apa kelebihan dan kekurangan jika membuka melalui BK dan supermarket RD Online?
    mohon pencerahannya. terima kasih…

  268. sodik
    December 9th, 2014 at 14:59 | #276

    Pak Rudiyanto pengen nanya.. belum ngerti. Masih baru..

    Saya sodik 20 th
    Ada rencana saya untuk ikut reksa dana saham dalam jangka 7 tahun. per bulan Rp. 500.000 rencana untuk beli rumah sederhana (total 7 th Rp. 42.000.000)
    Kira2 produk RDS apa yang menguntungkan dalam 7 tahun ke depan ?
    Trus apakah return yng di dapatkan itu % per tahun atau hanya saat penjualan kembali reksa danaya?
    Misal, sekarang saya saat beli RDS Rp. 1200/unit ,kemudian 6 tahun yang akan datang harga NAB/unit ny menjadi Rp. 2100/unit kemuddian tahun depan (tahun ke 7)/ jatuh tempo harganya malah turun jadi Rp. 1500, brarti sayang dong, tidak di jual tahun kemarin yang harganya lebih tinggi. Ya meskipun saya masih untung… apakah benar perhitungan saya itu.?

    Itu saja dulu yang di tanyakan. Mohon maaf kalo bahasa nya nyeleneh. Maklum baru belajar reksadana.. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih :)

  269. Rudiyanto
    December 10th, 2014 at 00:23 | #277

    @Zeni Hidayat
    Malam Pak Zeni,

    Pembelian reksa dana dapat dilakukan secara langsung ke Manajer Investasi dan melalui Agen Penjual. Saat ini agen penjual ada yang seperti Ipotfund yaitu perusahaan sekuritas dan Bank seperti commonwealth bank, mandiri dan lainnya. Bank Kustodian bukan agen penjual, itu adalah bank yang bertugas mengurusi administrasi, penyimpanan surat berharga dan perhitungan harga reksa dana. Mau dijual lewat agen atau langsung, tetap harus ada bank kustodiannya.

    Jika membeli di agen penjual keunggulannya adalah pilihan dari berbagai manajer investasi, sementara jika langsung hanya produk dari 1 manajer investasi saja. Sisanya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan.

    Semoga bermanfaat.

  270. Rudiyanto
    December 10th, 2014 at 01:45 | #278

    @sodik
    Saya cek, ternyata memang komentarnya dobel. Saya sudah balas di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/01/subcription-dan-redemption-reksa-dana/#comment-390485

    Terima kasih

  271. Sugiyanto
    December 12th, 2014 at 16:36 | #279

    Selamat sore pak Rudi
    saya sugiyanto ingin minta pendapat bapak , maaf jika pertanyaan ini sedikit diluar reksadana,
    Saya ingin investasi di SAHAM via PANIN SEKURITAS, Rencana saya adalah investasi
    jangka panjang 5 tahun : jan-2015 sd. des-2020
    saya rencana investasi di sektor finance, properti , konstruksi , perdagangan sbb :
    saham : Banking : BBCA, BMRI, BBRI, BBNI alokasi 45%
    Properti, konstruksi : CTRA, PTPP, WIKA, ADHI alokasi 40%
    perdagangan, dll : ACES, BRNA alokasi 15%
    Bagaimana menurut pandangan bapak atas saham dan rencana investasi saya,
    Terima kasih atas Waktu dan analisa bapak .

    regards :
    sugiyanto.

  272. sodik
    December 15th, 2014 at 06:01 | #280

    Pak Rudi..
    Terima kasih banyak penjelasan nya.. Tentang pertanyaan saya di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/01/subcription-dan-redemption-reksa-dana/#comment-390485
    Sekarang saya mengerti pentingnya merencanakan sebelum investasi, terutama target nya. Berarti kita memang harus pintar memilih waktu yang tepat untuk menjualnya kembali, kalau memang sudah mencapai target, betul kah? .
    Tak bosan bertanya lagi Pak Rudi.. Semoga Pak Rudi tak bosan menjawab nya.. Hehe
    Apakah Panin Dana Ultima bisa di beli secara online di website PAM?
    Kalau ya bisa, apakah berkas termasuk FC KTP &NPWP di kirim ke marketing pusat di jakarta?
    Dan apakah hanya produk PDU saja yang hanya di jual online,? karena di website saya hanya menemukan formulir untuk pembelian PDU saja
    Terima kasih sebelumnya

  273. Rudiyanto
    December 15th, 2014 at 18:10 | #281

    @Sugiyanto
    Selamat Sore Pak Sugiyanto,

    Kalau ingin berinvestasi di saham langsung, saran saya anda sudah melakukan penelitian terhadap fundamental saham tersebut. Jika anda yakin keuntungan perusahaan dapat terus meningkat dalam jangka panjang dan harganya tidak terlalu mahal maka investasi tersebut bisa dipertimbangkan.

    Mengenai apakah saham tersebut secara individu bagus atau tidak, saran saya anda bisa berkonsultasi dengan broker tempat anda membuka rekening, dalam hal ini Panin Sekuritas. Biasanya mereka bisa memberikan riset mengenai fundamental perusahaan yang anda inginkan.

    Semoga bermanfaat dan sukses dengan investasinya.

  274. Rudiyanto
    December 15th, 2014 at 18:47 | #282

    @sodik
    Sore Pak Sodik,

    Untuk pembelian secara online itu harus dibedakan apakah itu pembelian pertama kali atau pembelian selanjutnya.

    Untuk pembelian pertama kali, anda bisa mengisi data di sini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx kemudian hasil pengisian diprint dan ditanda tangani. Selanjutnya dokumen tersebut dikirimkan bersama KTP ke cabang Panin Asset Management terdekat. Untuk produknya anda bisa memilih sesuai yang ada dalam formulir tersebut. Tidak hanya Panin Dana Ultima, tapi juga produk lainnya.

    Untuk pembelian tambahan / selanjutnya, anda akan mendapat user id. Selanjutnya pembelian bisa dilakukan pada website perusahaan tersebut.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  275. sodik
    December 16th, 2014 at 01:52 | #283

    Terima kasih PaPak Rudi
    Bertanya lagi.. Untuk pembelian pertama
    KTP saya Cirebon, sedangkan di sini jauh dari kantor cabang, apakah harus saya kirim lewat pos ke kantor pusat yang ada di jakarta,
    Dan apakah memang harus bertatap muka langsung. Kalau iya berarti cukup repot ya karena saya harus ke jakarta. .

  276. Sugiyanto
    December 16th, 2014 at 17:44 | #284

    Terima kasi pak Rudi.

    Atas input bapak.

  277. Rudiyanto
    December 16th, 2014 at 18:18 | #285

    @sodik
    Sore Pak Sodik,

    Bisa pak, tidak masalah. Kalau saran saya anda bisa mendaftar di cabang Panin Sekuritas Bandung yang lebih dekat. Prosesnya sama, tidak perlu datang. Cukup verifikasi by phone.

    Bandung – Sunda
    Gedung BPR Citradana Rahayu Lt. 3
    Jl. Sunda No. 2A
    Bandung 40262 – Indonesia
    Tel.: (62-22) 732 1434
    Fax: (62-22) 732 1435
    E-mail: bandung@pans.co.id

    Bandung – Dago
    Jl. Diponegoro No. 2
    Bandung 40115 – Indonesia
    Tel.: (62-022) 4268127 / 4268129
    Fax: (62-022) 4268128
    E-mail: bandungdago@pans.co.id

    Bandung – Batununggal
    Jl. Batununggal Indah IV no.37A Komp. Batununggal Indah
    Bandung 40115 – Indonesia
    Tel.: (62-022) 87301954
    Fax: (62-022) 87301640
    E-mail: batununggal@pans.co.id

    Terima kasih.

  278. irfan
    December 17th, 2014 at 01:59 | #286

    Dear Pak Rudy,
    Saya berencana menyiapkan dana pensiun saya. usia saya saat ini 32 tahun sudah berkeluarga istri ibu rumah tangga dan anak 1 usia 11bulan. kebutuhan saya saat ini perbulan 10 juta. kira – kira reksadana apa yang saya harus pilih dan berapa yang harus saya siapkan tiap bulannya untuk pensiun usia 50 thn dan sampai 75thn. terima kasih pak Rudy atas pencerahannya dan saya minta info klo di tangerang PAM dimana ya ?

  279. agnes
    December 17th, 2014 at 14:02 | #287

    Dear Pak Rudy,
    tadinya dalam waktu dekat saya ingin menginvestasikan uang saya melalui reksadana PAM, namun krn nilai saham yg masih terus turun sampai sekarang, saya jadi agak ragu kapan ingin masuk (karena takutnya akan terus turun). bagaimana pendapat bapak menanggapi penurunan saham akhir2 ini? Tks.

  280. severin
    December 18th, 2014 at 16:56 | #288

    Dear Pak Rudy, saya mau jadi penulis kaya pak Rudi. Kira-kira topik apa ya yang bagus saat ini berkaitan reksa dana? Terima kasih.

  281. sodik
    December 20th, 2014 at 11:13 | #289

    Terima kasih pak

    O ya pak

    kemarin saya di hubungi sama pak Ibnu Mahroja marketing Kantor Cabang Representatif

    Puri Kencana, Kembangan Jakarta barat. sangat membantu, saya di bimbing . dan saya berniat membeli lewat marketing pak ibnu mahroja

    pertanyaanya pak. apakah cara saya baik, lewat marketing?
    dan saya beli ke marketing itu sama tidak dengan beli ke agen? atau beli ke marketing itu sama saja seperti beli ke MI nya langsung?
    terima kasih sebelumnya pak :)

  282. Rudiyanto
    December 24th, 2014 at 09:16 | #290

    @irfan
    Pagi Pak Irfan,

    Mohon maaf baru sempat saya balas sekarang karena ada berbagai kesibukan di kantor dan event.

    Mengenai perencanaan pensiun anda bisa membaca artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Jika anda memerlukan perencanaan yang lebih komplit anda bisa menghubungi cabang terdekat untuk datang ke tempat anda. Daftar cabangnya ada di http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx

    Terima kasih

  283. Rudiyanto
    December 24th, 2014 at 09:26 | #291

    @agnes
    Pagi Bu Agnes,

    Apabila anda memang berminat untuk berinvestasi pada saham jangka panjang, maka harga naik atau turun seharusnya bukan menjadi konsen utama. Yang lebih penting adalah investasi tersebut ditujukan untuk tujuan apa dan berapa nominal yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Anda bisa membaca lebih detail di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Harga saham naik dan turun setiap hari, kalau kita merasa takut / ragu dengan kondisi tersebut. Bisa jadi itu merupakan indikasi bahwa kita masih belum terlalu siap dengan investasi di saham / reksa dana saham.

    Semoga bermanfaat.

  284. Rudiyanto
    December 24th, 2014 at 09:28 | #292

    @severin
    Dear Pak Severin,

    Anda bisa coba membuat tulisan yang menjawab pertanyaan / keingintahuan anda mengenai reksa dana. Sebab jika itu menjadi pertanyaan kamu, maka bisa jadi juga menjadi pertanyaan dari orang lainnya sehingga ada orang lain yang ingin membacanya juga.

    Semoga sukses dengan tujuannya.

  285. Rudiyanto
    December 24th, 2014 at 10:01 | #293

    @sodik
    Salam Pak Sodik,

    Sebetulnya yang dimaksud dengan Agen Penjual adalah orang yang memasarkan reksa dana. Dalam peraturan, dibagi secara jelas. Jika Agen Penjual adalah karyawan marketing yang bekerja di perusahaan Manajer Investasi, maka disebut penjualan langsung oleh Manajer Investasi.

    Jika Agen Penjual adalah karyawan marketing yang bekerja di perusahaan lain seperti Sekuritas dan Bank, maka disebut Agen Penjual. Tapi tetap saja anda berhubungan dengan seseorang.

    Dalam kasus anda, berarti anda membeli langsung dari Manajer Investasi yang dilayani oleh Tenaga Marketingnya. Apakah lebih baik atau tidak, bisa anda bandingkan jika anda datang ke Bank dan dilayani oleh tenaga marketingnya apakah pelayanannya lebih baik atau tidak.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  286. Thulus
    December 31st, 2014 at 09:23 | #294

    Slamat siang pak.
    Sy baru pemula. Apakah sy bisa membeli reksadana (panin dana prima)? Mengingat di kota saya belum punya agen penjual. Dan sy hanya punya rekening di bank bri.

    Dimana sy bisa mendapat form pembelianx ataupun openingcountx?
    Apa bank bri melayani autodebt utk panin dana prima?

    Trims

  287. Rudiyanto
    January 2nd, 2015 at 00:05 | #295

    @Thulus
    Selamat Malam Thulus,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management.

    Peraturan terbaru dari OJK saat ini memungkinkan untuk dilakukan tatap muka melalui media elektronik yang direkam. Jadi anda bisa mengisi secara online formulir pembukaan rekening di website Panin AM, linknya di http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx
    Kemudian formulir tersebut di cetak dan dikirimkan ke kantor Panin Asset Management.

    Selanjutnya customer service akan menelepon anda untuk melakukan proses verifikasi.

    Untuk transfer dananya, anda bisa melakukannya dengan cara menyetor ke nomor rekening Virtual Account BCA. Anda bisa melakukannya dengan cara melakukan transfer dari cabang BRI, tapi akan lebih mudah bagi jika kamu membuka rekening di Bank BCA.

    Bagi pemegang rekening BRI, kami juga memiliki fasilitas autodebet atau investasi berkala. Anda tinggal download formulir ini, kemudian tanda tangan dan kirimkan bersamaan dengan formulir pembukaan rekening. http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/autodebet%20BRI.rar

    Untuk lebih detailnya anda bisa bertanya juga ke cs@panin-am.co.id

    Semoga menjawab pertanyaan anda dan semoga tujuan keuangan anda tercapai.

    Terima kasih

  288. Ibenk
    January 16th, 2015 at 12:43 | #296

    Pak Rudi,

    Saya sudah membaca buku yang Bapak tulis tentang reksadana.
    Buku tsb banyak memberi pembelajaran untuk dunia yang saya tidak pernah sentuh sebelumnya.
    Jujur saya punya ketertarikan lebih untuk terjun dalam dunia keuangan.
    Bapak bisa merekomendasikan buku-buku yang sekiranya ada kaitan untuk belajar keuangan dan ekonomi untuk beginner seperti saya?

    Terima kasih dan salam.

  289. Rudiyanto
    January 19th, 2015 at 15:29 | #297
  290. sodik
    January 24th, 2015 at 18:16 | #298

    Selamat sore pak Rudi.
    Saya sudah apply reksa dana panin dana ultima dan sudah dapat VA lewat sms yang aktif mulai besok.. Pertanyaan nya pak.. Apakah cuma VA yang saya dapat? Untuk no CIF di beritahukan lewat mana ya? Trus data apa lagi yang seharusnya saya dapat .. Karna untuk sampai ini baru VA yang saya dapat.
    Terima kasih sebelumnya.

  291. Rudiyanto
    January 27th, 2015 at 14:54 | #299

    @sodik
    Siang Pak Sodik,

    Selain VA, anda juga akan mendapatkan user id dan password untuk akses saldo investasi di http://www.panin-am.co.id. Di situs tersebut, anda bisa mendapatkan nomor CIF.

    Jika masih belum dapat, silakan menghubungi marketing atau cs@panin-am.co.id.

    Terima kasih.

  292. cepi
    January 31st, 2015 at 22:29 | #300

    selamat malam pak rudi

    maaf saya ingin bertanya tentang beberapa hal
    1. saya seorang pelajar sma, tetapi ingin melakukan investasi. apakah bisa dan tepat menggunakan reksadana?
    2. saya sudah membaca tentang reksa dana dari infovesta dan dari sumber lainnya pak, tapi saya masih tidak tahu harus memulai nya seperti apa..
    terima kasih sebelumnya pak

  293. cepi
    January 31st, 2015 at 22:41 | #301

    maaf pak kurang 1 lagi
    3. saya sudah mempelajari tentang jenis” reksa dana, menurut bapak jenis reksa dana apa yg lebih baik dan cocok untuk saya?

  294. Rudiyanto
    February 1st, 2015 at 22:51 | #302

    @cepi
    Malam Mas Cepi,

    Saya selalu senang setiap kali bertemu dengan calon investor muda di blog ini. Sebab bahkan dari keluarga saya sendiri, meyakinkan mereka untuk berinvestasi adalah perkara sulit karena mereka lebih suka menabung untuk membeli barang konsumtif daripada memikirkan masa depannya.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Bisa sepanjang sudah memiliki KTP. Jika masih belum, kamu bisa menggunakan KTP orang tua dengan membuat rekening Orang Tua Or Anak
    2. Kalau sudah baca, ya langkah selanjutnya praktek. Saat ini sudah banyak tersedia reksa dana dengan minimum mulai dari Rp 100.000. Langsung saja datang ke Manajer Investasi / Agen Penjual yang menyediakannya.
    3. Jenis reksa dana adalah sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangannya. Patokannya, tujuan 5 tahun reksa dana saham.

    Semoga bermanfaat dan semoga proses menjadi investor reksa dana berjalan lancar.

    Terima kasih.

  295. Fauzi rahman
    February 3rd, 2015 at 21:29 | #303

    Selamat malam pak rudi saya ingin bertanya buku security analysis karya benjamin graham apakah buku yg bagus untuk dipelajari ? untuk tingkat dasar ,menengah ,atau atas ?

  296. Rudiyanto
    February 5th, 2015 at 10:08 | #304

    @Fauzi rahman
    Selamat Pagi Pak Fauzi,

    Coba di baca aja pak. Kalau menurut saya, sebetulnya tidak ada tingkat dasar, menengah atau atas, yang ada itu orang niat atau ga niat. Sebab kalau niat, semua buku itu bisa dipahami meskipun usahanya mungkin harus jauh lebih keras.

    Semoga bermanfaat.

  297. Gotcha
    February 7th, 2015 at 08:53 | #305

    Selamat pagi pak. Mau tanya mengenai Fee Manajer Investasi, di prospectus selalu dicantumkan untuk fee MI maks. 2-3%. Maksudnya apa bisa pemberian fee MI itu kurang dari 2-3%, karena ada kata Maksimum. Dalam kondisi seperti apa pengenaan fee MI bisa kurang dari 2-3%? dan apakah itu terdapat di prospectus?

    Makasih.

  298. christo okulian
    February 9th, 2015 at 10:14 | #306

    Selamat Pagi Pak Rudi, blog yang sangat resourceful. terima kasih pak atas ilmu dan wawasannya.

    Saya membutuhkan penerangan dari Pak Rudi. Jadi saya sedang mencari pendapatan pasif untuk ibu saya yang memiliki sejumlah modal. saya berpikir untuk menanamkan di obligasi korporasi. saya ada beberapa point pertanyaan, mohon dibantu Pak Rudi:

    1. apakah Obligasi korporat bisa dimiliki oleh perorangan ? dan bagaimana caranya ?
    2. berapakah nilai investasi minimum yg dibutuhkan untuk memiliki obligasi korporat ?
    3. apakah memiliki obligasi korporat merupakan ide yang tepat untuk mendapatkan monthly pasive income untuk kebutuhan pendapatan yang stabil dan relatif aman ?

    terima kasih atas penerangan Pak Rudi. saya berterima kasih untuk bantuannya.

  299. Rudiyanto
    February 9th, 2015 at 11:18 | #307

    @Gotcha
    Selamat Pagi,

    Sehubungan dengan biaya MI yang ada kata maksimalnya, pada dasarnya ini berkaitan dengan jumlah dana yang dikelola. Ketika dana kelolaan masih kecil, sumber daya manusia yang dibutuhkan mungkin tidak sebesar ketika dana kelolaan sudah besar. Jadi dengan semakin bertambahnya dana kelolaan ada kemungkinan management fee bisa dinaikkan hingga mencapai angka maksimalnya.

    Namun ada juga Manajer Investasi yang menggunakan kinerja sebagai patokan, misalkan apabila kalah dengan IHSG, maka akan dibuat lebih rendah dan sebaliknya. Namun sepengetahuan saya MI yang mengambil kebijakan ini sangat jarang. Waktu saya bekerja di Infovesta dulu, setahu saya Syailendra melakukan kebijakan ini pada salah satu reksa dananya. Tapi saya tidak tahu apakah sekarang masih ada atau tidak, sebab dinaikkan atau diturunkan memang tidak ada pemberitahuan kepada nasabah.

    Detail mengenai kebijakan tersebut ada yang dicantumkan, tapi saya rasa banyak yang tidak. Karena pertimbangan lain bisa jadi ada tergantung masing-masing Manajer Investasinya.

    Saya akan lebih senang jika pada komentar yang akan datang menggunakan nama yang sebenarnya. Terima kasih

  300. Rudiyanto
    February 9th, 2015 at 11:43 | #308

    @christo okulian
    Selamat Pagi Pak Christo,

    Boleh tahu, sejumlah modal yang anda maksud tersebut ada kisaran berapa Rp ?

    Terima kasih

  301. Christo okulian
    February 9th, 2015 at 13:33 | #309

    @Rudiyanto
    300-500 juta pak Rudi

  302. Rudiyanto
    February 9th, 2015 at 17:16 | #310

    @Christo okulian
    Sore Pak Christo,

    Mohon maaf, bukan bermaksud merendahkan. Tapi untuk bisa berinvestasi di obligasi korporasi menurut saya mungkin butuh 3 – 5 M. Sebab satuannya adalah minimal Rp 1 M, dan terus terang jika nilai transaksinya kecil, sulit untuk mencari pihak yang mau menjualnya.

    Sebelumnya kamu mesti membuka rekening di perusahaan sekuritas yang melayani jual beli obligasi. Secara izin, semua sekuritas memilikinya, tapi hanya sedikit yang melayani hal tersebut. Dan biasanya nasabah mereka adalah investor institusi dengan nilai investasi puluhan milliar hingga triliunan.

    Saran saya anda bisa berinvestasi di obligasi korporat secara tidak langsung melalui Reksa Dana Terproteksi. Caranya anda menjadi nasabah prioritas di bank tertentu dan minta marketing officernya untuk memberikan informasi ke anda apabila ada penawaran reksa dana terproteksi. Dalam penawaran tersebut akan dijelaskan secara lengkap profil keuntungan dan risikonya.

    Terima kasih

  303. christo okulian
    February 9th, 2015 at 17:22 | #311

    @Rudiyanto
    Terima kasih Pak Rudi atas gambarannya dan sarannya. saya akan pertimbangkan sarannya.

  304. Ruly
    March 10th, 2015 at 07:43 | #312

    Selamat pagi pak rudi

    saya ingin bertanya mengenai kekuatan hukum bukti transaksi surat elektronik yang didapatkan di website IpotFund…
    apakah surat tersebut cukup kuat untuk membuktikan kepemilikan saya terhadap UP yang disimpan pada bank kustodian atau tidak?
    masalahnya pada surat elektronik tidak ada tanda yang menunjukkan dokumen tsb apakah asli atau hasil editan…
    pada peraturan OJK pun tidak mencantumkan mengenai surat elektronik ini dan menyerahkan cara penerbitan surat konfirmasi ke pihak bank kustodian…
    mengenai surat fisik saya sudah memintanya pada pihak ipotfund untuk membantu saya namun katanya ada beberapa bank yang tidak menerbitkan surat fisik namun setahu saya bank kustodian saya yaitu HSBC, Standard Chartered, dan Deutsche Bank AG masih memberikan surat konfirmasi

  305. Rudiyanto
    March 11th, 2015 at 22:27 | #313

    @Ruly
    Selamat Malam Pak Ruly,

    Karena saya bukan pakar hukum, maka rasanya saya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan tersebut. Yang pasti, jika ada perbedaan antara data di agen penjual / manajer investasi dengan bank kustodian, maka yang sah adalah dari bank kustodian.

    Pada zaman sekarang ini, format elektronik adalah keniscayaan. Dan sebetulnya untuk bukti kepemilikan, sebagai contoh untuk di Panin Asset Management, anda tidak perlu bawa surat apapun. Cukup bawa KTP dan lakukan klarifikasi data saja, maka setiap saat bisa print out kepemilikan dan historis transaksi anda. Bisa juga anda lihat di website. Jadi surat itu, kalaupun hilang juga tidak masalah. Bisa diprint kapan saja. Anggap saja seperti tabungan zaman sekarang yang sudah ada rekening onlinenya. Saya rasa di Ipotfund, cara kerjanya juga kurang lebih demikian.

    Mengenai hasil editan atau tidak, pada prinsipnya pembelian reksa dana dilakukan langsung dengan menyetor ke rekening atas nama reksa dana. Untuk penjualan, juga langsung ditransfer ke investor kecuali jika melalui agen penjual. Namun untuk surat konfirmasi, baik dibeli melalui agen penjual atau langsung, harus dikirimkan oleh bank kustodian langsung kepada nasabah. Jadi jika memang di edit, akan terlihat dari surat yang anda terima.

    Untuk detailnya silakan langsung ditanya ke Ipotfund. Tentu mereka punya jawaban yang lebih baik.

    Semoga bermanfaat.

  306. danielasihombing
    March 16th, 2015 at 14:53 | #314

    selamat sore pak rudi, saya mau tanya kalau reksadana syariah dan reksadana konvensional yang idealnya itu seperti apa ya pak
    ? makasuh sebelumnya pak :)

  307. Rudiyanto
  308. aji s
    March 20th, 2015 at 11:31 | #316

    Selamat Pagi Pak Rudiyanto,
    Perkenalkan nama saya Aji, 25tahun. Saya ingin tanya tentang investasi komoditi (trading komoditi). Banyak artikel sedang membahas tentang kemungkinan rebound harga minyak yang saat ini sedang jatuh. Saya sangat ingin sekali ikut invest, tetapi masih banyak bingung/ragu yang ingin saya tanyakan, mohon bantuannya Pak:
    1. Apakah ada landasan tentang halalnya trading komoditi ini (misal fatwa MUI, dll)?
    2. Untuk trading komoditi, apakah menggunakan pialang/broker atau manajemen investasi ya Pak?
    3. Lembaga apa yang menjamin legalitas dan keseriusan para pialang ataupun manajemen investasi? Supaya saya tidak ragu untuk menitipkan uang saya Pak…

    Demikian Pak, mohon pencerahanya. Semoga Pak Rudiyanti selalu diberi kesuksesan. Terima kasih.

    Salam,
    Aji

  309. Rudiyanto
    March 21st, 2015 at 00:47 | #317

    @aji s
    Salam Pak Aji,

    Dalam pandangan saya, yang namanya investasi komoditi adalah spekulasi dan bukan investasi. Mengapa ?
    1. Investasi ini selalu menggunakan pinjaman. Mereka menyebutnya Margin / Leverage
    2. Karena adanya margin tersebut, investor tidak dapat melakukan buy and hold. Setiap hari mereka harus menutup posisinya. Padahal prinsip investasi kan bisa buy and hold jangka panjang.
    3. Karena menggunakan sistem margin, biaya bunga yang apabila anda tidak menutup posisi setiap hari akan sangat besar.
    4. Karena menggunakan sistem margin pula, ketika mengalami kerugian, investor bisa kehilangan seluruh modal awalnya dalam hitungan hari. Sehingga sangat high risk.

    Jadi terkait pertanyaan anda:
    1. Silakan cek, apakah menggunakan hutang seperti itu diperbolehkan? Setahu saya, di Online Trading Saham Syariah, fitur pinjaman itu ditiadakan karena dianggap haram. Jadi hanya karena investasinya di komoditas seperti emas, minyak, kopi dan lainnnya, tidak serta merta menjadi metode tersebut sesuai kaidah syariah. Untuk lebih tepatnya silakan tanya ke organisasi yang bersangkutan.

    2. Menggunakan broker di perusahaan futures. Broker di perusahaan futures berbeda dengan broker di perusahaan saham. Dan jika anda sudah memutuskan mau berspekulasi, menurut saya lebih baik anda lakukan sendiri daripada dilakukan orang lain.

    3. Perusahaan futures tidak terdaftar dalam perusahaan yang di awasi OJK.

    Saran saya, kalau masih ragu dan tidak mengerti dengan detail cara kerja perusahaan futures seperti ini, lebih baik tidak perlu berinvestasi. Mungkin sebaiknya modal tersebut bisa dipakai buat kuliah S-2 atau membuka usaha sendiri.

    Semoga bermanfaat.

  310. Rio
    March 28th, 2015 at 11:56 | #318

    Selamat paagi pak rudiyanto
    perkenalkan saya Rio, mahasiswa statistika, dan saya mengambil peminatan statistika keuangan.
    saya tertarik dengan obligasi sebagai bahan tugas akhir saya, dan saya menemukan satu topik yang tepat yaitu “valuasi kupon obligasi dengan opsi majemuk call on call” dimana dalam tulisan ini mengikuti karya ilmiah Robert Geske.
    dari segi metode perhitungan sudah saya mengerti, namun dari segi interpretasinya saya kurang mengerti sehingga saya sulit membuat tujuan dan pembahasan hasil perhitungan.
    hasil yang didapatkan dari perhitungan ini adalah nilai ekuitas dan liabilitas
    mohon pak rudiyanto bisa membantu saya untuk menyelesaikan masalah ini
    terima kasih banyak
    Tuhan berkati

    salam,
    rio

  311. Rudiyanto
    March 30th, 2015 at 16:37 | #319

    @Rio
    Salam Rio,

    Sebagai informasi pasar obligasi di Indonesia belum begitu berkembang jika dibandingkan dengan pasar obligasi. Apalagi pasar derivatif yang ada opsi-opsi tersebut.

    Jadi saya terus terang tidak begitu mengerti topik yang anda maksud, saran saya anda bisa baca karya ilmiah itu lebih mendalam sehingga memahami maksudnya. Siapa tahu penulis juga meninggalkan email sehingga kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dia.

    Semoga bermanfaat dan skripsi anda bisa lulus dengan nilai yang gemilang.

  312. rio
    March 30th, 2015 at 17:28 | #320

    oh begitu ya pak, memang ssih pak, untuk metode ini memang jarang sekali digunakan di Indonesia, bahkan tidak ada jurnal ataupun buku penunjang bebahasa Indonesia, seluruhnya bahasa Inggris, hanya teori dasar saja yang bahasa Indonesia :)
    Terima kasih banyak ya pak atas infonya
    Bantu doa juga ya pak hehehe
    God bless :)

  313. mika
    April 7th, 2015 at 20:27 | #321

    Selamat malam bapak saya mika .. mau tanya pak apakah perbedaan antara sukuk sama reksadana … saya masih bingung pak… mohon penjelasannya ya pak .. makasih sebelumnya

  314. Rio
    April 8th, 2015 at 11:43 | #322

    Selamat pagi pak Rudiyanto
    saya mau bertanya, arti ekuitas dan liabilitas itu apa ya pak?
    jika kondisinya lebih besar harga liabilitas daripada ekuitas apa yang terjadi pada perusahaan tersebut ya?
    mohon pencerahannya pak.
    jika ada referensi buku untuk ekuitas dan liabilitas mungkin bisa di share juga pak.
    terima kasih pak
    God bless

  315. jOe LiOn
    April 11th, 2015 at 17:23 | #323

    Salam pak Rudiyanto,
    Saya baru sadar dan melek perencanaan keuangan pribadi maupun keluarga. Pemikiran bapak melalui tulisan-tulisan bapak sangat bermanfaat dan banyak mengedukasi saya secara pribadi. Hal yang ingin saya tanyakan pak, bagaimana penggunaan dan penerapan konsep Present Value dan Future Value dalam kehidupan financial pribadi maupun keluarga?

    Kalau bapak berkenan dan punya waktu, tolong dibuatkan artikel khusus untuk topik ini dan contoh penerapannya.

    Terima kasih banyak pak.
    Sukses dan sehat selalu untuk pak Rudiyanto.

  316. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:07 | #324

    @mika
    Salam Ibu Mika,

    Silakan lihat video tentang pasar modal yang ada dalam link ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/sikapi-uang-dengan-bijak/

    Semoga bermanfaat.

  317. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:11 | #325

    @Rio
    Salam Rio,

    Apabila anda adalah mahasiswa, maka arti dari ekuitas dan liabilitas tersebut bisa dibaca pada buku akuntansi dasar. Setelah mendapatkan arti dari istilah tersebut, saya yakin kamu bisa membayangkan apa yang terjadi dengan perusahaan apabila Liabilitas lebih besar daripada Ekuitas.

    Selamat mencari, semoga berhasil.

  318. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 02:20 | #326

    @jOe LiOn
    Salam Joe,

    Penerapan konsep time value of money dalam perencanaan keuangan bisa dilihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Silakan dibaca dan selamat dicoba.
    Terima kasih

  319. Alison
    April 13th, 2015 at 14:19 | #327

    Siang Pak Rudi, mohon informasinya peraturan (PP/KepMen/PER OJK) yang menyatakan bahwa penerbitan obligasi bagi Perseroan Terbuka ataupun Persero (BUMN) harus terlebih dahulu melalui proses due diligence.

    Terima kasih Pak atas bantuannya.

  320. Rudiyanto
    April 15th, 2015 at 23:32 | #328
  321. fauzi rahman
    April 18th, 2015 at 18:44 | #329

    selamat malam pak rudi , buku untuk belajar analisis fundamental untuk pemula seperti saya sebaiknya karangan siapa ?? mohon masukannya

  322. Rudiyanto
    April 21st, 2015 at 13:17 | #330

    @fauzi rahman
    Selamat Siang Pak Fauzi,

    Anda bisa baca buku Manajemen Keuangan dan Manajemen Investasi yang digunakan pada kuliah manajemen. Jika tidak, anda juga bisa baca buku yang tersedia di Gramedia.

    Beberapa artikel disini juga membahas kinerja fundamental perusahaan seperti :
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/11/01/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/11/13/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-2/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/12/06/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-3-value-investing/

    Semoga bermanfaat

  323. James Handaja
    April 29th, 2015 at 22:00 | #331

    Selamat malam Pak Rudiyanto,

    Saya ada beberapa pertanyaan mengenai RD pendapatan tetap dan pasar uang.

    Pertama, kalau pergerakan harga saham ditentukan oleh berbagai macam faktor (katakanlah, kinerja emiten, kondisi makroekonomi, sentimen positif/negatif atas suatu berita/peristiwa), apakah harga obligasi juga ditentukan oleh faktor yang sama?

    Kedua, jika harga obligasi dalam portfolio suatu RDPT menurun, apakah berdampak ke NAB/UP-nya yang juga ikut turun, meskipun obligasi itu ditahan hingga jatuh tempo?

    Ketiga, jika harga obligasi dalam portfolio RDPT dapat berubah-ubah, mengapa (sepertinya) hal ini tidak terjadi pada RDPU (yang berinvestasi di obligasi yg jatuh tempo dalam setahun atau kurang)? Apakah karena pengelolaan-nya menggunakan strategi buy and hold to maturity? Atau adakah yang membedakan obligasi jangka pendek?

    Keempat, apakah reksadana pasar uang dapat memberikan pinjaman jangka pendek (katakanlah, 1 hari) ke bank? Setahu saya, jika ada bank yang kalah kliring, maka bank tersebut harus meminjam uang sebesar jumlah kalahnya, untuk menjaga likuiditas.

    Maaf atas pertanyaan yang bertubi-tubi, terima kasih untuk jawaban Pak Rudiyanto.

  324. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 00:27 | #332

    @James Handaja
    Salamat Malam Pak James,

    Terkait pertanyaan anda,

    1. Faktor utama yang menentukan harga obligasi adalah ekspektasi suku bunga dan inflasi. Faktor-faktor lain ada, tapi tidak sebesar itu. Untuk obligasi korporasi, faktor likuiditas juga berpengaruh. Artinya jika permintaan dan penawaran jarang, kalau mau jual tidak jarang susah dicari pembelinya sehingga harus menjual di harga diskon.

    2. Reksa dana pendapatan tetap tidak mengenal pencatatan Hold to Maturity (dipegang hingga jatuh tempo) tapi menggunakan Available for Sale. Dengan pencatatan tersebut, berarti obligasi diasumsikan bisa dijual sewaktu-waktu, sehingga meski dipegang hingga jatuh tempo tetap harus dicatat di harga pasar. Naik turunnya harga otomatis pengaruh ke NAB/Up reksa dana.

    3. Obligasi jangka pendek, kalaupun berflukutasi sangat kecil. Hal ini karena obligasi tersebut sudah mau jatuh tempo sehingga ditransaksikan tidak jauh dari harga nominalnya. Kalaupun ada kemungkinan obligasi tersebut harganya turun drastis, biasanya disebabkan karena obligasi tersebut perusahaan mau bangkrut atau Manajer Investasi tersebut dalam tekanan redemption yang besar sementara tidak ada yang mau beli sehingga terpaksa dijual sangat murah. Kemungkinan terjadinya hal ini sangat kecil karena biasanya masing-masing Manajer Investasi sudah mengantisipasi risiko tersebut.

    4. Yang namanya reksa dana dapat “meminjam” dari bank “hanya” untuk keperluan pembayaran redemption. Namun itupun ada ketentuan persentasenya. Akan tetapi reksa dana dilarang memberikan pinjaman. Untuk detailnya anda bisa baca prospektus reksa dana.

    Semoga bermanfaat.

  325. James Handaja
    May 8th, 2015 at 09:50 | #333

    @Rudiyanto

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Wah, terima kasih banyak, sudah mau tidur larut malam demi menjawab pertanyaan saya.

    Ngomong-ngomong, barusan saya lihat dari infovesta.com, bahwa NAB/UP Panin Dana Likuid turun 0.12% dalam 1 hari. Apakah itu akibat dari redemption besar-besaran oleh salah satu investor institusi, yang lalu menyebabkan firesale?

  326. Rudiyanto
    May 8th, 2015 at 17:24 | #334

    @James Handaja
    Selamat Sore James,

    Menurut saya terlalu berlebihan jika disebut sebagai firesale.
    Penurunan harga obligasi merupakan sesuatu yang wajar dan saya tidak melihat turun 0.12% sebagai penurunan yang signifikan.

    Terima kasih.

  327. cahyo
    May 10th, 2015 at 05:37 | #335

    Selamat malam Pak Rudiyanto.
    Saya baru saja baca prospektus sebuah reksadana yang menyatakan bahwa “Unit Penyertaan Reksa Dana masing-masing ditawarkan pada harga sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp. 1000,- per Unit Penyertaan pada hari pertama penawaran. Untuk selanjutnya, harga masing-masing Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa yang bersangkutan”.
    Yang ingin saya tanyakan :
    Saya juga baru melihat di Infovesta, sekarang NAB/UP reksa dana yang saya baca prospektusnya tadi 28,274.96. Seandainya saya ikut investasi ke reksa dana tersebut dengan pembelian awal sebesar Rp. 2000,000,-.
    Berapakah Unit penyertaan yang saya peroleh?
    Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

  328. anisa
    May 21st, 2015 at 11:08 | #336

    dear pak cahyo,,,,
    sambil menunggu jawaban dari pak rudi, pak cahyo bisa mencoba belajar di artikel berikut
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/10/05/apakah-nab-harga-reksa-dana/

    jabat erat

  329. Yaris
    May 21st, 2015 at 18:29 | #337

    Selamat sore Pak Rudianto. saya masih baru akan mengalokasikan dananya di RD panin. mohon arahanya mana yang lebih baik antara invest 1juta perbulan di satu instrumen saja, atau invest 250.000 perbulan di 4 instrumen RD yang berbeda. mana hasil yang lebih baik untuk jangka panjang 5-10 tahun. Terimakasih

  330. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:08 | #338

    @cahyo
    Selamat Siang Pak Cahyo,

    Secara sederhana unit penyertaan diperoleh dari nilai investasi setelah dikurangi biaya dibagi dengan harga reksa dana. Cuman harga yang kamu lihat pada berbagai informasi adalah harga kemarin. Harga hari ini baru dipublikasikan keesokan harinya.

    Untuk mengetahui harga besok anda bisa membaca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/04/bagaimana-cara-memprediksi-harga-reksa-dana/

    Atau untuk detail cara transaksi, anda juga bisa menghubungi agen penjual yang menjual reksa dana dengan NAB/Up 28ribuan tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  331. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:16 | #339

    @Yaris
    Salam Pak Yaris,

    Untuk pertanyaan ini anda bisa baca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Semoga bermanfaat.

  332. Astri
    May 29th, 2015 at 08:35 | #340

    Selamat pagi Pak,

    Saya Astri dari SBM ITB yang sedang menjalani Tugas Akhir. Topik tugas akhir saya perihal social media sentiment analysis untuk memprediksi stock market. Hal yang masih saya bingungkan adalah metode-motode sentiment analysis apa saya yang dapat saya gunakan selain metode klasifikasi (mengingat metode klasifikasi seperti decision tree, naive bayes dan lain-lainnya susah bagi S1). Apakah ada metode sentiment analysis yg lebih mudah diaplikasika dalam skripsi mahasiswa S1?
    Terimakasih Pak, saya sangat menunggu respon Bapak.
    Selamat pagi,

  333. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:10 | #341

    @Astri
    Selamat Pagi Ibu Astri,

    Kalau menurut saya, justru kalau susah itu ada tantangannya dan akan menjadi nilai tambah bagi anda ketika melamar pekerjaan. Apalagi kalau anda berhasil membuat skripsi yang belum pernah dibuat orang lain sebelumnya.

    Silakan terus mencoba, semoga bermanfaat.

  334. June 10th, 2015 at 08:48 | #342

    Asalamualaikum Bapak Rudiyanto, saya Lia Daru Calista, mahasiswa semester 8 Universitas Ahmad Dahlan, sedang melakukan penelitian mengenai “Faktor Kultur Organisasi, Manajemen, Strategik, Akuisisi, Auditor dan Pemerintahan terhadap Kecenderungan Kecurangan Akuntansi, Studi pada Perusahaan Publik di Indonesia”.

    Ingin menanyakan mengenai hal-hal yang masih menjadi kesulitan kepada Bapak karena saya rasa sudah berkompeten di bidang ini. boleh minta waktunya bapak?
    Daftar pertanyaan:
    1. Bagaimana cara mengetahui perusahaan yang listing di BEI berturut-turut dari tahun 2009-2014?
    2. Setelah BAPEPAM diganti OJK, bagaimana cara mendapat data daftar sanksi perusahaan-perusahaan yang melakukan kecurangan akuntansi?
    3. Mengenai Teori Kecuranga Akuntansi, saya ingin menanyakan mengenai widows dressing, income smoothing, apa saja jenis-jenis kecurangan akuntansi?
    terimakasih atas perhatian dan waktunya Bapak Rudiyanto.

  335. Rudiyanto
    June 12th, 2015 at 15:29 | #343

    @Lia Daru Calista
    Selamat Sore Ibu Calista,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Silakan cek di website IDX
    2. Setahu saya waktu namanya masih BAPEPAM saja data tersebut tidak ada, sekarang juga tidak ada. Kenapa tidak fokus pada pendapat akuntan tentang laporan keuangan?
    3. Saya tidak tahu apakah windows dressing itu kecurangan akuntansi atau tidak. Setahu saya yang curang itu, misalkan penjualan 100, kamu catat 120, itu curang. Tapi kalau misalkan di bulan lebaran semua orang belanja dan harga barang naik apakah itu curang? Window Dressing itu fenomena kenaikan harga saham di bulan Desember karena orang ramai beli di bulan tersebut. Itu analoginya. Saya tidak ahli tentang akuntansi jadi tidak tahu kecurangan akuntansi lainnya.

    Semoga bermanfaat

  336. Budi
    June 13th, 2015 at 04:30 | #344

    Selamat pagi pak rudy, semoga selalu dalam keadaan sehat…

    Mau sedikit sharing sekaligus bertanya khususnya kepada pak rudy, umumnya bagi semua pembaca fordis ini.
    Saya seorang bapak yang baru saja mempunyai anak dan skrg berusia 4 bulan. Saat ini saya sudah mulai berfikir untuk dana pendidikan anak kelak yang pastinya akan berlipat jumlahnya dibandingkan dengan hari ini. Saat ini yang sudah saya lakukan adalah:

    1. Mulai membentuk kecukupan dana darurat yang saya simpan pada instrumen RD Pasar Uang yang tiap bulan akan top up meskipun blm terlalu besar

    2. Membuka RD Saham untuk investasi jangka panjang (lebih dr 10 tahun) untuk dana pendidikan anak

    Yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Apakah dg instrumen portofolio seperti itu sdh tepat sebagai permulaan? lalu bagaimanakah selanjutnya yg hrs saya lakukan?

    2. Seberapa penting dan efektifnya ikut asuransi pendidikan jika dibandingkan dg investasi pada RD Saham jangka panjang untuk dana pendidikan?

    3. Saat ini saya maupun istri blm ikut asuransi kesehatan apapun (kecuali BPJS yang memang otomatis dicover dr kantor karena saya dan istri adalah PNS. Seberapa penting saya harus ikut asuransi kesehatan tambahan?

    Demikian pertanyaan saya paj rudy, semoga pak rudy berkenan untuk menjawab dan memberi pencerahan.
    Terimakasih…

  337. Fithri
    June 15th, 2015 at 15:02 | #345

    @Rudiyanto
    Selamat Sore Pak Rudi,

    Sebelumnya saya pernah berinvetasi di saham. Dana saya masih kecil, namun saya ingin berinvestasi di obligasi.
    Apa saran Bapak? Mohon berikan masukan pada saya, mengenai investasi yang paling cocok untuk saya.

    Terima kasih.

    Salam,
    Fithri

  338. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 22:19 | #346

    @Budi
    Selamat malam Pak Budi,

    Semoga anda dan keluarga selalu berada dalam keadaan sehat juga.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Dengan konsep reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan, menurut saya sudah sesuai. Dana darurat dengan reksa dana pasar uang, pendidikan anak 10 tahun lagi dengan reksa dana saham

    2. Apabila anda membandingkan hasil dari investasi reksa dana saham dan asuransi pendidikan jangka panjang, maka sudah pasti hasil dari reksa dana saham akan lebih tinggi.

    Untuk detailnya anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/06/04/my-experience-with-unit-link-2/

    Akan tetapi jika anda ingin melindungi dari risiko meninggal dunia, maka saran saya anda bisa mengambil asuransi jiwa. Untuk referensinya anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/

    3. Silakan baca 2 referensi artikel di atas

    Semoga bermanfaat, terima kasih

  339. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:24 | #347

    @Fithri
    Selamat Malam Ibu Fithri,

    Pertanyaannya, apakah anda sudah menemukan tempat untuk melakukan investasi obligasi tersebut?

  340. aris
    June 25th, 2015 at 19:49 | #348

    Selamat malam Bp. Rudi

    Bbrp waktu yg lalu saya pada pesan buku Sukses Finansial dengan Reksa Dana.
    Menarik membaca hal 12-13 di mana bapak bandingkan return RD dgn produk investasi lainnya.
    Pertanyaan saya, bagaimana bapak menghitung hasil return properti?
    saya sudah berusaha hitung dengan cara yg sama dengan ketika bpk mengilustrasikan inflasi dan tentunya dengan % RPPI. tetapi hasilnya berbeda pak, tidak = Rp3.045.721.
    apakah bapak bisa bantu saya? tks.

  341. Rudiyanto
    July 6th, 2015 at 02:01 | #349

    @aris
    Selamat Malam Pak Aris,

    Pengamatan yang bagus, memang ada kesalahan ketik dari saya. Seharusnya pada halaman tersebut bukan merupakan return 10 tahun tapi 11 atau 12 tahun. Coba anda hitung dengan metode bunga berbunga dan periode lebih panjang, seharusnya anda akan menemukan hasil yang sama.

    Terima kasih atas koreksinya.

  342. putri
    July 6th, 2015 at 12:33 | #350

    ass
    bpk saya mau nanya cara menghitung market timing ablity and stock selection skill itu bgaimana perhitungan manual nya.. trims

  343. Rudiyanto
    July 6th, 2015 at 12:55 | #351

    @putri
    Selamat Siang Ibu Putri,

    Bisa baca paper atau buku yang membahas metode tersebut.
    Semoga bermanfaat.

  344. Muhammad Taufiq
    July 14th, 2015 at 19:36 | #352

    Selamat Malam Pak Rudi..

    Perkenalkan nama saya Taufiq, Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan sukses karena Bapak sudah menerbitkan buku yang luar biasa menarik dan menggelitik saya untuk melakukan investasi khususnya Reksa Dana. Meskipun saya telat mengetahui dan membeli bukunya, maklum kebiasaan malas buat baca buku he he he tapi dari buku ini saya jadi tertarik untuk baca buku khususnya tentang investasi. Saat ini saya berniat dan berkeinginan untuk berinvestasi di Reksa Dana tapi ada beberapa hal yang masih menjadi ganjalan untu memulai niat saya melakukannya, terutama dalam pemilihan jenis reksa dana itu sendiri, apakah reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham.

    Terima kasih Pak

  345. Rudiyanto
    July 16th, 2015 at 23:25 | #353

    @Muhammad Taufiq
    Selamat Malam Pak Taufiq,

    Terima kasih sudah membeli dan membaca buku saya. Jika anda ingin memperdalam pengetahuan anda tentang reksa dana bisa membeli buku kedua saya yang berjudul Fit Focus Finish.

    Mengenai pemilihan reksa dana, ada referensi artikel yang bisa anda baca yaitu : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat.

  346. Muhammad Taufiq
    July 18th, 2015 at 15:31 | #354

    Terima kasih sebelumnya Pak atas nasihat dan masukannya..

    Untuk Buku kedua sudah masuk Daftar RAPP (Rencana Anggaran dan Pendapatan Pribadi) bulan ini.. Hehehehe suka-suka bikin singkatan Pak

  347. Rudiyanto
    July 19th, 2015 at 13:52 | #355

    @Muhammad Taufiq
    Selamat siang Pak Taufiq,

    Semoga sukses dengan rencana keuangannya.

  348. Otniel
    July 27th, 2015 at 14:57 | #356

    selamat sore pak, dimana kita mengantarkan formulir pendaftaran untuk reksadana di pontianak, soalnya saya cari cabang PAM tidak ada di pontianak. ?
    Mohon sarannya juga untuk pendaftar baru, bagaimana caranya??, dmana saja kita bisa mendaftar(melalui agen/langsung MI) ??
    kalau melalui agen, apa saja bank yang bekerja sama dengan PAM??

  349. Rudiyanto
    July 27th, 2015 at 15:07 | #357

    @Otniel
    Selamat Sore Pak Otniel,

    Untuk pontianak bisa mendaftar di Panin Sekuritas. Berikut alamat lengkapnya

    Pontianak
    Gedung Bank Panin – Sidas
    Jl Sidas No 3, Lantai 3
    Pontianak 78121 – Indonesia
    Tel.: (62-561) 748 888
    Fax: (62-561) 767 300
    E-mail: pontianak@pans.co.id

    Untuk lebih detailnya anda bisa menghubungi nomor telepon di atas untuk dijelaskan secara lengkap dari awal sampai akhir. Semoga bermanfaat.

  350. Otniel
    July 27th, 2015 at 16:16 | #358

    Terima Kasih banyak atas infonya pak…. Sukses …..

  351. Muhammad Taufiq
    July 27th, 2015 at 23:51 | #359

    Selamat Malam Pak Rudiyanto.. Semoga selalu dalam keadaan sehat dan sukses dalam beraktifitas..

    Saya ingin menanyakan beberapa hal Pak terkait Produk RD dari Panin :

    1. Untuk pembelian RD Panin daerah Manado dimana ya Pak alamatnya ?
    2. Perbedaan antara Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, Kalau saya lihat keduanya merupakan jenis Reksa Dana Saham ya Pak ?? (Mohon maaf kalau salah persepsi) karena tujuan Investasi saya untuk jangka waktu antara 5-8 Tahun kedepan, kira-kira mana yang recomended menurut Bapak ?
    3. Jika dalam perjalanan investasi saya misalnya ada hal yang tak diinginkan (misalnya : meninggal dunia atau sumber pendapatan saya tidak ada sehingga saya tidak bisa melanjutkan investasi sesuai dengan jangka waktu saya) bagaimana hasil investasi saya ?

    Terima kasih sebelumnya atas penjelasannya.

  352. Rudiyanto
    July 29th, 2015 at 17:10 | #360

    @Muhammad Taufiq
    Selamat Sore Pak Taufiq,

    Terima kasih atas doa dan juga kepercayaan kepada Panin Asset Management.

    Berkaitan dengan pertanyaan anda :
    1. Untuk saat ini di Manado belum ada cabang, namun anda bisa membelinya secara online. Caranya anda isi formulir via online di sini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx, kemudian formulir di tanda tangani dan dikirimkan ke
    Stock Exchange Building
    Tower I Lt. 3 Suite 306
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
    Tel : (62-21) 296-54-222 (direct Customer Service)
    (62-21) 296-54-200 (Hunting)
    Fax : (62-21) 515-0601
    (62-21) 515-0187
    Email : cs@panin-am.co.id

    Untuk lebih detailnya, anda bisa menghubungi alamat email di atas utk bertanya lebih lanjut

    2. Untuk mengetahui perbedaan reksa dana saham yang dikelola oleh Panin AM anda bisa membaca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/
    Rekomendasinya adalah 1 reksa dana 1 tujuan keuangan. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    3. Apabila pemilik dana meninggal, dana investasi tetap utuh. Hanya keluarga atau ahli waris yang bisa mencairkan reksa dana tersebut sesuai harga pasar dengan melengkapi dokumentasi yang diperlukan.

    Dalam konteks apabila anda mengikuti investasi berkala atau autodebet, namun di tengah perjalanan berhenti, maka tidak akan ada penalti ataupun sanksi yang dikenakan. Hal inilah yang membedakan antara reksa dana dengan asuransi.

    Dalam reksa dana, tidak ada istilah lapse. Ketika investor berhenti membayar karena alasan apapun, maka yang terjadi adalah dana investasi yang sudah ada tetap dikelola. Dana tersebut bisa dicairkan kapan saja dan kapan saja.

    Karena prinsipnya adalah anda menitipkan uang untuk dikelola, itu kayak kamu janji mau nitipkan Rp 6juta per tahun atau Rp 500rb per bulan, tapi baru jalan 5 kali atau Rp 2.5 juta trus berhenti. Sebagai pengelola, ya udah. Yang Rp 2.5 juta saja dikelola. Sisanya tidak menjadi kewajiban.

    Kurang lebih seperti itu, semoga menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih

  353. Ido
    August 3rd, 2015 at 21:26 | #361

    Makasih pak sebelumnya atas artikel bapak yang membuat saya terinspirasi,saya investasi di sebuah unitlink Pak disebuah bang dengan premi 500 rbu/bulan.Saya sedang memasuki tahun ke-2 dengan perbandingan asuransi dan investasi 80% : 20 % pada tahun 1,setelah saya pikir2 pak saya mulai tidak tertarik dengan unitlink tersebut karena keuntungan investasinya yg kecil (walaupun saya mengerti kondisi pasar dan setelah baca artikel bapak tentang unitlink) pertanyaan saya apakah rekomendasi bapak terkait umur saya yang masih 20 thn dengan premi 500 rb/bulan.uang yg telah terkumpul dari bentuk investasinya bru 4 juta pak,padahal dalam setahun saya seharusnya uang tersebut 6 jt(dengan bentuk investasi 50% saham Dynamic 50% saham attractive)
    1.apakah saya menlanjutkan investasi di unitlink atau pindah ke reksadana pada kondisi sekarang?
    2.Apakah sebaiknya saya mengubah salah satu investasi ke bentuk pasar uang atau pendapatan tetap,pak?

  354. Rudiyanto
    August 6th, 2015 at 16:38 | #362

    @Ido
    Salam pak Ido,

    Terkait pertanyaan anda :
    1. Kembali lagi, anda beli unit link tujuannya apa? Untuk investasi atau proteksi? Kalau misalkan anda tutup apakah anda sudah terlindungi dari risiko ?
    Referensi
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

    2. Tujuannya apa? Investasi harus punya tujuannya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  355. yoga
    August 8th, 2015 at 01:43 | #363

    Selamat siang Pak Rudi, prkenalkan saya Yoga , umur 26 th, salah satu nasabah panin rds ultima yg masih awam di dunia investasi RD saham. saya ingin bertanya, bagaimana caranya mengecek saldo unit yg dikeluarkan langsung oleh bank kustodian, selama ini saya hanya mengetahui jml saldo/unit yg diterbitkan oleh pihak panin sekuritas saja,itupun melalui media online bukan dr pemberitahuan resmi, apakah ada pemberitahuan secara surat menyurat ,? maklum Pak saat ini posisi saya bkrja di negri paman sam jd jarang ada di rumah sesuai alamat pos.
    Terimakasih Pak..

  356. Rudiyanto
    August 9th, 2015 at 14:46 | #364

    @yoga
    Salam Pak Yoga,

    Sebelumnya terima kasih telah menjadi nasabah Panin Asset Management.

    Setelah melakukan transaksi, umumnya bank kustodian akan mengirimkan surat konfirmasi ke nasabah. Akan tetapi secara operation, sebenarnya juga terjadi pertukaran data antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian.

    Jadi data transaksi tersebut tercantum dalam sistem Manajer Investasi dan bisa diakses juga melalui agen penjual seperti Panin Sekuritas yang anda maksud. Pada dasarnya kedua data tersebut adalah sama, artinya yang dikeluarkan oleh Bank Kustodi dan yang bisa di cek di situs online resmi Manajer Investasi itu sama.

    Secara peraturan, Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual memang tidak diperbolehkan untuk menerbitkan surat konfirmasi, jadi biasanya ada disclaimer yang menyebutkan bahwa jika ada perbedaan maka mengacu ke perhitungan bank kustodian dan yang resmi adalah dari bank kustodian.

    Nah, kendala dari bank kustodi adalah ternyata jika nasabahnya banyak pengiriman surat terkadang bermasalah. Mulai dari yang terlambat hingga tidak pernah sampai. Terutama untuk alamat di daerah. Masalah lagi adalah mereka tidak menyediakan situs online yang bisa dicek oleh nasabah reksa dana dan secara operasional mereka tidak berhubungan dengan nasabah, akan tetapi diwakilkan oleh Manajer Investasi atau Agen Penjual.

    Solusinya adalah pengiriman surat secara elektronik. Cara ini telah Panin AM rencanakan untuk dijalankan pada bulan Agustus 2015 ini. Tadinya mulai Juli 2015, tapi ada beberapa kendala teknis sehingga diundur. Tapi jika sudah terlaksana, surat konfirmasi pada reksa dana yang menggunakan kustodi BCA akan terkirim secara elektronik ke email. Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan surat tidak sampai.

    Namun demikian, investor tetap bisa mengecek saldo di situs yang disediakan oleh Manajer Investasi yang hasilnya sama dengan bank kustodian.

    Demikian semoga bisa menjawab pertanyaan anda, semoga bermanfaat.

  357. Munif
    August 16th, 2015 at 14:33 | #365

    Selamat siang pak Rudi, perkenalkan saya munif, 24 th, saya berencana membuka reksadana, tetapi dengan kondisi ekonomi saat ini dimana nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melemah, apakah ada pengaruh terhadap nilai pembelian di awal dan apakah sebaiknya saya menunda untuk membuka reksadana?
    Terimakasih

  358. Rudiyanto
    August 19th, 2015 at 10:46 | #366

    @Munif
    Selamat Siang Pak Munif,

    Senang mendengar anda berminat untuk melakukan investasi reksa dana. Apapun kondisi ekonominya, ketentuan pembukaan reksa dana sudah ditetapkan dalam prospektus. Misalkan jika dinyatakan minimum pembelian adalah Rp 100.000, mau kondisi seperti apapun ya tetap Rp 100.000.

    Jika anda benar-benar serius ingin berinvestasi di reksa dana untuk mencapai salah satu tujuan keuangan, maka langkah yang pertama adalah memiliki tujuan yang jelas. Untuk lebih detailnya silakan baca :
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Sepanjang pilihan reksa dana sudah sesuai dengan tujuan, risiko investasi akan lebih minimal http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat

  359. marzuki
    September 21st, 2015 at 22:33 | #367

    salam,.
    saya marzuki dr banjarmasin
    sebelumnya saya akan menceritakann sedikit apa yang saya alami.

    dalam 2 minggu ini saya gabung dg grup para pengusaha dan investor dr dalam & luar negeri.
    setelah itu, saya update status, yg isinya saya memerlukan dana sebesar bla bla bla Dollar, untuk proyek perumahan sebanyak 75 unit T.45m2.

    tidak berselang lama, kira2 4-5 hari saya mendapat email dr investor luar negeri, bahwa dia bersedia mendanai proyek saya dengan melampirkan business plan dan cover latter.
    saya pun mengirimkan business plan dan cover latter yg sdh saya siapkan kpd investor tsb.

    setelah 3 hari, saya mendapatkan balasan email dr dia, bahwa proposal saya disetujui.

    namun, dia ingin lebih diuraikan lagi dalam email, jenis dana investasi yg cocok untuk proposal saya.
    dan juga syarat dan kondisi untuk di negosiasikan agar tercapai kesepakatan kedua belah pihak.

    yang jd pertanyaan saya,
    jenis dana investasi yg ccok untuk proposal saya apa?
    serta syarat dan kondisi yg bagaimana agar saya dan investor bisa tercapai kesepakatan?

    mohon saran dan bantuan.
    saya sangat baru di dunia property.

    terima kasih

  360. edwin
    September 24th, 2015 at 09:40 | #368

    Selamat pagi Bpk. Rudi.

    Saya mau bertanya, saya ingin investasi reksadana dengan 3 produk reksadana yang berbeda dengan 3 manajer investasi yang berbeda, apakah diperbolehkan investasi seperti itu dan apakah baik berinvestasi seperti itu?

    Terima Kasih

  361. Rudiyanto
    September 25th, 2015 at 00:34 | #369

    @edwin
    Salam Pak Edwin,

    Namanya itu uang anda, mau diapakan rasanya tidak akan yang bilang tidak boleh. Saya cuma akan melarang jika anda berminat mengembangkannya di produk investasi bodong, tapi tentunya itu untuk kebaikan anda.

    Mengenai investasi pada berbagai produk reksa dana anda bisa membaca artikel ini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Semoga bermanfaat.

  362. Rudiyanto
    September 25th, 2015 at 00:59 | #370

    @marzuki
    Selamat Malam Pak Marzuki,

    Terus terang saya tidak terlalu paham tentang dunia properti, apalagi proyek pembangunan seperti yang anda lakukan. Saran saya anda bisa mengikuti pelatihan-pelatihan entreprenur yang saat ini sudah banyak diselenggarakan. Salah satu yang saya rekomendasikan adalah Rumah Perubahan yang diselenggarakan oleh Profesor Rhenald Khasali.
    http://rumahperubahan.com/index.php

    Saya cuma mau mengingatkan saja, bahwa saat ini kondisi perekonomian sedang kurang kondusif baik di dalam maupun di luar negeri. Terkadang kita memang senang bahwa proyek kita diterima dan berpotensi mendapat pendanaan dari investor di luar negeri, tapi jangan sampai kita tertipu karena sekarang juga banyak orang jahat.

    Sebaiknya anda pastikan bahwa pihak yang menghubungi anda tersebut benar-benar investor, apakah dengan bertemu langsung atau mengecek legalitasnya. Sebab kok saya rasa cerita anda terlalu muluk2 ya, cuma modal update status saja bisa dapat pendanaan yang saya yakin jumlahnya bisa mencapai miliaran.

    Padahal namanya orang berbisnis, kalau mau keluar uang sampai miliaran pasti tidak akan cuma modal sosial media dan email saja tanpa ada pertemuan langsung dan sebagainya.

    Anyway, semoga usaha anda bisa berhasil.

  363. Indro Sulistio
    September 27th, 2015 at 16:04 | #371

    Hallo Pak Rudi, seperti yang saya tanya kan di linkedin, saya mau invetasi dana saya, bagaimana cara saya membeli/ saya mengolah dana saya dalam reksa dana? karena saya ingin mengelola keuangan saya.

    Terima kasih pak.

  364. Rudiyanto
    September 28th, 2015 at 11:14 | #372

    @Indro Sulistio
    Salam Pak Indro Sulistio,

    Terima kasih sudah bertanya melalui forum ini. Untuk membeli reksa dana, caranya sangat mudah. Bawa dokumen seperti KTP, NPWP dan buku tabungan (jika anda ingin melakukan investasi berkala) ke Manajer Investasi pilihan anda.

    Jika anda berinvestasi melalui agen penjual seperti bank, pastikan anda sudah membuka tabungan pada bank tersebut.

    Dalam konteks berinvestasi ada 3 hal yang penting yaitu :
    1. Pastikan anda sudah sehat secara keuangan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/
    2. Buat rencana investasi yang komprehensif
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/21/perencanaan-investasi-dengan-reksa-dana-do-it-yourself/
    3. Memahami bahwa investasi reksa dana itu mengandung risiko
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    Semoga bermanfaat

  365. Indro Sulistio
    September 28th, 2015 at 17:28 | #373

    Apakah ada kenalan agen yang dapat membantu saya pak? apakah saham dengan reksadana sama pak?

  366. Rudiyanto
    September 29th, 2015 at 11:00 | #374

    @Indro Sulistio
    Salam Pak Indro,

    Boleh tahu lokasi anda ada dimana ?
    Dan benar, saham itu berbeda dengan reksa dana. Yang satu kamu pilih perusahaan sendiri, yang satu lagi kamu titipkan ke orang lain untuk dikelola.

    Semoga bermanfaat

  367. munifudin
    September 30th, 2015 at 15:27 | #375

    Selamat siang Pak Rudiyanto,
    Perkenalkan saya munif dari jakarta, beberapa waktu yang lalu saya berniat membuka reksadana di “bank kuning”, pada saat pembuatan rekening untuk reksadana saya diminta untuk tanda tangan akan tetapi tanda tangan saya berbeda dengan KTP, sudah mencoba untuk menyamakan tapi menurut CS msih belum sama persis. Menurut pak Rudi apakah sebaiknya saya mengganti tanda tangan terlebih dahulu ataukah saya tetap membuka reksadana dengan meniru tanda tangan di KTP saya, mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu teknis.
    Terimakasih

  368. Indro Sulistio
    September 30th, 2015 at 19:00 | #376

    Lokasi saya di jakarta pusat pak, di kemayoran.. menurut bapak lebih mensarankan saya ambil yang mana pak? saham atau reksana dana? saat ini saya sulit untuk mencari org yang dapat memberitaukan saya tentang itu.
    Terima kasih pak dan mohon sharingnya.

  369. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:29 | #377

    @munifudin
    Salam Pak Munifudin,

    Persoalan tanda tangan beda dengan KTP tidak hanya terjadi di bank tempat anda bertransaksi tapi saya rasa juga terjadi di semua bank dan penyedia jasa keuangan di Indonesia. Tujuannya bukan untuk mempersulit, tapi demi keamanan. Sebab anda tentu tidak mau dana anda bisa ditarik orang lain karena tanda tangannya dipalsukan bukan?

    Kalau menurut saya ya, solusinya anda sering2 latihan sama tanda tangannya sama. Repotnya hanya di awal kok, sebab jika transaksinya sudah menggunakan fasilitas online, ATM, internet banking, maka sudah tidak perlu tanda tangan lagi.

    Semoga bermanfaat

  370. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:34 | #378

    @Indro Sulistio
    Salam pak Indro,

    Apabila anda tertarik dengan reksa dana Panin Asset Management, saran saya anda bisa menghubungi cabang yang dekat dengan rumah atau tempat kerja anda.

    Untuk Jakarta, pilihannya bisa di
    Menara Cakrawala
    (Skyline Building) Lt.4
    Jl. MH. Thamrin No. 9
    Jakarta Pusat 10340
    Tel: (62-21) 319-03999 (Hunting)
    Fax: (62-21) 319-03899
    Email: cakrawala@panin-am.co.id

    Puri Kencana, Kembangan
    Rukan Grand Puri Niaga
    Jl. Puri Kencana Blok K6 No. 2I, 5H dan 5I, Kembangan Selatan
    Jakarta Barat 11610
    Telp : (62-21) 29672455 (Hunting)
    Fax : (62-21) 29672464 (Temporary)
    Email : branch.puri@panin-am.co.id

    Pluit Village
    Ruko No. 66 Jl. Pluit Permai Raya,
    Jakarta Utara 14450
    Telp: (62-21) 66670287
    Telp: (62-21) 66670289
    Fax : (62-21) 6683803
    Email : branch.pluit@panin-am.co.id

    Gading Menara Satu Sentra Kelapa Gading Lt. 5 Unit 0505
    Jl. Boulevard Klp Gading Blok LA 3 No. 01,
    Jakarta Utara 14240
    Telp : (62-21) 29385769
    Telp : (62-21) 29385767
    Fax : (62-21) 29385747
    Email : branch.gading@panin-am.co.id

    Pondok Indah
    Rukan Plaza 5 Pondok Indah, B-09
    Jl. Marga guna Raya ,Gandaria Utara
    Jakarta Selatan, 12140
    Telp : (62-21) 7225696
    Fax : (62-21) 7225697
    Email : branch.pondokindah@panin-am.co.id

    Apabila anda ingin berdiskusi mengenai jenis investasi apa yang paling cocok, pilihannya ada 2. Anda bisa berdiskusi dengan tenaga pemasar yang memiliki kualifikasi perencanaan keuangan. Hanya saja sedikit banyak akan kurang independen karena mereka akan cenderung menawarkan produknya sendiri. Alternatifnya anda bisa datang ke Perencanaan Keuangan Independen, tapi biasanya ada biaya yang harus dibayarkan. Anggap saja seperti biaya konsultasi ke dokter.

    Demikian, semoga bermanfaat

  371. frederic
    October 16th, 2015 at 12:31 | #379

    Halo Pak Rudiyanto
    perkenalkan nama saya frederic , saya sedangkan mengerjakan skripsi tentang reksadana saham . Untuk pengambilan data seperti expense ratio , turnover ratio , ukuran reksadana , usia reksadana , cash flow , total aset , perputaran portofolio . Itu semua bisa didapatkan gak ? Untuk laporan tahunan dari 2013 – 2014 dan 2015 yang akan datang apakah saya bisa mendapatkan data tersebut . Apakah saya harus mendapatkan laporan tahunan melalui website masing-masing reksadana saham . Adakah wadah yang menampung semua laporan tahunan , prospektus , fund fact sheet , prospektus pembaharuan atau sejenisnya yang bisa saya dapatkan datanya untuk penelitian saya . Mohon bantuannya & Terima kasih banyak .

  372. Rudiyanto
    October 16th, 2015 at 17:50 | #380

    @frederic
    Selamat Sore Frederic,

    Salah satu seni dari mengerjakan skripsi adalah proses mencari datanya. Semakin susah data dicari maka semakin berharga skripsi tersebut. Anda bisa coba menghubungi masing-masing perusahaan atau website perusahaannya. Kalau yang jadi satu, setahu saya ada di infovesta.com dan bloomberg.com tapi harus berlangganan. Selain itu tidak ada pula jaminan semua data yang kamu minta ada.

    Kalau sudah mentok kemana2, bisa coba hubungi situs di atas. Kalau terlalu mahal harga langganannya, saran saya mending kamu cari dulu data apa saja yang tersedia baru dibuat skripsinya. Jadi tidak memaksakan diri mencari data yang memang tidak tersedia untuk publik.

    Semoga bermanfaat.

  373. Aji K
    October 19th, 2015 at 22:31 | #381

    selamat siang pak Rudi,saya mulai invest di Rd sekitar februari 2015, di RD saham, dikarenakan memang tujuan invest saya adalah untuk jangka panjang. saya berencana untuk invest RD pasar uang , untuk “memutar” dana dalam tempo kurang dari satu tahun. Misalnya, ketika NAB/Up sedang tinggi, haruskah saya redeem semua yang saya miliki? atau cukup sebagian saja ? Bagaimana tips-nya melakukan subscript & redeem untuk RD Pasar uang ? mungkinkan jarak subscrip & redeem dalam waktu yang dekat ? misalnya satu bulan, atau dua bulan ? berapa sebaiknya return (%) untuk melakukan redeem di RD Pasar Uang ? Setahu saya, RD Pasar Uang sebagian besar mengenakan biaya untuk subscrip dan redeem, apakah untuk investasi RD ini sebisa mungkin dicari biaya (subscript & redeem) yang seminimal mungkin ? atau ada pertimbangan lainnya ?

    Terimakasih atas penjelasannya, mohon maaf jika ada kesalahan.
    Salam. aji K.

  374. Rudiyanto
    October 19th, 2015 at 22:54 | #382

    @Aji K
    Selamat Malam Pak Aji,

    Investasi di reksa dana pasar uang adalah investasi yang ditujukan untuk tujuan investasi yang waktu pencapaiannya kurang dari 1 tahun. Mengapa demikian? Karena reksa dana pasar uang cenderung tidak ada fluktuasi harga dan hasilnya mendekati tingkat bunga deposito nasabah prioritas perbankan. Sepengetahuan saya, peraturan OJK mengharuskan reksa dana pasar uang bebas dari biaya beli dan biaya jual, jadi kemungkinan anda mendapatkan informasi yang salah tentang reksa dana pasar uang.

    Kalau dalam konteks anda mau jual beli cepat dan mengharapkan keuntungan dari situ, menurut saya reksa dana pasar uang, bahkan reksa dana saham sekalipun bukan pilihan yang tepat. Saran saya anda bisa bertransaksi saham langsung.

    Dengan bertransaksi saham di perusahaan sekuritas, umumnya setiap hari mereka akan memberikan analisa teknikal yang intinya memberikan saran pada harga berapa anda harus beli dan pada harga berapa anda harus jual. Rasa-rasanya ini lebih cocok untuk anda.

    Semoga bermanfaat.

  375. Aji K
    October 20th, 2015 at 21:58 | #383

    Selamat malam pak Rudi,
    Mohon maaf sebelumnya. Saya memilih investasi di reksadana dikarenakan investasi di sektor ini bisa dimulai dengan dana yang kecil. Setiap bulan saya bisa menyisihkan sekitar IDR 500K sampai 1000K, jadi saya memilih RD sebagai pilihan investasi. Dari beberapa artikel yang saya baca, untuk memulai investasi di saham, diperlukan dana yang cukup besar (sekitar 25 juta rupiah), maka dari itu saya memilih RD sebagai pilihan investasi. Disamping RD saham yang sudah/sedang saya jalankan, saya berencana untuk investasi di RD Pasar Uang. Prinsip saya, meskipun return sedikit, tapi dengan UP yang besar, hasil akhirnya juga akan besar (walaupun tidak sebesar jika bermain saham langsung).
    Mohon maaf juga jika saya salah mengenai biaya jual dan biaya beli di RD PU (mungkin saya dapatkan ketika membaca artikel di internet).
    Bagaimana pendapat pak Rudi, jika saya berinvestasi di RD PU? Bagaimana dengan cara pembelian Up-nya, lebih baik membeli secara bertahap ketika NAB/UP sedang rendah (misalnya IDR 1 juta) kemudian memonitor lagi perkembangannya (siapa tahu NAB/UP bisa lebih rendah lagi di kemudian hari) atau langsung membeli sekaligus dalam jumlah banyak (misalnya IDR 5 juta) ?
    Terimakasih atas penjelasannya.

  376. Rudiyanto
    October 23rd, 2015 at 12:10 | #384

    @Aji K
    Selamat Siang Pak Aji,

    Cara untuk membeli reksa dana yang terbaik adalah dibuat perencanaan dulu, baru dari rencana tersebut kita bisa menentukan jenis reksa dana apa yang cocok dan apakah sebaiknya investasi dilakukan secara berkala atau sekaligus. Untuk detailnya bisa anda baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/
    dan
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi

    Semoga bermanfaat

  377. Ilin
    November 5th, 2015 at 23:12 | #385

    Selamat malam, Pak Rudiyanto,

    Untuk Biaya Penjualan Kembali, dikutip dari website Panin Asset Management PDM:
    1% Untuk penjualan kembali 0 – 1 tahun
    0,5% Untuk penjualan kembali > 1 – 2 tahun
    0% Untuk penjualan kembali > 2 tahun

    1) Apakah ada kesalahan cetak?

    2) Apakah >1-2 tahun tidak sama dengan >2?

    3) Contoh (reksadana PDM) dijual kembali setelah 18 bulan dikenakan biaya penjualan kembali berapa?

    4) Apabila dijual kembali pada saat persis 2 tahun apakah dikenakan 0% atau 0.5%?

    Terima Kasih atas penjelasannya.

  378. Ilin
    November 6th, 2015 at 00:08 | #386

    Yth Pak Rudiyanto,

    Saya berharap bisa dijelaskan mengapa tidak seperti prospektus MI lain (contohnya Schroders), prospektus Panin Asset Management (PDM) tidak mencantumkan complete breakdown ke mana saja dana kelolaan di investasikan untuk periode (dua tahun) sebelumnya telah dialokasikan.

    Fund fact sheet bulanan yang hanya mencantumkan sepuluh alokasi saham terbesar bisa dimengerti untuk menghindari portfolio Panin Asset Management (PAM) dicontek MI lain dan fund fact sheet yang sifatnya merupakan rangkuman singkat. Namun ini tidak menjelaskan tidak adanya data komplit saham/instrumen investasi untuk dua tahun sebelumnya di prospektus yang sifatnya lebih detail dan menyeluruh mengingat strategi akan sudah berubah mengikuti update terbaru tahun yang sedang berjalan sehingga reasoning agar tidak dicontek tidak lagi merupakan faktor dalam konteks ini.

    Apakah transparansi ini perbedaan SOP MI Internasional yang tidak applicable untuk MI Nasional seperti PAM?

    PAM dimonitor oleh OJK sehingga calon investor seharusnya tidak perlu was-was dana yang dipercayakan ke PAM di alokasikan ke bisnis yang illegal ataupun unethical. Namun, kalau faktanya demikian, boleh bantu saya agar saya bisa memahami dan menerima kebijakan PAM untuk tidak terbuka?

    Memang kinerja PDM tertinggi untuk jangka panjang dan ini bottom line yang biasanya matter the most at the end of the day untuk para investor. Namun, apakah investor mempunyai hak untuk mengetahui secara menyeluruh dana yang di titipkan di alokasikan ke mana saja dan margin/profit yang diraih selama ini dihasilkan dari mana secara spesifik (as oppose to secara global sesuai yang tertera di fund fact sheet dan prospektus PDM: Saham minimum 50%, maksimum 95% sisanya di instrumen pasar uang; prosentase per sektor)

    Terus terang saya berminat untuk berinvestasi melalui PDM namun masih dibuat kurang ‘sreg’ (yakin) karena faktor di atas. Saya berharap semoga penjelasan yang akan saya peroleh dari Bpk Rudiyanto bisa meluruskan doubt yang masih mengganjal tentang PAM. Untuk perhatian dan jawabannya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

  379. Rudiyanto
    November 7th, 2015 at 23:07 | #387

    @Ilin
    Selamat Malam Ibu Ilin,

    Mengenai percetakan, terima kasih untuk koreksinya. Yang benar adalah
    1% Untuk penjualan kembali 0 – 1 tahun
    0,5% Untuk penjualan kembali 1 – 2 tahun (tidak ada tanda >)
    0% Untuk penjualan kembali > 2 tahun

    Nanti akan saya sampaikan ke bagian terkait untuk dikoreksi

    Mengacu pada ilustrasi anda, jika belinya 18 bulan yang lalu berarti masuk kategori 1 – 2 tahun sehingga jika ditarik sesuai prospektus akan terkena biaya 0.5%.

    Kalau dijual persis 2 tahun, tetap kena 0.5%, sebaiknya 2 tahun dilebihkan 1 hari supaya lebih amannya.

    Sesuai dengan sifat produknya, reksa dana saham termasuk Panin Dana Maksima yang anda sebutkan di atas adalah produk yang dibuat untuk investor dengan tujuan keuangan > 5 tahun. Tujuan pengenaan fee bukanlah untuk mencari keuntungan, tapi lebih agar investor bisa fokus pada investasi jangka panjang.

    Demikian penjelasannya, semoga bermanfaat.

  380. Rudiyanto
    November 7th, 2015 at 23:33 | #388

    @Ilin
    Selamat Malam Ibu Ilin,

    Terkait pertanyaan anda mengenai isi portofolio secara detail, tanggapan saya sebagai berikut :
    1. Fund Fact Sheet adalah dokumen yang disyaratkan bagi Manajer Investasi untuk melaporkan perkembangan hasil investasi kepada investor. Namun tidak ada ketentuan format prospektus harus seperti apa. Jadi sebenarnya terserah ke kebijakan masing-masing Manajer Investasi, apakah mereka mau mencantumkan 5, 10, semua, atau hanya sektor portofolionya.

    2. Setiap tahun, Manajer Investasi wajib menerbitkan Prospektus Pembaharuan dan melampirkan laporan keuangan reksa dana dalam prospektus tersebut. Namun, sama seperti fund fact sheet, tidak ada ketentuan harus data seperti apa yang dipublikasikan. Jadi tidak ada kewajiban juga bagi Manajer Investasi untuk mencantumkan keseluruhan portofolionya.

    Jadi karena ketentuannya tidak ada, maka tidak ada standar yang baku. Adalah hak masing-masing Manajer Investasi untuk menentukan format penyajian laporan keuangannya. Apabila dalam hal ini ada perbedaan, maka itu adalah perbedaan kebijakan di masing-masing Manajer Investasi.

    Mengenai transparansi, sepengetahuan saya untuk Fund Fact Sheet reksa dana Panin AM adalah salah satu yang paling transparan karena mencantumkan 10 besar portofolio dan sektor serta di udpate setiap bulan. Tidak semua Manajer Investasi mencantumkan selengkap informasi di Panin AM. Namun apabila definisi transparan anda adalah laporan keuangan 2 tahun yang lalu, maka itu hak anda. Sama seperti halnya Panin AM memiliki hak untuk menentukan format tampilan, kami juga menghormat hak anda dalam menggunakan indikator dalam menilai Manajer Investasi.

    Jadi berdasarkan keterangan di atas, maka saya agak keberatan kalau Panin AM disebut tidak terbuka. Sebab saya tidak akan mengatakan MI lain yang (misalkan) hanya menyajikan 5 besar portofolio sebagai MI yang tidak terbuka karena saya tahu itu hak mereka.

    Kemudian, terkait cara anda untuk mengetahui darimana suatu reksa dana menghasilkan keuntungan dari data seluruh portofolio menurut saya juga tidak tepat. Pertama, laporan keuangan hanya mencatat posisi portofolio per 31 Desember setiap tahun. Dalam prakteknya, posisi portofolio bisa berubah dalam basis bulanan atau bahkan harian. Kemudian Manajer Investasi juga bisa melakukan trading sehingga hanya mengandalkan isi portofolio pada akhir tahun, belum tentu bisa membacanya. Ketiga, kinerja reksa dana tidak bisa dipalsukan sebab dihitung oleh Bank Kustodian menggunakan ketentuan harga wajar yang ketentuannya sudah diatur dalam prospektus. Jadi tidak mungkin MI melakukan mark up terhadap kinerjanya. Dalam konteks, misalkan investor mencurigai kinerja suatu reksa dana bahwa itu tidak riil, hal tersebut tidak mungkin terjadi. Keempat, bank kustodian juga berperan sebagai pengawas, jadi kalau ada investasi yang di luar ketentuan prospektus seperti yang anda sebut unethical atau ilegal tersebut, maka dia sudah ditegur oleh bank kustodian dan dilaporkan ke OJK. Sanksi yang paling berat bisa berupa pencabutan izin usaha. Sebagai salah satu Manajer Investasi top 10 di Indonesia, saya percaya Panin Asset Management tidak akan melakukan risiko tersebut. Terakhir, mengetahui semua hal tersebut dengan detail juga bukan hak investor. Berdasarkan pertimbangannya, Manajer Investasi bisa saja men disclose keseluruhan informasi tersebut kepada investor, tapi bisa juga tidak, sebab sekali lagi ini bukan hak investor.

    Saya memahami bahwa setiap orang memiliki indikator tersendiri yang dijadikan sebagai acuan untuk percaya atau tidak percaya kepada Manajer Investasi. Sebab itu jumlah uang yang dikumpulkannya dengan susah payah, tentu tidak mungkin dia letakkan di tempat yang dia tidak nyaman sebelumnya. Sebagai perusahaan yang sedang berekspansi secara aktif di Indonesia, Panin Asset Management tentu berupaya memenuhi seluruh indikator tersebut agar mendapat kepercayaan dari masyarakat.

    Di satu sisi, sebagai investor juga harus memahami bahwa setiap perusahaan memiliki kebijakannya sendiri. Terkadang tidak semua permintaan dapat dipenuhi karena kebijakan perusahaan. Jadi jika memang tidak ada titik temu, ya tidak apa2. Mungkin Panin Asset Management belum berjodoh dengan anda. Semoga sukses dengan investasi anda di Manajer Investasi yang lain.

    Demikian tanggapan saya semoga bermanfaat.

  381. matthew
    November 10th, 2015 at 11:45 | #389

    Dear Pak Rudy,

    Saya ingin tanya mengenai aspek pajak reksadana nih.. terus terang agak mengganjal karena susah sekali mencari referensi peraturan yang menjelaskan bahwa “atas capital gain/keuntungan yang diperoleh oleh investor tidak dikenai pajak supaya menghindari pajak berganda”.

    Apakah Pak Rudy memiliki referensinya? karena selama ini saya selalu menemukan peraturan pajak yang mengatur mengenai perpajakan atas wajib pajak resadananya saja.

    Terima kasih.

  382. D.Ayu
    November 13th, 2015 at 10:28 | #390

    Salam pak Rudiyanto. Saya D.Ayu mahasiswi UIN JKT. Saya sedang melakukan penelitian mengenai Reksadana Saham Syariah di Indonesia. Hasil penelitian saya menemukan bahwa BI rate tidak berpengaruh terhadap Reksadana Saham Syariah. Namun pada umumnya di literature review yang sudah saya baca dikatakan berpengaruh positif.
    Menurut bapak bagaimana ya teori kenapa BI rate tidak berpengaruh terhadap Reksadana Saham Syariah tersebut? Terimakasih banyak sebelumnya

  383. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 09:37 | #391

    @matthew
    Salam Pak Matthew,

    Kalau untuk hal tersebut anda bisa mengecek pada
    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

    http://www.ortax.org/ortax/?mod=aturan&page=show&id=13430

    Pasal 4 Poin 3 (i). Dimana pendapatan yang berasal dari Kontrak Investasi Kolektif (Reksa Dana), bukan Objek Pajak.

    Semoga bermanfaat.

  384. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 10:01 | #392

    @D.Ayu
    Salam Ibu Ayu,

    Jika anda sudah yakin bahwa perhitungan dan data anda benar, maka anda bisa buktikan bahwa literatur yang selama ini tersedia ternyata memberikan kesimpulan yang kurang tepat.

    Semoga bermanfaat.

  385. December 10th, 2015 at 06:54 | #393

    Bila kami ingin berinvestasi di produk Reksa Dana Schroders Indonesia, apa yang harus kami lakukan?

  386. Rudiyanto
    December 10th, 2015 at 23:16 | #394

    @fannytiara
    Bisa menghubungi Agen Penjualnya Ibu Fanny. Informasi tentang Agen Penjual bisa ditanyakan langsung ke pihak Schroder langsung.

    Semoga bermanfaat

  387. Febri
    December 19th, 2015 at 16:34 | #395

    Selamat sore, saya Febri. Saya ingin bertanya mengenai grafik risk vs return. Ada 2 sumber yang mengatakan, semakin lama dihold, risknya turun tetapi returnnya juga menurun. Saya gagal paham dengan teori ini. Bukankah tidak ada hubungannya waktu dan return? Hubungan semakin tinggi risk lalu returnnya juga tinggi apa ya?

  388. Rudiyanto
    December 21st, 2015 at 21:11 | #396

    @Febri
    Salam Pak Febri,

    Mengenai hal tersebut, berikut referensi artikelnya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    Silakan bertanya jika masih ada yang dipahami.

    Terima kasih

  389. Hans
    December 24th, 2015 at 13:37 | #397

    Siang Pak Rudi,
    Saya punya pertanyaan terkait mengelola investasi dengan lebih dari satu orang di dalam satu rekening, bagaimana cara pencatatan yang baik terkait transaksi jual beli lebih dari satu jenis saham dan penyimpanan penarikan oleh salah satu dari investor?

    Terima kasih

  390. Rudiyanto
    December 24th, 2015 at 13:47 | #398

    @Hans
    Selamat Siang Pak Hans,

    Kalau untuk hal ini, biasanya manajer investasi menggunakan jasa bank kustodian. Artinya ada perhitungan si A dapat NAB / Up berapa dan si B dapat berapa. Ketika penarikan, ya disesuaikan dengan harga NAB per Up saat penarikan dilakukan. Kemudian untuk jual beli sudah tidak menjadi permasalahan lagi karena untuk pengelolaan menggunakan sistem NAB per Up seperti halnya reksa dana.

    Perlu saya ingatkan bahwa jika anda mengelola dana lebih dari 50 investor, maka sebaiknya anda mendirikan perusahaan investasi karena mengumpulkan dana lebih dari 50 orang adalah ilegal jika mendapat persetujuan dari OJK.

    Terima kasih

  391. Mariman
    December 28th, 2015 at 18:32 | #399

    Dear Pak Rudiyanto,
    Tempo hari Saya ada call anda mengenai IHSG mau koreksi(turun) di sekitar berapa ? atau IHSG sekarang sudah mau naik ?
    mohon di jawab . Thank you . Have a nice day .

    Best Regards,

  392. Rudiyanto
    December 29th, 2015 at 11:53 | #400

    @Mariman
    Selamat Siang Pak Mariman,

    Saya tidak melayani konsultasi secara pribadi, jadi pertanyaan via email ataupun telepon pasti akan saya arahkan kesini.

    Kemudian mengenai apakah IHSG sekarang mau naik atau turun di sekitar berapa, mohon maaf saya tidak tahu jawabannya. Lebih baik investasi pada saham dilakukan secara disiplin dan jangka panjang.

    Semoga bermanfaat

  393. December 30th, 2015 at 11:47 | #401

    selamat siang Pak Rudiyanto,

    saya mau menayakan kenapa hasil dari evaluasi kinerja reksa dana dengan menggunakan metode Sharpe begitu berbeda (signifikan) dengan hasil metode Treynor.Seperti hasil perhitungan yang telah saya lakukan terhadap Reksa dana Panin Dana Prima di tahun 2012 hasil metode Sharpe menunjukan 0,59434 sedangkan hasil Terynor diperiode yang sama menunjukan 0,08758.
    Hal apa sajakah yang menyebabkan hasilnya begitu berbeda ?

    Salam, trims.

  394. Febri
    December 30th, 2015 at 12:46 | #402

    Selamat siang Pak Rudi,

    Saya mau tanya, saya beberapa kali melihat di berbagai literatur yang “sampling” sebagai contoh. Ada beberapa yang “mencoret” salah satu reksa dana pasar uang (M*ga D*n* Kas), karena memiliki outlier (tiba-tiba naik). Apa efek dari outlier? Seberapa berbahayanya jika ada outlier dalam reksa dana PU, karena asumsi RD PU adalah grafik mulus?

    Terima kasih

  395. niko
    January 2nd, 2016 at 13:37 | #403

    selamat siang pak, saya ingin bertanya bagaimana prospek reksadana pada tahun 2016? mengingatkan kinerja pada tahun 2015 tidak begitu bagus. berdasarkan pengalaman bapak selama ini, reksadana apa yang kinerjanya stabil selama 10 tahun terakhir ini? terima kasih pak atas perhatiannya.

  396. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 20:56 | #404

    @Muhammad Yusri
    Selamat Malam Pak Muhammad Yusri,

    Dalam membandingkan kinerja reksa dana, yang dilihat bukan angkanya tapi peringkatnya. Untuk detailnya silakan anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Pada excel yang saya lampirkan bersama dengan pembelian buku pertama juga ada studi kasus untuk perhitungan tersebut http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Semoga bermanfaat

  397. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 21:02 | #405

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Sebenarnya tidak ada ketentuan bahwa Reksa Dana Pasar Uang harus mulus. Dulunya malah reksa dana pasar uang selalu 1000, sehingga jika terjadi kerugian, maka kerugian dibebankan pada pengurangan unit penyertaan milik nasabah.

    Namun cara perhitungan di atas sangat kompleks, sehingga kalau saya tidak salah, sejak tahun 2013 perhitungan reksa dana pasar uang sudah sama seperti reksa dana lain yang harganya bisa naik dan turun. Sejak berlakunya ketentuan tersebut, pergerakan reksa dana pasar uang juga tidak mulus2 amat. Ada juga yang mengalami kerugian dalam 1-2 harinya.

    Jadi mengenai Mega Dana Kas yang dikeluarkan dari perhitungan analisis, silakan ditanyakan langsung dengan pihak yang melakukan analisa.

    Semoga bermanfaat

  398. Rudiyanto
    January 2nd, 2016 at 21:03 | #406

    @niko
    Selamat Malam Pak Niko,

    Mengenai prospek investasi anda bisa membaca artikel terbaru saya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/01/02/persiapan-menjadi-investor-reksa-dana-2016/

    Mengenai kinerja 10 tahun terakhir, anda bisa melihat di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx dan pilih return tahunan

    Semoga bermanfaat

  399. Febri
    January 10th, 2016 at 10:15 | #407

    Selamat pagi Pak Rudi,
    saya mau tanya apakah berita ini mempengaruhi kinerja reksa dana keloaan MNC?
    http://poskotanews.com/2016/01/08/tersangka-segera-ditetapkan-kejagung-panggil-hary-tanusoedibyo/

    Terima kasih

  400. Rudiyanto
    January 11th, 2016 at 00:10 | #408

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Menurut saya pertanyaan tersebut lebih berkompeten jika dijawab oleh pihak MNC langsung.
    Silakan ditanyakan dengan pihak yang terkait.

  401. January 20th, 2016 at 17:49 | #409

    Selamat sore pak Rudi., Saya mau tanya pak, reksadana saham apa yang baik dengan bank Kustodiannya CIMB Niaga atau mandiri., terimakasih pak., :)

  402. Rudiyanto
    January 20th, 2016 at 21:34 | #410

    @Edwin
    Salam Pak Edwin,

    Boleh tahu mengapa anda memilih reksa dana berdasarkan bank kustodiannya?

  403. Christo Okulian
    January 21st, 2016 at 08:41 | #411

    Salam Pak Rudiyanto, Salam teman2 lain.

    saya mau tanya dan belajar tentang produk reksadana yang dikeluarkan salah satu bank swasta M**bank . nama reksa dana tersebut reksadana terproteksi CDF dimana salah satu instrumentnya adalah obligasi.

    ada beberapa pertanyaan pak, namun bilamana Pak Rudi sudah buat artikelnya saya mhn diberikan linknya.

    1. kalau reksadana saham saya mengerti dan korelasi naik turunnya berkaitan dengan ihsg atau saham tertentu yang mereka pegang. namun kalau reksadana terproteksi CDF insrument obligasi ini acuan besarnya apa ya pak ?pastinya bukan ihsg kan pak ?

    2. bilamana dalam reksadana saham fund manager bisa memiliki kebebasan mengganti sahamnya, namun kalau di reksadana terproteksi CDF insrument obligasi ini bila dia pegang obligasi swasta atau ori, obligasi tersebut kan memiliki jatuh tempo apakah berarti mereka akan berpindah obligasi sebelum jatuh tempo atau mereka bisa pindah ke instrument lain seperti saham ?

    3. saya ingin tahu secara pribadi pendapat bapak tentang reksadana terproteksi CDF insrument obligasi. saya berpikirc ini cocok untuk bulanan mama saya karena produk ini ada kupon bulanan yang sudah Nett dalam persentase yang lumayan tinggi per annum. bilamana Pak Rudi ada ide atau masukan mohon pak. tks

    bilamana teman2 lain mau bantu jawab, silahkan tks

  404. Siti supriyati
    January 22nd, 2016 at 09:15 | #412

    Selamat pagi bapak. Saya seorang mahasiswa semester 6 di PTN jawa tengah. Setelah saya mengikuti seminar tentang reksadana dan baca2 artikel tentang reksadana, saya jadi tertarik untuk berinvestasi, namun saya tidak mengerti bagaimana memulainya. Ditambah lagi dasar pendidikan saya bukan berasal dari ekonomi, jadi bisa dibilang saya masih buta tentang reksadana ini. Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan untuk memulai reksadana dengan modal hanya 100,000? Serta dimana dan bagaimana cara memulai reksadana ini. Terimakasih atas perhatian bapak.

  405. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 09:37 | #413

    @Christo Okulian
    Salam Pak Christo,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1 dan 2. Mengenai jenis reksa dana terproteksi ada 2 referensi artikel yang bisa anda baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/03/25/mengenal-lebih-dalam-klasifikasi-reksa-dana-indonesia/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/02/08/apakah-reksa-dana-terproteksi-melindungi-modal-pokok-nasabahnya/

    3. Mengenai reksa dana penawaran reksa dana terproteksi, menurut saya paling baik didiskusikan dengan agen penjual di bank tempat anda membeli produk tersebut. Sebab saya yakin tenaga pemasar mereka yang berpengalaman dan mengerti tentang konsep financial planning akan bisa memberikan rekomendasi yang komprehensif.

    Semoga bermanfaat

  406. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 09:42 | #414

    @Siti supriyati
    Salam Ibu Siti,

    Senang sekali ada calon investor reksa dana yang baru. Mengenai bagaimana untuk memulai investasi dengan modal Rp 100.000, cara yang paling gampang adalah datang langsung ke Agen Penjual Reksa Dana yang terdapat di kota anda lengkap dengan dokumen KTP dan Buku Tabungan (apabila anda ingin melakukan investasi berkala). Nanti akan dibantu sama petugasnya.

    Jika anda tertarik dengan reksa dana Panin Asset Management, anda bisa mengunjungi
    Panin Sekuritas Cabang Semarang
    Jl. S. Parman No. 41
    Semarang 50231 – Indonesia
    Tel.: (62-24) 850 2300
    Fax: (62-24) 850 4971
    E-mail: semarang@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  407. January 22nd, 2016 at 10:42 | #415

    Salam Pak Rudi., Karena saya cuman punya tabungan itu., biar jika transfernya g kena biaya transfer lagi Pak., soalnya investasi saya per bulan juga kecil dibawah 500K.,

  408. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 10:47 | #416

    @Edwin
    Salam Pak Edwin,

    Mengenai biaya transfer sebenarnya juga tidak relevan lagi karena meski reksa dana menggunakan bank (misalkan) A sebagai kustodian, tapi rekening penampung reksa dananya bisa di bank lain.

    Sebagai contoh, untuk reksa dana Panin Dana Maksima di tempat saya bekerja, kustodi yang digunakan adalah Deutsche Bank namun nasabah bisa transfer ke rekening penampung di BCA dan CIMB Niaga (via top up online). Untuk autodebet bisa, ke 5 bank yaitu BCA, BRI, Mandiri, Panin dan CIMB Niaga.

    Terima kasih

  409. January 22nd, 2016 at 10:53 | #417

    @Pak Rudi
    bukannya bank kustodian itu istilah lain dari bank penampung., maaf baru belajar pak., Jadi Reksadana panin di Jakarta dimana pak, biar saya bisa tanya2 langsung ke sana pak.,

  410. Rudiyanto
    January 22nd, 2016 at 10:59 | #418

    @Edwin
    Bukan pak, bank kustodian itu yang ikat kontrak dengan Manajer Investasi dan menjalankan fungsi sebagai kustodian. Kalau Bank Penampung ya rekening aja, bisa dimana saja.

    Untuk cabang Panin AM anda bisa kontak ke http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx

    Semoga bermanfaat

  411. January 22nd, 2016 at 11:21 | #419

    Ok pak Rudi., terima kasih., :)

  412. January 30th, 2016 at 23:04 | #420

    Ketika saya masuk login, untuk melihat laporan keuangan reksa saham dari panin yaitu panin dana maksima, panin dana syariah saham, panin dana prima. Saya klik muncul informasi berupa jika ingin melihat laporan keuangan yang lengkap dapat menghubungi manajer investasi. Mohon bapak Rudiyanto memberikan informasi laporan keuangan tersebut untuk saya gunakan dalam penelitian tugas akhir saya. Terima kasih

  413. January 31st, 2016 at 22:29 | #421

    Dear Pak Rudiyanto,
    Saya mau minta maaf dengan pernyataan kata-kata saya yang kemarin yang tidak sopan dan bersifat memaksa seharusnya untuk hal seperti itu tidak perlu saya tuliskan dalam forum diskusi bapak. Mohon maaf dan Terima Kasih.

  414. Rudiyanto
    February 1st, 2016 at 10:45 | #422

    @Frederic Chopin
    Selamat Pagi Pak Frederic,

    Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah berpartisipasi pada acara Cerdas Mengelola Keuangan 2016 yang diselenggarakan di Medan 30 Januari yang lalu.

    Kedua, saya juga mohon maaf karena sepertinya informasi yang saya sampaikan terkait laporan keuangan reksa dana tidak sesuai ketika anda melakukan cek ke website langsung. Sepertinya ada pengembangan sistem, sehingga fitur yang dulunya ada untuk sementara belum bisa ditampilkan. Untuk itu, anda bisa mengirimkan email ke cs@panin-am.co.id untuk meminta laporan keuangan reksa dana tersebut.

    Demikian, terima kasih atas perhatiannya.

  415. February 2nd, 2016 at 10:26 | #423

    Salam Sukses Pak Rudiyanto,
    Terima kasih dengan diselenggarakan acara Cerdas Mengelola Keuangan 2016. Acara tersebut sangat bagus untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam mengelola keuangan dan belajar tentang reksa dana dan memberikan gambaran peluncuran produk baru dari Panin yaitu Panin Dana Pendapatan Tetap. Semoga semua orang yang mengikuti acara tersebut berinvestasi di reksa dana Panin dan memperoleh manfaat dari hasil pengelolaan PT. Panin Asset Management.

  416. Ido
    February 2nd, 2016 at 12:27 | #424

    Selamat siang Pak,kalo menurut pak Rudi,saham apa yang bagus untuk 5-10 thn kedepan ya?trims

  417. Rudiyanto
    February 2nd, 2016 at 13:35 | #425

    @Ido
    Selamat Siang Pak Ido,

    Daripada tahu saham apa yang bagus untuk 5 – 10 tahun ke depan dan belum tentu juga tepat karena kondisi kinerja perusahaan bisa berubah dari waktu ke waktu, lebih baik mencari tahu bagaimana untuk berinvestasi ke saham yang bagus untuk 5 – 10 tahun ke depan. Sebagai gambaran, untuk investasi saham salah satunya dapat dilakukan secara metode analisa fundamental.

    Referensinya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/12/06/analisa-fundamental-melalui-laporan-keuangan-3-value-investing/

    Semoga bermanfaat

  418. Annisa
    February 6th, 2016 at 20:17 | #426

    Selamat malam pak Rudiyanto, setelah saya amati, Kenapa kebanyakan penelitian terkait Reksa Dana itu menggunakan 2 proxy untuk menghitung Beta? yaitu proxy IHSG dan proxy LQ45.

  419. Rudiyanto
    February 6th, 2016 at 22:02 | #427

    @Annisa
    Salam Ibu Annisa,

    Hal ini disebabkan karena reksa dana saham berinvestasi pada saham. IHSG dan LQ-45 dianggap melambangkan kinerja saham dan saham yang likuid secara keseluruhan (Market).

    Semoga bermanfaat.

  420. February 10th, 2016 at 16:19 | #428

    Salam Sukses Pak Rudiyanto,
    Saya mau nanya cara mengetahui return reksa dana saham, apa ada di dalam laporan keuangan atau kita harus menghitungnya sendiri. Terus untuk mengetahui kinerja reksa dana saham dengan menggunakan metode Sharpe dari suatu reksa dana itu gimana cara untuk menghitungnya atau ada tools yang bisa digunakan untuk mengetahui kinerja reksa dana saham dengan menggunakan metode Sharpe. Terima kasih.

  421. Rudiyanto
    February 10th, 2016 at 16:48 | #429

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Untuk mengetahui return reksa dana, bisa dihitung dari harga atau NAB/Up reksa dana. Bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/01/01/mengenal-lebih-dalam-return-dan-risiko-investasi-2/

    Untuk Sharpe Ratio juga menghitungnya dari NAB/Up reksa dana. Bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Sebetulnya tool untuk evaluasi reksa dana sudah banyak tersedia karena ada di buku-buku manajemen keuangan dan investasi di kampus anda.

    Kalau anda membutuhkan contoh excel perhitungan, terus terang ada di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Semoga bermanfaat

  422. February 17th, 2016 at 08:32 | #430

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Setiap perusahaan go public memiliki kode emiten seperti Bank Central Asia Tbk kode emitennya adalah BBCA, sedangkan reksa dana saham juga memiliki kode reksa dana seperti Panin Dana Prima dengan kode GR002PRIMASH. Boleh tau asal mula adanya kode reksa dana tersebut apakah ditentukan oleh Bapepam atau dari PT. Panin Asset Management. Kode tersebut saya temukan di website http://aria.bapepam.go.id/reksadana. Bagaimana dengan reksa dana saham yang tidak memiliki kode reksa dana dimana saya bisa menemukan kode reksa dana tersebut.
    Diwebsite http://www.bareksa.com juga terdapat kode misalnya dari Panin Dana Prima dengan kode ACCEKDP. Kode tersebut dibuat oleh website Bareksa atau PT. Panin Asset Management. Apakah kode reksa dana memiliki arti dan fungsinya ?

    Sekian dari pertanyaan saya, terima kasih.

  423. Rudiyanto
    February 19th, 2016 at 14:04 | #431

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Mengenai kode efek, sampai sekarang untuk reksa dana memang belum ada ketentuan yang baku. Akibatnya untuk mempermudah pencatatan di database dan sistem digunakan kode. Yang menetapkan kode itu tergantung lembaga yang membuatnya. Sejauh ini ada ISIN Kode yang digunakan KSEI, Kode OJK / BAPEPAM yang bisa dilihat di website OJK, ada versi kode menurut Bloomberg, Bareksa, mungkin nanti Infovesta dan Morningstar juga akan membuat kode sendiri.

    Yang membuat dan menentukan kode ya perusahaan pembuatnya sendiri. Dari semua itu yang paling penting adalah memiliki kode di OJK. Sebab sebagai Otoritas tertinggi, produk reksa dana yang tidak terdaftar disana berarti ilegal.

    Semoga bermanfaat

  424. February 29th, 2016 at 23:00 | #432

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Boleh tolong berikan satu contoh cara menghitung sharpe ratio dari Panin Dana Maksima. Cara mendapatkan data untuk perhitungan mendapatkan nilai dari sharpe ratio. Boleh diberitahukan sumber mendapatkan data seperti return reksa dana, risk free dan standar deviasi/risiko reksa dana. Adakah tools yang bisa digunakan untuk mengevaluasi suatu kinerja reksa dana seperti sharpe ratio. Mohon bantuannya dan Terima kasih.

  425. Rudiyanto
    March 4th, 2016 at 00:04 | #433

    @Frederic Chopin
    Selamat malam pak Frederic,

    Untuk perhitungan tersebut teorinya bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/16/mengenal-metode-evaluasi-kinerja-reksa-dana/

    Kalau mau contoh perhitungan detailnya anda bisa baca buku manajemen keuangan / investasi yang ada di perkuliahan anda.

    Di buku pertama saya, juga dipaket jadi 1 jika anda mau beli. Bisa di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Terima kasih

  426. March 5th, 2016 at 17:28 | #434

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk buku Pak Rudiyanto barusan saya beli. Saya akan mempelajari buku tersebut sebaik-baiknya. Saya sangat ingin berterima kasih Pak Rudiyanto telah menulis dan menerbitkan buku Sukses Finansial dengan Reksa Dana dan fit.focus.finish. Buku tersebut sangat membantu penelitian tugas akhir saya. Terima kasih banyak Pak Rudiyanto.

    • Rudiyanto
      March 6th, 2016 at 14:08 | #435

      Selamat siang Frederic,

      Terima kasih juga, semoga tugas akhir anda bisa selesai dgn hasil yg gemilang.

  427. Febri
    March 16th, 2016 at 20:35 | #436

    Dear Mas Rudi,
    Mas Rudi, saya mau tanya, apakah bisa saya meminta kepada bank kustodian untuk tidak mengirimkan surat pembelian, penjualan ataupun perkembangan RD setiap bulan? karena hanya menjadi tatakan gorengan saja. Ataukah saya harus bertanya kepada pihak mana? Saya membeli produk RD lewat IPOT.

    Terima kasih

  428. Rudiyanto
    March 16th, 2016 at 21:24 | #437

    @Febri
    Selamat Malam Pak Febri,

    Pertanyaan ini bisa ditanyakan sama IPOT langsung pak. Memang sistem di masing2 tempat itu berbeda. Kalau di Panin AM, per awal tahun ini semuanya sudah e-statement. Jadi kalau email anda terdaftar dan valid, harusnya semua surat sudah diterima secara elektronik.

    Semoga bermanfaat

  429. March 21st, 2016 at 16:56 | #438

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Di tahun 2016 ini PT. Panin Asset Management udah meluncurkan produk reksa dana baru yaitu Panin Dana Pendapatan Berkala dan pada tanggal 1 April 2016 akan ada peluncuran perdana produk reksa dana baru yaitu Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh. Bagaimana cara untuk mengetahui jumlah reksa dana pada suatu tahun supaya bisa mengukur jumlah tiap reksa dana setiap tahun. Terima kasih.

  430. Rudiyanto
    March 21st, 2016 at 17:12 | #439

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Untuk mengetahui hal tersebut, anda bisa mengecek tahun terbitnya reksa dana.
    Pertanyaannya, untuk apa mengukur jumlah reksa dana setiap tahun ya?

  431. March 22nd, 2016 at 10:24 | #440

    Betul pak, supaya saya bisa mengetahui perkembangan jumlah reksa dana yang ada. Misalnya di tahun 2007 jumlah reksa dana yang ada sebanyak 473 dan di tahun 2008 jumlah reksa dana yang ada sebanyak 603. Itu pak yang saya maksudkan karena saya tidak tau reksa dana apa yang bertambah dalam suatu tahun. Bagaimana cara saya mengecek perkembangan industri reksa dana periode 2013-2014 atau di tahun 2016. Terima kasih.

  432. Rudiyanto
    March 22nd, 2016 at 21:35 | #441

    @Frederic Chopin
    Kalau cara yang praktis adalah langganan http://www.infovesta.com. Lebih praktis lagi kamu bekerja di perusahaan yang berlangganan dan kamu bekerja di posisi yang punya akses terhadap data tersebut.

    Kalau cara yang butuh usaha adalah coba kamu ubek2 website OJK. Dalam waktu kurang dari 1 menit, saya sudah bisa menemukan jumlah reksa dana yang aktif dari tahun 1996-2016.

    Semoga berhasil

  433. diego
    March 23rd, 2016 at 12:52 | #442

    pagi pa…pa saya mau tanya variable apa saja ya yg mempengaruhi NAB per unit reksadana saham? saya saat ini merupakan mahasiswa akhir dan variabel y saya adalah return reksadana saham. tk pa

  434. diego
    March 23rd, 2016 at 13:01 | #443

    kebetulan saya juga nasabah dari panin asset management pa. mohon bantuannya pa. tks

  435. March 23rd, 2016 at 23:09 | #444

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk mendapatkan seluruh prospektus pembaharuan reksa dana saham. Apakah bisa didapatkan melalui OJK, Bapepam, Infovesta atau sumber lainnya ? Mohon bantuannya dan Terima kasih.

  436. Rudiyanto
    March 28th, 2016 at 20:22 | #445

    @diego
    Selamat Malam Pak Diego,

    Menurut saya yang mempengaruhi return reksa dana saham ya return dari portofolio investasinya. Bisa saham, bisa juga obligasi. Untuk detailnya bisa berdiskusi dengan dosen pembimbing anda.

    Terima kasih

  437. Rudiyanto
    March 28th, 2016 at 20:25 | #446

    @Frederic Chopin
    Salam Pak Frederic,

    Pertanyaan saya adalah apakah anda sudah mencoba?

  438. March 29th, 2016 at 11:24 | #447

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Saya udah mencoba di aria.bapepam.go.id/reksadana. Disana banyak tidak tersedia prospektus dan laporan keuangan yang saya butuhkan. Saya juga udah mencoba masing-masing website reksa dana ada yang menyediakan prospektus tidak beserta dengan laporan keuangan yang lengkap, ada yang menyediakan prospektus saja, ada yang menyediakan prospektus beserta laporan keuangan yang lengkap tapi periodenya bukan 2013-2014. Saya mendapatkan informasi bahwa semua itu bisa didapatkan di Bapepam. Bagaimana cara saya untuk mendapatkan prospektus beserta laporan keuangan yang lengkap periode 2013-2014 ? Mohon bantuannya dan Terima Kasih.

    • Rudiyanto
      March 29th, 2016 at 11:26 | #448

      Selamat siang Pak Frederic,

      Kalau begitu bisa ditanyakan ke sumber informasi yg menyatakan bahwa semua data tsb bisa diperoleh di Bapepam, semoga bermanfaat

  439. March 29th, 2016 at 15:04 | #449

    Okay, terima kasih Pak Rudiyanto.

  440. March 31st, 2016 at 09:16 | #450

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    PT. Panin Asset Management akan segera meluncurkan produk baru yaitu Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh, reksa dana ini berbasis sektoral. Jenis reksa dana ini termasuk jenis reksa dana apa, apakah termasuk reksa dana DIRE. Apa yang dibeli dari reksa dana ini serta strategi pengelolaan seperti apa yang akan dikembangkan dari jenis reksa dana ini. Terima kasih dan Semoga produk reksa dana baru ini bisa berkembang seperti reksa dana yang ada di Singapura.

  441. Fauziah
    April 4th, 2016 at 15:19 | #451

    Selamat siang pak, pak saya punya pertanyaan begini. Misalnya obligasi Sony memiliki imbal hasil saat ini 9% dan imbal hasil jatuh tempo 10%. Apakah obligasi terjual diatas/dibawah nilai nominalnya? Mohon penjelasannya ya pak,terimakasih

  442. Rudiyanto
    April 4th, 2016 at 17:02 | #452

    @Frederic Chopin
    Selamat Sore Pak Frederic,

    Terima kasih perhatiannya terhadap produk Panin AM. Sebagai informasi Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh masuk dalam kategori reksa dana saham. Sama seperti reksa dana saham pada umumnya, kebijakan investasinya adalah minimal 80% pada instrumen saham dan sisanya sebesar 20% pada instrumen pasar uang.

    Detailnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/03/23/panin-dana-infrastruktur-bertumbuh/

    Dana Investasi Real Estat atau Real Estate Investment Trust merupakan jenis reksa dana yang berinvestasi di sektor properti riil langsung dan sudah memberikan imbal hasil sewa. Terus terang, tingkat kesulitan untuk produk ini cukup tinggi baik dari sisi pengelolaan ataupun ketersediaan produk. Apabila tidak berafilasi dengan group properti, tampaknya penerbitan produk seperti ini akan cukup sulit.

    Informasi mengenai DIRE bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/real-estate-investment-trust/

    Semoga bermanfaat

  443. Rudiyanto
    April 4th, 2016 at 17:15 | #453
  444. April 4th, 2016 at 21:11 | #454

    Okay, terima kasih atas informasi dari pertanyaan yang saya kirim beberapa hari yang lalu. Saya ingin tahu cara mengecek NAB reksa dana saham di tahun 2013 dan di tahun 2014 untuk mengetahui perkembangan NAB di tahun tersebut. Menurut bapak bagaimana cara yang harus lakukan untuk mengetahui perkembangan tersebut. Terima kasih.

  445. Rudiyanto
    April 5th, 2016 at 17:11 | #455

    @Frederic Chopin
    Selamat sore,

    Untuk mencari data reksa dana silakan baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/02/03/panduan-mencari-data-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  446. April 5th, 2016 at 22:53 | #456

    Untuk reksa dana BNP PARIBAS MAXI SAHAM dengan kode 0082214 NAB & UP terhenti di bulan Agustus 2014. Reksa dana tersebut masih termasuk kategori aktif di website OJK. Kenapa bisa terhenti NAB & UP reksa dana tersebut. Terima kasih.

  447. Rudiyanto
    April 6th, 2016 at 09:02 | #457

    @Frederic Chopin
    Bisa ditanyakan ke OJK atau BNP Paribas Investment Partners.

    Semoga bermanfaat

  448. April 6th, 2016 at 15:40 | #458

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Saya mau nanya bagaimana cara Manajer Investasi meningkatkan kinerja reksa dana, dilihat dari sudut pandang calon investor biasanya calon investor sebelum berinvest di reksa dana apa yang mereka lihat supaya tertarik berinvest reksa dana. Terima kasih.

  449. Rudiyanto
    April 7th, 2016 at 10:53 | #459

    @Frederic Chopin
    Selamat siang Pak Frederic,

    Mengenai pertanyaan tersebut, anda bisa membaca http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/12/23/060800626/Bagaimana.Cara.Manajer.Investasi.Mengelola.Reksa.Dana.

    Semoga bermanfaat

  450. April 7th, 2016 at 16:06 | #460

    Salam sukses Pak Rudiyanto,
    Untuk mengevaluasi suatu kinerja reksa dana saya menggunakan Sharpe sebagai pengukuran suatu kinerja reksa dana. Dalam menghitung Sharpe Ratio di tahun 2014 berarti data yang saya butuhkan adalah NAB & UP di tahun 2013 dan NAB & UP dari Januari 2014 – Desember 2014. Jadi kalo ada NAB & UP di tahun 2014 yang mulainya bukan dari bulan Januari 2014. Berarti gak bisa kan, karena untuk menghitung Sharpe Ratio harus data NAB & UP 1 tahun. Begitu kan Pak Rudiyanto. Terima kasih.

  451. Rudiyanto
    April 7th, 2016 at 16:52 | #461

    @Frederic Chopin
    Selamat Sore,

    Bisa dikonsultasikan dengan dosen pembimbang anda.

    Semoga bermanfaat

  452. tubagus fahmi
    April 14th, 2016 at 10:58 | #462

    selamat pagi pak rudiyanto, saya mau bertanya terkait perhitungan yield pada investasi di reksadan dan obligasi..terima kasih

  453. Rudiyanto
  454. riki
    April 19th, 2016 at 03:04 | #464

    Salam sukses Pak Rudi,
    saya konsumen baru reksadana schroder 90 plus yg beli lewat agen bank mandiri sejak 2 bulan yg lalu dan tidak online, sehingga cukup merepotkan ketika top up karena harus antri di bank. Saya selalu mengikuti pergerakan NAB lewat invovesta.com dan berniat top up setiap harga turun. Kebetulan saya punya rekening di commbank dan bisa beli reksadana online.
    Pertanyaan saya:
    bisakah saya top up scroder 90 plus online lewat commbank sementara saya masih terdaftar schroder 90 plus di bank mandiri? Ataukah harus daftar baru schroder 90plus di commbank? Bolehkah beli schroder 90 plus lewat dua agen bank yang berbeda? Apakah salah satu agen harus saya tutup transaksi schroder 90 plusnya? Terimakasih.

  455. Rudiyanto
    April 19th, 2016 at 16:05 | #465

    @riki
    Salam Pak Riki,

    Setahu saya mau beli reksa dana yang sama di agen penjual yang berbeda seharusnya tidak dilarang. Tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya anda bisa bertanya ke PT. Schroder Invesment Management Indonesia, Commonwealth Bank atau Bank Mandiri. Saya yakin tenaga pemasar mereka akan menjelaskannya dengan baik kepada anda.

    Semoga bermanfaat

  456. Viki
    April 26th, 2016 at 11:47 | #466

    Selamat Siang pak Rudi,
    Apabila sesorang ingin menjual atau mencairkan obligasi yang dimilikinya sebelum jatuh tempo masa obligasi berakhir, apa yang harus dipertimbangkan dan dilakukan untuk menjual obligasinya tersebut?

  457. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:29 | #467

    @Viki
    Selamat Siang Ibu Viki,

    Mungkin yang harus dipikirkan adalah setelah dicairkan terus uang itu diapakan.

    Semoga bermanfaat

  458. Rizki Aditama
    May 5th, 2016 at 07:36 | #468

    selamat siang pak rudiyanto

    saya rizki aditama 25 tahun .. saya berada di sydney
    saya slalu membaca blog bapak dan membeli buku bapak di scoop. dan itu membuka pemikiran saya tentang investasi .
    saya ingin memulai investasi reksa dana bulan ini, melalui panin aset management …
    saya salut dengan marketingnya benar2 ramah ..
    tapi saya masih kebingungan memilih antara RD maksima (NAB 66.000), RD unggulan(NAB 5.500) atau RD apa yg terbaik untuk :
    15-20 tahun kedepan ,kebutuhan untuk dana pensiun . karena saya lihat semua juga performanya baik ..

    mohon bimbinganya

    regard
    rizki

  459. Rudiyanto
    May 5th, 2016 at 16:40 | #469

    @Rizki Aditama
    Selamat Sore Pak Rizky,
    Terima kasih sekali atas dukungannya, jauh-jauh dari Sidney pula. Tapi ini memang bisa terjadi karena ada bantuan teknologi.

    Terima kasih juga karena mempercayakan dana anda kepada Panin Asset Management. Pemilihan reksa dana sebenarnya bukan pada harga tinggi atau rendah, baru atau lama, tapi lebih kepada tujuan dengan jenis reksa dananya.

    Sebagai gambaran untuk tujuan keuangan :
    < 1 tahun – RD Pasar Uang (Panin Dana Likuid)
    1 – 3 tahun – RD Pendapatan Tetap (Panin Dana Utama Plus 2 dan Panin Dana Pendapatan Berkala)
    3 – 5 tahun – RD Campuran (Panin Dana USD, Panin Dana Prioritas, Panin Dana Unggulan, Panin Dana Syariah Berimbang, Panin Dana Unggulan dan Panin Dana Bersama Plus)
    5 tahun – RD Saham (Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Panin Dana Ultima, Panin Dana Syariah Saham dan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh)

    Jadi secara jenis adalah reksa dana saham. Kalau dari sekian banyak saham sebenarnya cukup mudah, gunakan prinsip 1 tujuan keuangan 1 reksa dana.

    Sebagai referensi anda juga bisa membaca :
    https://reksadanauntukpemula.com/2016/01/17/memilih-reksa-dana-sesuai-tujuan-investasi/
    Semoga bermanfaat

  460. Yu Kitri
    May 15th, 2016 at 00:59 | #470

    Hi Bpk Rudiyanto,

    Mohon rekomendasi investasi reksadana keluaran Panin-AM yg hrgnya masih murah NAB Rp 1rb-2rb untuk investasi jangka panjang dengan imbal hasil >=18%/tahun yang masuk morning star ?
    Atau misalnya tidak ada yg NAB murah apa tidak apa2 utk invest reksadana yg nilai NABnya sudah terlanjur tinggi seperti Panin Dana Maksima ?

    Perkiraan investasi untuk 25-35 tahun, tujuannya utk dana pensiun. Dengan gaya hidup pengeluaran Rp 3,5jt/bulan (kurs mata uang sekarang).

    Mohon rekomendasi perhitungan juga pak, sebaiknya menabung rutin tiap bulan atau tiap 3 bulan, kalo bulanan kira2 bisa antara Rp 100rb-200rban, kalo 3 bulanan antar Rp 300rb-600rban ?

    Mohon sarannya Bpk Rudiyanto,
    Terima kasih banyak.

  461. Rudiyanto
    May 15th, 2016 at 14:16 | #471

    @Yu Kitri
    Selamat siang ibu Yu Kitri,

    Pertanyaan anda sudah pernah ditanyakan di blog reksadanauntukpemula.com dan sudah saya jawab. Referensinya di https://reksadanauntukpemula.com/pertanyaan-dan-diskusi/comment-page-1/#comment-97

    Sebenarnya tidak perlu bertanya sampai berkali-kali karena saya selalu mengusahkan semua pertanyaan direspon. Hanya saja untuk waktunya tidak bisa cepat karena disesuaikan beban pekerjaan. Jadi diharapkan kesabarannya.

    Untuk pertanyaan tambahan mengenai biaya pensiun dengan pengeluaran 3,5 juta per bulan, saya menduga mungkin anda masih menggunakan patokan gaya hidup anda sekarang. Hal tersebut tidak salah, tapi seharusnya bisa 2 kali lipat dari angka tersebut karena patokannya adalah hidup berkeluarga. Untuk perhitungan, saya sudah pernah berikan rule of thumbnya, anda bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  462. Yu Kitri
    May 15th, 2016 at 18:23 | #472

    Hi Bpk. Rudiyanto,

    Mohon maaf pak sekali pak, saya tidak bermaksud utk dua kali bertanya utk cepat-cepat direspon, tapi sy bertanya lagi disini karena pertanyaan saya ada yang kurang + salah tulis (500rb, hrsnya 600rb) dan saya tidak tahu cara menghapus atau mengeditnya pak.

    Terima kasih banyak atas jawabannya ya pak.

  463. Rudiyanto
    May 17th, 2016 at 11:28 | #473

    @Yu Kitri
    Selamat Siang Ibu Yu Kitri,

    Ok bu tidak apa2. Terima kasih juga sudah bertanya disini. Semoga bermanfaat bagi anda dalam menyusun rencana investasi dan semoga tujuan keuangannya bisa tercapai.

    Terima kasih

  464. Gi hon
    May 23rd, 2016 at 15:40 | #474

    Selamat sore Pak Rudiyanto,

    Ada hal yang ingin saya tanyakan, apakah ada email pak ?
    Terima kasih :)

  465. Rahma
    May 25th, 2016 at 23:34 | #475

    Salam kenal Pak Rudi,
    saya mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhir mengenai portofolio saham. Dalam tugas akhir sy, sy membentuk portofolio saham berdasarkan 1.return, 2.risiko, 3.jumlah dana yg diinvestasikan dan 4.limit investasi suatu sekuritas(diversifikasi). Jika dibentuk urutan prioritas, Bagaimana urutan prioritas yg baik menurut pak rudi berdasarkan parameter yg sy gunakan? Apakah bapak mempunyai rekomendasi referensi/artikel mengenai hal tersebut? Mohon bimbinganya, Trimakasih

  466. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 00:35 | #476

    @Gi hon
    Selamat Malam Pak Gi Hon,

    Mohon maaf saya tidak melayani konsultasi pribadi, semua pertanyaan bisa diajukan via blog ini.

    Terima kasih

  467. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 00:41 | #477

    @Rahma
    Selamat malam Ibu Rahma,

    Mengenai urutan prioritas, seharusnya ditanyakan dengan dosen pembimbing anda atau disurvey ke investor dan hasil survey tersebut digunakan sebagai justifikasinya.

    Mengenai tulisan yang berkaitan dengan pembentukan portofolio ada di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/05/bagaimana-cara-manajer-investasi-melakukan-aset-alokasi/

    Semoga bermanfaat

  468. Gi hon
    May 30th, 2016 at 08:30 | #478

    @Rudiyanto
    Jika ingin menjadi agen penjual reksadana panin, bagaimana caranya pak?
    terima kasih.

  469. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 18:36 | #479

    @Gi hon
    Selamat Sore Pak Gi Hon,

    Cara yang lebih mudah adalah bekerja sebagai tenaga pemasar di Panin Asset Management cabang Jakarta atau Surabaya atau bekerja di Agen Penjual Panin AM yaitu Panin Sekuritas.

    Cara yang lebih sulit adalah anda mendirikan perusahaan agen penjual reksa dana yang telah mendapat izin dari OJK. Selanjutnya anda mengajukan pengajuan kerjasama ke Panin AM (yang bisa disetujui, bisa juga tidak). Apabila disetujui, maka barulah anda bisa memasarkan produk Panin AM.

    Semoga bermanfaat

  470. latifah
    May 30th, 2016 at 19:38 | #480

    saya sedang mengerjakan tugas tesis, untuk mengukur kinerja yang dlihat adalah NAB nya kan ya bapak? kalau saya membutuh kan data NAB per manajer investasi gimana caranya? REKSADANA SYARIAH yan saya butuhkan.
    kalau di Link OJK yang ada hanya NAB TOTAL
    terimakasih.

  471. Rudiyanto
  472. Robiatul adawiyah
    June 4th, 2016 at 23:51 | #482

    Malem pak.. saya mau bertanya bisa kan bapak jelaskan pengertian risk free, beta, return pasar, return portofolio, metode sharp, jensen dan treynor berserta rumusannya.. terimakasih

  473. Rudiyanto
    June 5th, 2016 at 00:55 | #483
  474. James Handaja
    June 8th, 2016 at 10:48 | #484

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Saya mau bertanya mengenai ETF, ambil contoh ETF LQ-45. Jika dalam satu hari ada banyak investor yang berduyun-duyun membeli ETF ini, mungkinkah harganya naik melebihi kenaikan underlying-nya (indeks LQ-45)?

    Atau apakah market maker akan mengendalikan unit kreasi yang dibuat, sehingga selisihnya dengan indeks LQ-45 tidak terlalu besar?

    Terima kasih untuk penjelasannya.

  475. Rudiyanto
    June 13th, 2016 at 01:43 | #485

    @James Handaja
    Selamat malam Pak James,

    Mengenai hal tersebut bisa jadi kalau pembeliannya dilakukan di pasar sekunder. Tapi tentu investor yang beli tidak bodoh juga kalau misalkan harganya sudah di atas harga LQ-45 yang jadi acuan, tentu mereka tidak akan membelinya atau menunggu harganya kembali wajar.

    Market maker tugasnya lebih menjaga likuiditas, bukan harga. Mereka akan pasa bid dan offer pada harga yang menurut mereka wajar sehingga selalu ada pembelian dan penjualan, tapi tidak untuk menstabilkan harga.

    Tapi perlu saya infokan kalau saya tidak perlu melihat praktek ETF secara langsung, ada baiknya ditanyakan kepada manajer investasi pengelola ETF atau perusahaan sekuritas yang menjadi market maker.

    Terima kasih

  476. Frederic Chopin
    June 15th, 2016 at 10:02 | #486

    Selamat Pagi Pak Rudiyanto,
    Saya sedang membuat proposal bisnis dengan PT. Panin Asset Management sebagai perusahaan untuk data yang diperlukan bagaimana cara saya mendapatkannya. Berikut format dalam pembuatan proposal bisnis tersebut. Mohon bantuannya dan terima kasih banyak.
    Format
    I. Latar belakang perusahaan
    A. Sejarah berdiri perusahaan (tahun berdiri, cabang, unit usaha)
    B. Struktur organisasi (bagan struktur, tugas dan tanggung jawab)
    II. Analisa pasar dan pemasaran
    A. Produk yang dihasilkan
    B. Gambaran pasar (konsumen, pesaing)
    C. Target atau segmen pasar yang dituju
    D. Perkembangan penjualan
    III. Rencana pengembangan usaha
    A. Bentuk pengembangan usaha (pabrik baru, produk baru, unit usaha baru)
    B. Prospek pengembangan usaha (biaya, pendapatan, kualitas)
    C. Rencana kebutuhan investasi (penggunaan dana)
    D. Rencana kebutuhan pinjaman
    IV. Dampak
    A. Dampak terhadap masyarakat sekitar
    B. Dampak terhadap lingkungan

  477. Pramudya Wijadja
    June 16th, 2016 at 22:28 | #487

    Selamat Malam bapak Rudiyanto,
    saya sangat menikmati tulisan bapak terutama materi tentang reksa dana.
    Namun pertanyaan saya, sebenarnya tidak begitu mendekati topik tsb (mohon maaf kalau out of topic). Saya sebenarnya ingin tahu lebih banyak tentang pekerjaan bapak di tempat sekarang (di area business development dan operation).

    Mengikuti cerita di profil bapak, bapak sebelumnya di infovesta dan setelah sekian lama, banyak pengetahuan bapak dapatkan selama berada di infovesta. Nah, karena sekarang bapak sudah 2-3 tahun di Panin AM, pada kesehariannya bapak lebih banyak mengurusi apa pak?

    Mungkin kalau pak Rudiyanto sedang senggang, bisa share cerita tsb di satu page lain, tentang keseharian bapak seperti tanggung jawab & tugas-tugas bapak, kedekatan bapak dengan investor, dan tantangan di bagian business dev. Sejujurnya, saya senang membaca profil keseharian “man behind the desk” sehingga bisa membayangkan tanggung jawab tugas dari fund manager dan pihak yang berkaitan. Terima kasih pak.

    Sukses selalu.

  478. Rudiyanto
    June 18th, 2016 at 23:26 | #488

    @Frederic Chopin
    Selamat malam Pak Frederic,

    Mohon maaf, saya agak bingung, mengapa untuk proposal yang mau kamu ajukan ke sebuah perusahaan, malahan kamu yang minta data ke perusahaan tersebut?

  479. Rudiyanto
    June 18th, 2016 at 23:39 | #489

    @Pramudya Wijadja
    Selamat Malam Pak Pramudya,

    Terima kasih atas apresiasinya.

    Kalau saat ini, saya lebih bertanggung jawab untuk kegiatan operasi, pengembangan bisnis dan pemasaran ritel (perorangan). Kalau deskripsi pekerjaan di Manajer Investasi secara umum anda bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Untuk pengembangan bisnis, itu divisi yang sifatnya agak “tidak jelas”. Karena bertujuan utk mengembangkan bisnis, terkadang harus terlibat dengan semua divisi. Kadang bisa menjadi analis kadang bisa jadi marketing, kadang bisa jadi orang IT, kadang bisa jadi CS, kadang juga bisa jadi orang operation, kadang harus ngurusin sosial media, kadang harus investigasi keluhan nasabah, dan kadang juga harus berhubungan dengan orang pemerintahan seperti OJK. Pokoknya bagaimana caranya supaya bisnis perusahaan berkembang.

    Jadi kalau bicara deskripsi pekerjaan, terus terang saya juga tidak begitu jelas. Biasanya lebih banyak saya tentukan sendiri kecuali untuk beberapa hal di operation yang sifatnya rutin. Tapi biasanya juga bisa didelegasikan.

    Kalau berbicara behind the desk juga kurang tepat, saya lebih sering berada di luar kantor dibandingkan orang marketing.

    Untuk detail pekerjaan di MI, anda bisa baca link di atas.

    Semoga bermanfaat.

  480. sri lestari
    July 20th, 2016 at 08:31 | #490

    selamat pagi pak
    maaf mengganggu waktu nya pak,

    saya sedang mencari buku tentang perbedaan reksadana syariah dan reksadana konvensional,,,,,,, bisakah bapak membantu saya?

    terimakasih pak

  481. Rudiyanto
    July 23rd, 2016 at 23:34 | #491
  482. Johannes angkawijaya
    October 16th, 2016 at 20:05 | #492

    Hai pak Rudi ? Saya ad baca wallstreet mojo mengenai cfa dgn cmt (cfanya analisa teknikal saham, forex and future). Hanya bertanya pendapat menurut Bapak mana lebih bagus cfa atau cmt ?

  483. Rudiyanto
    October 19th, 2016 at 01:10 | #493

    @Johannes angkawijaya
    Salam Pak Johannes,

    Saya tidak begitu familiar dengan CMT. Jadi tidak bisa komentar bagus atau tidak.
    Punya CFA juga tidak jaminan bagus, tapi paling tidak menjadi keunggulan dibandingkan orang lain yang tidak punya.

    Terima kasih

  484. Joy
    November 16th, 2016 at 06:20 | #494

    Hello pak rudy.,saya ingin bertanya kepada bapak..saya ingin mendirikan sebuah perusahaan investasi atau mungkin sebuah capital management..sekiranya apa saran yang bisa bapak berikan?
    saya berumur 26 tahun dan sedang melakukan pekerjaan analisis sekuritas dan akan mendirikan sebuah perusahaan jika tidak ada halangan, tetapi saya masih belum mengerti apa yang sekiranya dibutuhkan untuk mendirikan sebuah perusahaan investasi atau capital management..mohon kiranya diberikan sedikit masukan dari bapak yang sudah berpengalaman mengelola dana bersama.
    Thank You.!

  485. Rudiyanto
    November 23rd, 2016 at 17:58 | #495

    @Joy
    Salam Pak Joy,

    Saya salut dengan semangat anda untuk berwiraswasta. Tapi untuk pasar modal, memang dibutuhkan modal tidak kecil. Saat ini masih belum memungkinkan bagi pelaku usaha di Indonesia untuk membuat perusahaan manajer investasi yang resmi dengan skala UMKM.

    Untuk lebih detailnya, anda bisa mengecek ke website OJK tentang kewajiban yang harus dipenuhi seperti
    https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwidgIuP3L7QAhVJNo8KHaafDBAQFggZMAA&url=http%3A%2F%2Faria.bapepam.go.id%2Freksadana%2Ffiles%2Fregulasi%2FV.A.3%2520Perizinan%2520Perusahaan%2520Efek%2520Yang%2520Melakukan%2520Kegiatan%2520Usaha%2520Sebagai%2520Manajer%2520Investasi.pdf&usg=AFQjCNFt9MSrWEAzlRIDQ0f6pC2dg8Ew1Q&sig2=Dt63SgFmS-DZX8pCsJ0Lqw&bvm=bv.139782543,d.c2I dan
    http://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/regulasi/peraturan-ojk/Pages/8peraturan-otoritas-jasa-keuangan-tentang-pedoman-pelaksanaan-fungsi-fungsi-manajer-investasi.aspx

    Semoga bermanfaat

  486. Joy
    November 24th, 2016 at 21:45 | #496

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak@Rudiyanto

  487. Joy
    November 24th, 2016 at 21:46 | #497

    saya sudah mengecek website OJK yang bapak kirim..sepertinya harus mendirikan sebuah perusahaan efek terlebih dahulu ya untuk bisa mendapat ijin manager investasi..terima kasih atas petunjuknya pak..salam sukses untuk bapak.@Rudiyanto

  488. alifia miladiya
    December 21st, 2016 at 11:22 | #498

    selamat siang pak rudi saya mau tanya?

    Menurut anda, kapan Indonesia mampu melunasi utang-utangnya tersebut? Jelaskan dengan forcasting yang ditail!

  489. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 22:14 | #499

    @alifia miladiya
    Salam Ibu Alifia,

    Sepengetahuan saya hampir seluruh pemerintahan negara di dunia memiliki hutang termasuk negara kaya minyak seperti Arab Saudi. Tugas dari pemerintahan adalah untuk mengadministrasikan keadilan sosial. Dalam pemahaman saya, keadilan sosial bukan bantuan sosial, tapi tugas yang lebih mendasar seperti pembangunan infrastruktur untuk mendukung kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat, memastikan seluruh masyarakat berkesempatan untuk menikmati fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak baik dengan cara membangun sekolah dan rumah sakit ataupun memberikan subsidi seperti program Indonesia Pintar dan Indonesia Sehat, membuat regulasi peraturan untuk menjaga agar kegiatan bisnis bisa berkompetensi secara wajar, dan menyelenggarakan keamanan dan pertahanan negara. Jangan lupakan juga gaji untuk membayar penyelenggaranya mulai dari PNS, Polisi, TNI, Hakim, Kepala Daerah dan Negara hingga Anggota DPR dan DPRD.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, pemerintah tentu butuh sumber pendanaan yang bisa berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak seperti ekspor minyak dan gas. Di kebanyakan negara, seringkali pendapatan yang diterima negara lebih kecil daripada pengeluarannya sehingga terjadi kondisi defisit. Untuk menutupi defisit tersebut, cara yang bisa dilakukan adalah menaikkan pajak, melakukan eksplorasi sumber daya alam untuk bisa diekspor, atau jika tidak cukup juga ya dengan berutang.

    Bisa saja pemerintah memilih untuk tidak berutang, tapi konsekuensinya, akan mempengaruhi kemampuan pemerintah dalam mengadministrasikan keadilan sosial. Sebab berbeda dengan perusahaan yang mencari untung, dimana antara gaji yang dibayarkan akan dihitung berapa pendapatan yang didapat, untuk gaji untuk penyelenggara negara tidak demikian. Sebab tidak semua penyelenggara negara berorientasi mencari keuntungan.

    Saat ini hampir 70% pendapatan negara berasal dari pajak baik yang dibayarkan oleh perusahaan ataupun perorangan. Ironisnya dari jumlah penduduk Indonesia, berdasarkan pemberitaan media baru sekitar 11% yang punya NPWP atau sekitar 27 juta orang. Itupun yang lapor SPT hanya 10 juta orang dan bayar kekurangan SPT hanya 100rb orang. http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20160218092753-78-111720/hanya-11-persen-penduduk-yang-memiliki-npwp/

    Jadi kondisi ini terus berlanjut, maka hutang Indonesia tidak akan pernah lunas. Kapan bisa lunas? jika seluruh penduduk usia kerja yang memiliki penghasilan membayar pajak sesuai ketentuan. Pada saat itu, niscaya perusahaan sudah tidak membutuhkan pendanaan dari hutang lagi.

    Demikian forecasting saya, semoga bermanfaat.

  490. Daniel Erwin Kwee
    January 5th, 2017 at 11:39 | #500

    Selamat siang Pak Rudi,

    Mohon bimbingannya. Saya memiliki anak berusia 2 tahun dan kebetulan mendapatkan angpau dari neneknya di US sebesar USD 500. Saya berkeinginan untuk menaruh uang tersebut di reksadana untuk keperluan pendidikannya di jangka menengah sampai jangka panjang.

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Sebaiknya dirupiahkan dahulu baru kemudian dimasukkan ke reksadana atau dibiarkan dalam Reksadana USD?

    2. Kira2 reksadana jenis apa (baik dalam rupiah/usd) yang cocok untuk tujuan saya?

    3. Kira2 produk reksadana dari manajer investasi mana yang bapak sarankan untuk tujuan saya? Saya akan terima pendapat bapak sebagai perbandingan dalam saya mencari lainnya.

    4. Apakah lebih baik membeli reksadana yang masih tergolong baru/belum lama launching (mumpung harga per unitnya masih rendah) atau tetap beli reksadana yang sudah tergolong dahulu biarpun harga per unitnya tinggi tp performa bagus?

    Terima kasih & salam,
    Daniel

  491. Rudiyanto
    January 6th, 2017 at 18:23 | #501

    @Daniel Erwin Kwee
    Salam Pak Daniel,

    Senang sekali mengetahui anda mempercayai reksa dana sebagai bagian dari perencanaan jangka keuangan anda. Sehubungan dengan pertanyaan anda :

    1. Tergantung nanti sekolahnya mau kemana pak. Kalau uang sekolahnya bayar pakai USD, maka bisa di reksa dana USD dan sebaliknya kalau uang sekolahnya bayar pakai Rp maka di reksa dana Rp.

    2. Jenis yang cocok sebenarnya disesuaikan dengan masa investasi. Misalkan antara 1 – 3 tahun reksa dana pendapatan tetap, 3 – 5 tahun reksa dana campuran dan > 5 tahun reksa dana saham.

    Apabila anda memiliki tujuan keuangan yang membutuhkan USD dan disiapkan dengan Rp atau sebaliknya, nanti pas mau dipakai anda masih harus pusing dengan risiko kursnya

    3. Untuk jenis yang cocok apabila di atas 5 tahun adalah reksa dana saham. Kalau untuk nama, pertanyaan ini sebenarnya tidak tepat ditanyakan ke saya karena sebagai orang yang mencari nafkah di Panin Asset Management, tentu saya akan mengutamakan produk dari perusahaan ini.

    Memang harus diakui bahwa secara performa, mungkin produk di tempat saya bekerja sekarang bukan yang nomor 1, tapi yang namanya peringkat berubah dari waktu ke waktu. Kadang ada produk yang kinerjanya bagus kemudian tidak bagus di tahun selanjutnya dan sebaliknya.

    Namun saya pastikan semua orang yang bekerja di perusahaan ini selalu berupaya memberikan yang terbaik kepada nasabahnya, tidak hanya dari sisi performa tapi juga layanan. Perbaikan dan peningkatan kinerja juga kami lakukan dari waktu ke waktu.

    Apabila anda ingin mengetahui pilihan reksa dana yang ada, saran saya bisa cek ke http://www.infovesta.com. Di situ tersedia data reksa dana seluruh Indonesia.

    4. Untuk pertanyaan ini bisa baca di http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/17/091345626/Reksa.Dana.Murah.dan.Mahal.Mana.yang.Lebih.Baik.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan dan semoga bermanfaat dalam perencanaan keuangan anda. Terima kasih

  492. Daniel Erwin Kwee
    January 6th, 2017 at 18:57 | #502

    Terima kasih Pak Rudi utk penjelasannya.

    Barusan saya membaca salah satu prospektus reksadana usd sesuai saran bapak melihat di infovesta.com, bahwa reksadana tidak dijamin pemerintah dan bank indonesia.

    Apakah hanya reksadana usd saja yg tidak dijamin atau reksadana idr jg tdk dijamin?

    Kalau bank ad LPS sbagai penjamin, nah klo reksadana siapa pak klo boleh tahu?

    Terima kasih & salam

  493. Galang
    February 1st, 2017 at 11:53 | #504

    Selamat siang Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya soal prosedur pembelian bond khususnya government bond (SUN) di pasar sekunder.

    Setahu saya, salah satu cara untuk membeli bond adalah mendatangi salah satu bank yang menyediakan jasa broker dan membuka rekening tersendiri utk keperluan pembelian bond. Saya asumsikan di situ diperlukan investasi dana minimal di rekening sebelum dikonfirmasi oleh dealer bank.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ada proses yang dibolehkan, legal, untuk menemui pemilik bond secara langsung dan menawarkan pembelian bond-nya, langsung dalam negosiasi? Yang saya ingin ketahui apakah ada cara di mana saya bisa menghubungi pemilik bond langsung untuk bernegosiasi.

    Atau caranya harus selalu melalui perantara seperti bank dan perusahaan manajer investasi? Jika melalui manajer investasi, seperti apa prosedur umumnya?

    Terima kasih

  494. Rudiyanto
    February 1st, 2017 at 15:54 | #505

    @Galang
    Salam Pak Galang,

    Untuk pembelian obligasi pemerintah, memang hanya bisa dilakukan melalui agen penjual seperti bank dan sekuritas yang terdaftar.

    Anda memang bisa menghubungi pemilik obligasi pemerintah secara pribadi dan bernegosiasi. Namun untuk proses transaksinya tetap harus melalui bank dan perusahaan sekuritas.

    Untuk Manajer Investasi, izinya hanya berbentuk pengelolaan dana. Jadi anda bisa membeli reksa dana yang ada isi obligasi pemerintahnya. Namun kalau mau beli obligasinya langsung tidak bisa.

    Untuk prosedurnya, saran saya anda bisa coba menghubungi :

    Panin Sekuritas Kantor Pusat
    Gedung Bursa Efek Indonesia , Tower II Suite 1705
    Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
    Jakarta Selatan 12190, Indonesia
    Tel.: (62-21) 515 3055 – (62-21) 2977 3600
    Fax: (62-21) 515 3061
    E-mail: info@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

  495. Ananda
    February 13th, 2017 at 21:39 | #506

    Pak rudiyanto saya ingin bertanya .
    Saya memiliki obligasi bank bdn tahun 88 peninggalan kakek saya dan masa berlakunya 30 tahun (valid sampai 2018 )
    Saya sudah berkonsultasi dengan pengacara . Namun pihak bank mandiri mengelak dan mengatakan mungkin itu palsu dikarenakan uang dalam obligasi cukup besar .
    Karena ayahanda pak rudiyanto sudah pernah mengurusi obligasi bank bdn . saya ingin menanyakan , apakah ayahanda bapak mengalami kesulitan yang sama ?
    Terimakasih

  496. Rudiyanto
  497. rofano
    February 20th, 2017 at 10:49 | #508

    Pak Rudiyanto

    tahun lalu saya tertarik dengan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh , oktober 2016 saya investkan dana saya di produk Panin Dana Infrastuktur Bertumbuh hanya dari pantauan saya tiap bulan mengapa dana saya tidak bertumbuh di produk ini ? cendrung warna merah dan turun terus

    Boleh tolong dijelaskan kenapa seperti ini Pak?
    asumsi saya dengan pemerintahan Jokowi banyak bangun dan perbaiki infrastruktur harapan saya produk ini melejit naik bertambah dan warna hijau terus namun yang terjadi justru sebaliknya erah terus

    saya akan liat sampai 6 bulan ( artinya akhir maret ) jika masih merah dan turun terus apakah layak tetap dipertahankan Pak ?

    mohon advise nya

  498. Rudiyanto
    February 21st, 2017 at 00:22 | #509

    @rofano
    Selamat malam pak Rofano,

    Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaannya kepada Panin Asset Management.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda mengenai kinerja reksa dana, perkenankan saya jelas sedikit mengenai cara kerja reksa dana.

    Setiap reksa dana saham memiliki karakteristik pengelolaan tersendiri seperti Panin Dana Maksima yang memilih saham dengan pendekatan value investing, Panin Dana Prima yang lebih aktif dalam bertransaksi dan berpindah sektor dan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh yang fokus pada sektor berkaitan dengan infrastruktur.

    Namun apapun gaya pengelolaannya, reksa dana saham baru bisa naik jika harga saham yang dibelinya ikut naik. Bedanya, misalkan saham secara umum, dalam hal ini IHSG naik (misalkan) 10%, dengan gaya masing-masing ada yang bisa dapat di atas 10%, ada juga yang ternyata pilihan saham atau strategi jual belinya kurang tepat sehingga dapatnya dibawah 10%.

    Harga saham sendiri bisa naik atau turun tergantung pada fundamental dan sentimen. Dari sisi fundamental misalkan jika saat ini banyak pembangunan dan perbaikan infrastruktur, maka perusahaan yang mendapat proyek tersebut dan perusahaan terkait seperti bank yang meminjamkan dananya akan mengalami kenaikan omset dan laba bersih.

    Dari sisi sentimen, meskipun fundamental perusahaan bagus, namun karena ada gejolak seperti Donald Trump yang terpilih sebagai Presiden AS yang di luar dugaan banyak orang, Pilkada dalam negeri yang sepanas Pilpres, menyebabkan investor lokal dan luar negeri menjadi kurang nyaman.

    Kombinasi dari kedua faktor tersebut yang menyebabkan perubahan pada harga saham sehari-hari.

    Berikut ini adalah grafik perbandingan Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh dan IHSG periode Oktober 2016 – Februari 2017. (Klik Link) http://wp.me/a3VhLk-1JG atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2017/02/Screen-Shot-2017-02-20-at-11.50.09-PM.png

    Sejak Oktober 2016, faktor ketidakpastian politik ternyata lebih mendominasi dibandingkan kinerja fundamental. Alhasil kinerja IHSG pada periode tersebut juga masih negatif, begitu pula kinerja reksa dana.

    Dalam kondisi IHSG negatif, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan tingkat return yang positif.

    Untuk itu, tanpa bermaksud membela, saya sangat memahami bahwa yang penting bagi investor seperti pak Rofano adalah keuntungan. Namun dalam kondisi IHSG secara umum yang turun, adalah sangat sulit bagi reksa dana untuk menghasilkan keuntungan. Yang bisa dia lakukan adalah menjaga agar tingkat penurunannya tidak sedalam IHSG. Syukur2 jika bisa agak positif.

    Untuk menjawab pertanyaan bapak apakah sebaiknya tetap dipertahankan atau tidak, yang bisa saya sarankan :

    1. Jika memang IHSG sedang turun, sebaik apapun kinerja reksa dana tetap akan ikut turun. Walaupun sebagai investor kita tidak suka dengan yang namanya penurunan, namun hal ini adalah risiko yang memang harus kita hadapi.

    Investasi saham pada dasarnya adalah investasi jangka panjang, untuk itu perlu diberikan waktu yang cukup agar kinerja bisa berkembang dengan baik. Berapa lama? Idealnya di atas 5 tahun.

    2. Apabila kita tidak merasa nyaman dengan risiko tersebut, dalam artian kita mengharapkan 6 bulan harus untung, apapun kondisinya, mungkin reksa dana saham bukan jenis yang sesuai. Bisa memilih reksa dana yang lebih konservatif seperti campuran, pendapatan tetap dan pasar uang.

    3. Apabila kita bisa menerima risiko tersebut, maka keputusan untuk mempertahankan atau tidak suatu reksa dana adalah membandingkan kinerja reksa dana dengan indeks yang sebanding. Misalkan untuk reksa dana saham kita bandingkan dengan IHSG. Jika IHSG +10, reksa dana kita bisa +10 atau bahkan lebih, maka ada baiknya dipertahankan.

    Namun jika IHSG +10, ternyata kinerja reksa dana kita kurang dari itu, tinggal seberapa lama kita mau memberikan kesempatan kepada manajer investasi. Misalkan ternyata dalam 6 bulan atau 1 tahun ke depan, masih tetap kalah maka ada baiknya kita alihkan ke reksa dana lain yang menurut kita lebih baik.

    Kalah dengan IHSG tidak berarti harus return negatif atau merah seperti istilah anda. Bisa juga IHSG naik 20%, reksa dana kita hanya naik 10%. Walaupun untung 10%, tetap dianggap tidak baik karena kalah dengan reksa dana sejenis. Hanya saja, kita perlu memberikan waktu yang cukup. Menurut saya minimal 1-2 tahun, tapi saya serahkan kepada masing-masing orang.

    Untuk melihat kinerja reksa dana Panin AM dibandingkan indeks bisa dilihat di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx (anda bisa melihat kinerja periode yang diinginkan)

    4. Alternatifnya, anda bisa mengurangi risiko dengan cara melakukan timing pasar. Artinya anda masuk ketika IHSG secara valuasi murah. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan harga yang relatif lebih rendah. Atau jika kesulitan untuk mencari kapan waktu yang tepat, bisa dilakukan dengan investasi secara berkala setiap bulan.

    Pada akhirnya mau melihat sampai akhir Maret, akhir tahun, atau berapapun periode ke depan, sepenuhnya adalah hak anda sebagai seorang investor reksa dana. Jikalau ternyata sampai pada periode tersebut ternyata kinerja reksa dana masih belum memuaskan bagi anda, adalah hak pak Rofano juga untuk mencairkan.

    Saya mohon maaf apabila ternyata pada periode investasi anda, kinerjanya belum terlalu memuaskan. Semoga di periode ke depan, kinerja IHSG bisa membaik dan diikuti oleh kinerja reksa dana.

    Demikian saran dari saya, semoga bermanfaat

  499. rofano
    February 22nd, 2017 at 13:21 | #510

    Dear Pak Rudi

    terima kasih untuk penjelasannya , saya akan keep Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh karena tujuan saya menabung untuk jangka panjang dan saya optimis Indonesia pasti jadi lebih baik dengan usaha pemerintahan Jokowi .

  500. Rudiyanto
    March 3rd, 2017 at 13:11 | #511

    @rofano
    Salam Pak Rofano,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Semoga bisa terbalas dengan kinerja yang memuaskan di periode mendatang.

  501. March 4th, 2017 at 00:42 | #512

    Dear pak Rudi.

    Saya menyukai tulisan tulisan bapak selama ini, dan saya memiliki beberapa rencana investasi, saat ini saya sudah berinvestasi dalam bentuk rumah dari rumah saya mendapat sewa
    rp 30jt/thn, dan sebuah apartemen disewakan Rp 40 jt/thn, saya memiliki ORi senilai Rp 755 jt imbal hasil senilai Rp 44 jt/th ,usia saya 40 thn Ada rencana pensiun 10 tahun lagi saya ingin 10 tahun lagi ingin mendapatkan uang pensiun kurang lebih 25 jt/perbln dan saat ini saya masih bekerja dari gaji Setelah di potong biaya hidup saya masih bisa menabung senilai rp 130 jt/pertahun minim, saat ini tanggungan saya hanyalah hutang apartemen senilai Rp 94 jt di bank Niaga dimana perbulan angsuran saya Rp 1,335.000′-selama 9 thn lagi sampai saat ini saya tidak lunasi karena sertifikat belum jadi dari developer, saya lagi berpikir untuk pendapatan saya dari ORi,rumah ,sewa apartemen dan gaji setiap tahunnya ingin saya investasikan ke reksadana dan beli saham, kira kira reksadana apa yang cocok dan juga investasi saham yang cocok, atau adakah saran lain dari bapak untuk mencapai target 25 jt/perbln atau bahkan mungkin lebih untuk pensiun saya 10 tahun kedepan, terima kasih sebelúmnya

  502. Rudiyanto
    March 5th, 2017 at 22:46 | #513

    @Santi
    Selamat malam ibu Santi,

    Terima atas apresiasinya terhadap blog ini.

    Melihat dari kondisi keuangan anda, sebetulnya bisa dikatakan sangat bagus. Dari pendapatan ORI, sewa Rumah dan Apartemen anda mendapatkan passive income Rp 114 juta setahun. Namun harus diingat, bahwa yang namanya pendapatan sewa merupakan objek pajak Pph final dengan tarif 10%.

    Jadi dari Rp 70 juta penghasilan sewa yang anda terima, sebagai warga negara yang baik anda perlu melaporkannya sebagai penghasilan dan terkena pajak Rp 7 juta.

    Dengan asumsi anda bayar pajak, maka total pendapatan tahunan anda yang bisa diinvestasikan adalah Rp 107 juta + Rp 130 juta = Rp 237 juta. Angka yang sangat besar menurut saya bahkan untuk ukuran kota besar di Indonesia.

    Sampai disini saya bisa ucapkan selamat karena selain pengelolaan keuangan yang bagus, anda pasti juga seorang high achiever karena memiliki penghasilan yang sangat bagus dari tempat anda bekerja saat ini.

    Untuk memaksimalkan uang yang pendapatan yang sudah, untuk porsi dana yang ada di ORI, apabila sudah jatuh tempo, bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di Panin Dana Likuid. Sebagai informasi, memang tingkat returnnya bervariasi. Dengan asumsi dana yang sama yaitu Rp 755 juta, kurang lebih bisa mendapatkan :
    Tahun 2013 – 5.50% : Rp 41.52 juta
    Tahun 2014 – 5.72% : Rp 43.16 juta
    Tahun 2015 – 6.57% : Rp 49.60 juta
    Tahun 2016 – 6.24% : Rp 47.12 juta

    Untuk perkiraan ke depan, seharusnya akan berkisar antara 5.5% – 6% dalam jangka panjang meskipun tidak ada jaminan kepastian. Dalam angka, kurang lebih setara dengan Rp 41.52 juta – Rp 45.3 juta.

    Risiko untuk reksa dana pasar uang dalam hal ini Panin Dana Likuid sangat kecil walaupun tetap ada. Kelebihannya bisa dicairkan kapan saja dan sangat mudah jika mau dialihkan ke reksa dana jenis lain. Selain itu secara perpajakan juga mudah karena masuk kategori bukan objek pajak. Untuk ORI memang sudah final tapi tetap harus dilaporkan.

    Untuk perhitungan pensiun anda saya buat secara sederhana.
    Kebutuhan pensiun Rp 25 juta = Rp 300 juta per tahun.
    Dengan inflasi 6% per tahun, maka pada tahun ke 10 setara dengan Rp 537 juta per tahun.
    Dengan asumsi masa pensiun 20 tahun maka Rp 537 juta x 25 = Rp 10.74 M
    Angka ini menjadi kebutuhan pensiun. Mengapa tidak diperhitungkan inflasi lagi?

    Saya asumsikan anda sudah mendapatkan dana pensiun dari kantor dan atau pencairan JHT dari iuran BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini sudah ditabung. Dengan demikian, kenaikan biaya hidup setelah pensiun saya anggap dipenuhi dari situ. Referensi : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/11/17/mempersiapkan-pensiun-via-dplk-atau-reksa-dana-langsung/

    Jika mau detail dengan memperhitungkan inflasi, anda bisa mencoba menggunakanhttp://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/21/perencanaan-investasi-dengan-reksa-dana-do-it-yourself/

    Kemudian anda berencana mempersiapkan pensiun dengan pendapatan Rp 237 juta per tahun atau hampir Rp 20 juta per bulan. Tepatnya Rp 19.750.000. Dengan pendekatan paling konservatif, misalkan jumlah dana tersebut diinvestasi ke reksa dana yang paling aman yaitu Panin Dana Likuid dengan asumsi 6% maka setelah 10 tahun kurang lebih akan menjadi Rp 3.2 M

    Kemudian jika tingkat risiko ditingkatkan dengan mengambil risiko yang lebih agresif mulai dari pendapatan tetap, campuran dan saham adalah sebagai berikut :
    RD Pendapatan Tetap asumsi 8% = Rp 3.6 M
    RD Campuran asumsi 12% = Rp 4.58 M
    RD Saham asumsi 17% = Rp 6.2 M

    Angka ini ternyata masih belum cukup bagi anda untuk pensiun 10 tahun mendatang karena dengan saham sekalipun, itu hanya sekitar 60% dari kebutuhan pensiun yang sebesar Rp 10.74 M
    Dengan asumsi 17%, diperlukan investasi sekitar 36-37 juta per bulan.

    Mengapa bisa demikian?
    Hal ini disebabkan karena pensiunnya mau 10 tahun lagi, sementara untuk masa pensiun saya asumsikan 20 tahun (usia harapan hidup hingga 70). Jadi ibaratnya menabung 10 tahun untuk dipakai 20 tahun memang berat.

    Ada beberapa alternatif yang bisa saya sarankan :
    1. Lifestyle diturunkan jadi 15 juta per bulan. Dengan skenario ini, harusnya total kebutuhan akan berkisar antara 6.4 M sehingga dengan investasi reksa dana saham cukup
    2. Pensiunnya dimundurkan 5 tahun. Karena usia pensiun pada umumnya adalah 55 atau 56 tahun. Dengan demikian, masa persiapannya 15 tahun dan kebutuhan pensiunnya juga 15 tahun. Dengan skenario ini, nilai kebutuhan pensiun akan menjadi Rp 10.78 M
    Sementara hasil dari berinvestasi Rp 19.750.000 per bulan akan menghasilkan :
    RD Pasar Uang = Rp 5.7 M
    RD Pendapatan Tetap = Rp 6.9 M
    RD Campuran = Rp 9.9 M
    RD Saham = Rp 16.37 M

    Dengan memundurkan waktu pensiun anda bisa berinvestasi pada reksa dana campuran. Atau mengambil risiko dengan berinvestasi di reksa dana saham, tapi tidak sampai 15 tahun. Mungkin sekitar 10 tahun sudah bisa.

    Namun tentu saja, yang namanya investasi tidak ada kepastian. Asumsi 17% yang dipergunakan di atas juga bukan merupakan jaminan bisa dicapai oleh reksa dana. Pada tahun-tahun yang bagus, angka ini bisa dicapai atau dilewati dengan mudah, tapi pada tahun yang kurang bagus, bukan hanya tidak tercapai tapi bisa juga rugi.

    Jadi bisa didiversikasikan antara reksa dana saham dengan campuran, atau jika mau cari aman, bisa juga dengan reksa dana campuran. Atau bisa juga kombinasi antara reksa dana saham dengan pendapatan tetap atau pasar uang.

    Untuk detailnya, memang perlu didiskusikan dengan perencana keuangan atau tenaga marketing yang bisa membantu melakukan perencanaan keuangan.

    Demikian tanggapan dari saya, semoga bermanfaat

 


%d bloggers like this: