Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. Rudiyanto
    September 5th, 2017 at 14:57 | #1

    @nyx
    Salam pak Nyx,

    Untuk keperluan diversifikasi, memang bisa melakukan pembagian ke beberapa produk termasuk yang ada di global.

    Perihal buku yang anda baca, memang ditulis oleh penulis yang mungkin di negaranya sangat memungkinkan untuk melakukan investasi ke berbagai negara. Jadi di sana sangat umum untuk investasi yang bersifat global.

    Perihal mengapa Panin AM belum mengeluarkan, pada waktu itu kita memang mau lebih berfokus di dalam negeri dan masih mempelajari peluang investasi di luar negeri. Selain itu, adanya kewajiban harus Syariah membuat perusahaan yang bisa menjadi tujuan investasi menjadi lebih terbatas.

    Saat ini, dalam pengetahuan saya, sedang ada kajian untuk menerbitkan peraturan baru reksa dana efek global namun untuk yang umum, dengan demikian instrumen yang bisa menjadi tujuan investasi lebih banyak. Pada saat itu, ada kemungkinan Panin AM bisa menerbitkan instrumen global.

    Kalau perihal bagus atau tidak tergantung timing juga ya. Kalau pas kinerja saham di Singapore, Malaysia, Hong Kong, US atau negara lain yang menjadi kinerja investasi bagus, maka hasilnya akan bagus dan sebaliknya.

    Semoga bermanfaat

  2. nyx
    September 5th, 2017 at 15:11 | #2

    iya betul pak, salah 1 buku yg saya baca itu Anthony Robbins – Unshakeable
    kalau di Indonesia utk berinvestasi saham luar negeri secara langsung memang masih susah yah

    lalu 1 pertanyaan lagi pak, kalau bapak disuruh memilih saham yg dibeli untuk di hold selamanya, kira-kira bapak bakal pilih saham apaan?

    terima kasih jawabannya pak..

  3. Rudiyanto
    September 20th, 2017 at 13:25 | #3

    @nyx
    Salam pak,

    Perihal susah atau tidaknya investasi ke luar negeri itu tergantung banyaknya nol di rekening pak (sudah bukan pakai tebal dompet lagi karena orang kaya tidak simpan semua uangnya di dompet).

    Kalau sudah masuk kategori investor dengan dana siap investasi di atas USD 1 juta, rasanya tidak sulit untuk mengakses investasi dari dalam dan luar negeri. Tidak perlu mencaripun, para banker akan mendatangi anda.

    Kalau beli saham dan hold selamanya mungkin saya akan pilih saham perusahaan milik sendiri. Kalau beli saham perusahaan tbk sudah pasti akan diperjualbelikan suatu saat nanti.

    Semoga bermanfaat

  4. Arief
    September 29th, 2017 at 13:30 | #4

    Salam kenal pak rudi. Sy baru sekali ini liat blog yg isinya bermutu. Apakah bole tanya kalau lumpsum investasi itu sbenernya seperti apa? Misalnya sy punya dana di rdpu untuk full invest. Apakah sembarang saja saya cairin lgs beli ga usa liat 10-20 thn atau sperti apa? Selama ini dana dr rdpu sy cairin sedikit2 saat saya liat ada peluang masuk saham yang bagus atau kalau dana rdpu sudah besar sy cairin sedikit2 untuk beli saham. Sy cairin sedikit2 mengingat ihsg lg cenderung tingi2nya. Andai anjlok pasti sy beli semua. Apa cr sy tms lump sum ato gmn ya?

  5. Rudiyanto
    October 2nd, 2017 at 04:35 | #5

    @Arief
    Salam pak Aries,

    Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya ke blog ini.

    Yang dimaksud dengan lump sum adalah investasi yang dilakukan sekaligus. Investasinya bisa dilakukan ke jenis reksa dana apa saja, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

    Yang anda lakukan sekarang menurut saya mendekati yang disebut dengan cost averaging. Hanya saja, waktu pembeliannya tidak dilakukan secara terjadwal tapi berdasarkan analisa anda. Cara ini juga ok sepanjang anda memiliki waktu untuk memantau dan analisa.

    Kalau dirasakan waktu dan keahlian untuk analisa kurang, maka bisa dibuat secara berkala misalkan setiap tanggal berapa setiap bulan.

    Semoga bermanfaat

  6. Anas
    October 3rd, 2017 at 09:54 | #6

    Selamat pagi Pak Rudi.
    Maaf, saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan peraturan investasi pasar modal. Yang saya tahu dulu ada syarat tatap muka sebelum buka akun investasi pasar modal (akun virtual reksa dana termasuk juga?).

    Lalu suatu hari saya menemukan menu “bukareksa” disalah satu situs e-commerce. Apakah ini termasuk virtual account?

    Diakui, memang aktivitas sehari-hari banyak yg bergeser ke dalam jaringan (online). Apakah syarat buka akun reksa dana sekarang lebih mudah tanpa perlu tatap muka?

    Terimakasih atas perhatiannya

  7. Rudiyanto
    October 13th, 2017 at 15:57 | #7

    @Anas
    Selamat sore pak Anas,

    Berdasarkan peraturan OJK Nomor 12 tahun 2017 Tentang APU PPT, pasal 17 ayat 4

    4) Proses verifikasi melalui pertemuan langsung (face to face) sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikecualikan dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. verifikasi dilakukan melalui proses dan sarana elektronik milik PJK dan/atau milik Calon Nasabah; dan
    b. verifikasi wajib memanfaatkan data kependudukan yang memenuhi 2 (dua) faktor otentikasi.

    Semoga bisa menjadi referensi.

    Terima kasih

  8. Terry Atmajaya
    October 17th, 2017 at 15:04 | #8

    Dear Pak Rudi,

    Pak, saya mau tanya. untuk menganalisa saham sektor konstruksi dan properti parameternya apa aja ya? kebanyakan mereka kan punya hutang di bank tuh, pinjem sana sini. selama ini saya analisanya pake metode Rule #1. cuma free cash flow sama rasio hutang jangka panjang thd current fress cash flownya pada hancur. saya masih newbie pak. hehe. mohon penjelasanya.

    terima kasih

  9. Rudiyanto
    October 31st, 2017 at 14:24 | #9

    @Terry Atmajaya
    Selamat siang pak Terry,

    Secara prinsip, perusahaan jasa seperti perusahaan keuangan dan konstruksi memiliki struktur laporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan berbasis barang seperti pabrik, tambang dan sebagainya. Perusahaan jasa dan barang, berbeda lagi dengan perusahaan properti yang asetnya berbasis pada land bank (tanah) yang dimilikinya dan pendapatan yang terbagi atas marketing sales dan accounting sales (penjualan yang dilakukan selama masa pembangunan belum berlangsung, tidak bisa dibukukan).

    Perbedaan mulai dari aset fisik, besaran hutang, dan tentu analisa fundamentalnya. Memang metode Net Present Value dari dari cashflow cukup umum, namun saran saya anda bisa mencoba melihat riset2 saham yang ada untuk kategori perusahaan tersebut.

    Bisa menggunakan metode Cash Flow atau yang lebih sederhana seperti PBV dan PE.

    Semoga bermanfaat

  10. dendy
    November 30th, 2017 at 08:38 | #10

    mohon info kontak bapak, perusahaan kami rencana akan melakukan PUB.

  11. Rudiyanto
    December 5th, 2017 at 11:27 | #11

    @dendy
    Salam pak Dendy,

    Maaf baru respon sekarang. Anda bisa menghubungi saya di rudiyanto@panin-am.co.id, nanti akan saya hubungkan dengan rekan kerja saya di Panin Sekuritas yang dapat membantu proses penerbitan obligasi.

    Terima kasih

  12. fisa
    December 5th, 2017 at 14:09 | #12

    Assalamu’alaikum pak, maaf mau tanya pak. bagaimana cara menghitung book to market equity dari reksa dana saham pak? dan bagaimana cara mencari closing price reksa dana saham? terimaksih

  13. Rudiyanto
    December 18th, 2017 at 00:14 | #13

    @fisa
    Selamat malam ibu Fisa,

    Sepertinya rasio yang anda sebut itu tidak relevan untuk reksa dana saham. Coba pahami dulu bedanya saham dengan reksa dana saham sebelum melanjutkan penelitian anda.

    Terima kasih

  14. Syarah
    December 20th, 2017 at 08:55 | #14

    Assalamualaikum Pak Rudi,

    Pak, mohon sarannya. Saya mempunyai gaji 1jt untuk investasi. saya berpikir untuk menginvestasikannya di reksadana. untuk pemula seperti saya, reksadana apa yang cocok dan bagaimana cara berinvestasi di reksadana?

    Terima Kasih sebelumnya Pak Rudi. Sehat trus untuk Bapak.

  15. January 25th, 2018 at 14:45 | #15

    siang pak, saya mahasiswi dari universitas 45 saya sedang menyusun skripsi mengenai return obligasi namun belum menemukan artikel mengenai return obligasi. mohon bantuannya pak terimakasih

  16. ivy
    January 26th, 2018 at 11:10 | #16

    Siang Pak , saya mau tanya tentang pembelian reksadana . Apakah pembelian reksadana dikenakan pajak? Adakah aturan mengenai hal tersebut ? Saya pernah membeli reksadana di bank
    swasta dan pembelian tersebut tidak dikenakan pajak. baru baru ini saya ingin mengajukan pembelian reksadana di Bank C dan penjelasan seorang managernya memberitahukan saya bahwa pembelian reksadana saya dikenakan pajak sebesar 10 %. jadi misalkan reksadana bernilai
    Rp 500.000 fee 1% dan pajak atas fee sebesar 10%. jadi total yang harus saya bayar sebesar Rp 555.000. Apakah pembelian reksadana setiap bank berbeda?
    Mohon Penjelasannya.
    Terima Kasih

  17. Rudiyanto
    January 26th, 2018 at 12:04 | #17

    @tsumairotunnafia
    Selamat siang Ibu Tsuma,

    Bisa di cari pada bagian ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Semoga bermanfaat

  18. Rudiyanto
    January 26th, 2018 at 12:16 | #18

    @ivy
    Selamat siang Ibu Ivy,

    Terkait perpajakan reksa dana bisa anda baca di https://reksadanauntukpemula.com/2016/01/09/apakah-keuntungan-investasi-reksa-dana-kena-pajak/ dan jika berinvestasi di Panin Asset Management bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2017/03/19/fitur-laporan-pajak-untuk-reksa-dana-panin-am/

    Meski demikian, dalam reksa dana juga ada yang namanya PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Namun sepertinya penjelasan yang diberikan kurang tepat. PPN untuk reksa dana kurang lebih seperti ini :

    Misalkan anda beli reksa dana saham Panin Dana Maksima secara autodebet sebesar Rp 500.000 per bulan maka dikenakan fee 1% per transaksi atau sebesar Rp 5000. Sehingga total yang anda siapkan di tabungan adalah Rp 505.000

    Sementara jika anda beli Panin Dana Likuid Syariah (jenis pasar uang) yang tidak ada fee pembelian dan penjualan sebesar Rp 500.000, maka cukup transfer Rp 500.000 saja.

    Reksa dana sendiri bukan objek pajak, tapi biaya pembelian reksa dana tersebut merupakan objek pajak.

    Jadi jika ada biaya Rp 5000 maka akan dikenakan PPn sebesar 10% atau Rp 500.

    Terhadap PPn tersebut, tergantung perlakuan dari manajer investasi atau agen penjualnya. Jika di Panin AM, PPN tersebut ditanggung oleh manajer investasi sehingga biaya Rp 5000 sudah include PPn.

    Namun di bank setahu saya, meskipun tidak semuanya, PPn dibebankan ke nasabah. Anda harus mentransfer Rp 505.500 dengan perincian Rp 500.000 untuk investasi, 5000 untuk biaya dan 500 untuk Ppn atas biaya.

    Semoga bermanfaat

Comment pages
1 25 26 27 2579

 


%d bloggers like this: