Forum Diskusi

February 14th, 2013 Leave a comment Go to comments

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

  1. March 4th, 2017 at 00:42 | #1

    Dear pak Rudi.

    Saya menyukai tulisan tulisan bapak selama ini, dan saya memiliki beberapa rencana investasi, saat ini saya sudah berinvestasi dalam bentuk rumah dari rumah saya mendapat sewa
    rp 30jt/thn, dan sebuah apartemen disewakan Rp 40 jt/thn, saya memiliki ORi senilai Rp 755 jt imbal hasil senilai Rp 44 jt/th ,usia saya 40 thn Ada rencana pensiun 10 tahun lagi saya ingin 10 tahun lagi ingin mendapatkan uang pensiun kurang lebih 25 jt/perbln dan saat ini saya masih bekerja dari gaji Setelah di potong biaya hidup saya masih bisa menabung senilai rp 130 jt/pertahun minim, saat ini tanggungan saya hanyalah hutang apartemen senilai Rp 94 jt di bank Niaga dimana perbulan angsuran saya Rp 1,335.000′-selama 9 thn lagi sampai saat ini saya tidak lunasi karena sertifikat belum jadi dari developer, saya lagi berpikir untuk pendapatan saya dari ORi,rumah ,sewa apartemen dan gaji setiap tahunnya ingin saya investasikan ke reksadana dan beli saham, kira kira reksadana apa yang cocok dan juga investasi saham yang cocok, atau adakah saran lain dari bapak untuk mencapai target 25 jt/perbln atau bahkan mungkin lebih untuk pensiun saya 10 tahun kedepan, terima kasih sebel├║mnya

  2. Rudiyanto
    March 5th, 2017 at 22:46 | #2

    @Santi
    Selamat malam ibu Santi,

    Terima atas apresiasinya terhadap blog ini.

    Melihat dari kondisi keuangan anda, sebetulnya bisa dikatakan sangat bagus. Dari pendapatan ORI, sewa Rumah dan Apartemen anda mendapatkan passive income Rp 114 juta setahun. Namun harus diingat, bahwa yang namanya pendapatan sewa merupakan objek pajak Pph final dengan tarif 10%.

    Jadi dari Rp 70 juta penghasilan sewa yang anda terima, sebagai warga negara yang baik anda perlu melaporkannya sebagai penghasilan dan terkena pajak Rp 7 juta.

    Dengan asumsi anda bayar pajak, maka total pendapatan tahunan anda yang bisa diinvestasikan adalah Rp 107 juta + Rp 130 juta = Rp 237 juta. Angka yang sangat besar menurut saya bahkan untuk ukuran kota besar di Indonesia.

    Sampai disini saya bisa ucapkan selamat karena selain pengelolaan keuangan yang bagus, anda pasti juga seorang high achiever karena memiliki penghasilan yang sangat bagus dari tempat anda bekerja saat ini.

    Untuk memaksimalkan uang yang pendapatan yang sudah, untuk porsi dana yang ada di ORI, apabila sudah jatuh tempo, bisa dipertimbangkan untuk ditempatkan di Panin Dana Likuid. Sebagai informasi, memang tingkat returnnya bervariasi. Dengan asumsi dana yang sama yaitu Rp 755 juta, kurang lebih bisa mendapatkan :
    Tahun 2013 – 5.50% : Rp 41.52 juta
    Tahun 2014 – 5.72% : Rp 43.16 juta
    Tahun 2015 – 6.57% : Rp 49.60 juta
    Tahun 2016 – 6.24% : Rp 47.12 juta

    Untuk perkiraan ke depan, seharusnya akan berkisar antara 5.5% – 6% dalam jangka panjang meskipun tidak ada jaminan kepastian. Dalam angka, kurang lebih setara dengan Rp 41.52 juta – Rp 45.3 juta.

    Risiko untuk reksa dana pasar uang dalam hal ini Panin Dana Likuid sangat kecil walaupun tetap ada. Kelebihannya bisa dicairkan kapan saja dan sangat mudah jika mau dialihkan ke reksa dana jenis lain. Selain itu secara perpajakan juga mudah karena masuk kategori bukan objek pajak. Untuk ORI memang sudah final tapi tetap harus dilaporkan.

    Untuk perhitungan pensiun anda saya buat secara sederhana.
    Kebutuhan pensiun Rp 25 juta = Rp 300 juta per tahun.
    Dengan inflasi 6% per tahun, maka pada tahun ke 10 setara dengan Rp 537 juta per tahun.
    Dengan asumsi masa pensiun 20 tahun maka Rp 537 juta x 25 = Rp 10.74 M
    Angka ini menjadi kebutuhan pensiun. Mengapa tidak diperhitungkan inflasi lagi?

    Saya asumsikan anda sudah mendapatkan dana pensiun dari kantor dan atau pencairan JHT dari iuran BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini sudah ditabung. Dengan demikian, kenaikan biaya hidup setelah pensiun saya anggap dipenuhi dari situ. Referensi : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/11/17/mempersiapkan-pensiun-via-dplk-atau-reksa-dana-langsung/

    Jika mau detail dengan memperhitungkan inflasi, anda bisa mencoba menggunakanhttp://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/04/21/perencanaan-investasi-dengan-reksa-dana-do-it-yourself/

    Kemudian anda berencana mempersiapkan pensiun dengan pendapatan Rp 237 juta per tahun atau hampir Rp 20 juta per bulan. Tepatnya Rp 19.750.000. Dengan pendekatan paling konservatif, misalkan jumlah dana tersebut diinvestasi ke reksa dana yang paling aman yaitu Panin Dana Likuid dengan asumsi 6% maka setelah 10 tahun kurang lebih akan menjadi Rp 3.2 M

    Kemudian jika tingkat risiko ditingkatkan dengan mengambil risiko yang lebih agresif mulai dari pendapatan tetap, campuran dan saham adalah sebagai berikut :
    RD Pendapatan Tetap asumsi 8% = Rp 3.6 M
    RD Campuran asumsi 12% = Rp 4.58 M
    RD Saham asumsi 17% = Rp 6.2 M

    Angka ini ternyata masih belum cukup bagi anda untuk pensiun 10 tahun mendatang karena dengan saham sekalipun, itu hanya sekitar 60% dari kebutuhan pensiun yang sebesar Rp 10.74 M
    Dengan asumsi 17%, diperlukan investasi sekitar 36-37 juta per bulan.

    Mengapa bisa demikian?
    Hal ini disebabkan karena pensiunnya mau 10 tahun lagi, sementara untuk masa pensiun saya asumsikan 20 tahun (usia harapan hidup hingga 70). Jadi ibaratnya menabung 10 tahun untuk dipakai 20 tahun memang berat.

    Ada beberapa alternatif yang bisa saya sarankan :
    1. Lifestyle diturunkan jadi 15 juta per bulan. Dengan skenario ini, harusnya total kebutuhan akan berkisar antara 6.4 M sehingga dengan investasi reksa dana saham cukup
    2. Pensiunnya dimundurkan 5 tahun. Karena usia pensiun pada umumnya adalah 55 atau 56 tahun. Dengan demikian, masa persiapannya 15 tahun dan kebutuhan pensiunnya juga 15 tahun. Dengan skenario ini, nilai kebutuhan pensiun akan menjadi Rp 10.78 M
    Sementara hasil dari berinvestasi Rp 19.750.000 per bulan akan menghasilkan :
    RD Pasar Uang = Rp 5.7 M
    RD Pendapatan Tetap = Rp 6.9 M
    RD Campuran = Rp 9.9 M
    RD Saham = Rp 16.37 M

    Dengan memundurkan waktu pensiun anda bisa berinvestasi pada reksa dana campuran. Atau mengambil risiko dengan berinvestasi di reksa dana saham, tapi tidak sampai 15 tahun. Mungkin sekitar 10 tahun sudah bisa.

    Namun tentu saja, yang namanya investasi tidak ada kepastian. Asumsi 17% yang dipergunakan di atas juga bukan merupakan jaminan bisa dicapai oleh reksa dana. Pada tahun-tahun yang bagus, angka ini bisa dicapai atau dilewati dengan mudah, tapi pada tahun yang kurang bagus, bukan hanya tidak tercapai tapi bisa juga rugi.

    Jadi bisa didiversikasikan antara reksa dana saham dengan campuran, atau jika mau cari aman, bisa juga dengan reksa dana campuran. Atau bisa juga kombinasi antara reksa dana saham dengan pendapatan tetap atau pasar uang.

    Untuk detailnya, memang perlu didiskusikan dengan perencana keuangan atau tenaga marketing yang bisa membantu melakukan perencanaan keuangan.

    Demikian tanggapan dari saya, semoga bermanfaat

  3. Echa Kartika
    April 19th, 2017 at 16:25 | #3

    selamat sore pak Rudiyanto… saya mahasiswa tingkat akhir dan kebetulan mendapatkan dosbing yang sangat detail, saya harus mencantumkan sumber utama pada skripsi saya, apakah bapak mengetahui tentang link-link atau aplikasi untuk membaca dan mendapatkan buku online tentang, akuntansi, audit dan PSAK lengka di seluruh dunia kalau bisa??? soalny untuk ke perpustakaan saya sedikit putus asa karena selalu tidak ada. saya sudah mencari lewat internet tapi tetap tidak ada…hanya toko online… yang saya butuhkan seperti perpustakaan online ..berbayar keanggotaanpun tdk apa-apa yg pntg sy bisa membaca online semua buku yang saya butuhkan. terima kasih, mohon bantuannya pak.

  4. Rudiyanto
    April 25th, 2017 at 00:57 | #4

    @Echa Kartika
    Selamat malam Ibu Echa,

    Mohon maaf sekali saya tidak ahli tentang topik yang anda tanyakan maupun dasar teorinya yang terkait. Rasanya kalau mau mencari secara online, apalagi acuan buku online seperti rasanya pasti ada. Mungkin mencarinya bisa lebih maksimal lagi.

    Semoga bermanfaat dan sukses dengan tugas akhirnya.

  5. Novi
    May 19th, 2017 at 21:59 | #5

    Selamat malam pak, kalau saya ingin menanyakan soal strategi pemasaran produk reksadana syariah di panin-am kepada bapak, apakah bisa?

  6. Rudiyanto
    May 22nd, 2017 at 02:38 | #6

    @Novi
    Selamat malam Ibu Novi,

    Boleh tahu, pertanyaan ini dalam kapasitas sebagai apa dan tujuannya untuk apa?

  7. annisa
    June 5th, 2017 at 17:57 | #7

    Selamat sore pak, saya ingin bertanya. Apa saja kelemahan dari Metode M-square dan informantion ratio? Terimakasih, pak

  8. Rudiyanto
    June 9th, 2017 at 18:22 | #8

    @annisa
    Selamat sore Ibu Annisa,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan dengan dosen pembimbing atau membaca buku teorinya.

    Terima kasih

Comment pages
1 4 5 6 2579

 


%d bloggers like this: