Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Efek Penguatan Dolar Terhadap Emas, Properti dan Reksa Dana (1)

September 18th, 2013 5 comments

Akhir-akhir ini saya sering keliling ke beberapa tempat membawakan seminar dengan topik Emas, Properti dan Reksa Dana. Mumpung sering dipakai, saya gunakan sekali lagi dalam artikel terbaru dalam posting kali ini. Bedanya hanya saya tambahkan kata Efek Penguatan Dolar di depannya saja.

Kata Penguatan Dollar tersebut juga sebenarnya masih dalam statuisasi perdebatan. Hal ini karena ada sebagian yang berpendapat bahwa Rupiah tidak sedang mengalami pelemahan, akan tetapi Dolar yang justru mengalami penguatan. Sebelum ada Harmonisasi pada Statuisasi penggunaan Istilah Kemakmuran Ekonomi ini, maka saya menggunakan istilah Penguatan Dollar. Mohon kondisi labil kosa kata ini bisa dimengerti oleh teman2 pembaca disini mengingat still young my age.

DollarMata uang Rupiah sendiri, jika dibandingkan dengan mata uang negara lain di Asia, merupakan mata uang dengan koreksi yang paling dalam. Jika setiap hari anda membaca koran yang isinya demikian, tentu sedikit banyak kita merasa khawatir juga. Bagaimana kira2 efeknya terhadap instrumen yang selama ini kita kenal yaitu emas, properti dan reksa dana? Saya akan mencoba membahasnya dari sudut pandang saya. Read more…

Mengenal Reksa Dana Saham “Trillion Club”

July 29th, 2013 9 comments

Sebelumnya, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, serta selamat Merayakan Hari Lebaran kepada bapak ibu sekalian yang merayakan. Semoga semua yang dimulai dengan niat baik dapat memberikan hasil yang baik pula.  Semoga setelah kembali dari cuti Lebaran kali ini, otak kita semua lebih segar dan suasana hati kita lebih tenang sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan tempat kita bekerja atau berusaha dan juga kepada Negara Republik Indonesia tercinta ini. Mohon maaf juga jika selama ini ada artikel atau komentar yang kurang berkenan.

Kembali ke tulisan, dalam investasi reksa dana, khususnya reksa dana saham, ada semacam anggapan dari para investor tentang “Ukuran” reksa dana. Dimana semakin besar jumlah dana kelolaan, maka reksa dana akan dianggap semakin “gendut” yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja karena dianggap kurang dapat memberikan return yang maksimal.

Hal tersebut sebelumnya sudah pernah saya bahas dalam riset jumlah dana kelolaan terhadap kinerja reksa dana saham tahun 2011 lalu. Hasilnya, reksa dana dengan dana kelolaan yang besar justru lebih mampu memberikan “kestabilan” dibandingkan reksa dana yang dana kelolaannya kecil. Meski demikian, reksa dana dengan dana kelolaan kecil dapat mengalahkan IHSG dengan persentase yang lebih signifikan dibandingkan reksa dana dengan dana kelolaan besar namun ketika kalah, kalahnya bisa sangat signifikan juga.

2 tahun sudah berlalu, industri reksa dana saham juga sudah jauh berkembang. Jika pada tahun 2011 yang lalu, hanya terdapat sekitar 13 reksa dana dengan dana kelolaan di atas Rp 1 Triliun, maka pada bulan Juni tahun 2013 ini, sudah ada sekitar 22 reksa dana saham. Belum termasuk 3 reksa dana saham yang akan segera bergabung dengan “Trillion club (T-Club)” karena dana kelolaanya sudah sekitar 900 milliar-an. Bagaimana dengan kinerja reksa dana T-Club ini dibandingkan rata-rata reksa dana saham pada umumnya? Read more…

Bagaimana Mengecek Legalitas Reksa Dana ?

June 17th, 2013 2 comments

Apa kabar para pembaca yang terhormat?

Hari sabtu yang lalu, saya baru saja menyelenggarakan launching buletin Panin Asset Management dan talkshow tentang reksa dana di Medan. Dari banyak event yang saya dan teman2 saya lakukan, kami menyadari keengganan orang untuk berinvestasi itu lebih didominasi oleh ketidaktahuan daripada ketidakmampuan. Sebab dengan minimum investasi Rp 250.000, tentu sudah terjangkau oleh semua kalangan.

Pertanyaan seperti

  • Apakah ini bukan judi atau spekulasi?
  • Bagaimana saya tahu ini bukan langit biru?
  • Apakah ini legal?

Masih ada di setiap kali sesi dengan para calon investor. Saya tidak menyalahkan mereka karena saya menyadari bahwa dengan bertambahnya pendapatan, maka semakin banyak orang yang memiliki kelebihan dana untuk dikembangkan. Sayangnya aksi para penipu lebih agresif dan lebih “menarik” dibandingkan investasi yang legal.

Yang paling menarik tentunya adalah ada janji tingkat keuntungan yang tetap bisa beberapa persen hingga belasan persen per bulan. Sementara investasi di reksa dana tidak. Paling banter hanya mengindikasikan, itupun hanya jenis reksa dana terproteksi saja. Akibatnya orang-orang pertama kali lebih mengenal produk yang ilegal tersebut, tertipu dan akhirnya kehilangan kepercayaan terhadap semua produk investasi.

Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini saya ingin sharing tentang bagaimana mengecek suatu investasi dalam hal ini secara spesifik reksa dana legal atau tidak. Saya juga ingin memperkenalkan hotline yang disediakn oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam hal ini sebagai regulator untuk membantu anda menjawab apakah suatu investasi legal atau tidak. Mudah2an dengan adanya saluran ini, investasi ilegal di Indonesia dapat diberantas seluruhnya.

Read more…

Apakah Investasi Syariah = Investasi Komoditas ?

May 19th, 2013 10 comments

Akhir-akhir ini topik Syariah merupakan topik yang cukup banyak dibahas di pasar modal. Selain karena timing menjelang bulan puasa, juga karena tekad dari pemerintah Indonesia untuk memajukan pasar modal Syariah. Penjelasan tentang investasi pasar modal terkait syariah sebelumnya sudah pernah saya jelaskan di Macam-macam Investasi Syariah.

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin membuktikan apakah mitos yang selama ini menyebutkan bahwa investasi syariah, khususnya saham dan reksa dana syariah identik dengan sektor komoditas (pertanian, perkebunan, dan pertambangan). Sebab, sesuai dengan prinsip syariah, perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, dan sekuritas yang mengandung unsur bunga dan ketidakpastian dalam bisnisnya tidak dapat masuk dalam kategori tersebut.

Di luar sektor tersebut, tentunya yang tersisa, logikanya adalah sektor komoditas. Apalagi Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keragaman sumber daya kekayaan alamnya. Benarkah Syariah Identik dengan Sektor Komoditas?

Read more…

Mengenal Lebih Dalam Risk and Return Investasi (4) – Quantified Risk

March 31st, 2013 4 comments

Artikel ini merupakan lanjutan dari seri tulisan sebelumnya yang membahas tentang risiko dan return. Pada tulisan seri ketiga, pembahasan berfokus pada risiko Unquantified Risk. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang risiko yang bisa dihitung atau dinyatakan dalam angka atau notasi. Keunggulan dari risiko ini adalah dapat kita gunakan untuk membandingkan produk yang satu dengan produk lainnya.

Berbeda dengan Unquantified Risk yang sifatnya operasional dan sangat subjektif (interprestasi bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lain), quantified risk (Risiko yang bisa dihitung), karena sifatnya notasi atau angka, maka kemungkinan perbedaan interprestasi amat minim. Secara umum, ada 2 risiko yang diukur disini yaitu Risiko Gagal Bayar (Kredit) dan Risiko Fluktuasi Harga (Kerugian) Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Mengenal Lebih Dalam Risk and Return Investasi (3)

February 6th, 2013 1 comment

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Happy Chinese New Year 2013. Semoga usaha, kesehatan dan karir anda semua dapat semakin cemerlang di tahun ini.

Memasuki Chinese New Year 2013, bursa Indonesia disambut dengan kabar positif dengan IHSG yang memecah rekor baru. Per hari ini, IHSG sudah mencapai 4498.98 atau hanya cukup satu koma sekian poin lagi sudah mencapai 4500. Mudah2an tren yang bagus ini bisa terus bertahan hingga akhir tahun.

Bagi anda yang sudah investasi di reksa dana selama bertahun-tahun, tentu tahu bahwa tidak ada pesta yang tidak pernah berakhir. Tidak pernah dalam sejarah ada IHSG yang naik terus menerus, sama pula kalaupun turun, tidak pernah turun selamanya. Jika naik, secara sederhana kita sebut dengan Return, dan jika turun, maka secara sederhana disebut dengan Risk (Risiko). Pada tulisan-tulisan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang return dan berbagai variasinya. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang risiko. Read more…

Mengenal Lebih Dalam Return dan Risiko Investasi (2)

January 1st, 2013 73 comments

Selamat Tahun Baru 2013, semoga semua resolusi dan target yang anda susun pada tahun ini bisa tercapai semua.

Pada artikel sebelumnya tentang Risk and Return Investasi kita sudah belajar mengenai istilah Yield. Secara prinsip Yield lebih banyak digunakan dalam menggambarkan hasil pengembalian obligasi meskipun belakangan istilah Yield juga digunakan dalam saham yaitu Earning Yield. Dalam saham dan reksa dana, sekalipun jenis reksa dananya adalah reksa dana pendapatan tetap yang berisi obligasi, istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pengembalian adalah Return.

Mengapa digunakan Return ?

Istilah Yield lebih sering digunakan pada obligasi karena hasil dari obligasi berbentuk uang tambahan yang tidak mengurangi nilai pokoknya. Dalam investasi saham, memang terkadang ada pembagian dividen, namun bagi yang sudah berpengalaman, tentu sudah tahu bahwa pendapatan utama dari saham dihasilkan dari kenaikan harga. Karena keuntungan bisa berasal dari pembagian dividen dan juga dari kenaikan harga, maka berkembang istilah Return yang artinya “Pengembalian”. Kata pengembalian mencakup seluruh pendapatan investasi yaitu dari dividen dan selisih kenaikan harga.

Read more…

Reksa Dana Dengan Income Berkala, Mau?

December 23rd, 2012 11 comments

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal 2012 bagi pembaca yang merayakan. Semoga Natal Tahun ini memberikan berkat dan rahmat bagi kita semua, semoga para pemimpin berpikir untuk kebaikan rakyat, semoga kesejahteraan semakin membaik, dan semoga seluruh Umat Manusia selalu berada dalam kondisi damai & sejahtera.

Dalam kesempatan ini saya ingin sharing tentang suatu reksa dana yang mungkin bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan masyarakat luas yaitu jenis reksa dana yang memberikan income secara berkala. Income berkala adalah pendapatan dalam bentuk uang tunai dalam maksud yang sebenarnya. Bukan seperti reksa dana pendapatan tetap namun pada prakteknya tidak memberikan pendapatan tetap.

Reksa dana pendapatan tetap menggunakan nama “Pendapatan Tetap” karena berinvestasi pada obligasi yang memberikan kupon tetap. Pada saat kupon dibayarkan, oleh Manajer Investasi, kupon yang diperoleh direinvestasikan kembali sehingga manfaat tersebut diterima dalam bentuk kenaikan harga NAB/Up. Reksa Dana yang saya maksud dalam artikel ini bukan reksa dana pendapatan tetap. Mau tahu lebih lanjut? Silakan baca terus artikel ini..

Read more…

%d bloggers like this: