Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Mengenal Maximum Draw Down – Analisis Risiko Reksa Dana

August 10th, 2012 20 comments

Selama ini kita mengenal risiko reksa dana kuantitatif yang dapat diukur seperti Beta dan Standar Deviasi. Menjelaskan Beta dan Standar Deviasi ke investor terkadang gampang-gampang susah. Gampang karena buat investor yang sudah mengerti, semakin besar angka beta dan standar deviasi, berarti semakin besar pula risiko. Susah, karena tidak semua reksa dana yang risikonya besar returnnya besar, dan sebaliknya. Terkadang ada anomali bahwa return tidak sejalan dengan risiko.

Selain itu, untuk standar deviasi sebagai contoh, apa yang dimaksud dengan standar deviasi 12% ? apakah itu berarti investor bisa rugi sampai 12%? apakah standar deviasi 12% pada reksa dana dengan return 10% dan 20% memiliki interprestasi yang sama? Pada kenyataannya tidak sama. Karena adanya kasus anomali dan kesulitan dalam menginterprestasikan konsep risiko tersebut kepada investor awam, menurut saya, diperlukan indikator yang lebih baik. Setelah mencari-cari, menurut saya konsep risiko yang dikenal dengan istilah Maximum Draw Down ini yang lebih mudah dipahami. Seperti apa konsep risiko ini?

Read more…

Memahami Investasi Reksa Dana Syariah

July 29th, 2012 30 comments

Apa kabar pembaca yang terhormat? Semoga bahagia dan sehat selalu. Dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat yang menjalankannya.

Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pandangan saya terhadap investasi berbasis Syariah. Dalam 1 tahun terakhir ini, pemerintah kita aktif mempromosikan investasi berbasis syariah. Segala investasi dan bidang usaha berbasis syariah mulai bermunculan seperti:

  • Mulai dari Daftar Efek Syariah yang diterbitkan secara berkala
  • Adanya ORI versi Syariah yaitu Sukuk Negara Ritel yang sudah mencapai seri ke 4
  • Semakin banyaknya versi reksa dana berbasis Syariah yang diterbitkan
  • Adanya Online Trading versi Syariah yang membatasi transaksi margin dan daftar saham yang ditawarkan
  • Pemberian / Pemeringkatan Reksa Dana yang terdiri dari 2 versi yaitu Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah
  • Bank, Asuransi, Multifinance bahkan Pegadaian Syariah bermunculan

Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis berbasis Syariah sesuai dengan perkembangan perekonomian dunia saat ini dan memiliki potensi untuk berkembang pesat di Indonesia. Dalam tulisan kali ini saya ingin berfokus pada Investasi reksa dana yang berbasis Syariah. Apa saja yang harus diketahui investor sebelum berinvestasi pada reksa dana jenis ini?

Read more…

Unit Link Vs Investment Link

July 24th, 2012 36 comments

Kalau Unit Link Vs Reksa Dana tentu sudah sering dibahas dalam berbagai forum, media, baik yang online maupun yang media cetak. Umumnya, para investor akan lebih disarankan untuk membeli investasi dan proteksi secara terpisah untuk memaksimalkan fungsi investasi dan proteksi. Namun di satu sisi, umumnya unit link menawarkan manfaat rider dan perlindungan asuransi yang komplit. Oleh karena itu, hingga saat ini, masih sulit untuk mengatakan Unit Link atau Reksa Dana + Asuransi mana yang lebih baik, banyak pendapat pro kontra yang beredar.

Seiring dengan perkembangan Zaman, Manajer Investasi dan para pelaku dalam industri reksa dana juga semakin kreatif. Daripada terjebak pada argumentasi mana yang lebih baik, sebagian Manajer Investasi berusaha mengembangkan produk baru untuk memaksimalkan manfaat investasi dan proteksi bagi calon investor. Sehingga berkembanglah yang disebut dengan Investment Link. Dimana Investment Link (kata yang saya karang sendiri) ini saya artikan sebagai Reksa Dana yang memberikan Manfaat Asuransi. Seperti apa Investment Link yang bagus dan apa tantangan untuk produk Investment Link di Indonesia?

Dalam kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat yang menjalankannya. Mohon maaf Lahir dan Batin.

Read more…

Memilih Reksa Dana Berdasarkan Strategi Investasi

June 1st, 2012 16 comments

Selama ini, salah satu metode pemilihan reksa dana adalah mencocokkan karakteristik reksa dana dengan profil risiko dan karakteristik risk and return dari suatu reksa dana. Namun seiring dengan perkembangan, investor juga menjadi semakin pintar dan lebih memahami tentang investasi. Sebagian investor mulai menggunakan strategi investasi sebagai salah satu panduan dalam memilih reksa dana. Sebab bagi mereka, return tinggi bukan pertimbangan utama, namun bagaimana mencapai tingkat return tersebut dan apakah cara tersebut nyaman di mata investor. Seperti apa strategi investasi reksa dana yang tersedia saat ini?

Strategi investasi reksa dana adalah strategi yang digunakan oleh para Manajer Investasi dalam menjalankan portofolio investasi reksa dananya. Karena basis portofolio reksa dana bermacam-macam yang terdiri dari saham, obligasi dan pasar uang, maka saya mengkategorikan strategi reksa dana berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

Read more…

7 Mitos Seputar Reksa Dana Dollar

April 28th, 2012 14 comments

Meski industri reksa dana tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini tidak berlaku untuk reksa dana berbasis dollar. Total dana kelolaan pada akhir desember 2010 mencapai 626 juta dollar, kemudian menurun menjadi 430 juta dollar pada akhir desember 2011, dan kembali turun menjadi 417 juta dollar pada akhir Maret 2012. Apakah ada yang salah?

Rasa-rasanya penurunan AUM pada industri reksa dana dollar ini cukup wajar. Melihat perkembangan perekonomian Amerika dalam 1-2 tahun terakhir yang diwarnai dengan hutang yang menggunung, kehilangan rating AAA, dan nilai yang terus terdevaluasi karena perang dagang dengan china serta nilai Rupiah yang terus menguat, bisa jadi membuat investor yang memegang mata uang ini merasa tidak nyaman.

Faktor di atas mungkin merupakan faktor yang menyebabkan penurunan AUM di reksa dana dollar. Namun dari percakapan saya dengan investor maupun agen penjual reksa dana, saya menemukan ternyata banyak yang masih belum mengerti dan memiliki pemahaman yang salah tentang reksa dana dollar. Seandainya investor memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jenis reksa dana ini, bisa saja dana kelolaan tidak terus menurun. Apa saja pemahaman investor yang kurang tepat ini?

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Mengenal Lebih Dalam Klasifikasi Reksa Dana Indonesia

March 25th, 2012 12 comments

Secara umum, reksa dana dibagi menjadi reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Namun seiring dengan berkembangnya industri pasar modal di Indonesia, jenis reksa dana semakin banyak dan bervariasi. Reksa dana yang baru memiliki karakteristik yang berbeda dengan reksa dana konvensional sehingga rekomendasi berdasarkan profil risiko dan horison investasi menjadi kurang relevan. Seperti apakah klasifikasi reksa dana yang ada di Indonesia saat ini.

Jika dilihat dari sejarah perkembangan reksa dana di Indonesia, jenis reksa dana yang berkembang pertama kali selain reksa dana konvensional adalah Reksa Dana Terstruktur (Structured Fund). Reksa Dana terstruktur ini terdiri dari 3 produk yaitu Reksa Dana Indeks, Reksa Dana Terproteksi dan Reksa Dana Dengan Penjaminan. Salah satu keunikan reksa dana ini adalah adanya peraturan yang mengharuskan pencantuman nama indeks, terproteksi dan penjaminan dalam penamaan reksa dananya. Selain itu adalah lagi jenis reksa dana yang lain seperti REITs (Real Estate Investment Trust), ETF dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas.

Read more…