Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Back to Basic: Memahami Mekanisme Naik Turunnya Harga Reksa Dana

November 9th, 2012 11 comments

Mengetahui asal usulnya bagaimana reksa dana naik sama pentingnya dengan mengetahui bagaimana cara memilih reksa dana itu sendiri. Belakangan memang sering dijelaskan bahwa kenaikan / penurunan harga reksa dana tergantung pada harga portofolio investasinya. Namun tidak sedikit juga investor yang mengkaitkan dengan nilai kelolaan yang besar dan kecil, harga reksa dana yang tinggi dan rendah bahkan ke usia reksa dana yang masih baru dan lama. Apakah hal tersebut tepat atau kurang tepat? Dalam kesempatan kali ini, saya akan memberikan sharing tentang bagaimana mekanisme suatu reksa dana bekerja, sehingga investor mengetahui bagaimana proses naik turunnya harga suatu reksa dana. Artikel ini juga merupakan artikel lanjutan dari artikel seri Back to Basic.

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Pilih Mana, Reksa Dana Yang Harganya Tinggi atau Rendah?

October 22nd, 2012 42 comments

Akhir minggu lalu, Pekan Reksa Dana Nasional yang diselenggarakan oleh APRDI di Mal Central Park Jakarta resmi berakhir. Sebagai salah satu Manajer Investasi yang berpartisipasi di acara tersebut, saya melihat bahwa jalannya acara cukup sukses dimana bisa dilihat dari jumlah peserta yang hadir dan tentu saja investor yang mengisi formulir pembukaan rekening di tempat. Saya sempat datang dan jaga stand selama 2 hari (meskipun tidak seharian) serta sempat pula mengadakan Diskusi Reksa Dana yang dihadiri oleh para pengunjung dan nasabah. Dari hasil interaksi saya dengan nasabah, saya menyadari bahwa ternyata salah satu pertimbangan investor dalam membeli reksa dana adalah Harga reksa dana tersebut. Saya banyak ditanya, beli yang mana pak? yang harganya sudah puluhan ribu atau yang harganya masih ribuan?

Apakah benar bahwa harga reksa dana bisa dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam membeli reksa dana?

Read more…

Back to Basic : Memahami Proses Transaksi Reksa Dana

October 18th, 2012 6 comments

Mulai besok (18 Oktober 2012) hingga hari Minggu, 21 Oktober 2012 nanti, APRDI (Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia) akan menggelar Pekan Reksa Dana Nasional di Mall Central Park, Jakarta. Kesempatan ini, dapat dimanfaatkan oleh teman2 sekalian untuk datang dan bertanya lebih jauh mengenai reksa dana karena menurut informasi yang saya dengar, acara ini dihadiri 45 Manajer Investasi dan Agen Penjual. Hal ini merupakan hal yang amat baik mengingat dengan adanya Pekan Reksa Dana Nasional, diharapkan reksa dana dapat dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

Sesuai dengan konsep acara ini, “Menjadikan Reksa Dana Sebagai Pilihan Utama Keluarga Indonesia”, bagi masyarakat umum yang lebih mengenal investasi konvensional seperti tanah, properti, dan emas, pemahaman akan cara kerja reksa dana bisa meningkatkan ketertarikan terhadap instrumen investasi ini.

Dalam sharing kali ini, saya juga akan berbagi mengenai bagaimana memahami proses transaksi pada reksa dana. Disadari atau tidak, banyak orang (terutama orang awam bahkan yang sudah berinvestasi sekalipun), belum mau berinvestasi di reksa dana karena tidak begitu memahami proses transaksi instrumen ini. Pertanyaannya berkisar di berapa harga yang didapatkan? kapan baru bisa mengetahui harga transaksinya? Mengapa unit penyertaan yang diterimanya tidak bulat? hingga seperti apa dokumen yang dibutuhkan untuk bisa melakukan transaksi reksa dana?

sumber: www.bapepam.go.id/reksadana

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Back to Basic: Memahami Proses Terbentuknya Reksa Dana

October 1st, 2012 17 comments

Meski sudah menulis puluhan artikel di blog ini, terkadang saya masih menemukan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya amat awam. Selain itu, saya juga masih banyak menemui fakta di lapangan bahwa masih ada investor / calon investor yang percaya dengan harga reksa dana yang baru (murah) akan lebih baik, bahwa semakin mahal reksa dana semakin sulit untuk naik dan lain sebagainya. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini, saya akan sedikit kembali back to basic. Supaya para pembaca blog yang masih awam bisa catching up, juga supaya para veteran bisa sedikit refreshing. Dengan memahami bagaimana reksa dana terbentuk, diharapkan investor semakin mengerti apa saja yang harus diperhatikan dan apa yang tidak dalam berinvestasi di instrumen ini.

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Hubungan Antara Jangka Waktu Investasi dan Pilihan Jenis Reksa Dana

August 16th, 2012 26 comments

Apa kabar para pembaca yang terhormat. Tidak terasa sebentar lagi sudah mau liburan panjang. Saya ingin mengucapkan selamat hari raya Lebaran bagi umat yang merayakan. Semoga anda semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa, Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti. Semoga bangsa kita semakin maju, pemerintah semakin berlaku lurus dan rakyat semakin berbudi pekerti.

Sumber : http://malangkota.go.id

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas hubungan antara lamanya jangka waktu investasi dengan jenis pilihan reksa dana. Seringkali ada hukum tidak tertulis yang mensarankan kepada investor agar berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap jika jangka waktu investasi pendek, reksa dana campuran jika jangka waktunya menengah dan reksa dana saham jika jangka waktunya panjang. Adapun yang dimaksud Pendek adalah 1 tahun, menengah 3 tahun dan jangka panjang 5 tahun. Apakah teori tersebut benar? Sebab pada kenyataannya, saya banyak sekali menemukan contoh dimana ternyata reksa dana yang diminati investor baik jangka panjang maupun jangka pendek ternyata sama yaitu saham. Pilihan reksa dana lainnya kurang diminati. Untuk membuktikan teori di atas, saya melakukan suatu riset kecil dengan menggunakan metode yang sama persis seperti yang saya pergunakan dalam artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/ Selamat membaca..

Read more…

Mengenal Maximum Draw Down – Analisis Risiko Reksa Dana

August 10th, 2012 22 comments

Selama ini kita mengenal risiko reksa dana kuantitatif yang dapat diukur seperti Beta dan Standar Deviasi. Menjelaskan Beta dan Standar Deviasi ke investor terkadang gampang-gampang susah. Gampang karena buat investor yang sudah mengerti, semakin besar angka beta dan standar deviasi, berarti semakin besar pula risiko. Susah, karena tidak semua reksa dana yang risikonya besar returnnya besar, dan sebaliknya. Terkadang ada anomali bahwa return tidak sejalan dengan risiko.

Selain itu, untuk standar deviasi sebagai contoh, apa yang dimaksud dengan standar deviasi 12% ? apakah itu berarti investor bisa rugi sampai 12%? apakah standar deviasi 12% pada reksa dana dengan return 10% dan 20% memiliki interprestasi yang sama? Pada kenyataannya tidak sama. Karena adanya kasus anomali dan kesulitan dalam menginterprestasikan konsep risiko tersebut kepada investor awam, menurut saya, diperlukan indikator yang lebih baik. Setelah mencari-cari, menurut saya konsep risiko yang dikenal dengan istilah Maximum Draw Down ini yang lebih mudah dipahami. Seperti apa konsep risiko ini?

Read more…