Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Mengenal Lebih Dalam Return dan Risiko Investasi (2)

January 1st, 2013 66 comments

Selamat Tahun Baru 2013, semoga semua resolusi dan target yang anda susun pada tahun ini bisa tercapai semua.

Pada artikel sebelumnya tentang Risk and Return Investasi kita sudah belajar mengenai istilah Yield. Secara prinsip Yield lebih banyak digunakan dalam menggambarkan hasil pengembalian obligasi meskipun belakangan istilah Yield juga digunakan dalam saham yaitu Earning Yield. Dalam saham dan reksa dana, sekalipun jenis reksa dananya adalah reksa dana pendapatan tetap yang berisi obligasi, istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pengembalian adalah Return.

Mengapa digunakan Return ?

Istilah Yield lebih sering digunakan pada obligasi karena hasil dari obligasi berbentuk uang tambahan yang tidak mengurangi nilai pokoknya. Dalam investasi saham, memang terkadang ada pembagian dividen, namun bagi yang sudah berpengalaman, tentu sudah tahu bahwa pendapatan utama dari saham dihasilkan dari kenaikan harga. Karena keuntungan bisa berasal dari pembagian dividen dan juga dari kenaikan harga, maka berkembang istilah Return yang artinya “Pengembalian”. Kata pengembalian mencakup seluruh pendapatan investasi yaitu dari dividen dan selisih kenaikan harga.

Read more…

Reksa Dana Dengan Income Berkala, Mau?

December 23rd, 2012 11 comments

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal 2012 bagi pembaca yang merayakan. Semoga Natal Tahun ini memberikan berkat dan rahmat bagi kita semua, semoga para pemimpin berpikir untuk kebaikan rakyat, semoga kesejahteraan semakin membaik, dan semoga seluruh Umat Manusia selalu berada dalam kondisi damai & sejahtera.

Dalam kesempatan ini saya ingin sharing tentang suatu reksa dana yang mungkin bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan masyarakat luas yaitu jenis reksa dana yang memberikan income secara berkala. Income berkala adalah pendapatan dalam bentuk uang tunai dalam maksud yang sebenarnya. Bukan seperti reksa dana pendapatan tetap namun pada prakteknya tidak memberikan pendapatan tetap.

Reksa dana pendapatan tetap menggunakan nama “Pendapatan Tetap” karena berinvestasi pada obligasi yang memberikan kupon tetap. Pada saat kupon dibayarkan, oleh Manajer Investasi, kupon yang diperoleh direinvestasikan kembali sehingga manfaat tersebut diterima dalam bentuk kenaikan harga NAB/Up. Reksa Dana yang saya maksud dalam artikel ini bukan reksa dana pendapatan tetap. Mau tahu lebih lanjut? Silakan baca terus artikel ini..

Read more…

Mempersiapkan Pendidikan Anak Luar Negeri, Sudah Siap?

December 11th, 2012 12 comments

Menyekolahkan anak hingga ke universitas terbaik di luar negeri merupakan impian setiap keluarga. Dengan mendapatkan pendidikan terbaik, sang anak dapat mempersiapkan diri menghadapi era persaingan dan globalisasi. Namun tentu saja, untuk bisa menempuh pendidikan luar negeri tidak mudah juga tidak murah. Persiapan perlu dilakukan sejak dini agar bisa berhasil. Apakah anda sudah Siap?

Read more…

Apakah Prinsip Low Risk Low Return dan High Risk High Return Masih Berlaku Di Reksa Dana?

December 5th, 2012 8 comments

Selama ini ada semacam kepercayaan, bahwa untuk investor reksa dana jangka panjang, maka  reksa dana yang cocok adalah reksa dana saham. Jangka menengah cocoknya reksa dana campuran dan jangka pendek bisa ke reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. Khusus untuk reksa dana saham, jangka panjang didefinisikan sebagai horison investasi minimum 5 tahun. Dengan perkembangan industri reksa dana yang amat pesat dalam beberapa tahun ini, tentu sudah banyak dari para investor sekalian yang sudah “berpengalaman” 5 tahun menjadi investor reksa dana. Tentu sudah banyak pula asam garam dan madu coklat yang dialami seperti crash pada 2008, bullish pada 2009 – 2010, serta market yang bisa dikatakan sideways untuk 2 tahun terakhir ini.

Pertanyaannya, Apakah selama ini acuan yang digunakan untuk memilih reksa dana sudah memberikan hasil yang sesuai dengan ekpektasi anda? Apakah benar asumsi return 10% pada pendapatan tetap, 15% pada campuran dan 20% pada saham per tahun yang UMUMNYA digunakan oleh perencana keuangan benar2 terjadi dalam 5 tahun terakhir ini? Apakah prinsip Low Risk Low Return dan High Risk High Return yang diajarkan dalam berbagai literatur dan seminar investasi masih berlaku?

Read more…

Mencermati Aturan Baru Reksa Dana 2013

November 19th, 2012 22 comments

Dalam rangka mendorong industri reksa dana, banyak terobosan yang dilakukan BAPEPAM-LK pada tahun ini. Pekan Reksa Dana Nasional, Pelaporan berbasis Online dan penyempurnaan terhadap Peraturan Reksa Dana merupakan bukti bahwa pihak regulator sangat ingin memajukan industri reksa dana di Indonesia. Terkait penyempurnaan aturan, belakangan ini Manajer Investasi juga aktif mensosialisasikan perubahan IV.C.3 Tentang Pedoman Pengumuman Harian NAB Reksa Dana Terbuka. Point penting apa saja yang berubah dalam aturan tersebut dan bagaimana efeknya bagi investor dan industry reksa dana?

Read more…

Back to Basic: Memahami Mekanisme Naik Turunnya Harga Reksa Dana

November 9th, 2012 16 comments

Mengetahui asal usulnya bagaimana reksa dana naik sama pentingnya dengan mengetahui bagaimana cara memilih reksa dana itu sendiri. Belakangan memang sering dijelaskan bahwa kenaikan / penurunan harga reksa dana tergantung pada harga portofolio investasinya. Namun tidak sedikit juga investor yang mengkaitkan dengan nilai kelolaan yang besar dan kecil, harga reksa dana yang tinggi dan rendah bahkan ke usia reksa dana yang masih baru dan lama. Apakah hal tersebut tepat atau kurang tepat? Dalam kesempatan kali ini, saya akan memberikan sharing tentang bagaimana mekanisme suatu reksa dana bekerja, sehingga investor mengetahui bagaimana proses naik turunnya harga suatu reksa dana. Artikel ini juga merupakan artikel lanjutan dari artikel seri Back to Basic.

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Pilih Mana, Reksa Dana Yang Harganya Tinggi atau Rendah?

October 22nd, 2012 53 comments

Akhir minggu lalu, Pekan Reksa Dana Nasional yang diselenggarakan oleh APRDI di Mal Central Park Jakarta resmi berakhir. Sebagai salah satu Manajer Investasi yang berpartisipasi di acara tersebut, saya melihat bahwa jalannya acara cukup sukses dimana bisa dilihat dari jumlah peserta yang hadir dan tentu saja investor yang mengisi formulir pembukaan rekening di tempat. Saya sempat datang dan jaga stand selama 2 hari (meskipun tidak seharian) serta sempat pula mengadakan Diskusi Reksa Dana yang dihadiri oleh para pengunjung dan nasabah. Dari hasil interaksi saya dengan nasabah, saya menyadari bahwa ternyata salah satu pertimbangan investor dalam membeli reksa dana adalah Harga reksa dana tersebut. Saya banyak ditanya, beli yang mana pak? yang harganya sudah puluhan ribu atau yang harganya masih ribuan?

Apakah benar bahwa harga reksa dana bisa dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam membeli reksa dana?

Read more…

Back to Basic : Memahami Proses Transaksi Reksa Dana

October 18th, 2012 6 comments

Mulai besok (18 Oktober 2012) hingga hari Minggu, 21 Oktober 2012 nanti, APRDI (Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia) akan menggelar Pekan Reksa Dana Nasional di Mall Central Park, Jakarta. Kesempatan ini, dapat dimanfaatkan oleh teman2 sekalian untuk datang dan bertanya lebih jauh mengenai reksa dana karena menurut informasi yang saya dengar, acara ini dihadiri 45 Manajer Investasi dan Agen Penjual. Hal ini merupakan hal yang amat baik mengingat dengan adanya Pekan Reksa Dana Nasional, diharapkan reksa dana dapat dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

Sesuai dengan konsep acara ini, “Menjadikan Reksa Dana Sebagai Pilihan Utama Keluarga Indonesia”, bagi masyarakat umum yang lebih mengenal investasi konvensional seperti tanah, properti, dan emas, pemahaman akan cara kerja reksa dana bisa meningkatkan ketertarikan terhadap instrumen investasi ini.

Dalam sharing kali ini, saya juga akan berbagi mengenai bagaimana memahami proses transaksi pada reksa dana. Disadari atau tidak, banyak orang (terutama orang awam bahkan yang sudah berinvestasi sekalipun), belum mau berinvestasi di reksa dana karena tidak begitu memahami proses transaksi instrumen ini. Pertanyaannya berkisar di berapa harga yang didapatkan? kapan baru bisa mengetahui harga transaksinya? Mengapa unit penyertaan yang diterimanya tidak bulat? hingga seperti apa dokumen yang dibutuhkan untuk bisa melakukan transaksi reksa dana?

sumber: www.bapepam.go.id/reksadana

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: