Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Strategi Investasi : Market Timing dan Diversifikasi

March 13th, 2019 5 comments

Dalam berinvestasi pasti akan ada risiko, namun kamu tidak perlu khawatir karena dapat kita antisipasi dengan 2 strategi yaitu Market Timing dan Diversifikasi
Bagaimana caranya dan seperti apa instrumen yang cocok
Untuk informasi lebih lanjut, mari kita simak video ini.
Jangan lupa untuk like, comment dan subscribe.
Terima kasih

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

Sumber Video : Channel Youtube Panin Asset Management

Sumber Data : Infovesta.com

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Video : Market Update Februari 2019

February 14th, 2019 No comments

Point pembahasan dalam Market Update Februari 2019

  • Perkiraan Panin AM untuk IHSG di 2019 adalah di 7200 – 7400 dan Yield Obligasi 2019 adalah di 7.25% – 7.5%.
  • Masuknya aliran dana asing diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga PEMILU dan Pilpres di April 2019. Meski demikian, investor juga perlu waspada apabila kenaikan harga terjadi terlalu cepat hingga naik jauh di atas target harga wajarnya.
  • Obligasi dan reksa dana pendapatan tetap juga akan positif tahun ini yang diperkirakan baru akan naik setelah kuartal II di 2019 karena konsen akan strategi Front Loading pemerintah dalam penerbitan obligasi. Namun kondisi perekonomian AS yang mulai mengkhawatirkan dan perubahan kebijakan dari Bank Sentral AS yang lebih cepat dari perkiraan membuat kenaikan harga obligasi menjadi lebih cepat

Bagi yang ingin mendapatkan update lebih cepat, silakan follow akun Youtube Panin Asset Management.

Semoga bermanfaat

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Video: Investasi Reksa Dana di Tahun Politik

January 25th, 2019 No comments

Berikut ini adalah versi video dari artikel Investasi Reksa Dana di Tahun Politik

Ke depan, materi-materi yang ada akan diupayakan supaya bisa dibuat versi videonya juga.

Untuk kumpulan-kumpulan video lainnya bisa subscribe ke channel Youtube Panin Asset Management.

Semoga bermanfaat.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Mengenal Agen Penjual Efek Reksa Dana di Indonesia

January 25th, 2019 No comments

Merujuk informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per tanggal 26 Desember 2018 jumlah investor reksa dana berdasarkan pembentukan Single Investor Identification (SID) adalah sebanyak 988.946.

Pertambahan jumlah investor reksa dana yang pesat ini tidak terlepas dari peranan perusahaan Agen Penjual Efek Reksa Dana ( APERD). Apa saja perusahaan APERD yang ada di Indonesia?

Metode pemasaran reksa dana berkembang dari waktu ke waktu. Pada awal reksa dana baru ada di Indonesia, pemasaran dilakukan secara langsung oleh perusahaan sekuritas atau manajer investasi yang menjadi penerbit reksa dana. Namun yang dipasarkan hanya produk mereka sendiri.

Seiring dengan waktu, pemasaran reksa dana dilakukan via Bank yang bertindak sebagai Agen Penjual. Produk yang dijual biasanya berasal dari beberapa perusahaan manajer investasi namun biasanya lebih terbatas kepada nasabah prioritas dengan minimum investasi yang relatif besar.

Terbitnya Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, memberikan keleluasaan dalam pendirian perusahaan APERD.

Sebagai contoh, jika dulu APERD identik dengan bank, melalui peraturan tersebut bisa perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, perusahaan pos dan giro, perusahaan pergadaian, perusahaan pembiayaan, dana pensiun juga bisa mengajukan izin sebagai APERD. Perusahaan sekuritas yang sebelumnya hanya diperbolehkan memasarkan produk reksa dana dari perusahaan atau grup sendiri menjadi bisa memasarkan produk reksa dana dari perusahaan manajer investasi lainnya.

Selain itu, peraturan juga memberikan kesempatan bagi perusahaan sekuritas yang didirikan khusus sebagai APERD sehingga hanya memasarkan reksa dana saja, tanpa harus menjadi penyelenggara untuk transaksi jual beli saham dan obligasi.

Sejak itu, jumlah perusahaan APERD semakin banyak dan tidak hanya terbatas pada bank saja. Seiring dengan perkembangan pesat pada teknologi informasi dan relaksasi aturan dari OJK tentang Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer – KYC), proses pembukaan rekening bisa dilakukan secara elektronik semakin memudahkan proses pemasaran.

Dengan adanya sentuhan teknologi dan kerjasama dengan perusahaan e-commerce ternama seperti Bukalapak dan Tokopedia, minimum investasi juga semakin rendah. Beberapa perusahaan bahkan sudah menetapkan minimum pembelian yang dimulai dari Rp 10.000.

Sesuai dengan kebijakan di masing-masing perusahaan Manajer Investasi, ada yang hanya melakukan pemasaran sendiri secara langsung, ada yang hanya memasarkan melalui agen penjual seperti dengan bank dan perusahaan sekuritas karena keterbatasan sumber daya, ada juga yang melakukan keduanya.

Seperti apa gambaran Agen Penjual Efek Reksa Dana di Indonesia? Untuk lebih lengkapnya silakan baca Mengenal Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap Dengan Yield Obligasi

January 2nd, 2019 No comments

Prediksi untuk return reksa dana berbasis saham biasanya lebih mudah ditemui karena menggunakan IHSG sebagai acuan. Bagaimana dengan reksa dana pendapatan tetap yang aset dasarnya obligasi?

Jika anda seorang analis, dosen, atau peneliti di universitas, tidak sulit untuk menemukan literatur atau buku yang membahas tentang prediksi harga / return saham. Ada yang menggunakan rata-rata statistik, fundamental berdasarkan rasio keuangan, dan atau data-data makro ekonomi seperti nilai tukar, GDP dan sebagainya.

Namun untuk mencari literatur yang membahas tentang prediksi return obligasi amat jarang. Mengapa? Sebab secara prinsip obligasi memiliki besaran kupon yang tetap dan tanggal jatuh tempo yang sudah pasti. Return obligasi sederhananya sudah tidak perlu diprediksikan lagi, cukup menjadikan kupon sebagai tingkat return dan sudah pasti (kecuali perusahaan gagal bayar).

Dalam kasus jika obligasi dibeli pada harga pasar yang bisa di atas atau di bawah nilai nominal (par value) ada metode Yield to Maturity (YTM) yang menghitung besaran tingkat keuntungan obligasi dari kupon dan selisih harga jika dipegang sampai jatuh tempo.

Secara matematis, jika obligasi dibeli pada nilai nominal, maka besaran YTM akan sama dengan kupon. Jika di atas nilai nominal (at premium) maka YTM lebih kecil dari kupon dan sebaliknya jika di bawah nilai nominal (at discount) maka YTM lebih besar dari kupon.

Jadi yang namanya return obligasi itu sebetulnya tidak perlu lagi diprediksikan karena sudah bisa dipastikan. Risiko paling besar adalah jika perusahaan ternyata gagal bayar meskipun secara persentase, jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan yang melunasi kewajibannya.

Yang menjadi permasalahan adalah ketika instrumen obligasi tersebut dijadikan aset dasar reksa dana terutama jenisnya reksa dana pendapatan tetap.

Karakter dari reksa dana dan saham pada dasarnya sama yaitu tidak ada jatuh tempo. Investor bebas melakukan pembelian dan penjualan reksa dana.

Jika terjadi pembelian reksa dana, maka manajer investasi harus membeli obligasi baru untuk dijadikan aset dasar, sebaliknya ketika ada penjualan reksa dana, manajer investasi harus menjual isi obligasinya. Alhasil isi obligasi dalam reksa dana pendapatan tetap bisa berubah dari waktu ke waktu.

Kupon dan Yield to Maturity bisa dijadikan sebagai tingkat return, jika dan hanya jika investor memegang obligasi hingga jatuh tempo. Namun mengingat karakteristik reksa dana yang tidak memungkinkan untuk hal tersebut, maka kedua metode ini tidak dapat digunakan untuk memprediksikan kinerja reksa dana pendapatan tetap.

Secara historis, dengan kupon yang tetap sekalipun, reksa dana pendapatan tetap juga bisa membukukan kinerja return negatif. Sebagaimana pada tabel di bawah ini, kinerja negatif terjadi pada tahun 2005, 2013 dan 2018.

Tahun Rata-rata Reksa Dana Pendapatan Tetap
2005 -1.67%
2006 17.73%
2007 7.98%
2008 4.12%
2009 12.51%
2010 13.00%
2011 12.32%
2012 7.72%
2013 -4.53%
2014 7.85%
2015 3.00%
2016 8.02%
2017 10.72%
2018 -2.20%

Sumber: Infovesta.com, diolah

Dari data tabel di atas, juga menunjukkan tahun-tahun dimana return reksa dana pendapatan tetap sempat mencapai dua digit atau belasan persen. Memang pada waktu itu, kupon obligasi juga sempat dua digit, namun tidak sampai sebesar itu.

Dari data return yang positif dan negatif, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh perubahan harga obligasi terhadap return reksa dana pendapatan tetap juga cukup dominan. Bahkan terkadang, penurunan harga bisa menghilangkan efek dari kupon obligasi.

Untuk itu, dalam memprediksi return reksa dana pendapatan tetap, sangat penting untuk bisa mencari tahu terlebih dahulu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan harga obligasi.

Bagaimana caranya ? Untuk pembahasan lebih lengkap silakan baca dalam blog saya di https://rudiyanto.blog/2019/01/02/prediksi-return-reksa-dana-pendapatan-tetap-dengan-yield-obligasi/

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

New Blog : Rudiyanto.Blog

December 1st, 2018 No comments

Typewriter with words time for new content

Per 1 Desember 2018, saya akan memulai blog baru dengan alamat Rudiyanto.Blog. Semua post dan comment yang ada di blog Kontan ini juga terdapat disana.

Saat ini content edukasi telah berkembang dari tulisan menjadi video, sementara melalui blog ini masih ada keterbatasan terutama ketika mau melakukan upload materi video dan link ke sosial media. Tampilan pada Blog Baru juga lebih mobile friendly.

Semua content yang ada di rudiyanto.blog.kontan.co.id masih akan tetap ada dan tulisan juga akan terus di update. Namun untuk sharing dalam bentuk video atau link ke sosial media bisa dilihat pada blog baru.

Terima kasih

Typewriter with words time for new content

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Membandingkan Kinerja Dollar dan Reksa Dana Berbasis Dollar

October 7th, 2018 No comments

Dollar dan Reksa Dana Dollar

Dengan nilai tukar Rp terhadap USD yang menembus level psikologis Rp 15.000, ada investor yang mulai memikirkan reksa dana USD sebagai salah satu alternatif investasinya. Yang menjadi pertanyaan, apakah ketika USD menguat terhadap Rp, reksa dana dollar juga menunjukkan kinerja yang positif ?

Jumlah reksa dana USD telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal mulanya jenis reksa dana dengan denominasi USD hanya terdapat di jenis reksa dana pendapatan tetap, namun saat ini sudah bervariasi dan bisa dijumpai juga pada reksa dana pasar uang, campuran, saham, terproteksi dan Syariah Efek Global.

Meski menggunakan USD sebagai mata uang, tidak berarti reksa dana USD berinvestasi di luar Indonesia. Sebaliknya, hal yang sama berlaku juga untuk reksa dana dengan mata uang Rp, ada juga yang berinvestasi di luar negeri. Untuk itu, mari kita pahami dulu karakteristik reksa dana USD dan peraturan OJK untuk investasi di luar negeri. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Mengenal Industri Pengelolaan Investasi di Indonesia

October 4th, 2018 3 comments
Ilustrasi rupiah.(THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI) - Kompas.com

Ilustrasi rupiah.(THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDI) – Kompas.com

Salah satu indikator suatu industri sedang berkembang adalah adanya Asosiasi yang menaungi industri tersebut. Industri reksa dana merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Seperti apa asosiasi yang menaungi industri ini?

Keberadaan asosiasi tentang bisnis yang umumnya dikenal oleh masyarakat sebagai contoh seperti KADIN (Kamar Dagang dan Industri), Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bankir Indonesia, Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia dan lain sebagainya.

Selain berfungsi sebagai wadah yang menampung para anggotanya, asosiasi juga memiliki banyak fungsi penting seperti sebagai perwakilan pada saat diskusi dengan regulator, memberikan izin sertifikasi, pendidikan dan pelatihan lanjutan, hingga menangani kode etik dan atau menyelenggarakan mediasi apabila terjadi sengketa.

Ciri-ciri asosiasi yang kredibel adalah memiliki akte pembentukan yang disahkan oleh notaris, pembentukannya memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam peraturan dan perundangan, terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, memiliki susunan ketua dan kepengurusan, menyelenggarakan Rapat Umum Anggota secara reguler, diakui oleh regulator yang mengawasi dan memberikan nilai tambah bagi anggotanya dalam bentuk seperti penyelenggaran pelatihan.

Untuk menunjang kegiatan operasional dan melakukan pengembangan, sumber pendanaan asosiasi dapat berasal dari iuran para anggota, biaya penyelenggaraan latihan, dan sumbangan dari anggota maupun pihak luar. Untuk itu, asosiasi yang profesional biasanya diaudit dan hasilnya disampaikan kepada para anggota.

Sejak reksa dana pertama kali terbentuk pada tahun 1997, dana kelolaan industri reksa dana pada bulan September di sekitar Rp 500 Triliun, dengan 90 perusahaan manajer investasi, 37 perusahaan agen penjual, 20 perusahaan Bank Kustodian, sekitar 2000an perorangan untuk pemegang izin Wakil Manajer Investasi dan lebih dari 20.000an perorangan pemegang izin Wakil Agen Penjual Reksa Dana.

Dengan industri yang semakin berkembang dengan segala kompleksitasnya, apalagi reksa dana termasuk dalam industri keuangan yang mendapat regulasi secara ketat, keberadaan asosiasi sangatlah penting. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: