Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Penurunan BI Rate, Apa Artinya untuk Investasi Reksa Dana?

September 26th, 2017 No comments

Cutting interest rates

Efektif per tanggal 25 September 2017, suku bunga acuan Bank Indonesia atau dikenal juga dengan BI Reverse Repo Rate diturunkan dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen. Apakah penurunan tersebut memiliki dampak terhadap investasi reksa dana?

Disebut suku bunga acuan, karena informasi tersebut dijadikan oleh perbankan di Indonesia dalam menentukan tingkat suku bunga, mulai dari bunga simpanan seperti tabungan, giro, deposito hingga pinjaman seperti kredit modal kerja, kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan, hingga kredit tanpa agunan (KTA).

Bagaimana efeknya terhadap reksa dana? Jenis reksa dana apa saja yang terdampak dan apakah positif atau negatif. Secara umum, jenis reksa dana terkena dampak langsung terhadap perubahan suku bunga acuan adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Saham vs Reksa Dana Saham

September 20th, 2017 4 comments

Businessman trader working in the office.

Reksa dana saham adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimum 80 persen ditempatkan pada efek saham.

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Dalam konteks pasar modal, saham perusahaan yang telah go public dapat diperjualbelikan. Investor bisa membeli langsung saham perusahaan yang go public ataupun tidak langsung melalui reksa dana saham yang dikelola manajer investasi.

Baik saham maupun reksa dana saham, dikenal sebagai instrumen investasi yang high risk high return. Untuk itu investor perlu memahami perbedaan antara kedua instrumen ini sebelum melakukan kegiatan berinvestasi. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Obligasi Vs Reksa Dana Pendapatan Tetap

September 5th, 2017 No comments

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimal 80 persen pada surat berharga dalam bentuk hutang atau obligasi.

Obligasi adalah surat pernyataan hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi yang berisi janji untuk membayar kembali pokok dan atau bunga pada tanggal jatuh tempo.

Salah satu produk pasar obligasi yang dikenal umum adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan Sukuk Ritel (Obligasi ritel berbasis syariah) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Selain pemerintah, obligasi juga banyak diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Perbedaan utama antara obligasi yang diterbitkan swasta dengan pemerintah adalah pada risiko gagal bayarnya.

Obligasi pemerintah hampir pasti tidak akan gagal bayar sementara obligasi swasta memiliki potensi gagal bayar. Kemampuan penerbit obligasi dalam melakukan pembayaran hutang dinilai dalam bentuk rating yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat.

Fitur lain dari obligasi adalah adanya kupon atau bunga yang dibayarkan setiap periodenya. Umumnya obligasi pemerintah membagikan kupon setiap 6 bulan dan khusus untuk ORI dan Sukuk Ritel setiap bulan, sementara obligasi swasta membagikan kupon setiap 3 bulan.

Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip syariah, terdapat juga obligasi syariah yang dikenal dengan istilah Sukuk.

Ada 2 jenis sukuk, yaitu Sukuk Ijarah dengan sistem sewa yang memiliki imbal hasil tetap, dan Sukuk Mudharabah dengan sistem bagi hasil yang imbal hasilnya tidak tetap. Fitur ini mirip dengan sistem Kupon Tetap dan Kupon Variabel pada obligasi konvensional.

Obligasi biasanya dijual kepada umum di pasar perdana melalui penawaran umum (Initial Public Offering – IPO) kepada masyarakat luas. Meski demikian, investor juga dapat memperolehnya di pasar sekunder dengan membeli obligasi yang dimiliki oleh investor lainnya.

Sebagai investor, tentu kita bisa berinvestasi langsung pada obligasi ataupun secara tidak langsung melalui reksa dana pendapatan tetap. Berikut ini adalah perbedaan dari kedua cara tersebut : Read more…

Asumsi Inflasi dan Return Reksa Dana dalam Perencanaan Keuangan (1)

July 31st, 2017 No comments

Cakupan dalam ilmu perencanaan keuangan amat luas. Mulai dari pengaturan pemasukan dan pengeluaran, dana darurat, asuransi, investasi, pensiun, pajak, hingga warisan.

Dari semua ilmu tersebut, menurut saya, bagian yang paling sulit adalah investasi karena menggunakan asumsi yang belum diketahui kepastiannya pada masa depan.

Dua asumsi yang dibutuhkan adalah asumsi inflasi dan asumsi imbal hasil investasi. Asumsi inflasi dibutuhkan untuk memprediksi berapa nilai kebutuhan pada masa mendatang seperti biaya pensiun dan biaya pendidikan anak, sementara asumsi hasil investasi dibutuhkan untuk menghitung besaran nilai yang yang harus diinvestasikan mulai dari sekarang.

Tingkat inflasi di negara berkembang seperti Indonesia umumnya lebih fluktuatif dibandingkan tingkat inflasi di negara maju. Tingkat inflasi umumnya dipengaruhi oleh harga komoditas, permintaan dan penawaran, serta ketersediaan infrastruktur. Read more…

Kelas Investor Ready – Juli 2017

July 16th, 2017 No comments

Investor Ready Juli 2017

 

Buat yg mau belajar perencana keuangan dan reksa dana yg dibawakan langsung dari ahlinya silakan berpartisipasi pada Sekolah Reksa Dana Dewan APRDI – Investor Ready yg diselenggarakan pada
29 Juli 2017 jam 8.00 WIB – 13.00 WIB

Untuk pendaftaran silakan hubungi Sekretariat APRDI di 021 5150488 dan 0812 8730 1087
Email investor.ready@aprdi.co.id

Bagi komunitas atau kelompok mahasiswa dengan minimum 20 peserta, juga dapat mengundang APRDI untuk kelas khusus

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Konglomerasi Keuangan Dalam Pengelolaan Reksa Dana

June 9th, 2017 No comments

Sumber Gambar dari Kompas Online

Istilah konglomerasi keuangan mengacu pada lembaga jasa keuangan yang berada dalam satu kelompok karena keterkaitan kepemilikan dan atau pengendalian. Sebagai contoh, konglomerasi keuangan seperti group Panin, Mandiri, BCA, BNI memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang keuangan salah satunya manajer investasi pengelola reksa dana.

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh investor adalah apakah karena satu kelompok, manajer investasi pengelola reksa dana akan cenderung mengutamakan kelompoknya sendiri?

Sebagai contoh, apakah diperbolehkan jika reksa dana yang dikelola Panin Asset Management menggunakan Bank Panin sebagai kustodian, hanya bertransaksi di Panin Sekuritas, melakukan penempatan di Deposito Bank Panin, membeli saham Panin Life dalam reksa dananya, dan dijual melalui agen penjual Panin Sekuritas? Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Apa Bukti Kepemilikan Reksa Dana?

June 2nd, 2017 2 comments

Hal ini kerap menjadi pertanyaan oleh para peserta terutama di daerah pada saat kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang investasi reksa dana. Apakah terdapat dokumen atau surat yang menunjukkan bukti atas kepemilikan terhadap suatu reksa dana?

Bagi calon investor yang terbiasa dengan produk perbankan, biasanya surat atau dokumen yang dijadikan sebagai bukti kepemilikan adalah buku tabungan, ATM dan sertifikat deposito. Beberapa bank bahkan mensyaratkan adanya laporan dari kepolisian apabila dokumen atau surat tersebut hilang.

Dalam investasi reksa dana, ketika transaksi berhasil, investor akan mendapatkan kiriman surat konfirmasi dari bank kustodian. Surat konfirmasi tersebut berisi informasi tentang detil transaksi yang dilakukannya seperti nominal, biaya dan harga reksa dana. Kemudian pada awal bulan, investor juga akan menerima laporan bulanan yang berisi mutasi transaksi selama 1 bulan beserta nilai saldonya pada akhir bulan sebelumnya. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Sekolah Investor Reksa Dana Dewan APRDI Mei – Juni 2017

May 12th, 2017 No comments

Sekolah InvestoReady

Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (Dewan APRDI) kembali mengadakan program Sekolah Investor Reksa Dana Dewan APRDI (Investor Ready) pada hari Sabtu, tanggal 27 Mei 2017 & 17 Juni 2017 pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Arta Graha, SCBD.

Bagi yang ingin belajar reksa dana langsung dari ahli dan sumbernya, dapat langsung mendaftarkan diri dengan menghubungi :

Email : investor.Ready@APRDI.or.id

WhatsApps : 0812 8730 1087

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: