Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Acara Kampoeng Cerdas – Bali dan Seminar Pasar Modal – Bandung

March 19th, 2015 4 comments

Teman2,

Mau menginformasikan bahwa Panin Asset Management akan membuka booth dan mengadakan seminar di Bali dan Bandung dalam waktu dekat ini. Informasi lebih lengkap silakan gambar di bawah ini

Pameran Kampoeng Cerdas Keuangan. 23 – 26 Maret 2015 Bali
Pendaftaran : http://www.aplic2015-indonesia.com/

Acara Kampoeng Cerdas Bali

 

Seminar – Menangkap Potensi INVESTASI di Pasar Modal Indonesia Tahun 2015
25 Maret 2015 Bandung

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Panduan Mencari Data Harga Reksa Dana

February 3rd, 2015 14 comments

Situs OJKSumber : www.ojk.go.id

 Pertanyaan mengenai bagaimana cara untuk mencari sumber data reksa dana untuk berbagai keperluan adalah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam blog ini. Harus diakui memang, sumber data harga reksa dana yang bisa diakses secara historis serta datanya dapat dipertanggung jawabkan masih belum tersedia untuk umum. Kalaupun ada, umumnya berasal dari situs berbayar sehingga sangat menyulitkan bagi mahasiswa atau masyarakat awam yang ingin melakukan penelitian.

Beberapa Manajer Investasi menyediakan data historis harga reksa dana dalam situsnya, namun jumlahnya masih sangat terbatas. Selain itu, format dan jumlah data juga suka berbeda antara Manajer Investasi yang satu dengan yang lain sehingga sehingga cukup menyulitkan. Padahal dalam melakukan penelitian, diperlukan data yang seragam. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana mencari data reksa dana mulai dari Harga (Nilai Aktiva Bersih per Unit), Jumlah Unit Penyertaan, dan Jumlah Dana Kelolaan (Asset Under Management) dari sumber yang resmi dan bisa dipertanggung jawabkan serta yang paling penting gratis!!

Sumber data yang resmi untuk reksa dana di Indonesia tentu saja harus bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini karena dalam peraturan, ada kewajiban bagi Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk melakukan pelaporan secara berkala ke dalam sistem yang disediakan. Oleh OJK, data tersebut juga dipublikasikan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa saya menggunakan tampilan website OJK sebagai cover artikel ini. Selanjutnya saya akan mengajarkan bagaimana caranya mendapatkan data dari website tersebut. Read more…

Reksa Dana Trillion Club 2015

January 12th, 2015 35 comments

Trillion Club 2015

Tahun 2014 yang baru saja berlalu merupakan tahun yang cukup baik bagi para investor reksa dana jika dilihat dari besaran tingkat return yang dihasilkannya. Bagi pelaku bisnis, tahun 2014 juga merupakan tahun yang cukup baik karena secara industri dana kelolaan menunjukkan pertumbuhan. Situasi agak berbeda dibandingkan tahun 2013 yang pada dasarnya tingkat return stagnan begitu pula dengan dana kelolaan industri.

Situasi yang kondusif ini memunculkan reksa dana Trillion Club (T-Club) yang baru. Buat anda yang belum tahu, reksa dana Trillion Club ini adalah reksa dana yang dana kelolaannya mencapai Rp 1 Triliun. Bagi Manajer Investasi, angka Rp 1 Triliun merupakan semacam milestone. Sebab untuk mencapai angka tersebut tidak mudah, apalagi bagi Manajer Investasi lokal. Tidak cukup hanya dengan kinerja yang bagus dan konsisten saja, tapi juga harus diimbangi dengan usaha pemasaran yang tidak mengenal lelah. Belum lagi dengan kompetisi yang semakin sengit karena Manajer Investasi baru bermodal besar terus bermunculan dari waktu ke waktu.

Untuk reksa dana saham yang mencapai T-Club, akan muncul tantangan baru lagi. Sedikit banyak investor akan memiliki anggapan bahwa kinerjanya yang baik pada saat dana kelolaannya kecil belum tentu mampu terulang lagi ketika dana kelolaannya besar. Tekanan Manajer Investasi untuk mengulang kinerja yang baik menjadi semakin besar, dan kalaupun gagal belum tentu dana kelolaan menjadi penyebab. Sebab baik buruknya hasil terkadang lebih banyak dipengaruhi strategi investasi. Ketika strategi yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi pasar, mau dana kelolaan besar atau kecil tetap saja bisa underperform. Untuk perbandingan kinerja reksa dana saham yang masuk T-Club dan tidak, bisa anda baca di referensi artikelnya di Trillion Club vs Billion Club.

Nah, di awal tahun 2015 ini, reksa dana mana saja yang masuk dalam kategori Trillion Club? Pada pembahasan kali ini, saya tidak hanya menampilkan reksa dana saham saja, tetapi juga reksa dana pasar uang, pendapatan tetap dan campuran.

Read more…

Panduan Cara Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

August 10th, 2014 13 comments

Pertanyaan Newbie

Membuat perencanaan investasi itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau anda mengerti tentang perencanaan keuangan dan fungsi Time Value of Money pada Microsoft Excel. Susah, kalau dua hal tersebut tidak ada yang anda mengerti sama sekali. Dalam kesempatan ini, saya akan sharing bagaimana cara membuat perencanaan investasi sederhana menggunakan alat-alat yang tersedia secara gratis di website Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual.

Untuk menggunakan kalkulator tersebut, juga tidak perlu menjadi nasabah. Umumnya untuk kalkulator perhitungan yang sederhana disediakan secara gratis. Meski demikian, saya perhatikan banyak investor yang jarang menggunakannya. 2 kendala utama yang dihadapi adalah tidak mengetahui cara kerja dan tidak tahu berapa angka asumsi yang harus dimasukkan. Ada juga yang meskipun sudah tahu, namun tidak bisa merumuskan permasalahan keuangannya untuk diselesaikan melalui kalkulator yang tersedia.

Untuk itu, pembahasan penggunaan kalkulator untuk perencanaan investasi akan menggunakan contoh kasus yang umumnya dihadapi investor awam sehari-hari. Sebagai contoh adalah pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan 2Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/forum-diskusi/

Read more…

Indonesia Finance Integrated Exhibition – Nagoya Hill Batam 25-27 April 2014

April 25th, 2014 No comments

20140425-124416.jpg

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Apakah Ada Reksa Dana Saham Yang (Konsisten) Mengalahkan IHSG ?

January 16th, 2014 44 comments

Konsistensi Kinerja

Membeli produk reksa dana yang “Terbaik” adalah Keinginan dari banyak investor. Walaupun pada kenyataannya lebih banyak investor yang berinvestasi pada produk yang mereka “Percaya” dan mudah untuk diakses,  tetap ada “harapan” bahwa investasinya bisa menjadi produk dengan kinerja terbaik.

Untuk itu, investor biasanya akan mencari tahu produk reksa dana mana yang menjadi jawara pada tahun sebelumnya. Jika kebetulan produk yang menjadi jawara tersebut adalah produk dari perusahaan yang mereka percaya dan akses untuk membeli produk ini juga mudah, maka bukan tidak mungkin reksa dana ini menjadi incaran para investor.

Perilaku di atas juga sebenarnya terjadi dalam investasi saham. Dimana investor beramai-ramai berinvestasi pada saham tertentu yang “Hot”. Tingginya minat masyarakat akan membuat harga saham semakin melambung tinggi. Perilaku ini, dalam teori keuangan disebut dengan Herding Behaviour.

Efek negatif dari Herding Behaviour adalah ketika harapan positif yang terdapat pada saham berubah menjadi negatif, maka investor akan beramai-ramai menjual saham tersebut. Harganya akan turun jauh di bawah harga yang seharusnya karena tekanan jual yang begitu besar. Untungnya efek negatif dari Herding Behaviour ini tidak terjadi di reksa dana saham. Hal ini disebabkan karena harga reksa dana saham tidak ditentukan oleh banyaknya investor yang menjual atau membeli saham tersebut.

Harga reksa dana saham ditentukan oleh isi portofolio dan kinerja Manajer Investasi yang menjadi pengelola reksa dana tersebut. Satu-satunya efek negatif dari Herding Behaviour pada reksa dana saham ini adalah investor mungkin akan sangat kecewa jika ternyata reksa dana yang dijagokan ternyata tidak berhasil mengulangi kejayaan pada tahun sebelumnya. Hal ini tidak akan sampai menyebabkan investor rugi, namun karena kecewa, maka reksa dana tersebut sudah dijual setelah investasi 1 tahun. Padahal idealnya investasi saham di atas 5 tahun sehingga tujuan keuangannya tidak tercapai.

Nah, tentu sangat menarik, apabila bisa dibuktikan bahwa jika suatu reksa dana saham bisa menjadi jawara pada suatu tahun, maka reksa dana tersebut akan kembali menjadi jawara pada tahun berikutnya. Kita tidak perlu pusing-pusing memilih reksa dana, cukup pilih reksa dana yang jadi jawara pada tahun sebelumnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, saya melakukan penelitian terhadap seluruh reksa dana saham dengan menggunakan data 10 tahun terakhir. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan… Tertarik? silakan baca terus artikel ini. Read more…