Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Panduan Cara Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

August 10th, 2014 11 comments

Pertanyaan Newbie

Membuat perencanaan investasi itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau anda mengerti tentang perencanaan keuangan dan fungsi Time Value of Money pada Microsoft Excel. Susah, kalau dua hal tersebut tidak ada yang anda mengerti sama sekali. Dalam kesempatan ini, saya akan sharing bagaimana cara membuat perencanaan investasi sederhana menggunakan alat-alat yang tersedia secara gratis di website Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual.

Untuk menggunakan kalkulator tersebut, juga tidak perlu menjadi nasabah. Umumnya untuk kalkulator perhitungan yang sederhana disediakan secara gratis. Meski demikian, saya perhatikan banyak investor yang jarang menggunakannya. 2 kendala utama yang dihadapi adalah tidak mengetahui cara kerja dan tidak tahu berapa angka asumsi yang harus dimasukkan. Ada juga yang meskipun sudah tahu, namun tidak bisa merumuskan permasalahan keuangannya untuk diselesaikan melalui kalkulator yang tersedia.

Untuk itu, pembahasan penggunaan kalkulator untuk perencanaan investasi akan menggunakan contoh kasus yang umumnya dihadapi investor awam sehari-hari. Sebagai contoh adalah pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan 2Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/forum-diskusi/

Read more…

Indonesia Finance Integrated Exhibition – Nagoya Hill Batam 25-27 April 2014

April 25th, 2014 No comments

20140425-124416.jpg

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Apakah Ada Reksa Dana Saham Yang (Konsisten) Mengalahkan IHSG ?

January 16th, 2014 32 comments

Konsistensi Kinerja

Membeli produk reksa dana yang “Terbaik” adalah Keinginan dari banyak investor. Walaupun pada kenyataannya lebih banyak investor yang berinvestasi pada produk yang mereka “Percaya” dan mudah untuk diakses,  tetap ada “harapan” bahwa investasinya bisa menjadi produk dengan kinerja terbaik.

Untuk itu, investor biasanya akan mencari tahu produk reksa dana mana yang menjadi jawara pada tahun sebelumnya. Jika kebetulan produk yang menjadi jawara tersebut adalah produk dari perusahaan yang mereka percaya dan akses untuk membeli produk ini juga mudah, maka bukan tidak mungkin reksa dana ini menjadi incaran para investor.

Perilaku di atas juga sebenarnya terjadi dalam investasi saham. Dimana investor beramai-ramai berinvestasi pada saham tertentu yang “Hot”. Tingginya minat masyarakat akan membuat harga saham semakin melambung tinggi. Perilaku ini, dalam teori keuangan disebut dengan Herding Behaviour.

Efek negatif dari Herding Behaviour adalah ketika harapan positif yang terdapat pada saham berubah menjadi negatif, maka investor akan beramai-ramai menjual saham tersebut. Harganya akan turun jauh di bawah harga yang seharusnya karena tekanan jual yang begitu besar. Untungnya efek negatif dari Herding Behaviour ini tidak terjadi di reksa dana saham. Hal ini disebabkan karena harga reksa dana saham tidak ditentukan oleh banyaknya investor yang menjual atau membeli saham tersebut.

Harga reksa dana saham ditentukan oleh isi portofolio dan kinerja Manajer Investasi yang menjadi pengelola reksa dana tersebut. Satu-satunya efek negatif dari Herding Behaviour pada reksa dana saham ini adalah investor mungkin akan sangat kecewa jika ternyata reksa dana yang dijagokan ternyata tidak berhasil mengulangi kejayaan pada tahun sebelumnya. Hal ini tidak akan sampai menyebabkan investor rugi, namun karena kecewa, maka reksa dana tersebut sudah dijual setelah investasi 1 tahun. Padahal idealnya investasi saham di atas 5 tahun sehingga tujuan keuangannya tidak tercapai.

Nah, tentu sangat menarik, apabila bisa dibuktikan bahwa jika suatu reksa dana saham bisa menjadi jawara pada suatu tahun, maka reksa dana tersebut akan kembali menjadi jawara pada tahun berikutnya. Kita tidak perlu pusing-pusing memilih reksa dana, cukup pilih reksa dana yang jadi jawara pada tahun sebelumnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, saya melakukan penelitian terhadap seluruh reksa dana saham dengan menggunakan data 10 tahun terakhir. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan… Tertarik? silakan baca terus artikel ini. Read more…

Efek Penguatan Dolar Terhadap Emas, Properti dan Reksa Dana (3 – Akhir)

October 21st, 2013 5 comments

Artikel ini merupakan artikel terakhir dari 2 artikel yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Pada artikel pertama, saya membahas efek penguatan dolar terhadap emas dan properti pada artikel kedua. Pada artikel ketiga saya akan membahas efeknya terhadap reksa dana

Pada saat artikel ini ditulis, keadaan memang sedikit berbeda dibandingkan pada saat kedua artikel sebelumnya ditulis. Yang berbeda adalah jika kemarin Rupiah terus menerus melemah, sekarang pelemahan tersebut sudah agak berkurang dan menunjukkan tren penguatan. Hal ini juga tidak terlepas dari “Dramatisasi” kondisi politik di AS yang membuat mata uang mereka kurang bertaji. Namun karena kondisi negara kita yang dilihat dari Neraca Perdagangan masih mengalami defisit dan pertumbuhan ekonomi juga tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya maka penguatan Rupiah tidak terlalu kuat.

Dari kejadian ini saya melihat ada yang hal yang cukup menarik. Dulu, ketika kita masih di masa jaya dimana perekonomian kita baik dan pertumbuhannya juga masih tinggi-tingginya, kurs USD dan SGD terhadap Rupiah adalah sekitar 6000 dan 9000 an. Jadi kira-kira 1 USD = 1,5 SGD. Pada saat ini, karena hal-hal yang saya sebutkan di atas, Rupiah melemah terhadap mata uang asing namun ternyata rasionya berbeda terhadap masing-masing mata uang. Sebagai contoh 1 USD sekitar Rp 11000-an sementara 1 SGD sekitar 9000-an. Kalau dirasiokan berarti 1 USD = 1,22 SGD. bukan 1,5 SGD seperti pada masa lalunya.

Artinya mata uang tidak selalu bergerak searah dan USD bukan menjadi patokan atas segalanya. Bisa jadi suatu saat SGD menguat sedemikian rupa sehingga menjadi sekitar Rp 11000-an sehingga rasionya menjadi 1. Atau mata uang USD yang melemah sedemikian rupa sehingga kembali ke level 9000-an sementara mata uang SGD tidak bergeming.

Kondisi-kondisi di atas menimbulkan peluang untuk mengambil keuntungan atau dikenal dengan istilah “Arbitrage”. Orang-orang yang bekerja di divisi treasury bank biasanya sangat ahli soal kondisi tersebut dan mencoba mendapatkan keuntungan daripadanya.

Kembali ke topik utama, bagaimana efek dari penguatan dolar ini terhadap investasi reksa dana? Saya akan membahasnya secara spesifik dari 2 sudut pandang. Read more…

Efek Penguatan Dolar Terhadap Emas, Properti dan Reksa Dana (1)

September 18th, 2013 5 comments

Akhir-akhir ini saya sering keliling ke beberapa tempat membawakan seminar dengan topik Emas, Properti dan Reksa Dana. Mumpung sering dipakai, saya gunakan sekali lagi dalam artikel terbaru dalam posting kali ini. Bedanya hanya saya tambahkan kata Efek Penguatan Dolar di depannya saja.

Kata Penguatan Dollar tersebut juga sebenarnya masih dalam statuisasi perdebatan. Hal ini karena ada sebagian yang berpendapat bahwa Rupiah tidak sedang mengalami pelemahan, akan tetapi Dolar yang justru mengalami penguatan. Sebelum ada Harmonisasi pada Statuisasi penggunaan Istilah Kemakmuran Ekonomi ini, maka saya menggunakan istilah Penguatan Dollar. Mohon kondisi labil kosa kata ini bisa dimengerti oleh teman2 pembaca disini mengingat still young my age.

DollarMata uang Rupiah sendiri, jika dibandingkan dengan mata uang negara lain di Asia, merupakan mata uang dengan koreksi yang paling dalam. Jika setiap hari anda membaca koran yang isinya demikian, tentu sedikit banyak kita merasa khawatir juga. Bagaimana kira2 efeknya terhadap instrumen yang selama ini kita kenal yaitu emas, properti dan reksa dana? Saya akan mencoba membahasnya dari sudut pandang saya. Read more…

Mengenal Reksa Dana Saham “Trillion Club”

July 29th, 2013 9 comments

Sebelumnya, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, serta selamat Merayakan Hari Lebaran kepada bapak ibu sekalian yang merayakan. Semoga semua yang dimulai dengan niat baik dapat memberikan hasil yang baik pula.  Semoga setelah kembali dari cuti Lebaran kali ini, otak kita semua lebih segar dan suasana hati kita lebih tenang sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan tempat kita bekerja atau berusaha dan juga kepada Negara Republik Indonesia tercinta ini. Mohon maaf juga jika selama ini ada artikel atau komentar yang kurang berkenan.

Kembali ke tulisan, dalam investasi reksa dana, khususnya reksa dana saham, ada semacam anggapan dari para investor tentang “Ukuran” reksa dana. Dimana semakin besar jumlah dana kelolaan, maka reksa dana akan dianggap semakin “gendut” yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja karena dianggap kurang dapat memberikan return yang maksimal.

Hal tersebut sebelumnya sudah pernah saya bahas dalam riset jumlah dana kelolaan terhadap kinerja reksa dana saham tahun 2011 lalu. Hasilnya, reksa dana dengan dana kelolaan yang besar justru lebih mampu memberikan “kestabilan” dibandingkan reksa dana yang dana kelolaannya kecil. Meski demikian, reksa dana dengan dana kelolaan kecil dapat mengalahkan IHSG dengan persentase yang lebih signifikan dibandingkan reksa dana dengan dana kelolaan besar namun ketika kalah, kalahnya bisa sangat signifikan juga.

2 tahun sudah berlalu, industri reksa dana saham juga sudah jauh berkembang. Jika pada tahun 2011 yang lalu, hanya terdapat sekitar 13 reksa dana dengan dana kelolaan di atas Rp 1 Triliun, maka pada bulan Juni tahun 2013 ini, sudah ada sekitar 22 reksa dana saham. Belum termasuk 3 reksa dana saham yang akan segera bergabung dengan “Trillion club (T-Club)” karena dana kelolaanya sudah sekitar 900 milliar-an. Bagaimana dengan kinerja reksa dana T-Club ini dibandingkan rata-rata reksa dana saham pada umumnya? Read more…