Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

www.rudiyanto.blog.kontan.co.id dan www.rudiyanto.blog

August 12th, 2020 1 comment

Blog

Saat ini ada 3 website yang saya kelola

  1. www.rudiyanto.blog.kontan.co.id
  2. www.rudiyanto.blog
  3. www.reksadanauntukpemula.com

Untuk (1) dan (2) sebenarnya mirip saja. Namun dari sisi support untuk video dan sosial media, www.rudiyanto.blog lebih user friendly.

Untuk itu www.rudiyanto.blog.co.id akan saya fokuskan untuk :

  • Diskusi dan tanya jawab via comment

Sementara untuk update artikel terbaru, para pembaca dapat beralih ke www.rudiyanto.blog. Pertanyaan dan komentar juga bisa dilakukan via blog yang baru ini.

Semoga bermanfaat

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Future Financial Festival 2020 : Understanding Mutual Fund Fiasco

July 24th, 2020 2 comments

Ada puluhan produk reksadana yang disuspen oleh OJK. Penasaran gak sih sama apa yang terjadi ini? Terus gimana caranya #GenerasiAntiWacana bisa identifikasi dan menghindari produk-produk tersebut?

Buat kamu yang penasaran, yuk simak sesi “Understanding the Mutual Fund Fiasco” yang bakalan di bawain oleh Rudiyanto (Director of Panin AM) dan Putri Madarina (Founder & CEO of Halalvestor) di Channel 1 tanggal 26 Juli 2020 jam 10:00 WIB.

Jangan sampe ketinggalan acaranya dan amanin tiketmu di @loketcom dan @gotixindonesia sekarang juga!

Info lebih lanjut bisa cek akun IG https://www.instagram.com/future.financial.festival/

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Ini Saham Yang Investornya Paling Banyak

July 3rd, 2020 No comments

Berdasarkan publikasi dari Bursa Efek Indonesia, tercatat per Mei 2020 terdapat total 2.81 juta Investor pasar modal, dan 1.19 juta di antaranya merupakan investor saham. Pertambahan jumlah investor tetap terjadi di tengah pandemi COVID-19.

Bahkan dari diskusi dengan rekan-rekan pelaku di perusahaan sekuritas, pembukaan rekening baru pada saat puncak COVID-19 justru lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Kemungkinan para investor melihat adanya kesempatan harga sedang terkoreksi, ditambah jadi punya lebih banyak waktu luang karena adanya PSBB.

Yang menjadi pertanyaan, saham-saham apa yang investor tersebut beli? Tentu sulit untuk menanyakan ke masing-masing orang. Belum lagi dengan pola investasi jangka pendek, bisa saja suatu saham hanya dimiliki beberapa hari bahkan beberapa jam saja.

Dengan semakin berkembangan teknologi informasi dan tuntutan akan keterbukaan, data-data perusahaan terbuka dipublikasikan semakin beragam serta lebih mudah diakses.

Tidak hanya data laporan keuangan saja, tetap juga laporan jika ada Informasi atau Fakta Material, tanggapan jika harga saham berfluktuasi, Transaksi Afiliasi dengan nilai signifikan, risalah RUPS, hingga jumlah pemegang saham setiap bulan.

Sebenarnya laporan-laporan ini dulunya juga sudah ada, tapi dengan adanya perkembangan teknologi informasi, menjadi semakin mudah untuk diakses. Bisa dari aplikasi transaksi saham, bisa juga dari aplikasi dengan fitur gratis dan berbayar seperti RTI.

Salah satu laporan yang saya cermati adalah Laporan Pemegang Saham Bulanan. Dari laporan ini, masyarakat bisa melihat siapa pemegang saham pengendali, berapa saham yang dimilikinya, jumlah saham yang dimiliki oleh direksi dan komisaris, alasan pemegang saham pengendali, direksi dan komisaris membeli atau menjual saham perusahaan, hingga jumlah investor pemegang saham setiap bulan.

Dari data jumlah investor pemegang saham inilah, masyarakat bisa mengetahui sebenarnya seberapa banyak saham perusahaan yang dimiliki investor.

Tahukah anda, saham mana yang paling banyak investornya ? Untuk lebih lengkapnya silakan baca https://rudiyanto.blog/2020/07/03/ini-saham-yang-investornya-paling-banyak/ 

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Webinar Juni 2020 : Menebak Arah Pasar Modal Semester II 2020

June 30th, 2020 1 comment

Menebak Arah Pasar Modal Semester II – 2020
Batch 1: Rabu, 1 Juli 2020 – 14:00WIB
Batch 2: Kamis, 2 Juli 2020 – 14:00WIB
Pendaftaran di https://linktr.ee/paninassetmanagement
Sesi ini akan dilakukan melalui ZOOM

Topik Pembahasan:

  • Bagaimana perkiraan Harga Pasar Wajar untuk IHSG dan Obligasi?
  • Pilpres USA: bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?
  • Asing net sell namun IHSG naik, mengapa?
  • Bagaimana efek Second Wave terhadap pasar modal?
  • Diskusi & Sesi Tanya Jawab
Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Ini Cara Kerja dan Risiko Produk Pasar Modal Dengan Return Pasti

June 23rd, 2020 No comments
ilustrasi investasi

Sumber : Kompas.com

Obligasi Negara Ritel ORI017 yang sedang ditawarkan saat ini adalah contoh produk pasar modal dengan tingkat return yang pasti. Penawaran produk ORI kepada masyarakat melalui Bank, Sekuritas, dan Agen Penjual Online yang ditunjuk oleh pemerintah.

Penawaran pertama kali ini, dalam istilah pasar modal disebut penawaran melalui pasar perdana / primer / Initial Public Offering.

ORI017 ini memiliki fitur antara lain tingkat bunga tetap yang disebut dengan kupon, jatuh tempo 3 tahun, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sebagai referensi, versi ORI yang mengacu pada kaidah Syariah disebut dengan Sukuk Ritel.

Jika sebelum jatuh tempo, pemegang ORI memerlukan dana, dia bisa menjual kepada pihak lain melalui perusahaan tempat dia membeli pertama kali. Pembelinya bisa merupakan perusahaan itu sendiri, bisa juga investor lain pada harga yang disepakati. Transaksi ini terjadi di pasar sekunder.

Harga transaksi pada pasar sekunder bisa di atas, di bawah, atau sama dengan nominal pokok obligasi. Tergantung tingkat suku bunga bank pada waktu transaksi, biasanya semakin rendah bunga bank maka obligasi akan semakin bernilai tinggi, dan sebaliknya jika suku bunga bank sedang tinggi, maka harga oblgiasi akan turun.

Apakah ORI ini satu-satunya produk pasar modal dengan return pasti ? Tentu tidak, masih terdapat produk lain dengan fitur serupa antara lain Obligasi, Reksa Dana Terproteksi, dan Repurchase Agreement (Repo).

Produk di atas biasanya memberikan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan ORI dan deposito. Seperti apa cara kerja dan risikonya ?

Untuk lebih lengkapnya silakan baca https://rudiyanto.blog/2020/06/23/ini-cara-kerja-produk-pasar-modal-dengan-return-pasti/ 

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Menebak Arah Pasar Modal Semester II 2020

June 17th, 2020 No comments

Ilustrasi IHSG – Kompas

Semester I 2020 yang penuh gejolak sudah hampir berakhir. Berbagai sentimen negatif muncul silih berganti mulai dari potensi terjadinya perang, investor asing yang keluar dari saham dan obligasi Indonesia, kasus hukum yang menimpa perusahaan keuangan, hingga yang belakangan ini COVID-19, PSBB dan relaksasinya. Bagaimana dengan semester II 2020?

Meskipun negatif dan bergejolak hebat, penurunan signifikan lebih banyak terjadi di bulan Februari dan Maret. Sejak bulan April hingga Juni, kinerja IHSG dan Indeks Obligasi pemerintah stabil dan naik secara perlahan.

Pada saat artikel ini ditulis, IHSG berada di level 4986 atau turun 20% dari posisi awal tahun di level 6299. Sebaliknya Indeks Obligasi Pemerintah sudah naik 1.65% dari awal tahun. Hal ini menyebabkan kinerja reksa dana pendapatan tetap masih positif tahun ini, berbanding terbalik dengan reksa dana saham yang masih negatif.

IHSG juga sudah berkali-kali menguji level 5.000, penulis percaya bahwa pada akhir bulan Juni ini seharusnya mampu bertahan di atas level 5.000. Sampai dengan akhir tahun 2020, seharusnya IHSG nilai wajar IHSG akan berkisar di level 5500 – 6000.

Untuk Indeks Obligasi Pemerintah yang menjadi aset dasar reksa dana pendapatan tetap, tingkat return untuk tahun 2020 seharusnya dapat berkisar antara 8-10% yang merupakan akumulasi dari kupon dan efek kenaikan harga.

Meski demikian, volatilitas atau gejolak harga masih akan ada, terutama di instrumen berbasis saham dan reksa dana saham. Apa saja sentimen-sentimen yang mungkin berpengaruh terhadap pergerakan pasar modal di semester II ini ?

Untuk lebih lengkapnya silakan baca https://rudiyanto.blog/2020/06/17/menebak-arah-pasar-modal-semester-ii-2020/ 

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Webinar : Market Update Juni 2020 via Zoom

June 3rd, 2020 No comments

MARKET OUTLOOK JUNI 2020

Tidak terasa sudah hampir 2 bulan sejak PSBB resmi diberlakukan di berbagai provinsi di Indonesia, meskipun sebelumnya telah banyak yang melakukan social distancing dan membatasi kegiatan sehari-hari.

Dengan adanya pembatasan aktivitas tersebut, tentu berefek terhadap sektor-sektor lainnya. Bagaimana dampaknya terhadap pasar modal dan pengelolaan oleh Manajer Investasi ?

Untuk lebih lengkapnya bisa mengikuti diskusi Market Outlook Juni 2020 dengan jadwal sebagai berikut :

Batch I – Kamis, 4 Juni 2020 – 14:00 WIB
Batch II – Jumat, 5 Juni 2020 – 14:00 WIB
Poin pembahasan:
– Update laporan keuangan Q1 – 2020
– Apa risiko investasi yang perlu diwaspadai?
– Apa yang membuat dana asing kembali masuk ke Indonesia ?
– Bagaimana dampak new normal terhadap strategi pengelolaan reksa dana oleh Manajer Investasi?
– Update program CSR Panin AM terkait Pandemi COVID-19.

Registrasi: https://linktr.ee/paninassetmanagement 

Event terbuka untuk umum.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Strategi Pengelolaan Reksa Dana di Era New Normal

May 28th, 2020 No comments

 

Sumber : Shutter Stock, Kompas.com

New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yg sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. Penyesuaian ini tentunya akan berdampak terhadap perekonomian. Bagaimana dampaknya terhadap strategi pengelolaan reksa dana oleh Manajer Investasi?

Secara sederhana, ketika masyarakat berinvestasi pada reksa dana, manajer investasi selaku pengelola akan menempatkan pada 3 instrumen yaitu Deposito, Obligasi dan Saham.

Dalam melakukan penempatan, Manajer Investasi perlu memperhatikan kesesuaian dengan peraturan OJK sehingga tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditetapkan. Misalnya penempatan di 1 perusahaan tidak lebih besar dari 10% jumlah dana kelolaan, di instrumen luar negeri tidak lebih dari 15% jumlah dana kelolaan, investasi pada pihak terafiliasi maksimal 20%, dan batasan lainnya yang bisa dilihat pada prospektus reksa dana.

Kemudian dalam pemilihan nama-nama perusahaan, Manajer Investasi perlu memastikan bahwa prospek ke depannya akan baik. Dalam bahasa yang sederhana, kalau menempatkan pada deposito dan obligasi, bank dan perusahaan penerbit diharapkan bisa membayar bunga dan pokok tepat waktu. Untuk penempatan pada saham, diharapkan ada kenaikan harga.

Untuk obligasi dan saham, Manajer Investasi juga perlu mengantisipasi adanya risiko fluktuasi harga. Meskipun tidak ada masalah dengan perusahaannya, terkadang karena situasi eksternal, perubahan suku bunga dan inflasi, dan sekarang ditambah wabah COVID-19, bisa menyebabkan gejolak harga.

Bentuk antisipasi dapat dilakukan dengan kombinasi saham – deposito atau saham – obligasi – deposito dengan batasan bobot sesuai ketentuan dan diversifikasi pada beberapa sektor / saham. Harapannya ketika pasar secara umum turun, masih ada instrumen / sektor saham tertentu yang naik sehingga risiko fluktuasinya bisa diminimalkan.

Apakah New Normal ini berdampak pada pertimbangan Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana? Itu sudah pasti. Namun efeknya berbeda-beda untuk setiap jenis instrumen.

Bagaimana dampaknya bagi Manajer Investasi dalam penempatan di Deposito, Obligasi dan Saham? Untuk lebih lengkapnya silakan baca Strategi Pengelolaan Reksa Dana di Era New Normal

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: