Archive

Archive for the ‘Belajar Reksa Dana’ Category

Ini Cara Menghindari Reksa Dana “Saham Gorengan”

February 19th, 2020 1 comment

Sehubungan dengan perkembangan kasus investasi yang menimpa beberapa perusahaan manajer investasi dan asuransi, belakangan ini muncul istilah reksa dana saham gorengan. Tidak hanya Nilai Aktiva Bersih per unit yang turun drastis, investor bahkan tidak bisa melakukan pencairan. Bagaimana caranya agar terhindar dari jenis reksa dana ini?

Yang dimaksud dengan reksa dana saham gorengan adalah reksa dana yang menginvestasikan portofolio efeknya pada saham-saham gorengan. Jenisnya bisa reksa dana saham, bisa juga reksa dana campuran. Tapi kebanyakan memang reksa dana saham.

Ciri-Ciri Saham Gorengan

Beberapa ciri saham gorengan antara lain seperti memiliki fluktuasi harga yang besar, kinerja harga saham tidak sesuai dengan kinerja laporan keuangan perusahaan, dan memiliki volume transaksi jual beli yang tidak wajar.

Fluktuasi harga yang besar dapat dilihat seringnya suatu saham digolongkan dalam UMA (Unusual Market Activity) karena harganya sering menyentuh batas tertinggi kenaikan atau batas terendah penurunan harga yang diperbolehkan dalam satu hari. Saham yang masuk golongan UMA berpotensi dihentikan perdagangannya (di suspend) oleh pihak bursa untuk dilakukan investigasi.

Dalam proses investigasi tersebut, biasanya pihak perusahaan diminta untuk memberikan penjelasan apakah memiliki rencana aksi korporasi atau rencana bisnis yang berpotensi menyebabkan perubahan secara signifikan pada perusahaan.

Jika misalkan perusahaan memiliki rencana bisnis atau aksi korporasi yang berpengaruh signifikan seperti membagikan dividen dalam jumlah besar, melakukan akusisi, menerbitkan saham atau hutang baru, mengubah arah bisnis, merombak manajemen dan sebagainya, bisa menjadi penjelasan pada lonjakan naik turunnya harga saham.

Sebagai contoh jika harga saham perusahaan mengalami kenaikan 50% hanya dalam waktu 2 minggu, rupanya hal ini untuk antisipasi laporan keuangan akan datang yang akan diterbitkan dalam waktu dekat yang menyebutkan adanya kenaikan penjualan dan laba bersih yang sebesar 70% dibandingkan periode sebelumnya. Jika skenario ini yang terjadi, maka lonjakan harga bisa dijustifikasi.

Namun dalam banyak kasus saham gorengan, kenyataannya tidak ada. Dalam keterbukaan informasi yang dikeluarkan perusahaan, biasanya berisi pernyataan standar bahwa perusahaan tidak memiliki rencana bisnis atau aksi korporasi yang berpengaruh signifikan.

Informasi mengenai apakah suatu saham masuk dalam kategori UMA dan keterbukaan informasinya merupakan informasi publik yang bisa diakses pada website perusahaan, bursa efek, aplikasi trading perusahaan sekuritas atau situs penyedia data saham seperti RTI.

Kenaikan atau penurunan harga secara signifikan biasanya disebabkan dari volume transaksi yang tidak wajar. Untuk bisa melihat wajar atau tidaknya volume transaksi, memang harus punya pengalaman. Orang awam atau investor pemula biasanya juga tidak mengerti cara melihatnya.

Bagaimana dengan reksa dana saham gorengan? Bagaimana ciri-cirinya dan bagaimana cara untuk menghindarinya? Untuk lebih lengkap silakan baca Ini Cara Untuk Menghindari Reksa Dana “Saham Gorengan”

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Berinvestasi di Reksa Dana USD

January 17th, 2020 No comments

Di awal tahun 2020 ini, kurs nilai tukar Rp terhadap USD telah menguat di rentang Rp 13.700an. Dibandingkan dengan dengan mata uang negara asia lainnya, mata uang Rp termasuk salah satu yang paling tinggi.

Tidak ada yang tahu sampai kapan Rp akan terus menguat, namun hitung-hitungan secara fundamental di tahun 2020 seharusnya nilai wajar Rp masih di atas rentang Rp 14.000an. Bagi yang suka mengumpulkan USD, kondisi ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan USD di harga yang relatif murah.

Berinvestasi pada USD dapat dilakukan dengan membeli mata uangnya secara fisik dan menyimpannya di bawah bantal atau tabungan USD perbankan. Selain itu, investasi pada USD juga dapat dilakukan melalui reksa dana berdenominasi USD.

Dibandingkan membeli USD secara fisik atau tabungan yang bunganya sangat kecil, investasi di reksa dana USD dapat memberikan potensi kenaikan harga. Tentu saja, sebagai produk investasi, terdapat juga risiko seperti penurunan harga.

Untuk lebih lengkapnya bisa membaca Berinvestasi di Reksa Dana USD

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

January 6th, 2020 No comments

Tahun 2020 diharapkan menjadi tahun pemulihan bagi ekonomi dan investasi. Hasil investasi reksa dana juga diharapkan bisa membaik pada tahun ini. Seperti apa persiapan bagi masyarakat yang berminat menjadi investor pada tahun 2020 ini?

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 2 tahun ini mulai menemui titik terang dengan adanya kesepakatan tahap pertama. Hal ini memang tidak menjamin bahwa perang dagang berakhir, tapi paling tidak sudah kesepakatan yang diharapkan bisa terus berlanjut.

Harga komoditas kelapa sawit juga sudah mencetak rekor baru setelah mengalami penurunan berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Hal ini diharapkan dapat memulihkan kinerja perusahaan sawit dan meningkatkan daya beli masyarakat terutama yang terkait dengan industri kelapa sawit.

Walaupun perbankan dan konsumsi adalah sektor yang dominan di pasar modal, dari kacamata investor asing, suka tidak suka masih ada persepsi bahwa pasar modal Indonesia identik dengan komoditas. Jadi naiknya harga sawit menjadi sesuatu yang positif terhadap pasar modal.

Di sisi lain, harga batu bara yang juga merupakan komoditas andalan masih stagnan. China merupakan importir batu bara terbesar di dunia. Perlambatan ekonomi di sana juga turut mempengaruhi harga komoditas. Berita baiknya adalah mulai ada kesepakatan dagang dan harga batu bara juga sudah tidak turun lagi walaupun belum naik.

Ketidakpastian politik akibat Pemilu dan Pilpres pada tahun 2019 sudah berakhir dengan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden RI dan bergabungnya Prabowo ke dalam kabinet Menteri.

Dukungan politik terhadap kuat terhadap pemerintahan ini dapat dilihat dari rencana penerbitan Undang-Undang omnibus law yang tidak mendapat halangan. Dari kacamata pasar modal, salah satu yang mendapat penilaian positif adalah penurunan tarif secara bertahap untuk pajak badan dan dividen.

Beberapa riset dari sekuritas asing juga menjadikan negara berkembang (emerging market) sebagai negara tujuan investasi di tahun ini mengingat valuasi di negara maju seperti Amerika Serikat sudah tinggi dan di negara berkembang masih murah. Net buy asing di saham sudah mulai terjadi sejak akhir 2019 dan diperkirakan masih akan terus berlanjut di 2020 ini.

Faktor-faktor di atas menjadi dasar mengapa tahun 2020 disebut sebagai tahun pemulihan untuk investasi di pasar modal. Faktor negatif dan kejutan memang akan selalu ada mengingat pasar modal memiliki karakter yang fluktuatif, namun setidaknya yang terburuk sudah lewat.

Untuk lebih lengkapnya silakan klik Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

December 6th, 2019 No comments

Investor di pasar modal terdiri dari investor lokal dan investor asing. Selama ini ada persepsi bahwa jika asing melakukan penjualan, atau dikenal dengan istilah Net Sell, maka kinerja IHSG cenderung akan turun. Sebaliknya jika asing melakukan pembelian, atau dikenal dengan istilah Net Buy, maka IHSG cenderung akan naik. Apakah memang demikian?

Yang dimaksud dengan investor asing adalah investor perorangan non Warga Negara Indonesia (WNI) dan investor institusi yang didirikan di luar Indonesia. Sebaliknya investor lokal adalah investor WNI dan institusi yang didirikan di Indonesia.

Investor Institusi ini beragam, mulai dari Perusahaan, Yayasan, Asuransi, Dana Pensiun, Trust Fund (Dana Perwalian), hingga reksa dana, ETF, unit link dan berbagai bentuk institusi yang diperbolehkan menurut hukum yang berlaku.

Transaksi pembelian dan penjualan biasanya terdiri dari 3 variasi yaitu :

  1. Investor Lokal Jual Beli dengan Investor Lokal
  2. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Asing
  3. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Lokal

Angka total transaksi bursa biasanya dihitung dari total 3 variasi di atas, namun untuk angka Net Buy atau Net Sell biasanya dilihat pada poin ketiga saja.

Misalkan jika total saham yang dibeli asing dari lokal lebih besar dari yang dijual, maka disebut Net Buy, sebaliknya jika saham yang dijual asing ke lokal lebih besar dari yang dibeli, disebut Net Sell.

Angka net buy dan sell asing biasanya dipublikasikan setiap hari oleh Bursa Efek Indonesia, media massa, ataupun dapat diakses secara online pada aplikasi perdagangan saham perusahaan Sekuritas dan website penyedia informasi seperti RTI, Bloomberg, Infovesta, dan sebagainya.

Sebagai contoh berikut ini adalah contoh tampilan informasi net buy dan sell di Harian Kontan

Cara membaca tabel di atas adalah sebagai berikut :

  • Tanggal 29 November 2019, Investor Asing melakukan Net Sell sebanyak 219.03 M
  • Tanggal 3 Desember 2019, Investor Asing melakukan Net Buy sebanyak 17.49 M
  • Total Transaksi Investor Asing dari tanggal 29 November – 5 Desember 2019 adalah Net Sell sebesar 476.78 M

Jika mengacu pada persepsi bahwa Asing Net Sell IHSG kurang bagus dan sebaliknya Asing Net Buy maka IHSG bagus, maka seharusnya kinerja IHSG selama pada saat Net Sell akan turun dan saat Net Buy akan naik. Untuk membuktikannya, maka dilakukan perbandingan dengan kinerja IHSG langsung dan hasilnya sebagai berikut :

Untuk lebih lengkapnya silakan baca Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

November 5th, 2019 No comments

Sebenarnya secara teori, investasi reksa dana apalagi yang berbasis saham adalah untuk jangka panjang. Oleh karena itu, mau memulai di kapan saja sebenarnya tidak terlalu masalah. Meski demikian, kadang-kadang ada waktu-waktu tertentu yang memungkinkan bagi investor untuk mendapatkan timing yang tepat sehingga bisa mendapat keuntungan jangka pendek / menengah.

Waktu-waktu tertentu ini saya sebut dengan istilah bulan baik. Kapan bulan baik untuk investasi di reksa dana saham?

Bagi investor, tentu saja bulan baik itu adalah bulan dimana ketika ketika beli dan kemudian jual, selisih harganya positif alias naik.

Berikut ini ada 2 bulan “baik” yang bisa dimanfaatkan investor untuk memaksimalkan hasil investasi reksa dana sahamnya. Kedua bulan baik tersebut adalah Window Dressing dan Sell in May and Go Away.

Untuk lebih lengkapnya silakan baca Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Millennial Rich Update Digital Wealth Style : Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?

October 23rd, 2019 4 comments

Event OJK 3 November 2019

Millennial Rich Update Digital Wealth Style “Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?”

Harris Vertu Hotel – Jakarta
Minggu, 3 November 2019
Jam 08.30 WIB – Selesai
Ballroom lantai 5
Jalan Hayam Wuruk No 6 – 10120

Biaya pendaftaran Rp 100.000
Pendaftaran http://bit.ly/Daftar-Event

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Event Book of The Week : Sumpah (Investasi) Pemuda Indonesia

October 23rd, 2019 4 comments

Event Gramedia Oktober 2019

Elex Media Komputindo dan Smart FM bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia mempersembahkan

Book of The Week Live @BursaEfekIndonesia dengan topik “Sumpah (Investasi) Pemuda Indonesia

Acara ini akan diisi dengan Talkshow bersama penulis buku investasi Elex Media Komputindo.

Acara ini diselenggarakan pada :

Jumat, 25 Oktober 2019
Jam 14.00 – 16.00 WIB
Main Hall Bursa Efek Indonesia
Jalan Jend. Sudirman Kav 52 – 53, Jakarta Selatan

Untuk registrasi bisa klik bit.ly.botwsumpahinvestasi

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Seminar Pendidikan Peningkatan Kompetensi PWMII – Industry Trends Impacting Research Workflows

September 23rd, 2019 No comments

Dalam rangka Pendidikan Peningkatan Kompetensi (PPK). Diselenggarakan oleh Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) yang bekerja sama dengan Bloomberg dengan topik “Industry Trends Impacting Research Workflow” yang diadakan pada :

Hari/tanggal       : Rabu / 02 Oktober 2019

Pukul                     : 13.30 WIB – selesai

Tempat                : Ruang Pelatihan PWMII

                                  Gedung Artha Graha Lantai 31

                                  Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53. Jakarta Selatan 12190

Jumlah peserta maksimal 60 orang (first come first served).

Untuk pendaftaran bisa melalui website www.pwmii.or.id atau scan QR Code terlampir.

Seminar ini dapat diikuti oleh anggota maupun non Anggota PWMII

NOTE : Khusus bagi Anggota PWMII yang sudah mendaftar atau melakukan booking seat PPK, apabila tidak dapat hadir, mohon pemberitahuannya dapat diinformasikan ke Sekretariat PWMII maksimal H-3. Apabila informasi pembatalan disampaikan kurang dari 3 hari sebelum pelaksanaan, maka hak Sdr/Sdri. Untuk mengikuti PPK secara gratis satu kali pada tahun ini dianggap tidak berlaku/tidak dapat digunakan.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
%d bloggers like this: