Archive

Archive for the ‘Riset Reksa Dana’ Category

Reksa Dana Saham Panin Beta One

March 23rd, 2017 9 comments

Panin Beta One

Reksa Dana Saham Panin Beta One adalah reksa dana terbaru dari Panin Asset Management yang akan terbit pada 31 Maret 2017. Apa latar belakang Panin Asset Management kembali menerbitkan produk reksa dana saham yang ke 7 ini? Bagaimana cara kerjanya dan apa yang membedakan reksa dana ini dengan reksa dana saham yang sudah ada? Bagaimana tata cara transaksinya? Penjelasan lebih lengkap mengenai Panin Beta One adalah sebagai berikut. Read more…

Suku Bunga The Fed Naik, Harusnya IHSG Naik Atau Turun ?

March 17th, 2017 5 comments

Federal Reserve Bank

Biasanya kenaikan suku bunga Amerika Serikat yang dikenal dengan suku bunga Federal Reserve Rate (Fed Fund Rate) diasosiakan sebagai sesuatu yang negatif untuk pasar modal Indonesia. Logikanya jika suku bunga di Amerika Serikat naik, maka investasi dalam bentuk USD akan memberikan imbal hasil yang menarik, akibatnya dana ditarik dari Indonesia dan pindah ke luar negeri. Akibatnya saham dan obligasi dijual sehingga harganya juga turun, demikian pula kinerja reksa dana.

Pada tanggal 15 Maret 2017 yang lalu, Bank Sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga the Fed. Namun bukannya turun, malahan harga saham dan obligasi pada tanggal 16 Maret 2017 meningkat cukup signifikan sebesar 1.58%. Mengapa fenomena ini bisa terjadi ? Dan apakah penurunan ini akan terus berlanjut atau hanya bersifat sementara saja?

Kenaikan IHSG 16 Maret 2017

Read more…

Pahami Korelasi Dahulu, Lakukan Aset Alokasi Kemudian

February 16th, 2017 No comments

Korelasi dan Aset Alokasi

Sifat dasar seorang investor adalah cenderung risk averse atau menghindari risiko. Cara orang menghindari risiko ada bermacam-macam, ada yang menetapkan tujuan investasi jangka panjang sehingga tidak peduli dengan fluktuasi jangka pendek; ada yang mempelajari kondisi pasar dengan seksama dan melakukan market timing; ada pula yang membagi investasinya ke dalam beberapa jenis aset supaya ketika harga suatu aset sedang turun, diharapkan ada aset lain yang harganya naik. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kelemahannya tersendiri

Tindakan melakukan diversifikas investasi ke dalam beberapa jenis aset sekaligus dikenal dengan aset alokasi. Modern Portfolio Theory (MPT) juga membahas cara melakukan aset alokasi dengan pendekatan berbasis kuantitatif. Salah satu indikator yang dijadikan sebagai dasar dalam aset alokasi adalah tingkat korelasi antar aset.

Korelasi adalah istilah statistik untuk suatu indikator yang menunjukkan hubungan antara kedua aset. Nilai korelasi bisa “kuat” atau “lemah” yang ditunjukkan oleh angka yang berkisar antara 0 untuk hubungan yang sangat lemah dan 1 untuk hubungan yang sangat kuat. Nilai korelasi juga bisa bertanda “positif” apabila pergerakan kedua aset cenderung searah atau “negatif” apabila pergerakan kedua aset cenderung berlawanan arah. Apabila nilainya sama dengan 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali.

Korelasi

 

Dalam melakukan aset alokasi, yang perlu dihindari adalah Read more…

Analisa Aliran Dana Asing dan IHSG 2017

January 19th, 2017 4 comments

Cash (money on white background)

Dalam ilmu perencanaan keuangan atau investasi pada umumnya, periode atau horison investasi pada instrumen saham dan reksa dana saham adalah jangka panjang. Bisa 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun bahkan lebih. Namun apakah pakem ini juga berlaku untuk investor asing? Rasanya tidak. Jika anda rajin mengikuti perkembangan, berita tentang dana asing masuk dan keluar dari bursa saham Indonesia bisa berubah secara bulanan, mingguan, bahkan harian. Bagaimana dengan tahun 2017 ini, Apakah dana asing akan net buy atau net sell dari saham Indonesia?

Definisi Aliran Dana Asing

Dalam bursa saham, investor diklasifikasikan menjadi 2 kategori yaitu Lokal dan Asing. Transaksi di sekuritas asing tidak menjadikan investor tersebut dikategorikan sebagai asing karena tetap mengacu ke identitas investor tersebut. Transaksi bisa dibagi dalam kategori Beli dan Jual. Pembelian dan penjualan bisa terjadi antara investor asing dengan investor lokal, investor asing dengan investor asing, dan investor lokal dengan investor lokal. Setiap harinya di Koran Kontan, transaksi investor asing yang beli dan jual dipisahkan sehingga diperoleh net buy dan net sell asing.

Contoh tampilan transaksi net buy dan net sell asing adalah sebagai berikut :

Net Buy dan Sell Asing Kontan 18 Januari 2017Sumber : Kontan, 18 Januari 2017

Dari data di atas, bisa dilihat dari tanggal 11 Januari hingga 17 Januari 2017, asing setiap hari melakukan penjualan saham. Total penjualan selama 5 hari adalah net sell Rp 941.56 milliar. Jika dihitung dari awal tahun sudah net sell sekitar Rp 1.4 Triliun.

Tentu saja, asing tidak melulu jual, ada waktunya juga mereka melakukan net buy. Sebagai contoh, saya kutip dari Kontan 30 Desember 2016.

Net Buy dan Sell Asing Kontan 30 Desember 2016Sumber : Kontan, 30 Desember 2016

Aliran Dana Asing dan IHSG Dalam Jangka Panjang

Dari gambar di atas diketahui bahwa dana asing di saham memang cenderung keluar dan masuk. Bagaimana trennya dari tahun ke tahun ? Jika digambarkan akumulasi net buy sell asing dari tahun 2006 hingga 2017 adalah sebagai berikut : Read more…

Evaluasi Kinerja 2016 dan Prediksi Kinerja Investasi 2017

January 2nd, 2017 15 comments

Success business in new year

Secara umum, meski seluruh jenis reksa dana membukukan kinerja yang positif, tahun 2016 juga bisa dikatakan sebagai tahun yang penuh dengan gejolak ekonomi dan politik. Untuk 3 bulan terakhir di tahun 2016, gejolak dari sisi politik memang lebih terasa baik dari Pemilihan Presiden di Amerika Serikat maupun kampanye Pilkada Jakarta yang sudah serasa seperti Pemilihan Presiden. Bagaimana dengan tahun 2017 ? Apakah reksa dana masih akan memberikan kinerja yang positif seperti tahun 2016? Apa saja sentimen positif dan potensi risiko yang akan dihadapi ?

Sebelum membahas lebih jauh, berikut ini adalah hasil evaluasi terhadap kinerja berbagai instrumen investasi pada tahun 2016  Read more…

Bagaimana Kinerja Perusahaan di Kuartal 1 – 2016 ?

May 14th, 2016 17 comments

Economic Growth 2016

Pada artikel Menanti Potensi “Positive Surprise” Di Tahun 2016, saya menyebutkan ada 4 potensi yang mungkin saja bisa membuat kinerja saham meningkat. Salah satu di antaranya adalah publikasi laporan keuangan perusahaan pada kuartal 1 – 2016. Asumsi yang digunakan adalah bahwa kinerja perusahaan sudah mulai memasuki masa pemulihan sehingga diharapkan penjualan dan laba bisa meningkat.

Dengan menggunakan teori bahwa harga saham mencerminkan fundamental perusahaan, jika penjualan dan laba bersih meningkat maka akan meningkatkan nilai fundamental perusahaan. Selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan harga pasar saham juga. Berapa persen peningkatan yang dianggap bagus? Sebenarnya bagi perusahaan tentu yang diharapkan adalah yang setinggi-tingginya. Namun sebenarnya yang lebih penting adalah konsistensi dalam jangka panjang.

Dalam buku Phil Town #1 Rule yang mengadopsi teori Value Investing, disebutkan bahwa salah satu kriteria bagi “Outstanding Company” adalah perusahaan dengan rata-rata pertumbuhan penjualan dan laba bersih di atas 10% per tahun selama 10 tahun. Dengan inflasi yang lebih tinggi, seharusnya di Indonesia angka yang wajar adalah mungkin sekitar 15%. Namun angka 10 – 15% bisa dijadikan sebagai referensi angka pertumbuhan yang bagus.

Pertanyaannya, apakah laporan keuangan pada kuartal 1 – 2016 juga sudah mencerminkan hal tersebut? Mari kita lihat analisa sebagai berikut Read more…

Seberapa Sulitkah Mencari Reksa Dana Saham Yang Mengalahkan IHSG di Indonesia ?

April 13th, 2016 8 comments

Unicorn Stag

Ketika melihat gambar di atas mungkin anda bingung, apa hubungan antara reksa dana saham yang mengalahkan IHSG dengan gambar kuda bertanduk (unicorn) ? Apabila anda membaca buku “Money, Master The Game : 7 Simple Steps To Financial Freedom” yang dibuat oleh motivator kelas dunia bapak Tony Robbins, dalam salah satu babnya, dia membahas tentang investasi reksa dana. Menurut dia, 96% daripada reksa dana aktif – reksa dana yang dikelola dengan strategi aktif dengan tujuan mengalahkan indeks, di Amerika Serikat tidak lebih baik dibandingkan dengan indeks yang menjadi acuannya.

Kutipan aslinya seperti ini :

An incredible 96% of actively managed mutual fund fail to beat the market over any sustained period of time!

Saking sulitnya untuk mencari reksa dana yang mampu mengalahkan indeks, dia menjuluki reksa dana tersebut dengan sebutan Unicorn. Analoginya, untuk mencari reksa dana yang mampu mengalahkan indeks itu sama sulitnya dengan mencari kuda bertanduk. Tidak ada jaminan pula bahwa reksa dana “unicorn” yang mengalahkan indeks tahun ini akan sama dengan reksa dana yang mengalahkan indeks tahun depan. Jadi konsistensi kinerja reksa dana dalam jangka panjang juga dipertanyakan.

Terus bagaimana? Apakah itu berarti di Amerika Serikat orang tidak berinvestasi di reksa dana? Sebenarnya tidak juga, riset serupa sebenarnya juga sudah dikemukakan sejak lama dan hal ini menjadi pemicu timbulnya reksa dana indeks. Reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola secara pasif dengan tujuan menyamakan kinerja dengan indeks yang menjadi acuannya. Karena pasif, umumnya biaya pengelolaan relatif lebih rendah. Warren Buffet sendiri, dalam bukunya memberikan saran kepada investor pemula yang mau berinvestasi di pasar modal utk memulainya dengan reksa dana indeks.

Saya tidak menyangsikan pendapat tokoh2 tersebut karena mereka mendasarkan argumentasinya berdasarkan data dan riset yang komprehensif. Namun apakah hal tersebut juga berlaku di Indonesia? Sebab saya sering memperhatikan bahwa terkadang orang membaca hasil riset di luar, itupun datanya sudah jadul puluhan tahun yang lalu, dan dengan mudahnya menyamakan dengan Indonesia. Apalagi kebetulan ada satu atau dua reksa dana yang mendukung argumentasinya.

Pada kesempatan ini, saya ingin mencoba membuktikan apakah benar bahwa sangat sulit untuk mencari reksa dana yang mengalahkan benchmark di Indonesia. Pembuktiannya akan dilakukan dengan menggunakan Reksa Dana Saham dan IHSG sebagai pembanding dari tahun 2001 – 2015. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut : Read more…

Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh

March 23rd, 2016 No comments

Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh

Pada tanggal 1 April 2016, Panin Asset Management akan meluncurkan produk reksa dana saham yaitu Panin Dana Infrastruktur Bertumbuh (PDIB). Sesuai namanya, reksa dana ini akan menggunakan sebagian besar dana kelolaannya pada sektor terkait infrastruktur. Sebelum produk ini diluncurkan, saya juga sudah sempat melakukan sosialisasi kepada kalangan nasabah secara terbatas dan kepada para agen penjual.

Dari interaksi yang ada, ternyata memang ada ketertarikan terhadap produk. Namun di satu sisi, terdapat juga pertanyaan-pertanyaan yang cukup kritis mulai dari profil, latar belakang mengapa produk ini diterbitkan hingga strategi pengelolaannya. Berikut saya rangkum pertanyaan tersebut dalam tulisan ini.

 

Mengapa memilih sektor infrastruktur? Dan mengapa baru tahun 2016 ini Read more…

%d bloggers like this: