Archive

Archive for the ‘Perpajakan Reksa Dana’ Category

Fitur Laporan Pajak Untuk Reksa Dana Panin AM – Penyempurnaan

March 19th, 2017 4 comments

Laporan SPT Tahunan

Sebagai warga negara yang baik, salah satu kewajiban kita adalah patuh pada pelaporan dan pembayaran pajak. Tanggal 31 Maret 2017 adalah batas akhir bagi Wajib Pajak (WP) Perorangan untuk melaporkan SPT tahun 2016nya. Pada dasarnya di dalam SPT, ada 2 komponen yaitu penghasilan dan harta. Reksa dana merupakan salah satu harta yang perlu dilaporkan dalam SPT Pajak.

Untuk memudahkan pelaporan reksa dana dalam SPT pajak, Panin Asset Management pada tahun 2017 ini meluncurkan fitur baru yaitu Laporan Pajak. Fitur ini akan memudahkan pelaporan reksa dana dalam SPT tahunannya.

Adapun contoh tampilan dari fitur Laporan Pajak yang bisa diakses melalui situs www.panin-am.co.id adalah sebagai berikut Read more…

Categories: Perpajakan Reksa Dana Tags:

Pelaporan Reksa Dana Pada SPT Tahunan

March 15th, 2016 67 comments

Tax planning

Membayar pajak adalah kewajiban bagi seluruh warga negara. Bagaimana untuk reksa dana yang sesuai peraturan perpajakan dianggap sebagai penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak? Sebagai pendapatan yang dikecualikan dari Objek Pajak, investor memang tidak perlu membayar pajak atas keuntungan dari hasil investasinya jika ada. Meski demikian, reksa dana tetap perlu dilaporkan dalam SPT tahunan kita. Pertanyaannya, bagaimana cara pelaporan reksa dana pada SPT Tahunan?

Sebagai informasi, dalam menulis artikel ini saya banyak dibantu oleh rekan saya di divisi Business Developement Panin Asset Management yaitu bapak Febryano Armand. Semoga artikel yang disusun bersama ini dapat bermanfaat.

Ada 2 jenis pelaporan reksa dana dalam SPT Tahunan yaitu sebagai Harta jika reksa dana masih dimiliki dan sebagai Pendapatan Bukan Objek Pajak jika sudah dijual. Tata cara pelaporannya adalah sebagai berikut. Read more…

Categories: Perpajakan Reksa Dana Tags:

Apakah Reksa Dana Bisa Jatuh Tempo?

February 14th, 2011 6 comments

Salah satu perbedaan utama antara Obligasi dan Saham adalah Obligasi memiliki masa jatuh tempo sementara saham tidak. Dengan memiliki masa jatuh tempo, artinya suatu saat instrumen tersebut bisa expired dan pada masa itu seluruh pokok investasi harus dikembalikan ke investor. Sementara reksa dana lebih unik, instrumen ini merupakan wadah investasi yang bisa diisi dengan saham dan obligasi. Apakah reksa dana bisa expired? Jika tidak bisa, mengapa pula ada reksa dana yang suka berganti nama atau melanjutkan ke seri yang lebih panjang? Bagaimana pula dengan reksa dana terproteksi?

Read more…

Apakah (Setelah Dikenakan Pajak) Reksa Dana Masih Menarik?

January 3rd, 2011 13 comments

Mewakili segenap jajaran di PT. Infovesta Utama, kami ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011. Semoga tahun ini bisa menjadi tahun yang penuh berkat dan rahmat bagi kita semua.

Artikel pembuka untuk blog ini kembali membahas soal pajak. Jika pada tulisan sebelumnya lebih ditujukan pada apa itu bebas pajak dan bagaimana dampaknya terhadap investor, tulisan ini lebih kepada dampak pengenaan pajak terhadap perkembangan jenis reksa dana berbasis obligasi. Artikel ini ditulis bersama dengan rekan saya Bapak Edbert A. Suryajaya selaku tim riset di www.infovesta.com.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2009, mulai tahun 2011 hingga 2013, wajib pajak reksa dana akan dikenakan pajak final sebesar 5% dan pajak sebesar 15% pada tahun 2014 yang  berlaku atas kupon dan atau diskonto obligasi. Apa yang harus dipahami oleh investor reksa dana berkaitan dengan peraturan ini? Apakah investasi reksa dana masih tetap menarik?

Menjelang akhir tahun 2010 ini, para investor reksa dana juga diminta untuk melengkapi persyaratan administrasi, salah satunya yaitu menyertakan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Kondisi di atas menimbulkan kekhawatiran bahwa di sebagian kalangan investor bahwa investasi reksa dana nantinya akan dikenakan pajak.

Kekhawatiran tersebut memang beralasan. Investasi reksa dana mengandung risiko naik turunnya harga. Jika nantinya kalau untung dan dikenakan pajak, apakah kalau rugi juga ada jaminan pengurangan pajak?

Pemikiran di atas tidak salah, namun ada yang perlu diluruskan. Meski dikenakan dikenakan pajak, investasi reksa dana sendiri masih bukan Objek Pajak. Pemberlakukan peraturan di atas ditujukan terhadap “investasi” reksa dana  dan bukan “investor” reksa dana. Read more…

Reksa Dana, Bebas Pajak atau Bukan Objek Pajak?

December 11th, 2010 50 comments

Dalam postingan kali ini kita akan membahas sedikit tentang perpajakan reksa dana.

Jika kita membaca brosur atau penawaran reksa dana, biasanya akan terdapat suatu gambar, skema atau tulisan yang menunjukkan keunggulan produk reksa dana dibandingkan dengan produk lainnya. Salah satu keunggulan yang sering disebutkan adalah bahwa reksa dana mendapat fasilitas bebas pajak. Di sisi lain, sering disebutkan pula bahwa pendapatan reksa dana adalah BUKAN OBJEK PAJAK.

Sebetulnya mana yang benar, “BEBAS PAJAK” atau “BUKAN OBJEK PAJAK” ? Apa pula yang dimaksud dengan kedua pengertian tersebut? Belakangan ini sering disebutkan adanya perubahan aturan perpajakan reksa dana yang akan mulai berlaku 2011 nanti. Apa dampaknya terhadap investor reksa dana?

Read more…

%d bloggers like this: