Archive

Archive for the ‘Perencanaan Investasi’ Category

Bagaimana Cara Melakukan Aset Alokasi Pada Reksa Dana ?

July 24th, 2017 4 comments

Aset alokasi adalah suatu strategi investasi reksa dana dengan membagi ke dalam beberapa jenis reksa dana yang berbeda.

Tujuan dari aset alokasi adalah untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan profil risiko dan pada saat yang sama mencapai tujuan keuangan. Pertanyaannya, bagaimana cara melakukannya ?

Salah satu metode yang sering digunakan dalam konsep perencanaan keuangan terkait aset alokasi adalah your age in bond. Artinya usia seseorang menentukan persentase investasinya yang dialokasikan di obligasi.

Sebagai contoh, jika seseorang saat ini berusia 40 tahun, maka idealnya 40 persen dari investasi dilakukan pada obligasi.

Jika diterapkan pada reksa dana, maka sebesar 40 persen dialokasikan pada reksa dana pendapatan tetap dan sisanya sebesar 60 persen dialokasikan pada reksa dana saham. Semakin tua usia seseorang, maka semakin besar pula nilai investasi yang dialokasikan pada reksa dana pendapatan tetap.

Untuk investor yang masih berusia muda, maka persentase alokasi pada reksa dana pendapatan tetap juga semakin kecil.

Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup dan usia pensiun, ada juga yang melakukan modifikasi pada konsep di atas dengan mengurangi 10 persen. Jadi persentase alokasi di obligasi atau reksa dana pendapatan tetap adalah usia dikurangi 10.

Dengan menggunakan contoh seseorang dengan usia 40 tahun, maka aset alokasi berdasarkan konsep di atas adalah reksa dana pendapatan tetap 30 persen dan reksa dana saham 70 persen.

Ketika seseorang memasuki usia pensiun, katakanlah di usia 55 tahun, maka aset alokasi yang sesuai berdasarkan konsep di atas adalah 45% di obligasi dan 55 persen di saham. Apakah aset alokasi dengan cara ini tetap?

Menurut saya, ketika memasuki usia pensiun, seharusnya investor sudah sebaiknya menghindari risiko sebanyak mungkin. Untuk itu, alokasi lebih dari 20 persen di reksa dana saham menurut saya kurang tepat, kecuali mungkin investor tersebut sudah berkecukupan dan ingin meninggalkan nilai warisan yang besar.

Aset Alokasi Menurut Warren Buffet Read more…

Categories: Aset Alokasi, Perencanaan Investasi Tags:

Berapa Besarnya Uang Pertanggungan Asuransi Yang Pas?

July 12th, 2017 No comments

Sumber: Kompas

Memiliki asuransi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator sehat tidaknya kondisi keuangan seseorang. Jika sudah sehat, umumnya orang tersebut akan lebih siap dalam menghadapi risiko ketika melakukan investasi.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah berapa banyak asuransi yang dimiliki baru dinyatakan sehat?

Di lapangan, ada bermacam-macam produk asuransi yang bisa ditemui. Yang paling sering ditawarkan adalah Asuransi Unit Link yang menggabungkan antara manfaat asuransi dengan investasi.

Melalui skema ini, dana yang disetorkan masyarakat sebagian digunakan untuk membayar premi asuransi dan sebagian lagi diinvestasikan.

Selanjutnya dana hasil investasi tersebut akan digunakan untuk membayar premi asuransi ketika sudah tertanggung sudah berhenti menyetor dan jika ada sisanya baru dinikmati investor sebagai hasil investasi.

Manfaat asuransi dalam produk unit link ini biasanya cukup komprehensif. Read more…

Categories: Perencanaan Investasi Tags:

Reksa Dana Saham Panin Beta One

March 23rd, 2017 13 comments

Panin Beta One

Reksa Dana Saham Panin Beta One adalah reksa dana terbaru dari Panin Asset Management yang akan terbit pada 31 Maret 2017. Apa latar belakang Panin Asset Management kembali menerbitkan produk reksa dana saham yang ke 7 ini? Bagaimana cara kerjanya dan apa yang membedakan reksa dana ini dengan reksa dana saham yang sudah ada? Bagaimana tata cara transaksinya? Penjelasan lebih lengkap mengenai Panin Beta One adalah sebagai berikut. Read more…

Bagaimana Membandingkan Investasi Dengan Mata Uang Berbeda ?

March 13th, 2017 No comments

Close up of Indonesia Rupiah currency note against US Dollar

Artikel ini berawal dari pertanyaan seorang peserta pada saat priority gathering di Surabaya beberapa waktu lalu. Antara investasi di instrumen Rupiah yang bunganya lebih tinggi dengan investasi USD yang bunganya lebih rendah, mana yang sebaiknya menjadi pilihan?

Dalam keseharian, investor memang menerima banyak penawaran investasi. Mulai dari reksa dana yang bisa naik turun, hingga produk “fixed income” mulai dari obligasi hingga produk surat hutang korporasi yang bisa memberikan net hingga double digit tapi ada risiko gagal bayar. Dari sekian banyak instrumen tersebut, ada yang mata uangnya Rp maupun USD.

Dan umumnya yang berbentuk USD pasti lebih rendah dibandingkan yang berbentuk Rupiah. Sebagai investor bagaimana cara kita membandingkan investasi dengan 2 mata uang berbeda ini ? Read more…

Analisa Aliran Dana Asing dan IHSG 2017

January 19th, 2017 4 comments

Cash (money on white background)

Dalam ilmu perencanaan keuangan atau investasi pada umumnya, periode atau horison investasi pada instrumen saham dan reksa dana saham adalah jangka panjang. Bisa 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun bahkan lebih. Namun apakah pakem ini juga berlaku untuk investor asing? Rasanya tidak. Jika anda rajin mengikuti perkembangan, berita tentang dana asing masuk dan keluar dari bursa saham Indonesia bisa berubah secara bulanan, mingguan, bahkan harian. Bagaimana dengan tahun 2017 ini, Apakah dana asing akan net buy atau net sell dari saham Indonesia?

Definisi Aliran Dana Asing

Dalam bursa saham, investor diklasifikasikan menjadi 2 kategori yaitu Lokal dan Asing. Transaksi di sekuritas asing tidak menjadikan investor tersebut dikategorikan sebagai asing karena tetap mengacu ke identitas investor tersebut. Transaksi bisa dibagi dalam kategori Beli dan Jual. Pembelian dan penjualan bisa terjadi antara investor asing dengan investor lokal, investor asing dengan investor asing, dan investor lokal dengan investor lokal. Setiap harinya di Koran Kontan, transaksi investor asing yang beli dan jual dipisahkan sehingga diperoleh net buy dan net sell asing.

Contoh tampilan transaksi net buy dan net sell asing adalah sebagai berikut :

Net Buy dan Sell Asing Kontan 18 Januari 2017Sumber : Kontan, 18 Januari 2017

Dari data di atas, bisa dilihat dari tanggal 11 Januari hingga 17 Januari 2017, asing setiap hari melakukan penjualan saham. Total penjualan selama 5 hari adalah net sell Rp 941.56 milliar. Jika dihitung dari awal tahun sudah net sell sekitar Rp 1.4 Triliun.

Tentu saja, asing tidak melulu jual, ada waktunya juga mereka melakukan net buy. Sebagai contoh, saya kutip dari Kontan 30 Desember 2016.

Net Buy dan Sell Asing Kontan 30 Desember 2016Sumber : Kontan, 30 Desember 2016

Aliran Dana Asing dan IHSG Dalam Jangka Panjang

Dari gambar di atas diketahui bahwa dana asing di saham memang cenderung keluar dan masuk. Bagaimana trennya dari tahun ke tahun ? Jika digambarkan akumulasi net buy sell asing dari tahun 2006 hingga 2017 adalah sebagai berikut : Read more…

Panduan Menghitung Yield dan Harga Wajar Obligasi Melalui Microsoft Excel

December 11th, 2016 1 comment

Laptop showing a spreadsheet and a paper

Dalam investasi obligasi, dikenal dengan istilah Yield to Maturity (YTM). Secara sederhana, YTM adalah tingkat keuntungan tahunan yang diperoleh investor obligasi dari kupon yang dibagikan ditambahkan dengan selisih harga apabila memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo. Rumus untuk menghitung besaran YTM obligasi bisa ditemui dengan mudah di berbagai buku tentang investasi dan manajemen keuangan, namun permasalahannya rumus tersebut mengasumsikan kita berinvestasi pada tanggal perdana atau tanggal pembagian kupon.

Apabila pembelian dilakukan di antara tengah-tengah pembagian kupon, menurut saya perlu dilakukan penyesuaian terhadap rumus yang digunakan. Sayangnya sampai saat ini saya belum menemukan buku yang membahas tentang hal tersebut sehingga adalah lebih praktis untuk menghitung YTM obligasi menggunakan rumus yang tersedia dalam program Microsoft Excel. Selain menghitung YTM, Microsoft Excel juga dapat membantu penggunanya untuk menghitung harga obligasi berdasarkan tingkat keuntungan yang diharapkan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghitung YTM dan Harga Obligasi menggunakan Excel. Read more…

Investasi Reksa Dana Paska Pemilihan Presiden AS

November 14th, 2016 3 comments

American press Donald Trump new USA president

Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 pada pemilihan yang dilakukan pada 8 November 2016 yang lalu memang diluar dugaan. Namun suka atau tidak, semua harus menerima bahwa beliau yang terpilih sebagai Presiden AS. Dalam sudut pandang investasi, yang menjadi fokus adalah mencoba menebak dan memahami kebijakan yang akan diambil pada masa mendatang.

Mengapa disebut menebak? Sebab beliau baru resmi menjabat pada bulan Januari 2017 nanti. Janji-janji yang diucapkan selama masa kampanye masih bisa berubah. Sebagai contoh, sebelumnya pernah disebutkan akan menghapus program perlindungan kesehatan di AS yang dikenal dengan Obamacare. Setelah dilakukan pertemuan dengan Barrack Obama, disebutkan bahwa program tersebut tidak dihapus tapi dipertahankan dengan penyesuaian.

Dari sisi sistem tata negara, suatu kebijakan baru harus didasari dengan Undang-Undang dan itu membutuhkan persetujuan dengan legislatif. Jika ada kebijakan yang dianggap terlalu berlebihan, belum tentu disetujui oleh legislatif. Untuk membuat atau membatalkan undang-undang yang lama pun tentu juga membutuhkan waktu.

Sebagai informasi, kemenangan Donald Trump ini juga disertai kemenangan Republik di kursi legislatif. Dengan kata lain, jika kebijakannya rasional, seharusnya proses pembuatan Undang-Undang akan relatif tidak menemui kendala. Hal ini berbeda dengan era Obama dimana meski menjabat sebagai Presiden, legislatif justru dikuasai partai oposisi sehingga proses menjalankannya pemerintahan banyak mendapat kendala.

Legislatif

Sumber : MSN Politics

Perubahan rezim memang akan membawa ketidakpastian dan rasa tidak nyaman karena keluar dari status quo, namun tidak berarti perubahan harus negatif. Bisa saja perubahannya malah bersifat positif, seperti karena mau meningkatkan ekonomi, pembangunan infrastruktur ditingkatkan. Yang perlu dilakukan adalah mencoba memhami kira-kira seperti apa kebijakan berkaitan dengan ekonomi yang akan dilakukan ke depannya.

Berdasarkan referensi yang ada di berbagai situs keuangan, perkirakan kebijakan ekonomi yang akan diambil adalah sebagai berikut Read more…

Dapat Bonus, Mending Buat Investasi Reksa Dana atau Bayar KPR ?

September 12th, 2016 10 comments

KPR atau Investasi Reksa Dana

Alkisah di kota metropolitan di Jakarta ada cerita sebagai berikut :

Sepasang suami istri, sama-sama bekerja, memiliki penghasilan gabungan Rp 25 juta per bulan. Setelah menabung selama bertahun-tahun, akhirnya mereka berhasil mengumpulkan uang DP untuk membeli satu unit apartemen dan membulatkan tekadnya untuk pindah dari Pondok Mertua Indah. Apartemen tersebut seharga Rp 1 M dan dibeli menggunakan fasilitas KPR dengan jangka waktu 15 tahun. Besarnya cicilan per bulan adalah Rp 8.4 juta.

Dengan susah payah mereka juga menyisihkan lagi gajinya untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan sehari-hari, biaya air listrik dan maintenance, kiriman uang untuk orang tua dan adik di kampung, asuransi jiwa, investasi reksa dana dan juga persiapan biaya pendidikan anaknya kelak.

Selama 2 tahun berjalan, cicilan berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Hasil investasi reksa dananya juga sudah memberikan keuntungan setelah sebelumnya sempat rugi pada tahun 2015, namun komitmen mereka memang investasi jangka panjang. Suami istri tersebut sama-sama bekerja keras sehingga mendapat promosi dan peningkatan gaji. Karena kinerja perusahaan bagus, keduanya mendapat bonus dari perusahaan dengan total senilai Rp 80 juta.

Tentu saja mereka sangat senang, tapi muncul pertanyaan, bagaimana caranya memanfaatkan uang bonus ini? Apakah dipakai untuk mengurangi pokok KPR? Ataukah dipakai untuk menambah investasi di reksa dana karena mumpung kondisi pasarnya sedang baik?

Dengan kondisi yang ada, pasangan suami istri tersebut mampu membayar cicilan apartemen dengan penghasilan bulanan yang ada. Alokasi investasi bulanannya telah dihitung sesuai kebutuhan sehingga Rp 80 juta bonus yang di dapat bener-benar merupakan rezeki nomplok di luar perkiraan…

Apakah anda pernah mengalami situasi yang mirip-mirip seperti yang disebutkan di atas? Jika anda menjadi seorang perencana keuangan atau bahkan menjadi pasangan suami istri tersebut, kira-kira apa yang akan anda lakukan ?

Read more…

%d bloggers like this: