Archive

Archive for the ‘Obligasi’ Category

Mengenal Cara Kerja Obligasi (2) : Analisa Risiko Harga dan Gagal Bayar Obligasi

March 11th, 2012 13 comments

Dalam tulisan sebelumnya kita telah mengenal konsep dasar dari obligasi seperti kupon, Yield to Maturity, dan hal yang mempengaruhi perubahan harga obligasi. Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai analisa risiko obligasi. Risiko obligasi secara umum dapat saya bagi menjadi 2 yaitu risiko gagal bayar dan risiko perubahan harga.

Read more…

Categories: Obligasi Tags:

Mana Yang Lebih Mahal? Saham atau Obligasi?

March 5th, 2012 5 comments

Masih tentang mahal dan murah, kali ini saya akan membahas tentang konsep Mahal Murah pada Saham dan Obligasi. Dalam teori investasi, umumnya dipelajari berbagai cara untuk menentukan suatu instrumen investasi, apakah suatu saham atau obligasi, terlalu mahal (overvalued) atau terlalu murah (undervalued). Meski demikian, membandingkan antara Obligasi dan Saham yang sejak awal memiliki karakteristik yang berbeda serta menentukan mana yang lebih mahal itu ibarat membandingkan “Apel Malang” dengan “Apel Washington“. Sama-sama rasanya apel, tapi yang satu belinya pakai Rupiah, satunya lagi menggunakan Dollar. Tentu anda bisa bilang, kalau gitu, tinggal dikalikan kurs saja pak? Benar sekali, namun bagaimana membuat obligasi dan saham memiliki “kurs” yang sama sehingga bisa dibandingkan satu sama lain?

Read more…

Memahami Cara Kerja Obligasi…..(1)

February 17th, 2012 82 comments

Pada artikel posting yang terakhir, saya sudah berjanji bahwa akan membuat artikel yang berkaitan dengan obligasi. Namun terlepas dari hal tersebut, saya berpikir bahwa ada baiknya sebagai investor, kita mengetahui lebih banyak tentang cara kerja instrumen ini karena:

  1. Tahun lalu kinerja reksa dana pendapatan tetap jauh lebih baik dibandingkan reksa dana saham. Demikian juga untuk awal tahun ini. Namanya juga penjual, biasanya barang yang dijual selalu yang returnnya lebih bagus. Jadi besar kemungkinan tahun ini anda akan lebih sering ditawari reksa dana pendapatan tetap dibandingkan reksa dana saham. Nah, bagaimana anda mau membeli produk ini jika cara kerja obligasi yang menjadi instrumen utama reksa dana pendapatan tetap saja anda tidak tahu?
  2. Selain return historis yang bagus, instrumen ini juga memiliki fungsi penting dalam menjalankan fungsi diversifikasi. Sudah beberapa kali dalam sejarah dimana ketika kondisi saham sedang terpuruk, kerugian di obligasi lebih kecil bahkan tidak jarang memberikan keuntungan seperti yang terjadi tahun lalu. Jadi, memiliki reksa dana pendapatan tetap adalah suatu keharusan terutama bagi investor besar atau investor institusi yang ingin mengelola investasinya dengan hasil yang lebih optimal.

Obligasi dapat dibagi menjadi berbagai jenis menurut fitur-fitur yang ada. Namun secara praktis, kategori obligasi yang paling penting untuk diketahui oleh investor adalah berdasarkan kuponnya. Pembagian obligasi berdasarkan kupon dapat dibagi menjadi:

  • Obligasi Berkupon Tetap (Sukuk Ijarah dalam istilah Syariah)
  • Obligasi Berkupon Variabel (Sukuk Mudharabah)
  • Obligasi Berkupon Nol atau Zero Coupon Bond (Belum ada istilah Syariah sepengetahuan saya)

 

 

Read more…

Categories: Obligasi Tags:

Menakar Efek Investment Grade Terhadap Obligasi dan Reksa Dana

February 4th, 2012 3 comments

Akhir-akhir ini kata “Investment Grade” merupakan salah satu isu yang aktif diperbincangkan. Investment Grade, secara sederhana, adalah sebutan untuk negara yang telah memiliki rating minimal BBB atau Baa (dalam versi yang lain). Dengan mencapai investment grade, berarti suatu negara masuk dalam kategori “layak investasi”. Pertanyaan utamanya adalah apa dampak investment terhadap investor? khususnya investor yang berinvestasi di produk reksa dana?

sumber Kontan.co.id

Read more…

Konvergensi GAAP ke IFRS dan Efeknya bagi Obligasi dan Reksa Dana

January 20th, 2012 4 comments

GAAP dan IFRS adalah istilah dalam akuntansi. GAAP merupakan singkatan dari  General Accepted Accounting Principle sedangkan IFRS merupakan singkatan dari International Financial Reporting Standard. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah aktif mensosialisasikan perubahan  PSAK (Peraturan Standar Akuntansi Keuangan) yang sebelumnya mengadopsi GAAP menjadi IFRS. GAAP dikenal sebagai standar akuntansi berdasarkan aturan (Rules Based) dan IFRS dikenal sebagai standar akuntansi berdasarkan prinsip (Principles Based), untuk selengkapnya bisa anda baca di website IFRS ini.

Berhubung saya bukan seorang ahli akuntansi, maka saya lebih membahas efek konvergensi ini dari sudut pandang seorang investor pasar modal, terutama untuk instrumen Obligasi dan Reksa Dana. Dari pengalaman saya, memang ada banyak investor institusi seperti asuransi dan dana pensiun yang cukup concern dengan isu ini mengingat reksa dana dan terutama obligasi menduduki porsi yang cukup besar dari total portofolio investasinya. Sementara bagi investor individual, efek ini mungkin tidak berdampak terlalu signifikan. Namun dari berita yang saya baca, ada kemungkinan bisa berefek pada reksa dana pasar uang sehingga ada baiknya kita tahu.

Read more…

Mengenal Rating Obligasi

October 19th, 2011 108 comments

Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Read more…