Archive

Archive for the ‘Matematika Investasi’ Category

Mana Yang Lebih Baik : Lump Sum atau Cost Averaging ?

March 23rd, 2015 18 comments

Perbandingan Lump Sum dan Cost Averaging

 

Dalam suatu gathering nasabah di Bandung yang saya lakukan minggu lalu, ada satu diskusi dengan nasabah yang sangat menarik. Pertanyaannya kurang lebih sebagai berikut “Mana yang lebih baik, investasi secara sekaligus di depan atau investasi secara berkala?”

Dalam dunia pasar modal, investasi secara sekaligus di depan dikenal dengan nama investasi Lump Sum (LS). Sementara investasi secara berkala, dikenal juga dengan nama (Dollar atau Rupiah) Cost Averaging (CA) atau autodebet. Ketentuan di masing-masing perusahaan bisa berbeda, namun kalau di Panin Asset Management periodenya bulanan dengan minimal 1 tahun.

Secara matematika, dengan asumsi reksa dana saham mampu memberikan tingkat return 20% per tahun, maka sudah pasti metode LS lebih baik daripada CA. Sebab dengan metode LS, semua dana yang dimasukkan sejak pertama kali langsung mendapat keuntungan 20%. Jika dengan metode CA, hanya setoran pertama yang mendapat return 20%, sisanya karena dimasukkan belakangan mendapat tingkat keuntungan yang lebih rendah.

Untuk lebih detailnya, misalkan anda memiliki Rp 12 juta. Jika diinvestasikan dengan metode LS, asumsi return 20%, dan periode 1 tahun, maka di akhir tahun pertama nilai uang akan berkembang menjadi Rp 14.400.000 (12 juta x 20% + 12 juta). Sementara dengan metode CA secara bulanan, dengan menggunakan kalkulator finansial Panin AM diperoleh hasil Rp 13.382.856.

Screen Shot 2015-03-23 at 1.30.45 AM

Namun investor tersebut tidak puas. Menurutnya, memang benar jawaban di atas jika dihitung secara matematika. Namun bukankah dalam dunia nyata return investasi tidak linear 20% ? Ada periode dimana IHSG mengalami kenaikan, ada pula periode IHSG mengalami penurunan. Dengan menggunakan metode CA, bukankah investor bisa mengambil keuntungan untuk membeli ketika harganya sedang turun.

Argumentasinya tidak salah. Memang benar bahwa pada kenyataannya return investasi tidak linear. Bukan saja naik dan turun, tapi ada kalanya juga tidak mencapai 20% seperti yang diharapkan investor. Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, saya artikel ini saya buat. Tujuan saya adalah untuk mencari tahu, apakah keunggulan CA seperti yang dikemukakan oleh investor tersebut benar-benar efektif dalam dunia nyata yang sangat dinamis ini. Read more…

Panduan Mencari Data Harga Reksa Dana – Update Agustus 2017

February 3rd, 2015 45 comments

Situs OJKSumber : www.ojk.go.id

 Pertanyaan mengenai bagaimana cara untuk mencari sumber data reksa dana untuk berbagai keperluan adalah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam blog ini. Harus diakui memang, sumber data harga reksa dana yang bisa diakses secara historis serta datanya dapat dipertanggung jawabkan masih belum tersedia untuk umum. Kalaupun ada, umumnya berasal dari situs berbayar sehingga sangat menyulitkan bagi mahasiswa atau masyarakat awam yang ingin melakukan penelitian.

Beberapa Manajer Investasi menyediakan data historis harga reksa dana dalam situsnya, namun jumlahnya masih sangat terbatas. Selain itu, format dan jumlah data juga suka berbeda antara Manajer Investasi yang satu dengan yang lain sehingga sehingga cukup menyulitkan. Padahal dalam melakukan penelitian, diperlukan data yang seragam. Untuk itu, dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana mencari data reksa dana mulai dari Harga (Nilai Aktiva Bersih per Unit), Jumlah Unit Penyertaan, dan Jumlah Dana Kelolaan (Asset Under Management) dari sumber yang resmi dan bisa dipertanggung jawabkan serta yang paling penting gratis!!

Sumber data yang resmi untuk reksa dana di Indonesia tentu saja harus bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini karena dalam peraturan, ada kewajiban bagi Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk melakukan pelaporan secara berkala ke dalam sistem yang disediakan. Oleh OJK, data tersebut juga dipublikasikan sehingga masyarakat bisa mengaksesnya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa saya menggunakan tampilan website OJK sebagai cover artikel ini. Selanjutnya saya akan mengajarkan bagaimana caranya mendapatkan data dari website tersebut. Read more…

Panduan Cara Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

August 10th, 2014 33 comments

Pertanyaan Newbie

Membuat perencanaan investasi itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau anda mengerti tentang perencanaan keuangan dan fungsi Time Value of Money pada Microsoft Excel. Susah, kalau dua hal tersebut tidak ada yang anda mengerti sama sekali. Dalam kesempatan ini, saya akan sharing bagaimana cara membuat perencanaan investasi sederhana menggunakan alat-alat yang tersedia secara gratis di website Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual.

Untuk menggunakan kalkulator tersebut, juga tidak perlu menjadi nasabah. Umumnya untuk kalkulator perhitungan yang sederhana disediakan secara gratis. Meski demikian, saya perhatikan banyak investor yang jarang menggunakannya. 2 kendala utama yang dihadapi adalah tidak mengetahui cara kerja dan tidak tahu berapa angka asumsi yang harus dimasukkan. Ada juga yang meskipun sudah tahu, namun tidak bisa merumuskan permasalahan keuangannya untuk diselesaikan melalui kalkulator yang tersedia.

Untuk itu, pembahasan penggunaan kalkulator untuk perencanaan investasi akan menggunakan contoh kasus yang umumnya dihadapi investor awam sehari-hari. Sebagai contoh adalah pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan 2Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/forum-diskusi/

Read more…

Mengenal Time Weighted Return dan Money Weighted Return

July 24th, 2014 7 comments

Time and Money

Apa kabar para pembaca yang terhormat? Semoga selalu berada dalam keadaan yang sehat dan bahagia selalu. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya.

Dalam artikel kali ini, saya ingin membahas 2  studi kasus.

Studi Kasus 1.

Ada seorang investor reksa dana, namanya Rudi. Karena masih awam dia memilih untuk melakukan cost averaging setiap bulan di reksa dana Panin Dana Maksima. Rudi berinvestasi secara autodebet selama 5 tahun dari 1 Juli 2013 – 1 Juni 2018 sebesar Rp 1.000.000 per bulan termasuk fee (koreksi sebelumnya tertulis Rp 1.010.000) . Biaya autodebet adalah 1%. Pada tanggal 1 Juli 2014, Rudi melakukan pengecekan saldo secara online dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

Simulasi Autodebet

Histori transaksinya adalah sebagai berikut

Tanggal NAB/Up
Panin Dana Maksima
Investasi (Penarikan) Fee
1-Jul-13 71,631.73 1,000,000 2%
1-Aug-13 66,039.66 1,000,000 1%
2-Sep-13 55,660.89 1,000,000 1%
1-Oct-13 62,147.15 1,000,000 1%
1-Nov-13 63,199.93 1,000,000 1%
2-Dec-13 60,093.01 1,000,000 1%
2-Jan-14 58,998.25 1,000,000 1%
3-Feb-14 61,100.48 1,000,000 1%
3-Mar-14 65,375.15 1,000,000 1%
1-Apr-14 69,949.64 1,000,000 1%
2-May-14 68,023.94 1,000,000 1%
2-Jun-14 67,494.23 1,000,000 1%

Ketika dia melakukan pengecekan di website Panin AM dan di www.infovesta.com untuk memastikan, dia mendapatkan hasil sebagai berikut

NAB/Up Panin Dana Maksima tanggal 1 Juli 2013 = Rp 71,631.73 / unit dan tanggal 1 Juli 2014 = Rp 66,205.88 / unit. Sehingga return 1 tahunnya - 7.57%

Pertanyaannya :

  1. Mengapa secara NAB/Up menunjukkan tingkat return negatif sementara di cek saldo website menunjukkan tingkat return yang positif ?
  2. Berapa performance tahunan Rudi ? apakah lebih baik dibandingkan beli sekaligus di depan?

 Studi kasus 2

Yanto adalah seorang mahasiswa yang menjadi investor reksa dana. Berbekal ilmu yang dia baca dari buku, forum, blog dan lain-lain, dia mencoba peruntungannya dengan melakukan market timing. Harapannya tingkat keuntungan yang diperoleh dapat lebih besar dengan cara tersebut. Atas setiap transaksi, dia dikenakan biaya beli 2% dan biaya keluar 1%. Supaya sebanding, tanggal transaksi dan nominal investasinya saya samakan. Yaitu total 12 juta termasuk fee dan dari 1 Juli 2013 – 1 Juli 2014. Historis transaksi selama 1 tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Tanggal NAB/Up
Panin Dana Maksima
Investasi (Penarikan) Fee
1-Jul-13 71,631.73 10,000,000 2%
1-Aug-13 66,039.66 1,000,000 2%
2-Sep-13 55,660.89 1,000,000 2%
1-Nov-13 63,199.93 (1,000,000) 1%
2-Jan-14 58,998.25 1,000,000 2%
1-Apr-14 69,949.64 (5,000,000) 1%
2-Jun-14 67,494.23 5,000,000 2%

Pada 1 Juli 2013, dia mengecek nilai saldo uang dia di reksa dana adalah senilai Rp 11.396.692. Pertanyaannya:

  1. Berapa besar % keuntungan Yanto untuk transaksi selama 1 tahun terakhir?
  2. Apakah strategi market timing yang dia lakukan lebih baik dibandingkan strategi buy and hold?

Untuk bisa menjawab kedua studi kasus di atas, kita perlu memahami tentang konsep Time Weighted Return dan Money Weighted Return. Read more…

Categories: Matematika Investasi Tags:
%d bloggers like this: