Archive

Archive for the ‘Belajar Investasi’ Category

Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan (2)

November 13th, 2013 3 comments

Pada artikel ini, saya ingin melanjutkan pembahasan kemarin tentang analisa perusahaan melalui laporan keuangan. Pada bagian sebelumnya dibahas berbagai macam laporan keuangan dan cara membacanya. Kali ini, saya akan berfokus pada bagian mana dari laporan keuangan yang harus anda baca agar setidaknya secara mendasar anda bisa memahami suatu perusahaan dan apakah perusahaan tersebut dapat dikategorikan baik atau tidak.

Balance Sheet

Pada dasarnya analisa perusahaan itu tidak jauh berbeda dengan analisa seseorang yang sedang berusaha menggapai kesuksesan finansial. Mau itu karyawan, profesional ataupun pengusaha, ada kesamaan ciri2 dimana mereka selalu berusaha meningkatkan penghasilan agar bisa menutupi pengeluaran, aktif melakukan pengembangan diri ataupun untuk orang di sekitarnya, dan dalam proses tersebut tidak jarang mereka membutuhkan bantuan dari pihak lain apakah itu pinjaman bank atau penyertaan modal. Read more…

Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan (1)

November 1st, 2013 2 comments

Apa kabar para pembaca, semoga sehat dan sukses selalu. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan, namun sebelumnya, saya juga ingin menginformasikan bahwa pada hari Sabtu besok tanggal 2 November 2013, saya akan mengadakan talkshow di Gramedia Cibubur. Bagi yang berminat dan kebetulan ada di lokasi tersebut bisa datang dan menghadiri acara ini. Bagi yang tertarik dengan buku ini dan menginginkan edisi khusus Hardcover + Excel Reksa Dana bisa pesan disini.

Gramedia Cibubur

Berikut Dokumentasi Kegiatannya

Cibubur 1

Cibubur 2

Cibubur 3

Dalam 1 minggu terakhir ini, berita tentang publikasi laporan keuangan menghiasi berbagai media kita. Perusahaan ini dilaporkan mencatatkan pertumbuhan aset xx % atau xx triliun, perusahaan ini untung xx triliun. Perusahaan ini mengalami penurunan laba bersih xx% dan seterusnya. Sebagai seorang investor saham ataupun reksa dana yang terdapat sahamnya, penting  untuk memahami laporan keuangan suatu perusahaan.

Sebab untuk anda yang berorientasi fundamental dan investasi jangka panjang, maka harga pasar saham merupakan representasi dari kinerja perusahaan. Artinya jika perusahaan kinerjanya bagus, maka harga sahamnya akan naik dan sebaliknya.

Kinerja perusahaan juga sering disebut fundamental perusahaan, makanya analisa laporan keuangan disebut juga analisa fundamental. Penurunan saham dalam beberapa hari terakhir ini tidak terlepas dari hasil publikasi laporan keuangan dimana untuk beberapa perusahaan kinerjanya tidak sesuai yang diharapkan sehingga harga sahamnya turun.

Nah, jika anda setuju dengan hal yang dikemukakan di atas, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara untuk melakukan analisa fundamental? Apakah bisa dilakukan untuk kita yang masih awam soal ekonomi? Untuk menjadi seorang ahli, jurusan kuliah kita memang bukan segalanya. Sebab jika anda rajin, gigih dan telaten, maka semua bidang pada dasarnya bisa dipelajari.

Meski demikian, tetap ada kesulitan sendiri untuk anda yang tidak berlatar belakang ekonomi. Untuk itu dalam kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang cara untuk menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan. Read more…

Efek Penguatan Dolar Terhadap Emas, Properti dan Reksa Dana (3 – Akhir)

October 21st, 2013 5 comments

Artikel ini merupakan artikel terakhir dari 2 artikel yang sudah pernah saya tulis sebelumnya. Pada artikel pertama, saya membahas efek penguatan dolar terhadap emas dan properti pada artikel kedua. Pada artikel ketiga saya akan membahas efeknya terhadap reksa dana

Pada saat artikel ini ditulis, keadaan memang sedikit berbeda dibandingkan pada saat kedua artikel sebelumnya ditulis. Yang berbeda adalah jika kemarin Rupiah terus menerus melemah, sekarang pelemahan tersebut sudah agak berkurang dan menunjukkan tren penguatan. Hal ini juga tidak terlepas dari “Dramatisasi” kondisi politik di AS yang membuat mata uang mereka kurang bertaji. Namun karena kondisi negara kita yang dilihat dari Neraca Perdagangan masih mengalami defisit dan pertumbuhan ekonomi juga tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya maka penguatan Rupiah tidak terlalu kuat.

Dari kejadian ini saya melihat ada yang hal yang cukup menarik. Dulu, ketika kita masih di masa jaya dimana perekonomian kita baik dan pertumbuhannya juga masih tinggi-tingginya, kurs USD dan SGD terhadap Rupiah adalah sekitar 6000 dan 9000 an. Jadi kira-kira 1 USD = 1,5 SGD. Pada saat ini, karena hal-hal yang saya sebutkan di atas, Rupiah melemah terhadap mata uang asing namun ternyata rasionya berbeda terhadap masing-masing mata uang. Sebagai contoh 1 USD sekitar Rp 11000-an sementara 1 SGD sekitar 9000-an. Kalau dirasiokan berarti 1 USD = 1,22 SGD. bukan 1,5 SGD seperti pada masa lalunya.

Artinya mata uang tidak selalu bergerak searah dan USD bukan menjadi patokan atas segalanya. Bisa jadi suatu saat SGD menguat sedemikian rupa sehingga menjadi sekitar Rp 11000-an sehingga rasionya menjadi 1. Atau mata uang USD yang melemah sedemikian rupa sehingga kembali ke level 9000-an sementara mata uang SGD tidak bergeming.

Kondisi-kondisi di atas menimbulkan peluang untuk mengambil keuntungan atau dikenal dengan istilah “Arbitrage”. Orang-orang yang bekerja di divisi treasury bank biasanya sangat ahli soal kondisi tersebut dan mencoba mendapatkan keuntungan daripadanya.

Kembali ke topik utama, bagaimana efek dari penguatan dolar ini terhadap investasi reksa dana? Saya akan membahasnya secara spesifik dari 2 sudut pandang. Read more…

Efek Penguatan Dolar Terhadap Emas, Properti dan Reksa Dana (1)

September 18th, 2013 5 comments

Akhir-akhir ini saya sering keliling ke beberapa tempat membawakan seminar dengan topik Emas, Properti dan Reksa Dana. Mumpung sering dipakai, saya gunakan sekali lagi dalam artikel terbaru dalam posting kali ini. Bedanya hanya saya tambahkan kata Efek Penguatan Dolar di depannya saja.

Kata Penguatan Dollar tersebut juga sebenarnya masih dalam statuisasi perdebatan. Hal ini karena ada sebagian yang berpendapat bahwa Rupiah tidak sedang mengalami pelemahan, akan tetapi Dolar yang justru mengalami penguatan. Sebelum ada Harmonisasi pada Statuisasi penggunaan Istilah Kemakmuran Ekonomi ini, maka saya menggunakan istilah Penguatan Dollar. Mohon kondisi labil kosa kata ini bisa dimengerti oleh teman2 pembaca disini mengingat still young my age.

DollarMata uang Rupiah sendiri, jika dibandingkan dengan mata uang negara lain di Asia, merupakan mata uang dengan koreksi yang paling dalam. Jika setiap hari anda membaca koran yang isinya demikian, tentu sedikit banyak kita merasa khawatir juga. Bagaimana kira2 efeknya terhadap instrumen yang selama ini kita kenal yaitu emas, properti dan reksa dana? Saya akan mencoba membahasnya dari sudut pandang saya. Read more…

Apakah Investasi Syariah = Investasi Komoditas ?

May 19th, 2013 10 comments

Akhir-akhir ini topik Syariah merupakan topik yang cukup banyak dibahas di pasar modal. Selain karena timing menjelang bulan puasa, juga karena tekad dari pemerintah Indonesia untuk memajukan pasar modal Syariah. Penjelasan tentang investasi pasar modal terkait syariah sebelumnya sudah pernah saya jelaskan di Macam-macam Investasi Syariah.

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin membuktikan apakah mitos yang selama ini menyebutkan bahwa investasi syariah, khususnya saham dan reksa dana syariah identik dengan sektor komoditas (pertanian, perkebunan, dan pertambangan). Sebab, sesuai dengan prinsip syariah, perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, dan sekuritas yang mengandung unsur bunga dan ketidakpastian dalam bisnisnya tidak dapat masuk dalam kategori tersebut.

Di luar sektor tersebut, tentunya yang tersisa, logikanya adalah sektor komoditas. Apalagi Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan keragaman sumber daya kekayaan alamnya. Benarkah Syariah Identik dengan Sektor Komoditas?

Read more…

Saatnya Beli Emas?

April 20th, 2013 50 comments

Salah satu kutipan bapak Warren Buffet yang sangat terkenal dan masih digunakan hingga sekarang adalah sebagai berikut:

“Be Fearful When Others Are Greedy

 

and Be Greedy When Others Are Fearful”

 

Melihat harga emas yang sudah turun dalam seperti sekarang ini, apakah tepat untuk menerapkan konsep di atas? Lebih sederhananya, apakah sekarang saatnya beli emas? Apakah Mr. Warren Buffet sendiri juga menerapkan konsep tersebut dalam emas?

Read more…

Mengenal Lebih Dalam Risk and Return Investasi (3)

February 6th, 2013 1 comment

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Happy Chinese New Year 2013. Semoga usaha, kesehatan dan karir anda semua dapat semakin cemerlang di tahun ini.

Memasuki Chinese New Year 2013, bursa Indonesia disambut dengan kabar positif dengan IHSG yang memecah rekor baru. Per hari ini, IHSG sudah mencapai 4498.98 atau hanya cukup satu koma sekian poin lagi sudah mencapai 4500. Mudah2an tren yang bagus ini bisa terus bertahan hingga akhir tahun.

Bagi anda yang sudah investasi di reksa dana selama bertahun-tahun, tentu tahu bahwa tidak ada pesta yang tidak pernah berakhir. Tidak pernah dalam sejarah ada IHSG yang naik terus menerus, sama pula kalaupun turun, tidak pernah turun selamanya. Jika naik, secara sederhana kita sebut dengan Return, dan jika turun, maka secara sederhana disebut dengan Risk (Risiko). Pada tulisan-tulisan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang return dan berbagai variasinya. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari tentang risiko. Read more…

Mengenal Lebih Dalam Return dan Risiko Investasi (2)

January 1st, 2013 71 comments

Selamat Tahun Baru 2013, semoga semua resolusi dan target yang anda susun pada tahun ini bisa tercapai semua.

Pada artikel sebelumnya tentang Risk and Return Investasi kita sudah belajar mengenai istilah Yield. Secara prinsip Yield lebih banyak digunakan dalam menggambarkan hasil pengembalian obligasi meskipun belakangan istilah Yield juga digunakan dalam saham yaitu Earning Yield. Dalam saham dan reksa dana, sekalipun jenis reksa dananya adalah reksa dana pendapatan tetap yang berisi obligasi, istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pengembalian adalah Return.

Mengapa digunakan Return ?

Istilah Yield lebih sering digunakan pada obligasi karena hasil dari obligasi berbentuk uang tambahan yang tidak mengurangi nilai pokoknya. Dalam investasi saham, memang terkadang ada pembagian dividen, namun bagi yang sudah berpengalaman, tentu sudah tahu bahwa pendapatan utama dari saham dihasilkan dari kenaikan harga. Karena keuntungan bisa berasal dari pembagian dividen dan juga dari kenaikan harga, maka berkembang istilah Return yang artinya “Pengembalian”. Kata pengembalian mencakup seluruh pendapatan investasi yaitu dari dividen dan selisih kenaikan harga.

Read more…

%d bloggers like this: