Archive

Archive for the ‘Belajar Investasi’ Category

Boom and Bust Saham IPO 2018

December 3rd, 2018 No comments

Beberapa waktu yang lalu, salah satu headline pada berita Kontan tentang saham IPO di tahun 2018 menarik perhatian saya. Disebutkan sampai dengan bulan November 2018 sudah terdapat 51 perusahaan yang melakukan IPO dan mayoritas mengalami kenaikan harga yang signifikan pada hari pertamanya

Kenaikan tersebut berkisar antara 50 – 70% yang menyebabkan saham tersebut kena auto reject batas atas dan beberapa di antaranya bahkan terkena suspensi karena pergerakan harga yang tidak wajar (Unusual Market Activity – UMA)

Berikut ini adalah kutipan dari Harian Kontan

Sumber :  E-Paper Harian Kontan 26 November 2018 (klik untuk memperbesar)

Sebagai investor saham, tentu saja senang karena harga saham IPO mengalami kenaikan (boom) yang signifikan sehingga menawarkan peluang investasi yang menarik. Namun tidak semua pengalaman investasi saham IPO di tahun 2018 ini menyenangkan.

Ada yang tidak mendapat alokasi penjatahan saham, ada yang ikut-ikutan membeli pada harga sekunder dan mengalami penurunan (bust) yang signifikan, ada juga yang sahamnya kurang likuid sehingga mengalami kesulitan untuk dijual dalam jumlah besar. Read more…

Pelaporan Aset Keuangan dan Investasi Dalam SPT Perpajakan

March 7th, 2018 31 comments

t

Batas waktu untuk penyampaian SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi adalah 31 Maret 2018. Penyampaian SPT Tahunan merupakan kewajiban setiap WP. Bagian utama dalam pelaporan SPT yaitu Penghasilan, Harta dan Kewajiban.

Bagaimana tata cara pelaporan aset keuangan dan investasi seperti tabungan, deposito, obligasi, reksa dana, dan unit link dalam SPT Pajak ? Sesuai dengan bagian utama dalam SPT, aset keuangan dan investasi dilaporkan pada bagian Penghasilan, Harta dan Kewajiban (apabila ada).

Secara umum ada 3 jenis SPT yaitu :

  • Formulir SPT 1770 (untuk wajib pajak dalam negeri dengan penghasilan dari kegiatan usaha dan melakukan pekerjaan bebas)
  • Formulir SPT 1770-S (untuk wajib pajak dalam negeri yang bekerja dengan penghasilan per tahun di atas Rp 60 juta)
  • Formulir SPT 1770-SS (untuk wajib pajak dalam negeri yang bekerja dengan penghasilan per tahun di bawah Rp 60 juta)

Format untuk Formulir SPT 1770-SS (Sangat Sederhana) terlalu sederhana dan tidak ada perinciannnya, sementara untuk SPT 1770 cukup kompleks karena diperuntukkan bagi WP yang telah memiliki kegiatan usaha. Untuk itu, contoh pelaporan dalam SPT pajak menggunakan contoh 1770-S (Sederhana). Agar lebih mudah, pelaporan bisa secara E-Filling di djponline.pajak.go.id yang sudah ada versi panduannya. Read more…

Ingin Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap? Ini yang Harus Dipahami

November 28th, 2017 2 comments

Selama 2016 dan 2017, jenis reksa dana pendapatan tetap menunjukkan kinerja yang sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan reksa dana saham. Meski demikian, investor tetap perlu memahami risiko dan cara kerja reksa dana ini.

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang kebijakan investasinya minimal 80 persen ditempatkan ke obligasi. Obligasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan saham sehingga diperlukan analisa yang berbeda pula.

Berikut hal-hal yang harus investor pahami sebelum berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap: Read more…

Penurunan BI Rate, Apa Artinya untuk Investasi Reksa Dana?

September 26th, 2017 1 comment

Cutting interest rates

Efektif per tanggal 25 September 2017, suku bunga acuan Bank Indonesia atau dikenal juga dengan BI Reverse Repo Rate diturunkan dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen. Apakah penurunan tersebut memiliki dampak terhadap investasi reksa dana?

Disebut suku bunga acuan, karena informasi tersebut dijadikan oleh perbankan di Indonesia dalam menentukan tingkat suku bunga, mulai dari bunga simpanan seperti tabungan, giro, deposito hingga pinjaman seperti kredit modal kerja, kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan, hingga kredit tanpa agunan (KTA).

Bagaimana efeknya terhadap reksa dana? Jenis reksa dana apa saja yang terdampak dan apakah positif atau negatif. Secara umum, jenis reksa dana terkena dampak langsung terhadap perubahan suku bunga acuan adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Saham vs Reksa Dana Saham

September 20th, 2017 4 comments

Businessman trader working in the office.

Reksa dana saham adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimum 80 persen ditempatkan pada efek saham.

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Dalam konteks pasar modal, saham perusahaan yang telah go public dapat diperjualbelikan. Investor bisa membeli langsung saham perusahaan yang go public ataupun tidak langsung melalui reksa dana saham yang dikelola manajer investasi.

Baik saham maupun reksa dana saham, dikenal sebagai instrumen investasi yang high risk high return. Untuk itu investor perlu memahami perbedaan antara kedua instrumen ini sebelum melakukan kegiatan berinvestasi. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Obligasi Vs Reksa Dana Pendapatan Tetap

September 5th, 2017 No comments

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimal 80 persen pada surat berharga dalam bentuk hutang atau obligasi.

Obligasi adalah surat pernyataan hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi yang berisi janji untuk membayar kembali pokok dan atau bunga pada tanggal jatuh tempo.

Salah satu produk pasar obligasi yang dikenal umum adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan Sukuk Ritel (Obligasi ritel berbasis syariah) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Selain pemerintah, obligasi juga banyak diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Perbedaan utama antara obligasi yang diterbitkan swasta dengan pemerintah adalah pada risiko gagal bayarnya.

Obligasi pemerintah hampir pasti tidak akan gagal bayar sementara obligasi swasta memiliki potensi gagal bayar. Kemampuan penerbit obligasi dalam melakukan pembayaran hutang dinilai dalam bentuk rating yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat.

Fitur lain dari obligasi adalah adanya kupon atau bunga yang dibayarkan setiap periodenya. Umumnya obligasi pemerintah membagikan kupon setiap 6 bulan dan khusus untuk ORI dan Sukuk Ritel setiap bulan, sementara obligasi swasta membagikan kupon setiap 3 bulan.

Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip syariah, terdapat juga obligasi syariah yang dikenal dengan istilah Sukuk.

Ada 2 jenis sukuk, yaitu Sukuk Ijarah dengan sistem sewa yang memiliki imbal hasil tetap, dan Sukuk Mudharabah dengan sistem bagi hasil yang imbal hasilnya tidak tetap. Fitur ini mirip dengan sistem Kupon Tetap dan Kupon Variabel pada obligasi konvensional.

Obligasi biasanya dijual kepada umum di pasar perdana melalui penawaran umum (Initial Public Offering – IPO) kepada masyarakat luas. Meski demikian, investor juga dapat memperolehnya di pasar sekunder dengan membeli obligasi yang dimiliki oleh investor lainnya.

Sebagai investor, tentu kita bisa berinvestasi langsung pada obligasi ataupun secara tidak langsung melalui reksa dana pendapatan tetap. Berikut ini adalah perbedaan dari kedua cara tersebut : Read more…

Ini Beda Investasi Langsung di Deposito vs Reksa Dana Pasar Uang

August 25th, 2017 No comments

Sumber : Kompas Online

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang kebijakan investasinya 100 persen pada surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun termasuk deposito.

Sebagai investor, kita juga bisa membuka rekening deposito sendiri. Apa perbedaan antara investasi langsung pada deposito dengan reksa dana pasar uang?

Dari semua jenis yang ada, reksa dana pasar uang adalah jenis yang paling konservatif baik untuk tingkat risiko maupun potensi keuntungan yang dihasilkan. Reksa dana pasar uang cocok untuk investor perorangan maupun institusi.

Manfaat daripada reksa dana pasar uang hampir sama dengan deposito kecuali memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut Read more…

Categories: Belajar Investasi Tags:

Panduan Mencari Data dan Menghitung Valuasi Saham

August 21st, 2017 6 comments

Value - Price / Blackboard (Click for more)

Mencari data fundamental untuk keperluan valuasi saham tidak sesulit mencari data harga saham. Hal ini karena data laporan keuangan perusahaan dipublikasikan dan bisa diakses melalui berbagai situs baik yang gratis ataupun berbayar. Yang sulit adalah mengolah data fundamental tersebut untuk keperluan valuasi.

Jika dalam mencari data saham, keahlian yang diperlukan adalah melakukan kompilasi dan pengolahan data pada Microsoft Excel, maka dalam melakukan valuasi saham dibutuhkan keahlian membaca dan memahami laporan keuangan.

Agar komprehensif, data harga saham selanjutnya juga disandingkan dengan data fundamental perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai suatu perusahaan.

Dalam melakukan valuasi terhadap harga saham, terdapat banyak metode seperti Price to Earning Ratio (PER) dan Net Present Value untuk perusahaan dana umumnya, Price to Book Value (PBV) yang digunakan untuk saham keuangan, Price to Sales Ratio untuk perusahaan baru, dan NAV untuk perusahaan properti

Dari semua metode di atas, menurut saya, yang paling praktis dan bisa digunakan untuk perbandingan antar saham adalah Price Earning Ratio. Metode seperti PBV pada prakteknya banyak digunakan untuk saham perbankan, namun banyak juga yang menggunakan PER untuk kelompok saham tersebut.

Metode PSR lebih jarang dipergunakan dan kalaupun ada, biasanya digunakan pada perusahaan start up yang IPO. Di Indonesia, contoh tersebut masih sangat jarang dan mungkin belum ada. Metode NPV memang banyak diajarkan dalam literatur investasi dan keuangan, namun memerlukan keahlian membaca laporan keuangan tingkat mahir dan kemampuan melakukan forecasting data. Demikian pula dengan NAV.

Rumus dari Price Earning Ratio adalah harga saham per lembar (Price) dibagi dengan tingkat keuntungan per lembar (Earning Per Share). Jadi cukup hanya 2 komponen yang perlu dicari yaitu Harga dan Earning Per Share.

Karena harga saham berubah setiap hari demikian juga dengan rasio PER, maka diperlukan juga upaya untuk mendapatkan nilai PER secara historis untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

Untuk itu, langkah-langkah dalam melakukan valuasi saham dapat dilakukan sebagai berikut

  1. Mencari historis harga saham
  2. Mencari historis data EPS perusahaan
  3. Evaluasi PER saat ini dan PER historis

Read more…

%d bloggers like this: