Archive

Author Archive

Memilih Reksa Dana Berdasarkan Strategi Investasi

June 1st, 2012 16 comments

Selama ini, salah satu metode pemilihan reksa dana adalah mencocokkan karakteristik reksa dana dengan profil risiko dan karakteristik risk and return dari suatu reksa dana. Namun seiring dengan perkembangan, investor juga menjadi semakin pintar dan lebih memahami tentang investasi. Sebagian investor mulai menggunakan strategi investasi sebagai salah satu panduan dalam memilih reksa dana. Sebab bagi mereka, return tinggi bukan pertimbangan utama, namun bagaimana mencapai tingkat return tersebut dan apakah cara tersebut nyaman di mata investor. Seperti apa strategi investasi reksa dana yang tersedia saat ini?

Strategi investasi reksa dana adalah strategi yang digunakan oleh para Manajer Investasi dalam menjalankan portofolio investasi reksa dananya. Karena basis portofolio reksa dana bermacam-macam yang terdiri dari saham, obligasi dan pasar uang, maka saya mengkategorikan strategi reksa dana berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

Read more…

Strategi Investasi Income Investing….(1)

May 26th, 2012 4 comments

Bagi anda yang sudah lama berkecimpung di dunia investasi. Tentu mengenal bahwa ada satu aksi korporasi yang dinamakan pembagian dividen saham. Dividen adalah sebagian dari laba bersih yang disisihkan oleh perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dalam membagikan dividen, perusahaan dengan manajemen yang baik akan pertama-tama menghitung kebutuhan ekspansi perusahaan di masa datang. Setelah itu, memperkirakan apakah akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan dana internal dan laba bersih yang terakumulasi dan menyiapkan sejumlah cadangan dana untuk kebutuhan darurat, baru kemudian jika masih ada sisa dibagikan kepada para pemegang saham.

Bagi pemegang saham, pendapatan dalam bentuk dividen bisa dinilai sebagai sesuatu yang positif, karena perusahaan tempat mereka berinvestasi mampu memberikan penghasilan kepada mereka. Namun bagi suatu perusahaan yang sudah cukup besar dan memiliki banyak pemegang saham dengan beragam kepentingan dan cara pandang, pembagian dividen yang terlalu besar terkadang tidak selalu dipandang sebagai hal yang positif. Sebab jika dividen yang dibagikan terlalu banyak, berarti mengindikasikan bahwa perusahaan tidak punya rencana lagi untuk ekspansi pengembangan usaha di masa mendatang. Efeknya malah bisa menurunkan harga saham itu sendiri di pasar.

Nah, namun dari sudut pandang kita sebagai investor perorangan yang saat ini sedang pusing dengan kondisi pasar yang ada, saham yang membagikan dividen secara konsisten bisa saja menjadi alternatif investasi yang menarik. Sebab, meski harganya naik turun, asalkan terus membagikan dividen, kita bisa menganggap seperti berinvestasi di deposito atau obligasi. Syukur-syukur jika harganya naik, kita bisa untung 2 kali, dari dividen dan dari kenaikan harga saham itu sendiri. Bandingkan dengan obligasi yang mesti harganya naik, namun akan tetap kembali ke 100 pada saat jatuh temponya. Pertanyaannya, apakah strategi investasi yang mengandalkan dividen tersebut cukup menguntungkan jika diterapkan di Indonesia?

Read more…

Aliran Dana Asing dan IHSG

May 16th, 2012 17 comments

Setelah 2 kali menembus level 4200, yaitu pada 3 April 2012 sebesar 4215.44 dan pada 4 Mei 2012 sebesar 4216.68, hingga saat artikel ini saya buat (Siang tanggal 16 Mei 2012) IHSG kembali di bawah level 4000 yaitu sekitar 3945. Seperti yang anda baca di koran-koran, topik Yunani, Uni Eropa dan Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia kembali menjadi “alasan” mengapa penurunan ini bisa terjadi. Alasan yang disebutkan di atas menurut pendapat saya sangat subjektif, sebab ada satu periode waktu dimana hal-hal di atas dikemukakan namun bursa tetap naik. Ada pula saat dimana alasan tersebut dikemukan bursa turun dalam seperti sekarang ini. Untuk itu, saya mencoba mencari alasan yang lebih objektif. Yaitu Uang, sebab Uang tidak Pernah Bohong. Untuk itu saya mencoba mengkorelasikan antara Aliran Dana Asing ke Saham dan pergerakan IHSG selama 2011 – 2012, dan saya menemukan ini….

Sebagai informasi, artikel ini juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari artikel sebelumnya yang berjudul http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/11/12/mengukur-keyakinan-pasar-dengan-net-buy-dan-net-sell-asing/

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

May 7th, 2012 28 comments

Bagi anda yang sudah pernah mengikuti seminar, workshop, dan edukasi tentang perencanaan keuangan, tentu sudah mendapatkan informasi bahwa sebelum berinvestasi, seseorang harus memiliki tujuan. Tujuan investasi juga seharusnya merupakan sesuatu yang nyata dan terukur. Tujuan investasi seperti mau kaya, mau membiayai pendidikan anak, membiayai pernikahan, merupakan tujuan investasi yang sifatnya abstrak. Jika tujuannya sudah abstrak tentu pencapaiannya juga hanya di awang-awang. Bagi anda yang masih awam dalam investasi dan perencanaan keuangan, ada satu prinsip yang bisa anda gunakan yaitu SMART.

Berikut ini adalah aplikasi SMART dalam pertimbangan penyusunan tujuan investasi dengan contoh mempersiapkan anak menjadi pilot… Read more…

Categories: Perencanaan Investasi Tags:

7 Mitos Seputar Reksa Dana Dollar

April 28th, 2012 14 comments

Meski industri reksa dana tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini tidak berlaku untuk reksa dana berbasis dollar. Total dana kelolaan pada akhir desember 2010 mencapai 626 juta dollar, kemudian menurun menjadi 430 juta dollar pada akhir desember 2011, dan kembali turun menjadi 417 juta dollar pada akhir Maret 2012. Apakah ada yang salah?

Rasa-rasanya penurunan AUM pada industri reksa dana dollar ini cukup wajar. Melihat perkembangan perekonomian Amerika dalam 1-2 tahun terakhir yang diwarnai dengan hutang yang menggunung, kehilangan rating AAA, dan nilai yang terus terdevaluasi karena perang dagang dengan china serta nilai Rupiah yang terus menguat, bisa jadi membuat investor yang memegang mata uang ini merasa tidak nyaman.

Faktor di atas mungkin merupakan faktor yang menyebabkan penurunan AUM di reksa dana dollar. Namun dari percakapan saya dengan investor maupun agen penjual reksa dana, saya menemukan ternyata banyak yang masih belum mengerti dan memiliki pemahaman yang salah tentang reksa dana dollar. Seandainya investor memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jenis reksa dana ini, bisa saja dana kelolaan tidak terus menurun. Apa saja pemahaman investor yang kurang tepat ini?

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Sell In May and Go Away ???

April 23rd, 2012 27 comments

Sell in May and Go Away adalah suatu pepatah dalam istilah pasar modal. Istilah ini tidak setenar Window Dressing yang terjadi pada akhir tahun, namun belakangan cukup banyak ditanyakan oleh investor. Karena tidak tenar, banyak pula investor awam yang salah menafsirkan istilah ini. Pemikiran awam adalah bahwa investor sebaiknya menjual saham pada bulan Mei karena dipercaya” kinerja saham pada bulan ini umumnya kurang baik, padahal definisi tersebut kurang tepat.

Apa definisi yang benar terhadap istilah ini? Apakah konsep ini applicable untuk pasar modal Indonesia? Dan tahukah anda, Sell in May and Go Away mungkin saja merupakan salah satu cara untuk mendapatkan return di atas return pasar? Tertarik?? silakan membaca terus tulisan ini…

Read more…