Archive

Author Archive

Mengenal Profesi Pasar Modal

August 19th, 2013 145 comments

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Read more…

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:

Mengenal Reksa Dana Saham “Trillion Club”

July 29th, 2013 9 comments

Sebelumnya, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, serta selamat Merayakan Hari Lebaran kepada bapak ibu sekalian yang merayakan. Semoga semua yang dimulai dengan niat baik dapat memberikan hasil yang baik pula.  Semoga setelah kembali dari cuti Lebaran kali ini, otak kita semua lebih segar dan suasana hati kita lebih tenang sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan tempat kita bekerja atau berusaha dan juga kepada Negara Republik Indonesia tercinta ini. Mohon maaf juga jika selama ini ada artikel atau komentar yang kurang berkenan.

Kembali ke tulisan, dalam investasi reksa dana, khususnya reksa dana saham, ada semacam anggapan dari para investor tentang “Ukuran” reksa dana. Dimana semakin besar jumlah dana kelolaan, maka reksa dana akan dianggap semakin “gendut” yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja karena dianggap kurang dapat memberikan return yang maksimal.

Hal tersebut sebelumnya sudah pernah saya bahas dalam riset jumlah dana kelolaan terhadap kinerja reksa dana saham tahun 2011 lalu. Hasilnya, reksa dana dengan dana kelolaan yang besar justru lebih mampu memberikan “kestabilan” dibandingkan reksa dana yang dana kelolaannya kecil. Meski demikian, reksa dana dengan dana kelolaan kecil dapat mengalahkan IHSG dengan persentase yang lebih signifikan dibandingkan reksa dana dengan dana kelolaan besar namun ketika kalah, kalahnya bisa sangat signifikan juga.

2 tahun sudah berlalu, industri reksa dana saham juga sudah jauh berkembang. Jika pada tahun 2011 yang lalu, hanya terdapat sekitar 13 reksa dana dengan dana kelolaan di atas Rp 1 Triliun, maka pada bulan Juni tahun 2013 ini, sudah ada sekitar 22 reksa dana saham. Belum termasuk 3 reksa dana saham yang akan segera bergabung dengan “Trillion club (T-Club)” karena dana kelolaanya sudah sekitar 900 milliar-an. Bagaimana dengan kinerja reksa dana T-Club ini dibandingkan rata-rata reksa dana saham pada umumnya? Read more…

Menebak Kapan Rally IHSG Berikutnya

July 23rd, 2013 5 comments

Berinvestasi ketika harga mencapai titik terendah adalah keinginan dari semua investor. Namun pada kenyataannya, banyak investor justru baru berinvestasi ketika IHSG berada dalam periode rally (kenaikan). Hal ini tidak terlepas dari mentalitas sebagian besar investor kita yang orientasinya masih jangka pendek dan berinvestasi tanpa perencanaan yang mumpuni. Ketika harga sedang turun atau mendatar, justru mereka wait and see bahkan tidak jarang ketakutan, sementara ketika harga sudah beranjak naik bahkan terkadang sudah terlalu mahal, investor baru sibuk untuk berinvestasi.

Oleh karena itu, tentu menarik sekali apabila kita bisa menemukan indikator-indikator yang dapat menunjukkan IHSG akan naik tinggi (Rally) pada periode yang akan datang. Sebelumnya, salah satu penelitian yang pernah dilakukan untuk menebak IHSG akan naik pada periode berikutnya adalah riset tentang window dressing. Berdasarkan Window Dressing, IHSG diperkirakan akan naik pada bulan Desember, sehingga investor yang berinvestasi di bulan November akan menikmati keuntungan. Namun kenaikan IHSG pada periode Window Dressing ini bisa dikatakan naik tapi belum masuk kategori naik tinggi (Rally).

Hingga saat ini memang belum ada definisi yang pasti bahwa Rally itu sama dengan kenaikan berapa persen dan lebih penting lagi dalam periode berapa lama. Agar bisa menjawab pertanyaan dalam riset ini, saya membuat definisi sendiri yaitu bahwa Rally adalah kenaikan IHSG > 20% dalam waktu kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan karena umumnya rata-rata asumsi kenaikan IHSG adalah sekitar 15% – 25% dalam 1 tahun. Dengan mengambil nilai tengahnya yaitu 20%, maka ketika hal tersebut bisa dicapai kurang dari 1 tahun, maka saya sebut Rally (Naik Tinggi). Nah, apakah ada indikator yang bisa menunjukkan Rally IHSG seperti halnya indikator Bulan yang digunakan dalam Window Dressing?

Read more…

Talkshow : Investasi Reksa Dana, Emas, Atau Properti Ya… ?

July 16th, 2013 10 comments

Teman2, mau menginformasikan akan kembali ada talkshow bulan ini, tepatnya tanggal 20 Juli 2013 di Gedung Kompas Gramedia. Dalam talkshow kali ini, kembali saya akan berkolaborasi dengan bapak Eko Endarto dengan membawakan talkshow dengan topik Investasi Reksa Dana, Emas, Atau Properti Ya…. ?

Informasi lebih lengkap ada di gambar di bawah ini. Bagi bapak ibu yang tertarik bisa datang ke acara ini. Ditunggu kehadirannya ya.

Kepada teman2 yang kemarin sudah datang, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena telah meluangkan waktunya yang berharga di hari Sabtu untuk datang dan berdiskusi. Semoga acara ini dapat membawa manfaat bagi anda semua. Beberapa dokumentasi acara juga saya posting di blog ini. Mohon maaf juga karena saya harus ke Bandung, jadinya tidak bisa ikut berbuka puasa bersama hingga acara ditutup. Sampai jumpa di acara-acara berikutnya.

 

Berikut Dokumentasi Acaranya

Read more…

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Feedback : Apa Tanggapan Anda Terhadap Kenaikan BI Rate ?

July 11th, 2013 8 comments

Pada tanggal 11 Juli 2013, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia baru saja mengumumkan kenaikan BI Rate sebesar 50 Bps (Basis points) dari 6% menjadi 6.5% (1% = 100 Bps). Bank sentral juga menaikkan bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility tetap pada level 6,75%. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kebijakan tersebut ditempuh untuk memastikan inflasi yang meningkat pasca kenaikan harga BBM bersubsidi dapat segera kembali ke dalam lintasan sasarannya. (sumber Detik).

Secara teori, kenaikan BI Rate akan memicu bank menaikkan Suku Bunga Deposito. Jika Suku Bunga Deposito naik, maka suku bunga kredit juga akan naik. Dari sisi pasar modal, kenaikan BI Rate akan menyebabkan kenaikan pada tingkat imbal hasil (Yield) obligasi. Kenaikan Yield Obligasi akan memicu penurunan harga obligasi.Dalam kesempatan ini, saya ingin bertanya, apa kira2 tanggapan bapak ibu terhadap informasi ini, khususnya dalam kaitan dengan investasi reksa dana anda? Tanggapannya bisa berupa positif atau negatif berikut alasannya.

  • Wah ini berita bagus, memang seharusnya BI Rate sudah naik dari dulu2….
  • Waduh, kalau BI Rate maka secara teori harga saham dan obligasi bisa turun lebih dalam…
  • Well, rasa-rasanya tidak ada hubungan antara BI Rate dengan kinerja investasi, toh sebelum naik investasi sudah turun bukan? Dan sekarang sudah naik lagi….
  • atau alasan2… lainnya

Saya sendiri akan memasukkan pendapat saya pada akhir minggu ini. Ditunggu ya, masukan teman2..

Kalau menurut saya, kenaikan BI Rate ini..

Read more…

Categories: Feedback Tags:

Review Semester I 2013 : Dana Asing dan Saham

July 10th, 2013 No comments

Setelah mereview tentang obligasi sebelumnya, dalam artikel ini saya ingin melakukan review terhadap saham. Tidak dapat dipungkiri, berita tentang aliran dana asing, terutama yang keluar dari Indonesia mendominasi pemberitaan media beberapa bulan ini. Hal ini tidak terlepas dari IHSG yang sudah turun dengan cukup signifikan dari titik tertingginya dan asing yang terus menerus melakukan net sell.

Penelitian terhadap dana asing sudah pernah saya lakukan sebelumnya di Mitos dan Fakta Seputar Aliran Dana Asing. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas perihal aliran dana asing dan korelasinya dengan harga saham dari sudut yang agak berbeda. Mudah-mudahan setelah ini, kita memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap aliran dana asing ini.

Read more…

Talkshow TB Gramedia – Pondok Indah Jakarta

July 8th, 2013 No comments

Teman2,

Sabtu tanggal 6 Juli 2013 lalu merupakan akhir dari rangkaian roadshow launching PAM Official Buletin di toko buku Gramedia di 4 kota di Indonesia. Talkshow yang terakhir di Kota Jakarta cukup ramai, sama ramainya dengan talkshow di Surabaya. Suasana talkshow juga cukup interaktif, banyak pertanyaan yang masuk, yang disayangkan adalah koneksi internet dalam toko yang kurang bagus sehingga kelancaran presentasi agak terganggu. Sementara talkshow yang paling interaktif adalah di Kota Medan dan Bandung. Memang setiap kota punya keunikannya tersendiri.

Buletin PAM akan diterbitkan dalam tempo 3 bulanan, saya masih belum tahu apakah untuk edisi 2 nanti akan ada talkshow seperti edisi 1 atau tidak. Tapi semoga kita bisa bertemu kembali kesempatan yang akan datang. Dalam kesempatan ini saya juga ingin berterima kasih kepada bapak Whindy yang menggagas buletin ini, kepada bapak Eko Endarto dan Istri serta Finansia Consulting yang turut mendukung acara ini, terima kasih juga kepada portalreksadana.com yang membantu mengundang membernya untuk datang pada acara ini. Tidak lupa juga kepada para pengunjung baik yang kebetulan datang ataupun sengaja datang dari jauh-jauh untuk acara ini. Semoga berkat dan rahmat selalu menyertai kita semua.

Berikut adalah dokumentasi acaranya Read more…

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Review Semester I 2013 : Harga dari Ketidakpastian BBM

July 3rd, 2013 12 comments

Memasuki bulan Juli, menandakan bahwa kita sudah memasuki semester II 2013. Tidak terasa memang, tahu-tahu kurang dari 6 bulan lagi sudah harus ganti kalender. Selama 6 bulan, perubahan yang terjadi di pasar modal Indonesia juga sangat fluktuatif. Dalam kesempatan ini saya ingin mereview kejadian penting yang terjadi selama semester I 2013 dan efeknya terhadap investasi khususnya reksa dana.

Tentu kita semua tahu, baru-baru ini pemerintah baru saja mengurangi subsidi Bahan Baku Minyak yang menyebabkan kenaikan harga Premium dan Solar. Untuk meredam efek kenaikan harga pemerintahpun memberikan Balsem kepada 15,5 juta rakyat miskin. Saya yakin para pemegang unit reksa dana bukan bagian dari 15,5 juta rakyat miskin tersebut sehingga tidak mendapat balsem dari pemerintah. Bagaimana sebenarnya efek dari kenaikan harga BBM ini terhadap pergerakan kinerja reksa dana?

 

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
%d bloggers like this: