Archive

Author Archive

Event Surabaya

March 16th, 2014 No comments

Buat teman2 yang berlokasi di Surabaya, Panin Asset Management bersama Elexmedia dan Toko Buku Gramedia bekerja sama menyelenggarakan Workshop Reksa Dana dengan informasi sebagai berikut

Workshop Reksa Dana Surabaya

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Event : Jakarta dan Balik Papan

March 6th, 2014 No comments

Kalender

Teman2, mau menginformasikan dalam waktu dekat ini akan ada beberapa event tentang keuangan dan investasi. Silakan bagi teman2 yang mau datang pada acara tersebut:

Jakarta – Panin Asset Management Goes to Mall and Goes to Office – Feb – April 2014

PAM GTO dan GTM

Kegiatan Donor Darah Panin Asset Management

Acara Donor Darah

Balik Papan – OJK Goes to Mall 7 – 9 Maret 2014

Panin Asset Management juga akan berpartisipasi dalam event ini lho, buat yang lokasinya di Balik Papan dan tertarik dengan reksa dana Panin AM, bisa datang ke langsung ke booth ini. Saya sendiri rencananya juga akan mengisi acara pada event tersebut.

OJK Balik Papan

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Buy and Hold Vs Market Timing – Studi Kasus Simple Moving Average

March 4th, 2014 9 comments

Selama ini, semua orang baik investor ataupun calon investor meyakini bahwa saham atau reksa dana saham adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang. Sehingga pada saat ingin melakukan investasi, para agen penjual akan menyarankan investasi saham dipadukan dengan tujuan jangka panjang. Strateginya juga cukup sederhana, investasi sekaligus di depan atau lakukan investasi berkala setiap bulannya. Semua bukti transaksi dan konfirmasi, dimasukkan ke laci, kunci rapat2, dan baru buka 5-6 tahun lagi. Niscaya anda sudah semakin kaya pada saat itu.

Pada kenyataannya, banyak sekali investor yang bandel. Yang bandel itu juga macem2, mulai dari yang kondisi keuangannya kurang sehat seperti tidak memiliki dana darurat, tidak membuat rencana investasi yang jelas, cicilan hutang masih banyak dan kebanyakan konsumtif (HP, Liburan, Lifestyle), bahkan ada yang sengaja pinjam uang ke koperasi atau bank untuk investasi dengan harapan bisa untung besar tanpa modal.

Investor yang masuk kategori ini, sangat mungkin sekali akan menjadi investor saham jangka pendek. Dimana mereka akan menjual ketika keuntungan baru sedikit atau bahkan merugi karena tidak punya tujuan jelas, atau terpaksa karena harus membayar kebutuhan. Bahkan yang lebih parah, terpaksa cutloss karena sudah terjerat hutang yang lebih besar.

Dan yang bandel2 itu, tidak hanya investor yang kondisi keuangannya kurang sehat, tapi juga yang kondisi keuangannya sangat-sangat sehat karena memang berinvestasi dengan dana idle-nya. Umumnya kelompok investor ini mengganggap saham sebagai spekulasi jangka pendek. Begitu untung 10-20%, langsung mau ditarik. Karena modalnya cukup besar, katakanlah 1 Miliar, dengan keuntungan 10% berarti sudah 100 juta. Hari gini, kemana mau cari bisnis yang bisa kasih keuntungan Rp 100 juta dalam waktu singkat.

Kedua kelompok investor tersebut mungkin tidak bisa dibilang bandel. Tapi memang begitulah kondisi mereka sehingga kalaupun harus berinvestasi di saham / reksa dana saham, maka memang orientasinya jangka pendek. Dan harus diakui, meski sebagian dari kelompok ini masih belum siap menjadi investor, jumlah mereka cukup banyak. Oleh karena itu, terdapat banyak sekali pertanyaan tentang kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi selalu keluar.

Sebagai contoh, dalam kegiatan market outlook di Surabaya, ada peserta yang bertanya apakah sebaiknya investasi dilakukan sebelum atau sesudah terpilihnya Presiden? Ada juga dalam kesempatan lain, ada yang bertanya apakah sebaiknya investasi baru dilakukan setelah ada kejelasan dari Janet Yellen (Chairman the Fed) mengenai kebijakan Quantitative Easing yang tersisa 65 M USD ini. Dan sebagainya.. dsb..

Untuk itulah, dalam kesempatan kali ini, saya membuat artikel tentang perbandingan antara strategi investasi buy and hold dengan market timing.

Buy Hold and RelaxVS

Buy or Sell Read more…

Aplikasi PAM Mobile di Google Play dan Apps Store

February 27th, 2014 2 comments

PAM MobileAplikasi ini dapat di download di Google Play dan Apps Store. Silakan di coba ya. Terima kasih

Categories: Lain-lain Tags:

Feedback : Bagaimana Anda Mempersiapkan Rencana Pensiun?

February 24th, 2014 23 comments

Umpan BalikBeberapa hari yang lalu, ada pertanyaan dari rekan kantor saya. Sederhananya begini, bagaimana idealnya untuk mempersiapkan hari tua? Meski bekerja di perusahaan investasi, pada kenyataannya memang ada banyak pilihan untuk mempersiapkan masa depan kita. Sesuai dengan lagu dari OJK di bawah ini

 

Bagaimana anda sendiri mempersiapkan pensiun anda?

  1. Boro2 menyiapkan pensiun.. Untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan. Belum lagi biaya anak dan cicilan rumah. Jadi nanti tinggal mengandalkan anak untuk membiayai hari tua nanti. Kalau tidak, punya anak untuk apa??
  2. Dengan Jamsostek. Bukankah setiap bulan sebagian dari penghasilan sudah dipotong secara otomatis untuk Jaminan Hari Tua di Jamsostek, nanti tinggal mengandalkan penghasilan tersebut
  3. Gabungan antara Jamsostek dan Dana Pensiun. Khusus untuk teman2 yang bekerja di perusahaan besar yang memiliki dana pensiun, biasanya sudah memiliki Jamsostek dan Dana Pensiun dari perusahaan. Dengan adanya 2 hal tersebut, saya sudah yakin masa tua saya terjamin
  4. Mengikuti Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Saat ini, perusahaan berpartisipasi pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Saya juga menambah kontribusi ke DPLK, yakin deh, dengan DPLK, pensiun saya aman
  5. Unit Link dong. Setiap bulan saya sudah setor cukup banyak ke Asuransi + Investasi yang saya miliki. Kalau kinerja sesuai dengan ilustrasi yang ditunjukkan di awal, berarti nanti di saat usia saya 55, sudah ada uang miliaran buat pensiun.
  6. Reksa Dana Saham. Berkat dicekoki perencana keuangan dan marketing, akhirnya saya buat autodebet untuk pensiun hingga umum 55. Sekarang merem saja, nanti hasilnya tinggal dinikmati nanti. Lagipula, saya percaya dengan reksa dana dalam jangka panjang akan mencukupi semua kebutuhan nanti.
  7. Pensiun pakai Properti. Simpelnya begini, sekarang mumpung masih muda, cicil rumah yang ukurannya agak besar dan punya nilai jual. Nanti pada saat pensiun, harganya tentu sudah naik. Rumahnya dijual dan selanjutnya pindah ke apartemen yang lebih kecil. Sisanya buat menikmati masa pensiun. Cara ini juga sudah umum di luar negeri kok.
  8. Bisnis tentunya. Kalau bisnisnya sudah on track, maka tinggal nikmati dividennya sampai hari tua nanti.
  9. Rezeki sudah ada yang atur, namanya masa pensiun, baru kita pikirkan saat pensiun nanti.
  10. Atau ada pilihan lainnya??

Silakan share di sini. Saya sendiri juga akan share bagaimana saya menyiapkan pensiun. Ditunggu sharingnya. Terima kasih

Categories: Feedback Tags:

Capital Market Run By Panin Asset Management

February 20th, 2014 6 comments

Capital Market Run

Untuk mendaftar bisa secara online di http://www.imroadrunner.com/panin-am/regform.php

Categories: Lain-lain Tags:

Berapa Asumsi Return Investasi Saham Yang Wajar?

February 20th, 2014 12 comments

Thinking Number

Berapa asumsi return saham yang wajar? Hal ini menjadi pertanyaan banyak investor. Baik yang masih awam, ataupun yang sudah veteran. Besar kecilnya prediksi return bisa mempengaruhi keputusan investasi. Namun pada kenyataannya memprediksikan return saham sangatlah sulit.

Jika prediksi returnnya terlalu tinggi, investor bisa kecewa karena return tidak tercapai. Seperti halnya return IHSG 3 tahun terakhir dari 2011 – 2013 yang sebesar 3.20%, 12.94% dan -0.98%. Terlalu rendah, investor bisa kehilangan minat karena hasil yang diperoleh tidak setara dengan risiko yang ditanggung.

Pada prakteknya, para perencanaan keuangan, agen penjual dan bahkan manajer investasi sekalipun tidak ada yang bisa mengetahui dengan pasti berapa return saham dalam 1 tahun. Namun ada kesepakatan tidak tertulis yang menyatakan bahwa prediksi return saham biasanya berkisar antara 15% – 25% per tahun. Namun data historis 3 tahun terakhir sudah membuktikan bahwa hal tersebut tidak terjadi dalam 3 tahun terakhir.

Penentuan asumsi return yang salah dalam perencanaan keuangan, bisa berdampak fatal. Jika terlalu tinggi, investor ibarat diberi “angin surga”, dengan modal minimal bisa mencapai hasil maksimal. Tujuan keuangan bisa buyar kalau seandainya angka yang ditargetkan tidak tercapai.

Sementara jika terlalu rendah, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan menjadi terlalu besar sehingga investor harus menerima kenyataan bahwa tujuan dia tidak realistis karena besaran investasi di luar kemampuannya.

Permasalahannya, dalam investasi apalagi investasi saham, tidak bisa menjanjikan return pasti. Sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, return saham secara umum yang dicerminkan oleh IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) bisa berkisar dari kerugian puluhan persen hingga keuntungan puluhan persen per tahunnya.

Return IHSG juga dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari data makro ekonomi seperti inflasi, suku bunga, cadangan devisa, ekspor impor, kemudian data lain kinerja perusahaan, harga komoditas, kondisi politik dan ekonomi di dalam dan luar negeri, hingga aliran dana asing. Kebanyakan dari indikator tersebut, juga menggunakan angka asumsi yang rentan berubah sesuai dengan kondisi dan situasi.

Untuk itu, adanya acuan atau paling tidak informasi mengenai rentang potensi kerugian / keuntungan yang mungkin ditanggung akan membuat investor lebih siap dalam berinvestasi saham dan menghadapi risiko fluktuasi di bursa. Read more…

Happy Chinese New Year

January 30th, 2014 No comments

Happy Chinese New Year 2014

Kepada Para Pembaca Blog Yang Setia

☆★☆ Hɑppγ Ċђίпєșє Ŋєω Ƴєɑґ ☆★☆

Semoga Tahun ini menjadi Tahun yang penuh Berkat dan Rahmat Bagi kita Semua

Rudiyanto and Family

Categories: Lain-lain Tags:
%d bloggers like this: