Archive

Author Archive

Strategi Income Investing 3 : Dividend Yield Saham Setara Deposito

June 28th, 2012 15 comments

Ketika bursa mengalami penurunan, sebetulnya waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk membeli saham atau reksa dana saham. Permasalahannya, terkadang investor sudah ketakutan terlebih dahulu. Ketakutan yang umum adalah kekhawatiran bahwa harga masih akan terus terun sehingga menunda melakukan investasi. Dalam konteks investasi saham, sebetulnya ada strategi investasi alternatif untuk mengatasi ketakutan tersebut. Caranya adalah dengan membeli saham tersebut ketika dividend yield sudah mencapai tingkat yang sama atau kalau bisa lebih tinggi daripada deposito.

Asumsinya kalaupun harga saham terus turun, besaran dividend yield sudah setara dengan deposito, Jadi didiamkan saja sudah seperti investasi deposito. Kalau misalnya di masa mendatang harga naik karena siklus berbalik, keuntungannya dobel, dari dividen dan kenaikan harga. Jika investasi diibaratkan berenang mengarungi lautan ketidakpastian, strategi income investing mempersiapkan pelampung bagi investor. Pelampung ini memberikan pengamanan karena memberikan tingkat returnnya minimal deposito.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara menemukan saham dengan kriteria tersebut? Pada artikel bagian ketiga ini, saya akan mengkombinasikan pengetahuan yang sudah kita dapatkan dari Strategi Income Investing 1 dan Strategi Income Investing 2 beserta contoh nyatanya. Read more…

Categories: Saham, Strategi Investasi Tags:

Strategi Investasi Income Investing (2)… Mengenal Dividend Yield

June 20th, 2012 1 comment

Pada artikel sebelumnya tentang income investing, dijelaskan bahwa ada salah satu alternatif strategi yang bisa digunakan oleh investor saham untuk berinvestasi secara konservatif di bursa saham. Caranya adalah dengan membeli saham yang secara konsisten membagi dividen dan berharap dari pendapatan dividen tersebut. Fluktuasi harga dianggap sebagai faktor sampingan. Artinya jika turun, kita tidak perlu pusing karena yang diharapkan adalah dividennya, jika harganya naik anggap saja sebagai bonus tambahan. Dengan demikian, kecuali perusahaan tersebut bangkrut, kita tidak perlu lagi khawatir dengan fluktuasi harga di bursa. Sebab terkadang harga saham di bursa bisa bergerak amat berbeda dengan kinerja fundamental perusahaan maupun ekonomi makro suatu negara.

Nah, jika anda tertarik untuk melakukan strategi ini, maka ada satu istilah yang harus anda ketahui yaitu dividend yield. Dengan mengetahui dividend yield ini, anda bisa menentukan saham apa yang cocok untuk menjalankan strategi investasi ini. Jika Investasi dianggap sebagai pohon duit, maka Dividend Yield adalah berapa persen bunga yang dihasilkan setiap tahunnya. Dalam tulisan kali ini, saya menggunakan contoh saham Astra Internasional (ASII), melanjutkan contoh pada tulisan saya sebelumnya. Seperti apakah hasilnya? Dan apakah strategi ini cukup menguntungkan untuk dijalankan?

Read more…

Categories: Analisis Instrumen Saham, Saham Tags:

Mencermati Aliran Dana Asing dan IHSG (Lagi)

June 9th, 2012 6 comments

IHSG dan Saham kembali membuktikan dirinya sebagai instrumen yang High Risk. Setelah mencapai titik tertinggi dalam sejarah yang baru, hanya dalam 1 bulan (Mei 2012), harga saham kembali terkoreksi dengan dalam bahkan lebih rendah dibandingkan harga penutupan akhir tahun sebelumnya dan Indonesia merupakan bursa dengan penurunan paling parah dibandingkan negara lainnya. Namun entah memang diluar dugaan, atau memang sudah diduga sebelumnya IHSG rebound dengan cepat. Hanya dalam waktu 2 hari, naik lebih dari 5%, bukan tidak mungkin akan kembali ke level 4000 dalam waktu dekat. Sebetulnya apa yang terjadi? Apakah dana asing yang keluar sudah berbalik masuk? Apakah sudah ada penyelesaian dalam krisis Eropa? Atau yang terkadang pertanyaan ini sering muncul dalam benak saya – “Apakah Dunia Berubah Dalam 2 Hari?”

Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya mencoba mencari beberapa informasi indikator ekonomi yang saya anggap reliabel. Ada 2 fakta menarik yang saya temukan…

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Menata Aset Di Tengah Ketidakpastian Pasar

June 5th, 2012 3 comments

Berikut adalah cuplikan wawancara dengan TV.

Dalam acara ini, saya sharing tentang kinerja reksa dana berkaitan dengan krisis yang menimpa Eropa saat ini dan seperti apa langkah menata investasi yang bisa dilakukan oleh investor.

  • Menata Investasi di Tengah Ketidakpastian Pasar – 5 Juni 2012 Berita Satu (klik gambar untuk melihat liputan di Youtube. Ada 2 bagian)

Bagian 1. Durasi 22 Menit

Bagian 2. Durasi 7 Menit

Memilih Reksa Dana Berdasarkan Strategi Investasi

June 1st, 2012 16 comments

Selama ini, salah satu metode pemilihan reksa dana adalah mencocokkan karakteristik reksa dana dengan profil risiko dan karakteristik risk and return dari suatu reksa dana. Namun seiring dengan perkembangan, investor juga menjadi semakin pintar dan lebih memahami tentang investasi. Sebagian investor mulai menggunakan strategi investasi sebagai salah satu panduan dalam memilih reksa dana. Sebab bagi mereka, return tinggi bukan pertimbangan utama, namun bagaimana mencapai tingkat return tersebut dan apakah cara tersebut nyaman di mata investor. Seperti apa strategi investasi reksa dana yang tersedia saat ini?

Strategi investasi reksa dana adalah strategi yang digunakan oleh para Manajer Investasi dalam menjalankan portofolio investasi reksa dananya. Karena basis portofolio reksa dana bermacam-macam yang terdiri dari saham, obligasi dan pasar uang, maka saya mengkategorikan strategi reksa dana berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

Read more…

Strategi Investasi Income Investing….(1)

May 26th, 2012 4 comments

Bagi anda yang sudah lama berkecimpung di dunia investasi. Tentu mengenal bahwa ada satu aksi korporasi yang dinamakan pembagian dividen saham. Dividen adalah sebagian dari laba bersih yang disisihkan oleh perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham. Dalam membagikan dividen, perusahaan dengan manajemen yang baik akan pertama-tama menghitung kebutuhan ekspansi perusahaan di masa datang. Setelah itu, memperkirakan apakah akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan dana internal dan laba bersih yang terakumulasi dan menyiapkan sejumlah cadangan dana untuk kebutuhan darurat, baru kemudian jika masih ada sisa dibagikan kepada para pemegang saham.

Bagi pemegang saham, pendapatan dalam bentuk dividen bisa dinilai sebagai sesuatu yang positif, karena perusahaan tempat mereka berinvestasi mampu memberikan penghasilan kepada mereka. Namun bagi suatu perusahaan yang sudah cukup besar dan memiliki banyak pemegang saham dengan beragam kepentingan dan cara pandang, pembagian dividen yang terlalu besar terkadang tidak selalu dipandang sebagai hal yang positif. Sebab jika dividen yang dibagikan terlalu banyak, berarti mengindikasikan bahwa perusahaan tidak punya rencana lagi untuk ekspansi pengembangan usaha di masa mendatang. Efeknya malah bisa menurunkan harga saham itu sendiri di pasar.

Nah, namun dari sudut pandang kita sebagai investor perorangan yang saat ini sedang pusing dengan kondisi pasar yang ada, saham yang membagikan dividen secara konsisten bisa saja menjadi alternatif investasi yang menarik. Sebab, meski harganya naik turun, asalkan terus membagikan dividen, kita bisa menganggap seperti berinvestasi di deposito atau obligasi. Syukur-syukur jika harganya naik, kita bisa untung 2 kali, dari dividen dan dari kenaikan harga saham itu sendiri. Bandingkan dengan obligasi yang mesti harganya naik, namun akan tetap kembali ke 100 pada saat jatuh temponya. Pertanyaannya, apakah strategi investasi yang mengandalkan dividen tersebut cukup menguntungkan jika diterapkan di Indonesia?

Read more…