Archive

Author Archive

Memahami Cara Kerja Obligasi (3) : Mengenal Metode Akuntansi Obligasi

March 18th, 2012 12 comments

Dibandingkan metode akuntansi pembukuan untuk saham dan reksa dana, metode akuntansi untuk obligasi memiliki keunggulan yaitu mampu membentuk mindset investor. Kita sering berbicara bahwa investasi reksa dana saham dan saham untuk jangka panjang, namun pada kenyataannya masih terdapat banyak investor yang horison investasinya sangat pendek. Salah satu penyebabnya menurut saya adalah adalah pembukuan akuntansi yang dicatat mengikuti harga pasar. Ketika harga pasar berubah (baik itu naik tinggi ataupun turun tajam), investor bisa segera melihat perubahan nilai kekayaannya, akibatnya ketika melihat nilai kekayaan yang berubah dengan cepat, otomatis akan mempengaruhi investor untuk melakukan cutloss atau profit taking.

Sebaliknya, obligasi yang menjadi underlying asset reksa dana pendapatan tetap dimana diperuntukkan untuk investor dengan horison investasi jangka pendek, malah memiliki metode akuntansi yang membuat investor lebih fokus pada pencapaian tujuan jangka panjang daripada fluktuasi harga dalam jangka pendek. Seperti apa metode akuntansi untuk obligasi dan bagaimana metode ini membentuk mindset investor?

Read more…

Categories: Akuntansi Investasi, Obligasi Tags:

Referensi Buku : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

March 18th, 2012 No comments

Hari ini, baru saja saya bersama beberapa teman saya mengikuti acara seminar yang diselenggarakan oleh Ehipassiko Foundation yaitu Ajahn Brahm Tour de Indonesia 2012.

Singkat kata, Bhiksu Ajahn Brahm ini merupakan salah satu sosok yang sangat saya kagumi. Beberapa buku karya beliau dan ajarannya tentang pandangan positif dan kebahagiaan telah banyak memberikan inspirasi bagi saya untuk terus berkarya. Bagi anda yang sedang mencari referensi buku untuk pengembangan diri, saya sangat merekomendasikan buku ini. Buku ini bisa diperoleh di toko buku gramedia terdekat.

Read more…

Categories: Referensi Buku Tags:

Mengenal Cara Kerja Obligasi (2) : Analisa Risiko Harga dan Gagal Bayar Obligasi

March 11th, 2012 11 comments

Dalam tulisan sebelumnya kita telah mengenal konsep dasar dari obligasi seperti kupon, Yield to Maturity, dan hal yang mempengaruhi perubahan harga obligasi. Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai analisa risiko obligasi. Risiko obligasi secara umum dapat saya bagi menjadi 2 yaitu risiko gagal bayar dan risiko perubahan harga.

Read more…

Categories: Obligasi Tags:

Mana Yang Lebih Mahal? Saham atau Obligasi?

March 5th, 2012 5 comments

Masih tentang mahal dan murah, kali ini saya akan membahas tentang konsep Mahal Murah pada Saham dan Obligasi. Dalam teori investasi, umumnya dipelajari berbagai cara untuk menentukan suatu instrumen investasi, apakah suatu saham atau obligasi, terlalu mahal (overvalued) atau terlalu murah (undervalued). Meski demikian, membandingkan antara Obligasi dan Saham yang sejak awal memiliki karakteristik yang berbeda serta menentukan mana yang lebih mahal itu ibarat membandingkan “Apel Malang” dengan “Apel Washington“. Sama-sama rasanya apel, tapi yang satu belinya pakai Rupiah, satunya lagi menggunakan Dollar. Tentu anda bisa bilang, kalau gitu, tinggal dikalikan kurs saja pak? Benar sekali, namun bagaimana membuat obligasi dan saham memiliki “kurs” yang sama sehingga bisa dibandingkan satu sama lain?

Read more…

Reksa Dana Mahal Reksa Dana Murah…3

February 26th, 2012 5 comments

Artikel ini merupakan kelanjutan dari 2 artikel sebelumnya yang membahas tentang mahal murahnya reksa dana yaitu:

http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2011/04/18/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-2/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2010/10/10/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-1/

Memasuki tahun 2012, reksa dana bisa dibilang sudah bukan “barang baru” dalam industri investasi di Indonesia. Usia industri yang tidak muda ini ternyata memunculkan suatu isu baru, beberapa reksa dana memiliki harga yang terlampau tinggi dibandingkan harga penerbitan pertama kali dan harga reksa dana sejenis lainnya. Akibatnya, ada kekhawatiran dari sebagian investor, jangan-jangan reksa dana yang tersebut sulit berkembang karena sudah terlampau mahal dan sempat muncul pula wacana reksa dana split? Apakah benar demikian?

Dalam istilah investasi saham dan obligasi memang dikenal ada istilah overvalued dan undervalued. Overvalued artinya harga instrumen tersebut dinilai terlalu “mahal” sehingga diperkirakan akan turun dan sebaliknya undervalued artinya harga instrumen tersebut dinilai terlalu “murah” sehingga diperkirakan akan naik di masa yang akan datang. Oleh karena itu tentu masuk akal jika muncul pemikiran bahwa harga suatu reksa dana yang juga merupakan instrumen investasi bisa overvalued atau undervalued. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Memahami Cara Kerja Obligasi…..(1)

February 17th, 2012 75 comments

Pada artikel posting yang terakhir, saya sudah berjanji bahwa akan membuat artikel yang berkaitan dengan obligasi. Namun terlepas dari hal tersebut, saya berpikir bahwa ada baiknya sebagai investor, kita mengetahui lebih banyak tentang cara kerja instrumen ini karena:

  1. Tahun lalu kinerja reksa dana pendapatan tetap jauh lebih baik dibandingkan reksa dana saham. Demikian juga untuk awal tahun ini. Namanya juga penjual, biasanya barang yang dijual selalu yang returnnya lebih bagus. Jadi besar kemungkinan tahun ini anda akan lebih sering ditawari reksa dana pendapatan tetap dibandingkan reksa dana saham. Nah, bagaimana anda mau membeli produk ini jika cara kerja obligasi yang menjadi instrumen utama reksa dana pendapatan tetap saja anda tidak tahu?
  2. Selain return historis yang bagus, instrumen ini juga memiliki fungsi penting dalam menjalankan fungsi diversifikasi. Sudah beberapa kali dalam sejarah dimana ketika kondisi saham sedang terpuruk, kerugian di obligasi lebih kecil bahkan tidak jarang memberikan keuntungan seperti yang terjadi tahun lalu. Jadi, memiliki reksa dana pendapatan tetap adalah suatu keharusan terutama bagi investor besar atau investor institusi yang ingin mengelola investasinya dengan hasil yang lebih optimal.

Obligasi dapat dibagi menjadi berbagai jenis menurut fitur-fitur yang ada. Namun secara praktis, kategori obligasi yang paling penting untuk diketahui oleh investor adalah berdasarkan kuponnya. Pembagian obligasi berdasarkan kupon dapat dibagi menjadi:

  • Obligasi Berkupon Tetap (Sukuk Ijarah dalam istilah Syariah)
  • Obligasi Berkupon Variabel (Sukuk Mudharabah)
  • Obligasi Berkupon Nol atau Zero Coupon Bond (Belum ada istilah Syariah sepengetahuan saya)

 

 

Read more…

Categories: Obligasi Tags: