Archive

Author Archive

Human Capital Asset Allocation

September 19th, 2012 7 comments

Dewasa ini, pertanyaan investor dan calon investor semakin berkembang pesat. Ketika investasi masih merupakan hal baru, umumnya pertanyaan investor berkisar pada apa itu investasi dan bagaimana cara melakukan investasinya. Ketika sudah masuk ke dunia investasi, para investor dan calon investor mencoba memaksimalkan keuntungan investasi dengan cara market timing kemudian bertanya Kapan waktu yang tepat untuk melakukan investasi. Ketika menyadari bahwa market timing sangat sulit untuk dilakukan dan jumlah uang yang diinvestasikan juga semakin besar, pertanyaan mulai mengarah bagaimana cara mengalokasikan aset dengan benar? Hal inilah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Read more…

Categories: Aset Alokasi, Perencanaan Investasi Tags:

Pasar (Asing) Selalu Benar?

August 31st, 2012 8 comments

Hingga akhir Agustus ini, pergerakan pasar amat sangat sulit untuk diduga. Di potong oleh liburan dan cuti panjang karena lebaran, sempat gagalnya sistem feeding data di bursa, anggapan dari salah satu riset sekuritas asing bahwa perekonomian Indonesia Overheating, tunggu menunggu pernyataan dari Ben Bernake, IHSG bergerak dalam rentang antara  4025 hingga 4162. Hari ini (31 Agustus 2012) bahkan IHSG sempat kembali ke bawah level 4000 sebelum akhirnya rebound kembali di sesi 2. Mengapa di tengah2 positifnya data perekonomian Indonesia yaitu 6.4% pada Q2 2012 di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, inflasi terkendali, berita bahwa banyak investor asing yang berkomitmen untuk membangun infrastruktur dan pabrik di Indonesia, tidak didukung oleh pertumbuhan IHSG? Seperti dalam artikel yang sebelumnya, saya pernah menyebutkan bahwa Uang tidak pernah Bohong, oleh karena itu, saya menyarankan agar investor juga memperhatikan aliran uang dalam keputusan investasinya. Kali ini saya ingin memperkenalkan konsep yang baru yaitu “Pasar (Asing) Selalu Benar”

Mungkin saja konsep ini bisa menjawab pertanyaan di atas.

Read more…

Prediksi Jenis Reksa Dana Jawara 2012

August 23rd, 2012 18 comments

Waktu berjalan amat cepat. Tanpa terasa kita sudah berada di semester II tahun 2012 ini. Bagaimana dengan kinerja reksa dana di tahun ini? Dan jenis Reksa Dana mana yang diperkirakan akan menjadi jawara?

Secara umum, kondisi reksa dana hingga bulan Agustus 2012 hampir tidak terlalu berbeda dengan kondisi reksa dana pada tahun 2011. Pergerakan saham yang melaju tinggi dan menembus rekor namun tidak disertai dengan “nafas” yang kuat, alhasil meski sudah naik tinggi tingkat return untuk reksa dana saham kembali turun. Beberapa reksa dana saham bahkan merugi. Kalaupun ada yang membukukan keuntungan, tidak sebesar seperti pada tahun 2009 – 2010. Alhasil, tidak sedikit investor yang kecewa dengan kinerja reksa dana saham dalam 1-2 tahun belakangan ini.

Read more…

Hubungan Antara Jangka Waktu Investasi dan Pilihan Jenis Reksa Dana

August 16th, 2012 26 comments

Apa kabar para pembaca yang terhormat. Tidak terasa sebentar lagi sudah mau liburan panjang. Saya ingin mengucapkan selamat hari raya Lebaran bagi umat yang merayakan. Semoga anda semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa, Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti. Semoga bangsa kita semakin maju, pemerintah semakin berlaku lurus dan rakyat semakin berbudi pekerti.

Sumber : http://malangkota.go.id

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas hubungan antara lamanya jangka waktu investasi dengan jenis pilihan reksa dana. Seringkali ada hukum tidak tertulis yang mensarankan kepada investor agar berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap jika jangka waktu investasi pendek, reksa dana campuran jika jangka waktunya menengah dan reksa dana saham jika jangka waktunya panjang. Adapun yang dimaksud Pendek adalah 1 tahun, menengah 3 tahun dan jangka panjang 5 tahun. Apakah teori tersebut benar? Sebab pada kenyataannya, saya banyak sekali menemukan contoh dimana ternyata reksa dana yang diminati investor baik jangka panjang maupun jangka pendek ternyata sama yaitu saham. Pilihan reksa dana lainnya kurang diminati. Untuk membuktikan teori di atas, saya melakukan suatu riset kecil dengan menggunakan metode yang sama persis seperti yang saya pergunakan dalam artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/ Selamat membaca..

Read more…

Mengenal Maximum Draw Down – Analisis Risiko Reksa Dana

August 10th, 2012 20 comments

Selama ini kita mengenal risiko reksa dana kuantitatif yang dapat diukur seperti Beta dan Standar Deviasi. Menjelaskan Beta dan Standar Deviasi ke investor terkadang gampang-gampang susah. Gampang karena buat investor yang sudah mengerti, semakin besar angka beta dan standar deviasi, berarti semakin besar pula risiko. Susah, karena tidak semua reksa dana yang risikonya besar returnnya besar, dan sebaliknya. Terkadang ada anomali bahwa return tidak sejalan dengan risiko.

Selain itu, untuk standar deviasi sebagai contoh, apa yang dimaksud dengan standar deviasi 12% ? apakah itu berarti investor bisa rugi sampai 12%? apakah standar deviasi 12% pada reksa dana dengan return 10% dan 20% memiliki interprestasi yang sama? Pada kenyataannya tidak sama. Karena adanya kasus anomali dan kesulitan dalam menginterprestasikan konsep risiko tersebut kepada investor awam, menurut saya, diperlukan indikator yang lebih baik. Setelah mencari-cari, menurut saya konsep risiko yang dikenal dengan istilah Maximum Draw Down ini yang lebih mudah dipahami. Seperti apa konsep risiko ini?

Read more…

Memahami Investasi Reksa Dana Syariah

July 29th, 2012 32 comments

Apa kabar pembaca yang terhormat? Semoga bahagia dan sehat selalu. Dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat yang menjalankannya.

Dalam tulisan ini, saya ingin berbagi pandangan saya terhadap investasi berbasis Syariah. Dalam 1 tahun terakhir ini, pemerintah kita aktif mempromosikan investasi berbasis syariah. Segala investasi dan bidang usaha berbasis syariah mulai bermunculan seperti:

  • Mulai dari Daftar Efek Syariah yang diterbitkan secara berkala
  • Adanya ORI versi Syariah yaitu Sukuk Negara Ritel yang sudah mencapai seri ke 4
  • Semakin banyaknya versi reksa dana berbasis Syariah yang diterbitkan
  • Adanya Online Trading versi Syariah yang membatasi transaksi margin dan daftar saham yang ditawarkan
  • Pemberian / Pemeringkatan Reksa Dana yang terdiri dari 2 versi yaitu Reksa Dana Konvensional dan Reksa Dana Syariah
  • Bank, Asuransi, Multifinance bahkan Pegadaian Syariah bermunculan

Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis berbasis Syariah sesuai dengan perkembangan perekonomian dunia saat ini dan memiliki potensi untuk berkembang pesat di Indonesia. Dalam tulisan kali ini saya ingin berfokus pada Investasi reksa dana yang berbasis Syariah. Apa saja yang harus diketahui investor sebelum berinvestasi pada reksa dana jenis ini?

Read more…