Archive

Author Archive

Aliran Dana Asing dan IHSG

May 16th, 2012 17 comments

Setelah 2 kali menembus level 4200, yaitu pada 3 April 2012 sebesar 4215.44 dan pada 4 Mei 2012 sebesar 4216.68, hingga saat artikel ini saya buat (Siang tanggal 16 Mei 2012) IHSG kembali di bawah level 4000 yaitu sekitar 3945. Seperti yang anda baca di koran-koran, topik Yunani, Uni Eropa dan Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia kembali menjadi “alasan” mengapa penurunan ini bisa terjadi. Alasan yang disebutkan di atas menurut pendapat saya sangat subjektif, sebab ada satu periode waktu dimana hal-hal di atas dikemukakan namun bursa tetap naik. Ada pula saat dimana alasan tersebut dikemukan bursa turun dalam seperti sekarang ini. Untuk itu, saya mencoba mencari alasan yang lebih objektif. Yaitu Uang, sebab Uang tidak Pernah Bohong. Untuk itu saya mencoba mengkorelasikan antara Aliran Dana Asing ke Saham dan pergerakan IHSG selama 2011 – 2012, dan saya menemukan ini….

Sebagai informasi, artikel ini juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari artikel sebelumnya yang berjudul http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/11/12/mengukur-keyakinan-pasar-dengan-net-buy-dan-net-sell-asing/

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

May 7th, 2012 28 comments

Bagi anda yang sudah pernah mengikuti seminar, workshop, dan edukasi tentang perencanaan keuangan, tentu sudah mendapatkan informasi bahwa sebelum berinvestasi, seseorang harus memiliki tujuan. Tujuan investasi juga seharusnya merupakan sesuatu yang nyata dan terukur. Tujuan investasi seperti mau kaya, mau membiayai pendidikan anak, membiayai pernikahan, merupakan tujuan investasi yang sifatnya abstrak. Jika tujuannya sudah abstrak tentu pencapaiannya juga hanya di awang-awang. Bagi anda yang masih awam dalam investasi dan perencanaan keuangan, ada satu prinsip yang bisa anda gunakan yaitu SMART.

Berikut ini adalah aplikasi SMART dalam pertimbangan penyusunan tujuan investasi dengan contoh mempersiapkan anak menjadi pilot… Read more…

Categories: Perencanaan Investasi Tags:

7 Mitos Seputar Reksa Dana Dollar

April 28th, 2012 14 comments

Meski industri reksa dana tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, kondisi ini tidak berlaku untuk reksa dana berbasis dollar. Total dana kelolaan pada akhir desember 2010 mencapai 626 juta dollar, kemudian menurun menjadi 430 juta dollar pada akhir desember 2011, dan kembali turun menjadi 417 juta dollar pada akhir Maret 2012. Apakah ada yang salah?

Rasa-rasanya penurunan AUM pada industri reksa dana dollar ini cukup wajar. Melihat perkembangan perekonomian Amerika dalam 1-2 tahun terakhir yang diwarnai dengan hutang yang menggunung, kehilangan rating AAA, dan nilai yang terus terdevaluasi karena perang dagang dengan china serta nilai Rupiah yang terus menguat, bisa jadi membuat investor yang memegang mata uang ini merasa tidak nyaman.

Faktor di atas mungkin merupakan faktor yang menyebabkan penurunan AUM di reksa dana dollar. Namun dari percakapan saya dengan investor maupun agen penjual reksa dana, saya menemukan ternyata banyak yang masih belum mengerti dan memiliki pemahaman yang salah tentang reksa dana dollar. Seandainya investor memiliki pemahaman yang lebih baik tentang jenis reksa dana ini, bisa saja dana kelolaan tidak terus menurun. Apa saja pemahaman investor yang kurang tepat ini?

Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Sell In May and Go Away ???

April 23rd, 2012 27 comments

Sell in May and Go Away adalah suatu pepatah dalam istilah pasar modal. Istilah ini tidak setenar Window Dressing yang terjadi pada akhir tahun, namun belakangan cukup banyak ditanyakan oleh investor. Karena tidak tenar, banyak pula investor awam yang salah menafsirkan istilah ini. Pemikiran awam adalah bahwa investor sebaiknya menjual saham pada bulan Mei karena dipercaya” kinerja saham pada bulan ini umumnya kurang baik, padahal definisi tersebut kurang tepat.

Apa definisi yang benar terhadap istilah ini? Apakah konsep ini applicable untuk pasar modal Indonesia? Dan tahukah anda, Sell in May and Go Away mungkin saja merupakan salah satu cara untuk mendapatkan return di atas return pasar? Tertarik?? silakan membaca terus tulisan ini…

Read more…

Pelajaran dari Perubahan Yield Obligasi

April 17th, 2012 14 comments

Dalam 1-2 minggu terakhir, ada beberapa berita terkait dengan Yield Obligasi yang saya perhatikan semakin sering mendapat perhatian media. Sebagai contoh 2 berita terbaru :

Bagaimana efek perubahan yield ini terhadap investasi khususnya investasi reksa dana? Kedua berita di atas merupakan salah satu contoh yang sangat praktis dalam mengaplikasikan pengetahuan tentang obligasi yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Sumber : Kontan.co.id Read more…

Memahami Cara Kerja Obligasi (4) : Yield Curve Obligasi

April 5th, 2012 30 comments

Mungkin ada sebagian dari pembaca blog ini bertanya-tanya, mengapa sekarang banyak dibahas tentang obligasi? Bukankah obligasi itu relatif tidak likuid, sulit untuk diperoleh dan nilai nominal investasinya relatif amat besar? Bukankah blog ini memang sejak awal membahas tentang reksa dana saja? Dari data statistik yang masuk, memang jumlah pembaca lebih sedikit ketika topik obligasi dibahas ketimbang jika saya mengangkat topik tentang reksa dana. Jumlah komentar juga sangat terbatas, terkadang tidak ada sama sekali :mrgreen:

Ok, saya tidak menyalahkan anda jika memang anda tidak tertarik untuk membaca topik berkaitan dengan obligasi, namun setidaknya ada 3 alasan kenapa saya membahas topik obligasi:

  1. Dalam dunia investasi, perubahan kondisi umumnya tercermin dahulu pada pasar obligasi baru kemudian pasar saham. Menurut saya, investor yang bisa membaca perubahan pada obligasi akan bisa mendapatkan gambaran dan bereaksi lebih cepat dibandingkan investor yang hanya melihat perubahan saham saja. Masih ingat ketika Eropa sedang bermasalah apa yang menjadi sumber pemberitaan di koran ? Besaran Yield Obligasi dari Negara tersebut. Amat jarang dibahas perkembangan harga saham untuk menunjukkan apakah negara tersebut sudah selamat dari krisis. Lagipula dalam artikel terdahulu, sudah ada fakta bahwa hubungan antara makro ekonomi dan saham amat lemah.
  2. Pada umumnya, portofolio investasi pada korporasi di Indonesia didominasi oleh obligasi. Baik itu investasi dalam bentuk obligasi langsung, ataupun dalam bentuk reksa dana pendapatan tetap atau terproteksi. Bagian portofolio inilah yang membantu perusahaan mencapai sebagaian besar dari kinerja dalam 1 tahun, reksa dana saham dan saham hanya dipakai sebagai faktor untuk mendongkrak return saja, namun obligasi tetap menjadi portofolio yang utama. Anda akan mulai berpikiran seperti itu jika jumlah uang anda sudah relatif besar.
  3. Model bisnis di Indonesia umumnya meniru apa yang sudah sukses di luar meski tidak semuanya. Jika anda meyakini hal tersebut, anda perlu tahu bahwa Reksa Dana Terbesar di dunia saat ini adalah Reksa Dana berbasis Obligasi yaitu PIMCO Total Return Fund INSTL (PTTRX). Berdasarkan informasi dari situs perusahaan, dana kelolaan reksa dana ini mencapai lebih dari USD 251 milliar atau sekitar 2.5 kali cadangan devisa Indonesia (jika dihibahkan ke Indonesia, pemerintah mungkin malah bisa menurunkan harga BBM selama beberapa tahun ke depan). Saat ini reksa dana terbesar di Indonesia adalah reksa dana saham namun dulunya memang reksa dana pendapatan tetap yang merupakan reksa dana terbesar.

Nah, jika anda sependapat saya bahwa memahami obligasi itu penting, anda bisa terus membaca artikel lanjutan. Jika tidak, saya juga tidak memaksakan, karena bacaan kali ini levelnya agak menengah. Tanpa ada dasar tentang obligasi dan investasi, anda butuh waktu sedikit lebih banyak untuk mencerna bacaan ini. Bacaan tentang obligasi dasar bisa dibaca di link ini.

Read more…

Categories: Obligasi, Obligasi Intermedit Tags: