Archive

Author Archive

Feedback : Apakah anda pernah merasa “Terlanjur Beli Unit Link?”

September 6th, 2013 61 comments

Apa kabar teman2 semua, mudah2an mood anda tidak seperti pergerakan IHSG beberapa hari ini yang Angot2an.

Walau tidak sering, tapi saya cukup banyak mendapat pertanyaan dari teman2 pembaca ataupun peserta seminar saat melakukan interaksi langsung di sesi tanya jawab. Hampir di setiap kesempatan, selalu muncul pertanyaan seperti ini “Pak, saya punya unit link dari asuransi xx. Menurut bapak, apakah sebaiknya unit link ini dilanjutkan atau tidak”. Dalam hati saya, pertanyaan seperti ini biasanya muncul dari orang yang merasa “terlanjur” membeli sesuatu dan baru menyadari sebetulnya dia tidak terlalu membutuhkan produk tersebut atau merasa ada produk lain yang lebih baik.

Nah, yang ingin saya minta pendapat teman2 disini, apakah anda juga masuk dalam kategori orang yang “terlanjur” tersebut? Dan apa apakah yang anda atau rencana akan lakukan?

  1. Saya tetap akan melanjutkan program unit link tersebut, sayang sudah bayar xx tahun. Mending diteruskan sampai habis masa programnya
  2. Justru unit link itu penting, karena saya sendiri tidak ada jaminan asuransi kesehatan yang memadai dari kantor untuk saya dan keluarga
  3. Saya menyesal kemarin membeli unit link karena tergiur dengan hasil investasinya. Daripada dana yang saya rencana mau digunakan untuk tujuan keuangan sedikit, mending saya tutup sekarang dan investasi reksa dana saja
  4. Yah, memang terlanjur beli, tapi yang jualan masih teman atau saudara sih, jadi agak segan untuk menutupnya. Diteruskan saja, wong masih sanggup
  5. Siapa bilang beli unit link itu terlanjur, saya sudah beli beberapa tahun dan saya puas dengan proteksi dan hasil investasinya. Malahan mau saya tambah lagi.
  6. Ataukah ada pendapat2 yang lain…

Semua masukan silakan disampaikan disini, nantinya saya juga akan sharing pengalaman saya dan keluarga dengan produk unit link ini.

Categories: Feedback Tags:

Apakah Sekarang Saat Yang Tepat Untuk Berinvestasi Di Saham?

August 28th, 2013 12 comments

Pada artikel jajak pendapat sebelumnya, saya membuat pertanyaan mengenai pandangan teman2 terhadap kondisi bursa penurunan bursa terakhir. Tidak disangka, IHSG terus menerus melanjutkan tren penurunan dan sekarang sudah berada di bawah level 4000. Jika hari ini adalah 31 Desember 2013, maka sudah pasti beberapa analisa dan prediksi saya mengenai bahwa IHSG tidak akan jatuh terlalu dalam dan target IHSG mungkin akan berkisar antara 5000 – 5500 di tahun ini menjadi SALAH BESAR.

Pada akhir artikel jajak pendapat, saya juga berjanji akan melakukan kajian dan riset baru kemudian akan menyampaikan tanggapan saya sendiri. Sebetulnya saya mau membuat riset tersebut dengan data akhir Agustus, namun karena sudah tinggal beberapa hari lagi dan IHSG juga turun dalam, maka saya membuat data berdasarkan data IHSG 27 Agustus dengan tanggal tersebut adalah akhir Agustus. Saya juga membuat suatu analisa untuk melihat seberapa besar peluang IHSG akan mencapai target yang saya sebutkan di atas. Semoga riset ini bermanfaat bagi anda. Read more…

Event Edukasi : Surabaya, Padang, Jakarta, dan Batam

August 23rd, 2013 No comments

Teman2, Panin Asset Management kembali menggelar kegiatan edukasi yang akan diselenggarakan di 4 kota selama bulan Agustus – September ini berturut-turut di Surabaya, Padang, Jakarta dan Batam.

Bagi teman2 yang tertarik untuk belajar investasi dan juga mengetahui lebih lanjut tentang Panin Asset Management bisa datang ke event tersebut. Di tunggu kehadirannya ya, terima kasih.

Talkshow Surabaya

Berikut ini adalah dokumentasi acaranya Read more…

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Feedback : Bagaimana tanggapan anda terhadap penurunan bursa beberapa bulan terakhir ini?

August 21st, 2013 22 comments

Penurunan bursa beberapa hari / bulan terakhir ini cukup menyita perhatian bagi kita semua. Di berbagai koran, penurunan bursa dan nilai mata uang Rupiah menjadi topik utama. Dampak dari penurunan ini tentu juga mulai dirasakan oleh masyakarat Indonesia. Jika dahulu masyarakat hanya terkena imbas dari perubahan kurs karena agar barang menjadi naik turun dan keluar negeri menjadi lebih mahal, maka seiring dengan boomingnya industri pasar modal, dimana semakin banyak orang memiliki investasi baik dalam bentuk saham, reksa dana ataupun unit link juga ikut terpengaruh.

Dana-dana yang disimpan untuk berbagai tujuan seperti pensiun, pendidikan anak, pernikahan, modal usaha, dan lain lain mulai tergerus cukup signifikan antara 15 – 20%. Bagi investor yang baru saja bergabung di pasar modal, hal ini tentu menjadi “uji nyali” tersendiri apakah konsep investasi memang dipahami dengan baik. Apakah benar2 bisa berinvestasi sesuai dengan tujuan investasinya yang jangka panjang? Apakah profil risiko agresif yang diisi pada saat mendaftar menjadi investor benar2 terbukti di kondisi pasar yang fluktuatif ini?

Dalam kesempatan ini, saya ingin meminta pendapat dari teman2 sekalian terkait cara anda merespon penurunan bursa yang terjadi sekarang ini. Apakah anda tetap yakin, sudah kurang yakin, atau malah pesimis dan menyesal sudah berinvestasi di pasar modal? Untuk membantu saya memberikan beberapa opsi respon, tapi jika respon anda di luar opsi yang tersedia juga silakan.

  • Saya tetap yakin dengan kondisi pasar modal Indonesia. Sebab naik turun sudah merupakan dinamika pasar dan ini bukan yang pertama kali
  • Saya mungkin akan mikir2 dan wait and see dulu. Sebab memang lebih asyik beli ketika harga sedang naik dari pada beli di harga sedang turun dan jantungan setiap hari
  • Oh turun ya? masa, ga saya lihatin sih.. Sebab baru mau ditarik 5 – 10 tahun lagi.
  • Bingung, mau jual udah terlanjur rugi. Mau beli dana udah habis..
  • Well, kayaknya saham ini masih akan turun lagi, jadi rencananya baru akan masuk secara bertahap
  • Udah ah, kapok investasi di pasar modal. Mending beli properti atau pelihara sapi saja

Saya akan membuat tanggapan saya sendiri terkait penurunan bursa ini nanti setelah saya selesai melakukan beberapa riset.

Mohon tanggapannya ya teman2.

Categories: Feedback Tags:

Mengenal Profesi Pasar Modal

August 19th, 2013 147 comments

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Read more…

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:

Mengenal Reksa Dana Saham “Trillion Club”

July 29th, 2013 9 comments

Sebelumnya, saya dan segenap keluarga ingin mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, serta selamat Merayakan Hari Lebaran kepada bapak ibu sekalian yang merayakan. Semoga semua yang dimulai dengan niat baik dapat memberikan hasil yang baik pula.  Semoga setelah kembali dari cuti Lebaran kali ini, otak kita semua lebih segar dan suasana hati kita lebih tenang sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan tempat kita bekerja atau berusaha dan juga kepada Negara Republik Indonesia tercinta ini. Mohon maaf juga jika selama ini ada artikel atau komentar yang kurang berkenan.

Kembali ke tulisan, dalam investasi reksa dana, khususnya reksa dana saham, ada semacam anggapan dari para investor tentang “Ukuran” reksa dana. Dimana semakin besar jumlah dana kelolaan, maka reksa dana akan dianggap semakin “gendut” yang pada akhirnya berpengaruh pada kinerja karena dianggap kurang dapat memberikan return yang maksimal.

Hal tersebut sebelumnya sudah pernah saya bahas dalam riset jumlah dana kelolaan terhadap kinerja reksa dana saham tahun 2011 lalu. Hasilnya, reksa dana dengan dana kelolaan yang besar justru lebih mampu memberikan “kestabilan” dibandingkan reksa dana yang dana kelolaannya kecil. Meski demikian, reksa dana dengan dana kelolaan kecil dapat mengalahkan IHSG dengan persentase yang lebih signifikan dibandingkan reksa dana dengan dana kelolaan besar namun ketika kalah, kalahnya bisa sangat signifikan juga.

2 tahun sudah berlalu, industri reksa dana saham juga sudah jauh berkembang. Jika pada tahun 2011 yang lalu, hanya terdapat sekitar 13 reksa dana dengan dana kelolaan di atas Rp 1 Triliun, maka pada bulan Juni tahun 2013 ini, sudah ada sekitar 22 reksa dana saham. Belum termasuk 3 reksa dana saham yang akan segera bergabung dengan “Trillion club (T-Club)” karena dana kelolaanya sudah sekitar 900 milliar-an. Bagaimana dengan kinerja reksa dana T-Club ini dibandingkan rata-rata reksa dana saham pada umumnya? Read more…

Menebak Kapan Rally IHSG Berikutnya

July 23rd, 2013 5 comments

Berinvestasi ketika harga mencapai titik terendah adalah keinginan dari semua investor. Namun pada kenyataannya, banyak investor justru baru berinvestasi ketika IHSG berada dalam periode rally (kenaikan). Hal ini tidak terlepas dari mentalitas sebagian besar investor kita yang orientasinya masih jangka pendek dan berinvestasi tanpa perencanaan yang mumpuni. Ketika harga sedang turun atau mendatar, justru mereka wait and see bahkan tidak jarang ketakutan, sementara ketika harga sudah beranjak naik bahkan terkadang sudah terlalu mahal, investor baru sibuk untuk berinvestasi.

Oleh karena itu, tentu menarik sekali apabila kita bisa menemukan indikator-indikator yang dapat menunjukkan IHSG akan naik tinggi (Rally) pada periode yang akan datang. Sebelumnya, salah satu penelitian yang pernah dilakukan untuk menebak IHSG akan naik pada periode berikutnya adalah riset tentang window dressing. Berdasarkan Window Dressing, IHSG diperkirakan akan naik pada bulan Desember, sehingga investor yang berinvestasi di bulan November akan menikmati keuntungan. Namun kenaikan IHSG pada periode Window Dressing ini bisa dikatakan naik tapi belum masuk kategori naik tinggi (Rally).

Hingga saat ini memang belum ada definisi yang pasti bahwa Rally itu sama dengan kenaikan berapa persen dan lebih penting lagi dalam periode berapa lama. Agar bisa menjawab pertanyaan dalam riset ini, saya membuat definisi sendiri yaitu bahwa Rally adalah kenaikan IHSG > 20% dalam waktu kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan karena umumnya rata-rata asumsi kenaikan IHSG adalah sekitar 15% – 25% dalam 1 tahun. Dengan mengambil nilai tengahnya yaitu 20%, maka ketika hal tersebut bisa dicapai kurang dari 1 tahun, maka saya sebut Rally (Naik Tinggi). Nah, apakah ada indikator yang bisa menunjukkan Rally IHSG seperti halnya indikator Bulan yang digunakan dalam Window Dressing?

Read more…

Talkshow : Investasi Reksa Dana, Emas, Atau Properti Ya… ?

July 16th, 2013 10 comments

Teman2, mau menginformasikan akan kembali ada talkshow bulan ini, tepatnya tanggal 20 Juli 2013 di Gedung Kompas Gramedia. Dalam talkshow kali ini, kembali saya akan berkolaborasi dengan bapak Eko Endarto dengan membawakan talkshow dengan topik Investasi Reksa Dana, Emas, Atau Properti Ya…. ?

Informasi lebih lengkap ada di gambar di bawah ini. Bagi bapak ibu yang tertarik bisa datang ke acara ini. Ditunggu kehadirannya ya.

Kepada teman2 yang kemarin sudah datang, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena telah meluangkan waktunya yang berharga di hari Sabtu untuk datang dan berdiskusi. Semoga acara ini dapat membawa manfaat bagi anda semua. Beberapa dokumentasi acara juga saya posting di blog ini. Mohon maaf juga karena saya harus ke Bandung, jadinya tidak bisa ikut berbuka puasa bersama hingga acara ditutup. Sampai jumpa di acara-acara berikutnya.

 

Berikut Dokumentasi Acaranya

Read more…

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:
%d bloggers like this: