Archive

Author Archive

Feedback : Bagaimana Anda Mempersiapkan Rencana Pensiun?

February 24th, 2014 23 comments

Umpan BalikBeberapa hari yang lalu, ada pertanyaan dari rekan kantor saya. Sederhananya begini, bagaimana idealnya untuk mempersiapkan hari tua? Meski bekerja di perusahaan investasi, pada kenyataannya memang ada banyak pilihan untuk mempersiapkan masa depan kita. Sesuai dengan lagu dari OJK di bawah ini

 

Bagaimana anda sendiri mempersiapkan pensiun anda?

  1. Boro2 menyiapkan pensiun.. Untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan. Belum lagi biaya anak dan cicilan rumah. Jadi nanti tinggal mengandalkan anak untuk membiayai hari tua nanti. Kalau tidak, punya anak untuk apa??
  2. Dengan Jamsostek. Bukankah setiap bulan sebagian dari penghasilan sudah dipotong secara otomatis untuk Jaminan Hari Tua di Jamsostek, nanti tinggal mengandalkan penghasilan tersebut
  3. Gabungan antara Jamsostek dan Dana Pensiun. Khusus untuk teman2 yang bekerja di perusahaan besar yang memiliki dana pensiun, biasanya sudah memiliki Jamsostek dan Dana Pensiun dari perusahaan. Dengan adanya 2 hal tersebut, saya sudah yakin masa tua saya terjamin
  4. Mengikuti Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Saat ini, perusahaan berpartisipasi pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Saya juga menambah kontribusi ke DPLK, yakin deh, dengan DPLK, pensiun saya aman
  5. Unit Link dong. Setiap bulan saya sudah setor cukup banyak ke Asuransi + Investasi yang saya miliki. Kalau kinerja sesuai dengan ilustrasi yang ditunjukkan di awal, berarti nanti di saat usia saya 55, sudah ada uang miliaran buat pensiun.
  6. Reksa Dana Saham. Berkat dicekoki perencana keuangan dan marketing, akhirnya saya buat autodebet untuk pensiun hingga umum 55. Sekarang merem saja, nanti hasilnya tinggal dinikmati nanti. Lagipula, saya percaya dengan reksa dana dalam jangka panjang akan mencukupi semua kebutuhan nanti.
  7. Pensiun pakai Properti. Simpelnya begini, sekarang mumpung masih muda, cicil rumah yang ukurannya agak besar dan punya nilai jual. Nanti pada saat pensiun, harganya tentu sudah naik. Rumahnya dijual dan selanjutnya pindah ke apartemen yang lebih kecil. Sisanya buat menikmati masa pensiun. Cara ini juga sudah umum di luar negeri kok.
  8. Bisnis tentunya. Kalau bisnisnya sudah on track, maka tinggal nikmati dividennya sampai hari tua nanti.
  9. Rezeki sudah ada yang atur, namanya masa pensiun, baru kita pikirkan saat pensiun nanti.
  10. Atau ada pilihan lainnya??

Silakan share di sini. Saya sendiri juga akan share bagaimana saya menyiapkan pensiun. Ditunggu sharingnya. Terima kasih

Categories: Feedback Tags:

Capital Market Run By Panin Asset Management

February 20th, 2014 6 comments

Capital Market Run

Untuk mendaftar bisa secara online di http://www.imroadrunner.com/panin-am/regform.php

Categories: Lain-lain Tags:

Berapa Asumsi Return Investasi Saham Yang Wajar?

February 20th, 2014 12 comments

Thinking Number

Berapa asumsi return saham yang wajar? Hal ini menjadi pertanyaan banyak investor. Baik yang masih awam, ataupun yang sudah veteran. Besar kecilnya prediksi return bisa mempengaruhi keputusan investasi. Namun pada kenyataannya memprediksikan return saham sangatlah sulit.

Jika prediksi returnnya terlalu tinggi, investor bisa kecewa karena return tidak tercapai. Seperti halnya return IHSG 3 tahun terakhir dari 2011 – 2013 yang sebesar 3.20%, 12.94% dan -0.98%. Terlalu rendah, investor bisa kehilangan minat karena hasil yang diperoleh tidak setara dengan risiko yang ditanggung.

Pada prakteknya, para perencanaan keuangan, agen penjual dan bahkan manajer investasi sekalipun tidak ada yang bisa mengetahui dengan pasti berapa return saham dalam 1 tahun. Namun ada kesepakatan tidak tertulis yang menyatakan bahwa prediksi return saham biasanya berkisar antara 15% – 25% per tahun. Namun data historis 3 tahun terakhir sudah membuktikan bahwa hal tersebut tidak terjadi dalam 3 tahun terakhir.

Penentuan asumsi return yang salah dalam perencanaan keuangan, bisa berdampak fatal. Jika terlalu tinggi, investor ibarat diberi “angin surga”, dengan modal minimal bisa mencapai hasil maksimal. Tujuan keuangan bisa buyar kalau seandainya angka yang ditargetkan tidak tercapai.

Sementara jika terlalu rendah, jumlah investasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan menjadi terlalu besar sehingga investor harus menerima kenyataan bahwa tujuan dia tidak realistis karena besaran investasi di luar kemampuannya.

Permasalahannya, dalam investasi apalagi investasi saham, tidak bisa menjanjikan return pasti. Sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, return saham secara umum yang dicerminkan oleh IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) bisa berkisar dari kerugian puluhan persen hingga keuntungan puluhan persen per tahunnya.

Return IHSG juga dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari data makro ekonomi seperti inflasi, suku bunga, cadangan devisa, ekspor impor, kemudian data lain kinerja perusahaan, harga komoditas, kondisi politik dan ekonomi di dalam dan luar negeri, hingga aliran dana asing. Kebanyakan dari indikator tersebut, juga menggunakan angka asumsi yang rentan berubah sesuai dengan kondisi dan situasi.

Untuk itu, adanya acuan atau paling tidak informasi mengenai rentang potensi kerugian / keuntungan yang mungkin ditanggung akan membuat investor lebih siap dalam berinvestasi saham dan menghadapi risiko fluktuasi di bursa. Read more…

Happy Chinese New Year

January 30th, 2014 No comments

Happy Chinese New Year 2014

Kepada Para Pembaca Blog Yang Setia

☆★☆ Hɑppγ Ċђίпєșє Ŋєω Ƴєɑґ ☆★☆

Semoga Tahun ini menjadi Tahun yang penuh Berkat dan Rahmat Bagi kita Semua

Rudiyanto and Family

Categories: Lain-lain Tags:

Berapa Lama Periode Investasi Berkala Yang Ideal?

January 26th, 2014 34 comments

Data Angka Tahun

Metode investasi dengan cara berkala atau autodebet cukup banyak dikenal dan diterapkan investor reksa dana dalam 1-2 tahun terakhir ini. Meski tersedia berbagai jenis reksa dana, kebanyakan investor masih memilih reksa dana saham sebagai pilihan utama. Permasalahan terjadi ketika setelah 1-2 tahun berjalan, kebanyakan reksa dana saham tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Memang kondisi pasar selama beberapa 2 tahun terakhir ini tidak terlalu menggembirakan untuk investor saham. Tahun 2012, return IHSG hanya 12,94% dan bahkan -0,98% pada tahun tahun 2013. Tentu bagi investor reksa dana saham yang memiliki ekspektasi 15 – 20% per tahun merasa kecewa. Sebagian besar investor memang masih tetap komitmen dengan investasi jangka panjang atau minimal 5 tahun.

Namun menjadi pertanyaan, bagaimana jika kondisi ini terus terjadi? Apakah investor harus tetap setia pada prinsip investasi yang menganjurkan bahwa investasi saham sebaiknya di atas 5 tahun, dengan harapan dalam periode tersebut hasil investasi akan menguntungkan?

Bukankah jangka waktu 5 tahun tersebut berlaku untuk investor yang berinvestasi secara sekaligus? Bagaimana dengan investor yang melakukan investasi berkala secara bulanan, apakah timeline 5 tahun ini masih tetap berlaku?

Berangkat dari pemikiran tersebut, saya mencoba mencari tahu, sebenarnya berapa lama periode investasi berkala yang ideal pada reksa dana saham? Apakah 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 10, 15 tahun? Penelitian dilakukan terhadap data IHSG dari Juli 1997 – Desember 2013. Read more…

Apakah Ada Reksa Dana Saham Yang (Konsisten) Mengalahkan IHSG ?

January 16th, 2014 45 comments

Konsistensi Kinerja

Membeli produk reksa dana yang “Terbaik” adalah Keinginan dari banyak investor. Walaupun pada kenyataannya lebih banyak investor yang berinvestasi pada produk yang mereka “Percaya” dan mudah untuk diakses,  tetap ada “harapan” bahwa investasinya bisa menjadi produk dengan kinerja terbaik.

Untuk itu, investor biasanya akan mencari tahu produk reksa dana mana yang menjadi jawara pada tahun sebelumnya. Jika kebetulan produk yang menjadi jawara tersebut adalah produk dari perusahaan yang mereka percaya dan akses untuk membeli produk ini juga mudah, maka bukan tidak mungkin reksa dana ini menjadi incaran para investor.

Perilaku di atas juga sebenarnya terjadi dalam investasi saham. Dimana investor beramai-ramai berinvestasi pada saham tertentu yang “Hot”. Tingginya minat masyarakat akan membuat harga saham semakin melambung tinggi. Perilaku ini, dalam teori keuangan disebut dengan Herding Behaviour.

Efek negatif dari Herding Behaviour adalah ketika harapan positif yang terdapat pada saham berubah menjadi negatif, maka investor akan beramai-ramai menjual saham tersebut. Harganya akan turun jauh di bawah harga yang seharusnya karena tekanan jual yang begitu besar. Untungnya efek negatif dari Herding Behaviour ini tidak terjadi di reksa dana saham. Hal ini disebabkan karena harga reksa dana saham tidak ditentukan oleh banyaknya investor yang menjual atau membeli saham tersebut.

Harga reksa dana saham ditentukan oleh isi portofolio dan kinerja Manajer Investasi yang menjadi pengelola reksa dana tersebut. Satu-satunya efek negatif dari Herding Behaviour pada reksa dana saham ini adalah investor mungkin akan sangat kecewa jika ternyata reksa dana yang dijagokan ternyata tidak berhasil mengulangi kejayaan pada tahun sebelumnya. Hal ini tidak akan sampai menyebabkan investor rugi, namun karena kecewa, maka reksa dana tersebut sudah dijual setelah investasi 1 tahun. Padahal idealnya investasi saham di atas 5 tahun sehingga tujuan keuangannya tidak tercapai.

Nah, tentu sangat menarik, apabila bisa dibuktikan bahwa jika suatu reksa dana saham bisa menjadi jawara pada suatu tahun, maka reksa dana tersebut akan kembali menjadi jawara pada tahun berikutnya. Kita tidak perlu pusing-pusing memilih reksa dana, cukup pilih reksa dana yang jadi jawara pada tahun sebelumnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, saya melakukan penelitian terhadap seluruh reksa dana saham dengan menggunakan data 10 tahun terakhir. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan… Tertarik? silakan baca terus artikel ini. Read more…

Feedback : Apakah Strategi / Cara Investasi Terbaik Menurut Anda?

January 16th, 2014 19 comments

Umpan BalikDengan berlalunya 2013 dan masuk ke 2014, saya percaya kebanyakan dari pembaca di blog ini sudah pernah mencicipi bagaimana rasanya menjadi investor reksa dana dan ikut mengalami pahit manis dalam berinvestasi. Selama ini kita juga banyak belajar hal-hal baru terkait investasi dan makro ekonomi seperti pemulihan dan krisis hutang eropa, berbagai aksi the Fed seperti quantitative easing, operation twist, dan terakhir ini tapering, kemudian beralih ke kondisi perekonomian Indonesia, kita mengenal istilah cadangan devisa, rasio PDB terhadap hutang, dan lain sebagainya.

Kalau berfokus pada kenaikan dan penurunan, perjalanan IHSG di tahun 2013 juga ibarat roller coaster. Di semester I 2013 IHSG mencetak rekor baru dengan menembus angka 5200, kemudian dalam waktu 6 bulan terus menurun bahkan sempat lebih rendah dari nilai pembukaan pada awal tahun sekitar 3800 meski kembali ke level 4200 an pada akhir tahun. Dalam kurun waktu tersebut ternyata harga obligasi juga turun. Sehingga reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi, harganya juga ikut turun.

Dalam situasi demikian, sebagai orang yang sudah menjalani periode tersebut, apakah strategi investasi yang terbaik menurut anda?

  1. Saya percaya kunci sukses untuk dalam berinvestasi adalah dengan melakukan diversifikasi. Jadi saya sudah membagi uang saya dalam berbagai reksa dana yaitu saham, campuran, obligasi dan pasar uang. Ketika kinerja saham, campuran dan obligasi kurang baik, reksa dana pasar uang saya masih bisa memberikan keuntungan. Jadi Diversifikasi adalah strategi yang terbaik. Apalagi jika dikombinasikan dengan investasi properti.
  2. Yang namanya investasi itu, harus jangka panjang. Dan karena status saya yang karyawan, maka setiap bulan saya melakukan cost averaging. Memang untungnya masih belum terlalu kelihatan sekarang dan ada beberapa kali investasi yang masih merugi, tapi saya yakin dengan prospek jangka panjang investasi Indonesia dan lumayan dengan strategi ini saya sempat masuk ketika IHSG di level 3800an. Jadi Cost Averaging adalah yang terbaik.
  3. Saya lebih memilih strategi Rebalancing. Artinya saya sudah menentukan di awal komposisi investasi yang ideal untuk saya adalah (misalnya) 50 untuk reksa dana saham dan 50 untuk reksa dana obligasi. Ketika komposisinya timpang, saya segera melakukan rebalancing agar komposisinya sesuai keinginan.
  4. Swing Trading adalah strategi terbaik. Dengan menggunakan beberapa indikator analisa teknikal, saya selalu masuk di titik terendah dan keluar ketika mencapai titik tertinggi. Ini strategi yang paling tokcer (kalau benar2 ada yang melakukan ini di 2013, silakan memberikan testimoni)
  5. Boro-boro pakai strategi pak, kapan ada uang lebih ya diinvestasikan dan kapan butuh uang ya terpaksa dananya ditarik. Ga pakai strategi dan analisi
  6. Atau ada strategi lain, silakan sharing disini.
Categories: Feedback Tags:

Event : Workshop Reksa Dana dan Market Outlook 2014

January 6th, 2014 24 comments

Teman2 mau menginformasikan bahwa, Panin Asset Management bekerjasama dengan Toko Buku Gramedia dan Elex Media Komputindo menyelenggarakan Workshop Reksa Dana dan Market Outlook 2014 di Jakarta

Informasi lebih lanjut silakan lihat brosur di bawah ini

Gramedia Public Class 8 Februari 2014

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:
%d bloggers like this: