Archive

Author Archive

Mengenal Lebih Dalam Return dan Risiko Investasi (2)

January 1st, 2013 51 comments

Selamat Tahun Baru 2013, semoga semua resolusi dan target yang anda susun pada tahun ini bisa tercapai semua.

Pada artikel sebelumnya tentang Risk and Return Investasi kita sudah belajar mengenai istilah Yield. Secara prinsip Yield lebih banyak digunakan dalam menggambarkan hasil pengembalian obligasi meskipun belakangan istilah Yield juga digunakan dalam saham yaitu Earning Yield. Dalam saham dan reksa dana, sekalipun jenis reksa dananya adalah reksa dana pendapatan tetap yang berisi obligasi, istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pengembalian adalah Return.

Mengapa digunakan Return ?

Istilah Yield lebih sering digunakan pada obligasi karena hasil dari obligasi berbentuk uang tambahan yang tidak mengurangi nilai pokoknya. Dalam investasi saham, memang terkadang ada pembagian dividen, namun bagi yang sudah berpengalaman, tentu sudah tahu bahwa pendapatan utama dari saham dihasilkan dari kenaikan harga. Karena keuntungan bisa berasal dari pembagian dividen dan juga dari kenaikan harga, maka berkembang istilah Return yang artinya “Pengembalian”. Kata pengembalian mencakup seluruh pendapatan investasi yaitu dari dividen dan selisih kenaikan harga.

Read more…

Mengenal Lebih Dalam Return dan Risk Investasi (1)

December 29th, 2012 6 comments

Apa kabar para pembaca yang terhormat? Tidak terasa sudah tinggal menghitung hari kita sudah memasuki tahun 2013. Dalam kesempatan saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2013. Semoga tahun 2013 bisa menjadi tahun yang penuh berkat dan rahmat bagi kita semua. Semoga semua kenangan, pengalaman dan hal yang kita rasakan selama tahun 2012 bisa menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang. Dan semoga Tuhan memberkati kita semua.

Dalam sharing kali ini, saya akan berbagi tentang Return dan Risiko Investasi. Belakangan saya melihat semakin banyak orang-orang yang mulai memberanikan diri menjadi investor baik itu investor reksa dana, saham, forex ataupun obligasi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ada 3 hal, Pertama karena meningkatnya taraf hidup. Dengan meningkatnya penghasilan, orang mulai berpikiran untuk menginvestasikan kelebihan dari penghasilannya. Kedua, meningkatnya biaya hidup. Dengan biaya hidup yang semakin mencekik leher sekarang ini (mengutip Ahok: Orang dengan Penghasilan Rp 20 juta tidak sanggup membeli Rumah di Jakarta), mau tidak mau dana yang ada harus berkembang lebih cepat sehingga mampu memenuhi kebutuhan nantinya. Ketiga, tingkat bunga deposito yang semakin menurun. Karena semakin tidak menarik, maka orang berusaha mencari alternatif instrumen yang lain agar mampu mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Ketika ingin memulai menjadi investor, maka biasanya investor harus mempelajari potensi keuntungan yang dihasilkan baru kemudian potensi risiko yang mungkin akan dihadapi. Bahasa kerennya Return and Risk. Pembahasan kali ini saya akan berfokus pada Return terlebih dahulu. Dalam pasar modal, jika anda pelajari dari dasar, ada banyak sekali istilah yang menggambarkan apa atau berapa itu Return. Ada istilah Yield, Dividend Yield, Coupon Yield, Current Yield, Earning Yield, Return, Total Return, Annualized Return, Compounded Return, Return yang dihitung dengan metode Aritmatik, dan Return yang dihitung dengan metode Geometrik dan lain sebagainya. Memahami istilah2 tersebut akan memudahkan bagi kita ketika mau memutuskan menjadi investor.

Read more…

Reksa Dana Dengan Income Berkala, Mau?

December 23rd, 2012 11 comments

Sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal 2012 bagi pembaca yang merayakan. Semoga Natal Tahun ini memberikan berkat dan rahmat bagi kita semua, semoga para pemimpin berpikir untuk kebaikan rakyat, semoga kesejahteraan semakin membaik, dan semoga seluruh Umat Manusia selalu berada dalam kondisi damai & sejahtera.

Dalam kesempatan ini saya ingin sharing tentang suatu reksa dana yang mungkin bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan masyarakat luas yaitu jenis reksa dana yang memberikan income secara berkala. Income berkala adalah pendapatan dalam bentuk uang tunai dalam maksud yang sebenarnya. Bukan seperti reksa dana pendapatan tetap namun pada prakteknya tidak memberikan pendapatan tetap.

Reksa dana pendapatan tetap menggunakan nama “Pendapatan Tetap” karena berinvestasi pada obligasi yang memberikan kupon tetap. Pada saat kupon dibayarkan, oleh Manajer Investasi, kupon yang diperoleh direinvestasikan kembali sehingga manfaat tersebut diterima dalam bentuk kenaikan harga NAB/Up. Reksa Dana yang saya maksud dalam artikel ini bukan reksa dana pendapatan tetap. Mau tahu lebih lanjut? Silakan baca terus artikel ini..

Read more…

Mempersiapkan Pendidikan Anak Luar Negeri, Sudah Siap?

December 11th, 2012 12 comments

Menyekolahkan anak hingga ke universitas terbaik di luar negeri merupakan impian setiap keluarga. Dengan mendapatkan pendidikan terbaik, sang anak dapat mempersiapkan diri menghadapi era persaingan dan globalisasi. Namun tentu saja, untuk bisa menempuh pendidikan luar negeri tidak mudah juga tidak murah. Persiapan perlu dilakukan sejak dini agar bisa berhasil. Apakah anda sudah Siap?

Read more…

Rekomendasi Buku : Manufacturing HOPE

December 10th, 2012 No comments

Apa kabar para pembaca sekalian? Semoga sehat dan bahagia selalu..

Sambil menyiapkan tulisan yang rencananya akan saya publish, selasa atau rabu minggu ini. Ada satu buku yang menurut saya, harus anda baca.

Buku ini merupakan salah satu buku motivasi terbaik yang pernah saya baca karena menerapkan prinsip-prinsip dan sikap hidup positif yang harus kita miliki agar menjadi sukses dan bermanfaat bagi bangsa yang dihadapkan dengan realita hidup, permasalahan birokrasi dan kesulitan-kesulitan yang dialami di dunia korporasi yang nyata. Berbeda dengan buku-buku lainnya yang menceritakan kisah2 sukses dari orang2 terdahulu, buku ini menceritakan “Proses” bagaimana suatu perusahaan BUMN bangkit atau mencoba bangkit dimana mungkin masih terlalu cepat untuk diketahui bagaimana hasilnya. Beberapa tulisan sangat menarik bagi saya seperti bagaimana proses penemuan teknologi isotop oleh Batantek, pentingnya bagi perusahaan untuk fokus pada bisnis inti, bagaimana ternyata untuk memenuhi kebutuhan sapi dalam negeri harus ada kolaborasi dengan perusahaan perkebunan, dan masih banyak cerita lainnya. Harga buku ini mungkin tidak lebih mahal dari satu kali kunjungan anda ke kedai Starbucks atau J-Co.

Categories: Referensi Buku Tags:

Apakah Prinsip Low Risk Low Return dan High Risk High Return Masih Berlaku Di Reksa Dana?

December 5th, 2012 8 comments

Selama ini ada semacam kepercayaan, bahwa untuk investor reksa dana jangka panjang, maka  reksa dana yang cocok adalah reksa dana saham. Jangka menengah cocoknya reksa dana campuran dan jangka pendek bisa ke reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang. Khusus untuk reksa dana saham, jangka panjang didefinisikan sebagai horison investasi minimum 5 tahun. Dengan perkembangan industri reksa dana yang amat pesat dalam beberapa tahun ini, tentu sudah banyak dari para investor sekalian yang sudah “berpengalaman” 5 tahun menjadi investor reksa dana. Tentu sudah banyak pula asam garam dan madu coklat yang dialami seperti crash pada 2008, bullish pada 2009 – 2010, serta market yang bisa dikatakan sideways untuk 2 tahun terakhir ini.

Pertanyaannya, Apakah selama ini acuan yang digunakan untuk memilih reksa dana sudah memberikan hasil yang sesuai dengan ekpektasi anda? Apakah benar asumsi return 10% pada pendapatan tetap, 15% pada campuran dan 20% pada saham per tahun yang UMUMNYA digunakan oleh perencana keuangan benar2 terjadi dalam 5 tahun terakhir ini? Apakah prinsip Low Risk Low Return dan High Risk High Return yang diajarkan dalam berbagai literatur dan seminar investasi masih berlaku?

Read more…