Archive

Author Archive

Mengenal Kelemahan Konsep Beta Dalam Investasi

April 17th, 2013 4 comments

Beta adalah konsep yang sangat umum dalam investasi. Bisa digunakan pada investasi saham begitu pula juga dengan investasi reksa dana. Kegunaannya juga banyak, mulai dari menilai seberapa berisiko suatu saham / reksa dana, mengevaluasi apakah reksa dana tersebut bagus atau tidak, sampai pada memprediksi berapa return yang akan dihasilkan oleh instrumen tersebut pada masa yang akan datang. Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah konsep yang menggunakan beta dalam perumusannya.

Tidak ada yang berbeda dari cara perhitungan beta saham dan beta reksa dana. Pembahasan mengenai beta juga pernah saya bahas dalam artikel terdahulu. Meski demikian, tidak ada teori yang sempurna, demikian pula dengan teori beta. Oleh karena itu, sebelum menggunakan menggunakan beta, sebaiknya kita memahami kelemahannya.

Read more…

Mengenal Obligasi Berkelanjutan

April 6th, 2013 26 comments

Suku bunga rendah, merupakan salah satu momentum bagi perusahaan / emiten untuk mendapatkan modal kerja dan modal ekspansi dengan cara meminjam uang ke bank atau menerbitkan obligasi. Bagi anda yang bekerja di divisi Corporate Finance atau Divisi Keuangan perusahaan, tentu selalu menjadi perdebatan tersendiri apakah pendanaan harus dicapai dengan meminjam uang dari bank atau meminjam uang dari publik melalui obligasi. Sebab sama2 pinjam uang, trus apa perbedaannya?

Bagi anda yang masih awam, secara mendasar, umumnya keunggulan dari meminjam uang ke bank adalah syarat peminjaman yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan anda memiliki suatu proyek berdurasi 2 tahun dengan perkiraan kebutuhan Rp 100 M di tahun pertama dan Rp 100 M di tahun kedua. Dengan bernegosiasi di Bank, kita bisa mendapatkan komitmen pinjaman sebesar Rp 200 M, dengan distribusi Rp 100 M di tahun pertama dan Rp 100 M di tahun kedua, tentu dengan perhitungan bunga sesuai dengan dana yang didistribusikan. Risiko yang ditanggung adalah perubahan suku bunga. Seandainya selama masa pembayaran suku bunga naik, maka bisa jadi bunga pinjaman dinaikkan dan sebaliknya.

Sementara  keunggulan obligasi adalah pada suku bunga yang tetap. Misalkan anda menerbitkan obligasi dengan kupon 10% dan jatuh tempo 5 tahun, selama 5 tahun tersebut apabila terjadi kenaikan atau penurunan bunga, besaran kupon yang harus anda bayarkan tetap. Hal ini akan memberikan kepastian, namun kelemahannya adalah jika proyek anda, memiliki kebutuhan seperti contoh di atas, anda tetap harus menerbitkan obligasi senilai Rp 200 M pada saat pertama kali dan membayar bunga berdasarkan total tersebut meskipun setengahnya baru anda pakai tahun depan.

Hal di atas menyebabkan masing-masing opsi memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri sehingga tetap banyak peminatnya. Namun, sejak akhir 2010, keunggulan dari obligasi bertambah seiring dengan terbitnya peraturan BAPEPAM-LK IX.A.15 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan. Dari peraturan tersebut, 2 tahun terakhir ini, dunia obligasi mulai diramaikan dengan varian baru yang dikenal dengan OBLIGASI BERKELANJUTAN. seperti apa obligasi ini?

Read more…

Mengenal Lebih Dalam Risk and Return Investasi (4) – Quantified Risk

March 31st, 2013 4 comments

Artikel ini merupakan lanjutan dari seri tulisan sebelumnya yang membahas tentang risiko dan return. Pada tulisan seri ketiga, pembahasan berfokus pada risiko Unquantified Risk. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang risiko yang bisa dihitung atau dinyatakan dalam angka atau notasi. Keunggulan dari risiko ini adalah dapat kita gunakan untuk membandingkan produk yang satu dengan produk lainnya.

Berbeda dengan Unquantified Risk yang sifatnya operasional dan sangat subjektif (interprestasi bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lain), quantified risk (Risiko yang bisa dihitung), karena sifatnya notasi atau angka, maka kemungkinan perbedaan interprestasi amat minim. Secara umum, ada 2 risiko yang diukur disini yaitu Risiko Gagal Bayar (Kredit) dan Risiko Fluktuasi Harga (Kerugian) Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Redenominasi dan Reksa Dana

March 25th, 2013 4 comments

Menurut Wikipedia, Redenominasi adalah Penyederhanaan Nilai Mata Uang menjadi Lebih Kecil tanpa mengubah Nilai Tukarnya. Proses tersebut dilakukan dengan mengurangi angka nol pada mata uang yang berlaku sekarang sehingga Rp 1.000 menjadi 1 dan Rp 10.000 menjadi 10 dan seterusnya. Informasi lebih lengkap mengenai alasan, latar belakang redenominasi bisa dibaca di sumber wikipedia ini.

Sudah banyak pro kontra mengenai urgensi mengenai kebijakan tersebut. Namun, pembahasan kali ini, saya akan lebih fokus kepada jika seandainya kebijakan “Potong Nol” ini dilakukan, apa kira2 efeknya terhadap investasi reksa dana di Indonesia.

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Mitos dan Fakta Seputar Aliran Dana Asing

March 18th, 2013 5 comments

Belakangan ini rasanya ada sesuatu yang lupa saya kerjakan. Setelah diingat-ingat saya baru sadar ternyata sudah lebih dari 2 minggu artikel di blog ini tidak saya perbaharui. Saya memang ada beberapa ide tulisan, tapi karena kesibukan akhirnya ide tersebut terlupakan dan ketika mau ditulis saya sudah lupa sama sekali.

Untuk mencegah hal tersebut terulang lagi, begitu mendapat ide, langsung saya tulis. Meskipun harus mengorbankan waktu tidur saya dan tanpa bayaran (he he). Tadinya saya mau menulis topik yang berkaitan dengan edukasi, namun melihat IHSG yang naik terus-terusan belakangan ini, akhirnya saya putuskan untuk berbagi informasi dan pendapat saya tentang kondisi pasar modal di Indonesia saat ini.

Tidak dibisa disangkal, kenaikan IHSG dalam 2.5 bulan terakhir ini bisa dibilang diluar dugaan banyak pihak. Rekor baru selalu dicetak dan meskipun turun keesokan harinya langsung naik lagi. Hal ini membuat banyak orang tidak sempat melakukan top up. Posisi terakhir sudah di sekitar 4800an. Tinggal beberapa % lagi, tentunya target 5000 yang merupakan konsensus sebagian besar analis dan Manajer Investasi akan segera tercapai.

Di 2 artikel sebelumnya saya juga ikut2an nimbrung, namun fokus saya lebih kepada potensi koreksi berdasarkan kondisi fundamental dan teknikal (dengan konsep probabilitas). Kali ini saya akan lebih berfokus pada aliran dana asing yang masuk ke bursa saham indonesia. Sebab, oleh banyak pihak, hal ini yang sekarang dijadikan Kambing Hitam utama dari kenaikan IHSG kali ini. Ada beberapa mitos dan fakta yang menurut saya harus diketahui oleh para investor sekalian agar tidak salah kaprah.

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Acara Talkshow: “Solusi Mengelola Keuangan dan Mengembangkan Aset” 23 Maret 2013 – Kota Wisata Cibubur

March 17th, 2013 No comments

Para pembaca yang terhormat, Panin Asset Management menjadi sponsor dalam acara talkshow yang diadakan di Kota Wisata Cibubur pada tanggal 23 Maret nanti. Bagi yang kebetulan tinggal di area tersebut atau ingin datang berdiskusi dengan saya silakan datang ke acara ini.

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Menebak Arah IHSG (Setelah Rally) Dengan Teori Probabilitas

March 1st, 2013 26 comments

Seiring dengan IHSG yang terus menerus mencetak rekor baru, hampir menjadi pertanyaan bagi setiap investor, Apakah IHSG sudah akan overvalued (kemahalan / terlalu tinggi) ? Kapan IHSG akan turun ? Seberapa dalam Penurunannya? Kebanyakan investor tersebut adalah investor yang saat ini punya dana standby, namun dari kemarin ragu2 untuk masuk sehingga ketinggalan. Tidak sedikit juga investor-investor yang dari kemarin masih belum merealisasikan keuntungannya, terus mencari waktu dan angka yang tepat untuk merealisasikan keuntungannya.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebetulnya ada banyak sekali analisa dan sudut pandang yang diberikan. Ada yang menggunakan analisa fundamental seperti penilaian terhadap rasio PE (Price Earning Ratio), ada yang menggunakan analisa teknikal yang menggunakan berbagai indikator klasik dan modern, ada pula yang menggunakan analisa berdasarkan aliran dana asing dan lokal yang masuk ke investasi saham kita. Semua analisa tersebut saya yakin canggih dan memiliki dasar yang kuat untuk dipertahankan, namun dalam kesempatan kali ini saya ingin mempraktekkan suatu ilmu yang baru-baru ini saya pelajari.

Analisa yang saya gunakan kali ini menggunakan Teori Probabilitas. Saya yakin teori ini sudah banyak sekali diajarkan di level perkuliahan sampai tingkat edukasi eksekutif, namun praktek di dunia investasi ini masih bisa dibilang sangat terbatas. Nah, berdasarkan teori ini, saya mencoba memprediksikan IHSG akan naik atau turun dalam beberapa bulan yang mendatang. Selamat membaca.

Read more…

Menanti Koreksi IHSG

February 21st, 2013 10 comments

Ketika bursa naik tinggi di awal tahun ini

  • Ada sekelompok investor yang bahagia karena bisa merealisasikan keuntungannya..
  • Ada juga sekelompok investor yang gigit jari, karena ternyata investasinya dijual terlalu cepat tahun lalu..
  • Yang paling parah, tentu yang sudah cut loss karena ketakutan dengan berbagai isu krisis yang menimpa ekonomi global dan belum berinvestasi sampai sekarang..

Meski memiliki karakteristik dan bahasa gaulnya “Hoki” yang berbeda, namun saya yakin ketiga kelompok investor tersebut menantikan hal yang sama yaitu Koreksi IHSG sebagai kesempatan untuk masuk lagi.

Apa itu Koreksi IHSG? Koreksi IHSG adalah bahasa keren dari orang pasar modal untuk menyamarkan kata penurunan atau anjlok. Ketika penurunan dalam persentase kecil, dibilang Healthy Correction (Koreksi Sehat), karena udah naik tinggi. Wajar kalau turun. Sementara jika penurunannya dalam, dibilangnya Koreksi Dalam. Dikatakan koreksi karena naiknya ketinggian sehingga harga pasar lebih tinggi daripada harga wajar, sehingga perlu turun cukup dalam agar harga pasar sama dengan harga wajar lagi. Nah, pertanyaannya, kapan koreksi ini akan terjadi? dan  Koreksi IHSG seperti apa yang menanti di 2013 ini?

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
%d bloggers like this: