Archive

Author Archive

Seminar Sukses Finansial Dengan Reksa Dana – Medan

May 3rd, 2013 9 comments

Bagi teman2 yang berlokasi di Medan, Panin Asset Management bekerja sama dengan Panin Sekuritas Medan menyelenggarakan Seminar Sukses Finansial Dengan Reksa Dana di Hotel Polonia.

Bagi yang tertarik dan belum mendaftar bisa langsung datang ke tempat atau menghubungi contact person dalam brosur di bawah ini. Mudah2an acara ini bisa menjadi diskusi yang menarik. Terima kasih.

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Saatnya Jual (Reksa Dana) Saham ?

May 1st, 2013 26 comments

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing tentang Saham atau Reksa Dana Saham. Seperti yang kita ketahui bersama, selain emas yang sangat hot sekarang ini (baik yang harganya naik turun ataupun yang penipunya sedang banyak ditangkap), saham juga sedang menjadi salah satu pusat perhatian. Sepengetahuan saya, pasar modal sendiri sangat jarang menjadi topik utama di harian Kompas, namun pagi ini saya agak terkejut karena pembahasan tentang IHSG masuk halaman pertama di bagian Bisnis dan Keuangan. Pada akhir artikel, disebutkan kemungkinan risiko menurunnya IHSG yang disebabkan  antara lain pembalikan dana asing, pelemahan Rupiah yang menyebabkan berkurangnya cadangan devisa dan defisit neraca pembayaran.

Selain alasan di atas, kita juga mendengar antara seperti Price Earning Ratio yang sudah dianggap mahal, kebijakan BBM yang Benar Benar Membingungkan, dan hal-hal lainnya yang bisa dibuktiikan dengan angka2. Saya yakin, banyak di antara bapak ibu sama ingin tahunya dengan saya, apakah sekarang saatnya untuk menjual saham / reksa dana saham? Saya akan mencoba membahasnya dari beberapa perspektif. Semoga saja sharing ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Read more…

Saatnya Beli Emas?

April 20th, 2013 50 comments

Salah satu kutipan bapak Warren Buffet yang sangat terkenal dan masih digunakan hingga sekarang adalah sebagai berikut:

“Be Fearful When Others Are Greedy

 

and Be Greedy When Others Are Fearful”

 

Melihat harga emas yang sudah turun dalam seperti sekarang ini, apakah tepat untuk menerapkan konsep di atas? Lebih sederhananya, apakah sekarang saatnya beli emas? Apakah Mr. Warren Buffet sendiri juga menerapkan konsep tersebut dalam emas?

Read more…

Mengenal Kelemahan Konsep Beta Dalam Investasi

April 17th, 2013 4 comments

Beta adalah konsep yang sangat umum dalam investasi. Bisa digunakan pada investasi saham begitu pula juga dengan investasi reksa dana. Kegunaannya juga banyak, mulai dari menilai seberapa berisiko suatu saham / reksa dana, mengevaluasi apakah reksa dana tersebut bagus atau tidak, sampai pada memprediksi berapa return yang akan dihasilkan oleh instrumen tersebut pada masa yang akan datang. Capital Asset Pricing Model (CAPM) adalah konsep yang menggunakan beta dalam perumusannya.

Tidak ada yang berbeda dari cara perhitungan beta saham dan beta reksa dana. Pembahasan mengenai beta juga pernah saya bahas dalam artikel terdahulu. Meski demikian, tidak ada teori yang sempurna, demikian pula dengan teori beta. Oleh karena itu, sebelum menggunakan menggunakan beta, sebaiknya kita memahami kelemahannya.

Read more…

Mengenal Obligasi Berkelanjutan

April 6th, 2013 26 comments

Suku bunga rendah, merupakan salah satu momentum bagi perusahaan / emiten untuk mendapatkan modal kerja dan modal ekspansi dengan cara meminjam uang ke bank atau menerbitkan obligasi. Bagi anda yang bekerja di divisi Corporate Finance atau Divisi Keuangan perusahaan, tentu selalu menjadi perdebatan tersendiri apakah pendanaan harus dicapai dengan meminjam uang dari bank atau meminjam uang dari publik melalui obligasi. Sebab sama2 pinjam uang, trus apa perbedaannya?

Bagi anda yang masih awam, secara mendasar, umumnya keunggulan dari meminjam uang ke bank adalah syarat peminjaman yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan anda memiliki suatu proyek berdurasi 2 tahun dengan perkiraan kebutuhan Rp 100 M di tahun pertama dan Rp 100 M di tahun kedua. Dengan bernegosiasi di Bank, kita bisa mendapatkan komitmen pinjaman sebesar Rp 200 M, dengan distribusi Rp 100 M di tahun pertama dan Rp 100 M di tahun kedua, tentu dengan perhitungan bunga sesuai dengan dana yang didistribusikan. Risiko yang ditanggung adalah perubahan suku bunga. Seandainya selama masa pembayaran suku bunga naik, maka bisa jadi bunga pinjaman dinaikkan dan sebaliknya.

Sementara  keunggulan obligasi adalah pada suku bunga yang tetap. Misalkan anda menerbitkan obligasi dengan kupon 10% dan jatuh tempo 5 tahun, selama 5 tahun tersebut apabila terjadi kenaikan atau penurunan bunga, besaran kupon yang harus anda bayarkan tetap. Hal ini akan memberikan kepastian, namun kelemahannya adalah jika proyek anda, memiliki kebutuhan seperti contoh di atas, anda tetap harus menerbitkan obligasi senilai Rp 200 M pada saat pertama kali dan membayar bunga berdasarkan total tersebut meskipun setengahnya baru anda pakai tahun depan.

Hal di atas menyebabkan masing-masing opsi memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri sehingga tetap banyak peminatnya. Namun, sejak akhir 2010, keunggulan dari obligasi bertambah seiring dengan terbitnya peraturan BAPEPAM-LK IX.A.15 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan. Dari peraturan tersebut, 2 tahun terakhir ini, dunia obligasi mulai diramaikan dengan varian baru yang dikenal dengan OBLIGASI BERKELANJUTAN. seperti apa obligasi ini?

Read more…

Mengenal Lebih Dalam Risk and Return Investasi (4) – Quantified Risk

March 31st, 2013 4 comments

Artikel ini merupakan lanjutan dari seri tulisan sebelumnya yang membahas tentang risiko dan return. Pada tulisan seri ketiga, pembahasan berfokus pada risiko Unquantified Risk. Dalam kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang risiko yang bisa dihitung atau dinyatakan dalam angka atau notasi. Keunggulan dari risiko ini adalah dapat kita gunakan untuk membandingkan produk yang satu dengan produk lainnya.

Berbeda dengan Unquantified Risk yang sifatnya operasional dan sangat subjektif (interprestasi bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lain), quantified risk (Risiko yang bisa dihitung), karena sifatnya notasi atau angka, maka kemungkinan perbedaan interprestasi amat minim. Secara umum, ada 2 risiko yang diukur disini yaitu Risiko Gagal Bayar (Kredit) dan Risiko Fluktuasi Harga (Kerugian) Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Redenominasi dan Reksa Dana

March 25th, 2013 4 comments

Menurut Wikipedia, Redenominasi adalah Penyederhanaan Nilai Mata Uang menjadi Lebih Kecil tanpa mengubah Nilai Tukarnya. Proses tersebut dilakukan dengan mengurangi angka nol pada mata uang yang berlaku sekarang sehingga Rp 1.000 menjadi 1 dan Rp 10.000 menjadi 10 dan seterusnya. Informasi lebih lengkap mengenai alasan, latar belakang redenominasi bisa dibaca di sumber wikipedia ini.

Sudah banyak pro kontra mengenai urgensi mengenai kebijakan tersebut. Namun, pembahasan kali ini, saya akan lebih fokus kepada jika seandainya kebijakan “Potong Nol” ini dilakukan, apa kira2 efeknya terhadap investasi reksa dana di Indonesia.

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Mitos dan Fakta Seputar Aliran Dana Asing

March 18th, 2013 5 comments

Belakangan ini rasanya ada sesuatu yang lupa saya kerjakan. Setelah diingat-ingat saya baru sadar ternyata sudah lebih dari 2 minggu artikel di blog ini tidak saya perbaharui. Saya memang ada beberapa ide tulisan, tapi karena kesibukan akhirnya ide tersebut terlupakan dan ketika mau ditulis saya sudah lupa sama sekali.

Untuk mencegah hal tersebut terulang lagi, begitu mendapat ide, langsung saya tulis. Meskipun harus mengorbankan waktu tidur saya dan tanpa bayaran (he he). Tadinya saya mau menulis topik yang berkaitan dengan edukasi, namun melihat IHSG yang naik terus-terusan belakangan ini, akhirnya saya putuskan untuk berbagi informasi dan pendapat saya tentang kondisi pasar modal di Indonesia saat ini.

Tidak dibisa disangkal, kenaikan IHSG dalam 2.5 bulan terakhir ini bisa dibilang diluar dugaan banyak pihak. Rekor baru selalu dicetak dan meskipun turun keesokan harinya langsung naik lagi. Hal ini membuat banyak orang tidak sempat melakukan top up. Posisi terakhir sudah di sekitar 4800an. Tinggal beberapa % lagi, tentunya target 5000 yang merupakan konsensus sebagian besar analis dan Manajer Investasi akan segera tercapai.

Di 2 artikel sebelumnya saya juga ikut2an nimbrung, namun fokus saya lebih kepada potensi koreksi berdasarkan kondisi fundamental dan teknikal (dengan konsep probabilitas). Kali ini saya akan lebih berfokus pada aliran dana asing yang masuk ke bursa saham indonesia. Sebab, oleh banyak pihak, hal ini yang sekarang dijadikan Kambing Hitam utama dari kenaikan IHSG kali ini. Ada beberapa mitos dan fakta yang menurut saya harus diketahui oleh para investor sekalian agar tidak salah kaprah.

Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
%d bloggers like this: