Archive

Author Archive

Refleksi 6 Bulan Industri Reksa Dana 2015

July 3rd, 2015 No comments

Tidak terasa, 6 bulan pertama dari 2015 sudah kita lewati. Jika ada evaluasi terhadap kinerja pemerintahan dan perusahaan terkait pencapaian dan realisasinya, tentu kita juga bisa melakukan evaluasi terhadap industri reksa dana juga.

Memang harus diakui bahwa kinerja reksa dana, terutama reksa dana saham dan campuran yang berbasis saham tidak begitu menggembirakan. Bukan hanya tidak mencapai target return, kedua reksa dana tersebut bahkan merugi. Apabila anda menjadi investor pada periode tersebut tentu merasakannya.

Nah, Bagaimana gambaran perkembangan industri reksa dana secara komprehensif selama semester I 2015 ini ?

Evaluasi Kinerja Reksa Dana

Read more…

Informasi Seminar : The Power of Now In Investing – Medan

June 25th, 2015 No comments

Seminar Medan Agustus

Buat teman2 yang berlokasi di Medan, ada informasi seminar yang bagus tentang Investasi

“The Power of Now in Investing”

Sabtu, 8 Agustus 2015 jam 13.30 – 17.00 WIB

Balai Rasa Sayang 1, Hotel Polonia Medan

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Strategi Investasi Reksa Dana : Asset Allocation

June 21st, 2015 3 comments

Pie Chart

Dalam investasi dikenal strategi yang disebut dengan Asset Allocation, atau secara sederhana membagi investasi ke beberapa jenis investasi agar memperoleh portofolio investasi yang sesuai dengan profil risikonya. Sebagai contoh, investor dengan profil risiko yang agresif akan memiliki alokasi yang lebih besar pada saham atau reksa dana saham, sebaliknya investor yang memiliki profil risiko konservatif akan mengalokasikan uangnya lebih banyak pada obligasi atau reksa dana pendapatan tetap.

Terus terang, menurut saya strategi di atas bukanlah strategi investasi yang relevan untuk semua orang. Argumennya, dalam investasi setiap orang memiliki tujuan. Katakanlah tujuannya untuk pensiun dan waktunya masih sangat lama lagi, apakah perlu kita menyisihkan sekian puluh persen dari dana kelolaan ke instrumen yang konservatif seperti deposito dan reksa dana pendapatan tetap? Sebaliknya ketika tujuan keuangannya sudah sangat dekat waktu dana dibutuhkan yaitu tahun depan, apakah karena agresif kita harus menempatkan dana di reksa dana saham?

Menurut saya tidak, sebaiknya memang investasi reksa dana disesuaikan dengan tujuan keuangan. Reksa dana jangka pendek untuk tujuan jangka pendek, reksa dana jangka panjang untuk tujuan jangka panjang. Bagaimana dengan risiko? Semakin lama periode investasi, maka risiko fluktuasi pada reksa dana saham akan semakin dapat diminimalkan. Tidak menjamin pasti untung memang, tapi kemungkinan untuk mengalami kerugian semakin kecil. Jadi, cara untuk mengurangi risiko adalah dengan berinvestasi jangka panjang.

Konsep dan strategi ini cocok jika anda masih berada dalam tahapan Wealth Accumulation. Dalam bahasa perencanaan keuangan, tahapan ini adalah untuk orang-orang yang masih dalam tahap awal karir / usaha sehingga belum memiliki penghasilan yang mapan. Pada tahap ini, investasi dilakukan dengan berusaha menyisihkan sebagian dari penghasilannya setiap bulan. Ada juga yang dilakukan dengan cara mengurangi gaya hidup konsumtif.

Apakah strategi asset allocation tersebut memang tidak aplikatif ? Tentu tidak, strategi ini tetap bisa diterapkan bahkan jika anda membaca buku-buku berkaitan dengan investasi di luar negeri ataupun menggunakan aplikasi finansialnya, semuanya adalah tentang bagaimana mengalokasikan investasi dengan baik. Dengan catatan, bahwa cara ini baru cocok untuk anda berada dalam tahapan Wealth Preservation.

Dalam bahasa perencanaan keuangan, Wealth Preservation adalah tahapan bagaimana investor mempertahankan dan mengembangkan nilai aset yang dimilikinya. Tujuan keuangan seperti liburan ke luar negeri, pendidikan anak, dan bahkan pensiun mungkin sudah bukan menjadi persoalan bagi orang-orang yang berada dalam tahapan ini karena sudah memiliki sejumlah aset atau pendapatan yang nilainya signifikan. Sebagian dari anda mengenalnya dengan istilah High Net Worth Individual (HNWI).

Pertanyaannya, bagaimana cara melakukan investasi reksa dana dengan strategi Asset Allocation ? Read more…

My Experience With Unit Link 2

June 4th, 2015 17 comments

Memahami Lebih Dalam Tentang Unit Link

Sebelum membaca lebih lanjut tentang artikel ini, saya mau mempertegas disclaimer yang biasanya dipasang pada bagian akhir artikel. Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau tidak membeli produk tertentu. Jadi ketika saya menggunakan contoh produk nyata sebagai materi pembahasan, bukan berarti saya merekomendasikan untuk membeli produk tersebut ataupun untuk tidak membelinya. Semua contoh yang saya lampirkan adalah fakta untuk mendukung tulisan.

Untuk memulai artikel ini saya ingin memulainya dengan contoh nyata dengan sebuah unit link yang keluarga saya miliki. Tulisan ini juga merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul My Experience With Unit Link.

Ilustrasi Asuransi

Pada bulan Maret 2013 saya mengambil unit link untuk istri saya dengan keterangan sebagai berikut :

  • Pembayaran premi sekaligus Rp 6 juta per tahun
  • Manfaat yang diperoleh:
    • Asuransi Jiwa Rp 148 juta
    • Asuransi Penyakit Kritis Rp 400 juta
    • Asuransi Kecelakaan Rp 35 juta
    • Pru Waiver Rp 6 juta hingga usia 65*
  • Tanggal pembayaran saya agak lupa, tapi mungkin sekitar tanggal 15 an. IHSG waktu itu di 4819

Kemudian karena suatu hal, saya mengubah uang pertanggungan. Alasan lengkapnya bisa dibaca di buku kedua saya dengan data yang lebih update daripada blog di Fit Focus Finish.

Setelah perubahan, asuransi saya menjadi sebagai berikut :

  • Pembayaran premi sekaligus Rp 4.2 juta per tahun
  • Manfaat yang diperoleh:
    • Asuransi Jiwa Rp 102 juta
    • Asuransi Penyakit Kritis Rp 280 juta
    • Asuransi Kecelakaan Rp 36 juta
    • Pru Waiver Rp 4.2 juta hingga usia 65*
  • Tanggal pembayaran sudah berjalan 2 kali yaitu 21 Maret 2014 dan 11 Maret 2015. IHSG pada waktu itu masing-masing 4700 dan 5419
  • Total pembayaran yang sudah saya lakukan selama 3 tahun adalah Rp 14.4 juta ( 6 juta + 4,2 juta +4,2 juta)

*Yang dimaksud dengan Pru Waiver adalah jika terdeteksi mengalami penyakit kritis, maka pembayaran premi dibebaskan hingga usia 65 tahun. Asuransi ini mirip seperti KPR. Misalkan anda mengambil KPR dengan pembayaran cicilan hingga usia 65 tahun, jika meninggal di tengah jalan, maka cicilannya dianggap lunas. Jadi manfaat asuransinya semakin menurun sesuai dengan jangka waktu.

Orang yang meninggal di usia 42 akan mendapat uang pertanggungan yang lebih besar dibandingkan uang pertanggungan orang yang meninggal di usia 62 tahun. Meskipun demikian, manfaat itu tidak diterima uang tunainya karena hanya berupa cicilan rumah yang tidak perlu dibayar lagi alias lunas jika yang berutang meninggal dunia.

Konsep Pru Waiver ini juga sama, anda “seharusnya” membayar asuransi hingga usia tertentu jika ingin terus menikmati manfaat asuransinya. Namun jika terdeteksi, maka nilai Rp 4.2 juta atau Rp 6 juta sesuai premi akan dibayarkan ke Unit Link anda sampai usia 65.

Manfaat waiver juga tidak berupa uang tunai yang dinikmati langsung, akan tetapi dibayarkan ke dalam asuransi anda. Ketika sudah masuk ke asuransi, berarti ketika ditarik tentu akan dipotong biaya dan kewajiban (jika ada)

Nah, yang menarik disini. Pada tanggal 15 Mei 2015 (IHSG di angka 5227) saya bertanya kepada petugas customer service berapa Nilai Tunai yang saya miliki. Pertanyaan ini saya lakukan via phone, tapi karena kurang jelas saya meminta informasi tersebut dikirimkan secara tertulis.

Yang dimaksud dengan nilai tunai adalah porsi uang kita yang diinvestasikan. Atau buat anda yang awam, pada saat ditawarkan produk asuransi pastinya ditunjukkan bahwa di usia sekian nanti uang anda akan ada sekian ratus juta, milliar atau puluhan milliar. Uang tersebut, oleh tenaga pemasar biasanya dijelaskan bahwa bisa digunakan untuk pensiun dan lain-lain. Uang inilah yang dimaksud dengan nilai tunai.

Silakan tebak, berapa kira-kira nilai tunai pada polis asuransi tersebut? Mohon diingat bahwa total premi yang saya bayarkan adalah Rp 14,4 juta selama 3 tahun dan tidak ada klaim apapun. Untuk mempermudah, saya berikan pilihan sebagai berikut :

  1. Rp 3 juta – Rp 5 juta
  2. Rp 5 juta – Rp 6 juta
  3. Rp 6 juta – Rp 14,4 juta
  4. > Rp 14,4 juta
  5. < Rp 3 juta

Sebagai data pendukung, berikut saya lampirkan juga data sebagai berikut :

Informasi Biaya Akuisisi dan Porsi Investasi

Screen Shot 2015-06-01 at 6.07.31 PM

Informasi Biaya Administrasi

Screen Shot 2015-06-01 at 6.12.04 PM

Sudah menebak?? Kalau mau melihat jawabannya silakan membaca lebih lanjut. Read more…

Saatnya Uang Bekerja Untuk Anda – Universitas Gajahmada Yogyakarta

May 22nd, 2015 1 comment

Teman-teman, berikut mau menginformasikan akan ada kegiatan seminar di Yogyakarta dengan info sebagai berikut :

  • Tempat : Perpustakaan UGM Yogyakarta
  • Waktu : Sabtu, 30 Mei 2015
  • Pukul : 09.00 – 12.00 WIB

Untuk lebih lengkapnya silakan mengikuti tata cara pendaftaran di atas.

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:

Trivia : Negara Mana Dengan Hasil Investasi Saham Paling Merugikan 15 Tahun Terakhir?

May 18th, 2015 No comments

 

Screen Shot 2015-05-15 at 1.03.51 AM

Pasar saham tidak selamanya positif dalam jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir ini kita juga sudah melihat sendiri bahwa yang namanya negara bisa bangkrut atau terlibat dalam peperangan. Dalam kondisi tersebut, tentu saja perekonomian negara, perusahaan milik negara dan swasta yang ada di negara tersebut juga akan ikut terganggu. Dalam hal ini tidak ada jaminan kondisi perusahaan akan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Demikian pula dengan harga sahamnya.

Nah, dari negara-negara di bawah ini, manakah negara yang kira-kira kinerja sahamnya paling buruk dalam kurun waktu 15 tahun terakhir (1999 – 2014) ?

Apakah negara yang masuk dalam kategori PIIGS yang memiliki hutang berlebihan :

  • Portugal yang diwakili oleh PSI20 (data diambil dari Bursa Efek Portugal)
  • Irlandia yang diwakili oleh Ireland Stock Composite (Kode ^ISEQ)
  • Italia yang diwakili oleh FTSE MIB 40 Index (Kode FTSBMIB.MI)
  • Greece (Yunani) yang diwakili oleh Athena Composite Share Price Index (kode GD.AT)
  • Spain (Spanyol) yang diwakili oleh IBEX 35 (Kode ^IBEX)

Ataukah negara yang selama beberapa tahun ini terlibat dalam peperangan, konflik, dan kudeta pemerintahan seperti:

  • Ukrainia yang diwakili oleh Index PFTS (data diambil dari Bursa Efek Ukrainia)
  • Thailand yang diwakili oleh Thailand SET Index (data diambil dari Bursa Efek Thailand)
  • Mesir yang diwakili oleh EGX30 (data diambil dari Bursa Efek Mesir)

Silakan cocokkan jawaban anda dengan hasil di bawah ini

Read more…

Categories: Trivia Tags: