Archive

Author Archive

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2018

January 14th, 2018 No comments

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2018

Penyelenggaraan Pilkada secara serentak di 171 daerah dan persiapan untuk PEMILU dan Pilpres tahun depan menjadikan tahun 2018 dikenal sebagai “ tahun politik”.

Bagaimana persiapan untuk menjadi investor reksa dana pada tahun 2018 ini?

Sebenarnya, selain tahun politik ada cukup banyak event berskala besar yang juga akan diselenggarakan pada tahun 2018.

Secara urutan, jadwal kampanye Pilkada akan dilakukan dari bulan Februari hingga Juni dengan pemungutan suara pada tanggal 27 Juni 2018. Piala Dunia 2018 di Rusia akan diselenggarakan pada 14 Juni hingga 15 Juli kemudian disambung dengan pergelaran Asian Games yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus – September di Jakarta dan Palembang.

Ada juga pergantian pimpinan Bank Sentral AS pada bulan Februari tahun ini beserta kebijakannya akan menjadi perhatian para pemangku kepentingan di seluruh dunia tahun ini.

Jika mengacu ke data historis, selama tahun politik yang mengacu ke tahun diselenggarakannya PEMILU dan Pilpres, kinerja investasi pada tahun tersebut sebenarnya cukup baik.

Sebagai contoh berturut-turut kinerja IHSG pada tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014 adalah sebagai berikut 70,06 persen, 44,56 persen, 86,98 persen, dan 22,29 persen. Read more…

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:

Ingin Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap? Ini yang Harus Dipahami

November 28th, 2017 No comments

Selama 2016 dan 2017, jenis reksa dana pendapatan tetap menunjukkan kinerja yang sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan reksa dana saham. Meski demikian, investor tetap perlu memahami risiko dan cara kerja reksa dana ini.

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang kebijakan investasinya minimal 80 persen ditempatkan ke obligasi. Obligasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan saham sehingga diperlukan analisa yang berbeda pula.

Berikut hal-hal yang harus investor pahami sebelum berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap: Read more…

Apa Dampak Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Kinerja Reksa Dana?

October 25th, 2017 2 comments

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar beberapa waktu belakangan ke level 13.500an menjadi perhatian karena sejak awal tahun selalu bertahan di 13.100 – 13.300.

Apa kira-kira penyebab fluktuasi nilai tukar ini dan seberapa jauh dampaknya terhadap kinerja reksa dana?

Menguat dan melemahnya nilai tukar mengikuti prinsip permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan terhadap rupiah, maka nilai tukar akan menguat. Sebaliknya, apabila semakin banyak permintaan terhadap dollar AS, maka nilai tukar rupiah akan melemah.

Pemicu dari permintaan penawaran ini amat beragam mulai kebutuhan untuk membayar dividen dan bunga hutang luar negeri, ekspor impor barang dan jasa, transfer devisa, kegiatan investasi dari investor asing ke sektor riil dan instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi, kebijakan suku bunga di Indonesia dan Amerika Serikat, keyakinan terhadap kondisi perekonomian hingga intervensi dari bank sentral negara setempat.

Umumnya, penyebab dari fluktuasi nilai tukar merupakan kombinasi dari faktor-faktor di atas, namun terkadang ada pula satu isu tertentu yang perannya lebih dominan. Read more…

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:

Penurunan BI Rate, Apa Artinya untuk Investasi Reksa Dana?

September 26th, 2017 1 comment

Cutting interest rates

Efektif per tanggal 25 September 2017, suku bunga acuan Bank Indonesia atau dikenal juga dengan BI Reverse Repo Rate diturunkan dari 4,5 persen menjadi 4,25 persen. Apakah penurunan tersebut memiliki dampak terhadap investasi reksa dana?

Disebut suku bunga acuan, karena informasi tersebut dijadikan oleh perbankan di Indonesia dalam menentukan tingkat suku bunga, mulai dari bunga simpanan seperti tabungan, giro, deposito hingga pinjaman seperti kredit modal kerja, kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan, hingga kredit tanpa agunan (KTA).

Bagaimana efeknya terhadap reksa dana? Jenis reksa dana apa saja yang terdampak dan apakah positif atau negatif. Secara umum, jenis reksa dana terkena dampak langsung terhadap perubahan suku bunga acuan adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Saham vs Reksa Dana Saham

September 20th, 2017 4 comments

Businessman trader working in the office.

Reksa dana saham adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimum 80 persen ditempatkan pada efek saham.

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan. Dalam konteks pasar modal, saham perusahaan yang telah go public dapat diperjualbelikan. Investor bisa membeli langsung saham perusahaan yang go public ataupun tidak langsung melalui reksa dana saham yang dikelola manajer investasi.

Baik saham maupun reksa dana saham, dikenal sebagai instrumen investasi yang high risk high return. Untuk itu investor perlu memahami perbedaan antara kedua instrumen ini sebelum melakukan kegiatan berinvestasi. Read more…

Ini Beda Investasi Langsung pada Obligasi Vs Reksa Dana Pendapatan Tetap

September 5th, 2017 No comments

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksa dana yang kebijakan investasinya minimal 80 persen pada surat berharga dalam bentuk hutang atau obligasi.

Obligasi adalah surat pernyataan hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi yang berisi janji untuk membayar kembali pokok dan atau bunga pada tanggal jatuh tempo.

Salah satu produk pasar obligasi yang dikenal umum adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan Sukuk Ritel (Obligasi ritel berbasis syariah) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Selain pemerintah, obligasi juga banyak diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan swasta. Perbedaan utama antara obligasi yang diterbitkan swasta dengan pemerintah adalah pada risiko gagal bayarnya.

Obligasi pemerintah hampir pasti tidak akan gagal bayar sementara obligasi swasta memiliki potensi gagal bayar. Kemampuan penerbit obligasi dalam melakukan pembayaran hutang dinilai dalam bentuk rating yang dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat.

Fitur lain dari obligasi adalah adanya kupon atau bunga yang dibayarkan setiap periodenya. Umumnya obligasi pemerintah membagikan kupon setiap 6 bulan dan khusus untuk ORI dan Sukuk Ritel setiap bulan, sementara obligasi swasta membagikan kupon setiap 3 bulan.

Dalam rangka pemenuhan terhadap prinsip syariah, terdapat juga obligasi syariah yang dikenal dengan istilah Sukuk.

Ada 2 jenis sukuk, yaitu Sukuk Ijarah dengan sistem sewa yang memiliki imbal hasil tetap, dan Sukuk Mudharabah dengan sistem bagi hasil yang imbal hasilnya tidak tetap. Fitur ini mirip dengan sistem Kupon Tetap dan Kupon Variabel pada obligasi konvensional.

Obligasi biasanya dijual kepada umum di pasar perdana melalui penawaran umum (Initial Public Offering – IPO) kepada masyarakat luas. Meski demikian, investor juga dapat memperolehnya di pasar sekunder dengan membeli obligasi yang dimiliki oleh investor lainnya.

Sebagai investor, tentu kita bisa berinvestasi langsung pada obligasi ataupun secara tidak langsung melalui reksa dana pendapatan tetap. Berikut ini adalah perbedaan dari kedua cara tersebut : Read more…

Ini Beda Investasi Langsung di Deposito vs Reksa Dana Pasar Uang

August 25th, 2017 No comments

Sumber : Kompas Online

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang kebijakan investasinya 100 persen pada surat berharga yang jatuh temponya di bawah 1 tahun termasuk deposito.

Sebagai investor, kita juga bisa membuka rekening deposito sendiri. Apa perbedaan antara investasi langsung pada deposito dengan reksa dana pasar uang?

Dari semua jenis yang ada, reksa dana pasar uang adalah jenis yang paling konservatif baik untuk tingkat risiko maupun potensi keuntungan yang dihasilkan. Reksa dana pasar uang cocok untuk investor perorangan maupun institusi.

Manfaat daripada reksa dana pasar uang hampir sama dengan deposito kecuali memiliki beberapa perbedaan sebagai berikut Read more…

Categories: Belajar Investasi Tags:

Panduan Mencari Data dan Menghitung Valuasi Saham

August 21st, 2017 5 comments

Value - Price / Blackboard (Click for more)

Mencari data fundamental untuk keperluan valuasi saham tidak sesulit mencari data harga saham. Hal ini karena data laporan keuangan perusahaan dipublikasikan dan bisa diakses melalui berbagai situs baik yang gratis ataupun berbayar. Yang sulit adalah mengolah data fundamental tersebut untuk keperluan valuasi.

Jika dalam mencari data saham, keahlian yang diperlukan adalah melakukan kompilasi dan pengolahan data pada Microsoft Excel, maka dalam melakukan valuasi saham dibutuhkan keahlian membaca dan memahami laporan keuangan.

Agar komprehensif, data harga saham selanjutnya juga disandingkan dengan data fundamental perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai suatu perusahaan.

Dalam melakukan valuasi terhadap harga saham, terdapat banyak metode seperti Price to Earning Ratio (PER) dan Net Present Value untuk perusahaan dana umumnya, Price to Book Value (PBV) yang digunakan untuk saham keuangan, Price to Sales Ratio untuk perusahaan baru, dan NAV untuk perusahaan properti

Dari semua metode di atas, menurut saya, yang paling praktis dan bisa digunakan untuk perbandingan antar saham adalah Price Earning Ratio. Metode seperti PBV pada prakteknya banyak digunakan untuk saham perbankan, namun banyak juga yang menggunakan PER untuk kelompok saham tersebut.

Metode PSR lebih jarang dipergunakan dan kalaupun ada, biasanya digunakan pada perusahaan start up yang IPO. Di Indonesia, contoh tersebut masih sangat jarang dan mungkin belum ada. Metode NPV memang banyak diajarkan dalam literatur investasi dan keuangan, namun memerlukan keahlian membaca laporan keuangan tingkat mahir dan kemampuan melakukan forecasting data. Demikian pula dengan NAV.

Rumus dari Price Earning Ratio adalah harga saham per lembar (Price) dibagi dengan tingkat keuntungan per lembar (Earning Per Share). Jadi cukup hanya 2 komponen yang perlu dicari yaitu Harga dan Earning Per Share.

Karena harga saham berubah setiap hari demikian juga dengan rasio PER, maka diperlukan juga upaya untuk mendapatkan nilai PER secara historis untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

Untuk itu, langkah-langkah dalam melakukan valuasi saham dapat dilakukan sebagai berikut

  1. Mencari historis harga saham
  2. Mencari historis data EPS perusahaan
  3. Evaluasi PER saat ini dan PER historis

Read more…

%d bloggers like this: