Home > Belajar Reksa Dana > Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap

Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap

Dalam kondisi suku bunga turun, salah satu instrumen investasi yang menjadi perhatian adalah obligasi atau reksa dana pendapatan tetap. Sebab secara teori, ketika Suku Bunga Turun maka harga Obligasi akan naik dan sebaliknya.

Reksa dana pendapatan tetap merupakan reksa dana yang berinvestasi pada instrumen obligasi. Oleh karena itu, ketika harga obligasi naik, maka harga reksa dana pendapatan tetap juga akan ikut naik.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah kira-kira berapa persen kenaikannya? Sebab berbeda dengan reksa dana saham yang ada patokan IHSGnya, patokan reksa dana pendapatan tetap adalah suku bunga. Misalkan saat ini IHSG adalah 6000 dan diperkirakan bisa naik ke 6600, maka investor bisa membuat perkiraan reksa dana saham akan sekitar 10% mengikuti kenaikan IHSG.

Sementara bagaimana jika suku bunga turun dari 6% menjadi 5.5%. Bagaimana efek dari penurunan 0.50% tersebut terhadap harga obligasi dan reksa dana pendapatan tetap?

Secara teori, untuk meramalkan pergerakan harga obligasi berdasarkan suku bunga bisa menggunakan teori Modified Duration (MDuration). Namun pada prakteknya obligasi dan reksa dana yang berinvestasi pada obligasi secara prinsip sangat berbeda.

Yang paling mendasar adalah obligasi ada jatuh tempo, sementara reksa dana tidak. Jadi rumus yang berlaku di pengukuran pada instrumen yang ada jatuh temponya tentu tidak 100% sesuai jika diterapkan di instrumen yang tidak ada jatuh temponya.

Untuk itu, dalam prediksi return reksa dana pendapatan tetap yang dipergunakan adalah teori Regresi Linear. Seperti apa rumusnya, bagaimana hasil dan prakteknya menggunakan studi kasus reksa dana pendapatan tetap riil yaitu Panin Dana Utama Plus 2 dan Panin Dana Pendapatan Berkala? Untuk selengkapnya silakan baca Prediksi Return Reksa Dana Pendapatan Tetap

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. No comments yet.


%d bloggers like this: