Home > Belajar Reksa Dana > Strategi Investasi : Market Timing dan Diversifikasi

Strategi Investasi : Market Timing dan Diversifikasi

Dalam berinvestasi pasti akan ada risiko, namun kamu tidak perlu khawatir karena dapat kita antisipasi dengan 2 strategi yaitu Market Timing dan Diversifikasi
Bagaimana caranya dan seperti apa instrumen yang cocok
Untuk informasi lebih lanjut, mari kita simak video ini.
Jangan lupa untuk like, comment dan subscribe.
Terima kasih

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

Sumber Video : Channel Youtube Panin Asset Management

Sumber Data : Infovesta.com

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. Stevie Adryanto
    March 13th, 2019 at 11:48 | #1

    Inspiring info cuman sayang video tidak bisa di-perbesar dan sekedar saran sebaiknya video semacam ini di-teruskan untuk menggantikan tulisan-2 yg selama ini di-posting.

  2. Rudiyanto
    March 13th, 2019 at 11:51 | #2

    @Stevie Adryanto
    Siang Pak Stevie,

    Terima kasih atas sarannya. Memang keterbatasan blog Kontan ini di fitur video. Sebagai solusinya saya sudah buat blog baru yang lebih multimedia friendly. Bisa di akses di https://rudiyanto.blog/2019/03/13/strategi-investasi-market-timing-dan-diversifikasi/

    Bisa juga langsung ke channel Youtube Panin AM untuk dilihat langsung https://www.youtube.com/channel/UChSQqccw5vY-TU8jQF_wXYA/featured

    Semoga bermanfaat

  3. March 18th, 2019 at 20:52 | #3

    konten bagus nih. cuman sayang bener kata commnet di atas videonya ga bisa di fullscreen jadi gambarnya tidak jelas.

  4. Huda kumala
    March 20th, 2019 at 14:39 | #4

    Maaf pak, Sya ingin bertanya pak. perbandingan saham Reksadana konvesional dan reksadana saham syariah..l menurut bapak apakah judul skripsi ini cocok untuk di teliti oleh jurusan akuntansi?? Mohon pencerahannya

  5. Rudiyanto
  6. Danny W
    May 7th, 2019 at 14:47 | #6

    Halo Bpk Rudy, sebelumnya terima kasih sudah banyak berbagi tentang dunia keuangan khusunya saham bagi pemula sepeerti saya. Saya Danny, masih terbilang baru dalam dunia saham. Ingin bertanya sesuatu hal. Selama ini kita beli saham kemudian harganya naik atau turun itu kan ‘keuntungan/kerugian yg tdk terealisasi’. Jika kita mlkukan instruksi jual maka itu ‘keuntungan/kerugian terealisasi’. Pertanyaannya adalah apakah ketika saham kita terjadi kerugian tdk terealisasi hingga -100%, apakah akan terjadi otomatis penjualan oleh sistem sekuritas? Dengan kata lain otomatis terjadi kerugian terealisasi (saham hangus)? Apakah naik turunnya harga meskipun -100% tdk berpengaruh sampai kapanpun selama kita pemegang saham tidak menjualnya? Apakah membeli saham sama seperti membeli buah2an yang meskipun harganya anjlok buahnya tetap kita pegang? Atau bagaimana? Krna selama ini sya main forex/opsi binari, klo sdh -100% investasi otomatis hangus oleh broker. Terima kasih

  7. Rudiyanto
    May 13th, 2019 at 10:06 | #7

    @Danny W
    Pagi Pak Danny,

    Investasi di saham dan reksa dana itu berbeda dengan investasi di Forex. Sebab di reksa dana dan saham anda pegang unit penyertaan atau lembar sahamnya.

    Sementara di Forex, anda berinvestasi dengan pinjaman yang sifatnya sudah default. Namanya ada pinjaman berarti ada bunga berjalan dan ketika nilai jaminan anda sudah habis maka harus ditutup posisinya.

    Investasi di saham juga bisa demikian apabila anda menggunakan fasilitas pinjaman atau dikenal dengan istilah margin. Namun itu sifatnya opsional. Jika tidak benar2 ahli dan yakin, maka sebaiknya investasi dengan cara tradisional saja.

    Ketika anda beli saham / reksa dana, walaupun harga turun dalam, investor bisa memilih untuk tidak melakukan realisasi.

    Semoga bermanfaat

  8. July 18th, 2019 at 12:00 | #8

    pagi pak Rudiyanto,
    untuk market timing datanya bisa didapat di web mana yah pak? soalnya di portal reksa dana saya tidak mendapatkannya.

    mohon infonya pak, terima kasih

  9. Rudiyanto
    July 18th, 2019 at 12:03 | #9

    @christine yumeka natalie
    Selamat siang Ibu Christine,

    Maksudnya spesifik data apa ?


%d bloggers like this: