Home > Belajar Investasi, Strategi Investasi > Boom and Bust Saham IPO 2018

Boom and Bust Saham IPO 2018

Beberapa waktu yang lalu, salah satu headline pada berita Kontan tentang saham IPO di tahun 2018 menarik perhatian saya. Disebutkan sampai dengan bulan November 2018 sudah terdapat 51 perusahaan yang melakukan IPO dan mayoritas mengalami kenaikan harga yang signifikan pada hari pertamanya

Kenaikan tersebut berkisar antara 50 – 70% yang menyebabkan saham tersebut kena auto reject batas atas dan beberapa di antaranya bahkan terkena suspensi karena pergerakan harga yang tidak wajar (Unusual Market Activity – UMA)

Berikut ini adalah kutipan dari Harian Kontan

Sumber :  E-Paper Harian Kontan 26 November 2018 (klik untuk memperbesar)

Sebagai investor saham, tentu saja senang karena harga saham IPO mengalami kenaikan (boom) yang signifikan sehingga menawarkan peluang investasi yang menarik. Namun tidak semua pengalaman investasi saham IPO di tahun 2018 ini menyenangkan.

Ada yang tidak mendapat alokasi penjatahan saham, ada yang ikut-ikutan membeli pada harga sekunder dan mengalami penurunan (bust) yang signifikan, ada juga yang sahamnya kurang likuid sehingga mengalami kesulitan untuk dijual dalam jumlah besar.

Sebagai contoh, berikut ini adalah pergerakan beberapa saham IPO di tahun 2018. Ada yang naik signifikan dan masih dalam tren kenaikan seperti BTPS, ada yang naik puluhan kali lipat seperti TCPI, Ada yang sempat naik tinggi kemudian turun LCKM, ada juga yang harganya turun di bawah harga IPO seperti TRUK. (Penyebutan saham hanya contoh – bukan rekomendasi untuk jual beli)

Seperti apa Boom dan Bust untuk keseluruhan saham IPO 2018 ini? Untuk menjawab pertanyaan di atas, saya melakukan penelitian. Proses dan hasilnya sebagai berikut

Untuk tulisan lengkapnya silakan baca melalui blog baru di https://rudiyanto.blog/2018/12/03/boom-and-bust-saham-ipo-2018/ 

  1. No comments yet.


%d bloggers like this: