Home > Pendapat Tentang Makro Ekonomi > Apa Efek Kenaikan Fed Fund Rate (FFR) Terhadap IHSG ?

Apa Efek Kenaikan Fed Fund Rate (FFR) Terhadap IHSG ?

Rising interest rates

Jika tidak ada perubahan yang signifikan, seharusnya Suku Bunga Acuan Amerika Serikat atau dikenal dengan Fed Fund Rate (FFR) akan dinaikkan dari level 1.25% – 1.50% menjadi 1.50% – 1.75% pada tanggal 22 Maret 2018 nanti. Kebetulan atau tidak, menjelang kenaikan ini, Indeks Harga Saham Gabungan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan selama bulan Februari dan Maret 2018. Bagaimana efek kenaikan FFR ini terhadap IHSG?

Efek perubahan FFR terhadap IHSG dapat dibagi dalam periode jangka panjang dan jangka pendek. Dalam jangka panjang, saya berpendapat kenaikan FFR ini positif bagi perekonomian Global dan Indonesia karena alasan untuk mengendalikan agar tingkat pertumbuhan ekonomi dan inflasi tidak terlalu tinggi. Kenapa tinggi itu tidak baik? Pertumbuhan dan inflasi yang terlalu tinggi bisa menyebabkan bubble pada ekonomi sehingga rentan dengan penurunan. Dengan menaikkan suku bunga, tingkat pertumbuhan akan relatif lebih terjaga. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka seharusnya kenaikan FFR ini akan lebih banyak memberikan manfaat daripada mudarat bagi Indonesia.

Dalam jangka pendek agak berbeda. Sebab masih ada pandangan bahwa kenaikan FFR akan menyebabkan dana asing keluar dari Indonesia, harga saham dan obligasi akan terkoreksi dan sebagainya. Pandangan tersebut tidak bisa dikatakan salah, karena dalam jangka pendek memang terkadang penurunan di saham, obligasi dan nilai tukar memang terjadi. Hanya saja belum jelas apakah penyebabnya kenaikan FFR atau penyebab lainnya. Terkadang hanya dikait-kaitkan saja dan tidak konsisten. Artinya dalam kenaikan kali ini berdampak, tapi pada kondisi serupa di waktu lain belum tentu sama.

Dalam tulisan ini, saya bermaksud untuk mencari dalam jangka pendek, apakah ada efek kenaikan FFR terhadap IHSG? Jika terjadi koreksi, berapa % koreksi yang mungkin terjadi. Periode jangka pendek yang saya maksud adalah 1 bulan sebelum dan sesudah kenaikan FFR. Data, penelitian dan hasilnya sebagai berikut

Periode kenaikan suku bunga FFR

Historis Kenaikan Suku Bunga The FedSumber : TheNewBalance.com

Situs TheNewBalance.com melakukan pendokumentasian yang sangat baik terhadap historis Suku Bunga The Fed beserta kondisi ekonomi pada saat perubahan dilakukan. Bagian yang saya kutip adalah periode FFR pada masa kepemimpinan Janet Yellen.

Berdasarkan data, tercatat sudah ada 5 kali kenaikan yang dilakukan sejak tahun 2015. Sebagai informasi, biasanya FFR bersifat range, misalkan 0.25% – 0.50% yang pada kolom disebut 0.50% saja. Indikator ekonomi yang digunakan oleh Janet Yellen dan (mungkin juga) Jerome Powell adalah Pertumbuhan Domestik Bruto (GDP), Tingkat Pengangguran (Unemployment) dan Inflasi (inflation).

Nilai tukar memang tidak disebut, namun selalu menjadi pertimbangan yang tidak kalah pentingnya. Mata uang tidak selalu harus menguat atau melemah, namun yang lebih penting adalah stabil.

Perubahan IHSG 1 bulan sebelum dan sesudah kenaikan FFR dari 2015 – 2017 adalah sebagai berikut :

17 Desember 2015
FFR 0.00% – 0.25% menjadi 0.25% – 0.50%

Rising interest rates

15 Desember 2016
FFR dari 0.25% – 0.50% menjadi 0.50% – 0.75%

Rising interest rates

15 Maret 2017
FFR dari 0.50% – 0.75% menjadi 0.75% – 1.00%

Rising interest rates

14 Juni 2017
FFR dari 0.75% – 1.00% menjadi 1.00% – 1.25%

Rising interest rates

13 Desember 2017
FFR dari 1.00% – 1.25% menjadi 1.25% – 1.50%

Rising interest rates

Dari 5 kali data historis kenaikan FFR selama tahun 2015 – 2017, beberapa kesimpulan yang bisa ditarik sebagai berikut :

1 Bulan sebelum kenaikan FFR

  • Umumnya posisi IHSG pada saat kenaikan FFR diumumkan lebih tinggi daripada posisi 1 bulan sebelumnya walaupun secara persentase tidak terlalu besar
  • Fluktuasi penurunan terdalam yang pernah dialami adalah 4.85% pada tahun 2015. Setelahnya kurang lebih di turun 2%

 

1 Bulan setelah kenaikan FFR

  • Selain tahun 2015, IHSG 1 bulan setelah kenaikan FFR adalah selalu lebih tinggi. Secara persentase, kenaikan paling tinggi yang pernah dicapai adalah 5.2% dari titik kenaikan FFR diumumkan
  • Walaupun demikian, fluktuasi penurunan juga terjadi setelah kenaikan FFR dengan penurunan paling dalam 4.4% di tahun 2016. Sebelumnya adalah sekitar 2%

Jika ditanya risiko maksimal dari efek kenaikan FFR, maka dalam jangka pendek, IHSG maksimal bisa turun 4.85% 1 bulan sebelum kenaikan FFR, dan 1 bulan setelah kenaikan FFR bisa turun hingga 4.40%. Jika ditanya mengenai potensi return, maka umumnya 1 bulan setelah kenaikan FFR IHSG mengalami peningkatan harga.

Dengan kondisi ekonomi yang terus membaik, maka kenaikan FFR di masa mendatang adalah tidak terhindarkan. Namun karena arahnya untuk mengendalikan agar pertumbuhan tidak menuju bubble economic artinya kenaikan FFR ini sifatnya positif. Namun mengingat pasar terkadang terlalu reaktif, dalam jangka pendek apabila terjadi koreksi sebenarnya bisa dijadikan kesempatan untuk melakukan investasi reksa dana untuk mendapatkan harga yang relatif murah.

Sebagai gambaran untuk rapat bank sentral (FOMC) yang berikutnya adalah 20 – 21 Maret 2018 sehingga kemungkinan pengumuman kenaikan FFR adalah di tanggal 22 Maret 2018. Kondisi IHSG 1 bulan sebelumnya mengacu pada data historis, penurunan paling dalam adalah 4.85% atau secara angka di 6297. Ada kemungkinan bisa turun sampai pada level ini, bisa juga lebih dalam. Namun ketika IHSG mendekati angka ini, seharusnya bisa menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan penambahan karena sering naik 1 bulan setelahnya.

FFR 22 Maret 2018Selanjutnya jadwal FOMC selama 2018 selengkapnya adalah sebagai berikut :

FOMC Meeting Schedule 2018Sumber : FederalReserve.Gov

Secara umum proyeksi kenaikan untuk tahun 2018 adalah 3 – 4 kali.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

Sumber Gambar : Istockphoto

Sumber data: TheNewBalance.com, Infovesta.com dan FederalReserve.Gov

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
  1. No comments yet.

 


%d bloggers like this: