Home > Analisis Instrumen Saham, Belajar Investasi, Saham > Panduan Mencari Data dan Menghitung Valuasi Saham

Panduan Mencari Data dan Menghitung Valuasi Saham

Value - Price / Blackboard (Click for more)

Mencari data fundamental untuk keperluan valuasi saham tidak sesulit mencari data harga saham. Hal ini karena data laporan keuangan perusahaan dipublikasikan dan bisa diakses melalui berbagai situs baik yang gratis ataupun berbayar. Yang sulit adalah mengolah data fundamental tersebut untuk keperluan valuasi.

Jika dalam mencari data saham, keahlian yang diperlukan adalah melakukan kompilasi dan pengolahan data pada Microsoft Excel, maka dalam melakukan valuasi saham dibutuhkan keahlian membaca dan memahami laporan keuangan.

Agar komprehensif, data harga saham selanjutnya juga disandingkan dengan data fundamental perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lengkap mengenai suatu perusahaan.

Dalam melakukan valuasi terhadap harga saham, terdapat banyak metode seperti Price to Earning Ratio (PER) dan Net Present Value untuk perusahaan dana umumnya, Price to Book Value (PBV) yang digunakan untuk saham keuangan, Price to Sales Ratio untuk perusahaan baru, dan NAV untuk perusahaan properti

Dari semua metode di atas, menurut saya, yang paling praktis dan bisa digunakan untuk perbandingan antar saham adalah Price Earning Ratio. Metode seperti PBV pada prakteknya banyak digunakan untuk saham perbankan, namun banyak juga yang menggunakan PER untuk kelompok saham tersebut.

Metode PSR lebih jarang dipergunakan dan kalaupun ada, biasanya digunakan pada perusahaan start up yang IPO. Di Indonesia, contoh tersebut masih sangat jarang dan mungkin belum ada. Metode NPV memang banyak diajarkan dalam literatur investasi dan keuangan, namun memerlukan keahlian membaca laporan keuangan tingkat mahir dan kemampuan melakukan forecasting data. Demikian pula dengan NAV.

Rumus dari Price Earning Ratio adalah harga saham per lembar (Price) dibagi dengan tingkat keuntungan per lembar (Earning Per Share). Jadi cukup hanya 2 komponen yang perlu dicari yaitu Harga dan Earning Per Share.

Karena harga saham berubah setiap hari demikian juga dengan rasio PER, maka diperlukan juga upaya untuk mendapatkan nilai PER secara historis untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

Untuk itu, langkah-langkah dalam melakukan valuasi saham dapat dilakukan sebagai berikut

  1. Mencari historis harga saham
  2. Mencari historis data EPS perusahaan
  3. Evaluasi PER saat ini dan PER historis

Pembahasan di atas menggunakan saham Astra Internasional Tbk (ASII) sebagai contoh.

Panduan untuk mencari harga saham bisa dibaca pada artikel terdahulu di Panduan Mencari Data Harga Saham.

Untuk mencari data EPS ASII, terdapat banyak sumber. Sebagai contoh

Data Laporan Keuangan Situs IDX

Screen Shot 2017-08-21 at 6.02.03 PM

Selanjutnya klik Financial Statement 2017 II ASII dan akan memunculkan laporan keuangan lengkap dari perusahaan. Carilah bagian Laporan Rugi Laba dan Penghasilan Lain Komprehensif bagian Laba Bersih Per Saham (Earning Per Share)

Screen Shot 2017-08-21 at 6.02.39 PM

 

Dari cuplikan di atas diketahui besarnya EPS untuk Kuartal II 2017 adalah sebesar 231 dan untuk Kuartal II 2016 adalah sebesar 176

Situs dan Aplikasi Perusahaan Sekuritas 

Data Laporan Keuangan perusahaan bisa diperoleh di situs perusahaan sekuritas. Ada yang harus menjadi nasabah terlebih dahulu, ada juga yang tidak. Sebagai contoh di situs Indopremier Sekuritas, informasi mengenai laporan keuangan yang diringkas juga bisa diperoleh.

Data Laporan Keuangan ASII Indopremier
Dari informasi diperoleh EPS untuk kuartal II 2017 adalah 231.04 dan ANLZ (Annualized) 2017 adalah 462.08. Annualized mengacu pada istilah EPS yang disetahunkan.

Selain situs, ada juga yang bisa mengakses informasi laporan keuangan dan EPS melalui aplikasi seperti Aplikasi POST yang disediakan oleh Panin Sekuritas.

Aplikasi POST Panin Sekuritas Iphone

Ketikkan ASII pada ujung kanan atas kemudian tab Stock – Key Indicator (ujung kanan) anda bisa mendapatkan informasi mengenai EPS.

ASII di POST Panin Sekuritas

Berdasarkan informasi, diperoleh besaran EPS Annualized (tidak ada informasi periode kapan) adalah 462.95. Ada kemungkinan informasi ini sama dengan yang ada di Indopremier, namun kemungkinan ada beda pembulatan data yang digunakan.

Website Bloomberg

Bloomberg merupakan penyedia data yang sangat komprehensif dan menyediakan informasi baik yang berbayar maupun gratis. Tampilan data Bloomberg sebagai berikut :

Data ASII Website Bloomberg

 

Berdasarkan data, diperoleh besaran EPS dari ASII adalah 430 (tanpa disebutkan periode kapan)

Aplikasi RTI Business

Sama seperti Bloomberg, RTI Business juga ada yang versi gratis dan berbayar. Yang versi aplikasi sepertinya masih gratis sementara yang website berbayar.

Contoh akses data laporan keuangan dan EPS menggunakan RTI Business versi aplikasi dari Iphone adalah sebagai berikut :

RTI Business Aplikasi

RTI Business 2


RTI Business ASII 3

 

 

RTI Business ASII 4

 

 

RTI Business ASII 5

 

 

RTI Business ASII 6

 

Informasi EPS yang ditampilkan oleh Aplikasi RTI Business jauh lebih komprehensif dibandingkan website lain sekalipun berbayar dan lebih user friendly. Berdasarkan data, diperoleh informasi EPS Kuartal II adalah 105 dan EPS 2017 adalah 462.

RTI Business membagi data per kuartal. Apabila kita menjumlahkan Q1 2017 dan Q2 2017, 126 + 205 = 231.

Rekapitulasi Perbandingan Berbagai Sumber

Dari semua sumber yang ada, besaran EPS Kuartal II Tahun 2017 jika diringkas sebagai berikut :

  • Laporan Keuangan ASII : Kuartal II 2017 sebesar 231 – Data Annualized Tidak Ada
  • Situs Indopremier Sekuritas : Kuartal II 2017 sebesar 231.04 – Data Annualized 461.08
  • Aplikasi POST Panin Sekuritas : Kuartal II 2017 sebesar Tidak Ada - Data Annualized 462.95
  • Website Bloomberg : Kuartal II 2017 sebesar Tidak Ada - Data Annualized 430
  • Aplikasi RTI Business : Kuartal II 2017 sebesar 231 - Data Annualized 462

Mengapa ada perbedaan besaran EPS khususnya yang annualized (disetahunkan)? Mana yang benar ?

Tentu semua sumber memiliki metode perhitungan tersendiri yang dapat mereka pertanggungjawabkan. Sebagai pengguna, yang lebih penting adalah kita memahami cara perhitungan tersebut sehingga lebih jeli dalam membaca informasi yang disediakan.

EPS yang digunakan haruslah EPS tahunan. EPS tahunan berbeda definisinya dengan EPS kuartalan. Misalkan EPS tahun 2016 adalah keuntungan per lembar saham selama periode 1 Januari – 31 Desember 2016, sementara EPS kuartal I tahun 2017 hanya menunjukkan keuntungan selama 1 Januari – 31 Maret 2017.

Ketika data yang diperoleh adalah kuartalan, maka perlu ada upaya mensetahunkan data EPS tersebut atau dikenal juga dengan istilah Annualized EPS atau jika di Bloomberg, disebut TTM (Trailing Twelve Month).

Ada yang menggunakan cara mudah yaitu mengalikan 4 untuk EPS kuartal I, 2 untuk kuartal II, 4/3 untuk kuartal 3. Indopremier Sekuritas, Panin Sekuritas dan RTI Business menggunakan cara tersebut. Cara ini menurut saya kurang tepat karena kinerja pada saat ini bukan jaminan pasti akan berulang pada masa mendatang. Yang lebih tepat adalah menambahkan EPS saat ini dengan EPS tahun sebelumnya untuk mendapatkan EPS tahunan, dan hal ini digunakan oleh Bloomberg.

EPS Kuartal I adalah untuk periode laporan keuangan 1 Januari – 31 Maret 2017. Untuk mendapatkan data EPS Tahunan berarti harus menambahkan EPS Kuartal 1 2017 dengan EPS Tahunan 2016. Namun penambahan ini akan menyebabkan periode EPS lebih dari 1 tahun yaitu dari 1 Januari 2016 – 31 Maret 2017. Untuk itu perlu dikurangi lagi dengan EPS Kuartal 1 2016. Secara matematika, bisa digambarkan sebagai berikut

EPS Annualized Kuartal 1 Tahun 2017

=  EPS Q1 2017 + EPS Tahunan 2016 – EPS Q1 2016

= (1 Jan  – 31 Maret 2017) + (1 Jan – 31 Des 2016) – (1 Jan – 31 Maret 2016)

= EPS Periode 31 Maret 2016 – 31 Maret 2017

Untuk melakukan cara di atas, berarti jika mau menghitung EPS Annualized Kuartal 1 tahun 2017, dibutuhkan data laporan keuangan Kuartal I 2017 yang berisi informasi EPS Kuartal I tahun 2016 dan Kuartal 2017 dan Laporan Keuangan Tahunan 2016 yang berisi informasi EPS Tahunan 2016. Demikian pula jika datanya adalah EPS Annualized Kuartal II, dibutuhkan Laporan Keuangan Kuartal II 2017 dan Tahunan 2016.

Pada RTI Business, data yang disajikan lebih praktis karena sudah membagi data EPS menjadi per kuartal. Sehingga untuk mendapatkan data EPS Annualized Kuartal 1 Tahun 2017, anda cukup menambahkan EPS dari Kuartal 2 – 4 tahun 2016 dan Kuartal 1 tahun 2017. Contoh : 103 + 96 + 126 + 105 = 430

RTI Business ASII 5

 

Jadi data EPS Annualized Kuartal 2 tahun 2017 yang lebih tepat menurut saya adalah sebesar 430. Dari seluruh sumber, berarti data Bloomberg yang lebih tepat.

Dengan menggunakan harga penutupan ASII pada tanggal 21 Agustus 2017 sebesar 7875, dibagi dengan 430, angka PER untuk ASII adalah 18.3

Buat anda yang malas mencari atau menghitung, apabila anda sependapat dengan saya, bisa melihat besaran angka PER yang ada di website Bloomberg.

Mahal murahnya PER suatu saham dapat dinilai dengan berbagai macam cara. Ada yang menggunakan perbandingan dengan saham lainnya yang sejenis, ada yang menggunakan perbandingan dengan profitabilitas suatu perusahaan, ada pula yang menggunakan dengan data historis.

Mengingat pembahasan mengenai masing-masing cara cukup panjang, maka pembahasannya akan dilanjutkan pada artikel yang akan datang.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang analisa saham.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

 

  1. September 19th, 2017 at 07:38 | #1

    Ahamdulillah, saya bersyukur Allah karena saya menemukan website ini. Terimakasih banyak Pak Rudiyanto atas ilmu dan wawasan yang senantiasa dishare.
    Sangat mudah dipahami dan membantu bagi kami. terimakasih.

  2. Andre
    November 3rd, 2017 at 07:19 | #2

    Pak Rudi, ada tools yg memudahkan melihat nilai PER dari kelompok saham misal agriculture, dll? Trims

  3. Rudiyanto
    November 8th, 2017 at 13:09 | #3

    @Andre
    Salam Pak Andre,

    Bisa mencoba fitur yang ada di aplikasi online trading. Biasanya ada data laporan keuangan dan indikator yang bisa diperbandingkan. Hanya saja tidak semua perusahaan sekuritas punya fitur tersebut, coba window shopping saja.

    Di luar itu, anda bisa berlangganan Bloomberg, Infovesta, Thompson Reuters atau penyedia data lainnya. Tentu saja, yang saya sebut tersebut biasanya yang langganan institusi sehingga harganya cukup mahal.

    Semoga bermanfaat

 


%d bloggers like this: