Home > Asuransi, Literasi Keuangan, Perencanaan Investasi > My Experience With Unit Link 2

My Experience With Unit Link 2

Memahami Lebih Dalam Tentang Unit Link

Sebelum membaca lebih lanjut tentang artikel ini, saya mau mempertegas disclaimer yang biasanya dipasang pada bagian akhir artikel. Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau tidak membeli produk tertentu. Jadi ketika saya menggunakan contoh produk nyata sebagai materi pembahasan, bukan berarti saya merekomendasikan untuk membeli produk tersebut ataupun untuk tidak membelinya. Semua contoh yang saya lampirkan adalah fakta untuk mendukung tulisan.

Untuk memulai artikel ini saya ingin memulainya dengan contoh nyata dengan sebuah unit link yang keluarga saya miliki. Tulisan ini juga merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya yang berjudul My Experience With Unit Link.

Ilustrasi Asuransi

Pada bulan Maret 2013 saya mengambil unit link untuk istri saya dengan keterangan sebagai berikut :

  • Pembayaran premi sekaligus Rp 6 juta per tahun
  • Manfaat yang diperoleh:
    • Asuransi Jiwa Rp 148 juta
    • Asuransi Penyakit Kritis Rp 400 juta
    • Asuransi Kecelakaan Rp 35 juta
    • Pru Waiver Rp 6 juta hingga usia 65*
  • Tanggal pembayaran saya agak lupa, tapi mungkin sekitar tanggal 15 an. IHSG waktu itu di 4819

Kemudian karena suatu hal, saya mengubah uang pertanggungan. Alasan lengkapnya bisa dibaca di buku kedua saya dengan data yang lebih update daripada blog di Fit Focus Finish.

Setelah perubahan, asuransi saya menjadi sebagai berikut :

  • Pembayaran premi sekaligus Rp 4.2 juta per tahun
  • Manfaat yang diperoleh:
    • Asuransi Jiwa Rp 102 juta
    • Asuransi Penyakit Kritis Rp 280 juta
    • Asuransi Kecelakaan Rp 36 juta
    • Pru Waiver Rp 4.2 juta hingga usia 65*
  • Tanggal pembayaran sudah berjalan 2 kali yaitu 21 Maret 2014 dan 11 Maret 2015. IHSG pada waktu itu masing-masing 4700 dan 5419
  • Total pembayaran yang sudah saya lakukan selama 3 tahun adalah Rp 14.4 juta ( 6 juta + 4,2 juta +4,2 juta)

*Yang dimaksud dengan Pru Waiver adalah jika terdeteksi mengalami penyakit kritis, maka pembayaran premi dibebaskan hingga usia 65 tahun. Asuransi ini mirip seperti KPR. Misalkan anda mengambil KPR dengan pembayaran cicilan hingga usia 65 tahun, jika meninggal di tengah jalan, maka cicilannya dianggap lunas. Jadi manfaat asuransinya semakin menurun sesuai dengan jangka waktu.

Orang yang meninggal di usia 42 akan mendapat uang pertanggungan yang lebih besar dibandingkan uang pertanggungan orang yang meninggal di usia 62 tahun. Meskipun demikian, manfaat itu tidak diterima uang tunainya karena hanya berupa cicilan rumah yang tidak perlu dibayar lagi alias lunas jika yang berutang meninggal dunia.

Konsep Pru Waiver ini juga sama, anda “seharusnya” membayar asuransi hingga usia tertentu jika ingin terus menikmati manfaat asuransinya. Namun jika terdeteksi, maka nilai Rp 4.2 juta atau Rp 6 juta sesuai premi akan dibayarkan ke Unit Link anda sampai usia 65.

Manfaat waiver juga tidak berupa uang tunai yang dinikmati langsung, akan tetapi dibayarkan ke dalam asuransi anda. Ketika sudah masuk ke asuransi, berarti ketika ditarik tentu akan dipotong biaya dan kewajiban (jika ada)

Nah, yang menarik disini. Pada tanggal 15 Mei 2015 (IHSG di angka 5227) saya bertanya kepada petugas customer service berapa Nilai Tunai yang saya miliki. Pertanyaan ini saya lakukan via phone, tapi karena kurang jelas saya meminta informasi tersebut dikirimkan secara tertulis.

Yang dimaksud dengan nilai tunai adalah porsi uang kita yang diinvestasikan. Atau buat anda yang awam, pada saat ditawarkan produk asuransi pastinya ditunjukkan bahwa di usia sekian nanti uang anda akan ada sekian ratus juta, milliar atau puluhan milliar. Uang tersebut, oleh tenaga pemasar biasanya dijelaskan bahwa bisa digunakan untuk pensiun dan lain-lain. Uang inilah yang dimaksud dengan nilai tunai.

Silakan tebak, berapa kira-kira nilai tunai pada polis asuransi tersebut? Mohon diingat bahwa total premi yang saya bayarkan adalah Rp 14,4 juta selama 3 tahun dan tidak ada klaim apapun. Untuk mempermudah, saya berikan pilihan sebagai berikut :

  1. Rp 3 juta – Rp 5 juta
  2. Rp 5 juta – Rp 6 juta
  3. Rp 6 juta – Rp 14,4 juta
  4. > Rp 14,4 juta
  5. < Rp 3 juta

Sebagai data pendukung, berikut saya lampirkan juga data sebagai berikut :

Informasi Biaya Akuisisi dan Porsi Investasi

Screen Shot 2015-06-01 at 6.07.31 PM

Informasi Biaya Administrasi

Screen Shot 2015-06-01 at 6.12.04 PM

Sudah menebak?? Kalau mau melihat jawabannya silakan membaca lebih lanjut.

Ternyata, untuk mengetahui nilai tunai dari unit link caranya tidak mudah. Berikut ini adalah laporan yang diberikan ke saya per 15 Mei 2015

Screen Shot 2015-05-30 at 2.24.16 PM

Kalau dari laporan di atas, berapa sebenarnya nilai tunai saya? Apakah Rp 2.626.989 ? Jawabannya tidak. Nilai tunai yang saya miliki adalah Rp 2.626.989 – Rp 1.337.520 = Rp 1.289.469. Itulah nilai tunai per 15 Mei 2015 dari total Rp 14.4 juta yang saya bayarkan selama 3 tahun dari kurun waktu 2013 – 2015. Apakah tebakan anda sudah benar?

Biaya Akuisisi, Biaya Asuransi dan Administrasi dan Nilai Tunai Investasi

Selama ini saya hanya mengetahui bahwa dalam asuransi hanya ada biaya akuisisi dan nilai tunai. Namun dari penelusuran lebih lanjut, ternyata ada lagi yang disebut biaya Asuransi dan Administrasi. Untuk lebih detailnya mari kita lihat tabel sebagai berikut :

Screen Shot 2015-05-30 at 2.35.17 PM

Bagi anda yang tidak mengerti cara membaca tabel di atas, saya mencoba menerjemahkan dalam bahasa versi saya sebagai berikut :

Tahun Pertama

Nasabah dapat membeli unit link dengan dua cara yaitu pembelian secara berkala satu paket dengan biaya asuransi sekaligus dan dengan cara top up. Top up juga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berkala dan sekaligus (premi tunggal). Porsi unit link yang bisa dipotong biaya asuransi dan administrasi adalah porsi yang berasal dari pembelian secara berkala saja.

Karena semua premi berkala yang kita bayarkan pada tahun pertama menjadi komisi marketing (biaya akuisisi), maka biaya asuransi dan administrasi yang timbul dianggap hutang dulu. Dalam kasus saya, pembelian unit link hanya saya lakukan yang sistemnya satu paket dengan biaya asuransi. Di luar itu saya tidak melakukan top up baik secara berkala ataupun dengan cara sekaligus. Atau kalau dalam bahasa yang lebih sederhana lagi Rp 6 juta yang saya bayar, abis buat komisi marketing dan saya masih berhutang biaya Asuransi dan Administrasi.

Tahun Kedua

Pada tahun kedua sudah ada nilai tunai karena 40% dari nilai yang disetorkan menjadi Unit Link dan sisanya 60% menjadi komisi marketing. Biaya asuransi dan administrasi tetap jalan dan akan diakumulasikan dengan biaya asuransi dan administrasi yang terutang sejak tahun pertama.

Kalau nilai tunai mencukupi maka selanjutnya akan dipotong biaya asuransi dan administrasi yang saya utang tersebut (pembatalan unit). Kalau ada top up, maka unit yang terbentuk dari top up dan pembayaran secara reguler dipisahkan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, Rp 4.2 juta yang saya bayarkan sebanyak 40% atau Rp 1.680.000 dibelikan unit link. Akan tetapi, saldo ini akan dipakai buat bayar saldo hutang biaya asuransi dan administrasi kalau cukup.

Tahun Ketiga

Pada tahun ketiga, unit yang terbentuk dari pembayaran secara reguler dan top up digabung menjadi satu. Dimana karena saya tidak melakukan top up, maka tidak ada penggabungan. Nilai tunai pada tahun ketiga mencapai 85% dari Rp 4.2 juta yaitu Rp 3.570.000.

Karena nilai tunainya sudah lumayan, saatnya bayar hutang. Perusahaan asuransi akan memotong nilai tunai unit link saya dengan biaya asuransi dan administrasi yang terutang pada tahun pertama dan kedua serta yang timbul pada tahun ketiga. Untuk biaya asuransi dan administrasi pada tahun ketiga, pemotongannya akan dilakukan setiap bulan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, Rp 1.6 juta pada tahun kedua dan Rp 4.2 juta pada tahun ketiga berikut hasil pengembangannya akan dipakai buat bayar hutang biaya asuransi dan administrasi.

Tahun Keempat dan Hingga Usia Tertanggung 99

Mulai tahun ketiga, Nilai tunai menjadi 85% hingga tahun kelima dan 100% untuk tahun selanjutnya. Tapi selama asuransi masih tetap berjalan, kita tetap akan membayar biaya asuransi dan administrasi hingga usia 99.

Banyak orang persepsinya setelah membayar 10-20 tahun, maka tidak perlu membayar lagi dan akan ditanggung hingga usia 99 atau 65 tergantung jenis asuransinya. Pemahaman ini salah, sebenarnya biaya asuransi dan administrasi jalan terus, namun pembayarannya diambil dari nilai tunai investasi yang terkumpul. Ketika nilai tunai tersebut habis, maka supaya perlindungan asuransi tetap berjalan, anda diminta melakukan top up. Jika tidak mau, ya asuransinya lapse atau gagal.

Untuk lebih jelasnya mengenai pembentukan nilai tunai pada tahun kedua dan ketiga mari kita lihat tabel di bawah ini

Pembentukan UnitPada tabel di atas terlihat bahwa cara kerja unit link sama dengan reksa dana. Dimana dari uang yang disetorkan dibelikan unit link sesuai dengan harga pasarnya.

Kemudian mengenai pemotongan biaya Asuransi dan Administrasi, dalam bahasa asuransi disebut Pembatalan. Total yang dibatalkan sekitar Rp 2.53 juta. Dalam reksa dana, proses ini sama seperti redemption. Bedanya dalam redemption, hasil penjualan diterima oleh investor. Sementara di asuransi, redemption digunakan untuk membayar biaya asuransi.

Biaya Asuransi dan Administrasi Yang Ditagihkan

Angka di atas bukanlah keseluruhan karena jika kita melihat tabel biaya asuransi setiap tahun, biayanya adalah sebagai berikut :

Biaya Asuransi dan Administrasi Tahun Pertama Biaya Asuransi dan Administrasi Tahun Kedua Biaya Asuransi dan Administrasi Tahun Ketiga

Tahun Pertama Rp 1.89 juta, Tahun Kedua Rp 1.57 juta (karena UPnya turun) dan Tahun Ketiga hingga bulan Mei Rp 408.843. Total biaya asuransi dan administrasi yang telah terjadi adalah Rp 3.872.203. Yang baru dipotong dari Unit Link saya baru sekitar Rp 2.53 juta sehingga masih utang sekitar Rp 1,3 juta.

Jika kita melihat tabel biaya asuransi di atas, bisa terlihat bahwa berapa sebenarnya biaya asuransi yang sebenarnya kita bayarkan. Untuk contoh, saya mengambil yang tahun pertama.

  • Asuransi Jiwa Rp 148 juta = Rp 26.876 per bulan atau Rp 322.512 per tahun atau sekitar 0.22% dari Uang Pertanggungan
  • Asuransi Penyakit Kritis Rp 400 juta = Rp 81.643 per bulan dan kemudian naik menjadi Rp 99.627 karena bertambahnya umur. Dengan menggunakan Rp 99.627 kali 12 = Rp 1.195.524 atau sekitar 0.29% dari Uang Pertanggungan
  • Asuransi Kecelakaan Rp 35 juta = Rp 3.994 per bulan atau Rp 47.928 per tahun atau sekitar 0.13% dari Uang Pertanggungan
  • Pru Waiver Rp 6 juta hingga usia 65*= Rp 11.246 per bulan dan naik menjadi Rp 12.095 karena bertambahnya umur. Rp 12.095 x 12 = Rp 145.140 per tahun.
  • Setiap bulannya, terlepas dari besaran pembayaran premi (baik 6 juta ataupun 4.2 juta), tetap dikenakan biaya administrasi Rp 27.500 per bulan atau Rp 330.000 per tahun

Untuk asuransi penyakit kritis dan Waiver, jika diperhatikan akan meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya umur. Namun untuk Waiver lebih merugikan karena meski preminya bertambah manfaatnya malah turun. Sebagai contoh, jika meninggal di usia 30 ataupun 35 maka tetap mendapat pembayaran hingga usia 65. Padahal premi yang dibayar di usia 35 lebih tinggi dibandingkan usia 30. Hal ini berbeda dengan penyakit kritis yang nilai berlakunya bulanannya dan preminya meningkat seiring dengan risiko bertambahnya umur.

Perbandingan Hasil Investasi Vs Reksa Dana Saham

Jika jumlah uang yang sama diinvestasikan ke reksa dana saham, berapa uang tersebut sekarang? Diasumsikan harga reksa dana saham = IHSG dan per transaksi dikenakan biaya 2%.

Periode Nilai Investasi Fee 2% Investasi Bersih
Maret 2013 6,000,000 117.647 5.882.353
Maret 2014 4,200,000 82.353 4.117.647
Maret 2015 4,200,000 82.353 4.117.647
 14.400.000 14.117.647

Perolehan unit sebagai berikut

Periode Harga RD Saham Investasi Unit diperoleh Akumulasi Unit
Maret 2013 4,819 5.882.353 1.221 1.221
Maret 2014 4,700 4.117.647 876 2.079
Maret 2015 5,419 4.117.647 760 2.857

Nilai investasi pada tanggal 15 Mei 2015 dengan asumsi sesuai dengan IHSG yaitu 5.227 x 2.879 = Rp 14.931.486

Bandingkan dengan nilai tunai asuransi pada periode yang sama yaitu Rp 1.289.469

Perbedaan nilai tunainya hampir 12 kali lipat. Itulah sebabnya mengapa orang mengatakan jika berinvestasi lewat asuransi, hasilnya tidak maksimal.

Apakah saya akan menutup unit link tersebut?

Jawabannya, untuk saat ini tidak. Ada tiga alasan mengapa saya terus melanjutkannya

Pertama, sejak awal saya sudah punya mindset bahwa semua uang yang dibelikan unit link ini hangus. Jadi kalau ada sisa ya bagus, tidak ya sudah. Yang agak di luar dugaan sebenarnya adalah biaya asuransi dan administrasi terutangnya. Selama ini saya berpikir bahwa semua biaya asuransi sudah masuk dalam biaya akuisisi. Ternyata tidak, biaya akuisisi dan administrasi lain lagi.

Kedua, yang saya utamakan dari asuransi ini adalah Asuransi Penyakit Kritis. Memang saya dan istri sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor yang bahkan jumlahnya cukup besar. Namun asuransi kesehatan hanya menanggung biaya kesehatan saja. Padahal, dari pengalaman pribadi pengeluaran di luar biaya kesehatan dan dampak dari hilangnya produktivitas juga cukup besar.

Sebagai contoh, meski biaya operasi, rawat inap dan obat-obatan ditanggung, ketika mengurus anggota keluarga yang sakit kita perlu tranportasi. Untuk itu, kita mungkin perlu menyewa sopir dan mobil serta suster untuk merawat orang yang sakit. Dalam hal jika kita harus bolak balik keluar negeri, berarti ada biaya tiket pesawat dan hotel tidak hanya untuk pasien saja tapi juga pendampingnya.

Dari sisi produktivitas, mungkin saja kita cukup sering tidak masuk sehingga jatah cuti habis. Jika pada satu waktu karena perawatan harus dilakukan secara intensif, terpaksa harus mengambil unpaid leave atau cuti tidak dibayar. Kalaupun ada perusahaan yang berbaik hati dengan tetap membayarkan gaji selama kita cuti panjang, bagaimana dengan orang-orang yang pendapatannya lebih tergantung pada komisi dan tunjangan? Bagi yang berprofesi sebagai marketing atau pegawai negeri tentu tahu bahwa yang namanya komisi dan tunjangan bisa berlipat-lipat dari gaji.

Uang pertanggungan dari penyakit kritis inilah saya gunakan untuk antisipasi biaya lain-lain dan hilangnya produktivitas tersebut. Hitungannya sederhana, katakanlah selama 20 tahun saya bayar Rp 4.2 juta sehingga totalnya Rp 84 juta. Selama 20 tahun saya dapat “peace of mind” seandainya terjadi penyakit kritis berarti ada uang Rp 280 juta yang bisa digunakan.

Ketiga, asuransi ini saya beli dari teman yang sudah saya kenal selama bertahun-tahun. Tentu ada pertimbangan subjektivitas dan rasa “tidak enaknya”. Selain itu, memang saya juga butuh karena alasan pertama dan kedua tadi.

Demikian pengalaman saya dengan unit link, semoga bisa membantu anda memahami plus minus reksa dana atau unit link. Semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Sumber Gambar : Istockphoto

  1. June 4th, 2015 at 07:00 | #1

    Pak Rudy, bole tau bagaimana proses dan kondisi yg ditentukan untuk melakukan klaim penyakit kritis pada produk yg bapak beli?

    Apakah bisa turun secara lumpsum begitu terdeteksi pada tahap dini, atau secara parsial tergantung pada tahapan kondisi penyakit, atau dana baru bisa diklaim pada penyakit kritis tahap lanjut saja?

    Saya juga sedang mempertimbangkan utk membeli proteksi penyakit kritis namun belum menemukan yg cocok. Mohon masukannya. Thx

  2. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:34 | #2

    @Joe kusumanegara
    Selamat Pagi Pak Joe,

    Kalau dari pengalaman saya:
    Orang tua saya punya asuransi penyakit kritis dari Allianz. Yang ini saya pernah melakukan klaim. Proses klaimnya memang ada SOP dan relatif butuh waktu cukup lama untuk memenuhi semua dokumen tersebut. Tapi pada akhirnya dana itu keluar.

    Saya punya asuransi penyakit kritis dari Manulife dan istri saya Prudential. Yang ini memang belum pernah klaim dan semoga jangan pernah. Tapi saya rasa prosesnya juga tidak berbeda jauh. Anda bisa konsultasi dengan agen penjualnya langsung.

    Semoga bermanfaat.

  3. nidibi
    June 4th, 2015 at 13:43 | #3

    Pak Rudi, kenapa tidak memutuskan untuk beralih ke asuransi murni? Karena sepengetahuan saya, cover (nilai manfaat) yang diberikan lebih besar atas biaya yang ditimbulkan apabila kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tapi saya tidak tahu, apakah penyakit kritis dimasukkan dalam benefit asuransi murni tersebut ya..

    Lalu untuk investasinya dengan reksadana untuk kebutuhan bayar kebutuhan kita di masa yang akan datang bila masa produktif sudah usai..

  4. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 14:37 | #4

    @nidibi
    Salam Nidibi,

    Mudah2an itu nama asli anda. Boleh tahu asuransi murni yang kamu maksud itu yang mana? Karena asuransi juga ada bermacam2.

    Referensi artikel
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/04/28/060200626/Lebih.Prioritas.Mana.Asuransi.atau.Investasi.Reksa.Dana.

  5. June 5th, 2015 at 09:46 | #5

    Betul pak..Unit Link parah untuk urusan investasi.
    Di hitung bagaimana pun ga mungkin bisa kalahin RD murni..

    Maka dari itu saya pun membeli Unit Link beserta RD murni (Panin Ultima).

  6. June 5th, 2015 at 10:07 | #6

    @Rudiyanto

    Salam pak Rudy,

    Apakah semua proteksi penyakit kritis yang bapak dan keluarga punya, merupakan rider dari produk unit link? Saya belum menemukan proteksi penyakit kritis pada produk tradisional.

    Saya sebelumnya mencari dan bertanya-tanya, untuk proteksi penyakit kritis yang memberi santunan pada tahap dini biayanya lumayan mahal dan hanya dapat mencairkan sebagian UP, sisanya diberikan pada tahap lanjut.

    Saya sempat terpikir apakah tepat membeli proteksi penyakit kritis berupa santunan atau lebih baik mempunyai proteksi kesehatan yang memberikan manfaat yang besar? Salah satunya yang saya temukan, produk kesehatan tradisional terbaru dari manulife yg membayar sesuai tagihan dengan limit tahunan yang cukup besar, mulai dari 1M untuk plan terendah dan diberikan double limit tahunan untuk bbrp jenis penyakit kritis seperti serangan jantung dan kanker.

    Dengan pertimbangan bila saya suatu hari nanti terdiagnosa salah satu penyakit kritis, saya berharap bisa segera mendapatkan pengobatan yang intensif sejak tahap dini, bukan menunggu santunan dengan prosedur yang panjang dengan survival period dan tahapan penyakit tertentu.

    Sedangkan untuk kebutuhan pendukung diluar pengobatan, seperti biaya perawat dan transport seperti yang pak rudy sebutkan, bisa mulai dikumpulkan sejak dini dengan kombinasi instrumen reksadana pasar uang, pendapatan tetap dan saham.

    Namun saya belum terlalu yakin dengan pemikiran saya ini dan juga belum mengambil keputusan hingga saat ini, usia saya sekarang 31 tahun dan baru mempunyai seorang anak berusia 9 bulan. Sebagai figur yang cukup senior di bidang keuangan bagaimana menurut pendapat pak rudy mengenai metode diatas? Mohon masukannya..

    Terima kasih

  7. nidibi
    June 5th, 2015 at 15:48 | #7

    Salam Pak Rudi, Nidibi adalah inisial nama depan dari anak-anak saya.. :). Asuransi murni yang saya maskud disini adalah asuransi jiwa dan atau asuransi kesehatan yang tidak mempunyai nilai investasinya. Jadi setelah setahun uang yang kita bayarkan akan hangus kalau tidak terjadi klaim. Ibaratnya dia adalah satpam untuk menjaga rumah kita, apabila ada maling dia akan melawannya, jika tidak ada maling dia memberi rasa aman atas upah yang kita bayarkan kepada satpam tersebut untuk menjaga rumah kita. Terima kasih
    @Rudiyanto

  8. Rudiyanto
    June 8th, 2015 at 10:07 | #8

    @Joe kusumanegara
    Selamat Pagi Pak Joe,

    Mengenai rider dari unit link atau asuransi tradisional, silakan anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/ atau buku kedua saya yang berjudul Fit Focus Finish yang datanya lebih lengkap.

    Antara asuransi kesehatan dengan UP yang besar atau asuransi penyakit kritis itu adalah pilihan. Anda bisa memilih mana yang paling sesuai. Sebagai karyawan, biasanya sudah ada fasilitas asuransi kesehatan dari kantor. Dan sebagai warga negara, kita juga sudah punya asuransi kesehatan dari BPJS kesehatan.

    Jika anda merasa itu tidak cukup atau tidak pada kelas yang kamu harapkan, itu adalah persoalan gaya hidup. Jika anda menginginkan kelas di atasnya, ya silakan bayar sendiri.

    Kebutuhan dari asuransi penyakit kritis dan kesehatan menurut saya berbeda sebagaimana saya tulis dalam artikel di atas. Jika seseorang sudah memiliki dana untuk menutupi salah satu kebutuhan tersebut ya silakan saja.

    Kalau menurut saya, metode yang paling baik dan paling hemat adalah menjaga kesehatan. Caranya juga tidak susah. Jaga mulut jangan rakus, olahraga rutin, berpikir positif, sering senyum dan tertawa, serta perbanyak amal dan ibadah.

    Semoga bermanfaat.

  9. Rudiyanto
    June 8th, 2015 at 10:08 | #9

    @nidibi
    Salam Bu,

    Mengenai hal itu anda bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/ atau buku kedua saya yang berjudul Fit Focus Finish yang datanya lebih lengkap.

    Semoga bermanfaat.

  10. June 18th, 2015 at 16:22 | #10

    Salam Pa Rudi,

    Boleh dishare asuransi murni yang menjual penyakit kritis? saya coba cari 1 tahun lalu, tidak ada yang jual untuk penyakit kritis yang murni tanpa unit link :)

    terima kasih

  11. June 19th, 2015 at 11:19 | #11

    Dear Pak Rudiyanto,

    Saya kagum dengan Bapak melalui buku yg bapak tulis mengenai investasi reksadana Panin Asset Mnagament.

    Tapi melalui tulisn di blog ini, saya juga takjub melihat fokus bapak di nilai tunai. Apa alasan pertama kenapa membeli unit link?? Apakah investasi atau proteksi? Atau penggabungan?

    Pasti kita sudah sering dengar, beli asuransi ya asuransi, beli investasi ya investasi..
    Pertanyaannya :
    Kenapa beli unit link? Kenapa gak asuransi murni saja? Endowment? Term lime? Whole life? Dll

    Prinsip saya adalah :
    1. Asuransi hanya untuk proteksi. Bukan tujuan investasi yg dikaitkan dengan pendidikan, dll.. Saya lebih setuju jika Anda memiliki tujuan menciptakan dana untuk pendidikan dll di REKSADANA atau investasi lain. Kalo tujuannya untuk melindungi nilai biaya pendidikan saat orang tua tidak ada, maka lebih baik ke asuransi karena ada up jiwa yg keluar dikemudian hari saat tutup usia.

    2. Asuransi unit link memiliki konsep lama. Konsep yg sering salah kaprah. Bapak sudah pernah dengar smart link?? smart Link adalah konsep baru dri produk asuransi.
    Dimana, fokus utama ke proteksi yg maksimal dan nilai tunai dianggap seperti bonus saja. Bapak bisa membeli dengan premi 500.000 sebulan dan mendapatkan manfaat pertanggungan 3-5x lipat.
    Smart link punya produk yg lebih variatif dibanding asuransi term, whole life, endowment, dan lebih fleksibel jangka pembayarannya.
    Sekarang ini di pasar asuransi, semua mengarah ke sistem unit link.. smart link menjadi terobosan baru perbaikan dari unit link yg bapak punya.

    Minimal pertanggungan yg bapak miliki adalah 10x income tahunan, fungsinya sesuai dengan tujuan hidup Bapak pastinya.

    Maaf kata jika ada salah, saya hanya menyampaikan pendapat saya.

    Terima kasih!

  12. June 19th, 2015 at 11:27 | #12

    teminto :
    Dear Pak Rudiyanto,
    Saya kagum dengan Bapak melalui buku yg bapak tulis mengenai investasi reksadana Panin Asset Mnagament.
    Tapi melalui tulisn di blog ini, saya juga takjub melihat fokus bapak di nilai tunai. Apa alasan pertama kenapa membeli unit link?? Apakah investasi atau proteksi? Atau penggabungan?
    Pasti kita sudah sering dengar, beli asuransi ya asuransi, beli investasi ya investasi..
    Pertanyaannya :
    Kenapa beli unit link? Kenapa gak asuransi murni saja? Endowment? Term lime? Whole life? Dll
    Prinsip saya adalah :
    1. Asuransi hanya untuk proteksi. Bukan tujuan investasi yg dikaitkan dengan pendidikan, dll.. Saya lebih setuju jika Anda memiliki tujuan menciptakan dana untuk pendidikan dll di REKSADANA atau investasi lain. Kalo tujuannya untuk melindungi nilai biaya pendidikan saat orang tua tidak ada, maka lebih baik ke asuransi karena ada up jiwa yg keluar dikemudian hari saat tutup usia.
    2. Asuransi unit link memiliki konsep lama. Konsep yg sering salah kaprah. Bapak sudah pernah dengar smart link?? smart Link adalah konsep baru dri produk asuransi.
    Dimana, fokus utama ke proteksi yg maksimal dan nilai tunai dianggap seperti bonus saja. Bapak bisa membeli dengan premi 500.000 sebulan dan mendapatkan manfaat pertanggungan 3-5x lipat.
    3.Smart link punya produk yg lebih variatif dibanding asuransi term, whole life, endowment, dan lebih fleksibel jangka pembayarannya.
    4. Smart link atau sistem dahulunya unit link, memiliki kemudahan dimana nasabah membayar flat premi, tanpa kenaikan premi yg disetorkan, hanya cost of insurance saja yg naik berdasarkan jumlah up dan umur. Kalo yg traditional, itu naik berdasarkan usia. Investasi sekali lagi tujuan dasarnya hanya dipakai sbg nilai untuk polis tetap bertahan tidak lapsed saat nasabah tdk bayar lagi atau menekan cost of insurance yg dibayarkan saat depan karna saat ini sudah dicicil dan umpama bonus saja.
    5. Premi traditional dan smart link saat ini beda tipis pak. Boleh dicheck. Kita check beradasarkan cost of insurance ya pak. Kadang cenderung lebih murah loh.
    Saya sudah check pakai tabel pak.. Perhitungan jangka pendek dan jangka panjang beli smart link dengan traditional. Hasilnya buat jangka pendek total cost nya lebih murah dari pada traditional. Tetapi jangka panjang >8tahun lebih murah total cost nya smart link.
    Asuransi jangka panjang atau jangka pendek? Dipakai seumur hidup gak? Kalo bgtu ambil mikirnya yg jangka panjang

    Sekarang ini di pasar asuransi, semua mengarah ke sistem unit link.. smart link menjadi terobosan baru perbaikan dari unit link yg bapak punya.
    Minimal pertanggungan yg bapak miliki adalah 10x income tahunan, fungsinya sesuai dengan tujuan hidup Bapak pastinya.
    Maaf kata jika ada salah, saya hanya menyampaikan pendapat saya.
    Terima kasih!

  13. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:42 | #13
  14. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:51 | #14

    @teminto
    Selamat Malam Pak Teminto,

    Mengenai mengapa saya membeli unit link, kalau anda baca artikel di atas dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/ rasanya sudah sangat jelas.

    Perbandingan nilai tunai ini bertujuan untuk menunjukkan cara kerja asuransi, sebab sekalipun kami membeli asuransi unit link untuk tujuan asuransi tetap saja akan mendapatkan nilai tunai. Artikel ini bermaksud menjelaskan cara perhitungannya.

    Kemudian terkait dengan smart link yang anda sebut, dengan premi 500rb per bulan uang pertanggungan hanya 3 – 5 kali lipat bukankah itu sangat kecil? Sebab dari unit link yang saya punya dengan premi 6 juta per tahun atau 500rb per bulan manfaat UP kematian adalah Rp 142 juta atau hampir 24 kali lipat. Itupun belum termasuk manfaat yang lain.

    Demikian pendapat saya. Semoga bermanfaat, terima kasih.

  15. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:56 | #15

    @teminto
    Oh ya tambahan lagi,

    Mengenai minimal uang pertanggungan yang 10x income tahunan, terus terang saya tidak begitu percaya. Sebab yang namanya asuransi, uang pertanggungan ya disesuaikan dengan premi yang dibayar. Jadi misalkan sama-sama ada 2 orang yang ikut asuransi tersebut dengan premi 500rb per bulan. Orang pertama punya income tahunan Rp 100 juta dan orang kedua punya income tahunan Rp 500 juta, kan tidak mungkin uang pertanggungannya lain kalau preminya sama.

    Demikian tambahan pendapat dari saya, semoga bermanfaat.

  16. Hendra Yap
    June 23rd, 2015 at 18:22 | #16

    @Joe kusumanegara
    Pak Joe,
    saya Hendra dari Sequislife
    untuk asuransi penyakit kritis kami dari asuransi Sequislife mempunyai produk bundling antara UP jiwa digabung dengan asuransi penyakit kritis dengan kontrak masa pembayaran premi tetap dengan masa perlindungan max sd 65 tahun.

  17. Rudiyanto
    June 25th, 2015 at 12:13 | #17

    @Hendra Yap
    Selamat Siang Pak Hendra,

    Bisa di share disini, jika kita beli dengan premi 1 juta per tahun usia 31, sehat tidak merokok, kira-kira manfaat UP yang didapat berapa?

    Thanks

  18. Hendra Yap
    August 20th, 2015 at 17:24 | #18

    @Rudiyanto

    Selamat sore pak Joe,

    mohon maaf apabila saya membalasnya terlalu lama.

    sehubungan dengan pertanyaan Bapak Joe mengenai kebutuhan asuransi penyakit kritis untuk premi 1jt per bulan, umur 31 tahun maka diperoleh manfaat meninggal UP Rp 200,000,000 dicover sampai dengan usia 100thn + manfaat penyakit kritis Rp 200,000,000 dicover sampai dengan usia 65thn.

    masa pembayaran 10 tahun
    Tarif premi FIXED selama 10 tahun.

    untuk informasi selengkapnya anda bisa SMS atau menhubungi di no 085218839159 atau 08158838080.

    mudah2an informasi ini bisa bermanfaat.

  19. difa antono
    August 21st, 2015 at 08:46 | #19

    @Hendra Yap

    Selamat pagi pak Hendra,

    Mohon maaf ikut nimbrung, penasaran dengan yang bapak sampaikan di awal.

    Koreksi untuk pertanyaan dari pak Rudiyanto, bahwa yang di tanyakan adalah premi 1 juta/tahun, bukan 1 juta/bulan pak.

    Mohon informasi nya ?

    terima kasih

  20. Rudiyanto
    August 21st, 2015 at 08:48 | #20

    @Hendra Yap
    Selamat Pagi Pak Hendra,

    Terima kasih atas tanggapannya Pak Hendra,

    Menurut saya premi anda lebih mahal. Karena dengan Rp 350rb per bulan yang saya peroleh sbb
    Asuransi Jiwa Rp 102 juta
    Asuransi Penyakit Kritis Rp 280 juta
    Asuransi Kecelakaan Rp 36 juta
    Pru Waiver Rp 4.2 juta hingga usia 65*

    Logikanya dengan membayar Rp 700rb, berarti saya sudah dapat Asuransi Jiwa Rp 200 juta dan Penyakit Kritis Rp 560 juta.

    Terima kasih

  21. Rudiyanto
    August 21st, 2015 at 09:07 | #21

    @difa antono
    Selamat Pagi Pak Difa,

    Kalau soal Rp 1 juta per bulan atau per tahun, saya yang salah tulis. Seharusnya memang per bulan, bukan per tahun.

    Terima kasih

  22. Hendra Yap
    August 21st, 2015 at 09:30 | #22

    @Rudiyanto
    selamat pagi Pak Rudiyanto,

    saya memandang dari sisi cost nya, bagi saya apabila cost sudah bisa terpenuhi maka benefit pasti bisa terpenuhi. kalau memakai contoh diatas maka sepintas memang produk kami lebih mahal akan tetapi harus diperhatikan adalah biaya asuransi penyakit kritis berjalan selama 34 tahun (65 tahun – 31 tahun) banyak salah persepsi di masyarakat apabila membeli unit link hanya membayar 10 tahun dan setelah itu tidak ada kewajiban membayar lagi. biaya asuransi tambahan apapun akan ditagih dalam rentang waktu masa asuransinya.

    biaya asuransi penyakit kritis dan asuransi kesehatan (RS) paling tinggi.

    contoh : manfaat penyakit kritis dicover sd usia 65 maka biaya asuransinya adalah 65 mengurangi usia masuk selisih tahun tersebut pemegang polis harus membayar biaya asuransi.

    sekali lagi saya menempatkan cost menjadi prioritas

    sedangkan produk yang coba saya share adalah masa pembayaran premi fixed selama 10 tahun dan mulai tahun kesebelas tidak ada lagi kewajiban pembayaran premi lagi. jika usia masuk 31 tahun maka pembayaran premi sd usia 40 dan memasuki usia 41 sudah tidak ada kewajiban membayar premi lagi dan manfaat penyakit kritis akan dicover sd usia tertanggung 65 tahun serta manfaat meninggal dicover sd usia tertanggung 99 tahun.

    mudah2an bermanfaat Pak Rudi

    @difa antono

  23. Hendra Yap
    August 21st, 2015 at 09:49 | #23

    @Rudiyanto <ha

    @Rudiyanto
    Pak Rudiyanto,

    saya mau menambahkan saja jika merujuk contoh case anda

    premi 350 rb/bln
    manfaat dasar meninggal 102jt
    manfaat tambahan penyakit kritis 280jt,

    setau saya manfaat tambahan tidak bole lebih besar dari manfaat dasar.

    mohon koreksi jika saya salah

    mohon koreksi jika saya salah.

  24. Rudiyanto
    August 21st, 2015 at 09:57 | #24

    @Hendra Yap
    Selamat Siang,

    Kalau menurut saya, pernyataan
    “masa pembayaran premi fixed selama 10 tahun dan mulai tahun kesebelas tidak ada lagi kewajiban pembayaran premi lagi.”

    Malah agak membingungkan dan menyesatkan menurut saya. Sebab tidak mungkin orang tidak bayar premi dan tetap di cover asuransi.

    Yang mungkin terjadi adalah orang tetap bayar, tapi dipotong dari nilai tunai premi yang dimasukkan sejak awal. Sebab memang preminya jauh lebih mahal sehingga ada nilai tunai yang disimpan dan diakumulasikan. Silakan dikoreksi jika salah.

    Mengenai nilai Uang Pertanggungan, itu sudah sesuai dengan polis yang saya dapat. Saya tidak tahu seperti apa peraturan pada Uang Pertanggungan Asuransi apakah boleh lebih besar atau tidak. Tapi begitulah polis asuransi yang saya miliki saat ini.

    Terima kasih

  25. Hendra Yap
    August 21st, 2015 at 13:49 | #25

    @Rudiyanto
    siang Pak Rudi

    Asuransi yang saya share informasinya adalah asuransi tradisional bukan unit link.

    Asuransi tradisional ada 3 :
    1. Term
    2. Whole Life
    3. Endowment

    Produk yang saya maksud adalah asuransi whole life + asuransi tambahan penyakit kritis.

    Salah satu feature produk asuransi yang berbasis whole life ada masa pembayaran premi yang terbatas (5 sd 20 tahun) tetapi masa perlindungan manfaat kematian sd usia tertanggung 100 tahun dan penyakit kritis sd usia tertanggung 65 tahun.

    Tidak menyesatkan Pak Rudi memang feature produknya seperti itu dan sangat dipahami bahwa masyarakat Indonesia tidak begitu familiar dengan produk berbasis tradisional karena dewasa ini asuransi identik dengan jenis unit Link padahal jika seseorang fokus pada UP maka pilihan yang paling menguntungkan adalah jenis Term dan Whole Life.

    Sedangkan masa pembayaran premi asuransi unit link sebenarnya flexible artinya tidak harus mengikuti yang tertera pada proposal akan tetapi biaya asuransi masing2 manfaat yang diambil akan ditagih sampai dengan masa asuransi manfaat tersebut.

    Mengenai UP kami di Sequislife tidak bisa menyediakan manfaat tambahan lebih besar daripada manfaat dasar.

  26. Rudiyanto
    August 21st, 2015 at 15:07 | #26

    @Hendra Yap
    Selamat Siang Pak Hendra,

    Memang benar, pemahaman saya terhadap asuransi memang sebatas pada unit link. Terima kasih sudah memberikan penjelasan dan koreksinya.

    Kalau logika terhadap produk anda dibandingkan dengan yang saya ambil, mungkin seperti ini : preminya murah, tapi harus bayar terus supaya bisa terus diasuransikan. Kemudian kalau produk anda preminya mahal, tapi sebenarnya bukan mahal, tapi porsi yang harus dibayar misalkan untuk 35 tahun ( penyakit kritis dengan perlindungan hingga usia 65) dibayarkan sekaligus dalam 10 tahun jadi lebih mahal.

    Jadi ibaratnya yang satu beli ketengan, satu lagi bayar sekaligus.

    Terima kasih

  27. Hendra Yap
    August 21st, 2015 at 18:26 | #27

    @Rudiyanto
    Sore Pak Rudi,

    Betul Pak rudi saya memakai pendekatan pembayaran premi terbatas

    Jika mengacu pada polis Pak Rudi sebenarnya biaya asuransi untuk manfaat asuransi tambahan penyakit kritis dan kesehatan (RS) tidak bisa dibilang murah. untuk biaya asuransi kesehatan (RS) biasanya terjadi kenaikan tiap 5 tahun sekali sedangkan biaya asuransi hampir sama. biaya asuransi untuk manfaat dasar meninggal relatif murah.

    saya menyarankan agar premi asuransi UL dibayarkan terus sampai manfaat yang kita ambil berakhir karena nasabah akan berhadapan dengan biaya asuransi tambahan yang tinggi. dan juga kalau bisa jika mau ambil polis UL lagi sebaiknya dikonsentrasikan saja.

    Apakah ada jaminan jika premi dibayarkan trus akan menutupi biaya asuransi? saya berpendapat hal itu juga bukan jaminan karena kalau nilai investasi jeblok dan nilai tunai yang terbentuk tidak mencukupi untuk membayar biaya asuransi maka dipastikan nasabah harus top up untuk memastikan polis tetap aktif.

    Asuransi UL merupakan salah satu produk asuransi yang complicated bagi nasabah maupun agent asuransi bersangkutan maka dari itu saya sangat berhati2 sekali dalam menjelaskannya. saya mewakili sudut pandang dari sisi asuransi walaupun ada unsur investasinya tetapi saya tidak mempunyai kemampuan yang mumpuni seperti Pak Rudy dalam menjelaskan skema investasinya.

    Mudah2an informasi ini bisa bermanfaat bagi semua orang.

    Terima kasih

  28. Rudiyanto
    August 24th, 2015 at 11:27 | #28

    @Hendra Yap
    Siang Pak Hendra,

    Mau koreksi sedikit saja bahwa polis asuransi yang saya sebutkan di atas tidak ada Asuransi Kesehatannya karena memang sesuai permintaan saya. Kemudian untuk Asuransi Penyakit Kritis naik setiap tahun, bukan 5 tahun.

    Kalau mau tahu mahal atau murah, menurut saya cara yang paling fair adalah membandingkan harga asuransi secara unit per unit.

    Demikian, terima kasih atas informasinya.

  29. Hendra Yap
    August 24th, 2015 at 13:43 | #29

    siang Pak Rudi,

    Memang harus dibandingkan, tapi untuk lebih jelasnya mungkin harus bertemu pak Rudi.

    Thx

  30. Priska
    January 12th, 2016 at 16:10 | #30

    Halo, selamat siang Pak Rudi,

    Saya berumur 23 tahun, baru saja meniti karir. tujuan saya bertanya, adalah saya ingin mencari tahu asuransi apa yg baik untuk saya, karena setiap saya pergi ke agen asuransi, maka saya diarahkan untuk asuransi unit link. sedangkan, saya tahu, bahwa tujuan saya bukanlah untuk investasi. tapi benar2 untuk asuransi.

    yang saya inginkan dalam asuransi adalah :

    1. asuransi kesehatan, yang dapat saya klaim setiap saat ketika saya sakit sehingga saya tidak perlu mengeluarkan uang/biaya rumah skt.
    2. asuransi jiwa, apabila saya mengalami hal2 yg tidak diinginkan (kecelakaan,kematian, kelumpuhan) yang menyebabkan saya tidak dapat bekerja/produktif dalam menghasilkan uang.
    3.ketika saya pensiun atau sudah dalam usia tidak produktif, saya mendapatkan pertanggungan tiap bulan.

    mohon,sekiranya pak rudi membantu saya/mencerahkan saya. karena saya tidak mau salah langkah untuk kedepannya nanti.

    Terimakasih

  31. Rudiyanto
    January 12th, 2016 at 17:50 | #31

    @Priska
    Selamat Sore Ibu Priska,

    Terkait pertanyaan 1 dan 2, anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/

    Kalau yang nomor 3 itu bukan Asuransi tapi Dana Pensiun. Anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/11/17/mempersiapkan-pensiun-via-dplk-atau-reksa-dana-langsung/

    Semoga bermanfaat

  32. Priska
    January 13th, 2016 at 12:14 | #32

    @Rudiyanto

    Terimakasih Pak Rudi telah membantu untuk menjawab pertanyaan saya.

    ada lagi yang saya ingin tanyakan pak, jika saya investasi kesehatan+jiwa murni seperti artikel yang ditulis bapak.
    1. berapa lamakah saya harus membayar preminya untuk asuransi kesehatan atau jiwa tersebut?
    2.dan berlaku sampai usia saya berapa yah pak?

    contoh : saya berumur 23 tahun. saya harus membayar sampai berumur 33 tahun(10tahun membayar). kemudian saya tidak membayar premi lagi. tetapi, ketika saya berumur 35 atau 40 jatuh sakit. apakah masih ditanggung oleh pihak asuransi tersebut pak?berapa batasan umur untuk ditanggung asuransi? 60-70 tahunkah?

    3. Bisa tidak Pak Rudi memberikan rekomendasi/saran untuk perusahaan asuransi yang memang bagus/baik di dalam memberikan asuransi kesehatan/jiwa murni.

    Terimakasih Pak.
    Maaf merepotkan.

  33. January 13th, 2016 at 16:16 | #33

    @Priska

    Hi Priska, saya Yoseph dari Manulife, saya akan bantu menanggapi kebingungan anda. Mungkin selama ini anda belum pernah bertemu Agent dari perusahaan kami yang punya produk sangat beragam untuk segala kebutuhan calon nasabah. Jangan salahkan agent dari perusahaan asuransi lain, banyak dari perusahaan asuransi besar yang sudah menutup produk asuransi murni dan hanya memasarkan produk unit linked.

    Sekedar informasi, semua jenis asuransi kesehatan di produk unit linked maupun asuransi murni akan tetap menanggung biaya RS jika polis anda dalam status in force (aktif). Jadi yang perlu diperhatikan adalah apakah polisnya aktif atau tidak pada saat manfaat tersebut akan digunakan.

    Cara pembayaran 10 tahun yang anda maksud adalah konsep cuti premi dari produk unit linked. Sebuah konsep yang mengharapkan pembayaran premi hanya 10 tahun dan premi tahun selanjutnya diskenariokan seperti “gratis” padahal tetap dibayar dengan memotong nilai unit (hasil investasi) yang terbentuk selama 10 tahun anda membayar premi. Kecuali anda memang paham betul cara kerja produk unit linked, jangan pernah menerima penawaran dengan skema pembayaran seperti itu. Memang betul terdengar sangat indah tapi ujungnya anda pasti kecewa.

    Pada produk Unit Linked ibaratnya anda membayar biaya asuransi dan nilai investasi setelah dipotong2 biaya akuisisi yang tidak sedikit, maka sudah bisa dipastikan anda mendapat benefit yang jauh lebih rendah dengan jumlah premi yang sama jika dibandingkan dengan produk asuransi murni yang hanya membayar biaya asuransi tanpa embel2 biaya dan pemotongan lain2.

    Pada asuransi kesehatan/jiwa murni anda membayar premi selama anda ingin dicover karena tidak ada nilai investasi unit linked yang bisa menalangi jika anda tidak membayar premi. Tahun ini ingin dicover, tahun ini bayar premi. Sama seperti asuransi kendaraan.

    Jika anda membutuhkan produk asuransi jiwa murni dapat mengunjungi link berikut:

    Asuransi Jiwa Murni Term Life http://bit.ly/1O2ScDn

    Asuransi Jiwa Murni Whole Life http://bit.ly/1PugKeC

    Asuransi Kesehatan Murni http://bit.ly/MiUHC

    Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai Asuransi di http://www.proteksijiwa.com

  34. Priska
    January 14th, 2016 at 10:11 | #34

    @Yoseph Francis

    Terimakasih untuk informasinya pak yoseph.

    yang saya artikan dari pembicaraan pak yoseph, artinya, jika saya ingin di cover asuransi sampai saya mati, saya harus bayar sampai mati juga pak?

    anggap saja, saya sekarang berumur 23 tahun. mengambil premi pmbayaran 20 tahun, lalu saya bayar sampai umur 43 tahun, jadi ketika saya sakit dan harus masuk rumah sakit pada umur 45. maka saya tidak akan dtanggung asuransi? lalu uang yg telah saya berikan 20 tahun itu, hangus begitu saja? kalau sistemnya seperti itu, tentu saya yang paling dirugikan.

    dan juga, untuk program ProActivePlus.
    ada yang saya tanyakan, mengenai program+biaya tambahan untuk :
    - HealthSafe (Hospital Plan)
    - Manulife Medicare Plus (Hospital Plan)

    yang saya artikan dari artikel mengenai program ini adalah, saya akan di berikan asuransi jiwa, dengan pembayaran premi selama 5-20 tahun. sampai usia saya 65 tahun. jadi ketika saya berumur 66 tahun dan tidak mati, maka uang pertanggungan saya akan hangus?

    kemudian, apa perbedaan antara HealthSafe (Hospital Plan) dan Manulife Medicare Plus (Hospital Plan)?

    terus terang saja, saya selalu sinis dengan produk asuransi. karena orangtua saya pernah di kecewakan dan “dikerjai” oleh pihak asuransi. sehingga, saya harus benar2 tau dan selektif untuk menghindari apa yg prnah dialami oleh orangtua saya.

    yang saya inginkan dari asuransi adalah,

    1. saya sakit umur berapapun dan harus masuk rumah sakit sampai saya mati, itu dtanggung asuransi. dan itu termasuk jika saya harus sakit gigi/mata. krn saya tau ada pihak asuransi yang “bermain” ketika menjelaskan produk kesehatan terutama rumah skt.
    yang tidak menjelaskan bahwa dalam “rumah skt” tersebut, tidak ada dokter gigi/mata/THT.

    2. Melanjutkan pernyataaan saya di atas. apakah ada program asuransi yang saya maksud? jika ada, tolong sebutkan preminya per tahun berapa? saya harus bayar sampai berapa lama?

    3. kemudian, jika saya mengalami kecelakaan sehingga saya cacat (tidak produktif) ato saya mati umur berapapun, baik itu karena penyakit atau kecelakaan, atau diracun atau apalah yang menyebabkan saya mati. saya ingin keluarga saya mendapatkan nilai klaim pertanggungan dari pihak asuransi.

    4. melanjutkan pernyataan saya diatas, apakah ada asuransi yang mengcover pernyataan saya diatas?jika ada, berapa preminya? dan berapa lama saya harus membayar?

    nb : mohon pak yoseph jawab dengan jujur dan seringkas2nya. dan tidak perlu menyertakan link lagi. agar pembaca di sini pun dapat jelas mengerti tentang asuransi.

    Mohon maaf pak yoseph, untuk pertanyaan dan pernyataan saya bila tidak berkenan di hati bapak.

    krn tentu saja, saya sebagai pembeli polis asuransi, saya harus tau sampai detil agar tidak di kemudian hari, terjadi kesalahpahaman sehingga saya harus ribet mengirimkan protes saya ke surat/koran/media elektronik.

  35. Rudiyanto
    January 15th, 2016 at 13:23 | #35

    @Priska
    Selamat Siang Ibu Priska dan Pak Yoseph,

    Terima kasih sebelumnya kepada pak Yoseph yang sudah membantu menjawab sebagian pertanyaan dari ibu Priska. Dari diskusi tersebut, ada beberapa tanggapan dari saya.

    1. saya sakit umur berapapun dan harus masuk rumah sakit sampai saya mati, itu dtanggung asuransi. dan itu termasuk jika saya harus sakit gigi/mata. krn saya tau ada pihak asuransi yang “bermain” ketika menjelaskan produk kesehatan terutama rumah skt.
    yang tidak menjelaskan bahwa dalam “rumah skt” tersebut, tidak ada dokter gigi/mata/THT.

    Menurut saya terlepas dari pengalaman buruk di masa lalu, kita harus mengerti bisnis asuransi. Bayangkan ibu Priska yang punya perusahaan asuransi, apakah anda mau buat bisnis orang bayar ke anda Rp 500.000 ribu per bulan dan jika orang tersebut meninggal anda harus bayar (misalkan) Rp 250 juta ke orang tersebut? Sudah begitu katakanlah bayarnya 10 tahun dan ditanggung seumur hidup sampai orang tersebut meninggal yang bisa 30 -40 tahun atau bahkan lebih panjang lagi ?

    Kalau saya sih, terus terang tidak. Sebab jika demikian, sudah pasti ini bisnis rugi dan saya tidak akan bisa gaji karyawan dan sebagainya. Sudah pasti juga perusahaan2 asuransi tidak akan menjadi sebesar sekarang bisa iklan, promosi dan lain-lain.

    Jadi jika mau fair, memang kita bayar ke asuransi sekian maka dia akan jamin saya sekian selama x bulan / tahun. Jika tidak bayar, ya tidak diasuransikan. Dengan menggunakan contoh di atas http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2015/06/Biaya-Asuransi-dan-Administrasi-Tahun-Pertama.png dimana premi asuransi sebesar Rp 26.999 untuk Pru Link Assurance Account. Artinya jika saya bayar Asuransi Rp 27.000 per bulan, maka Asuransi akan mengganti Rp 148 juta (Asuransi Jiwa) jika saya meninggal di bulan tersebut.

    Bagaimana dengan bulan depan? Jika bayar ya ditanggung, tapi kalau tidak dibayar ya tidak ditanggung. Kalau misalkan sudah bayar tapi tidak mati bagaimana? Ya Rp 27.000 jadi keuntungan asuransinya. Memang model bisnis perusahaan asuransi adalah terima premi dari sebanyak-banyaknya orang, berdoa mereka sehat walafiat. Jika memang ada yang meninggal, maka uang pertanggungan tersebut diambil dari yang tidak meninggal.

    Menurut saya model bisnis itu sangat wajar. Dengan kata lain, jika anda mau ditanggung sampai usia berapapun, maka ya harus bayar sampai usia berapapun. Kalau anda mengharapkan uang yang sudah dibayarkan harus dikembalikan, maka perusahaan asuransi ya tutup. Sebab dia juga butuh biaya untuk operasional, gaji karyawan dan lainnya.

    Dengan model unit link, ibarat premi asuransinya (misalkan) Rp 200.000. Nasabah bayar Rp 500.000. Maka sisa Rp 300.000 setelah dikurangi komisi marketing, akan ditabung / investasikan. Ibaratnya ketika nasabah lupa / tidak bayar, supaya tetap ditanggung, asuransi akan mengambil dari akumulasi tabungan tersebut.

    Dengan model asuransi umum (mobil, kesehatan, kerugian) seperti yang dikemukakan pak Yoseph, kalau premi asuransi Rp 200.000 ya nasabah bayar Rp 200.000. Karena tidak ada tabungan / investasi, maka ketika orang tidak membayar ya tidak ditanggung.

    Kemudian terkait asuransi kesehatan harus jelas. Sebab asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Kalau Asuransi kesehatan itu mengganti biaya inpatient artinya biaya yang keluar jika kita “menginap” di rumah sakit dan biaya operasi. Untuk sakitnya sepertinya cukup banyak, tapi detailnya mesti tanya ke perusahaan asuransi.

    Kemudian bagaimana kalau kita ke rumah sakit / klinik tapi tidak menginap? Kalau dalam asuransi itu disebut biaya outpatient. Misalkan anda datang ke dokter spesialis, klaim obat dokter.

    Ada asuransi kesehatan yang mengcover inpatient saja, tapi ada juga biaya asuransi yang mengcover hingga outpatient. Tapi ya ada harga, ada kualitas. Bayarnya bisa jauh lebih mahal. Dan ketika bilang mahal, maka bisa ratusan ribu hingga jutaan per bulan jika termasuk layanan outpatient. Ada juga asuransi eksekutif yang bahkan mengganti hingga biaya tranplantasi organ, tapi preminya sudah di atas Rp 100 juta per tahun.

    Dalam konteks Gigi, setahu saya itu bukan tidak ada tapi mahal sekali. Karena saya pernah menanyakan ke kantor lama saya, dan menurut perusahaan asuransi untuk gigi, preminya bisa ratusan ribu per tahun per gigi ! Jadi gigi yang mau diasuransikan ada berapa, dijumlahkan dan dikalikan. Oleh karena itulah untuk asuransi gigi, setahu saya sangat jarang ada. Kalau Asuransi penyakit mata, saya kurang tahu. Sebab kasus kamu juga harus jelas, apakah inpatient atau outpatient.

    Kalau asuransi gigi yang murah setahu saya adalah jika hilangnya gigi yang disebabkan karena kecelakaan. Tapi kalau gusi bolong, cabut gigi atau bahkan pasang behel ya tidak ditanggung.

    2. Melanjutkan pernyataaan saya di atas. apakah ada program asuransi yang saya maksud? jika ada, tolong sebutkan preminya per tahun berapa? saya harus bayar sampai berapa lama?

    Untuk hal ini, perlu dibantu dengan data-data seperti Usia, Merokok / Tidak, Indeks Obesitas (atau berat dan tinggi badan), dan Uang Pertanggungan yang diinginkan untuk :
    Asuransi Jiwa (jika mati) = Rp
    Asuransi Penyakit Kritis (terdeteksi penyakit berat dsb) = Rp
    Asuransi Kesehatan (Biaya RS per hari dan Biaya Operasi) = Rp

    Untuk yang UPnya besar, terkadang juga harus ada pemeriksaan medis.

    3. kemudian, jika saya mengalami kecelakaan sehingga saya cacat (tidak produktif) ato saya mati umur berapapun, baik itu karena penyakit atau kecelakaan, atau diracun atau apalah yang menyebabkan saya mati. saya ingin keluarga saya mendapatkan nilai klaim pertanggungan dari pihak asuransi.

    Kalau dalam Asuransi Kecelakaan ada istilah Cacat Tetap Sebagian atau Cacat Tetap Total. Tapi pembayarannya sepengatahuan saya baru sampai usia 65 seperti Pru Waiver di atas. Penyebab cacat harus kecelakaan, sebab kalau penyebabnya sakit berarti kita ngomong Asuransi Penyakit Kritis.

    4. melanjutkan pernyataan saya diatas, apakah ada asuransi yang mengcover pernyataan saya diatas?jika ada, berapa preminya? dan berapa lama saya harus membayar?

    Sama kayak no 2, harus lebih spesifik berapa yang diminta

    Mengenai pertanggungannya hingga usia berapa, mesti di cek lagi di polisnya. Tapi kalau dari asuransi biasanya diinformasikan apakah sampai 65 atau 99.

    Mengenai rekomendasi perusahaan asuransi terus terang harus didasarkan pada pengalaman. Ketika saya membeli asuransi dulu, perusahaan yang menawarkan asuransi murni masih sangat sedikit. Tapi sekarang sudah banyak, menurut saya anda bisa window shopping.

    Semoga bermanfaat.

  36. January 15th, 2016 at 17:10 | #36

    Selamat sore @Priska dan pak @Rudiyanto yang saya hormati,

    Pertanyaan dari Priska sebagian besar sudah dijawab oleh pak Rudi, namun saya mohon izin kepada pak Rudi untuk memberikan pandangan saya sebagai praktisi Asuransi. Sebelumnya juga, mohon maaf pertanyaanya harus saya kutip ulang agar para pembaca bisa mengerti, tidak rancu dan tidak salah persepsi.

    Q: yang saya artikan dari pembicaraan pak yoseph, artinya, jika saya ingin di cover asuransi sampai saya mati, saya harus bayar sampai mati juga pak?

    A: Saya kurang jelas pertanyaan ini mengacu pada asuransi jiwa atau kesehatan. Tapi konsepnya sama, tidak ada yang gratis dimana pun. Anda wajib membayar sejumlah premi untuk mendapatkan benefit berupa pertanggungan. Untuk asuransi jiwa tersedia berbagai macam jenis di Manulife, ada Unit Linked, Term Life maupun Whole life.

    - Asuransi Jiwa UL selama nilai tunai pada polis masih mencukupi untuk membayar biaya asuransi, maka pertanggungan tetap berjalan hingga maksimal 99 tahun. Laporan nilai tunai akan dikirimkan kepada nasabah setiap bulan. Terlepas dari berapa tahun masa pembayaran yg anda/agen rencanakan, intinya adalah biaya asuransi diri anda harus terbayarkan barulah benefit pertanggungan bisa didapatkan. Untuk produk ini pak Rudi sudah menjelaskan pada komentar sebelumnya. Informasi produk http://bit.ly/MVPAbsolute

    - Asuransi Jiwa Term Life maksimal kontrak selama 20 tahun (flat premi) dan bisa diperpanjang hingga nasabah berusia 70 tahun. Untuk produk ini, selama anda membayar, perusahaan akan menanggung. Jika anda hidup hingga usia 71, pertanggungan berakhir dan seluruh premi hangus. Informasi produk http://bit.ly/AsuransiJiwaTermLife

    - Asuransi Jiwa Whole life, pertanggungan seumur hidup. Pembayaran premi bisa dipilih antara 5, 10, 15 atau 20 tahun. Setelah selesai membayar premi, pertanggungan anda akan berjalan hingga usia 99 tahun tanpa pengaruh saham, nilai tunai, pasar modal dsb. Ini adalah jenis Asuransi Jiwa yang UP-nya 100% pasti cair dengan kondisi meninggal, cacat maupun jika hidup hingga 99 tahun. Informasi produk http://bit.ly/AsuransiJiwaWholeLife

    Agen asuransi banyak yang menggunakan produk UL untuk meniru metode pembayaran produk Tradisional Whole life agar terkesan murah, segudang keuntungan dan pertanggungan gratis setelah 10 tahun. Berbekal impian dan harapan pembayaran premi hanya 10 tahun, selanjutnya saham dapat bertumbuh tinggi sepanjang masa untuk menutupi biaya asuransi yang tidak dibayarkan lagi setelahnya.

    Cara ini sangat berisiko tinggi dan hal ini juga yang menyebabkan banyak orang skeptis terhadap asuransi. Karena pada akhirnya, nasabah akan merasa “tertipu” ketika suatu saat nilai tunai pada masa “asuransi gratis” tersebut tidak dapat menutup biaya asuransi yang timbul. Jika pada saat itu nasabah ingin mengaktifkan kembali polisnya, akan dibebankan biaya yang sangat besar karena biaya asuransi seseorang akan meningkat seiring usia bertambah dan melonjak sangat tinggi mendekati usia senja.

    Q: anggap saja, saya sekarang berumur 23 tahun. mengambil premi pmbayaran 20 tahun, lalu saya bayar sampai umur 43 tahun, jadi ketika saya sakit dan harus masuk rumah sakit pada umur 45. maka saya tidak akan dtanggung asuransi? lalu uang yg telah saya berikan 20 tahun itu, hangus begitu saja? kalau sistemnya seperti itu, tentu saya yang paling dirugikan.

    A: Saya asumsikan pertanyaan ini mengacu pada asuransi kesehatan. Karena product di Manulife sangat beragam, maka saya akan memberikan semua jawaban yang terkait dengan masing-masing produk.

    -Jika asuransi kesehatan anda merupakan Rider (tambahan) dari produk UL, maka kembali pada penjelasan diatas. Selama nilai tunai pada polis anda mencukupi untuk membayar biaya asuransi kesehatan tersebut terlepas dari berapa tahun masa pembayaran yang anda/agen rencanakan, maka pertanggungan kesehatan akan tetap aktif. Jika pada usia 43 tahun anda berhenti membayar premi dan pada usia 45 tahun masih tersedia nilai tunai pada polis, maka pertanggungan akan tetap berjalan. Namun jika kondisi pasar modal tidak bagus dan menggerus nilai tunai hingga tidak bisa menutupi biaya asuransi kesehatan tersebut, maka polis akan lapse atau berakhir.

    *Ini adalah pertanyaan yg harus anda tanyakan kepada agen asuransi yang suka menjanjikan produk UL hanya perlu dibayar sejumlah xx tahun.

    -Jika asuransi kesehatan anda merupakan Rider (tambahan) dari produk asuransi jiwa tradisional (term life/ whole life) yang tidak membentuk nilai pada polis, maka asuransi kesehatan anda akan berlaku selama produk Asuransi dasar anda aktif untuk term life dan selama premi asuransi kesehatan anda tetap dibayarkan pada produk whole life.

    -Jika asuransi kesehatan anda merupakan Asuransi kesehatan tradisional yang berdiri sendiri (Stand alone product) maka anda perlu membayar premi selama anda ingin dicover oleh perusahaan asuransi. Produk ini Maksimal hanya bisa diperpanjang hingga usia 80 tahun. Pada produk ini anda hanya membayar biaya asuransi kesehatan saja seperti yg sudah dijelaskan pak Rudi. Maka dengan budget yang sama, bisa mendapatkan benefit yang lebih tinggi dibanding produk asuransi kesehatan yang berupa rider (tambahan) informasi produk http://bit.ly/MiUHC

    Mengenai untung rugi, agak sulit dibahas jika tolak ukurnya adalah uang. Jika berharap untung dalam arti mendapatkan uang dari membeli produk proteksi di asuransi, saya jamin suatu hari anda akan kecewa dan merasa ditipu oleh agen asuransi.

    Selama nasabah membayar premi, maka perusahaan akan menanggung risiko keuangan yang timbul akibat risiko atau musibah, dengan plafond atau nilai pertanggungan yang tercantum pada polis asuransi. Menurut saya pribadi ini adalah sebuah keuntungan besar berupa peace of mind yang membuat tertanggung memiliki ketenangan batin dan yakin jika risiko menimpa dirinya, aset, investasi dan anggota keluarga yang lain tidak perlu mengalami bencana finansial akibat musibah tersebut karena risiko telah dialihkan kepada perusahaan asuransi. Perumpamaan sebagai berikut:

    Apakah seseorang merasa rugi jika mempekerjakan petugas keamanan untuk menjaga rumahnya, namun tidak pernah terjadi perampokan/pencurian pada rumahnya?

    Apakah seseorang merasa rugi membeli sebuah gembok untuk pagar rumahnya, jika tidak pernah terjadi pembobolan?

    Q: Untuk program ProActivePlus.
    ada yang saya tanyakan, mengenai program+biaya tambahan untuk :
    - HealthSafe (Hospital Plan)
    - Manulife Medicare Plus (Hospital Plan)
    yang saya artikan dari artikel mengenai program ini adalah, saya akan di berikan asuransi jiwa, dengan pembayaran premi selama 5-20 tahun. sampai usia saya 65 tahun. jadi ketika saya berumur 66 tahun dan tidak mati, maka uang pertanggungan saya akan hangus?
    kemudian, apa perbedaan antara HealthSafe (Hospital Plan) dan Manulife Medicare Plus (Hospital Plan)?

    A: Proactive Plus adalah asuransi jiwa tradisional term life, penjelasan ttg produk ini sudah dijelaskan diatas diatas. Asuransi jenis ini minimal durasi kontrak 5 tahun, maksimal durasi kontrak 20 tahun dan bisa diperpanjang hingga maksimal usia 70 tahun. Informasi produk http://bit.ly/AsuransiJiwaTermLife

    Pertanggungan hingga usia 65 tahun adalah produk asuransi kesehatan Healthsafe, maksimal hanya bisa diperpanjang hingga usia 65 tahun. Informasi: http://bit.ly/healthsafe

    Honestly, saya tidak nyaman membahas produk melalui telepon atau tulisan karena akan menimbulkan banyak mispersepsi dan kesalahpahaman akibat rancunya informasi yang diterima calon nasabah yang disebabkan oleh banyak faktor. Jika anda memang serius membutuhkan informasi mengenai produk, saya akan datang menemui anda.

    Q: terus terang saja, saya selalu sinis dengan produk asuransi. karena orangtua saya pernah di kecewakan dan “dikerjai” oleh pihak asuransi. sehingga, saya harus benar2 tau dan selektif untuk menghindari apa yg prnah dialami oleh orangtua saya.

    A: Ya memang di segala bidang ada yang positif dan negatif, dalam hal ini tergantung manusianya. Dulu saya juga seperti anda sangat skeptis terhadap asuransi maupun agennya. Setelah saya sempat mengalami bencana finansial barulah saya tersadar, membuka diri dan mempelajari asuransi. Saking skeptisnya, saya menseleksi sendiri produk dari berbagai perusahaan hingga akhirnya mengajukan diri atas inisiatif pribadi untuk menjadi agent, rencana awalnya agar bisa mendapatkan produk yang memang cocok dan sangat saya pahami untuk melindungi masa depan keluarga.

    Q: yang saya inginkan dari asuransi adalah, saya sakit umur berapapun dan harus masuk rumah sakit sampai saya mati, itu dtanggung asuransi. dan itu termasuk jika saya harus sakit gigi/mata. krn saya tau ada pihak asuransi yang “bermain” ketika menjelaskan produk kesehatan terutama rumah skt.
    yang tidak menjelaskan bahwa dalam “rumah skt” tersebut, tidak ada dokter gigi/mata/THT.

    A: Usia maksimal asuransi kesehatan saat ini adalah 80 tahun. Jadi belum ada yg memenuhi kriteria anda.
    Untuk cover gigi bisa didapatkan pada produk asuransi kesehatan tradisional MiUltimate Healthcare (informasi: http://bit.ly/MiUHC ) pertanggungan berupa penggantian biaya (reimbursement) dengan sistem koordinasi pembayaran 80% ditanggung asuransi, 20% ditanggung nasabah dengan maksimal jumlah klaim 20jt per tahun. Untuk penyakit mata dan THT dicover oleh asuransi kesehatan selama bukan penyakit yang sudah diderita sebelum tanggal polis berlaku.

    Q: Melanjutkan pernyataaan saya di atas. apakah ada program asuransi yang saya maksud? jika ada, tolong sebutkan preminya per tahun berapa? saya harus bayar sampai berapa lama?

    A: Saat ini belum ada produk yang dapat memenuhi kriteria anda dari segi masa pertanggungan.

    Q: kemudian, jika saya mengalami kecelakaan sehingga saya cacat (tidak produktif) ato saya mati umur berapapun, baik itu karena penyakit atau kecelakaan, atau diracun atau apalah yang menyebabkan saya mati. saya ingin keluarga saya mendapatkan nilai klaim pertanggungan dari pihak asuransi.

    A: Produk Asuransi Jiwa Whole Life akan sesuai untuk anda jika mempunyai harapan tersebut karena produk ini satu2nya yang UP 100% cair seperti yang dijelaskan diatas. Informasi produk http://bit.ly/1PugKeC

    Q: melanjutkan pernyataan saya diatas, apakah ada asuransi yang mengcover pernyataan saya diatas?jika ada, berapa preminya? dan berapa lama saya harus membayar?

    A: Untuk asuransi jiwa, kecelakaan, cacat ya tersedia produk yang memenuhi kriteria tersebut.
    Untuk asuransi kesehatan belum ada yang memenuhi kriteria anda dari sisi masa pertanggungan.
    Untuk pembahasan detail produk dan premi saya akan menemui anda jika anda memang serius membutuhkan produk asuransi. Saya yakin anda sudah memiliki nomor kontak saya.

    Q: mohon pak yoseph jawab dengan jujur dan seringkas2nya. dan tidak perlu menyertakan link lagi. agar pembaca di sini pun dapat jelas mengerti tentang asuransi.

    A: Saya yakini telah menjawab dengan sejujur-jujurnya dan seringkas-ringkasnya.
    Jika saya menyertakan link manfaatnya agar anda dan para pembaca yang lain tidak rancu dan mendapat informasi yang simpang siur karena produk asuransi cukup rumit dan tidak dapat dijelaskan maupun dipahami hanya dengan 1 atau 2 kalimat.
    Q: Mohon maaf pak yoseph, untuk pertanyaan dan pernyataan saya bila tidak berkenan di hati bapak.
    krn tentu saja, saya sebagai pembeli polis asuransi, saya harus tau sampai detil agar tidak di kemudian hari, terjadi kesalahpahaman sehingga saya harus ribet mengirimkan protes saya ke surat/koran/media elektronik.

    A: Terima kasih atas pertanyaan2nya, saya tidak merasa ada yang salah dari pertanyaan anda karena saya juga pernah berada di posisi tersebut. Saya berterima kasih mendapatkan kesempatan untuk belajar dan merupakan sebuah kehormatan bagi saya, telah diperkenankan melalui blog bapak Rudi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat banyak mengenai produk dan asuransi itu sendiri.

  37. Priska
    January 16th, 2016 at 07:33 | #37

    @Yoseph Francis

    @Rudiyanto

    Terimakasih untuk Pak Rudi dan Pak Yoseph yg telah menjawab pertanyaan saya.

    Apakah asuransi jiwa Whole life (yang ditanggung sampai usia 99), dan apapun yang terjadi pada saya, maka dapat dklaim oleh pihak saya, merupakan program seperti Unit Link? yang memakai investasi? saya tidak ingin memakai jenis produk asuransi ini jika terdapat investasinya. karena saya tau potongan biaya2 sgala macam investasi di produk UL itu besar. sehinga akan merugikan program asuransi saya.

    Sedangkan untuk program MiUltimate Heathcare, di link yang anda sertakan, bahwa asuransi ini murni, jadi setiap tahun hangus. artinya jika saya tidak sakit padahal saya membayar tiap tahun, maka uang yg saya bayarkan pun ttp hangus?

    Begini Pak Yoseph,pada dasarnya saya ingin tahu bahwa asuransi yg saya akan ambil tidak akan mengecewakan saya di saat saya memang membutuhkan.

    Saya dapat mengerti jika saya harus membayar premi asuransi kesehatan selama 15tahun, kemudian selama kurun waktu tersebut saya keluar masuk rumah sakit, maka uang yang saya bayarkan hangus.

    tetapi, jika dalam kurun wktu 15 tahun tersebut, saya hanya 1x masuk rumah sakit, misalnya karena gejala Tifus dan harus dirawat inap selama 3 hari. masa uang tersebut hangus juga?
    ini yg menjadi pertanyaan saya Pak Yoseph. apakah saya tidak bisa klaim kepada pihak asuransi, untuk mengembalikan sebagian dari apa yg telah saya bayarkan melalu premi tiap tahun?

    Atau jika saya membayar Premi selama 20 tahun, dan tidak terjadi apa2 dengan saya (keadaan sehat). baik itu sakit/cacat/kematian. entah asuransi kesehatan/jiwa. maka dana tersebut akan hangus? dan saya tidak bisa klaim/ambil dana yang telah saya bayar kepada pihak asuransi?

    karena,saya mengetahui dari teman yg telah mengambil polis asuransi. beliau membayar premi untuk 10tahun. jadi pada saat preminya telah selesai dibayar, dan jika tidak terjadi apa2 terhadap beliau, maka pihak asuransi tersebut akan membayarkan uang premi yg dbayarkan selama 10 tahun tersebut yg tentunya terdapat potongan2 biaya.

    Yah..tentu jika saya sudah clear dengan prtanyaan saya. saya dengan senang hati akan menghubungi Pak Yoseph secara pribadi.

    Terimakasih untuk Pak rudi yg telah memberikan saran/sudut pandang yg netral bagi saya.

  38. January 16th, 2016 at 12:39 | #38

    @Priska @Rudiyanto

    Selamat pagi Priska. Selamat pagi juga Pak Rudi yang saya hormati, saya mohon izin untuk melanjutkan diskusi sebelumnya.

    Memang produk asuransi cukup rumit dan tidak mudah dimengerti apalagi diskusinya melalui telepon atau tulisan, pada akhirnya calon nasabah bukan menjadi lebih paham, malah akhirnya tambah bingung dan tertukar2. Tapi saya akan coba menjelaskan lebih spesifik agar dapat membantu para pembaca.

    Q: Apakah asuransi jiwa Whole life (yang ditanggung sampai usia 99), dan apapun yang terjadi pada saya, maka dapat dklaim oleh pihak saya, merupakan program seperti Unit Link? yang memakai investasi? saya tidak ingin memakai jenis produk asuransi ini jika terdapat investasinya. karena saya tau potongan biaya2 sgala macam investasi di produk UL itu besar. sehinga akan merugikan program asuransi saya.

    A: Mungkin pengalaman Priska selama ini hanya bertemu agent yang perusahaannya hanya memasarkan produk UL, maka pemahaman terhadap produk asuransi juga terbatas pada produk UL, maka akan lebih sulit untuk mencerna produk tradisional.

    Pada komentar sebelumnya, dijelaskankan bahwa asuransi jiwa whole life tidak terkait dengan nilai tunai, saham atau pasar modal dsb. Whole life merupakan produk yg absolute dan 100% UP akan cair dan diterima ahli waris. Ada baiknya dibaca ulang penjelasan produk whole dibawah ini yang saya kutip dari komentar sebelumnya.

    “Asuransi Jiwa Whole life, pertanggungan seumur hidup. Pembayaran premi bisa dipilih antara 5, 10, 15 atau 20 tahun. Setelah selesai membayar premi, pertanggungan anda akan berjalan hingga usia 99 tahun TANPA PENGARUH investasi, saham, nilai tunai, pasar modal dsb. Ini adalah jenis Asuransi Jiwa yang UP-nya 100% pasti cair dengan kondisi meninggal, cacat maupun jika hidup hingga 99 tahun. Informasi produk http://bit.ly/AsuransiJiwaWholeLife

    Q: Sedangkan untuk program MiUltimate Heathcare, di link yang anda sertakan, bahwa asuransi ini murni, jadi setiap tahun hangus. artinya jika saya tidak sakit padahal saya membayar tiap tahun, maka uang yg saya bayarkan pun ttp hangus?

    A: Yes betul, biaya asuransi kesehatan hangus pada semua jenis produk termasuk UL. Pak Rudi juga sudah menjelaskan hal ini. Saya kutip lagi penjelasan dari beliau di bawah ini.

    “Dengan model unit link, ibarat premi asuransinya (misalkan) Rp 200.000. Nasabah bayar Rp 500.000. Maka sisa Rp 300.000 setelah dikurangi komisi marketing, akan ditabung / investasikan. Ibaratnya ketika nasabah lupa / tidak bayar, supaya tetap ditanggung, asuransi akan mengambil dari akumulasi tabungan tersebut.

    Dengan model asuransi umum (mobil, kesehatan, kerugian) seperti yang dikemukakan pak Yoseph, kalau premi asuransi Rp 200.000 ya nasabah bayar Rp 200.000. Karena tidak ada tabungan / investasi, maka ketika orang tidak membayar ya tidak ditanggung.”

    Angka Rp.200.000 yang disebut pak Rudi adalah uang hangus untuk membayar biaya asuransi saja. Kelebihannya Rp.300.000 yang di investasikan setelah dikurangi biaya2 pemasaran, administrasi, komisi, operasional dsb. Jadi pada dasarnya untuk membeli sebuah pertanggungan tentu ada biaya yang perlu dibayar dan sering diartikan hangus, padahal sama saja seperti membeli jasa lain seperti petugas keamanan atau asisten rumah tangga. Hanya saja oleh agen asuransi yang perusahaannya hanya memasarkan produk UL, akan diskenariokan seakan-akan uangnya tidak hilang, yang padahal uang hangusnya lebih banyak daripada produk murni/ tradisional.

    Q: Begini Pak Yoseph,pada dasarnya saya ingin tahu bahwa asuransi yg saya akan ambil tidak akan mengecewakan saya di saat saya memang membutuhkan.

    A: Anda sama seperti nasabah asuransi pada umumnya, tidak ada yang ingin dikecewakan. Bedanya anda lebih teliti dan ingin tahu lebih detail tentang produk yang akan dibeli, sama seperti saya dulu. Tidak ada yang salah akan hal itu, malah merupakan sebuah hal yg positif.

    Q: Saya dapat mengerti jika saya harus membayar premi asuransi kesehatan selama 15tahun, kemudian selama kurun waktu tersebut saya keluar masuk rumah sakit, maka uang yang saya bayarkan hangus.

    tetapi, jika dalam kurun wktu 15 tahun tersebut, saya hanya 1x masuk rumah sakit, misalnya karena gejala Tifus dan harus dirawat inap selama 3 hari. masa uang tersebut hangus juga?
    ini yg menjadi pertanyaan saya Pak Yoseph. apakah saya tidak bisa klaim kepada pihak asuransi, untuk mengembalikan sebagian dari apa yg telah saya bayarkan melalu premi tiap tahun?

    A: Yes.Hhangus untuk asuransi KESEHATAN dan asuransi BERJANGKA lainnya, sama seperti membayar jasa lainnya dalam kehidupan ini.

    Seseorang membayar jasa supir, meski dipakai untuk mengantar atau tidak, uang gaji supir tersebut tetap dibayar oleh majikan dan hangus.

    Seperti seseorang membayar petugas keamanan untuk menjaga rumahnya selama 15 tahun, jika tidak terjadi perampokan, apakah petugas tersebut akan mengembalikan gaji selama 15 tahun kepada majikannya?

    Premi yang dibayarkan (hangus) tidak dipengaruhi jumlah claim atau lamanya dirawat di RS. Hanya 1 hari atau 50 hari, premi yang dibayarkan sama saja. Kecuali ada yang sanggup mengetahui dengan tepat kondisi di masa depan, kita boleh mempertimbangkan untuk tidak membeli asuransi kesehatan.

    Q: Atau jika saya membayar Premi selama 20 tahun, dan tidak terjadi apa2 dengan saya (keadaan sehat). baik itu sakit/cacat/kematian. entah asuransi kesehatan/jiwa. maka dana tersebut akan hangus? dan saya tidak bisa klaim/ambil dana yang telah saya bayar kepada pihak asuransi?

    A: Konsep asuransi dan cara kerjanya berbeda-beda tergantung jenis produk yg dipilih. Saya yakin anda sudah cukup bingung dan rancu informasinya dengan ragam produk asuransi yang tersedia. Tapi, tidak masalah, akan saya jabarkan lebih spesifik lagi.

    Jika pembayaran 20 tahun tersebut pada produk:

    -Asuransi Jiwa/kesehatan UL, polis akan aktif dan pertanggungan tetap berjalan TERGANTUNG nilai tunai pada polis tersebut dan kondisi pasar modal pada tahun-tahun setelah berhenti membayar premi. Jika nilai tunai mencukupi, setelah tahun ke 21 dst maka polis tetap aktif dan pertanggungan tetap berjalan, ini bisa dibuat memungkinkan namun dengan Top Up yang cukup besar pula. Bila ada uang yang bisa diambil dan dinikmati, itu adalah hasil pengembangan investasi dari sebagian premi yang anda bayarkan, bukan karena tidak terjadi apa2 selama 20 tahun tsb. Kejadian tidak mempengaruhi nilai polis.

    -Asuransi Kesehatan Murni (Tradisional Berjangka) hangus seluruhnya jika tidak diperpanjang lagi, tidak ada nilai yang bisa diambil kembali. Manfaat pertanggungan RS hanya bisa didapatkan jika terjadi risiko pada saat polis aktif (membayar premi).

    -Asuransi Jiwa Term Life (Tradisional Berjangka) hangus seluruhnya jika tidak diperpanjang lagi, tidak ada nilai yang bisa diambil kembali. Manfaat hanya bisa didapatkan jika terjadi risiko pada saat polis aktif (membayar premi).

    -Asuransi Jiwa Whole Life Aktif selamanya setelah membayar 20 tahun. Uang Pertanggungan 100% cair dengan kondisi meninggal sebelum usia 99 tahun atau Hidup hingga usia 99 tahun UP juga cair. Tidak tergantung investasi, saham dsb seperti yang dijelaskan sebelum-belumnya.

    Q: karena,saya mengetahui dari teman yg telah mengambil polis asuransi. beliau membayar premi untuk 10tahun. jadi pada saat preminya telah selesai dibayar, dan jika tidak terjadi apa2 terhadap beliau, maka pihak asuransi tersebut akan membayarkan uang premi yg dbayarkan selama 10 tahun tersebut yg tentunya terdapat potongan2 biaya.

    A: Saya belum bisa menyimpulkan tipe asuransi yang disampaikan sebelum melihat polis yang dimaksud. Jika memang betul adanya seperti itu, di dalam polis asuransi harus tertulis pada tanggal berapa dan berapa nilai yang akan diterima oleh nasabah tersebut. Jangan sampai hal itu adalah janji yang diucapkan seorang agent dan tidak tertulis pada polis. Sebab, jika hal tersebut tidak terwujud di kemudian hari, nasabah tidak mempunyai hak apapun untuk menuntut dan akan kalah di mata hukum karena semua sudah tertulis jelas pada polis dan sudah ditandatangani oleh nasabah.

    Seperti posting saya sebelumnya, banyak agen asuransi di luar sana yang menjual produk asuransi UL dengan impian-impian dan harapan yang kelewat indah. Mungkin saya kutip lagi supaya lebih jelas:

    “Agen asuransi banyak yang menggunakan produk UL untuk meniru metode pembayaran produk Tradisional Whole life agar terkesan murah, segudang keuntungan dan pertanggungan gratis setelah 10 tahun. Berbekal impian dan harapan pembayaran premi hanya 10 tahun, selanjutnya saham dapat bertumbuh tinggi sepanjang masa untuk menutupi biaya asuransi yang tidak dibayarkan lagi setelahnya.

    Cara ini sangat berisiko tinggi dan hal ini juga yang menyebabkan banyak orang skeptis terhadap asuransi. Karena pada akhirnya, nasabah akan merasa “tertipu” ketika suatu saat nilai tunai pada masa “asuransi gratis” tersebut tidak dapat menutup biaya asuransi yang timbul. Jika pada saat itu nasabah ingin mengaktifkan kembali polisnya, akan dibebankan biaya yang sangat besar karena biaya asuransi seseorang akan meningkat seiring usia bertambah dan melonjak sangat tinggi mendekati usia senja.”

    Semoga bermanfaat

  39. Rudiyanto
    January 18th, 2016 at 00:20 | #39

    @Yoseph Francis
    Selamat Malam Pak Yoseph,

    Dari cerita panjang lebar di atas menurut saya kekurangannya hanya satu, anda tidak memberikan ilustrasi dengan bayar (katakanlah) Rp xx ribu per bulan, dengan asumsi kondisi xx, akan dapat pertanggungan xx.

    Saya sering menantang agen asuransi untuk memberikan ilustrasi tersebut disini tapi kenyataannya lebih banyak yang memilih menyampaikan ketika berdiskusi langsung dengan alasan kondisi tiap orang beda.

    Memang betul, kondisi bisa beda, tapi kalau ditampilkan simulasi kan tidak ada salahnya. Toh semuanya menggunakan asumsi, jadi ketika diterapkan pada masing-masing orang baru kelihatan perbedaan simulasinya seperti apa.

    Semoga bermanfaat.

  40. January 18th, 2016 at 14:12 | #40

    @Rudiyanto

    Selamat siang pak Rudi,

    Terima kasih atas tanggapannya, betul saya tidak menyertakan ilustrasi dan simulasi karena beberapa faktor. Dalam diskusi dengan priska ini saya merasa memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis produk adalah hal yang lebih penting karena pemahaman lawan diskusi mengenai produk asuransi masih sebatas produk UL.

    Faktor lainnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, menjelaskan produk secara mendetil dari forum online, tidak banyak membawa manfaat, biasanya calon nasabah malah tambah bingung apalagi jika membahas banyak jenis produk. Ditambah lagi, banyaknya agent perusahaan kompetitor yang berpura-pura menjadi nasabah untuk sekedar mencari informasi.

    Berbeda halnya jika pak Rudi yang meminta informasi tersebut, saya akan senang hati memberikan perbandingan dan simulasi yang dibutuhkan.

    Terima kasih

  41. Rudiyanto
    January 18th, 2016 at 17:31 | #41

    @Yoseph Francis
    Salam Pak Yoseph,

    Kalau menurut saya, penjelasan akan produk keuangan yang tidak disertai dengan contoh angka yang riil malahan akan menjadi kurang bermanfaat. Sebab dari pengalaman saya berdiskusi dengan pembaca blog, salah satu alasan mereka mau membaca tulisan disini adalah ada contoh angka yang nyata dan bisa dipahami.

    Dan jika alasannya adalah kompetitor, jika memang bagus kenapa harus takut untuk dibandingkan? Tapi tidak apa2, semua orang punya pendapat sendiri dan saya menghormati hal tersebut.

    Semoga jualannya lancar. Terima kasih

  42. priska
    January 22nd, 2016 at 12:09 | #42

    @Rudiyanto

    @Yoseph Francis

    Saya mohon maaf karena baru memberikan tanggapan skrg.

    saya berterimakasih untuk Pak Rudiyanto untuk pendapat dan saran yang disampaikan.

    Saya juga berterima kasih untuk Pak Yoseph yg dgn sabar memberikan saya penjelasan.
    Memang selama ini, pihak asuransi yg datang pada saya baik melalui telepon dan teman saya. mereka hanya menjelaskan unit link dan sgala macam keuntungan/janji surga yg palsu. itu mengapa saya kurang mengerti ttg asuransi tradisional.

    Dari informasi yg di paparkan oleh pak rudi dan pak yoseph, memang untuk asuransi kesehatan, saya harus membayar asuransi tersebut selama saya masih hidup(20tahun term+ambil term 20tahun lg+ambil term 10tahun lagi), jika tidak sakit, yah hangus.

    mungkin, kalau di samakan seperti program BPJS. yaitu, terus membayar sampai ada surat keterangan kematian. perbedaannya, asuransi kesehatan lbh mahal bayarnya daripada BPJS.

    Untuk program asuransi jiwa whole therm life,saya rasa sudah memenuhi sedikit dari apa yg saya harapkan.

    untuk produk lbh detail, saya akan menghubungi Pak Yoseph asap.

    Terimakasih banyak untuk Pak Rudi dan Pak Yoseph.

  43. darda
    August 4th, 2016 at 16:33 | #43

    saya sangat tercerahkan dengan artikel pak rudy tg asuransi link ini. saat ini saya punya asuransi link syariah. sdh berjalan 6 tahun sejak 2010. jujur saat mendaftar saya tdk begitu paham, inilah kesalahan saya. premi tiap thn yg sy bayarkan sebesar 7 jt/thn, sehingga total dana yg sdh saya setor sebesar 42 juta. laporan terakhir per bln februari 2016 total saldo akhir dr tabungan asuransi sy tsb 36 jt an. rencana sy mau ditutup sj asuransi link tsb, dengan alasan yg pertama td awalnya sy memang tdk begitu paham, shg banyak hal yg akhirnya saya ragu, spt periode akad yg terlalu lama hingga 42 thn sejak 2010, manfaat asuransi yg diterima hanya 52 jt saja (ini semua tjd krn ketidakpahaman sy, shg menyetujui apa yg disodorkan oleh agen yg itu teman sy sendiri). apakah benar keputusan sy menutup link sy tsb pak rudy? terima kasih

  44. Rudiyanto
    August 8th, 2016 at 18:49 | #44

    @darda
    Salam Pak Darda,

    Perlu dipahami bahwa ketika membeli asuransi kita telah memperoleh perlindungan atas risiko kematian, penyakit kritis, biaya rumah sakit dan cacat. Itu dengan asumsi kita membeli unit link yang memberikan perlindungan tersebut.

    Apakah menutup unit link karena kecewa boleh? Sebenarnya ini hak setiap orang, tapi pertanyaannya ketika unit link tersebut ditutup, apakah anda sudah memiliki perlindungan asuransi yang sepadan? Apakah anda sudah memiliki BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang melindungan anda dari risiko sakit dan kecelakaan kerja? Apakah anda telah memiliki sejumlah aset yang cukup dimana ketika anda dipanggil yang Maha Kuasa, keluarga anda secara finansial dapat bertahan?

    Ingat memiliki asuransi itu bagian dari kesehatan finansial. Memang tidak menguntungkan tapi kalau perlu. Tinggal mau pakai asuransi murni, asuransi dengan link atau BPJS. Referensi bisa di https://reksadanauntukpemula.com/2016/01/10/sehat-keuangan-dahulu-investasi-reksa-dana-kemudian/

    Semoga bermanfaat.

  45. Toni
    August 22nd, 2016 at 08:13 | #45

    Bagaimana dengan asuransi kesehatan yang dibundle ama unit link ? Karena ada asuransi tertentu yang asuransi kesehatannya tidak bisa dibeli terpisah, musti harus ama unit link .
    Sedangkan kalo kita ambil asuransi kesehatan tokh , itu renewal nya tiap tahun, jadi tiap tahun ada peninjauan kembali, bisa aja tiba2 kita sakit, terus klaim. Dan tahun berikutnya gak diijinkan diperpanjang oleh perusahaan asuransi.
    Sedangkan asuransi kesehatan yang dibundle ama unit link, masa pertanggungan bisa sampai umur 85 tahun tanpa bisa diputus secara sepihak oleh asuransi.
    Jadi nya mau gak mau terpaksa ambil yang paket unit link.
    Memang ada asuransi kesehatan perusahaan tertentu , yang bisa dibeli tanpa unit link, tapi preminya bisa 2 x lipat, dan benefitnya juga sangat gede sekali. Padahal kita butuh asuransi kesehatan yang lebih murah, tapi resikonya gak ada jaminan diperpanjang tiap tahun, kecuali belinya dengan bundle unit link.

  46. Toni
    August 22nd, 2016 at 08:34 | #46

    Pak Rudi, Bagaimana dengan asuransi kesehatan yang dibundle ama unit link ? Karena ada asuransi tertentu yang asuransi kesehatannya tidak bisa dibeli terpisah, musti harus ama unit link .
    Sedangkan kalo kita ambil asuransi kesehatan tokh , itu renewal nya tiap tahun, jadi tiap tahun ada peninjauan kembali, bisa aja tiba2 kita sakit, terus klaim. Dan tahun berikutnya gak diijinkan diperpanjang oleh perusahaan asuransi.
    Sedangkan asuransi kesehatan yang dibundle ama unit link, masa pertanggungan bisa sampai umur 85 tahun tanpa bisa diputus secara sepihak oleh asuransi.
    Jadi nya mau gak mau terpaksa ambil yang paket unit link.
    Memang ada asuransi kesehatan perusahaan tertentu , yang bisa dibeli tanpa unit link, tapi preminya bisa 2 x lipat, dan benefitnya juga sangat gede sekali. Padahal kita butuh asuransi kesehatan yang lebih murah, tapi resikonya gak ada jaminan diperpanjang tiap tahun, kecuali belinya dengan bundle unit link.

  47. Rudiyanto
    August 23rd, 2016 at 00:31 | #47

    @Toni
    Malam Pak Toni,

    Untuk asuransi kesehatan murni sekarang mulai ada perusahaan asuransi yang menawarkan meskipun belum sebanyak unit link. Asal mau mencari pasti bisa ketemu.

    Terkait renewal di asuransi kesehatan murni, di Unit Link sebenarnya juga sama yaitu setiap tahun premi untuk asuransi kesehatan akan naik seiring dengan naiknya usia dan risiko. Saya tidak begitu yakin bahwa asuransi kesehatan dalam unit link tidak bisa diputus sampai usia 85 tahun, sebab jika klaim terlalu besar, bisa saja premi renewalnya akan semakin mahal dan anda diminta menambah setoran atau worst case seperti yang anda sebutkan, bagian asuransi kesehatannya tidak bisa.

    Perlu diperjelas juga bahwa asuransi kesehatan dalam unit link ada 2 macam yaitu Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Kesehatan (biaya rumah sakit). Biaya rumah sakit yang dicover juga jika pasien rawat inap dan melakukan tindakan operasi. Pada banyak kasus, lebih banyak orang rawat jalan dan untuk ini tidak banyak ditanggung baik oleh asuransi kesehatan murni atau asuransi kesehatan dari unit link. Yang menanggung ini adalah asuransi kesehatan kumpulan yang biasanya ditawarkan secara kolektif ke perusahaan.

    Kalau karena paket yang bisa lebih murah dan jaminan diperpanjang anda ambil unit link, maka ini adalah hak anda. Tapi menurut saya, yang lebih pasti dan lebih murah adalah anda beli BPJS Kesehatan. Premi murah, pasti diterima, tidak ada riwayat yang dilihat, rawat inap dan rawat jalan dan ga ada risikona kecuali antri agak lama. Tapi saya sendiri sudah banyak melihat orang-orang di sekeliliing yang dibantu oleh BPJS Kesehatan.

    Ada lagi yang lebih bagus dari BPJS Kesehatan yaitu dengan rajin berolahraga, hidup sehat, jaga mulut jangan rakus, banyak beramal dan berpikir positif.

    Semoga bermanfaat

  48. Chev
    September 28th, 2016 at 15:56 | #48

    Salam Pak Rudi,

    Kutipan: “Singkatnya, hanya anda yang telah memiliki keluarga dan memiliki tanggungan lah yang membutuhkan asuransi jiwa. Bila anda single, apalagi jomblo maka anda tidak butuh asuransi jiwa………”

    http://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3308356/mungkin-anda-tidak-butuh-asuransi-jiwa

    Menurut hemat pak rudi, apakah yang single itu mmg “tidak/belum” perlu Asuransi Jiwa?.

    Mks

  49. Chev
    September 28th, 2016 at 15:59 | #49
  50. Rudiyanto
    October 3rd, 2016 at 18:02 | #50

    @Chev
    Salam Pak Chev,

    Tergantung pak, single kan bukan berarti tidak punya tanggungan. Ada orang tua, adik dan kakak.

    Untuk modal mau melamar orangpun, punya asuransi bisa jadi nilai plus. Bayangkan, waktu mau melamar, kita bilang ama calon istri atau suami, kalau misalkan mati dia bakal dapat uang pertanggungan sekian ratus juta atau M.

    Ibaratnya waktu hidup penghasilannya buat dia, waktu meninggalpun masa depannya tidak dipikirkan.

    Tapi tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Kalau masih sedang dalam tahap berusaha sehingga pendapatannya belum banyak, ya sementara belum dulu.

    Semoga bermanfaat

  51. Eva
    October 1st, 2017 at 14:16 | #51

    @Joe Kusumanegara

    Setau saya, asuransi sakit kritis tradisional, ada di Sunlife, dan ada pengembalian premi juga bila tidak terjadi klaim. Mungkin bisa browsing ke webnya Sunlife..

    Terima kasih..

  52. Eva
    October 1st, 2017 at 14:43 | #52

    @Priska

    Kalau asuransi jiwa murni dan kesehatan murni, AXA Financial ada beberapa pilihan. Kebetulan saya agen dari AXA Financial.

    Contohnya, saya ambil produk Whole Life ya, dengan masa bayar 10 tahun, dengan asumsi usia mbak saat ini 24 tahun:

    Premi bulanan Rp 510.220, flat selama 10 tahun.
    UP 500 juta
    Tambahan UP bila kecelakaan 250 Juta
    Manfaat hidup di usia 65 thn: Turun 20% UP (Rp 100 jt)
    Bila masih hidup hingga usia 100 tahun, cair lagi 400 juta.
    Namun bila meninggalnya akibat kecelakaan: 400 jt+250jt = 650 jt.

    Perlindungan ini berlaku sampai 100 tahun, termasuk akibat kecelakaan juga hingga 100 tahun (Baik kecelakaan seperti jatuh di rumah, maupun kecelakaan lalu lintas).

    Kalau dihitung, total pembayaran mbak adalah Rp 61.2 juta, namun dana pensiun di usia 65 adalah Rp 100 juta (Anggaplah pengembalian premi), sementara perlindungan terus berjalan.
    Bagusnya lagi, bila misal saat anak2 sudah dewasa dan merasa tidak perlu proteksi ini lagi, mbak bisa tutup polis, dan nilai tunai yang sudah terbentuk, bisa ditarik. Bisa dipakai untuk biaya menikahkan anak, atau untuk travelling, dll.

    Sedangkan untuk produk asuransi kesehatan murni, pembayarannya adalah terus menerus sampai 99 tahun, dan sifatnya hangus. Produk stand alone, seperti kata Pak Joseph, betul, manfaatnya jauh lebih besar dibanding bundling dengan unit link pada umumnya.

    Contohnya untuk usia mbak Priska premi bulanannya Rp 408rb (dan untuk saya, usia 44 tahun, 680rb). Dengan premi tersebut, limitnya adalah 3.5 miliar per tahun (pembayaran sesuai tagihan), dengan jaminan perpanjangan meskipun banyak klaim. Keuntungannya, perlindungan sampai 99 tahun, sedangkan bundling unitlink pada umumnya sampai 70-75 thn saja.

    Sementara kalalu bicara soal kenaikan premi dan hangus, unitlink pun sama-sama naik setiap tahun, dan sama-sama hangus dalam bentuk Cost of Rider.

    Contoh untuk rider unit link, untuk usia mbak saat ini preminya 385rb untuk mendapatkan santunan per malam Rp 2 juta, namun pada usia 44 tahun preminya adalah 620rb. Jadi produk unit link, preminya memang tetap selama kurun waktu tertentu, namun cost of insurance dan cost of ridernya terus naik, dan diambil dari nilai tunai yang sudah terbentuk. Bila komposisi investasinya kecil, maka ada kemungkinan pada suatu waktu, nilai tunainya tidak cukup lagi menutup cost of insurance, rider, dan administrasi.

    Oleh karena itu, sebaiknya kalau nanti mbak memutuskan ambil unit link, dimanapun itu, jangan lupa memperbesar komposisi investasinya, misalnya 50:50 supaya gak rawan lapse.

    Untuk konsultasi lebih lanjut, boleh mbak email saya ke s.ovadya@gmail.com yaa… atau WA di 0811892422.

    Terima kasih.

 


%d bloggers like this: