Home > Belajar Reksa Dana, Perencanaan Investasi > Perencanaan Investasi Dengan Reksa Dana ? Do It Yourself…

Perencanaan Investasi Dengan Reksa Dana ? Do It Yourself…

ReksaDanaDIY

Pernah mendengar Do It Yourself atau bahasa kerennya disingkat dengan DIY? Menurut Wikipedia

Do it yourself, also known as DIY, is the method of building, modifying, or repairing something without the aid of experts or professionals. 

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi seperti internet dan youtube, hampir semua hal bisa anda peroleh cara kerjanya di internet. Mulai dari bagaimana membuat kue lapis sampai bagaimana ekonomi negara dengan segala kompleksitasnya bekerja. Kemajuan internet merambah di semua bidang termasuk juga bidang investasi reksa dana.

Perencanaan investasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan investasi reksa dana. Secara umum, kegiatan investasi dapat dibagi menjadi 3 tahapan yaitu perencanaan, eksekusi dan pemantauan. Apapun tujuan keuangan anda mulai dari merencanakan pendidikan anak, memberangkatkan keluarga ke tanah suci, hingga menjaga agar kekayaan anda tidak tergerus dengan inflasi tidak terlepas dari 3 tahapan tersebut.

Untuk bisa melakukan hal tersebut dengan baik, memang ada baiknya jika didampingi oleh tenaga ahli atau profesional seperti Perencana Keuangan yang bersertifikasi. Namun jika memiliki alat yang tepat sebetulnya kita juga dapat melakukannya sendiri. Memang, hasilnya belum tentu sama atau lebih baik jika dibandingkan jika ditemani oleh sang ahli, tapi setidaknya melalui proses pembelajaran kita bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Nah, dalam artikel kali ini saya ingin berbagi mengenai alat perencanaan investasi yang tersedia secara online dan cara kerjanya. Harapannya, setelah membaca artikel ini anda dapat melalukan perencanaan investasi secara DIY..

Biasanya pertanyaan pertama dari para investor adalah apakah alat ini gratis? Jawabannya tidak. Untuk bisa menggunakan alat tersebut anda harus merogoh kocek setidaknya Rp 100.000. Namun jangan khawatir, jumlah uang tersebut bukan digunakan untuk membayar penggunaan alat, tapi untuk mendaftar menjadi investor reksa dana di Panin Asset Management. Setelah itu, anda bisa meminta fasilitas log in di website www.panin-am.co.id. Semua fasilitas tersebut tersedia untuk para nasabah, baik dengan modal investasi mulai dari Rp 100.000

Saya akan memberikan panduan step by step sebagai berikut :

1. Masuk ke website www.panin-am.co.id

Log In di Website

2. Masukkan User ID dan Password

Apakah bisa mendapatkan user dan password jika belum memiliki akun? Jawabannya tidak bisa. User id dan password hanya diberikan kepada nasabah dengan syarat membuka rekening mulai dari Rp 100.000

Tombol registrasi yang berada di atas adalah tombol registrasi yang sekaligus juga untuk mengajukan diri sebagai nasabah. Jika diklik anda akan diarahkan untuk melakukan registrasi pembelian reksa dana secara online.

User Id dan Password

3. Tampilan Log In

Bagi anda yang sudah pernah menjadi nasabah dan melakukan log tentu sadar bahwa format ini tampilan berbeda dari yang biasanya. Memang benar, format ini baru saja di update. Fungsi yang lama tetap ada, ke depan akan terus ditambahkan fungsi-fungsi yang baru.

Tampilan Setelah Log In

4. Pilih Financial Planning

Pada bagian kanan, anda bisa klik tombol financial planning. Selanjutnya tampilan halaman anda akan berubah menjadi seperti contoh di samping. Jika anda belum pernah memasukkan sama sekali, maka pada tabel di tengah akan kosong semua.

Sebagai contoh, kali ini kita akan menggunakan contoh perencanaan pendidikan. Klik tombol + yang ada di ujung kanan sesuai rencana yang mau anda lakukan.

Financial Planning

 

5. Perencanaan Pendidikan Dengan Reksa Dana

Isilah sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangan anda. Pengisian profil risiko tidak akan berdampak pada pilihan ataupun perhitungan anda.

Kapan Dana Diibutuhkan diisi dengan mengklik kotak yang ada di samping kanan. Hal ini merupakan pertanyaan penting karena kapan dana dibutuhkan menentukan jenis investasi dan asumsi return yang digunakan. Untuk selengkapnya anda bisa membaca artikel ini Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

Nilai dana yang dibutuhkan adalah asumsi berapa nilai dana yang anda butuhkan “seandainya” saat ini juga pendidikan tersebut dijalankan. Karena dibutuhkannya tidak sekarang, maka disesuaikan dengan tingkat inflasi. Sebagai informasi tingkat inflasi di Indonesia berkisar antara 6  -10% per tahun

Setelah selesai, selanjutnya klik hitung untuk mengetahui berapa besarnya nilai kebutuhan pada saat dana tersebut dibutuhkan.

Dengan menggunakan contoh di bawah, tahapan perencanaan dari tujuan pendidikan adalah target memiliki dana Rp 1.071.794.405

Tahapan Eksekusi adalah memilih reksa dana dan mengetahui besaran nilai investasi yang harus di masukkan sekaligus.

Sebagai panduan sederhana : Tujuan keuangan < 1 tahun = Reksa Dana Pasar Uang dengan kisaran return 5-6% , 1 – 3 Tahun = Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan kisaran  7 – 10%, 3 – 5 Tahun = Reksa Dana Campuran dengan kisaran 11% – 16%, > 5 Tahun = Reksa Dana Saham dengan kisaran 17 – 20%.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah periode dan return tersebut pasti? Jawabannya tidak. Dengan berinvestasi sesuai periode tersebut, maka akan mengurangi kemungkinan investor akan mengalami kerugian. Sebagai contoh, dengan berinvestasi dengan jangka waktu 3 tahun di reksa dana pendapatan tetap, mungkin saja investor akan mengalami kerugian pada tahun pertama, namun diharapkan pada tahun kedua dan ketiga sudah terjadi kenaikan sehingga secara total investor tidak mengalami kerugian. Namun tetap saja, dalam investasi tidak ada jaminan. Kemudian untuk kisaran return, merupakan rata-rata dari tingkat pengembalian secara historis. Pada kenyataannya, angka tersebut bisa lebih tinggi, lebih rendah, sama atau bahkan mengalami kinerja negatif.

Investasi lama adalah nilai investasi yang sudah dilakukan atau nilai pasar saat ini (jika ada), LS atau Lump Sum adalah metode investasi sekaligus, dan CA atau Cost Averaging adalah metode investasi berkala bulanan.

Dengan menggunakan contoh di bawah, untuk bisa mencapai dana pendidikan Rp 1 M dengan menggunakan Panin Dana Syariah Saham yang asumsinya 20% per tahun, dibutuhkan sekitar Rp 4,89 juta per bulan.

Perencanaan Pendidikan 8 Tahun

6. Pemantauan Rencana Investasi

Jika anda menekan tombol Check, pada bagian di bawah selanjutnya akan muncul dana yang harus dicapai agar investasi anda sesuai dengan target. Apabila jumlah tersebut lebih, maka anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan profit taking. Namun ketika jumlah tersebut kurang, ada 2 pilihan yang bisa anda lakukan. Pertama, bandingkan dengan kinerja pasar secara keseluruhan, apakah kinerja pasar juga sedang tidak baik. Jika memang demikian, anda bisa meneruskan kegiatan investasi atau menambah investasi agar tetap sesuai dengan tujuan. Kedua, jika kondisi pasar sedang bagus, namun kinerja reksa dana anda sedang sangat buruk, bahkan berlawanan dengan arah pasar, maka anda bisa mempertimbangkan untuk memilih reksa dana yang lain.

Pemantuan tidak perlu dilakukan secara intens. 6 bulan, 1 tahun atau 2 tahun sekali masih bisa dikatakan wajar. Sebab supaya strategi Manajer Investasi dapat berjalan dengan baik, mereka juga membutuhkan waktu. Selain itu, terkadang pasar juga bisa tidak rasional. Sehingga strategi investasi yang sudah disusun dengan baik belum tentu menghasilkan kinerja yang baik pula dalam jangka pendek namun baru terlihat dalam jangka panjang.

Jika tombol Simpan diklik, maka secara perencanaan tersebut akan tersimpan pada fitur perencanaan keuangan anda.

Perencanaan Pendidikan 8 Tahun - Pemantauan Simpan

7. Summary dan Pemantauan Secara Keseluruhan

Jika anda memiliki beberapa rencana investasi, tampilan pada halaman financial planning adalah keseluruhan dari rencana anda.

Pada bagian atas terdapat tulisan dana sekarang yang berarti saldo dari seluruh reksa dana yang anda miliki saat ini. Dana yang harus dicapai adalah berdasarkan semua rencana anda, maka nilai saldo pada bulan yang bersangkutan adalah harus berapa Rp.Perencanaan Pendidikan 8 Tahun - Tampilan Summary

8. Variasi Perencanaan

Anda juga dapat melakukan variasi perencanaan. Sebagai contoh, katakanlah saat ini anda sudah memiliki Rp 50 juta pada reksa dana Panin Dana Unggulan dan program Autodebet Rp 1 juta pada Panin Dana Maksima.

Maka anda bisa memasukkan angka tersebut pada nilai investasi lama Panin Dana Unggulan dan Rp 1 juta pada Cost Averaging Panin Dana Maksima. Selanjutnya anda klik tombol CA pada Panin Dana Ultima untuk mengetahui berapa kekurangan autodebet yang harus anda lakukan. Jika angkanya 0, berarti dengan investasi yang anda miliki sekarang, sebetulnya nilainya sudah cukup. Jadi tidak perlu rencana tambahan lagi.Perencanaan Pendidikan 8 Tahun - Variasi

Demikian artikel kali ini, semoga selanjutnya anda sudah bisa DIY dalam melakukan perencanaan investasi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Sumber Gambar : Istockphoto dan Panin-AM

  1. Lanny
    April 23rd, 2015 at 00:00 | #1

    Dear pak rudi,
    Salam kenal pak saya lanny , sy nsb panin ultima sejak juni 2014 . Sy ad mau minta saran dan pertimbangN bapak, bgmn cara mengenalkan pentingnya menabung reksadana dgn bahasa yg efektif untuk remaja usia 18th br lulus sma, sedang kuliah dan sambil bekerja. Sy ingin sekali menanamkan jiwa investasi kepada keponakan saya ini pak, mgkn upah yg didapat tiap bulannya dr hasil bekerja memang blm seberapa’ oleh krn ny saya ingin sekali bs membuat dia dpt menyisihkan uangnya 100rb ke ReksadanA. TerimaKasih untuk jwbnnya pak rudi :)

  2. rahardjo
    April 27th, 2015 at 07:14 | #2

    Salam pak Rudiyanto,

    Betapa mudahnya sekarang berinvestasi reksa dana. Seandainya, saya tahu instrument ini sejak awal meniti karir 8 tahun yang lalu, uang saya dah berkembang.

    Sedikit sharing, boleh yah pak?

    Kemarin saya silahturahmi ke tempat saudara, kebetulan dia nasabah salah satu perusahaan asuransi unit link. Dia tertarik nabung di unit link karena dia ingin investasi. Saya diminta untuk melihat dan mempelajari polis asuransinya. Setengah jam kemudian, saya selesai mempelajari polisnya lalu saya jelaskan pada nya. Singkatnya, setelah saya jelaskan, langsung wajahnya berubah murung dan tidak bersemangat. Karena selama 3 tahun kurang dia jadi nasabag unit link, nilai investasinya tidak seperti yang diharapkan. Dan dari sisi asuransinya pun tidak sesuai dengan tujuan keuangan keluarganya. Untuk nilai investasinya tidak seperti harapannya dikarenakan adanya biaya-biaya yang besar dan sebenarnya tidak perlu yang memotong nilai investasinya Notes: Biaya akuisisi yg paling besar dan dibebankan ke nasabah selama 5 tahun. Hal lainnya yang membuat nilai tunainya kecil karena porsi asuransinya yg terlalu besar (perbandiangan 85:15, 85% asuransi, 15% investasi). Saya ditanya kenapa perbandingannya seperti itu? Saya jawab karena agen asuransinya memikirkan komisi, bukan memikirkan tujuan keuangan nasabah.

    Saya diminta oleh saudara saya untuk membantu merencanakan investasi di reksa dana murni dan asuransi di asuransi murni tanpa embel2 investasi, karena dia akan menutup polis asuransinya. Artikel bapak ini akan jadi salah satu refferensi investasi untuknya. Terimakasih pak buat artikel ini, saya pikir ini akan sangat banyak membantu banyak orang yang berminat untuk berinvestasi.

  3. Rudiyanto
    April 27th, 2015 at 21:46 | #3

    @Lanny
    Salam Lanny,

    Terus terang saya tidak tahu jawabannya. Saya punya adik yang dikisaran usia tersebut dan mereka juga kuliah sambil kerja. Saya harus mengakui bahwa saya sendiri tidak berhasil membujuk mereka melakukan investasi.

    Kalaupun saat ini mereka sudah memiliki autodebet di reksa dana, ini karena saya meminta ibu saya untuk memotong Rp 250rb dari uang jajan mereka per bulan untuk dibelikan reksa dana. Kalau membuat mereka sadar, terus terang saya belum berhasil.

    Pemikiran menyisihkan sejumlah uang untuk masa depan di otak mereka adalah bagaimana bisa membeli Iphone 7 yang keluar tahun depan. Bahkan adik saya ikut arisan khusus untuk itu.

    Jadi sebenarnya mereka sudah memiliki “pikiran” untuk melakukan investasi. Hanya saja, lama investasinya jangka pendek. Dan dengan sistem arisan, memungkinkan mereka untuk membeli sesuatu meskipun uangnya tidak cukup.

    Jadi kalau anda tidak berhasil membujuk, sepanjang masih keluarga anda bisa gunakan cara alternatif seperti yang saya lakukan tadi.

    Biasanya pikiran untuk memikirkan masa depan secara lebih serius akan muncul dengan sendirinya ketika seseorang mengalami momen khusus seperti mau menikah, punya anak, terinsipirasi oleh seseorang / kejadian, atau merasa bosan dengan hidupnya yang hanya “begini2″ saja. Cara asuh dan role model dari orang tua juga sangat berpengaruh. Jadi kalau belum ya terus bersabar saja, pada saatnya akan muncul dengan sendiri. Kita hanya bisa berdoa jangan sampai sadarnya sudah terlambat.

    Semoga bermanfaat.

  4. Rudiyanto
    April 27th, 2015 at 22:33 | #4

    @rahardjo
    Salam Pak Rahardjo,

    Terima kasih atas sharingnya. Saya memang berencana membahas tentang unit link pada artikel yang akan datang. Anda bisa melengkapi / memberikan sharing pada artikel tersebut jika ada.

    Semoga bermanfaat.

  5. rahardjo
    April 28th, 2015 at 00:55 | #5

    @Rudiyanto
    Ini sangat menarik jika bapak membahas unit link di artikel berikutnya. Kami tunggu yah pak ulasannya mengenai topik ini.

  6. May 1st, 2015 at 09:48 | #6

    Yth. Pak Rudi,
    Seperti yg sdh saya baca, Panin Dana Ultima adalah reksa dana yg focus di 25 perusahaan yg dianggap akan bisa memberikan return yg paling tinggi. Saya sdh membaca prospektus dari reksa dana PDU ini. Tetapi saya kesulitan utk mencari informasi terkait nama-nama 25 perusahaan tsb.

    Dalam benak saya pasti ada di laporan keuangan / fund factsheet PDU, seperti yg sdh saya baca dari beberapa reksa dana lain. Tetapi di web panin asset management saya cari2, fund factsheet tsb tidak saya temukan. Yg ada hanya prospektus saja yang tidak memberikan informasi nama2 perusahaan yg sahamnya dikelola di reksa dana PDU.

    Mohon bantuan informasi terkait nama2 perusahaan tsb.
    Terima kasih.

  7. anonim
    May 1st, 2015 at 20:25 | #7

    Bu @Lanny

    Saya mau share sedikit pengalaman hidup, sekarang usia saya 22 tahun (baru bekerja), di usia2 remaja memang agak sulit membentuk mindset utk investasi krn notabene biaya hidup msh di cover ortu, rata2 mindset masih lebih ke konsumsi & senang2 (kalo punya uang bsk mau beli ini/itu), selain itu pendidikan keuangan keluarga jg berpengaruh seperti pemberian jatah uang, saran saya berikan jatah fix yang rasional (diskusikan brp yg dibutuhkan krn hanya mereka yg tau nilainya) per periodenya (misal per hari/minggu/bulan) & ajarkan tanggung jwb thdp anggaran tsb (jgn me-naikan/turun-kan anggaran tanpa alasan tertentu, seperti reward: nilai bgs = naik & punishment: nilai jelek = turun), nanti dari situ secara tdk langsung minimal mereka bisa ngatur keuangan kecil2an (klo mau beli ini/itu jd mikir2 ulang gmn supaya bisa dpt apa yg dia mau) & juga ajarkan gaya hidup yang realistis & wajar (uang bkn segalanya tp segalanya butuh uang jd coba atur dgn bijak & jgn lupa berbagi)

    saya baru sadar untuk mulai invest ketika baru mulai bekerja, casenya ketika menerima gaji pertama saya sadar mau punya ini/itu hrs benar2 berhitung & butuh waktu yg tdk sebentar (kebetulan ortu waktu itu sakit & akhirnya meinggal) lalu cari cara gimana supaya uang tdk habis & bisa berkembang, akhirnya coba cari2 referensi cara investasi yg sesuai keadaan saya (baru kerja jd modal tdk banyak) & ketemulah reksadana lalu saya coba fokus pelajari itu otodidak sampai sekarang (sampai lumayan mengerti, saya coba pelajari ilmu & instrumen lain spt emas, saham, properti, asuransi, financial planning, dll)

    intinya yg saya dapat memang harus ada case2 tertentu bu supaya bisa mengubah “mindset” kita terhadap uang lalu diarahkan untuk mengelolanya td (salah satunya caranya berinvestasi) & itu tidak bisa dipaksa, saran saya mungkin bu Lenny bisa ajarkan:

    1. menyesal selalu belakangan, karenanya dari awal coba kasih pengertian nanti pasti kita akan hidup mandiri, menikah, berkeluarga, punya anak, beli rumah, kendaraan, dll) & bagaimana cara2 untuk mencapai itu semua (salah satunya investasi)

    2. investasi = sederhana, gk perlu butuh banyak uang utk mulai investasi, ajarkan case2 bertahap mulai dr yg sederhana, misal: jika bisa disiplin 100rb per bulan, coba kita bandingkan antara di tabung di bank & di investasikan di reksadana pasar uang

    3. seperti pak Rudi bilang, realisasikan langkah no 2 (wlpn mereka abai/tdk setuju), sisihkan sebagian uang anggaran mereka utk investasikan, lalu setelah agak lama (max 1 thn) kita perlihatkan hasilnya & jelaskan ke mereka ini loh perbandingannya jika di investasikan (reksadana pasar uang) dibandingkan jika hanya ditabung (bank) lalu jadikan return tadi ke dalam % & coba andai2 jika kita menyisihkannya dlm jumlah yang banyak

    4. jgn investasi di bidang yg tdk kita tau, krn itu ajak sama2 utk belajar & diskusi mengenai produk2 investasi yang sering ditemui, mulai dr deposito, reksadana, asuransi, emas, properti, oblligasi, saham, dll & bandingkan bagaimana cara kerjanya, resiko & keuntungannya, dll dari situ nanti sedikit banyak akan menumbuhkan gambaran & minat untuk investasi

    5. realistis, segalanya butuh waktu termasuk investasi & keuntungan berbanding lurus dengan resiko (keuntungan tinggi = resiko tinggi, keuntungan rendah = resiko rendah) karena yg jd hambatan ber investasi salah satunya adalah “greedy”, mau untung sebesar2nya dlm waktu sesingkat2nya (dgn pengetahuan kita + instrumen investasi yg kita pilih + faktor2 lain, apa bisa? jangan tertipu & menyesal kembali)

  8. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 00:58 | #8

    @ernita
    Salam Ibu Ernita,

    Perlu saya luruskan bahwa strategi Panin Dana Ultima bukan fokus pada 25 saham, tapi strateginya fokus pada portofolio yang jumlah sahamnya maksimal 25. Jadi bisa lebih sedikit. Dan itu juga bukan berarti dia akan memilih 25 saham dan memegang ke 25 saham tersebut sampai selamanya. Tetap ada pertimbangan valuasi.

    Untuk fund fact sheet, memang hanya kami berikan kepada nasabah atau calon nasabah. Untuk nasabah, anda bisa mengaksesnya setelah melakukan log in. Untuk calon nasabah anda bisa meminta ke marketing http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx atau customer service di cs@panin-am.co.id.

    Semoga bermanfaat.

  9. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 01:01 | #9

    @anonim
    Terima kasih untuk sharingnya yang luar biasa.
    Mohon selanjutnya jangan lupa mencantumkan nama.

  10. May 4th, 2015 at 09:26 | #10

    Terima kasih informasinya pak.

  11. erwin
    May 8th, 2015 at 18:36 | #11

    dear pak Rudi,
    menurut bapak apakah kita bisa menjadi kaya dengan reksadana?
    ataukah reksadana hanyalah sebagai sarana investasi sebagai yg lebihj baik drpd deposito dkk
    terimakasih in advance

    • Rudiyanto
      May 8th, 2015 at 18:42 | #12

      Malam Pak Erwin,

      Pertanyaan yang menarik. Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, saya butuh bantuan anda untuk menjawab pertanyaan saya:
      1. Definisi kaya menurut anda itu punya harta berapa Rp ?
      2. Dalam waktu kapan anda harus punya harta pada no 1 tersebut ?

      Terima kasih

  12. erwin
    May 8th, 2015 at 19:16 | #13

    malam pak Rudy,

    pertanyaan balik yang juga menarik, ..mungkin pertanyaan saya terlalu relatif ya..
    definisi kaya (menurut saya utk sekarang) punya penghasilan minimal 2M per tahun

    terimakasih

  13. Rudiyanto
    May 9th, 2015 at 09:59 | #14

    @erwin
    Selamat Pagi Pak Erwin,

    Boleh diperjelas lagi, punya penghasilan 2 M per tahun dari tidak bekerja alias hasil investasi atau dari penghasilan bisnis / gaji?

  14. Tris
    May 9th, 2015 at 13:23 | #15

    Langkah selanjutnya yang wajib dilakukan bagi para calon nasabah yang akan melakukan investasi di Reksa Dana Panin adalah dengan melakukan pertemuan secara langsung dengan Customer Service/Agen Penjual/Tenaga Pemasar PT Panin Asset Management (PAM) , sesuai dengan peraturan BAPEPAM Nomor V.D.10 mengenai Prinsip Mengenal Nasabah untuk penyedia jasa keuangan di bidang Pasar Modal.
    apakah ada PT Panin Asset Management (PAM) di jawa tengah seperti semarang dan sekitarnya Pak? apakah di bank panin ada dan bisa didatangi?
    mohon infonya pak.
    terima kasih

  15. erwin
    May 11th, 2015 at 13:17 | #16

    @Rudiyanto
    Selamat Siang Pak Rudi,
    Saya rubah saja pertanyaannya, saat ini usia saya 33tahun, saya punya dana 500juta, sudah punya rumah dan mobil , saat ini saya bisa menabung +-12juta per bulan
    Keinginan saya punya uang 20M di umur 40tahun, apakah hal ini memungkinkan dengan “hanya” berinvestasi di RD ataukah harus mulai melakukan hal lain seperti membuka bisnis sendiri..
    Thank you

  16. Rudiyanto
    May 11th, 2015 at 18:05 | #17

    @Tris
    Salam Ibu Tris,

    Untuk Jawa Tengah anda bisa coba di
    Semarang
    Jl. S. Parman No. 41
    Semarang 50231 – Indonesia
    Tel.: (62-24) 850 2300
    Fax: (62-24) 850 4971
    E-mail: semarang@pans.co.id

    Solo
    Gedung Graha Prioritas Lantai 3
    Jl. Slamet Riyadi No.302 Kel. Sriwedari, Kec. Laweyan
    Surakarta 57141 – Indonesia
    Tel.: (62-271) 734682
    Fax: (62-271) 734684
    E-mail: solo@pans.co.id

    Semoga bermanfaat.

  17. Rudiyanto
    May 11th, 2015 at 18:16 | #18

    @erwin
    Salam pak Erwin,

    Itu baru pertanyaan yang SMART http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Anda bisa pakai http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx
    Ada 2 skenario yang bisa anda coba.
    1. Pilih Kebutuhan Hasil Investasi Berkala.
    Masukkan 20 M sebagai Kebutuhan Investasi saat ini, inflasi 0 dan periode 7 tahun. Asumsi return bisa coba masukkan 18%. dan klik hitung. Selanjutnya anda akan tahu apakah Rp 12 juta per bulan anda cukup atau tidak

    2. Pilih Hasil Investasi Berkala
    Periode pilih bulanan, nilai investasi Rp 12 juta, periode 7 tahun dan asumsi 18%. Dan klik hitung. Simpan angka ini kemudian lakukan perhitungan lagi tapi kali ini pilih Hasil Investasi. Masukkan Rp 500 juta, periode 7 tahun dan asumsi 18% dan klik hitung. Jumlahkan antara angka yang pertama dengan yang kedua. Nah, jika reksa dana saham memberikan kinerja seperti yang diharapkan itulah uang anda di usia 40 tahun.

    Untuk detailnya bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  18. erwin
    May 11th, 2015 at 18:37 | #19

    @Rudiyanto
    Salam pak Rudi,
    Menggunakan skenario ke-2 nampaknya saya harus “bangun” dan tidak mengandalkan RD saja karena hasil perhitungan penjumlahan Hasil Investasi dan Hasil Investasi Berkala hanya sekitar 3.5M setelah 7 tahun
    Maka kesimpulan saya bahwa dengan RD tidak bisa membuat kaya (kaya versi saya)
    Terimakasih atas pencerahannya
    :-)

    • Rudiyanto
      May 11th, 2015 at 18:52 | #20

      Salam pak Erwin,

      Dalam membuat tujuan yg SMART ada unsur R. Ada yg menyebut R sebagai Relevant ada pula yg menyebutkannya sebagai Realistic.

      Saya sendiri menggunakan Realistic sebagai unsur R. Suatu tujuan keuangan bisa menjadi tidak realistis apabila jumlah uang berinvestasinya terlalu sedikit, menggunakan asumsi keuntungan yg terlalu besar, atau jangka waktu investasinya terlalu singkat.

      Saran saya, anda bisa menetapkan target investasi yg lebih realistis. Tapi jika 20 M di usia 40 adalah target yg tidak bisa ditawar lagi maka saran saya anda bisa membuka usaha dan usaha tersebut harus booming. Jika tidak anda bisa mencoba utk melamar sebagai direksi dengan penghasilan 5 M per tahun. Dengan perincian 1 M utk biaya hidup, 1 M utk bayar pajak dan sisa 3 M kamu deposito. Setelah 7 tahun saya yakin target kamu akan tercapai.

      Semoga berhasil.

  19. erwin
    May 11th, 2015 at 19:08 | #21

    Salam pak Rudi,
    Saya setuju dengan unsur R (realistis) dalam konsep SMART, karena R ini dapat digunakan sebagai feedback untuk melakukan evaluasi dalam mengejar Goal
    Dengan background saya yang sekarang mungkin menjadi tidak realistis jika dilihat dalam konteks bahasan yaitu investasi Reksadana, sehingga pertanyaan awal saya sudah terjawab oleh pak Rudi,
    Oleh karena itu saya berencana untuk memilih jalur usaha saja karena sepengatahuan saya tidak mudah untuk melamar menjadi Direksi perusahaan besar dengan gaji +-500juta per bulan

    Terimakasih banyak

    • Rudiyanto
      May 11th, 2015 at 19:14 | #22

      Salam pak Erwin,

      Utk mendirikan usaha dengan keuntungan bersih 20 M selama 7 tahun rasanya juga tidak lebih mudah dibandingkan melamar jadi direksi dengan gaji 500 juta per bulan.

      Tapi saya percaya dimana ada kemauan disitu ada jalan. Semoga usaha yg anda rintis bisa berhasil. Kuncinya adalah jangan bangkrut sebelum 3 tahun pertama berdiri. Berdasarkan survei manajemen yg pernah saya baca sebagian besar bisnis yg tidak tutup di 3 tahun pertama biasanya jika tidak melejit paling tidak akan survive dalam jangka waktu yg panjang.

  20. May 12th, 2015 at 15:22 | #23

    @rahardjo
    Saya setuju dengan bapak, unit link kurang tepat untuk investasi..walau sebenarnya bisa. Mudah saja.. nilai investasi yang diharapkan, adalah nilai Saver pada unit link, bukan nilai premi keseluruhan.

    Saya pribadi mengkombinasi produk unit link dan reksa dana Panin
    1 tujuan keuangan = 1 produk R.D (baik murni R.D atau unit link)

  21. roydava
    May 14th, 2015 at 11:14 | #24

    Dear pak rudi. .
    Saya umur 23 thun,saya mau ikut reksadana dan saya tidak mrngetahui apa itu reksadana dan apa untungnya,
    Dan dimana saya bisa belajar lebih jauh tentang reksadana,. .mohon pencerahannya. .terimakasih

  22. Rudiyanto
    May 15th, 2015 at 13:27 | #25

    @roydava
    Salam Roy,

    Untuk mengetahui apa itu reksa dana selain membaca artikel di blog ini, anda juga membaca buku Sukses Finansial Dengan Reksa Dana http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/pesanbuku/

    Semoga bermanfaat.

  23. sigit
    June 3rd, 2015 at 20:14 | #26

    Selamat malam pak rudy, saya mohon ijin bertanya…

    saya ada cash idle sekitar 35 juta dan tidak akan (belum) dipergunakan dalam jangka waktu sekitar 1 tahunan. Ijin minta saran apakah lebih baik dimasukkan dalam deposito atau reksadana pasar uang saja ya?

    Terimakasih pak rudy,
    salam…

  24. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:27 | #27

    @sigit
    Selamat Siang Pak Sigit,

    Boleh di dua-duanya pak. Silakan pilih mana yang paling nyaman dengan anda.
    Pertimbangannya Reksa Dana Pasar Uang bisa dicairkan kapan saja dengan bunga setara deposito, sementara kalau deposito baru bisa dicairkan waktu jatuh tempo. Jika dicairkan di tengah kemungkinan akan kena penalti.

    Semoga bermanfaat.

 


%d bloggers like this: