Home > Belajar Reksa Dana > Investasi Reksa Dana Dollar Di Tengah Penguatan Kurs Dollar

Investasi Reksa Dana Dollar Di Tengah Penguatan Kurs Dollar

US Dollar Menguat

Secara industri, reksa dana berbasis USD masih sangat kecil jika dibandingkan dengan reksa dana berbasis Rupiah. Namun pertumbuhannya cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan ini.

Berikut ini adalah data mengenai reksa dana USD konvensional yang tersedia di Indonesia per 31 Maret 2015.

Nama Reksa Dana USD Manajer Investasi

Reksa Dana Pasar Uang

Bahana Liquid USD PT Bahana TCW Investment Management
Bahana USD Cash PT Bahana TCW Investment Management
BNIAM Dana Lancar Likuid Dollar PT BNI Asset Management
BNIAM Dana Mega Likuid Dollar PT BNI Asset Management
Danareksa Seruni Pasar Uang Dollar PT Danareksa Investment Management
Tram Pundi Kas USD 2 PT Trimegah Asset Management

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Aberdeen Indonesia USD Bond Fund PT Aberdeen Asset Management
Ashmore Dana USD Nusantara PT Ashmore Asset Management Indonesia
BNP Paribas Dolar Plus PT BNP Paribas Investment Partners
BNP Paribas Prima Asia USD PT BNP Paribas Investment Partners
BNP Paribas Prima USD PT BNP Paribas Investment Partners
CIMB Principal Dollar Bond PT CIMB-Principal Asset Management
CIMB-Principal Strategic USD FI Fund PT CIMB-Principal Asset Management
Danamas Dollar PT Sinarmas Asset Management
Danareksa Melati Dollar PT Danareksa Investment Management
Danareksa Melati Platinum Dollar AS PT Danareksa Investment Management
Danareksa Melati Premium Dollar PT Danareksa Investment Management
Investa Dana Dolar Mandiri PT Mandiri Manajemen Investasi
MaestroDollar PT AXA Asset Management Indonesia
Manulife USD Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
MNC Dana Dollar PT MNC Asset Management
Schroder USD Bond Fund PT Schroder Investment Management Indonesia
Syailendra Liberty Fund PT Syailendra Capital
Tram Pendapatan Tetap USD PT Trimegah Asset Management

Reksa Dana Campuran

Batavia USD Balanced Asia PT Batavia ProsperindoAsetManajemen
First State Indonesian USD Balanced Plus Fund PT First State Investment Indonesia
Manulife USD Aggressive Balance PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
Panin Dana US Dollar PT Panin Asset Management

Reksa Dana Saham

BNP Paribas Astro PT BNP Paribas Investment Partners
First State Indoequity Opportunities Fund – USD PT First State Investment Indonesia
Manulife Greater Indonesia Fund PT Manulife AsetManajemen Indonesia

 

Sumber : www.infovesta.com, diolah

Jika dahulu hanya ada jenis reksa dana pendapatan tetap yang berbasis US Dollar, sekarang sudah tersedia pula jenis reksa dana pasar uang, reksa dana campuran dan reksa dana saham meski jumlahnya masih belum terlalu banyak. Ada pula reksa dana terproteksi dan penyertaan terbatas USD namun tidak saya masukkan karena bukan reksa dana yang dapat dibeli oleh masyarakat umum.

Total ada 31 reksa dana USD konvensional dengan dana kelolaan USD 839 juta atau sekitar 11 Triliun dengan kurs 13.000. Jumlah ini masih kurang dari 5% dana kelolaan reksa dana berbasis Rupiah, namun sebetulnya pangsa pasar ini cukup menarik untuk digarap oleh Manajer Investasi.

Dengan asumsi dollar akan terus menguat atau paling tidak bertengger di level 13.000 terhadap mata uang Rupiah seperti saat ini, banyak investor yang bertanya-tanya apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi pada reksa dana US Dollar.

Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu memahami cara kerja daripada reksa dana US Dollar di Indonesia.

Sesuai dengan peraturan OJK, suatu reksa dana hanya diperbolehkan berinvestasi maksimal 15% pada instrumen yang terdaftar pada bursa luar negeri dengan ketentuan maksimal 5% pada satu perusahaan. Ketentuan ini berlaku baik untuk reksa dana USD maupun reksa dana IDR.

Jadi jika suatu reksa dana memiliki dana kelolaan USD 100 juta, maka hanya sebesar USD 15 juta yang boleh diinvestasikan di luar negeri, dan maksimal USD 5 juta pada satu perusahaan.

Dengan demikian, semua reksa dana USD pada dasarnya minimal 85% aset investasinya akan ada di saham, obligasi dan pasar uang yang terdaftar di Indonesia.

Secara umum, saat ini ada 3 jenis reksa dana USD yang dipasarkan yaitu Reksa Dana Pendapatan Tetap Dollar, Reksa Dana Campuran Dollar dan Reksa Dana Saham Dollar. Sesuai dengan kebijakan investasinya, reksa dana pendapatan tetap dollar minimal 80% di instrumen obligasi, reksa dana saham dollar minimal 80% di instrumen saham dan reksa dana campuran dollar maksimal 79% di saham, obligasi dan pasar uang.

Reksa Dana Dollar Berbasis Obligasi atau Surat Utang

Obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah. Sesuai dengan kebutuhannya, obligasi tersebut bisa dalam berbagai mata uang tapi yang paling umum adalah IDR dan USD. Khusus untuk obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dalam mata uang USD, oleh pelaku pasar modal dikenal dengan istilah Indon.

Obligasi pemerintah dan korporasi USD inilah yang sering dijadikan sebagai aset dasar dalam pengelolaan reksa dana USD oleh para Manajer Investasi.

Cara kerja obligasi adalah sebagai berikut, ketika suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun dan sebaliknya ketika suku bunga akan turun maka harga obligasi akan naik.

Jika mata uang obligasi tersebut adalah IDR, maka acuannya suku bunga Bank Indonesia. Namun, jika mata uangnya USD, meskipun diterbitkan oleh pemerintah Indonesia, suku bunga yang dijadikan acuan adalah suku bunga di Amerika atau sering dikenal dengan Fed Fund Rate.

Dengan asumsi bahwa suku bunga Amerika akan naik, maka secara teori maka harga obligasi juga akan turun. Sehingga jika berinvestasi pada reksa dana yang berbasis obligasi USD ini, investor akan mengalami risiko penurunan harga.

Perlu diketahui juga bahwa selain faktor perubahan suku bunga, harga obligasi juga dipengaruhi oleh likuiditas di pasar. Untuk obligasi USD yang diterbitkan oleh korporasi, karena relatif tidak likuid (jarang diperjualbelikan), maka umumnya harga obligasi ini tidak begitu sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Obligasi yang banyak ditransaksikan di pasar adalah obligasi Indon. Dengan demikian, jika terjadi kenaikan suku bunga Amerika, reksa dana pendapatan tetap USD yang berbasis obligasi pemerintah diperkirakan akan lebih fluktuatif dibandingkan reksa dana pendapatan USD yang berbasis obligasi korporasi.

Reksa Dana USD berbasis Saham

Saham adalah tanda bukti kepemilikan pada suatu perusahaan. Berbeda dengan obligasi, di Indonesia saham hanya bisa diterbitkan oleh perusahaan. Selain itu, mata uangnya juga hanya satu yaitu IDR saja.

Dengan demikian, meskipun namanya reksa dana USD tapi dananya diinvestasikan pada saham yang berbentuk Rupiah. Kalaupun mau dibelikan saham di Amerika yang mata uangnya USD, batas maksimum yang diperbolehkan hanya 15% saja. Itupun harus dibagi di minimal 3 perusahaan.

Pada prakteknya, hampir semua reksa dana USD yang berbasis saham berinvestasi pada saham-saham di Indonesia dalam mata uang IDR. Ketika bank kustodian melakukan kalkulasi Nilai Aktiva Bersih dan harga reksa dana, nilai investasi saham tersebut kemudian dikurskan lagi dalam mata uang USD.

Dengan demikian selain menghadapi risiko fluktuasi saham, investor juga dihadapkan pada risiko perubahan kurs mata uang. Ilustrasi risiko perubahan kurs adalah sebagai berikut :

1 April 2015

  • Investor berinvestasi USD 10.000 pada reksa dana
  • Pada saat itu Kurs USD = Rp 10.000
  • Manajer Investasi memperoleh dana Rp 10.000 x 10.000 = Rp 100 juta
  • Manajer Investasi membeli saham ASII pada harga Rp 5000 / saham
  • Total saham yang diperoleh = Rp 100 juta / 5000 = 20.000 saham

 

 

 

 

1 Mei 2015

  • Harga saham ASII tetap di Rp 5000 per saham
  • Kurs IDR melemah terhadap USD menjadi Rp 12.500
  • NAB investor dalam IDR = Rp 5000 x 20.000 (lembar saham ASII) = Rp 100 juta
  • NAB investor dalam USD = Rp 100 juta / 12.500 = USD 8000 (nasabah mengalami kerugian 20%)
  • Jika kurs IDR menguat terhadap USD menjadi Rp 7.500
  • NAB Investor dalam USD = Rp 100 juta / 7.500 = USD 13.333 (investor mengalami keuntungan 33%)

Dengan melihat ilustrasi di atas, maka kondisi yang menguntungkan bagi reksa dana USD berbasis saham adalah ketika IDR menguat terhadap USD. Semakin kuat IDR, maka semakin besar pula keuntungan kurs dan sebaliknya.

Kesimpulan

Untuk investasi dalam reksa dana USD berbasis obligasi, rencana kenaikan suku bunga Amerika berpotensi menyebabkan penurunan harga obligasi. Investor perlu mewaspadai risiko tersebut. Meski demikian, risiko tersebut dapat diminimalkan apabila Manajer Investasi mengatur strategi dengan kombinasi pada obligasi korporasi

Untuk investasi dalam reksa dana USD berbasis saham, apabila mata uang IDR menguat terhadap USD maka investor akan mendapatkan keuntungan ganda yaitu dari kenaikan harga saham dan kenaikan kurs. Saat ini, kurs Rupiah sudah berada dalam kisaran yang wajar yaitu Rp 12.500 – Rp 13.500 per USD.

Kurs IDR baru akan menguat apabila pembangunan ekonomi di Indonesia berhasil yang ditandai dengan positifnya neraca perdagangan dan tingkat inflasi yang terkendali. Sampai pada kondisi tersebut terjadi, maka kemungkinan IDR tidak akan beranjak dari kisaran tersebut sehingga tidak banyak potensi keuntungan kurs yang bisa diambil dalam jangka pendek.

Oleh sebab itu, untuk reksa dana USD berbasis saham, harapan investor adalah pada keahlian para Manajer Investasi dalam pengelolaan dan pemilihan sahamnya.

Demikian semoga bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Sumber Gambar : Istockphoto

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. No comments yet.

 


%d bloggers like this: