Home > Pendapat Tentang Makro Ekonomi > Rekor IHSG dan Level Psikologis

Rekor IHSG dan Level Psikologis

Rekor IHSG dan Level Psikologis

Di awal tahun 2015 ini, IHSG langsung melesat dan mencetak Rekor Baru. Dalam waktu hampir dua bulan, IHSG mencetak level tertinggi dalam sejarah di sekitar 5400an. Melihat tren yang ada, rasanya tidak sulit untuk mencetak rekor baru lagi. Kinerja IHSG ini juga memunculkan reaksi dan tanggapan di media. Banyak wartawan yang menanyakan bagaimana kelanjutannya. Apakah akan naik, turun, flat, bagaimana dengan aliran dana asing, dan seterusnya. Ada juga ulasan di media yang menyatakan masih bisa naik baik secara fundamental atau teknikal, ada juga yang meminta investor untuk lebih berhati-hati.

Bagaimana dengan investor?  investor-investor yang berinvestasi di reksa dana merupakan manusia yang memiliki emosi. Ketika IHSG yang dijadikan sebagai patokan semakin lama semakin tinggi akan muncul berbagai reaksi. Ada sebagian investor yang merasa sudah naik terlalu tinggi dan kebetulan sudah mendapat profit, maka mereka akan melakukan profit taking. Ada juga yang merasa ketinggalan dan takut IHSG kembali mencetak rekor baru sehingga buru-buru melakukan investasi.

Idealnya investasi memang dilakukan secara disiplin. Sayangnya, kelompok investor yang melakukan investasi secara disiplin adalah investor institusi. Kebanyakan atau hampir semua investor perorangan melakukannya berdasarkan feeling.

Besaran harga IHSG yang menyebabkan berbagai reaksi investor, entah itu akhirnya mengambil keputusan dari calon investor menjadi investor, melakukan penambahan investasi, melakukan cutloss atau profit taking saya sebut dengan Level Psikologis. Biasanya angka itu adalah angka yang mudah diingat, seperti 3000, 4000, 5000, 5500 dan seterusnya. Pertanyaannya, apakah Rekor IHSG ini wajar? Apa reaksi yang umum untuk Level Psikologis saat ini? Berapa Level Psikologis berikutnya? 

Apakah Rekor IHSG ini Wajar?

IHSG yang mencapai rekor menurut saya adalah Wajar. Hal ini mengingat target IHSG oleh banyak analis, ekonom dan Manajer Investasi yang umumnya berkisar antara 5600 – 6400an. Saya sendiri dalam artikel Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2015 memasang target 6171 – 6352. Meski demikian, semua yang dikemukan adalah target nilai wajar di akhir tahun. Kadang-kadang bisa tercapai, bisa juga tidak. Bisa juga tercapai lebih cepat kemudian turun, atau turun dulu dan kemudian naik lebih tinggi dari target yang ditetapkan.

Meski demikian, secara valuasi yang diukur menggunakan Price to Earning Ratio (PER), kondisi IHSG saat ini bisa dikatakan tidak murah. Saat ini PER LQ-45 yang terdapat di situs www.infovesta.com per 28 Februari berada di angka 19 kali. Secara historis, rata-rata yang wajar adalah di kisaran 14 – 16 kali. Tahun ini, menurut saya dengan adanya sentimen percepatan pertumbuhan ekonomi, maka bisa di 17 – 17.5 kali.

Screen Shot 2015-03-01 at 10.34.49 PM

 

Apakah ini berarti IHSG kemahalan? rasanya belum bisa diputuskan sekarang mengingat laporan keuangan perusahaan belum keluar semuanya. Rumus PE Ratio adalah pembagian antara harga dengan laba bersih perusahaan. Sebagian dari perhitungan tersebut mungkin masih menggunakan laba bersih periode September 2014. Jika sudah menggunakan Laba Bersih periode Desember 2014 dan ternyata ada peningkatan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya, maka dengan asumsi harga saham tetap, maka PE Ratio bisa turun.

Investasi saham adalah kegiatan menebak masa depan. Bisa saja, dengan menggunakan Laba Bersih Desember 2014 angka PE Ratio masih tetap tinggi seperti sekarang, namun investor tetap melakukan pembelian karena dia menggunakan asumsi Laba Bersih Desember 2015 dan seterusnya. Contoh perhitungan harga wajar dengan proyeksi laba bersih jangka panjang bisa anda baca di Analisa Fundamental – Value Investing. Perlu diperhatikan bahwa angka yang ada di Infovesta adalah menggunakan laporan keuangan saat ini. Sehingga belum tentu semua investor sepakat atau memiliki pandangan yang sama terhadap angka tersebut.

Yang jelas, batas akhir penyerahan laporan keuangan akhir tahun bagi perusahaan terbuka agar tidak mendapatkan peringatan dan denda dari IDX umumnya adalah tanggal 1 April. Jadi pada bulan April nanti, baru bisa diketahui dengan pasti apakah berdasarkan laporan keuangan akhir tahun 2014, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Meski angka IHSG belum mencapai kisaran harga wajar dalam analisa saya, namun harus diakui bahwa angka 19 tersebut memang lebih tinggi dari angka 17 – 17.5 yang saya perkirakan.

Dalam membaca PER, investor harus sadar bahwa tidak selalu PER tinggi maka harga saham akan turun dan sebaliknya. Kadang-kadang untuk saham dengan profitabilitas atau pertumbuhan profitabilitas yang tinggi, PER bisa bertahan tinggi dalam jangka waktu yang panjang. Ada juga contoh dimana suatu saham dengan PER yang secara relatif rendah tapi harganya tidak naik.

Apa Reaksi Yang Umum Untuk Level Psikologis IHSG Saat Ini?

Kalau secara umum, dengan IHSG semakin mendekati Level Psikologis 5500, saya memperkirakan jumlah investor yang melakukan realisasi keuntungan juga akan semakin besar terutama yang masuk pada 2014. Selanjutnya mereka akan mereka akan wait and see dan mencari momentum untuk masuk ketika IHSG berada di bawah 5500 (yang bisa terjadi, bisa juga tidak). Untuk calon investor atau nasabah baru, perkiraan saya akan semakin banyak, bahkan bisa lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Saya tidak tahu bagaimana dengan investor yang menjadi nasabah manajer investasi dan agen penjual lainnya. Namun dari sisi frekuensi transaksi Panin Asset Management, hingga Februari 2015 ini ada peningkatan kurang lebih 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar dari transaksi ini merupakan transaksi autodebet atau investasi berkala. Bagi investor yang melakukan investasi berkala, berita IHSG menembus rekor tentu membuat mereka senang. Namun tidak banyak perubahan yang mereka lakukan sebab fokusnya hingga investasi berkalanya selesai.

Kegiatan redemption secara frekuensi juga meningkat, namun masih lebih kecil jika dibandingkan transaksi pembelian, baik nominal maupun frekuensinya. Malahan saya melihat, pertambahan investor baru semakin banyak. Hal ini menunjukkan bahwa Level Psikologis yang terjadi saat ini telah membuat investor yang dari tahun sebelumnya ragu-ragu menjadi yakin. Tentu ini tidak lepas pula dari eksekusi strategi pemasaran oleh tenaga penjual.

Untuk pertambahan nasabah baru Panin Asset Management, selama Januari dan Februari 2015 total ada sekitar 1600++ investor baru. Angka ini cukup tinggi mengingat awal tahun biasanya kegiatan penjualan banyak bersaing dengan liburan tahun baru, liburan imlek, dan bencana banjir. Untunglah tahun ini tidak ada gangguan cuaca dan bencana banjir yang berarti.

Kalau saya perhatikan, mau teredukasi atau tidak, selalu lebih mudah untuk meyakinkan investor untuk melakukan investasi ketika IHSG berada dalam tren baru dan menembus rekor baru. Ketika berhadapan dengan investor dan calon investor pada saat IHSG dalam tren penurunan, umumnya mereka akan selalu menunda. Mereka akan bertanya mengapa sekarang terjadi penurunan dan sampai seberapa dalam penurunan tersebut. Biasanya jika IHSG sudah terlanjur naik tinggi lagi baru mereka yakin. Bagi banyak orang Seeing is Believing.

Untuk itu, sebagai investor reksa dana saham, reaksi yang benar adalah fokus pada tujuan investasi jangka panjang. Mau IHSG menembus rekor baru atau tidak, jika kita berkomitmen investasi jangka panjang, investasi kapan saja tidak masalah karena semakin panjang periode investasi berarti semakin kecil pula kemungkinan target investasi kita tidak tercapai. Dalam jangka pendek, selalu saja akan ada momen dimana IHSG mengalami kenaikan tinggi atau penurunan yang dalam. Jika semua itu di reaksi secara berlebihan, dikhawatirkan akan mempengaruhi pencapaian tujuan dan memperbanyak biaya transaksi. Kalaupun anda ingin melakukan evaluasi jangka pendek, saran saya anda bisa lakukan dengan cara ini.

Contoh, dana investasi Rp 100 juta, investasi 8 tahun dengan target keuntungan 20% per tahun. Pada akhir tahun pertama, seharusnya nilai investasi mencapai Rp 120 juta, namun karena IHSG berkinerja sangat baik, hasil investasi anda mencapai Rp 130 juta. Maka Rp 10 juta sisanya bisa anda cairkan. Bisa digunakan untuk investasi lagi ketika ada momentum harga saham sedang turun atau di foya-foyakan. Sebab itu memang kelebihan dana yang tidak diperkirakan. Jika nilainya kurang, maka anda bisa menambah nilai investasi lagi supaya tujuan jangka panjangnya dapat tercapai. Saya akan sharing lebih banyak lagi topik ini dalam kesempatan yang lain.

Berapa Level Psikologis Berikutnya?

Sebagaimana saya sharing di bagian awal, Level Psikologis haruslah berupa angka yang mudah diingat. Menurut saya Level Psikologis berikutnya adalah di angka 5800 dan 6000. Ketika IHSG mencapai angka tersebut, euforia untuk melakukan investasi di reksa dana akan semakin meningkat. Pertambahan nasabah dan frekuensi transaksi bisa saja 2 kali lipat dibandingkan saat ini. Kegiatan pemasaran dan promosi juga akan semakin gencar karena budget perusahaan relatif lebih mudah disetujui dalam kondisi demikian.

 

Oh ya sedikit out of topic, sehubungan dengan skema Money Game yang kembali marak akhir2 ini, saya juga ada sharing pandangan saya mengenai hal tersebut di facebook dengan judul Arisan Uang Dengan Keuntungan 30% Per Bulan??? Money Game Dengan Prinsip Manusia Makan Manusia. Demikian sharing kali ini, semoga bermanfaat bagi anda semua.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Sumber Gambar : Istockphoto dan Infovesta

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
  1. YAYAT
    March 4th, 2015 at 08:27 | #1

    Bagus sekali Sharingnya Pak Rudiyanto.
    Saya pun bersependapat dengan Bpk IHSG optimis support 5400 dengan resistance 6100

    Terima Kasih Pak Rudiyanto

  2. Rudiyanto
    March 5th, 2015 at 10:03 | #2

    @YAYAT
    Salam pak Yayat,

    Berarti 5400 adalah Level Psikologis anda untuk melakukan pembelian dan 6100 adalah Level Psikologis anda utk profit taking.

    Kalau dari lihat dari trend sekarang, kelihatannya 5500 merupakan level psikologis banyak orang untuk melakukan profit taking.

    Terima kasih

  3. andi candra
    March 9th, 2015 at 11:23 | #3

    Selamat siang pak rudi,

    Saya mau tanya apakah untuk tahun 2018 IHSG akan mengalami penurunan akibat krisis ?
    Karena jika saya perhatikan dari tahun 1998, 2008 lalu 2013 IHSG mengalami koreksi yg cukup dalam.

    Terima Kasih

  4. Rudiyanto
    March 9th, 2015 at 13:19 | #4

    @andi candra
    Selamat Siang Pak Andi,

    Mengenai apakah tahun 2018 akan krisis atau tidak, saya bisa berikan jawaban yang 100% tepat. Tapi nanti saya kasih tahunya tanggal 1 Januari 2019.

    Saya tidak tahu dengan definisi anda tentang pasar terkoreksi cukup dalam. Yang saya tahu, tahun 1998 return IHSG -0.91%, tahun 2008 sebesar -50.64% dan 2013 sebesar -0.98%

    Apakah minus sekitar 1% itu dalam? ya masing-masing punya pendapat sendiri. Kalau menurut saya sih tidak. Malahan pada tahun 2000 dan 2001, IHSG turun 38% dan 5%. Apakah hal ini sudah anda perhatikan juga?

    Kalau anda dengar teori bahwa setiap 10 tahun dan 5 tahun ada krisis, menurut saya itu hanya sebatas pernyataan yang tidak didukung dengan data yang lengkap. Buktinya, penurunan di kedua tahun tersebut tidak dalam2 amat. Dan ada juga tahun-tahun seperti 2000 dan 2001 yang IHSGnya mengalami penurunan dan bahkan lebih dalam dari yang anda maksud.

    Semoga bermanfaat

  5. Andi Candra
    March 9th, 2015 at 17:34 | #5

    Terima kasih penjelasannya pak rudi. Dengan penjelasannya saya jadi membuat rencana investasi reksadana saya. Kebetulan saya juga nasabah RD Panin.

  6. Rudiyanto
    March 11th, 2015 at 21:45 | #6

    @Andi Candra
    Terima kasih Pak Andi untuk kepercayaannya.

  7. James Handaja
    April 11th, 2015 at 11:09 | #7

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Kalau IHSG pada level 5500 memicu banyak investor untuk aksi profit-taking, berarti IHSG akan kembali turun kebawah 5500. Lalu melihat IHSG turun, investor beramai-ramai membeli saham sehingga naik kembali ke 5500. Kemudian di level 5500, aksi profit-taking kembali marak.

    Setidaknya, hal itulah yang saya lihat dalam kira-kira 1 bulan terakhir dari chart di yahoo finance, IHSG sudah 3 atau 4 kali menembus level 5500 kemudian anjlok lagi.

    Melihat hal ini, apakah menurut bapak, IHSG masih mungkin naik ke level psikologis di 6000?

    Terima kasih untuk jawabannya.

  8. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:31 | #8

    @James Handaja
    Selamat malam James,

    Batas psikologis saya adalah disekitar 13.400
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/11/19/apakah-harga-wajar-ihsg-bisa-mencapai-15-000-di-era-jokowi-jk/

    Ada perbedaan besar antara Investor yang melihat investasi saham sebagai investasi jangka panjang dengan spekulan yang melihat investasi saham dalam jangka pendek, demikian pula dengan level psikologisnya. Kalau spekulan, saya yakin tiap IHSG naik 100 poin, dari 5500 ke 5600 misalnya akan tercipta level psikologis baru.

    Secara fundamental, saya juga sudah membuat persiapan sendiri. Bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/12/26/persiapan-menjadi-investor-reksa-dana-2015/

    Semoga bermanfaat.

 


%d bloggers like this: