Home > Belajar Investasi, Belajar Reksa Dana, Matematika Investasi, Perencanaan Investasi > Panduan Cara Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

Panduan Cara Membuat Perencanaan Investasi Sederhana

Pertanyaan Newbie

Membuat perencanaan investasi itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau anda mengerti tentang perencanaan keuangan dan fungsi Time Value of Money pada Microsoft Excel. Susah, kalau dua hal tersebut tidak ada yang anda mengerti sama sekali. Dalam kesempatan ini, saya akan sharing bagaimana cara membuat perencanaan investasi sederhana menggunakan alat-alat yang tersedia secara gratis di website Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual.

Untuk menggunakan kalkulator tersebut, juga tidak perlu menjadi nasabah. Umumnya untuk kalkulator perhitungan yang sederhana disediakan secara gratis. Meski demikian, saya perhatikan banyak investor yang jarang menggunakannya. 2 kendala utama yang dihadapi adalah tidak mengetahui cara kerja dan tidak tahu berapa angka asumsi yang harus dimasukkan. Ada juga yang meskipun sudah tahu, namun tidak bisa merumuskan permasalahan keuangannya untuk diselesaikan melalui kalkulator yang tersedia.

Untuk itu, pembahasan penggunaan kalkulator untuk perencanaan investasi akan menggunakan contoh kasus yang umumnya dihadapi investor awam sehari-hari. Sebagai contoh adalah pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan 2Sumber : http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/forum-diskusi/

Time Value of Money

Untuk membuat perencanaan investasi, sedikit banyak anda harus memahami tentang Time Value of Money atau nilai waktu dari uang. Secara sederhana, Time Value of Money itu terdiri dari 2 yaitu Present Value dan Future Value. Kegunaan present value pada kehidupan sehari-hari adalah pada menghitung kredit. Misalkan ada rumah atau kendaraan, diketahui harga dan DP sekian rupiah. Jika mau menghitung berapa cicilan per bulannya maka digunakan fungsi Present Value.

Future value sendiri lebih banyak digunakan pada perencanaan keuangan dan investasi. Contoh pertanyaan pada forum diskusi di atas dan pertanyaan seperti berapa jumlah uang yang harus dipersiapkan untuk rencana pensiun, pendidikan anak, pernikahan dan lain-lain adalah perhitungan menggunakan konsep future value. Oleh karena itu, pembahasan dalam artikel ini hanya akan difokuskan pada Future Value saja.

Perhitungan future value sendiri juga dibagi lagi berdasarkan arus kasnya. Ada perhitungan future value menggunakan arus kas tunggal dan menggunakan arus kas yang berulang. Dalam kasus arus kas yang berulang seperti pada contoh tujuan keuangan yang mau diperoleh secara investasi berkala, maka secara matematika ada 2 versi perhitungan tergantung apakah arus kasnya di awal atau  di akhir.

Sebagai contoh, misalnya seorang melakukan autodebet selama 1 tahun setiap tanggal 1 dari bulan Januari 2014 – Desember 2014. Berarti dia melakukan investasi tanggal 1 setiap bulannya dari 1 Januari 2014, 1 Februari 2014, 1 Maret 2014 sampai dengan 1 Desember 2014. Apabila investor menanyakan dengan asumsi reksa dana menghasilkan sekian persen per tahun, berapakah nilainya setelah 1 tahun?

Perhitungan Future Value dengan asumsi arus kas di awal akan berbeda dengan asumsi arus kas di akhir. Hingga saat ini memang belum ada ketentuan asumsi mana yang digunakan. Namun jika ditelusuri lebih jauh, perhitungan menggunakan asumsi awal akan menunjukkan saldo investor pada tanggal 1 Januari 2015. Sementara jika menggunakan arus kas di akhir, nilai saldo yang ditunjukkan adalah pada tanggal 1 Desember 2014. Oleh karena itu, umumnya saya selalu menggunakan asumsi perhitungan arus di awal sebagai dasar dalam kalkulator investasi.

Unsur penting lain dalam Time Value of Money adalah Rates atau tingkat suku bunga. Angka rates dinyatakan dalam besaran persentase tertentu. Dalam prakteknya, rates bisa berupa angka inflasi ataupun asumsi return investasi. Meski demikian, pengguna awam biasanya bingung dengan besaran angka tersebut. Untuk itu, sebagai acuan nilai asumsi yang bisa anda masukkan adalah sebagai berikut:

  • Asumsi Inflasi antara 6 – 10%. Secara umum, asumsi inflasi untuk perencanaan pensiun yang menyangkut biaya hidup adalah sekitar 6%. Namun asumsi untuk biaya pendidikan dan harga rumah menurut saya bisa menggunakan angka 8 – 10%.
  • Asumsi investasi untuk reksa dana pasar uang adalah 6%, reksa dana pendapatan tetap 7 – 12%, reksa dana campuran 13% – 16% dan reksa dana saham 17 – 20%.

Update Juli 2017

  • Asumsi inflasi antara 4 – 6% untuk biaya hidup dan 6 – 10% untuk biaya pendidikan
  • Asumsi investasi reksa dana pasar uang 5-6%, reksa dana pendapatan tetap 7 – 10%, reksa dana campuran 11 – 14%, dan reksa dana saham 15 – 18%

Setelah memahami asumsi yang dipergunakan dan tata cara memasukkan persentase rates, selanjutnya kita sudah bisa mulai menyusun rencana investasi sederhana.

Praktek Penggunaan Kalkulator Investasi

Contoh penyelesaian menggunakan kalkulator finansial yang terdapat pada http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx sebagai berikut :

1. Mana yang lebih besar nilainya ? apakah memasukkan 120 juta sekaligus sekarang atau Rp 1 juta per bulan selama 10 tahun ? Diasumsikan investasi pada reksa dana saham dengan rates 20%

Contoh Kasus 1

Contoh Kasus 1-1

Dengan menggunakan kalkulator di atas, maka bisa dijawab bahwa nilai yang paling besar adalah memasukkan 120 juta di awal dibandingkan Rp 1 juta per bulan selama 10 tahun.

2. Apabila ingin memiliki uang Rp 1 M dalam waktu 8 tahun. Berapa nilai investasi yang dibutuhkan pada investasi saham  :

  1. Investasi sekaligus semuanya sekarang
  2. Investasi berkala secara bulanan

Contoh Kasus 2

 

Contoh Kasus 2-2

Dengan menggunakan kalkulator di atas, diketahui untuk mendapatkan nilai Rp 1 M dalam 8 tahun pada reksa dana saham dengan asumsi 20% adalah investasi Rp 232,5 juta. Apabila dilakukan secara bulanan, maka dibutuhkan sekitar Rp 4,6 juta.

Mari kita masuk pertanyaan yang lebih sulit

3. Seorang investor ingin menunaikan ibadah haji kedua orang tuanya dalam waktu 5 tahun. Setelah melakukan riset diketahui biaya haji reguler termasuk biaya hidup yang diperlukan adalah sekitar Rp 51 juta per orang. Untuk itu investor berencana menyiapkan dana Rp 102 juta. Di satu sisi, investor menyadari biaya hidup dan haji naik setiap tahunnya. Jika hanya terkumpul Rp 102 juta, dia takut tidak cukup di tahun ke 5. Dengan asumsi ada kenaikan biaya 8% per tahun :

  1. Berapa yang harus dia investasi sekaligus saat ini dan per bulannya di reksa dana saham ?
  2. Apabila investor tidak mau melakukan cost averaging, namun melakukan timing berapa nilai investasi setiap bulannya?

Contoh Kasus 3

Contoh Kasus 3-3Dengan asumsi adanya inflasi, maka kebutuhan Rp 102 juta sekarang akan naik menjadi sekitar Rp 150 juta pada akhir tahun ke 5. Dengan demikian dibutuhkan nilai investasi Rp 60,3 juta sekaligus atau Rp 1,52 juta per bulan. Apabila investor tidak mau melakukan cost averaging, maka dia bisa masuk pada timing yang dia nyaman namun harus memastikan minimal melakukan investasi senilai Rp 16,8 juta setiap tahunnya.

Sebenarnya selain mengetahui konsep arus kas dan asumsi rates yang dimasukkan unsur yang tidak kalah pentingnya adalah kejelasan tujuan yang diinginkan. Hal ini bisa ditentukan sendiri oleh investornya ataupun rajin melakukan riset untuk mencari nilai Rupiah yang dibutuhkan untuk tujuan investasinya.

Demikian artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda dalam perencanaan investasi.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Sumber Data : http://liveolive.com/post/view/615-4-biaya-yang-perlu-dipersiapkan-untuk-naik-haji

Sumber Gambar : istockphoto

  1. August 17th, 2014 at 11:57 | #1

    Artikel panduan investasi yang sangat lengkap

    Salam sukses Pak Rudiyanto :)

  2. yunesvi
    September 6th, 2014 at 08:34 | #2

    Salam Bapak…
    Saya tinggal dikota Padang, untuk pengembalian formulir online beserta KTP dan NPWP saya serahkan kemana?

  3. Rudiyanto
    September 8th, 2014 at 14:21 | #3

    @yunesvi
    Salam Ibu Yunesvi,

    Untuk kota Padang bisa anda serahkan ke cabang Panin Sekuritas di Padang yaitu
    PT. Panin Sekuritas Padang
    Jl. Thamrin No. 43
    Padang 25122 – Indonesia
    Tel.: (62-751) 811 322 / 789 4682
    Fax: (62-751) 811 332
    E-mail: padang@pans.co.id

    Terima kasih atas kepercayaannya dan semoga tujuan keuangan anda bisa tercapai melalui investasi reksa dana.

  4. October 20th, 2014 at 16:09 | #4

    sore, pak Rudiyanto
    saya sdh terima kiriman bukunya, terima kasih gak sabar sy menuntaskan membacanya.

    Salam sukses ya Pak
    Bambang@cibubur

  5. Rudiyanto
    October 24th, 2014 at 12:52 | #5

    @bambang
    Terima kasih Pak Bambang.

    Semoga sehat dan sukses selalu.

  6. desmindau
    October 30th, 2014 at 14:11 | #6

    saya tinggal di kab. kapuas, prop. kalimantan tengah. pertanyaan saya, dimana saya bisa membeli reksadana panin dana ultima? trims

    • Rudiyanto
      October 30th, 2014 at 14:41 | #7

      Siang Desmindau,

      Anda bisa menghubungi nomor telepon atau email bapak Therian Perry di kontak bawah ini
      Gedung Bank Panin – Sidas
      Jl Sidas No 3, Lantai 3
      Pontianak 78121 – Indonesia
      Tel.: (62-561) 748 888
      Fax: (62-561) 767 300
      E-mail: pontianak@pans.co.id

      Semoga bermanfaat.

  7. Dion
    November 9th, 2014 at 01:49 | #8

    Pak Rudiyanto, salam kenal. Saya berkunjung di website Anda ketika sedang belajar mengenal metode evaluasi reksa dana
    Yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan artikel ini, apabila untuk rumah relevan manakah antara kita menggunakan persentase inflasi yang berkisar 8-10%/th atau menggunakan kenaikan properti per tahun saat ini yg dalam 3 tahun terakhir mencapai 30%th (artikel http://finance.detik.com/read/2014/06/03/185110/2598858/1016/setelah-3-tahun-naik-30-tahun-ini-kenaikan-harga-properti-hanya-12 )
    Dampak yang saya khawatirkan adalah tidak tercapainya perencanaan keuangan apabila pengukuran future value biaya berdasarkan inflasi
    Mohon pencerahannya

  8. Rudiyanto
    November 10th, 2014 at 17:59 | #9

    @Dion
    Salam kenal juga Pak Dion,

    Kalau menurut saya 8-10% sudah merupakan angka yang relavan. Sebab menurut saya, rumah bisa dicicil dengan KPR. Jadi meskipun harga naik, anda bisa membayar senilai 30%nya. Kalaupun kenaikannya ternyata di atas 30%, risikonya ya anda harus meminjam dengan nominal yang lebih besar saja.

    Selain itu, pilihan properti juga sangat luas. Mungkin properti tersebut dibangun oleh group ternama seperti Ciputra sehingga kenaikan harganya tinggi karena kualitasnya bagus. Namun jika group lain, mungkin saja kenaikannya tidak sampai setinggi angka tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  9. Yohan
    November 27th, 2014 at 21:23 | #10

    Salam Pak Rudi,

    Saya sedang belajar secara otodidak mengenai reksadana. Didalam contoh kalkulator digunakan angka 20% pada ekpektasi imbalan per tahun. Apakah angka ini diambil dari asumsi berikut :
    Asumsi investasi untuk reksa dana pasar uang adalah 6%, reksa dana pendapatan tetap 7 – 12%, reksa dana campuran 13% – 16% dan reksa dana saham 17 – 20%.

    yaitu persentasi terbesar dari reksadana saham 20% ?

    Terima kasih atas bantuan bpk.

  10. Rudiyanto
    December 1st, 2014 at 16:11 | #11

    @Yohan
    Salam Yohan,

    Memang benar, saya menggunakan asumsi tertinggi.

    Semoga bermanfaat

  11. paijo
    March 2nd, 2015 at 12:22 | #12

    Mohon informasinya pak, dimana saya bisa membeli reksadana panin di yogyakarta ?

  12. Rudiyanto
    March 3rd, 2015 at 15:54 | #13

    @paijo
    Salam Pak Paijo,

    Untuk Yogyakarta, saat ini memang belum ada Agen Penjual reksa dana Panin Asset Management. Yang terdekat adalah cabang Panin Sekuritas Solo dengan alamat sebagai berikut :
    Gedung Graha Prioritas Lantai 3
    Jl. Slamet Riyadi No.302 Kel. Sriwedari, Kec. Laweyan
    Surakarta 57141 – Indonesia
    Tel.: (62-271) 734682
    Fax: (62-271) 734684
    E-mail: solo@pans.co.id

    Anda bisa telpon dan janjian untuk bertemu dimana.

    Atau jika tidak memungkinkan, anda bisa membelinya secara online dengan cara klik link ini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx

    Semua pertanyaan harap diisi dengan lengkap, selanjutnya bisa dikirimkan ke cabang Panin Sekuritas Solo pada alamat di atas atau bisa juga langsung ke Panin Asset Management Jakarta.
    PT. Panin Asset Management

    Stock Exchange Building
    Tower I Lt. 3 Suite 306
    Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
    Tel : (62-21) 296-54-222 (direct Customer Service)
    (62-21) 296-54-200 (Hunting)
    Fax : (62-21) 515-0601
    (62-21) 515-0187
    Email : cs@panin-am.co.id

    Selanjutnya CS Panin Asset Management akan menghubungi anda untuk proses lebih lanjut.

    Demikian pak Paijo, semoga informasi ini bermanfaat.

    Terima kasih.

  13. sigit
    April 5th, 2015 at 12:18 | #14

    pak rudiyanto ijin bertanya…

    sdh sejak januari 2015 saya investasi rutin perbulan sebesar 500 rb di salah satu reksadana saham. tujuan investasi saya adalah untuk biaya kuliah anak saya yg InsyaAllah msh diatas 10 tahun lg.

    Apakah cara investasi saya sdh tepat? dan apa yg hrs selalu saya perhatikan dlm investasi saya tsb?

    terimakasih

  14. Rudiyanto
    April 6th, 2015 at 15:02 | #15

    @sigit
    Salam Pak Sigit,

    Semoga investasi anda di reksa dana dapat membantu mencapai tujuan finansial anda yaitu menyekolahkan anak di jenjang yang lebih tinggi.

    Masukan saya, dalam berinvestasi adalah komponen lain yang penting selain pilihan reksa dana dan lama investasi seperti yang sudah anda informasikan. Komponen tersebut adalah Tujuan. Boleh tahu, berapakah target dana yang ingin anda capai? Atau bisa juga, sudah anda melakukan survei. Berapa biaya masuk sekolah yang anda butuhkan seandainya hari ini anak anda masuk kuliah?

  15. danny
    April 26th, 2015 at 18:10 | #16

    salam pak rudiyanto, ijin bertanya :
    1. saya tinggal di semarang, jika ingin berinvestasi reksadana bisa menghubungi dimana ya ?
    2. saya sedang belajar berinvesasi dan tertarik dengan reksadana, jika saya mulai dengan nominal dana 200 rb/bulan apakah bisa ? Lalu jika suatu waktu saya mendapat tambahan uang apakah bisa ditambahkan ?
    terima kasih pak rudiyanto

    salam

  16. Rudiyanto
    April 27th, 2015 at 22:26 | #17

    @danny
    Selamat Malam Pak Danny,

    Untuk Semarang anda bisa menghubungi
    Semarang
    Jl. S. Parman No. 41
    Semarang 50231 – Indonesia
    Tel.: (62-24) 850 2300
    Fax: (62-24) 850 4971
    E-mail: semarang@pans.co.id

    Untuk autodebet, minimum per bulan adalah Rp 250rb. Dan anda bisa menambah setiap saat kapanpun anda mau.

    Semoga bermanfaat.

  17. hendy
    June 1st, 2015 at 15:19 | #18

    apakah reksadana dan ekuitas itu sama? misal manulife dana ekuitas. atau ekuitas itu termasuk produk reksadana? trims

  18. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:23 | #19

    @hendy
    Selamat Siang Pak Hendy,

    Untuk pertanyaan mengenai reksa dana dan ekuitas anda bisa baca
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/31/060700426/Memilih.Reksa.Dana.Sesuai.Tujuan.Investasi
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/03/10/061700526/Apa.Itu.Reksa.Dana.

    Manulife Dana Ekuitas itu Unit Link yang berbasis Saham. Cara kerjanya sama seperti reksa dana, tapi ada potongan biaya asuransinya.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/06/04/my-experience-with-unit-link-2/

    Semoga bermanfaat.

  19. June 5th, 2015 at 14:02 | #20

    Belajar perencanaan keuangan lewat simulasi permainan http://mre.co.id/smart-money-game/

  20. Romy
    July 2nd, 2015 at 19:46 | #21

    Selamat Malam Pak Rudi,

    Saya sangat tertarik untuk berinvestasi di reksa dana saham. Setelah googling untuk mencari referensi, akhirnya saya ketemu dengan artikel yang sangat menarik ini. Sebagian pertanyaan saya sudah terjawab mengenai mana yang lebih profitable antara investasi Lump Sum atau Cost Averaging di reksa dana. Saya juga sudah membaca artikel yang lain mengenai hal tersebut (http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/03/23/mana-yang-lebih-baik-lump-sum-atau-cost-averaging/).

    Sebagai informasi, saya berencana melakukan investasi reksadana Panin Dana Maksima dengan cara Lump Sum, karena saya melihat kinerja dan return valuenya yang sangat menarik. Saya sudah melakukan perhitungan melalui kalkulator finansial (http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx). Dengan asumsi investasi secara Lump Sum, dimana saya memasukkan di awal sebesar 200 jt, maka dalam 10 tahun ke depan, perkiraan hasil investasinya adalah sekitar 1,2 M (ekspektasi imbalan per tahun 20%).

    Pertanyaan saya adalah :

    - Setelah memasukkan investasi di awal tersebut, apakah saya perlu melakukan “action” setiap bulannya (misal : memberikan keputusan kapan sell atau buy)? Ataukah nanti pihak MI yang akan melakukan semua aktivitas transaksi?

    - Apakah setiap bulan saya akan mendapatkan report mengenai investasi tersebut (untung, rugi, fluktuasi saham, dsb.) ?

    - Setelah 10 tahun, bagaimana mekanisme untuk pencairan hasil investasi tersebut ?

    Terima kasih atas jawabannya.

    Salam.

Comment pages
1 2 4516

 


%d bloggers like this: