Home > Riset Reksa Dana, Talkshow dan Seminar > Panin Dana Maksima, Prima, Syariah Saham atau Ultima.. Pilih Mana? (Update Fasilitas Autodebet)

Panin Dana Maksima, Prima, Syariah Saham atau Ultima.. Pilih Mana? (Update Fasilitas Autodebet)

Reksa Dana Saham Panin AM

Apa kabar para pembaca yang terhormat? Semoga selalu berada dalam kondisi yang sehat selalu. Sebelumnya saya mohon maaf, update terhadap artikel baru agak terhambat karena ada beberapa urusan pekerjaan dan keluarga yang tidak bisa saya tinggalkan. Mudah-mudahan ke depan updatenya akan semakin cepat.

Update saya kali ini, berkaitan juga dengan rangkaian kegiatan roadshow yang saya lakukan dalam beberapa minggu terakhir. Sembari melakukan update mengenai kondisi pasar terbaru, saya juga melakukan promosi terhadap reksa dana terbaru dari Panin Asset Management yaitu Panin Dana Ultima.

Pertanyaan yang sering muncul adalah apa perbedaan atau tepatnya keunikan Panin Dana Ultima ini dibandingkan reksa dana saham yang sudah ada selama ini yaitu Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima dan Panin Dana Syariah Saham? Apakah jika sudah memiliki reksa dana saham yang lama, reksa dana yang baru ini masih bisa dijadikan sebagai tambahan?

Saya akan mencoba menjawab semua pertanyaan tersebut dalam artikel ini, silakan terus membaca.

Latar Belakang Panin Dana Ultima

 

Pertama-tama, kita harus memahami terlebih dahulu latar belakang yang melandasi penerbitan produk ini. Ada 3 faktor utama seperti dalam grafik di bawah ini.

Latar belakan Panin Dana Ultima

Tim Riset Yang Semakin Kuat

 

Apa definisi Tim Riset yang semakin kuat” ? Sebab jika anda bertanya ke Manajer Investasi manapun baik lokal ataupun asing, saya yakin semuanya akan menjawab bahwa kegiatan pengelolaannya didukung oleh tenaga riset yang berpengalaman dan profesional. Bisa dari lama pengalaman kerjanya, credential personel yang lulusan luar negeri dan atau mendapat sertifikasi profesional seperti CFA, FRM, atau penghargaan-penghargaan yang pernah diterimanya.

Di Panin Asset Management (selanjutnya saya singkat Panin AM), definisi dari tim riset yang kuat adalah sebagai berikut

  1. Jumlah personel

Saat ini, jumlah personel tim riset dan manajer investasi termasuk bapak Winston Sual sendiri yang juga merangkap sebagai CEO berjumlah 11 orang. Sebagai gambaran, pekerjaan divisi riset di industri pengelolaan dana biasanya bisa berupa analis murni, manajer investasi murni, atau analis merangkap manajer investasi.

Para Manajer Investasi umumnya berkarir mulai dari analis. Dan analis sendiri biasanya, diasosiasikan dengan “orang-orang pintar” karena pekerjaannya setiap hari menganalisa “angka-angka” seperti laporan keuangan, perubahan harga saham dan pergerakan politik ekonomi baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan demikian, “modal” untuk membangun tim riset juga tidak kecil dari sisi pengeluaran perusahaan.

Sebab untuk membangun tim riset, tidak cukup hanya dengan memberikan remunerasi yang kompetitif tapi mereka juga harus didukung dengan infrastruktur dan sumber data yang menunjang. Mulai dari koneksi internet cepat, langganan data provider seperti bloomberg, reuters, morningstar, infovesta.com, langganan koran dan layanan riset, hingga kegiatan training untuk sertifikasi seperti CFA, FRM, dan lainnya. Beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak vendor-vendor dari luar negeri yang datang ke perusahaan menawarkan layanan one stop service untuk kegiatan back office, analisa investasi hingga kegiatan pemasaran juga banyak yang berdatangan. Semua hal di atas jika ditotal-total, membutuhkan pengeluaran ratusan juta hingga miliaran setiap bulannya tergantung paket dan jumlah user yang diambil.

Kesimpulannya untuk bisa memiliki jumlah personel hingga 11 orang dalam 1 tim riset, yang sepengetahuan saya merupakan yang terbanyak untuk perusahaan Manajer Investasi di Indonesia, merupakan suatu keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lainnya.

  1. Kebersamaan dan Pengalaman

Bagi perusahaan Manajer Investasi besar atau asing, kalau mau terus terang, merekrut 11 orang untuk menjadi tim riset dan manajer investasi sebenarnya bukan masalah “mampu atau tidak mampu” tapi “mau atau tidak mau”. Semua fasilitas yang saya sebutkan di atas, bahkan lebih mahal juga sebenarnya bukan menjadi masalah yang terlalu besar.

Namun perlu diketahui bahwa tim riset adalah orang-orang yang sangat kompetititf di bidangnya, sehingga bisa disebut “orang pintar” oleh masyarakat awam. Persoalannya, jika hanya satu “orang pintar” yang bekerja, maka penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan bisa cepat. Tapi bagaimana jika “orang pintar” tersebut sampai 11 orang?

Tentu sudah bukan cerita baru lagi, kalau di kehidupan sehari-hari banyak orang-orang yang terlalu pintar ketika duduk satu meja, masalah bukannya semakin cepat terselesaikan, malah jadi semakin ruwet. Meski demikian, hanya mengandalkan 1 atau 2 orang saja, juga tidak menjadi solusi karena jumlah saham di Indonesia semakin banyak hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 500 dengan bisnis yang semakin beraneka ragam.

Untuk mengejar target meningkatkan kapitalisasi pasar, Bursa Efek Indonesia juga semakin gencar mendorong perusahaan di Indonesia untuk menyelenggarakan IPO. Sejauh ini kampanye mereka cukup berhasil karena hampir setiap bulan saya selalu melihat ada peresmian saham baru ketika mau masuk kantor. Kebetulan kantor Panin AM berlokasi di gedung Bursa Efek Indonesia.

Kapasitas yang wajar bagi seorang riset untuk memberikan analisa yang komprehensif mungkin sekitar 20 – 30 perusahaan saja. Sementara dengan jumlah saham yang beredar tersebut, tentu menjadi semakin tidak mungkin jika hanya mengandalkan kemampuan satu-dua orang saja. Jadi banyaknya jumlah personel merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar.

Nah, yang menjadi keunggulan dari Panin AM terkait jumlah personel tim riset ini adalah kebersamaan dan pengalaman. Hampir semua personel riset memulai dari posisi analis. Dan yang menjadi manajer investasi umumnya sudah bersama-sama minimal 5-6 tahun. Bersama-sama pak Winston Sual yang juga manajer investasi untuk reksa dana Panin Dana Maksima sejak tahun 1997, mereka sudah mengalami yang namanya krisis subprime mortgage 2008, booming saham 2009 – 2010, krisis Eropa, Amerika, dan berbagai siklus ekonomi selama periode tersebut.

Hasil kerja tim ini jugalah yang mendapatkan berbagai penghargaan baik itu reksa dana terbaik, terfavorit, reksa dana bintang 5, dan segala macam penghargaan lainnya baik dari dalam ataupun luar negeri. Dengan demikian, tim riset di Panin AM bukan hanya sekumpulan “orang-orang pintar” saja akan tetapi sebuah tim yang bisa bekerjasama secara efektif yang ditempa dengan pengalaman berbagai siklus ekonomi dan mendapat berbagai penghargaan selama proses tersebut.

Pengelolaan investasi di Panin AM bukan one man show, bukan metode investasi yang sudah terprogram dengan sistematik dengan batasan yang sangat jelas, bukan juga pengelolaan yang sebagai besar pengelolaan diatur dari kantor global seperti Hong Kong, AS atau Eropa. Panin AM percaya bahwa unsur manusiawi seperti gut feeling, keberanian mengambil keputusan, pemilihan prioritas, dan pembelajaran dari pengalaman yang didukung dengan riset dan kearifan lokal amat berperan penting dalam mencapai hasil pengelolaan yang optimal.

Oleh karena itu, masing-masing Manajer Investasi mendapat kebebasan dan wewenang penuh dalam melakukan pengelolaan investasi. Saat ini, Manajer Investasi yang mengelola reksa dana Panin AM antara lain: Benjamin Siahaan (pengelola Panin Dana Utama Plus 2, Panin Dana Likuid, co manage Panin Dana USD dan Panin Dana Prioritas – spesialis Fixed Income), Daniel Hendratmo (pengelola Panin Dana Unggulan, co manage Panin Dana USD), David Sondakh (pengelola Panin Dana Bersama Plus), Indra Mawira (pengelola Panin Dana Syariah Saham, Panin Syariah Berimbang dan Panin Dana Ultima) dan Jimmy Hidayat, CFA (pengelola Panin Dana Prima dan co manage Panin Dana Prioritas) serta bapak Winston Sual untuk Panin Dana Maksima. Meski memiliki view yang sama terhadap situasi ekonomi dan saham pilihan, setiap orang memiliki gaya yang berbeda-beda sehingga akan terlihat dari kinerja dan volatilitas dari reksa dana yang dikelolanya.

  1. Kedalaman hasil riset

Saat ini, dana kelolaan Panin AM sudah mencapai sekitar 15 Triliun dan lebih dari 90% ditempatkan di saham. Dengan dana kelolaan sebesar ini dan didukung dengan personel riset yang banyak, perusahaan yang bisa dicover selain lebih banyak juga lebih dalam. Akses yang Panin AM peroleh bukan hanya sebatas laporan keuangan dan informasi publik saja, namun sudah jauh lebih dalam sampai kepada pertemuan dengan corporate secretary dan direksi perusahaan.

Dengan dana yang besar, tentunya dari sisi transaksi jual beli saham Panin AM juga sudah menjadi nasabah prioritas dari sekuritas asing. Informasi yang biasanya diberikan kepada nasabah asing atau nasabah institusi luar negeri yang memiliki dana besar yang mampu menggerakkan pasar, kini juga bisa diperoleh, meski belum tentu dari sisi internal memiliki pendapat yang sama.

Dengan riset yang mendalam karena dibedah dari sisi luar, internal perusahaan dan pandangan sekuritas asing, maka pemahaman terhadap perusahaan juga meningkat sehingga meningkatkan keyakinan ketika dalam melakukan pengambilan keputusan investasi. Faktor inilah, keunggulan kompetitif ketiga yang menjadi dasar mengapa tim riset disebut semakin kuat.

High Conviction dan Produk Komplementer

 

Tim riset yang kuat menjadi latar belakang utama munculnya pemikiran akan produk High Conviction (keyakinan tinggi). Dalam arti, jika memang pemahaman terhadap suatu saham sudah sedemikian dalamnya, maka mengapa tidak dibuat produk yang investasinya berfokus pada saham-saham yang dipahami tersebut?

Jadi yang dimaksud dengan produk high conviction disini adalah reksa dana saham dimana si pengelola akan berinvestasi pada saham-saham pilihan dimana dia memiliki keyakinan tinggi dan oleh karena keyakinan tersebut, maka alokasinya akan lebih fokus tanpa harus melakukan diversifikasi ke banyak saham.

Strategi pengelolaan yang fokus dalam prinsip investasi ibarat pisau bermata dua, jika saham-saham pilihannya sesuai dengan pasar, maka kenaikan harga reksa dana ini akan melebihi rata-rata reksa dana lainnya, namun jika pilihannya ternyata tidak sesuai, maka penurunannya juga akan lebih dalam dibandingkan dengan reksa dana yang lain. Dengan kata lain, lebih High Risk High Return.

Karena karakteristik itulah, Panin AM merasa bahwa produk ini bisa menjadi semacam komplementer (pelengkap) dari produk yang sudah ada selama ini. Dimana produk-produk tersebut, seperti Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima tidak memiliki karakter yang risiko dan return setinggi reksa dana saham ini. Dengan demikian, investor yang berinvestasi di reksa dana ini tentu juga harus sudah siap jika kenaikan dan penurunan harganya mungkin akan lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham lain yang selama ini sudah ada.

 

Profil Panin Dana Ultima

 

Secara umum, profil daripada reksa dana ini adalah sebagai berikut

Kebijakan investasi

Panin Dana Ultima mempunyai target komposisi portofolio minimum 80% ( delapan puluh per seratus )   danMaksimum sebesar 100% ( seratus per seratus ) pada Efek bersifat Ekuitas di Pasar Modal Indonesia sesuaiperaturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia

Benchmark

IHSG

Strategi investasi

-          Berinvestasi pada portofolio yang terdiri kurang dari 25 perusahaan yang menjanjikan prospek return investasi maksimal dalam jangka menengah/ panjang dengan berfokus pada perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif, kualitas bisnis yang baik dan, atau memiliki turnaround story

-          Portofolio yang terkonsentrasi 10 saham terbesar memberikan kontribusi 55 – 65% dana kelolaan

Biaya transaksi

-          Untuk transaksi pembelian nominal Rp 100.000 – Rp 250.000 Maks 4%

-          Untuk transaksi pembelian nominal > Rp 250.000 Maks 2%

-          Untuk transaksi penjualan dimana kepemilikan kurang dari 6 bulan dikenakan Maks 0.5%, di atas 6 bulan bebas biaya

Bank Kustodian

Bank Central Asia (BCA)

Transaksi pembelian menggunakan Fasilitas Virtual Account BCA.

 

Penjelasan Profil Panin Dana Ultima

 

Apa yang dimaksud dengan perusahaan dengan Turnaround Story?

Dalam kehidupan korporasi nyata yang kita lihat sehari-hari, selalu ada sosok / manajemen yang visioner dan memiliki kemampuan eksekusi tinggi yang mampu mengubah suatu perusahaan / pemerintahan dari yang tadinya terpuruk, di ambang kebangkrutan, layanan berkualitas buruk menjadi lebih baik.

Sebagai contoh, bisa kita lihat kalau di tingkat perusahaan kita bisa melihat PT. Kereta Api mengalami peningkatan yang sangat pesat dari perusahaan yang merugi, layanan amburadul, kereta penuh dengan calo, penumpang berdesak-desakan menjadi perusahaan yang mendapat penghargaan diberbagai ajang baik dari tingkat profitabilitas maupun layanan yang diberikan. Naik kereta api sekarang sudah senyaman naik pesawat terbang, dari sistem pembelian tiket, boarding dan layanan selama perjalanannya. Yang kalah mungkin Cuma lama waktu perjalanannya saja.

Semua hal tersebut, merupakan manajemen turnaround yang dilakukan oleh Direktur KAI, bapak Ignasius Jonan yang kisahnya bisa anda baca diberbagai media.

Di tingkat pemerintahan, saya melihat layanan BPJS Kesehatan, kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar juga merupakan terobosan dan turnaround story, dimana sekarang semua lapisan masyarakat kini bisa menikmati layanan kesehatan gratis tanpa perlu takut diusir dari rumah sakit karena tidak ada biaya. Demikian pula untuk pelajar di DKI, dengan kartu Jakarta Pintar, biaya sekolah telah ditanggung.

Memang pada kenyataannya, tidak semua program tersebut berjalan mulus. Ada saja penyelewengan di lapangan, namun secara umum saya melihatnya sebagai suatu turnaround story yang hanya bisa terjadi jika didukung pemimpin yang visioner dan memiliki kemampuan eksekusi yang kuat.

Dalam bahasa investasi, turnaround story kurang lebih perusahaan yang tadinya dikasih rekomendasi sell, bisa menjadi buy. Pengetahuan seperti ini dimungkinkan jika tim riset memiliki akses yang mendalam terhadap perusahaan.

 

Apa yang dimaksud dengan portofolio yang terkonsentrasi dan 10 besar portofolio menempati 55%-65%?

Seperti yang dijelaskan di atas, strategi yang dianut oleh Panin Dana Ultima ini lebih fokus. Oleh karena itu, porsi 10 besar sudah menjadi mayoritas daripada isi portofolio. Sebagai gambaran dalam pasar saham dikenal istilah Kapitalisasi Pasar.

Kapitalisasi Pasar merupakan suatu angka yang menunjukkan nilai perusahaan jika semua saham perusahaan tersebut dibeli. Sebagai contoh, jika harga saham Astra Internasional saat ini (ASII) adalah Rp 6000 dan jumlah lembar saham yang beredar diasumsikan sebanyak 1 milliar lembar, maka kapitalisasi pasar ASII adalah Rp 6000 x 1 milliar = Rp 6 Triliun. Artinya jika perusahaan tersebut ingin diakusisi semuanya, maka harga yang harus dikeluarkan adalah kurang lebih pada angka tersebut.

Dalam perhitungan IHSG, semakin besar kapitalisasi pasar suatu perusahaan, maka semakin besar pengaruh saham tersebut terhadap perubahan IHSG. Misalkan kapitalisasi ASII adalah 10% dari total semua saham yang ada, maka jika harga ASII naik 5% dan semua harga sahamnya lainnya tidak berubah, maka IHSG akan naik sebesar 10% x 5% = 0.5%.

Di Bursa Efek Indonesia saat ini terdiri kurang lebih 500 perusahaan. Jika semua perusahaan tersebut diurutkan dari yang paling besar hingga paling kecil, maka total dari 10 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar setara dengan 42%. Kalau dari 25 saham terbesar, kurang lebih sekitar 60%.

Untuk Panin Dana Ultima sendiri, dengan analogi yang sama, maka untuk porsi 10 besar adalah sekitar 60% dan untuk 25 saham terbesar adalah 100%. Jika digambarkan dalam grafik bentuknya seperti di bawah ini

Konsentrasi Panin Dana Ultima

Apa keunikan dari Panin Dana Ultima?

Ada 4 keunikan dari Panin Dana Ultima ini yaitu

keunikan Panin Dana Ultima

Reksa dana ini akan berfokus pada jumlah saham yang lebih sedikit, dimana saham-saham tersebut merupakan saham-saham yang diprediksikan bisa memberikan tingkat return yang tinggi untuk jangka menengah panjang. Untuk itu, supaya strategi investasinya bisa berjalan, Panin AM berharap bahwa investor memberikan waktu yang cukup. Sebab dalam jangka pendek,terkadang saham-saham pilihan belum tentu langsung naik seperti yang diharapkan.

Strategi yang fokus akan berujung pada volatilitas riisko yang tinggi. Untuk itu, dalam penyusunan (konstruksi) portofolio, risiko berusaha diminimalkan cara membeli saham yang benar-benar dipahami sehingga risiko penurunannya sudah bisa diprediksikan serta pengaturan porsi kas dan alokasi antar saham untuk meminimalkan fluktuasi harga.

 

 Apa Perbedaan antara Panin Dana Ultima dibandingkan dengan produk yang sudah ada selama ini serta profil risikonya?

Secara umum, perbedaan antara keempat reksa dana adalah sebagai berikut:

Perbandingan Maksima, Prima, Syariah Saham dan Ultima

Terkadang banyak orang bahkan marketing masih belum bisa membedakan antara value dengan growth. Untuk lebih membantu memahami perbedaan 2 strategi investasi ini, saya akan memberikan ilustrasi sebagai berikut :

Misalkan pada tahun 2014 yang dikenal sebagai tahun PEMILU, ada pandangan / pendapat yang beranggapan bahwa sektor yang bagus adalah sektor media dan sektor konstruksi.

Sektor Media

Cara berpikir Growth

Sektor media dianggap bagus karena dianggap belanja iklan masyarakat akan meningkat karena kegiatan promosi yang dilakukan para calon legislative

Cara berpikir Value

Mau tahun PEMILU atau bukan 1 tahun tetap 365 hari. Dan pada prinsipnya, iklan yang tidak terjual kemarin tidak bisa dijual lagi pada periode yang akan datang. Dengan demikian, tingkat keuntungan perusahaan media tidak bisa diperkirakan seperti perusahaan manufaktur yang memiliki persediaan barang (inventory). Oleh karena itu, meski merupakan tahun PEMILU, belum tentu sektor media bagus menurut investor berbasis value

Sektor Konstruksi

Cara Berpikir Growth

Sektor Konstruksi diyakini bagus dengan anggapan jika nantinya (apabila) Joko Widodo menjadi presiden, pembangunan akan dilakukan secara besar-besaran. Mengambil track recordnya selama memimpin jakarta yang melakukan pembelian bus, membangun waduk, MRT, kampong deret dll.

Cara berpikir Value

Sektor konstruksi merupakan perusahaan yang tidak memiliki aset. Yang ada adalah kontrak-kontrak pembangunan dengan vendor. Tidak ada jaminan semua kontrak akan dilakukan, sebagai contoh pembangunan MRT yang tertunda, pembelian bus yang dipending karena kasus korupsi dll. Sehingga tingkat keuntungannya sulit untuk diproyeksikan. Selain itu, secara valuasi (pada saat artikel ini ditulis) sudah mahal. Sehingga tidak menarik bagi investor berbasis value.

Secara singkat Panin Dana Maksima adalah reksa dana yang menganut paham strategi investasi value. Sementara Panin Dana Prima dan Panin Dana Syariah Saham menggunakan kombinasi antara value dan growth, namun tetap value investing yang menjadi strategi yang utama.

Panin Dana Ultima sendiri karena fokusnya adalah saham yang dalam jangka menengah panjang (di atas 3 tahun) bisa memberikan tingkat return yang maksimal, maka saham yang dipilih tidak masalah apakah saham tersebut berbasis growth atau value.

Salah satu keunikan yang membedakan reksa dana tersebut adalah bagaimana ketika menghadapi kondisi pasar yang bergejolak. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Panin Dana Maksima akan melakukan penyesuaian pada komposisi kas – sahamnya. Kebetulan produk ini memiliki kebijakan alokasi yang memungkinkan komposisi kas mencapai 50%. Perubahan sektor / saham pilihan mungkin saja akan dilakukan namun tidak terlalu aktif.

Panin Dana Prima dan Panin Dana Syariah Saham dalam menghadapi situasi pasar yang bergejolak, selain melakukan penyesuaian kas hingga maksimal 20%, kedua reksa dana ini secara aktif juga bisa melakukan perubahan pada saham-saham pilihannya.

Panin Dana Ultima sendiri merupakan strategi pengelolaan yang lebih fokus. Karena sejak awal sudah berinvestasi pada saham-saham yang dianggap mampu memberikan tingkat return tinggi dalam jangka menengah panjang, maka ketika kondisi akan bergejolak reksa dana ini akan melakukan penyesuaian pada posisi kas, namun untuk pilihan saham cenderung akan tetap karena fokus pada hasil jangka panjang.

Perbedaan signifikan lainnya adalah pada jumlah saham, dimana utk penyusunan portofolio jumlah saham Panin Dana Ultima adalah yang paling sedikit dibandingkan reksa dana Panin AM lainnya.

 

Bagaimana gambaran profil risk and return ke 4 reksa dana tersebut dari yang paling rendah sampai paling tinggi?

Profil Risk and Return Reksa Dana Saham Panin AMSecara teoritis, potensi risk and return dari keempat reksa dana tersebut mulai dari yang paling kecil hingga paling besar adalah dimulai dari Panin Dana Maksima. Selanjutnya Panin Dana Prima karena reksa dana ini secara aktif melakukan perubahan mengikuti perubahan kondisi pasar. Tertinggi ketiga yaitu Panin Dana Ultima yang investasinya lebih fokus. Baru yang paling tinggi adalah Panin Dana Syariah Saham.

 

Mengapa Panin Dana Syariah Saham merupakan yang risk and returnnya paling tinggi?

Sebab Panin Dana Syariah Saham merupakan reksa dana syariah sehingga tidak dimungkinkan untuk berinvestasi pada sektor non syariah seperti Perbankan, Asuransi, Minuman Keras dan Rokok. Oleh karena itu, sektor yang menjadi investasinya adalah sektor-sektor lain seperti Infrastruktur, Komoditas Pertambangan dan Perkebunan, Properti, Konsumer dan sektor yang sesuai kaidah syariah lainnya. Khusus untuk saham-saham sektor komoditas dan properti di Indonesia, secara volatilitas lebih tinggi dibandingkan sektor perbankan. Dan karena volatilitas yang tinggi tersebut, meskipun investasinya tidak fokus seperti Panin Dana Ultima, profil risk and returnnya secara alami akan lebih tinggi dibandignkan reksa dana yang lain.

Mana reksa dana saham yang paling baik? Dan apakah sebaiknya saya memiliki beberapa reksa dana ini sekaligus?

Sebenarnya tidak ada istilah reksa dana mana yang paling baik, namun lebih kepada apakah reksa dana tersebut sesuai dengan profil risiko dan preferensi bagi anda atau tidak. Untuk kepemilikan reksa dana, dalam artikel sebelumnya saya adalah pendukung paham 1 reksa dana 1 tujuan investasi. Jadi daripada bertanya apakah sebaiknya kita harus membeli beberapa reksa dana ini atau tidak, sebaiknya fokus kita adalah pada apakah kita memiliki tujuan investasi yang ingin dicapai dengan reksa dana ini.

 

Dalam profil disebutkan transaksi menggunakan Virtual Account Bank BCA. Apakah ini berarti tidak menggunakan rekening Bank Kustodian?

Virtual Account Bank BCA sebenarnya adalah rekening reksa dana di Bank Kustodian sama seperti reksa dana lainnya. Hanya saja, dengan adanya fasilitas ini, kami bisa memberikan kode khusus pada rekening tersebut sehingga ketika nasabah melakukan transfer akan muncul nasabah yang bersangkutan. Cara kerja virtual account ini pada prinsipnya sama seperti pengisian pulsa pada nomor HP. Dimana ketika melakukan pengisian pulsa, nasabah tidak perlu lagi menginformasikan atau memberikan scan bukti pembelian / transfer dana ke provider telepon. Pulsa akan terupdate secara otomatis.

Jadi dengan adanya Virtual Account BCA ini, nasabah tinggal melakukan transfer. Selanjutnya bukti ini sudah tidak perlu lagi disampaikan kepada Panin AM karena transaksi sudah diproses sesuai nasabah masing-masing. Dengan demikian, nasabah tidak perlu lagi repot2 untuk mengisi formulir pembelian dan melakukan pengiriman bukti transfer kepada Panin AM untuk kegiatan pembelian pertama kali dan pembelian selanjutnya. Untuk informasi mengenai tata cara transfer ke virtual account, nasabah bisa membaca di website www.panin-am.co.id

Update Fasilitas Autodebet dan Transaksi Via Virtual Account

Untuk transaksi dengan autodebet dapat dilakukan melalui 5 bank yaitu

Fasilitas Autodebet Panin Asset Management

Berikut adalah tata cara melakukan transaksi Virtual Account Bank BCA melalui

1.       Melalui ATM BCA

 

ATM BCA

2.       Melalui KlikBCA Individu
BCA Individu 1 BCA Individu 2 BCA Individu 3 BCA Individu 4 BCA Individu 5
3.       Melalui KlikBCA Bisnis
BCA Bisnis 1 BCA Bisnis 2 BCA Bisnis 3 BCA Bisnis 4 BCA Bisnis 5 BCA Bisnis 6 BCA Bisnis 7 BCA Bisnis 8 BCA Bisnis 9 BCA Bisnis 10 BCA Bisnis 11 BCA Bisnis 12
4.       Melalui Pemindahbukuan/Setoran Tunai di Counter Teller BCA
BCA Teller 1
BCA Teller 2BCA Teller 3BCA Teller 4
5.       Melalui Bank selain BCA (Internet banking saat ini masih belum bisa. Karena proses transfer di masing-masing bank, ada kemungkinan dana tidak masuk pada hari yang sama)
Non BCA 1
Non BCA 5 Non BCA 4 Non BCA 3 Non BCA 2

Demikian artikel yang cukup panjang ini, semoga bisa memberikan penjelasan lebih komprehensif kepada anda yang tertarik dengan Panin Dana Ultima. Terima kasih.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Gambar : Istockphoto dan Riset Panin Asset Management

  1. helen
    June 9th, 2014 at 15:01 | #1

    Dear P. Rudy,

    saya baru pertama kali ingin mencoba berinvestasi melalui reksadana & saya tertarik dengan produk Panin Dana Ultima. Saya sudah daftar secara online, namun saya bingung untuk mengembalikan dokumen2 yang diperlukan secara langsung karena tidak ada kantor cabang di kota saya (makassar). Apakah ada solusi untuk kendala saya ini pak? terima kasih.

  2. chandra
    June 10th, 2014 at 07:56 | #2

    Pagi, Pak Rudy

    Saya ingin bertanya mengenai Dana Ultima:
    1. Strategi investasi adalah pada portofolio yang terdiri kurang dari 25 perusahaan
    25 perusahaan ini saham Blue chips atau saham Second Liner ?

    2. apakah ada kemungkinan perubahan komposisi dari 25 perusahaan tsb?
    misal di awal 25 perusahaan tsb terdiri dari persh a sampai dengan persh G tiba2 ada perusahaan lain yaitu J yg potensial, lalu apakah nantinya komposisi 25 perusahaan tsb bisa diubah?

    3. untuk planning pensiun (kira2 19 tahun lagi) mana lebih baik antara maksima, prima atau ultima ?

    Terima kasih

  3. Rudiyanto
    June 10th, 2014 at 14:25 | #3

    @helen
    Salam Helen,

    Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Panin Asset Management. Untuk pertanyaan anda, boleh coba hubungi ibu Lia di cs@panin-am.co.id? Semoga ada solusi yang bisa diberikan. Terima kasih.

  4. Rudiyanto
    June 10th, 2014 at 14:57 | #4

    @chandra
    Sore Pak Chandra,

    Tentang pertanyaan anda:
    1. Sebenarnya tidak ada yang namanya blue chip atau second liner. Kalau klasifikasi yang resmi di Indonesia atau Papan Utama (Main Board) atau Papan Pengembang (Development Board). Dan yang membedakan kedua perusahaan ini adalah ukuran perusahaan atau kapitalisasi pasarnya. Untuk Panin Dana Ultima, karena fokusnya adalah perusahaan yang bisa memberikan return maksimal dalam jangka menengah panjang (di atas 3 tahun), maka tidak dilihat apakah perusahannya besar atau kecil. Sepanjang memenuhi syarat bisa.

    2. Tentu bisa. Sebab harga saham berfluktuasi dengan cepat. Jika target harga sudah tercapai atau ada perusahaan yang secara fundamental sudah berubah, atau perubahan situasi makro yang mengharuskan ada perubahan supaya hasilnya lebih baik, maka perubahan tersebut mungkin dilakukan. Pada tabel di atas, disebutkan bahwa Panin Dana Prima dan Syariah Saham bisa melakukan perubahan secara aktif, sementara Panin Dana Ultima hanya berubah saja, tapi tidak terlalu aktif.

    3. Kalau pertanyaan seperti ini bukan mana yang lebih baik, tapi kamu lebih sesuai yang mana. Sebagai contoh, untuk karyawan2 di kantor yang berusia relatif muda, biasanya mereka lebih menyukai Panin Dana Prima atau Panin Dana Syariah Saham karena fluktuasi harganya lebih tinggi. Sementara untuk teman2 yang berusia lebih tua, mereka lebih menyukai Panin Dana Maksima yang sudah punya track record. Panin Dana Ultima sendiri secara risk and return adalah lebih tinggi dari Prima dan Maksima. Secara strategi adalah lebih fokus. Tinggal anda lebih suka sama reksa dana yang mana. Yang jelas, semuanya bisa.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  5. Anas
    June 12th, 2014 at 08:31 | #5

    Selamat pagi Pak Rudi..Semoga sukses utk Panin Dana Ultima (PDU)..Sedikit menanyakan 2 paragraf terakhir ttg virtual account (bukti setor tidak perlu dikirim ke PAM) saya kurang paham..Maaf atas ketidaktahuan saya…
    1. Metode tsb hanya ‘salah satu cara’ utk memudahkan transaksi ataukah satu2nya cara (tidak pake konvensional spt setor akun PDU) shg calon nasabah bisa pilih?
    2.Setau saya syarat “complete application” termasuk bukti setor dana harus diterima Bank Kustodi, agar transaksi jual & beli reksa dana sah dilakukan..Apakah syarat tersebut sudah tidak berlaku? Dimana saya bisa melihat revisi atau peraturan baru mengenai hal tsb?
    3. Bila nasabah baru (CIF baru), dulu disyaratkan untuk tatap muka dg tenaga pemasar, lalu jika sekarang calon nasabah tsb beli PDU, apakah dokumen yg diserahkan tidak termasuk bukti setor dana (ketika tatap muka dg tenaga pemasar)?

    Terima kasih atas perhatiaannya..

  6. Mabar
    June 12th, 2014 at 14:04 | #6

    Selamat siang Pak Rudy. Sebenarnya saya tertarik kepada produk panin ultima ini (sebelumnya saya sudah ada PDM dan PDU). Virtual account Bca justru menjadi kendala buat saya, soalnya selama ini saya beli produk panin melalui internet banking bank lain dan transaksi beli secara online melalui web panin. Saya tidak punya rek bca n saya rasa bapak tahu sendiri untuk sekarang ini buka rek.bca rada jelimet alias banyak syarat. Sementara untuk beli panin dana ultima harus ada rek bca, n produk panin lainnya disarankan sebaiknya memakai rek. virtual bca. Ada saran nggak dari bapak kira2 bagusnya gimana ?

  7. June 13th, 2014 at 10:31 | #7

    Pak Rudi, produk2 panin saat ini kenapa kinerjanya mengecewakan ya?
    Apa ada rotasi manajer investasi atau karena sudah merasa berpuas diri ya?

    Apalah ini

  8. Rudiyanto
    June 13th, 2014 at 16:35 | #8

    @Anas
    Selamat Sore Pak Anas,

    Untuk pertanyaan anda:
    1. Cara kedua adalah autodebet. Dimana cukup mengisi sekali di muka selanjutnya tidak perlu kasih formulir dan bukti transfer lagi. Namun untuk proses pembukaan rekening autodebet masih dalam proses sehingga belum bisa untuk saat ini.

    2. Ketentuan complete appliaction yang tidak perlu memberikan bukti transfer baik untuk transaksi pertama kali ataupun transaksi selanjutnya dengan menggunakan Virtual Account telah mendapat pernyataan efektif dari OJK sebagaimana tercantum dalam prospektus. Anda bisa coba lihat baca prospektus reksa dananya. http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Prospektus%20Panin%20Dana%20Ultima.pdf

    3. Untuk transaksi menggunakan virtual account, prosedurnya agak berbeda. Jika anda benar2 berminat bisa menghubungi agen penjual untuk mengetahui lebih detail.

    Terima kasih.

  9. Rudiyanto
    June 13th, 2014 at 17:05 | #9

    @Mabar
    Selamat Sore Pak Mabar,

    Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Panin Asset Management.

    Untuk prosedur Virtual Account melalui Bank BCA, sedikit bercerita, pada saat awal berdiskusi apakah prosedur ini wajib atau tidak memang menjadi dilemma. Di satu sisi, nasabah sudah terbiasa bertahun-tahun melakukan transfer melalui rekening penampung sehingga suka tidak suka akan mengalami ketidaknyamanan, di sisi lain, secara operation jumlah nasabah kami sudah terlalu banyak.

    Berbeda dengan Manajer Investasi yang ketambahan dana beberapa ratus milliar, buat mereka cuma as a matter jumlah nol yang diketik dalam transaksi, untuk tambahan beberapa ribu nasabah itu adalah challenge yang sangat besar untuk bagian operation. Sebab data nasabah harus disimpan secara detail dan aman sehingga jumlah transaksi yang besar akan menjadi masalah besar di operation apabila tidak dipersiapkan dengan baik.

    Sebagai contoh saja, untuk nama Rudiyanto di daftar nasabah Panin itu ada lebih dari 5. Dengan cara yang tradisional, ketika yang namanya Rudiyanto melakukan transaksi pembelian, pada saat kita print mutasinya kita tidak tahu uang yang mana untuk nasabah siapa. Apalagi jika namanya sama persis.

    Oleh karena itu, ada risiko dimana bisa saja transfer Rp 100 juta utk Rudiyanto yang A, ternyata malah masuk ke rekening reksa dana untuk Rudiyanto yang B karena hal tersebut. Kemudian di satu sisi, dengan zaman yang semakin canggih dan modern, apakah kita masih perlu memberikan bukti transfer dengan email, faks atau scan setiap kali melakukan transaksi? Bukankah isi pulsa saja sudah otomatis tanpa harus memberikan bukti pembelian ke provider telepon?

    Nah, yang namanya Virtual Account bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dimana dengan fasilitas ini, nasabah sudah TIDAK PERLU SAMA SEKALI mengirimkan bukti transfer atau menandatangani formulir pembelian untuk transaksi selanjutnya. Tidak perlu juga log in ke website untuk melakukan perintah beli jual. Cukup datang ke ATM, menggunakan KlikBCA atau Bank Terdekat kemudian lakukan transfer ke Virtual Account dan selesai, transaksi sudah diproses. Bahkan informasi ini tidak perlu diberitahu ke Marketing dan CS karena sudah dibaca sistem.

    Memang saat ini, yang tersedia hanya virtual account melalui BCA, dimana untuk internet banking di bank lain belum bisa. Kami sedang melakukan uji coba di bank mana saja yang bisa, mudah-mudahan jika bisa anda dapat melakukan transaksi melalui virtual account.

    Saya dengar ada nasabah dari Medan berhasil melakukan transfer ke rekening virtual account BCA dari internet banking yang disediakan commbank. Caranya, pilih transfer kliring ke BCA, masukkan nomor rekening tujuan transfer 888, kemudian di beritanya masukkan nomor Virtual Account anda. Saya sendiri sedang mencobanya di Bank CIMB Niaga dan Bank Mandiri. Selanjutnya saya akan mencoba bank lain juga.

    Demikian pak, semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Kalau boleh diinformasikan bank apa yang anda pergunakan, saya akan coba juga.

    Terima kasih.

  10. Rudiyanto
    June 13th, 2014 at 18:27 | #10

    @ling ling
    Salam Ling Ling,

    Sebelum menjawab pertanyaan pertama anda, saya akan menjawab pertanyaan kedua dulu yaitu apakah ada rotasi Manajer Investasi atau berpuas diri.

    Kami menyadari bahwa bisnis reksa dana, seperti yang selalu dikatakan Presiden Direktur Panin AM pak Winston, adalah Bisnis Kepercayaan. Dimana dalam bisnis ini, kami berupaya untuk menjaga kepercayaan dari nasabah dengan berupaya selalu memberikan yang terbaik, dari sisi pelayanan, sistem dan tentu saja kinerja reksa dana.

    Kebetulan saya berkesempatan untuk berinteraksi dengan team Manajer Investasi di Panin AM yang mayoritas terdiri dari anak2 muda. Memang saya tidak terlalu dekat secara personal, namun saya bisa melihat mereka adalah orang-orang yang berdedikasi tinggi, berkemampuan dan kerja keras. Sebagian besar datang pagi-pagi karena harus menyiapkan laporan-laporan sebelum pasar buka dan masih terlihat bekerja setelah jam pulang kantor.

    Team work terbangun dengan baik karena mereka sudah bersama selama bertahun-tahun. Rekrutmen analis juga didasarkan apakah yang bersangkutan bisa bekerja sama dengan team atau tidak diluar kemampuan dan ketajaman analisanya.

    Dengan dedikasi yang tinggi, kerjasama team yang kompak dan pengalaman menghadapi pasar secara bertahun-tahun, bisa saya katakan bahwa tidak ada rotasi Manajer Investasi. Cara kerja pengelolaan reksa dana tetap sama, riset secara mendalam, brain storming untuk mendapatkan ide, dan melakukan eksekusi dengan pertimbangan mendalam. Semua kinerja yang baik secara historis dan penghargaan yang diterima merupakan hasil dari kerja keras yang tidak mengenal lelah.

    Tentu saja dengan mentalitas seperti hal tersebut, tidak ada ruang untuk merasa berpuas diri. Apalagi kompetisi di bidang ini sangat sengit. Saingan kami bukan hanya dari produk sejenis, tapi juga dari produk di luar pasar modal seperti deposito bahkan produk investasi bodong ilegal yang menjanjikan sekian persen setiap tahunnya.

    Menjadi pertanyaan, dengan cara kerja seperti ini, mengapa kinerja reksa dana Panin AM masih mengecewakan? (menurut anggapan anda) Mulai dari sini, saya akan menjawab pertanyaan pertama.

    Pertama-tama, pertanyaan yang kurang lebih sama dengan ini sudah pernah anda dan juga sudah pernah saya jawab. Detailnya ada di komen no 17 dan 18 http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/05/09/apakah-besarnya-jumlah-dana-kelolaan-berpengaruh-terhadap-kinerja-reksa-dana-saham/#comment-138828

    Tapi tidak apa2, saya akan mencoba menjawab sekali lagi dengan data yang lebih update

    Bulan Panin Dana Maksima IHSG Keterangan
    Jan-14 + 5.24% + 3.38% Outperform
    Feb-14 + 7.78% + 4.56% Outperform
    Mar-14 + 2.82% + 3.20% Underperform
    Apr-14 +0.39% + 1.51% Underperform
    Mei-14 -1.17% +1.11% Underperform
    YTD Mei 14 +15.70% + 14.50% Outperform

    Jadi memang benar bahwa pada bulan Jan – Feb 14, kinerja Panin Dana Maksima outperform bahkan cukup jauh dibandingkan IHSG. Pada bulan Maret, April dan Mei kalah dengan IHSG. Namun secara akumulasi secara total dari bulan Jan – Mei atau secara year to date masih outperform dibandingkan IHSG kurang lebih 1.20%. (target Panin AM adalah minimal 5%)

    Jika anda bertanya mengapa pada bulan Maret dan terutama April bisa underperform, alasannya adalah pada strategi investasi. Panin AM meyakini bahwa tahun 2014 adalah tahun yang bagus, selain pada historis kinerja PEMILU yang selalu baik, tapi juga pada adanya kepastian politik dengan selesainya PEMILU ini.

    Kami meyakini, bahwa dengan hasil yang baik, maka dana asing yang masuk ke Indonesia akan masuk ke perusahaan yang fundamentalnya baik seperti sektor perbankan, consumer dan properti yang selama ini menjadi fokus investasi kita. Meski demikian, perlu dipahami bahwa kondisi pasar sangat tidak bisa diduga. Pada bulan April lalu, ada kejadian yang tidak diduga. Yaitu PDIP yang difavoritkan bisa menjadi pemenang PEMILU dengan perolehan 20 – 30% ternyata mendapatkan di bawah 20%.

    Hal ini berbeda dengan asumsi dan prediksi yang dibuat selama ini. Sehingga tingkat ketidakpastian yang tadinya menurun kembali meningkat. Selama periode April ini, karena ketidakpastian meningkat, kami melihat dana yang tadinya digunakan untuk investasi jangka panjang beralih ke investasi yang bersifat spekulatif.

    Sebagai contoh, selama bulan April, saya memperhatikan bahwa saham sektor konstruksi dan komoditas naik cukup tinggi.Pasar secara umum memprediksi kandidat dari PDIP yaitu Joko Widodo yang akan menang dan dari track recordnya investor memperkirakan pembangunan akan berlangsung besar-besaran sehingga menguntungkan sektor konstruksi. Kemudian kenaikan untuk sektor komoditi terjadi karena kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit.

    Dari sudut pandang value investing, sektor konstruksi valuasinya sudah terlalu mahal. Selain itu, sektor konstruksi berbasis kontrak sehingga untuk memperkirakan tingkat keuntungan jangka panjangnya agak sulit. Untuk sektor komoditas, kami melihat dalam jangka panjang, harga komoditas masih sulit untuk naik sehingga penguatannya mungkin hanya bersifat sementara saja karena tahun lalu sudah turun terlalu dalam. Oleh sebab itu, kami tidak memindahkan fokus ke pada sektor tersebut.

    Hal ini, mungkin saja yang menyebabkan kinerja kami tidak lebih baik dibandingkan IHSG pada 2 bulan tersebut. Sebab kami percaya, ketika politik sudah semakin pasti dengan terbentuknya koalisi dan pasangan capres dan cawapres, investasi yang tadinya bersifat spekulatif akan kembali ke jangka panjang yang merupakan pilihan kami sejak awal.

    Tentu, tidak bisa disimpulkan bahwa strategi investasi ini yang pasti akan memberikan hasil paling tinggi tahun ini. Namun kami selalu berupaya memberikan hasil di atas IHSG, sebab semua reksa dana saham ditargetkan bisa mengalahkan IHSG minimal 5% dalam 1 tahun. Dan dengan melakukan itu secara konsisten, maka dalam jangka panjang akan memberikan hasil yang baik.

    Terus terang saja, semua strategi ada plus minusnya. Tidak ada strategi yang akan menang terus menerus. Begitu juga Panin Dana Maksima. Jika dilihat dari tahun 1998 – 2013, statistik Panin Dana Maksima vs IHSG adalah sebagai berikut

    Keterangan PDM IHSG Keterangan
    1998 44.09% -0.91% Outperform
    1999 190.23% 70.06% Outperform
    2000 -36.82% -38.50% Outperform
    2001 2.57% -5.83% Outperform
    2002 17.00% 8.39% Outperform
    2003 65.44% 62.82% Outperform
    2004 35.98% 44.56% Underperform
    2005 26.64% 16.24% Outperform
    2006 70.34% 55.30% Outperform
    2007 32.65% 52.08% Underperform
    2008 -36.10% -50.64% Outperform
    2009 123.58% 86.98% Outperform
    2010 102.10% 46.13% Outperform
    2011 9.70% 7.24% Outperform
    2012 8.65% 11.06% Underperform
    2013 -0.35% 2.88% Underperform

    Jadi secara statistik lawan IHSG selama 16 tahun adalah Win 12 Lose 4. Kalau anda mau tahu reksa dana yang lain bagaimana, untuk data 10 tahun bisa dilihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/16/apakah-ada-reksa-dana-saham-yang-konsisten-mengalahkan-ihsg/

    Meski mendapat berbagai award, terkadang ada tahun-tahun dimana kinerja reksa dana Panin AM lebih baik, ada pulanya tidak. Kami berupaya agar bisa memberikan kinerja secara konsisten.

    Demikian penjelasan dari saya, semoga bisa menjawab pertanyaan anda.

    Rencananya, bulan depan saya berencana menyelenggarakan seminar yang kurang lebih melakukan evaluasi terhadap kinerja reksa dana Panin AM semester I 2014. Namun tanggal dan topiknya masih sedang saya susun. Apabila anda ingin bertanya lebih jauh, silakan bisa datang ke event tersebut.

    Terima kasih.

  11. June 14th, 2014 at 01:35 | #11

    Salam Pak Rudiyanto,

    Ada Hal yg ingin saya tanyakan terkait dng PDU…

    Mengutip kata2 Pak Rudi

    “Dengan demikian, investor yang berinvestasi di reksa dana ini tentu juga harus sudah siap jika kenaikan dan penurunan harganya mungkin akan lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham lain yang selama ini sudah ada ”

    Apakah mungkin untuk PDU…..harga NAB bisa turun menjadi 100 rupiah atau bahkan sampai 0 rupiah ?

    Lalu jika sampai 0 rupiah, bagaimana ? apakah di tutup alias PDU kolaps atau bagaimana pak

  12. Mabar
    June 15th, 2014 at 16:32 | #12

    Terima kasih atas jawaban Pak Rudy. Kalau masalah nama nasabah yang serupa, bukankah bisa dibedakan dari nomor investor yg diberikan Panin kepada tiap2 nasabah ? Kebetulan memang saya menggunakan internet banking common wealth, apakah melalui fasilitas ini dimungkinkan utk membeli RDS Panin dgn menggunakan virtual account BCA ?

  13. Rudiyanto
    June 16th, 2014 at 02:08 | #13

    @Aby
    Salam Aby,

    Semua reksa dana memiliki risiko bahwa harganya bisa turun menjadi 100 atau 0 Rupiah. Skenario dimana hal tersebut terjadi adalah sebagai berikut, misalkan portofolio 10 besar dari suatu reksa dana adalah sebagai berikut di bawah dengan komposisi masing2 sebanyak 10% :
    1. Bank Panin
    2. Bank BRI
    3. Bank Mandiri
    4. Bank BCA
    5. Bank CIMB Niaga
    6. Astra Agro Lestari
    7. Adira Multifinance
    8. Astra Internasional
    9. Jasa Marga
    10. United Tractor

    Ketika pertama kali terbit, harganya Rp 1000 per unit. Kemudian jika 9 dari 10 perusahaan tersebut bangkrut sehingga harga sahamnya menjadi 0, maka harga reksa dana akan jadi 100. Sementara jika semuanya bangkrut, maka harga reksa dana akan 0, karena semua sahamnya juga bernilai 0.

    Jika sudah 0 Rupiah, maka itu merupakan risiko kebangkrutan dan risiko kerugian yang sudah dijelaskan dalam prospektus. Investor harus menerima bahwa uang dia juga jadi 0. Kecuali, nanti perusahaan tersebut dilelang, dan reksa dana mendapatkan sebagian hak dari lelang tersebut dan diteruskan kepada pemegang unit.

    Namun jika benar semua perusahaan yang saya sebutkan di atas bangkrut (amit2), maka daripada mengkhawatirkan apakah uang kita masih kembali atau tidak, saya lebih khawatir pada keselamatan jiwa karena pada saat itu tentu negara sudah berada dalam kondisi yang sangat parah.

    Saya percaya hal tersebut sangat-sangat kecil kemungkinannya bisa terjadi atau hampir bisa dikatakan tidak mungkin.

    Skenario lain adalah Manajer Investasi salah mengambil keputusan sehingga cut loss melulu. Atau IHSG mengalami penurunan 90% sejak reksa dana ini diterbitkan sehingga jika reksa dana juga turun dengan persentase yang sama, maka harganya bisa jadi 100.

    Reksa dana tidak bisa kolaps, yang bisa dibubarkan atas perintah Manajer Investasi atau OJK. Salah satunya jika dana kelolaan di bawah Rp 25 Milliar selama 90 hari kerja berturut-turut. Jika dibubarkan, dana yang tersisa dikembalikan ke masing-masing investor.

    Yang saya maksud dengan kalimat di atas adalah fluktuasi harganya. Karena gaya investasi Panin Dana Ultima yang lebih fokus, maka ada kemungkinan misalkan IHSG turun 1%, reksa dana saham yang lain turunnya sekitar 1%, tapi penurunan Panin Dana Ultima bisa sampai 2%. Sebaliknya juga ketika IHSG naik 2%, kenaikannya bisa sampai 4%, meski tidak ada jaminan pasti akan demikian.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  14. Rudiyanto
    June 16th, 2014 at 02:17 | #14

    @Mabar
    Salam Mabar,

    Permasalahannya tidak sesederhana itu karena pada saat transfer dilakukan ke rekening kustodian, yang tampil dalam mutasi adalah nama saja. Tidak ada tulisan ini nama dari customer nomor berapa. Tidak semua investor juga memasukkan berita dalam bukti transfernya. Sehingga ini menjadi alasan mengapa semua transaksi pembelian harus mencantumkan bukti transfer agar bisa diverifikasi.

    Untuk rekening Virtual Account via internet banking commbank, terus terang saya belum mencoba. Namun anda bisa mencobanya dengan cara yang saya sebutkan di atas.
    Transfer ke No rekening 888 bank BCA dengan fasilitas kliring / rtgs
    masukkan nomor virtual account sebagai berita dan nama nasabah (bukan Panin Dana Ultima) sebagai nama penerima.

    Silakan anda mencobanya dan kita diskusikan disini. Apabila anda ragu, bisa mencoba dengan nominal kecil dulu seperti Rp 250.000.

    Terima kasih.

  15. June 16th, 2014 at 14:04 | #15

    Dear Pak Rudiyanto,

    Sangat mencerah kan sekali, Terima Kasih Banyak
    Tapi ada lagi beberapa Hal yg msih menjadi Ganjalan Pak Rudi

    1. Untuk PDU / RD yg baru Launching – Untuk Harga NAB bisa mencapai 2 x di hrga Apakah rata rata membutuhkan Waktu 3 tahun pak, spt PDP ktika awal 2007 Launch dng NAB 1000 – Maka membutuhkan waktu 3 thn skitar thn 2010 tuk mncapai NAB 2000 ….. Apakah btul demikian Pak Rudi ?

    2. Apakah betul pak, akhir2 ini di Panin bnyak yg sedang Redeem terumatam Institusi Besar – yg berakibat pengaruh thd Penurunan Harga NAB

    Terima Kasih Pak Rudi

  16. budjang
    June 16th, 2014 at 14:20 | #16

    Salam kenal pak Rudiyanto

    Saya baru belajar tentang reksa dana terutama melalui blog & buku Bapak. Alhamdulillah sudah mulai mencoba di Panin Dana Ultima.

    Berkaitan dengan diskusi dengan pak Mabar, mungkin saya bisa sharing pengalaman. Saya mempunyai rekening di BRI Syari’ah yang selama ini saya gunakan untuk transfer ke bank jaringan ATM Bersama dan Prima (BCA) melalui mobile Banking. Akan tetapi kemarin saya coba pembelian PDU melalui mobile banking BRIS, tidak bisa. Melalui teller bank BRIS bisa tetapi diinformasikan bahwa melalui kliring tidak bisa 1 hari sampai. Akhirnya terpaksa cari cabang BCA. Mudah-mudahan ada jalan keluar yang lebih baik.

  17. Rudiyanto
    June 16th, 2014 at 14:30 | #17

    @Aby
    Salam Aby,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Dengan asumsi kenaikan Panin Dana Ultima setara dengan IHSG, maka harganya akan mencapai 2000 jika IHSG naik 100% dari posisinya sekarang. Pertanyaannya apakah 3 tahun dari sekarang IHSG bisa naik 100%? dari data historis bisa. Tapi bisa juga selama 5-6 tahun kenaikannya belum sampai angka tersebut. Jadi pada akhirnya kembali ke kenaikan harga IHSG dan apakah dalam periode tersebut kinerja Panin Dana Ultima bisa lebih baik atau tidak. Perlu diingat bahwa kinerja masa lalu tidak menjadi jaminan akan terulang di masa mendatang.
    Untuk referensi anda bisa membaca 2 artikel ini:
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/05/26/kapan-ihsg-menuju-10-000/ dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/

    2. Untuk redemption, itu tidak hanya terjadi akhir-akhir ini tapi setiap hari. Begitu pula dengan kegiatan subscription / pembelian. Dan untuk Manajer Investasi yang sudah baik dan berpengalaman, redemption mau jumlahnya besar ataupun kecil seharusnya tidak akan berdampak terhadap kinerja. Sebab kinerja reksa dana itu dipengaruhi oleh harga saham yang dipilih apakah naik atau turun. Dan kalau saham pilihannya likuid, maka mau ada redemption dan subcription pengaruhnya bisa dibilang hampir tidak ada. Jika anda bertanya mengapa kinerjanya kurang baik, itu hanya masalah strategi yang diterapkan belum menunjukkan hasilnya seperti yang saya jawab pada komentar no 10 di atas
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/#comment-194075

    Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih

  18. Rudiyanto
    June 16th, 2014 at 14:32 | #18

    @budjang
    Salam Pak Budjang,

    Terima kasih atas kepercayaan dan pembelian bukunya.

    Untuk kliring, sebenarnya jika dijalankan dari pagi hari, dana masih bisa masuk ke rekening pada hari yang sama meski sore. Kalau mau langsung memang harus RTGS.

    Kemudian untuk mobile banking, memang setelah saya cek masih ada kendala. Tapi untuk internet banking seharusnya bisa. Kami masih terus melakukan pengembangan di tata cara ini.

    Semoga bermanfaat dan terima kasih atas sharingnya.

  19. Nik
    June 16th, 2014 at 21:56 | #19

    Salam pak Rudi,
    Saya punya beberapa poin atau pertanyaan :\
    1. Melihat kinerja PA Maksima yg sejauh ini sudah sangat memuaskan, dengan strategi yg mgkn diadopsi dari Warren Buffet yaitu fundamental dan long term, mengapa tidak berfokus saja dengan ini? Strategi PA Prima diproyeksikan untuk lebih higher risk higher return ketika pertama kali diluncurkan dengan strategi melihat kecenderungan saham yg aktif diperdagangkan pada suatu saat tertentu, artinya mempunyai profil dengan kecenderungan trading, namun kinerja 5 tahun tidak melebihi maksima juga. Dan semua jg tau, strategi terbaik adalah fundamentally and long term. Anda jg sering mengatakannya. Kalau memang strategi trading bisa lebih baik, siapakah traders di dunia yg lebih kaya dari Warren Buffer? Saya melihat hal yg sama untuk Ultima. PAM hanya mengikuti kecenderungan pasar yg sedang euforia dengan meluncurkan produk reksa dana saham baru mengikuti sekuritas2 lainnya. Intinya adalah saya sedikit kecewa kenapa PAM tidak berfokus saja dengan maksima yg sangat fantastis tersebut, menjaga memelihara ke fantastis an tersebut sehingga lebih meningkatkan nilai di mata investor, seperti halnya saham berkshire hathaway yg sudah sangat mahal, namun kinerja yg bagus tetap menjadikannya incaran investor, sampe2 Warren Buffet sendiri menyarankan untuk tidak membeli saham tersebut karena sudah kemahalan.

    2. Marketing PAM cenderung ‘merayu’ pemilik RD PAM untuk jg mencoba membeli Ultima. Dengan kecenderungan yg hampir sama untuk katakanlah RD saham yg bersifat long term, apa yg menjadi tujuan untuk memiliki lebih dari satu RD selain daripada untuk diversifikasi? RD sendiri adalah sebuah produk diversifikasi karena sudah terdiri dari byk saham.. Diversifikasi RD (sejenis) menjadi absurd menurut saya.

  20. ofan
    June 17th, 2014 at 12:29 | #20

    Pak Rudi

    ada rencanakah untuk transaksi semua product nantinya menggunakan virtual account ?

    setelah transaksi berapa harikah akan tercatat penambahan nilai di saldo jika kita cek lewat website Panin Aset management ?

    terima kasih

  21. Rudiyanto
    June 17th, 2014 at 13:35 | #21

    @Nik
    Salam Pak Niko,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    - Point pertama, mengapa tidak berfokus pada satu style saja yaitu value investing. Perlu diketahui bahwa memang metode utama yang digunakan dalam pengelolaan adalah value investing. Dalam berbagai kesempatan, saya juga menjelaskan bahwa untuk reksa dana yang menggunakan strategi kombinasi seperti Panin Dana Prima, porsi value investing tetap menduduki bagian besar. Hal ini karena kami menyadari bahwa value investing memang terbukti menghasilkan return mengalahkan pasar dalam jangka panjang akan tetapi belum tentu bisa menghasilkan return yang mampu mengalahkan pasar setiap tahunnya. Dalam kondisi-kondisi tertentu, strategi growth terkadang malah lebih baik. Untuk itulah, kami membuat reksa dana yang bisa mengakomodasi kondisi tersebut.

    - Point kedua, saya tidak sependapat dengan anda tentang strategi Panin Dana Prima dimana ” strategi melihat kecenderungan saham yg aktif diperdagangkan pada suatu saat tertentu, artinya mempunyai profil dengan kecenderungan trading “.

    Strategi Growth bukan berarti melakukan trading. Itu salah besar. Strategi growth itu membeli saham yang valuasinya relatif tinggi namun dianggap masih memiliki potensi untuk naik. Perihal dalam jangka 5 tahun kinerja Panin Dana Maksima masih lebih baik, tapi ada juga tahun-tahun dimana kinerja Panin Dana Prima lebih baik. Sekali lagi, kami memberikan kebebasan kepada investor untuk memilih. Jika anda tidak tertarik dengan Panin Dana Prima, ya silakan saja. Tapi masih ada investor yang tertarik dengan reksa dana tersebut karena profilnya yang lebih agresif. Sebagai informasi perbandingan Panin Dana Maksima dan Prima dari 2008 – 2013 adalah sbb
    Tahun PDM PDP Outperform
    2008 -36.10% -39.53% Panin Dana Maksima
    2009 123.58% 135.24% Panin Dana Prima
    2010 102.10% 62.85% Panin Dana Maksima
    2011 9.70% 7.24% Panin Dana Maksima
    2012 8.65% 11.06% Panin Dana Prima
    2013 -0.35% 2.88% Panin Dana Prima

    Secara total memang total return Maksima lebih tinggi, namun jika dilihat dari tahun ke tahun sama-sama menang kalah 3 kali.

    - Point ketiga, “Dan semua jg tau, strategi terbaik adalah fundamentally and long term ” Saya tidak tahu seberapa “tau” yang kamu maksud tersebut, tapi jika Manajer Investasi yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun dan memenangkan berbagai penghargaan atas kinerjanya, menerbitkan produk reksa dana dengan strategi yang agak berbeda, tentu dia juga “tau” dengan apa yang dia lakukan.

    Dan sekali lagi, Growth itu bukan Trading. Kalau itu dianggap sama, berarti masih kurang “tau” menurut saya.

    - Point keempat, yang sering saya katakan adalah saya sudah mencoba melakukan berbagai simulasi dengan membandingkan buy and hold dan trading. Kenyataannya, memang saya belum bisa menemukan cara trading yang hasilnya lebih baik dari buy and hold. Demikian juga dari penelitian selama 10 tahun terakhir, tidak ada reksa dana saham yang mampu secara konsisten mengalahkan IHSG setiap tahunnya. Referensi http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/16/apakah-ada-reksa-dana-saham-yang-konsisten-mengalahkan-ihsg/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/04/23/lump-sum-vs-market-timing-studi-kasus-relative-strength-index/

    Jadi kalau misalkan ada investor yang mampu menemukan metode trading yang hasilnya lebih baik dari investasi long term atau mengalahkan IHSG, maka dia bisa investasi saham langsung atau memberikan surat lamaran untuk menjadi Manajer Investasi. Jika tidak, dia bisa mempercayakannya kepada reksa dana.

    Point kelima – Perihal anda merasa kecewa, perusahaan tidak bisa mengatur ekspektasi setiap orang. Namun pada artikel di atas sudah dikemukakan bahwa latar belakang penerbitan produk adalah tim riset yang semakin kuat (personel, pengalaman, team work), adanya kebutuhan akan produk high conviction dan produk ini bisa menjadi komplementer dari produk yang sudah ada sehingga bisa menjadi alternatif pilihan bagi investor.

    Artinya perusahaan tidak sembarangan menerbitkan produk dan sudah mempertimbangkan kapasitas dan keunikan sebelum diluncurkan. Dengan mempertimbangkan kapasitas juga berarti produk yang sudah ada tetap akan dikelola sesuai dengan style nya dan pengelolaan produk baru tidak akan mempengaruhi produk lainnya. Apabila anda memang lebih suka dengan produk yang fokus pada value investing, maka anda bisa tetap berinvestasi di Panin Dana Maksima atau produk reksa dana lain yang anda anggap lebih sesuai.

    - Point ke enam, banyak orang menulis, mengutip, dan mempelajari metode Warren Buffett termasuk saya sendiri. Dan sebagai informasi cara penulisan yang benar adalah Buffett dengan 2 t di belakang. Namun begitu saya perhatikan, banyak orang terkadang hanya mengetahui kulit2nya saja. Tidak benar2 memahami secara detail.

    Fakta-fakta yang sering diambil adalah dia orang terkaya di dunia dengan investasi saham, beli dan pegang untuk selamanya dan lain-lain. Tapi apakah ada yang benar2 mengukur dengan pasti kinerja saham Warren Buffett jika dibandingkan dengan pasar? Apakah dia mengalahkan pasar setiap tahunnya?

    Saya melakukan penelitian kecil dengan membandingkan antara saham BRK-B (Saham versi retail) dengan S&P 500 selama 16 tahun dari 1998 – 2013 dan mendapatkan hasil sebagai berikut
    Tahun BRK-B S&P 500 Outperform
    1998 52.70% 26.67% BRK-B
    1999 -22.13% 19.53% S&P 500
    2000 28.63% -10.14% BRK-B
    2001 7.26% -13.04% BRK-B
    2002 -4.04% -23.37% BRK-B
    2003 16.18% 26.38% S&P 500
    2004 4.30% 8.99% S&P 500
    2005 -0.02% 3.00% S&P 500
    2006 24.89% 13.62% BRK-B
    2007 29.19% 3.53% BRK-B
    2008 -32.14% -38.49% BRK-B
    2009 2.24% 23.45% S&P 500
    2010 21.90% 12.78% BRK-B
    2011 -4.76% 0.00% S&P 500
    2012 17.56% 13.41% BRK-B
    2013 32.17% 29.60% BRK-B
    Sumber : Yahoo Finance, diolah

    Dengan segala hormat, bapak Warren Buffett adalah investor yang telah memberikan standar investasi yang benar dan menjadi sumber inspirasi bagi investor di seluruh dunia. Kalau dibaca secara detail, pendapat dan catatan dalam laporan keuangannya sangat berwawasan dan bijaksana. Namun ketika kita berbicara dalam sudut pandang reksa dana, terutama reksa dana saham. Memang ada investor yang berwawasan jangka panjang, tapi ada juga yang melakukan evaluasi dalam periode yang lebih pendek. Let say, tahunan.

    Nah dengan melihat kinerja tahunan di atas, meski dalam jangka panjang, akumulasi returnnya lebih tinggi, ternyata dalam 16 tahun terakhir, apabila saham perusahaan saham Warren Buffett dianggap reksa dana, kinerjanya adalah 10 kali menang dan 6 kali kalah.

    Bahkan pada 2003 – 2005 kalahnya sampai 3 tahun berturut-turut. Tidak semua orang bisa bersabar selama ini, sehingga konsistensi kinerja setiap tahunnya juga ikut menjadi perhatian. Terkadang memang ada waktu-waktu dimana metode Value Investing tidak jalan dan metode growth yang lebih jalan dan sebaliknya.

    Point ke tujuh, Fungsi pemasaran (marketing) adalah fungsi vital yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan pengelolaan reksa dana. Sebab manajer investasi membutuhkan tenaga pemasar untuk mendapatkan dana kelolaan bagi mereka dan menjaga hubungan baik dengan nasabahnya.

    Sebagian dari anda mungkin mengganggap mengelola reksa dana itu adalah hal yang sulit, tapi saya bisa katakan menjual produk reksa dana itu juga tidak kalah sulitnya. Hal ini disebabkan karena reksa dana itu tidak pasti untung. Ada risiko fluktuasi harga yang harus dihadapi. Kondisi pasar berubah dengan cepat dan selalu ada hal-hal baru sehingga harus terus belajar.

    Untuk melaksanakan fungsi pemasaran itu, tentu para pemasar akan mencoba menawarkan kepada investor dan calon investor yang anda sebut dengan “merayu” tersebut. Metode pemasaran memang bermacam-macam, ada yang mungkin menonjolkan profil produk, ada juga yang menggunakan point diversifikasi. Tentu saja calon investor bisa setuju bisa juga tidak. Karena keputusan akhir ada di calon investor.

    Dan menurut saya, adalah tidak absurd apabila menyarankan reksa dana sejenis sebagai diversfikasi sepanjang tidak lebih dari 5 karena sudah saya buktikan melalui riset di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Terima kasih.

  22. Rudiyanto
    June 17th, 2014 at 14:34 | #22

    @ofan
    Salam Ofan,

    Untuk semua produk kecuali Panin Dana USD dan Panin Gebyar Indonesia II, semuanya akan dibuat rekening tersebut. Sebenarnya saat ini kamu juga bisa request ke cs@panin-am.co.id untuk rekening tersebut. Ke depan, akan dibuat secara otomatis tanpa harus request.

    Untuk transaksi reksa dana, umumnya sudah bisa dilihat di website maksimal t+2 setelah transaksi berhasil. Namun jika anda sudah mendaftarkan alamat email dan no Hp, anda sudah dapat notifikasi sms dan email pada H+0 bahwa transaksi tersebut diproses dan maks H+2 pada saat transaksi anda dinyatakan berhasil.

    Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih.

  23. Ali Hartono
    June 20th, 2014 at 11:02 | #23

    Salam Pak Rudi,

    Pertama – tama saya mau berterima kasih pada Pak Rudi untuk kucuran waktu dan pengetahuan yang disebarluaskan secara cuma cuma ini,
    artikel – artikel yang ada di blog anda ini bagus karena bersifat netral setidaknya dari pandangan saya yang baru menemukan blog ini dua hari lalu saat mencari info tentang reksadana.

    Yang saya mau minta pendapat Pak Rudi ini:
    Latar belakang pendidikan saya di bidang perbankan dan keuangan tapi karena kuliahnya di Singapura, maka pasar yang saya geluti selama itu hanya sebatas pasar disana, Amerika dan Eropa, untuk pasaran Indonesia pengetahuan saya 0.
    Sekembalinya di Indonesia, bekerja dan menabung, alhasil sekarang baru mulai ngebet investasi menyadari tingkat inflasi Indonesia yang tinggi, lebih kepada geram dengan nilai rupiah yang merosot terus; setidaknya dalam 5 tahun hasil pemantauan saya.

    Adapun komposisi portfolio dana yang saya punya saat ini adalah:
    40% di SUN, berhubung suku bunga yang diberi net pajak 15% masih diatas suku bunga deposito bank dan cukup liquid dengan adanya pasar sekunder.
    15% untuk modal trading kecil – kecilan di sektor komoditas,
    15% dana darurat disimpan di tabungan bank, berhubung pengeluaran saya terhitung kecil, tidak ada hutang, dan tiap bulan lancar menabung, cukup.

    Nah untuk dana menganggur sebesar 30%, apabila saya masukin ke reksadana Panin Dana Ultima,
    1. Apakah ini keputusan yang baik untuk sekarang; atau menunggu setelah bulan Pemilu ini.
    2. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan,

    Per tanggal 20 Juni, NAB Panin Dana Ultima bergerak di 990,34

    Terima kasih bila Pak Rudi masih membaca semua ini, apalagi bisa memberi masukan buat saya yang masih amatiran dalam hal ini.
    Apabila ada yang salah, atau ini seharusnya ditempatkan di segmen komentar lain, mohon dikoreksi.

  24. Rudiyanto
    June 20th, 2014 at 16:15 | #24

    @Ali Hartono
    Salam Pak Ali Hartono,

    Kalau dibilang netral itu relatif pak, kadang2 ada yang bilang saya hard selling abis. he he.. Tapi terima kasih atas pendapatnya.

    Berkaitan dengan pertanyaan anda:
    1. Saya bukan orang yang mendukung market timing karena sudah saya buktikan bolak balik hasilnya dalam jangka panjang tidak lebih baik dari buy and hold.
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/04/23/lump-sum-vs-market-timing-studi-kasus-relative-strength-index/
    Investasi itu disesuaikan dengan periodenya.

    2. Oleh karena itu, penting untuk memiliki tujuan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut melalui reksa dana. Risiko kita merasa takut kemudian cut loss sebenarnya bisa diminimalkan dengan memiliki rasio keuangan yang sehat dan dana darurat. Untuk detailnya bisa anda baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/
    dan
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Artikel lainnya bisa dilihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  25. hendra
    June 23rd, 2014 at 09:31 | #25

    dear pak rudi

    saya ingin bertanya, bagaimana kinerja reksadana panin dana maksima dan dana prima ketika terjadi krisis tahun 2009 yang lalu? dan bagaimana cara saya bisa mendapatkan data tentang berapa besar dana kelola MI pada saat itu? apakah mengalami kenaikan atau malah penurunan? maaf, saya seorang mahasiswa yang sedang menyusun tugas skripsi yang mengambil tema tentang kinerja reksadana panin terhadap dana kelolaannya…

    terima kasih pak rudi….

  26. Rudiyanto
    June 23rd, 2014 at 09:36 | #26

    @hendra
    Salam Hendra,

    Sudah cek website Panin AM dan website OJK?

  27. Chandra
    July 8th, 2014 at 22:02 | #27

    Dear Pak Rudi,

    Misalkan nantinya Panin Dana Ultima sudah sangat besar dengan dana kelolaan yang besar, mungkin mendominasi saham dari beberapa perusahaan pilihannya yang maksimal 25 perusahaan tersebut. Sepertinya akan sulit untuk beralih ke perusahaan baru yang lebih berpotensi karena akan mempengaruhi saham2 perusahaan yang ditinggalkan. Biasanya dengan dana kelolaan yang terlalu besar akan menyulitkan pengelolaan secara aktif. Mohon tanggapannya.
    Terima kasih.

  28. ofan
    July 10th, 2014 at 10:40 | #28

    Pak Rudi

    boleh tolong jelaskan di kolom untung/rugi jika saya cek saldo , untung rugi Panin Dana Utima untuk hari ini 3.39 % sedangkan untung/rugi Panin Dana Prima 1.66 % , dari pengamatan saya sejak awal invest di Panin Dana Ultima untung/rugi selalu lebih besar dari Prima ( bahkan dari dua produk lain yang saya miliki )
    pertanyaan :

    1. Kenapa Panin Dana Ultima persentase untung/rugi lebih besar dibanding Panin Dana Prima ? sedangkan Panin Dana Prima lebih dahulu dan pernah mendapat award

    2. Apakah persentase tinggi ini akan selalu terjadi di Panin Dana Ultima ?

    3. Jika turun apakah otomatis nilai presentase Panin Dana Ultima juga akan yang terbesar penurunanya ?

    4. Jika saya alihkan Dana dari Panin Dana Prima ke Panin Dana Ultima dalam periode sekarang ini menunggu tanggal 22 Juli ( hasil akhir perhitungan suara ) apakah merupakan tindakan yang menguntungkan ?

    5. Product yang saya pilih dan invest di Panin
    a. Panin Dana Prima
    b. Panin Dana Bersama Plus
    c. Panin Dana Ultima
    d. Panin Dana Likuid
    pada dasarnya dari tujuan investasti saya prefer hanya miliki 3 product saja , hanya karena ingin mencoba seperti apa prospek produk baru saya ingin mencobanya .. Jika saya ingin kembali hanya memiliki 3 product saja ..jika bapak berkenan advice produk manakah yang kiranya boleh di lepas ( saya ingin lepas satu produk saja ) ?

    dalam dua hari ini hijau dan kenaikan persentase untung membuat saya tersenyum terus pak

    please advice

    terima kasih

  29. Jimmy
    July 12th, 2014 at 11:08 | #29

    Dear, Pak Rudy
    Saya nasabah PDM, akhir2 ini ada satu hal yg mengganjal & ingin saya tanyakan
    Per 30 Juni 2014 sy liat di website PAM, dana kelolaan tinggal 11,8 triliun padahal sebelumnya sudah bertenger di angka 15 triliun dan cukup lama berada di angka tersebut.
    Bisa dijelaskan kenapa terjadi penurunan dana sekitar 3 triliun tersebut?
    Thanks atas penjelasannya.

  30. waluyo
    July 12th, 2014 at 12:37 | #30

    Pak Rudi

    Saya mau tanya apakah reksadana memiliki batas maksimal NAB ?
    Semisal RD PD Maksima yg sekarang NAB di harga kisaran Rp 70rb akan di tutup ketika menyentuh NAB Rp 100rb karena saya sekarang invest di PD Maksima.

    Terima Kasih.

  31. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 13:51 | #31

    @Chandra
    Salam Pak Chandra,

    Jumlah dana kelolaan memang berpengaruh terhadap pilihan saham karena semakin besar jumlah dana kelolaan, maka untuk perusahaan yang kinerjanya bagus namun tidak ukurannya tidak besar akan sulit untuk dijadikan sebagai portofolio. Namun di satu sisi, kalau memang perusahaannya semakin baik, maka otomatis ukuran perusahaan juga akan semakin besar. Sehingga meskipun dana kelolaan reksa dana sudah besar, ukuran perusahaan saham yang menjadi pilihan masih bisa masuk.

    Selain itu, banyaknya aksi IPO karena penawaran yang gencar dari IDX dan semakin sadarnya perusahaan bahwa pasar modal merupakan salah satu sumber pendanaan juga semakin menambah pilihan reksa dana para Manajer Investasi. Untuk reksa dana sebesar Panin Dana Maksima sekalipun yang dana kelolaannya mencapai 7 triliun, pengelolaan secara fokus masih dimungkinkan.

    Jadi secara prinsip, seharusnya dengan dana kelolaan yang semakin besar masih dimungkinkan untuk melakukan strategi fokus. Jika di suatu saat, jumlah dananya sudah terlalu besar sehingga strategi yang disebutkan di atas sudah tidak dapat dijalankan, ada kemungkinan Manajer Investasi akan melakukan pemberitahuan.

    Dari sudut pandang saya, dengan jumlah saham yang semakin banyak dan kapitalisasi pasar yang tumbuh dari waktu ke waktu, seharusnya 25 saham masih cukup untuk dana kelolaan hingga 10 triliun sekalipun.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  32. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 16:02 | #32

    @ofan
    Salam Ofan,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Pada http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2014/06/Profil-Risk-and-Return-Reksa-Dana-Saham-Panin-AM.png sudah bisa dilihat bahwa secara risk and return, Panin Dana Ultima akan lebih tinggi dari Panin Dana Prima sehingga ada kemungkinan fluktuasi (naik turun) harganya lebih tinggi.

    2 dan 3. Kondisi ini tidak bisa dipastikan karena perbedaan strategi investasi bisa saja menyebabkan hal sebaliknya. Terkadang jika strategi yang diambil Maksima tepat bisa saja kenaikan Maksima lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, begitu juga dengan Panin Dana Syariah Saham.

    4. Market timing tidak menjadi jaminan hasil yang lebih baik dibandingkan buy and hold. Hal ini sudah banyak saya buktikan dalam artikel2 saya. Jadi saya tidak bisa memberikan saran kepada anda soal ini.

    5. Saya sendiri menggunakan prinsip 1 tujuan 1 reksa dana. Kalau saya ragu apakah reksa dana pilihan saya tersebut akan baik atau tidak di masa mendatang, maka saya bisa menambah hingga 3 reksa dana untuk 1 tujuan. Namun umumnya, jenis reksa dana tersebut sama. Misalkan untuk tujuan pensiun saya adalah reksa dana saham, ketika saya meragukan kinerja tapi masih ingin melihat seperti apa hasil dalam jangka panjangnya, maka saya akan menambah 1 reksa dana saham dengan tujuan yang sama.

    Untuk contoh kasus anda di atas. Ada lebih dari 1 jenis reksa dana. Jadi saran saya sebaiknya reksa dana tersebut bukan dibuang, tapi disesuaikan Misalkan pasar uang utk tujuan jangka pendek, Campuran utk tujuan jangka menengah (3-5 tahun) dan Saham untuk jangka panjang (5 tahun). Dan terkadang tujuan jangka panjang bisa lebih dari 1 seperti persiapan pensiun, pendidikan anak dan lainnya.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

  33. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 17:05 | #33

    @Jimmy
    Salam Jimmy,

    Terima kasih sudah menjadi nasabah Panin Asset Management. Pengamatan anda memang baik. Per bulan Juni ini, ada perubahan kebijakan pada tampilan website. Dimana jika dahulu ditampilkan dana kelolaan seluruh reksa dana termasuk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), maka pada saat ini hanya ditampilkan dana kelolaan tidak termasuk KPD.

    Nantinya dana kelolaan akan ditampilkan secara jelas sbb
    Panin Dana Maksima Rp 6.6 T
    Panin Dana Prima Rp 1.5 T
    Panin Dana Ultima Rp 366 M
    Panin Dana Syariah Saham Rp 415 M
    Panin Dana Unggulan Rp 325 M
    Panin Dana Bersama Rp 436 M
    Panin Dana Bersama Plus Rp 924 M
    Panin Dana Syariah Berimbang Rp 61 M
    Panin Dana Prioritas Rp 74 M
    Panin Dana US Dollar Rp 125 M (Kurs 11.969)
    Panin Dana Utama Plus 2 Rp 154 M
    Panin Dana Gebyar Indonesia 2 Rp 104 M
    Panin Dana Likuid Rp 50 M
    Panin Dana Flexi Mazi Rp 621 M (Penyertaan Terbatas).
    Total Rp 11.77 Triliun.

    Sehingga jika ditampilkan seharusnya 11.7 Triliun bukan 11.8 yang dilihat sebelumnya.

    Tidak ditampilkannya informasi KPD dikarenakan faktor kerahasiaan. Angka sebelumnya yang anda lihat termasuk KPD oleh karena itu angkanya terlihat lebih besar.

    Demikian, semoga informasi ini bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

  34. Rudiyanto
    July 14th, 2014 at 17:06 | #34

    @waluyo
    Salam Waluyo,

    Dalam reksa dana dan saham, tidak ada batasan harga. Sepanjang saham dan obligasi yang menjadi portofolio nasabah naik, maka harga reksa dana bisa naik mengikuti kenaikan harganya.

    Semoga bermanfaat.

  35. Xellos
    July 20th, 2014 at 09:24 | #35

    Pak Rudi,
    apakah transfer ke Virtual Account hanya bisa dilakukan di bourse day saja Pak? saya coba transfer di hari Sbatu-minggu kok gagal.
    thx

  36. Rudiyanto
    July 20th, 2014 at 16:55 | #36

    @Xellos
    Salam Xellos,

    Boleh tahu anda menggunakan ATM, KlikBCA, atau Mobile BCA ?

  37. Xellos
    July 21st, 2014 at 03:55 | #37

    @Rudiyanto
    klik BCA, Pak
    Thx

  38. Rudiyanto
    July 21st, 2014 at 09:26 | #38

    @Xellos
    Salam Xellos,

    Sepengetahuan saya, transfer ke virtual account BCA saat ini hanya tidak bisa dilakukan via mobile apps BCA karena menu virtual accountnya memang tidak ada. Tapi di KlikBCA dan ATM BCA tidak ada masalah. Saya sendiri juga mencoba melakukan transaksi di 3 reksa dana pada hari Minggu dan tidak ada masalah.

    Mungkin ada salah input nomor atau pilihan pak? Mungkin bisa di cek kembali. Sebagai informasi dalam melakukan transfer itu pilihannya Transfer ke Virtual Account BCA, bukan transfer ke Rekening BCA.

    Terima kasih.

  39. Juliani L
    July 22nd, 2014 at 21:08 | #39

    Pak, saya sedang mencoba berinvestasi dan sudah memilih rd panin dana ultima pada saat pertama launching. Saya ada di kepulauan bangka belitung dan mendaftar dgn Pak Dhamsky (managernya ). Saya melakukan pembelian awal sebanyak 2000 unit via internet banking BCA.

    Tapi yang saya bingung kenapa saat saya mendapatkan surat konfirmasi yang dikirim dari bank BCA yang memberikan nomor CIF dan saya gunakan untuk login ke website panin-am malah tertulis di website tsb :

    ” REGISTRASI GAGAL. USER LOGIN UNTUK CIF TSB TELAH TERDAFTAR ( DATA YANG SAYA INPUT DI WEBSITE PANIN-AM.CO.ID BERBEDA DGN DATA YANG ADA DI SISTEM ).

    Bagaimana ini, pak ? Apa karena saya di luar pulau dan nominal trx saya yang kecil jadi saya merasa dipersulit dan dianak tirikan hehehe… ? Tolong klarifikasinya donk pak

  40. Rudiyanto
    July 23rd, 2014 at 09:19 | #40

    @Juliani L
    Selamat Pagi Ibu Juliani,

    Sebelumnya terima kasih atas kepercayaan anda kepada Panin Asset Management. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada setiap nasabah.

    Kendala yang anda hadapi, menurut dugaan saya merupakan salah satu kendala operasional. Dimana saya jelaskan sedikit, bahwa di setiap institusi keuangan ada yang namanya CIF. Kalau tidak salah kepanjangannya Customer Identification File, semacam kode unik untuk nasabah. Yang saat ini sedang dalam pembahasan untuk diseragamkan menjadi SID (Single Identity) untuk semua produk pasar modal yang sudah berlaku di saham.

    Sebelum penyeragaman tersebut dilakukan, karena reksa dana Panin AM bekerja sama dengan Bank Kustodi BCA dan DB untuk produk reksa dana yang ditawarkan ke umum dan ketiga-tiganya merupakan institusi keuangan, maka Panin AM, BCA dan DB memiliki CIF tersendiri untuk mencatat nasabahnya.

    Akibatnya, sebagai contoh, jika anda membeli Panin Dana Prima dan Panin Dana Maksima, maka anda akan memiliki 3 nomor CIF, satu dari Panin AM, 1 dari Panin Dana Prima dan 1 lagi dari Panin Dana Maksima. Nah, permasalahannya terjadi ketika anda mendapat surat konfirmasi dari Bank BCA, yang tertera adalah CIF BCA. Sementara ketika anda mau membuat user ID online di website Panin AM, nomor CIF yang digunakan adalah CIF Panin AM. Oleh karena itu muncul pesan seperti di atas.

    Kemungkinan kedua, sepengetahuan saya, untuk semua nasabah baru terutama yang masuk ke Panin Dana Ultima, sudah otomatis dibuatkan user ID karena nasabah akan menerima nomor virtual account dari SMS dan email. Karena sudah dibuat, maka muncul informasi seperti di atas.

    Saran saya, anda bisa menghubungi marketing yang menangani anda atau mengirimkan email ke cs@panin-am.co.id untuk mengecek user id anda.

    Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  41. Chandra
    August 4th, 2014 at 01:18 | #41

    Pak Rudi,

    Saya berniat invest ke panin dana maksima dan ultima.
    Apakah prosedur pendaftarannya masih harus tatap muka?
    Seingat saya ada peraturan baru beberapa bulan lalu bahwa tidak harus tatap muka tapi saya lupa baca nya darimana. Soalnya saya ngantor sampai sore, kalau tatap muka paling bisa weekend.
    Apakah nasabah baru bisa pakai virtual bca untuk panin dana maksima juga? Bayangan saya kalau lewat virtual bca tidak perlu lagi email ke marketing tiap melakukan top up atau redeem.
    Dan saya juga kurang tau harus menghubungi agen penjual yg mana/siapa, posisi saya di cikarang. Saya tahu ada agen penjual di thread kaskus tp saya kurang yakin apakah mereka sudah tahu tentang aturan baru, virtual akun, dsb.

    Terima kasih

  42. Rudiyanto
    August 4th, 2014 at 13:22 | #42

    @Chandra
    Salam Pak Chandra,

    Apakah anda sudah pernah menjadi nasabah Panin Asset Management sebelumnya? kalau sudah, maka untuk penambahan produk baru tidak diperlukan tatap muka lagi. Jika belum maka tatap muka harus dilakukan.

    Peraturan yang kamu maksud itu kalau dibaca dengan jelas, tatap muka tetap diperlukan. Bedanya fungsi tatap muka itu bisa digantikan jika reksa dana yang kamu beli itu bekerja sama dengan Bank sebagai agen KYC (istilah saya). Artinya tatap mukanya sudah dilakukan oleh bank ketika kamu membuka rekening. Tapi syaratnya harus bekerjasama dengan Manajer Investasi.

    Dan sepengetahuan saya sampai komentar ini saya tulis, belum ada bank yang bekerja sama dengan manajer investasi terkait fungsi KYC tersebut. Sekalipun manajer investasinya telah menyelenggarakan layanan transaksi online, tatap muka untuk investasi pertama kali tetap diperlukan.

    Sehubungan dengan Virtual Account, apabila kamu nasabah lama, untuk saat ini kamu masih harus mengajukan ke cs atau marketing. bisa via cs@panin-am.co.id. Untuk kedepannya, semua nasabah lama akan dibuatkan secara otomatis tanpa harus pengajuan. Semua produk kami, kecuali Panin Dana USD dan Panin Dana Gebyar Indonesia II bisa menggunakan nomor Virtual Account.

    Apabila kamu nasabah baru, maka pada saat pembukaan rekening pertama kali, biasanya sekaligus pada saat pembukaan rekening. Kalau kamu sibuk, sebenarnya bisa menghubungi cabang terdekat untuk minta dikunjungi oleh marketing. Tergantung kecocokan waktu, bisa juga di after office hour. Untuk cabangnya bisa anda lihat di http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx

    Memang tidak ada larangan marketing untuk memasarkan lewat forum kaskus, ataupun forum online lainnya, akan tetapi saya sangat-sangat menganjurkan agar setiap pembeli reksa dana bisa bertemu dengan marketingnya. Customer service di kantor pusat biasanya hanya menangani hal yang sifatnya operasional seperti transaksi, pengajuan user id, dan pembuatan no rekening. Namun ketika nasabah menginginkan update mengenai kondisi pasar, diskusi mengenai tujuan keuangan dan hal lainnya, maka marketing adalah orang yang lebih tepat.

    Terima kasih dan semoga bermanfaat.

  43. Chandra
    August 7th, 2014 at 18:54 | #43

    Pak Rudi,

    Saya sudah apply panin dana ultima dan maksima, sudah dapat Virtual Akun ultima yang bisa dipakai mulai besok.
    Saya ada beberapa pertanyaan pak, mungkin bapak bisa membantu:
    1. Apakah pasti bisa transfer RTGS dari internet banking Niaga atau Commbank pak, saya baca di komen bapak dulu pernah sedang mencoba. Dan berapa lama ya dananya masuk kalau transfernya sebelum jam 13.00. Sepertinya masuknya baru sore hari ya pak.
    2. Apakah pada saat transfer berhasil masuk itu seketika itu juga akan ter top-up otomatis? atau perlu waktu. Bagaimana kita tahu jam berapa dana berhasil masuk.
    3. Apakah ke depannya ada kemungkinan bisa tranfer biasa tanpa perlu kliring/rtgs ke VA atau ada kemudahan lainnya? Akan sangat memudahkan sekali jika bisa transfer langsung ke VA layaknya tansfer ke rekening BCA biasa.
    4. Apakah ada bunga dan saldo minimal di VA BCA?
    5. Untuk yang panin dana maksima, apakah tranfer ke Deutche Bank atau ke rekening penampung BCA itu sama saja atau kalau lewat penampung akan ada delay untuk diproses?

    Terima kasih.

    @Rudiyanto

  44. Rudiyanto
    August 8th, 2014 at 18:41 | #44

    @Chandra
    Malam Pak Chandra,

    Terima kasih sudah menjadi nasabah Panin Asset Management. Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Sangat disesalkan bahwa ternyata setelah mencoba internet banking dari berbagai bank, kelihatannya memang tidak bisa melakukan transfer ke nomor virtual account. Saya sendiri sudah mencoba di 3 bank. Untuk transfer beda bank yang tidak dilakukan melalui internet banking, memang masih bisa dan dana masuk pada sore harinya. Tapi itu juga tergantung banknya. Bisa jadi sampainya besok jika bank yang bersangkutan terlambat memproses transaksi tersebut.

    2. Notifikasi ke nasabah terdiri dari 2. Dari Bank Kustodian dan Panin Asset Management. Untuk transaksi yang berhasil, kalau kustodian biasanya bisa H+7 hari kerja atau lebih lama tergantung kurir dan alamat. Kalau dari Panin Asset Management, meski secara peraturan yang sah adalah dari bank kustodian, ada beberapa cara.
    A. Via SMS. Apabila nomor HP anda terdaftar, sore hari pada saat transaksi dijalankan anda akan mendapat SMS bahwa transaksi anda diproses dan 2 hari kerja kemudian akan mendapat bahwa transaksi anda berhasil.
    B. Via Email. Apabila Email anda terdaftar, anda juga akan mendapatkan 2 notifikasi persis seperti SMS di atas.
    C. Via Website. Apabila anda log in, 1 – 2 hari berikutnya sudah terlihat.
    Jadi, yang paling seketika itu adalah sore harinya via SMS dan Email. Tapi tidak bisa langsung saat itu juga.

    3. Kalau saran saya kamu bisa membuka rekening BCA karena sangat memudahkan dalam transaksi. Sebab kamu tidak perlu memberikan bukti transfer ataupun menghubungi marketing lagi. Bahkan tidak perlu log in ke website untuk input. Cukup transfer dan tinggal.

    4. VA BCA itu adalah cabang dari rekening reksa dana. Oleh karena itu, VA bukan merupakan rekening nasabah dan tidak mendapat bunga atau ada ketentuan minimum saldo. Perlu diketahui bahwa Virtual Account di reksa dana ini berbeda dengan Rekening Dana Investor di transaksi saham.

    5. Sama saja, malahan saya lebih merekomendasikan transfer via Bank BCA karena memang bank tersebut memiliki fasilitas dan teknologi transaksi yang lebih baik. Lebih baik lagi jika anda menggunakan virtual account. Apabila belum ada, anda bisa request dengan mengirim email ke customer service.

    Terima kasih

  45. Chandra
    August 8th, 2014 at 19:06 | #45

    @Rudiyanto
    Terima kasih atas penjelasannya. Menyambung jawaban Bapak, saya masih ada kegalauan:
    1. Sebenarnya yang saya ragu adalah saat dana berhasil masuk ke VA, apakah seketika itu juga akan ter top-up (dengan system auto-robot) jadi saldo VA akan balik ke 0 lagi ataukah ada jeda waktu beberapa jam untuk diproses. Takutnya misalnya meski dana sudah masuk jam 11.30 ternyata baru selesai diproses jam 13.00 sehingga Harga NAB/Up yang diperoleh bukan harga hari ini tapi harga esok.
    2. Meski transfer ke VA bukan dari BCA (misal lewat teller bank lain) bukankah kita tetap tidak perlu kirim bukti transfer/login/mengabari marketing ya pak? Bukankah itu tujuan adanya VA, seperti isi pulsa seperti yang pernah Bapak komen.

    Terima kasih.

    • Rudiyanto
      August 8th, 2014 at 19:10 | #46

      Dear Pak Chandra,

      1. Kalau sesama BCA itu biasanya langsung sampai saat itu juga. Tapi kalau beda bank, biasanya ada jeda waktu. Sebisa mungkin anda jalankan sebelum jam 12.00. Untuk yang beda bank itu case by case pak. Ada yang sampai di hari yang sama, ada juga yang sampai besok harinya. Tapi 98% sampai di hari yang sama. Kadang2 faktor sampai tepat waktu atau tidak juga tergantung orang yang mengurus transaksi di tempat tersebut. Sehingga ada potensi human error walaupun sangat kecil

      2. Betul, tidak perlu lagi. Akan tetapi perlu diingat, jika bank tempat anda melakukan proses tersebut kerjanya lambat atau ada kesalahan dana bisa sampai besoknya meski sangat sedikit.

      Terima kasih

  46. yunesvi
    September 3rd, 2014 at 12:58 | #47

    Selamat siang Bapak…
    Saya mau belajar dan baru berniat untuk ikut investasi dana Panin

    1. Kalau dari info yang ada risk factor spekulasi dari Panin Dana Maksima lebih besar dari Panin Dana Ultima, apa benar ?

    2. Melihat tulisan-tulisan sebelum ini… memang disarankan untuk buka rek di BCA (lebih baik) ketimbang RTGS dari bank kustodian.

    3. Dengan dana yang terbatas, berapa minimal yang harus saya investasikan ?

    4. Saya pernah lihat ilustrasi investasi Bapak disebuah acara stasiun TV, kalau Bapak tidak keberatan, apakah Bapak mau menggambarkan ilustrasi sederhana untuk saya dengan nilai minimal, berikut prospeknya untuk 10 tahun kedepan?

    Terima kasih untuk perkenan Bapak memberikan informasi lebih lanjut.

  47. Rudiyanto
    September 5th, 2014 at 15:41 | #48

    @yunesvi
    Salam Yunesvi,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Kalau secara risiko, Risk Panin Dana Ultima lebih besar daripada Maksima. Seperti yang tergambar pada grafik di atas http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/files/2014/06/Profil-Risk-and-Return-Reksa-Dana-Saham-Panin-AM.png

    2. Betul. Ada fasilitas autodebet dan virtual account.

    3. Investasi reksa dana mulai dari Rp 100rb

    4. Anda bisa membuat ilustrasi sendiri dengan menggunakan kalkulator yang ada di Panin Asset Management. Silakan baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Semoga bermanfaat.

  48. Helmi
    September 9th, 2014 at 12:15 | #49

    Selamat Siang Pak Rudi,

    kebetulan Domisili sy di Btm dan saya tertarik membeli Reksadana Panin Dana Ultima,
    setelah sy hubungi Panin Sekuritas di Btm ternyata Pembelian pertama sebesar 5 jt dan untuk selanjutnya sebesar 1 jt..Apakah ada perbedaan min Pembelian di Jakarta dengan di daerah?

    terima kasih.

  49. Rudiyanto
    September 9th, 2014 at 12:21 | #50

    @Helmi
    Selamat Siang Pak Helmi,

    Sebelumnya saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

    Memang kadang-kadang saya juga maklum bahwa ada marketing yang menetapkan nominal pembelian yang lebih tinggi daripada prospektus karena bagi mereka untuk datang langsung menemui nasabah, menyiapkan administrasi dan lainnya dibutuhkan effort yang tidak sedikit.

    Untuk itu, saya menyarankan pak Helmi bisa langsung datang ke kantor cabang Panin Sekuritas untuk mengurus pembukaan rekening dan lainnya. Anda bisa sebutkan bahwa ketentuan dalam prospektus adalah dimulai dari Rp 100.000 dan anda bisa berinvestasi mulai dari angka tersebut. Saya juga akan membantu menginformasikan hal ini kepada cabang agen penjual di Batam.

    Dan menjawab pertanyaan anda, tidak ada perbedaan minimum investasi di semua agen penjual kami. Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

    Sekali lagi, mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

  50. Chandra
    September 9th, 2014 at 15:13 | #51

    Dear Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya tentang standard harga NAB/Up. Ada beberapa RD yg harga NAB/Up nya memakai 4 digit di belakang koma namun kebanyakan cuma 2 digit. Apakah tidak ada standardnya? Bagaimana cara pembulatan menjadi 2 digit untuk NAB/Up apakah dibulatkan ke atas atau ke bawah.
    Sepertinya lumayan kalau 4 digit di belakang koma jika harga NAB/Up RD sudah tinggi, karena kalau dikalikan jumlah unit bisa lebih tinggi hasilnya.

    Terima kasih.

  51. Widhi
    September 11th, 2014 at 13:46 | #52

    Dear Pak Rudi,

    Saya berdomisili di Cilegon, bagaimana caranya untuk membeli produk Panin Dana Ultima? Karena saya tidak menemukan ada cabang Panin Asset Management di Cilegon.

    Terima Kasih.

  52. Rudiyanto
    September 11th, 2014 at 17:02 | #53

    @Chandra
    Salam Pak Chandra,

    Untuk perhitungan itu menggunakan standar 4 digit. Untuk dollar sepertinya bisa lebih panjang lagi, tapi saya lupa tepatnya berapa angka.

    Untuk pembulatan kami mengikuti sistem yang ada di bank kustodian. Terus terang saya tidak tahu secara tepat apakah bulat ke atas atau ke bawah. Nanti kalau ada kesempatan akan saya tanyakan.

    Terima kasih.

  53. Rudiyanto
    September 11th, 2014 at 17:25 | #54

    @Widhi
    Salam Pak Widhi,

    Untuk transaksi pertama memang masih dibutuhkan tatap muka. Saran saya, kalau pas ada liburan ke Jakarta atau Bandung, anda bisa mengunjungi atau membuat janji meeting dengan cabang agen penjual di kota tersebut.

    Memang kesannya agak mubazir untuk ketemu hanya untuk menyerahkan formulir saja. Namun dengan bertemu agen penjual kami dapat membantu membuat perencanaan keuangan, menjelaskan secara detail mengenai kinerja reksa dana di Panin Asset Management. Hal ini tentu akan menambah kenyamanan anda dalam bertransaksi dan mempercayakan pencapaian tujuan keuangannya.

    Untuk cabang di Bandung bisa dilihat di
    http://pans.co.id/?page=Hubungi_Kami

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  54. addy
    September 23rd, 2014 at 15:37 | #55

    Halo, Pak Rudiyanto!
    Pertanyaan saya:
    1. Terkait tim riset dan analis, ada yg mengatakan bahwa kebanyakan perusahaan manajer investasi (MI) bila tim riset & analisnya banyak yg pindah ke perusahaan lain, maka performance perusahaan MI tsb akan terganggu. Bagaimana dengan Panin AM?
    2. Mengapa untuk melihat fund fact sheet (FFS) reksadana Panin harus menjadi nasabah (mendaftar) terlebih dahulu? Bukankah justru calon nasabah seharusnya melihat FFS terlebih dahulu sebelum membeli reksadananya?
    Terima kasih.

  55. Rudiyanto
    September 23rd, 2014 at 17:20 | #56

    @addy
    Salam Addy,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Performance perusahaan itu ada macam2. Ada penjualan, ada pula yang kinerja. Kalau personel pemasarannya yang pindah maka akan berpengaruh terhadap penjualan, sebaliknya jika riset dan manajer investasinya pindah akan berpengaruh terhadap kinerja.

    Kadang2, kalau kinerja pemasarannya bagus, kinerja MI jg bisa ikut bagus karena supaya suatu strategi berjalan dibutuhkan fresh fund (dana segar) untuk menjalankannya.

    Sebaliknya juga supaya penjualannya bagus, butuh kinerja MI yang baik karena marketing akan lebih mudah jualan di lapangan. Belakangan ini, karena bekerja di MI, saya jadi tahu supaya kegiatan pemasaran berjalan lancar, maka dibutuhkan juga kegiatan back office yang bagus. Karena dengan jumlah nasabah dan personel pemasaran yang semakin banyak, akan sulit jika back officenya berantakan.

    Jadi pada dasarnya kinerja reksa dana itu sudah merupakan satu kesatuan dari semua personel dan divisi yang bekerja di perusahaan Manajer Investasi. Pengaruh dari tim riset dan analis memang besar, tapi bukan segalanya.

    Bisa juga, tidak ada personel riset dan manajer investasi yang pindah, marketingnya happy dan back officenya solid. Tapi strategi investasinya tidak jalan sehingga kinerja reksa dana kurang begitu baik. Bisa juga, marketingnya ga jelas, back office berantakan, MInya pindah2 melulu, tapi di tahun tersebut IHSG naik 50%, maka otomatis kinerja reksa dana juga akan bagus walaupun diragukan apakah konsisten atau tidak. Apapun itu, faktor personel memang tidak bisa dikesampingkan.

    Bajak membajak dalam dunia bisnis sudah merupakan hal yang lumrah. Apalagi untuk perusahaan asing yang punya dana tidak terbatas, tidak ada kendala dari mereka untuk memberikan gaji yang besar. Namun yang suka dilupakan, adalah jika gaji besar biasanya target dan tekanan kerja suka besar. Ada yang bertahan dan sukses besar, tapi tidak sedikit pula yang gagal.

    Keputusan seseorang untuk terus bekerja di suatu perusahaan itu kadang-kadang tergantung pada banyak hal. Gaji memang penting, tapi tidak segalanya. Ada yang melihat fasilitas, kebersamaan, suasana dan hubungan dengan rekan kerja, kesempatan untuk maju, jenjang karir dan lainnya.

    Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, tim manajer investasi mayoritas sudah bekerja bersama-sama selama 5-6 tahun. Hampir semua orang memulainya dari karier pemula sebagai analis dan seiring dengan pengalamannya yang bertambah diangkat menjadi Manajer Investasi. Jenjang karier yang jelas seperti ini menurut saya mampu mempertahankan orang-orang terbaik. Presiden Direktur sekaligus Manajer Investasi Panin Dana Maksima dan pemilik 10% dari Panin Asset Management yaitu pak Winston Sual juga merupakan orang yang memulai dari bawah.

    Yang jelas, perusahaan akan melakukan upaya untuk mempertahankan personel terbaiknya. Dengan demikian, konsistensi kinerja dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

    2. Mengenai fund fact sheet, memang tidak ada kewajiban bagi Manajer Investasi utk mempublikasikannya kepada umum. Yang ada, adalah wajib diberikan apabila diminta oleh nasabah. Apabila calon nasabah tertarik untuk membeli reksa dana Panin AM, maka bisa meminta kepada customer service atau kepada marketing untuk menunjukkan FFS tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  56. Edi Y
    September 24th, 2014 at 08:57 | #57

    Dear. Pak rudi

    terima kasih atas informasi yang diberikan melalui artikel ini.

    1.sy sekarang berusia 24 tahun dan sy berencana untuk mulai mempersiapkan dana pensiun saya. sampai umur 55 thn.. apakah reksadana panin dana ultima lebih cocok untuk saya? ataukan panin dana prima yang lebih cocok pak?

    2.apakah ada kemungkinan untuk sebuah reksadana misalkan setelah 10 atau 12 tahun..reksadana tsb tutup atau bahkan hilang? baik itu karena mslh internal perusahaan maupun dll.. dan apakah dana kita tetap adaataukah hilang pak?

    terima kasih pak rudi. salam sejahtera

  57. Rudiyanto
    September 25th, 2014 at 23:33 | #58

    @Edi Y
    Malam Pak Edi,

    Sehubungan dengan pertanyaannya:
    1. Untuk kata lebih cocok yang mana, menurut saya hanya investor sendiri yang bisa menilainya. Karena masing2 memiliki strategi yang berbeda. Kalau bingung, beli dua-duanya juga tidak masalah. Sebab dalam penelitian saya yang http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/ punya reksa dana saham sampai 5 untuk 1 tujuan yang sama masih ok. Yang penting adalah perhitungan untuk perencanaan pensiunnya SMART. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    2. Dalam investasi reksa dana, dana nasabah dan surat berharga disimpan di Bank Kustodian. Apabila reksa dana tutup, atau dalam bahasa resminya dibubarkan, maka surat berharga akan dijual dan hasilnya ditambah dana nasabah dikembalikan sesuai unit kepemilikannya masing-masing.

    Jika hilang karena kelalaian dari Manajer Investasi atau Bank Kustodian, maka yang bersangkutan wajib melakukan ganti rugi.

    Yang tidak diganti adalah jika reksa dana berinvestasi pada saham dan obligasi, namun saham dan obligasi tersebut bangkrut sehingga nilai investasi menjadi nol. Untuk itu, pastikan anda berinvestasi pada Manajer Investasi yang kinerjanya sudah terpercaya.

    Semoga bermanfaat dan salam sejahtera.

  58. Haris
    November 10th, 2014 at 20:02 | #59

    Pak Rudi, saya tidak memiliki rekening di BCA namun istri saya punya. Bisakah saya menggunakan rekening BCA milik istri saya untuk subcribe/top up ke virtual account saya? saya sudah punya reksadana di panin (PDM) dan sudah dikirimi sms nomor virtual account saya di BCA, tapi bingung karena saya tidak punya rekening di BCA

  59. Rudiyanto
    November 11th, 2014 at 08:37 | #60

    @Haris
    Pagi Pak Haris,

    Untuk hal tersebut bisa anda konsultasikan ke bagian customer service di cs@panin-am.co.id atau langsung ke marketing yang menangani transaksi pembelian istri anda. Saya yakin ada solusi yang bisa ditawarkan.

    Terima kasih juga sudah menjadi nasabah Panin Asset Management. Semoga sehat dan sukses selalu.

  60. azizah
    November 25th, 2014 at 17:38 | #61

    permisi pak, saya mau tanya, setelah kita diberikan no VA, selanjutnya kita registrasi online. apa yg harus diisi di kolom CIF? terimakasih

  61. Rudiyanto
    November 25th, 2014 at 18:14 | #62

    @azizah
    Sore Azizah,

    CIF adalah kode unik setiap nasabah di perusahaan.

    Untuk informasi lebih lengkap dan registrasi secara online, bisa dibantu dengan customer service / marketing di cs@panin-am.co.id

    Mohon bisa menghubungi mereka ya, terima kasih.

  62. Dedi
    November 28th, 2014 at 10:16 | #63

    Dear Pak rudi,
    kalo saya buka dan beli RD Panin dana Ultima melalui cabang panin di kota Surabaya tetapi saya berdomisili di pekanbaru apa ada pengaruh kedepannnya ( untuk redeem atau hal lainnya)

  63. Rudiyanto
    December 1st, 2014 at 16:31 | #64

    @Dedi
    Salam Pak Dedi,

    Sebelumnya terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

    Untuk transaksi redemption bisa diproses darimana saja. Cuman apabila anda meminta cabang Pekanbaru untuk mengecek saldo anda atau melakukan cetak formulir redemption tidak bisa dia lakukan karena data anda tidak masuk sistem mereka.

    Apabila anda bisa mendapatkan formulir redemption dan mengecek saldo secara online, atau tetap di support via whatapps atau BBM dari cabang Surabaya tidak ada masalah.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  64. Budi
    December 15th, 2014 at 19:12 | #65

    Salam pak Rudiyanto,

    Saya nasabah Panin-AM sejak 2 th lalu pada Panin Dana Maksima. 2 hal yang ingin saya tanyakan:
    1) Mengenai kelebihan Panin Dana Maksima yakni komposisinya bisa disesuaikan hingga porsi kas 50%, apakah kelebihan ini dalam praktek sering digunakan dan bermanfaat, terutama pada saat-saat pasar sedang turun-turunnya? Misalkan pada th 2013 lalu yang terjadi penarikan dana asing besar-besaran sehingga seluruh saham turun tajam, tampak kinerja Panin Dana Maksima pun turun sangat dalam, tidak jauh lebih baik dari RD-RD lain yang penyesuaian komposisi pada kasnya hanya maks. 20%. Bukankah pada masa-masa seperti ini harusnya Panin Dana Maksima unggul signifikan dibanding RD saham lain? Apakah di masa mendatang keunggulan ini dalam prakteknya bisa lebih sering digunakan?

    2) Pada prospektus Panin Dana Ultima, tertera tim pengelola investasi yakni Bpk. Winston Sual dan Bpk. Indra Mawira, namun pada artikel di atas pak Rudi sebutkan bahwa Bpk. Indra Mawira pengelola Panin Dana Ultima sedangkan Bpk. Winston Sual (hanya?) mengelola Panin Dana Maksima. Yang saya tanyakan, sebesar apakah peranan masing-masing beliau pada pengelolaan Panin Dana Ultima?

    Mohon tanggapannya dan terima kasih sebelumnya, Pak Rudi.

  65. Rudiyanto
    December 16th, 2014 at 18:16 | #66

    @Budi
    Salam Pak Budi,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :

    1. Kalau dari diskusi saya dengan manajer investasi, sepertinya belum pernah digunakan. Paling tinggi cuman sampai dengan 30% saja, itupun sangat jarang. Sebab idealnya porsi kas dibesarkan SEBELUM pasar akan turun dan setelah komposisi kas mencapai target yang diinginkan, pasar turun. Tapi pada kenyataannya mereka juga tidak bisa memprediksikan pasar dengan tepat.

    Kalau terkait kinerja di 2013, sudah pernah saya jelaskan bahwa Panin AM menggunakan strategi Value. Kelemahan dari metode tersebut adalah ketika kondisi pasar penuh ketidakpastian, maka strategi tersebut kurang jalan karena pasar lebih fokus ke saham yang lebih banyak diberitakan dibandingkan bagus fundamentalnya. Pada tahun 2013, karena isu tapering, pasar menjadi sangat tidak pasti sehingga strategi value tidak sejalan dengan kondisi pasar ketika itu sehingga tidak bisa menang dengan signfikan.

    Meski demikian Panin Dana Maksima tetap mengalahkan pasar karena pada tahun 2013 return IHSG -0.98% dan Panin Dana Maksima -035%. Anda bisa mengeceknya di http://www.panin-am.co.id/FundsAndPerformance.aspx

    2. Sistem pengelolaan di Panin Asset Management adalah para analis dan manajer investasi berdiskusi secara rutin dan intensif mengenai outlook dan strategi yang akan digunakan. Namun dalam eksekusinya, ada Manajer Investasi yang bertanggung jawab untuk masing-masing reksa dana. Apakah dia akan menjalankan strategi sesuai dengan meeting tersebut atau tidak, itu adalah Full Discretionary (wewenang penuh) dari yang bersangkutan. Artinya bisa saja, dalam meeting disebut saham A bagus, namun karena ada redemption dari nasabah, bobot pada saham tersebut yang sudah terlalu besar, atau karena pengelolaan risiko, Manajer Investasi pada reksa dana (mis) Panin Dana Ultima menjual sementara yang lainnya membeli.

    Dalam semua prospektus reksa dana, nama pak Winston Sual memang tercantum. Hal ini karena beliau menjadi bagian dari tim pengelola investasi di seluruh reksa dana Panin AM dengan memberikan pengarahan dan penetapan strategi investasi.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  66. Chandra
    December 21st, 2014 at 12:54 | #67

    Dear Pak Rudi,

    Saya mempertanyakan biaya beli yang sama meski topup dilakukan lewat VA versus kirim email form beli dan bukti transfer ke marketing panin sekuritas.
    Apakah bisa kebijakan fee beli dipotong 50% atau bahkan free jika melalui VA langsung?
    Karena tidak perlunya bantuan pihak agen penjual jika langsung melalui VA, agak aneh jika fee nya sama. Bukankah fee beli yg tinggi terkait dengan perlunya membiayai agen penjual?
    Sebagai perbandingan, di commonwealth kalau topup online fee beli nya cuma 50%.

    Mohon pendapatnya.
    Terima kasih.

  67. Rudiyanto
    December 24th, 2014 at 09:40 | #68

    @Chandra
    Dear Pak Chandra,

    Apabila anda memerlukan biaya transaksi / Fee beli dipotong 50%, saya bisa menyarankan anda untuk menggunakan fasilitas autodebet karena fee menjadi 1% dengan metode tersebut.

    Fasilitas virtual account adalah fasilitas untuk memudahkan cara transaksi. Pada kenyataannya, Panin Asset Management harus membayar ke Bank BCA atas setiap penggunaan fasilitas tersebut supaya nasabah tidak dikenakan biaya transaksi. Dengan demikian mohon maaf, transaksi melalui virtual account masih belum diberikan keringanan biaya.

    Terima kasih untuk masukannya.

  68. rangga
    January 27th, 2015 at 22:10 | #69

    Dear pak rudi
    Maaf saya masih pemula
    Saya mau menanyakan tentang rekening koran yang dikeluarkan bank kustodian,kenapa saya belum menerima rekening koran tersebut,sebagai informasi saya melakukan pembelian tanggal 12/01/2015 tapi sampai sekarang belum terima rek korannya
    Saya nasabah panin ultima
    Terima kasih pak rudi

  69. Rudiyanto
    January 28th, 2015 at 00:23 | #70

    @rangga
    Malam Pak Rangga,

    Persoalan pengirimkan surat konfirmasi memang menjadi permasalahan klasik industri reksa dana. Saran saya, anda bisa mengecek saldo investasi anda melalui user id log in yang disediakan melalui http://www.panin-am.co.id. Disana anda bisa mengecek saldo, mutasi transaksi, pembelian secara online dan cetak formulir redemption. Untuk mendapatkan user id, anda bisa menghubungi marketing atau cs@panin-am.co.id

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  70. Tio
    February 20th, 2015 at 09:24 | #71

    Pak rudi, saya tertarik untuk investasi reksadana di Panin
    Di balikpapan tempat saya tinggal tidak ada cabang panin.
    Apakah bisa mendaftar menjadi nasabah panin secara online? Bagaimanakah caranya?
    Terimakasih

  71. Rudiyanto
    February 24th, 2015 at 00:34 | #72

    @Tio
    Pagi Tio,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management.
    Anda bisa mengirimkan informasi nomor telpon yang bisa dihubungi ke customer service di cs@panin-am.co.id

    Nanti mereka akan memandu anda dari awal sampai akhir untuk pendaftaran secara online.

    Semoga bermanfaat.

  72. tio
    February 27th, 2015 at 11:31 | #73

    Terimakasih Pak Rudi, saya telah mengirim email ke cs PAM dan telah dihubungi oleh marketing PAM serta diberikan formulir pembukaan jadi nasabah PAM.

    Pak Rudi, bagaimanakah caranya transfer ke Virtual account Panin Dana Ultima jika dilakukan melalui internet banking bank CIMBNIAGA ?

    Terimakasih

  73. Hari Yogeswara
    February 27th, 2015 at 21:35 | #74

    Selamat malam pak rudy, saya ingin bertanya untuk fasilitas transfer melalui teller bank selain bca, seperti contoh diatas melalui bank bri, mengapa yang dipilih adalah transfer bukan kliring atau rtgs. karena transfer antar bank yang berbeda biasanya akan sampai keesokan harinya paling lambat, itu berarti subscription untuk pembelian reksadana yang kita pilih baru diproses keesokan harinya oleh sistem ya pak ? mohon penjelasannya, trims

  74. Rudiyanto
    March 2nd, 2015 at 00:54 | #75

    @tio
    Selamat Malam Pak Tio,

    Untuk transfer ke Virtual Account BCA melalui internet banking saat ini hanya bisa dilakukan melalui Internet Banking BCA saja. Untuk internet banking bank lain, saya khawatir tidak konsisten. Sebab ada nasabah yang melakukannya dan berhasil, tapi banyak juga yang gagal.

    Solusinya anda bisa membuka rekening BCA untuk memudahkan transaksi. Saat ini kami sedang mencari alternatif Virtual Account yang bisa menerima transfer dari internet banking bank berbeda sehingga tidak harus ke teller. Akan tetapi, urusan seperti ini biasanya tidak bisa cepat karena menyangkut sistem.

    Semoga informasi ini bermanfaat. Terima kasih.

  75. Rudiyanto
    March 2nd, 2015 at 01:08 | #76

    @Hari Yogeswara
    Malam Pak Hari,

    Kalau sepengetahuan saya, untuk beberapa bank yang sudah terhubung secara online, transfer sampai dengan Rp 10 juta bisa sampai secara online. Kemudian untuk Kliring, mungkin jika nominalnya di atas jumlah tertentu. Tapi risiko dari kliring adalah tidak selalu sampai di hari yang sama, atau kalaupun jika sampai bisa saja sudah lewat dari batas cut off yang diperbolehkan. Mengenai RTGS, kalau saya tidak salah untuk > 100 juta.

    Namun perlu dipahami bahwa setiap bank itu memiliki sistem yang berbeda sehingga bisa saja informasi yang saya sebutkan di atas berbeda di bank lain. Paling efektif dan efisien memang menggunakan rekening BCA.

    Semoga bermanfaat, terima kasih.

  76. March 8th, 2015 at 14:16 | #77

    Siang pak, saya senang membaca tulisan Pak Rudi, dan Memang menyukai juga kinerja PAM.

    Cuma agak mengganjal dalam tulisan diatas:
    “Akses yang Panin AM peroleh bukan hanya sebatas laporan keuangan dan informasi publik saja, namun sudah jauh lebih dalam sampai kepada pertemuan dengan corporate secretary dan direksi perusahaan”

    Bukankah salah satu ethic di CFA adalah menggunakan informasi publik saja pak? Di Standard Of Professional Conduct no. II. integrity capital market, bagian A. Material Nonpublic Information.

    Mohon koreksi jika saya salah menangkap kedua hal ini.

    Terimakasih pak.

  77. Rudiyanto
    March 9th, 2015 at 00:13 | #78

    @Yudhistya
    Malam Pak Yudhistya,

    Dalam dunia pasar modal, dikenal 2 macam analis. Sell Side Analyst dan Buy Side Analyst.

    Analis Sell Side adalah analis yang bekerja di perusahaan sekuritas. Keuntungan perusahaan sekuritas diperoleh dari transaksi nasabahnya. Tugas analis di perusahaan sell side adalah membuat riset tentang saham supaya nasabahnya lebih sering bertransaksi. Tentu, risetnya harus jitu juga karena kalau tidak tentu tidak dipercaya oleh nasabahnya. Namun tujuan akhirnya tentu supaya nasabah lebih sering bertransaksi. Sebab kalau semua nasabah buy and hold 10 tahun, mereka bisa kehilangan pekerjaan.

    Analis Buy Side adalah analis yang bekerja di perusahaan asset management. Keuntungan perusahaan asset management diperoleh dari dana kelolaan nasabahnya. Jadi tugas analis disini adalah bagaimana reksa dana yang dikelola perusahaan memperoleh keuntungan yang maksimal. Mereka akan membuat riset yang tujuan akhir jika diterapkan dalam pengelolaan dana akan menghasilkan reksa dana yang kinerjanya paling optimal. Sebab dengan kinerja yang baiklah dana kelolaan bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan. Hasil rekomendasinya bisa saja buy and hold selama 10 tahun tanpa perlu melakukan transaksi.

    Nah, bagaimana dengan Investor Relation, Corporate Secretary dan Direksi perusahaan? Memang mereka bukan analis, tapi umumnya mereka itu mirip-mirip dengan sell side. Sebagai orang yang bekerja di suatu perusahaan, tentu mereka punya kewajiban untuk “menjual” nilai positif dari perusahaan mereka. Jadi apakah semua informasi yang mereka sampaikan adalah informasi yang objektif? Bisa iya, bisa juga tidak. Dalam artian, informasi yang bersifat negatif mungkin tidak disampaikan secara blak-blakan atau bahkan tidak disampaikan sama sekali untuk meminimalisir dampaknya di mata investor.

    Kemudian, sebagai perusahaan Tbk, tentu mereka juga memiliki kode etik mengenai kerahasiaan dan informasi perusahaan yang sifatnya material. Sebagai contoh, untuk transaksi di atas sekian Milliar, harus ada persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau melalui proses lelang yang diketahui oleh publik. Jadi belum tentu pertemuan dengan mereka membahas rahasia perusahaan yang tidak diketahui oleh investor publik lainnya.

    Satu lagi, sebagai perusahaan terbuka, umumnya mereka memiliki divisi Investor Relation. Dimana masyarakat umum bisa meminta data perusahaan kepada divisi ini. Di perusahaan induk tempat saya bekerja sekarang, divisi Investor Relation ditangani oleh Corporate Secretarynya. Umumnya divisi ini sering berhubungan dengan analis dari berbagai perusahaan. Divisi ini biasanya langsung bertanggung jawab langsung ke direksi, dan tidak jarang dalam proses update kepada analis juga didampingi oleh direksi perusahaan. Jadi poin saya, pertemuan dengan Corsec bukanlah pertemuan rahasia atau terbatas.

    Nah, jadi untuk apa pertemuan tersebut? Sebagai Manajer Investasi yang menekankan pada value investing, pemahaman terhadap “bisnis” perusahaan sangat penting. Mungkin kita bisa membaca semua informasi mengenai suatu perusahaan dalam Laporan Keuangan dan penjelasan laporan keuangan tersebut. Namun, ketika laporan keuangan tersebut dijelaskan oleh orang yang menjalankan langsung, tentu kita bisa semakin paham lagi.

    Dengan demikian, pertemuan tersebut merupakan fasilitas yang dimanfaatkan bagi tim riset memahami perusahaan secara lebih mendalam. Bagaimana bisnis dijalankan, apakah target yang ditetapkan sudah wajar, terlalu optimis atau hanya sekedar angka di atas kertas saja? Apakah manajemen perusahaan sudah siap terhadap persaingan yang terjadi saat ini? Apakah mereka bisa dipercaya?

    Pada prinsipnya karena ingin berinvestasi jangka panjang, tentu saja kita harus benar-benar yakin. Laporan keuangan, berita-berita di publik, dan hasil riset eksternal memang bisa membantu. Namun diperlukan juga penilaian terhadap manajemen perusahaan. Dan ingat, mereka ada sell side, jadi dalam menginterprestasikan semua informasi tentu saja tim analis punya pertimbangan sendiri. Tidak semua informasi itu ditelan mentah-mentah.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  78. March 20th, 2015 at 16:44 | #79

    Pak Rudi saya mulai membaca blog Bpk religiously about 2 weeks now and it’s very inspiring and giving lots of idea, also encouragement… Thank you utk edukasi dan pemikiran dari Bpk yg continue selama bertahun-tahun utk pendidikan investasi yg tidak pernah kita pelajari di dunia formal.

    Btw saya sudah membeli 2 buku Bpk dan karena saya domisili di Papua, saat ini saya masih harus sabar menunggu kiriman buku sampai.

    Pak Rudy, saya sudah mengenal reksa dana sejak thn pertama menikah 2008 dan waktu itu sepenuhnya saya percayakan kepada financial planner namun karena pilihan dan return RD yg kurang memuaskan sehingga saya mulai memperkaya diri dgn pengetahuan ttg RD baru baru ini saja dan kecemplung di blog Bpk. Saya banyak mendapat pencerahan dari blog ini. Keep on writing ya Pak.

    Thn 2015 ini saya sedang menata ulang portofolio RD agar mendapat return at least 20% thn untuk dana pensiun saya dan suami yang akan kami gunakan 18thn mendatang. Saya tertarik utk berinvestasi ke RDS Panin namun masih bingung mana yg harus saya beli antara PD Maksima, Prima, Ultima atau PD Syariah Saham karena jujur saja saat ini saya sudah berinvestasi secara autodebet ke:

    - Schroders Dana Prestasi
    - Trim Kapital
    - Sam Indonesia Equity Fund

    Saya ingin menambah 1 lagi RDS dari Panin utk tujuan dana pensiun, namun saya kuatir irisan sahamnya sama dengan 3 RDS yg sudah saya beli sebelumnya. Pada Schroders Dana Prestasi dan Trim Kapital saya melihat ada kemiripan di FFS Feb 2015 yaitu keduanya sama-sama membeli saham di sektor perbankan dan konstruksi namun ada bbrp saham yg berbeda. Berangkat dari dasar pemikiran tsb, saya tertarik utk membeli PD Syariah Saham yg tdk membeli saham sektor perbankan, rokok dan miras, maksudnya agar terdapat diversifikasi. Walaupun sebenarnya saya non-Muslim. Tetapi saya lumayan tergiur juga dengan profile PD Ultima yg memfokuskan diri pada pembelian saham dgn max 25 perusahaan saja.

    Pertanyaan saya, apakah pemikiran saya sudah benar? Mohon saran dr Bpk utk pembelian RDS Panin mana yg sesuai bagi saya yg sudah memiliki RDS SDP, Trim Kapital dan SIEF

    Terima kasih sebelumnya

  79. Rudiyanto
    March 21st, 2015 at 01:22 | #80

    @Caspia
    Salam Ibu Caspia,

    Terima kasih atas komentar dan pembelian bukunya.

    Blog anda http://nisyeworu.blogspot.com juga bagus, silakan diteruskan hobi menulisnya.

    Mengenai pertanyaan anda, perlu saya jelaskan adalah bahwa kalau isi saham beririsan antara reksa dana yang satu dengan yang lain adalah tidak terhindarkan mengingat jumlah saham perusahaan bagus dan likuid di Indonesia tidak banyak.

    Semakin besar dana kelolaan, tentu saham yang dia pilih haruslah selain bagus juga harus likuid. Dengan demikian, apabila reksa dana saham punya dana kelolaan besar, maka reksa dana saham tersebut memiliki saham yang beririsan adalah tidak terhindarkan.

    Namun bukan berarti kalau portofolio sahamnya sama hasilnya juga sama. Sebab ada saham lain berbeda yang mungkin kita tidak tahu, bobot per saham beda, transaksi jual beli saham, aliran subscription – redemption dan struktur biaya. Dengan demikian, meski isi saham beririsan, bisa saja performancenya jauh berbeda.

    Pemilihan saham karena isinya berbeda juga bukan hal yang salah karena setiap orang punya preferensi sendiri. Kalau pendapat saya tentang pembelian reksa dana saham bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/

    Intinya bukan di berapa reksa dananya, tapi di tujuan keuangannya.

    Semoga bermanfaat.

  80. April 30th, 2015 at 10:48 | #81

    Pak Rudy, saya mau nanya gimana proses redeem reksa dana apakah kemungkinan dana yang mau kita redeem bisa diselewengkan oleh agen penjualnya yang ditunjuk saat kita melakukan pembelian rd. Mungkin dimanipulasi data oleh agen bersangkutan? Mohon pencerahannya. Terima kasih

  81. Christian
    April 30th, 2015 at 13:16 | #82

    Salam kenal Pak Rudy,

    Bisa tolong dibahas mengenai produk Panin Dana Teladan dan apa bedanya strategi/tujuan, dsb. dengan produk2 yang sudah dibahas di atas.

    Thank you

  82. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 00:48 | #83

    @siao yang
    Malam Siao Yang,

    Proses redemption reksa dana mungkin akan sedikit berbeda jika anda melakukannya melalui Manajer Investasi, Agen Penjual ataupun Fasilitas Online. Akan tetapi konsep yang dipakai adalah in complete application.

    Dimana definisinya adalah surat instruksi untuk melakukan penjualan reksa dana tersebut sudah ditanda tangani oleh nasabah yang bersangkutan dan diserahkan kepada Manajer Investasi atau Agen Penjual sebelum cut off time.

    Untuk Manajer Investasi yang tradisional, masih membutuhkan surat fisik dengan tanda tangan basah meskipun sebelumnya sudah difaks atau email. Jika hanya email, tapi aslinya belum sampai ada kemungkinan pencairan dana ditangguhkan sampai formulir asli tersebut sampai.

    Untuk Manajer Investasi yang sudah modern, bukti yang diemail atau faks saja sudah bisa diakui. Pembayaran uang redemption akan dilakukan sesuai proses yang berlaku.

    Untuk pembayaran dana redemption secara spesifik bank kustodian hanya mau proses jika dibayarkan kepada pemilik rekening bank yang namanya sama dengan pemilik reksa dana.

    Kemungkinan penyelewengan yang mungkin terjadi adalah “kebetulan” atau “memang disengaja” ada orang yang namanya sama persis dengan anda tapi rekening banknya lain. Jika bank kustodian hanya mengecek nama saja, ada kemungkinan dana hasil redemption anda masuk ke rekening yang salah.

    Untuk itu, di tempat saya bekerja saat ini ada prosedur yang harus dilalui oleh nasabah apabila dia meminta untuk ditransfer ke nomor rekening bank yang tidak sama dengan bank dia pertama kali. Jika yang bersangkutan tidak melakukan pengkinian data kemungkinan akan ditolak perintah redemptionnya.

    Kalau transaksi di bank, kemungkinan untuk untuk terjadi hal di atas lebih kecil karena proses jual beli reksa dana dilakukan dari dan ke rekening anda. Beda dengan transaksi reksa dana yang dilakukan via Manajer Investasi.

    Namun dari cerita sesama rekan saya di industri ini, kejadian penyelewengan yang mungkin terjadi jika anda bertransaksi di bank adalah tanpa sepengetahuan anda oknum agen penjual yang tidak bertanggung jawab tersebut memalsukan tanda tangan anda dan melakukan trading reksa dana.

    Tujuannya bukan untuk mencuri uang anda, tapi menghasilkan biaya transaksi untuk menutup target bulanan ataupun mencari komisi darinya. Sebab terkadang nasabah hanya menerima statement yang menyatakan total jumlah hartanya setiap akhir bulan. Transaksi jual beli yang terjadi di tengah-tengahnya mungkin tidak. Apalagi buat pengusaha yang sudah punya rekening di mana-mana. Tidak mungkin dia melihat satu persatu.

    Tindakan ini sebetulnya juga sudah diminimalkan dimana untuk setiap transaksi, bank kustodian akan mengirimkan surat konfirmasi langsung ke nasabah tidak melalui bank agen penjual. Dengan demikian, jika tiba-tiba datang banyak surat konfirmasi tapi anda tidak melakukan transaksi, anda bisa tanya ke agen penjual yang bersangkutan.

    Untuk itu, selain kinerja dan layanan dari vendor yang anda pergunakan, “itikad baik” juga bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih reksa dana.

    Semoga bermanfaat.

  83. Rudiyanto
    May 2nd, 2015 at 00:51 | #84

    @Christian
    Salam Kenal Christian,

    Mohon maaf, Panin Dana Teladan memang tidak dibuat untuk umum. Jadi tidak ada penjelasan terkait mengenai strategi dan lain-lain mengenai produk tersebut. Untuk prospektus reksa dana, akan ditampilkan di website perusahaan jika nantinya sudah ada.

    Karena merupakan reksa dana, maka apabila masyarakat ingin membeli Panin AM tidak bisa menolak. Namun perlu saya informasikan, biaya pembeliannya adalah 4%, dan tidak mendapat manfaat asuransi seperti halnya dalam program SIPP.

    Semoga bermanfaat.

  84. adi
    May 6th, 2015 at 13:43 | #85

    salam kenal

    saya tertarik dengan panin dana ultima

    mau tanya di atas hanya dijabarkan soal biaya beli dan jual reksadana

    kalo untuk biaya manajer investasi dan biaya bank kustodian dan agent fee-nya berapa y?

  85. Rudiyanto
    May 7th, 2015 at 17:46 | #86

    @adi
    Salam Kenal Adi,

    Informasi mengenai biaya tersebut bisa diperoleh di http://www.panin-am.co.id/ViewForms.aspx?id=prospectus

    Sebagai informasi, komisi untuk agent umumnya berasal dari Biaya beli dan Jual dan profit sharing dengan biaya manajer investasi. Jadi kebanyakan reksa dana tidak ada biaya agent, tapi sepengetahuan saya masih ada beberapa reksa dana mencantumkan biaya tersebut.

    Semoga bermanfaat, terima kasih

  86. intan
    September 8th, 2015 at 11:26 | #87

    Halo, selamat Pagi Pak Rudy..

    Terimakasih penjelasannya, mencerahkan bagi saya yang bingung apa bedanya produk2 saham keluaran PAM ini. Terus terang saat ini sy belum memiliki satupun produk yg bapak ulas di atas, masih dalam tahap belajar dan milih-milih. Saya lihat d web PAM ada produk baru y pak? Panin Dana Teladan klo g salah.. bisa ga pak klo dibedah dan diulas seperti di atas, ini bedanya apalagi sama produk2 pendahulunya. Trimakasih Pak..

  87. Rudiyanto
    September 9th, 2015 at 14:39 | #88

    @intan
    Selamat Sore Ibu Intan,

    Terima kasih ketertarikannya terhadap produk reksa dana Panin Asset Management. Untuk Panin Dana Teladan memang tidak ditawarkan ke investor publik karena dikhususkan untuk investor institusi, jadi tidak ada ulasannya.

    Anda bisa memilih produk2 lain yang sudah ada seperti Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Panin Dana Ultima dan Panin Dana Syariah Saham.

    Semoga bermanfaat.

  88. juliani
    October 2nd, 2015 at 15:59 | #89

    Dear Pak Rudiyanto…

    Saya ingin tanya bila saya sudah membeli salah satu produk reksadana panin, dan sekarang saya ingin menariknya bagaimana caranya? berapa lama waktu yang diperlukan ? karena saya sudah kontak dengan Ibu Muri Kw via email tidak pernah mendapat balasan langsung …mohon bantuannya pak karena saya sedang membutuhkan dana itu. terima kasih…

  89. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 12:04 | #90

    @juliani
    Selamat Siang Ibu Juliani,

    Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Untuk melakukan penarikan anda bisa mengisi formulir redemption dan mengirimkannya via email / faks / surat ke Panin Asset Management. Prosesnya kalau sudah benar, dana akan masuk ke rekening anda maksimal 7 hari kerja kemudian.

    Untuk detailnya anda bisa menghubungi cs@panin-am.co.id

    Semoga informasi ini bermanfaat

  90. surya
    May 26th, 2016 at 22:19 | #91

    Dear Bpk Rudiyanto,

    Saya sudah membeli produk reksadana panin yakni ultima. tetapi akhir-akhir ini saya kecewa dengan performanya bila dibandingkan dengan teladan. Apakah bapak dapat menjelaskan kenapa performa ultima buruk dan apa penyebabnya? apakah menurut bapak teladan dapat memberikan return yang lebih baik? Terimakasih

  91. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 00:52 | #92

    @surya
    Selamat Malam Pak Surya,

    Sebelumya terima kasih atas kepercayaannya kepada Panin Asset Management.

    Mengenai kurang bagusnya kinerja Panin Dana Ultima untuk awal tahun 2016 ini memang juga menjadi pertanyaan dari beberapa investor lainnya. Saya sudah berkomunikasi dengan manajer investasi yang mengelola produk tersebut.

    Pada dasarnya kinerja yang kurang bagus ini disebabkan karena strategi investasi yang digunakan Panin Dana Ultima yang fokus. Yang dimaksud dengan fokus, kegiatan aset alokasi dilakukan pada jumlah saham yang lebih sedikit dan horison investasi yang relatif lebih panjang.

    Jumlah saham di Panin Dana Ultima adalah antara 15 – 25 saham. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan dengan Panin Dana Maksima yang bisa 50 – 60 saham, alokasi Ultima pada masing-masing saham tentu lebih besar.

    Saham yang lebih sedikit dengan alokasi yang lebih besar ini menyebabkan tingkat risikonya lebih tinggi, demikian pula dengan potensi returnnya. Apabila jumlah saham pilihan Ultima sedang naik, maka kemungkinan kenaikan harganya bisa lebih tinggi dibandingkan reksa dana saham Panin AM yang lain, namun jika terjadi sebaliknya, maka persentase penurunannya juga lebih dalam.

    Karena Manajer Investasi berfokus pada saham-saham yang fundamentalnya bagus dan cenderung undervalued, kadang-kadang strategi ini juga ada kelemahannya. Salah satu kelemahan yang utama yaitu saham yang undervalued memang cenderung tidak begitu dilirik pasar. Untuk itu kenaikannya belum tentu sama dengan pasar atau naiknya baru belakangan. Hal inilah yang membuat kinerja Panin Dana Ultima untuk awal tahun hingga Mei 2016 tidak lebih baik dibandingkan rekan-rekannya.

    Kasus yang sama sebenarnya juga terjadi di tahun 2015 yang lalu. Jika anda mengikuti Panin Dana Ultima dari awal tahun, bisa dilihat bahwa sampai dengan Oktober, reksa dana ini masih kalah dibandingkan IHSG. Namun ketika saham pilihannya mulai dilirik pasar, kenaikan harganya lebih tinggi pada akhir tahun dan menjadikannya lebih baik dibandingkan reksa dana saham Panin AM yang lain pada tahun 2015.

    Tidak ada jaminan bahwa fenomena ini akan berulang dan tidak ada juga manajer investasi yang senang melihat kinerja reksa dananya dibawah rata-rata. Pengelola tetap berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dengan berupaya mengalahkan IHSG tahun ini dan untuk tahun-tahun ke depan.

    Semoga penjelasan ini bermanfaat. Dan mohon maaf juga untuk ketidaknyamanannya. Semoga pengalaman ini tidak membuat anda kapok berinvestasi di Panin AM.

    Terima kasih

  92. Tri
    October 16th, 2016 at 12:05 | #93

    Hallo Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya tentang Panin Dana Teladan yg sudah bisa dibeli oleh investor retails skrg.
    Bagaimana cara alokasi komposisi instrument di RD ini? Apakah hanya fokus pada <25 saham seperti Ultima atau yang lain?

    Terima kasih

  93. Rudiyanto
    October 19th, 2016 at 01:08 | #94

    @Tri
    Salam Ibu Tri,

    Panin Dana Teladan merupakan reksa dana yang memiliki misi sosial atau dikenal dengan endowment fund. Secara strategi, menggunakan gabungan antara value investing dan trading secara aktif. Tidak ada kondisi spesifik seperti pembatasan jumlah saham dan sebagainya.

    Perbedaannya dengan reksa dana lain bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/07/31/mengenal-reksa-dana-saham-panin-asset-management/

    Semoga bermanfaat

 


%d bloggers like this: