Home > Perencanaan Investasi, Strategi Investasi > Panduan Mempersiapkan Pensiun Dengan Reksa Dana

Panduan Mempersiapkan Pensiun Dengan Reksa Dana

???????????????

Berapa biaya hidup yang wajar saat ini untuk sebuah keluarga di Indonesia? 5 juta? 10 juta? 15 juta? Atau lebih dari itu? Tahukah anda, dengan tingkat inflasi 6 – 8% per tahun, biaya hidup naik 2 kali lipat setiap 10 tahun. Jika hari ini juga anda pensiun, apakah anda sudah punya dana untuk mencukupi kebutuhan 10-20 tahun ke depannya?

Menyiapkan masa pensiun merupakan hal yang sangat penting. Pada generasi sekarang ini, sudah semakin jarang anak-anak yang mau tinggal dengan orang tuanya. Kebanyakan ingin mandiri dan membangun keluarga sendiri.

Permasalahannya untuk mandiri dibutuhkan biaya, dan hampir semua penghasilan yang diterima dihabiskan untuk membayar kredit rumah, kendaraan dan pendidikan anak. Ini belum dihitung penghasilan yang dihabiskan untuk gaya hidup seperti ngopi, gadget, konser, dan hobi-hobi “mahal” lainnya.

Jika bukan dari latar belakang pengusaha atau menduduki posisi tinggi di suatu perusahaan dengan tunjangan yang menarik, tentu agak sulit untuk mengharapkan anak membiayai kebutuhan pensiun orang tua nanti. Bukannya tidak mau, tapi untuk hidup mereka sendiri juga sudah sulit. Kalaupun dilakukan, bisa jadi impian mereka untuk memiliki rumah, kendaraan, pendidikan anak yang berkualitas akan semakin tertunda.

Pada titik ini, masyarakat harus sadar, bahwa masa tua itu harus dipersiapkan dan sebisa mungkin adalah kita sendiri yang harus mempersiapkannya. Jika nantinya ada anak / menantu / saudara yang membantu, anggaplah itu bonus. Pertanyaannya bagaimana cara menyiapkan rencana pensiun?

Pada dasarnya persiapan pensiun adalah menyiapkan sejumlah uang yang nilainya mencukupi kebutuhan selama masa pensiun nanti. Kebutuhan tersebut mencakup keperluan sehari-hari, biaya perawatan kesehatan dan juga tentunya pengeluaran untuk menikmati hidup seperti jalan-jalan, hobi dan lainnya.

Dalam mempersiapkan pensiun, ada 2 hal yang harus diperhatikan. Pertama, besaran nilai pensiun. Kedua, bagaimana cara kita akan memenuhi nilai tersebut. Untuk menentukan besaran pensiun, ada beberapa faktor yang diperhitungkan yaitu usia saat ini, nilai kebutuhan hidup per bulan / tahun, usia pensiun, masa pensiun, inflasi dan bunga deposito.

Sebagai contoh, katakanlah saat ini anda berusia 30 tahun dan sudah berkeluarga. Total kebutuhan hidup per bulan untuk keluarga yang “nyaman” adalah sekitar Rp 10 juta. Anda berencana pensiun di usia 55 tahun dan menikmati masa pensiun selama 20 tahun. Asumsi inflasi dan deposito masing-masing 6% dan 5% net.

Berdasarkan contoh kasus di atas, maka besaran nilai Pensiun agar pada saat usia 55 nanti, anda sekeluarga bisa menikmati gaya hidup setara Rp 10 juta saat ini adalah sekitar Rp 11,3 Miliar. Dana tersebut selanjutnya disimpan di deposito / tabungan yang bisa memberikan bunga 5% net per tahun, dan setiap bulan anda melakukan penarikan sesuai kebutuhan hidup yang disesuaikan dengan tingkat inflasi.

Sebagai gambaran, biaya hidup Rp 10 juta saat ini adalah kurang lebih sama dengan Rp 32 juta di usia 55 tahun nanti. Angka ini masih akan naik setiap tahunnya menyesuaikan dengan tingkat inflasi.

Setelah menentukan besaran nilai pensiun, maka langkah berikut adalah bagaimana mencapainya. Cara yang paling gampang adalah dengan menabung. Katakanlah jika anda menabung di bawah bantal selama 25 tahun dari usia 30 sampai 35, maka untuk bisa mendapatkan Rp 11,3 M, jumlah uang yang harus disisihkan adalah sekitar Rp 37,6 juta per bulan. Suatu angka yang fantastis, padahal kebutuhan hidupnya saja baru sekitar Rp 10 juta.

Jika mengandalkan tabungan / deposito yang bisa memberikan bunga bersih 5% per tahun, jumlah uang yang harus disisihkan per bulan adalah sekitar Rp 19 juta. Angka ini masih lebih besar dibandingkan kebutuhan hidup yang sebesar Rp 10 juta per bulan.

Dalam tahapan ini, jika kita tidak memiliki warisan yang besar atau aset yang banyak, maka sebaiknya kita mempertimbangkan untuk mengambil risiko. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di reksa dana.

Mengapa disebut mengambil risiko? Sebab dengan berinvestasi, maka seseorang berpotensi mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih besar daripada deposito / menabung, namun di satu sisi bisa mengalami kerugian jika nilai investasinya turun.

Reksa dana sendiri adalah salah satu instrumen investasi tersebut. Dengan memahami karakteristik produk tersebut, anda bisa menggunakan reksa dana sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan dana pensiun. Sebab secara historis, rata-rata kenaikan harga reksa dana dalam jangka panjang lebih tinggi dibandingkan deposito.

Ada beberapa jenis reksa dana, antara lain pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Tidak ada aturan tertulis yang menjelaskan jenis reksa dana apa yang cocok untuk tujuan persiapan pensiun, namun jenis reksa dana tersebut dapat disesuaikan dengan horizon investasi.

Yang dimaksud dengan horizon investasi adalah berapa lama investasi tersebut mau dilakukan. Jika hasil investasi mau “dipanen” kurang dari 1 tahun lagi, maka reksa dana yang cocok adalah reksa dana pasar uang. Jika antara 1 – 3 tahun, maka bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap, antara 3 – 5 tahun bisa menggunakan reksa dana campuran dan untuk > 5 tahun bisa menggunakan reksa dana saham.

Tentu, tidak ada jaminan anda pasti untung jika berinvestasi dalam jangka waktu tersebut, namun dengan berinvestasi minimal sesuai periode yang disarankan, kemungkinan anda mengalami kerugian lebih kecil dan kemungkinan tujuan anda tercapai lebih besar.

Dengan menggunakan contoh kasus di atas, maka jenis reksa dana saham adalah yang paling sesuai karena horizon investasinya selama 25 tahun. Adapun asumsi kenaikan dari reksa dana saham adalah sekitar 20%. Berdasarkan angka tersebut, maka untuk mendapatkan nilai Rp 11,3 miliar pada saat pensiun adalah sekitar Rp 1,8 juta.

Apabila persiapan pensiun dilakukan 5 tahun lebih cepat yaitu masih berusia 25 tahun, maka kebutuhan pensiun menjadi Rp 15,1 miliar karena tingkat inflasi. Namun karena masa persiapan yang lebih panjang yaitu 30 tahun (dari usia 25 ke 55), besaran nilai investasi per bulan yang dibutuhkan adalah Rp  960 rb.

Sebaliknya jika  persiapan pensiun dilakan 5 tahun lebih lambat yaitu pada saat berusia 35 tahun. Maka kebutuhan pensiun menjadi Rp 8,4 miliar. Sementara besaran investasi perbulan selama 20 tahun (usia 35 ke 55) adalah sebesar Rp 3,4 juta.

Gambaran lengkap tentang kebutuhan pensiun dan jumlah investasi yang diperlukan adalah sebagai berikut:

Persiapan sejak usia…

Kebutuhan pensiun

Besaran investasi per bulan

25

Rp 15,1 Miliar

Rp 960 ribu

30

Rp 11,3 Miliar

Rp 1,8 juta

35

Rp 8,4 Miliar

Rp 3,4 juta

40

Rp 6,3 Miliar

Rp 6,6 juta

45

Rp 4,7 Miliar

Rp 13,7 juta

50

Rp 3,5 Miliar

Rp 35,6 juta

*Kebutuhan Pensiun setara Rp 10 juta per bulan saat ini

**Usia Pensiun 55, Masa Pensiun 20 tahun, Inflasi 6%, Deposito 5% net

Pada tabel di atas, bisa dilihat bahwa mempersiapkan pensiun melalui investasi reksa dana sebaiknya dilakukan sebelum usia 35. Ketika berusia 40 ke atas, persiapan pensiun harus dilakukan dengan menyisihkan lebih dari 65% pengeluaran dalam sebulan. Jika pendapatannya tidak jauh di atas Rp 10 juta, tentu sulit untuk bisa mengganggarkan uang sejumlah tersebut.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat bagi persiapan pensiun anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Sumber Gambar : Istockphoto

Sumber Data : www.panin-am.co.id, diolah

  1. petrus
    March 28th, 2014 at 12:42 | #1

    Pak Rudi,
    salam kenal, ada 2 pertanyaan saya pak ?
    1. berapa investasi yang diperlukan (jika langsung satu investasi kali beli reksadana dan berapa jika investasi per bulan ) jika saat ini saya berusia 35 tahun, dan ingin pensiun di umur 45/50 tahun, kebutuhan saat ini 10 juta per bulan?
    2. apakah di Panin Aset Management ada Financial Planner, sehingga kami bisa berdiskusi tentang investasi untuk pembelian reksadana Panin/ pemilihan produk investasi sesuai kebutuhan kami ?
    terimakasih,

  2. Rudiyanto
    March 28th, 2014 at 14:08 | #2

    @petrus
    Salam Petrus,

    Kalau menurut saya pribadi, usia pensiun yang wajar adalah 58 – 60 tahun. Bahkan tidak sedikit orang yang usia di atas 60 tahun sekalipun masih punya semangat besar dan konsentrasi kerja yang tinggi. Tentu ini dengan catatan, perusahaan memang masih membutuhkan jasa si karyawan, yang bersangkutan masih mampu menunjukkan kinerjanya dan memang menyukai pekerjaannya. Tapi tidak masalah, setiap orang boleh punya pendapat berbeda.

    Jika masa persiapan pensiun kamu hanya 10 atau 15 tahun, maka kamu bisa menggunakan gambaran 40 dan 45 tahun sebagai perbandingan. Hanya saja, masa pensiun anda tetap 20 tahun. Jika lebih panjang, maka jumlah yang dibutuhkan semakin besar.

    Di Panin Asset Management tidak ada Financial Planner karena merupakan Manajer Investasi dan Agen Penjual. Namun ada beberapa marketing yang memiliki sertifikasi perencanaan keuangan. Selain itu, semua marketing dilengkapi dengan tools perencanaan keuangan yang bisa membuat rencana dengan situasi yang anda ceritakan.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  3. Irma
    March 30th, 2014 at 22:25 | #3

    Salam kenal pak Rudi,
    Terima kasih atas artikel2x bapak yang sudah menambah pengetahuan saya tentang investasi, kesehatan keuangan, dan persiapan dana pensiun.

    Saya ada pertanyaan berkaitan tentang tabel ilustrasi di artikel ini
    1. Jika kebutuhan pensiun setara dengan Rp. 30jt saat ini, dan masa persiapan pensiun suami 15 tahun lagi, apakah kebutuhan dana pensiun bisa saya simplify dengan x3 dari tabel diatas, menjadi 18.9M?

    2. Saya (39thn) dan suami (41thn) sama2x bekerja. Saat ini uang yang ada di reksadana saham (Schroeder & Panin) ada 300juta, dan saya berencana untuk mengajukan pensiun dini di umur 45thn (saat rasio cicilan = 0). Estimasi dana pensiun yang diterima (kantor+DPLK+Jamsostek) sekitar 2.5M. Kalau saya coba hitung dengan kalkulator investasi di website pan-am, dari 300jt yg ada skrng, kemudian ditambahkan dengan 2.5M ditahun ke-6, lalu diinvestasikan selama 8 tahun, maka saya perlu tambah investasi 7.5jt/bln selama 6 thn (asumsi sesudah saya pensiun, rasio biaya terhadap pendapatan menjadi 0.95). Apakah hitungan saya ini sudah benar, atau terlalu simplifikasi pak?

    Mohon pendapatnya, terima kasih

  4. Rudiyanto
    March 31st, 2014 at 17:35 | #4

    @Irma
    Salam Ibu Irma,

    Tentang pertanyaan anda:
    1. Betul sekali, karena itulah saya sengaja membuat kelipatan 10 juta. Hal ini untuk memudahkan agar orang yang mau gaya hidup 5 juta tinggal bagi 2 dan 20 juta tinggal dikalikan 2. Mau 8 juta juga gampang tinggal kali 8 bagi 10. Hanya saja, asumsi usia pensiun 55 dengan masa pensiun 20 tahun atau cukup hingga 75 tahun. Jika ternyata anda pensiun lebih cepat namun ingin tetap cukup hingga 75 tahun, maka perhitungannya harus di custom terlebih dahulu.

    2. Terkait rencana anda, apakah anda sudah cek bahwa:
    a. Mengenai kontrak kerja anda dengan perusahaan. Sebab yang namanya uang pensiun dari kantor = pesangon. Pesangon itu ada ketentuan pembayarannya sesuai dengan peraturan tenaga kerja namun tidak semua perusahaan mengikuti peraturan tersebut. Kemudian, pesangon itu juga diberikan apabila karyawan di PHK (secara baik2) oleh perusahaan sebagai contoh salah satunya karena sudah memasuki masa pensiun.

    Lain ceritanya jika karyawan mengajukan resign. Sebab resign, berarti karyawan yang mem-PHK-kan perusahaan sehingga (bisa jadi) kehilangan hak atas pesangon tersebut. Contoh paling gampang, apakah kita pernah melihat ada karyawan dikasih pesangon setelah pindah ke perusahaan lain? Sebab status karyawan pindah, berarti dia resign dan bekerja lagi di tempat lain. Dengan resign, otomatis dia melepas hak pesangon tersebut.

    Yang bisa diklaim jika dia mengajukan resign adalah dana pensiun atas nama dia sendiri jika perusahaan sebelumnya menyelenggarakan program pensiun bagi karyawan seperti DPLK atau Jamsostek. Tapi pesangon itu hal lain.

    Kalau dari cerita anda, saya melihat sepertinya anda berniat mem-PHK-kan perusahaan di usia 45 dan mengajukan pesangon. Apakah anda yakin hal tersebut bisa terjadi / disetujui? Sebab untuk kelas manajer, usia 45 tahun itu ibarat masih dalam prime time-nya. Bagaimanapun, dana pensiun itu salah satu daya tarik bagi perusahaan untuk memaintain karyawan terbaiknya.

    b. DPLK itu bisa dari iuran sendiri, kantor atau kombinasi dari keduanya. Di usia 45 tahun itu, memang anda bisa menariknya dengan mengajukan pensiun dini. Tapi tahukah anda bahwa:
    - Atas dana pensiun yang kamu tarik tersebut dikenakan pajak penghasilan final 5%?
    - Kalau jumlahnya di atas 500 juta tidak bisa ditarik sekaligus? Dan hanya bisa dibayarkan secara bulanan dalam bentuk produk anuitas? Jika ada yang menawarkan bahwa seluruh dana tersebut ditarik sekaligus, tahukah anda bahwa akan dikenakan fee lagi?

    c. Yang nilai Jamsostek itu, bisa dihitung dari kontribusi anda setiap bulan + kontribusi kantor + pengembangan hasil investasi. Saldonya kalau tidak salah bisa juga di cek di website. Sepanjang nilainya sudah pas ya tidak apa2.

  5. Irma
    April 1st, 2014 at 22:21 | #5

    Terima kasih untuk penjelasan no.2 pak Rudi, mengingatkan bahwa sebagai karyawan saya hanya berhak untuk mengajukan pensiun dini (setelah usia dan masa kerja tertentu), tetapi keputusan tetap tergantung pimpinan perusahaan.
    Jadi harus punya plan B (C, dst) kalo mau tetap dengan tujuan awal :)

    Sukses terus pak Rudi, ditunggu artikel2x berikutnya

  6. Surya
    April 16th, 2014 at 13:07 | #6

    Salam Pak Rudi,

    Saya Surya, 30 thn, pegawai swasta dgn gaji 5 jt per bulan dan pengeluaran sekitar 3 jt per bln.
    Calon istri saya 29 thn, gaji 4jt/bln dan pengeluaran 3jt/bln.
    Saya dan calon isteri ada rencana menikah dalam 2th, dan beli rumah dalam 5th.

    Sampai saat ini kami berdua sudah mengumpulkan tabungan sekitar 200jt yang biasanya hanya
    ditaruh di deposito. Setelah membaca artikel Pak Rudi, saya tertarik utk mempersiapkan
    dana pensiun saya dengan berinvestasi di reksa dana saham.

    Kami ingin pensiun dgn penghasilan 15jt/bln (7.5jt x 2 orang) di usia 55 tahun.

    Rencana kami dari 200jt tsb, sekitar 40-50jt utk biaya nikah, 50-60jt utk DP rumah,
    dan sisanya sekitar 100jt utk reksa dana saham.

    Bagaimana menurut Pak Rudi? apakah secara hitungan sudah masuk?
    Lalu metode investasinya yg 100jt apakah langsung lump sum, ato dimasukkan berkala?

    Terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    Surya

  7. Rudiyanto
    April 17th, 2014 at 11:01 | #7

    @Surya
    Salam Surya,

    Untuk persiapan pensiun, kamu bisa melakukan menggunakan artikel di atas dan kalkulator finansial di website Panin AM sbb:
    1. Kalau pakai usia 30, berarti kebutuhan pensiun adalah Rp 11.3 M untuk gaya hidup 10 juta dan Rp 16.95 M untuk gaya hidup 15 juta
    2. ke http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx Pilih Hasil investasi
    3. Masukkan Rp 100 juta, periode 25 tahun, asumsi 20% untuk saham http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/
    4. Lihat apakah hasil tersebut bisa mencukupi kebutuhan anda atau tidak

    Untuk tujuan Nikah dan Rumah, juga harus dibuat perencanaan tersendiri. Anda bisa menghubungi agen penjual reksa dana yang memiliki fitur kalkulator keuangan untuk membantu anda.

    Semoga bermanfaat.

  8. Fredy Santoso
    April 18th, 2014 at 19:42 | #8

    Malam pak rudi,kebetulan sy tinggal di ntt bagaimana sy bisa melakukan pembelian reksadana panin tx

  9. Rudiyanto
    April 19th, 2014 at 12:33 | #9

    @Fredy Santoso
    Siang Pak Fredy,

    Untuk di NTT, mohon maaf, saat ini masih belum ada Agen Penjual daripada reksa dana Panin Asset Management.

    Kalau saran saya, anda bisa coba menghubungi customer service Panin AM cs@panin-am.co.id untuk berdiskusi. Siapa tahu ada solusi yang bisa ditawarkan. Terima kasih.

  10. eko basuki
    April 21st, 2014 at 15:17 | #10

    Pak Rudy,

    Salam kenal Pak, Usia saya 38 tahun, pegawai swasta dengan penghasilan kurang lebih 10 jt per bulan.
    berapa jika investasi per bulan dan saya ingin pensiun pada umur 55 tahun.
    Mohon pencerahannya dikarenakan saya belum paham perhitungannya dan baru mengenal reksadana, dan apakah sudah terlambat di usia saya sekarang ini untuk berisvestasi di reksadana?
    Terima kasih Pak.

  11. Rudiyanto
    April 22nd, 2014 at 09:32 | #11

    @eko basuki
    Salam Pak Eko,

    Gaya hidup saat pensiun nanti, yang dibutuhkan kira2 berapa?

  12. Samuel
    April 28th, 2014 at 05:15 | #12

    Pak Rudy,

    Salam kenal Pak.
    Umur saya 23 tahun dan belum menikah. Sudah terjun ke reksadana saham kira2 sudah mulai 6 bulan lalu. yang mau saya tanyakan adalah mana yang lebih baik antara cukup ambil 2 reksadana tapi masing-masing dca nya besar (saya autodebet tiap bulan), atau ambil lebih banyak reksadana tapi dca dibagi sedikit2? saya mau buat persiapan pensiun dan untuk pendidikan anak nanti. Sampai sekarang sudah ada 2 RD saham (PDM dan SDI).

    Terus apakah investasi di produk lain juga direkomendasikan? Karena reksadana sendiri kan sudah didiversifikasi. Sekarang saya juga invest di logam mulia, saya bingung apakah harus saya lanjutkan atau saya jual dan pindahkan semua ke reksadana.

    Mohon sarannya.
    Terima kasih.

  13. Rudiyanto
    April 28th, 2014 at 14:30 | #13

    @Samuel
    Salam Kenal juga Samuel,

    Senang sekali, anda sudah memiliki kesadaran untuk berinvestasi di usia yang relatif muda. Kalau yang saya baca, inti daripada pertanyaan anda adalah apakah sebaiknya membeli sedikit produk tapi fokus atau banyak produk supaya diversifikasi.

    Memang ada suatu penelitian yang menunjukkan kira2 berapa jumlah portofolio investasi yang sebaiknya dimiliki agar mendapatkan hasil yang paling optimal. Namun menurut saya, apabila kita membeli beberapa reksa dana untuk 1 tujuan yang sama, maka yang dicari adalah “peace of mind”.

    Terkadang suatu strategi investasi membutuhkan waktu agar hasilnya bisa kelihatan. Jadi ada kalanya dalam suatu periode kinerja suatu reksa dana bisa lebih baik dibandingkan reksa dana lainnnya, sementara di periode lain tidak. Yang jadi permasalahan, kadang2 investor merasa kecewa apabila kebetulan menanamkan seluruh uangnya pada 1 reksa dana yang kebetulan di suatu periode kinerjanya kurang baik.

    Dengan melakukan diversifikasi (membeli beberapa produk), maka ketika kinerja produk yang satu kurang baik dan satunya baik, ada semacam rasa “tenang” dan “syukur” karena tidak menanamkan semuanya di satu tempat yang sama.

    Perasaan peace of mind tersebut terkadang bisa menghindarkan kita dari tindakan emosi jangka pendek, seperti melakukan cut loss atau menarik semua investasinya karena keuntungan lebih sedikit dari yang harapkan padahal tujuan belum tercapai lantaran kecewa dengan kinerja yang diharapkan.

    Jadi jika anda bertanya, apakah lebih baik banyak atau sedikit, tergantung pada berapa produk yang anda ambil, selanjutnya kamu mendapatkan rasa “Peace of Mind” tsb. Jika 2 belum cukup, mau tambah lagi silakan. Sebagai informasi, Peace Of Mind juga bisa dicapai jika kita memiliki pengetahuan yang cukup dan keyakinan yang tinggi terhadap produk tersebut. Karena tidak paham, maka menurut saya wajar orang beli beberapa produk untuk menambah peace of mind nya. Sebab logikanya tidak mungkin semuanya gagal dalam waktu bersamaan.

    Terkait emas yang anda punya, sebenarnya harus dihitung kembali, untuk tujuan pensiun anda harus berinvestasi berapa dan untuk pendidikan berapa. Baru bisa dianalisa emasnya mau diapakan. Untuk referensi anda bisa baca
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/
    dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  14. Samuel
    April 30th, 2014 at 03:31 | #14

    Thx buat penjelasannya Pak Rudy, sangat membantu.
    Kemudian bagaimana dengan asuransi? apakah asuransi kesehatan itu sebenarnya diperlukan? bagaimana jika saya mengganti asuransi dengan membuka 1 produk reksadana lagi yang saya khususkan untuk kesehatan. Mana yang lebih direkomendasikan?
    Thx.

  15. Nabhan Patra
    May 8th, 2014 at 14:59 | #15

    Pak Rudy,

    Perkenalkan saya :
    Nama : Nabhan Patra
    Umur : 35 Tahun (Sudah berkeluarga anak 1 dan Oktober Insyah Allah 2)
    Penghailan saya kurang lebih 12 Juta/Bulan dengan post pengeluaran tiap bulan :
    1. Cicilan KPR = 4,3 Juta/Bulan
    2. Kebutuhan sehari-hari = 4,5 Juta/Bulan
    Saya sangat tertarik dan berencana beli reksa dana untuk persiapan Pensiun nanti meskipun saya juga ikut program pensiun diperusahaan, namun aturan penyalurannya kurang begitu setuju. Pertanyaan saya 1. Berapa idealnya saya store secara berkala tiap bulannya supaya jika saya pensiun bisa untuk kebutuhan sehari hari kelak. 2. Gimana caranya saya beli produknya jika saya tinggal di Samarinda (Kalimantan Timur) ?
    Terima kasih penjelasannya.
    Salam,
    Nabhan Patra

  16. Rudiyanto
    May 8th, 2014 at 15:07 | #16

    @Nabhan Patra
    Salam Pak Nabhan,

    Sebelumnya terima kasih sudah bertanya disini. Dan semoga keluarga anda bahagia dan sejahtera.

    Terkait pertanyaan anda, dengan asumsi gaya hidup yang diinginkan adalah 5 juta per bulan, anda cukup menggukanan kolom usia 35 dibagi 2. Sebab kolom di atas menggunakan asumsi 10 juta.

    Untuk pembelian di Samarinda, anda bisa coba datang ke Bank atau Agen Penjual reksa dana setempat.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

  17. beny
    June 26th, 2014 at 14:44 | #17

    halo pak Rudi, saya berusia 30 tahun. baru masuk mengikuti panin dana maksima, tujuannya untuk dana pensiun. gaya hidup yang diinginkan 5 juta per bulan. jadi kurang lebih sudah sesuai ada contohnya, yang jadi pertanyaan, apakah saya bisa mempercepat tercapainya target dengan mengalokasikan tabungan deposito saya sebagian ke reksa dana. misal Rp.10 juta di bulan pertama ketika baru masuk, dan reguler tiap bulan saya investasika rp.500 ribu.

  18. Rudiyanto
    June 26th, 2014 at 17:21 | #18

    @beny
    Salam Beny,

    Untuk contoh anda di atas, berarti dibutuhkan 960rb / 2 = Rp 480rb.

    Dengan nominal Rp 500rb per bulan tentu sudah sesuai. Namun jika mau ditambahkan Rp 10 juta di awal, tentu lebih baik karena mempercepat waktu pencapaian tujuan.

    Meski demikian, perlu diingat bahwa untuk menjadi investor yang siap dengan gejolak pasar dan kebutuhan yang tidak terduga di masa depan, maka disarankan memiliki dana darurat. Jika deposito tersebut berfungsi sebagai dana darurat (yang sebaiknya berkisar antara 3 – 6 bulan pengeluaran), maka tidak perlu dipindahkan. Tetap saja di situ.

    Semoga bermanfaat.

  19. anton
    July 29th, 2014 at 12:34 | #19

    kalau saya amati, panin dana maksima ini sempat anjlok terdalam. sekitar 55.000 , tapi buth waktu lama juga untuk bangkit kembali ke titik nab 70.000 an. Tahun lalu saya sempat beli pada nab 72.000 an. begitu nilainya turun – menurun, saya hanya mengamati saja karena kawatir kapan akan pulih lagi. ternyata untuk panin dana maksima ini, belinya lebih baik per bulan, kecuali akan menukik sampai 55000 lagi, lebih baik digelontorkan saja (kalau punya dana cadangan). kenapa ya bangkit NAB ke semula sampai 1 tahun (mungkin lebih beberapa bulan). Tapi kalau diamati sejak kelahirannya, panin dana maksima oke-oke juga.

  20. maya rinawati
    July 30th, 2014 at 19:33 | #20

    Terimakasih Pak Rudi atas informasinya yg sangat berguna. Pak, sy ingin membeli produk reksadana. Usia sy sekitar 25thn dan baru bekerja 1 thn. Produk reksadana yg pernah sy baca dan sy tertarik adalah Panin Dana Maksima atau Panin Dana Prima.
    Pertanyaan sy:
    1. Mnrt Bapak sy lbh baik memilih produk yg mana? Gaji sy msh standar gaji fresh graduate sekitar 5jt/bln. Apakah wkt sekarang (Juli – Agustus 2014) adalah wkt yg tepat utk membeli produk reksadana?
    2. Jika sy ingin membeli produk reksadana utk jangka pendek dan jangka panjang dengan produk berbeda, apakah lebih baik membeli di MI yg sm atau MI yg berbeda?

    Terimakasih Pak Rudi, mohon pencerahannya.

  21. Rudiyanto
    July 30th, 2014 at 21:48 | #21

    @maya rinawati
    Malam Ibu Maya,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Mengenai reksa dana saham dari Panin Asset Management anda bisa melihat ulasannya di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/ Minimum investasinya adalah Rp 250.000 dan tergantung berapa gaya hidup yang kamu inginkan nanti sehingga nilai investasinya bisa menyesuaikan.
    Apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli reksa dana? Itu pertanyaan yang tidak relavan, harusnya kamu buat rencana keuangan dulu dan cocokkan jenis reksa dana dengan lama waktu investasi.

    2. Itu terserah kepada yang bersangkutan. Mau gampang cukup di satu saja atau mau beli dari macam-macam untuk membandingkan. Yang jelas, jangan membeli reksa dana saham untuk kepentingan jangka pendek dan reksa dana pasar uang untuk kepentingan jangka panjang.

    Semoga bermanfaat.

  22. BONITA
    May 17th, 2016 at 08:21 | #22

    Dear pak rudianto
    Perkenalakan nama saya bonita , saya tinggal di kalteng sampit pak saya sangat tertarik dengan artikel bapak
    saya bertanya ,saat ini saya mencari asuransi pendidikan anak saya umur 1tahun , dan dana pensiun utk saya d umur 31dan suami, 32 tahun saat ini kami berdua kerja di salah perusahaan suwasta penghasilan lebih dr 10 juta , dan memiliki dana pensiun dari perusaahan. dan saya sudah 4 tahun yang lalu mendaftar dr sebuah asuransi axa mandiri, pak tolong berikan saya gambaran asuransi pendidikan apa yang baik buat anak yang kedua b agaiman saya mendaftar di reksada panin km masuk hitung kelas mana ? Terima kasih

  23. Rudiyanto
    May 17th, 2016 at 11:45 | #23

    @BONITA
    Selamat Siang Ibu Bonita,

    Salam kenal juga dan terima kasih sudah tertarik dengan artikelnya.

    Terkait dengan pertanyaan anda tentang asuransi pendidikan anak, boleh tahu, untuk apakah anda membeli asuransi pendidikan anak? Apakah untuk antisipasi seandainya terjadi sesuatu dengan anda atau untuk memenuhi biaya pendidikan kelak?

    Tentang cara mendaftar di reksa dana Panin AM, kita tidak ada pembagian kelas. Semua nasabah sepanjang persyaratannya komplit yaitu punya KTP dan Tabungan atas nama diri sendiri di Bank manapun kami terima. Untuk memudahkan proses transaksi autodebet, kami menyarankan agar salah satu dari tabungan tersebut adalah BCA, Bank Mandiri, BRI, Panin atau CIMB Niaga. Namun jika di luar tersebut juga tidak apa2.

    Mengenai cara pendaftarannya, mohon maaf saat ini cabang kami di Kalimantan baru adanya melalui Panin Sekuritas Pontianak di
    Gedung Bank Panin – Sidas
    Jl Sidas No 3, Lantai 3
    Pontianak 78121 – Indonesia
    Tel.: (62-561) 748 888
    Fax: (62-561) 767 300
    E-mail: pontianak@pans.co.id

    Namun jika masih jauh, anda bisa membelinya secara online dengan cara klik link ini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx

    Untuk proses registrasinya, anda bisa bertanya ke cabang Pontianak atau Customer Service di cs@panin-am.co.id atau WhatApps Center di 081806990622 atau 081806990633

    Semoga bermanfaat

  24. fikri yusuf
    October 19th, 2016 at 18:40 | #24

    Selamat malam pak rudy.
    Nama saya fikri, umur saya sekarang baru 20 tahun. Sekarang saya sedang bekerja sebagai buruh pabrik, dengan penghasilan perbulan 4-7 juta. Saya sangat tertarik dan diingin berinvestasi untuk masa depan saya seperti biaya menikah, membeli rumah, dan lainnya. Menurut pak rudy, sebagai pemula, saya harus memilih produk investasi apa yang cocok untuk dan bagaimana langka pertama untuk memulai investasi. Mohon penjelasannya ya pak. Terimakasih pak rudy. Salam

  25. Rudiyanto
    November 2nd, 2016 at 15:43 | #25

    @fikri yusuf
    Selamat Siang Pak Fikri,

    Mohon maaf karena kesibukan saya baru bisa reply sekarang.
    Pertama saya ingin mengucapkan selamat karena dengan usia 20 tahun, bisa mendapatkan per bulan 4-7 juta itu tidak sedikit. Saya yakin dengan banyak kerja keras, doa dan amal ibadah semua tujuan keuangan anda bisa tercapai.

    Untuk memulai langkah mencapai tujuan keuangan melalui reksa dana pertama adalah menentukan berapa tahun tujuan tersebut harus tercapai. Contoh :
    1. Biaya menikah (calon kalau belum ada gpp, yang penting sudah uang untuk pesta, makan2, dan undangan sudah ada sehingga cukup di isi nama calon istri) – 8 tahun
    2. DP Rumah 8 tahun (untuk modal lamaran)

    Panduan yang digunakan adalah sebagai berikut :
    Tujuan 5 tahun = Reksa Dana Saham

    Kebetulan 2 tujuan anda adalah 8 tahun maka bisa menggunakan reksa dana saham. Karena ada 2 tujuan, bisa masing-masing 1 reksa dana sehingga memantaunya lebih mudah.

    Selanjutnya adalah menghitung besaran investasi yang dibutuhkan. Caranya bisa baca artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Misalkan dari perhitungan tersebut didapatkan
    1. Biaya Menikah Rp 750.000 per bulan Reksa Dana Saham A
    2. Biaya DP Rumah Rp 750.000 per bulan Reksa Dana Saham B

    Anda tinggal melakukan hal tersebut dengan memilih reksa dana pada manajer investasi yang anda sukai.

    Sebagai referensi, untuk Panin Asset Management bisa anda kontak di
    cs@panin-am.co.id, WhatApps 081806990633
    Perhitungan perencanaan keuangan seperti itu bisa difasilitasi juga oleh tenaga pemasar disana.

    Semoga bermanfaat dan semoga tujuan keuangan anda bisa tercapai.

  26. Abu qalby
    November 21st, 2016 at 17:19 | #26

    Pak Rudi Yth.
    Kurang 7 tahun lagi saya pensiun. Usia saya saat ini 51 tahun. Apakah terlambat jika saya baru memulai berinvestasi dalam reksadana? Untuk persiapan pensiun 7 tahun ke depan, sebaiknya saya memilih reksadana apa?

  27. Rudiyanto
    November 24th, 2016 at 11:57 | #27

    @Abu qalby
    Salam Pak Abu,

    Dalam konteks investasi reksa dana, tidak ada kata terlambat. Yang lebih penting adalah jenis reksa dana dan tujuan keuangannya sesuai. Sebagai patokan :
    5 Tahun = Reksa Dana Saham

    Bisa juga untuk 2 – 4 tahun pertama investasi saham, kemudian di sisanya anda berinvestasi di reksa dana campuran atau pendapatan tetap untuk meminimalkan risiko.

    Yang lebih penting adalah dilakukan perhitungan, berapa harta dalam seperti tabungan, deposito, rumah, emas dan lainnya yang anda miliki sekarang, apakah cukup untuk kebutuhan pensiun ? Jika kurang, berapa yang harus ditambah? Berapa gaya hidup pada saat pensiun yang nyaman menurut anda? Dsbnya.

    Pilihan reksa dana dan besaran investasi akan disesuaikan dengan kondisi tersebut.

    Semoga bermanfaat.

 


%d bloggers like this: