Home > Analisis Instrumen Saham, Belajar Investasi, Saham > Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan (1)

Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan (1)

Apa kabar para pembaca, semoga sehat dan sukses selalu. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang Analisa Fundamental Melalui Laporan Keuangan, namun sebelumnya, saya juga ingin menginformasikan bahwa pada hari Sabtu besok tanggal 2 November 2013, saya akan mengadakan talkshow di Gramedia Cibubur. Bagi yang berminat dan kebetulan ada di lokasi tersebut bisa datang dan menghadiri acara ini. Bagi yang tertarik dengan buku ini dan menginginkan edisi khusus Hardcover + Excel Reksa Dana bisa pesan disini.

Gramedia Cibubur

Berikut Dokumentasi Kegiatannya

Cibubur 1

Cibubur 2

Cibubur 3

Dalam 1 minggu terakhir ini, berita tentang publikasi laporan keuangan menghiasi berbagai media kita. Perusahaan ini dilaporkan mencatatkan pertumbuhan aset xx % atau xx triliun, perusahaan ini untung xx triliun. Perusahaan ini mengalami penurunan laba bersih xx% dan seterusnya. Sebagai seorang investor saham ataupun reksa dana yang terdapat sahamnya, penting  untuk memahami laporan keuangan suatu perusahaan.

Sebab untuk anda yang berorientasi fundamental dan investasi jangka panjang, maka harga pasar saham merupakan representasi dari kinerja perusahaan. Artinya jika perusahaan kinerjanya bagus, maka harga sahamnya akan naik dan sebaliknya.

Kinerja perusahaan juga sering disebut fundamental perusahaan, makanya analisa laporan keuangan disebut juga analisa fundamental. Penurunan saham dalam beberapa hari terakhir ini tidak terlepas dari hasil publikasi laporan keuangan dimana untuk beberapa perusahaan kinerjanya tidak sesuai yang diharapkan sehingga harga sahamnya turun.

Nah, jika anda setuju dengan hal yang dikemukakan di atas, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara untuk melakukan analisa fundamental? Apakah bisa dilakukan untuk kita yang masih awam soal ekonomi? Untuk menjadi seorang ahli, jurusan kuliah kita memang bukan segalanya. Sebab jika anda rajin, gigih dan telaten, maka semua bidang pada dasarnya bisa dipelajari.

Meski demikian, tetap ada kesulitan sendiri untuk anda yang tidak berlatar belakang ekonomi. Untuk itu dalam kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang cara untuk menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan.

Untuk memahami laporan keuangan, pertama-tama kita harus mengenal bahwa terdapat beberapa laporan keuangan dengan fungsi yang berbeda-beda.

1. Neraca / Balance Sheet

Dalam akuntansi, dikenal Aset =  Hutang + Modal. Ketiga hal di atas digambarkan dalam Laporan Keuangan Neraca Perusahaan atau sering disebut Balance Sheet.

Dalam Neraca terdapat 2 sisi, Sisi Kiri disebut Aktiva dan Sisi Kanan disebut Pasiva. Ketika suatu perusahaan memiliki aset, baik itu dari uang cash, piutang dari nasabah yang belum dibayar, persediaan barang dagangan, sampai pada kendaraan, properti, pabrik, tanah dan lainnya. Jadi Aktiva mencatat semua Aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Semakin besarnya tentu semakin baik karena mencerminkan perusahaan memiliki harta dalam jumlah yang banyak.

Namun tunggu dulu, apakah banyak harta = kaya? Belum tentu. Terkadang ada orang yang hartanya banyak, tapi ternyata semua itu masih dalam proses cicilan alias berhutang. Sehingga seyogianya harta tersebut bukan miliknya tapi milik bank atau kreditur. Untuk mengetahui apakah aset-aset yang dimiliki perusahaan berasal dari Hutang atau Modal Sendiri, bisa dilihat dari sisi Pasiva pada Neraca Perusahaan.

Jadi Pasiva mencatat semua Utang dan Modal perusahaan baik dari utang ke supplier, utang tagihan air dan listrik yang belum dibayar, sampai pada utang jangka panjang seperti utang ke bank dan utang obligasi. Untuk modal, adalah semua modal yang berasal dari setoran pertama ketika mendirikan perusahaan, tambahan modal yang disetorkan oleh pemegang saham, hingga keuntungan perusahaan yang disisihkan untuk menambah modal perusahaan.

Jika diilustrasikan Balance Sheet adalah sebagai berikut:

Neraca

2. Laporan Rugi Laba / Income Statement

Sesuai namanya, laporan rugi laba adalah laporan yang memuat semua pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ibarat perorangan, pendapatan adalah dari gaji, komisi, bonus, dan lain-lain dan pengeluaran adalah biaya-biaya hidup, biaya jalan-jalan dan lain-lain. Satu hal yang harus diperhatikan disini adalah jika ada pengeluaran untuk membeli aset, maka pengeluaran tersebut tidak masuk dalam income statement karena akan masuk ke Neraca. Sama juga, jika ada penjualan aset maka uang yang diterima tidak masuk dalam bagian pendapatan. Artinya Laporan Rugi Laba secara khusus hanya berfokus pada kegiatan penjualan dan biaya yang timbul dari operasional perusahaan.

Ketika kita mempelajari Laporan Rugi Laba di kampus, biasanya diurutkan dari hal yang sifatnya operasional, kurang operasional hingga hal yang tidak berhubungan dengan operasional sama sekali. Pada bagian paling bawah perusahaan biasanya dihitung lagi laba / rugi bersih per saham perusahaan. Ilustrasinya sebagai berikut:

Koreksi

3. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal sebetulnya bukan merupakan laporan yang sering diperhatikan karena sebetulnya sudah terdapat dalam laporan rugi laba. Pada intinya laporan ini memuat sebagai berikut, tahun ini laba bersih perusahaan berapa, berapa yang dialokasikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, berapa yang disimpan untuk pengembangan usaha perusahaan. Selain itu, dalam laporan ini juga terdapat penambahan atau pengurangan modal, apabila pemegang saham melakukan penambahan atau menarik modal dari perusahaan. Namun untuk yang ini sangat jarang sehingga yang seringnya ada adalah alokasi dari laba bersih perusahaan.

Laporan Perubahan Modal

4. Laporan Arus Kas / Cashflow Statement

Laporan arus kas adalah laporan yang paling vital dari suatu perusahaan. Sebab laporan ini menggambarkan kemana saja dana kas perusahaan dihabiskan / diperoleh, mencerminkan kegiatan penjualan secara riil, menjawab apakah keuntungan operasional yang mampu menutupi kegiatan ekspansi perusahaan, apakah perusahaan saat ini sedang memperbesar kapasitasnya atau tidak serta hal-hal penting lainnya.

Sebagai contoh, misalnya ada penjualan senilai Rp 10 juta atas barang yang harga pokoknya Rp 5 juta. Dimana 50% dari penjualan tersebut dilakukan secara kredit sementara 50% sisanya kas. Pada Income Statement, akan tercatat laba sebesar Rp 5 Juta (Rp 10 juta penjualan – Rp 5 juta pokok). Namun pada Cashflow Statement, “laba” yang diakui adalah 0 sebab berasal dari Rp 5 juta penjualan kas – Rp 5 juta harga pokok penjualan. Rp 5 juta penjualan secara kredit, tidak akan diakui sebagai laba sebelum dibayar.

Keunggulan dari cashflow adalah hanya melihat pada unsur kegiatan yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran kas saja. Jika ada transaksi tapi tidak melibatkan unsur keluar masuknya kas, maka tidak dimasukkan dalam laporan ini. Secara umum laporan arus kas menunjukkan posisi awal dan akhir kas suatu perusahaan serta peruntukkannya.

Ada 3 macam laporan arus kas yaitu:

  • Arus Kas Operasional (Operating Cash Flow) – yang mencatat segala kegiatan operasional perusahaan
  • Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow) – yang mencatat segala kegiatan pembelian atau penjualan aset perusahaan (terutama aset tetap)
  • Arus Kas Pendanaan (Financing Cash Flow) – yang mencatat segala kegiatan terkait penambahan atau pengurangan hutang dan modal perusahaan seperti pinjaman dari bank obligasi, pembayaran pinjaman bank, dan penambahan modal dari pemegang saham

Ilustrasi dari laporan arus kas adalah sebagai berikut:

Cash Flow Statement

Demikian sharing kali ini, pada kesempatan berikutnya saya akan membuat artikel lanjutan tentang bagaimana memanfaatkan laporan keuangan di atas untuk melakukan analisa secara sederhana menggunakan contoh nyata dari publikasi laporan keuangan perusahaan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

  1. December 4th, 2013 at 20:06 | #1

    U/ Laporan laba/rugi: baris ke-2 bukannya -Pengeluaran Operasional ya? Trims,. :)

  2. Rudiyanto
    December 6th, 2013 at 15:54 | #2

    @Ghufron Yani
    Betul Yani, pengamatan yang tajam.
    Sudah saya perbaiki, terima kasih untuk koreksinya.

 


%d bloggers like this: