Home > Feedback > Feedback: Tapering QE tidak jadi, bagaimana pendapat anda?

Feedback: Tapering QE tidak jadi, bagaimana pendapat anda?

Hari ini, IHSG dan bursa di seluruh dunia naik tinggi. Hal ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan karena rencana Tapering Quantitative Easing atau pengurangan stimulus ke ekonomi yang dicanangkan sejak beberapa bulan yang lalu tidak jadi. Tidak hanya saham, obligasi dan emas juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Nah, terkait hal ini bagaimana tanggapan anda?

  1. Boro-boro ditanggapin pak, dari kemarin saya ga tahu QE itu binatang apaan. Apalagi ada istilah Tapering lagi
  2. Peduli amat mau jadi ga jadi, yang penting IHSG naik dan saya cuan. Fokus saya cuman pada kinerja perusahaan Indonesia karena saya Value Investor.
  3. Wah ini kabar baik pak, karena itu berarti pasar modal akan terus menerus disuntik obat kuat dan IHSG akan kembali memecahkan rekor baru lagi
  4. Dalam jangka panjang sebetulnya ini berarti kurang baik, Sebab QE sejatinya adalah stimulus. Diberikan karena kondisi ekonomi suatu negara dinyatakan kurang bagus. Kalau terus ada, berarti ekonomi Amerika masih belum pulih dan bermasalah
  5. QE jadi ga jadi, yang penting adalah valuasinya. Sepanjang valuasi belum terlalu tinggi selalu ada kesempatan naik. Apalagi kemarin orang2 bereaksi berlebihan terhadap kondisi ekonomi Indonesia
  6. Ini konspirasi untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi para investor emas yang kemarin sangkut di harga tinggi
  7. Pendapat lain2…

Demikian, seperti biasa, saya akan memberikan tanggapan saya  terhadap hal ini minggu depan.

Umpan Balik

Categories: Feedback Tags:
  1. anak baru
    September 19th, 2013 at 13:29 | #1

    saya cenderung no 4 pak….
    semakin lama stimulus QE berjalan,,,berarti menurut saya ekonomi akan semakin rentan..

  2. Erwin
    September 20th, 2013 at 06:34 | #2

    No.3
    ga usah munafik, setiap orang berinvestasi untuk mencari untung.
    wong namanya stimulus, berarti diberikan untuk mendorong perekonomian.

  3. Untung
    September 20th, 2013 at 08:35 | #3

    Dengan The FED tidak jadi stop stimulus
    Klo menurut saya gerbong kereta diskon sudah berangkat
    beruntung lah mereka yang sempat topup beberapa hari yang lalu

    skrng fokus DCA saja dulu sambil menunggu gerbong diskon di stasiun berikut nya

  4. rizon
    September 21st, 2013 at 10:57 | #4

    pak, bagaimana cara mengedukasi masyarakat kita biar mereka bisa melek investasi agar bisa meredam ketergatungan pasar modal kita terhadap dana asing? karena tanpa hot money IHSG pasti tumbang

  5. Rudiyanto
    September 21st, 2013 at 19:21 | #5

    @rizon
    Salam Rizon,

    Menurut saya, kata tumbang itu relatif. Sekarang Hot Money keluar dari Bursa, apakah ada perusahaan di IHSG yang bangkrut? Tidak. Kalau harganya turun iya. Namun harganya juga naik lagi bukan? Jadi harga selalu naik turun dan merupakan bagian dari risiko investasi.

    Kalau menurut saya agar orang menjadi melek investasi ya hanya bisa dengan edukasi dan sosialisasi. Hanya saja itu butuh uang, waktu, dan upaya yang tidak sedikit. Hasilnya juga mungkin baru kelihatan dalam jangka panjang. Tapi memang itulah yang harus dilakukan.

    Semoga bermanfaat.

  6. ari
    October 9th, 2014 at 01:55 | #6

    @all
    Yang menguasai Bank Sentral dunia itu ekonom birokrat, pasti melakukan segalanya untuk menyelamatkan kondisi negaranya dari deflasi atau stagnasi. Jepang sudah melakukannya sejak 1990, eropa juga, kini USA. dan tidak ada yang berubah tetap stagnan. Melakukan hal yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda adalah kebodohan.

    Di lain pihak masyarakat tidak bisa menerima nilai kekayaannya berkurang terutama investor, sehingga dibuat beberapa program penyelamatan agar nilai beberapa investasi terdongkrak secara buatan. lahirlah buble (overprice). lahirlah krisis.

    Cara yang paling gampang mengobati krisis adalah melakukan pelonggaran keuangan / mencetak uang dengan hutang / meningkatkan batas atas hutang negara menuju tidak terhingga.

    Bayangkan jika seluruh negara di Dunia melonggarkan keuangannya, mencetak hutang sebanyak-banyaknya, lalu membayar hutang itu dengan menerbitkan hutang lagi.

    Saya dan kita semua bisa dikorbankan pemerintah untuk menyelamatkan negara. IHSG juga tidak sesakti wall street, IHSG bisa dikorbankan, Rupiah bisa dikorbankan. Jika Indonesia diserang krisis dunia.

    Siapkan toleransi batas bawah dan bersiap fleksibel pindah dari satu instrumen yang trendnya menurun ke instrumen investasi lainnya yang trendnya menaik. Tidak ada gunanya fanatik di satu instrumen, yang penting kaya dan tidak kehilangan uang.

 


%d bloggers like this: