Home > Feedback > Feedback : Apakah anda pernah merasa “Terlanjur Beli Unit Link?”

Feedback : Apakah anda pernah merasa “Terlanjur Beli Unit Link?”

Apa kabar teman2 semua, mudah2an mood anda tidak seperti pergerakan IHSG beberapa hari ini yang Angot2an.

Walau tidak sering, tapi saya cukup banyak mendapat pertanyaan dari teman2 pembaca ataupun peserta seminar saat melakukan interaksi langsung di sesi tanya jawab. Hampir di setiap kesempatan, selalu muncul pertanyaan seperti ini “Pak, saya punya unit link dari asuransi xx. Menurut bapak, apakah sebaiknya unit link ini dilanjutkan atau tidak”. Dalam hati saya, pertanyaan seperti ini biasanya muncul dari orang yang merasa “terlanjur” membeli sesuatu dan baru menyadari sebetulnya dia tidak terlalu membutuhkan produk tersebut atau merasa ada produk lain yang lebih baik.

Nah, yang ingin saya minta pendapat teman2 disini, apakah anda juga masuk dalam kategori orang yang “terlanjur” tersebut? Dan apa apakah yang anda atau rencana akan lakukan?

  1. Saya tetap akan melanjutkan program unit link tersebut, sayang sudah bayar xx tahun. Mending diteruskan sampai habis masa programnya
  2. Justru unit link itu penting, karena saya sendiri tidak ada jaminan asuransi kesehatan yang memadai dari kantor untuk saya dan keluarga
  3. Saya menyesal kemarin membeli unit link karena tergiur dengan hasil investasinya. Daripada dana yang saya rencana mau digunakan untuk tujuan keuangan sedikit, mending saya tutup sekarang dan investasi reksa dana saja
  4. Yah, memang terlanjur beli, tapi yang jualan masih teman atau saudara sih, jadi agak segan untuk menutupnya. Diteruskan saja, wong masih sanggup
  5. Siapa bilang beli unit link itu terlanjur, saya sudah beli beberapa tahun dan saya puas dengan proteksi dan hasil investasinya. Malahan mau saya tambah lagi.
  6. Ataukah ada pendapat2 yang lain…

Semua masukan silakan disampaikan disini, nantinya saya juga akan sharing pengalaman saya dan keluarga dengan produk unit link ini.

Categories: Feedback Tags:
  1. July 1st, 2014 at 14:46 | #1

    saya merasa terlanjur karena terlalu nafsu

  2. ardian wibowo
    August 6th, 2014 at 05:12 | #2

    Saya ingin bertanya pak,saat ini saya sudah mengikuti unit link dari axa mandiri,pada saat mendpatkan penjelasan dari agen asuransi saya mendapatkan informasi bahwa premi kembali 100% stelah 5 tahun jika tidak ada kalim,
    1.apakah memang seperti itu?
    2.Jika ada klaim apakah itu mengurangi nilai investasi kita atau sudah tercover dalam premi?
    3.Bagaimana jika kita ingin menutup polis kita,apakah seluruh dana kita dapat di ambil ato ada saldo yang harus disisakan?
    4.ada penjelasan stelah periode tertentu misalnya 5 tahun kita tidak perlu membayar premi karena sudah dapat di bayar dari hasil investasi kita,bagaimana jika ingin menarik sebagian dana kita setelah tahun ke 5,apakah kita harus membayar premi lagi karena kita sudah menarik sebagian dana kita ato tidak perlu membayar lagi karean sudah lewat 5 tahun.
    5.Bagaimana menegcek saldo unitlink kita,apakah harus datang ke bagian axa mandiri ato ada fasilitas pengecekan melalui internet?
    6. Saya tertarik untuk ikut reksadana,rencanany saya ingin mengivestasikan uang saya,40% ke RDPU,30%RDPT,30%RDS,bisa dikasih tau reksadana apa yang recommended untuk masing2 pilihan reksadana itu?

  3. budi
    August 7th, 2014 at 11:44 | #3

    agen asuransi yang jualan unitlink tentu akan merayu “mangsanya” sampai tertarik. karena KOMISI produk ini sangat menggiurkan. perlu diperhatikan apakah kita memang perlu asuransi murni atau ada embel-embelnya. tentu itu kembali lagi ke diri kita masing-masing. menurut saya, dari pada saya investasi di unitlink lebih baik saya investasi di properti atau tanah aja. jauh melebihi hitung-hitungan unitlink bahkan reksadana. benda nya ada, harga jualnya terus meingkat cepat. Asuransi ya sesuai kebutuhan kita. kalo pekerjaan kita sangat beresiko baru ikut asuransi yang profit oriented. tetapi pihak asuransi biasanya MENOLAK calon nasabahnya yang beresiko tinggi. jadi ya tetap lebih baik ikut ASKES/JKN/BPJS saja. Tidak ada penolakan calon peserta yang beresiko tinggi, karena produk ini bersifat sosial bukan profit.

  4. Rudiyanto
    August 7th, 2014 at 18:03 | #4

    @ardian wibowo
    Salam Pak Ardian Wibowo,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Terus terang saya tidak terlalu mengetahui tentang produk Axa Mandiri. Setahu saya, yang namanya unit link itu naik turun mengikuti harga pasar. Memang saya sempat lihat kalau ada iklan bahwa ada perlindungan terhadap penurunan di investasi. Tapi hal tersebut berbeda dengan jaminan 100% uang kembali. Untuk itu, saran saya kamu bisa menghubungi call centre Axa Mandirinya.

    2. Unit link itu adalah Asuransi + Investasi. Artinya dari uang yang anda setorkan, sebagian dipakai bayar asuransi dan sebagian buat investasi. Komponen biaya biasanya sudah termasuk dalam asuransi dan investasi tersebut. Dengan demikian, kamu membeli 2 produk yaitu produk Asuransi dan produk Investasi. Ketika melakukan klaim, sebenarnya kamu menggunakan jasa asuransi yang kamu beli dan itu seharusnya terpisah dari program investasi anda.

    3. Silakan ditanyakan sama Axa Mandiri.

    4. Cara kerja unit link yang saya tahu adalah ketika orang tidak membayar premi, asuransinya masih jalan karena dipotong dari saldo uang yang ada di Investasi. Misalkan kamu cicil Rp 1 juta yang terdiri dari 500rb asuransi dan 500rb investasi. Ketika sudah jalan satu tahun, berarti saldo investasi kamu yang terkumpul adalah Rp 6 juta (500rb x 12). Nah ketika di bulan ke 13 kamu tidak bayar, maka kamu tetap dicover sama asuransi karena nanti asuransi akan mengambil Rp 500rb dari saldo investasi anda. Selama saldo tersebut cukup, maka kamu tidak bayar juga tidak apa2 dan tetap dicover asuransi. Tapi begitu habis, asuransi akan lapse. Di satu sisi, kamu tidak akan memiliki nilai tunai yang bisa kamu tarik di asuransi tersebut. Pada kenyataannya, perhitungan alokasi ke asuransi dan unit link berbeda antara tiap asuransi dan dari tahun ke tahun. Beberapa unit link, pada 1 tahun pertama, semua uanya masuk ke asuransi sehingga kamu tidak memiliki nilai tunai investasi sama sekali.

    5. Silakan tanya ke Axa Mandiri

    6. Kebetulan saya bekerja di Panin Asset Management. Di sana tersedia semua reksa dana yang anda minati yaitu Panin Dana Likuid untuk RDPU, Panin Dana Utama Plus 2 untuk RDPT dan Panin Dana Maksima, Prima, Ultima dan Syariah Saham untuk RDS. Silakan anda pilih yang sesuai dengan anda. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/

    Kalau anda tertarik dengan reksa dana yang lain, anda bisa lihat daftarnya di http://www.infovesta.com. Semoga bermanfaat.

  5. September 17th, 2014 at 08:13 | #5

    Mau Proteksi beli di Asuransi..Mau Investasi beli Reksadana. Mau mendapatkan Proteksi Jiwa dan Investasi yang maksimal ? Cari TermLife + ReksaDana. TermLife dan ReksaDana itu adalah ramuan yang paling baik. TermLife ini untuk menjaga masa produktif dan ReksaDana untuk masa depan nya. Semua orang pasti ada nilai Rupiah nya yang ingin di capai suatu saat nanti; contoh sperti saya aja, meskipun saya ini seorang agent asuransi saya beli termlife + reksadana karena pertimbangan nya sebagai berikut : Saya mau punya uang sebesar Rp. 2Milyar pada saat saya berumur 55 thn. Nah beli lah saya ReksaDana ditempat saya bekerja dan karena saya tau profile saya adalah risk taker maka saya beli yang High Risk dengan mengharapkan High Return. nah kalo saya hidup dan berjalan dengan lancar dan saya pun mengharapkan demikian maka saya yakin pada saat saya umur 55thn, uang yang sy inginkan pasti tercapai tapi itu kalo berjalan dengan mulus. Lalu kenapa beli termlife ? Saya beli termlife dimana termlife ini menjaga saya pada saat saya masih produktif. Karena saya tau hidup ini adalah tidak pasti, maka saya beli yang pasti2x aja. saya beli termlife dengan uang pertanggungan sebesar Rp. 2Milyar. Bila saya kena atau terjadi musibah pada diri saya ( RIP ) sbelum usia 55thn, maka uang yang saya inginkan pasti diterima oleh istri saya sebesar Rp. 2 Milyar…tercapai juga keinginan nya ;) intinya ” Pendek Dapet, Panjang Dapet ”

    Benny Wiradinata S
    WA : 0838.9808.2902

  6. ari
    October 8th, 2014 at 23:34 | #6

    @Yessi Dian Novita
    mbak yessi,
    pengalaman saya hampir mirip, saya hanya mengincar asuransi untuk jaminan perawatan ketika saya sakit. walau ada up nya beberapa ratus juta jika saya wafat. saya tidak takut wafat tapi saya takut sakit karena menjadi tanggungan keluarga orang-orang yang kita sayangi.

    Jadi saya meminta kepada agen saya untuk memaksimalkan mendapat plan tertinggi dari kemampuan saya membayar. asuransi m, plan c, premi hanya 700rb, masuk tahun 2010, untuk saya dan istri.

    walau agen jelas menjawab saya harus membayar premi terus-terusan hingga diatas 10 tahun. well, bagi saya dengan lemahnya mata uang kita, remunerasi, dsb. tentu asuransi ini tidak akan berguna setelah 10 tahun bahkan uang 5 milyar di umur 99 tahun juga tidak ada apa apanya. saya lebih memilih timing wealth cycle emas, perak, dinar, dirham, tanah. beli murah jual mahal.

  7. Manto
    December 31st, 2014 at 11:30 | #7

    Saya senang dengan tulisan Pak Rudi dan komentar orang-orang disini. Saya sendiri memiliki unit link, sudah 8 tahun berjalan dengan instrumentasi fix income (bukan saham) yang return nya hanya 5% pertahun. Saya tidak membeli ini, orang tua saya yang memberikan ini kepada saya, jadi saya juga gak heran kalau return nya sangat kecil. Yang saya ingin tanyakan kepada semua pembaca tulisan ini dan terutama Pak Rudi…

    1. Apakah teman2 mantan pemilik unit link sudah mengikuti programnya sampai tuntas, misal 10 tahun atau 20 tahun? Karena teman saya memiliki unit link dengan premi 500rb/bulan sudah berjalan selama 11 tahun dan regular payment. Saat ini nilai unit yang terbentuk senilai 72jt Rupiah… (biaya yg dibayarkan 66juta) jadi menurut saya unit link tidak terlalu merugikan asal kita lakukan pembayaran secara reguler.

    2. Saya pernah ketemu agen unit link yang ketika saya tanya untuk menjual asuransi murni, dia bersedia memberikan info mengenai produk tersebut. Jadi, apakah kita harus meng-generalisir bahwa semua agen asuransi yang ada sekarang itu buruk?

    3. Saya menganggap orang2 yang membaca ini sangat pintar berinvestasi… berapakah porsi dalam 1 bulan yang anda luangkan untuk mengamati investasi anda? 2 jam perhari, 5 jam, atau 10 jam perhari? saya minta pandangan dari rekan yang bukan profesional bekerja dibidang investment

    terimakasih

  8. Rudiyanto
    January 2nd, 2015 at 00:32 | #8

    @Manto
    Selamat Malam Pak Manto,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Keikutsertaan saya di Unit Link belum sampai tuntas. Dan sebagai informasi tidak ada istilah “Tuntas” dalam unit link. Sistem kerjanya adalah sebagai berikut, anda menyetorkan sejumlah uang yang disebut premi. Kemudian sebagian dari uang ini dibayarkan sebagai biaya asuransi dan sebagian diinvestasikan. Uang yang menjadi biaya asuransi “hangus” seperti halnya asuransi mobil atau asuransi kesehatan, kalau tidak ada klaim ya itu jadi keuntungan mereka. Kemudian sebagian yang diinvestasikan terus berkembang mengikuti hasil investasi.

    Pada akhir tahun ke 10 atau 20 yang anda sebut dengan tuntas itu, uang hasil investasi biasanya sudah terkumpul dengan satu nominal tertentu. Pada saat itu, disebut cuti premi dan manfaat asuransi tetap ada. Cara kerja sebetulnya adalah biaya asuransi tetap jalan, tapi tidak dibayarkan lagi dari uang yang anda setorkan tapi dipotong dari saldo investasi yang terkumpul. Jika hasil pengembangannya kurang baik, ditambah potongan dari biaya asuransi tersebut supaya pertanggungan tetap berjalan, nilai investasi bisa berkurang dari waktu ke waktu.

    Sehubungan dengan Rp 500rb per bulan menjadi Rp 72 juta dalam 11 tahun dengan modal Rp 66 juta, jika jumlah uang yang sama kamu letakkan dalam tabungan bank / deposito dengan bunga 5% net per tahun, setelah 11 tahun nilainya menjadi Rp 88 juta dan jika diinvestasikan dengan asumsi return 15% per tahun, maka nilainya menjadi Rp 168 juta.

    Pendapat orang memang berbeda-beda, ada yang sekadar membandingkan nilai uang yang dikeluarkan dengan hasil yang didapat sebagai definisi untung rugi. Ada juga yang menghitungnya dari “kesempatan yang hilang”.

    2. Silakan ditanya kepada orang yang mengganggap agen asuransi itu buruk.

    3. Dalam konteks investasi pribadi, saya menggunakan sekitar 1-2 menit perhari untuk melihat perkembangan harganya. Terkadang lebih panjang kalau koneksi internetnya lambat. Terkadang bisa saya cek baru beberapa minggu sekali kalau sedang sibuk dengan pekerjaan.

    Semoga bermanfaat.

  9. James Handaja
    February 22nd, 2015 at 18:32 | #9

    No.6 (pendapat yang lain). Yakni: kalau ada yang nawarin unit link ke saya, akan saya tolak mentah-mentah dan dengan ketegasan. Berdasarkan pengalaman pribadi ibu saya dan pengalaman orang lain yang saya lihat di internet, saya sudah hampir tidak punya rasa trust terhadap insurance companies di Indonesia.

    Mungkin pendapat saya terlalu ekstrim dan terlalu men-generalisir, namun begitulah adanya.

  10. February 23rd, 2015 at 08:14 | #10

    kalo tidak cocok dengan produk unit link, saya anjurkan ambil produk asuransi jiwa traditional saja. TermLife or WholeLife Asuransi.

    ini adalah profile bagi yang tidak suka produk unitlink :

    Nasabah yang mau Uang Pertanggungan ( UP ) jiwa yang sebesar-besarnya, dengan premi yang serendah rendahnya, walau tidak ada pengembalian dalam bentuk apapun.

    Benny Wiradinata S
    WA : 083898082902

  11. April 13th, 2015 at 22:31 | #11

    Debat sana sini, intinya makin kesini asuransi sendiri makin kelabakan kehilangan andilnya. Kenapa? Skrg udah ada bpjs, mau sakit jadi tua, jantung, sampe bersihin karang gigi semua ditanggung! Paling ongkos angkot ke RS aja yg tdk dtanggung. Nah anggaplah soal kesehatan udh clear. Skrg org2 pasti jadi tinggal berpikir investasi aja kan? Asuransi swasta atau sjenisnya paling hny brguna utk org yg udh kebanyakan uang dan hny ingin memperbanyak opsi solusi atas kesehatannya aja. ;-)

  12. Hendra Yap
    June 24th, 2015 at 12:27 | #12

    @Junior Tampubolon
    pendapat saya justru sebaliknya, apabila kita menggunakan UL tidak akan maksimal untuk kedua hal yaitu Proteksi dan Investasi.

  13. Hendra Yap
    June 24th, 2015 at 12:39 | #13

    @Fendi
    saya hendra dari sequislife dan untuk informasi kepada Pak Fendi, sequislife merupakan salah satu perusahaan yang masih lengkap range produknya baik yang tradisional maupun UL.

    untuk tradisional kami masih menyediakan produk asuransi Term Life, Whole Life dan Endowment.

    jika Pak Fendi berkenan untuk berdiskusi tentang asuransi dapat menghubungi saya di no 085218839159 atau 08158838080.

  14. Widyanto Wihardjo
    July 22nd, 2015 at 00:43 | #14

    @ Pak Fendi

    Salam perkenalan Pak. Saya dari AXA Financial Indonesia. Jika Pak Fendi berkenan untuk me cari Asuransi Jiwa Term Life, saat ini AXA Financial menyediakan program tersebut dengan setoran premi yang sangat ringan dengan benefit yang cukup besar jika dibanding dengan program lain yang ada saat ini. Jika Bpk berkenan, bisa menghubungi saya di 0818264925 / 085103100389 atau pin BB 2A4E9B7C. Terima kasih. Salam Dahsyat Sukses Mulia.

  15. September 9th, 2015 at 16:23 | #15

    Salam pak rudy…saya sudah masuk asuransi swkitar 1 tahun lewat..dan produkbyang saya ambil sequislife proteksi kesehatan dengan unit link berbasis saham…awal mulanya sya tidak menyadari besarnya biaya cor. Setelah berjalan setahun saya baru sadar ternyata banyak biaya yang harus dibayarkan dan dihitung hitung biaya yang dikeluarkan hampir mencapai 70% dari premi yang saya bayarkan perbulan dan biaya tersebut di charge kan ke tahun ke 2 sampai akhir asuransi….mohin pencerahannya pak ..apakah asuransi ini masih layak saya teruskan atau putus saja….terima kasih

  16. Rudiyanto
    September 9th, 2015 at 16:38 | #16
  17. September 9th, 2015 at 17:03 | #17

    @Pak Rudy
    Terima kasih atas pencerahannya ya Pak..

  18. Benny Wiradinata S
    September 10th, 2015 at 11:07 | #18

    terakhir kali saya post tanggal 23 Feb 2015… sudah lama juga yah :)

    make it simple aja…

    mau proteksi beli asuransi
    mau investasi beli reksadana / emas / property dll

    Mari BerAsuransi bukan Mari BerInvestasi !!

    karena kebanyakan orang tidak mau duit nya hilang, maka dari itu ada yang namanya ” UnitLink ” campuran antara Proteksi dan Investasi. Jadi jangan sudah beli UnitLink dan baru berasa bahwa saya salah beli UnitLink….Tidak pernah ada yang salah dalam suatu produk UnitLink. Salah satu yang dapat diperhatikan adalah Asumsi Investasi yang TERENDAH, jangan yang Sedang atau Tinggi. Kalo kita aja happy dengan Nilai yang ada di asumsi investasi yang terendah maka Anda tidak akan komplain dikemudian hari nya. Apabila ada salah.. tolong di koreksi yah.. ini hanya secara pribadi saja sih ;)

    Benny W. Suherman
    WA : +6283898082902

  19. yanuar
    March 16th, 2016 at 23:19 | #19

    salam kenal pak. saya yanuar.
    jadi intinya gimana ya ? apakah produk unit link itu manfaat investasinya bisa dirasakan ? seandainya saya ambil mpp 10 th? makasih

  20. Rudiyanto
Comment pages
1 2 3 3623


%d bloggers like this: