Home > Lain-lain, Rekomendasi Film > Mengenal Profesi Pasar Modal

Mengenal Profesi Pasar Modal

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa perusahaan yang ada di pasar modal, sebetulnya sama dengan perusahaan yang ada pada umumnya.Fungsi pada perusahaan antara lain Pemasaran, Produksi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Investasi. Prinsipnya adalah adalah untuk bisa bekerja di perusahaan yang berbasis pasar modal anda membutuhkan pengetahuan tentang pasar modal. Sama dengan jika anda bekerja di bidang teknologi maka anda sedikit banyak harus mengerti tentang IT meskipun cuma bekerja di divisi keuangannya.

Selanjutnya adalah mengetahui bahwa perusahaan di pasar modal juga terdiri dari beberapa jenis bidang usaha yang fokusnya yang berlainan. Bidang usaha tersebut antara lain:

1. Perusahaan Sekuritas

Sekuritas adalah tempat dimana anda bisa bertransaksi jual beli saham dan obligasi. Namun mayoritas masih melayani jasa transaksi saham. Masih sedikit yang melayani jasa transaksi obligasi. Pada perusahaan pasar modal yang bentuknya sekuritas, ada beberapa profesi bisa anda tekuni antara lain

Broker adalah orang yang tugasnya membantu anda melakukan eksekusi transaksi jual beli anda. Dengan semakin majunya teknologi, peranan broker ini mulai digantikan dengan online trading. Namun kebutuhan untuk broker tetap ada mengingat sebagian orang masih butuh “konsultasi”, dan broker adalah orang yang paling tepat untuk berkonsultasi karena kerjaannya memantau pasar dan informasi secara harian. Selain itu, dia juga bisa membantu anda melakukan eksekusi transaksi. Bagus tidaknya broker terletak pada rekomendasi yang diberikan, jika sering tepat, maka tidak jarang nasabah mempercayakan pengelolaan dana padanya.

Broker adalah pekerjaan yang berbasis komisi, semakin sering anda melakukan transaksi semakin besar penghasilan yang dia dapat. Beberapa kenalan saya yang “sukses” di bidang ini bisa mendapat komisi hingga 40 – 50 juta per bulan.  Tapi jangan membayangkan ketika anda menjadi broker, anda hanya duduk diam kemudian menangani uang miliaran, tidak jarang pekerjaan broker juga merangkap marketing dimana mereka harus mencari investor yang mau mempercayakan uangnya. Untuk menjadi broker, anda harus lulus ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Nilai tambahnya adalah memiliki gelar seperti CFA (Chartered Financial Analyst).

Riset Analis adalah orang yang tugasnya melakukan analisa terhadap saham, baik fundamental ataupun teknikal. Untuk perusahaan sekuritas, divisi riset analis ini adalah “nyawanya”. Sebab nilai jual dari sebuah sekuritas adalah “Rekomendasi” dan “Fasilitas”. Jika hasil rekomendasinya selalu menguntungkan dan fasilitas ketika bertransaksi sangat baik maka nasabah sangat nyaman di perusahaan tersebut. Hanya saja, seiring dengan kemajuan zaman, fungsi riset ini juga bisa di “outsource-kan”. Ada juga perusahaan sekuritas dengan tim riset seadanya, namun rajin merangkum riset dari berbagai sumber. Apalagi semua riset sekarang bentuknya softcopy, tinggal dibagi-bagikan saja.

Karier riset analis akan lebih berkembang jika bekerja pada sekuritas yang memberikan rekomendasi bagi pemegang modal besar, biasanya sekuritas asing. Terlepas dari benar tidaknya analisa tersebut karena hasil analisa saham di bursa itu selalu relatif, namun karena menggerakkan uang yang sangat besar, bisa jadi harga saham juga bergerak mengikuti rekomendasi mereka. Hasil riset di perusahaan ini biasanya lebih eksklusif dan tidak untuk semua orang. Peranan riset analis di perusahaan sekuritas besar biasanya juga merangkap account officer yang menangani klien besar.

Jadi jangan bayangkan kalau riset analis itu pekerjaan berkutat dengan buku teori keuangan dan investasi, laporan keuangan dan model excel yang rumit saja. Sesekali anda harus bertemu klien, bicara di koran, televisi, seminar atau acara market outlook yang diselenggarakan perusahaan. Sesuai dengan perusahaannya, pekerjaan analis memiliki income yang amat bervariasi, bisa dari jutaan hingga puluhan juta. Beberapa nilai tambah penting dari karier ini antara lain lulusan S-2 universitas top dalam dan luar negeri kalau bisa cum laude, kemampuan excel modeling, pengalaman pasar modal yang memadai, izin Manajer Investasi, hingga gelar CFA.

2. Investment Banking dan Underwriter

Sebetulnya investment banking / underwriter masih menjadi salah satu bagian dari bidang usaha perusahaan sekuritas, namun tidak semua perusahaan sekuritas fokus pada usaha tersebut. Bidang usaha yang sering disingkat IB ini mencakup jasa penasehat hingga membuat IPO (Initial Public Offering) saham dan obligasi, dan hal berkaitan dengan Aksi Korporasi perusahaan seperti Merger dan Akuisisi. Investment Banking sebetulnya tidak selalu bagian dari perusahaan sekuritas, tapi bisa juga bagian dari suatu perbankan. Tapi jika di bank, jasanya lebih luas mencakup pinjaman dan kredit.

Karier di bidang ini, menurut saya merupakan bidang yang paling membutuhkan kemampuan secara komplit karena kamu akan mulai dari bagaimana menganalisa suatu perusahaan dan menunjukkan bagaimana keuntungan dari suatu aksi korporasi seperti IPO, Merger dan Akuisisi kepada orang yang sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut, kemudian membujuk pemegang saham perusahaan untuk membagi kepemilikannya dengan orang lain (IPO berarti sebagian saham dijual dan orang lain akan ikut menjadi pemegang saham juga), dan  ikut dalam proses negosiasi dan segala proses administrasinya.

Pada prakteknya, proses negosiasi dilakukan oleh Direktur, baru proses administrasinya dibantu di belakang, akan tetapi ada juga kemungkinan hal ini juga dilakukan semuanya oleh seorang investment banker. Jadi selain pengetahuan dan pemahaman pasar modal, orang ini juga harus menjadi negosiator ulung.

Terus terang saya tidak tahu berapa besarnya gaji orang yang bekerja di bidang ini, akan tetapi untuk menjadi seorang underwriter anda harus lulus ujian Wakil Penjamin Emisi Efek. Salah satu film yang sangat menjelaskan seperti apa pekerjaan seorang investment banking adalah film ini. Dear Enemy (2011) – (Beli yang ORI agar terjemahannya bagus)

Film yang disutradarai dan dimainkan oleh Xu Jinglei (Aktris) ini adalah film terbaik tentang keuangan yang pernah saya lihat bahkan jika dibandingkan dengan Film keuangan Hollywood sekalipun. Film ini menceritakan kisah cinta komedi yang dilatarbelakangi tentang bagaimana seorang investment banker akan bertindak untuk mendapatkan deal merger suatu perusahaan. Alur ceritanya terasa begitu nyata sampai saya berpikir ini kisah nyata yang difilmkan. Bagaimana aksi spionase bisnis, negosiasi ke pemegang saham, taktik public relation digunakan dalam suatu deal bisnis.

Dalam film tersebut, ada dialog menarik yang mungkin bisa digunakan sebagai acuan berapa sebenarnya gaji seorang investment banker di Hong Kong (entah benar atau tidak) – saat ditanya bosnya apakah benar dia sudah tidak tidur selama 48 jam karena proyek merger, salah satu aktor berkata “Kerja baru beberapa tahun gaji jutaan dollar HKD (1 HKD = Rp 1350), kalau dinas selalu naik business class dan tinggal di hotel bintang lima, jadi orang seperti kami memang pantas tidak istirahat”. Film ini juga masih sering diputar di Celestial Movies jika anda berlangganan TV Kabel.

3. Perusahaan Manajer Investasi

Ketika masih mahasiswa, terus terang saya tidak bisa membedakan antara Broker dengan Fund Manager. Sebab setelah lihat Film Hollywood, bayangan saya akan pekerjaan pasar modal adalah teriak2 di tengah hall atau di kantor untuk jual beli saham. Baru setelah kerja saya tahu bedanya apa. Fund Manager atau Manajer Investasi adalah perusahaan yang fokusnya mengelola dana masyarakat. Jika broker mendapat keuntungan dari komisi transaksi, maka Manajer Investasi mendapatkan keuntungan dari management fee.

Besarannya berupa % dari dana yang dikelola antara 1% – 3% per tahun. Jadi fokus daripada perusahaan ini adalah membuat anda seuntung mungkin dan kalau bisa menempatkan dana selama mungkin. Beberapa pekerjaan utama terkait bidang ini antara lain:

Riset adalah orang yang melakukan riset saham sebagai masukan bagi Manajer Investasi. Perbedaan antara riset di Sekuritas dan Manajer Investasi adalah penggunanya. Riset di Sekuritas digunakan oleh Nasabah dalam jumlah besar sementara di Manajer Investasi hanya terbatas secara internal. Riset yang dihasilkan juga tidak untuk konsumsi publik karena merupakan rahasia strategi investasi masing-masing perusahaan. Ada juga perusahaan yang menggunakan riset dari eksternal (Sekuritas) sehingga anggota tim riset sedikit dan terdiri dari pengelola dana saja.

Penghasilan riset ini sangat beragam tergantung perusahaan dan kualifikasinya, namun untuk riset yang perusahaan ini, ada jalur karir dimana riset yang bekerja dengan baik dapat diangkat menjadi Manajer Investasi yang mengelola reksa dana. Semakin tinggi kualifikasi pendidikan dan profesional anda, maka semakin bagus.

Pengelola Dana (Manajer Investasi – Perorangan) adalah orang yang melakukan pembentukan portofolio investasi dengan melakukan jual beli saham dan obligasi. Secara dasar mirip dengan broker, bedanya broker bekerja berdasarkan perintah nasabah sementara Manajer Investasi melakukannya berdasarkan perintah dia sendiri. Biasanya pekerjaan ini merupakan impian bagi banyak orang karena anggapan bahwa pekerjaan ini tinggal duduk di belakang meja dan menggerakan uang miliar hingga triliun dengan layar komputer. Pekerjaannya juga sesuai jam bursa dan sehingga bisa libur di hari Sabtu.

Well memang tidak salah, tapi pada prakteknya banyak Manajer Investasi yang juga turun ke lapangan untuk jualan ke nasabah. Sebab untuk bisa punya dana miliar hingga triliunan tersebut tentu harus ada investor yang menitipkan dananya. Tantangannya adalah membesarkan dana kelolaan karena jika terlalu kecil pengelolaannya tidak optimal dan sulit untuk menarik investor lain untuk ikut bergabung. Jika kinerjanya jelek, dana bisa ditarik semua. Untuk itu peranan marketing sangat penting.

Untuk menjadi seorang pengelola, yang bersangkutan harus memiliki izin Wakil Manajer Investasi. Gelar CFA bisa menjadi nilai plus. Untuk besaran gaji terus terang saya tidak tahu, saya rasa sangat bervariasi di setiap perusahaan. Ada yang menggunakan sistem gaji dan bonus, ada juga yang menggunakan sistem persentase tertentu dari dana yang dikelola.

Marketing / Pemasar adalah orang yang memasarkan produk reksa dana. Sebab jika Manajer Investasi dan Riset terlalu sering ke lapangan, nanti pekerjaan mereka yang sebenarnya bisa terganggu. Untuk itu peranan marketing reksa dana sangat dibutuhkan. Setelah mendapat pengarahan tentang produk dan cara kerja investasi, mereka menyampaikan hal tersebut kepada calon nasabah untuk mendapatkan kepercayaan. Sama seperti industri lainnya, peranan marketing sangat dibutuhkan di industri ini.

Pendapatan seorang pemasar reksa dana amat bervariasi tergantung pengalaman, kemampuan menjual dan portofolio nasabah yang dimilikinya. Di tempat saya bekerja saat ini, gaji seorang marketing reksa dana bisa berkisar antara jutaan hingga puluhan juta ditambah dengan komisi penjualan reksa dana dan tunjangan lainnya. Ada juga perusahaan lain yang menetapkan seorang marketing bisa mendapatkan persentase tertentu dari dana kelolaannya per tahun. Untuk menjadi seorang pemasar, izin yang harus dibutuhkan adalah Wakil Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), nilai tambah bisa diperoleh dari kualifikasi seperti gelar Perencana Keuangan (CFP, RFP, CHFC), dan kemampuan melakukan public speaking.

Nah, bagaimana para pembaca, apakah sudah tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal ini? Jika ya, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah berikan yang terbaik saat kuliah. Memang nilai tidak segalanya, tapi bagi para pemberi kerja, suka tidak suka, lulusan dengan IPK yang bagus akan didahulukan untuk proses interview. Selanjutnya adalah tunjukkan passion anda yang kuat dengan menulis sendiri surat lamaran kerja anda mengapa perusahaan harus mempekerjakan kamu.

Untuk menambah kemungkinan mendapatkan panggilan, anda juga bisa mendapatkan izin2 yang terkait seperti WMI, WPPE (Underwriter) dan WPEE (Broker) serta WAPERD. Untuk mendapatkan izin tersebut anda bisa langung mengikuti ujian. Jika merasa kurang yakin dan mau belajar dulu, ada beberapa alternatif seperti Bina Insan, Infovesta, dan TICMI (The Indonesian Capital Market Insitute – anda bisa kursus dan ujian sekaligus).

Salah satu referensi artikel ini adalah blog strategimanajemen.net yang artikelnya berjudul 5 Profesi Mahal Yang Layak Ditekuni Sebagai Pilihan Karir. Penulis di blog tersebut juga merupakan salah satu sumber insprasi saya ketika mau mulai menulis blog pertama kali. Buat anda yang mencari blog manajemen yang bagus silakan ikuti terus blog ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Data dan Foto: Kontan, istockphoto, Wikipedia

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:
  1. asi
    August 28th, 2017 at 10:06 | #1

    Selamat pagi Pak Rudi,

    Saya ingin bertanya, dimana saya bisa belajar tentang menjalankan usaha Private Equity? atau
    apakah ada lembaga pendidikan/training di Jakarta yg membuka kelas ttg Private Equity?

    Terima kasih Pak.
    Salam sukses.

  2. Rudiyanto
    September 5th, 2017 at 13:59 | #2

    @asi
    Selamat Siang Ibu Asi,

    Sepengetahuan saya, Private Equity itu lebih ke jual beli perusahaan yang tidak terbuka.

    Kalau memang dana anda, keluarga anda, atau perusahaan tempat anda bekerja besar, pada saat akan melakukan akuisisi suatu perusahaan, prosesnya tidak beda dengan beli perusahaan biasa. Tentu prosedurnya melalui RUPS dan sebagainya.

    Kalau memang anda memang berminat untuk bekerja di bidang ini, mungkin bisa bekerja pada pengusaha atau perusahaan yang memang bisnisnya demikian besar sehingga melakukan jual beli perusahaan. Bisa juga bekerja di perusahaan sekuritas yang membantu perusahaan melakukan IPO karena prosesnnya tidak begitu berbeda jauh.

    Akan sangat membantu kalau anda memiliki pengetahuan tentang akuntansi, pajak dan manajemen keuangan. Pengetahuan di atas setahu saya banyak diajarkan pada perkuliahan juga walaupun tidak spesifik mengacu pada private equity.

    Semoga bermanfaat

  3. Fransiskus Revi Bernard
    November 6th, 2017 at 23:23 | #3

    Selamat Malam Pak Rudi,

    Perkenalkan bahwa saya adalah lulusan S-1 Jurusan Teknik Industri, namun sayangnya ketertarikan saya untuk belajar mengenai pasar modal kurang relevan dengan latar belakang pendidikan saya. Saya sempat membaca kolom komentar bapak mengenai latar belakang Pekerja profesi pasar modal yang anda ketahui sangat beragam (pertanian,enginnering,dsb).

    Oleh sebab itu saya mau meminta saran dari bapak mengenai darimana saya harus memulai untuk bekerja di dunia pasar modal ini pak, posisi apa yang sekira nya bisa menjadi awal yang cocok bagi saya untuk mendalami dunia pasar modal dan peluang untuk mendapatkan sertifikasi profesi (WPPE,WMI,CSA, dsb). Terima Kasih Banyak pak. GBU

  4. Rudiyanto
    November 9th, 2017 at 09:29 | #4

    @Fransiskus Revi Bernard
    Selamat pagi Pak Revi,

    Kalau dari pengamatan saya, banyak orang yang melakukan sertifikasi profesi ketika “sudah” bekerja di pasar modal. Bukan sebelumnya.

    Meski demikian, ada juga yang melengkapi CV mereka dengan berbagai sertifikasi profesi untuk memperbesar kemungkinan diterima. Silakan dicoba saja, sertifikasi apapun bisa.

    Pada dasarnya CV yang bagus memperbesar kemungkinan mendapat panggilan kerja dan kemampuan menjawab yang baik serta paham terhadap pasar modal memperbesar kemungkinan diterima kerja saat wawancara.

    Selamat mencoba semoga berhasil.

  5. catherine
    December 18th, 2017 at 16:53 | #5

    Selamat sore Pak Rudi,

    Saya mau bertanya, apa perbedaan perusahaan Sekuritas, asset management, dan perusahaan investama? misalnya perusahaan PT. XXX Investama, PT. XXX Sekuritas, PT. XXX Asset Mangement. apa perbedaan perusahaan tersebut? dari segi pembentukan perusahaan tersebut, untuk landasan aturan OJK termasuk ke perusahaan efek apa ke perusahaan pembiayaan?

    terima kasih Pak.
    sukses dan GBu

  6. Rudiyanto
    December 27th, 2017 at 00:23 | #6

    @catherine
    Selamat malam ibu Catherine,

    Secara umum perusahaan jasa keuangan yang diawasi oleh OJK dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Dengan mengambil Panin Group sebagai contoh:
    - Perbankan – Panin Bank dan Panin Dubai Syariah
    - Pasar Modal – Panin Sekuritas (transaksi jual beli saham / obligasi), Panin Asset Management (Pengelolaan reksa dana)
    - IKNB – Panin Dai Ichi Life (Asuransi Jiwa), Verena dan Clipan Finance (Perusahaan Pembiayaan), Asuransi MAG (Asuransi Umum)

    Mengenai landasan peraturan silakan mengecek ke situs OJK. Perbedaan utama dari perusahaan di atas adalah bidang usahanya. Bidang usaha serupa juga bisa ditemukan pada group keuangan lain seperti Mandiri, BNI, BRI dan sebagainya.

    Semoga bermanfaat

  7. Tobi
    December 27th, 2017 at 21:01 | #7

    Selamat malam pak rudi

    Saya mau bertanya pak ,

    1.apakah orang seperti saya yang tidak mampu kuliah bisa menjadi broker saham atau mendapatkan sertifikat (WPPE,WMI,CSA, dsb?)

    2. Apakah orang yg cuma lulusan sma bisa menjadi seorang investor atau full trader? karena sekarang banyak sekali yang mengadakan course ttg pasar modal secara online, dan juga bisa melakukan transaksi secara online.

    Terima Kasih

  8. Tobi
    December 27th, 2017 at 21:19 | #8

    3. Apakah ada saran dari bapak untuk lulusan sma seperti saya yang tertarik dan berminat terjun langsung di dunia pasar modal

    Termi kasih

  9. Rudiyanto
    January 3rd, 2018 at 11:25 | #9

    @Tobi
    Selamat siang pak Tobi,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :

    1. Saya tidak tahu untuk WPPE, tapi untuk Wakil Agen Penjual Reksa Dana (WAPERD) dan WMI (Wakil Manajer Investasi) setahu saya minimal D3. Jika biaya menjadi kendala, saran saya jangan menyerah. Dapatkan pekerjaan dahulu baru sambil kerja, sambil kuliah. Ada banyak sekali orang seperti ini sekarang dan universitas yang hanya kuliah malam juga sudah banyak tersedia

    2. Untuk menjadi investor, syaratnya punya dana untuk diinvestasikan, KTP, NPWP dan membuka tabungan di rekening dana nasabah RDN yang ditunjuk sekuritas. Mau transaksinya beli dan tidur atau trading setiap hari itu terserah kepada yang punya dana. Perihal investornya lulusan SD, SMP, SMA, D3, SI, S2, S3, profesor atau tidak sekolah sama sekali tapi lulus dari sekolah kehidupan, itu tidak menjadi syarat menjadi investor.

    3. Di tempat saya bekerja saat ini, setahu saya ada beberapa orang yang masuk dengan latar belakang SMA, kemudian mengambil kuliah sambil kerja dan sekarang sudah lulus S1. Saya yakin hal seperti ini juga pastinya ada di tempat kerja lain, tergantung seberapa telaten dan mau bekerja keras untuk mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan tersebut.

    Tapi kalau yang dimaksud dengan terjun langsung di dunia pasar modal adalah menjadi investor, itu relatif gampang. Punya dana Rp 5 juta kemudian persyaratan cukup sudah tinggal buka rekening.

    Semoga bermanfaat

  10. Geo
    January 21st, 2018 at 11:10 | #10

    Siang Pak Rudiyanto, saya ingin sekali menjadi menjadi seorang fund manager handal di Indonesia. Saya sudah memperoleh sertifikasi WMI dan sekarang saya sedang mengambil program pelatihan CSA (senior analyst) meskipun saya memang blm memiliki pengalaman kerja, tetapi pihak institute mengijinkan saya untuk mengikuti program tersebut karna dianggap capable. Saya ingin tahu pak bagaimana proses atau tahapan untuk bisa menjadi seorang fund manager? Apakah langkah2 yang saya ambil sudah tepat? Dan proses jenjang karirnya cepat tidak pak untuk bisa menjadi fund manager? Karena kebetulan saya pemuda 24 tahun yang memiliki obsesi menjadi fund manager muda pak hehehe :)

  11. Geo
    January 21st, 2018 at 11:39 | #11

    sedikit memperjelas singkatan CSA = Certified Securities Analyst

    Terimakasih Pak Rudi :)

  12. Rudiyanto
    January 24th, 2018 at 01:13 | #12

    @Geo
    Selamat malam pak Geo,

    Menjadi seorang fund manager tidak harus di perusahaan Manajer Investasi. Saat ini posisi fund manager juga terdapat di perusahaan pengelola dana seperti Dana Pensiun, Asuransi, Bank dan Yayasan juga memiliki manajer investasi yang mengelola kekayaannya.

    Saya sendiri belum pernah menjadi manajer investasi sehingga tidak tahu jalur yang pasti, namun dari pengamatan umumnya mereka memulai dari posisi analis di perusahaan sekuritas atau manajer investasi. Ada juga yang memulainya dari perusahaan riset pasar modal, asuransi, dana pensiun atau yayasan. Hanya saja, pengalaman mungkin akan lebih banyak jika langsung memulainya dari perusahaan sekuritas atau manajer investasi.

    Ada juga yang tidak pernah menjadi analis, tapi investor yang jago investasi saham sehingga diminta untuk menjadi pengelola namun yang ini memang lebih jarang.

    Terus terang saya baru kali ini mendengar yang namanya CSA. Di luar sana memang banyak pelatihan2. Sepanjang menurut kamu bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu tentang investasi silakan saja. Yang lebih bergengsi dan dikenal di pasar modal adalah gelar CFA, namun kebanyakan sudah bekerja dulu baru mengambil bukan sebaliknya.

    Cepat atau lambat itu tergantung pada kemampuan, atasan dan lowongan yang tersedia.

    Silakan terus berusaha dan semoga berhasil.

  13. Kevin wijaya
    March 26th, 2018 at 08:50 | #13

    Selamat pagi Pak Rudiyanto,

    Terima kasih atas sharing yang telah diberikan,
    Saya Kevin lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan namun ingin terjun ke profesi pasar modal khususnya manajer investasi karena sudah beberapa tahun ini sering belajar otodidat dan juga melakukan analisis laporan keuangan untuk investasi sendiri.
    Mohon saran dari Pak Rudiyanto, apa yang harus dipersiapkan.
    Terima kasih…

  14. Rudiyanto
    March 28th, 2018 at 12:26 | #14

    @Kevin wijaya
    Salam pak Kevin,

    Anda bisa coba melamar ke perusahaan sekuritas, manajer investasi, atau bisa juga ke bagian investasi di asuransi dan dana pensiun.

    Semoga beruntung.

Comment pages
1 7 8 9 3500


%d bloggers like this: