Home > Lain-lain, Rekomendasi Film > Mengenal Profesi Pasar Modal

Mengenal Profesi Pasar Modal

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa perusahaan yang ada di pasar modal, sebetulnya sama dengan perusahaan yang ada pada umumnya.Fungsi pada perusahaan antara lain Pemasaran, Produksi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Investasi. Prinsipnya adalah adalah untuk bisa bekerja di perusahaan yang berbasis pasar modal anda membutuhkan pengetahuan tentang pasar modal. Sama dengan jika anda bekerja di bidang teknologi maka anda sedikit banyak harus mengerti tentang IT meskipun cuma bekerja di divisi keuangannya.

Selanjutnya adalah mengetahui bahwa perusahaan di pasar modal juga terdiri dari beberapa jenis bidang usaha yang fokusnya yang berlainan. Bidang usaha tersebut antara lain:

1. Perusahaan Sekuritas

Sekuritas adalah tempat dimana anda bisa bertransaksi jual beli saham dan obligasi. Namun mayoritas masih melayani jasa transaksi saham. Masih sedikit yang melayani jasa transaksi obligasi. Pada perusahaan pasar modal yang bentuknya sekuritas, ada beberapa profesi bisa anda tekuni antara lain

Broker adalah orang yang tugasnya membantu anda melakukan eksekusi transaksi jual beli anda. Dengan semakin majunya teknologi, peranan broker ini mulai digantikan dengan online trading. Namun kebutuhan untuk broker tetap ada mengingat sebagian orang masih butuh “konsultasi”, dan broker adalah orang yang paling tepat untuk berkonsultasi karena kerjaannya memantau pasar dan informasi secara harian. Selain itu, dia juga bisa membantu anda melakukan eksekusi transaksi. Bagus tidaknya broker terletak pada rekomendasi yang diberikan, jika sering tepat, maka tidak jarang nasabah mempercayakan pengelolaan dana padanya.

Broker adalah pekerjaan yang berbasis komisi, semakin sering anda melakukan transaksi semakin besar penghasilan yang dia dapat. Beberapa kenalan saya yang “sukses” di bidang ini bisa mendapat komisi hingga 40 – 50 juta per bulan.  Tapi jangan membayangkan ketika anda menjadi broker, anda hanya duduk diam kemudian menangani uang miliaran, tidak jarang pekerjaan broker juga merangkap marketing dimana mereka harus mencari investor yang mau mempercayakan uangnya. Untuk menjadi broker, anda harus lulus ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Nilai tambahnya adalah memiliki gelar seperti CFA (Chartered Financial Analyst).

Riset Analis adalah orang yang tugasnya melakukan analisa terhadap saham, baik fundamental ataupun teknikal. Untuk perusahaan sekuritas, divisi riset analis ini adalah “nyawanya”. Sebab nilai jual dari sebuah sekuritas adalah “Rekomendasi” dan “Fasilitas”. Jika hasil rekomendasinya selalu menguntungkan dan fasilitas ketika bertransaksi sangat baik maka nasabah sangat nyaman di perusahaan tersebut. Hanya saja, seiring dengan kemajuan zaman, fungsi riset ini juga bisa di “outsource-kan”. Ada juga perusahaan sekuritas dengan tim riset seadanya, namun rajin merangkum riset dari berbagai sumber. Apalagi semua riset sekarang bentuknya softcopy, tinggal dibagi-bagikan saja.

Karier riset analis akan lebih berkembang jika bekerja pada sekuritas yang memberikan rekomendasi bagi pemegang modal besar, biasanya sekuritas asing. Terlepas dari benar tidaknya analisa tersebut karena hasil analisa saham di bursa itu selalu relatif, namun karena menggerakkan uang yang sangat besar, bisa jadi harga saham juga bergerak mengikuti rekomendasi mereka. Hasil riset di perusahaan ini biasanya lebih eksklusif dan tidak untuk semua orang. Peranan riset analis di perusahaan sekuritas besar biasanya juga merangkap account officer yang menangani klien besar.

Jadi jangan bayangkan kalau riset analis itu pekerjaan berkutat dengan buku teori keuangan dan investasi, laporan keuangan dan model excel yang rumit saja. Sesekali anda harus bertemu klien, bicara di koran, televisi, seminar atau acara market outlook yang diselenggarakan perusahaan. Sesuai dengan perusahaannya, pekerjaan analis memiliki income yang amat bervariasi, bisa dari jutaan hingga puluhan juta. Beberapa nilai tambah penting dari karier ini antara lain lulusan S-2 universitas top dalam dan luar negeri kalau bisa cum laude, kemampuan excel modeling, pengalaman pasar modal yang memadai, izin Manajer Investasi, hingga gelar CFA.

2. Investment Banking dan Underwriter

Sebetulnya investment banking / underwriter masih menjadi salah satu bagian dari bidang usaha perusahaan sekuritas, namun tidak semua perusahaan sekuritas fokus pada usaha tersebut. Bidang usaha yang sering disingkat IB ini mencakup jasa penasehat hingga membuat IPO (Initial Public Offering) saham dan obligasi, dan hal berkaitan dengan Aksi Korporasi perusahaan seperti Merger dan Akuisisi. Investment Banking sebetulnya tidak selalu bagian dari perusahaan sekuritas, tapi bisa juga bagian dari suatu perbankan. Tapi jika di bank, jasanya lebih luas mencakup pinjaman dan kredit.

Karier di bidang ini, menurut saya merupakan bidang yang paling membutuhkan kemampuan secara komplit karena kamu akan mulai dari bagaimana menganalisa suatu perusahaan dan menunjukkan bagaimana keuntungan dari suatu aksi korporasi seperti IPO, Merger dan Akuisisi kepada orang yang sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut, kemudian membujuk pemegang saham perusahaan untuk membagi kepemilikannya dengan orang lain (IPO berarti sebagian saham dijual dan orang lain akan ikut menjadi pemegang saham juga), dan  ikut dalam proses negosiasi dan segala proses administrasinya.

Pada prakteknya, proses negosiasi dilakukan oleh Direktur, baru proses administrasinya dibantu di belakang, akan tetapi ada juga kemungkinan hal ini juga dilakukan semuanya oleh seorang investment banker. Jadi selain pengetahuan dan pemahaman pasar modal, orang ini juga harus menjadi negosiator ulung.

Terus terang saya tidak tahu berapa besarnya gaji orang yang bekerja di bidang ini, akan tetapi untuk menjadi seorang underwriter anda harus lulus ujian Wakil Penjamin Emisi Efek. Salah satu film yang sangat menjelaskan seperti apa pekerjaan seorang investment banking adalah film ini. Dear Enemy (2011) – (Beli yang ORI agar terjemahannya bagus)

Film yang disutradarai dan dimainkan oleh Xu Jinglei (Aktris) ini adalah film terbaik tentang keuangan yang pernah saya lihat bahkan jika dibandingkan dengan Film keuangan Hollywood sekalipun. Film ini menceritakan kisah cinta komedi yang dilatarbelakangi tentang bagaimana seorang investment banker akan bertindak untuk mendapatkan deal merger suatu perusahaan. Alur ceritanya terasa begitu nyata sampai saya berpikir ini kisah nyata yang difilmkan. Bagaimana aksi spionase bisnis, negosiasi ke pemegang saham, taktik public relation digunakan dalam suatu deal bisnis.

Dalam film tersebut, ada dialog menarik yang mungkin bisa digunakan sebagai acuan berapa sebenarnya gaji seorang investment banker di Hong Kong (entah benar atau tidak) – saat ditanya bosnya apakah benar dia sudah tidak tidur selama 48 jam karena proyek merger, salah satu aktor berkata “Kerja baru beberapa tahun gaji jutaan dollar HKD (1 HKD = Rp 1350), kalau dinas selalu naik business class dan tinggal di hotel bintang lima, jadi orang seperti kami memang pantas tidak istirahat”. Film ini juga masih sering diputar di Celestial Movies jika anda berlangganan TV Kabel.

3. Perusahaan Manajer Investasi

Ketika masih mahasiswa, terus terang saya tidak bisa membedakan antara Broker dengan Fund Manager. Sebab setelah lihat Film Hollywood, bayangan saya akan pekerjaan pasar modal adalah teriak2 di tengah hall atau di kantor untuk jual beli saham. Baru setelah kerja saya tahu bedanya apa. Fund Manager atau Manajer Investasi adalah perusahaan yang fokusnya mengelola dana masyarakat. Jika broker mendapat keuntungan dari komisi transaksi, maka Manajer Investasi mendapatkan keuntungan dari management fee.

Besarannya berupa % dari dana yang dikelola antara 1% – 3% per tahun. Jadi fokus daripada perusahaan ini adalah membuat anda seuntung mungkin dan kalau bisa menempatkan dana selama mungkin. Beberapa pekerjaan utama terkait bidang ini antara lain:

Riset adalah orang yang melakukan riset saham sebagai masukan bagi Manajer Investasi. Perbedaan antara riset di Sekuritas dan Manajer Investasi adalah penggunanya. Riset di Sekuritas digunakan oleh Nasabah dalam jumlah besar sementara di Manajer Investasi hanya terbatas secara internal. Riset yang dihasilkan juga tidak untuk konsumsi publik karena merupakan rahasia strategi investasi masing-masing perusahaan. Ada juga perusahaan yang menggunakan riset dari eksternal (Sekuritas) sehingga anggota tim riset sedikit dan terdiri dari pengelola dana saja.

Penghasilan riset ini sangat beragam tergantung perusahaan dan kualifikasinya, namun untuk riset yang perusahaan ini, ada jalur karir dimana riset yang bekerja dengan baik dapat diangkat menjadi Manajer Investasi yang mengelola reksa dana. Semakin tinggi kualifikasi pendidikan dan profesional anda, maka semakin bagus.

Pengelola Dana (Manajer Investasi – Perorangan) adalah orang yang melakukan pembentukan portofolio investasi dengan melakukan jual beli saham dan obligasi. Secara dasar mirip dengan broker, bedanya broker bekerja berdasarkan perintah nasabah sementara Manajer Investasi melakukannya berdasarkan perintah dia sendiri. Biasanya pekerjaan ini merupakan impian bagi banyak orang karena anggapan bahwa pekerjaan ini tinggal duduk di belakang meja dan menggerakan uang miliar hingga triliun dengan layar komputer. Pekerjaannya juga sesuai jam bursa dan sehingga bisa libur di hari Sabtu.

Well memang tidak salah, tapi pada prakteknya banyak Manajer Investasi yang juga turun ke lapangan untuk jualan ke nasabah. Sebab untuk bisa punya dana miliar hingga triliunan tersebut tentu harus ada investor yang menitipkan dananya. Tantangannya adalah membesarkan dana kelolaan karena jika terlalu kecil pengelolaannya tidak optimal dan sulit untuk menarik investor lain untuk ikut bergabung. Jika kinerjanya jelek, dana bisa ditarik semua. Untuk itu peranan marketing sangat penting.

Untuk menjadi seorang pengelola, yang bersangkutan harus memiliki izin Wakil Manajer Investasi. Gelar CFA bisa menjadi nilai plus. Untuk besaran gaji terus terang saya tidak tahu, saya rasa sangat bervariasi di setiap perusahaan. Ada yang menggunakan sistem gaji dan bonus, ada juga yang menggunakan sistem persentase tertentu dari dana yang dikelola.

Marketing / Pemasar adalah orang yang memasarkan produk reksa dana. Sebab jika Manajer Investasi dan Riset terlalu sering ke lapangan, nanti pekerjaan mereka yang sebenarnya bisa terganggu. Untuk itu peranan marketing reksa dana sangat dibutuhkan. Setelah mendapat pengarahan tentang produk dan cara kerja investasi, mereka menyampaikan hal tersebut kepada calon nasabah untuk mendapatkan kepercayaan. Sama seperti industri lainnya, peranan marketing sangat dibutuhkan di industri ini.

Pendapatan seorang pemasar reksa dana amat bervariasi tergantung pengalaman, kemampuan menjual dan portofolio nasabah yang dimilikinya. Di tempat saya bekerja saat ini, gaji seorang marketing reksa dana bisa berkisar antara jutaan hingga puluhan juta ditambah dengan komisi penjualan reksa dana dan tunjangan lainnya. Ada juga perusahaan lain yang menetapkan seorang marketing bisa mendapatkan persentase tertentu dari dana kelolaannya per tahun. Untuk menjadi seorang pemasar, izin yang harus dibutuhkan adalah Wakil Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), nilai tambah bisa diperoleh dari kualifikasi seperti gelar Perencana Keuangan (CFP, RFP, CHFC), dan kemampuan melakukan public speaking.

Nah, bagaimana para pembaca, apakah sudah tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal ini? Jika ya, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah berikan yang terbaik saat kuliah. Memang nilai tidak segalanya, tapi bagi para pemberi kerja, suka tidak suka, lulusan dengan IPK yang bagus akan didahulukan untuk proses interview. Selanjutnya adalah tunjukkan passion anda yang kuat dengan menulis sendiri surat lamaran kerja anda mengapa perusahaan harus mempekerjakan kamu.

Untuk menambah kemungkinan mendapatkan panggilan, anda juga bisa mendapatkan izin2 yang terkait seperti WMI, WPPE (Underwriter) dan WPEE (Broker) serta WAPERD. Untuk mendapatkan izin tersebut anda bisa langung mengikuti ujian. Jika merasa kurang yakin dan mau belajar dulu, ada beberapa alternatif seperti Bina Insan, Infovesta, dan TICMI (The Indonesian Capital Market Insitute – anda bisa kursus dan ujian sekaligus).

Salah satu referensi artikel ini adalah blog strategimanajemen.net yang artikelnya berjudul 5 Profesi Mahal Yang Layak Ditekuni Sebagai Pilihan Karir. Penulis di blog tersebut juga merupakan salah satu sumber insprasi saya ketika mau mulai menulis blog pertama kali. Buat anda yang mencari blog manajemen yang bagus silakan ikuti terus blog ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Data dan Foto: Kontan, istockphoto, Wikipedia

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:
  1. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 21:35 | #1

    @Geocoychea
    Salam Pak Geo,

    Selamat atas keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan S-1nya.

    Setahu saya untuk posisi analis tidak ada ketentuan untuk memiliki izin seperti WPPE, WPEE atau WMI. Yang butuh izin tersebut adalah broker dealer dan manajer investasi. Praktek yang umumnya terjadi adalah ujian pengambilan izin dilakukan setelah bekerja. Dan tidak jarang juga, biaya ujian bisa ditanggung perusahaan apabila lulus.

    Mengenai sertifikasi lain di luar ketiga yang diwajibkan, silakan saja. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah dalam proses wawancara. Pada akhirnya diterima atau tidak, tergantung pada proses wawancara dan ada tidaknya lowongan di tempat anda melamar. Silakan dicoba, dan kalaupun belum berhasil di kesempatan pertama bisa mencoba terus. Semoga upaya anda bisa berhasil dan semoga target anda bisa tercapai.

    Semoga bermanfaat

  2. Evan
    December 27th, 2016 at 17:26 | #2

    Selamat Sore Pak Rudi,

    Saya mau bertanya mengenai sertifikasi, Menurut Bapak mana sertifikasi yang lebih valuable & ilmunya lebih dalam antara “Lulus CFA Level 1″ Atau “Lulus WMI”?

    Saya pernah mendengar langsung dari HRDnya bahwa jika ingin menjadi seorang analis pasar modal yang dicari adalah lulusan MBA luar negeri, apakah jika saya hanya lulus CFA level 1 / WMI sudah bisa menjadi analis pasar modal?

    Mohon pencerahannya Pak Rudi,
    Thanks,
    Salam.

  3. Rudiyanto
    January 2nd, 2017 at 23:29 | #3

    @Evan
    Selamat Malam Pak Evan,

    Mengenai pendapat dari HRD, menurut saya itu bisa berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Tapi prinsipnya memang semakin tinggi kualifikasi yang dimiliki, peluang untuk diterima juga semakin besar karena jumlah orang yang mau melamar lebih banyak dibandingkan lowongan yang tersedia.

    Mengenai pentingnya sertifikasi bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  4. Wandy
    February 5th, 2017 at 19:35 | #4

    Selamat malam pak. Saya ingin bertanya, berapa besaran komisi atau perhitungan pembagian hasil yang dibayarkan kepada perusahaan asset management. Misalnya kita berinvestasi di saham dengan modal awal 100 juta. Lalu kita tidak peduli mereka mau beli saham aja itu terserah mereka, lalu kinerjanya diukur setiap kuartal atau setiap tahun. Nah, yang seperti itu bagaimana perhitungan pembagian hasilnya ya, pak? Terima kasih

  5. Ahmad
    March 25th, 2017 at 20:21 | #5

    Salam sejahtera.
    Saat ini saya dalam persiapan berkarir sebagai staff OE (Officer Education) di salah satu sekuritas di Malang.
    Apabila saya ingin meningkatkan karir saya sebagai Analyst, apakah posisi saya sebagai OE sejalan dengan tujuan saya sebagai analyst efek?.
    Saat ini saya hanya memegang sertifikasi WPPE-P

  6. Rudiyanto
    March 29th, 2017 at 00:18 | #6

    @Ahmad
    Salam Pak Ahmad,

    Pertanyaan seperti ini lebih cocok ditanyakan dengan pimpinan di perusahaan tempat anda bekerja karena setiap perusahaan tentu memiliki jenjang karir dan pertimbangan tersendiri.

    Pada dasarnya sepanjang mau bekerja keras, beramal, berdoa dan berbakti kepada orang tua, rasanya semua tujuan masa depan itu bisa diwujudkan.

    Semoga bermanfaat

  7. Adella
    April 11th, 2017 at 08:34 | #7

    Pagi pak Rudi,

    Saya ingin bertanya berkaitan dengan Private Equity Business di Indonesia.
    1. apa saja yang dapat dikategorikan sebagai Private Equity business di Indonesia?

    2. Apakah Asset Managemen/Perusahaan Sekuritas juga dapat diartikan sebagai PE?

    3. Kalau yang saya baca jenis2 PE di Indonesia ada PMV dan RDPT. Lalu perusahaan yang hanya membiayai seperti PT Saratoga masuk ke kategori PE apa ya pak? Apakah selain itu ada jenis2 lain?

    4. Apakah harus mendirikan PT di Indonesia?

    Mohon pencerahaannya pak. Terima kasih :)

  8. Andri
    April 22nd, 2017 at 03:56 | #8

    Selamat Pagi Pak Rudi,

    Ada yang saya ingin tanyakan, Apakah orang yang background pekerjaannya di dunia perbankan (awalnya di fund Accounting custody lalu pindah ke Payment Bank) dapat mengikuti ujian sertifikasi WMI, WAPERD?

    Terima Kasih

  9. Rudiyanto
    April 25th, 2017 at 00:39 | #9

    @Adella
    Salam Ibu Adella,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Terus terang tidak ada definisi yang jelas mengenai private equity karena tidak ada kategorinya di OJK. Sepengetahuan saya, tidak ada izin dari OJK yang memberikan kewenangan dengan nama Private Equity.

    Mungkin beberapa orang kaya ngumpul, bikin perusahaan, trus kerjanya jual beli perusahaan, makanya disebut private equity.

    2. Kalau PE dalam istilah pasar modal itu Perusahaan Efek. Manajer Investasi dan Perusahaan Sekuritas umumnya memperjual belikan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau yang sudah tbk, untuk perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek, peranan dari Sekuritas adalah membantu dia menjadi Tbk dengan menerbitkan saham atau membantunya menerbitkan obligasi.

    Sementara untuk manajer investasi, belakangan ada beberapa jenis reksa dana yang memperbolehkan untuk investasi di perusahaan non tbk seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas, ETF, dan Reksa Dana Multi Aset.

    Kalau mengacu pada boleh berinvestasi di perusahaan non tbk, maka manajer investasi bisa mendekati istilah private equity.

    3. Boleh tahu PMV itu singkatannya apa? Kalau RDPT boleh berinvestasi pada perusahaan non tbk. Private Equity sekali lagi tidak ada definisinya dalam peraturan, jadi saya tidak tahu kategorinya apa

    4. Kalau model Saratoga itu mungkin mirip Astra Internasional yang menjadi induk dari beberapa anak perusahaannya. Ada anak perusahaan yang memang dia dirikan, ada juga yang beli atau joint venture dengan yang lain. Tergantung kelasnya, kalau anda sudah mau beli perusahaan senilai ratusan milliar, maka lebih baik berbentuk PT agar legalitasnya jelas.

    Semoga bermanfaat

  10. Rudiyanto
    April 25th, 2017 at 01:00 | #10

    @Andri
    Salam Pak Andri,

    Syarat utk mendapatkan izin WMI adalah minimal D3. Kalau WAPERD saya kurang tahu, tapi sepertinya sama. Tidak ada syarat harus dari jurusan apa ataupun pengalaman kerjanya apa.

    Kalau perihal diterima kerja di dunia manajer investasi, rasanya itu lebih tergantung bagaimana hasil wawancara kamu dengan pemberi kerjanya. Latar belakang pendidikan mungkin salah satu point pertimbangan, tapi rasanya bukan segalanya.

    Semoga bermanfaat

  11. Fedi Ameraldo
    May 10th, 2017 at 15:51 | #11

    Salam Pak Rudi.

    Saya ingin bertanya, apakah ada analis yang memiliki sertifikasi kompetensi khusus pasar modal syariah?

    Jika memang ada boleh saya mendapatkan beberapa nama analis sebagai rekomendasi untuk saya terkait dengan penelitian thesis saya. Terima kasih banyak Pak Rudi atas atensi. Semoga jaya selalu.

  12. Rudiyanto
    May 12th, 2017 at 01:16 | #12

    @Fedi Ameraldo
    Salam pak Fedi,

    Kalau ditanya apakah ada yang punya atau tidak terus terang saya tidak tahu karena jumlah analis bisa sangat banyak dan tersebar di Manajer Investasi, Sekuritas, Asuransi, Dana Pensiun, Yayasan dan berbagai perusahaan besar lainnya.

    Saran saya kalau kamu mau tahu, bisa coba cek di LinkedIn. Biasanya analis yang rajin mereka akan posting semua sertifikasi dan latar belakang pendidikannya.

    Semoga bermanfaat

  13. Andy
    May 15th, 2017 at 10:20 | #13

    Halo Pak Rudy,

    saya saat ini lulusan baru dari fakultas yang tidak berhubungan dengan pasar modal, tetapi saya ingin meniti karir di pasar modal seperti menjadi analis atau fund manager. Menurut Bapak, langkah apa yang seharusnya saya ambil? Saya berencana mengmbil sertifikasi seperti RSA (Registered Securities Analyst). Apakah pilihan ini cukup bijak?
    Terima kasih Pak.

  14. Rudiyanto
    May 22nd, 2017 at 02:00 | #14

    @Andy
    Halo Pak Andy,

    Silakan dicoba. Semua sertifikasi menjadi nilai tambah pada saat wawancara, namun pada akhirnya tergantung bagaimana proses lamaran kerja anda dengan perusahaan sekuritas / manajer investasi.

    Sebagai informasi, saat ini profesi analis juga dibutuhkan di investor institusi seperti dana pensiun, asuransi dan yayasan. Jadi tidak hanya sekuritas dan manajer investasi saja.

    Semoga cita-cita anda bisa terwujud.

  15. June 12th, 2017 at 11:26 | #15

    Menarik sekali pembahasanya!

  16. June 12th, 2017 at 18:21 | #16

    Selamat sore Pak Rudy,

    Saya adalah seorang anak SMA kelas dua yang pernah bekerja sebagai agen di sebuah perusahaan Kontrak Uang Pertanggungan, dan dari perusahaan tersebut, disebutkan bahwa ada salah satu petinggi di PT. Panin yang merupakan salah satu anggota OJK. Apakah Bapak orangnya ?

    Saat ini saya sedang mempertimbangkan untuk mengambil studi di Jurusan Analisis Efek. Apakah menurut Bapak jurusan tersebut dapat membantu saya untuk bekerja di Bursa Efek ?

    Bapak sungguh murah hati, dapat memberikan informasi sebanyak ini untuk dilihat secara umum.
    Maaf bila ada kesalahan dari katakata saya, mohon bantuannya ya Pak Rudy.
    Saya harap pertanyaan saya tidak mengganggu Bapak.
    Terimakasih, semoga Pak Rudy sehat dan sukses selalu.

  17. Rudiyanto
    June 24th, 2017 at 11:53 | #17

    @Amy Law
    Salam Ibu Amy,

    Sesuai dengan peraturan, sebagai pemegang izin Wakil Manajer Investasi dan juga sebagai Direktur di perusahaan Manajer Investasi, adalah dilarang untuk bekerja penuh pada 2 perusahaan yang berbeda. Kalau memiliki usaha sampingan masih tidak apa2, tapi menjadi pegawai yang mengurusi operasional tidak diperbolehkan.

    Oleh karena itu, adalah informasi yang salah jika mengatakan saya bekerja sebagai salah satu anggota OJK.

    Meski demikian, dalam melaksanakan programnya, OJK banyak membentuk POKJA (Kelompok Kerja) yang berkaitan seperti Pokja literasi keuangan, Pokja S-Invest dan sebagainya. Umumnya Pokja tersebut terdiri dari karyawan OJK, pelaku industri keuangan dan ahli dari pihak luar (jika ada).

    Kalau dikatakan apakah saya pernah tergabung dalam Pokja yang dibentuk, benar. Tapi bukan hanya saya saja, tapi demikian juga dengan banyak sekali rekan2 dari industri keuangan manajemen investasi juga menjadi anggota Pokja tersebut.

    Sepengetahuan saya, jurusan asal orang yang bekerja di bursa efek sangat beragam. Mulai dari marcom sampai teknologi pangan. Tergantung posisi yang ingin kamu lamar apa. Kalau melamarnya di bagian accounting, ya paling cocok ambil jurusan accounting. Artikel lanjutan tentang ini pernah saya bahas di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat dan semoga impiannya bisa tercapai.

  18. Kevin Wijaya
    August 15th, 2017 at 19:45 | #18

    Terima kasih atas sharingnya Pak Rudiyanto. Sangat bermanfaat sekali informasinya.

    Saya adalah lulusan s1 teknik sipil namun tertarik ke dalam dunia pasar modal. Ingin bertanya, apakah lulusan teknik seperti saya dapat mendapatkan sertifikasi seperti WPEE, WPPE, dan WMI?
    Apakah bapak ada rekomendasi buku pembelajaran untuk dibaca sebelum mengikuti ujian sertifikasinya?
    Terima kasih sebelumnya pak.

  19. Kevin
    August 15th, 2017 at 19:55 | #19

    Terima kasih atas sharingnya Pak Rudiyanto. Informasinya sangat bermanfaat.

    Saya lulusan s1 teknik sipil namun tertarik pada dunia pasar modal.
    Ingin bertanya pak
    1) Apakah lulusan teknik seperti saya dapat mendapatkan sertifikasi seperti WPEE, WPPE, dan WMI?
    2) Apakah ada buku yang bapak rekomendasikan untuk dibaca dan dipelajari sebelum mengikuti ujian sertifikasi tersebut?

  20. Rudiyanto
    August 16th, 2017 at 15:46 | #20

    @Kevin
    Selamat siang pak Kevin,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Setahu saya tidak ada persyaratan jurusan untuk mengambil sertifikasi di pasar modal. Cuman memang minimal D3 atau S1 kalau saya tidak salah ingat.

    2. Untuk materi ujian, bisa coba ditanya ke lembaga penyelenggara ujiannya. Kalau kemarin waktu saya ambil ujian WMI, materinya kurang lebih sama dengan materi perkuliahan manajemen keuangan. Ada materi manajemen investasi, manajemen keuangan, akuntansi dasar, statistik, ekonomi makro dan mikro ditambah dengan peraturan pasar modal. Itu sudah hampir 10 tahun yang lalu.

    Sebagai informasi, sepertinya untuk saat ini, lembaga penyelenggara ujian sertifikasi sedang ada perubahan pengurus sehingga ujiannya ditangguhkan. Untuk lebih lengkapnya silakan menghubungi mereka langsung pak.

    Semoga bermanfaat

Comment pages
1 6 7 8 9 3500

 


%d bloggers like this: