Home > Lain-lain, Rekomendasi Film > Mengenal Profesi Pasar Modal

Mengenal Profesi Pasar Modal

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa perusahaan yang ada di pasar modal, sebetulnya sama dengan perusahaan yang ada pada umumnya.Fungsi pada perusahaan antara lain Pemasaran, Produksi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Investasi. Prinsipnya adalah adalah untuk bisa bekerja di perusahaan yang berbasis pasar modal anda membutuhkan pengetahuan tentang pasar modal. Sama dengan jika anda bekerja di bidang teknologi maka anda sedikit banyak harus mengerti tentang IT meskipun cuma bekerja di divisi keuangannya.

Selanjutnya adalah mengetahui bahwa perusahaan di pasar modal juga terdiri dari beberapa jenis bidang usaha yang fokusnya yang berlainan. Bidang usaha tersebut antara lain:

1. Perusahaan Sekuritas

Sekuritas adalah tempat dimana anda bisa bertransaksi jual beli saham dan obligasi. Namun mayoritas masih melayani jasa transaksi saham. Masih sedikit yang melayani jasa transaksi obligasi. Pada perusahaan pasar modal yang bentuknya sekuritas, ada beberapa profesi bisa anda tekuni antara lain

Broker adalah orang yang tugasnya membantu anda melakukan eksekusi transaksi jual beli anda. Dengan semakin majunya teknologi, peranan broker ini mulai digantikan dengan online trading. Namun kebutuhan untuk broker tetap ada mengingat sebagian orang masih butuh “konsultasi”, dan broker adalah orang yang paling tepat untuk berkonsultasi karena kerjaannya memantau pasar dan informasi secara harian. Selain itu, dia juga bisa membantu anda melakukan eksekusi transaksi. Bagus tidaknya broker terletak pada rekomendasi yang diberikan, jika sering tepat, maka tidak jarang nasabah mempercayakan pengelolaan dana padanya.

Broker adalah pekerjaan yang berbasis komisi, semakin sering anda melakukan transaksi semakin besar penghasilan yang dia dapat. Beberapa kenalan saya yang “sukses” di bidang ini bisa mendapat komisi hingga 40 – 50 juta per bulan.  Tapi jangan membayangkan ketika anda menjadi broker, anda hanya duduk diam kemudian menangani uang miliaran, tidak jarang pekerjaan broker juga merangkap marketing dimana mereka harus mencari investor yang mau mempercayakan uangnya. Untuk menjadi broker, anda harus lulus ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Nilai tambahnya adalah memiliki gelar seperti CFA (Chartered Financial Analyst).

Riset Analis adalah orang yang tugasnya melakukan analisa terhadap saham, baik fundamental ataupun teknikal. Untuk perusahaan sekuritas, divisi riset analis ini adalah “nyawanya”. Sebab nilai jual dari sebuah sekuritas adalah “Rekomendasi” dan “Fasilitas”. Jika hasil rekomendasinya selalu menguntungkan dan fasilitas ketika bertransaksi sangat baik maka nasabah sangat nyaman di perusahaan tersebut. Hanya saja, seiring dengan kemajuan zaman, fungsi riset ini juga bisa di “outsource-kan”. Ada juga perusahaan sekuritas dengan tim riset seadanya, namun rajin merangkum riset dari berbagai sumber. Apalagi semua riset sekarang bentuknya softcopy, tinggal dibagi-bagikan saja.

Karier riset analis akan lebih berkembang jika bekerja pada sekuritas yang memberikan rekomendasi bagi pemegang modal besar, biasanya sekuritas asing. Terlepas dari benar tidaknya analisa tersebut karena hasil analisa saham di bursa itu selalu relatif, namun karena menggerakkan uang yang sangat besar, bisa jadi harga saham juga bergerak mengikuti rekomendasi mereka. Hasil riset di perusahaan ini biasanya lebih eksklusif dan tidak untuk semua orang. Peranan riset analis di perusahaan sekuritas besar biasanya juga merangkap account officer yang menangani klien besar.

Jadi jangan bayangkan kalau riset analis itu pekerjaan berkutat dengan buku teori keuangan dan investasi, laporan keuangan dan model excel yang rumit saja. Sesekali anda harus bertemu klien, bicara di koran, televisi, seminar atau acara market outlook yang diselenggarakan perusahaan. Sesuai dengan perusahaannya, pekerjaan analis memiliki income yang amat bervariasi, bisa dari jutaan hingga puluhan juta. Beberapa nilai tambah penting dari karier ini antara lain lulusan S-2 universitas top dalam dan luar negeri kalau bisa cum laude, kemampuan excel modeling, pengalaman pasar modal yang memadai, izin Manajer Investasi, hingga gelar CFA.

2. Investment Banking dan Underwriter

Sebetulnya investment banking / underwriter masih menjadi salah satu bagian dari bidang usaha perusahaan sekuritas, namun tidak semua perusahaan sekuritas fokus pada usaha tersebut. Bidang usaha yang sering disingkat IB ini mencakup jasa penasehat hingga membuat IPO (Initial Public Offering) saham dan obligasi, dan hal berkaitan dengan Aksi Korporasi perusahaan seperti Merger dan Akuisisi. Investment Banking sebetulnya tidak selalu bagian dari perusahaan sekuritas, tapi bisa juga bagian dari suatu perbankan. Tapi jika di bank, jasanya lebih luas mencakup pinjaman dan kredit.

Karier di bidang ini, menurut saya merupakan bidang yang paling membutuhkan kemampuan secara komplit karena kamu akan mulai dari bagaimana menganalisa suatu perusahaan dan menunjukkan bagaimana keuntungan dari suatu aksi korporasi seperti IPO, Merger dan Akuisisi kepada orang yang sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut, kemudian membujuk pemegang saham perusahaan untuk membagi kepemilikannya dengan orang lain (IPO berarti sebagian saham dijual dan orang lain akan ikut menjadi pemegang saham juga), dan  ikut dalam proses negosiasi dan segala proses administrasinya.

Pada prakteknya, proses negosiasi dilakukan oleh Direktur, baru proses administrasinya dibantu di belakang, akan tetapi ada juga kemungkinan hal ini juga dilakukan semuanya oleh seorang investment banker. Jadi selain pengetahuan dan pemahaman pasar modal, orang ini juga harus menjadi negosiator ulung.

Terus terang saya tidak tahu berapa besarnya gaji orang yang bekerja di bidang ini, akan tetapi untuk menjadi seorang underwriter anda harus lulus ujian Wakil Penjamin Emisi Efek. Salah satu film yang sangat menjelaskan seperti apa pekerjaan seorang investment banking adalah film ini. Dear Enemy (2011) – (Beli yang ORI agar terjemahannya bagus)

Film yang disutradarai dan dimainkan oleh Xu Jinglei (Aktris) ini adalah film terbaik tentang keuangan yang pernah saya lihat bahkan jika dibandingkan dengan Film keuangan Hollywood sekalipun. Film ini menceritakan kisah cinta komedi yang dilatarbelakangi tentang bagaimana seorang investment banker akan bertindak untuk mendapatkan deal merger suatu perusahaan. Alur ceritanya terasa begitu nyata sampai saya berpikir ini kisah nyata yang difilmkan. Bagaimana aksi spionase bisnis, negosiasi ke pemegang saham, taktik public relation digunakan dalam suatu deal bisnis.

Dalam film tersebut, ada dialog menarik yang mungkin bisa digunakan sebagai acuan berapa sebenarnya gaji seorang investment banker di Hong Kong (entah benar atau tidak) – saat ditanya bosnya apakah benar dia sudah tidak tidur selama 48 jam karena proyek merger, salah satu aktor berkata “Kerja baru beberapa tahun gaji jutaan dollar HKD (1 HKD = Rp 1350), kalau dinas selalu naik business class dan tinggal di hotel bintang lima, jadi orang seperti kami memang pantas tidak istirahat”. Film ini juga masih sering diputar di Celestial Movies jika anda berlangganan TV Kabel.

3. Perusahaan Manajer Investasi

Ketika masih mahasiswa, terus terang saya tidak bisa membedakan antara Broker dengan Fund Manager. Sebab setelah lihat Film Hollywood, bayangan saya akan pekerjaan pasar modal adalah teriak2 di tengah hall atau di kantor untuk jual beli saham. Baru setelah kerja saya tahu bedanya apa. Fund Manager atau Manajer Investasi adalah perusahaan yang fokusnya mengelola dana masyarakat. Jika broker mendapat keuntungan dari komisi transaksi, maka Manajer Investasi mendapatkan keuntungan dari management fee.

Besarannya berupa % dari dana yang dikelola antara 1% – 3% per tahun. Jadi fokus daripada perusahaan ini adalah membuat anda seuntung mungkin dan kalau bisa menempatkan dana selama mungkin. Beberapa pekerjaan utama terkait bidang ini antara lain:

Riset adalah orang yang melakukan riset saham sebagai masukan bagi Manajer Investasi. Perbedaan antara riset di Sekuritas dan Manajer Investasi adalah penggunanya. Riset di Sekuritas digunakan oleh Nasabah dalam jumlah besar sementara di Manajer Investasi hanya terbatas secara internal. Riset yang dihasilkan juga tidak untuk konsumsi publik karena merupakan rahasia strategi investasi masing-masing perusahaan. Ada juga perusahaan yang menggunakan riset dari eksternal (Sekuritas) sehingga anggota tim riset sedikit dan terdiri dari pengelola dana saja.

Penghasilan riset ini sangat beragam tergantung perusahaan dan kualifikasinya, namun untuk riset yang perusahaan ini, ada jalur karir dimana riset yang bekerja dengan baik dapat diangkat menjadi Manajer Investasi yang mengelola reksa dana. Semakin tinggi kualifikasi pendidikan dan profesional anda, maka semakin bagus.

Pengelola Dana (Manajer Investasi – Perorangan) adalah orang yang melakukan pembentukan portofolio investasi dengan melakukan jual beli saham dan obligasi. Secara dasar mirip dengan broker, bedanya broker bekerja berdasarkan perintah nasabah sementara Manajer Investasi melakukannya berdasarkan perintah dia sendiri. Biasanya pekerjaan ini merupakan impian bagi banyak orang karena anggapan bahwa pekerjaan ini tinggal duduk di belakang meja dan menggerakan uang miliar hingga triliun dengan layar komputer. Pekerjaannya juga sesuai jam bursa dan sehingga bisa libur di hari Sabtu.

Well memang tidak salah, tapi pada prakteknya banyak Manajer Investasi yang juga turun ke lapangan untuk jualan ke nasabah. Sebab untuk bisa punya dana miliar hingga triliunan tersebut tentu harus ada investor yang menitipkan dananya. Tantangannya adalah membesarkan dana kelolaan karena jika terlalu kecil pengelolaannya tidak optimal dan sulit untuk menarik investor lain untuk ikut bergabung. Jika kinerjanya jelek, dana bisa ditarik semua. Untuk itu peranan marketing sangat penting.

Untuk menjadi seorang pengelola, yang bersangkutan harus memiliki izin Wakil Manajer Investasi. Gelar CFA bisa menjadi nilai plus. Untuk besaran gaji terus terang saya tidak tahu, saya rasa sangat bervariasi di setiap perusahaan. Ada yang menggunakan sistem gaji dan bonus, ada juga yang menggunakan sistem persentase tertentu dari dana yang dikelola.

Marketing / Pemasar adalah orang yang memasarkan produk reksa dana. Sebab jika Manajer Investasi dan Riset terlalu sering ke lapangan, nanti pekerjaan mereka yang sebenarnya bisa terganggu. Untuk itu peranan marketing reksa dana sangat dibutuhkan. Setelah mendapat pengarahan tentang produk dan cara kerja investasi, mereka menyampaikan hal tersebut kepada calon nasabah untuk mendapatkan kepercayaan. Sama seperti industri lainnya, peranan marketing sangat dibutuhkan di industri ini.

Pendapatan seorang pemasar reksa dana amat bervariasi tergantung pengalaman, kemampuan menjual dan portofolio nasabah yang dimilikinya. Di tempat saya bekerja saat ini, gaji seorang marketing reksa dana bisa berkisar antara jutaan hingga puluhan juta ditambah dengan komisi penjualan reksa dana dan tunjangan lainnya. Ada juga perusahaan lain yang menetapkan seorang marketing bisa mendapatkan persentase tertentu dari dana kelolaannya per tahun. Untuk menjadi seorang pemasar, izin yang harus dibutuhkan adalah Wakil Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), nilai tambah bisa diperoleh dari kualifikasi seperti gelar Perencana Keuangan (CFP, RFP, CHFC), dan kemampuan melakukan public speaking.

Nah, bagaimana para pembaca, apakah sudah tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal ini? Jika ya, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah berikan yang terbaik saat kuliah. Memang nilai tidak segalanya, tapi bagi para pemberi kerja, suka tidak suka, lulusan dengan IPK yang bagus akan didahulukan untuk proses interview. Selanjutnya adalah tunjukkan passion anda yang kuat dengan menulis sendiri surat lamaran kerja anda mengapa perusahaan harus mempekerjakan kamu.

Untuk menambah kemungkinan mendapatkan panggilan, anda juga bisa mendapatkan izin2 yang terkait seperti WMI, WPPE (Underwriter) dan WPEE (Broker) serta WAPERD. Untuk mendapatkan izin tersebut anda bisa langung mengikuti ujian. Jika merasa kurang yakin dan mau belajar dulu, ada beberapa alternatif seperti Bina Insan, Infovesta, dan TICMI (The Indonesian Capital Market Insitute – anda bisa kursus dan ujian sekaligus).

Salah satu referensi artikel ini adalah blog strategimanajemen.net yang artikelnya berjudul 5 Profesi Mahal Yang Layak Ditekuni Sebagai Pilihan Karir. Penulis di blog tersebut juga merupakan salah satu sumber insprasi saya ketika mau mulai menulis blog pertama kali. Buat anda yang mencari blog manajemen yang bagus silakan ikuti terus blog ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Data dan Foto: Kontan, istockphoto, Wikipedia

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:
  1. Rudiyanto
    May 21st, 2014 at 00:21 | #1

    @Rosalina
    Salam Rosalina,

    Kalau sepengetahuan saya, ada 2 macam broker yang punya sertifikasi WPPE.

    Yang pertama adalah Broker – Dealer. Kurang lebih adalah broker yang menjalankan perintah transaksi yang di order oleh investor via telepon. Biasanya investor yang memesan via telepon adalah investor institusi yang besar. Sehingga biasanya mereka membutuhkan dealer yang “klik” dengan mereka. Memahami behavior serta memiliki pengetahuan yang sangat bagus. Biasanya broker dealer yang ini adalah broker senior atau broker yang sangat berpengalaman.

    Tipe kedua adalah Broker – Marketing. Perannya selain menjalankan transaksi investor atau terkadang membiarkan investor transaksi sendiri melalui account online trading, tugas utamanya adalah mencari calon investor yang mau berinvestasi di saham. Jadi broker yang ini lebih banyak unsur jualannya. Dalam kesehariannya, bisa saja mereka pergi dengan team riset jika menemui nasabah besar, atau pergi sendiri tapi dibekali pengetahuan oleh riset.

    Untuk tipe pertama, menurut saya kurang lebih pekerjaannya sudah semi administrasi karena sifatnya hanya menjalankan perintah saja. Meski demikian, dengan semakin banyaknya online trading, jumlah orang yang ada di posisi ini semakin sedikit. Kalaupun masih ada, biasanya digunakan untuk menjaga nasabah besar perusahaan.

    Untuk tipe kedua adalah lowongan yang sangat2 dicari oleh perusahaan sekuritas. Sebab posisi marketing bukan posisi favorit ketika orang melamar kerja sehingga peminatnya sedikit. Kebanyakan perusahaan sekuritas juga “malas” membangun team marketingnya. Akibatnya sebagian perusahaan sekuritas mengambil jalan pintas dengan membajak marketing yang kinerjanya sudah bagus di perusahaan lain.

    Kesimpulannya, kalau anda mau menjadi broker tipe kedua, motivasinya kuat, mau jualan door to door dan kerjanya bagus, maka mencari pekerjaan tidak terlalu sulit. Sebagai karyawan, tentunya anda akan sangat dihargai oleh perusahaan dan kalaupun tidak, ada perusahaan lain yang bersedia menampung.

    Kalau dari pengalaman saya selama ini, dunia pasar modal itu sangat sempit. Orang-orang yang tadinya bekerja di perusahaan A, mau itu jabatan eksekutif ataupun jabatan yang biasa, dalam waktu beberapa tahun bisa berpindah-pindah ke beberapa perusahaan.

    Sertifikasi lain yang bisa mendukung kegiatan “jualan” anda seperti CFA, MM, CFP, dll bisa menyusul nanti. Yang penting bisa meraih kepercayaan investor untuk berinvestasi di saham melalui anda dulu. Ini yang paling penting.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  2. Rosalina
    May 22nd, 2014 at 10:23 | #2

    Salam Pak Rudiyanto,

    Terima ksh banyak atas penjelasannya Pak. Sangat bermanfaat unk saya. Saya akan mencoba unk melamar di tipe ke 2 pak berhubung saya belum punya pengalaman mjd broker sama sekali sebelumnya. Semoga blog Bpk makin sukses..

    Terima ksh.

  3. Rosalina
    May 22nd, 2014 at 14:16 | #3

    O iya Pak, mau tanya satu hal lagi. Apakah broker saham itu sama dgn Equity Sales? Krn sy lihat di info low pekerjaan sepertinya banyak yg menuliskan Equity Sales (Pialang Saham). Mohon pencerahannya lagi Pak ya.

    Terima ksh sebelumnya.

  4. dede alfiah
    May 22nd, 2014 at 18:56 | #4

    pak saya mau tanya mengapa pasar sekuritas tidak memberikan modal bagi Penerbit sekuritas Yang diperdagangkan dipasar tersebut?

  5. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 20:26 | #5

    @Rosalina
    Betul Rosalina, yang dimaksud dengan equity sales itu kurang lebih broker tipe 2 yang saya maksud. Semoga sukses dengan rencananya.

  6. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 20:29 | #6

    @dede alfiah
    Salam Dede,

    Jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas adalah jasa transaksi (trading), jasa pinjaman uang untuk melakukan transaksi jual beli (margin trading), dan jasa penjamin emisi (membantu perusahaan menerbitkan saham).

    Yang bisa memberikan pinjaman (modal) ke perusahaan adalah bank.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  7. henry
    May 22nd, 2014 at 21:48 | #7

    maaf agak sedikit oot pak, saya mau tanya apa perbedaan antara private equity & hedge fund, dan apakah jika ada pribadi yang mengelola dananya sendiri di pasar modal bisa dikatakan memiliki PE/HF sendiri & ke depannya bisa menjelma menjadi sebuah perusahaan?

    satu lagi pak, bagaimana cara perhitungan agar portofolio kita bisa diandaikan seperti reksadana yang dimulai dari nilai 1000? saya suka bingung menghitung jika ada dana yang topup/redeem. beli/jual?

    Trimakasih

  8. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 23:54 | #8

    @henry
    Salam Henry,

    Sebenarnya Private Equity Fund dan Hedge Fund itu tidak ada dalam jenis instrumen investasi yang di cover dalam peraturan pasar modal di Indonesia. Jadi istilah itu adalah yang sering disebutkan oleh para investor ataupun kita baca di media asing.

    Tapi kalau anda cek ke Wikipedia, istilah Private Equity Fund itu dekat dengan KPD. Dimana itu adalah kumpulan dana dari investor yang jumlahnya terbatas. Di Indonesia, peraturan KPD telah berubah menjadi 1 kontrak 1 investor.

    Private Equity Fund menurut pemahaman saya adalah suatu dana yang dikumpulkan oleh sejumlah kecil investor. Nilainya variasi bisa besar sekali. Dan karena jumlah investor sedikit, tidak perlu ada ketentuan seperti reksa dana. Kalau mau resmi, bisa berbentuk perusahaan dengan pembagian komposisi saham yang jelas.

    Dana private equity fund dalam skala yang kecil bisa dilihat pada angel investor yang memberikan modal untuk para start up. Dalam skala yang besar, perusahaan holding seperti Saratoga Capital adalah contoh. Dimana levelnya sudah bukan memberikan modal untuk para start up lagi, tapi sudah jual beli bisnis yang nilainya ratusan milliar hingga triliunan.

    Jadi penjelmaan dari Private Equity Fund itu adalah bisa berupa perusahaan holding yang memiliki saham dimana-mana. Astra Internasional juga merupakan contoh, dimana perusahaan tersebut adalah holding untuk banyak anak perusahaan.

    Kalau tentang Hedge Fund, menurut saya berbeda. Hedge berasal dari kata hedging atau lindung nilai. Dan berbicara lindung nilai, berarti manajer investasi bisa menggunakan kontrak mata uang asing atau kontrak saham untuk melindungi nilai investasinya. Namun pada prakteknya, hedge fund juga seperti private equity fund namun keunikannya adalah penggunaan utang (leverage) yang sangat tinggi.

    Jadi sejumlah kecil orang kaya mengumpulkan uang, kemudian ditambah modal pinjaman entah itu dari bank atau dari margin perusahaan melakukan investasi secara agresif. Jadi investasi hedge itu sangat spekulatif dan jangkanya pendek karena menggunakan hutang. Apakah bisa jadi perusahaan atau tidak, saya kurang tahu. Tapi Soros Fund Management mungkin bisa menjadi salah satu contohnya.

    Untuk perhitungan NAB/Up, mungkin artikel ini bisa menjadi salah satu referensi http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  9. dede alfiah
    May 23rd, 2014 at 19:08 | #9

    Terimakasih pak,sangat bermanfaat sekali Bagi saya sukses selalu pak

  10. imam
    May 25th, 2014 at 13:05 | #10

    selamat siang pak…. kalo lulusan sma bisa ga ya ikut ujian WPPE?
    saya sangat tertarik sekali untuk menjadi broker…
    tapi saya terkendala title…?

    terima kasih

  11. Rudiyanto
    May 25th, 2014 at 19:57 | #11

    @imam
    Selamat Malam Imam,

    Kalau anda sangat tertarik, apakah kamu sudah menanyakan langsung ke tempat ujian bahwa seperti apa syarat pendaftarannya? Apakah memang disebutkan bahwa WPPE harus S-1?

    Di Panin Sekuritas, kalau saya tidak salah, ada Office Boy yang berhasil mendapat sertifikasi WPPE. Menurut saya, jika kamu memang benar2 menginginkan maka yang menjadi penghalang keberhasilan mencapai cita-cita tersebut adalah kamu sendiri. Bukan title dan lainnya..

    Semoga bermanfaat.

  12. henry
    May 26th, 2014 at 19:58 | #12

    @Rudiyanto Terimakasih Pak Rudi atas penjelasannya, sukses selalu untuk blognya

  13. Meily
    June 10th, 2014 at 15:45 | #13

    Salam Pak Rudiyanto, artikel bapak memberikan pencerahan buat saya karena saya lagi cari info pekerjaan buat di bidang finance. Gini pak saya seorang mahasiswa yang berencana mengambil finance and marketing sbgai jurusan saya. Setelah googling ketemu artikel bapak, pertanyaan saya ada beberapa yaitu
    1. Untuk bisa bekerja di pasar modal khususnya investment banking and underwriter kriterianya S2 dan lulus sertifikasi WPPE ya ?. Kalau baca comment bapak di atas ttang OB di Panin Sekuritas, artinya saya setelah lulus S1 cukup mengikuti sertifikasi WWPE dan sudah bisa melamar ke pasar modal pak ?
    2. Saya bingung pak, soalnya gini selain pasar modal lowongan pekerjaan bagi lulusan finance khususnya S1 saya googling yaitu lebih cenderung mencatat dan mengkoordinasi keuangan yang mana pekerjaan itu bnyak di isi oleh lulusan akuntansi daripada finance itu sendiri. Jadi pertanyaan saya kalau saya tidak melamar di pasar modal jadi lapangan pekerjaan saya hanya di divisi keuangan yang hampir tak ada bedanya dengan akuntasi ?
    Maaf sedikit berlepotan pertanyaannya pak, soalnya saya benar-benar tidak ada gambaran akan lapangan pekerjaan di finace, tapi saya tertarik setelah membaca artikel bapak. Terima kasih bnyak pak

  14. Rudiyanto
    June 10th, 2014 at 16:54 | #14

    @Meily
    Salam Meily,

    Kalau kamu memang fokus untuk mau bekerja sebagai investment banking dan underwritter, maka ya fokus disitu saja. Apakah kriterianya harus S1 atau S2 dan punya sertifikat atau tidak, saya tidak tahu. Sepertinya tidak begitu dipermasalahkan. Perihal sertifikat, banyak juga orang2 baru ujian setelah bekerja, bukan sebelumnya.

    Kalau dari pengalaman saya, banyak orang yang bekerja di pasar modal itu dasarnya referensi. Entah itu referensi dari orang2 yang sudah bekerja, ataupun referensi dari dosen atau pengajar ketika mengikuti kursus / kuliah berkaitan dengan pasar modal. Sebab para pengajar atau dosen umumnya adalah praktisi sehingga bisa kalau ada calon yang bagus, bisa langsung direkrut.

    Untuk pertanyaan kedua, kalau menurut saya kamu tidak perlu khawatir. Mungkin hanya dokter, arsitek atau notaris yang untuk bisa menjadi profesi tersebut kamu harus benar2 kuliah dengan jurusan yang bersangkutan. Tapi di luar itu, ada banyak sekali orang yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya, dan tidak sedikit juga yang sukses. Yang penting adalah pekerjaannya sesuai passion.

    Semoga bermanfaat.

  15. ratika
    July 24th, 2014 at 12:59 | #15

    siang pak rudi, salam kenal ya..

    Maaf bila lari dari content

    saya mau tanya perbedaan antara main saham sendiri dgn saham di mainkan oleh manajer investasi, apa untung dan ruginya?

    terima kasih
    RT

  16. Rudiyanto
    July 24th, 2014 at 13:05 | #16

    @ratika
    Salam Kenal juga,

    Kalau untung dari investasi sendiri adalah ada rasa senang dan bangga ternyata tebakannya benar. Dan kalau salah kita jadi tahu yang salah. Ruginya adalah apakah ada waktu dan uang yang cukup untuk melakukan hal tersebut.

    Kalau untung dari dimainkan manajer investasi, kita bisa menikmati keuntungan di saham sambil melakukan hal lain. Selain itu, ada juga pihak yang bisa disalahkan kalau nilainya turun. Ruginya adalah tidak ada kontrol sehingga pasrah bongkokan dengan pengelolaan oleh Manajer Investasi.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  17. simin
    August 26th, 2014 at 09:08 | #17

    Salam kenal pak Rudiyanto,
    kl mau ikut pelatihan ujian mgr investasi dan sertifikasi pasar modal lain, lbh rekomen Ticmi atau bina insan atau other? Thx u.

  18. August 26th, 2014 at 10:51 | #18

    Yth Pak Rudi, ini saya lagi.. hehe

    Saya penasaran sekaligus tertarik dengan profesi trainer untuk pasar modal. Kalau ingin menjadi trainer-katakanlah di BEI, apakah harus punya sertifikasi WPPE juga?

    Terima kasih penjelasannya (^_^)

  19. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 13:45 | #19

    @simin
    Salam kenal juga Simin,

    Kalau di TICMI setahu saya abis training bisa langsung daftar ujian. Kalau di Bina Insan, setelah daftar training, untuk ujian masih harus daftar lain. Secara harga anda bisa komparasi mana yang lebih mahal atau murah.

    Kalau rekomendasi dari saya, terus terang saya tidak ada. Coba lihat saja dari sisi jadwal, tempat dan nama-nama pengajarnya. Semoga bermanfaat.

  20. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 14:16 | #20

    @Nina
    Salam Nina,

    Kalau secara pekerjaan memang tidak perlu. Akan tetapi kalau ada yang bisa mendukung cv anda. Biasanya ada 3 macam trainer, Pertama. yang memang pekerjaannya melakukan edukasi dan training. Biasanya mereka bekerja di IDX langsung, bisa di cabang seperti PIPM (Pusat Informasi Pasar Modal) ataupun divisi edukasi di kantor pusatnya. Sayangnya karena sudah setengah regulator, mereka tidak bisa memberikan rekomendasi. Jadi pembahasanya lebih diutamakan pada konsep-konsep dasar dan pemahaman tentang produk investasi. Tapi ketika ditanya beli saham apa, mereka tidak membahasnya. Pembahasan ini lebih dilakukan oleh kategori kedua dan ketiga.

    Kedua, trainer yang berasal dari perusahaan sekuritas atau manajer investasi. Biasanya mereka memberikan training karena menjadi host dalam acara yang mereka selenggarakan. Biasanya, mereka juga bertugas mempromosikan produk atau fasilitas dari perusahaan. Memang menjadi pembicara bukan tugas utama mereka, tapi ada juga yang kualitas bicaranya bagus.

    Ketiga, trainer profesional yang memang mencari nafkah dari bidang ini. Bisa saja mereka bekas kerja di sekuritas, manajer investasi atau IDX. Biasanya pembicara dari kategori ketiga ini adalah yang paling baik karena kalau bicaranya kurang bagus, tidak ada peserta yang datang. Terkadang, mereka juga membebaskan biaya partisipasi, tapi sebenarnya itu dibayar dari sponsor. Untuk itu mereka juga harus punya kemampuan mengumpulkan peserta. Ada juga yang menjual produk seperti situs berlangganan, riset, buku dan hal lainnya.

    Jadi, menurut saya yang harus dilatih itu kompetensi berbicaranya dulu. Soal sertifikat bisa menyusul. Demikian semoga bermanfaat.

Comment pages
1 2 3 4 9 3500

 


%d bloggers like this: