Home > Lain-lain, Rekomendasi Film > Mengenal Profesi Pasar Modal

Mengenal Profesi Pasar Modal

Apa kabar pembaca? senang bertemu dengan anda lagi setelah libur lebaran yang cukup panjang ini. Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing sedikit tentang profesi yang ada di pasar modal. Kebetulan ada yang menanyakan via twitter di @rudiyanto_zh. Dalam liburan panjang ini, saya juga bertemu dan ngobrol dengan seorang mahasiswi S-2 di Inggris yang cita-citanya ingin berkarir di pasar modal Indonesia (ngobrol di Indonesia tentunya).

Jadi…. ternyata di sekeliling kita ternyata ada cukup banyak orang yang tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal. Nah sebetulnya apa saja profesi-profesi yang terdapat di pasar modal ini dan bagaimana untuk bisa masuk ke dunia ini? Apakah gambarannya seperti film2 di Hollywood? Semoga sharing saya kali ini bisa bermanfaat bagi teman2 yang ingin berkarir di pasar modal.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa perusahaan yang ada di pasar modal, sebetulnya sama dengan perusahaan yang ada pada umumnya.Fungsi pada perusahaan antara lain Pemasaran, Produksi, Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Investasi. Prinsipnya adalah adalah untuk bisa bekerja di perusahaan yang berbasis pasar modal anda membutuhkan pengetahuan tentang pasar modal. Sama dengan jika anda bekerja di bidang teknologi maka anda sedikit banyak harus mengerti tentang IT meskipun cuma bekerja di divisi keuangannya.

Selanjutnya adalah mengetahui bahwa perusahaan di pasar modal juga terdiri dari beberapa jenis bidang usaha yang fokusnya yang berlainan. Bidang usaha tersebut antara lain:

1. Perusahaan Sekuritas

Sekuritas adalah tempat dimana anda bisa bertransaksi jual beli saham dan obligasi. Namun mayoritas masih melayani jasa transaksi saham. Masih sedikit yang melayani jasa transaksi obligasi. Pada perusahaan pasar modal yang bentuknya sekuritas, ada beberapa profesi bisa anda tekuni antara lain

Broker adalah orang yang tugasnya membantu anda melakukan eksekusi transaksi jual beli anda. Dengan semakin majunya teknologi, peranan broker ini mulai digantikan dengan online trading. Namun kebutuhan untuk broker tetap ada mengingat sebagian orang masih butuh “konsultasi”, dan broker adalah orang yang paling tepat untuk berkonsultasi karena kerjaannya memantau pasar dan informasi secara harian. Selain itu, dia juga bisa membantu anda melakukan eksekusi transaksi. Bagus tidaknya broker terletak pada rekomendasi yang diberikan, jika sering tepat, maka tidak jarang nasabah mempercayakan pengelolaan dana padanya.

Broker adalah pekerjaan yang berbasis komisi, semakin sering anda melakukan transaksi semakin besar penghasilan yang dia dapat. Beberapa kenalan saya yang “sukses” di bidang ini bisa mendapat komisi hingga 40 – 50 juta per bulan.  Tapi jangan membayangkan ketika anda menjadi broker, anda hanya duduk diam kemudian menangani uang miliaran, tidak jarang pekerjaan broker juga merangkap marketing dimana mereka harus mencari investor yang mau mempercayakan uangnya. Untuk menjadi broker, anda harus lulus ujian Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Nilai tambahnya adalah memiliki gelar seperti CFA (Chartered Financial Analyst).

Riset Analis adalah orang yang tugasnya melakukan analisa terhadap saham, baik fundamental ataupun teknikal. Untuk perusahaan sekuritas, divisi riset analis ini adalah “nyawanya”. Sebab nilai jual dari sebuah sekuritas adalah “Rekomendasi” dan “Fasilitas”. Jika hasil rekomendasinya selalu menguntungkan dan fasilitas ketika bertransaksi sangat baik maka nasabah sangat nyaman di perusahaan tersebut. Hanya saja, seiring dengan kemajuan zaman, fungsi riset ini juga bisa di “outsource-kan”. Ada juga perusahaan sekuritas dengan tim riset seadanya, namun rajin merangkum riset dari berbagai sumber. Apalagi semua riset sekarang bentuknya softcopy, tinggal dibagi-bagikan saja.

Karier riset analis akan lebih berkembang jika bekerja pada sekuritas yang memberikan rekomendasi bagi pemegang modal besar, biasanya sekuritas asing. Terlepas dari benar tidaknya analisa tersebut karena hasil analisa saham di bursa itu selalu relatif, namun karena menggerakkan uang yang sangat besar, bisa jadi harga saham juga bergerak mengikuti rekomendasi mereka. Hasil riset di perusahaan ini biasanya lebih eksklusif dan tidak untuk semua orang. Peranan riset analis di perusahaan sekuritas besar biasanya juga merangkap account officer yang menangani klien besar.

Jadi jangan bayangkan kalau riset analis itu pekerjaan berkutat dengan buku teori keuangan dan investasi, laporan keuangan dan model excel yang rumit saja. Sesekali anda harus bertemu klien, bicara di koran, televisi, seminar atau acara market outlook yang diselenggarakan perusahaan. Sesuai dengan perusahaannya, pekerjaan analis memiliki income yang amat bervariasi, bisa dari jutaan hingga puluhan juta. Beberapa nilai tambah penting dari karier ini antara lain lulusan S-2 universitas top dalam dan luar negeri kalau bisa cum laude, kemampuan excel modeling, pengalaman pasar modal yang memadai, izin Manajer Investasi, hingga gelar CFA.

2. Investment Banking dan Underwriter

Sebetulnya investment banking / underwriter masih menjadi salah satu bagian dari bidang usaha perusahaan sekuritas, namun tidak semua perusahaan sekuritas fokus pada usaha tersebut. Bidang usaha yang sering disingkat IB ini mencakup jasa penasehat hingga membuat IPO (Initial Public Offering) saham dan obligasi, dan hal berkaitan dengan Aksi Korporasi perusahaan seperti Merger dan Akuisisi. Investment Banking sebetulnya tidak selalu bagian dari perusahaan sekuritas, tapi bisa juga bagian dari suatu perbankan. Tapi jika di bank, jasanya lebih luas mencakup pinjaman dan kredit.

Karier di bidang ini, menurut saya merupakan bidang yang paling membutuhkan kemampuan secara komplit karena kamu akan mulai dari bagaimana menganalisa suatu perusahaan dan menunjukkan bagaimana keuntungan dari suatu aksi korporasi seperti IPO, Merger dan Akuisisi kepada orang yang sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut, kemudian membujuk pemegang saham perusahaan untuk membagi kepemilikannya dengan orang lain (IPO berarti sebagian saham dijual dan orang lain akan ikut menjadi pemegang saham juga), dan  ikut dalam proses negosiasi dan segala proses administrasinya.

Pada prakteknya, proses negosiasi dilakukan oleh Direktur, baru proses administrasinya dibantu di belakang, akan tetapi ada juga kemungkinan hal ini juga dilakukan semuanya oleh seorang investment banker. Jadi selain pengetahuan dan pemahaman pasar modal, orang ini juga harus menjadi negosiator ulung.

Terus terang saya tidak tahu berapa besarnya gaji orang yang bekerja di bidang ini, akan tetapi untuk menjadi seorang underwriter anda harus lulus ujian Wakil Penjamin Emisi Efek. Salah satu film yang sangat menjelaskan seperti apa pekerjaan seorang investment banking adalah film ini. Dear Enemy (2011) – (Beli yang ORI agar terjemahannya bagus)

Film yang disutradarai dan dimainkan oleh Xu Jinglei (Aktris) ini adalah film terbaik tentang keuangan yang pernah saya lihat bahkan jika dibandingkan dengan Film keuangan Hollywood sekalipun. Film ini menceritakan kisah cinta komedi yang dilatarbelakangi tentang bagaimana seorang investment banker akan bertindak untuk mendapatkan deal merger suatu perusahaan. Alur ceritanya terasa begitu nyata sampai saya berpikir ini kisah nyata yang difilmkan. Bagaimana aksi spionase bisnis, negosiasi ke pemegang saham, taktik public relation digunakan dalam suatu deal bisnis.

Dalam film tersebut, ada dialog menarik yang mungkin bisa digunakan sebagai acuan berapa sebenarnya gaji seorang investment banker di Hong Kong (entah benar atau tidak) – saat ditanya bosnya apakah benar dia sudah tidak tidur selama 48 jam karena proyek merger, salah satu aktor berkata “Kerja baru beberapa tahun gaji jutaan dollar HKD (1 HKD = Rp 1350), kalau dinas selalu naik business class dan tinggal di hotel bintang lima, jadi orang seperti kami memang pantas tidak istirahat”. Film ini juga masih sering diputar di Celestial Movies jika anda berlangganan TV Kabel.

3. Perusahaan Manajer Investasi

Ketika masih mahasiswa, terus terang saya tidak bisa membedakan antara Broker dengan Fund Manager. Sebab setelah lihat Film Hollywood, bayangan saya akan pekerjaan pasar modal adalah teriak2 di tengah hall atau di kantor untuk jual beli saham. Baru setelah kerja saya tahu bedanya apa. Fund Manager atau Manajer Investasi adalah perusahaan yang fokusnya mengelola dana masyarakat. Jika broker mendapat keuntungan dari komisi transaksi, maka Manajer Investasi mendapatkan keuntungan dari management fee.

Besarannya berupa % dari dana yang dikelola antara 1% – 3% per tahun. Jadi fokus daripada perusahaan ini adalah membuat anda seuntung mungkin dan kalau bisa menempatkan dana selama mungkin. Beberapa pekerjaan utama terkait bidang ini antara lain:

Riset adalah orang yang melakukan riset saham sebagai masukan bagi Manajer Investasi. Perbedaan antara riset di Sekuritas dan Manajer Investasi adalah penggunanya. Riset di Sekuritas digunakan oleh Nasabah dalam jumlah besar sementara di Manajer Investasi hanya terbatas secara internal. Riset yang dihasilkan juga tidak untuk konsumsi publik karena merupakan rahasia strategi investasi masing-masing perusahaan. Ada juga perusahaan yang menggunakan riset dari eksternal (Sekuritas) sehingga anggota tim riset sedikit dan terdiri dari pengelola dana saja.

Penghasilan riset ini sangat beragam tergantung perusahaan dan kualifikasinya, namun untuk riset yang perusahaan ini, ada jalur karir dimana riset yang bekerja dengan baik dapat diangkat menjadi Manajer Investasi yang mengelola reksa dana. Semakin tinggi kualifikasi pendidikan dan profesional anda, maka semakin bagus.

Pengelola Dana (Manajer Investasi – Perorangan) adalah orang yang melakukan pembentukan portofolio investasi dengan melakukan jual beli saham dan obligasi. Secara dasar mirip dengan broker, bedanya broker bekerja berdasarkan perintah nasabah sementara Manajer Investasi melakukannya berdasarkan perintah dia sendiri. Biasanya pekerjaan ini merupakan impian bagi banyak orang karena anggapan bahwa pekerjaan ini tinggal duduk di belakang meja dan menggerakan uang miliar hingga triliun dengan layar komputer. Pekerjaannya juga sesuai jam bursa dan sehingga bisa libur di hari Sabtu.

Well memang tidak salah, tapi pada prakteknya banyak Manajer Investasi yang juga turun ke lapangan untuk jualan ke nasabah. Sebab untuk bisa punya dana miliar hingga triliunan tersebut tentu harus ada investor yang menitipkan dananya. Tantangannya adalah membesarkan dana kelolaan karena jika terlalu kecil pengelolaannya tidak optimal dan sulit untuk menarik investor lain untuk ikut bergabung. Jika kinerjanya jelek, dana bisa ditarik semua. Untuk itu peranan marketing sangat penting.

Untuk menjadi seorang pengelola, yang bersangkutan harus memiliki izin Wakil Manajer Investasi. Gelar CFA bisa menjadi nilai plus. Untuk besaran gaji terus terang saya tidak tahu, saya rasa sangat bervariasi di setiap perusahaan. Ada yang menggunakan sistem gaji dan bonus, ada juga yang menggunakan sistem persentase tertentu dari dana yang dikelola.

Marketing / Pemasar adalah orang yang memasarkan produk reksa dana. Sebab jika Manajer Investasi dan Riset terlalu sering ke lapangan, nanti pekerjaan mereka yang sebenarnya bisa terganggu. Untuk itu peranan marketing reksa dana sangat dibutuhkan. Setelah mendapat pengarahan tentang produk dan cara kerja investasi, mereka menyampaikan hal tersebut kepada calon nasabah untuk mendapatkan kepercayaan. Sama seperti industri lainnya, peranan marketing sangat dibutuhkan di industri ini.

Pendapatan seorang pemasar reksa dana amat bervariasi tergantung pengalaman, kemampuan menjual dan portofolio nasabah yang dimilikinya. Di tempat saya bekerja saat ini, gaji seorang marketing reksa dana bisa berkisar antara jutaan hingga puluhan juta ditambah dengan komisi penjualan reksa dana dan tunjangan lainnya. Ada juga perusahaan lain yang menetapkan seorang marketing bisa mendapatkan persentase tertentu dari dana kelolaannya per tahun. Untuk menjadi seorang pemasar, izin yang harus dibutuhkan adalah Wakil Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), nilai tambah bisa diperoleh dari kualifikasi seperti gelar Perencana Keuangan (CFP, RFP, CHFC), dan kemampuan melakukan public speaking.

Nah, bagaimana para pembaca, apakah sudah tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal ini? Jika ya, maka langkah pertama yang harus anda lakukan adalah berikan yang terbaik saat kuliah. Memang nilai tidak segalanya, tapi bagi para pemberi kerja, suka tidak suka, lulusan dengan IPK yang bagus akan didahulukan untuk proses interview. Selanjutnya adalah tunjukkan passion anda yang kuat dengan menulis sendiri surat lamaran kerja anda mengapa perusahaan harus mempekerjakan kamu.

Untuk menambah kemungkinan mendapatkan panggilan, anda juga bisa mendapatkan izin2 yang terkait seperti WMI, WPPE (Underwriter) dan WPEE (Broker) serta WAPERD. Untuk mendapatkan izin tersebut anda bisa langung mengikuti ujian. Jika merasa kurang yakin dan mau belajar dulu, ada beberapa alternatif seperti Bina Insan, Infovesta, dan TICMI (The Indonesian Capital Market Insitute – anda bisa kursus dan ujian sekaligus).

Salah satu referensi artikel ini adalah blog strategimanajemen.net yang artikelnya berjudul 5 Profesi Mahal Yang Layak Ditekuni Sebagai Pilihan Karir. Penulis di blog tersebut juga merupakan salah satu sumber insprasi saya ketika mau mulai menulis blog pertama kali. Buat anda yang mencari blog manajemen yang bagus silakan ikuti terus blog ini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Data dan Foto: Kontan, istockphoto, Wikipedia

Categories: Lain-lain, Rekomendasi Film Tags:
  1. Harry Lubis
    August 19th, 2013 at 18:41 | #1

    Selamat Sore Pak
    Semoga Bapak dan Keluarga berada dalam keadaan sehat dan selalu dalam Lindungan Yang Maha Kuasa

    Pertama-tama Saya mengucapkan terima kasih atas respon positif dengan adanya sharing melalui tulisan Bapak terkait profesi di dunia pasar modal karena jujur sangat sulit untuk mendapatkan informasi spesifik dan reliable mengenai ruang lingkup, tugas serta tantangan yang dihadapi mengacu pada kemauan seseorang yang ingin berkarir di dunia yang terkenal dengan volatilitas tinggi apalagi di Indonesia.

    Ada beberapa hal yang mau Saya tanyakan terkait profesi di dunia pasar modal yang telah Bapak jelaskan, kiranya Bapak bersedia memberi arahan :) :

    1. Apakah berkarir di dunia pasar modal adalah suatu keputusan yang tepat sebagai bentuk “investasi karir cemerlang” mengingat belum banyaknya SDM yang begitu melek pasar modal?

    2. Kemana sebaiknya seseorang yang ingin memulai karir di industri pasar modal? Apakah Sekuritas, Asset Management, Perusahaan IB ataukah Perusahaan yang sudah IPO?

    3. Apabila Kita ingin berkarir di dunia asset management untuk mencapai level seorang “Pengelola” dari yang tadinya Junior Portfolio Manager kira-kira butuh waktu berapa lama ya Pak?

    4. Selain profesi-profesi yang Bapak jelaskan di atas apakah berkarir di SRO(Self-Regulatory Organisation) seperti BEI, KPEI, KSEI hingga OJK adalah suatu opsi yang baik untuk berkarir di dunia pasar modal? Karena pada realitanya cukup banyak yang “swap” profesi dari yang tadinya pekerja di salah satu kantor AB menjadi pekerja di kantor regulator, apakah karena beban kerja di SRO lebih ringan dan gajinya lebih tinggi Pak? hhe :))

    5. Profesi di dunia pasar modal acapkali tidak lepas dari kesan eksklusifitas, plot “muda kaya raya”, dan gaji selangit, apakah benar seperti itu Pak?

    6. Saya cukup menyesalkan sikap pemerintah yang “lemah” memberikan edukasi ke masyarakat untuk mengubah pola “bank-minded” menjadi “investing-minded” katakanlah terkait Reksadana yang dikelola oleh Perusahaan Asset Management, kalaupun ada mungkin informasinya hanya terserap di Ibukota dan kota-kota besar di sepanjang Pulau Jawa sehingga hal ini di satu sisi semakin “memperlebar” gap tingkat kemakmuran masyarakat Indonesia dan di sisi yang lain mempersempit ruang bagi industri pasar modal untuk melakukan ekspansi ke kota-kota lain yang berujung pada minimnya kesempatan masyarakat daerah untuk berkarir di dunia pasar modal, jelas negeri ini belum Merdeka secara utuh hhe :).
    Menurut Bapak apakah seseorang harus hijrah ke Ibukota untuk bisa “benar-benar” berkecimpung di industri ini, karena Saya pikir perwakilan sekuritas di tiap daerah belumlah cukup :)? Padahal potensi masyarakat daerah sangatlah besar untuk melakukan investasi apabila diedukasi dengan santun dan tidak menyesatkan

    7. Terakhir Saya mau tanya dulu Bapak mengawali karir di dunia pasar modal pada profesi apa Pak? Maaf kalau pertanyaannya bersifat pribadi karena Saya sangat tertarik dengan insan-insan pejuang di dunia pasar modal hhe

    Sekian Pertanyaan dari Saya Pak kalau ada salah kata Saya mohon dimaafkan
    Sukses Selalu untuk Bapak
    Best Regards!!!

  2. August 27th, 2013 at 10:23 | #2

    Thanks Pak Rudi, atas ulasan dan link-nya :)

    Thanks juga atas rekomendasinya :)

    Salam sukses mulia !!

  3. Rudiyanto
    August 29th, 2013 at 11:21 | #3

    @Harry Lubis
    Salam Pak Harry Lubis,

    Sebelumnya terima kasih untuk komentar dan pertanyaannya. Saya akan mencoba menjawab:
    1. Tergantung hobi dan passion pak, beberapa teman saya yang kerjanya hanya jual baju di tanah abang dan cetak cd yang kantornya di kota punya penghasilan yang jauh lebih besar. Yang sudah kerja puluhan tahun di pasar modal dan mohon maaf, masih pas2an juga ada. Jadi jika ada passion dimanapun bisa sukses. Seperti pak Yodhia, hanya dengan mengisi blog secara rutin dan menjadi konsultan manajemen saya yakin juga sangat sukses.

    2. Tergantung diterima dimana pak. Memang selalu dikeluhkan SDM kurang, tapi untuk beberapa posisi seperti analis, umumnya perusahaan sangat pemilih. Untuk sales, memang lebih mudah, tapi untuk menjadi sales di perusahaan asing biasanya juga lebih sulit karena mereka hanya mencari yang best of the best atau sudah pengalaman di perusahaan lain.

    3. Oh itu, saya berhubung tidak pernah menjadi pengelola jadi saya tidak tahu. Kalau saya perhatikan, sekarang para Manajer Investasi umumnya masih muda2. Kalau memang hebat, mungkin 27 – 28an sudah bisa naik kelas jadi pengelola.

    4. Kalau di OJK, saya sempat lihat pengumuman di koran atau portal berita dulu, memang gajinya termasuk tinggi. Itupun posisi anda adalah sebagai pengawas, ibaratnya seperti analis kredit di bank. Orang2 memohon kepada anda untuk diberikan pinjaman, kalau kerja di OJK, meskipun berhadapan dengan direksi dari perusahaan besar sekalipun, namun karena statusnya sebagai pengawas, mereka akan tetap hormat kepada anda. Kalau di SRO, saya lihat juga banyak yang cukup ok, karena mereka groupnya besar dan banyak kamu bisa mencoba pengalaman di berbagai divisi yang berbeda. Mengenai gaji dan karir terus terang saya kurang tahu, tapi kalau kerja di SRO, sudah jelas menang di “Pengaruh”. Perusahaan yang profitable dan karyawannya bergaji besar, belum tentu lebih berpengaruh dibandingkan SRO dan pemerintahan tadi.

    5. Semuanya tergantung kinerja dan prestasi pak. Wong jual kebab saja bisa mendunia. Yang jadi direktur di usia muda di luar pasar modal juga banyak. Jadi sekali lagi muda dan kaya raya tidak ditentukan oleh pekerjaan tapi passion.

    6. Hal itu disadari betul oleh pemerintah dan menurut saya mereka sudah berusaha keras. Sebagai bukti, baru kemarin saya bersama Otoritas Jasa Keuangan mengadakan seminar literasi keuangan di Universitas Riau dan SKA Mall Pekan Baru. Kita bertemu dengan perwakilan ibu2 arisan dan PKK yang benar2 tidak mengerti tentang investasi dan sebagian dari mereka tertipu investasi bodong.

    Terkait harus hijrah ke Ibu Kota atau tidak, itu tergantung seberapa cepat kamu mau naik. Sebagian besar uang dan orang kaya ada di Jakarta. Jadi kesempatan banyak tapi saingan juga banyak. Dengan iklim kompetisi yang ketat, biasanya orang juga maju dengan cepat. Tapi terus terang, waktu saya jalan2 ke Batam, kota asal saya, saya menemui beberapa teman SMA dulu yang sekarang menjadi pengusaha. Menurut saya sudah, pengetahuan mereka juga sudah selevel dengan kelas pengusaha dan direksi di Jakarta. Hal ini dibantu dengan internet dan memang jalan hidup pengusaha yang keras.

    Kemudian di Pekan Baru, saya juga ngobrol dengan kepala cabang suatu perusahaan asuransi dan sekuritas, menurut informasi mereka di sana persaingan sangat tidak ketat dan motivasi orang untuk maju juga kurang. Jadi kalau kamu rajin sedikit saja, kamu sudah jadi nomor satu di kota tersebut. Asalkan tidak terlena saja.

    Yang suksespun, sama seperti sebagian perusahaan di Jakarta, orangnya datang dari perantauan, atau orang daerah yang sudah ditempa di Jakarta kemudian kembali ke kota tersebut.

    7. Dulu saya memulai sebagai karyawan magang di http://www.infovesta.com. Kerjanya serabutan dari analis sampai marketing serta sedikit programming.

    Demikian pak, semoga bermanfaat.

  4. Harry Lubis
    August 30th, 2013 at 12:34 | #4

    Saya ucapkan terima kasih Pak atas jawabannya, sangat bermanfaat
    Rezeki tiap orang memang beda dan unik :)
    Sukses Selalu untuk Bapak!

  5. hani
    December 15th, 2013 at 20:35 | #5

    Pak Rudi,
    Saya tertarik berkarir di pasar modal, sampai saya mencoba ujian wppe pada bulan maret 2013 dan mendapat sertifikatnya dibulan april. yang saya ingin tanyakan, dibidang apa yang saya harus memulai karir dipasar modal? sedangkan saya saat ini berkarir dibidang lain.
    Mohon tipsnya untuk memulai pindah haluan ke pasar modal, karena saya masih bingung harus memulainya dari mana.

    Thanks and Best Regards,
    Hani

  6. Rudiyanto
    December 18th, 2013 at 02:41 | #6

    @hani
    Salam Hani,

    Tergantung anda ingin menjadi apa. Kalau menjadi manajer investasi, maka sebaiknya mulai dari analis. Tapi jika ingin menjadi pemasaran maka bisa dimulai dari menjadi sales. Memang banyak orang tidak mau menjadi sales, tapi sepengetahuan saya, banyak direktur di perusahaan asset management ataupun sekuritas dimulai dari posisi tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  7. Henry
    January 27th, 2014 at 21:43 | #7

    Blog yang sangat menarik Pak Rudi mengenai profesi di pasar modal.
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan profesi di bidang ini.

    Setelah malang melintang bekerja dengan profesi yang berbeda-beda, akhirnya saya menemukan passion saya di bidang ini dan saat ini saya sudah mengelola dana di pasar modal dari dana sendiri, yang ingin saya tanyakan:

    1. Apa sebutan profesi yang sedang saya lakukan saat ini melihat saya hanya mengelola dana sendiri meskipun dalam jumlah yang dibilang tidak sedikit, karena saya tidak ada di bawah sebuah instansi dan sering ditanyakan teman2, kerja apa & dimana sekarang?

    2. Ada keinginan saya untuk mencoba terjun meniti karir di bidang ini tetapi saya bingung harus memulai darimana melihat background pendidikan saya yang berbeda & tidak sampai ke jenjang yg lebih tinggi.

    3. Apakah bisa dengan kondisi saya yang seperti sekarang ini mengambil sertifikasi seperti WPPE, WPEE, WMI bahkan CSA/CFA melihat juga usia yang hampir mendekati kepala 3, hehe..

    mungkin itu pertanyaan yang sedikit membuat saya galau selama ini
    Salam Sukses!!!

  8. Rudiyanto
    January 28th, 2014 at 01:09 | #8

    @Henry
    Salam Henry,

    Semoga sukses dengan petualangan anda di pasar modal. Terkait pertanyaan anda:
    1. Kalau saya jadi anda, saya akan menjawab Investor Pasar Modal, kerjanya dimana saja sepanjang ada koneksi internet. Lebih keren lagi, kalau kamu punya saham bank, perkebunan, pertambangan dan infrastruktur, kamu bisa bilang konglongmerat yang punya usaha menggurita dimana2. Kalau konglongmerat, kan kamu juga tidak tahu dia kerja atau enggak. Kalau punya cuman saham perkebunan, bilang aja pemilik kebun. Kalau lagi kesal, saya jawab kepo amat.. he he.

    2. Mau jadi apa dulu kan mesti jelas. Kalau tidak jelas, ya tidak tahu harus mulai darimana. Bukan masalah background, pendidikan dll. Tapi Tujuan, Keinginan dan Fokus.

    3. Saya pikir usia anda sudah kepala 9 jadi sudah tidak kuat belajar lagi karena untuk melihat saja sudah susah. Selama masih bisa melihat, membaca dan mau belajar semua itu mungkin. Banyak juga kok orang yang baru mengambil S-1 dan S-2 di usia kamu sekarang atau lebih tua. Jadi saya rasa tidak ada masalah.

    Lagipula zaman sekarang, umur sudah bukan jadi patokan. Anak muda bisa jadi pengusaha atau sosok yang sukses atau bisa juga jadi tukang bawa tas selama sisa hidupnya. Tinggal masalah Tujuan yang mau dicapai apa, seberapa kuat keinginan untuk mencapai tujuan tersebut dan apakah dia Fokus dalam pelaksanaannya, sebab sukses itu butuh proses.

    Orang yang usianya 40-50an kalau sepanjang hidupnya bekerja dengan mental membawa tas, juga tidak akan lebih hebat dari anak baru lulus yang punya passion dan keinginan yang kuat untuk mencapai mimpinya.

    Kasus paling ekstrem yang pernah saya dengar dari ujian CFA adalah orang yang baru abis dioperasi otak kemarin, besoknya begitu keluar dari rumah sakit langsung mengikuti ujian dan lulus. Itu terjadi di Indonesia.

    Semoga bisa menjawab kegalauan anda dan semoga informasi ini bermanfaat.

  9. Henry
    January 28th, 2014 at 09:15 | #9

    Terimakasih sekali Pak Rudi atas penjelasannya yang sangat mencerahkan, salam sukses selalu untuk Pak Rudi @Henry

  10. pram
    February 27th, 2014 at 18:20 | #10

    Pak Rudi,

    Pertama – tama trima kasih tulisannya Pak , inspiring buat orang – orang seperti saya.

    Saya sudah usia 46 th , tapi sekarang saya sudah jatuh cinta dengan pasar modal , sehingga setiap hari saya lihat fluktuasi harga saham di BEI , baca koran kontan , investor , kliping news dari emiten 2 , dll

    Pertanyaan saya , kalau saya mau kecimpung di pasar modal dengan jadi sales equity dulu , kira2 memungkinkan gak ya, terus terang dari profesi marketing saya , penghasilan saya antara 20 jt s/d 4o jt an per bulan, kalau saya lihat dari nilai transaksi harian di BEI saya pikir cari komisi segitu sih gak terlalu sulit . Please advise me .

  11. Rudiyanto
    February 28th, 2014 at 08:58 | #11

    @pram
    Selamat Pagi Pram,

    Untuk ukuran rata-rata orang yang bekerja di pasar modal Indonesia, penghasilan 20 – 40 juta per bulan itu sudah termasuk besar. Untuk bisa mendapatkan penghasilan yang minimal sama dengan itu melalui sales equity, menurut perkiraan saya kamu harus mendapatkan beberapa nasabah korporasi / individu kaya yang doyan trading saham dengan rata-rata transaksi (mungkin ya, saya kurang tahu pastinya) > Rp 50 Milliar.

    Angka tersebut bukan uang yang disetorkan, tapi nilai transaksi. Jadi bisa saja setor 1 milliar tapi buy sell sampai 50 kali. Permasalahannya, orang yang senang buy sell, senang transaksi sendiri melalui online trading. Sementara nasabah yang dananya besar / korporasi mungkin frekuensinya tidak sering tapi nilainya besar.

    Tantangan terbesar adalah berhadapan dengan kondisi market. Ketika market sedang turun terus menerus, mau nasabah besar dan kecil biasanya nilai transaksi akan turun. Selain itu, marketing yang menangani nasabah besar, biasanya sudah berkemampuan seperti analis. Bisa memberikan analisa mendalam terhadap saham, bisa membaca riset asing, dan juga kemampuan alami marketing yaitu interpersonal.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  12. anonymous
    March 18th, 2014 at 23:59 | #12

    Selamat malam Pak Rudiyanto,

    Terima kasih atas ulasannya yang sangat menarik.

    Tanpa bermaksud membanggakan diri, saya termasuk karyawan yang sangat beruntung karena di umur saya saat ini (26 tahun), secara umum saya dapat memperoleh penghasilan 20jutaan per bulan dari karir sebagai sales IT di one of mnc di Indonesia

    Sejak dulu saya mempunyai passion di bidang finance akan tetapi belum berkesempatan untuk masuk ke karir di bidang tersebut, dimana mengingat usia saya yang sudah menginjak 26 tahun dan tanpa finance background

    Di kondisi saya saat ini, apabila Pak Rudiyanto berkenan mohon share advice nya apakah langkah untuk memulai industri baru ini merupakan sebuah wise decision? Bagaimana prospek karir ke depan untuk seseorang yang sudah bekerja selama 4 tahun di industri lain dan baru ingin masuk ke dunia Finance, apakah saya bisa dapat masuk sebagai seorang associate instead of analyst?

    Dan jika saya memilih untuk fokus masuk ke finance, manakah langkah terbaik yang dilakukan, berhenti dari karir saat ini untuk mengambil MBA atau lebih baik fokus di CFA?

    Terima kasih sebelumnya atas sharingnya.

  13. Rudiyanto
    March 19th, 2014 at 14:28 | #13

    @anonymous
    Selamat siang,

    Boleh tahu saya bicara dengan siapa?

  14. anonymous
    March 19th, 2014 at 14:37 | #14

    @Rudiyanto

    Siang pak rudiyanto.

    Mohon maaf saya hanya seorang visitor di blog bapak. Nama saya toni.

    Terima kasih

  15. Rudiyanto
    March 19th, 2014 at 15:46 | #15

    @anonymous
    Siang juga Pak Toni,

    Terkait pertanyaan anda, pertama untuk bisa mendapat gaji 20 jutaan di dunia apapun, rasa2nya sangat sedikit orang yang beruntung, apalagi untuk usia di bawah 30 tahun. Orang2 yang saya temui dan punya gaji besar, itu rata-rata adalah orang yang bekerja keras selama hidupnya, dan bertemu dengan atasan tepat yang bisa menghargai kemampuan. Bisa juga hasil dari komisi penjualan. Tentu ada talenta dari anda yang dihargai perusahaan sekarang ini.

    Kemudian, perlu diperjelas juga, passion untuk berkarir di pasar modal itu apa? apakah jadi broker, underwriter, manajer investasi atau investor? Kalau jadi investor, anda tidak perlu meninggalkan pekerjaan anda sekarang, cukup sisihkan waktu untuk buka rekening saham dan lakukan transaksi. Kegiatan belajarnya bisa anda lakukan di hari Sabtu atau after office hour. Sepengetahuan saya, banyak perusahaan sekuritas yang menyediakan training kepada investor baik terkait cara transaksi online ataupun cara analisis di saham.

    Maksudnya Associate itu apa ya?

    Kalau untuk gelar CFA atau MBA, anda cukup analogikan saja, misalkan ada yang lamar di perusahaan anda, apakah perusahaan akan memprioritaskan orang dengan lulusan MBA atau orang dengan Microsoft Certified, Oracle Certified atau VM Ware Certified?

    CFA itu kurang lebih sama dengan certified2 itu. Tapi kan juga tidak pasti diterima. Lagipula orang yang tidak punya sertifikasi itu juga bukan jaminan kalah sama orang yang sudah punya bukan?

    Semoga menjawab pertanyaan anda.

  16. anonymous
    March 19th, 2014 at 22:49 | #16

    Selamat malam Pak Rudiyanto.

    Terima kasih atas masukannya yang bermanfaat.

    Terkait passion karir, mohon maaf mungkin saya kurang tepat menyebutnya karir di pasar modal, karena yang saya maksud adalah IB ataupun private equity, dimana posisi analyst/associate merupakan jenjang karir yang relevan di industri tersebut.

    Saya sendiri sebenarnya sudah masuk ke dunia pasar modal sebagai investor reksadana perusahaan Pak Rudiyanto (Maksima :) ) ataupun trader saham, meskipun trading tidak saya lakukan secara harian, dan hal itu memang saya lakukan dengan tujuan untuk mulai belajar finance industry di samping main responsibility saya di tech.

    Berbicara mengenai certification ataupun MBA, sayang sekali di environment saya saat ini kedua hal tersebut tidak menjadi poin yang krusial. Seringkali saya mendengar advice dari high level management yang mengatakan tidak butuhnya seseorang untuk masuk ke jenjang pendidikan s2 untuk advance career (dibuktikan dengan mereka sendiri sebagai living proof).

    Akan tetapi, itu tentunya secara spesifik jika kita berbicara mengenai IT industry. bagaimana dengan di finance? seberapa penting kualifikasi MBA dan certification untuk masuk ke dunia finance, khususnya di Indonesia secara khusus?

    Hal ini ingin saya tanyakan karena sepengetahuan saya ada beberapa profesi khusus, seperti perusahaan manajemen konsultan yang menuntut konsultannya mengambil jenjang pendidikan s2 untuk dapat memperoleh career promotion.

  17. Rudiyanto
    March 20th, 2014 at 13:54 | #17

    @anonymous
    Siang Toni,

    Terima kasih sudah memperjelas pertanyaan anda dan berinvestasi di Panin Asset Management.

    Terus terang untuk investment banking atau underwriter menurut definisi saya, sepertinya jarang ada yang buka lowongan kepada umum. Rekrutmen dilakukan secara terbatas, bisa dari kenalan ataupun rekomendasi orang. Bisa juga orang dari divisi lain yang ditarik ke divisi tersebut. Tapi jika anda memiliki informasi lowongan ke sana silakan dicoba.

    Dari sisi penghasilan, terus terang saya tidak tahu. Bisa sama, lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari yang anda terima sekarang.

    Terkait gelar, menurut saya itu juga kurang lebih sama dengan bidang kamu geluti. Tapi mungkin saja, kasus ini berbeda di tiap2 perusahaan. Tapi bayangkan saja begini, jika kamu adalah HRD di perusahaan Finance, sedang mewawancarai orang dengan background IT yang mau menjadi ahli di bidang finance. Apakah kamu akan terkesan dengan cuap2 orang itu? atau kamu akan terkesan jika dia memiliki gelar / sertifikasi khusus di bidang keuangan?

    Jadi menurut saya pribadi, gelar itu menunjukkan kemauan seseorang untuk maju. Di mulut semua orang bisa bilang mau cari tantangan baru, tapi yang benar2 mengembangkan diri untuk bisa mendapat tantangan yang baru dengan belajar sesuatu yang di luar bidang keahliannya tidak banyak. Jika saya jadi HRD, maka saya akan percaya bahwa orang di depan saya memang niat maju, sebab saya tidak bisa membayangkan misalkan saya yang di bidang keuangan ini entah bagaimana caranya bisa dapat gelar sertifikasi dari Microsoft. Tingkat kesulitannya pasti sangat tinggi.

    Kemudian ketika kamu sudah bergabung, maka pada saat kamu bertemu client atau calon client tentu mereka akan semakin menaruh hormat jika di kartu nama ada tulisan CFA bukan? ini juga menambah nilai jual, karena pada dasarnya di pasar modal kita berjualan jasa. Karena “barangnya” tidak kelihatan, maka yang jualanlah yang harus dipoles dengan baik.

    Semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  18. Ela Batubara
    April 24th, 2014 at 12:05 | #18

    Pak Rudiyanto, terkait dengan sertifikasi WPPE, apakah Bapak ada link untuk materi yang bisa dipelajari ? Lalu biasanya di pasar modal itu ada komunitas apa saja ya Pak, kaitannya untuk terus ter update. Terima kasih sebelumnya. Salam

  19. Rudiyanto
    April 28th, 2014 at 14:07 | #19

    @Ela Batubara
    Salam Ela,

    Terus terang saya kurang tahu juga. Memang saat ini ada beberapa institusi yang menyelenggarakan pelatihan untuk ujian WPPE. Kamu bisa searching di google. Terima kasih.

  20. Rosalina
    May 19th, 2014 at 16:56 | #20

    Selamat sore Pak Rudiyanto,

    Saya mau bertanya pak. Apakah jika kita sdh memperoleh sertifikat WPPE, kita sudah bisa melamar menjadi seorang broker pak? Apakah ada persyaratan-persyaratan lain yg harus dipenuhi selain mengantongi sertifikat WPPE? Mohon pencerahannya pak.

    Terima kasih.

  21. Rudiyanto
    May 21st, 2014 at 00:21 | #21

    @Rosalina
    Salam Rosalina,

    Kalau sepengetahuan saya, ada 2 macam broker yang punya sertifikasi WPPE.

    Yang pertama adalah Broker – Dealer. Kurang lebih adalah broker yang menjalankan perintah transaksi yang di order oleh investor via telepon. Biasanya investor yang memesan via telepon adalah investor institusi yang besar. Sehingga biasanya mereka membutuhkan dealer yang “klik” dengan mereka. Memahami behavior serta memiliki pengetahuan yang sangat bagus. Biasanya broker dealer yang ini adalah broker senior atau broker yang sangat berpengalaman.

    Tipe kedua adalah Broker – Marketing. Perannya selain menjalankan transaksi investor atau terkadang membiarkan investor transaksi sendiri melalui account online trading, tugas utamanya adalah mencari calon investor yang mau berinvestasi di saham. Jadi broker yang ini lebih banyak unsur jualannya. Dalam kesehariannya, bisa saja mereka pergi dengan team riset jika menemui nasabah besar, atau pergi sendiri tapi dibekali pengetahuan oleh riset.

    Untuk tipe pertama, menurut saya kurang lebih pekerjaannya sudah semi administrasi karena sifatnya hanya menjalankan perintah saja. Meski demikian, dengan semakin banyaknya online trading, jumlah orang yang ada di posisi ini semakin sedikit. Kalaupun masih ada, biasanya digunakan untuk menjaga nasabah besar perusahaan.

    Untuk tipe kedua adalah lowongan yang sangat2 dicari oleh perusahaan sekuritas. Sebab posisi marketing bukan posisi favorit ketika orang melamar kerja sehingga peminatnya sedikit. Kebanyakan perusahaan sekuritas juga “malas” membangun team marketingnya. Akibatnya sebagian perusahaan sekuritas mengambil jalan pintas dengan membajak marketing yang kinerjanya sudah bagus di perusahaan lain.

    Kesimpulannya, kalau anda mau menjadi broker tipe kedua, motivasinya kuat, mau jualan door to door dan kerjanya bagus, maka mencari pekerjaan tidak terlalu sulit. Sebagai karyawan, tentunya anda akan sangat dihargai oleh perusahaan dan kalaupun tidak, ada perusahaan lain yang bersedia menampung.

    Kalau dari pengalaman saya selama ini, dunia pasar modal itu sangat sempit. Orang-orang yang tadinya bekerja di perusahaan A, mau itu jabatan eksekutif ataupun jabatan yang biasa, dalam waktu beberapa tahun bisa berpindah-pindah ke beberapa perusahaan.

    Sertifikasi lain yang bisa mendukung kegiatan “jualan” anda seperti CFA, MM, CFP, dll bisa menyusul nanti. Yang penting bisa meraih kepercayaan investor untuk berinvestasi di saham melalui anda dulu. Ini yang paling penting.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  22. Rosalina
    May 22nd, 2014 at 10:23 | #22

    Salam Pak Rudiyanto,

    Terima ksh banyak atas penjelasannya Pak. Sangat bermanfaat unk saya. Saya akan mencoba unk melamar di tipe ke 2 pak berhubung saya belum punya pengalaman mjd broker sama sekali sebelumnya. Semoga blog Bpk makin sukses..

    Terima ksh.

  23. Rosalina
    May 22nd, 2014 at 14:16 | #23

    O iya Pak, mau tanya satu hal lagi. Apakah broker saham itu sama dgn Equity Sales? Krn sy lihat di info low pekerjaan sepertinya banyak yg menuliskan Equity Sales (Pialang Saham). Mohon pencerahannya lagi Pak ya.

    Terima ksh sebelumnya.

  24. dede alfiah
    May 22nd, 2014 at 18:56 | #24

    pak saya mau tanya mengapa pasar sekuritas tidak memberikan modal bagi Penerbit sekuritas Yang diperdagangkan dipasar tersebut?

  25. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 20:26 | #25

    @Rosalina
    Betul Rosalina, yang dimaksud dengan equity sales itu kurang lebih broker tipe 2 yang saya maksud. Semoga sukses dengan rencananya.

  26. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 20:29 | #26

    @dede alfiah
    Salam Dede,

    Jasa yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas adalah jasa transaksi (trading), jasa pinjaman uang untuk melakukan transaksi jual beli (margin trading), dan jasa penjamin emisi (membantu perusahaan menerbitkan saham).

    Yang bisa memberikan pinjaman (modal) ke perusahaan adalah bank.

    Semoga informasi ini bermanfaat.

  27. henry
    May 22nd, 2014 at 21:48 | #27

    maaf agak sedikit oot pak, saya mau tanya apa perbedaan antara private equity & hedge fund, dan apakah jika ada pribadi yang mengelola dananya sendiri di pasar modal bisa dikatakan memiliki PE/HF sendiri & ke depannya bisa menjelma menjadi sebuah perusahaan?

    satu lagi pak, bagaimana cara perhitungan agar portofolio kita bisa diandaikan seperti reksadana yang dimulai dari nilai 1000? saya suka bingung menghitung jika ada dana yang topup/redeem. beli/jual?

    Trimakasih

  28. Rudiyanto
    May 22nd, 2014 at 23:54 | #28

    @henry
    Salam Henry,

    Sebenarnya Private Equity Fund dan Hedge Fund itu tidak ada dalam jenis instrumen investasi yang di cover dalam peraturan pasar modal di Indonesia. Jadi istilah itu adalah yang sering disebutkan oleh para investor ataupun kita baca di media asing.

    Tapi kalau anda cek ke Wikipedia, istilah Private Equity Fund itu dekat dengan KPD. Dimana itu adalah kumpulan dana dari investor yang jumlahnya terbatas. Di Indonesia, peraturan KPD telah berubah menjadi 1 kontrak 1 investor.

    Private Equity Fund menurut pemahaman saya adalah suatu dana yang dikumpulkan oleh sejumlah kecil investor. Nilainya variasi bisa besar sekali. Dan karena jumlah investor sedikit, tidak perlu ada ketentuan seperti reksa dana. Kalau mau resmi, bisa berbentuk perusahaan dengan pembagian komposisi saham yang jelas.

    Dana private equity fund dalam skala yang kecil bisa dilihat pada angel investor yang memberikan modal untuk para start up. Dalam skala yang besar, perusahaan holding seperti Saratoga Capital adalah contoh. Dimana levelnya sudah bukan memberikan modal untuk para start up lagi, tapi sudah jual beli bisnis yang nilainya ratusan milliar hingga triliunan.

    Jadi penjelmaan dari Private Equity Fund itu adalah bisa berupa perusahaan holding yang memiliki saham dimana-mana. Astra Internasional juga merupakan contoh, dimana perusahaan tersebut adalah holding untuk banyak anak perusahaan.

    Kalau tentang Hedge Fund, menurut saya berbeda. Hedge berasal dari kata hedging atau lindung nilai. Dan berbicara lindung nilai, berarti manajer investasi bisa menggunakan kontrak mata uang asing atau kontrak saham untuk melindungi nilai investasinya. Namun pada prakteknya, hedge fund juga seperti private equity fund namun keunikannya adalah penggunaan utang (leverage) yang sangat tinggi.

    Jadi sejumlah kecil orang kaya mengumpulkan uang, kemudian ditambah modal pinjaman entah itu dari bank atau dari margin perusahaan melakukan investasi secara agresif. Jadi investasi hedge itu sangat spekulatif dan jangkanya pendek karena menggunakan hutang. Apakah bisa jadi perusahaan atau tidak, saya kurang tahu. Tapi Soros Fund Management mungkin bisa menjadi salah satu contohnya.

    Untuk perhitungan NAB/Up, mungkin artikel ini bisa menjadi salah satu referensi http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/11/09/back-to-basic-memahami-mekanisme-naik-turunnya-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  29. dede alfiah
    May 23rd, 2014 at 19:08 | #29

    Terimakasih pak,sangat bermanfaat sekali Bagi saya sukses selalu pak

  30. imam
    May 25th, 2014 at 13:05 | #30

    selamat siang pak…. kalo lulusan sma bisa ga ya ikut ujian WPPE?
    saya sangat tertarik sekali untuk menjadi broker…
    tapi saya terkendala title…?

    terima kasih

  31. Rudiyanto
    May 25th, 2014 at 19:57 | #31

    @imam
    Selamat Malam Imam,

    Kalau anda sangat tertarik, apakah kamu sudah menanyakan langsung ke tempat ujian bahwa seperti apa syarat pendaftarannya? Apakah memang disebutkan bahwa WPPE harus S-1?

    Di Panin Sekuritas, kalau saya tidak salah, ada Office Boy yang berhasil mendapat sertifikasi WPPE. Menurut saya, jika kamu memang benar2 menginginkan maka yang menjadi penghalang keberhasilan mencapai cita-cita tersebut adalah kamu sendiri. Bukan title dan lainnya..

    Semoga bermanfaat.

  32. henry
    May 26th, 2014 at 19:58 | #32

    @Rudiyanto Terimakasih Pak Rudi atas penjelasannya, sukses selalu untuk blognya

  33. Meily
    June 10th, 2014 at 15:45 | #33

    Salam Pak Rudiyanto, artikel bapak memberikan pencerahan buat saya karena saya lagi cari info pekerjaan buat di bidang finance. Gini pak saya seorang mahasiswa yang berencana mengambil finance and marketing sbgai jurusan saya. Setelah googling ketemu artikel bapak, pertanyaan saya ada beberapa yaitu
    1. Untuk bisa bekerja di pasar modal khususnya investment banking and underwriter kriterianya S2 dan lulus sertifikasi WPPE ya ?. Kalau baca comment bapak di atas ttang OB di Panin Sekuritas, artinya saya setelah lulus S1 cukup mengikuti sertifikasi WWPE dan sudah bisa melamar ke pasar modal pak ?
    2. Saya bingung pak, soalnya gini selain pasar modal lowongan pekerjaan bagi lulusan finance khususnya S1 saya googling yaitu lebih cenderung mencatat dan mengkoordinasi keuangan yang mana pekerjaan itu bnyak di isi oleh lulusan akuntansi daripada finance itu sendiri. Jadi pertanyaan saya kalau saya tidak melamar di pasar modal jadi lapangan pekerjaan saya hanya di divisi keuangan yang hampir tak ada bedanya dengan akuntasi ?
    Maaf sedikit berlepotan pertanyaannya pak, soalnya saya benar-benar tidak ada gambaran akan lapangan pekerjaan di finace, tapi saya tertarik setelah membaca artikel bapak. Terima kasih bnyak pak

  34. Rudiyanto
    June 10th, 2014 at 16:54 | #34

    @Meily
    Salam Meily,

    Kalau kamu memang fokus untuk mau bekerja sebagai investment banking dan underwritter, maka ya fokus disitu saja. Apakah kriterianya harus S1 atau S2 dan punya sertifikat atau tidak, saya tidak tahu. Sepertinya tidak begitu dipermasalahkan. Perihal sertifikat, banyak juga orang2 baru ujian setelah bekerja, bukan sebelumnya.

    Kalau dari pengalaman saya, banyak orang yang bekerja di pasar modal itu dasarnya referensi. Entah itu referensi dari orang2 yang sudah bekerja, ataupun referensi dari dosen atau pengajar ketika mengikuti kursus / kuliah berkaitan dengan pasar modal. Sebab para pengajar atau dosen umumnya adalah praktisi sehingga bisa kalau ada calon yang bagus, bisa langsung direkrut.

    Untuk pertanyaan kedua, kalau menurut saya kamu tidak perlu khawatir. Mungkin hanya dokter, arsitek atau notaris yang untuk bisa menjadi profesi tersebut kamu harus benar2 kuliah dengan jurusan yang bersangkutan. Tapi di luar itu, ada banyak sekali orang yang bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya, dan tidak sedikit juga yang sukses. Yang penting adalah pekerjaannya sesuai passion.

    Semoga bermanfaat.

  35. ratika
    July 24th, 2014 at 12:59 | #35

    siang pak rudi, salam kenal ya..

    Maaf bila lari dari content

    saya mau tanya perbedaan antara main saham sendiri dgn saham di mainkan oleh manajer investasi, apa untung dan ruginya?

    terima kasih
    RT

  36. Rudiyanto
    July 24th, 2014 at 13:05 | #36

    @ratika
    Salam Kenal juga,

    Kalau untung dari investasi sendiri adalah ada rasa senang dan bangga ternyata tebakannya benar. Dan kalau salah kita jadi tahu yang salah. Ruginya adalah apakah ada waktu dan uang yang cukup untuk melakukan hal tersebut.

    Kalau untung dari dimainkan manajer investasi, kita bisa menikmati keuntungan di saham sambil melakukan hal lain. Selain itu, ada juga pihak yang bisa disalahkan kalau nilainya turun. Ruginya adalah tidak ada kontrol sehingga pasrah bongkokan dengan pengelolaan oleh Manajer Investasi.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  37. simin
    August 26th, 2014 at 09:08 | #37

    Salam kenal pak Rudiyanto,
    kl mau ikut pelatihan ujian mgr investasi dan sertifikasi pasar modal lain, lbh rekomen Ticmi atau bina insan atau other? Thx u.

  38. August 26th, 2014 at 10:51 | #38

    Yth Pak Rudi, ini saya lagi.. hehe

    Saya penasaran sekaligus tertarik dengan profesi trainer untuk pasar modal. Kalau ingin menjadi trainer-katakanlah di BEI, apakah harus punya sertifikasi WPPE juga?

    Terima kasih penjelasannya (^_^)

  39. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 13:45 | #39

    @simin
    Salam kenal juga Simin,

    Kalau di TICMI setahu saya abis training bisa langsung daftar ujian. Kalau di Bina Insan, setelah daftar training, untuk ujian masih harus daftar lain. Secara harga anda bisa komparasi mana yang lebih mahal atau murah.

    Kalau rekomendasi dari saya, terus terang saya tidak ada. Coba lihat saja dari sisi jadwal, tempat dan nama-nama pengajarnya. Semoga bermanfaat.

  40. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 14:16 | #40

    @Nina
    Salam Nina,

    Kalau secara pekerjaan memang tidak perlu. Akan tetapi kalau ada yang bisa mendukung cv anda. Biasanya ada 3 macam trainer, Pertama. yang memang pekerjaannya melakukan edukasi dan training. Biasanya mereka bekerja di IDX langsung, bisa di cabang seperti PIPM (Pusat Informasi Pasar Modal) ataupun divisi edukasi di kantor pusatnya. Sayangnya karena sudah setengah regulator, mereka tidak bisa memberikan rekomendasi. Jadi pembahasanya lebih diutamakan pada konsep-konsep dasar dan pemahaman tentang produk investasi. Tapi ketika ditanya beli saham apa, mereka tidak membahasnya. Pembahasan ini lebih dilakukan oleh kategori kedua dan ketiga.

    Kedua, trainer yang berasal dari perusahaan sekuritas atau manajer investasi. Biasanya mereka memberikan training karena menjadi host dalam acara yang mereka selenggarakan. Biasanya, mereka juga bertugas mempromosikan produk atau fasilitas dari perusahaan. Memang menjadi pembicara bukan tugas utama mereka, tapi ada juga yang kualitas bicaranya bagus.

    Ketiga, trainer profesional yang memang mencari nafkah dari bidang ini. Bisa saja mereka bekas kerja di sekuritas, manajer investasi atau IDX. Biasanya pembicara dari kategori ketiga ini adalah yang paling baik karena kalau bicaranya kurang bagus, tidak ada peserta yang datang. Terkadang, mereka juga membebaskan biaya partisipasi, tapi sebenarnya itu dibayar dari sponsor. Untuk itu mereka juga harus punya kemampuan mengumpulkan peserta. Ada juga yang menjual produk seperti situs berlangganan, riset, buku dan hal lainnya.

    Jadi, menurut saya yang harus dilatih itu kompetensi berbicaranya dulu. Soal sertifikat bisa menyusul. Demikian semoga bermanfaat.

  41. Simin
    September 2nd, 2014 at 15:04 | #41

    @Rudiyanto
    thx infonya pak. Ohya kl saya mau ikut ujian utk sertifikasi WMI, sedangkan saya belum pernah bekerja di bidang investasi , saham, broker dll. bagaimana pak? Bisa tidak? thx again.

  42. Rudiyanto
    September 2nd, 2014 at 15:40 | #42

    @Simin
    Coba ditanyakan ke lembaga sertifikasinya langsung. Semoga bermanfaat

  43. September 20th, 2014 at 20:21 | #43

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai pasar modal. Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pengabdian masyarakat yang bisa anda kunjungi di seputar pasar modal

  44. Donny
    October 19th, 2014 at 16:38 | #44

    Salam Kenal Bapak Rudiyanto,

    Sungguh artikel yang bapak sampaikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan, terutama bagi saya yang tertarik untuk mendalami pasar modal.

    Adapun hal yang ingin saya tanyakan saat ini, saya pernah membaca salah satu Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai jasa trust, dimana salah satu fungsi dari pengelola harta trust (trustee) adalah sebagai Investment Agent, bagaimana mekanismenya ? Apakah sama dengan yang bapak paparkan pada artikel ini ? (seperti Perusahaan Manajer Investasi).

    Hormat saya,

    Donny

  45. edwin agustian
    October 24th, 2014 at 10:32 | #45

    iya betul film ini , ketika saya sedang dirumah , tidak ada yang diajak bicara , saya menonton film ini di salah satu channel yang kadang di putar beberapa kali , lumayan saya harus menonton 3 kali , agar bisa mengetahui detail ceritanya dengan benar , persaingan dalam karir dan cinta. mencoba dipisahkan tapi akhirnya harus bersatu. film yang lumayan menghibur.

  46. Rudiyanto
    October 24th, 2014 at 12:45 | #46

    @Donny
    Salam kenal juga pak Donny,

    Jasa Trust memang beberapa kali pernah saya dengar. Dalam bahas Indonesia, mungkin kalimat yang tepat adalah Wali Amanat. Peraturan yang mengatur tentang wali amanat itu biasanya ada di perbankan seperti yang anda kemukakan dan wali amanat itu sendiri berbentuk badan hukum bank.

    Wali amanat yang sering saya lihat adalah di Obligasi. Dimana bank menjadi wali amanat dari obligasi tertentu yang tugas dan tanggung jawabnya tercantum dalam prospektus obligasi.

    Lembaga pasar modal umumnya tidak bisa menyelenggarakan jasa wali amanat. Dan terus terang saya juga tidak memahami dengan detail seperti apa prospek di profesi ini. Yang jelas, dia termasuk dalam kategori Manajer Investasi, Perantara Pedagang Efek (broker) dan Penjamin Emisi Efek (Underwritter)

    Terima kasih.

  47. Stephen
    November 27th, 2014 at 13:44 | #47

    Selamat siang pak Rudi,

    Saya Stephen, 24 tahun, saya tertarik sekali membaca ulasan bapak mengenai pasar modal ini, terlebih lagi saya pernah memiliki sertifikat WAPERD sewaktu saya pernah bekerja di bank swasta (saat ini saya bekerja sebagai settlement staff di pialang pasar uang). Ada 2 hal yg ingin saya tanyakan:

    1. Apakah perusahaan sekuritas dgn perusahaan manajer investasi pada umumnya merupakan 2 perusahaan yg terpisah (co: Mandiri Sekuritas dan Mandiri Manajemen Investasi)? Karena yg saya tahu, manajemen investasi merupakan bagian dari suatu perusahaan sekuritas.

    2. Dengan pekerjaan saya saat ini, apakah ruang lingkup pekerjaan di pialang pasar uang ada hubungannya dgn pekerjaan di pasar modal jika saya ingin memulai karir di manajemen investasi?

    Mohon advisenya ya pak Rudi, God bless!

  48. Rudiyanto
    November 27th, 2014 at 17:10 | #48

    @Stephen
    Sore Pak Stephen,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:

    1. Kalau sudah ada nama PT. seperti PT. Mandiri Sekuritas dan PT. Mandiri Manajemen Investasi berarti itu dua perusahaan yang terpisah. Beberapa tahun lalu, memang sempat ada himbauan kepada perusahaan untuk memisahkan dua unit bisnis ini menjadi 2 perusahaan yang berbeda. Tapi karena sifatnya himbauan, ada yang melakukan ada juga tidak. Sehingga tetap ada perusahaan sekuritas yang memiliki bidang usaha manajemen investasi. Kalau di bank itu istilah kaya Unit Usaha Syariah dan Badan Usaha Syariah.

    2. Kalau itu tergantung ama yang interview kamu. Sifatnya memang melakukan analisa dan eksekusi transaksi. Hanya saja di pasar modal, orang jual beli saham dan obligasi kalau kamu jual beli pasar uang dan obligasi. Jadi harusnya masih ada linknya yaitu sama-sama melakukan kegiatan analisa.

    Semoga bermanfaat.

  49. Muthia
    January 5th, 2015 at 07:43 | #49

    Siang pak Rudi.. Saya mau bertanya apa bedanya posisi Marketing, Equity Sales, dan trainer di perusahaan sekuritas ?

  50. Rudiyanto
    January 6th, 2015 at 13:33 | #50

    @Muthia
    Selamat siang Muthia,

    Terus terang karena tidak bekerja di sekuritas saya tidak begitu mengerti bedanya marketing dengan equity sales karena pada dasarnya sama. Mungkin bedanya adalah marketing fokusnya dapatkan nasabah baru sementara equity sales yang menangani nasabah yang diperoleh tersebut supaya bertransaksi.

    Kalau trainer, ya orang yang memberikan training.

    Semoga bermanfaat.

  51. Ibn Assegaff
    January 13th, 2015 at 10:41 | #51

    Selamat Pagi Pak Rudi

    Saya ingin menanyakan tentang Sertifikasi WMI:

    1. Apakah ketika kita ingin mendapatkan sertifikasi WMI harus lulus WPPE lebih dahulu?
    2. Apakah WMI harus D3/S1? Bisakah hanya Lulusan SMA bisa menjadi WMI?
    3. Adakah Refrensi Pelatihan WMI yang bagus?

    Terima Kasih :)

  52. Rudiyanto
    January 13th, 2015 at 11:07 | #52

    @Ibn Assegaff
    Pagi Pak Assegaff,

    Sehubungan dengan WMI
    1. Tidak
    2. Tidak Tahu
    3. Kalau kamu baru lulus S-1 atau sedang kuliah bidang manajemen, cukup menggunakan pengetahuan kamu selama kuliah + baca peraturan tentang pasar modal dan reksa dana. Kalau belum setahu saya ada beberapa pelatihan seperti Bina Insan, TICMI, dan juga pelatihan lain yang bisa kamu cari di internet.

    Semoga bermanfaat.

  53. Kristi
    February 12th, 2015 at 10:35 | #53

    Selamat Pagi Pak…. Saya Mau menanyakan ..
    1. apa perbedaan sertifikasi CSA, RSA dan WPPE ?
    2. lalu gunanya CSA dan RSA itu apa ya pak ?

    terimakasi

  54. Rudiyanto
    February 13th, 2015 at 16:04 | #54

    @Kristi
    Sore Kristi,

    Kalau WPPE itu Wakil Perantara Pedagang Efek, dalam sehari2 suka disebut broker atau Pialang. Jadi kalau orang mau jual beli saham, maka harus menggunakan jasa perusahaan yang memiliki izin Perdagangan Efek atau Sekuritas. Kalau orang yang bekerja di perusahaan sekuritas dalam hal menfasilitas transaksi para nasabah, secara pribadi harus memiliki izin sebagai WPPE.

    Kalau CSA dan RSA saya tidak tahu, singkatannya apa ya?

  55. robby
    February 24th, 2015 at 08:39 | #55

    Selamat Pagi Pak Rudiyanto,

    Tgl 28 maret’15 ada test Ujian WPPE, saya ikut pendaftaran tersebut.
    mohon bantuannya, apakah Pak Rudi memiliki contoh2 soal ujian dan bahan referensi untuk ujian WPPE?

    thanks.

  56. Rudiyanto
    March 2nd, 2015 at 00:32 | #56

    @robby
    Selamat Pagi Robby,

    Saya tidak ada. Silakan mencarinya di tempat lain. Semoga lulus dengan ujiannya.

  57. kristian
    March 2nd, 2015 at 17:23 | #57

    Apa kabar Pak Rudy, saya doakan selalu dalam kondisi sehat.

    Saya punya rencana mendirikan sebuah perusahaan investasi dengan dana kelolaan dan jumlah nasabah yg terbatas (max. 20org), yang ingin saya tanyakan adalah apakah saya harus mengajukan ijin ke OJK atau instansi terkait? apakah dengan modal kurang dari 500jt sudah bisa mendirikan sebuah perusahaan investasi? karena saya sempat membaca di peraturan OJK mengenai izin wakil manajer investasi, syarat minimal pendidikan min.D3 dan harus sudah pernah bekerja di perush.efek min 5th

    Minta tolong bantuannya, terimakasih
    Tuhan berkati

  58. Rudiyanto
    March 3rd, 2015 at 16:17 | #58

    @kristian
    Terima kasih Pak Kristian atas doanya. Semoga anda dan keluarga juga sehat selalu.

    Peraturan yang harus anda baca adalah persyaratan pendirian Manajer Investasi (MI). Bukan Wakil Manajer Investasi (WMI). Sebab WMI itu mengacu ke orang perseorangan yang memegang lisensi untuk melakukan pengelolaan dana, sementara MI berkaitan dengan pendirian perusahaan yang bisa melakukan pengelolaan investasi. Tentu saja, pemegang izin WMI harus bekerja di perusahaan yang mendapat izin MI.

    Terus terang, dengan persyaratan yang ada saat ini, mendirikan perusahaan pengelolaan investasi adalah hanya untuk pihak dengan kapasitas finansial yang kuat.

    Untuk mengumpulkan dan mengelola dana dari masyarakat umum memang harus mendapat izin dari OJK. Namun jika jumlah nasabahnya terbatas, terus terang saya tidak tahu. Jadi saran saya anda bisa bertanya ke OJK langsung. Saat ini mereka sudah membuka layanan konsumen. Semoga pertanyaan anda bisa terjawab.

    Terima kasih.

  59. March 5th, 2015 at 20:19 | #59

    pak saya ingin bertanya, sebentar lagi kan saya mau lulus SMA, nah saya juga pernah mengikuti sosialisasi tentang univ yang memiliki jurusan bidang pasar modal dan saya juga sangat tertarik dengan bidang seperti itu,tetapi saya masih bingung apakah bidang seperti itu memiliki kesempatan kerja yang bagus?

  60. Rudiyanto
    March 8th, 2015 at 22:53 | #60

    @ivana
    Malam Ibu Ivana,

    Semua bidang usaha pasti memiliki prospek yang bagus apabila kita menekuninya dengan sungguh-sungguh dan lebih baik lagi jika bidang usaha itu adalah sesuatu yang anda inginkan.

    Pekerjaan tentang pasar modal itu tidak terbatas hanya pada perusahaan sekuritas dan manajer investasi, namun saat ini bank juga banyak yang menawarkan produk pasar modal pada nasabahnya. Untuk ketiga industri tersebut, tenaga pemasaran sangat kurang. Jika anda memiliki pengetahuan, passion dan sertifikasi yang berkaitan dengan pasar modal rasanya tidak terlalu sulit jika anda ingin bergabung.

    Saran saya, jangan terlalu anti dengan posisi marketing. Banyak kenalan saya yang menduduki posisi puncak perusahaan, kebanyakan memulai kariernya dari posisi tersebut. Dan pada posisi itu sekalipun mereka tetap melakukan kegiatan penjualan karena dari kegiatan itulah profit perusahaan dihasilkan.

    Saya sendiri sejak awal berkarir sampai sekarang juga pada dasarnya “jualan”. Hanya labelnya saja yang macam2.

    Semoga bermanfaat.

  61. Dyah
    March 24th, 2015 at 17:04 | #61

    Halo pak Rudi,
    Saya awam tentang investasi, ingin tanya hal berikut : jika saya ingin membeli saham salah satu perusahaan nasonal,apakah bisa lewat MI? atau hanya bisa lewat perusahaan securitas?
    Setahu saya MI sudah punya produk sendiri kita tinggl pilih, benar begitu?

    Terima kasih.

  62. Rudiyanto
    March 24th, 2015 at 17:21 | #62

    @Dyah
    Salam Ibu Dyah,

    Jika anda ingin membeli satu saham secara spesifik, maka satu-satunya cara adalah berinvestasi melalui perusahaan sekuritas dengan memasang order beli pada saham tersebut.

    Untuk reksa dana, bisa saja kebetulan saham yang ingin anda beli ada dalam portofolio investasinya. Namun karena pengelolaan sepenuhnya merupakan wewenang Manajer Investasi, maka ada kemungkinkan saham tersebut sudah tidak ada pada periode berikutnya karena pertimbangan dari pengelola.

    Semoga bermanfaat.

  63. Dyah
    March 24th, 2015 at 20:59 | #63

    Bisakah melakukan investasi jarak jauh ( luar negeri ) melalui Manager Investasi? Dalam hal ini adalah membeli reksadana. Apakah investor harus datang langsung? Terima kasih.

  64. Rudiyanto
    March 26th, 2015 at 14:06 | #64

    @Dyah
    Salam Dyah,

    Untuk Manajer Investasi dan Agen Penjual yang sudah menerapkan sistem Know Your Customer secara online itu bisa.

    Kalau di Panin Asset Management, anda lakukan dengan cara ini http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx

    Semoga bermanfaat.

  65. rahardjo
    April 12th, 2015 at 23:29 | #65

    Salam pak Rudiyanto,

    Saya tertarik menjadi tenaga pemasar reksa dana.
    APERD itu kan bank sebagai agen penjual, kalau WAPERD perorangan. Bila saya ingin menjadi WAPERD, apakah saya harus bekerja di bank yg merupakan APERD ato bekerja pada Manager Investasi?

    Mohon penjelasannya pak.
    Terima kasih.

  66. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:38 | #66

    @rahardjo
    Salam Pak Rahardjo,

    Terima kasih sudah berminat untuk menjadi tenaga pemasar. Industri ini sangat kekurangan tenaga pemasar reksa dana. Jadi saya yakin jika anda mau bekerja keras, peluang untuk maju dan makmur sangat besar karena persaingan masih sangat sedikit. Belum lagi jumlah investor reksa dana yang amat jarang yaitu kurang dari 500rb seluruh Indonesia. Bayangkan, untuk Jakarta saja sudah ada 10 juta penduduk. Katakan ada 2 juta penduduk yang punya penghasilan saja, pangsa pasar kamu ada 1,5 juta orang. Apalagi penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta.

    Nah, yang namanya izin WAPERD memang izin perorangan. Namun kamu baru bisa menggunakan izin tersebut jika kamu bekerja di Bank dan Sekuritas yang menjadi APERD, atau langsung di Manajer Investasi. Kalau mau menjual sendiri, masih belum bisa.

    Semoga bermanfaat.

  67. rahardjo
    April 13th, 2015 at 01:03 | #67

    @Rudiyanto
    Terima kasih pak atas penjelasannya yang singkat tapi padat :)

    Bisakah bapak kasih saya rekomendasi, peluang karir yang lebih bagus bila saya bekerja sebagai WAPERD, apakah di Bank, Sekuritas atau Manager Investasi?

    • Rudiyanto
      April 13th, 2015 at 01:06 | #68

      Salam pak,

      Silakan dicoba saja. Tapi jika anda mau mencoba fokus di reksa dana, sebaiknya via Manajer Investasi atau Bank.
      Semoga cita-cita anda tercapai.

  68. laoli
    April 20th, 2015 at 00:11 | #69

    sebelumnya saya ingin memberitahukan profil saya terlebih dahulu, saya berumur 24 tahun lulusan sastra, karena tertarik dengan pasar modal saya ikut tes wppe dan sekarang telah memiliki sertifikat beserta ijinnya, saat ini saya berencana mengambil beasiswa untuk lanjut s2magister manajemen peminatan manajemen portofolio di ptn dalam negeri. nah yg mau saya tanyakan adalah
    1. klo seandainya saya lanjut s2 saat ini maka saya akan lulus pd usia 27 thn, apakah pd usia tsb dgn profil s2 yg tidak linier saya dpt melamar pekerjaan analis efek? klo bisa kira2x brp besar peluangnya? gimana juga peluangny klo ngambil s2ny d luar negeri? emang brp batas usia seorang freshgraduate untuk dpt memasuki industri ini?
    2. saya sebenarny pernah mencoba melamar kerja di 2 sekuritas di medan yaitu mandiri dan valbury dan sempat ngomong dgn bm ny, mereka bilang klo jd sales equity d tmpt mereka pd intiny tidak ad training, tdk ad bimbingan, kita dibiarkan berjuang sendiri cari nasabah, dan gajiny br dpt setelah berhasil menggaet nasabah. apakah semua sekuritas sekejam itu? gara2x itu semangat saya langsung kendor karena jujur saya tidak punya pengetahuan maupun keahlian apapun d bidang sales, saya mau belajar, tp klo gak diajarin gmn dong?
    3. saya sempat melihat lowongan di bca yaitu investmen specialist dgn syarat tertarik dgn pasar modal dan punya pengalaman di bank/wealth management min 2 thn, nah itu kerjaanny apa? ap menggaet nasabah (sales equity) ato menganalisa saham, ato malah maen saham kayak manager investasi? klo seandainy maen saham trus dana siapa itu apa dana bca, ato nasabah, ato klien institusi? apakah investment specialist ini ad juga d bank ato institusi keuangan lainnya? soalny saya melihat lowongan yg sm di sebuah perusahaan asuransi. gmn menurut bpk klo seandainy saya masuk bank saja dulu entah d posisi ap, br mencb pindah k divisi investasi di bank atau institusi lainny, mengingat kesehteraan pegawai bank yg cukup lumayan.

  69. Rudiyanto
    April 22nd, 2015 at 15:18 | #70

    @laoli
    Selamat Siang Laoli,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Sebagaimana yang sudah pernah saya jelaskan sebelumnya, untuk pekerjaan seperti analis, biasanya lowongan tidak dipublikasikan. Ada yang berhasil mendapatkan pekerjaan tersebut dengan cara mengirim CV ke perusahaan meskipun lowongan tidak dibuka, ada pula yang berdasarkan referensi. Darimana sumber referensi tersebut? Biasanya para pengajar kelas pasar modal di kursus atau universitas juga merupakan praktisi. Jika mereka melihat ada siswa yang berpotensi, bisa jadi mereka merekrut langsung atau memberikan referensi ke kenalannya. Referensi juga tidak selalu harus dari atasan, jika ada sesama siswa yang juga analis efek, bisa saja dia mereferensikan kepada atasannya.

    Jadi, sadar atau tidak, proses interview sudah berlangsung sejak kuliah. Bagaimana anda bersosialisasi, berusaha, ditambah dengan amal dan ibadah akan menentukan kesuksesan karir anda di bidang pasar modal. Bukan soal usia.

    2. Nah, biasanya kalau orang fokus dan giat berusaha, amal dan ibadahnya juga berlimpah, akan dipertemukan dengan orang / perusahaan yang benar. Ini sudah pengalaman saya sendiri yang terbukti konsisten bertahun-tahun. Metode ini lebih ciamik daripada kamu beli batu akik ratusan juta yang “katanya” bisa memberikan keberuntungan.

    Tentu tidak semua perusahaan sekuritas seperti itu, kamu bisa coba cari lagi. Sepengetahuan saya, pimpinan Panin Sekuritas di Medan sangat peduli pada pengembangan karyawan. Ada banyak kesempatan belajar, training dan melakukan public speaking karena di sana banyak diselenggarakan kegiatan.

    Nah, itu tergantung niat kita. Ada yang melihat kegiatan itu sebagai siksaan karena harus bekerja di hari sabtu atau minggu, ada pula yang melihatnya sebagai kesempatan langka karena bisa terus training. Gelas setengah penuh atau kosong, itu tinggal perspektif saja.

    3. Kalau lowongan di BCA, saya rasa hanya BCA yang berkompeten menjawabnya. Demikian pula dengan asuransi tersebut. Yang penting fokus, mau mendalami pasar modal atau mencari perusahaan dengan kesejahteraan bagus. Yang jelas, orang yang usaha dan belajarnya giat, biasanya akan sejahtera dari apa yang dia lakukan. Bukan sebaliknya.

    Semoga bermanfaat.

  70. Agnes Bellisa
    May 12th, 2015 at 18:09 | #71

    Selamat sore pak.
    Saya adalah siswa SMA di Medan. Kebetulan, kami diberi tugas dari guru kami, untuk membuat film singkat mengenai transaksi di pasar modal. Dan saya diberi peran menjadi Dana Reksa – KSEI. Saya masih bingung mengenai apa yang akan saya lakukan saat bertransaksi di ‘pasar modal’. Saya sudah berusaha mencari di internet, namun saya masih kurang jelas mengenai tugas dan peran Reksadana – KSEI.
    Mohon bapak menjawab pertanyaan ini. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih banyak.

  71. Arga
    May 14th, 2015 at 02:32 | #72

    Yth. Bpk Rudi, semoga Tuhan slalu memberikan kesehatan dan rejeki yg mlimpah kpd bpk skeluarga.

    Sy ingin bercerita terlebih dahulu.
    Sy pernah mmiliki pengalaman bekerja di perusahaan futures. Saat itu sy ditawari teman bekerja dengan posisi broker. karena saat mahasiswa sy sangat gemar bermain komoditi dan valas di Marketiva ( wlwpun sy bkn mahasiswa ekonomi), sy tertarik u/ mencobanya. Dan ternyata, disitu sy ditempatkan di posisi marketing. saat itu sy msh tdk tau spt apa medanny. sy pikir broker dan marketing itu berbeda. jadi saat itu jujur sy mrasa tertipu. tp ya udahlah. sy jalanin ajja. setelah menjalani slama 3 bulan lama kelamaan sy menyadari bahwa jd sales saham itu berat juga. wlwpun sy ada kturunan cina. tp mnemukan orang yg mau mletakkan uangnya minimal sebesar 100 jt itu tidak mudah. dan yg mmbuat sy merasa rugi, adalah rugi waktu, tenaga dan ongkos/biaya u/ makan dan trsnsport krn smua sy yg tanggung tanpa ada gaji pokok. Seandainya sy berhasil menemukan orang yg mw deposit min 100 jt pun sy cm dpt komisi 10 % nya saja yaitu cm 1 jt. akhirnya setelah 4 bln mncoba sy out. bhkan tmn sy yg mnawari sy jg sdh out skarang.

    setelah kluar sy mnjadi bertanya2, apkh tampang sy ini tampang2 gk laku jualan. pdhl sy ini kturunan cina, tampang cina pula. u/ mmbuktikan smua itu sy rela melamar jadi sales regulator gas elpigi Door-to-Door. ternyata kraguan sy itu tdk benar, dihari pertama regulator gas ditangan sy habis terjual. pdhl tmn sy yg lainnya gk sampek habis. saya mnjalani profesi itu 1 blnan. stelah itu sy out krn sy jg takut sm api.

    saat ini sy bekerja sbg staff di salah satu perusahaan gas. ketertarikan sy u/ bekerja di pasar modal kembali bangkit saat sy mmbaca artikel bapak. aplg sy jg senang dgn dunia komoditi dan index. tp memory pahit sy sbg broker- marketing, atau broker tipe ke-2 spt artikel bpk, spt mnjadi pnghalang u/ bs kearah sana. Disatu sisi sy saat ini adlh staff dgn gaji tdk sampai 8 jt, hehe. tp disisi lain sy ingin sukses berkarir di pasar modal. spt Bpk Hary Tanoe

    yg jd pertanyaan sy.
    1. apa smua perusahaan futures spt itu trhadap team marketingnya (tdk ada gaji pokok, no uang makan, no uang transport, komisi cm 10%).. smntara kita kan tiap harinya butuh makan, skedar info, tmpat sy bkerja dulu adlh PT. Monex… Apakah bpk memiliki info tempat yg lebih baik selain di Monex, yg lebih berperi kemanusiaan trhdp team marketingnya, atau haruskah sy mngawali karir sy di pasar modal slain di bidang marketing…??

    2. Apa saran yg dpt bpk berikan u/ sy agar sy dpt sukses berkarir di pasar modal (bukan sbg investor/trader – krn u/ jadi trader tentunya dana yg dikeluarkan pastiny sangat banyak. dan u/ jd investor, butuh wktu yg lama jk dana yg ditanamkan tdk seberapa besar)

    Trima kasi atas jawabannya salam hangat selalu u/ kluarga..

  72. Rudiyanto
  73. Rudiyanto
    May 15th, 2015 at 13:26 | #74

    @Arga
    Salam Arga,

    Terima untuk doanya dan ceritanya yang panjang lebar.

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Saya tidak tahu karena tidak memahami perusahaan futures. Yang jelas, transaksi yang dilakukan di bursa berjangka (Forex dan Futures) menurut saya bukanlah investasi akan tetapi merupakan spekulasi karena investor harus melakukan transaksi untuk memperoleh keuntungan. Itu berbeda dengan pasar modal, dimana kita masih bisa melakukan investasi (Saham, Obligasi dan Reksa Dana) dimana cukup kita beli dan biarkan berkembang dalam jangka panjang.

    Kalau passion anda adalah di pasar modal, maka saran saya perusahaan berjangka bukan tempat yang cocok. Kalau pasar modal, berarti kita berbicara perusahaan dengan akhir Sekuritas dan Asset / Investment Management. Bisa juga bank, dimana bank tersebut merupakan bank agen penjual daripada reksa dana.

    Boleh tahu, dimana propinsi tempat anda berdomisili sekarang dan apakah anda sudah pernah melamar ke perusahaan sekuritas dan manajer investasi sebagai tenaga marketing?

    2. Kunci untuk melakukan semua pekerjaan dengan sukses, tidak hanya di pasar modal saja, adalah anda harus menyukai apa yang anda pekerjaan. Sehingga daripada disebut “bekerja” setiap hari, lebih tepatnya kita melakukan apa yang kita klaim sebagai “panggilan hidup” kita.

    Dengan demikian, gaji, uang lembur, komisi, dan hal yang bersifat finansial lainnya bukan lagi merupakan pertimbangan utama tapi apakah anda senang dengan apa yang anda kerjakan atau tidak.

    Saya percaya, jika kita menyenangi apa yang kita kerjakan, maka otomatis remunerasi akan ikut. Itu cuma masalah cepat atau lambat dan yang menawarkan tersebut perusahaan sendiri atau kompetitor yang melihat potensi anda.

    Demikian, semoga jawaban ini bermanfaat.

  74. Arga
    May 24th, 2015 at 17:09 | #75

    @Rudiyanto
    Salam Pak Rudi. Semoga bapak dan sekeluarga akan selalu diberikan rejeki dan kesehatan oleh Tuhan yang maha esa.

    Terima kasih atas tanggapannya, tanggapan bpk mengenai “kunci kesuksesan dalam pekerjaan” telah mengubah mindset saya selama ini. Saat ini saya tinggal di Waru (dekat bandara Juanda/perbatasan Sidoarjo-Surabaya). kalau dulu saya pernah menjadi tenaga marketing di perusahaan futures di SBY (Monex Investindo Futures).

    kalau melamar dan bekerja di perusahaan sekuritas saya belum pernah, setahu saya, perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang menjembatani antara investor jika ingin melakukan investasi di bursa efek.

    Kalau “Passion” saya, saya lebih suka di pasar modal. Hanya dulu pengetahuan saya mengenai pasar modal masih minim. Sehingga saya dulu bisa dikatakan “tersesat” bekerja di perusahaan futures/berjangka. Memang sangat jarang sekali ada wacana2 mengenai pasar modal, yang banyak saya temui adalah wacana2 mengenai futures. Mungkin itu juga penyebab mengapa di Indonesia ini masih jarang ada orang yang ingin berkarir/bermain di pasar modal. bahkan ada juga masyarakat awam yang mengatakan berkarir di pasar modal sama saja bermain judi. hehehe…

    Ada hal lagi yang saya ingin tanyakan.

    1. Jika saya ingin berkarir di pasar modal. dimanakah sebaiknya saya harus memulai, apa dengan bekerja sebagai tenaga marketing lagi di perusahaan sekuritas.

    2. Saya kebetulan juga memiliki adik yang tahun ini akan lulus dari SMA, dan adik saya kebetulan juga tertarik untuk berkarir di pasar modal. Jika adik saya ingin berkuliah, di jurusan apa yang kira-kira mendukung untuk berkarir di pasar modal. karena kata teman saya , di jurusan ekonomi pembangunan pun hanya ada satu saja mata kuliah mengenai pasar modal, itupun di semester 7 (3 sks). sedangkan mata kuliah2 yang lain sepertinya kurang/tidak ada hubungannya dengan pasar modal. Saya surfing di internet, ada jurusan “analis efek” tapi itu baru ada di Jakarta. sedangkan di Surabaya belum ada. Padahal bursa efek selain ada di Jakarta juga ada di Surabaya…

    Terima kasih atas tanggapannya. Salam hangat selalu untuk keluarga.

  75. Rudiyanto
    May 27th, 2015 at 10:54 | #76

    @Arga
    Selamat Siang Pak Arga,

    Jika anda ingin berkarir di Pasar Modal, anda bisa mencoba di Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Asset Management, atau Perbankan di divisi pemasaran.

    Saat ini jurusan Analis Efek di Indonesia masih sangat jarang. Dulu setahu saya ada di STAN tapi ditutup, entah karena sepi peminat atau apa. Kalau soal kuliah tidak perlu terlalu khawatir, orang-orang yang berkarir di pasar modal setahu saya berasal dari berbagai jurusan ilmu. Mulai dari Manajemen, Akuntansi, Teknik Sipil, Pertanian, Teknologi Pangan bahkan Teknologi Aeronotika.

    Kalau memang mau agak mudah memulainya bisa di manajemen keuangan. Tapi pada akhirnya kembali ke usaha dan kerja keras masing-masing orang. Sebab ilmu tentang pasar modal tidak sulit untuk dipelajari jika mau mencoba. Selain itu, ada juga banyak kursus2 tentang pasar modal.

    Semoga bermanfaat.

  76. iman
    May 29th, 2015 at 23:45 | #77

    slamat mlm pak..
    saya pendatang baru di webseite bapak, dan saya suda baca postingan bapa di atas
    dan ada beberapa pertanyan yang ingin saya sampaikan

    1. apa peran dunia IT di dalam pasar modal

  77. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:17 | #78

    @iman
    Selamat Pagi Pak Iman,

    Kalau peranan IT ya banyak. Saya rasa tidak hanya di pasar modal saja tapi di seluruh Industri. Mulai dari komputer yang saya pakai buat ketik, jaringan internet, komunikasi via aplikasi chatting, pengolahan data, situs perusahaan, program pendukung dari kegiatan Front Office hingga Back Office semuanya pakai IT.

    Bahkan tukang ojek saja sekarang sudah pakai IT untuk mendapatkan orderan. Jadi peranan IT bagi DUNIA itu besar.

    Semoga bermanfaat.

  78. William
    June 4th, 2015 at 14:34 | #79

    Dear Pak Rudi,

    Saya ingin tanya tentang peluang profesi di pasar modal. Saya seorang mahasiswa tingkat akhir dengan jurusan bisnis manajemen. Saya juga telah memiliki sertifikasi level 1 dari salah satu gelar yang telah disebutkan dan saya telah mengikuti pasar modal sejak 2 tahun terakhir. Saya tertarik dengan profesi analis karena saya punya cita-cita ingin menjadi fund manager. Hanya saja saya minim pengalaman sebagai analis dan kebetulan saya magang di investment banking, sehingga financial modeling dan pengalaman membuat laporan riset belum saya miliki. Mengetahui bahwa perusahaan sangat memilih untuk profesi analis, apa yang kira-kira dapat saya lakukan supaya fresh graduate seperti saya dapat diterima sebagai analis?

    Terima kasih Pak.

  79. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 14:38 | #80

    @William
    Selamat Siang Pak William,

    Bisa magang di investment banking itu saja sudah merupakan kesempatan yang bagus. Banyak orang mau saja tidak bisa. Tinggal bagaimana anda memperbanyak amal, ibadah dan kerja keras saja supaya cita-cita anda tercapai.

    Semoga berhasil

  80. Fatchan
    June 7th, 2015 at 14:51 | #81

    Selamat siang pak rudiiyanto, sya Fatchan mahasiswa D3 UI.
    saya punya passion di bidang administratif, namun tidak bisa di bidang sales/marketing. dan cita2 saya ingin menjadi dealer.

    1. apakah pekerjaan dealer saat ini masih cukup banyak dibanding sales equity?
    2. apakah perusahaan sekuritas pada umumnya punya program CSR seperti pengembangan karyawan belajar s1 ekstensi bahkan s2 ?
    3. apakah wppe harus jadi sales juga?

    mohon dijawab dengan rinci. terima kasih pak rudiyanto

  81. Rudiyanto
    June 8th, 2015 at 10:17 | #82

    @Fatchan
    Selamat Pagi Pak Fatchan,

    Berkaitan dengan pertanyaan anda :

    1. Tidak tahu, karena saya tidak bergerak di bidang sekuritas
    2. Tidak tahu, alasannya sama dengan no 1. Kebanyakan orang yang saya kenal, mereka bayar sendiri untuk sekolah lanjutannya.
    3. Tidak tahu, karena setiap perusahaan punya kebijakan berbeda.

    Saran saya anda bisa mencoba magang pada perusahaan sekuritas untuk mencari tahu lebih jauh. Semoga bermanfaat.

  82. hartono
    June 15th, 2015 at 10:55 | #83

    selamat siang pak rudiyanto

    boleh bertanya, pak ?

    1. bagaimana caranya agar bisa main saham on line di shanghai or hongkong ?

    2. perusahaan sekuritas tempat mendaftar ?

    3. apa saja persyaratan administrasi yang dibutuhkan ?

    terima kasih pak

  83. Rudiyanto
    June 21st, 2015 at 23:20 | #84

    @hartono
    Selamat malam Pak Hartono,

    Sayang sekali saya tidak tahu jawabannya. Anda bisa coba datang ke perusahaan sekuritas di Singapura untuk melakukan hal tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  84. July 28th, 2015 at 14:30 | #85

    Selamat siang Pak Rudiyanto,

    Saya mahasiswa jurusan public relations, tahun ke-4 dan sedang menyusun skripsi. Sebelumnya saya sudah pernah intern di Bank Indonesia dan OJK. tetapi saya sangat ingin untuk bisa berkecimpung di industri keuangan, terutama pasar modal. Apakah bisa dengan latar belakang yang bukan sarjana ekonomi, mendapat kesempatan yang sama untuk berkarir di industri keuangan? apa saran bapak jika saya memang harus belajar dari awal? mungkin bisa rekomendasi buku, blg, atau lainnya.

    Terima Kasih.

  85. Rudiyanto
    July 29th, 2015 at 17:15 | #86

    @Fahrozy
    Selamat Sore Pak Fahrozy,

    Sepengetahuan saya, banyak dari karyawan di pasar modal bukan berasal dari jurusan pasar modal atau manajemen investasi. Pada kenyataannya, jurusan ini justru sangat sepi peminat di Indonesia dan tidak banyak perguruan tinggi yang memilikinya.

    Jadi sepanjang anda punya minat yang kuat, mau membaca peraturan dan belajar tentang investasi pasar modal, rasa-rasanya jurusan apapun bukan jadi kendala. Lagipula sebagai perusahaan, tentu perusahaan di pasar modal juga membutuhkan tenaga kerja yang handal di bidang lain seperti IT, Promosi dan lain-lain. Jadi kesempatan selalu ada.

    Kalau mau belajar anda bisa mencoba mengikuti ujian WAPERD, WPPE, WPEE, WMI, CFA atau kursus yang berkaitan karena dalam proses ini kamu akan mengenal peraturan-peraturan dan sebagian juga pengetahuan yang berhubungan dengan pasar modal. Atau anda bisa coba internship di perusahaan yang berkaitan dengan demikian bisa langsung tahu apa yang harus dipelajari.

    Semoga bermanfaat.

  86. gatot
    July 31st, 2015 at 10:43 | #87

    Assalamualaikum pak rudiyanyo,
    dimana untuk dapat belajar tentang pasar modal/ bursa efex?
    saya sangat minat, namun saya hanya orang desa yang belum begitu banyak memiliki jaringan informasi temtang pasar modal

  87. Rian
    August 4th, 2015 at 13:32 | #88

    Siang Pak Rudi. Semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan.

    Kebetulan saya menghadapi kondisi yang hampir sama dengan rekan-rekan diatas, saya sangat tertarik dengan dunia Pasar Modal dan memang ada rencana ingin meniti karier di bidang tersebut (awal ketertarikan karena sudah hampir 2 tahun berinvestasi di Reksadana dan Saham) dan berminat mengambil lisensi WMI dan WAPERD

    Saat ini saya bekerja di bidang manufaktur elektronika sekaligus kuliah di jurusan Teknik Industri semester 7. Mohon saran dan bimbingan dari Pak Rudiyanto :
    1. Apakah saya harus mengikuti terlebih dahulu pelatihan yang diadakan lembaga pendidikan seperti Bina Insani ??
    2. Apakah kombinasi lisensi antara WMI dan WAPERD sudah cukup baik, atau hanya pilih salah satu saja??
    3. Mengenai waktu, apakah bisa sebelum saya lulus pada akhir semester 8 mengambil lisensi tersebut??

    Terima kasih

  88. Rudiyanto
    August 6th, 2015 at 16:33 | #89

    @gatot
    Salam Pak Gatot,

    Untuk belajar tentang pasar modal anda bisa ke toko buku gramedia dan membaca buku yang berkaitan. Saat ini sudah ada banyak, namun untuk orang awam mohon jangan salah antara Forex dengan pasar modal. Investasi untuk forex, futures, bursa berjangka dan sejenisnya sangat berisiko tinggi sehingga jika tidak benar-benar ahli sebaiknya tidak mencoba.

    Alternatifnya anda bisa artikel2 lama di blog ini yaitu
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/ atau di http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/3469/1/sukses.finansial.dengan.reksa.dana

    Semoga bermanfaat.

  89. Rudiyanto
    August 6th, 2015 at 16:53 | #90

    @Rian
    Selamat Sore Pak Rian,

    Terima kasih atas doanya. Sehubungan dengan minat anda di pasar modal :
    1. Sebenarnya kalau pelatihan itu relatif. Kebetulan saya ada beberapa teman yang sudah lulus CFA. CFA atau Chartered Financial Analyst adalah gelar yang paling prestis untuk industri pasar modal. Ada beberapa lembaga yang menyelenggarakan pelatihan tersebut seperti Binus dan Bina Insan. Ada juga training soal yang diselenggarakan di luar.

    Dari obrolan dengan teman2 yang berhasil lulus 3 level sekaligus, menurut mereka cara yang paling efektif adalah mempelajari bukunya dengan serius. Ikut kursus menurut teman saya efeknya tidak begitu banyak, karena pada akhirnya lulus atau tidak tergantung pada seberapa kamu menguasai materinya. Ikut kursus membantu kamu untuk fokus dan memaksakan diri belajar pada waktu yang ditentukan, tapi kalau buat yang disiplin baca dan belajar sendiri juga bisa lulus.

    Saya termasuk yang tidak lulus meskipun sudah mengulang beberapa kali dan permasalahan saya memang tidak bisa fokus untuk belajar.

    2. WMI itu lebih ke peraturan terkait pengelolaan dana, sementara WAPERD lebih ke pemasaran reksa dana. Tergantung anda mau bekerja di bidang apa.

    3. Kalau soal ujian setahu saya belum ada syarat kamu harus S-1 atau tidak. Tapi untuk CFA, setelah kamu lulus ujian 3, ada ketentuan mengenai pengalaman kerja yang harus kamu cantumkan sebelum gelar tersebut bisa dipasang di nama anda. Kalau mengenai WMI dan WAPERD juga setahu saya belum ada ketentuan minimum tingkat pendidikan. Tapi mungkin harus dicek lagi ke website OJK.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih

  90. Rian
    September 13th, 2015 at 23:26 | #91

    @Rudiyanto

    Dear pak Rudiyanto. Terima sekali atas penjelasannya

    Pak, mohon direferensikan buku apa saja yang sebaiknya saya pelajari untuk menunjang pengambilan lisensi WMI dan WAPERD

    Salam

  91. Rudiyanto
    September 16th, 2015 at 14:46 | #92

    @Rian
    Selamat Siang Pak Rian,

    Kalau berdasarkan pengetahuan saya, sepertinya minimal 50% dari pertanyaan adalah berkaitan dengan peraturan baik yang berkaitan dengan reksa dana maupun pengelolaan investasi. Jadi saran saya anda bisa membaca aturan-aturan terkait yang terdapat di http://www.ojk.go.id

    Selanjutnya sisa dari pertanyaan itu kurang lebih sama dengan mata kuliah S-1 Manajemen Keuangan. Jadi mulai dari akuntansi, keuangan, investasi, ekonomi makro, ekonomi mikro dll. Kalau kebetulan anda di jurusan ini, cukup mengulang buku kuliah anda.

    Semoga bermanfaat

  92. Kevin Farid
    December 1st, 2015 at 12:06 | #93

    Selamat Siang Bpk. Rudiyanto

    Terima kasih atas ulasan artikel mengenai profesi dipasar modal bermanfaat sekali pak.

    Sebelumnya saya ingin memberitahu profile saya, Nama saya Kevin umur 24 Tahun ,dari pertama lulus SMA saya bekerja di 3 prusahaan swasta ( retail bahan bangunan ) sebagai sales executive dan research executive ( perusahaan riset ) . Dan saat ini saya bekerja sebagai adm marketing di sebuah perusahaan swasta dengan status karyawan tetap sudah 3 tahun lebih saya sedang kuliah smester 1 jurusan manamen bisnis, perkiraan saya lulus di umur 28 th pak. jika investasi saya berhasil ingin lanjut s2 dan focus di manajemen keuangan.

    Saya sangat tertarik di dunia keuangan terutama pasar modal , saya juga seorang investor reksadana di perusahaan bapak panin dana maksima. beberapa waktu yang lalu saya baru saja mengikuti spm lv 1 yang di senggelarakan oleh bursa. Dan saya semakin tertarik dengan dunia ini. terutama di asset management, harapan saya bisa meniti karir dari tenaga pemasar dan mencapai puncak karir menjadi MI pak.

    ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan ?

    1. Apakah baik pak kalau saya resign di tempat kerja saya saat kuliah saya di smester 4/5 untuk bekerja sebagai tenaga pemasar reksadana ? Mohon sarannya pak .

    2. Syarat” penunjang apa saja yang harus saya dapatkan ? saya banyak search di google mengenai seminar keuangan tapi biaya nya cukup mahal, selama ini saya hanya mengikuti seminar gratisan. lalu untuk sertifikat saya ambil mana dulu ya pak ? WPPE – WMI – CFA mohon urutannya pak.

    3. untuk tenaga pemasar di reksadana kerjanya ngapain aja ya pak ? keahlian apa saja yang harus saya miliki ? bagaimana dengan system penggajiannya ?

    4. mohon tips dari pak Rudy atas rencana karir saya untuk kedepannya

    Terima kasih banyak pak Rudy semoga di berikan kesehatan selalu.

  93. Rudiyanto
    December 1st, 2015 at 14:17 | #94

    @Kevin Farid
    Selamat Siang Pak Kevin,

    Senang sekali mendengar ada yang berminat untuk bergabung di pasar modal, apalagi di bidang pemasaran. Dan semangat anda juga sangat bagus karena meski kelihatannya anda agak terlambat kuliah, tapi berniat melanjutkan sampai ke S2.

    Panin Dana Maksima itu produk dari Panin Asset Management, dengan pemiliknya 10% pak Winston Sual juga selaku Direktur Utama dan Manajer Investasi, selebihnya 90% adalah milik Panin Sekuritas. Jadi secara teknis, saya hanya karyawan yang bekerja di sini sehingga belum bisa disebut yang punya perusahaan ini.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Karir itu adalah pilihan hidup, akan tetapi menurut saya pendidikan adalah kebutuhan. Jadi persoalan anda mau pindah dari tempat kerja anda sekarang ke industri reksa dana adalah pilihan anda, tapi kuliahnya ya harus diselesaikan. Kalau anda kuliah sambil kerja di perusahaan anda saat ini, pada saat kerja di industri pasar modal anda masih mungkin melakukan hal yang sama, tentu dengan izin dari perusahaan tempat anda bekerja.

    2. Kalau anda tertarik menjadi Manajer Investasi, akan lebih mendukung kalau anda mulainya dari posisi riset. Kalau dari tenaga pemasaran sepertinya agak sulit karena jalur karirnya berbeda. Untuk riset, semua izin yang anda sebut mendukung. Tidak ada urutan pastinya, sebab anda baru membutuhkannya ketika menjadi Manajer Investasi. Kalau masih riset, di banyak perusahaan gelar sarjana sudah cukup. Tapi untuk mendukung wawancara lamaran kerja anda, kalau ada sertifikat itu memang sedikit banyak bisa membantu.

    3. Kerja di pemasaran ya sama saja, tugasnya adalah memasarkan produk reksa dana. Pendekatannya bisa berbasis edukasi, pameran atau pendekatan langsung. Tidak ada bedanya dengan pemasaran pada umumnya, hanya fokusnya di pasar modal. Kalau mengeni sistem gaji dan komisi, jika memang anda sudah membulatkan tekad, ya coba masukkan lamaran saja. Pada saat interview, skema tersebut akan dijelaskan.

    4. Kalau menurut saya, untuk berkarir di pasar modal yang dibutuhkan adalah kerja keras, dan integritas yang konsisten dalam jangka panjang. Pengetahuan bisa dipelajari, pengalaman bisa dikumpulkan, tapi yang susah itu cari orang yang mau kerja keras dan bisa dipercaya.

    Karir di pasar modal tidak harus di Panin AM, masih banyak perusahaan Manajer Investasi di Indonesia. Sekarang saya juga lihat ada banyak Manajer Investasi dan Agen Penjual yang baru berdiri sehingga harusnya terbuka lowongan baru.

    Semoga impian anda bisa terwujud, semoga bermanfaat

  94. Aan
    January 23rd, 2016 at 11:28 | #95

    @Rudiyanto
    Selamat siang pak,
    saya baca dari postingan mulai dari atas dengan uraian yang padat bermanfaat, terus terang saya tertarik dengan profesi di pasar modal berikut dengan segala proses dan kemungkinan dalam pencapaiannya.
    kebetulan saya sudah 3 tahun ini menggeluti dunia forex (independent trader kecil-kecilan)
    Tapi yang menjadi pertimbangan saya adalah usia saya sdh hampir 40th, apakah menurut bapak di usia saya yg 40th ini akan bisa maksimal untuk pencapain karirnya nanti, mengingat dalam proses belajar dan terjun di dalamnya perlu proses dan waktu.
    Tapi sebenarnya besar harapan saya untuk bisa menggeluti dunia pasar modal ini.
    Demikian uneg2 saya mohon pencerahannya Pak..
    GBU

  95. Rudiyanto
    January 27th, 2016 at 13:45 | #96

    @Aan
    Selamat Sore Pak Aan,

    Menurut saya kesuksesan seseorang di bidang apapun, baik pasar modal ataupun bidang lainnya ditentukan oleh seberapa besar keinginan orang tersebut untuk sukses dan seberapa keras usaha yang dilakukannya. Kendala umur dan lain2nya hanya alasan.

    Jadi semoga cita-cita anda bisa tercapai pak.

    Semoga bermanfaat

  96. Aan
    January 27th, 2016 at 15:41 | #97

    Amin.. Terimakasih atas masukan dan motivasinya pak,
    untuk mengawali dan mematangkan pengetahuan pastinya harus mengikuti kursus seperti di Bina Insan dan TICMI.
    Kebetulan saya domisii di Jogja pak, sepengatahuan Bapak Rudianto apakah lembaga kursus dan sertifikasi seperti Bina Insan, TICMI ada di Jogja juga pak?
    Terimakasi untuk share nya.
    GBU..

  97. Rudiyanto
    January 28th, 2016 at 16:36 | #98

    @Aan
    Sore Pak Aan,

    Untuk pasar modal di Indonesia, biasanya lebih berpusat di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung dan Surabaya. Bahkan, untuk edukasi lebih banyak berpusat di Jakarta.

    Jadi untuk itu, jika niat belajar ada baiknya anda datang ke Jakarta. Namun cara lainnya adalah magang di perusahaan pasar modal yang terdapat di kota anda. Saat ini, yang namanya perusahaan di pasar modal sangat kekurangan tenaga pemasar. Dalam proses magang atau bekerja tersebut, anda bisa belajar langsung dari senior2 yang ada.

    Semoga bermanfaat.

  98. Ganda
    February 9th, 2016 at 20:49 | #99

    Selamat malam pak..saya mw cerita pengalaman saya dulu..saya satu bln yg lalu menanam saham melalui sebuah perusahaan..bermain di foreks..tetapi pas satu bulan saya gagal total..rugi besar saya alami prediksi melenceng dari harga pasar..yg membuat saya sanagt kecewa keperusahaan tersebut krn brokernya yang kurang peduli dengan keuangan penanam modal..cuek sehingga bisa kolaps..saya mw mencri perusahaan yg baru tp saya bingung..bisa kasih ide dan edukasi kah pak??

  99. Aan
    February 10th, 2016 at 08:48 | #100

    @Rudiyanto
    TErimakasi pak rudiyanto atas support dan infonya mudah mudahan saya segera bisa merealisasikan mimpi saya, sambi terus mencoba mengasah kemampuan trading forex saya.

  100. Rudiyanto
    February 10th, 2016 at 16:39 | #101

    @Ganda
    Selamat Siang Pak Ganda,

    Kalau pendapat saya, investasi melalui perusahaan futures atau berjangka dalam instrumen Forex, Index melalui fasilitas margin bukanlah investasi melainkan spekulasi. Sebab volatilitasnya begitu tinggi, menggunakan pinjaman dalam jumlah besar, dan tidak bisa buy and hold.

    Keunggulan dari berspekulasi di perusahaan di atas adalah potensi keuntungan yang tinggi dalam waktu cepat. Tapi demikian pula dengan risikonya. Jadi saran saya jika anda benar-benar ingin berinvestasi dan menyukai investasi yang agak berisiko, anda bisa datang ke perusahaan sekuritas (bukan futures atau berjangka) dan bertransaksi saham. Atau bisa juga berinvestasi di reksa dana saham.

    Semoga bisa membantu Terima kasih

  101. Rudiyanto
    February 10th, 2016 at 16:40 | #102

    @Aan
    Sore Pak Aan,

    Kalau menurut saya, jika anda ingin berkarir di pasar modal jangan memulai dari perusahaan forex atau bursa berjangka. Belajarlah di perusahaan sekuritas.

    Semoga bermanfaat

  102. Arya
    February 21st, 2016 at 08:32 | #103

    Selamat pagi pak Rudiyanto
    Saya ingin bertanya bagaimana prospek pekerjaan broker karena sekarang sudah online trading, apakah sekarang broker hanya menjadi marketing/sales mencari nasabah, terus sebetulnya masih dibutuhkan tidak pak broker itu

  103. Stephen
    February 22nd, 2016 at 14:39 | #104

    Selamat siang pak Rudi,

    Saya sangat senang mempelajari tentang pasar modal melalui artikel-artikel blog yang bapak tulis ini. Berkaitan dengan judul artikel blog ini, Mengenal Profesi Pasar Modal, saya tertarik untuk mengetahui lebih jauh profesi mengenai spesialisasi investasi Fund Manager.

    Mohon pencerahannya untuk Fund Manager berikut:
    1. Fund Manager Equity
    2. Fund Manager Fixed Income
    3. Fund Manager Money Market
    Karena sebatas yang saya tahu, masing-masing Fund Manager tersebut berbeda-beda tugas dan tanggung jawabnya (semula saya pikir semuanya dikerjakan oleh satu Fund Manager).

    Mohon infonya pak Rudi mengenai tugas dan tanggung jawab, scope pekerjaan, gelar, sertifikasi, atau kemampuan apa saja yang harus dimiliki untuk dapat menjadi salah satu dari Fund Manager tersebut?

    Terima kasih sebelumnya, penjelasan pak Rudi akan sangat membantu saya. Gbu.

  104. Stephen
    February 22nd, 2016 at 14:44 | #105

    Mohon maaf ada yang tertinggal pak Rudi,

    Saya memulai karir di pasar modal sebagai marketing reksadana dan sertifikasi yang saya miliki hanyalah WAPERD. Berhubungan dengan Reksadana, apakah ada kaitannya dengan salah satu Fund Manager di atas? Ataukah Reksadana memiliki Fund Manager tersendiri juga?

    Terima kasih sebelumnya, penjelasan pak Rudi akan sangat membantu saya.
    Gbu.

  105. Rudiyanto
    February 24th, 2016 at 10:47 | #106

    @Arya
    Selamat Pagi Pak Arya,

    Kalau online trading adalah fasilitas yang diberikan kepada nasabah existing yang sudah mengerti transaksi dan cara analisa sehingga bisa melakukan sendiri.

    Di luar itu, ada nasabah yang transaksinya masih harus dipandu oleh broker dalam hal cara baca rekomendasi dan analisa. Ada juga broker yang menjadi “setengah” manajer investasi karena nasabah mempercayakan pengelolaan kepadanya meskipun transaksinya atas persetujuan nasabah juga.

    Selain itu, dengan jumlah investor yang masih sedikit, artinya pangsa pasarnya masih sangat luas. Dan untuk orang yang awam, keberadaan broker untuk menjelaskan cara kerja saham dan cara transaksinya sangat penting.

    Untuk manajer investasi yang sudah ahli sekalipun, biasanya transaksi via broker orang juga masih dilakukan karena broker yang bagus bisa memberikan info atau update atau terkadang mereka sudah memahami pola transaksi yang dilakukan MI sehingga bisa memberikan masukan yang berguna. Untuk kelas broker ini, biasanya komisinya sangat besar, bahkan bukan tidak mungkin melebihi pendapatan direksi. Tapi tentu saja, kelas pengetahuan dan pemahamannya mungkin malah lebih baik dari analis. Beberapa orang yang saya tahu, bahkan brokernya punya CFA.

    Intinya semua pekerjaan asal didalami, pasti punya masa depan yang baik.

    Semoga bermanfaat

  106. Rudiyanto
    February 24th, 2016 at 11:06 | #107

    @Stephen
    Selamat Pagi Pak Stephen,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda, yang namanya Equity, Fixed Income dan Money Market itu merupakan jenis reksa dana. Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendapatan Tetap, dan Reksa Dana Pasar Uang.

    Sesuai namanya, reksa dana tersebut akan lebih banyak berinvestasi pada instrumen apa, apakah saham, obligasi atau pasar uang (surat berharga dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun).

    Yang mengerjakan bisa satu orang, bisa juga tim sesuai personel yang tercantum dalam tim pengelola investasi reksa dana yang terdapat dalam prospektus.

    Mengenai tugas, tanggung jawab, scope dan lain2 anda bisa baca pada artikel di atas. Bisa juga anda baca prospektus reksa dana dan lihat seperti apa latar belakang dari manajer investasi yang menjadi pengelola reksa dana.

    Mengenai izin WAPERD, perlu saya tekankan itu bukan izin yang “hanyalah” karena kalau tidak punya izin ini anda tidak boleh memasarkan reksa dana. Masih banyak pemasar di perbankan ataupun pasar modal yang belum punya izin ini sehingga tidak bisa memasarkan reksa dana.

    Dan antara reksa dana dan manajer investasi, ya yang namanya reksa dana pasti dikelola oleh manajer investasi / fund manager. Kalau saran saya mungkin anda bisa minta diberikan pelatihan oleh perusahaan tempat anda bekerja.

    Semoga sukses dengan karirnya di pasar modal.

  107. alan
    April 7th, 2016 at 22:45 | #108

    mengapa menejer investasi tidak mengelola portofolio untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun

  108. Rudiyanto
    April 15th, 2016 at 10:16 | #109

    @alan
    Pagi Alan,

    Boleh tahu darimana anda mendapat informasi tersebut ?

  109. April 16th, 2016 at 20:58 | #110

    salam pak rudi,
    kebetulan saya juga sudah 2 tahun ini memncoba bisnis pasar uang dan komoditi, saya sempat mengalami kegagalan pada 6 bulan pertama, tapi akhirnya dengan semangat dan kegigihan saya berhasi menemukan formula / rumus matematika untuk menghitung pergerakan
    formula itu saya sebut Q factor formula
    Q factor formula adalah rumus matematika untuk menjawab factor Q dalam pergerakan yang menggunkan data lampau, formula ini pure menggunakan data, tanpa harus menambahkan sisi fundamental, rumus awal formula ini adalah , NEXT = now + Q, then Q=…? , dengan menggukan formula Q factor yang saya temukan, bisa menjawab berapa nilai Q secara matematis

    sekarang setelah menukan formula tersebut, saya kembali trading lagi, dan mencoba mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidang analys, niatnya biar cepet punya investement company sendiri hehehhe, kira kira pakah lowongan yang cocok buat saya pak , terima kasih

  110. Rudiyanto
    April 18th, 2016 at 17:36 | #111

    @indra
    Salam Pak Indra,

    Salut untuk semangat anda belajar tentang pasar modal. Tapi dalam pandangan pribadi saya, pengalaman bertransaksi di pasar valas dan komoditas di perusahaan berjangka tersebut bukan merupakan referensi yang terlalu baik jika anda mau berkarir di bidang pasar modal. Sebab transaksi tersebut sarat margin dan frekuensinya sangat sering dalam 1 hari.

    Perihal anda menemukan formula yang tingkat keberhasilannya tinggi selamat, dan jika memang demikian kenapa tidak fokus mengembangkan uang sendiri menggunakan rumus tersebut saja. Saya yakin hasilnya akan jauh lebih baik dibandingkan anda bekerja.

    Tapi jika anda ingin berkarir di bidang pengelolaan dana, maka sebaiknya memulai dari perusahaan sekuritas atau manajer investasi.

    Semoga bermanfaat

  111. Rian
    April 24th, 2016 at 15:38 | #112

    Halo Pak Rudi. Senang sekali tulisan anda di blog ini tentang Profesi Pasar Modal terus aktif hingga sekarang.

    Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya utarakan :
    1. Apakah benar bahwa orang yang ingin bekerja di Pasar Modal Indonesia hanya yang berlatar belakang ekonomi seperti di web ini http://lsppm.com/sertifikasi.php ?
    2. Lalu apa perbedaan di masing-masing bidang pekerjaan di web tersebut, seperti perbedaan CTA, RTA dan lainnya?

    Terima kasih

  112. Adri
    April 27th, 2016 at 00:32 | #113

    Halo pak Rudi. Saya mahasiswa S1 di jurusan manajemen, baru semester 2. Apabila kedepannya saya ingin berkarir di dunia pasar modal, lebih tepatnya di antara broker atau riset analis, apakah saya sebaiknya mengambil konsentrasi “manajemen keuangan”? Terima kasih.

  113. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:20 | #114

    @Rian
    Salam Pak Rian,

    Terima kasih telah membaca blog ini. Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Beberapa orang yang bekerja di pasar modal yang saya kenal latar belakangnya sangat beragam. Ada yang dari Teknologi Pangan, ada yang teknik, ada juga yang hukum. Saya baru kemarin ngobrol dengan beberapa rekan2 saya yang bekerja di OJK, beberapa dari mereka bahkan latar belakangnya Pertanian. Salah satu Manajer Investasi di Panin AM malahan S-1nya Rocket Enginering. Jadi latar belakang tidak penting, yang penting adalah niat anda untuk mendalaminya. Relatif lebih enak, jika dibandingkan dokter. Sebab tentu anda tidak mau diobati oleh dokter lulusan sastra bukan?

    Terkait sertifikasi, yang resmi dan harus dimiliki jika anda bekerja di pasar modal walaupun pada praktek banyak juga yang baru mengambilnya ketika sudah bekerja adalah Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), Wakil Manajer Investasi (WMI), Wakil Agen Penjual Reksa Dana (WAPERD) dan yang baru-baru ini Wakil Penasehat Investasi. Yang terakhir ini masih jarang.

    Yang berhak mengeluarkan izin di atas adalah OJK. Asosiasi seperti APRDI diberikan mandat oleh OJK untuk menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan (PPL) bagi pemegang izin WAPERD, dan sepertinya akan bertambah untuk izin WMI juga. Di luar itu, tidak ada yang berwenang.

    Di luar kelima izin di atas, adalah sifatnya tidak wajib. Kalaupun anda punya, sifatnya seperti tambahan saja. Seperti orang ambil S2, apakah wajib ada? Kalau di swasta tidak. Tapi apakah S2 bagus? Kalau ada yang lebih bagus, tapi tidak ada sepanjang kemampuan dan niatnya bagus ya tidak apa2 juga.

    Satu-satunya izin dari luar yang saya tahu telah dimasukkan dalam peraturan di OJK adalah CFA (Chartered Financial Analyst). Dengan memegang sertifikasi ini, dianggap setara dengan pemegang izin Wakil Manajer Investasi dengan pengalaman minimum 5 tahun.

    2. Mengenai jenis pekerjaan yang cocok untuk yang disebutkan di website, karena tidak ada yang tercantum dalam peraturan, maka bisa ditanyakan kepada admin pengelola website tersebut langsung. Sebagai penyelenggara, tentu mereka lebih paham jenis pekerjaan apa yang cocok.

    Semoga bermanfaat

  114. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:31 | #115

    @Adri
    Sore Pak Adri,

    Senang melihat ada yang mau berkarir di pasar modal. Jurusan di Manajemen Keuangan memang akan membantu, tapi jurusan lain juga ok sepanjang ada minat yang kuat untuk mendalami pekerjaan ini.

    Semoga bermanfaat.

  115. wijaya jr
    April 29th, 2016 at 15:36 | #116

    selamat sore, bapak baik skali mau sharing ilmunya smoga bapak sukses selalu dan sehat, terima kasih atas sharingnya sgt bermanfaat, saya mau bertnya, pada bagian “Perusahaan Sekuritas” anda hanya menjelaskan tenang 2 jenis pkerjaan yaitu broker dan riset, bagaimana dengan marketingnya? apa saja tugas dari marketing Perusahaan Sekuritas dan sertifikasi apa yg cocok sebagai penunjang. terima kasih atas perhatiannya

  116. wijaya jr
    April 30th, 2016 at 12:53 | #117

    lalu untuk pegawai riset pada perusahaan sekuritas dan perusahaan manajer investasi apakah setiap kantor cabang terdapat pegawai risetnya pak?
    atau hanya di kantor pusatnya saja kemudian hasil riset tersebut di bagikan ke masing-masing cabang?

  117. Rudiyanto
    April 30th, 2016 at 20:51 | #118

    @wijaya jr
    Selamat malam Pak Wijaya,

    Di perusahaan sekuritas, biasanya ada 2 macam broker. Ada yang lebih banyak di kantor karena sibuk memantau saham dan memberikan info kepada nasabahnya untuk melakukan transaksi, ada juga yang lebih sering di luar karena bertemu dengan calon nasabah dan meyakinkan mereka untuk membuka rekening saham.

    Kedua jenis broker ini sama2 marketing. Untuk menjadi marketing, anda wajib mengambil izin bukan sertifikasi, sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek.

    Untuk divisi riset, memang biasanya lebih banyak yang di kantor pusat. Namun dalam pekerjaan sehari-hari, divisi riset juga sering diajak marketing di cabang untuk bertemu dengan nasabah. Mengenai hasil riset itu tergantung. Ada yang mendistribusikan via email kepada nasabah, ada yang publikasi via media sosial, ada juga yang secara eksklusif hanya diberikan secara terbatas. Yang terakhir ini biasanya perusahaan sekuritas asing.

    Marketing yang jualannya top, biasanya memiliki kemampuan yang tidak kalah dibandingkan riset. Malahan ada beberapa marketing top yang dulunya berprofesi sebagai riset. Karena kemampuan analisa bagus dan mampu meyakinkan nasabah, dengan menjadi marketing mereka berpotensi mendapatkan pendapatan yang lebih besar.

    Semoga bermanfaat

  118. wijaya jr
    May 6th, 2016 at 23:34 | #119

    terima kasih sudah menjawab pertanyaan saya Pak Rudi, saya mau tanya lagi, kalau jadi broker saham apakah ada target yang harus di capai dari perusahaan?
    targetnya seperti apa, apakah target transaksi sebanyak banyaknya atau target mencari nasabah sebanyak banyaknya pak?
    dan bagaimana jam kerjanya apakah boleh kita tidak datang atau jarang ke kantor asal target terpenuhi?

  119. Rudiyanto
    May 7th, 2016 at 19:20 | #120

    @wijaya jr
    Selamat sore Pak Wijaya,

    Mengenai target, jam kerja dan cara kerja, menurut saya bisa berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Cara yang paling baik adalah bertanya langsung pada saat anda wawancara dengan HRD untuk lebih tepatnya.

    Terkadang ada perusahaan yang berorientasi pada hasil, ada juga yang memperhatikan etika dan sikap kerja. Yang jelas kalau menerima gaji, maka sedikit banyak pasti ada aturan perusahaan yang harus ditepati.

    Semoga bermanfaat

  120. Shohib
    July 8th, 2016 at 18:38 | #121

    Selamat malam Pak Rudi…
    Semoga Pak Rudi dan Keluarga selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang banyak dari Tuhan Yang Maha Esa karena sudah bersedia men-share ilmunya di blog ini.
    Saat ini saya tengah mengambil jurusan akuntansi semester 3. Dan saya sangat tertarik dengan saham2 terutama saham2 lokal, dimana permainan saham lokal ini ternyata lebih asyik dibanding dengan saham asing. Lebih tertarik lagi karena ternyata bukan hanya tempe atau tahu yang bisa digoreng, saham pun ternyata juga bisa digoreng. hehehe… Saat ini saya juga sudah mempunyai account di IndoPremier dan juga terus memantau pergerakan saham2 lokal.

    Saya ingin bertanya, jika saya ingin berkarir di pasar modal – terutama analis efek, langkah-langkah apa yang harus saya siapkan dari sekarang ? kedua, saat ini kan saya sedang kuliah, adakah mata kuliah yang harus menjadi perhatian khusus saya di jurusan akuntansi yang berhubungan dengan pasar modal ? ketiga, setelah lulus nanti, dimana atau di bidang apa saya harus mengawali karir saya sebagai analis efek ?
    Mohon tips2 dan bimbingan2nya selalu Pak Rudy.

    Salam hangat selalu.

  121. Evan
    July 12th, 2016 at 20:12 | #122

    Selamat malam Pak,
    Nama saya Evan,
    Terus terangn jarang sekali blog seperti ini, terima kasih blog bapak sangat bermanfaat bagi kami yang masih baru di dunia pasar modal.

    Saya mau tanya Pak perbedaan profesi research analyst di :
    1. Investment Banking
    2. Investment Management
    3. Bursa Efek Indonesia
    4. Jika ada yang lain

    Apakah yang mereka kerjakan sama?
    Atau bahkan berbeda?

    Mohon pencerahannya Pak Rudiyanto,

    Terima Kasih,
    Salam,
    Evan.

  122. Rudiyanto
    July 14th, 2016 at 18:19 | #123

    @Shohib
    Salam Pak Shohib,

    Terima kasih atas doanya.

    Senang melihat ada yang mau berkarir di pasar modal. Jika anda memang tertarik menjadi analis, saran saya anda bisa menyelesaikan kuliah anda dengan sebaik mungkin dan nilai setinggi mungkin.

    Memang tidak ada jaminan yang IPKnya 3.5 pasti lebih baik daripada yang IPKnya 2.5, tapi bagaimanapun kalau misalkan saya lagi baca CV pelamar, pastilah yang IPKnya 3.5 saya akan coba cari tahu lebih detail lagi, paling tidak dia sudah bekerja keras selama kuliahnya. Saya yakin HRD di perusahaan sekuritas juga akan begitu.

    Kalau mengenai mata kuliah, sebenarnya bebas. Soalnya banyak juga analis berasal dari jurusan non pasar modal. Yang penting IPKnya tinggi, kemudian passion di pasar modalnya kuat terlihat dari kursus, izin, atau sertifikat pasar modal yang diminatinya, harusnya itu akan menarik perhatian HRD pada saat membaca lamaran.

    Kalau sudah lulus dan mau jadi analis efek, ya langsung saja lamar ke perusahaan sekuritas atau ke manajer investasi untuk posisi yang anda inginkan.

    Untuk referensi bisa juga anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  123. Rudiyanto
    July 14th, 2016 at 18:46 | #124

    @Evan
    Salam Pak Evan,

    Kalau bisa pekerjaan analis, terus terang saya tidak tahu pak.
    Sebagai contoh, waktu saya di Infovesta, pekerjaan analis itu dari analisa obligasi, saham dan reksa dana sampai pada jualan seminar.
    Kalau di Panin AM, kebetulan divisinya berbeda, tapi saya lihat mereka hanya fokus analisa saham, obligasi dan mengelola reksa dana. Kadang2 juga ikut ketemu dengan nasabah.

    Jadi mending anda bertanya langsung ke perusahaan tempat anda melamar.

    Semoga bermanfaat

  124. Evan
    July 14th, 2016 at 19:41 | #125

    Terima kasih Pak Rudiyanto atas jawabannya, jadi hanya scope dan tingkat kedalamannya saja ya Pak yang membedakan?

    Saya mau bertanya Pak, akan 2 hal :
    1. Menurut bapak, mana value yang lebih tinggi ‘Sertifikasi CFA dari lembaga kursus(Belum Mengikuti Ujian)’ atau ‘Sertifikasi WMI dari OJK(Lulus Ujian)’?

    2. Menurut bapak, mana persentase yang lebih tinggi, jika saya ingin menjadi analyst, lebih baik melamar sebagai Internship, Management Training, Junior Analyst, atau posisi apa ya Pak?, Saya sangat ingin berkarir di dunia pasar modal, namun belum memiliki dasar akan hal tsb, apakah mungkin saya diterima atau bahkan hal tersebut tidak memungkinkan?apakah saya harus memiliki sertifikasi terlebih dahulu?

    Mohon Pencerahannya Pak Rudiyanto,

    Terima Kasih,
    Salam,
    Evan.

  125. Rudiyanto
    July 15th, 2016 at 18:10 | #126

    @Evan
    Selamat Pagi Pak Evan,

    Kalau soal kedalaman saya tidak tahu krn semua perusahaan tentu berbeda.

    1. Sertifikasi dan sertifikat itu berbeda. Kalau kamu ikut kursus itu sertifikat, tidak ada nilai tambah yang besar sebetulnya. Sama seperti sertifikat kamu ikut seminar x atau y. Kalau Sertifikasi, itu nilai tambahnya besar karena kamu kaya dapat gelar. CFA itu tidak mudah, tentu dianggap tinggi, tapi banyak juga orang yang baru dapat CFA setelah bekerja. Lagipula kamu tidak bisa punya gelar CFA kalau tidak punya pengalaman di manajerial atau pengelolaan dana.

    2. Mengenai posisi saya kurang tahu, coba saja lihat lowongan di perusahaan tujaun anda. Kalau merasa tidak punya dasar ya tidak usah melamar, tapi kalau memang niat ya belajar supaya bisa punya dasar tersebut. Kalau IPK kamu 3.75 atau 4 pada saat melamar, punya prestasi atau pengalaman organisasi yang meyakinkan, walaupun jurusannya mungkin bukan pasar modal, tentu akan menarik perhatian bagian HRDnya. Sertifikasi dan gelar semuanya bisa menyusul.

    Semoga bermanfaat

  126. Evan
    July 17th, 2016 at 01:24 | #127

    Selamat Malam Pak Rudi,

    Terima kasih banyak Pak atas jawabannya sangat jelas, saya menjadi mengerti kedepannya harus bagaimana, sekali lagi thanks Pak Rudi.

    Salam,
    Evan^^

  127. sinatrya alkautsar
    August 8th, 2016 at 16:18 | #128

    Assalamualaikum pak Rudiyantoro.
    saya sinatrya alkautsar mahasiswa jurusan manajemen fakultas ekonomi dari universitas airlangga,
    Alhamdulillah saya berhasil lulus ujian WMI dari TICMI.
    menurut anda sebaiknya langkah-langkah apa yang harus saya tempuh untuk bisa menjadi fund manager?
    Apakah saya harus magang terlebih dahulu? perusahaan manakah yang menurut anda memiliki benefit paling baik untuk karyawannya ?

    terima kasih atas perhatiannya

  128. Rudiyanto
    August 8th, 2016 at 19:41 | #129

    @sinatrya alkautsar
    Salam Pak Sinatrya,

    Kalau sudah tanya, tidak perlu diulang karena tidak akan membuat pertanyaan dijawab lebih cepat. Terima kasih

  129. sinatrya alkautsar
    August 8th, 2016 at 22:33 | #130

    @Rudiyanto
    Terima kasih sebelumnya atas jawaban anda.
    saya minta maaf bertanya dua kali karena saya lupa bertanya pada artikel yang mana. dan ketika membuka artikel ini saya tidak melihat pertanyaan saya jadi saya tulis ulang pertanyaan saya.

    sekali lagi maaf menggangu waktu anda

  130. Jay
    August 26th, 2016 at 13:19 | #131

    Salam Pak @Rudiyanto

    Semoga Bapak beserta keluarga selalu dalam keadaan sehat dan berada dalam lindungan Tuhan YME

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas artikel Bapak yang sangat sangan inspiratif dan membantu ini.

    Saya ada pertanyaan tapi mungkin agak melenceng dari pembahasan dalam artikel ini Pak, karena saya bukan trader saham tetapi trader Forex

    Singkat cerita dalam beberapa tahun belakangan ini saya berkecimpung dalam dunia forex, tidak terlalu ahli memang, tetapi kalau dihitung2 setiap bulan trading saya bisa menguntungkan (dan alhamdulillah sejak sekolah pun saya sudah bisa menghidupi Ibu dan 2 adik saya), beberapa bulan terakhir ini beberapa teman sekolah saya tertarik dengan bidang ini. (o iya, saya berusia 19 tahun saat ini, sudah 2 tahun lulus dari SLTA tapi kebetulan belum melanjutkan keperguruan tinggi karena pekerjaan utama saya saat ini mengharuskan untuk berpindah2 kota dalam intensitas yang cukup sering). tetapi karena mereka masih merasa pengetahuan mereka minim, dan juga waktu mereka sebagai pekerja industri agak terbatas, jadi mereka menitipkan modal mereka kepada saya untuk diolah di forex, dengan pembagian keuntungan sedemikian rupa.

    Belakangan ini, didukungan dengan kapasitas transaksi kami yang lambat laun meningkat, juga dengan harapan ingin lebih maju lagi dalam bidang ini. muncul wacana untuk membuat badan usaha agar bisa menaungi kami. mungkin CV atau PT. dengan harapan kedepannya kami bisa meraup lagi beberapa penanam modal, tak terlalu banyak, mungkin max hanya 20 orang, dan dalam bentuk non formal sekarang ini sudah ada 7 orang yang menitipkan modalnya ke saya.

    Pertartanyaan saya :

    1. apakah dengan deskripsi usaha seperti diatas, badan usaha nantinya termasuk dalam perusahaan Investasi?

    2. dengan deskripsi perusahaan seperti diatas, apakah badan usaha bisa dalam bentuk CV saja, atau harus berupa PT?

    3. apakah badan usaha nantinya juga harus mendapankan ijin dari OJK dan regulasi dari BAPPETI?

    4. adakah sertifikasi yang harus saya ikuti seperti CFA, WPPE, dll yang disebutkan dalam artikel bapak untuk mendukung profesi saya?

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih yang sebesar2nya.
    dan saya mohon maaf atas penjelasan saya yang teramat panjang

    Hormat Saya,

  131. Rudiyanto
    August 31st, 2016 at 21:29 | #132

    @Jay
    Salam Pak Jay,

    Terima kasih atas doanya. Saya sangat mengapresiasi usaha untuk maju dan mengembangkan kekayaan orang yang mempercayakan pengelolaan dananya kepada anda. Namun saya sendiri merasa bursa berjangka (Komoditas, Forex, Index) bukanlah merupakan investasi tapi kegiatan spekulasi berisiko sangat-sangat tinggi.

    Sangat banyak juga contoh kasus dimana investasi bursa berjangka dipasarkan dan dikelola secara sembarangan sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban serta memiliki stigma negatif terhadap investasi. Bahkan investasi yang “benar” seperti saham dan reksa dana juga menjadi imbas.

    Terkait dengan pertanyaan anda :

    1. Saya kurang mengerti, mungkin perlu diskusi dengan Notaris atau Konsultan Pajak mengenai bentuk badan usaha yang diinginkan. Yang jelas investasi berjangka ini tidak termasuk dalam bidang keuangan yang diawasi oleh OJK.

    2. Sama dengan no 1

    3. Tidak bisa dari OJK. Untuk Bappepti saya kurang mengerti/

    4. Bursa berjangka bukanlah investasi, tapi spekulasi berisiko tinggi. Saya tidak tahu apa sertifikasi yang cocok.

    Jika memang anda berminat dan merasa punya peruntungan yang baik dalam hal analisa investasi, saran saya anda bisa mencoba untuk bekerja di perusahaan sekuritas daripada perusahaan berjangka.

    Demikian semoga bermanfaat.

  132. Felix
    September 15th, 2016 at 17:18 | #133

    Selamat sore Pak Rudi,
    Perkenalkan nama saya Felix
    Terima kasih atas pencerahannya lewat blog bapak.
    Semoga bapak dan seisi keluarga selalu diberkati dan diberikan rejeki yang berlebih.

    Saya hampir sama dengan teman-teman di atas, ingin memulai karier di pasar modal.
    Saya merupakan lulusan Akuntansi dari salah satu universitas ternama di Jakarta.
    Sekarang saya sedang bekerja sebagai sales di bidang it selama 6 bulan, sebelumnya saya juga bekerja sebagai sales di bidang alat pemadam, dan saya juga aktif sebagai trader saham saat ini.
    Saya punya beberapa pertanyaan pak, mohon arahannya:
    1. Apakah setelah bekerja di perusahaan sekuritas saya masih bisa melakukan trading di pasar saham?
    2. Apakah lebih baik saya mencari lowongan sebagai equity sales atau analis melihat dari background saya?
    3. Apakah bijak saya berganti-ganti pekerjaan dalam waktu yang tergolong singkat, tetapi saya memang mempunyai ketertarikan yang besar di pasar modal.

    Mohon arahannya pak,
    Terima kasih.

  133. Rudiyanto
    September 17th, 2016 at 14:31 | #134

    @Felix
    Selamat Siang Pak Felix,

    Terima kasih atas doanya dan keluarga anda selalu mendapat berkat juga.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Tergantung sebagai apa. Sebab untuk mencegah terjadinya insider trading, untuk bidang pekerjaan tertentu, ada perusahaan sekuritas dan manajer investasi yang melarang karyawan untuk bertransaksi, tapi kebanyakan memperbolehkan namun dengan syarat ketat seperti melaporkan ke pihak compliance atas kegiatan transaksinya.

    Hal ini juga diatur dalam peraturan OJK untuk kode etik manajer investasi, dimana untuk transaksi saham atas nama pribadi ada ketentuan pelaporan dan kondisi yang harus dipenuhi. Untuk pelaksanaan, tergantung pada tingkat kepatuhan masing-masing perusahaan.

    2. Silakan kemana saja sesuai passion anda dan juga interview dengan HRD pada saat wawancara. Kebetulan hari ini di Kompas ada lowongan di perusahaan sekuritas yaitu Panin Sekuritas dan Shinhan Sekuritas Indonesia https://pbs.twimg.com/media/CsicatrUAAAzCgq.jpg:large

    Dicoba saja siapa tahu anda diterima.

    3. Kutu loncat itu eksis di berbagai perusahaan termasuk juga pasar modal. Dari level staf, marketing, analis, manajer investasi sampai dengan direksi. Jadi sebetulnya tergantung sama siapa anda diinterview. Kalau jadi kutu loncat hanya demi mengejar selisih gaji, kalau ketemunya dengan saya biasanya akan lebih sulit.

    Karena dari sudut pandang saya, kalau misalkan orang ini masuk, demi selisih gaji sedikit dia akan pindah. Buat perusahaan ruginya tidak hanya uang dan tenaga tapi yang paling mahal waktu. Kalau alasan pindahnya bukan demi selisih gaji, tapi sesuatu yang bisa dijustifikasi, maka mungkin masih bisa menjadi pertimbangan.

    Tapi kalau ketemunya dengan direksi atau HRD yang kutu loncat dan butuh hasil instan, biasanya kutu loncat seperti ini bisa juga diterima. Dengan catatan kutu loncat ini bisa kasih hasil instan. Hal ini banyak terjadi di industri perbankan dan tenaga pemasaran.

    Yang namanya masa depan tidak ada yang tahu. Yang kerja udah puluhan tahun sampai bangkotan tapi segitu-segitu saja juga ada, yang kutu loncat dan sukses besar juga ada. Seberapa besar anda sukses menurut saya ditentukan seberapa keras anda mau bekerja ditambah dengan amal dan ibadah.

    Semoga bermanfaat

  134. Adi
    October 12th, 2016 at 21:24 | #135

    Halo pak Rudi,

    perkenalkan saya Adi.
    Mau tanya, saya berencana mengumpulkan dana dari beberapa investor dan memakainya utk trading saham,
    apakah ini termasuk KPD ?

    kalo iya, syarat membuat KPD apa saja ? ada rekomendasi tempat training ?
    atau mungkin ada jasa konsultasi di pak Rudi ? :)

    ketika membuat KPD apa harus kerjasama lagi dengan bank kustodian, dll ?

    apakah jasa saya bisa dipromosikan ke umum ?

    Mohon bimbingan nya pak,
    Terima kasih

  135. Rudiyanto
    October 15th, 2016 at 23:09 | #136

    @Adi
    Salam Pak Adi,

    Jika anda berencana melakukan kontrak pengelolaan dana (KPD) maka baru dikatakan legal apabila anda mendirikan perusahaan dan perusahaan tersebut terdaftar sebagai perusahaan manajer investasi di Otoritas Jasa Keuangan. Sebagai pengelola, anda juga diwajibkan untuk memiliki Wakil Manajer Investasi.

    Permodalan yang dibutuhkan untuk mendirikan perusahaan manajer investasi juga tidak sedikit, kalau tidak salah sebesar Rp 25 M ditambah 0.1% dari dana kelolaan. Perusahaan juga setidaknya harus memiliki 8 fungsi yang harus ada personel yang memiliki izin.

    Jadi mengelola dana masyarakat memang bukan perkara sederhana secara perizinan. Apabila tidak memenuhi, maka saya khawatir tindakan mempromosikan jasa pengelolaan anda ke umum akan dianggap sebagai investasi ilegal karena tidak terdaftar di OJK.

    Jika tidak memungkinkan bagi anda untuk melakukan hal tersebut, saran saya anda bisa bekerja di perusahaan manajer investasi dan menerima dana tersebut sebagai KPD bagi perusahaan. Bisa juga bekerja di perusahaan sekuritas dan membawa nasabah anda untuk bertransaksi di perusahaan tersebut. Dengan demikian kegiatan anda lebih sesuai dengan peraturan.

    Demikian semoga bermanfaat.

  136. Eko Prasetya
    November 16th, 2016 at 15:44 | #137

    Salam Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya perihal bekerja di capital market. Sekarang saya baru saja lulus s2 (fresh grad) karena saya mengambil program full time di bidang Manajemen Bisnis, peminatan Finance. Sedangkan S1 yang saya ambil di bidang IT. Saya sangat tertarik untuk dapat bekerja menjadi seorang analis saham (equity analyst), menurut Bapak, apakah sekuritas / IB / Perusahaan Asset Management masih merekrut junior analyst (fresh grad dan belum memiliki sertifikasi CFA maupun WPPE) ? Saya bertanya perihal tsb, karena saya sempat mendapat kabar dari salah satu sekuritas yang mengatakan mereka tidak merekrut yang fresh graduate, dan ditawarkan posisi intern selama 2 bulan, tanpa jaminan setelahnya diangkat menjadi karyawan.

    Saya mulai tertarik di dunia pasar modal karena saya mendapat pelajaran valuasi bisnis, namun saya belum mengetahui apakah teori yang dipelajari sesuai dengan dunia praktek. Apabila berkenan, saya ingin meminta masukkan Bapak dalam memulai karir di pasar modal, pekerjaan apa yang sebaiknya saya coba lamar.

    Terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca.

  137. Rudiyanto
    November 24th, 2016 at 11:28 | #138

    @Eko Prasetya
    Salam Pak Eko,

    Perusahaan sekuritas ada sekitar 130an dan perusahaan manajer investasi ada sekitar 80an. Jadi bisa jadi kebijakan yang berlaku di satu tempat belum tentu di tempat lainnya. Lagipula, menurut saya adalah normal kalau yang namanya bekerja ada masa percobaan.

    Mengenai ada tidaknya lowongan, kalau kamu memang benar-benar berminat daripada mendapatkan “kabar” yagn tidak tahu benar atau salah, sebaiknya kamu melamar dan bertanya langsung ke masing-masing tempat.

    Semoga bermanfaat

  138. Hani R.
    December 6th, 2016 at 00:38 | #139

    Salam Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya seputar perusahaan sekuritas. Saya sempat pernah mendengar satu perusahaan yang menyediakan fasilitas online trading bernama “Etoro”, yang mempunyai kantor di Cyprus, Israel, United Kingdom dan juga telah teregulasi di beberapa negara. Sejauh ini, saya rasa Etoro belum terdatar di Indonesia. Apakah menggunakan Etoro sebagai sarana trading illegal karena perusahaan ini belum terdaftar di Indonesia?

    Terimakasih sebelumnya.

  139. Rudiyanto
    December 10th, 2016 at 21:57 | #140

    @Hani R.
    Salam Pak Hani,

    Kalau menurut saya, sebaiknya jangan mengambil risiko berinvestasi di tempat yang tidak terdaftar di OJK.

    Semoga bermanfaat

  140. Geocoychea
    December 19th, 2016 at 22:51 | #141

    Salam Pak Rudiyanto

    Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas artikel bapak yang cukup menginspirasi saya dan ada beberapa pertanyaan saya seputar karir analis teknikal. Bulan Januari tahun depan saya akan menyelesaikan pendidikan S1 saya dengan Ipk 3,65. Selama 4 tahun belakangan ini saya mempelajari dunia pasar modal baik dari jurusan saya yang memang kebetulan bidang finance. Saya mempelajari dalam analisa fundamental dan analisa teknikal, yang dimana 3 tahun belakang ini cukup dalam mempelajari dan condong ke arah analisis teknikal. Saya banyak belajar dari buku-buku lokal seperti karangan Edianto Ong dan buku impor karangan John J Murphy. Saya juga mengikuti perkembangan bisnis seperti dari koran Investor Daily dan Kontan dan pernah membuka beberapa workshop kecil-kecilan untuk para investor/trader pemula tentang penggunaan analisis teknikal. Menurut bapak apakah ilmu dan pengalaman saya sudah cukup untuk melamar menjadi seorang analis sekuritas? atau ada gelar profesi yang lain untuk syarat menjadi seorang analis sekuritas? karena jujur saya tidak memiliki sertifikasi profesi seperti wppe, wpee, atau wmi, saya justru lebih tertarik untuk sertifikasi RSA dan CSA. Mohon pencerahannya pak karena saya sangat ingin sekali berkarir menjadi seorang analis sekuritas. :)

    Terimakasih Pak Rudiyanto

  141. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 21:35 | #142

    @Geocoychea
    Salam Pak Geo,

    Selamat atas keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan S-1nya.

    Setahu saya untuk posisi analis tidak ada ketentuan untuk memiliki izin seperti WPPE, WPEE atau WMI. Yang butuh izin tersebut adalah broker dealer dan manajer investasi. Praktek yang umumnya terjadi adalah ujian pengambilan izin dilakukan setelah bekerja. Dan tidak jarang juga, biaya ujian bisa ditanggung perusahaan apabila lulus.

    Mengenai sertifikasi lain di luar ketiga yang diwajibkan, silakan saja. Hal tersebut bisa menjadi nilai tambah dalam proses wawancara. Pada akhirnya diterima atau tidak, tergantung pada proses wawancara dan ada tidaknya lowongan di tempat anda melamar. Silakan dicoba, dan kalaupun belum berhasil di kesempatan pertama bisa mencoba terus. Semoga upaya anda bisa berhasil dan semoga target anda bisa tercapai.

    Semoga bermanfaat

  142. Evan
    December 27th, 2016 at 17:26 | #143

    Selamat Sore Pak Rudi,

    Saya mau bertanya mengenai sertifikasi, Menurut Bapak mana sertifikasi yang lebih valuable & ilmunya lebih dalam antara “Lulus CFA Level 1″ Atau “Lulus WMI”?

    Saya pernah mendengar langsung dari HRDnya bahwa jika ingin menjadi seorang analis pasar modal yang dicari adalah lulusan MBA luar negeri, apakah jika saya hanya lulus CFA level 1 / WMI sudah bisa menjadi analis pasar modal?

    Mohon pencerahannya Pak Rudi,
    Thanks,
    Salam.

  143. Rudiyanto
    January 2nd, 2017 at 23:29 | #144

    @Evan
    Selamat Malam Pak Evan,

    Mengenai pendapat dari HRD, menurut saya itu bisa berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Tapi prinsipnya memang semakin tinggi kualifikasi yang dimiliki, peluang untuk diterima juga semakin besar karena jumlah orang yang mau melamar lebih banyak dibandingkan lowongan yang tersedia.

    Mengenai pentingnya sertifikasi bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/05/31/mengenal-8-profesi-di-perusahaan-manajer-investasi-pengelola-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat

  144. Wandy
    February 5th, 2017 at 19:35 | #145

    Selamat malam pak. Saya ingin bertanya, berapa besaran komisi atau perhitungan pembagian hasil yang dibayarkan kepada perusahaan asset management. Misalnya kita berinvestasi di saham dengan modal awal 100 juta. Lalu kita tidak peduli mereka mau beli saham aja itu terserah mereka, lalu kinerjanya diukur setiap kuartal atau setiap tahun. Nah, yang seperti itu bagaimana perhitungan pembagian hasilnya ya, pak? Terima kasih

  145. Ahmad
    March 25th, 2017 at 20:21 | #146

    Salam sejahtera.
    Saat ini saya dalam persiapan berkarir sebagai staff OE (Officer Education) di salah satu sekuritas di Malang.
    Apabila saya ingin meningkatkan karir saya sebagai Analyst, apakah posisi saya sebagai OE sejalan dengan tujuan saya sebagai analyst efek?.
    Saat ini saya hanya memegang sertifikasi WPPE-P

  146. Rudiyanto
    March 29th, 2017 at 00:18 | #147

    @Ahmad
    Salam Pak Ahmad,

    Pertanyaan seperti ini lebih cocok ditanyakan dengan pimpinan di perusahaan tempat anda bekerja karena setiap perusahaan tentu memiliki jenjang karir dan pertimbangan tersendiri.

    Pada dasarnya sepanjang mau bekerja keras, beramal, berdoa dan berbakti kepada orang tua, rasanya semua tujuan masa depan itu bisa diwujudkan.

    Semoga bermanfaat

  147. Adella
    April 11th, 2017 at 08:34 | #148

    Pagi pak Rudi,

    Saya ingin bertanya berkaitan dengan Private Equity Business di Indonesia.
    1. apa saja yang dapat dikategorikan sebagai Private Equity business di Indonesia?

    2. Apakah Asset Managemen/Perusahaan Sekuritas juga dapat diartikan sebagai PE?

    3. Kalau yang saya baca jenis2 PE di Indonesia ada PMV dan RDPT. Lalu perusahaan yang hanya membiayai seperti PT Saratoga masuk ke kategori PE apa ya pak? Apakah selain itu ada jenis2 lain?

    4. Apakah harus mendirikan PT di Indonesia?

    Mohon pencerahaannya pak. Terima kasih :)

  148. Andri
    April 22nd, 2017 at 03:56 | #149

    Selamat Pagi Pak Rudi,

    Ada yang saya ingin tanyakan, Apakah orang yang background pekerjaannya di dunia perbankan (awalnya di fund Accounting custody lalu pindah ke Payment Bank) dapat mengikuti ujian sertifikasi WMI, WAPERD?

    Terima Kasih

  149. Rudiyanto
    April 25th, 2017 at 00:39 | #150

    @Adella
    Salam Ibu Adella,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Terus terang tidak ada definisi yang jelas mengenai private equity karena tidak ada kategorinya di OJK. Sepengetahuan saya, tidak ada izin dari OJK yang memberikan kewenangan dengan nama Private Equity.

    Mungkin beberapa orang kaya ngumpul, bikin perusahaan, trus kerjanya jual beli perusahaan, makanya disebut private equity.

    2. Kalau PE dalam istilah pasar modal itu Perusahaan Efek. Manajer Investasi dan Perusahaan Sekuritas umumnya memperjual belikan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau yang sudah tbk, untuk perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek, peranan dari Sekuritas adalah membantu dia menjadi Tbk dengan menerbitkan saham atau membantunya menerbitkan obligasi.

    Sementara untuk manajer investasi, belakangan ada beberapa jenis reksa dana yang memperbolehkan untuk investasi di perusahaan non tbk seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas, ETF, dan Reksa Dana Multi Aset.

    Kalau mengacu pada boleh berinvestasi di perusahaan non tbk, maka manajer investasi bisa mendekati istilah private equity.

    3. Boleh tahu PMV itu singkatannya apa? Kalau RDPT boleh berinvestasi pada perusahaan non tbk. Private Equity sekali lagi tidak ada definisinya dalam peraturan, jadi saya tidak tahu kategorinya apa

    4. Kalau model Saratoga itu mungkin mirip Astra Internasional yang menjadi induk dari beberapa anak perusahaannya. Ada anak perusahaan yang memang dia dirikan, ada juga yang beli atau joint venture dengan yang lain. Tergantung kelasnya, kalau anda sudah mau beli perusahaan senilai ratusan milliar, maka lebih baik berbentuk PT agar legalitasnya jelas.

    Semoga bermanfaat

  150. Rudiyanto
    April 25th, 2017 at 01:00 | #151

    @Andri
    Salam Pak Andri,

    Syarat utk mendapatkan izin WMI adalah minimal D3. Kalau WAPERD saya kurang tahu, tapi sepertinya sama. Tidak ada syarat harus dari jurusan apa ataupun pengalaman kerjanya apa.

    Kalau perihal diterima kerja di dunia manajer investasi, rasanya itu lebih tergantung bagaimana hasil wawancara kamu dengan pemberi kerjanya. Latar belakang pendidikan mungkin salah satu point pertimbangan, tapi rasanya bukan segalanya.

    Semoga bermanfaat

 


%d bloggers like this: