Home > Talkshow dan Seminar > Panin Asset Management – Goes to Office PT. Nutrifood

Panin Asset Management – Goes to Office PT. Nutrifood

Pada hari Kamis, 20 Juni 2013 bertempat di PT. Nutrifood di kawasan Pulogadung, Panin Asset Management memulai program perdana PAM Goes To Office. Tujuan dari program ini adalah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya perencanaan keuangan dan bagaimana dengan berinvestasi bisa kita semua bisa sejahtera di hari tua. Dan yang dimaksud dengan semua orang, tidak hanya pemilik perusahaan tapi juga para karyawan perusahaan. Semua hal tersebut bisa dicapai asalkan mau membuat perencanaan keuangan dan investasi yang baik dan berkomitmen untuk melaksanakannya.

Bagi perusahaan, komunitas, atau perkumpulan yang berminat untuk mengundang Panin Asset Management untuk melakukan program serupa di perusahaan anda, bisa menghubungi http://www.panin-am.co.id/ContactUs.aspx.

Terus terang, kunjungan ke PT. Nutrifood ini amat berkesan bagi saya. Ini merupakan pertama kalinya saya masuk ke sebuah kantor di kawasan Industri dan rasanya seperti masuk ke suatu resort. Suasana kantor sangat menunjang kreativitas. Mulai dari desain interior ruangan yang selain memperhatikan kenyamanan karyawan, juga bernilai seni tinggi, ruang meeting dan ruang kerja yang bisa lesehan, ada ruang gym dan fitnes serta ruang musik bagi karyawan, bahkan ada panggung yang disediakan bagi karyawan untuk mengekspresikan pemikirannya. Seluruh dinding dan lorong diisi dengan foto kegiatan dan karya seni para karyawan. Selain menjual produk yang membuat kita lebih sehat seperti WRP, L-Men, Tropicana, Susu Hi Lo, perusahaan juga menerapkan gaya hidup sehat bagi karyawan seperti menghimbau naik tangga daripada naik lift dan makan siang karyawan yang tidak ada gorengan sama sekali. Semua itu Made In Indonesia… Luar Biasa.

Berikut adalah dokumentasi acaranya:

Presentasi Pentingnya Perencanaan Keuangan oleh Ibu Prita Hapsari Ghozie

Presentasi Sukses Finansial Dengan Reksa Dana oleh Rudiyanto

Foto Bersama Ibu Irene (Nutrifood) dan Ibu Prita

Bersama Sekitar 80an orang teman2 Nutrifood yang sangat funky

 

Penyebutan produk investasiĀ  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Categories: Talkshow dan Seminar Tags:
  1. Didik
    June 22nd, 2013 at 20:47 | #1

    Pak sy ada permintaan, coba buatkan tulisan mengenai analisis perkembangan reksadana setelah kenaikan harga bbm :)

    saya juga ingin bertanya, saya ingin membeli reksadana panin dana syariah saham, saya tinggal di bekasi dan kerja di bekasi, saya punya rekening bank mandiri, saya ingin autodbet tiap bulan 500rb ke reksadana, apakah bisa pak beli rekdana panin di bank mandiri, kalau bisa di bekasi di bank mandiri cabang yang mana ? krn ada beberapa cabang mandiri di bekasi.. trimakasih, atas infonya.. saya mohon pertanyaan saya ini dijawab krn saya ingin berinvestasi di reksadana untuk masa pensiun saya yang kira2 25 tahun lagi.. jawaban Bapak saya tunggu di = didik_wahiddin_nur@yahoo.com

    Terimakasih

  2. Rudiyanto
    June 23rd, 2013 at 10:48 | #2

    @Didik
    Yth Pak Didik,

    Bank Mandiri bekerjasama dengan Panin Asset Management dalam rangka penyediaan jasa autodebet, bukan agen penjual. Anda hanya bisa membeli reksa dana dengan menghubungi Panin Asset Management atau Panin Sekuritas. Sebagai referensi http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/#comment-129009

    Jadi saran saya anda bisa menghubungi salah satu cabang di atas dan meminta mereka mendatangi anda utk penjelasan lebih lanjut.

    Demikian informasi ini saya sampaikan semoga bermanfaat.

  3. Andy
    August 1st, 2013 at 05:55 | #3

    Dear Pak Rudiyanto,

    Saya sangat tertarik untuk membuat Akun RD Panin,
    namun kendala nya adalah sulitnya untuk pembukaannya, berbeda dengan RD RD yg lain, seperti BNP PARIBAS yang sangat mudah sekali untuk pembukaannya, apalagi jika melalui Bank Commonwealth,

    ( besar harapan saya, PAM bisa bekerjasama dengan Bank CW atau Bank Agen penjual yg lainagar mempermudah Nasabah untuk Pembukaan Awal Rekening )

    A. Bayangkan Pak, Artikel bpk bnyak mengulas tentang Penting nya RD & Betapa Masyarakata Minim INFO tnt RD

    B. Tetapi, untuk pembukaannya sulit sekali, hnya terkonsentrasi di kota kota besar saja, lalu bagaimana masyarakat mau untuk ke RD, sedang pembukaannya awal nya saja sulit, Padahal untuk mulai sangat lah murah

    C. Nah, hal ini lah yg akhir nya menjadi CELAH bagi Para Pengelola INVESTASI BODONG untuk MASUK, dan jga investor di pedesaan juga merasa gampang & tdk sulit, spt halnya membuka Rekening Bank…

    D. Nah saran saya, TOLONG jika memang ingin DANA KELOLA nya bESAR, tentunya hasil kinerja nya juga tdk di ragukan lagi, Turut ikut serta membantu Pemerintah MEmerangi INVESTASI BODONG, Sudah seharusnya bisa memper mudah AKses nya, jika pembukaan cabang di rasa sulit, kan BISA kerjasama dengan BANK agen penjual

    E. Dan ini lah Salah satu Alasan – Faktor Mengapa BNP PARIBAS dana kelolanya Besar, ya karena memang selain MI nya Kredibel, kinerjanya oke, Akses & pembukaannya juga MUdah

    Saya pun sudah menghubungi beberapa agen, tetapi tetap mereka sangat sulit untuk bertemu, hampir sebagian menyarankan kirim formulir via Pos, Untuk tatap muka sangat sulit sekali…
    hampir semua Bank, saya tanya tnt RD Panin, semua nya tdk ada yg menerima ( aduh susah nya, padahal cikarang itu sudah kawasan industri, bahkan lewat Kantor cabang panin pun juga tdk bisa, haduh geleng geleng saya….hmmmm….ini kok susah banget,
    jika harus ke jakarta, sedangkan karyawan – buruh pabrik juga sangat susah karena terkendala waktu jam kerja

    Apakah RD anda hanya untuk Daerah Jakarta saja ya Pak hehehhee, untuk Bodetabek belum mampu & siap ya pak hehhehe

    saya di cikarang ( daerah industri Lippo cikarang )

    Kiranya dengan Tulisan ini, PIHAK PAM bisa membenahi kekurangannya & menerima masukan dari para Nasabah nya agar saling tercipata hubungan yg harmonis & saling menguntungkan di kedua belah pihak

    Mohon responnya terima kasih & Sukses selalu untuk Pak RUDI

  4. Rudiyanto
    August 2nd, 2013 at 12:06 | #4

    @Andy
    Dear Andy,

    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, boleh tahu kira2 berapa jumlah investasi yang anda akan lakukan?

  5. Rudiyanto
    August 12th, 2013 at 09:10 | #5

    @Andy
    Dear Andy,

    Karena pertanyaan saya belum dijawab2, maka terpaksa saya menggunakan beberapa asumsi dalam merespon pertanyaan anda. Tentunya anda bisa melakukan koreksi jika asumsi yang saya gunakan kurang tepat.

    Pertama-tama, kebijakan untuk melakukan tatap muka pada pembukaan reksa dana pertama kali adalah memang disyaratkan dalam peraturan. Sebab Manajer Investasi dan Agen Penjual memang disyaratkan untuk bertatap muka dengan calon investor pertama kali untuk melakukan yang namanya Know Your Customer (KYC).

    Dalam KYC, petugas memastikan bahwa identitas yang diberikan telah sesuai dengan orangnya dan jika dimungkinkan melakukan analisa terhadap profil risiko investor untuk memberikan rekomendasi jenis reksa dana yang sesuai. Kenapa disebut memungkinkan karena pada banyak kasus, calon investor sudah tahu apa jenis reksa dana yang dia inginkan.

    Dan kemudian terkait pertemuan yang belum sempat dilakukan, saya berasumsi bahwa jumlah dana yang ingin anda investasikan mungkin masih kurang ekonomis bagi marketing untuk mendatangi anda. Tentu anda bisa mengkoreksi hal ini bila asumsi saya salah.

    Untuk itu, saya bisa menyarankan anda untuk mengatur waktu bertemu di tempat yang lebih dekat bagi kedua pihak. Jadi tidak terlalu jauh untuk anda dan juga tidak terlalu jauh untuk marketing yang bersangkutan. Sebagaimana diketahui, cabang pemasaran Panin Asset Management di Jakarta ada di Pluit, Kelapa Gading, Pondok Indah, Sarinah, Puri Indah dan Alam Sutera. Anda bisa memilih lokasi yang paling dekat dengan anda. Pertemuannya tidak harus di hari kerja, di hari sabtu dan minggu juga bisa.

    Sebab pada prinsipnya sama seperti pembukaan rekening tabungan dan reksa dana di bank, maka pembukaan rekening reksa dana pertama kali juga diharapkan ada tatap muka dengan petugas yang berwenang.

    Dengan memiliki marketing, ada beberapa nilai tambah yang bisa anda dapatkan seperti update kondisi pasar yang bisa dihubungi sewaktu-waktu, layanan perencanaan keuangan, konsultasi mengenai jenis pilihan reksa dana dan lainnya.

    Kemudian terkait pemasaran di luar area jakarta, sebenarnya kami juga sudah melakukan kegiatan pemasaran ke sana namun sifatnya tidak reguler. Beberapa marketing kami, sepengetahuan saya rajin melakukan kunjungan ke daerah bekasi dan cibubur. Memang sifatnya tidak rutin, namun kami harapkan bisa menjangkau ke tempat yang lebih luas. Cara kerja mereka jika ada 5 – 10 orang yang tertarik, mereka akan menjadwalkan waktu kunjungan. Jadi jika Pak Andy bisa mengumpulkan 5- 10 orang saya yakin marketingnya akan bisa datang. Tidak harus semuanya masuk berinvestasi, cukup yang tertarik saja.

    Terkait kerjasama dengan pihak perbankan, sebenarnya Panin Asset Management telah bekerja sama dengan 5 bank terkemuka di Indonesia yaitu Bank Panin, Bank CIMB Niaga, Bank BCA, Bank BRI dan Bank Mandiri untuk menyelenggarakan program Autodebet. Jadi dengan memiliki rekening dari salah satu bank tersebut, anda sudah bisa mengikuti program autodebet yang kami selenggarakan. Hanya saja, untuk bisa mengikuti program tersebut, anda harus berhubungan dengan agen penjual kami.

    Jadi kesimpulannya solusi yang bisa saya tawarkan adalah anda bisa mengatur janji untuk bertemu di tempat yang lebih “tengah” atau mengumpulkan beberapa orang yang tertarik dengan reksa dana. Perlu diketahui bahwa tatap muka ini sifatnya hanya untuk pertama kali saja, selanjutnya sudah tidak perlu dilakukan tatap muka lagi.

    Demikian tanggapan saya, semoga bisa menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

  6. Andy
    August 13th, 2013 at 08:07 | #6

    Dear Pak Rudi,

    Trims atas Masukan & Sarannya.

    Sebenarnya begini Pak Rudi, Berawal dari keprihatinan saya thp Kurang nya Minat masyarakat Indonesia thd industri RD & Pasar modal INA

    Bpk pasti tau berapa Presentasi Masyarakat INA yg mau Ber – investasi di RD & Pasar Modal
    di Bandingkan dng Malaysia & Thailand ?

    Mengapa Masyarakat kok lebih banyak memilih Investasi investasi Perorangan atau Individual ( Di kelola sendiri ) yg notabene nya ijinnya masih belum lengkap ?

    Bukan berarti masyarakat selain jakarta tdk mempunyai dana lebih untuk Ber investasi lho pak rudi ? kita sering menyaksikan di berbagai media Tv kasus kasus tnt kolaps nya investasi ( yg di anggap bodong istilah nya ) Berapa dana yg terkumpul ? bahkan yang ikut pun tdk tanggung tanggung mulai dr Pejabat – TNi – POLRI dll itu bahkan satu org investasi nya bisa Ratusan juta per – orang

    Nah, mengapa yang Pasar modal – Saham – RD yg jelas jelas pengelolaannya lebih professional – lebih bisa di pertanggung jawab kan kok jarang di minati ?

    ini mungkin bisa menjadi KOREKSI bagi Para Praktisi praktisi Pasar Modal & Instuisi Lembaga lembaga Finansial di INA….

    Iklim invetasi di INA agak RIBET – Ber belit – Rumit
    bayangkan dng agen agen asuransi yg ber jibaku dng mudah nya menyentuh pasar masyarakat ?

    bayangkan juga para marketing pengelola investasi investasi bodong yg sangat cepat menyentuh pasar bahkan sampai ke pelosok pedesaan ?

    Mungkin ini bisa menjadi koreksi bersama bagi OJK khusus nya, bagi para MI dan praktisi praktisi lainnya

    Bayangkan, bagaimana seorang ustad XXXX yg dengan mudah mengumpulkan dana masyrakat hanya dlm hitungan bulan sudah mencapai XXXXX

    Tetapi mengapa, masyarakat ko ketika di tawari Rd yg jelas jelas bisa di pertanggung jawabkan…agak masih kurang ber minat ? bukan karena masyarakat itu tdk pandai mengenai investasi ( terbukti kasus GTI – dll telah menilep dana masyarakat hingga Trilyunan rupiah hanya dlm hitungan bulan alias paling satu tahun

    jika iklim investasi di INA tidak banyak perubahan, Saya sangat Yakin 100%,
    Investasi bodong tidak akan pernah hilang di INA

    kita mengetahui sendiri, dng semakin banyak nya fasilitas online trading….banyak masyarakat yg terjun secara otodidak & ilmu praktis untuk menggeluti dunia saham online trading & Forex trading

    ada yg baru belajar baru satu bulan profit, sudah mengaku lihai & pandai lalu membuka investasi perorangan hasil nya ?

    ada juga yg memang sudah master Forex ( spt KANG GUN ) yg di akui seluruh dunia online forex bahwa dia memang master padahal tdk memiliki historis pendidikan formal di bidang finansial apalagi ijazah atau sertifikat wapred dll, tapi beliau kang gun memang sudah di akui oleh dunia – bahkan thread thread nya banyak di di jadikan acuan bagi para pemula online traidng forex….tetapi dia tetap bersahaja – tdk membuka investasi – tetap hanya memberikan edukasi – materi saja

    Bahkan, Untuk semua para Master & Senior Forex pasti mengetahui & Rata Rata OGAH online trading menggunakan Broker Lokal ? mereka lebih memilih Broker broker luar negeri yg kredibel spt FXDD – Swiss Bank, Alasannya Pasti pak rdi juga sudah paham

    saya melihat, banyak nya ber munculan investasi investasi perorangan ini adalah

    - Masyarakat sudah banyak yg paham dunia investasi, dan ingin terjun praktis ke dunia investasi

    - masyarakat tergoda oleh iming iming hasil return yg tinggi tanpa melihat track record nya

    - masyarakat hampir mayoritas semua menginginkan simple artinya mrk yg ikut ikut dalam dunia investasi perorangan adalah hamoir banya menggunakan sistem kepercayaan saja
    cukup transfer online banking ( nama dia tercantum ) ya sudah tinggal menunggu bulan depannya menerima imbal hasil

    banding kan dng semua produk produk indonesia yg cukup susah meng akses nya cukup ribet akses nya dll sehingga masyarkat lebih mau – lebih seneng ke investasi perorangan yg lebih simple

    Sebenar nya Masyarakat ina paham, bahwa itu adalah hal yg sangat Beresiko besar tetapi sudah tau spt itu, besok besok kalau ada satu saja Org yg membuka investasi Perorangan
    saya jamin dia pasti ikut lagi ( sambil berharap untung )

    Pak Rudi pasti tau, di berbagai forum Online, di facebook, di tweeter, berbagai tawaran tawaran investasi perorangan bertebaran bagai kacang goreng, tetapi pemintanya juga ber jubel ada yg sukses & bertahan puluhan tahun ( ya karena memang kebetulan yg kelola adalah orng yg sudah ahli , walaupun hanya sistem kepercayaan saja, cukup transfer lalu tunggu di bulan depan )

    ada juga yg baru buka seminggu kolaps ( loss trading ) ada yg sebulan ada yg 6 bulan ya memang yg kelola adalah sok merasa pintar lalu membuka & menawarkan investasi

    saya melihat, seakan akan ada tembok pemisah

    jika Pasar modal – RD & anak turunnya adalah sepertinya milik mereka mereka yg di Kota besar besar saja & untuk orang orang besar saja

    dan pasar investasi online adalah milik hampir semua kalangan dr yg mulai mahasiswa yg ber modalkan modem saja – sampai pejabat pun bisa ikutan karena simple nya

    Saya berharap kepada Para Senior – Para MI – Para Praktisi Pasar Modal INA

    jika memang benar benar Serius ingin Membangun kesadaran Masyarakat nya dalam ber – invetasi secara Benar sehingga bisa spt di Malaysia – Thailand yg sampai org org di pedesaan pun di surau surau pun paham apa, sekarang harga saham lagi turun apa naik

    kelemahan INA adalah banyak nya Birokrasi birokrasi hal hal yg ber belit belit – Rumit – Biaya biaya Siluman
    seakan akan Dunia SAHAM adalah milik mreka mereka yg di kota dll

    mudah mudahan hadir nya jokowi & ahok bisa memper mudah hal hal yg rumit rumit menjadi mudah ( karena memang sebenar nya mudah )

  7. Andy
    August 13th, 2013 at 08:23 | #7

    Dunia Saham itu sudah Beresiko Besar – Rumit – Aset nya pun tdk kasat mata

    Sebaik nya pun hal hal yg berkaitan dngnya tidak di bawa RUMIT -& Ber belit belit

    Jujur saya pernah tanya ke salah satu investor langit biru, dia seorang dosen perguruan tinggi swasta jakarta XXXXX inves hingga X ratus juta

    mengapa bpk kok gak invest ke saham saja atau RD ? jawab nya ya iyalah di saham & RD itu ribet rumit ….investasi itu sdh mengandung resiko kok masih di buat ribet & ber belit…

    pemerintah banyak akal akalan saja – gimana mau maju Indonesia klo iklim nya kayak gini
    susah sangat susah sekali

    Bahasa pemerintah ingin mencerdaskan bangsa – bahasa pepesan kosong

    Di singapore – Semua masyarakat nya sangat mudah sekali ingin investasi finansial
    di INA ya ampun akal akalan pemerintah luar biasa

    Mohon maaf Pak rudi, jadi Curhat hehehe…..
    cuma berharap masyrakat indoensia bisa Pandai Finansial merata ke berbagai lapisan spt malaysia – singapore – Thailand

    Dan juga Akses nya mudah, kapan pun kita mau investasi bisa

    oiya satu lagi, saya berharap Panin bisa bekerjasama dng Bank Commonwealth yg notabenenya fasilitasnya untuk RD sangat lengkap trims….
    ( maaf lhoe pak rudi, masalah nya saya di tawari dr pihak CW itu berkali kali – pengen sih tapi kok ngeliat produk nya gak ada panin jadi pikir pikir – dah terlanjur cintrong sama panin pak rudi :D )

    CMIIW

  8. Rudiyanto
    August 13th, 2013 at 09:07 | #8

    @Andy
    Dear Andy,

    Terkait komentar anda, pertama jumlah investor reksa dana di Thailand adalah sekitar 3.5 juta akun dan di Malaysia adalah sekitar 16.3 juta akun. Kalau jumlah penduduk Thailand sekitar 67 juta dan Malaysia sekitar 28 – 30 juta. Anda bisa menghitung sendiri persentasenya.

    Meskipun secara persentase dan jumlah akun, negara Indonesia masih di kedua negara tersebut perlu diperhatikan bahwa itu tidak ada hubungannya dengan investor yang percaya dengan investasi perorangan.

    Mengenai mengapa investasi pasar modal di Indonesia kurang diminati hal ini menurut saya ada 2 hal, pertama-tama pengetahuan mengenai pasar modal terbatas dan produk pasar modal terutama reksa dana tidak bisa menjanjikan keuntungan yang pasti. Kebanyakan orang yang tergiur dengan investasi bodong adalah orang-orang yang maunya hanya untung dan tidak mau rugi, dan kebetulan investasi bodong menawarkan keuntungan pasti dalam pemasarannya.

    Akses memang menjadi salah satu masalah, namun menurut saya itu tidak sepenuhnya benar juga karena saat ini sudah banyak bank yang jaringannya ke seluruh nusantara dan menawarkan reksa dana.

    Saya tidak sependapat bahwa investor perorangan itu simple, karena kegiatan menghimpun dana yang tidak dibawah pengawasan OJK sudah pasti Ilegal.

    Saya juga tidak sependapat bahwa reksa dana hanya untuk orang besar dan kota besar karena syarat untuk membeli reksa dana cukup KTP dan NPWP. Minimum investasi juga dimulai dari Rp 250.000 bahkan ada Manajer Investasi yang menawarkan hanya dari Rp 100.000. Jumlah investor memang berfokus pada kota besar, tapi seperti yang saya sebutkan ada usaha dari para Manajer Investasi untuk menjangkau investor di luar kota besar meskipun jumlahnya belum sebesar kota besar.

    Terkait investasi yang menurut saya ilegal karena menggalang dana dari publik tanpa sepengetahuan OJK yang berdasarkan informasi anda berjubel di sosial media tersebut dan bermodalkan online saja, saran saya bisa kamu laporkan ke call center OJK untuk di cek kebenarannya di 021 500-655 http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/06/17/bagaimana-mengecek-legalitas-reksa-dana/ Atau bisa juga saya bantu laporkan untuk selanjutnya di cek oleh OJK.

    Menurut saya diskusi ini sudah melebar terlalu jauh dan tidak jelas, sebab bapak Jokowi dan Ahok adalah Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang bidang pekerjaannya tidak ada hubungan dengan pembentukan peraturan di pasar modal dan keuangan. Untuk transaksi forex tersebut dan penggunaan brokernya, menurut saya kalau tidak didasari dengan fakta angka mungkin hanya pandangan sepihak dari kamu saja.

    Saya tidak mengerti dengan birokrasi sulit yang anda maksud, menurut saya ini hanya persepsi dari kamu saja yang tidak pernah benar2 datang ke agen penjual reksa dana dan membeli reksa dana secara langsung.

  9. Rudiyanto
    August 13th, 2013 at 09:21 | #9

    @Andy
    Terkait komentar nomor 7,

    Menurut saya tidak ada yang ribet dengan investasi reksa dana di Indonesia. Syaratnya KTP dan NPWP, selain itu investor harus melakukan tatap muka untuk pembelian pertama kali. Saya pernah bertemu dengan pengelola Fund Supermart di Singapore yang merupakan salah satu distributor utama reksa dana di sana. Peraturannya sama, mereka juga harus melakukan tatap muka.

    Jadi ribet dan berbelit-belit itu menurut saya hanya akal2an kamu saja. Kalau kamu benar2 menginginkan produk tersebut, tinggal bikin janji untuk bertemu di hari libur, selanjutnya sudah tidak perlu tatap muka lagi. Investasi di bank yang kamu maksud juga perlu tatap muka bukan?

    Setelah memiliki reksa dana, akses untuk berinvestasi sangat mudah bisa via online seperti website, bisa via email atau bisa juga dilayani oleh marketing dan customer service. Bisa juga autodebet dengan 5 bank terbesar Indonesia yang saat ini sudah bekerja sama dengan Panin Asset Management yaitu Bank Panin, Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank CIMB Niaga. Saya yakin fasilitas ke lima bank ini juga tidak kalah lengkapnya. Anda bisa melakukan top up online, cek saldo online, download formulir redemption dan switching, email notifikasi transaksi dll melalui website http://www.panin-am.co.id.

    Demikian tanggapan saya.

  10. Sobir
    September 30th, 2013 at 16:17 | #10

    Dear Pak Rudi,

    Saya tertarik dengan RD dari Panin, tapi domisili saya di Kalimantan Selatan tepatnya di Banjarbaru, sedangkan di tampat saya tinggal tidak ada cabang Panin Asset Menegement, Bagaimana saya bisa ikut RD panin padahal syaratnya haris tatap muka.

    Salam,

    Sobir


%d bloggers like this: