Kapan IHSG Menuju 10.000 ?

Belakangan ini, analisa dan pemberitaan di media massa lebih banyak difokuskan pada apakah pasar sudah kemahalan, apakah dana asing spekulatif sudah terlalu banyak, apakah Eropa, Amerika, China, Jepang sedang bermasalah atau tidak sehingga berpotensi terjadi pembalikan arah, apakah hasil akhir dari kebijakan BBM, Pemilihan Presiden dan lain-lain. Sebetulnya saya tidak bermasalah dengan pemberitaan tersebut, terlepas dari benar atau salah, terlalu dibesar-besarkan atau dikecil-kecilkan. Sebab saya yakin setiap analisa dan pemberitaan di media tentu harus mempertahankan porsi objektivitasnya.

Saya ingin mencoba membahas dari sudut pandang yang berbeda. Objektif memang baik, namun yang membuat dunia menjadi lebih baik adalah pikiran positif. Jadi daripada meramalkan kapan IHSG akan anjlok yang entah kapan dan mengapa, mari kita mencoba meramalkan kapan IHSG menuju ke 10.000. Yap, SEPULUH RIBU. Bisakah anda membayangkan berapa dana anda akan berkembang baik itu yang ditanamkan di saham ataupun reksa dana saham? Berapakah tujuan pensiun, pendidikan anak, liburan anak, Umroh dan Naik Haji yang akan terpenuhi dengan tercapainya level indeks tersebut?

 

 

Sebelum saya melakukan pembahasan, mari kita semua tebak-tebakan dulu:

  1. 15 Tahun
  2. 10 Tahun
  3. 5 Tahun
  4. Atau Kurang dari 5 Tahun

Bagi yang sudah menjawab silakan mencocokan jawaban anda dengan tebakan saya di sisa artikel ini.

Untuk menebak IHSG, pada dasarnya ada banyak cara dan analisa yang bisa dilakukan. Dalam tebak-tebakan kali ini, metode yang saya gunakan adalah kombinasi dari Price Earning Ratio (PER) dan konsep Compounding. Secara sederhana yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan PER yang wajar –> dimana berdasarkan data historis, PE yang wajar cukup luas karena berkisar antara 12 – 18 kali
  2. Menentukan asumsi pertumbuhan laba bersih perusahaan dan membuat proyeksi untuk beberapa tahun ke depan –> Data yang digunakan adalah data 10 saham dengan Kapitalisasi terbesar
  3. Mengalikan angka PER dan Proyeksi Laba Bersih untuk mendapatkan IHSG

Langsung saja kita ke praktek.

Langkah Pertama, menentukan PER dan Laba Bersih IHSG

PER IHSG berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia

Dengan IHSG 5.155,093 PER Ratio 18 Kali (menggunakan rata-rata). Karena PER = IHSG / Laba Bersih, maka Laba Bersih IHSG = IHSG / PER = 5.155,093 / 18 = 286

Langkah kedua, Proyeksi Laba Bersih

Karena saham yang tersedia di IHSG sangat banyak, saya menggunakan 10 saham dengan kapitalisasi terbesar yang mewakili sekitar 42% dari seluruh saham yang ada. Berdasarkan data laporan keuangan tahun 2008 dan 2012, diperoleh informasi sebagai berikut:

Dengan asumsi Laba Bersih IHSG tahun 2012 adalah 286, dengan asumsi tumbuh sesuai dengan rata-rata pertumbuhan dari 10 emiten tersebut sebesar 26% per tahun, maka proyeksi Laba Bersih untuk beberapa tahun ke depan adalah sebagai berikut:

Langkah ketiga, Proyeksi IHSG berdasarkan beberapa Skenario PER.

Price Earning Ratio yang wajar merupakan suatu angka yang subjektif dan sangat tergantung kepada beberapa variabel lainnya. Misalkan ketika kondisi suku bunga rendah, PER yang tinggi dianggap wajar. Ketika situasi berubah menjadi krisis, PER harus sangat rendah sekali baru dianggap wajar. Karena sangat subjektif, saya membuat PER berdasarkan 4 skenario yaitu PER 14, 15, 16 dan 18 kali. Kemudian saya mengalikan PER wajar dengan proyeksi (Forecast Laba Bersih IHSG). Ingat karena PER = IHSG / Laba Bersih, maka IHSG = PER x Laba Bersih.

Berdasarkan analisis tersebut, proyeksi angka IHSG yang saya peroleh adalah sebagai berikut:

Cara bacanya kurang lebih sebagai berikut, IHSG 2013 adalah PER wajar dikali Laba Bersih tahun sebelumnya. Metode ini disebut PER Trailing. Ada juga metode yang menggunakan IHSG 2013 =  PER Wajar dikali Laba Bersih tahun yang sama dengan metode proyeksi. Metode ini disebut PER Forward. Karena sejak awal saya menggunakan asumsi data laba bersih tahun sebelumnya, maka metode yang saya gunakan adalah metode trailing.

Sebagai contoh, dengan PER 16, IHSG di tahun 2013 adalah 4576. Artinya jika Price Earning Ratio yang dianggap wajar adalah 16 kali, maka harga IHSG yang wajar pada tahun 2013 adalah sebesar 4576. Dengan IHSG saat ini yang sudah di atas 5000, bisa dikatakan IHSG sudah mahal. Kemudian pada tahun 2017, pada angka yang saya bold merah, tertulis 11.578. Artinya dengan asumsi PER yang wajar adalah 16 kali, asumsi laba bersih tumbuh 26% setiap tahun, maka harga IHSG yang wajar pada tahun 2017 adalah 11.578, yang artinya sudah menembus level 10.000.

Pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada 4 skenario, level IHSG 10.000 sudah tercapai pada tahun 2016 atau 2017 atau 3 – 4 tahun dari sekarang. Nah, apakah tebak2an anda sebelumnya sama dengan saya?

Saya harus mengakui bahwa asumsi yang saya buat agak sedikit opmistis terutama di asumsi pertumbuhan laba bersih. Umumnya prediksi pertumbuhan laba bersih berada di antara 15 – 25%. Perlu diingat juga, dari seluruh saham yang ada di IHSG, ada yang laba bersihnya naik, ada pula yang turun. Bahkan ada pula yang merugi. Kebetulan semua perusahaan yang saya jadikan sebagai contoh menunjukkan angka yang positif. Kemudian jangan dilupakan pula, konsep bahwa kinerja masa lalu tidak menjadi jaminan akan terulang di masa depan. Jika berlaku untuk saham, demikian pula berlaku untuk kinerja laba bersih perusahaan.

Saya sempat mengubah model asumsi pertumbuhan menjadi 20%. Hasilnya, IHSG baru menembus 10.000 pada tahun 2017 – 2019 atau 4 – 7 tahun dari sekarang. Yang 2017 pun dengan asumsi PER 18 kali. Disinilah letak perbedaan utama antara investor jangka panjang dan investor jangka pendek. Bagi yang jangka pendek (koreksi sebelumnya jangka panjang), melihat 18 kali, mahal dan kemudian berpikir ulang, memang wajar. Bagi investor yang jangka panjang, yang menjadi perhatian dia adalah IHSG untuk 5 atau 10 tahun ke depan. Sekarang memang harganya mahal, tapi apakah mahal untuk di masa depan juga?

Kombinasi antara investor jangka panjang dan investor jangka pendek yang ada di bursa inilah yang membuat dunia saham menjadi menarik.. Ada yang beli, ada pula yang jual. Termasuk dalam kategori investor jangka pendek atau jangka panjangkah anda?

Demikian tebak2an saya kali ini. Namanya juga tebak2an jadi jangan dianggap terlalu serius. Bisa terjadi, bisa juga tidak. Selamat berinvestasi.

Sumber Data: www.idx.co.id, Laporan Keuangan Perusahaan dan www.infovesta.com, diolah

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

  1. udin
    May 9th, 2016 at 22:24 | #1

    Pak Rudi, melihat keadaan ekonomi saat ini index paling smp akhir thn bs mencapai 5.500-6.000 sdh bgs klo untuk 8.000 terlalu jauh pak, semoga Pak Rudi bs berikan riset terbaru nya lagi.di tunggu y pak

  2. Rudiyanto
    May 9th, 2016 at 23:43 | #2

    @udin
    Selamat malam Pak Udin,

    Untuk riset ini sebenarnya sudah saya update di 2014. Bisa dibaca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/11/19/apakah-harga-wajar-ihsg-bisa-mencapai-15-000-di-era-jokowi-jk/

    Semoga bermanfaat

Comment pages
1 2 3039

 


%d bloggers like this: