Home > Pendapat Tentang Makro Ekonomi > Mitos dan Fakta Seputar Aliran Dana Asing

Mitos dan Fakta Seputar Aliran Dana Asing

Belakangan ini rasanya ada sesuatu yang lupa saya kerjakan. Setelah diingat-ingat saya baru sadar ternyata sudah lebih dari 2 minggu artikel di blog ini tidak saya perbaharui. Saya memang ada beberapa ide tulisan, tapi karena kesibukan akhirnya ide tersebut terlupakan dan ketika mau ditulis saya sudah lupa sama sekali.

Untuk mencegah hal tersebut terulang lagi, begitu mendapat ide, langsung saya tulis. Meskipun harus mengorbankan waktu tidur saya dan tanpa bayaran (he he). Tadinya saya mau menulis topik yang berkaitan dengan edukasi, namun melihat IHSG yang naik terus-terusan belakangan ini, akhirnya saya putuskan untuk berbagi informasi dan pendapat saya tentang kondisi pasar modal di Indonesia saat ini.

Tidak dibisa disangkal, kenaikan IHSG dalam 2.5 bulan terakhir ini bisa dibilang diluar dugaan banyak pihak. Rekor baru selalu dicetak dan meskipun turun keesokan harinya langsung naik lagi. Hal ini membuat banyak orang tidak sempat melakukan top up. Posisi terakhir sudah di sekitar 4800an. Tinggal beberapa % lagi, tentunya target 5000 yang merupakan konsensus sebagian besar analis dan Manajer Investasi akan segera tercapai.

Di 2 artikel sebelumnya saya juga ikut2an nimbrung, namun fokus saya lebih kepada potensi koreksi berdasarkan kondisi fundamental dan teknikal (dengan konsep probabilitas). Kali ini saya akan lebih berfokus pada aliran dana asing yang masuk ke bursa saham indonesia. Sebab, oleh banyak pihak, hal ini yang sekarang dijadikan Kambing Hitam utama dari kenaikan IHSG kali ini. Ada beberapa mitos dan fakta yang menurut saya harus diketahui oleh para investor sekalian agar tidak salah kaprah.

Dalam menjelaskan aliran dana asing, pertama-tama harus dijelaskan dahulu definisi dana asing. Dalam artikel sebelumnya sudah pernah saya jelaskan, informasi selengkapnya bisa anda baca di referensi Mengukur Keyakinan Pasar dengan Net Buy and Sell Asing dan Aliran Dana Asing dan IHSG (Saya perhatikan sekarang sudah mulai sekuritas dan analis yang juga menggunakan data ini sebagai referensi).

Dalam tulisan kali ini saya tetap menggunakan informasi dari sumber yang sama. Data yang saya pergunakan adalah dari 1 Januari 2005 – 15 Maret 2013, selanjutnya saya melakukan analisa dan perbandingan data untuk membuktikan beberapa mitos yang beredar di kalangan investor tentang aliran dana asing. Ada 3 mitos yang ingin saya buktikan antara lain:

1. Jika Asing Masuk, maka IHSG Pasti akan naik. Begitu pula sebaliknya.

Mari kita lihat fakta akumulasi Net Buy (Sell) asing selama 7 tahun terakhir dan YTD hingga 15 Maret 2013 IHSG.

Dari grafik di atas, bisa dilihat bahwa tidak selalu kalau asing net buy maka IHSG naik dan kalau asing net sell maka IHSG negatif. Buktinya pada 2005 dan 2011, ketika Asing secara akumlatif menunjukkan net sell, IHSG malah naik meskipun di 2011 naiknya hanya kecil. Kemudian, tidak selalu juga kalau asing masuknya banyak maka IHSG juga akan naik tinggi. Buktinya di 2006 dan 2007 ketika dana asing masuk 17 dan 32 triliun bursa pada kedua tahun tersebut berturut-turut naik di atas 50%. Kemudian pada tahun 2009, meski hanya akumulasi net buy sekitar 14 triliun, IHSG malah naik sampai 86% dan merupakan masa keemasan dan booming reksa dana saham di tahun-tahun selanjutnya.

Saya berkesimpulan bahwa investor asing juga ada beberapa tipe. Ada tipe yang istilah Manajer Investasi – Long Only. Artinya asing yang masuk dan kemudian lupa, karena orientasi investasinya bisa dalam jangka waktu sangat panjang (10 – 15 tahun). Kemudian ada tipe yang saya sebut dengan Dana Asing Spekulan, asing yang ini menggunakan uang panas sehingga rentan menggerakkan bursa saham dan kurs nilai tukar kita.Yang dimaksud dengan uang panas adalah uang yang dipinjam dengan bunga yang rendah kemudian digunakan untuk berspekulasi di tempat yang menawarkan keuntungan tinggi.

Ketika dana yang bersifat Long Only masuk, mungkin IHSG naik namun tidak spektakuler, sehingga jika terjadi penurunan juga tidak dalam karena amat jarang dana tersebut ditarik. Sementara jika dana yang masuk adalah tipe spekulan, maka bursa sangat rentan terhadap koreksi yang dalam sebab uang tersebut ketika masuk, suatu saat akan keluar dan periodenya tidak panjang.

2. Dana asing masuk karena Indonesia mengalami kenaikan Rating Surat Hutang

Naiknya peringkat surat hutang menjadi investment grade menjadi berita besar dalam beberapa tahun terakhir dan dianggap sebagai faktor utama yang mendorong masuknya dana asing ke Indonesia. Menurut saya itu benar, namun tidak sepenuhnya benar. Sebab kenaikan peringkat surat hutang menurut saya lebih memberikan efek pada sektor riil atau sering dikenal dengan Foreign Direct Investment (FDI). Yang dimaksud dengan FDI itu adalah dana asing yang masuk dan digunakan untuk membangun pabrik, ekspansi dan hal yang  berkaitan dengan sektor riil. Pasar modal memang ikut mendapat rezeki, namun porsi yang lebih besar tetap di FDI.

Secara akumulasi, bisa dibaca bahwa rating tidak selamanya menjadi daya tarik bagi asing untuk masuk ke pasar modal. Buktinya di tahun 2011, ketika terjadi kenaikan rating dari 3 lembaga pemeringkat sekaligus, malahan terjadi net sell. Kemudian, meski dengan rating yang lebih baik di 2011 – 2013 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terbukti dana asing yang masuk di tahun-tahun sebelumnya malah lebih besar. Menurut saya era sebelum 2012 adalah era ketika dana masih murah. Suku bunga yang rendah di seluruh dunia membuat dana asing yang spekulan leluasa meminjam uang sehingga sehingga kalaupun terlihat dana asing yang masuk, mayoritas didominasi oleh spekulator.

Hal ini berbeda di tahun 2012 dan setelah. Dengan krisis moneter yang menimpa AS dan Eropa, mereka belajar bahwa dana murah bagi pasar modal adalah sumber bencana. Oleh karena itu, terjadi reformasi ekonomi dan syarat pinjaman diperketat. Oleh karena itu, saya percaya bahwa dana asing yang masuk ke Indonesia saat ini lebih banyak didominasi oleh dana asing jangka panjang (Long Only). Dimana dana tersebut memang merupakan dana perusahaan yang digunakan untuk investasi dan bukan merupakan dana pinjaman.

3. Dana Asing biasanya masuk di awal tahun dan keluar di akhir tahun

Aliran dana asing, memang terkadang positif dan terkadang negatif. Masuk akal juga jika dibilang kalau sudah masuk, maka pasti akan keluar juga. Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah kapan dana ini akan keluar dan dalam kondisi apa dia akan keluar? Untuk menganalisa itu, saya mencoba menganalisa data akumulasi net buy sell bulanan. Hasilnya sebagai berikut:

Berdasarkan data di atas, saya berkesimpulan bahwa Tidak ada Pola yang pasti kapan dana asing akan keluar atau masuk. Sebab jika dilihat dari data beberapa tahun terakhir, hampir semua bulan bisa terjadi net sell. Malahan bulan Februari yang merupakan bulan dengan frekuensi net sell terbanyak bersama Mei dan November malah menunjukkan net buy sekitar 10 triliun pada Februari 2013. Tahun 2012 yang merupakan tahun dimana terjadi kenaikan rating menjadi investment grade, malahan banyak bulan terjadi net sell meskipun secara akumulasi angkanya net buy. Intinya timing dana asing tidak bisa (dan mungkin tidak mau) diramal!!

Kesimpulan

Apa kesimpulan yang saya dapat?

  • Dana Asing memang berpengaruh besar, Namun TIDAK Segalanya.
  • Dana Asing yang berorientasi jangka panjang akan memberikan manfaat besar bagi bursa. Sementara dana asing yang spekulatif berpotensi menciptakan volatilitas yang besar.
  • Terjadi perubahan karakteristik dana asing yang masuk dari yang mayoritas Spekulan saat ini menjadi mayoritas Long Only. Meski demikian, begitu era bunga rendah dan kelonggaran pinjaman dimulai lagi, maka dana spekulan akan kembali mendominasi.

Demikian analisa yang saya buat, semoga bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
  1. Jack
    March 18th, 2013 at 05:18 | #1

    Munkin lebih bagus kalau dihitung betanya pak, antara ihsg dan akumuladi asing. Perkiraan saya angkanya pasti tinggi, di atad 0.9.

  2. apl
    July 12th, 2013 at 12:34 | #2

    Terima kasih sharenya Pak Rudi,
    Boleh tahu, untuk mengetahui pergerakan dana asing secara periodik (baik harian / bulanan / tahunan) bisa didapat dari manakah?
    Apabila sudah pernah di bahas, boleh saya minta link-nya? Maklum, saya belum membaca secara runut seluruh postingan Pak Rudi, hehe. Terima kasih.

  3. Rudiyanto
    July 12th, 2013 at 14:07 | #3

    @apl
    Dear apl,

    Silakan baca koran kontan setiap hari. Semoga bermanfaat.

  4. andry phangkawira
    November 4th, 2014 at 15:36 | #4

    Selamat siang Bapak/Ibu,

    Perkenalkan nama saya Andry Phangkawira. Saya merupakan mahasiswa tingkat akhir dan sedang dalam proses pembuatan laporan skripsi guna meraih gelar Strata satu.

    Disini saya hendak bertanya mengenai data nilai saham yang menujukkan aksi beli dan jual foreign secara harian dari periode januari 2012 – desember 2013. Apakah Bapak bersedia memberitahukannya?

  5. Rudiyanto
    November 6th, 2014 at 14:39 | #5

    @andry phangkawira
    Siang Pak Andry,

    Untuk data tersebut bisa diperoleh di website berbayar seperti Bloomberg dan Infovesta.

    Semoga bermanfaat.

 


%d bloggers like this: