Home > Rekomendasi Film > Rekomendasi Film: Life Without Principle

Rekomendasi Film: Life Without Principle

Biasanya saya memberikan rekomendasi buku bacaan, terutama buku yang banyak memberikan motivasi dan inspirasi bagi saya. Kali ini, saya ingin merekomendasikan suatu film yang menurut saya sangat bagus terutama bagi anda yang ingin belajar lebih jauh tentang reksa dana atau hanya senang menonton suatu film dengan alur cerita yang bagus. Film Hongkong yang disutradarai oleh Johnnie To ini menceritakan tentang:

  • Seorang marketing bank yang dikejar target penjualan reksa dana
  • Seorang ibu2 pensiunan yang tidak puas dengan hasil deposito bank dan mencoba mau investasi reksa dana
  • Seorang pengusaha kaya yang bisnisnya renternir
  • Seorang gangster yang setia kawan
  • Seorang polisi yang selalu menunda pembelian rumah namun sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya

Dalam film ini, menurut saya tergambar dengan sangat jelas dalam contoh kehidupan nyata sehari-hari bagaimana orang-orang mempertahankan prinsip hidup ketika menghadapi tekanan dan kesulitan.Latar belakang film ini adalah era modern ketika bursa saham asia dilanda krisis Eropa yang bermula dari krisis di Yunani. Bagi anda yang ingin tahu apa itu kuesioner profil risiko, bagaimana cara menawarkan reksa dana dengan baik (di film ini menurut saya sudah world class) -dan bagaimana agen mengakalinya, bagaimana situasi agen ketika harus menjelaskan investasi yang rugi kepada nasabahnya -dari yang terus terang dan speechless sampai yang bilang ayo beli lagi, dan bagaimana pebisnis memandang investasi reksa dana.

Ngomong2 karena berlatar belakang Hong Kong, jenis reksa dana yang ditawarkan sudah portofolio mendunia. Mereka mengatakan “Jing Zuan Shi Guo” yang artinya “Bata Emas Empat Negara“. Kenapa disebut Bata Emas, karena Empat negara yang dimaksud adalah BRIC (Brazil, Russia, India dan China). Dimana BRIC mirip dengan BRICK (yang artinya bata), sehingga disebut Bata Emas. Ada selingan pula, dimana seorang investor yang salah mengartikan India dengan Indonesia dan mengatakan Indonesia tidak berprospek karena sesuatu yang berkaitan dengan batu baranya. Hal ini menunjukkan bagaimana persepsi investor asing (yang sangat individual) terhadap Indonesia dan bagaimana investasi saham Indonesia sudah dikenal sampai Hong Kong.

Bagi anda yang berlangganan TV Kabel dan bisa mengakses ke Celestial Movie, tinggal anda cari kapan jadwal tayang film tersebut karena sudah diulang beberapa kali. Bagi yang tidak punya bisa membeli DVD asli dari film ini. Bagi yang tidak bisa bahasa Mandarin, versi original lebih penting karena ditakutkan istilah2 yang disebutkan dalam film ini ketika di translate, hasilnya bisa sembarangan kalau filmnya bajakan.

Categories: Rekomendasi Film Tags:
  1. No comments yet.

 


%d bloggers like this: