Home > Belajar Reksa Dana, Riset Reksa Dana > Hubungan Antara Jangka Waktu Investasi dan Pilihan Jenis Reksa Dana

Hubungan Antara Jangka Waktu Investasi dan Pilihan Jenis Reksa Dana

Apa kabar para pembaca yang terhormat. Tidak terasa sebentar lagi sudah mau liburan panjang. Saya ingin mengucapkan selamat hari raya Lebaran bagi umat yang merayakan. Semoga anda semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa, Selamat Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti. Semoga bangsa kita semakin maju, pemerintah semakin berlaku lurus dan rakyat semakin berbudi pekerti.

Sumber : http://malangkota.go.id

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas hubungan antara lamanya jangka waktu investasi dengan jenis pilihan reksa dana. Seringkali ada hukum tidak tertulis yang mensarankan kepada investor agar berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap jika jangka waktu investasi pendek, reksa dana campuran jika jangka waktunya menengah dan reksa dana saham jika jangka waktunya panjang. Adapun yang dimaksud Pendek adalah 1 tahun, menengah 3 tahun dan jangka panjang 5 tahun. Apakah teori tersebut benar? Sebab pada kenyataannya, saya banyak sekali menemukan contoh dimana ternyata reksa dana yang diminati investor baik jangka panjang maupun jangka pendek ternyata sama yaitu saham. Pilihan reksa dana lainnya kurang diminati. Untuk membuktikan teori di atas, saya melakukan suatu riset kecil dengan menggunakan metode yang sama persis seperti yang saya pergunakan dalam artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/04/02/apakah-investasi-saham-jangka-panjang-pasti-menguntungkan/ Selamat membaca..

Perbedaan utama dengan riset sebelumnya adalah Data yang saya pergunakan. Pada riset kali ini menggunakan data Indeks Reksa Dana dari 2 Januari 2001 – 14 Agustus 2012 yang bersumber dari www.infovesta.com. Indeks reksa dana yang saya gunakan yaitu Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap, Indeks Reksa Dana Campuran dan Indeks Reksa Dana Saham. Sementara pada riset sebelumnya menggunakan data yang bersumber dari 1984 pada IHSG saja.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, tingkat return dan probabilitas untuk masing-masing jenis reksa dana adalah sebagai berikut:

sumber: www.infovesta.com, diolah

Return Disetahunkan adalah tingkat return yang memperhitungkan faktor bunga berbunga. Dengan kata lain, sebagai contoh return 488.92% (Tertinggi di Reksa Dana Saham 5 tahun) adalah sama dengan jika anda mendapatkan return 42.56% dan bunga berbunga selama 5 tahun. Angka return disetahunkan umumnya digunakan sebagai acuan dalam melakukan prediksi return reksa dana pada masa yang akan datang.

Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap

Diurutkan dari 1 , 3 dan 5 tahun. Probabilitas (kemungkinan) bagi investor reksa dana pendapatan tetap untuk mengalami kerugian adalah berturut-turut 6.38%, 0.00% dan 0.00%. Angka 6.38% berarti meski kecil, investor yang masuk ke reksa dana pendapatan tetap dengan jangka waktu investasi selama 1 tahun, masih bisa mengalami kerugian. Dimana tingkat kerugian maksimal yang pernah dialami bisa dibaca pada tabel terendah yaitu -9.34%. Namun dalam 3 tahun dan 5 tahun, peluang untuk mengalami kerugian menjadi 0 sama sekali. Dibandingkan dengan kemungkinan kerugian menggunakan data 1 tahun pada reksa dana campuran dan saham yang mencapai 17.69% dan 24.08%.

Indeks Reksa Dana Campuran

Tingkat ProbabilitasĀ  Loss untuk data 3 tahun terakhir di Reksa Dana Campuran secara mengejutkan menunjukkan angka 0%. Hal ini berarti bagi investor yang ingin berinvestasi dengan horison 3 tahun, tidak mau mengalami kerugian dan berharap mendapatkan tingkat return diatas reksa dana pendapatan tetap, Reksa Dana Campuran adalah pilihan yang tepat.

Indeks Reksa Dana Saham

Berdasarkan data dari 2001 – Agustus 2012, secara mengejutkan ternyata kemungkinan untuk mengalami kerugian untuk investasi selama 5 tahun adalah 0%. Berarti memang jika investor tidak mau mengalami kerugian dan memiliki jangka waktu investasi selama 5 tahun, maka reksa dana saham adalah pilihan yang tepat. Meski jenis reksa dana pendapatan tetap dan campuran juga memiliki kemungkinan 0%, akan tetapi tingkat return reksa dana saham masih lebih baik dibandingkan 2 jenis reksa dana lainnya.

Kajian dari sisi Tingkat Return

Jika kita melihat range antara return tertinggi dan return terendah reksa dana pada setiap jangka waktu, and bisa melihat angka bahwa semakin agresif karakter suatu reksa dana, maka semakin besar pula selisihnya. Sebagai contoh, pada data 3 tahun, range pendapatan tetap adalah berkisar dari 17% ke 60%, campuran dari 4.88% ke 115%, sementara saham dari -10.54% ke 218.21%. Angka negatif dan tingkat return yang kecil pada reksa dana saham dan campuran menunjukkan bahwa periode 3 tahun tidak menjadikan jenis reksa dana ini bisa memberikan keuntungan yang memuaskan bagi investor. Sebab bisa saja anda beruntung mendapatkan tingkat return yang paling tinggi, namun bisa juga anda ternyata tidak beruntung dan mendapatkan tingkat return yang paling rendah. Data return 1 tahun terakhir tampaknya sulit untuk dijadikan acuan karena memiliki range yang sangat besar. Selain potensi kerugian yang dialami investor juga cukup besar. Namun jika menggunakan data 3 dan 5 tahun, tampaknya asumsi tingkat return dengan menggunakan data median tersebut lebih praktis dan applicable.

Berdasarkan kajian dari sisi risiko dan return di atas, maka anggapan bahwa pilihan reksa dana pendapatan tetap untuk 1 tahun, reksa dana campuran untuk 3 tahun dan reksa dana saham investasi lebih dari 5 tahun adalah benar adanya. Namun perlu saya tambahkan bahwa, sesuai belum tentu berarti tidak akan rugi atau bisa mencapai hasil yang maksimal. Sebab dengan range return yang sangat besar dan investor memiliki target jelas yang harus dicapai dalam waktu yang terbatas. Untuk meningkatkan peluang mencapai tujuan keuangan, investor bisa melakukan strategi Rupiah Cost Averaging, atau alternatifnya memantau investasi secara berkala dan melakukan pembenahan dalam portofolio investasi dengan terus mengikuti situasi dan kondisi yang ada.

Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasiĀ  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

  1. maya
    August 31st, 2013 at 11:25 | #1

    Dear Pak Rudi

    Saya ingin meminta pendapat Bapak, sebelumnya saya ingin menjelaskan, saya gabung dengan Asuransi P setahun yg lalu, sebulan yg lalu saya top up untuk nilai investasi (dan menurut penjelasan agen saya, top up saya ini murni 100% diinvestasikan semua, hanya terkena biaya pembelian awal 5%). Menurut Bapak, investasi lebih baik di reksadana murni atau di top up asuransi? Terima kasih.

  2. Rudiyanto
    August 31st, 2013 at 15:57 | #2

    @maya
    Salam Maya,

    Kalau anda ingin investasi, mengapa tidak dilakukan pada instrumen investasi murni?
    Kemudian coba kamu cek biaya pembelian reksa dana. Umumnya paling tinggi sekitar 2%.
    Coba cek juga, seandainya suatu hari kamu tidak membayar premi asuransi, apakah perusahaan asuransi memiliki hak untuk memotong / mengambil langsung dari hasil investasi kamu yang terkumpul untuk membayarkan preminya?

    Jika kamu nyaman dengan hal di atas, silakan diteruskan investasinya.

    Semoga bermanfaat.

  3. Erwin
    September 4th, 2013 at 06:55 | #3

    salam Rudy,
    pak saya berencana untuk membatalkan polis UL saya yg sudah masuk tahun ke 4 walaupun harus terkena biaya pembatalan polis 40% dan segera memasukkan dananya ke RDS. apakah keputusan saya bapak nilai sudah tepat? karena perfomance UL ini juga tidak pernah mengalahkan IHSG bahkan nilai investasi saya terbebani biaya2 asuransi yg besar sehingga bila diteruskan saya khawatir dana saya ibarat menyimpan uang di bawah kasur.
    mohon dibantu oleh saran pa Rudy

  4. Rudiyanto
    September 4th, 2013 at 12:15 | #4

    @Erwin
    Salam Erwin,

    Sebelumnya boleh tahu apakah kamu sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor? atau asuransi kesehatan yang digunakan untuk memproteksi diri kamu dari risiko tidak terduga seandainya kamu menutup polis asuransi ini?

  5. Erwin
    September 4th, 2013 at 19:10 | #5

    @Rudiyanto
    tidak punya pak, namun saya yakin saya rasa tidak membutuhkan asuransi ini. saya tahu selalu saja ada ruang untuk hal2 yg tidak diinginkan terjadi, namun mnurut saya peluang terjadinya hal2 spt itu teramat kecil bagi saya…

  6. Rudiyanto
    September 9th, 2013 at 09:13 | #6

    @Erwin
    Salam Erwin,

    Dalam waktu dekat saya mungkin akan membuat artikel yang berkaitan dengan unit link. Ditunggu saja siapa tahu pertanyaan kamu bisa terjawab.

    Kemudian terkait komentar kamu yang menyatakan risiko terjadi hal tidak diinginkan teramat kecil hal itu memang kenyataannya. Tapi pernahkah anda membayangkan seandainya risiko tersebut terjadi bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan finansial kamu?

    Saya sudah tidak sedikit melihat orang terlilit hutang ataupun menjual rumahnya ketika dia atau keluarga tercintanya terkena penyakit tertentu. Saya tidak mengharapkan hal ini terjadi pada anda semua, namun bersiap untuk hal seperti ini juga tidak salah, meskipun pada kenyataan pada orang sehat walafiat sampai dengan usia tuanya.

    Semoga bermanfaat.

Comment pages
1 2 1895

 


%d bloggers like this: