Home > Perencanaan Investasi > Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

Bagi anda yang sudah pernah mengikuti seminar, workshop, dan edukasi tentang perencanaan keuangan, tentu sudah mendapatkan informasi bahwa sebelum berinvestasi, seseorang harus memiliki tujuan. Tujuan investasi juga seharusnya merupakan sesuatu yang nyata dan terukur. Tujuan investasi seperti mau kaya, mau membiayai pendidikan anak, membiayai pernikahan, merupakan tujuan investasi yang sifatnya abstrak. Jika tujuannya sudah abstrak tentu pencapaiannya juga hanya di awang-awang. Bagi anda yang masih awam dalam investasi dan perencanaan keuangan, ada satu prinsip yang bisa anda gunakan yaitu SMART.

Berikut ini adalah aplikasi SMART dalam pertimbangan penyusunan tujuan investasi dengan contoh mempersiapkan anak menjadi pilot…

S = Nama sekolah dan jurusan yang menjadi tujuan harus jelas.

M = Apabila tujuan sudah spesifik, maka investor bisa membuat target secara financial yang bisa diukur seperti jumlah uang yang harus disiapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan uang masuk dan biaya hidup selama beberapa tahun

A = Apabila target secara financial sudah diketahui, maka langkah selanjutnya untuk mengetahui apakah target bisa dicapai atau tidak adalah menghitung berapa jumlah uang yang harus diinvestasi, berapa lama dan pada produk investasi apa yang diperkirakan bisa mencapai tujuan tersebut.

R = Tujuan harus relevan. Relevan dengan apa yang menurut kita baik untuk masa depan anak dan juga relevan dengan minat dari anak itu sendiri. Dalam hal anak masih kecil atau belum bisa berpikir, maka komunikasi dan pendidikan menjadi sangat penting.

T = Waktu adalah elemen penting dalam perencanaan. Tujuan yang baik harus memiliki batasan waktu yang jelas. Batasan waktu akan membuat orang lebih disiplin dalam menjalankan rencananya.

Contoh tujuan investasi pendidikan anak yang memenuhi kriteria SMART  sebagai berikut:

  • Menyekolahkan ……. (nama anak) ke Bali International Flight Academy (contoh nama salah satu sekolah penerbangan di Indonesia)
  • Yang perkiraan biaya pendidikan dan biaya hidup setelah inflasi sekitar Rp 1 Milliar (saat ini informasi biaya sekolah pilot hingga lulus yang saya peroleh sekitar  Rp 6oo jutaan saat ini)
  • Dengan cara investasi berkala pada reksa dana yang asumsi returnnya 20% per tahun sebesar Rp 4.280.000 per bulan
  • Karena si …. (nama anak) sudah bercita-cita menjadi pilot sejak kecil
  • Investasi akan dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 per bulan untuk 8 tahun yang akan datang.

Tujuan Investasi dan Pilihan Reksa Dana

Untuk tujuan investasi yang sudah dibuat secara SMART, tentu membutuhkan pemilihan reksa dana yang smart pula. Jika pertimbangan pemilihan reksa dana pada umumnya menggunakan pertimbangan seperti profil risiko saja, maka pemilihan reksa dana yang SMART mempertimbangkan beberapa unsur sekaligus seperti profil risiko, kemampuan finansial, dan urgensi dari suatu tujuan investasi.

Sebagai contoh, pendidikan anak merupakan suatu tujuan investasi yang memiliki urgensi yang tinggi. Artinya uangnya terkumpul atau tidak, si anak akan tetap masuk sekolah. Apabila pada hari H, dana yang terkumpul tidak cukup, umumnya orang akan mengambil pinjaman untuk menutupi kekurangan tersebut. Tindakan tersebut sangat lumrah, karena pendidikan anak merupakan suatu kebutuhan pokok yang tidak bisa dinegosiasikan.

Apabila orang tua si anak merupakan keluarga kelas menengah yang cukup mapan, ada opsi lain yang bisa dia tempuh. Misalnya daripada memilih reksa dana saham yang asumsi return per tahunnya 20%, dia bisa memilih reksa dana campuran yang asumsi returnnya sekitar 12% per tahun dengan nilai investasi Rp 6.25 juta per bulan. Dengan memilih reksa dana campuran, memang dibutuhkan nilai investasi yang lebih besar, namun disisi lain, persentase keberhasilan untuk mencapai tujuannya lebih tinggi dibandingkan berinvestasi pada reksa dana saham yang potensi risikonya lebih besar. Atau bisa juga, jika penghasilan per bulannya besar, keluarga tersebut bisa menyisihkan Rp 8.2 juta atau sekitar 100 juta per tahun pada reksa dana pasar uang yang returnnya 6%, namun tingkat keberhasilannya mencapai 99%, karena risiko kerugian di pasar uang jauh lebih kecil dibandingkan reksa dana lainnya.

Selama ini, pemilihan reksa dana selalu didasarkan pada profil risiko. Hal ini tidak salah mengingat kemampuan satu orang investor menangani risiko berbeda dengan investor lainnya. Namun ketika kita memiliki tujuan yang jelas, terkadang profil risiko saja tidak cukup. Ada kondisi dimana investor harus berani mengambil risiko yang lebih tinggi karena keterbatasan kemampuan finansial, ada pula kondisi dimana investor sebetulnya boleh mengambil reksa dana dengan risiko yang lebih rendah untuk meningkatkan persentase keberhasilan pencapaian tujuan investasi karena memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Hal ini baru bisa tercapai apabila investor memiliki tujuan yang jelas.

Bagi investor yang berinvestasi tanpa tujuan, profil risiko menjadi sangat penting karena umumnya yang menjadi perhatian investor adalah fluktuasi naik turunnya harga. Namun bagi investor yang berinvestasi dengan tujuan yang SMART, maka perhatian investor sudah bergeser dari fluktuasi harga menjadi bisa tercapai atau tidaknya suatu tujuan investasi. Berdasarkan hal tersebut, investor dengan mudah bisa memutuskan kapan untuk masuk atau keluar dari pasar ataupun kapan saatnya untuk mengganti reksa dana tersebut dengan reksa dana lain.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi anda dalam melakukan perencanaan investasi.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Categories: Perencanaan Investasi Tags:
  1. A. Malik
    May 14th, 2012 at 16:07 | #1

    Yth. Pak Rudi, terima kasih informasinya bagus. Sedikit berhubungan dg tulisan Pak Rudi, saya mau tanya,jika investor beli reksa dana hny krn ingin diversifikasi portofolio (baik sekaligus atau tambah scr berkala),tnp prinsip SMART tsb. Lalu kpn dia memonitor/evaluasi kinerja RD tsb? Apakah 1 thun skali atau tiap akhir tahun? Krn tdk sdkt investor RD spt ini.
    Thanks komentarnya

  2. Rudiyanto
    May 14th, 2012 at 19:11 | #2

    @A. Malik
    Yth Pak Malik,

    Monitor dan evaluasi dapat dilakukan kapan saja tergantung seberapa penting investor berkomitmen untuk mencapai tujuannya. Meski demikian, terlalu sering juga tidak bagus karena bisa menyebabkan investor berpindah2 sebelum suatu reksa dana menunjukkan kehebatannya. 3 Bulan sekali merupakan salah satu alternatif pertimbangan periode yang bisa digunakan, akan tetapi tetap dikembalikan ke kondisi masing-masing investor.

    Semoga bermanfaat.

  3. arka
    September 26th, 2012 at 13:55 | #3

    yth Pak Rudi,
    Salam Kenal
    Saya mau bertanya apa sih reksadana itu pengertian secara umum nya dan sistemnya seperti apa. dan saya ingin sekali mengetahui lebih dalam apa reksadana itu sendiri. mohon informasinya ya pak :)

  4. Rudiyanto
    September 26th, 2012 at 17:08 | #4

    @arka
    Salam Arka,

    Terlalu panjang jika rasanya harus menjelaskan dari awal. Mungkin anda bisa cari dari arsip artikel yang paling lama disini. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/ Jika ada pertanyaan yang lebih spesifik, baru saya akan bantu jawab.

    Semoga bermanfaat.

  5. ade kurniawan
    September 27th, 2012 at 09:31 | #5

    dear pak Rudiyanto,

    ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. saya orang awam dalam hal reksadana tp sy berminat untuk investasi di reksadana karena tidak begitu sulit transaksinya…tp sy masih bingung kira-kira reksadana seperti apa yang cocok? ada dua investasi reksadana yang sy mau lakukan yaitu jangka pendek selama 1 tahun dan yg kedua jangka panjang untuk 5-10 tahun…

    tujuan jangka pendek sy adalah untuk biaya kuliah adik saya tahun depan. diperkirakan uang muka masuk universitas 20 jt. kira-kira reksadana apa yang cocok untuk menutupi biaya tersebut? bagaimana perincian setiap bulannya?

    sedangkan untuk jangka panjang tujuannya untuk membeli rumah secara kpr? sy berminat dengan reksadana panin dana maksima…kira-kira bagaimana prospek reksadana tersebut untuk 5-10 tahun ke depan?

    perlu diketahui umur saya saar ini 23 tahun dan berpenghasilan bersih 5 jt…

    terima kasih sebelumnya

  6. Rudiyanto
    September 27th, 2012 at 10:01 | #6

    @ade kurniawan
    Yth Ade Kurniawan,

    Untuk ukuran usia anda sekarang, penghasilan bersih yang anda terima termasuk besar. Jika anda adalah karyawan tentu anda memiliki keahlian yang cukup tinggi sehingga pantas mendapat remunerasi yang sesuai pula.

    Jika ditinjau dari kebutuhan anda, untuk kuliah adik yang tahun depan 20 juta, sudah tentu harus di reksa dana pasar uang. Sebab risiko kerugian di reksa dana ini jauh lebih kecil dibandingkan reksa dana pendapatan tetap. Jenis pendapatan tetap juga bisa menjadi pertimbangan, namun mengingat masuk universitas itu tidak boleh ditawar, maka semua uang reksa dana pasar uang merupakan pilihan yang paling tepat. Nilainya tinggal dibagi saja, misalnya dari sekarang sampai tahun depan masih ada 10 bulan, jadi 20 juta bagi 10 = 2 juta / bulan. Hasil sisanya merupakan bonus.

    Untuk pembelian rumah, harus disesuaikan dengan berapa sisa disposable income (pendapatan yang bisa disisihkan lagi), sebab untuk membayar kuliah adik, sudah hampir 50% dana digunakan. Itu belum lagi biaya2 lain untuk kuliah yang mungkin belum kamu duga seperti kost, pakaian almamater, buku, ujian, dll. Untuk prospek reksa dana, selama 5 – 10 tahun ke depan, kalau anda tanya penjual pasti dibilang bagus mengingat kondisi perekonomian indonesia dan lain sebagainya.

    Namun terus terang saja, siapa yang tahu apa yang akan terjadi 5 – 10 tahun yang akan datang. Jadi lebih baik kamu membuat suatu rencana yang komprehensif dan melakukan penyesuaian pada portofolio sesuai dengan perubahan situasi pasar yang terjadi. Hal ini mungkin bisa dibantu dengan tools perencanaan keuangan yang dimiliki oleh marketing atau cs panin. Anda bisa menghubungi mereka untuk membuat perencanaan lebih lanjut. http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Info%20Panin%20-%20Perencanaan%20Keuangan%20dan%20Program%20Investasi%20Berkala.pdf

    Semoga bermanfaat pak.

  7. nona
    November 26th, 2013 at 19:13 | #7

    pak saya ada rencana top up tiap bulan…saya mau ikut pdm (bukan autodebet) saya pernah baca(lupa di tulisan mana hehe..)ktnya ada tgl yang bagus utk top up tiap bulan kl g salah di awal bulan…tulisannya(kl g salah)orang panin sendiri yg telah.melakukan risetnya…mohon infonya pak….terimakasih sebelumnya

  8. Rudiyanto
    December 1st, 2013 at 23:14 | #8

    @nona
    Salam Nona,

    Anda bisa coba baca http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Mencari%20Tanggal%20Baik.pdf atau mencoba sendiri di http://www.panin-am.co.id/goodDay.aspx

    Semoga bermanfaat.

  9. azwin
    July 21st, 2014 at 03:03 | #9

    Selamat Pagi Pak Rudi,

    Yang mau saya tanyakan sederhana saja pak, top up itu gimana sih pak maksudnya?

  10. Rudiyanto
    July 21st, 2014 at 09:22 | #10

    @azwin
    Yth Azwin,

    Top up itu artinya anda sudah punya reksa dana dan bermaksud mau menambah investasinya. Apabila anda tertarik, saran saya anda bisa datang ke agen penjual reksa dana untuk menanyakan lebih detail, terima kasih.

  11. oktovianus hermanto
    August 1st, 2014 at 00:50 | #11

    Salam pak Rudi,

    Mohon informasix pak, saya ini masih awam tentang investasi, kmrin ada tman saya tawar untuk ikut investasi reksadana, ketika sy cari info di internet terxata pilhan reksadana itw banyak, sehingga sy bingung untuk memilihx..
    Sebenarx reksadana ini tujuanx seperti apa pak?
    Saya mw ikut investasi untuk dana pendidikan, dan apakah sy bisa mengivestasikan penghasilan saya? Karna sy ini umur 23 dan blom bisa mengelola keuangan dengan baik, dan saya kerja sistem kontrak paling lama 10 blan, jadi klo ndk kerja ndk dapat upah dan sy bisa istirahat kerja 2 blan baru sy dii kontrak lgi..
    umtuk upah bersih sebulan saya dapat 23 jt pak.

    Jadi untuk investasi, saya bisa ikut reksadana yang seperti apa pak? Atau ada investasi lain yang bagus…Karna sy jg memikirkan hari tua saya nanti pak… krna ndk mungkin sy mw kerja trus sampai tua. :)

    Mohon informasix Pak..

    Salam Sukses..

    • Rudiyanto
      August 1st, 2014 at 00:58 | #12

      Salam Pak Otovianus,

      Sebelum saya jawab boleh saya tahu pekerjaan anda apa ya? sebab luar biasa sekali kalau di usia 23 tahun anda bisa mendapat penghasilan 23 juta per bulan. Terima kasih

  12. oktovianus hermanto
    August 1st, 2014 at 21:16 | #13

    Selamat malam Pak..

    Sebelumx saya ucapakan banyak terimah kasih pak klo di umur 23 bapak mengatakan gaji luar bisa, semoga kawan2qw yang masih muda bisa mendapatkan penghasilan lebih dari saya. Aamiin…

    untuk pekerjaan saya pak saya sudah kerja selama 1 tahun selama slsai pendidikan di tahun 2013. Dan untuk tempat kerja saya pak, saya kerja di kapal pengangkutan minyak atau kapal tanker, dan masih posisi Engineer. Jadi untuk gaji pak dari perusahaan saya dpt US$2000 jadi klo sy rupiahkan sekitar 23 jt sebulan

    Mohon informasix Pak untuk bagaiman cara menginvestasikan, karna sya ini masih blom pux tanggungan.

    Terimah kasih
    Salam Sukses

  13. Rudiyanto
    August 2nd, 2014 at 16:47 | #14

    @oktovianus hermanto
    Baik Pak Otovianus,

    Terima kasih atas informasinya. Dan sebagai informasi, bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah Sebelumnya bukan sebelumx.

    Salah satu risiko punya gaji / penghasilan besar di usia muda adalah gaya hidup yang sangat konsumtif. Sebab kamu bisa dengan mudah membeli smartphone keluaran terbaru, wisata ke luar negeri, mengunjungi tempat2 hiburan yang bisa menghabiskan uang anda dalam sekejap mata.

    Saya punya sedikit cerita yang mungkin bisa sedikit bermanfaat bagi anda. Pada zaman saya kuliah dulu. Di kampung halaman saya di Batam, banyak anak muda yang merantau ke Singapore dan bekerja di casino baik di casino daratan ataupun di atas kapal. Ada juga yang bekerja di casino di Batam.

    Buat yang kerja di luar negeri, meski digaji lebih rendah dari warga negara setempat, namun karena makan dan tempat tinggal sudah ditanggung, ditambah tip dari pengunjung yang menang, serta digaji dalam bentuk Singapore Dollar, pendapatan hingga belasan atau puluhan juta tidaklah mengagetkan.

    Tren ini terus berlangsung hingga saya tamat kuliah dan mulai mencari sesuap nasi di Jakarta. Sampai-sampai orang tua saya waktu itu sempat memanggil saya untuk berhenti kerja Jakarta dan kembali ke batam saja, karena pendapatan yang saya terima waktu itu dengan status S-1 jauh lebih kecil dibandingkan anak-anak muda lulusan SMA setempat.

    Namun dari semua orang yang merantau dan kembali tersebut, tidak semuanya kaya raya. Ada yang langsung cicil mobil mewah, ada yang begitu kapalnya merapat di pelabuhan langsung shopping seperti tiada hari esok, ada juga yang menghabiskannya di tempat-tempat hiburan. Sebab sistem kerjanya sama, menggunakan shift. Ketika tidak ada jadwal mereka bisa mengganggur beberapa bulan dengan uang puluhan hingga ratusan juta di tangan.

    Ada juga yang cukup berbakti dan memikirkan masa depan. Mereka membangun rumahnya dan memberikan uang kepada orang tuanya. Ada juga yang menabung dan membuka usaha sendiri. Tidak semuanya berhasil memang. Sebab kalau sudah terbiasa dapat penghasilan 2 digit, dia tidak tahan ketika memulai usaha yang relatif masih rugi atau hanya untung sedikit setiap bulannya. Pada akhirnya kembali kerja ke casino lagi.

    Beberapa tahun berlalu, terjadi perubahan yang cukup signifikan. Kalau dalam istilah reksa dana, disebut risiko perubahan politik dan ekonomi. Ya, memang kondisi politik berubah, jika dahulu usaha casino legal, sekarang mulai ditertibkan. Banyak casino di Batam yang tutup. Akibatnya banyak yang kehilangan pekerjaannya.

    Yang di luar negeri masih tetap survive, namun yang namanya perubahan juga terjadi. Pembangunan Casino di Sentosa dan Marina Bay Sand membuat usaha casino di kapal menjadi sepi. Untuk perusahaan casino yang ada, lebih murah untuk menggaji anak baru dibandingkan orang lama yang lebih berpengalaman. Mereka memang butuh yang pengalaman, tapi tidak banyak. Lagipula tidak sulit bagi perusahaan untuk mencari anak-anak muda yang lebih cantik dan tampan untuk bergabung.

    Akhirnya mereka yang tidak mampu bersaing kembali ke kampung halaman. Beberapa yang bisa menabung dan menyimpan uang memang bisa survive. Tapi tidak sedikit juga yang mobilnya disita karena tidak mampu bayar cicilan atau diusir dari tempat kost. Satu hal yang mereka hadapi, ketika pekerjaan dengan pendapatan tinggi tidak tersedia, mereka terpaksa bekerja di pekerjaan yang normal.

    Yang dimaksud dengan normal, ya pekerjaan kantoran atau jaga toko dengan gaji 2 – 3 juta per bulan. Mungkin 4 – 5 juta jika kamu kenal dekat dengan yang punya atau mendapat komisi dari kegiatan penjualan untuk pekerjaan marketing. Dari pekerjaan dengan gaji besar dan libur bulanan menjadi pekerjaan harian dengan gaji normal dan libur yang terbatas bukan hal yang bisa diterima setiap orang.

    Inti dari cerita saya di atas, bukanlah ingin mengatakan bahwa kerja dengan gaji / pendapatan puluhan juta itu jelek. Bukan pula menganjurkan untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang normal dan pelan-pelan naik ke atas. Bisa mendapatkan gaji besar di usia muda seperti anda adalah impian banyak orang.

    Yang jelek adalah ketika kita konsumtif dan tidak memikirkan masa depan dengan menghabiskan semua penghasilan. Jadi punya pemikiran bagaimana masa tua anda itu sebenarnya sudah tepat. Selain mempersiapkan rencana tersebut, menurut saya yang penting adalah kamu harus bisa mengatur kondisi keuangan kamu dengan baik supaya tidak konsumtif berlebihan dan terus melakukan pengembangan diri untuk mengantisipasi seandainya terjadi risiko perubahan politik dan ekonomi ada bidang pekerjaan kamu sekarang.

    Sebelum berinvestasi pastikan kondisi keuanganmu sudah sehat http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2010/11/04/sehat-dulu-investasi-kemudian/

    Kemudian kalau sudah sehat, kamu bisa membuat mencoba investasi di reksa dana. Untuk menjadi investor tidak perlu rumit, anda cukup punya KTP, NPWP dan tabungan atas nama anda sendiri. Selanjutnya tinggal datang ke agen penjual atau teman anda tersebut untuk mengisi formulir dan lainnya. Untuk contoh persiapan pensiun bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/03/28/panduan-mempersiapkan-pensiun-dengan-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  14. nanda
    August 3rd, 2014 at 20:40 | #15

    Yth. Pak Rudi

    Kenalkan nama saya nanda pak , saya masih usia 17 tahun . Di rumah saya punya uang dingin sekitar 1 juta tapi saya masih bingung untuk menyimpan dalam deposito atau reksadana karena dengar-dengar ada reksadana yang bisa dibuka 500rb dan auto-installment 100 rb per bulan , tujuan investasi saya adalah untuk membiayai kuliah s2 saya mungkin sekitar 5 tahun lagi , jika Bapak berkenan saya mohon saran dari Bapak . Terima kasih

    • Rudiyanto
      August 3rd, 2014 at 21:02 | #16

      Selamat malam pak Nanda,

      Senang sekali anda sudah punya niat investasi di usia muda. Kalau anda ingin mengumpulkan uang utk kuliah S-2 saran saya kamu bisa riset terlebih dahulu jurusan apa yg ingin anda tuju dan berapa biayanya. Dari situ baru bisa dihitung berapa nilai yg harus kamu investasikan setiap bulan atau sekaligus.

      Namun apabila nilai yg dibutuhkan lebih besar dari 1 juta tersebut dan anda masih belum memiliki penghasilan, maka saran saya dana tersebut bisa kamu investasikan di reksa dana saham. Dengan asumsi return 20% per tahun, nilai investasi tersebut berpotensi menjadi 2,5 juta. Rasa-rasanya tidak akan cukup utk membiayai kuliah S-2 tp paling tidak bisa meringankan dan melatih kamu utk tidak menghamburkan uang tersebut utk pengeluaran yg konsumtif.

      Kalau anda mau mencoba menyisihkan sebagian uang jajan utk investasi, maka bisa juga melalui autodebet di reksa dana. Semoga tujuan keuangan anda bisa tercapai.

      Alternatif lain, Kalau mau uangnya tidak dingin, saran saya jangan disimpan di lemari es atau dalam ruangan ber AC. He he…

  15. nanda
    August 3rd, 2014 at 20:57 | #17

    Walaupun dalam prakteknya saya tau pak kalau uang 1 juta gak akan bisa berbuah banyak , tapi saya mau kenal investasi dari awal jadi mungkin saja setelah s1 saya kerja dan tidak langsung s2 , poin yang mau saya cari di sini adalah pengalaman pak dan setelah bekerja mungkin nilai investasinya bisa meningkat sejalan dengan gaji yang akan saya terima . Terima kasih sebelumnya

  16. oktovianus hermanto
    August 4th, 2014 at 00:33 | #18

    Terima kasih Pak Rudi atas pengalaman kehidupan di lingkungannya,

    Seperti yang bapak cerita bahwa seorang yang mempunyai penghasilan besar mempunyai pola hidup yang konsumtif, suka pergo ke tempat2 hiburan, dll itw btul sekali. Karna saya berpikiran bahwa biaya pada saat saya pendidikan itu sangat mahal, maka dari itu saya berfikir jika penghasilan saya habis dengan pola hidup yang konsumtif tidak ada hasilnya.

    Tapi saya bersyukur penghasilan saya selama 10 bulan, 90% saya berikan kepada orng tua saya untuk di kelola sebagai modal usaha.

    Dan ada lagi saya mau tanyakan ini Pak Rudi.
    Saya sudah ikut produk dari asuransi allianz unit link dimana nilai investasi dan pertanggungan jiwanya itu 50:50 pak. Dan rencana saya mau investasi lagi di reksadana tapi saya dapat informasi dari teman saya bahwa produk asuransi yang saya ikuti nilai investasi bisa di tambah dengan cara TOP UP dan nilai investasi nanti berbunga di tahun ke-6. Menurut bapak kedua pilihan produk ini, kira2 mana yang bagus menurut bapak? Dan adakah kelebihan dan kekurangan dari produk ini pak?

    Terima kasih sebelumnya Pak Rudi

  17. Rudiyanto
    August 4th, 2014 at 13:08 | #19

    @oktovianus hermanto
    Luar biasa, zaman sekarang masih ada anak yang demikian berbakti terhadap orang tua dan punya pola pikir yang benar. Biasanya orang seperti ini tidak akan kesulitan rezeki.

    Untuk pertanyaan mengenai asuransi dan investasi, itu harus jelas tujuannya apa. Kalau tujuannya investasi yang di reksa dana. Kalau tujuannya mau diasuransi ya di asuransi. Manfaat investasi yang ada di asuransi biasanya tidak optimal karena faktor biaya yang cukup besar. Sementara kalau untuk produk investasi murni kelemahannya adalah kalau yang menghasilkan uang mengalami risiko yang tidak diinginkan maka tidak ada proteksi sama sekali.

    Untuk produk unit link yang anda maksud, kamu bisa baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/09/12/my-experience-with-unit-link/

    Semoga bermanfaat.

  18. nanda
    August 5th, 2014 at 17:45 | #20

    @Rudiyanto
    Terima kasih Pak atas masukannya , memang saya berniat untuk menyisihkan uang jajan saya sekitar 25% untuk melakukan auto-debet . Namun , ya seperti alasan saya inevstasi adalah untuk mencari pengalaman dan mungkin ketertarikan untuk mempelajari lebih dalam dunia ini . Apakah Bapak punya sumber referensi untuk mempelajari pengantar saham ? Dan apakah Bapak tau produk reksadana yang awal pembukaannya 1 juta? Terima Kasih Pak

  19. oktovianus hermanto
    August 5th, 2014 at 22:36 | #21

    Selamat malam Pak Rudi

    Terima kasih atas atas masukannya pak.
    Saya mau tanyakan lgi pak, adakah batas presentase dari penghasikan kita sebulan untuk di investasikan?
    misalnya untuk asuransi kesehatan berapa persen?, untuk cicilan rumah, tanah, dll berapa persen?. Dan untuk persiapan biaya masa depan berapa?

    Terima kasih

  20. oktovianus hermanto
    August 10th, 2014 at 11:52 | #23

    Selamat siang Pak Rudi

    Saya mau tanyakan lagi ini pak, dari pengalaman bapak di reksadana kira2 perusahaan manager investasi mana yang kredibilitasnya bagus, yang pengelolaannya bagus, dan banyak nasabahnya supaya kita bisa percaya?

    Adakah rekomendasi dari bapak tentang perusahaan investasi yang seperti itu pak? Karna saya sebagai pemula belum ada pemgalaman tentang reksadana.

    Terima kasih

  21. Rudiyanto
    August 11th, 2014 at 17:23 | #24

    @oktovianus hermanto
    Salam Pak Oktovianus,

    Untuk rekomendasi manajer investasi rasanya kurang etis jika saya bekerja di salah satunya. Sebagai informasi saat ini saya bekerja di Panin Asset Management. Namun selain itu, terdapat banyak Manajer Investasi lain baik lokal maupun asing yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.

    Anda bisa melihat daftarnya di http://www.infovesta.com. Atau anda bisa datang ke salah satunya untuk mendiskusikan rencana investasi anda. Pelayanan yang bagus hanya bisa dirasakan jika kita berinvestasi pada perusahaannya.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

  22. agus
    August 25th, 2014 at 16:37 | #25

    salam sejahtera pak rudi,

    saya adalah pemula yang mengenal reksadana, saya telah membaca dari atas sampai bawah tulisan d FD ini dan banyak lagi artikel bapak. saya ucapkan banyak terimakasih dengan keiklasan bapak yangmana mau berbagi memberikan pencerahan.
    - yang mau saya tanyakan adalah tentang reksa dana pak,,tentang Unit Penyertaan.apakah unit penyertaan akan bertambah secara otomatis jikalau produk reksadana itu dapat return yang lebih tinggi dari NAB “saat itu” dalam jangka waktu tak terbatas..Atau jumlah UP akan tetap sesuai dengan pembelian awal kita ditambah top up yang kita lakukan..mohon pencerahanna pak..terimakasih

  23. Rudiyanto
    August 25th, 2014 at 21:59 | #26

    @agus
    Salam Sejahtera juga pak Agus,

    Yang benar adalah yang kedua. Unit anda tetap. Dan bertambah setiap kali ada top up.

    Boleh tahu berapa lama waktu yang anda habiskan untuk membaca semua blog ini sampai habis?

  24. agus
    August 26th, 2014 at 02:25 | #27

    terimaksih banyak pak rudi atas pencerahannya,,saya baca blog ini secara berkala pak,,dalam 1 bulan ini saya terus pahami semua isi dari artikel di blog bapak + baca juga artikel2 blog lain,”maklum ngebet banget mau beli reksa dana”..saya pikir ada baiknya saya pahami bener apa itu reksa dana sebelum “action”.sekali lagi trimakasih banyak..salam sejahtera