Home > Perencanaan Investasi > Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

Seni Menyusun Tujuan Investasi Dengan Prinsip SMART

Bagi anda yang sudah pernah mengikuti seminar, workshop, dan edukasi tentang perencanaan keuangan, tentu sudah mendapatkan informasi bahwa sebelum berinvestasi, seseorang harus memiliki tujuan. Tujuan investasi juga seharusnya merupakan sesuatu yang nyata dan terukur. Tujuan investasi seperti mau kaya, mau membiayai pendidikan anak, membiayai pernikahan, merupakan tujuan investasi yang sifatnya abstrak. Jika tujuannya sudah abstrak tentu pencapaiannya juga hanya di awang-awang. Bagi anda yang masih awam dalam investasi dan perencanaan keuangan, ada satu prinsip yang bisa anda gunakan yaitu SMART.

Berikut ini adalah aplikasi SMART dalam pertimbangan penyusunan tujuan investasi dengan contoh mempersiapkan anak menjadi pilot…

S = Nama sekolah dan jurusan yang menjadi tujuan harus jelas.

M = Apabila tujuan sudah spesifik, maka investor bisa membuat target secara financial yang bisa diukur seperti jumlah uang yang harus disiapkan untuk bisa memenuhi kebutuhan uang masuk dan biaya hidup selama beberapa tahun

A = Apabila target secara financial sudah diketahui, maka langkah selanjutnya untuk mengetahui apakah target bisa dicapai atau tidak adalah menghitung berapa jumlah uang yang harus diinvestasi, berapa lama dan pada produk investasi apa yang diperkirakan bisa mencapai tujuan tersebut.

R = Tujuan harus relevan. Relevan dengan apa yang menurut kita baik untuk masa depan anak dan juga relevan dengan minat dari anak itu sendiri. Dalam hal anak masih kecil atau belum bisa berpikir, maka komunikasi dan pendidikan menjadi sangat penting.

T = Waktu adalah elemen penting dalam perencanaan. Tujuan yang baik harus memiliki batasan waktu yang jelas. Batasan waktu akan membuat orang lebih disiplin dalam menjalankan rencananya.

Contoh tujuan investasi pendidikan anak yang memenuhi kriteria SMART  sebagai berikut:

  • Menyekolahkan ……. (nama anak) ke Bali International Flight Academy (contoh nama salah satu sekolah penerbangan di Indonesia)
  • Yang perkiraan biaya pendidikan dan biaya hidup setelah inflasi sekitar Rp 1 Milliar (saat ini informasi biaya sekolah pilot hingga lulus yang saya peroleh sekitar  Rp 6oo jutaan saat ini)
  • Dengan cara investasi berkala pada reksa dana yang asumsi returnnya 20% per tahun sebesar Rp 4.280.000 per bulan
  • Karena si …. (nama anak) sudah bercita-cita menjadi pilot sejak kecil
  • Investasi akan dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 per bulan untuk 8 tahun yang akan datang.

Tujuan Investasi dan Pilihan Reksa Dana

Untuk tujuan investasi yang sudah dibuat secara SMART, tentu membutuhkan pemilihan reksa dana yang smart pula. Jika pertimbangan pemilihan reksa dana pada umumnya menggunakan pertimbangan seperti profil risiko saja, maka pemilihan reksa dana yang SMART mempertimbangkan beberapa unsur sekaligus seperti profil risiko, kemampuan finansial, dan urgensi dari suatu tujuan investasi.

Sebagai contoh, pendidikan anak merupakan suatu tujuan investasi yang memiliki urgensi yang tinggi. Artinya uangnya terkumpul atau tidak, si anak akan tetap masuk sekolah. Apabila pada hari H, dana yang terkumpul tidak cukup, umumnya orang akan mengambil pinjaman untuk menutupi kekurangan tersebut. Tindakan tersebut sangat lumrah, karena pendidikan anak merupakan suatu kebutuhan pokok yang tidak bisa dinegosiasikan.

Apabila orang tua si anak merupakan keluarga kelas menengah yang cukup mapan, ada opsi lain yang bisa dia tempuh. Misalnya daripada memilih reksa dana saham yang asumsi return per tahunnya 20%, dia bisa memilih reksa dana campuran yang asumsi returnnya sekitar 12% per tahun dengan nilai investasi Rp 6.25 juta per bulan. Dengan memilih reksa dana campuran, memang dibutuhkan nilai investasi yang lebih besar, namun disisi lain, persentase keberhasilan untuk mencapai tujuannya lebih tinggi dibandingkan berinvestasi pada reksa dana saham yang potensi risikonya lebih besar. Atau bisa juga, jika penghasilan per bulannya besar, keluarga tersebut bisa menyisihkan Rp 8.2 juta atau sekitar 100 juta per tahun pada reksa dana pasar uang yang returnnya 6%, namun tingkat keberhasilannya mencapai 99%, karena risiko kerugian di pasar uang jauh lebih kecil dibandingkan reksa dana lainnya.

Selama ini, pemilihan reksa dana selalu didasarkan pada profil risiko. Hal ini tidak salah mengingat kemampuan satu orang investor menangani risiko berbeda dengan investor lainnya. Namun ketika kita memiliki tujuan yang jelas, terkadang profil risiko saja tidak cukup. Ada kondisi dimana investor harus berani mengambil risiko yang lebih tinggi karena keterbatasan kemampuan finansial, ada pula kondisi dimana investor sebetulnya boleh mengambil reksa dana dengan risiko yang lebih rendah untuk meningkatkan persentase keberhasilan pencapaian tujuan investasi karena memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Hal ini baru bisa tercapai apabila investor memiliki tujuan yang jelas.

Bagi investor yang berinvestasi tanpa tujuan, profil risiko menjadi sangat penting karena umumnya yang menjadi perhatian investor adalah fluktuasi naik turunnya harga. Namun bagi investor yang berinvestasi dengan tujuan yang SMART, maka perhatian investor sudah bergeser dari fluktuasi harga menjadi bisa tercapai atau tidaknya suatu tujuan investasi. Berdasarkan hal tersebut, investor dengan mudah bisa memutuskan kapan untuk masuk atau keluar dari pasar ataupun kapan saatnya untuk mengganti reksa dana tersebut dengan reksa dana lain.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat bagi anda dalam melakukan perencanaan investasi.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Categories: Perencanaan Investasi Tags:
  1. Rudiyanto
    August 11th, 2014 at 17:23 | #1

    @oktovianus hermanto
    Salam Pak Oktovianus,

    Untuk rekomendasi manajer investasi rasanya kurang etis jika saya bekerja di salah satunya. Sebagai informasi saat ini saya bekerja di Panin Asset Management. Namun selain itu, terdapat banyak Manajer Investasi lain baik lokal maupun asing yang memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.

    Anda bisa melihat daftarnya di http://www.infovesta.com. Atau anda bisa datang ke salah satunya untuk mendiskusikan rencana investasi anda. Pelayanan yang bagus hanya bisa dirasakan jika kita berinvestasi pada perusahaannya.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

  2. agus
    August 25th, 2014 at 16:37 | #2

    salam sejahtera pak rudi,

    saya adalah pemula yang mengenal reksadana, saya telah membaca dari atas sampai bawah tulisan d FD ini dan banyak lagi artikel bapak. saya ucapkan banyak terimakasih dengan keiklasan bapak yangmana mau berbagi memberikan pencerahan.
    - yang mau saya tanyakan adalah tentang reksa dana pak,,tentang Unit Penyertaan.apakah unit penyertaan akan bertambah secara otomatis jikalau produk reksadana itu dapat return yang lebih tinggi dari NAB “saat itu” dalam jangka waktu tak terbatas..Atau jumlah UP akan tetap sesuai dengan pembelian awal kita ditambah top up yang kita lakukan..mohon pencerahanna pak..terimakasih

  3. Rudiyanto
    August 25th, 2014 at 21:59 | #3

    @agus
    Salam Sejahtera juga pak Agus,

    Yang benar adalah yang kedua. Unit anda tetap. Dan bertambah setiap kali ada top up.

    Boleh tahu berapa lama waktu yang anda habiskan untuk membaca semua blog ini sampai habis?

  4. agus
    August 26th, 2014 at 02:25 | #4

    terimaksih banyak pak rudi atas pencerahannya,,saya baca blog ini secara berkala pak,,dalam 1 bulan ini saya terus pahami semua isi dari artikel di blog bapak + baca juga artikel2 blog lain,”maklum ngebet banget mau beli reksa dana”..saya pikir ada baiknya saya pahami bener apa itu reksa dana sebelum “action”.sekali lagi trimakasih banyak..salam sejahtera

  5. Rudiyanto
    September 1st, 2014 at 13:42 | #5

    @agus
    Betul pak Agus. Prinsip reksa dana adalah “Pahami, Nikmati”. Jadi sebelum menikmati hasilnya kita harus memahami dulu cara kerja dan risikonya.

  6. Intania
    March 3rd, 2015 at 19:26 | #6

    Salam Pak Rudi,

    saya sudah mendaftar di sebuah supermarket reksa dana online pertama di indonesia. Dari buku bapak yang “Sukses Finansial dengan reksa dana” cara melakukan evaluasi kinerja adalah dengan menetukan sebuah rasio kemudian tentukan periode waktu pengamatan.

    Pertanyaan saya adalah :
    1. Dengan melihat persentase kinerja dari NAV dan AUM, apakah itu cukup untuk membantu membandingkan reksadana yang satu dengan yang lain?
    2. Di webiste reksadana tersebut juga telah disediakan nilai sharpe, yang sayangnya saya tidak tahu dari peiode apa penghitungan sharpe tersebut?Apakah saya bisa menggunakan nilai sharpe tersebut atau mencoba mengumpulkan data kembali secara manual?

    Sekian pertanyaan saya pak. Masukan bapak akan sangat membantu.

    terima kasih

  7. paijo
    March 4th, 2015 at 09:42 | #7

    Illustrasi Pak Rudi diatas menanggapi komentar mas oktovianus hermanto tentang pendapatan besar dikala muda sangat inspiratif..
    Generasi muda bisa mencontoh dari ilustrasi diatas…uang berapapun besarnya mudah untuk
    menghabiskan..gaya hidup mudah untuk dinaikkan..tetapi yang namanya merencanakan keuangan..sulit sekali dilakukan..
    Sesuai pepatah..belajarlah pada ahlinya niscaya akan mendapat hasil yang positif.
    jangan antiklimaks muda kaya raya..tua miskin papa..karena perencanaan keuangan yang salah…

    Demikian terimakasih

    Salam, Paijo..

  8. Rudiyanto
    March 5th, 2015 at 10:01 | #8

    @Intania
    Salam Ibu Intania,

    Terima kasih sudah membaca buku saya.

    Sehubungan dengan pertanyaan saya:
    1. Kalau definisi cukup atau tidak, itu tergantung ke masing2 orang yang menggunakannya. Ada yang bilang harus lihat juga risikonya, ada juga yang sudah puas lihat returnnya saja. Anda sendiri apakah merasa cukup dengan informasi tersebut ?

    2. Kalau mengenai periode, bisa ditanyakan ke penyedia data tersebut. Dan mengenai apakah bisa digunakan atau tidak, ya tergantung seberapa paham dan percaya dengan perhitungan yang ada. Kalau mau mengumpulkan data secara manual, anda bisa coba baca ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2015/02/03/panduan-mencari-data-harga-reksa-dana/

    Semoga bermanfaat.

  9. Ade oky
    June 23rd, 2015 at 14:42 | #9

    Selamat sore pak Rudiyanto,

    Saat ini saya tinggal di pedalaman pulau kalimantan, kebetulan sudah punya anak 1 umur 9 bulan, yang ingin saya tanyakan disini, bagaimana caranya membelikan reksadana untuk anak saya sekali saja (tanpa mencicil lagi tiap bulan) untuk tabungannya dimasa depan 10-20 tahun lagi (dengan asumsi setor tunai sekitar 50 juta sekali diawal saja). Tolong diberi pencerahannya untuk orang awam seperti saya ini pak rudi, kira-kira saya harus beli reksadana dimana dan menghubungi siapa? karena keterbatasan lokasi tempat tinggal saya.

    sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

  10. Rudiyanto
    June 25th, 2015 at 12:05 | #10

    @Ade oky
    Selamat Siang Pak Ade Oky,

    Untuk saat ini, syarat untuk membeli reksa dana adalah memiliki KTP. Jadi kalau anak belum memiliki KTP mungkin agak sulit. Di beberapa Manajer Investasi dan Agen Penjual mungkin ada yang bisa memberikan pengecualian dengan nama rekening Orang Tua OR Anak.

    Untuk proses KYC yang mengharuskan tatap muka, saat ini sudah dapat dilakukan secara elektronik alias bisa digantikan dalam bentuk percakapan telepon yang direkam, namun sama seperti point di atas, terkadang penerapannya bisa tidak seragam di semua tempat.

    Untuk di Panin Asset Management, anda bisa menghubungi via email cs@panin-am.co.id dengan memberikan informasi nomor telepon yang dapat kami hubungi. Nanti proses pembukaan rekening akan dipandu via phone dan email.

    Demikian pak Ade, semoga informasi ini bermanfaat.

  11. Romansyahpoetra
    October 28th, 2015 at 02:34 | #11

    Selamat pagi Pak Rudi…

    Saya ingin sare pak… Apakah Reksadana itu memiliki nilai tambahan seperti bunga pertahunnya itu berapa persen…. dan apakah aman jika disimpan selama 15 s/d 20 tahun.

    Saya baru mendapatkan warisan sebesar total 11M dan sudah termasuk bayar bla bla dan bla(pajak pribadi).
    Keperluan menyimpan di Reksadana adalah untuk saya wariskan ke anak saya yang saat ini masih kecil (2 tahun). Mohon pencerahan dari Pak Rudi langkah apa yang harus saya tempuh. terimakasih.

  12. Rudiyanto
    October 30th, 2015 at 17:00 | #12

    @Romansyahpoetra
    Selamat Sore Pak Romansyahputra,

    Sebelumnya turut berduka cita atas kerabat anda yang meninggal. Semoga diberikan ketabahan.

    Saya juga ingin mengucapkan selamat karena mendapatkan nilai warisan yang amat besar, hampir mendekati 1 juta USD dengan kurs sekarang.

    Katakan anda ingin menyimpan sebagian dari dana ini ke reksa dana saham untuk 15 tahun ke depan, maka perlu saya informasikan bahwa keuntungan reksa dana tidak dalam bentuk bunga, tapi kenaikan harga.

    Apakah pasti naik, jawabannya tidak. Kadang bisa naik kadang bisa turun. Bahkan pada kondisi krisis tahun 2008, penurunan bisa mencapai 50%. Tapi jika anda berinvestasi jangka panjang, maka kemungkinan anda bisa mendapatkan keuntungan.

    Untuk perkiraan keuntungannya anda bisa baca tabel yang ada di artikel ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/02/20/berapa-asumsi-return-investasi-saham-yang-wajar/
    Dimana jika periode investasi anda adalah 15 tahun, maka dengan asumsi anda melakukan investasi sebesar 1 M, secara historis setelah 15 tahun uang anda akan berpotensi menjadi antara Rp 5,743,120,000 hingga Rp 15,629,839,000

    Kalau boleh usul lagi, dengan nilai uang sebesar ini anda bisa menghubungi perencana keuangan profesional untuk membuat rencana keuangan dan investasi yang komprehensif bagi anda.

    Yang paling penting adalah jangan sampai karena dapat warisan dalam jumlah besar, anda atau keluarga anda menjadi konsumtif atau terlalu dermawan sehingga uang bisa dihabiskan secara bijaksana. Jangan lupa juga, sisihkan sebagian dari dana tersebut untuk zakat atau membantu sesama anda yang memerlukan.

    Semoga bermanfaat

  13. chaca
    April 16th, 2016 at 11:57 | #13

    Terimakasih pak Rudy
    atas semua pencerahanya
    saya tertarik dan minat Mau investasi direksadana saya kerja jadi tki ingin investasi untuk biaya pendidikan anak masuk kuliah saat , masih sd klas 4 baiknya saya ambil reksadana apa…..??
    saat ini ada uang 20juta
    waktu pembukaan uang tsb ingin saya investasikan semua
    dan apabila ada uang lebih saya akan tambah nilainya
    tiap buln atau , beberpa bulan
    sebaiknya Bagaimana pak rudi…..Karena saya sangat awan tak faham ttg investasi.
    Selma ini saya cuma simpan ditabungan saja.
    saya .
    dikota ponorogo jawatimur apakah ada maneger investasi
    belinya , baiknya harus Gimana pak
    Terimakasih atas jawabanya

  14. Rudiyanto
    April 18th, 2016 at 17:31 | #14

    @chaca
    Salam Ibu Chaca,

    Senang sekali melihat ada calon investor reksa dana yang baru.

    Mengenai rencana anda untuk membuat perencanaan investasi untuk pendidikan kuliah dimana anak anda baru kelas 4 SD, maka waktunya tentu masih cukup panjang. Untuk itu, reksa dana saham lebih cocok. Detailnya bisa baca di https://reksadanauntukpemula.com/2016/01/17/memilih-reksa-dana-sesuai-tujuan-investasi/

    Mengenai Rp 20 juta dan rencana investasi bulanan, anda bisa menghitungnya menggunakan kalkulator ini finansial yang ada di website http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

    Untuk panduan penggunaannya bisa membaca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/08/10/3-langkah-menjadi-investor-reksa-dana-bagi-pemula/

    Untuk di Ponorogo sepertinya memang belum ada Manajer Investasi, tapi anda bisa mencoba menghubungi Bank setempat yang menjual reksa dana. Jika tidak anda juga bisa membelinya secara online.

    Kalau di Panin AM, pembelian secara online bisa dilakukan via http://www.panin-am.co.id/CustomerRegistrationIntro.aspx

    Namun jika membutuhkan penjelasan anda bisa menghubungi
    Graha Bumi Surabaya Lt.3
    Jl. Basuki Rakhmat 106 – 128
    Surabaya 60271
    Telp : (62-31) 531-5488
    Fax : (62-31) 531-6488
    Email : surabaya@panin-am.co.id

    Semoga kebutuhan anda bisa terpenuhi dan semoga sukses dalam menyiapkan rencana pendidikan anak di perguruan tingginya.

    Semoga bermanfaat

  15. Rudiyanto
    April 18th, 2016 at 17:32 | #15

    @chaca
    Sebagai tambahan, jika memungkinkan ibu Chaca bisa usahakan datang ke seminar di Surabaya tanggal 23 April ini. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/04/15/seminar-april-2016-surabaya-dan-medan/

    Jadi tidak hanya bisa membeli, tapi juga diharapkan semua pertanyaan anda bisa terjawab.

    Semoga bermanfaat

  16. Franky
    February 4th, 2017 at 08:30 | #16

    Yth pak rudiyanto
    Saya ingin menanyakan jika saya banyak tujuan, misalnya untuk dana darurat RPU dan tabungan, jangka pendek(1-3thn), jangka menegah (3-5thn), jangka panjang (diatas 5thn), dan untuk mewujudkannya saya membuka RPU, RDPT,RDC,dan RDS. Bagaimana porsi yg baik untuk semuanya? Mana yg harus kita prioritaskan? Misalnya RDS kita dahulukan supaya mendapatkan Return yg banyak dahulu setelah itu kita rebalance? Atau gimana baiknya strateginya, mohon pencerahannya

  17. Rudiyanto
    February 9th, 2017 at 23:42 | #17

    @Franky
    Salam Pak Franky,

    Untuk kasus anda, saya akan menghitung terlebih dahulu. Misalkan
    Reksa Dana Pasar Uang – sejumlah tertentu + Rp 500rb tiap bulan
    Reksa Dana Pendapatan Tetap – Untuk tujuan jangka pendek, harus investasi Rp 750rb per bulan
    Reksa Dana Campuran – Untuk tujuan jangka menengah, harus investasi Rp 500rb per bulan
    Reksa Dana Saham – Untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, harus investasi Rp 1 juta per bulan

    Kalau uangnya terbatas, maka saya akan prioritaskan yang tujuan jangka pendek terlebih dahulu. Sambil berjalan, cari cara untuk meningkatkan penghasilan agar mampu mencicil semuanya.

    Tapi jika tidak berhasil juga, berarti kita harus realistis dan menurunkan nilai tujuan keuangan kita.

    Demikian, semoga bermanfaat

Comment pages
1 2 1657

 


%d bloggers like this: