Home > Referensi Buku > Referensi Buku : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Referensi Buku : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya

Hari ini, baru saja saya bersama beberapa teman saya mengikuti acara seminar yang diselenggarakan oleh Ehipassiko Foundation yaitu Ajahn Brahm Tour de Indonesia 2012.

Singkat kata, Bhiksu Ajahn Brahm ini merupakan salah satu sosok yang sangat saya kagumi. Beberapa buku karya beliau dan ajarannya tentang pandangan positif dan kebahagiaan telah banyak memberikan inspirasi bagi saya untuk terus berkarya. Bagi anda yang sedang mencari referensi buku untuk pengembangan diri, saya sangat merekomendasikan buku ini. Buku ini bisa diperoleh di toko buku gramedia terdekat.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia……

Categories: Referensi Buku Tags:
  1. Ibenk
    January 16th, 2015 at 12:20 | #1

    Pak Rudi,

    Saya sudah membaca buku yang Bapak tulis tentang reksadana.
    Buku tsb banyak memberi pembelajaran untuk dunia yang saya tidak pernah sentuh sebelumnya.
    Jujur saya punya ketertarikan lebih untuk terjun dalam dunia keuangan.
    Bapak bisa merekomendasikan buku-buku yang sekiranya ada kaitan untuk belajar keuangan dan ekonomi untuk beginner seperti saya?

    Terima kasih dan salam.

  2. Rudiyanto
    January 19th, 2015 at 13:25 | #2

    @Ibenk
    Salam Pak Ibenk,

    Cara yang paling bisa menyerap semua pelajaran tentang dunia keuangan adalah dengan mengambil kuliah S-1 Manajemen, kalau bisa Manajemen Keuangan. Alternatifnya bisa juga S-2 Manajemen Keuangan. Pada dasarnya kalau orang2 yang berkiprah di bidang keuangan, maka yang digunakan adalah ilmu pemahaman tentang laporan keuangan, strategi bisnis dan pemasaran, kegiatan operasional yang umumnya diajarkan dalam mata kuliah manajemen.

    Satu-satunya mata kuliah yang tidak dipelajari selama masa perkuliahan adalah peraturan regulator dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan. Pemahaman tentang apa yang boleh, apa yang tidak boleh, dan etika dalam pasar modal, itu biasanya dipelajari secara terpisah dengan membaca sendiri peraturannya di website OJK.

    Kalau kemarinnya kuliah S-1 Manajemen, saran saya buku Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Operasional, Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Akuntantasi Dasar dan Menengah dan buku terkait lainnya bisa dibaca kembali.

    Jika belum kuliah atau mengambil mata kuliah yang lain, ya saran saya buku2 tersebut bisa dibaca. Sebab dari situlah pemahaman akan dunia ekonomi berasal.

    Semoga bermanfaat, terima kasih

  3. Ibenk
    January 20th, 2015 at 12:47 | #3

    Pak Rudi,
    Terima kasih atas balasannya.
    Saya wanita loh Pak:) Hehehe…
    Kebetulan S1 saya tidak ada hubungan dengan ekonomi maupun keuangan.
    Ngomong2 Pak, saya mau mulai mempraktekan apa yang sudah saya pelajari dari buku yang Bapak tulis tentang reksadana.
    Yang mau saya tanyakan:
    1. Apakah redemption akan dikenakan PPN lagi?
    2. JIka ingin mencoba RD saham, menurut Bapak lebih baik memulai dari RD yang sudah berkiprah puluhan tahun dengan NAB yang cukup tinggi atau RD yang baru brp tahun saja dengan NAB yang masih murah? Kedua RD tersebut memiliki penempatan portfolio di perusahaan yang hampir sama (hanya mungkin berbeda satu-dua saja).

    Terima kasih Pak.

  4. Rudiyanto
    January 20th, 2015 at 13:58 | #4

    @Ibenk
    Salam Ibu Ibenk,

    Saya mencoba menebak gender dari nama yang ditampilkan. Asumsi saya Ibenk itu nama laki-laki. Mohon maaf, atas kesalahan tebakannya.

    Sehubungan dengan pertanyaan anda
    1. Yang dikenakan PPn itu adalah biaya transaksi reksa dana. Baik beli ataupun jual, akan tetapi nominal beli (subscription) dan jual (redemption) tidak dikenakan pajak karena reksa dana bukan objek pajak.

    2. Kalau itu kayak kamu tanya, enak mana beli di pasar modern atau beli di carrefour ? Tentu semua orang punya preferensi yang berbeda. Jadi saran saya, coba saja dua-duanya baru anda putuskan mana yang lebih baik.

    Terima kasih

  5. Ibenk
    January 21st, 2015 at 09:06 | #5

    Terima kasih banyak Pak Rudi.

    Iya, tidak apa-apa. Banyak orang yang mengira juga saya pria kalau hanya dilihat dari nama panggilan saja.

    Sukses terus Pak.

    Salam


%d bloggers like this: