Home > Belajar Reksa Dana, Lain-lain, Perencanaan Investasi > Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2012

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2012

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat hari raya imlek bagi yang merayakan. Semoga semua mendapat kemudahan rezeki dan segala keinginan yang baik bisa terlaksana.

TAHUN 2011 yang baru saja berlalu, memang bukan merupakan tahun yang ideal bagi reksa dana dalam sisi return, namun jika dilihat dari jumlah investornya, bisa dikatakan meningkat pesat. Data per akhir 2010 yang menunjukkan jumlah investor reksa dana sebanyak 353 ribu kemudian naik menjadi 472 ribu pada akhir November 2011 atau ada sekitar 326 investor reksa dana yang baru setiap hari sepanjang 2011. Ke depan, diperkirakan tren ini masih akan terus berlanjut. Bagi anda yang berminat menjadi investor reksa dana tentu perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan investasi. Apa saja persiapan-persiapan yang sebaiknya dilakukan oleh calon investor reksa dana?

Menjadi investor reksa dana berarti mengubah mindset kita dari yang selama ini menabung dengan hasil yang rendah namun pasti menjadi berinvestasi dengan hasil yang lebih tinggi namun menghadapi risiko penurunan. Risiko penurunan yang dihadapi oleh investor bisa rendah atau tinggi tergantung jenis reksa dana dan kondisi yang berlaku. Bagaimana reaksi kita ketika menghadapi ketidakpastian tersebut sangat menentukan berhasil atau tidaknya investasi yang kita lakukan. Selain itu, ada pula persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Untuk itu, sebelum menjadi investor kita harus melakukan persiapan dengan baik.

Berikut ini adalah 5 persiapan yang harus anda lakukan untuk bisa menjadi investor reksa dana pada tahun 2012 ini:

  1. Memenuhi syarat administrasi dasar yaitu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Tanpa kedua dokumen ini, proses pembukaan rekening, pembelian dan penjualan reksa dana akan menjadi lebih sulit.
  2. Mempersiapkan kondisi finansial dengan baik. Definisi baik tidaknya kondisi finansial adalah minimal:
    1. Memiliki dana cadangan minimal senilai 6-12 bulan pengeluaran
    2. Tidak memiliki angsuran mobil dan rumah yang nilainya lebih dari 30% pendapatan bulanan
    3. Tidak memiliki hutang kartu kredit / hutang konsumtif lainnya.
  3. Membuat perencanaan investasi yang komprehensif. Perencanaan yang komprehensif memiliki ciri-ciri antara lain memiliki kejelasan tentang APA tujuan investasi, BERAPA nilai tujuan yang harus dicapai, KAPAN tujuan tersebut harus mencapai dan BAGAIMANA strategi yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
  4. Menyiapkan strategi investasi reksa dana yang sesuai dengan kemampuan finansial dan rencana investasi. Secara umum strategi investasi reksa dana bisa dilakukan dengan:
    1. Investasi sekaligus di awal (Lumpsum Investment)
    2. Investasi berkala secara periodik (Cost Averaging)
    3. Investasi dengan mempertahankan komposisi investasi (Rebalancing and Diversification)
    4. Investasi dengan fokus pencapaian tujuan investasi (Dynamic Rebalancing and Averaging)
  5. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita akan cara kerja reksa dana, pemilihan reksa dana yang berkinerja baik dan isu-isu terkait investasi reksa dana itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengambil kursus investasi, belajar dari sumber-sumber yang kompeten seperti tabloid Kontan dan situs www.kontan.co.id ataupun bisa bertanya langsung kepada Manajer Investasi.

Produk reksa dana sendiri berkembang pesat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, isu terkait seperti aturan perpajakan, jenis, potensi hasil investasi juga berkembang dan berbeda dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2012 ini, beberapa hal yang wajib diketahui investor antara lain:

  1. Aturan perpajakan reksa dana. Sebenarnya hal ini merupakan isu yang sudah ada sejak 2011, namun masih ada sebagian investor masih belum paham. Umumnya terkait pajak, ketentuan yang berlaku antara lain:
    1. Pendapatan atas keuntungan reksa dana (baik dividen atau capital gain) adalah bukan objek pajak alias tidak perlu membayarkan besaran pajaknya.
    2. Atas investasi obligasi yang dilakukan oleh reksa dana, dikenakan pajak sebesar 5% hingga 2013 dan 15% pada tahun 2014. Hal ini akan mengurangi potensi return khususnya untuk reksa dana terproteksi, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran yang komposisi obligasinya besar. Namun pajak ini dibayarkan oleh reksa dana sehingga akan tercermin melalui NAB/Up reksa dana.
    3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas biaya transaksi reksa dana sebesar 10%. Sebenarnya aturan ini juga berlangsung cukup lama, namun kembali penerapannya baru gencar pada 2011 yang lalu. Dengan adanya aturan ini, maka atas segala biaya transaksi yang timbul dari reksa dana baik transaksi pembelian, penjualan ataupun pengalihan, dibebankan lagi PPN 10% yang akan ditanggung oleh investor. PPN ini tidak berlaku bagi reksa dana yang tidak mengenakan biaya transaksi kepada investor.
  2. Transaksi reksa dana semakin mudah melalui media online. Meski masih belum seluruhnya, beberapa Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual mulai mengembangkan sistem transaksi yang meminimumkan dokumen administrasi. Transaksi bisa dilakukan via internet sehingga investor tidak perlu lagi menggunakan faks atau kurir untuk mengantarkan dokumen aslinya. Selain itu, investor juga bisa mengecek perkembangan hasil investasi reksa dana secara online.
  3. Perubahan aturan tentang penilaian harga wajar yang berlaku di reksa dana. Pembahasan mengenai aturan penilaian harga wajar saat ini masih dalam tahapan diskusi antara regulator dengan pelaku industri. Salah satu pokok pembahasan dalam aturan ini adalah penilaian harga obligasi. Jika dalam peraturan yang lama, penilaian harga obligasi pada reksa dana pasar uang menggunakan harga amortisasi, maka berdasarkan aturan yang baru harus menggunakan harga pasar. Salah satu efek yang mungkin akan terjadi akibat perubahan tersebut adalah membuat harga reksa dana pasar uang menjadi tidak Rp 1000 lagi dan bisa naik turun seperti reksa dana pada umumnya. Efek tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Efek positif, penilaian kinerja reksa dana pasar uang menjadi lebih mudah karena perubahannya bisa diukur dari kenaikan atau penurunan harga. Efek negatifnya, reksa dana pasar uang yang dikenal sebagai instrumen paling berisiko rendah karena amat jarang rugi menjadi bisa rugi. Kedua, harga pasar wajar amat sulit untuk ditentukan karena perdagangan obligasi di Indonesia relatif jarang. Dengan menggunakan harga pasar wajar, ketika terjadi redemption ada kemungkinan, terjadi perbedaan antara harga wajar yang digunakan untuk pencatatan dan harga pasar yang terjadi. Hal ini bisa mengakibatkan pergerakan harga fluktuatif.
  4. Ekspektasi imbal hasil reksa dana menjadi lebih rendah seiring dengan suku bunga BI rate yang semakin rendah serta ketidakpastian yang terjadi di Eropa dan ketakutan akan perlambatan ekonomi China.
    1. Prediksi return reksa dana saham sangat tergantung kepada IHSG. Dari hasil pengamatan, rata-rata prediksi analis dan ekonom untuk IHSG berkisar antara 4200 – 4400. Dengan asumsi penutupan akhir tahun adalah 3821.99 maka return untuk saham 2012 diperkirakan berkisar antara 9.89% – 15.12%.
    2. Prediksi return untuk reksa dana pendapatan tetap tergantung pada yield obligasi pemerintah. Dengan yield obligasi pemerintah yang semakin rendah dan bahkan sudah mencapai rekor terendah dalam sejarah yaitu sekitar 6.3% dan 7.75% untuk obligasi berdurasi 10 dan 25 tahun, maka diperkirakan return reksa dana pendapatan tetap juga akan berada pada kisaran tersebut. Kalaupun ada potensi capital gain, diperkirakan akan sangat sulit untuk mengulang kinerja hingga belasan persen seperti yang terjadi tahun 2011 yang lalu.
  5. Produk dan variasi baru akan semakin bermunculan. Pertumbuhan jumlah investor yang signifikan memicu para Manajer Investasi berlomba-lomba mendapatkan kepercayaan investor. Caranya adalah dengan mempromosikan produk yang sudah ada atau menerbitkan produk dengan fitur yang unik. Seperti saat ini sudah ada reksa dana saham berbasis dollar, reksa dana dengan fokus pada sektor atau strategi tertentu, dan reksa dana terproteksi yang bisa dijual sebelum jatuh tempo. Ke depan, variasi akan semakin banyak.

Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

  1. Rudiyanto
    May 24th, 2012 at 08:46 | #1
  2. Hermawan
    September 29th, 2012 at 20:30 | #2

    Pak Rudy,
    Saya mau bertanya:

    1. Mengenai Bank Agen Reksadana, seperti apa sih prinsip dasar cara kerja Bank Agen terhadap Reksadana? Apakah Bank Agen tsb. mengumpulkan dana dari para investor Reksadana, kemudian setelah terkumpul akan diinvestasikan ke MI melalui Bank Kustodian atas nama Bank Agen sendiri (bank Agen sebagai pengelola dana), ATAU, Bank Agen itu hanya sekedar sebagai perantara antara investor Reksadana dengan pengelola MI, sehingga dana yang terkumpul tidak sampai berhenti di Bank Agen, dan tidak ada campur tangan dari Bank Agen terhadap dana para investor Reksadana? Mohon pencerahannya.

    2. Pak, sampai saat ini mengapa MI dari Panin belum bekerjasama dengan Commonwealth Bank dalam memasarkan Reksadananya? Karena, menurut saya, Commonwealth Bank adalah salah satu bank besar milik Australia, yang mana negara tersebut mempunyai perekonomian yang cukup stabil bahkan terus berkembang pesat. Disisi lain, di Indonesia, bank tersebut merupakan satu-satunya bank yang fokus melayani transaksi reksadana secara online dari berbagai perusahaan MI. Hampir semua MI kelas atas bekerja sama dengan bank ini. Sehingga hal ini akan memudahkan para investor (seperti saya) dalam memilih reksadana yang diinginkan (praktis), tidak kesana-kemari dari satu MI ke MI lain. Dan ini tentunya sangat menguntungkan bagi MI Panin sendiri dalam memasarkan reksadana.

    Terimakasih sebelumnya atas pencerahan dan jawaban Pak Rudy.

  3. Rudiyanto
    October 1st, 2012 at 09:37 | #3

    @Hermawan
    Salam Hermawan,

    Terkait pertanyaan anda,
    1. Dari pengalaman anda menjadi investor reksa dana melalui Bank Agen Penjual, apakah anda menerima Bukti Konfirmasi atas nama Bank atau atas nama anda sendiri? Mengenai prosedur, saya yakin setiap bank mungkin memiliki cara kerja yang berbeda. Jadi sebaiknya pertanyaan ini bisa ditanyakan ke bank agen penjual anda saat ini.

    2. Terima kasih atas masukannya. Hal tersebut akan dipertimbangkan.

    Ngomong2 jika Pak Hermawan benar-benar berminat untuk membeli reksa dana Panin atau reksa dana manapun, sebetulnya transfer untuk reksa dana bisa dilakukan dari Bank mana saja terlepas ada atau tidaknya kerjasama Manajer Investasi dengan Bank sumber dana investor.

    Di Panin Asset Management, juga sudah tersedia produk reksa dana secara lengkap dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga saham. Investor juga bisa memperoleh user id dan password untuk user online. Dimana beberapa fasilitas yang sudah ada atau sedang dikembangkan antara lain cek saldo secara real time, download Fund Fact Sheet, mengecek histori transaksi, melakukan top up secara elektronik, dan lain-lain.

    Mengenai kesana kemari untuk membeli reksa dana, sesuai dengan aturan BAPEPAM-LK, dalam PEMBUKAAN REKENING REKSA DANA PERTAMA KALI adalah WAJIB bagi investor untuk melakukan tatap muka dengan agen penjual yang sudah memiliki izin WAPERD. Jadi secara aturan, jika anda tertarik dengan 2 reksa dana yang berbeda baik itu dari MI yang sama atau yang berbeda, anda harus kesana kemari untuk Tatap Muka 2 kali, masing-masing untuk pembelian pertamanya. Untuk top up selanjutnya, dalam hal ini untuk reksa dana panin, sudah tidak perlu dilakukan tatap muka. Anda bisa menggunakan fasilitas yang tersedia melalui user online di http://www.panin-am.co.id.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  4. daniel
    October 9th, 2012 at 07:44 | #4

    salam pak rudy…
    saya minat utk ambil reksadana..jadi saya sudah tanya2 ke perusahan2 sekuritas…
    nah…dari hasil tanya2 tadi..ada 2 sekuritas yg bikin saya tertarik…
    Trimegah sekuritas dan Panin sekuritas…yang saya mau tanyakan..

    1. Menurut Pak rudy, antara dua sekuritas tersebut..mana yg lbh baik? alasan nya apa?
    2. utk produk reksadana dari Trimegah sekuritas…ada yg fokus ke infrastruktur…produk tersebut br diluncurkan…menurut pak rudy..prospek ke depan nya utk [roduk tersebut bagaimana? (sbg info, top holding utk infrastruktur Astra int, Erajaya Swasembada, Bank Mandiri, Jasa Marga, Telekomunikasi Indo)
    3. Utk Panin Dana Maksima…apakah pertumbuhan nya masih bagus?karena yang saya lihat..dana yg di gunakan sangat tinggi…..

    Maaf kalo ada yg salah dr pertanyaan saya..maklum..pemula banget…
    Untk yg sekarang..mungkin hanya ini…untuk ke depan nya..saya juga mohon bantuan yah pak rudy..

    Terima kasih..

  5. Rudiyanto
    October 9th, 2012 at 10:35 | #5

    Yth Pak Daniel,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Perusahaan penjual reksa dana yang anda maksud adalah Trimegah Asset Management dan Panin Asset Management. Asset Management berbeda dengan sekuritas karena bidang usahanya berbeda.
    2. Sebagai orang yang bekerja di salah satu dari kedua perusahaan di atas, tentu rasanya kurang tepat kalau saya memberikan komentar tentang baik buruknya perusahaan dan produk tersebut. Masing-masing tentu memiliki keunggulan dan kekurangan.
    3. Terkait Panin Dana Maksima, sudah pernah saya jelaskan bahwa tidak ada hubungan antara kinerja dan harga reksa dana. Bisa anda baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/02/26/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-3/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2011/04/18/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-2/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2010/10/10/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-1/
    Seharusnya anda menggunakan cara yang sama dengan penilaian produk trimegah yaitu prospek dari saham-saham pegangan perusahaan tersebut.
    4. Produk Trimegah bukan hanya yang berfokus ke Infrastruktur, sama pula produk Panin bukan hanya Panin Dana Maksima. Anda bisa melihat katalog produk panin beserta karakteristiknya di halaman 4 file pdf ini http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Informasi%20Produk%20Panin%20Dana%20Prioritas.pdf

    Kalau saran saya, kamu bisa beli kedua produk tersebut. Kemudian bandingkan kinerja dan fasilitas dari memiliki reksa dana di kedua perusahaan. Atau bisa juga menghubungi marketing dari kedua perusahaan untuk mendapatkan “feeling” anda lebih nyaman di perusahaan yang mana.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  6. joko
    October 14th, 2012 at 23:10 | #6

    Pak Rudi, saya tertarik untuk membeli reksadana untuk pendidikan anak saya, produk reksadana apa yang baik untuk ini, mohon petunjuk dari bapak. tq.

  7. aan
    October 15th, 2012 at 12:55 | #7

    selamat siang pak Rudi gong xi fa chai di tahun 2013 sudah dekat pak, jadi bagaimana ni tingkat return reksadana M*ks*m* di tahun 2013 ini menurut pemgamatan pak Rudi?
    semoga makin baik doa saya pak ^^

  8. Rudiyanto
    October 18th, 2012 at 02:54 | #8

    @aan
    Salam pak Aan,

    Sepertinya untuk Imlek masih lama pak. Jadi Gong Xi Fa Cainya saya ucapkan pas udah dekat2 aja.
    Terkait pertanyaan anda, Saya tidak begitu mengerti mengapa nama reksa dana harus dikasih bintang? Dan 2013 meski tinggal 3 bulan kurang, terus terang saya belum membuat analisanya. Semoga kalau sudah ada bisa saya sharing, namun tentunya lebih ke kondisi secara keseluruhan.

    Terima kasih.

  9. Rudiyanto
    October 18th, 2012 at 03:03 | #9

    @joko
    Salam Pak Joko,

    Untuk pemilihan reksa dana, sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan lamanya jangka waktu investasi anda. Jika periode investasinya agak panjang, bisa coba yang agak agresif seperti saham, jika pendek bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap. Namun, mengingat pendidikan anak merupakan hal yang tidak bisa ditawar, saran saya jangan terlalu banyak berinvestasi di jenis reksa dana saham atau paling tidak jika sudah 1 tahun atau 6 bulan menjelang dana dibutuhkan, seluruh investasi dipindahkan pada pasar uang yang lebih aman.

    Mengenai produknya, anda bisa memilih Manajer Investasi yang sesuai. Dari 18 Oktober – 21 Oktober di Central Park Jakarta, akan diselenggarakan Pekan Reksa Dana Nasional, anda bisa datang untuk bertemu berbagai Manajer Investasi untuk menentukan produk yang sesuai untuk anda.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  10. uji s
    October 25th, 2012 at 03:33 | #10

    salam kenal Pa Rudi..
    saya mau tanya sedikit..begini Pak apakah ketika kita mau membeli RD fee pembelian merupakan faktor yang harus di prhatikan selain tentunya juga faktor kinerja RD tsb.Karena beberapa hari yg lalu saya mau beli di bank yang besarnya fee pembelian 1-2% sedangkan tiap bulan tabungan yg wajib dibuka di bank tsb kena biaya 12 ribu.Menurut Bapak gimana?
    Terimakasih Pak.

  11. sindhu
    October 30th, 2012 at 15:44 | #11

    selamat siang pak.

    saya mau tanya, jika saya ingin berinvestasi di reksadana denga jangka waktu 1 tahun. dan tiap bulan sekitar 100.000 rupiah. bagaimana caranya dan berapa return yang saya dapat pada akhir tahun ? serta apa saja yang harus saya perhatikan ?

  12. Rudiyanto
    November 1st, 2012 at 14:19 | #12

    @sindhu
    Salam Sindhu,

    Saran saya kamu harus mencari Manajer Investasi dengan produk reksa dananya bisa menerima setoran Rp 100.000 tersebut. Selanjutnya dari marketing yang bersangkutan akan dijelaskan apa saja yang mesti kamu persiapkan untuk bisa menjadi investor reksa dana.

    Kalau return tidak ada yang tahu, bisa untung, bisa juga rugi. Kalau yang pasti2 itu di deposito.

    Semoga bermanfaat.

  13. Rudiyanto
    November 1st, 2012 at 14:28 | #13

    @uji s
    Salam Uji,

    Dengan adanya fee, maka Manajer Investasi memiliki dana untuk membangun jaringan pemasaran dan customer service yang bisa melayani nasabah. Dengan fee tersebut pula, kerjasama dengan agen penjual bisa terjalin. Memang juga ada reksa dana yang tidak mengenakan fee, namun jika dibaca lebih teliti, biasanya fee tersebut dikenakan kepada investor dalam bentuk seperti management fee (dibayarkan oleh reksa dana bukan oleh investor).

    Jika fee kecil atau tidak ada apakah industri reksa dana bisa berkembang. Bisa saja, tapi pastinya lebih lambat. Namun, dengan adanya fee diharapkan manajer investasi dan agen penjual bisa memberikan pelayanan yang berkualitas.

    Untuk biaya bulanan di bank rasanya hampir sama untuk kebanyakan bank di Indonesia. Jika anda keberatan dengan biaya tersebut, anda bisa window shopping ke bank2 lain untuk mencari tahu apakah ada yang tidak mengenakan biaya. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Comment pages
1 2 3 1425
  1. April 7th, 2012 at 10:54 | #1

 


%d bloggers like this: