Home > Belajar Reksa Dana, Lain-lain, Perencanaan Investasi > Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2012

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2012

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengucapkan selamat hari raya imlek bagi yang merayakan. Semoga semua mendapat kemudahan rezeki dan segala keinginan yang baik bisa terlaksana.

TAHUN 2011 yang baru saja berlalu, memang bukan merupakan tahun yang ideal bagi reksa dana dalam sisi return, namun jika dilihat dari jumlah investornya, bisa dikatakan meningkat pesat. Data per akhir 2010 yang menunjukkan jumlah investor reksa dana sebanyak 353 ribu kemudian naik menjadi 472 ribu pada akhir November 2011 atau ada sekitar 326 investor reksa dana yang baru setiap hari sepanjang 2011. Ke depan, diperkirakan tren ini masih akan terus berlanjut. Bagi anda yang berminat menjadi investor reksa dana tentu perlu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan investasi. Apa saja persiapan-persiapan yang sebaiknya dilakukan oleh calon investor reksa dana?

Menjadi investor reksa dana berarti mengubah mindset kita dari yang selama ini menabung dengan hasil yang rendah namun pasti menjadi berinvestasi dengan hasil yang lebih tinggi namun menghadapi risiko penurunan. Risiko penurunan yang dihadapi oleh investor bisa rendah atau tinggi tergantung jenis reksa dana dan kondisi yang berlaku. Bagaimana reaksi kita ketika menghadapi ketidakpastian tersebut sangat menentukan berhasil atau tidaknya investasi yang kita lakukan. Selain itu, ada pula persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Untuk itu, sebelum menjadi investor kita harus melakukan persiapan dengan baik.

Berikut ini adalah 5 persiapan yang harus anda lakukan untuk bisa menjadi investor reksa dana pada tahun 2012 ini:

  1. Memenuhi syarat administrasi dasar yaitu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Tanpa kedua dokumen ini, proses pembukaan rekening, pembelian dan penjualan reksa dana akan menjadi lebih sulit.
  2. Mempersiapkan kondisi finansial dengan baik. Definisi baik tidaknya kondisi finansial adalah minimal:
    1. Memiliki dana cadangan minimal senilai 6-12 bulan pengeluaran
    2. Tidak memiliki angsuran mobil dan rumah yang nilainya lebih dari 30% pendapatan bulanan
    3. Tidak memiliki hutang kartu kredit / hutang konsumtif lainnya.
  3. Membuat perencanaan investasi yang komprehensif. Perencanaan yang komprehensif memiliki ciri-ciri antara lain memiliki kejelasan tentang APA tujuan investasi, BERAPA nilai tujuan yang harus dicapai, KAPAN tujuan tersebut harus mencapai dan BAGAIMANA strategi yang akan dipergunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
  4. Menyiapkan strategi investasi reksa dana yang sesuai dengan kemampuan finansial dan rencana investasi. Secara umum strategi investasi reksa dana bisa dilakukan dengan:
    1. Investasi sekaligus di awal (Lumpsum Investment)
    2. Investasi berkala secara periodik (Cost Averaging)
    3. Investasi dengan mempertahankan komposisi investasi (Rebalancing and Diversification)
    4. Investasi dengan fokus pencapaian tujuan investasi (Dynamic Rebalancing and Averaging)
  5. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita akan cara kerja reksa dana, pemilihan reksa dana yang berkinerja baik dan isu-isu terkait investasi reksa dana itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengambil kursus investasi, belajar dari sumber-sumber yang kompeten seperti tabloid Kontan dan situs www.kontan.co.id ataupun bisa bertanya langsung kepada Manajer Investasi.

Produk reksa dana sendiri berkembang pesat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, isu terkait seperti aturan perpajakan, jenis, potensi hasil investasi juga berkembang dan berbeda dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2012 ini, beberapa hal yang wajib diketahui investor antara lain:

  1. Aturan perpajakan reksa dana. Sebenarnya hal ini merupakan isu yang sudah ada sejak 2011, namun masih ada sebagian investor masih belum paham. Umumnya terkait pajak, ketentuan yang berlaku antara lain:
    1. Pendapatan atas keuntungan reksa dana (baik dividen atau capital gain) adalah bukan objek pajak alias tidak perlu membayarkan besaran pajaknya.
    2. Atas investasi obligasi yang dilakukan oleh reksa dana, dikenakan pajak sebesar 5% hingga 2013 dan 15% pada tahun 2014. Hal ini akan mengurangi potensi return khususnya untuk reksa dana terproteksi, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran yang komposisi obligasinya besar. Namun pajak ini dibayarkan oleh reksa dana sehingga akan tercermin melalui NAB/Up reksa dana.
    3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas biaya transaksi reksa dana sebesar 10%. Sebenarnya aturan ini juga berlangsung cukup lama, namun kembali penerapannya baru gencar pada 2011 yang lalu. Dengan adanya aturan ini, maka atas segala biaya transaksi yang timbul dari reksa dana baik transaksi pembelian, penjualan ataupun pengalihan, dibebankan lagi PPN 10% yang akan ditanggung oleh investor. PPN ini tidak berlaku bagi reksa dana yang tidak mengenakan biaya transaksi kepada investor.
  2. Transaksi reksa dana semakin mudah melalui media online. Meski masih belum seluruhnya, beberapa Manajer Investasi dan Bank Agen Penjual mulai mengembangkan sistem transaksi yang meminimumkan dokumen administrasi. Transaksi bisa dilakukan via internet sehingga investor tidak perlu lagi menggunakan faks atau kurir untuk mengantarkan dokumen aslinya. Selain itu, investor juga bisa mengecek perkembangan hasil investasi reksa dana secara online.
  3. Perubahan aturan tentang penilaian harga wajar yang berlaku di reksa dana. Pembahasan mengenai aturan penilaian harga wajar saat ini masih dalam tahapan diskusi antara regulator dengan pelaku industri. Salah satu pokok pembahasan dalam aturan ini adalah penilaian harga obligasi. Jika dalam peraturan yang lama, penilaian harga obligasi pada reksa dana pasar uang menggunakan harga amortisasi, maka berdasarkan aturan yang baru harus menggunakan harga pasar. Salah satu efek yang mungkin akan terjadi akibat perubahan tersebut adalah membuat harga reksa dana pasar uang menjadi tidak Rp 1000 lagi dan bisa naik turun seperti reksa dana pada umumnya. Efek tersebut memiliki dampak positif dan negatif. Efek positif, penilaian kinerja reksa dana pasar uang menjadi lebih mudah karena perubahannya bisa diukur dari kenaikan atau penurunan harga. Efek negatifnya, reksa dana pasar uang yang dikenal sebagai instrumen paling berisiko rendah karena amat jarang rugi menjadi bisa rugi. Kedua, harga pasar wajar amat sulit untuk ditentukan karena perdagangan obligasi di Indonesia relatif jarang. Dengan menggunakan harga pasar wajar, ketika terjadi redemption ada kemungkinan, terjadi perbedaan antara harga wajar yang digunakan untuk pencatatan dan harga pasar yang terjadi. Hal ini bisa mengakibatkan pergerakan harga fluktuatif.
  4. Ekspektasi imbal hasil reksa dana menjadi lebih rendah seiring dengan suku bunga BI rate yang semakin rendah serta ketidakpastian yang terjadi di Eropa dan ketakutan akan perlambatan ekonomi China.
    1. Prediksi return reksa dana saham sangat tergantung kepada IHSG. Dari hasil pengamatan, rata-rata prediksi analis dan ekonom untuk IHSG berkisar antara 4200 – 4400. Dengan asumsi penutupan akhir tahun adalah 3821.99 maka return untuk saham 2012 diperkirakan berkisar antara 9.89% – 15.12%.
    2. Prediksi return untuk reksa dana pendapatan tetap tergantung pada yield obligasi pemerintah. Dengan yield obligasi pemerintah yang semakin rendah dan bahkan sudah mencapai rekor terendah dalam sejarah yaitu sekitar 6.3% dan 7.75% untuk obligasi berdurasi 10 dan 25 tahun, maka diperkirakan return reksa dana pendapatan tetap juga akan berada pada kisaran tersebut. Kalaupun ada potensi capital gain, diperkirakan akan sangat sulit untuk mengulang kinerja hingga belasan persen seperti yang terjadi tahun 2011 yang lalu.
  5. Produk dan variasi baru akan semakin bermunculan. Pertumbuhan jumlah investor yang signifikan memicu para Manajer Investasi berlomba-lomba mendapatkan kepercayaan investor. Caranya adalah dengan mempromosikan produk yang sudah ada atau menerbitkan produk dengan fitur yang unik. Seperti saat ini sudah ada reksa dana saham berbasis dollar, reksa dana dengan fokus pada sektor atau strategi tertentu, dan reksa dana terproteksi yang bisa dijual sebelum jatuh tempo. Ke depan, variasi akan semakin banyak.

Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

  1. ASEP
    January 25th, 2012 at 14:20 | #1

    Pak Rudy, selain Danareksa Investment Management, perusahaan apa lagi yang sudah online bisa pesan/jual reksadana via internet? Saya melihat segi ke-praktisan dan biaya yang minim apabila kita memesan reksadana via transaksi online.

    Terimakasih

    ASEP

  2. January 25th, 2012 at 15:36 | #2

    @ASEP
    Yth Pak Asep,

    Setahu saya Danareksa masih belum bisa menjual reksa dana via internet. Bisanya cuma beli, tapi seandainya sudah bisa, berarti informasi saya jadul. Sekarang sudah banyak Manajer Investasi yang melayani pembelian reksa dana cukup dengan email bukti transfer. Apakah seperti ini bisa dianggap online juga? Kalau menurut saya iya, hanya saja untuk penjualan tetap perlu faks perintah penjualan ke Manajer Investasi / Bank yang bersangkutan.

    Pembelian via online tidak berarti murah, kalau praktis iya. Sebab, umumnya besar kecilnya biaya lebih banyak ditentukan oleh faktor nilai investasi. Untuk lebih tepatnya, anda bisa menghubungi Manajer Investasi yang terdapat di Indonesia atau menghubungi bank. Lewat bank malah lebih praktis lagi karena sudah bisa di debet langsung dari tabungan .

    Semoga bermanfaat.

  3. agoes
    January 25th, 2012 at 18:17 | #3

    p rudi mhn info untuk pembelian reksadana yang online dengan bank BNI dimana ya soalnya lokasi rumah saya jauh dan yang dekat adalah dengan bank ini mungkin bpk bisa memberi masukan atau ditempat bapak ada trim

  4. adi yanto
    January 25th, 2012 at 23:44 | #4

    pak rudi thanx buat jawabannya tempo hari…
    pak saya mo nanya lagi nih…bila saya ikut reksadana saham dan rdpt di satu MI yang sama dan menyediakan fasilitas switching dengan switching fee …% apakah saya masih dibebankan biaya fee in juga pak?
    misal switching dari rds ke rdpt = fee in + switching fee?
    ataukah hanya switching fee saja pak
    terima kasih sebelumnya atas jawaban yang bapak sampaikan

  5. tian
    January 26th, 2012 at 11:39 | #5

    Danareksa sudah bisa online untuk pembelian maupun penjualan

  6. January 26th, 2012 at 21:49 | #6

    @tian
    Baik Tian, terima kasih atas informasinya. Sering-sering sharing ya, kalau ada info yang lebih baru.

  7. January 26th, 2012 at 23:32 | #7

    @agoes
    Yth Pak Agoes,

    Untuk Bank BNI, terus terang saya masih belum terlalu tahu. Sebetulnya kalau menurut saya, teman2 pembaca disini jangan terlalu terpengaruh dengan kata online. Zaman sekarang transfer antar bank sudah praktis dan bisa sampai dengan langsung. Mengirim bukti transfer via email juga sudah sangat umum dan biasa. Memang benar, untuk semua kepraktisan tersebut ada biaya seperti biaya transfer dan internet, tapi jumlahnya tentu tidak seberapa dibandingkan nilai investasi anda.

    Kalau sudah seperti ini kan pada dasarnya anda bisa membeli reksa dana apapun dari satu rekening saja. Tinggal mengisi formulir pembukaan rekening dan mengetahui nomor rekening tujuan transfernya. Jadi daripada pada cari reksa dana mana yang bisa online, menurut saya lebih baik fokus pada reksa dana yang bisa memenuhi kebutuhan / tujuan investasi anda.

    Semoga bermanfaat pak Agoes, terima kasih.

  8. January 26th, 2012 at 23:35 | #8

    @adi yanto
    Salam Pak Adi Yanto,

    Untuk pertanyaan anda, sebaiknya ditanyakan langsung pada Bank Agen Penjual yang bersangkutan. Sebetulnya besar kecilnya fee itu relatif dengan nilai investasi. Jadi kalau nilai investasinya besar, anda mungkin bisa kena fee yang sangat minimal atau tidak dikenakan sama sekali, tapi kalau nilai investasi minimal, tentu fee yang dikenakan juga maksimal.

    Semoga bermanfaat.

  9. Suratman
    January 29th, 2012 at 09:21 | #9

    Salam Pak Rudiyanto.

    Saya masih awam dengan Reksadana. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bapak. Pertanyaan pertama,,saya ingin membeli sebuah Produk reksadana X dengan bank Kustodian A, tapi saya punyanya rekening di Bank B, apakah saya tetap bisa membeli Produk Reksadana X tersebut? Pertanyaan kedua,, katakan saya membeli Reksadana sebesar Rp. 5.000.000,- dengan return 10% 1 tahun, apakah return tersebut ditambahkan ke investasi saya atau terpisah?
    Terima kasih dan selamat berakhir pekan Pak Rudi.

    Suratman.

  10. January 30th, 2012 at 08:26 | #10

    @Suratman
    Yth Pak Suratman,

    Selama bapak bisa menyetorkan uang ke bank kustodian, tidak masalah bank apapun yang anda gunakan. Kalau untuk return, katakan harga reksa dana 1000. Karena untung 10% naik menjadi 1100. Ketika anda membeli Rp 5 juta di harga 1000, anda mendapat 5000 unit. Ketika harga naik menjadi 1100, harta anda menjadi 1100 x 5000 menjadi Rp 5.500.000.

    Gambarannya kira2 seperti itu pak, semoga bermanfaat.

  11. Budy
    January 30th, 2012 at 22:15 | #11

    Yth Pak Rudiyanto,

    Terima kasih atas banyak post bapak yang sangat bermanfaat. Kalo bole tau pak, reksadana pendapatan tetap bisa kah mendapat return minus? ataukah resiko terbesar nya hanya return yang rendah?
    Oiya selamat ya atas pencapaian Pak Rudi, saya jg mantan mahasiswa anda di UNTAR.

    Txh Pak Rudi

  12. January 31st, 2012 at 08:33 | #12

    @Budy
    Salam Pak Budy,

    Reksa Dana Pendapatan Tetap bisa Rugi. Bahkan tidak jarang ruginya bisa mencapai belasan persen. Sedangkan risiko terbesarnya adalah apabila salah satu atau seluruh portofolio obligasi yang dimilikinya gagal bayar. Jika hal tersebut terjadi, bisa saja ruginya mencapai 100%.

    Terima kasih.

  13. mini
    January 31st, 2012 at 11:06 | #13

    yth. pak Rudi

    bisakah saya dapat artikel reksa dana di atas dalam bahasa Inggris

    thanks pak

  14. January 31st, 2012 at 11:27 | #14

    @mini
    Yth Mini,

    Coba dibuka pakai Google Translate aja, memang bahasanya ada satu dua yang aneh, tapi masih bisa dibaca. Caranya anda ke
    http://translate.google.co.id/
    pilih dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris
    Kemudian masukkan alamat artikel yang anda inginkan, misalnya
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/01/25/persiapan-menjadi-investor-reksa-dana-2012/
    Lalu klik terjemahkan.

    Selamat mencoba, semoga berhasil

  15. Herman
    February 2nd, 2012 at 14:57 | #15

    Pak Rudy,

    Saya ingin mencoba berinvestasi ke reksa dana,
    terutama saya tertarik dengan Panin Dana Maksima (karena saya dengar PDM ini mendapat peringkat 1 di tahun 2011).

    Tapi setelah kasus bank Century yang melarikan uang nasabahnya (terutama dari produk reksa dana mereka),
    saya jadi agak kurang sreg untuk berinvestasi ke reksa dana, apalagi saya dengar sampai sekarang kasusnya belum beres dan jalur hukum di Indonesia-pun tidak banyak membantu (uang nasabahnya masih belum dikembalikan).

    Saya kawatir nanti kasusnya terulang lagi, walaupun saya sudah lihat dari
    http://www.panam.co.id/en/Sejarah.aspx
    Panin Sekuritas ini sudah berdiri sejak 1989, tapi tidak menutup kemungkinan kalau hal yang sama
    bisa terjadi.

    Pertanyaan saya,
    1. Apakah sejak kasus bank century, pemerintah sudah menerapkan hukum baru (yg lebih ketat) untuk melindungi nasabah reksa dana ?

    2. Saya lihat di website Panin Sekuritas, mereka menggunakan Bank Kustodi (BCA & DEUTSCHE BANK).
    Apakah dengan adanya bank kustodi saya bisa lebih merasa aman bahwa investasi saya tidak bakal dibawa
    lari spt kasus bank century ?
    Apakah bank kustodi ini juga berperan untuk melindungi uang nasabahnya supaya tidak disalah gunakan ?

    Terima kasih banyak Pak Rudy :D

  16. Herman
    February 2nd, 2012 at 15:36 | #16

    Sebagai tambahan, saya baru baca kayanya PT. Optima Kharya Kapital & PT. Sarijaya bermasalah juga ya, padahal mereka termasuk sekuritas yg sudah punya nama di Indonesia.
    Wah repot juga nih kalau track record brokernya-pun ngga bisa dijadikan jaminan.

    Jadi semakin takut saja nih mau berinvestasi ke reksa dana, kalau dibawa kabur bisa ngga jadi pensiun nih :(

    Indonesia oh Indonesia…. :D

  17. benq
    February 2nd, 2012 at 22:06 | #17

    Peluang usaha menjanjikan
    Pengen ikut reksadana, ada yang bisa rekom g tempat yang bagus?! Tq

  18. February 2nd, 2012 at 22:40 | #18

    @Herman
    Yth Pak Herman,

    Pertama perlu diluruskan bahwa kasus yang terjadi di Century adalah reksa dana bodong, dimana bank Century bukan agen penjual reksa dana, produk yang ditawarkan juga bukan reksa dana. Yang terjadi di Optima Kharya Kapital juga bukan masalah di reksa dana tapi di produk Discretionary Fund. Dana yang ada di reksa dana, sepengetahuan saya, tetap ada dan diambil alih oleh Manajer Investasi yang lain. Sedangkan kasus yang terjadi di Sarijaya adalah di Sekuritas, bukan asset managementnya. Reksa dananya juga diambil alih oleh Manajer Investasi lain.

    Berkaitan dengan pertanyaan anda,
    1. Kalau dari sisi jumlah peraturan, memang semakin banyak. Baik yang mengatur teknis pengelolaan maupun kontrak antara investor dengan Manajer Investasi. Tapi dari sisi penegakan aturan tersebut masih perlu kita lihat bersama-sama.

    2. Salah satu fungsi bank kustodian memang seperti yang bapak kemukakan. Namun apakah ada jaminan tidak bakal terjadi? terus terang belum ada. Namun jika bisa dibuktikan dipengadilan, dana kita hilang akibat kelalaian bank kustodian, maka bank tersebut wajib memberikan ganti rugi. Lebih lanjut mengenai Bank Kustodian, bisa anda baca di tulisan dan komentar saya di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/03/22/bank-kustodian-dan-bank-agen-penjual-reksa-dana/

    Demikian pak, semoga hal ini bisa menambah kepercayaan anda untuk berinvestasi di reksa dana. Terima kasih.

  19. janiara
    February 4th, 2012 at 22:10 | #19

    pak rudi saya pernah ditawarkan perusahaan yang bergerak dibidang valas menawarkan return tetap 4 % setiap bulan dengan jangka waktu kontrak lima tahun, Perusahaan tersebut akan mengirimkan return 3 persen tersebut kerekening saya setiap bulan dan 1 % akan direinvest lagi selama lima tahun.Setelah 5 tahun nilai investasi kita akan meningkat 1,5 kali lipat dari invetasi awakarena reinvest 1 % tersebut.Invesstasi awal yang mereka minta adalah 50 jutal .Sudah ada rekan saya yang ikut program ini selama 2 tahun cukup berjalan lancar dan tidak ada masalah. Nama perusahaannya adalah PT Rezqi Amanah Fundmanagement. Apakah memang ada program investasi seperti ini????.Dimana saya bisa memeriksa apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar dan bukan perusahaan bodong?? terimakasih

  20. February 5th, 2012 at 14:51 | #20

    @janiara
    Salam Janiara,

    Yang jelas, PT. Rezqi Amanah Fund Management yang anda sebutkan tidak terdaftar pada BAPEPAM-LK sebagai Manajer Investasi yang mendapat izin. Referensi informasi, http://www.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=manajer-investasi.

    Untuk perusahaan yang bergerak pada bidang valas, maka bisa anda lihat di http://www.bappebti.go.id/?pg=pelaku_pasar_pialang
    Sejauh saya cek, saya tidak menemukan nama perusahaan yang anda maksud. Tapi bisa saja saya yang kurang teliti. Anda bisa melihat sendiri.

    Program investasi yang anda sebutkan di atas “too good to be true”. Sebagai referensi belilah koran mingguan kontan edisi terbaru yang judulnya “Investasi Menggiurkan Marak Lagi”. atau anda bisa membaca versi e-papernya di kontan.co.id.

    Semoga bermanfaat.

  21. February 7th, 2012 at 01:35 | #21

    @Rudiyanto

    Pak Rudi, sekedar info, Commonwealth Bank sudah bisa beli secara online tapi kalau jual belum bisa dan produk yang dijualnya pun banyak dari berbagai MI besar.

    Note: Saya bukan sales person dari Commonwealth Bank tapi salah satu customer yang sudah merasakan manfaatnya sejak 2010 karena saya tidak domisili di Indonesia saat ini.

  22. February 7th, 2012 at 10:14 | #22

    @erohiyat
    Salam Pak Rohiyat, Terima kasih untuk sharingnya.

  23. temmey
    February 8th, 2012 at 13:54 | #23

    First time visit ur blog, very informative. Thumbs up…. keep up the good job.

  24. February 18th, 2012 at 11:32 | #24

    Pak Rudi, saya mau tanya : apakah reksadana suatu saat bisa di-split seperti stock split itu?

    Sebab saya lihat ada reksadana yang harganya sudah “terlihat sangat tinggi” (misal Panin Dana Maksima yang sudah pada angka 55 ribu). Apakah bisa suatu saat reksadana ini di-split. Atau tetap dibiarkan spt itu, hingga suatu saat bisa menembus angka 200 ribu misalnya?

    Many thanks atas jawabannya.

  25. February 18th, 2012 at 12:08 | #25

    @Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen
    Salam Pak Yodhia,

    Sampai saat ini belum ada peraturan dan praktek yang menyatakan boleh atau tidak suatu reksa dana di split atau tidak. Tapi saya sudah 2-3 kali melihat Manajer Investasi melakukan “reset” pada harga reksa dananya.

    Yang dimaksud dengan reset adalah harga reksa dana dikembalikan ke harga 1000. Misalnya sebelumnya 1250, kemudian diganti menjadi 1000. Kinerja historis yang sudah ada dianggap tidak ada dan reksa dana diukur ulang dari titik tersebut. Selisih sebesar 250 dikembalikan kepada investor dalam “one time dividend”.

    Menurut perkiraan saya, ada beberapa alasan yang mendasari keputusan ini seperti:
    1. Penggantian strategi atau Manajer Investasi pengelola. Manajer Investasi atau strategi yang baru mungkin tidak ingin dikaitkan dengan kinerja yang lama karena strategi yang diambil sangat berbeda.
    2. Alasan lain mungkin adalah karena kinerja historis yang kurang bagus. Daripada ditutup dan dibuat baru yang tentunya membutuhkan waktu dan proses yang tidak gampang, kenapa yang ada tidak di reset saja.

    Memang ada kekhawatiran bahwa harga reksa dana yang mahal sudah sulit naik atau harga yang mahal sehingga unit yang kita peroleh sedikit. Sebagai informasi, pandangan tersebut masih tidak dapat dibuktikan secara akademis. Tidak selalu reksa dana yang kinerjanya bagus adalah yang lebih murah. Pembelian reksa dana juga tidak didasarkan pada lot (500 lembar) seperti saham, mau harganya 50.000 atau 500.000 anda tetap bisa beli dengan uang Rp 1 juta. Tinggal dibagi antara dana investasi dengan harga yang anda peroleh.

    Informasi terkait juga bisa dibaca di:
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2010/10/10/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-1/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2011/04/18/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-2/

    Demikian pak Yodhia, semoga bermanfaat.

  26. lim
    February 18th, 2012 at 22:37 | #26

    Pak Rudi mau bertanya neh: saya baru masuk reksadana OSK Dana Liquid Fund di OSK Securitas dan reksadana Sam Equity di Samuel Sekuritas. Saya denger dari teman kalo memilih reksadana, lebih baik pilih yang dikelola Big Player seperti Fortis, Schroder atau Danareksa karena mereka dipantau international seperti bloomberg. Saya jadinya ragu dengan investasi saya di OSK dan di Sam Equity karena takut kejadian dimakan Bank Century atau Sarijaya Sekuritas. Baik pihak OSK maupun Samuel menyakinkan saya kalo dana kita disimpan di bank custodian seperti di Deutche Bank/HSBC Bank. Apakah meski di bank kustodian, ada resiko dana kita di bawa lari oleh Manager Investasi? Bagaimana jikalau Bapepam mencabut ijin usaha, apakah dana di reksadana saya masih aman dan akan terbayar nantinya? Terima kasih sebelumnya. Salam Lim Wiyono

  27. February 19th, 2012 at 09:37 | #27

    @lim
    Salam Pak Lim,

    Perlu saya luruskan bahwa tidak ada istilah suatu reksa dana dipantau secara internasional. Bloomberg itu sama halnya seperti koran dan website seperti infovesta hanya menampilkan data. Perihal ada reksa dana yang tidak tampil di salah satu media itu karena datanya memang tidak lengkap. Kalau anda perhatikan data harga reksa dana di Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily, Tempo dan Sindo, memang ada reksa dana yang ada di koran satu tapi tidak ada di koran lainnya. Hal ini tidak lain karena kemampuan media tersebut dalam mengumpulkan data terbatas.

    Pada prinsipnya tidak ada aturan yang sempurna. Semuanya kembali kepada akhlak dan integritas dari orang yang menjalankannya. Secara aturan, sepanjang disimpan di bank kustodian, maka mesti izin usaha dicabut dana yang ada tetap aman. Cerita mengenai Bank Century dan Sarijaya juga pernah saya bahas di sini
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/01/25/persiapan-menjadi-investor-reksa-dana-2012/#comment-96303

    Bisnis Reksa Dana adalah Bisnis Kepercayaan. Kalau anda tidak bisa percaya dan menjadi was-was setiap hari maka saya sarankan jangan berinvestasi di instrumen ini. Potensi pelanggaran tetap bisa terjadi di semua perusahaan baik besar maupun kecil.

    Semoga bermanfaat

  28. jodi
    March 7th, 2012 at 10:55 | #28

    Yth. Bapak Rudi
    Saya seorang pelajar. Selain mendapatkan uang dengan bekerja saya juga tertarik dengan investasi. Pilihan pertama saya pada investasi yaitu reksadana karena investasinya relatif murah, aman (dikelola manajer investasi). Ditambah informasi yang sering bapak berikan mengenai reksa dana , sangat membantu saya (terimakasih). Ada hal yang ingin saya tanyakan. Kemarin saya mengambil beberapa brosur reksa dana contoh produk reksa dana campuran di portofolio tertulis obligasi 40 %, saham 40 %, FI 20 % maksudnya itu apa pak mohon beri ilustrasi sederhana. Terimakasih atas informasi bapak rudi.

  29. melinda
    March 7th, 2012 at 11:13 | #29

    Pak Rudi, keuntungan dari redempt reksadana bukan objek pajak. Di dlm spt pribadi hasil keuntungan tersbt diisi dibagian mn? Terima Kasih

  30. Rudiyanto
    March 7th, 2012 at 14:14 | #30

    @melinda
    Salam Melinda,

    Untuk keuntungan tidak perlu dilaporkan dalam SPT. Yang dilaporkan berkaitan dengan SPT adalah total nilai kekayaan per akhir tahun saja. Referensi http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/perpajakan-reksa-dana/

  31. Rudiyanto
    March 7th, 2012 at 15:29 | #31

    @jodi
    Yth Jodi,

    Kalau itu, kemungkinan besar adalah kebijakan atau alokasi aset reksa dana tersebut. Alokasi maksudnya untuk setiap Rupiah yang kamu investasi di dana tersebut, 40% akan dibelikan Obligasi, 40% dibelikan saham dan sisanya sebesar 20% akan diinvestasikan ke instrumen pasar (jatuh tempo kurang dari 1 tahun).

    Demikian jodi, semoga informasi ini bermanfaat.

  32. jodi
    March 8th, 2012 at 19:01 | #32

    Yth. Pak Rudi.
    Jadi Misalkan kita menginevstasikan 1jt. 400 ribu akan ke obligasi, 400 ribu saham 200 ribu pasar uang. Contoh NAB beli 1000 NAB jual 1100 bunga obligasi 10 %
    Obligasi = bunga 10 % x 400 ribu = 40 ribu. apabila kita jual 400 ribu : 1000 = 400 unit penyertaan dan dijual 400 unit X 1100 = 440 ribu
    pasar uang = 200 ribu : 100 = 200 unit penyertaan, dijual 200 unit x 1100 = 220 ribu,
    menurut pemikiran awam saya tentang reksa dana seperti ini betul tidak pak Rudi maaf mengganggu. terimakasih banyak infonya

  33. Rudiyanto
    March 9th, 2012 at 08:26 | #33

    @jodi
    Salam Jodi,

    Pemikiran anda rasanya agak rumit, kenapa tidak fokus pada berapa harga beli dan harga jual anda. Kebijakan investasi adalah bagaimana kebijakan yang dijalankan oleh Manajer Investasi untuk mencapai target harga jual yang diinginkan dengan fluktuasi yang sesuai dengan profil risiko anda juga.

    Mengenai berapa bunganya, alokasinya dan lain2 yang sampai detail itu PR buat si pengelola dana dan bukan buat orang yang melakukan investasinya.

  34. jodi
    March 9th, 2012 at 20:33 | #34

    Yth. Pak Rudi.
    Terimakasih banyak pak infonya. saya dapat info baru lagi. alokasi merupakan kebijakan manajer investasi. terimakasih banyak pak rudi.

  35. dex
    March 14th, 2012 at 12:51 | #35

    @benq
    coba invest ke PT. Trimegah asset management, kelolaan dananya cenderung growing di awal thn 2012.. dan kedepannya semoga terus meningkat baik.

  36. juzac jessu
    March 16th, 2012 at 20:53 | #36

    Dear Pak Rudi,
    saya sebagai penjual reksadana trimegah asset management, juzac.jessu@trimegah.com, ingin menanyakan sesuatu. Sementara ini yield obligasi pemerintah cenderung sangat rendah sehingga harga obligasinya sangat tinggi. apakah menurut bapak dengan kenaikan BBM april ini akan membuat yield obligasi akan naik tinggi? misalkan yang jatuh tempo 20 – 30 thn, bisa mencapai yield berapa? padahal bbrp wkt yg lalu FR 62 di jual di 6.3 kemudian dibuka lagi di yield tertimbang hingga 6.1 sekian. sekarang yieldnya sudah di atas 6.5. Terima kasih atas infonya.
    Salam investasi ! (numpang tanya: boleh menawarkan jasa penjualan di blog anda ga? hehehe)

  37. Rudiyanto
    March 17th, 2012 at 15:36 | #37

    @juzac jessu
    Salam Juzac,

    Nama yang unik. Salam kenal..

    Kenaikan BBM akan menyebabkan kenaikan inflasi. Kenaikan inflasi berpotensi menyebabkan kenaikan BI rate sehingga Yield Obligasi juga akan ikut naik. Sampai berapa, tentu bisa ditanyakan dengan Manajer Investasi, Riset atau Ekonom yang ada di Trimegah. Tentu jawaban para praktisi akan lebih baik dibandingkan saya. Jawaban yang lebih pasti mungkin harus menunggu sampai bulan Mei nanti karena efek kenaikan inflasi di bulan April baru akan dipublikasikan 1 bulan setelahnya oleh BPS. Terkait mahal atau tidaknya harga obligasi juga pernah saya bahas di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/03/05/mana-yang-lebih-mahal-saham-atau-obligasi/

    Terkait jasa penjualan di blog ini, tergantung materi yang anda tulis. Jika materi yang disampaikan tidak memuat informasi yang memberikan nilai tambah bagi pembaca di blog ini, dengan terpaksa akan disensor.

    Semoga bermanfaat, thanks

  38. Panglima
    April 28th, 2012 at 09:35 | #38

    Salam sejahtera pak
    Salut terhadap karya bapak, ini sangat membantu bagi orang seperti saya yang sedang berusaha “mencoba” memberanikan diri untuk terjun di dunia Investasi kususnya ReksaDana, – Jangan Pernah Mencoba Sebelum Memahami Apa Yang Akan kita coba – adalah salah satu prinsip saya pak. Dan tulisan bapak serta kesabaran bapak dalam meladeni pertanyaan2 pembaca sangat memberikan ilmu tambahan bagi saya.

    Pertanyaan saya :
    - Secara online dimanakah kita bisa mendapatkan informasi update secara berkala dari dana yang kita investkan pada produk reksadana yg kita beli.
    - Secara teknis bagaimanakah langkah kita untuk menjual RD milik kita, dan apa seharusnya yang menjadi pertimbangan kita, sebelum kita menjualnya.
    maaf pak jika pertanyaannya kurang berbobot, karena saya orang awam di dunia finance.

    Trimakasih, Salam hangat, tetap berkarya.

  39. Rudiyanto
    April 28th, 2012 at 16:21 | #39

    @Panglima
    Salam sejahtera dan Salam SUPER Panglima,

    Tidak ada yang salah atau kurang berbobot dari pertanyaan anda pak, saya akan mencoba menjawab sebisa saya. Terkait pertanyaan anda:
    - Untuk mengecek secara online, ada beberapa sumber baik yang berbayar ataupun gratis yang bisa anda gunakan. Kalau yang berbayar adalah program myplan di http://www.infovesta.com. Kalau yang gratis ada di bloomberg.com. Namun setahu saya untuk data reksa dana Indonesia tidak selengkap Infovesta. Ada juga Manajer Investasi yang memberikan fasilitas untuk Investor, tapi memang terbatas di produk reksa dana yang dijual saja seperti Panin Asset Management. Alternatif lainnya adalah membeli reksa dana lewat bank yang menyediakan fasilitas pemantuan perkembangan investasi (sepengatahuan saya ada di commbank, namun saya belum pernah melihat langsung). Ada juga website2 lain yang mencoba memberikan fasilitas sejenis namun saya sangat meragukan keakuratan dan kelengkapan datanya. Yah, kalau nilai investasinya cukup besar, anda bisa menyewa sekretaris atau perencana keuangan, tapi jika tidak terlalu besar anda bisa berinvestasi di satu bank yang menjual berbagai reksa dana sehingga memudahkan pemantauan.
    - Mengisi formulir redemption, faks / email ke Agen Penjual / MI, kemudian kirimkan aslinya ke mereka. Pertimbangannya bisa, tujuan investasi tercapai, ada kebutuhan uang, merasa tidak yakin dengan kondisi ekonomi ke depannya.

    Semoga bermanfaat.

  40. Axel
    May 24th, 2012 at 05:56 | #40

    dear pak rudy, sy mau coba investasi di reksadana saham.apa rutin tiap bulan dibeli(seperti nabung)?ato bgmn?tq.utk sarannya.

  41. Rudiyanto
    May 24th, 2012 at 08:46 | #41
  42. Hermawan
    September 29th, 2012 at 20:30 | #42

    Pak Rudy,
    Saya mau bertanya:

    1. Mengenai Bank Agen Reksadana, seperti apa sih prinsip dasar cara kerja Bank Agen terhadap Reksadana? Apakah Bank Agen tsb. mengumpulkan dana dari para investor Reksadana, kemudian setelah terkumpul akan diinvestasikan ke MI melalui Bank Kustodian atas nama Bank Agen sendiri (bank Agen sebagai pengelola dana), ATAU, Bank Agen itu hanya sekedar sebagai perantara antara investor Reksadana dengan pengelola MI, sehingga dana yang terkumpul tidak sampai berhenti di Bank Agen, dan tidak ada campur tangan dari Bank Agen terhadap dana para investor Reksadana? Mohon pencerahannya.

    2. Pak, sampai saat ini mengapa MI dari Panin belum bekerjasama dengan Commonwealth Bank dalam memasarkan Reksadananya? Karena, menurut saya, Commonwealth Bank adalah salah satu bank besar milik Australia, yang mana negara tersebut mempunyai perekonomian yang cukup stabil bahkan terus berkembang pesat. Disisi lain, di Indonesia, bank tersebut merupakan satu-satunya bank yang fokus melayani transaksi reksadana secara online dari berbagai perusahaan MI. Hampir semua MI kelas atas bekerja sama dengan bank ini. Sehingga hal ini akan memudahkan para investor (seperti saya) dalam memilih reksadana yang diinginkan (praktis), tidak kesana-kemari dari satu MI ke MI lain. Dan ini tentunya sangat menguntungkan bagi MI Panin sendiri dalam memasarkan reksadana.

    Terimakasih sebelumnya atas pencerahan dan jawaban Pak Rudy.

  43. Rudiyanto
    October 1st, 2012 at 09:37 | #43

    @Hermawan
    Salam Hermawan,

    Terkait pertanyaan anda,
    1. Dari pengalaman anda menjadi investor reksa dana melalui Bank Agen Penjual, apakah anda menerima Bukti Konfirmasi atas nama Bank atau atas nama anda sendiri? Mengenai prosedur, saya yakin setiap bank mungkin memiliki cara kerja yang berbeda. Jadi sebaiknya pertanyaan ini bisa ditanyakan ke bank agen penjual anda saat ini.

    2. Terima kasih atas masukannya. Hal tersebut akan dipertimbangkan.

    Ngomong2 jika Pak Hermawan benar-benar berminat untuk membeli reksa dana Panin atau reksa dana manapun, sebetulnya transfer untuk reksa dana bisa dilakukan dari Bank mana saja terlepas ada atau tidaknya kerjasama Manajer Investasi dengan Bank sumber dana investor.

    Di Panin Asset Management, juga sudah tersedia produk reksa dana secara lengkap dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran hingga saham. Investor juga bisa memperoleh user id dan password untuk user online. Dimana beberapa fasilitas yang sudah ada atau sedang dikembangkan antara lain cek saldo secara real time, download Fund Fact Sheet, mengecek histori transaksi, melakukan top up secara elektronik, dan lain-lain.

    Mengenai kesana kemari untuk membeli reksa dana, sesuai dengan aturan BAPEPAM-LK, dalam PEMBUKAAN REKENING REKSA DANA PERTAMA KALI adalah WAJIB bagi investor untuk melakukan tatap muka dengan agen penjual yang sudah memiliki izin WAPERD. Jadi secara aturan, jika anda tertarik dengan 2 reksa dana yang berbeda baik itu dari MI yang sama atau yang berbeda, anda harus kesana kemari untuk Tatap Muka 2 kali, masing-masing untuk pembelian pertamanya. Untuk top up selanjutnya, dalam hal ini untuk reksa dana panin, sudah tidak perlu dilakukan tatap muka. Anda bisa menggunakan fasilitas yang tersedia melalui user online di http://www.panin-am.co.id.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  44. daniel
    October 9th, 2012 at 07:44 | #44

    salam pak rudy…
    saya minat utk ambil reksadana..jadi saya sudah tanya2 ke perusahan2 sekuritas…
    nah…dari hasil tanya2 tadi..ada 2 sekuritas yg bikin saya tertarik…
    Trimegah sekuritas dan Panin sekuritas…yang saya mau tanyakan..

    1. Menurut Pak rudy, antara dua sekuritas tersebut..mana yg lbh baik? alasan nya apa?
    2. utk produk reksadana dari Trimegah sekuritas…ada yg fokus ke infrastruktur…produk tersebut br diluncurkan…menurut pak rudy..prospek ke depan nya utk [roduk tersebut bagaimana? (sbg info, top holding utk infrastruktur Astra int, Erajaya Swasembada, Bank Mandiri, Jasa Marga, Telekomunikasi Indo)
    3. Utk Panin Dana Maksima…apakah pertumbuhan nya masih bagus?karena yang saya lihat..dana yg di gunakan sangat tinggi…..

    Maaf kalo ada yg salah dr pertanyaan saya..maklum..pemula banget…
    Untk yg sekarang..mungkin hanya ini…untuk ke depan nya..saya juga mohon bantuan yah pak rudy..

    Terima kasih..

  45. Rudiyanto
    October 9th, 2012 at 10:35 | #45

    Yth Pak Daniel,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Perusahaan penjual reksa dana yang anda maksud adalah Trimegah Asset Management dan Panin Asset Management. Asset Management berbeda dengan sekuritas karena bidang usahanya berbeda.
    2. Sebagai orang yang bekerja di salah satu dari kedua perusahaan di atas, tentu rasanya kurang tepat kalau saya memberikan komentar tentang baik buruknya perusahaan dan produk tersebut. Masing-masing tentu memiliki keunggulan dan kekurangan.
    3. Terkait Panin Dana Maksima, sudah pernah saya jelaskan bahwa tidak ada hubungan antara kinerja dan harga reksa dana. Bisa anda baca di
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/02/26/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-3/
    http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2011/04/18/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-2/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/2010/10/10/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-1/
    Seharusnya anda menggunakan cara yang sama dengan penilaian produk trimegah yaitu prospek dari saham-saham pegangan perusahaan tersebut.
    4. Produk Trimegah bukan hanya yang berfokus ke Infrastruktur, sama pula produk Panin bukan hanya Panin Dana Maksima. Anda bisa melihat katalog produk panin beserta karakteristiknya di halaman 4 file pdf ini http://www.panin-am.co.id/Resources/Forms/Informasi%20Produk%20Panin%20Dana%20Prioritas.pdf

    Kalau saran saya, kamu bisa beli kedua produk tersebut. Kemudian bandingkan kinerja dan fasilitas dari memiliki reksa dana di kedua perusahaan. Atau bisa juga menghubungi marketing dari kedua perusahaan untuk mendapatkan “feeling” anda lebih nyaman di perusahaan yang mana.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  46. joko
    October 14th, 2012 at 23:10 | #46

    Pak Rudi, saya tertarik untuk membeli reksadana untuk pendidikan anak saya, produk reksadana apa yang baik untuk ini, mohon petunjuk dari bapak. tq.

  47. aan
    October 15th, 2012 at 12:55 | #47

    selamat siang pak Rudi gong xi fa chai di tahun 2013 sudah dekat pak, jadi bagaimana ni tingkat return reksadana M*ks*m* di tahun 2013 ini menurut pemgamatan pak Rudi?
    semoga makin baik doa saya pak ^^

  48. Rudiyanto
    October 18th, 2012 at 02:54 | #48

    @aan
    Salam pak Aan,

    Sepertinya untuk Imlek masih lama pak. Jadi Gong Xi Fa Cainya saya ucapkan pas udah dekat2 aja.
    Terkait pertanyaan anda, Saya tidak begitu mengerti mengapa nama reksa dana harus dikasih bintang? Dan 2013 meski tinggal 3 bulan kurang, terus terang saya belum membuat analisanya. Semoga kalau sudah ada bisa saya sharing, namun tentunya lebih ke kondisi secara keseluruhan.

    Terima kasih.

  49. Rudiyanto
    October 18th, 2012 at 03:03 | #49

    @joko
    Salam Pak Joko,

    Untuk pemilihan reksa dana, sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan lamanya jangka waktu investasi anda. Jika periode investasinya agak panjang, bisa coba yang agak agresif seperti saham, jika pendek bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap. Namun, mengingat pendidikan anak merupakan hal yang tidak bisa ditawar, saran saya jangan terlalu banyak berinvestasi di jenis reksa dana saham atau paling tidak jika sudah 1 tahun atau 6 bulan menjelang dana dibutuhkan, seluruh investasi dipindahkan pada pasar uang yang lebih aman.

    Mengenai produknya, anda bisa memilih Manajer Investasi yang sesuai. Dari 18 Oktober – 21 Oktober di Central Park Jakarta, akan diselenggarakan Pekan Reksa Dana Nasional, anda bisa datang untuk bertemu berbagai Manajer Investasi untuk menentukan produk yang sesuai untuk anda.

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

  50. uji s
    October 25th, 2012 at 03:33 | #50

    salam kenal Pa Rudi..
    saya mau tanya sedikit..begini Pak apakah ketika kita mau membeli RD fee pembelian merupakan faktor yang harus di prhatikan selain tentunya juga faktor kinerja RD tsb.Karena beberapa hari yg lalu saya mau beli di bank yang besarnya fee pembelian 1-2% sedangkan tiap bulan tabungan yg wajib dibuka di bank tsb kena biaya 12 ribu.Menurut Bapak gimana?
    Terimakasih Pak.

  51. sindhu
    October 30th, 2012 at 15:44 | #51

    selamat siang pak.

    saya mau tanya, jika saya ingin berinvestasi di reksadana denga jangka waktu 1 tahun. dan tiap bulan sekitar 100.000 rupiah. bagaimana caranya dan berapa return yang saya dapat pada akhir tahun ? serta apa saja yang harus saya perhatikan ?

  52. Rudiyanto
    November 1st, 2012 at 14:19 | #52

    @sindhu
    Salam Sindhu,

    Saran saya kamu harus mencari Manajer Investasi dengan produk reksa dananya bisa menerima setoran Rp 100.000 tersebut. Selanjutnya dari marketing yang bersangkutan akan dijelaskan apa saja yang mesti kamu persiapkan untuk bisa menjadi investor reksa dana.

    Kalau return tidak ada yang tahu, bisa untung, bisa juga rugi. Kalau yang pasti2 itu di deposito.

    Semoga bermanfaat.

  53. Rudiyanto
    November 1st, 2012 at 14:28 | #53

    @uji s
    Salam Uji,

    Dengan adanya fee, maka Manajer Investasi memiliki dana untuk membangun jaringan pemasaran dan customer service yang bisa melayani nasabah. Dengan fee tersebut pula, kerjasama dengan agen penjual bisa terjalin. Memang juga ada reksa dana yang tidak mengenakan fee, namun jika dibaca lebih teliti, biasanya fee tersebut dikenakan kepada investor dalam bentuk seperti management fee (dibayarkan oleh reksa dana bukan oleh investor).

    Jika fee kecil atau tidak ada apakah industri reksa dana bisa berkembang. Bisa saja, tapi pastinya lebih lambat. Namun, dengan adanya fee diharapkan manajer investasi dan agen penjual bisa memberikan pelayanan yang berkualitas.

    Untuk biaya bulanan di bank rasanya hampir sama untuk kebanyakan bank di Indonesia. Jika anda keberatan dengan biaya tersebut, anda bisa window shopping ke bank2 lain untuk mencari tahu apakah ada yang tidak mengenakan biaya. Semoga bermanfaat, terima kasih.

  1. April 7th, 2012 at 10:54 | #1

 


%d bloggers like this: