Home > Obligasi, Pendapat Tentang Makro Ekonomi > Mengenal Rating Obligasi

Mengenal Rating Obligasi

Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Apa itu Rating?

Rating adalah suatu penilaian yang TERSTANDARISASI terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian ratingĀ  adalah PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). InformasiĀ  perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di icraindonesia.com dan new.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar hutang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service dan Fitch Rating. Namun belakangan ini juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain di atas. Sebagai contoh, jika anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut

  • Investment Grade
    • AAA atau Aaa
    • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
    • A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
    • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3
  • Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
    • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
    • B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
    • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
    • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
    • C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3
    • Default

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade. Praktek pada perusahaan lebih detail lagi. Sepengetahuan penulis, ada perusahaan yang menerapkan screening yang lebih mendalam seperti harus BUMN atau kalaupun investment Grade minimal A. Rating BBB dianggap masih belum aman.

Non Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan. Supaya bisa berhasil umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan High Yield Bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa bunga deposito yang berbasis dollar seperti mata uang Singapura (AAA) bisa jauh lebih rendah dibandingkan bunga deposito Indonesia (BB) dan orang tetap mau menempatkan dana pada deposito tersebut.

Sebagai contoh rating Indonesia yang diringkas oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut

sumber: Bank Indonesia

Kesalahan umum dalam membaca rating

Dalam membaca rating umumnya salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan tanda + dengan Outlook. Sebetulnya tanda Plus, Minus atau 1,2, 3 dalam rating merupakan tingkatan. AA+ atau Aa1 lebih besar dari AA atau Aa2 dan AA atau Aa2 lebih besar dari AA- atau Aa3. Jadi ketika membaca BB+ orang berpikir ratingnya BB dengan peluang dinaikkan. Padahal dinaikkan atau tidak tergantung pada Outlook. Jika Outlooknya Positif artinya berpeluang dinaikkan pada periode rating mendatang, Stabil artinya akan tetap dan Negative artinya berpeluang diturunkan pada periode rating berikutnya. Perlu diingat Outlook bukan vonis, meskipun positif bisa saja rating tetap atau turun di masa mendatang karena kondisi bisa berubah dengan cepat.

Rating dan Implikasinya Terhadap Investasi

Rating dalam hal ini Rating terhadap Negara Indonesia memiliki implikasi yang signifikan terhadap investasi di Indonesia. Saat ini rating Indonesia berada pada BB+ atau 1 tingkat lagi supaya bisa mencapai BBB-. Jika Indonesia berhasilkan mendapatkan kenaikan rating tersebut pada tahun 2012 nanti, maka perkiraan saya akan ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan seperti:

  • Investor luar akan mengganggap negara Indonesia menjadi negara yang layak investasi (Investment Grade) dibandingkan negara yang hanya menjadi tujuan spekulasi saja
  • Dengan masuknya investasi, maka dana yang masuk tidak melulu hanya dana hot money yang bisa keluar setiap saat akan tetapi bisa jadi merupakan dana investasi yang sifatnya lebih jangka panjang.
  • Masuknya dana asing diharapkan dapat mendongkrak harga saham dan obligasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan tingkat pengembalian instrumen reksa dana.

Demikian artikel saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasiĀ  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

  1. Justina Keriahen Sembiring
    November 9th, 2011 at 17:27 | #1

    Pak, bagaimana caranya jika ingin memperoleh data NAB dan dana total kelolaan Reksa Dana periode sebelumnya dalam http://www.infovesta.com ..
    mohon bantuannya..
    Terima kasih ..

  2. November 10th, 2011 at 08:37 | #2

    @Justina Keriahen Sembiring
    Salam Justina,

    Untuk memperoleh data yang anda maksud melalui Infovesta.com harus berlangganan. Anda bisa menghubungi nomor kontak yang tertera pada homepage website. Atau anda bisa mencarinya di website BAPEPAM-LK.

  3. vian
    February 25th, 2012 at 12:56 | #3

    Pak, dimana letak perbedaan antara AA+, AA, AA- tanpa melihat outlooknya?????
    Saya masih bingung dengan tanda dibelakang abjad karena awalnya saya pikir itu adalah outlooknya..
    Thanks..

  4. February 25th, 2012 at 23:19 | #4

    @vian
    Salam Vian,

    Tanda + atau – itu sama dengan fungsi angka. AA+ lebih tinggi dari AA, dan AA lebih tinggi dari AA-. Kalau outlook itu adalah pendapat yang diberikan oleh perusahaan pemeringkat, kira-kira di periode penilaian yang akan datang, ratingnya akan naik atau turun.

    Outlook juga bisa macam-macam, ada positif berarti akan naik, stabil berarti akan tetap, negatif brarti akan turun, credit watch negatif berarti akan gagal bayar.

    Demikian semoga bermanfaat untuk anda. Thanks

  5. vian
    February 29th, 2012 at 19:54 | #5

    Tapi apa AA+ dan AA- dapat diklasifikasikan kedalam AA saja?? Thanks pak.. :)

  6. March 1st, 2012 at 10:38 | #6

    @vian
    Salam Vian,

    Kalau klasifikasi rasanya tidak masalah, tapi tetap ada hirarkinya. Yang + lebih baik daripada stabil dan minus.

  7. yudia yustine
    March 25th, 2012 at 17:06 | #7

    pak, saya yudia sedang mengerjakan skripsi pak. saat ini sy sedang mengerjakan skripsi dengan tema probability of default obligasi dengan reduced form model dengan parameter lamda yang dilihat dari rating obligasinya pak, bapak pernah dengar tdk? terimakasih ya pak .

  8. Rudiyanto
    March 25th, 2012 at 22:33 | #8

    @yudia yustine
    Salam Yudia,

    Terus terang saya belum pernah mendengar model ini sebelum anda kemukakan. Tapi saya sempat mencari di google dan menemukan beberapa paper yang membahas tentang model ini. Seharusnya contoh untuk pembahasan model ini akan semakin banyak mengingat belakangan ini (dari 2008 – sekarang) banyak kasus kebangkrutan baik dari korporasi maupun negara. Namun satu hal yang menarik dalam teori ini adalah pembahasan tentang recovery rate. Suatu faktor yang umumnya tidak diperhatikan oleh banyak pihak. Biasanya ketika suatu perusahaan / negara bangkrut seolah sudah kiamat, padahal masih ada kemungkinan untuk melakukan restrukturisasi sehingga mungkin saja investor tidak kehilangan seluruh pinjaman yang diberikan. Contoh ini telah ditunjukkan dalam kasus Yunani dan beberapa kasus obligasi dalam negeri.

    Jika anda berhasil menuntuskan skripsi ini dan mampu menjelaskan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh investor, tentu merupakan hal yang sangat baik. Semoga sukses dengan topik yang anda ambil.

  9. donno haryanto
    September 19th, 2012 at 14:37 | #9

    Pak, saya ingin menanyakan kategori investment grade dan non investment grade itu berasal dari mana ya? apakah ada dasarnya? Saya menanyakan ini karena oleh dosen pembimbing, skripsi tentang rating obligasi saya harus disertai sumber dari mana kategori tersebut berasal.

  10. Rudiyanto
    September 20th, 2012 at 08:02 | #10

    @donno haryanto
    Salam Donno,

    Definisi antara rating investment grade dalam praktek ada yang agak beragam. Ada yang menggangap Investment grade minimal BBB ada pula yang menganggap minimum harus A. Anda bisa mencoba cari di buku literatur investasi yang membahas tentang obligasi. Atau bisa juga mencari2 lebih jauh di website perusahaan pemeringkat seperti PEFINDO, MOODY, atau S&P.

    Semoga berhasil

  11. ayak
    December 16th, 2012 at 13:24 | #11

    pak saya mau tanya, gimana caranya melihat rating obligasi di pefindo tahun 2007-2011?

  12. Rudiyanto
    December 17th, 2012 at 08:57 | #12

    @ayak
    Salam Ayak, coba cek di laporan Pefindo per emiten. Kalau tidak salah ada historis ratingnya.

  13. delim
  14. Yuliana
    January 10th, 2013 at 22:22 | #14

    pak saya mau tanya, tentang pengkategorian investmen grade dan non investment grade. saya pernah baca salah satu jurnal tentang peringkat obligasi. di jurnal tersebut penulis membagi kategori invesment grade itu menjadi high investment dan low investment. tetapi penulis tidak memaparkan secara detail teori tentang high investment dan low investment. yang mau saya tanyakan, apakah bapak pernah mendengar tentang pembagian kategori invesment grade menjadi high investment dan low investment?

    Terima kasih…

    • Rudiyanto
      January 11th, 2013 at 09:06 | #15

      Pagi juga Yuliana,

      Saya belum pernah membaca jurnal yang anda maksud. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke penulis Jurnal yang bersangkutan. Beberapa kali ketika saya membaca jurnal dan ada yang tidak dimengerti, saya juga langsung menghubungi penulisnya. Itu dengan catatan penulis jurnal mencantumkan data kontaknya. Semoga berhasil.

  15. ezen
    March 2nd, 2013 at 18:06 | #16

    Pak saya dalam penelitian perubahan harga obligasi dari tahun 2009-2011. bagaimana saya dapatkan data harian obligasi tersebut pak? terutama yang tahun 2009? terimakasih sebelumnya pak.

  16. Rudiyanto
    March 4th, 2013 at 09:36 | #17

    @ezen
    Salam Ezen,

    Kalau yang saya tahu, data tersebut bisa diperoleh dengan cara berbayar di infovesta.com, bloomberg, dan IBPA. Kalau mau yang gratis, kamu mesti lihat koran investor daily, kontan atau Bisnis Indonesia yang lama dan melihat satu per satu. Di kontan kebetulan ada e-paper lama, tapi saya tidak tahu apakah masih ada hingga edisi 2009.

    Semoga beruntung.

  17. Retno oktafiani
    March 10th, 2013 at 17:25 | #18

    Pak, saya Retno sedang menempuh skripsi,.mau tanya sebenarnya secara teori apakah ada pengaruh antara peringkat obligasi terhadap perubahan harga obligasi pak?lalu apakah ada teori yang memaparkan mengenai hal tersebut pak?

    terimakasih :)

  18. Rudiyanto
    March 11th, 2013 at 12:21 | #19

    @Retno oktafiani
    Salam Retno,

    Perubahan peringkat kredit masuk dalam kategori risiko kredit. Apakah risiko kredit berpengaruh terhadap harga obligasi? pastinya ada. Namun saya menyarankan agar kamu membaca2 kembali beberapa teori dasar tentang investasi. Hal seperti ini memang sudah pernah dibahas, hanya saja bahasanya tidak gamblang seperti di atas.

    Kelemahan teori tersebut adalah bisa diterapkan pada obligasi yang transaksinya likuid, jika tidak (obligasi jarang transaksi) maka sulit untuk mengukur kebenaran teori tersebut meskipun pada prakteknya memang demikian.

    Semoga membantu. Terima kasih

  19. anggie
    March 13th, 2013 at 07:01 | #20

    pak, saya anggie, saya mau tanya pak, barang kali bapak tahu buku yang lengkap seputar investasi peringkat obligasi. soalnya saya memerlukan teori tentang hubungan inflasi dengan peringkat obligasi pak. dimana inflasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat suku bunga. sehingga dari teori tersebut akan berdampak terhadap peringkat obligasi. namun saya kurang mempunyai teori yang kuat untuk itu pak.
    mohon pencerahannya, dimana saya mendapatkan informasi teori tentang hubungan inflasi terhadap peringkat obligasi, soalnya dari literatur yang saya baca hanya pada tingkat suku bunga saja namun bukan inflasi pak.

    trimakasih…..

  20. Rudiyanto
    March 13th, 2013 at 09:46 | #21

    @anggie

    Dear Anggie, sudah mencoba mengobrak-abrik buku investasi yang ada diperpustakaan universitas anda? Di masa-masa kuliah saya banyak belajar dari buku2 tersebut loh.

  21. anggie
    April 6th, 2013 at 17:49 | #22

    @Rudiyanto
    terimakasih pak…………

  22. vivi
    April 25th, 2013 at 12:24 | #23

    pak saya mau tnya bagaimana caranya melihat daftar nama perusahaan tahun 2008 – 2011 yang masuk dalam peringkat moody . Terima kasih pak .

  23. Rudiyanto
    April 26th, 2013 at 08:52 | #24

    @vivi
    Dear Vivi, sudah mencoba ke website Moody?

  24. vivi
    April 27th, 2013 at 17:43 | #25

    sudah pak tetapi untuk perusahaan di indonesia yang masuk peringkat moody kenapa tidak ada yaa pak ?

  25. Rudiyanto
    April 27th, 2013 at 21:00 | #26

    @vivi
    Salam Vivi,
    Rating obligasi itu sifatnya tidak gratis. Artinya perusahaan penerbit obligasi membayar kepada perusahaan rating agar memeringkat obligasi yang diterbitkannya. Sebagai perusahaan rating, mereka tetap akan berupaya objektif meskipun mereka dibayar atas jasa mereka memeringkat suatu perusahaan, dan ada kemungkinan perusahaan merasa keberatan jika hasil rating tidak seperti yang mereka harapkan.

    Kepada investor, untuk mengakses data tersebut terkadang ada yang dipublikasikan di publik seperti PEFINDO sehingga gratis, ada pula perusahaan pemeringkat yang hanya mempublikasikan data ratingnya saja, sementara utk mengakses detail dasar pemeringkatan tersebut diharuskan untuk berbayar.

    Setahu saya, kebanyakan atau hampir semua perusahaan obligasi di Indonesia menggunakan PEFINDO sebagai lembaga rating yang utama. Jadi mungkin agak sulit untuk mencari perusahaan yang dirating oleh Moody. Jika memang data tersebut dibutuhkan, saran saya kamu menghubungi Moody langsung.

    Semoga bermanfaat.

  26. vivi
    April 29th, 2013 at 10:31 | #27

    oiyaa pak terima kasih >

  27. Adam
    April 29th, 2013 at 13:04 | #28
  28. siska
    April 29th, 2013 at 17:30 | #29

    pak, saya mau nanya, apa bapak pernah mendengar rating obligasi bank? apa saya boleh tau bagaimana pengaruh tingkat kesehatan bank terhadap rating obligasi? terimakasih pak.

    • Rudiyanto
      April 29th, 2013 at 19:49 | #30

      Salam Siska,

      Rating obligasi bank tidak ada bedanya dgn rating obligasi non bank. Terkait kesehatan perusahaan, menurut kamu apakah jika kesehatannya kurang maka akan nendapatkan rating yg bagus? Apa definisi kesehatan itu sendiri?

  29. siska
    April 29th, 2013 at 20:09 | #31

    sama aja ya pak sama rating obligasi perusahaan? menurut saya kalo kesehatan bank nya kurang ratingnya juga kurang sih. bank yang sehat itu bank yang mampu menjalankan fungsi – fungsi nya dengan baik.
    saya sedang memikirkan skripsi dengan judul : pengaruh kinerja perusahaan terhadap rating obligasi dengan variabel mediasi tingkat kesehatan bank. judulnya dapat dari dosen, tapi saya masih bingung gimana itu, dosennya malah udah keluar negri.
    tingkat kesehatan di cari dari rasio rasio keuangan, terus saya mau nanya nentuin hubungan tingkat kesehatan dengan ratingnya bagaimana pak?
    maaf sebelumnya ganggu waktu bapak dan juga merepotkan:(

  30. Rudiyanto
    April 30th, 2013 at 11:46 | #32

    @siska
    Dear Siska,

    Seharusnya pertanyaan itu ditanyakan ke dosen kamu. Untuk rating perusahaan bisa cari di perusahaan pemeringkat dan untuk kesehatan bank bisa coba pelajari laporan keuangannya.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  31. siska
    April 30th, 2013 at 15:04 | #33

    nah itu dia, mau nanya dosennya tapi udah ga ada, di email ga di balas sama dianya. makanya coba2 nanya d sini.
    tapi makasih ya pak, udah ada masukan dikit :)

  32. Rudiyanto
    April 30th, 2013 at 15:15 | #34

    @siska
    Semoga berhasil

  33. tyas
    May 9th, 2013 at 17:35 | #35

    selamat sore pak,
    saya sedang skripsi dan mau meneliti pengaruh mekanisme corporate governance terhadap peringkat obligasi, sudah lumayan banyak penelitian, namun sejauh ini saya belum menemukan teori yang kuat apakah dalam memeringkat obligasi itu ada unsur corporate governance, dari sekian penelitian belum ada yg menjelaskan secara gamblang tentang hubungan keduanya
    mohon sarannya ya pak, terima kasih :)

    • Rudiyanto
      May 10th, 2013 at 06:17 | #36

      Dear tyas, saran saya kamu angkat telpon dan hubungi perusahaan pemeringkat utk menanyakan hal tersebut. Tidak ada yang lebih berkompeten menjawab hal tersebut selain mereka. Semoga sukses dengan skripsinya.

  34. Ayyu Pertiwi
    September 3rd, 2013 at 16:37 | #37

    sore pak, mau tanya kira2 profit perusahaan yg diukur dengan ROA tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi itu knp yah..blm nemu alasannya pak? terimakasih

  35. Rudiyanto
    September 4th, 2013 at 12:17 | #38

    @Ayyu Pertiwi
    Salam Ayu,

    Boleh tahu kamu mendapat informasi ROA tidak berpengaruh dari peringkat obligasi itu darimana?

  36. Ayyu Pertiwi
    September 5th, 2013 at 19:34 | #39

    itu hasil regres di skripsi saya pak ttg faktor-faktor yg mempengaruhi peringkat obligasi…hasil regresnya menunjukkan kalo DER berpengaruh positif sedangkan ROA tdk berpengaruh…sampel saya obligasi sektor non keuangan pak…dari tahun 2007-2010..

  37. Ayyu Pertiwi
    September 5th, 2013 at 19:37 | #40

    kira2 DER berpengaruh positif itu bisa karena imbas inflasi tidak ya pak, sehingga nilai dari uang itu naik sehingga hutang perusahaan menjadi tinggi..tetapi saya bingung kok peringkatnya bisa bagus dalam keadaan DER yg tinggi..mohon penjelasannya pak…

  38. Rudiyanto
    September 9th, 2013 at 09:20 | #41

    @Ayyu Pertiwi
    Salam Ayyu,

    Peringkat perusahaan diukur menggunakan indikator gabungan yang terdiri dari faktor kuantitatif (rasio keuangan) dan faktor kualitatif (pendapat analis). Terkadang, tergantung kepada perusahaan rating atau nature daripada perusahaan yang diperingkat (BUMN atau bukan), bobot antara kuantitatif dan kualitatif bisa berbeda.

    Misalnya karena merupakan BUMN, mungkin saja secara rating akan lebih diuntungkan karena faktor kualitatif memberikan skor lebih tinggi pada jenis perusahaan ini. Tentu hal di atas hanya merupakan suatu kemungkinan, saya yakin analis obligasi tentu akan memberikan pendapat yang seobjektif2nya. Namun di satu sisi, karena pendapat analis juga berperan dalam rating obligasi, maka bisa saja suatu perusahaan yang rasionya baik atau kurang baik tidak mendapat peringkat yang sebagaimana mestinya jika dilihat dari rasio keuangan saja.

    Terakhir, rating obligasi dihitung dari kemampuan melunasi hutangnya. Jika kamu mempelajari metode Altman Z-Score, kamu akan melihat bahwa tidak hanya rasio profitabiitas yang diukur tapi juga rasio lainnya.

    Semoga bermanfaat.

  39. kitin
    September 20th, 2013 at 16:00 | #42

    pak, kenapa obligasi selalu berkaitan dengan perusahaan manufaktur?
    lalu, bagaimana caranya mendapatkan peringkat obligasi pada pt.pefindo mulai tahun 2010-2012??
    saya sudah mencari ke websitenya,tapi gak ada pak
    terimakasih

  40. Rudiyanto
    September 21st, 2013 at 19:07 | #43

    @kitin
    Dear Kitin,
    Boleh tahu darimana kamu mendapatkan informasi bahwa selalu berkaitan dengan perusahaan manufaktur? bukankah ada obligasi dari perusahaan jasa keuangan dan sektor lainnya juga?

    Saya baru saja mengakses laporan rating historis suatu perusahaan dari pertama kali perusahaan tersebut menerbitkan obligasi hingga sekarang dari website PEFINDO. Saran saya carilah dengan lebih teliti lagi.

    Kemampuan untuk mendapatkan informasi juga merupakan bekal yang berharga untuk masa depan kamu nanti.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  41. TriLestari
    October 12th, 2013 at 23:52 | #44

    Halo pak. Saya mau tanya mengenai data peringkat obligasi. Apa peringkat obligasi itu diterbitkan per bulan, per tahun, apa per tanggal terbit obligasi ya? Saya sedang proses mengerjakan skripsi, saya butuh data untuk diolah di bab 4. Namun, saya masih bingung karena masih belum tahu secara pasti, apakah peringkat itu diberikan secara bulanan atau tahunan. Saya menggunakan data dari PEFINDO sebagai acuannnya. Mohon bantuannya pak. terima kasih banyak..

  42. Rudiyanto
    October 20th, 2013 at 22:18 | #45

    @TriLestari
    Halo Juga Tri Lestari,

    Anda bisa melakukan penelitian sederhana dengan melihat interval rating suatu perusahaan diberikan dari waktu ke waktu. Anda juga bisa baca lebih detail metodologi rating yang digunakan oleh perusahaan pemeringkat.

    Semoga bermanfaat.

  43. nugrah
    October 29th, 2013 at 17:07 | #46

    pak saya mau tanya, gimana caranya mendapatkan data perusahaan yang menerbitkan obligasi di bursa efek indonesia ? terimakasih

    • Rudiyanto
      October 30th, 2013 at 08:00 | #47

      Salam Nugrah,

      Sudah mencoba lihat2 di website Bursa Efek Indonesia?

  44. intan
    October 30th, 2013 at 12:17 | #48

    Pak mau bertanya, pengumuman rating obligasi yg dilakukan pefindo.com itu dilakukan pertahun atau sesuai keinginan dari pefindo itu sendiri? Terimakasih.

    • Rudiyanto
      October 30th, 2013 at 14:38 | #49

      Dear Intan,

      Untuk mendapatkan jawaban tersebut, saran saya kamu bisa menganalisa beberapa rating beberapa perusahaan sekaligus dan menemukan trendnya. Apakah pengumumannya per tahun atau sesuai dengan keinginan PEFINDO.

      Kalau kamu sudah melakukan, hasilnya bisa kita diskusikan disini.

      Semoga berhasil.

  45. intan
    October 30th, 2013 at 16:42 | #50

    @Rudiyanto
    Oh iya pak pertahun, hanya bingung dengan Latest Rating Announcement (yg ada di site pefindo) karena dipublish tiap bulan, mungkin itu revisian dari pefindo sendiri. jadi dikira perbulan.

    mau bertanya lagi.
    - perusahaan yg menerbitkan pengumuman di pefindo itu perusahaan yg terdaftar di BEI semua/tidak?
    - maksud/perbedaan rating release dan rating rational seperti apa? masih kurang mengerti
    - dilihat tidak ada tahun 2008 di ‘rating announcement’ hanya ada 2012-2013 saja, saran bpk saya harus mencari ulang atau dapat menghubungi pefindo?
    terimakasih banyak.

  46. Rudiyanto
    October 31st, 2013 at 11:53 | #51

    @intan
    Dear Intan,

    Terkait pertanyaan anda:
    - Tidak semua perusahaan yang menerbitkan obligasi harus Tbk
    - Coba dibandingkan secara detail, kalau tidak ada perbedaannya untuk apa dipusingkan?
    - Betul sekali

    Semoga bermanfaat.

  47. Parulian Simanjuntak
    November 5th, 2013 at 10:37 | #52

    Salam b’Rudy,
    Saya sedang meneliti variabel yang mempengaruhi sensitivitas harga obligasi dengan analisa durasi dan konveksitas. Namun umumnya menggunakan variabel tingkat bunga. Tingkat bunga sendiri dipengaruhi oleh factor inflasi.
    Saya bermaksud meneliti pengaruh inflasi dan tingkat bunga dengan durasi dan konveksitas terhadap sensitivitas harga obligasi.
    Apakah menurut b’Rudy hal ini mungkin dilakukan?
    Mohon momentary dan pendapatnya!
    Trimakasih

    PS

    • Rudiyanto
      November 8th, 2013 at 18:33 | #53

      Salam Pak Parulian,

      Mohon maaf, sepertinya email anda masuk ke spam sehingga terlewatkan. Boleh dijabarkan lebih lanjut seperti apa penelitian yang anda akan lakukan?

  48. beni
    November 7th, 2013 at 10:35 | #54

    assalamualikum
    pak pengaruh peringkat obligasi terhadap perubahan harga obligasi ada atau gak pak? terimakasih

    • Rudiyanto
      November 7th, 2013 at 16:20 | #55

      Salam Sejahtera Beni,

      Peringkat berpengaruh terhadap harga obligasi, namun hanya salah satunya saja. Masih ada faktor2 lain yg berpengaruh terhadap harga obligasi.

      Semoga bermanfaat

  49. beni
    November 8th, 2013 at 13:51 | #56

    pak yang mempengaruhi perubahan harga obligasi antara lain : likuiditaas obligasi, coupon, jangka waktu jatuh tempo, sama peringkat obligasi.
    pak mau tanya nyari likuiditas obligasi sama perubahan harga obligasi itu di idx nya itu bagaimana ya pak?

  50. pity
    November 20th, 2013 at 10:48 | #57

    @delim
    untuk mendownload data tentang peringkat obligasi perusahaan manufaktur link nya apa ya? saya coba buka di web pefindo kok susah.

  51. pity
    November 20th, 2013 at 10:51 | #58

    untuk mendownload data tentang peringkat obligasi th 2010-2012 perusahaan manufaktur link nya apa ya? saya coba buka di web pefindo kok susah.

  52. Rudiyanto
    November 21st, 2013 at 13:28 | #59

    @beni
    Dear Beni,

    Boleh tahu definisi likuiditas menurut paper yang kamu susun itu apa?

  53. Rudiyanto
    November 21st, 2013 at 13:29 | #60

    @pity
    Makanya jangan hanya di buka saja, tapi dipelajari dengan seksama. Proses mencari data itu sama pentingnya dengan proses interprestasi data itu sendiri.

    Semoga berhasil

  54. beni
    November 25th, 2013 at 12:43 | #61

    likuiditas obligasi diukur dengan menggunakan frekuensi perdagangan
    obligasi setelah diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.
    saya ngambil data angka yang mana ya pak di bond book/IBMD nya untuk data likuiditas obligasi? terimakasih

  55. Rudiyanto
    December 1st, 2013 at 23:11 | #62

    @beni
    Salam Beni,

    Untuk data transaksi obligasi, seharusnya ada di bursa efek indonesia. Anda bisa coba di bagian statistiknya, namun pekerjaan tersebut menguras waktu karena sangat manual. Tapi hal ini akan menjadi latihan yang bagus buat kamu memahami data transaksi pasar modal di Indonesia.

    Untuk data obligasi dalam format excel friendly biasanya sulit diperoleh karena harus berlangganan. Harganya juga tidak bersahabat untuk ukuran mahasiswa.

    Demikian Beni, semoga sukses dengan penelitiannya.

  56. beni
    December 11th, 2013 at 10:34 | #63

    pak nyari data harga obligasi di idx nya dimana ya?
    saya buka di IBMD nya masih bingung, nyari data harga obligasinya.

  57. Rudiyanto
    December 11th, 2013 at 10:51 | #64

    @beni
    Sudah mencoba informasi pasar?

  58. December 28th, 2013 at 14:17 | #65

    pak,, untuk mengunduh atau melihat data obligasi korporasi periode tahun 2009-2012.. saya kesulitan… mohon informasinya. terima kasih.

  59. beni
    December 31st, 2013 at 16:00 | #66

    pak cara melihat atau mencari data harga pasar obligasi setiap tahunnya dimana ya pak? terimakasih

  60. Rudiyanto
    January 2nd, 2014 at 10:19 | #67

    @Yudi
    Pagi Yudi,

    Data obligasi korporasi itu data yang mau dilihat data apanya ya?

  61. Rudiyanto
    January 2nd, 2014 at 10:20 | #68

    @beni
    Pagi Beni,

    Data obligasi itu bisanya berlangganan. Bisa melalui bloomberg, IBPA atau Infovesta. Atau yang lebih murah, lihat arsip koran satu per satu. Semoga bermanfaat.

  62. beni
    January 2nd, 2014 at 14:34 | #69

    pak saya kan lagi mengerjakan skripsi yang membahas mengenai perubahan harga obligasi pemerintah. disini saya kesulitan mencari data harga pasar obligasi periode 2008-2012, jadi saya menggunakan harga nominal obligasi (nominal value) pada periode tersebut. menurut pendapat bapak bagaimana? terimakasih

  63. Rudiyanto
    January 3rd, 2014 at 09:32 | #70

    @beni
    Kalau menurut saya, seharusnya kamu mengganti judul skripsi menjadi perubahan nominal obligasi pemerintah supaya sesuai dengan datanya.

  64. beni
    January 3rd, 2014 at 09:52 | #71

    apakah faktor likuiditas obligasi, coupon obligasi, inflasi, BI rate dan jangka waktu jatuh tempo obligasi mempengaruhi perubahan nilai nominal obligasi pemerintah pak?
    saya lihat di Indonesia Bond Market Directory (IBMD) atau buku data obligasi, nominal value obligasi pemerintah disetiap tahunnya mengalami perubahan pak terutama obligasi pemerintah seri FR. apakah faktor tersebut diatas turut mempengaruhi perubahannya pak?
    terimakasih

  65. Rudiyanto
    January 3rd, 2014 at 10:02 | #72

    @beni
    Secara praktek, pemerintah menerbitkan obligasi karena pendapatannya tidak cukup untuk membiayai pengeluarannya. Jadi selama negara kita masih defisit akan ada utang baru terus.

    Akan tetapi secara teoritis atau dalam konteks pembuatan skripsi, jawaban kamu harusnya bisa diperoleh jika kamu melakukan riset. Jika dari penelitian kamu menunjukkan itu ada hubungan ya berarti ada, jika tidak ada berarti ya tidak ada. Tujuan dari penelitian itu kan menemukan apakah ada hubungan / pengaruh antara satu faktor dengan faktor lainnya dan apakah hubungan tersebut signifikan atau tidak.

  66. beni
    January 3rd, 2014 at 10:51 | #73

    terimakasih pak atas masukannya.
    kalo mencari data nilai nominal obligasi pemerintah pertama kali diterbitkan dimana ya pak?

  67. Rudiyanto
    January 3rd, 2014 at 11:05 | #74

    @beni
    Coba dicari di tempat kamu mengambil data nominal obligasi pemerintah itu. Semoga beruntung

  68. beni
    January 3rd, 2014 at 14:06 | #75

    iya pak terimakasih.
    artikel bapak sangat bermanfaat bagi kami.

  69. uci
    January 28th, 2014 at 23:45 | #76

    Selamat malam
    Saya uci mahasiswa yg sedang menyusun skripsi, saya ingin tau apakah ada kasus pada tahun 2010-2013 perusahaan gagal bayar obligasi padahal rating perusahaan tersebut tinggi?
    Terimakasih pak

  70. Rudiyanto
    January 30th, 2014 at 12:04 | #77

    @uci
    Salam Uci,

    Untuk pertanyaan tersebut seharusnya menjadi salah satu bagian tugas dalam pembuatan skripsi yaitu riset terhadap data. So selamat berusaha untuk mencari tahu ttg hal itu ya.

  71. rina
    February 3rd, 2014 at 16:25 | #78

    @Rudiyanto
    Selamat sore pak, saya sedang menyusun skripsi ttg kinerja obligasi syariah dan obligasi konvensional. Dalam mnghitung ytm obligasi syariah saya bngung memasukan tingkat bunga,,karena pada sukuk sendiri tdk mngenal hal tersebut.?
    Terima kasih pak

  72. Rudiyanto
    February 3rd, 2014 at 18:56 | #79

    Salam Rina,

    Silakan baca2 di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/?s=sukuk

    Semoga bermanfaat.

  73. sari
    February 13th, 2014 at 11:44 | #80

    selamat pagi pak, saya sedang menyusun skripsi dan saya mengalami kesulita untuk menghitung yield to maturity nya, karena saya sudah cek di bond book tapi hrga pasar obligasi di suatu perusahaan tersebut tidak ada, boleh tau pak dimana saya harus melihat harga pasar obligasi perusahaan

  74. Rudiyanto
    February 13th, 2014 at 18:34 | #81

    @sari
    Selamat Sore Sari,

    Sudah coba melihat koran kontan bagian data pasarnya?

  75. kitin
    February 18th, 2014 at 02:36 | #82

    salam sejahtera pak
    pak saya mau tanya, misalnya peringkat obligasi A memiliki skala 16 atau D memiliki skala 0
    jadi pak adakah teori menurut para ahli yang menyatakan mengenai skala peringkat obligasi tersebut?
    mohon bantuannya pak
    terimakasih

  76. Rudiyanto
    February 20th, 2014 at 03:07 | #83

    @kitin
    Salam Kitin,

    Terus terang saya baru pertama kali mendengar skala itu yaitu dari kamu. Bagaimana kalau kamu yang menjadi ahli tersebut saja?

    Bukankah peringkat obligasi juga sudah dibuat dalam skala tertentu dari AAA – D ?

  77. nia
    March 21st, 2014 at 22:58 | #84

    pak saya mau bertanya, bagaimana prosedur lembaga pemeringkat obligasi memeringat obligasi pak?

  78. Rudiyanto
    March 28th, 2014 at 01:01 | #85

    @nia
    Salam Nia,

    Sudah mencoba mengecek ke website lembaga pemeringkat obligasi tersebut?

  79. nkt
    April 2nd, 2014 at 08:41 | #86

    Pak, mau tanya ttg periode berlakunya rating tsb. Misal pada tgl 31 des 2013, rating obligasi X adalah AAA, nah rating tsb ada masa berlakunya? Kalau ada berapa lama ya periodenya?
    Thx.

  80. Rudiyanto
    April 2nd, 2014 at 08:47 | #87

    @nkt
    Sudah cek laporan PEFINDO untuk obligasi yang anda maksud?

  81. ilham
    April 11th, 2014 at 11:21 | #88

    salam sejahtera pak,
    di komen di atas ada yang posting rating announcement pefindo 2008-20011.
    apa ada yang punya untuk tahun 2012?
    thx.

  82. Rudiyanto
    April 11th, 2014 at 11:22 | #89

    @ilham
    Salam Sejahtera juga,

    Sudah coba cari ke website PEFINDO?

  83. Ima Alatas
    April 18th, 2014 at 21:18 | #90

    @Rudiyanto
    Benar Pak, saya juga sedang bingung dengan hal itu. Menurut Pak Rudi, jika kita ingin meneliti prediksi peringkat dengan analisis diskriminan, apa bisa membagi nya menjadi high (AAA, AA, A) and Low (BBB, BB, B) ? sedangkan yang umum adalah mendiskriminan antara investment dan non-investment.

    Terima kasih ata jawaban Bapak

    Ima-

  84. Rudiyanto
    April 19th, 2014 at 12:35 | #91

    @Ima Alatas
    Salam Ima,

    Pertanyaan itu seharusnya diajukan ke dosen pembimbing yang nantinya akan menguji hasil skripsi kamu.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

  85. ahmad
    May 2nd, 2014 at 23:28 | #92

    Salam Kenal bapak, saya ahmad bapak, sedikit nanya pak, skripsi saya tentang faktor2 makroekonomi yang mempengaruhi rating obligasi pemerintah…. kira2 bapak teori yang cocok yang melandasi hal tersebut apa ya bapak ? terima kasih bapak…berharap banget di bls bapak

  86. Rudiyanto
    May 5th, 2014 at 11:23 | #93

    @ahmad
    Salam Ahmad,

    Kalau teori saya juga kurang tahu, kamu bisa coba cari di buku-buku investasi ataupun via searching di google.

    Terima kasih.

  87. kiki
    May 8th, 2014 at 16:25 | #94

    selamat sore pak. saya kiki pak. saat ini saya sedang dalam pengerjaan skripsi pak. saya mau nanya pak, gimana caranya saya bisa dapat perusahaa yang masuk dalam rating obligasi di pt fitch rating indonesia. saya sudah cari dari berbagai situs tapi gak dapat pak. makasih pak.

    • Rudiyanto
      May 8th, 2014 at 16:38 | #95

      Selamat sore juga Kiki,

      Setahu saya memang tidak banyak perusahaan yg menggunakan fitch sebagai lembaga pemeringkat obligasinya. Jadi mungkin kamu bisa menggunakan referensi perusahaan yg lain.

      Semoga bermanfaat

  88. winda
    May 12th, 2014 at 09:37 | #96

    pak mau tanya,,,cara ngeliat umur obligasinya bagaimana?? saya sedikit kebingungan..makasih sebelumnya

  89. Yani Leii
    June 3rd, 2014 at 11:48 | #97

    Siang pak
    Saya ada tugas disuruh analisis rating obligasi tapi koq saya susah menemukannya
    Saya disuruh satu bidang tapi 2 perusahaan
    Bole minta tolong rekomendasinya pak?
    Terima kasih

    • Rudiyanto
      June 4th, 2014 at 09:19 | #98

      Pagi Yani,

      Sudah coba mengunjungi situs perusahaan rating obligasi?

  90. nia
    June 13th, 2014 at 21:51 | #99

    selamat malam pak, terimakasih atas informasi-informasi di blog ini yg sangat membantu saya dalam pembuatan skripsi, saya sedang membuat skripsi mengenai peringkat obligasi yg mengalami downgrade, rencananya saya ingin meneliti dari tahun 2003-2013, tetapi setelah saya mengumpulkan data dari pefindo, di pefindo hanya menyediakan data dari tahun 2004, dimana skiranya say bisa mendapatkan data tahun 2003 ya pak? terimakasih atas bantuannya.

  91. Rudiyanto
    June 16th, 2014 at 01:53 | #100

    @nia
    Selamat Malam Nia,

    Sudah mencoba menghubungi PEFINDO?

  92. nia
    June 20th, 2014 at 10:17 | #101

    sudah pak, saya mengirimkan email kepada pefindo ke marketing@pefindo.co.id
    tapi sampai sekarang belum ada balasan.

  93. Rudiyanto
    June 20th, 2014 at 15:38 | #102

    @nia
    Mungkin harus didatangi kali? Ayo usaha lebih keras lagi.
    Semoga berhasil

  94. nia
    July 2nd, 2014 at 19:48 | #103

    Selamat malam pak, terimaksih sarannya. Pak saya ingin bertanya biasanya pemeringkatan obligasi melihat laporan keuangan perode kapan ya pak? Misalnya saya ingin membuktikan apakah ada manajemen laba ketika penurunan peringkat obligasi. Terjadinya penurunan obligasi pada Septemeber 2012. Apakah saya mengcek laporan keuangan 2012 atau 2013 ya pak? terimakasih, mohon bantuannya.

  95. Rudiyanto
    July 3rd, 2014 at 09:50 | #104

    @nia
    Sudah membaca rating rationale peringkat obligasi secara detail?

  96. Nia
    July 25th, 2014 at 16:46 | #105

    sudah pak, apakah peringkat pefindo pada tahun t mengacu pada laporan keuangan tahun t-1?

  97. Rudiyanto
    July 29th, 2014 at 00:24 | #106

    @Nia
    Kalau sudah dibaca, tentu anda sudah membaca pula indikator keuangan yang biasanya ditampilkan dalam laporan tersebut bukan? Periode yang manakah itu?

  98. Gon
    August 19th, 2014 at 11:00 | #107

    Pak saya mau bertanya bagaimana cara konversi rating obligasi ke data interval.
    apakah sama dengan MSI untuk kuisioner?
    sebab saya sudah cari berkali-kali tetapi hasil berbeda dengan skripsi acuan saya.
    terima kasih

  99. Rudiyanto
    August 19th, 2014 at 16:05 | #108

    @Gon
    Dear Gon,

    Untuk konversi data yang sifatnya non angka ke angka biasanya yang pernah saya temui adalah seperti pada kasus kebangkrutan, dimana bangkrut angka 0 dan tidak bangkrut angka 1. Atau pada metode penilaian kemampuan mengalahkan pasar henriksson merton dimana menang 1 dan kalah sama 0. (Tolong dikoreksi kalau urutannya salah)

    Namun untuk data non angka yang sifatnya ada tingkatan seperti rating, terus terang saya belum pernah lihat cara untuk konversi ke angkanya. Tapi sebenarnya ini bukan masalah yang terlalu besar, sepanjang kita nyatakan dasar teori dan asumsi yang jelas kita bisa membuat interval sendiri.

    Dan saya juga tidak tahu apa itu MSI, jadi mungkin pertanyaan anda bisa ditanyakan ke dosen statistik.

    Terima kasih.

  100. Emanuel S.W
    November 9th, 2014 at 22:15 | #109

    Pak, saya ingin menayankan, apa yang dilakukan jika data peringkat obligasi semuanya masuk dalam kategori invesment grade. Saya terkendala di bab IV skripsi saya, apa yang harus dilakukan…. terima kasih sebelumnya

  101. Rudiyanto
    November 10th, 2014 at 18:01 | #110

    @Emanuel S.W
    Salam Pak Emanuel,

    Bukankah hal tersebut bagus karena itu berarti perusahaannya pada bonafid semua?

  102. Emanuel S.W
    November 11th, 2014 at 09:45 | #111

    Yang saya bingungkan pada saat uji statistik pak, kata dosen statistik saya nd bisa masuk invesment semua, karena perlu ada yang nilai 0 (masuk kategori non invesment), sedangkan saya tanyakan dosen manajemen keuangan, beliau mengatakan ” kamu pecah aja” yang nilainya (AAA, AA+, AA, AA-) diberi nilai 1, sedangkan peringkat obligasi (A+, A-, BBB+) diberi nilai 0. namun dosen pembimbing saya menyanakan dasarnya apa dibagi seperti itu, beliau juga kebingungan pak. mohon pencerahannya pak, terimakasih.

  103. Rudiyanto
    November 12th, 2014 at 22:57 | #112

    @Emanuel S.W
    Malam Emanuel,

    Kalau kesulitan untuk menamakannya menjadi Investment Grade dan Non Investment Grade karena data tidak tersedia, kenapa tidak dinamakan kategori 1 dan 2 atau nama lainnya seperti di atas A+ dan di bawah A+ ?

  104. Emanuel S.W
    November 13th, 2014 at 00:54 | #113

    jadi pak untuk invesmnet grade bisa dipecah lagi dan kita asumsikan sendiri seperti (AAA, AA+, AA, AA-) diberi nilai 1, sedangkan peringkat obligasi (A+, A-, BBB+) diberi nilai 0 ? begitu pak ?

  105. Rudiyanto
    November 13th, 2014 at 08:57 | #114

    @Emanuel S.W
    Saya hanya mengikuti saran dari Dosen Manajemen keuangan kamu juga karena kamu kesulitan data untuk non investment grade. Perihal itu bisa dianggap benar atau tidak, pas kamu skripsi tergantung penguji dan argumentasinya.

  106. November 14th, 2014 at 16:45 | #115

    bapak saya lgi mengadakan penilitian yang jdul nya “pengaruh profitabilitas, likuiditas dan leverage terhadap peringkat obligasi pada perusahaan finance yang terdaftar di BEI 2010-2012″
    sya pengen tahu pak gmna cara nyari data nya?
    trus cara menentukan peringkat obligasi nya tuh gmna bapak?
    mhon bantuannya
    makasih

  107. Rudiyanto
    November 16th, 2014 at 20:55 | #116

    @melawati dewi
    Mala Dewi,

    Kalau belum tahu bagaimana cara mencari datanya, usul saya kamu ganti judul lain yang mudah kamu cari datanya.

    Semoga bermanfaat.

  108. annisa
    November 26th, 2014 at 21:20 | #117

    malam pak,
    pak saya lagi meneliti mengenai pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap peringkat obligasi perusahaan., kata dosen saya knapa itu deteliti lgi padahal kan sudah diteliti oleh lembaga pemeringkatnya seperti pefindo.. dan rasio tersebut ada disajikan pada bond book nya langsung,. tapi yang saya binggungkan kenapa banyak penelitian yang meneliti mengenai pengaruh rasio tersebut

    mohon pencerahannya pak:)

  109. Rudiyanto
    November 27th, 2014 at 16:54 | #118

    @annisa
    Sore Annisa,

    Kalau komentar saya persis seperti dosen kamu, untuk apa meneliti sesuatu yang sudah diteliti oleh lembaga pemeringkat.

    Kalau topik penelitian yang menarik menurut saya, adalah misalkan kamu bisa membuktikan bahwa rating tersebut salah, apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah.

    Mengenai mengapa banyak yang memilih topik tersebut, mungkin saja karena contekan sudah banyak sehingga banyak orang mengambil jalan pintas untuk membuat skripsi yang mudah.

    Skripsi itu seumur hidup hanya sekali, sama seperti halnya hidup. Jadi mumpung masih punya waktu, energi dan pikiran, buatlah sesuatu yang membuat kamu bangga dengan hasil skripsi tersebut.

    Semoga bisa memberikan pencerahan.

  110. sari
    November 29th, 2014 at 09:13 | #119

    selamat pagi pak,,,saya mau mnanyakan seputar obligasi,,bgaimna saya bsa mngetahui bhwa obligSI trsebut di jamin/tidak,,,sumbernya dri mna,,mhon pjelsanny,,,trimksih pak,,

  111. Rudiyanto
    December 1st, 2014 at 17:32 | #120

    @sari
    Selamat Sore,

    Untuk informasi yang paling lengkap tentang obligasi bisa dicari di prospektus. Untuk mencari prospektus obligasi, cara yang paling baik adalah datang pada saat IPO obligasi karena dibagikan kepada peserta di sana. Di luar itu agak sulit karena jarang ada yang menyimpan softcopynya.

    Terima kasih

  112. sari
    December 1st, 2014 at 21:27 | #121

    trimaksih bapak,,,

  113. Gon
    December 4th, 2014 at 00:28 | #122

    @Emanuel S.W
    Saya juga mengalami kendala yg sama dgn emanuel pak .
    Lalu apakah boleh kalau saya mengkonversi rting dgn memberi angka tertinggi untuk rating AAA+ berurutan sampai angka 0 untuk rating D.
    Mohon penjelasannya pak.
    terimakasih

  114. Rudiyanto
    December 4th, 2014 at 17:50 | #123

    @Gon
    Kalau soal boleh atau tidak boleh, itu adalah perihal disetujui oleh dosen pembimbing kamu apa tidak dan apakah siap untuk diargumentasikan pada saat sidang skripsi atau tidak.

    Semoga bermanfaat.

  115. bobby sanjaya
    December 4th, 2014 at 18:34 | #124

    pak saya mau tanya

    mengapa pihak asing tertarik akan surat utang di indonesia mengingat imbal hasil yang diberikan masih sangat tinggi?

    terimaksih

  116. December 9th, 2014 at 08:29 | #125

    selemat pagi pak
    saya mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya masi bingung dengan data 8 bulan sebelum dan 8 sesuda pengumuman peringkat ?

    dan apa maksud dari Investment Grade dan non investment grade ?

  117. Rudiyanto
    December 10th, 2014 at 01:31 | #126

    @rani
    Selamat Pagi Ibu Rani,

    Sebaiknya ditanyakan langsung dengan memberikan atau membuat statement 8 bulan tersebut.

    Mengenai Investment dan Non Investment grade silakan baca artikel dan komentar di atas.

    Terima kasih

  118. hermin
    December 11th, 2014 at 06:19 | #127

    selamat pagi pak, saya sedang mengerjakan skripsi tentang peringkat obligasi, bagaimana saya memperoleh data IBMD tahun 2011-2014 ya pak, saya download di BEI hanya ada data tahun 2011 yang lengkap, yang lainnya cuma preview saja pak, terimakasih.

  119. Rudiyanto
    December 11th, 2014 at 10:08 | #128

    @hermin
    Selamat pagi,

    Hal ini boleh ditanyakan kepada pihak IDX langsung?

    Terima kasih

  120. april
    December 11th, 2014 at 12:59 | #129

    pak saya mau tanya
    kenapa pihak asing lebih tertarik membeli obligasi di indonesia , terkait dengan imbal hasil yang di berikan masih sangat tinggi

  121. Rudiyanto
    December 11th, 2014 at 13:06 | #130

    @april
    Dear April,

    Itu pertanyaan yang sama dengan Bobby Sanjaya di atas yang juga sudah saya jawab tapi tidak muncul disini karena ditanyakan beberapa kali.

    Bayangkan saja, kamu adalah orang punya uang. Si A datang mau pinjam uang dan menawarkan bunga 8%, si B juga datang dengan maksud yang sama tapi bunga yang ditawarkan 3%. Kira-kira siapa yang bakal kamu pinjamkan uangnya?

  122. Ihsan
    January 14th, 2015 at 18:36 | #131

    Pak,saya mau tanya, bagaimana cara melihat rating perusahaan di pefindo tahun 2010 hingga 2013? Jika emiten yang dicari tidak ditemukan, apa mungkin emiten tersebut titdak menggunakan jasa pefindo? terimakasih.

  123. abdurrahman
    January 26th, 2015 at 15:22 | #132

    kalau maulihat NAB perusahaan pada tahun 2010-2014 bagaimana pak ? soal a yg muncul cuman tahun 2014 duank … saya kebingungan untuk mencari yang tahun 2010-2013
    saya sudah masuk web a infovesta dan kontan tapi blum bisa ktmu … mohon bantanya

    NB:data uuntuk pengembengan penelitian >>
    terima kasih

  124. Rudiyanto
    January 27th, 2015 at 15:01 | #133

    @Ihsan
    Salam Pak Ihsan,

    Sudah mencoba di PEFINDO ?
    Kalau saya tidak salah mayoritas perusahaan di Indonesia menggunakan jasa PEFINDO sebagai perusahaan pemeringkat, jadi perusahaan yang tidak menggunakan sangat sedikit. Dan dalam rating, biasanya disebut perusahaan mana yang memberikan rating.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

  125. Rudiyanto
    January 27th, 2015 at 15:02 | #134

    @abdurrahman
    Salam Pak Abdurrahman,

    Apakah sudah mencoba di website OJK dengan mengganti tahunnya?

  126. Miranti
    January 31st, 2015 at 20:17 | #135

    Pak, kalo ingin mengetahui data perubahan obligasi bagaimana?
    apakah harus berlangganan di web IBPA? kalo iya, kira-kira berapa biayanya? apakah mahal? terimakasih.

  127. Rudiyanto
    February 1st, 2015 at 22:39 | #136

    @Miranti
    Malam Ibu Miranti,

    Alternatifnya bisa di IBPA atau Infovesta. Untuk harganya silakan bertanya langsung ke institusi tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  128. Miranti
    February 4th, 2015 at 19:20 | #137

    terimakasih pak atas jawabannya. Sekarang saya ingin menanyakan
    1) Apa bedanya issue amount, amount outstanding, dan current amount pada obligasi pemerintah? Karena nominal yang ditunjukkan berbeda-beda. Mohon bapak bisa menjelaskannya. Karena saya hanya menemukan ini pada obligasi pemerintah saja. Tidak seperti obligasi korporasi.
    2) Jika pemerintah mengeluarkan obligasi senilai 10Milyar dengan harga 102%, lalu investor yg tertarik membeli 5Milyar, harga yang dia bayar 5M dikali 102% pak ??
    Terimakasih. maaf jika pertanyaannya banyak pak.

  129. Rudiyanto
    February 5th, 2015 at 10:15 | #138

    @Miranti
    Salam Miranty,

    1. Ada contohnya?

    2. Kalau penawaran oleh pemerintah, biasanya selalu di harga par. Harga di atas atau di bawah par itu biasanya terjadi di pasar sekunder. Meskipun dalam buku teori, disebutkan penawaran obligasi bisa di atas atau di bawah par, pada kenyataannya di Indonesia jika obligasi tidak laku, maka kuponnya dinaikkan dan sebaliknya. Ketika sudah tercapai titik temu, pada penawaran pertama kali menggunakan harga par.

    Jika transaksi tersebut terjadi pasar sekunder, maka yang dibayarkan adalah seperti yang kamu sebutkan di atas ditambah dengan Accrued Interest kalau ada.

    Semoga bermanfaat.

  130. Miranti
    February 6th, 2015 at 06:05 | #139

    saya ambil contoh obligasi pemerintah seri FR0027.
    Pada web IBPA tertulis
    issue amount : 13,089,000,000,000.00
    amount outstanding : 17,278,032,000,000.00

    sedangkan pada web KSEI tertulis
    current amount : 19,989,000,000,000.00
    mohon dijelaskan pak… terimakasih.

  131. Rudiyanto
    February 9th, 2015 at 11:08 | #140

    @Miranti
    Salam Miranti,

    Terus terang saya tidak tahu mengapa angkanya berbeda. Mungkin bisa ditanyakan langsung sama perusahaan yang menerbitkan data tersebut.

    Terima kasih

  132. yulia imagiar
    February 18th, 2015 at 13:22 | #141

    pak saya sedang mengerjakan skripsi. bagaimana cara mengkonversi rating obligasi ke dalam bentuk angka ?

  133. Rudiyanto
    February 24th, 2015 at 00:13 | #142

    @yulia imagiar
    Salam Yulia,

    Silakan tanyakan dengan dosen pembimbing anda.
    Semoga skripsinya cepat selesai.

  134. bagus
    March 5th, 2015 at 12:18 | #143

    pak saya mau nanya, rating yg digunakan dalam pembuatan suatu penelitian, itu yg digunakan yg mana ya apak?? soalnya dalam listed corporate bonds, terkadang dalam 1 perusahaan ada beberapa seri obligasinya dengan tahun dan dengan peringkat yg berbeda2,,,, misal: perusahaan A, obligasi XXXX II thn 2006 seri A , obligasi II thn 2007 seri B dan seterusnya itu yg digunakan yg mana pak????,, dan juga mau nanya pak , apakah nilai peringkat semisal A- ,B- itu sama saja dengan AAA, /BBB

  135. Rudiyanto
    March 5th, 2015 at 12:24 | #144

    @bagus
    Ada contoh nyatanya pak Bagus?

  136. March 12th, 2015 at 14:22 | #145

    siang pak. skripsi saya tentang analisis reaksi pasar dalam merespon penurunan peringkat obligasi perusahaan. dan dosen saya inginkan data di IBPA bukan di pefindo. untuk mendapatkan data peringkat obligasi dari tahun 2009 – 2013 bisa saya dapatkan dimana ya pak? apa harus beli data? terimaksih

  137. Ana
    March 14th, 2015 at 11:38 | #146

    Selama siang pak. Skripsi saya tentang analisis pengaruh credit rating terhadap capital structure pak.
    Saya sudah mengolah data skripsi saya pak dan menemukan hasil bahwa credit rating yang mendekati penurunan tidak mempengaruhi struktur modal perusahaan di Indonesia pak. sedangkan credit rating yang mendekati peningkatan mempengaruhi struktur modal secara signifikan pak. Tapi saya masih bingung mencari teori untuk membuktikan hasil penelitian saya ini pak. Apakah bapak bisa bantu saya untuk menjelaskan masalah ini pak? terima kasih pak

  138. Rudiyanto
    March 16th, 2015 at 15:07 | #147

    @Nur
    Salam Nur,

    Coba kamu tanya dosen kamu atau cari tahu sendiri, yang memberikan peringkat obligasi itu PEFINDO atau IBPA? Akan lebih baik lagi kalau kamu kontak lembaga yang bersangkutan langsung.

    Semoga bermanfaat.

  139. Rudiyanto
    March 16th, 2015 at 15:15 | #148

    @Ana
    Salam Ana,

    Cara untuk membuktikan hasil penelitian adalah dengan data yang lengkap. Kalau memang datanya sudah super lengkap dengan kesimpulan yang kuat sementara teori belum ada, maka saran saya anda bisa membuat teori baru.

    Semua teori itu awal mulanya juga datang dari penelitian seperti yang kamu lakukan.

    Semoga bermanfaat.

  140. nony
    March 22nd, 2015 at 04:51 | #149

    pagi pak
    maaf pak, sy sedang mengerjakan skripsi saya tentang peringkat obligasi. dimana salah satu yg mempengaruhinya adalah BTDs dan Pajak tangguhan. menurut bapak bagaimana cara mengukur BTDs? lalu jika menggunakan regresi berganda, bagaimana input untuk aplikasi spss, apakah bisa menggunakan regresi ini untuk mengolah peringkat obligasi?
    Terima kasih pak :)

  141. Rudiyanto
    March 22nd, 2015 at 23:10 | #150

    @nony
    Malam Ibu Nony,

    Boleh dijelaskan apa itu BTDs?

    Mengenai penggunaan SPSS, bisa ditanyakan dengan dosen statistik atau membaca petunjuk penggunaan SPSS tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  142. Ega
    March 23rd, 2015 at 13:28 | #151

    siang pak,

    saya mau tanya bagaimana saya bisa melihat pemeringkatan perusahaan yang mengumumkan bond rating, saya sdh mencoba membuka di website new.pefindo.com tapi tidak bisa di akses
    mohon petunjuknya untuk pengerjaan skripsi saya pak terimakasih

  143. Rudiyanto
    March 24th, 2015 at 17:11 | #152

    @Ega
    Salam Pak Ega,

    Kalau http://www.pefindo.com sudah dicoba?

  144. rani
    March 25th, 2015 at 11:50 | #153

    assalau alaikum
    pak saya rani mahasisiwa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya mau tanya
    1. jika terjadi default obligiasi ,tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan obligasi?
    2. apakah ada jaminan peringkat obligasi dapat menghindarkan default obligasi?
    terimah kasih

  145. prima_andini
    March 25th, 2015 at 17:56 | #154

    malam pak,
    saya mau tanya bagaimana saya mendapatkan peringkat oblgasi tahun 2010-2013, karena saat saya lihat di pefindo hanya menampilkan tahun 2014 saja
    terima kasih

  146. Indana Mutiara
    March 25th, 2015 at 19:57 | #155

    Salam Pak,
    saya sedang mengerjakan skripsi pak saya mau bertanya dimana ya pak melihat nilai dan rating penerbitan obligasi syariah? karena saya lihat di BEI tidak mendapatkan datanya. mohon pencerahannya Pak. Terimakasih

  147. Rudiyanto
    March 26th, 2015 at 14:12 | #156

    @rani
    Salam Rani,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Anda bisa membaca buku yang membahas tentang kebangkrutan. Sebelum bangkrut, biasanya ada proses renegosiasi, restrukturisasi, dan istilah2 lainnya.
    2. Anda bisa membaca tentang studi kebangkrutan yang dilakukan PEFINDO http://www.pefindo.com/index.php/pageman/page/default-studies.html

    Semoga bermanfaat

  148. Rudiyanto
    March 26th, 2015 at 14:24 | #157

    @prima_andini
    Siang Ibu Andini,

    Mencarinya kurang teliti. Coba dicari dengan lebih teliti lagi.

  149. Rudiyanto
    March 26th, 2015 at 14:25 | #158

    @Indana Mutiara
    Salam Ibu Indana,

    Sudah coba ke PEFINDO ?

  150. prima_andini
    March 30th, 2015 at 21:59 | #159

    bapak benar bahwa saya kemarin kurang teliti, sekarang saya sudah bisa mendapatkan datanya..terimakash
    namun yang mau saya tanyakan lagi, kalau actionnya kadaluarsa itu maksudnya apa ya pak,, apa bisa di buat sampel perusahaan tersebut.. terimakasih

  151. Rudiyanto
    April 4th, 2015 at 17:37 | #160

    @prima_andini
    Salam Ibu Prima,

    Bisa lebih spesifik, apa yang dimaksud dengan action kadaluarsa ?

  152. rani
    April 6th, 2015 at 11:20 | #161

    selemat seiang pak saya rani mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya mau tanya apa yang dimaksud dengan obligasi perusahaan besar dan perusahaan kecil
    terimah kasih

  153. Rudiyanto
    April 6th, 2015 at 15:08 | #162

    @rani
    Selamat Siang Juga Rani,

    Boleh tahu darimana anda mendapat istilah tersebut?

  154. raisa
    April 6th, 2015 at 20:02 | #163

    pak maaf saya mau bertanya
    saya mahasiswa yang sedang memulai skripsi
    kalau rating obligasi di pefindo itu bagaimana cara aksesnya ya ? soalnya saya sudah coba buka pefindo tapi tidak dapat di akses, saya coba registrasi tapi belum mendapat tanggapan
    tapi kalau lihat di penelitian sebelumnya, ada yang mendapatkan/menggunakan data rating tsb
    lalu apakah buy back saham berpengaruh terhadap harga saham ? tapi saya cari jurnal nya sangat jarang pak, dan darimana saya bisa mendapatkan data perusahaan yang melakukan buy back saham pak ?
    mohon bantuannya pak, saya ngerasa lumayan buntu sebelum memulai

  155. Rudiyanto
    April 13th, 2015 at 00:03 | #164

    @raisa
    Selamat Malam Raisa,

    Rating PEFINDO bisa diakses tanpa harus teregistrasi. Kalau belum berhasil berarti mencarinya tidak teliti. Silakan dicoba lagi.

    Mengenai pertanyaan buy back, silakan anda lakukan test untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap harga saham atau tidak. Untuk perusahaan yang melakukannya anda bisa coba di website KSEI.

    Semoga bermanfaat.

  156. rani
    May 7th, 2015 at 13:46 | #165

    selamat siang pak caya mau tanya
    bagaimna cara perhitungan obligasi misalnya
    obligasi syariah ijarah apexindo pratama duta I tahun 2005
    maturity date 6-juni-10
    outstanding 240.000.000.000
    coupun 12,250%
    price 100,488515
    yield 11,480097
    rumus current yield
    yield to maturity
    yield spread
    cara perhitungsannya bagaimana pak
    terima kasih

  157. Rudiyanto
    May 7th, 2015 at 17:47 | #166

    @rani
    Salam Rani,

    Tanggal transaksinya kapan?
    Dan bukankah di buku Manajemen Investasi sudah dijabarkan cara perhitungan tersebut? Silakan anda cek buku tersebut dulu.

    Semoga bermanfaat.

  158. niswatil
    May 14th, 2015 at 11:37 | #167

    bapak saya mahasiwi lagi nyusun skripsi saya butuh daftar nama perusahaan manufaktur yang menerbitkan obligasi di bursa efek indonesia 2012-2014
    dan daftar perusahaan manufaktur yang menerbitkan obligasi di keluarkan pefindo 2014-2014
    kirim lwat email sya niswatil_h@yahoo.co.id

  159. Rudiyanto
    May 15th, 2015 at 13:29 | #168

    @niswatil
    Mohon maaf, saya hanya bisa kirim doa saja.
    Semoga sukses dengan tugas skripsinya.

  160. rani
    May 18th, 2015 at 10:18 | #169

    selamat pagi pak
    pak untuk mendapat data harga obligasi untuk perusahaan yang termasuk dalam non investment grade itu bagaimana pak

  161. Rudiyanto
    May 18th, 2015 at 13:29 | #170

    @rani
    Selamat Siang Rani,

    Anda bisa berlangganan website IBPA, Infovesta atau Bloomberg
    Semoga berhasil

  162. devi
    May 19th, 2015 at 19:25 | #171

    Selamat sore Pak Rudi, terima kasih untuk artikelnya sangat membantu.

    Saya ingin bertanya apakah harga wajar obligasi yang dikeluarkan oleh IBPA atau institusi lain seperti infovesta, kontan, dll itu sama?Atau setiap institusi memiliki analisis tersendiri?

    Selain itu, apakah obligasi itu diperjualbelikan seperti saham di bursa atau bagaimana ya Pak?

    Terima kasih..

  163. Linda
    May 20th, 2015 at 13:38 | #172

    Selamat sore pak. Menurut bapak, apa ada sumber terbuka ttg data yield obligasi diindonesia. Menurut bapak, adakah rekomendasi utk mencari data obligasi yg lengkap dimana? Karena sy sulit sekali untuk mendapatkan akses data ttg obligasi. Terima kasih.

  164. rani
    May 22nd, 2015 at 09:48 | #173

    selamat pagi pak saya suda buka di websita IBPA
    tapi tidak ada kata Infovesta atau Bloomberg
    terima kasih

  165. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 12:55 | #174

    @devi
    Selamat Siang Ibu Devi,

    Sepengetahuan saya, lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan harga acuan obligasi adalah IBPA. Harga yang mereka terbitkan, digunakan sebagai acuan dalam berbagai keperluan seperti valuasi obligasi di reksa dana.

    Lembaga lain yang menerbitkan harga wajar, sebagai contoh seperti Infovesta, biasanya digunakan sebagai alat analisis. Selain itu, dalam berbagai riset obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas, mereka juga memiliki harga acuan / harga teoritis tersendiri.

    Kalau metode dan data yang digunakan untuk kalkulasi berbeda, tentu harganya bisa berbeda pula.

    Kalau Kontan itu adalah media, jadi mereka memberitakan berapa harga transaksi obligasi yang terjadi. Jadi itu bukan harga wajar.

    Obligasi ditransaksikan secara Over The Counter alias tidak ada bursa. Gampangnya kamu mau beli HP Second tipe tertentu tapi karena tidak tahu siapa yang ada kamu pesan via Calo. Nah, calo itu nantinya akan tanya ke orang2 yang punya HP yang kamu punya.

    Selanjutnya si Calo akan deal harga dengan orang yang punya HP dan menawarkan ke kamu dengan harga sedikit lebih tinggi. Selisih harga inilah yang menjadi keuntungan calo karena dari transaksi ini tidak ada biaya seperti halnya transaksi saham.

    Sebaliknya juga bisa terjadi, kalau kamu punya HP Second mau dijual kamu bisa tanya ke Calo apakah bisa dicarikan pembelinya.

    Calo itu adalah broker atau Perusahaan sekuritas.

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

  166. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:02 | #175

    @Linda
    Selamat Siang Ibu Linda,

    Kalau data Yield Obligasi dalam 1 hari masih bisa didapatkan di website IDX.
    Tapi kalau data historis harus berlangganan di IBPA.

    Data obligasi di Indonesia memang komersial. Mungkin universitas di Indonesia perlu meniru Universitas di luar negeri, langganan data seperti bloomberg, infovesta, reuters, IBPA dan lainnya di kampus. Terutama yang kampus jurusan ekonomi dan investasi.

    Mahasiswa dapat belajar menggunakan alat itu dan ketika sudah lulus sudah tidak asing lagi dan berpengalaman mengoperasikannya. Jadi bisa usulan ini bisa disampaikan ke kampus anda.

    Sebagai informasi, harga langganan data di atas bisa berkisar antara jutaan hingga ratusan juta per bulan.

    Terima kasih

  167. Rudiyanto
    May 23rd, 2015 at 13:18 | #176

    @rani
    Siang Ibu Rani,

    Silakan baca komentar kutipan di atas

    Rudiyanto :
    @devi
    Selamat Siang Ibu Devi,

    Sepengetahuan saya, lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan harga acuan obligasi adalah IBPA. Harga yang mereka terbitkan, digunakan sebagai acuan dalam berbagai keperluan seperti valuasi obligasi di reksa dana.
    Lembaga lain yang menerbitkan harga wajar, sebagai contoh seperti Infovesta, biasanya digunakan sebagai alat analisis. Selain itu, dalam berbagai riset obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas, mereka juga memiliki harga acuan / harga teoritis tersendiri.
    Kalau metode dan data yang digunakan untuk kalkulasi berbeda, tentu harganya bisa berbeda pula.
    Kalau Kontan itu adalah media, jadi mereka memberitakan berapa harga transaksi obligasi yang terjadi. Jadi itu bukan harga wajar.
    Obligasi ditransaksikan secara Over The Counter alias tidak ada bursa. Gampangnya kamu mau beli HP Second tipe tertentu tapi karena tidak tahu siapa yang ada kamu pesan via Calo. Nah, calo itu nantinya akan tanya ke orang2 yang punya HP yang kamu punya.
    Selanjutnya si Calo akan deal harga dengan orang yang punya HP dan menawarkan ke kamu dengan harga sedikit lebih tinggi. Selisih harga inilah yang menjadi keuntungan calo karena dari transaksi ini tidak ada biaya seperti halnya transaksi saham.
    Sebaliknya juga bisa terjadi, kalau kamu punya HP Second mau dijual kamu bisa tanya ke Calo apakah bisa dicarikan pembelinya.
    Calo itu adalah broker atau Perusahaan sekuritas.
    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

    Terima kasih

  168. rani
    June 1st, 2015 at 13:48 | #177

    selamat siang pak
    saya meneliti tentang obligasi dan peringkat obliigasi
    data yang mereka kirim ada hasil ahir yang namanya yield ,,,,,apakah yield itu hasil dari YTM ya pak ?
    terima kasih

  169. Rudiyanto
    June 4th, 2015 at 10:21 | #178

    @rani
    Selamat Siang Ibu Rani,

    YTM itu singkatan dari Yield to Maturity. Jadi sama saja.

  170. rani
    June 8th, 2015 at 18:20 | #179

    selamat malam pak
    yg ada di data saya itu yield pak
    tapi bukan yield to maturity

  171. ayu putri
    June 20th, 2015 at 15:04 | #180

    Semalat siang pak.. saya sedang menyusun tesis..
    saya mau bertanya :
    kenapa sektor manufatur lebih menarik dibandingkan sektor-sektor lain (menurut pengelompokan di BEI) dengan mempertimbangkan data trend obligasi yang diterbitkan oleh sektor industri di BEI.
    dan bagaimana melihat data default risk, obligasi yang diterbitkan oleh sektor manufaktur merupakan issue paling fenomenial (baik dalam artian paling tinggi tingkat default risknya ataupun paling rendah tingkat default risknya.

    Teirmakasih

  172. Rudiyanto
    June 22nd, 2015 at 00:04 | #181

    @ayu putri
    Selamat Malam Ibu Ayu Putri,

    Terkait pertanyaan anda, terus terang saya sendiri tidak tahu mengapa sektor manufaktur lebih baik dibandingkan sektor lain. Jika anda mendapatkan kesimpulan tersebut dari data yang anda teliti, saya rasa anda bisa membuat sendiri analisisnya.

    Mengenai data default risk, anda bisa melihat rating PEFINDO atau yield wajar di IBPA. Mengenai isu yang fenomenal, silakan anda cek darimana sumber yang mengatakan hal tersebut dan membaca dasar analisisnya.

    Semoga bermanfaat.

  173. gagah erlangga
    June 23rd, 2015 at 14:27 | #182

    Asslmualaikum pa, saya gagah mahasiswa unpas, mau bertanya pa, jika kita ingin melihat suatu obligasi ada jaminan atau tidaknya dilihat dimana ya pa? Karena variabel x saya ttg jaminan oblogasi, sedangkan saya bingung melihat jaminan obligasi dimanany? Saya sudah lihat di IBMD tapi bingung d sebelah mananya pa, trmksh waslam

  174. Rudiyanto
    June 25th, 2015 at 11:56 | #183

    @gagah erlangga
    Selamat siang,

    Anda bisa mencarinya di prospektus obligasi.

    Semoga bermanfaat.

  175. bernadete
    July 1st, 2015 at 03:48 | #184

    selamat pagi pak,
    saya bernadete mahasiswa stiesia, mau bertanya bagaimana caranya mendapatkan data perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah ijarah pada tahun 2005 sebelum dan setelah penerbitan obligasi syariah ijarah dengan beberapa ratio yang ada yaitu : current ratio, asset turn over, return on asset, return on investmen.. mohon bantuannya

    terima kasih

  176. Rudiyanto
    July 6th, 2015 at 02:27 | #185

    @bernadete
    Selamat Malam Bu,

    Sudah coba ke website PEFINDO dan IDX ?

  177. Vina
    September 7th, 2015 at 01:20 | #186

    pak..saya ingin menanyakan kalo mencari data obligasi yang tidak diberikan peringkat obligasi oleh pefindo dapat diliat dimana ya? dan obligasi yg diterbitkan oleh perusahaan yang tidak termasuk dalam industry keuangan pada tahun 2009-2014…terima kasih pak.

  178. Rudiyanto
    September 9th, 2015 at 12:36 | #187

    @Vina
    Selamat Siang Ibu Vina,

    Bisa ditanyakan ke perusahaan pemeringkat lain yang anda maksud.

    Semoga bermanfaat.

  179. Nanda
    October 1st, 2015 at 21:47 | #188

    @Rudiyanto

    Maaf pak rudiyanto, saya mau tanya tentang pernyataan bahwa perusahaan mengeluarkan biaya agar obligasinya diperingkat oleh PT pefindo. Pertanyaan saya, biaya tersebut di catat pada akun apa dalam suatu perusahaan ya pak?

    Saya bertanya hal tersebut untuk mendukung penelitian saya bahwa biaya yang dikeluarkan untuk peringkat obligasi merupakan salah satu pemberian sinyal kepada investor.
    Mohon pencerahannya pak, terima kasih.

  180. yefi
    October 2nd, 2015 at 08:27 | #189

    pak mau tanya cara untuk mendownload obligasi syariah yang diperingkat oleh pt. pefindo itu gimananya pak pada periode 2011-2014
    terimakasih pak,,

  181. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:37 | #190

    @Nanda
    Salam Pak Nanda,

    Mungkin bisa dicek pada buku Akuntasi dasar dan lanjutan yang ada di perkuliahan anda. Saya yakin, topik tersebut pernah di bahas. Selanjutnya anda bisa membandingkan dengan melihat laporan keuangan dari perusahaan penerbit obligasi di Indonesia.

    Semoga berhasil dengan penelitiannya.

  182. Rudiyanto
    October 5th, 2015 at 11:43 | #191

    @yefi
    Salam Bu Yefi,

    Sudah coba menghubungi PEFINDO ?

  183. yefi
    October 9th, 2015 at 14:03 | #192

    belum pak

  184. Dhea
    October 11th, 2015 at 01:06 | #193

    malam pak, saya dhea sedang mengerjakan skripsi mengenai faktor2 yg mempengaruhi peringkat obligasi periode 2012-2014. Saya sudah mengecek datanya di website pefindo. saya bingung cara membaca ratingnya, ada beberapa perusahaan yang datanya berhenti di 2008/2009 atau ada juga yang mulai dari tahun 2013, sedangkan saya butuh periode 2012-2014, itu gimana ya pak, tq

    Dan saya mau nanya lagi, bedanya GENERAL BOND dan GO/BOND/MTN (saya ga bisa mengakses link2 di atas, tapi saya dapatnya berupa data grafik ) tq

  185. Rudiyanto
    October 16th, 2015 at 17:43 | #194

    @Dhea
    Salam Dhea,

    Kalau memang datanya demikian kenapa tidak fokus pada obligasi yang ada datanya saja?

    Mengenai General Bond, saya kurang mengerti jika tidak melihatnya langsung. Tapi kalau GO mungkin itu kependekan dari Government Bond. Saran saya anda bisa menelepon CS PEFINDO untuk menanyakan lebih lanjut karena bagaimanapun laporan itu mereka yang buat, tentu mereka yang berkompeten menjawabnya.

    Semoga bermanfaat.

  186. October 22nd, 2015 at 10:55 | #195

    siang pak saya tanya, saya lg skripsi tentang faktor faktor yang mempengaruhi peringkat obigasi dari beberapa faktor tersebut, perhitungan harus menggunakan data laporan keuangan. tetapi di web pt pefindo disitu tidak ada cantuman laporan keuangan. saya harus gimana? mohon saranya

  187. juan
    October 22nd, 2015 at 17:02 | #196

    pak saya mau bertanya, apakah ada rumus untuk menghitung peringkat obligasi.

    saya di suruh oleh dosen saya untuk mencari rumusnya untuk skripsi sy pak….
    padahal sdh sy bilang kalo yg memberi itu perusahaan jasanya.. soanya yang saya baca seperti itu

  188. Rudiyanto
    October 23rd, 2015 at 12:17 | #197

    @evi
    Siang Bu Evi,

    Solusinya gampang, cari laporan keuangannya.

    Semoga bermanfaat

  189. Rudiyanto
    October 23rd, 2015 at 12:18 | #198

    @juan
    Siang Pak Juan,

    Kalau yang itu bisa tanya ke perusahaan jasa yang memberikan jasa pemeringkatan tersebut. Saya yakin mereka punya jawabannya.

  190. October 25th, 2015 at 11:50 | #199

    siang pak.. kalau boleh tau carinya dimana ya pak? kan disitusnya gak ada? apa harus cari di BEI

  191. Rudiyanto
    October 26th, 2015 at 12:17 | #200

    @evi
    Sudah dicoba belum?

  192. Ega
    October 28th, 2015 at 10:44 | #201

    @Rudiyanto
    siang pak saya ingin bertanya bagaimana saya bisa melihat data angka yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat memiliki nilai AA karna yang saya lihat di website pefindo hanya menampilkan AA tidak di sertai dengan dari mana huruf tersebut di dapatkan
    terimakasih

  193. budi
    October 29th, 2015 at 10:39 | #202

    pagi pak
    saya Budi pak sedang mengerjakan skripsi saya tentang sukuk akan tetapi saya bingung di interpretasi hasilnya. Yang mau saya tanyakan adalah kenapa debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap return sukuk pak?

  194. October 30th, 2015 at 16:14 | #203

    sudah pak,, pak boleh tanya lagi? pefindo memeringkat dan memberi peringkat itu dengan cara atau syarat gimana ya, cara menilai obligasi tersebut masuk kreteria investment good atau Non Investment Grade. terimakasih

  195. Rudiyanto
    October 30th, 2015 at 17:01 | #204

    @Ega
    Salam Pak Ega,

    Pertanyaan tersebut lebih tepat ditujukan kepada PEFINDO. Saran saya anda bisa menghubungi perusahaan yang bersangkutan.

    Semoga bermanfaat.

  196. Rudiyanto
    October 30th, 2015 at 17:02 | #205

    @budi
    Salam Pak Budi,

    Memangnya harus berpengaruh positif ya?
    Dan yang paling penting, apakah data kamu sudah valid, berikut juga cara perhitungannya ?

    Semoga bermanfaat.

  197. Rudiyanto
    October 30th, 2015 at 17:10 | #206

    @evi
    Kalau sudah ke website PEFINDO langkah berikutnya adalah bertanya kepada PEFINDO atau mencari di website tersebut bagaimana cara mereka melakukan pemeringkatan obligasi.

    Semoga bermanfaat

  198. firdausnoto
    October 30th, 2015 at 17:44 | #207

    @evi

    kebetulan saya sedang mengerjakan tugas metode penelitian akuntansi dengan tema “analisis hubungan faktor keuangan dan non keuangan terhadap peringkat obligasi” : Perusahaan industri properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun (2010-2014)

    Berikut Faktor yang Mempengaruhi Rating Obligasi menurut Pefindo

    Pertumbuhan dan stabilitas sector industri perusahaan, dimana hal itu berkaitan dengan kondisi permintaan dan penawaran, prospek, market opportunities (domestic vs eksport), tahap pertumbuhan industry ( awal,berkembang,dewasa,menurun), tipe produk ( komplemen vs produk pengganti, spesifik vs umum, komoditas vs diferensiasi).

    Pendapatan dan struktur biaya yang termasuk pemeriksaan komposisi arus pendapatan (rupiah vs kurs asing), kemampuan memperoleh operating profit ( EBITDA dan EBIT), kemampuan meningkatkan harga ( kemampuan dengan mudahnya mengoper biaya produk yang meningkat dengan meningkatkan harga jual produk kepada konsumen), tenaga kerja dan bahan baku, komposisi dan struktur biaya (rupiah vs kurs asing), komposisi biaya tetap dan variable, pembelian bahan baku industry (domestic dan impor)

    Adanya batasan untuk masuk dan berkompetisi di industri yang digeluti perusahaan tersebut, termasuk penilaian karakteristik industry ( padat modal,padat karya,fragmented, difusi,diatur dengan ketat) untuk mennetukan level kesulitan untuk masuk ke dalam pasar bagi pemin baru. Penilaian juga memasukkan analisis jumlah competitor dalam industry (domestic vs global), competitor terdekat (domestic vs global), potensi adanya perang harga, dan lainnya untuk menentukan tingkat kompetisi yang telah ada atau yang akan datang.

    Regulasi Industri, terbatasnya jumlah pemain dalam suatu industry, lisensi, kebijakan pajak( eksport,import, kuota,tariff,bea cukai,dll), kebijakan pricing pemerintah ( Peraturan pemerintah Indonesia untuk menetapkan harga di beberapa sector seperti ketenagalistrikan, told an telepon) dan persyaratan lingkungan(terutama disektor pertambangan) dan lainnya.

    Profil finansial dari industri umumnya dinilai dengan menganalisis beberapa patokan yang diambil dari beberapa perusahaan besar pada industri tersebut yang mayoritasnya mewakili industrinya masing-masing. Analisis performa finansial industry ini memasukkan analisis leverage dan cash flow protection

    Semoga membantu :)

  199. Budi
    November 4th, 2015 at 15:54 | #208

    @rudiyanto

    Tidak harus positif pak dan data dengan perhitungan sudah valid akan tetapi saya bingung menginterpretasikan kan. Boleh minta masukan tidak pak. Kira-kira kenapa der tersebut berpengaruh negatif terhadap return suku? Terima kasih pak

  200. Budi
    November 4th, 2015 at 15:56 | #209

    @rudiyanto

    Maksud saya return sukuk pak. Hehehehe

  201. Rudiyanto
    November 7th, 2015 at 22:58 | #210

    @Budi
    Malam Pak Budi,

    Terus terang kalau saya tidak begitu yakin dengan perhitungan dan penelitian anda karena :
    1. Kalau sukuk yang kamu maksud adalah obligasi syariah yang diterbitkan pemerintah, maka itu sudah salah total karena pemerintah tidak punya rasio DER.
    2. Kalau seandainya sukuk yang kamu maksud adalah obligasi syariah yang diterbitkan korporasi, maka itu juga saya ragukan karena transaksi sukuk korporasi sangat jarang. Darimana anda dapat datanya, dan bagaimana cara kamu hitung returnnya?

    Kurang lebih seperti itu tanggapan saya. Semoga bermanfaat.

  202. Budi
    November 8th, 2015 at 10:14 | #211

    @rudiyanto
    Pagi pak.
    Iya pak benar saya meneliti obligasi syariah korporasi.
    Saya menghitung tingkat return nya menggunakan yield to maturity. Data saya dapat kan dari indonesian capital market electronic. Bagaimana pak menurut bapak?

  203. November 9th, 2015 at 09:47 | #212

    @firdausnoto
    boleh minta alamat emailnya,, mungkin aja bisa sharing

  204. cicilia
    November 18th, 2015 at 17:32 | #213

    selamat malam pak, saya mau menanyakan apa beda dari S&P dan PEFINDO pak? krn saya sedang mengerjakan skripsi dengan topik rating credit, S&P memberi skala untuk rating AAA adalah 1, sedangkan pefindo memberi skala AAA dengan angka 9. ini beda sekali pak jadi saya takut ada dampak dengan perhitungan saya

  205. firdausnoto
    November 22nd, 2015 at 21:20 | #214
  206. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 09:22 | #215

    @Budi
    Siang Pak Budi,

    Untuk lebih detailnya saya harus melihat cara perhitungan dan sumber datanya.
    Tapi ini skripsi anda, jadi menurut saya memang tugas kamu untuk membuat interprestasinya.

    Semoga berhasil

  207. Rudiyanto
    November 25th, 2015 at 10:27 | #216

    @cicilia
    Selamat Pagi Ibu Cicilia,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan ke S&P dan PEFINDO langsung. Bisa juga mempelajari situs mereka tentang dasar pemberian skala tersebut. Semoga bermanfaat

  208. salim
    November 26th, 2015 at 16:41 | #217

    Selamat sore pak,

    Saya mau bertanya apa saja yang dilihat oleh pefindo dalam menetukan peringkat yang akan diberikan untuk obligasi sebuah perusahaan?selain laporan keuangan perusahaan tersebut..

    Terima kasih..

  209. Rudiyanto
    November 30th, 2015 at 11:51 | #218

    @salim
    Salam pak Salim,

    Bisa bertanya langsung ke PEFINDO atau mempelajari website PEFINDO.
    Semoga bermanfaat

  210. hadi
    December 1st, 2015 at 23:03 | #219

    Selamat malam pak,

    Saya mau bertanya apa perbedaan rating obligasi yg diawali dengan tulisan “id” dan yang diberi kurung “(idn)” ?

    Dan untuk menghitung YTM corporate bond historis seperti YTM tahun 2012, harga pasar yang digunakan dalam rumus menggunakan harga pasar pada saat kapan ya pak?

    Terima kasih sebelumnya pak

  211. Rudiyanto
    December 3rd, 2015 at 11:18 | #220

    @hadi
    Selamat Siang Pak Hadi,

    Mengenai tanda kurung, itu adalah merek dagang saja. Sebab kalau sama persis, tidak bisa lagi dibedakan antara perusahaan pemeringkat yang satu dengan yang lainnya.

    YTM itu per tanggal. Tergantung definisi 2012 kamu itu tanggal berapa.

    Semoga bermanfaat

  212. December 10th, 2015 at 08:24 | #221

    selamat pagi pak,,, pak saya mau tanya,, kira kira dalam setahun pefindo mengelurkan atau memberikan reting berapa kali untuk obligasinya

  213. Rudiyanto
    December 10th, 2015 at 23:18 | #222

    @evi
    Selamat Malam Ibu Evi,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan atau browsing ke website PEFINDO.

    Semoga bermanfaat

  214. riaiz
    January 3rd, 2016 at 22:41 | #223

    selamat malam pak sy mau tanya mengenai 3 perusahaan pemeringkat (Pefindo,Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency) dengan Indonesia Sovoreign Rating ( yang didalamnya ada moody’s investor service, standard poor’s dst…) itu bedanya apa ya pak?

  215. Rudiyanto
    January 4th, 2016 at 01:02 | #224

    @riaiz
    Malam Pak Riaiz,

    3 perusahaan yang anda sebut memeringkat “korporasi” yang ada di Indonesia. Sementara perusahaan internasional yang anda sebut memeringkat “korporasi” dan “negara”. Kurang lebih seperti itu, semoga bermanfaat.

  216. riri
    January 5th, 2016 at 14:29 | #225

    selamat sore pak ,
    saya mau nanya bisa ga pak, bapak jelaska teori bunga obligasi, jatuh tempo dan likuditas dapat mempengaruhi tinggi rendahnya suatu harga obligasi. saya harap bapak bisa bantu

  217. deni
    January 10th, 2016 at 23:25 | #226

    @evi
    salam mbak evi,,
    mungkin kita bisa sharing,, saya juga sedang mengerjakan skripsi tentang peringkat obligasi..
    boleh tanya-tanya?

  218. Rudiyanto
    January 11th, 2016 at 00:12 | #227

    @riri
    Selamat malam Ibu Riri,

    Anda bisa membaca buku manajemen keuangan dan investasi, khususnya yang berkaitan dengan teori durasi pada obligasi. Seharusnya teori preferensi likuiditas juga ada pada buku tersebut.

    Semoga bermanfaat.

  219. sugara
    January 15th, 2016 at 15:35 | #228

    @Rudiyanto
    pak dimana kita bisa lihat perusahaan perusahan yang menerbitkan obligas

  220. Rudiyanto
    January 18th, 2016 at 00:15 | #229

    @sugara
    Selamat Malam Pak Sugara,

    Sudah lihat di website PEFINDO ?

  221. sugara
    January 26th, 2016 at 06:45 | #230

    sudah pak tapi saya masih kebingungan menentukan sampel dalam penelitian saya tentang peringakt obligasi karna setiap bulanya perusahaan yang mendapatkan peringkat obligasi berbeda-beda. tolong gimana solusinya pak ?

  222. Rudiyanto
    January 27th, 2016 at 13:54 | #231

    @sugara
    Selamat siang,

    Kalau untuk hal tersebut silakan konsultasikan dengan dosen pembimbing anda.

    Terima kasih

  223. sugara
    January 28th, 2016 at 08:39 | #232

    siap terimakasih :)

  224. riaiz
    February 4th, 2016 at 20:55 | #233

    selamat malam pak Rudi, saya ingin menanyakan bagaimana awalnya obligasi perusahaan itu bisa di peringkat oleh perusahaan pemeringkat ya pak? apakah perusahaan penerbit obligasi meminta perusahaan pemeringkat untuk memeringkat obligasinya? trus (jmisal perusahaan itu terdaftar di BEI) apa kemudian perusahaan penerbit obligasi itu menyetor data peringkat obligasi yang sudah diperingkat tersebut ke BEI yg nantinya di publikan dalam buku IBMD itu ya pak? mohon penjelasannya terimakasih.

  225. Rudiyanto
    February 5th, 2016 at 17:24 | #234

    @riaiz
    Selamat Sore Ibu Ria,

    Untuk bisa menerbitkan obligasi, salah satu persyaratannya adalah perusahaan tersebut harus di rating. Ada juga kewajiban rating tersebut selalu diperbaharui selama obligasi tersebut masih belum jatuh tempo sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban.

    Semoga bermanfaat

  226. rara
    February 16th, 2016 at 17:34 | #235

    selamat sore pak…
    saya sedang mengerjakan skripsi mengenai corporate governance terhadap peringkat obligasi, setelah saya membaca laporan pefindo setiap perusahaan menerbitkan obligasi yang banyak seperti BOND I, BOND II, Syariah ijarah, dan ada pula general obligation. yang saya ingin tanyakan apakah untuk mengolah data saya harus menggunakan seluruh data obligasi yang diterbitkan (BOND I, BOND II, Syariah ijarah) atau lebih baik memakai data general obligation saja?
    terima kasih pak, semoga bapak bisa menjawab pertanyaan saya dan doain saya ya pak hehe

  227. Rudiyanto
    February 16th, 2016 at 23:09 | #236

    @rara
    Selamat malam Ibu Rara,

    Pertanyaan saya, apakah rating dari obligasi yang disebutkan itu berbeda ?

    Semoga skripsinya bisa selesai dengan sukses ya.

  228. Rara
    February 17th, 2016 at 05:01 | #237

    Selamat pagi pak,
    Mayoritas ratingnya sama pak, jadi saya bisa pakai general obligation saja ya pak? Terima kasih pak atas pencerahannya ^^

  229. sugara
    February 17th, 2016 at 20:01 | #238

    selamat malam pak saya ingin bertanya : apakah dengan meberikan angka 1 pada perusahaan yang masuk dalam invesment gread dan 0 untuk non invesment grad termasuk dalam sekala pengukuran dengan variabel dummy

  230. febi
    February 18th, 2016 at 09:28 | #239

    saya mau bertanya kalau mau mencari pengumuman bond rating tahun 2013-2015 bagaimana ya caranya ? karena saat saya membuka web pefindo terjasi ke eror-an ? terimakasi mohon bantuannya memberikan ulasan jawaban bisa mengemail saya di febindriana@gmail.com

  231. Rudiyanto
    February 19th, 2016 at 13:56 | #240

    @Rara
    Selamat Malam Ibu Rara,

    Yang bisa jawab pertanyaan itu adalah dosen pembimbing, dosen penguji dan mahasiswa dengan menggunakan argumentasinya.

    Semoga bermanfaat

  232. Rudiyanto
    February 19th, 2016 at 14:05 | #241

    @sugara
    Selamat Siang Pak Sugara,

    Apa yang dimaksud dengan skala pengukuran variable dummy?

  233. Rudiyanto
    February 19th, 2016 at 14:13 | #242

    @febi
    Selamat siang Ibu Febi,

    Beberapa tahun terakhir memang saya melihat website perusahaan terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Kecuali sedang down, harusnya website perusahaan tetap ada. Paling tampilannya berubah. Jadi menurut saya kamu harus berusaha lebih keras lagi dalam mencari data tersebut.

    Terima kasih

  234. yogo
    March 11th, 2016 at 17:50 | #243

    maaf mau tanya pak,, untuk data peringkat obligasi perbankan tahun 2011-2014 cari dimana ya pak..? saya menulis skripsi tentang peringkat obligasi sebagai variabel dependen saya.. saya coba cari di website pefindo tapi tidak ketemu data perusahaan perbankan yang saya cari.. terimakasih

  235. ewik
    March 16th, 2016 at 12:42 | #244

    siang pak, ada yang ingin saya tanyakan. bagaimana cara mengukur bond rating untuk memberikan nilai pada masing-masing peringkat ? kenapa disetiap penelitian ad yg memberi score aaa = 10 , aaa = 1 ? cara menentukan score itu sendiri bagaimana pak ? trims.

  236. Rudiyanto
    March 16th, 2016 at 16:44 | #245

    @yogo
    Selamat Sore Pak Yogo,

    Kalau memang tidak berhasil menemukannya, bisa jadi karena kamu carinya kurang teliti atau memang benar data tersebut tidak ada. Dan PEFINDO adalah lembaga pemeringkat resmi yang menguasai hampir semua pangsa pasar rating obligasi di Indonesia. Tidak ada lagi yang punya data lebih lengkap selain mereka. Jadi mungkin anda perlu mencarinya lebih teliti lagi. Semoga berhasil.

  237. Rudiyanto
    March 16th, 2016 at 17:08 | #246

    @ewik
    Selamat Sore Pak Ewik,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan sama orang yang membuat penelitiannya.

    Semoga bermanfaat

  238. Rahel
    March 29th, 2016 at 20:41 | #247

    Bapak saya ingin bertanya berapa lama rata2 umur obligasi korporasi di Indonesia? Kebanyakan 5-7 tahun, apa di atas 10 tahun pak? Terimakasih sebelumnya.

  239. Rudiyanto
    April 4th, 2016 at 17:05 | #248

    @Rahel
    Salam Ibu Rahel,

    Anda bisa cek di website PEFINDO atau IBPA.

    Semoga bermanfaat

  240. Titi
    April 25th, 2016 at 14:09 | #249

    Bapak saya ingin bertanya bagaimana mencari data peringkat obligasi di pefindo dari tahun 2011-2014?
    setelah saya buka website pefindo cuma ada tahun 2015 dan 2016
    trimakasih

  241. Titi
    April 25th, 2016 at 14:29 | #250

    Bapak saya ingin bertanya bagaimana mencari data peringkat obligasi di pefindo dari tahun 2011-2014?
    setelah saya buka website pefindo cuma ada tahun 2015 dan 2016
    trimakasih

  242. Amell
    April 25th, 2016 at 17:56 | #251

    Selamat sore, Pak..
    Saya mahasiswa yang sedang menempuh skripsi, saya disuruh dosen pembimbing untuk membuat skripsi dengan topik CSR – financial perforance, kemudian digabungkan dengan credit rating. Pertanyaan saya:
    1. Credit rating itu sama dengan peringkat obligasi kan, Pak
    2. Saya sudah cari jurnal2 mengenai CSR thd Credit Rating, tetapi kebanyakan jurnal membahas GCG thd Credit Rating, apakah sebaiknya saya membuat skripsi mengenai GCG thd Credit rating saja? Soalnya jurnal yang saya temukan kebanyakan mengenai GCG-Credit Rating.
    3. Kalau misalkan tetap membahas CSR thd credit rating, apakah Bapak mempunyai saran darimana saja saya bisa mendapatkan referensi mengenai topik tsb?
    4. Terakhir, hubungannya dengan financial performance. Sebaiknya bagaimana cara untuk menentukan variabel dependen/independen antara ketiga topik tsb?

    Mohon bantuannya, Pak. Mohon dijawab :)
    Terima kasih banyak, Pak.
    Salam.

  243. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:22 | #252

    @Titi
    Salam Ibu Titi,

    Coba hubungi langsung pihak PEFINDOnya. Semoga bermanfaat

  244. Rudiyanto
    April 27th, 2016 at 15:24 | #253

    @Amell
    Selamat Sore Ibu Amell,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Benar
    2. Sebaiknya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Tentu ada alasan mengapa anda diminta meneliti topik tersebut.
    3. Google
    4. Silakan bertanya dengan dosen pembimbing atau dari referensi jurnal yang kamu gunakan

    Semoga bermanfaat

  245. Veriani Putri
    May 11th, 2016 at 05:33 | #254

    Selamat pagi, pak.
    Saya sedang menempuh skripsi dengan tema skripsi peringkat obligasi di Pefindo. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada skala khusus untuk masing-masing peringkat? Karna dalam beberapa jurnal, skala untuk setiap peringkat berbeda-beda. Misalnya dalam jurnal A skala untuk AAA+ adalah 16, dan dalam jurnal B skala untuk AAA+ adalah 10. Apakah di pefindo sendiri ada standar dalam penentuan skala tersebut? Atau skala tersebut hanya penomoran oleh masing-masing peneliti? Terimakasih pak.

  246. Rudiyanto
    May 15th, 2016 at 14:06 | #255

    @Veriani Putri
    Selamat Siang ibu Veriani,

    Saya setuju dengan argumentasi kamu yang kedua tersebut, bahwa namanya penelitian, maka peneliti berhak membuat skala versi dia sendiri dan kemudian mempertanggung jawabkannya.

    Semoga bermanfaat

  247. Intan
    May 17th, 2016 at 08:49 | #256

    selamat pagi pak rudy,
    saya intan sedang mengerjakan skripsi mengenai peringkat obligasi perusahaan non keuangan yang diperingkat oleh pt pefindo, fitch ratings, s&p, dan moodys. yang jadi pertanyaan saya apakah s&p dan moodys juga melakukan pemeringkatan terhadap obligasi dengan mata uang rupiah yang diterbitkan oleh perusahaan domestik indonesia? saya kesulitan untuk mencari datanya, tidak semudah pada pt pefindo dan fitch ratings.

    mohon bantuannya pak..
    terimakasih banyak

  248. Rudiyanto
    May 17th, 2016 at 11:46 | #257

    @Intan
    Selamat Siang Ibu Intan,

    Pertanyaan tersebut akan lebih tepat jika ditanyakan dengan pihak S&P dan Moodys langsung. Bisa coba bertanya langsung ke institusi yang bersangkutan.

    Semoga berhasil.

    Terima kasih

  249. mitha
    May 19th, 2016 at 11:19 | #258

    siang pak, saya ingin menanyakan kepada bapak mengenai, peringkat investment grade sama tidak dengan peringkat obligasi? dan perbedaannya apa pak?

  250. Rudiyanto
    May 21st, 2016 at 14:51 | #259

    @mitha
    Selamat Siang Ibu Mitha,

    Bukankah hal tersebut sudah ada di artikel? Silakan dibaca dulu.

    Terima kasih

  251. Aina Claudia
    May 30th, 2016 at 12:42 | #260

    selamat siang pak, saya sedang menyusun proposal skripsi pak. saya meneliti umur obligasi pak, saya kasih kode 1 untuk jatuh tempo obligasi antara 1 sampai 5 dan kode 0 untuk yang lebih dari 5 tahun.
    saya mau nanya pak, jika suatu perusahaan memiliki beberapa obligasi dan ada yang terdiri dari obligasi berumur 5 tahun dan obligasi berumur 7 tahun , bagaimana ya pak pemberian kode yang tepat ?

    terima kasih ya pak

  252. Rudiyanto
    May 30th, 2016 at 18:38 | #261

    @Aina Claudia
    Selamat Sore Ibu Aina,

    Pertanyaan ini rasanya lebih tepat diajukan ke dosen pembimbing anda. Alternatifnya anda bisa mencari riset serupa atau membuat argumentasi kenapa harus demikian baru anda datang ke dosen tersebut.

    Semoga bermanfaat

  253. June 4th, 2016 at 13:47 | #262

    selamat siang pak,,, saya ingin menanyakan ke bapak gimna mencari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan diberi peringkat oleh PT PEFINDO

    mohon infonya pak, soalnya saya masih awang,

    thanks,,,

  254. Rudiyanto
    June 5th, 2016 at 00:47 | #263

    @Jihad
    Selamat Pak Jihad,

    Caranya adalah bertanya langsung ke Bursa Efek Indonesia atau PEFINDO.

    Semoga bermanfaat.

  255. Aina Claudia
    June 25th, 2016 at 09:31 | #264

    Selamat pagi pak, saya Aina, saya sedang meneliti mengenai umur obligasi pak. Saya mau bertanya apakah dalam penelitian umur tersebut, saya melihat data umur mulai awal diterbitkannya obligasi hingga jatuh tempo ataukah cukup melihat umur yang tersisa sampai dengan jatuh tempo?
    tadi saya sempat melihat artikel mengenai penggunaan ytm dalam memperkirakan investasi obligasi, di artikel tersebut menyatakan bahwa dapat melihat risiko dari umur yang tersisa. Bagaimana menurut saran bapak terhadap masalah ini?
    Terima kasih

  256. Rudiyanto
    June 26th, 2016 at 13:50 | #265

    @Aina Claudia
    Selamat Siang Ibu Aina,

    Kalau saran saya anda bisa membaca buku anda lebih detail mengenai konsep Duration, Macaulay Duration dan Modified Duration. Untuk pertanyaan mengenai umur obligasi, harus jelas juga yang mau anda teliti itu apa.

    Semoga bermanfaat

  257. shyecha
    July 21st, 2016 at 08:10 | #266

    Selamat pagi bapak. Saya shyecha saya mau tanya. Apakah bapak tahu tentang mengolah data menggunakan eviews?
    Saya lagi nyusun skripsi dengan judul pengaruh CR,DER dan size diperusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011-2014. Tp saya mengolah data nya disuruh dosen pembimbing saya menggunakan eviews, bapak tau link nya gk?
    Terima kasih

  258. ika
    July 22nd, 2016 at 14:43 | #267

    Pak saya sedang melakukan penelitian, saya mau tanya, untuk perhitungan pringkat obligasi pefindo:
    1. apakah pefindo menggunakan bobot disetiap perhitunganya?
    2. Kalo iya, bobotnya dihitung dari mana? (contoh: kalo gcg untuk dapet nilai komposit kan disetiap “11 aspek perhitungan” terdapat bobot yang diberikan oleh Bank Indonesia sehingga hasil bobot bisa dikategorikan baik, cukup, kurang baik, tidak baik. apakah kategori AAA, AA, A, dst.. diperlakukan sama dengan perhitungan nilai komposit GCG?”
    3. apa aspek yang dinilai dan diberi bobot oleh pefindo?
    4. kalo tidak, darimana pefindo atau pemeringkat obligasi menentukan suatu perusahaan mendapat peringkat AAA, AA, A, dst apabila tidak diberi bobot pada aspek penilaian.
    5. Atau peringkat obligasi tersebut hanya didapatkan dari metodologi yang dipublikasikan pefindo? saya bingung pak disuruh sama dospem saya mencari bagaimana pefindo mendapatkan peringkat tsb, apakah hanya berdasarkan metodologi atau ada hal lain?

  259. Rudiyanto
    July 23rd, 2016 at 23:54 | #268

    @shyecha
    Selamat malam Ibu Shyecha,

    Untuk eviews saya kurang tahu mohon maaf. Biasanya analisa data selalu saya lakukan dengan Microsoft Excel. Dan menurut saya bisa dikatakan 99.99% perhitungan bisa dikerjakan menggunakan MS Excel. Tools statistik hanya mematikan kemampuan analisa krn seperti black box yang input data dan keuar hasil tanpa diketahui proses perhitungannya seperti.

    Semoga bermanfaat

  260. Rudiyanto
    July 25th, 2016 at 20:48 | #269

    @ika
    Selamat Malam Ibu Ika,

    Mengacu pada pertanyaan anda, sebetulnya sudah sangat jelas, anda perlu bertanya ke PEFINDO atau mencari di website PEFINDO. Terima kasih

  261. Tika
    August 3rd, 2016 at 18:22 | #270

    @Emanuel S.W
    Halo Kak, kak saya mau tanya. Saya juga terkendala disitu kak, sektor yg saya teliti BUMN dan rating perusahaan BUMN itu investment grade semua. Saya beri penilaian skala sendiri misal AAA, AA+, AA-, AA = 1 sedangkan A = 0 tetapi harus ada argumentasi yg mendasari kata dospem saya. Saya mau tanya, kelanjutan skripsinya bagaimana jadinya kak terkait dengan rating itu? Diklasifikasi kemana akhirnya? Tolong dibalas dgn lengkap yaa kak. Makasih sebelumnya dan boleh ngga saya minta kontak atau email kakak? Makasih banyak yaa

  262. Tika
    August 3rd, 2016 at 19:31 | #271

    @Rudiyanto
    Selamat Malam Pak Rudy,
    Saya mahasiswa yg sedang menempuh skripsi dan mengenai komentar diatas saya juga agak kesulitan pak untuk menentukan skala yg cocok dengan objek penelitian saya. Objek penelitian saya emiten BUMN yang mana rating obligasinya investment grade semua (AAA, AA+, AA-, AA dan A). Sehingga tidak ada pembandingnya pak. Bagaimana ya pak kira2 menentukan skala yg tepat agar hasil penelitian saya tidak rancu dan tidak bias saat dihitung? Saya sudah konsul dgn dospem saya, dan beliau menyarankan utk mengikuti skala yg dipakai di banyak jurnal sedangkan di beberapa jurnal referensi saya tidak ada yang kasusnya demikian pak.
    Mohon pencerahannya yaa pak, terimakasih banyak.

  263. Rudiyanto
    August 4th, 2016 at 15:00 | #272

    @Tika
    Salam Tika,

    Saran saya kamu bawa semua jurnal yang tersedia dan kemukan kesulitan anda. Baru setelah itu tanya sama dosen pembimbing kira-kira apa solusinya.

    Terima kasih

  264. Hanny
    August 10th, 2016 at 08:56 | #273

    Hi Pak Rudi,

    Saya mau tanya mengenai masa berlaku Bond Rating ini. Misalnya, ada satu emiten pada tahun 2007 melakukan bond issued dan mendapatkan rating idBBB+ kemudian bond tersebut memiliki tenure dari Jul 2007 sampai dengan Jul 2012.
    Apakah rating idBBB+ tersebut berlaku juga di 2008, 2009? Atau ketika 2008 emiten tersebut harus di rating kembali?

    Many thanks!

  265. Rudiyanto
    August 12th, 2016 at 00:15 | #274

    @Hanny
    Salam Ibu Hanny,

    Untuk rating obligasi biasanya diperbaharui setiap tahun kecuali ada aksi korporasi yang berdampak signifikan atau kondisi lainnya. Jadi rating bisa berubah dari waktu ke waktu, bisa juga sama.

    Semoga bermanfaat

  266. Hanny
    August 13th, 2016 at 20:11 | #275

    Thank you for your answer. I have another question. Dimana ya Pak kira2 saya bisa mendapatkan informasi historis mengenai bond rating dari emiten BEI? Kemudian, apakah rating atas bond issued itu berbeda dengan rating yang dilakukan atas perusahaan? Thank you.

  267. Rudiyanto
    August 14th, 2016 at 22:10 | #276

    @Hanny
    Silakan mencoba ke perusahaan pemeringkat rating obligasi dan BEI. Sebagai informasi, BEI bukan perusahaan pemeringkat.

    Terima kasih

  268. eko elfarizy
    August 23rd, 2016 at 11:07 | #277

    Salam Pak Rudy, boleh saya di kasih link artikel yg membahas tentang investasi obligasi/sukuk/sun dkk…tentang kelebihan dan kekurangan obligasi, returnnya dan risikonya. Terima kasih pak bantuannya

  269. Rudiyanto
    August 25th, 2016 at 11:36 | #278

    @eko elfarizy
    Selamat siang Pak Eko,

    Bisa coba lihat di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/obligasi/

    Semoga bermanfaat

  270. aina
    September 17th, 2016 at 10:41 | #279

    selamat siang pak, saya mau nanya kira-ira kapan ya pefindo mengubah kebijakan kategori peringkat dari yang awalnya ada 8 jenis (AAA, AA, A, BBB, BB, B, CCC, dan D) menjadi 18 jenis dengan menambahkan tanda plus dan mius?

  271. Rudiyanto
    September 17th, 2016 at 14:44 | #280

    @aina
    Salam Ibu Aina,

    Mengenai pertanyaan tersebut bisa ditanyakan langsung dengan penyedianya yaitu PEFINDO.

    Semoga bermanfaat

  272. salim
    September 28th, 2016 at 12:18 | #281

    Salam pak Rudi,

    Saya mau bertanya kenapa kita lebih memilih melihat rating yang dikeluarkan Pefindo dibandingkan lembaga pemeringkat lain?
    apa Pefindo punya keunggulan tersendiri dibanding lembaga lain?

    terima kasih.

  273. putri kinanti
    September 29th, 2016 at 19:36 | #282

    selamat malam pak, saya mau bertaya definisi investment grade dan non investment grade itu diapa yang menentukan, PEFINDO atau definisi siapa?
    terima kasih pak

  274. Yeni Sasika Rani
    September 30th, 2016 at 16:58 | #283

    Slamat sore, saya mau tanya bagaimana hubungan kualitas informasi akuntansi dengan bond rating perbankan di Bursa Efek Indonesia?

  275. Rudiyanto
    October 3rd, 2016 at 17:57 | #284

    @salim
    Salam Pak Salim,

    Sebenarnya hal ini tergantung persepsi investor. Tapi kalau kebanyakan perusahaan menggunakan PEFINDO sebagai pemeringkatnya, kita juga tidak punya pilihan.

    Mengenai mengapa perusahaan tersebut memilih PEFINDO mungkin tergantung pada upaya pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan pemeringkat. Sebab agar bisa dirating, perusahaan membayar kepada perusahaan pemeringkat.

    Walaupun dibayar, mereka akan berupaya seobjektif mungkin karena menjadi kewajiban bagi perusahaan yang menerbitkan obligasi dimana dia harus diperingkat.

    Semoga bermanfaat

  276. Rudiyanto
    October 3rd, 2016 at 18:07 | #285

    @putri kinanti
    Salam Ibu Putri,

    Untuk hal tersebut terus terang saya kurang tahu. Anda bisa coba cari asal muasalnya di Google.

    Semoga bermanfaat

  277. Rudiyanto
    October 3rd, 2016 at 18:11 | #286

    @Yeni Sasika Rani
    Selamat Sore Ibu Yeni,

    Hubungan tersebut bisa anda cari dengan melakukan penelitian sesuai judul skripsi anda.

    Semoga bermanfaat

  278. Rian Permana
    October 7th, 2016 at 08:59 | #287

    Pak saya Rian Mahasiswa tingkat akhir, mau bertanya kalau rating sendiri di keluarkannya ada jangka waktunya? misal 1 bulan sekali or berepa

  279. adi
    October 7th, 2016 at 22:17 | #288

    pak saya adi, kalo laporan hasil Riset Ekuitas yang dilakukan oleh PEFINDO terhadap emiten yang
    ada di Bursa itu mencarinya dimana ya ? .Terima kasih

  280. wulan
    October 9th, 2016 at 19:37 | #289

    malam pak, terima kasih blog bapak sudah menambah ilmu bagi saya.
    berikut saya mengutip informasi dr website ksei, tetapi saya masih belum mengerti yang dimaksud dg “current amount: 0.00″ itu apa, jadi bisakah bapak membantu saya menjelaskan maknanya itu apa ya pak? terima kasih.

    Security name : Obligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Seri A
    Issuer : AKR Corporindo Tbk, PT
    ISIN Code : IDA0000562A1
    Short Code : AKRA01A
    Type : Straight Bonds
    Listing Date : 26 Desember 2012
    Stock Exchange : IDX
    Status : Active
    Nominal : 623,000,000,000.00
    Current Amount : 0.00
    Mature Date : 21 Desember 2017
    Interest/Disc Rate : 8.4%
    Interest Type : FIXED
    Interest Frequency : 3 MONTHS
    Currency : IDR
    Form : Electronic
    Effective Date ISIN : -
    Day Count Basis :
    Activity Sector : WHOLESALE (DURABLE & NON DURABLE GOODS)
    Number of Securities : (Total)

  281. Rudiyanto
    October 15th, 2016 at 19:20 | #290

    @Rian Permana
    Salam Ibu Rian,

    Bisa bertanya ke lembaga pemeringkat yang mengeluarkan rating tersebut.

    Semoga bermanfaat

  282. Rudiyanto
    October 15th, 2016 at 19:21 | #291

    @adi
    Salam Adi,

    Sudah jelas bukan, kalau disebut riset PEFINDO maka carilah ke PEFINDO.

    Semoga bermanfaat

  283. Rudiyanto
    October 15th, 2016 at 19:22 | #292

    @wulan
    Salam Ibu Wulan,

    Ada kemungkinan obligasi tersebut sudah dilunasi lebih awal semuanya oleh perusahaan yang bersangkutan sehingga tidak ada lagi yang beredar.

    Semoga bermanfaat

  284. Stella
    October 20th, 2016 at 23:48 | #293

    Selamat malam pak, saya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsis tentang analisis pengaruh likuiditas, coupon dan waktu jatuh tempo terhadap perubahan harga obligasi. Saya sudah mendapat semua datanya kecuali data likuiditas obligasi. Berdasarkan jurnal-jurnal yang saya dapat likuiditas obligasi itu dihitung berdasarkan frekuensi perdagangan obligasi setelah diperdagangkan. Tapi yang saya bingung itu di web http://www.idx.com tidak tercantum frekuensi perdagangan tahunan yang ada cuma harian. Apakah ada referensi lain selain di idx?

  285. anita febriani
    October 22nd, 2016 at 19:42 | #294

    maaf pak saya ingin bertanya, apakah bapak memiliki referensi mengenai pengaruh auditor terhadap peringkat obligasi ? terima kasih.

  286. Rudiyanto
    November 2nd, 2016 at 15:51 | #295

    @Stella
    Salam Ibu Stella,

    Data obligasi memang paling sulit untuk diperoleh. Seharusnya sebagai IDX, tidak ada lagi yang punya data lebih lengkap. Jadi saran saya, gunakanlah data yang ada. Dan kalau memang tidak ada tahunan tapi adanya harian, anda tinggal jumlahkan data tersebut untuk mendapatkan data tahunannya.

    Sumber lain seperti Infovesta dan Bloomberg itu berbayar dan sudah pasti di luar budget mahasiswa.

    Semoga bermanfaat

  287. Chusnia
    November 18th, 2016 at 07:43 | #296

    Pak saya mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Judul yang saya ambil adalah faktor faktor yang mempengaruhi gagal bayar obligasi pada perusahaan yang Investment grade. Saya bingung pak kebanyakan jurnal yang membahas tentang gagal bayar obligasi adalah jurnal peringkat obligasi pak. Sedangkan dosen saya menyebutkan variabel Y saya adalah gagal bayar pak. Bagaimana solusinya ya pak ? terimakasih sebelumnya

  288. Rudiyanto
    November 24th, 2016 at 11:29 | #297

    @Chusnia
    Salam Ibu Chusnia,

    Solusinya adalah bertanya kepada dosen pembimbing anda dengan kondisi yang ada, bagaimana langkah selanjutnya.

    Semoga bermanfaat

  289. riyadi
    November 28th, 2016 at 21:49 | #298

    malam pak Rudi

    saya mahasiswa sedang megerjakan skripsi tentang masalah obligasi. nah yang ingin saya tanyakan saya meneliti rating obligasi korporasi tahun 2013-2015 nah apakah rating yang saya catat adalah rating pada tahun 2013,2014,2015? atau ada kemungkinan rating tersebut tetap dari awal terbit.

    terimakasih pak rudi

  290. Rudiyanto
    December 10th, 2016 at 21:23 | #299

    @riyadi
    Malam Pak Riyadi,

    Rating bisa berubah tergantung penilaian dari lembaga pemeringkat. Tapi ada kemungkinan juga dari terbit hingga jatuh tempo, ratingnya tidak berubah.

    Semoga bermanfaat

  291. anita febriani
    December 11th, 2016 at 21:55 | #300

    selamat malam pak Rudi.
    saya mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi mengenai peringkat obligasi. ingin bertanya mengenai apakah istilah “id” dala peringkat obligasi di pefindo? terimakasih.

  292. Rudiyanto
    December 16th, 2016 at 14:13 | #301

    @anita febriani
    Salam Ibu Anita,

    Kode id itu untuk Indonesia. Untuk lebih lengkapnya bisa bertanya ke PEFINDO.

    Terima kasih

  293. mery
    January 4th, 2017 at 15:36 | #302

    Selamat sore pak,
    Saya mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi mengenai pemodelan harga obligasi, disini saya mau membandingan model yang saya peroleh dengan data yang sebenarnya pak. Saya ingin bertanya pak untuk melihat data histori obligasi pemerintah dari tahun 2010-2016 dimana pak ?
    Terima kasih.

  294. Rudiyanto
    January 6th, 2017 at 17:54 | #303

    @mery
    Salam Mery,

    Anda bisa langganan Bloomberg, IBPA atau Infovesta.

    Terima kasih

  295. January 14th, 2017 at 19:09 | #304

    Selamat malam, Pak..
    Saya mahasiswi yang sedang membuat skripsi. Penelitian saya berjudul hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Profitabilitas dengan Credit Rating.
    Saya mengukur Credit Ratingnya dgn mngfnkn fixed sum scale (skala skor yg totalnya 100) dgn 7 indikator sprti, stability, liquidity, prfitbility, growth, activity, size, n nonfinacial yg total skor nya 100 (tiap indkator brbda skornya)
    Saya mngikuti mtdlgi pnlitian jurnal utama saya Pak.. Data credit ratingnya yg di publish oleh CRA di korea dan datanya dikategorikab brdsrkn pada industri dan continuous holding period. Di rumus regresinya ada ID (dummy variable for company group) dan YR (dummy variable for year)
    Saya ingin menanyakan apa mksd dri ID dan YR tsb? Apakah itu merupakan kontrol saja atau bagaimana ya Pak? Atau maksudnya lembaga pemeringkatan kredit itu merupakan industri?
    Mohon dijawab ya Pak.. Terima kasih banyak :)

  296. Rudiyanto
    January 16th, 2017 at 02:27 | #305

    @Amell
    Malam Ibu Amell,

    Pertanyaan ini bisa ditanyakan sama penulis jurnal acuan anda.

    Terima kasih

  297. farrell
    February 13th, 2017 at 16:06 | #306

    Pak Rudi,
    jika posisi rating Negara Indonesia BBB (versi pemeringkat luar)
    apakah secara otomatis obligasi pemerintah mengikuti rating BBB tsb ?

    terimakasih sebelumnya
    farrell

  298. Rudiyanto
    February 16th, 2017 at 02:45 | #307

    @farrell
    Salam Pak Farrell,

    Untuk rating negara Indonesia memang diperuntukkan untuk obligasi yang diterbitkannya.

    Semoga bermanfaat

  299. March 21st, 2017 at 17:09 | #308

    salam, pak mau tanyak, saya sedang menempuh skripsi, bagaimana cara melihat return saham perusahaan- perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah?

  300. Rudiyanto
    March 23rd, 2017 at 22:24 | #309

    @rhany
    Salam Ibu Rhany,

    Anda bisa menghitungnya dengan menggunakan harga historis saham tersebut.

    Semoga bermanfaat

  301. March 26th, 2017 at 18:03 | #310

    Kalau saya harus menghitung dg menggunakan harga historis saham, Data yang harus saya cari berarti harga saham harian, atau tahunan pak? Atau harga saham sebelum dan sesudah peristiwa penerbitan?
    Soalnya skripsi saya tentang pengaruh nilai dan rating obligasi pada cumulative abnormal return saham pak.
    Saya kebingungan dalam menghitung cumulative abnormal return sahamnya itu pak. Jenis penelitian saya itu event study. Mohon dijelaskan pak rudy

  302. Rudiyanto
    March 29th, 2017 at 00:23 | #311

    @Rhany
    Bisa coba baca ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2016/10/19/potensi-rating-upgrade-apakah-positif-untuk-investasi-reksa-dana/

    Paling baik, karena ini skripsi, silakan berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

    Semoga bermanfaat

  303. Nuriya
    April 1st, 2017 at 19:28 | #312

    Selamat malam pak,
    Saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi ttg probability default menggunakan merton model pada sukuk pak,, kira2 apakah data bisa didapat di sini atau di IBPA ya pak?Karena saya kesulitan untuk mendapatkan data penelitiannya pak..
    Terima kasih

  304. Rudiyanto
    April 2nd, 2017 at 21:11 | #313

    @Nuriya
    Selamat malam Ibu Nuriya,

    Blog ini bukan pusat data, kalau mau mencari data silakan langsung ke website perusahaan atau website lembaga pemeringkat.

    Terima kasih

  1. February 4th, 2012 at 16:38 | #1
  2. February 11th, 2012 at 04:23 | #2
  3. February 28th, 2012 at 14:00 | #3
  4. March 24th, 2012 at 00:16 | #4

 


%d bloggers like this: