Home > Belajar Reksa Dana > Tips Berinvestasi di Reksa Dana Berbasis Dolar

Tips Berinvestasi di Reksa Dana Berbasis Dolar

Sebagai instrumen investasi, mata uang US Dollar merupakan investasi yang kurang menguntungkan pada tahun ini. Sejak awal tahun, krisis yang tak kunjung berakhir hingga penurunan rating semakin membuat mata uang ini melemah. Kalaupun didepositokan, umumnya tingkat bunga yang diberikan sangat rendah, hanya di kisaran 0.3%. Bagi anda yang juga merasa memiliki pikiran yang sama dengan saya, anda bisa mempertimbangkan untuk menginvestasikan uang dollar mengganggur anda pada reksa dana dollar. Apakah dengan mengembangkannya di reksa dana berbasis US Dollar akan lebih menguntungkan? Apa yang sebaiknya menjadi perhatian investor dalam memilih reksa dana tersebut?

Selain reksa dana berbasis Rupiah, di Indonesia juga terdapat reksa dana berbasis dolar. Hanya saja Manajer Investasi yang mengembangkan produk ini memang masih bisa dihitung dengan jari. Oleh karena itu total dana kelolaan juga relatif tidak terlalu banyak. Per Akhir Juli, Jumlah Dana Kelolaannya mencapai sekitar USD 521 juta dolar atau sekitar Rp 4,4 triliun dengan kurs 8.500. Jumlah ini hanya kurang dari 3% jika dibandingkan dengan reksa dana berbasis Rupiah yang mencapai Rp 152 triliun.

Jenis reksa dana US Dolar juga dibagi berdasarkan komposisi investasi. Saat ini terdapat 2 reksa dana campuran, 14 reksa dana pendapatan tetap dan 18 reksa dana terproteksi berbasis US Dolar yang beredar. Sebetulnya masih terdapat lagi 4 reksa dana jenis penyertaan terbatas namun informasi mengenai jenis tersebut relatif sulit diperoleh.

Bagi anda yang masih awam penting untuk mengetahui bahwa reksa dana Dolar bukan berarti bahwa reksa dana tersebut menginvestasikan dananya di luar negeri. Malahan peraturannya sangat ketat, dimana dari seluruh dana kelolaan reksa dana, hanya sekitar 15% yang boleh dibelikan instrumen pasar modal yang diterbitkan di luar Indonesia. Itupun dengan catatan bahwa instrumen yang dibeli tidak boleh berbentuk derivatif serta memiliki informasi yang bisa diakses melalui media internet.

Dengan demikian, instrumen investasi utama dari reksa dana berbasis dolar adalah instrumen keuangan yang diterbitkan di Indonesia baik oleh pemerintah maupun korporasi yang diterbitkan dalam mata uang dolar. Umumnya surat berharga berdenominasi dolar tersebut berbentuk obligasi, oleh karena itulah jenis reksa dana dolar berbentuk saham saat ini masih belum ada.

Satu lagi ciri-ciri reksa dana dolar yang berbeda dengan reksa dana Rupiah adalah bahwa NAB/Up yang dimulai dari angka 1 bukan 1000. Ada pula reksa dana dolar yang dimulai dari 0,1. Selain itu, dalam menghitung perolehan unit jika melakukan pembelian, umumnya reksa dana Rupiah menggunakan NAB/Up hingga 4 angka dibelakang koma. Sementara untuk jenis reksa dana dolar, menggunakan hingga 6 angka di belakang koma.

Pertimbangan dalam Investasi RD Dolar

Dari seluruh jenis reksa dana dolar yang beredar, reksa dana terproteksi memiliki ciri-ciri yang mirip seperti deposito. Sepanjang dividen yang diberikan sesuai dengan tingkat ekspektasi atau lebih besar dibandingkan deposito maka keputusan jual beli bisa anda putuskan sendiri. Hanya saja jenis reksa dana ini tidak bisa dibeli atau dijual setiap waktu. Akses ke produk ini juga relatif sulit karena biasanya dijual secara eksklusif kepada nasabah bank atau institusi tertentu saja.

Untuk reksa dana campuran, karena jumlah produk masih sedikit dan masih relatif baru studi kasus untuk jenis ini masih terbatas. Kendala yang lain adalah keterbatasan instrumen investasi mata uang dolar dalam bentuk saham sehingga saya menduga komposisi utama masih dominan di instrumen obligasi. Oleh karena itu, analisis untuk pertimbangan investasi menggunakan cara yang sama dengan jenis reksa dana pendapatan tetap.

Tips Memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap Berbasis Dolar

  1. Perhatikan apakah portofolionya terdiri dari obligasi pemerintah atau obligasi korporasi. Umumnya jika terdiri dari obligasi pemerintah maka ada potensi terjadi capital loss
  2. Perhatikan strategi durasi yang digunakan oleh Manajer Investasi dan apakah strategi tersebut sudah sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Secara umum, durasi 1-3 dikatakan konservatif, 4-5 moderat dan >5 agresif
  3. Memiliki dana kelolaan minimal USD 3 juta
  4. Fee subscription maksimal 0.25%
  5. Target return idealnya di atas rata-rata inflasi AS yang berkisar antara 2% – 4% per tahun

Berikut ini adalah ringkasan dari kinerja reksa dana pendapatan tetap dolar di Indonesia:

Sumber: www.infovesta.com, diolah

Umumnya portofolio investasi reksa dana pendapatan dolar yang ada di Indonesia didominasi oleh obligasi pemerintah Indonesia. Kalaupun ada obligasi korporasi, porsinya hanya sedikit. Hal ini disebabkan karena obligasi korporasi sendiri memang masih jarang. Obligasi Pemerintah memang lebih aman daripada obligasi korporasi dari sisi kemampuan membayar, namun harganya cenderung fluktuatif sehingga investor bisa mengalami capital gain atau loss. Sementara itu, obligasi korporasi memiliki harga yang cenderung stabil namun potensi return yang diperoleh lebih rendah dibandingkan obligasi pemerintah. Selain itu, juga ada risiko gagal bayar.

Dalam menganalisis reksa dana dengan portofolio obligasi pemerintah, yang harus menjadi perhatian investor adalah Durasi. Durasi atau Modified Duration merupakan sensitivitas harga obligasi terhadap perubahan suku bunga. Angka durasi = 4 menunjukkan ketika suku bunga Naik 1% maka harga Obligasi akan Turun 4% dan sebaliknya.

Durasi juga menjadi hal yang membedakan antara Manajer Investasi yang satu dengan yang lainnya. Ketika dia yakin bahwa kondisi mendatang akan lebih baik, maka dia akan menyusun portofolio dengan durasi yang lebih besar untuk memaksimalkan potensi capital gain. Sementara jika outlooknya negatif, maka dia akan menyusun portofolio dengan durasi yang lebih kecil untuk meminimalkan risiko.

Obligasi dengan durasi besar biasanya memiliki ciri-ciri jatuh tempo masih lama dan kuponnya relatif kecil, sebaliknya obligasi dengan durasi yang kecil memiliki ciri-ciri jatuh tempo yang relatif cepat dan kupon besar. Tidak seluruh Manajer Investasi memaparkan informasi mengenai durasi portofolionya, untuk itu investor bisa juga melakukan analisa dengan membandingkan risiko fluktuasi harga dari reksa dana yang dikelolanya. Apabila Manajer Investasi agresif, maka risiko fluktuasi harga juga akan besar dan sebaliknya.

Faktor jumlah dana kelolaan juga sebaiknya menjadi perhatian investor. Mengacu pada minimum dana kelolaan sebesar Rp 25 milliar pada reksa dana rupiah, maka sebaiknya suatu reksa dana dollar juga memiliki setidaknya dana kelolaan sekitar 3 juta USD. Dengan dana kelolaan yang besar maka daya tawar dan pilihan investasi juga menjadi lebih banyak.

Terakhir yang harus diperhatikan adalah faktor biaya masuk. Potensi return di reksa dana pendapatan tetap dolar tidak sebesar dibandingkan rupiah. Minimal bisa memberikan kenaikan di atas rata-rata inflasi US yang berkisar antara 2% – 4% per tahun. Oleh karena itu, standar biaya masuk (biaya subscription) juga sebaiknya kecil. Biaya yang wajar menurut saya adalah maksimal di 0.25%.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

 


%d bloggers like this: