Home > Belajar Reksa Dana > Seluk Beluk Biaya Reksa Dana

Seluk Beluk Biaya Reksa Dana

Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan selamat menjalankan ibadah puasa kepada teman-teman yang menjalankannya. Semoga bulan ini menjadi bulan yang penuh dengan berkat dan rahmat untuk kita semua.

 

Menjalankan reksa dana ibarat menjalankan suatu bisnis. Jika dalam bisnis, pengusaha dan karyawan mengolah bahan baku menjadi barang jadi, maka dalam reksa dana bahan baku adalah uang yang diinvestasikan oleh para investor, bahan jadi adalah keuntungan yang diperoleh dari investasi saham, obligasi, dan pasar uang. Seperti halnya bisnis, menjalankan reksa dana juga butuh biaya. Ada biaya buat Manajer Investasi yang menjalankan pengelolaan, ada biaya buat si marketing yang memasarkan reksa dana, ada biaya buat si akuntan yang mengaudit reksa dana tersebut sehingga bisa ada laporan keuangan reksa dana, ada pula biaya-biaya lainnya seperti biaya transfer, broker, pajak dan lain-lain. Apa saja biaya-biaya yang terdapat dalam reksa dana dan siapa yang membayarnya?

Sebetulnya ketentuan biaya telah di atur secara jelas dalam prospektus reksa dana dan bentuknya tidak seperti gambar yang anda lihat di atas. Pembagian biaya reksa dana sifatnya lebih berdasarkan SIAPA pihak yang membayarkannya. Ada 3 kategori yaitu:

  1. Dibayarkan oleh reksa dana. Artinya biaya tersebut akan dibebankan terhadap kumpulan uang investasi yang terdapat dalam suatu reksa dana. Secara tidak langsung uang ini adalah uang investor juga, namun investor tidak merasa membayarkan uang tersebut karena dibayarkan oleh reksa dana. Pengumuman Nilai Aktiva Bersih / Unit Penyertaan atau umumnya dikenal dengan Harga Reksa Dana adalah harga yang telah dikurangi biaya-biaya tersebut. Oleh karena itu sering kali investor tidak mengetahui berapa besar biaya yang dikenakan. Untuk mengetahui persentase antara biaya yang dibayarkan oleh reksa dana dan perbandingan dengan total asetnya dapat dilihat melalui laporan keuangan reksa dana. Komponen biaya yang paling besar dalam kategori ini umumnya adalah biaya yang dibayarkan ke Manajer Investasi, Bank Agen Penjual (jika ada) dan Bank Kustodian. Selain itu, biaya pengelolaan reksa dana seperti biaya broker untuk melakukan transaksi jual beli saham juga dimasukkan dalam kategori biaya ini.
  2. Dibayarkan oleh Manajer Investasi. Artinya biaya tersebut dibebankan kepada Manajer Investasi. Umumnya biaya ini berkaitan dengan pembentukan awal reksa dana dan biaya promosi. Artinya jika Manajer Investasi memasang iklan reksa dana di Media Massa senilai ratusan juta, menggaji direksi atau ahli pemasaran untuk promosi maka biaya tersebut ditanggung oleh Manajer Investasi.
  3. Dibayarkan oleh Investor langsung. Artinya biaya ini yang benar-benar keluar dari kocek dari investor. Biasanya biaya ini mencakup biaya pembelian, biaya penjualan dan biaya pengalihan serta PPN 10% atas biaya tersebut. Biaya inilah yang dirasakan oleh investor.

Berdasarkan rangkuman dari prospektus, pembagian biaya reksa dana secara umum adalah sebagai berikut: (klik untuk memperbesar)

Selain itu, khusus untuk biaya Biaya Konsultan Hukum, biaya Notaris ,dan atau Akuntan SETELAH Reksa Dana menjadi efektif menjadi beban Manajer Investasi, Bank Kustodian dan atau Reksa Dana sesuai dengan pihak yang memperoleh manfaat atau yang melakukan kesalahan sehingga diperlukan jasa profesi dimaksud. Misalnya jika terjadi sengketa, atau karena suatu hal Bank Kustodian melakukan kesalahan dan karena kesalahan tersebut dibutuhkan jasa Akuntan Publik, maka biaya tersebut ditanggung oleh Bank Kustodian yang bersangkutan.

Demikian artikel tentang biaya reksa dana, semoga bermanfaat bagi anda..

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. nfadhilah2392
    December 20th, 2016 at 07:35 | #1

    Selamat pagi Pak Rudi,

    Investor bisa dengan mudah mengetahui maksimum fee untuk membayar jasa manajer investasi dan kustodian baik di prospektus, fund fact sheet ataupun laporan keuangan. Namun saya belum menemukan maksimum fee untuk pembayaran agen. Bagaimana cara mengetahui maksimum fee agen agar investor bisa membeli di agen yang termurah? Dan berapa rentang maksimum fee yang biasa dibayarkan kepada agen?

    Terima kasih

  2. Rudiyanto
    December 25th, 2016 at 21:37 | #2

    @nfadhilah2392
    Salam Ibu Fadhilah,

    Biasanya agen penjual dan manajer investasi memiliki kesepakatan mengenai porsi bagi hasil dari biaya pembelian, penjualan dan biaya manajer investasi. Jadi tidak ada tambahan biaya atas agen penjual kecuali dikemukakan dalam prospektus reksa dana.

    Semoga bermanfaat

  3. Candra123
    July 1st, 2018 at 13:11 | #3

    Salam Pak Rudi,

    Mohon maaf pak, saya kurang paham tentang alokasi biaya manajer investasi dan bank kustodian terhadap biaya investasi dari investor, apakah disaat kita menjual reksadana biaya tersebut dipotong dari NABnya atau dipotong dari unitnya investor atau bagaimana pak??
    Supaya lebih mudah dipahami, bisakah bapak memberikan contoh dengan angka?

    Terima Kasih

  4. Rudiyanto
    July 6th, 2018 at 01:38 | #4

    @Candra123
    Selamat malam Pak Candra,

    Biaya manajer investasi dan biaya kustodian adalah biaya yang ditanggung oleh reksa dana. Biaya ini digunakan untuk operasional dari manajer investasi dan bank kustodian.

    Ilustrasi perhitungannya sebagai berikut:
    Misalkan tanggal 1, total aset dalam reksa dana ada Rp 100 juta. Ini disebut Nilai Aktiva
    Katakan harga saham pada hari itu tidak naik atau turun sehingga pada sore harinya tetap Rp 100 juta.
    Untuk menghitung Nilai Aktiva Bersih (NAB), Nilai Aktiva tersebut perlu dikurangi dengan kewajiban, salah satunya biaya manajer investasi dan kustodian. Katakan 2.5%. Biaya ini dihitung per hari.
    2.5% / 365 x Rp 100 juta = (pembulatan) Rp 7.000
    Maka Nilai Aktiva Bersih adalah Rp 100 juta – Rp 7.000 = Rp 99.993.000
    Selanjutnya Nilai Aktiva Bersih ini dibagi lagi dengan jumlah Unit Penyertaan sehingga disebut NAB per Up atau dikenal dengan harga. Katakan jumlah unit 100.000
    Maka Rp 99.993.000 / 100.000 unit = Rp 999,3
    Harga inilah yang menjadi acuan ketika investor melakukan pembelian dan penjualan reksa dana.

    Misalkan anda melakukan pembelian Rp 10 juta, maka unit yang anda peroleh adalah Rp 10 juta / Rp 999.3
    Sebaliknya jika anda melakukan penjualan, misalkan Rp 10 juta, maka unit anda akan berkurang Rp 10 juta / 999.3

    Biaya ini tidak ditanggung investor secara langsung sehingga tidak mengurangi jumlah uang yang anda peroleh atau pada saat melakukan pembelian. Namun biaya ini mengurangi harga reksa dana.

    Pemotongan terhadap dana investasi atau dana penjualan itu disebut biaya masuk atau biaya keluar. Misalkan biaya masuk 1%, maka ketika anda investasi Rp 10 juta, akan diminta investasi Rp 10, 1 juta dengan perincian Rp 10 juta investasi dan Rp 100.000 menjadi biaya.
    Pada biaya penjualan, misalkan anda mencairkan reksa dana Rp 10 juta, dan kena biaya penjualan 1%, maka anda akan menerima Rp 10 juta – Rp 100.000 = Rp 9.900.000

    Semoga menjawab pertanyaan anda.

    Terima kasih

Comment pages
1 2 843
  1. No trackbacks yet.


%d bloggers like this: