Home > Pendapat Tentang Makro Ekonomi > IHSG Event Analysis

IHSG Event Analysis

Judul tulisan kali ini agak kebarat-baratan. Tapi saya mohon dimaklumi karena saya tidak berhasil menemukan judul dalam bahasa Indonesia yang singkat dan sreg.

Tanggal 20 Juli yang lalu, PT. Infovesta Utama bekerja sama dengan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar Seminar Nasional dengan judul “Keamanan Berinvestasi di Pasar Modal dan Strategi Investasi Semester II 2011″ yang dihadiri oleh lebih dari 120 peserta Dana Pensiun dari Seluruh Indonesia. Kebetulan saya menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut. Langsung saja, berikut ini adalah salah satu bagian materi yang¬† ingin saya sharing dengan rekan-rekan sekalian disini.

Saya juga ingin berterima kasih kepada bapak Lucas Setia Atmaja dan Pak Thomdean atas restu mereka kepada saya untuk izin memasang karikatur berikut pada blog ini yang memang berhubungan dengan topik yang ingin saya bahas.

Sekarang ini informasi rasanya sudah tidak memiliki batas. Apa yang terjadi di belahan bumi sebelah dapat diketahui dengan cepat pula oleh orang yang berada di belahan bumi yang lain. Pasar modal juga tidak terkecuali. Efek buruknya adalah ketika investasi yang harusnya didasarkan pada fundamental perusahaan perlahan-lahan peranan faktor eksternal, berita dan Rumor menjadi semakin kuat. Lebih parahnya lagi peranan eksternal itu terkadang sifatnya hanya sesaat namun seolah-olah menjadi faktor utama yang menggerakan harga saham. Kadang memang ada berita bagus, namun tidak jarang pula berita buruk yang terdengar. Dan semua itu bisa berubah dengan sangat cepat. Jadinya, kadang-kadang saya merasa bingung, kok bisa, semua even-even makro ekonomi terutama yang terjadi di negara lain bisa dikaitkan dengan kemana IHSG kita akan bergerak. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun melakukan analisis sederhana sebagai berikut…

Beberapa poin yang bisa dianalisa pada grafik tersebut antara lain

  1. Koreksi pada bulan Januari disebabkan karena ancaman inflasi tinggi akibat tingginya harga Minyak bumi saat ini, Anehnya meski harga minyak Sekarang tidak terlalu berbeda jauh dengan saat itu, sepertinya harga minyak sudah bukan lagi menjadi perhatian
  2. Ketika Yunani Downgrade kebanyakan orang khawatir dengan efek lanjutan dan dampaknya terhadap bursa kita, Anehnya waktu Portugal didowngrade bursa kita tetap terus naik tinggi.
  3. Ketika outlook ekonomi global memburuk ditandai dengan outlook kredit negatif untuk US dan ketika bail out Yunani terancam akan dihentikan, Anehnya bursa kita malah melejit tinggi dan menembus rekor baru di 4000
  4. Kenaikan suku bunga biasanya mencerminkan adanya perlambatan ekonomi. Anehnya meski China menaikkan suku bunga 3 kali, bursa kitanya seperti tidak terkena pengaruhnya.
  5. Terakhir baru yang tidak aneh. Kenaikan IHSG pada bulan Maret dan Juni-Juli bisa dijustifikasi karena pada periode tersebut banyak dipublikasikan laporan keuangan dimana kebanyakan emiten melaporkan hasil yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Kesimpulannya?

Investasi di 2011 ini memang sulit, terutama investasi saham. Terbukti hanya 4 dari 68 reksa dana saham yang mampu mengalahkan IHSG. Investor juga diharapkan lebih cerdas dan rasional dalam memilah informasi yang masuk serta selalu menekankan pada pentingnya Analisa Fundamental. Sebab prinsipnya jika suatu perusahaan memang memiliki fundamental yang sangat baik, kalaupun kita masuk dan harga turun, diharapkan suatu saat bisa kembali lagi dan pada saat bursa kembali naik, tentunya hanya saham dengan fundamental baik yang dilirik oleh investor. Altenatif lainnya anda bisa melakukan diversifikasi pada jenis reksa dana lain di kala kondisi pasar yang kurang bersahabat. Buktinya ada juga reksa dana campuran dan pendapatan tetap dengan risiko lebih kecil namun mampu memberikan tingkat return yang lebih baik dibandingkan reksa dana saham. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2011/07/09/evaluasi-kinerja-reksa-dana-semester-i-2011/

Semoga sharing saya kali ini cukup bermanfaat buat anda. Untuk melihat lebih lengkap mengenai koleksi karikatur Duitto & Co bisa dilihat di http://images.kontan.co.id/v2/duitto.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

Categories: Pendapat Tentang Makro Ekonomi Tags:
  1. March 20th, 2012 at 00:00 | #1

    Salam Sejahtera..

    Pak terima kasih atas pencerahan edukasi di blog ini…. saat ini saya sedang mencari tema tesis yang akan diterilita. Saya tertarik untuk meneliti kinerja reksa dana ketika kondisi pasar bearish. Setelah membaca beberapa artikel di blog yang Bapak asuh ini mengenai pengukuran kinerja reksa dana periode bearish ataupun crash market, pengukuran bisa menggunakan Roy Safety First Ratio, Sortino Ration (kedua artikel tersebut sudah saya baca) dan di dalam artikel disebutkan akan di bahas mengenai DOWNSIDE STANDAR DEVIASI pada kesempatan berikutnya. Untuk itu Pak mohon pencerahannya mengenai DOWNSIDE STANDAR DEVIASI. Terima Kasih

  1. No trackbacks yet.

 


%d bloggers like this: