Home > Belajar Reksa Dana > Mana Yang Lebih Baik, Beli Reksa Dana Langsung atau Melalui Bank?

Mana Yang Lebih Baik, Beli Reksa Dana Langsung atau Melalui Bank?

Sebagai instrumen investasi, produk reksa dana semakin diminati oleh investor Indonesia. Selain karena keuntungannya dalam jangka panjang yang di atas tingkat deposito dan inflasi, nominal investasipun semakin pas di kocek karena tidak lagi dibutuhkan dana yang besar untuk bisa berinvestasi pada produk ini.

Untuk memperoleh reksa dana itu sendiri juga semakin mudah, karena selain langsung melalui Manajer Investasi, investor juga bisa memperolehnya melalui Bank Agen Penjual yang menjual produk reksa dana inipun semakin banyak saat ini tercatat ada 20 Bank yang telah mendapat izin dari untuk memasarkan produk reksa dana tersebut. Apa saja plus minus membeli reksa dana melalui Bank dibandingkan Manajer Investasi?

Salah satu faktor yang mendorong perkembangan industri reksa dana adalah Bank. Meski secara tidak langsung, pemasaran produk reksa dana juga dilakukan melalui Unit Link asuransi yang terhubung dengan reksa dana dan pemasaran sendiri oleh Manajer Investasi, Bank tetap merupakan kontributor utama pertumbuhan industri reksa dana. Pemasaran reksa dana sendiri juga tidak bersifat ekslusif, artinya satu reksa dana bisa dijual oleh berbagai Bank Agen Penjual yang berbeda meski terdapat pula satu atau dua reksa dana yang dipasarkan secara ekslusif di bank tertentu saja.

Perlu investor ketahui adalah tidak semua bank boleh memasarkan reksa dana. Hanya bank yang telah mendapat izin sebagai APERD (Agen Penjual Reksa Dana) yang boleh memasarkan produk investasi ini. Berikut adalah daftar bank yang telah mendapat izin untuk memasarkan reksa dana yang tercantum pada situs BAPEPAM-LK.

No Nama Perusahaan
1. ANZ PANIN BANK, PT
2. BANK CENTRAL ASIA, TBK
3. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK, PT
4. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO), TBK, PT
5. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JABAR BANTEN, PT
6. BUANA INDONESIA BANK , PT
7. CITIBANK NA. CABANG INDONESIA, PT
8. COMMONWEALTH BANK , PT
9. DANAMON BANK, TBK, PT
10. DBS INDONESIA BANK, PT
11. INTERNASIONAL INDONESIA BANK , TBK, PT
12. MEGA BANK, TBK, PT
13. NIAGA BANK , PT
14. OCBC NISP BANK, TBK, PT
15. PAN INDONESIA BANK, TBK, PT
16. PERMATA BANK, TBK
17. SINARMAS BANK, PT
18. STANDARD CHARTERED BANK INDONESIA
19. SYARIAH MANDIRI BANK , PT
20. THE HONGKONG AND SHANGHAI BANKING CORPORATION LIMITED, PT

sumber : http://www.bapepam.go.id/reksadana/data.asp?page=aperd

Perbandingan antara pembelian reksa dana langsung melalui Manajer Investasi dengan melalui Bank Agen Penjual adalah sebagai berikut:

  • Dari sisi keahlian si pemasar, meskipun telah mendapat izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana) dalam kesehariannya produk yang dijual bukan hanya reksa dana, tapi juga produk lain seperti Giro, Deposito, Tabungan, Personal Loan, KPR, Bancassuranse dan lain-lain. Dan oleh sebab itu, ada kemungkinan pengetahuan si pemasar akan produk dan situasi pasar modal tidak lebih baik dibandingkan oleh pemasar di Manajer Investasi yang pekerjaan sehari-hari hanya berfokus pada investasi dan pasar modal saja.
  • Dari sisi target perusahaan, terkadang karena memiliki banyak produk, maka target yang ditetapkan tidak selalu atau dominan di reksa dana saja. Akibatnya, oleh si marketing, produk yang disodorkan ke investor belum tentu adalah reksa dana. Bisa saja produk Bancassuranse yang disodorkan kepada investor meskipun mungkin reksa dana juga bisa menjawab keinginan si investor. Berbeda dengan marketing Manajer Investasi yang hanya memasarkan satu produk saja.
  • Kedua hal di atas, di sisi lain juga menjadi kelemahan tersendiri bagi Pemasaran melalui Manajer Investasi karena belum tentu produknya sesuai dengan kebutuhan investor. Misalnya berdasarkan situasi dan kondisi, ternyata produk investasi yang cocok untuk investor adalah deposito, sementara Manajer Investasi hanya menjual reksa dana saham, campuran dan pendapatan tetap. Jadinya ditawarkan produk Pendapatan tetap yang risikonya paling kecil meskipun belum tentu cocok untuk investor.
  • Dari sisi Akses. Cabang yang dimiliki oleh Bank umumnya tersebar ke berbagai pelosok di Indonesia. Bandingkan dengan Manajer Investasi yang umumnya hanya berpusat pada Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Surabaya, Semarang dan Bandung. Oleh karena banyaknya cabang tersebut, akses investor menjadi lebih gampang ketika ingin bertransaksi terutama ketika ingin memberikan formulir subscription dan redemption. Investor tidak perlu mengirim formulir tersebut ke Jakarta, cukup ke Cabang terdekat. Meski demikian, perlu anda ketahui juga bahwa tidak seluruh Cabang Bank melayani penjualan reksa dana. Umumnya hanya Cabang besar dan memiliki staf yang memiliki lisensi WAPERD saja yang bisa.
  • Jumlah minimum investasi. Untuk hal ini ketentuan yang berlaku masih sangat beragam dan berbeda-beda. Ada Bank dan Manajer Investasi yang menerima investasi dalam minimum yang kecil ada pula yang mengharuskan minimum seperti Rp 100 juta ke atas. Selain itu, ada pula yang Bank yang cabang kantor pusatnya menerima investasi dalam jumlah kecil, namun pada cabang yang terdapat di daerah mensyaratkan jumlah yang besar. Hal yang sama berlaku pula untuk Manajer Investasi. Jadi hal ini tergantung dengan siapa anda berhadapan.
  • Keamanan Berinvestasi. Investasi di reksa dana aman karena hartanya dijaga di Bank Kustodian. Namun potensi penyalahgunaan tetap ada kemungkinan terjadi mengingat yang namanya manusia selalu bisa menemukan celah untuk melakukan kecurangan yang memperkaya dirinya. Namun dari sudut pandang saya, penjualan reksa dana melalui bank melibatkan 2 unsur, kepercayaan investor kepada Manajer Investasi dan Kepercayaan investor terhadap NAMA BESAR Bank. Bagaimanapun juga kepercayaan adalah aset yang sangat mahal. Jika terjadi kasus yang melibatkan suatu reksa dana, saya berpendapat bahwa Bank Agen Penjual yang menjual produk reksa dana tersebut juga akan ikut turun tangan menangani masalah untuk menjaga nama baiknya.

Demikian artikel ini saya sampaikan, jika ada masukan-masukan atau pengalaman anda terkait membeli reksa dana melalui 2 jalur yang berbeda ini bisa di sharing disini. Semoga bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Categories: Belajar Reksa Dana Tags:
  1. monica
    October 23rd, 2020 at 13:22 | #1

    Halo Pak Rudiyanto,
    saya mau tanya, sekarang banyak platform seperti tokopedia, bukalapak yang menawarkan subscription/redemption instant, padahal setau saya tidak bisa. Ini aman ga ya Pak, kalau memang iya mengapa mereka bisa menawarkan instant sedangkan seharusnya butuh beberapa hari secara NAB pun hanya akan ditentukan di akhir hari?

    Terima kasih

    • Rudiyanto
      October 23rd, 2020 at 13:30 | #2

      Siang bu Monica,

      Ini pertanyaan yang bagus. Secara teknis proses transfer utk pembayaran redemption memang biasanya baru dilakukan paling cepat pada 1 hari kerja kemudian.

      Apabila dilakukan pada T+0 maka kemungkinannya adalah sudah dilakukan perubahan dalam kontrak investasi kolektif, dimana bank kustodian menyanggupi utk melakukan hal tersebut, atau cara kedua pembayaran redemption tersebut ditalangi oleh pihak yang menjadi Gerai Penjualan (nama2 ecommerce) dan baru dilunasi ketika dana redemption dari kustodian ditransfer.

      Untuk cara kedua juga perlu diatur dalam kontrak tersendiri. Dan sepengetahuan saya juga perlu di submit ke regulator untuk direview.

      Benar bahwa NAB baru tahu paling cepat akhir hari, maka itu logika saya pencairan instant itu tidak sampai 100% dari saldo dan hanya bisa di pasar uang.

      Untuk lebih detailnya memang harus tanya ke MI yang bersangkutan.

      Semoga bermanfaat

  2. monica
    October 23rd, 2020 at 14:14 | #3

    @Rudiyanto
    Terima kasih banyak Pak, sangat jelas.

  3. y
    March 9th, 2022 at 11:28 | #4

    nasi kotak surabaya
    Merupakan sub-brand dari Aqiqah Nurul Hayat yang melayani dan menerima pesanan untuk banyak menu nasi kotak dan catering untuk acara atau walimah non-Aqiqah seperti Khitanan, Ulang Tahun, Syukuran dan Acara Perkantoran

Comment pages
1 2 3 721
  1. June 30th, 2016 at 00:38 | #1


%d bloggers like this: